...

Membawa Kebahagiaan Pada Dunia

by user

on
Category: Documents
1

views

Report

Comments

Transcript

Membawa Kebahagiaan Pada Dunia
Membawa Kebahagiaan Pada Dunia
1
Lindungilah Dirimu Sebelum Melakukan Hal Lainnya
Sebagian besar orang tewas dalam gempa bumi dahsyat Hanshin-Awaji, namun
media massa asing memberikan laporan khusus mengenai perilaku yang
mengesankan dari korban yang bekerja sama satu dengan yang lain dengan
cara yang tenang dan teratur. Kita semua harus selalu siap untuk dapat
memperkecil kerugian atau kerusakan saat terjadinya bencana.
1. Lindungilah diri kita terlebih dahulu
○Jangan terburu-buru (…….) dalam kondisi panik.
○Merunduk atau berlindung di bawah perabot yang (.......) seperti
meja