...

1 PENDAHULUAN Perkembangan dunia yang semakin maju justru

by user

on
Category: Documents
5

views

Report

Comments

Transcript

1 PENDAHULUAN Perkembangan dunia yang semakin maju justru
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK
DALAM NOVEL AMELIA KARYA TERE LIYE
DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA
DI KELAS XI SMA
Oleh: M. Khayatul Khikam
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Muhammadiyah Purworejo
Email: [email protected]
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik yang berupa
tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, dan amanat pada novel Amelia karya Tere Liye,
(2) nilai-nilai pendidikan akhlak dalam novel Amelia karya Tere Liye, dan (3) skenario
pembelajaran unsur intrinsik dan nilai pendidikan akhlak dalam novel Amelia karya Tere
Liye di kelas XI SMA.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Fokus penelitian ini adalah nilai-nilai
akhlak dalam novel Amelia karya Tere Liye dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XI
SMA. Sumber data penelitian ini novel Amelia karya Tere Liye. Pengumpulan data
dilakukan dengan observasi, studi kepustakaan, dan teknik catat. Analisis data dilakukan
dengan teknik analisis isi. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal.
Hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Amelia karya Tere Liye
adalah sebagai berikut: (a) tema novel ini adalah kehidupan Amelia sebagai anak bungsu
yang suka menolong dan peduli pada orang lain, berjuang keras mengubah tradisi
bertani yang turun-temurun menjadi bertani yang lebih baik yang didasarkan ilmu
pengetahuan, (b) tokoh utama: Amelia, sedangkan tokoh tambahan yang dominan:
Syahdan, Mamak, Paman Unus, Pak Bin dan Nek Kiba; tokoh protagonis: Amelia; tokoh
antagonis: Bakwo Hasan; (c) alur: alur maju; (d) latar: ada yang dihadirkan secara utuh
sehingga dapat menimbulkan imajinasi pembaca mengenai latar tersebut, tetapi ada
pula yang hanya disebutkan nama tempatnya saja; (e) amanat dalam novel ini dikemas
dalam cerita sehingga tidak bersifat menggurui pembaca; (2) nilai pendidikan akhlak meliputi
(a) hubungan antara manusia dengan Tuhan; (b) hubungan manusia dengan manusia; (c)
hubungan manusia dengan lingkungan; (3) skenario pembelajaran menggunakan metode
inkuiri, diskusi, dan penugasan.
Kata Kunci: Nilai Pendidikan Akhlak dan Skenario Pembelajaran
PENDAHULUAN
Perkembangan dunia yang semakin maju justru memeberikan celah
lunturnya akhlak. Televisi, internet, handpone, dan majalah seharusnya menjadi
media informasi dan ilmu pengetahuan, akan tetapi seringkali kecanggihan ini
dimanfaatkan secara kurang bijak. Krisis akhlak pada kaum elit terlihat pada
kasus pelanggaran PP 110 tahun 2000 terjadi dalam penyusunan alokasi untuk
1
anggota DPRD menyangkut gaji dan tunjangan seringkali dimasukan tambahan
yang tidak diatur (Dwiyono, 2007: 85).
Peranan
pendidikan
(edukasi)
dalam
mengadakan
perubahan
(transformasi) masyarakat, tampak dalam menjaga generasi sejak kecil dari
berbagai penyelewengan dan mengembangkan pola hidup, perasaan serta
pemikiran mereka sesuai dengan fitrah. Hal ini sesuai dengan pendapat Umar
(1992: 04) bahwa anak yang terbiasa dengan akhlak baik di waktu kecil maka ia
akan disenangi dan hormati di waktu besar nanti.
Dalam UU RI Nomor 20 tahun 2003 pendidikan didefisinikan sebagai usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran sehingga peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang dibutuhkan
masyarakat, bangsa, dan Negara (Pidarta, 2014: 11).
Munawar (2005: 40-41) menyatakan bahwa pembinaan akhlak dapat
dilakukan dengan berbagai sarana yang tidak hanya dapat diperoleh dari
pendidikan formal saja namun dapat pula melalui media lain seperti media
elektronik, media cetak, media massa, dan media lain. Oleh karena itu, penulis
tertarik untuk menggunakan media sastra sebagai sarana pembinaan akhlak.
Karena sastra adalah cermin kehidupan masyarakat.
Prosa fiksi menceritakan berbagai masalah kehidupan manusia dalam
hubungannya dengan lingkungan dan sesama. Interaksi dengan diri sendiri serta
interaksi dengan masyarakat. Fiksi merupakan hasil dialog, kontemplasi, dan
reaksi pengarang terhadap lingkungan dan kehidupan (Nurgiyantoro, 2013: 3).
Adapun alasan penulis memilih novel Amelia karya Tere Liye karena novel
Amelia karya Tere Liye merupakan salah satu novel yang mempunyai nilai religius
yang sesuai dengan perkembangan akhlak dan agama bagi anak-anak usia remaja
khususnya pelajar SMA karena anak-anak usia remaja masih dalam tahap
pencarian jati diri mereka. Melalui novel ini, diharapkan peserta didik dapat
2
mengambil hikmah dan pembelajaran yang dialami Amelia yang mempunyai
pendirian kuat untuk tetap memperjuangankan ilmu pengetahuan sebagai
langkah memajukan sumber daya masyarakat.
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik
informal. Objek penelitian ini adalah unsur intrinsik, nilai-nilai pendidikan akhlak
dalam novel Amelia karya Tere Liye dan skenario pembelajarannya di kelas XI
SMA. Penelitian ini difokuskan nilai pendidikan akhlak dalam novel Amelia karya
Tere Liye yang. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam
penelitian ini adalah metode observasi, study pustaka, dan teknik catat.
Penelitian yang penulis lakukan dalam novel Amelia karya Tere Liye merupakan
penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik analisis isi. Taknik analisisi isi
adalah teknik yang dilakukan dengan cara mengkaji dan membahas seluruh isi
teks secara kritis dan teliti (Arikunto, 2010: 53).
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Unsur Intrinsik Novel Amelia Karya Tere LIye
Data penelitian unsur intrinsik novel Amelia berupa kutipan-kutipan cerita
yang menunjukkan tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, dan sudut pandang.
Agar efektif, data tidak disajikan berupa kutipan cerita, tetapi berupa nomor
halaman sumber kutipan itu dalam novel Amelia. Kutipan dipaparkan pada subbab
pembahasan data. Pada tabel di bawah ini, disajikan data unsur intrinsik novel
Amelia.
Tabel 1
Sajian Data Unsur Intrinsik Novel Amelia Karya Tere Liye
No.
Unsur Intrinsik
Tema
1.
Deskripsi
Halaman
buku
Kehidupan Amelia sebagai anak
bungsu yang suka menolong dan
peduli pada orang lain, berjuang
keras mengubah tradisi bertani
yang turun-temurun menjadi
bertani yang lebih baik yang
16-17, 55,
61, 32, 80,
82, 94, 295,
297,
298,
336, 384
3
didasarkan ilmu pengetahuan;
Tokoh:
a. Tokoh
utama
b. Tokoh
Andalan
2.
c. Tokoh
protagonis
d. Tokoh
antagonis
Alur
3.
Latar
4.
5.
Amanat
Amelia
Kak Eli
Syahdan
Nung
Pak Bin
Paman Unus
Nek Kiba
Amelia
Bakwo Hasan
a. Paparan
b. Rangsangan
c. Gawatan
d. Tikaian
e. Rumitan
f. Klimaks
g. Leraian
h. Selesaian
a. Latar Tempat:
1) Dapur rumah Amelia
2) Sekolah
3) Teras rumah
4) Pasar
5) Hutan
6) Rumah panggung Nek Kiba
7) Stasiun kereta
8) Balai kampung
b. Latar Waktu:
1) Pagi
2) Siang
3) sore
4) Malam
5) Hari
c. Latar sosial:
1) Anak SD
2) Seorang guru
3) Seorang ustadzah
4) Seorang petani
5) Kepala kampung
a. Jangan melihat nilai negatif
4
297,299,384
55,61,73
59,268,274
71, 276, 331
94, 298
298, 318
384, 385
297, 299,
331, 384
384, 386
10
80, 82
297, 298
331
357
382, 384
385
386-387
10, 293,
29, 32, 39
294, 55
149
286
321
242
380
5, 334
71
71, 73
381, 294
145-146
32, 309
32, 247, 309
219-220
5, 247
294
73
b.
c.
d.
e.
f.
seorang
kakak,
karena
selalu terbesit kasih sayang
yang luar biasa di dalamnya.
Selalu
terselip
kebaikan
bagi orang yang sabar.
Tidak
boleh
patah
semangat dan tetap berusaha.
Berani dan kokoh dalam
kebenaran.
Tuntutlah ilmu meskipun
harus ke negeri seberang.
Berbuat adil meskipun terhadap musuh sekalipun
181
358
331
32
385
2. Nilai Pendidikan Akhlak dalam Novel Amelia Karya Tere Liye
Seperti halnya sajian data unsur intrinsik, data nilai moral novel Amelia
disajikan dalam bentuk tabel. Pada tabel di bawah ini, disajikan data nilai Pendidikan
novel Amelia.
Tabel 2
Sajian Data Nilai Pendidikan Akhlak dalam Novel Amelia
No.
1
2
Nilai Pendidikan
Akhlak
Hubungan Manusia
dengan Tuhan
Hubungan Manusia
dengan Manusia
Deskripsi
a.
b.
c.
d.
a.
Shalat
Shalat Tahajud
Zakat
Do’a
Diri sendiri
1) Shidik
2) Amanah
3) Istikomah
4) Mujahadah
5) Syaja’ah
6) Sabar
7) Menuntut ilmu
b. Kepada orang tua
1) Taat kepada orang
tua
2) Berbakti
kepada
orang tua
5
Halaman
dalam novel
7, 43, 71
268
199
223
382, 384
375
331
358
298
167
382, 384
298
167
3
Hubungan Manusia
dengan Lingkungan
a. Tolong menolong
b. Sosialisasi masyarakat
c. Bergotong Royong
32
384
386
3. Skenario Pembelajaran Sastra Di Kelas XI SMA
Data sebagai acuan pembahasan mengenai rencana pembelajaran novel
Amelia di kelas XI SMA meliputi: kompetensi inti, kompetensi dasar (KD),
indikator, tujuan, materi/bahan ajar, metode pembelajaran, alokasi waktu,
langkah-langkah
pembelajaran,
media
pembelajaran,
penilaian,
dan
pedoman penilaian. Pada tabel di bawah ini, disajikan data perencanaan
pembelajaran novel Amelia di kelas XI SMA.
Tabel 3
Sajian Data Perencanaan Pembelajaran
Novel Amelia di kelas XI SMA
Komponen
Deskripsi
Kompetensi
Dasar
3.3 Menganalisis teks cerita pendek, baik melalui lisan
maupun tulisan.
Indikator
a.
b.
Tujuan
Pembelajaran
a.
b.
c.
Materi
Pembelajaran
a.
b.
Pendekatan
dan Metode
Mampu memahami unsur intrinsik (tema, tokoh dan
penokohan, alur, latar, dan amanat) dalam novel
Amelia karya Tere Liye.
Mampu memahami nilai pendidikan akhlak dalam
novel Amelia karya Tere Liye.
Siswa mampu memahami unsur intrinsik (tema, tokoh
dan penokohan, alur, latar, dan amanat dalam novel
Amelia karya Tere Liye.
Siswa mampu memahami nilai pendidikan akhlak
dalam novel Amelia karya Tere Liye.
Siswa mampu menyajikan hasil analisis di depan
audien.
Unsur intrinsik yang meliputi tema, alur, tokoh dan
penokohan, latar, dan amanat.
Nilai pendidikan akhlak yang meliputi hubungan
manusia dengan Tuhan-Nya, hubungan manusia
dengan manusia, dan hubungan manusia dengan
alam sekitarnya.
a. Pendekatan
b. Metode
: Saintifik
: inkuiri, diskusi, penugasan
6
Media, Alat,
dan Sumber
Pembelajaran
1.
2.
3.
Media
: Novel Amelia karya Tere Liye
Alat
: LCD, laptop
Sumber Belajar :
 Bahasa Indonesia: Ekspresi Diri dan Akademik .
2013. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan.
 Nurgiyantoro Burhan. 2013. Teori Pengkajian Fiksi.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Pres.
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Awal
a. Pembinaan Keakraban
Pembinaan keakraban perlu dilakukan untuk
menciptakan iklim pembelajaran yang.
b. Pretes (Tes Awal)
Setelah pembinaan keakraban, kegiatan dilakukan
dengan pretes untukmenjajagi proses pembelajaran
yang akan dilaksanakan.
a. Guru menjelaskan materi standar secara logis dan
sistematis, pokok bahasan.
b. Guru memantau dan memeriksa kegiatan peserta
didik dalam diskusi kelompok.
c. Kekeliruan dan kesalahan jawaban diperbaikan
bersama oleh pendidik dan peserta didik.
Kegiatan akhir pembelajaran dapat dilakukan dengan
memberikan tugas, dan post test. Tugas yang diberikan
merupakan tindak lanjut dari kegiatan inti atau
pembentukan kompetensi.
a. Sikap
:
1) Religius
2) Tanggung jawab
3) Disiplin
4) Proaktif
5) Jujur
b. Pengetahuan :
1) Menemukan nilai pendidikan akhlak dalam
novel.
2) Menganalisis unsur intrinsik novel.
c. Keterampilan :
1) Menyajikan materi unsur intrinsik dan nilai
pendidikan akhlak dalam novel di depan
kelas.
2) Menyajikan materi dengan bahasa Indonesia
yang baik dan benar.
Kegiatan Inti
Kegiatan Akhir
Penilaian
7
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan data dapat disimpulkan sebagai
berikut. (1) Unsur intrinsik novel Amelia: (a) tema novel ini adalah kehidupan Amelia
sebagai anak bungsu yang suka menolong dan peduli pada orang lain, berjuang keras
mengubah tradisi bertani yang turun-temurun menjadi bertani yang lebih baik yang
didasarkan ilmu pengetahuan; (b) tokoh utama: Amelia, sedangkan tokoh tambahan
yang dominan: Syahdan, Mamak, Paman Unus, Pak Bin dan Nek Kiba; tokoh protagonis:
Amelia; tokoh antagonis: Bakwo Hasan; (c) alur: alur maju; (d) latar: ada yang dihadirkan
secara utuh dan ada pula yang hanya disebutkan nama tempatnya saja; (e) amanat
dalam novel ini dikemas dalam cerita sehingga tidak bersifat menggurui pembaca; (2) nilai
pendidikan akhlak meliputi (a) hubungan antara manusia dengan Tuhan; (b) hubungan
manusia dengan manusia; (c) hubungan manusia dengan lingkungan; (3) skenario
pembelajaran menggunakan metode inkuiri, diskusi, dan penugasan.
Saran penulis bagi pendidik diharapkan dapat menciptakan kegiatan belajar yang
menyenangkan sehingga menumbuhkan rasa cinta terhadap pembelajaran sastra
khususnya novel.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta.
Dwiyono Agus, Dkk. 2007. Kewarganegaraan SMP Kelas VIII. Jakarta: Ghalia
Indonesia.
Munawar, Sayid Agil. 2005. Dimensi Kehidupan Dalam Perspektif Islam. Jakarta:
Pustaka Litera Antar Nusa
Nurgiyantoro, Burhan. 2013. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Pres.
Pidarta, Made. 2007. Landasan Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Umar bin Muhamad Baroja. 1992. Akhlak Lil Banin. Surabaya: Multazam.
8
Fly UP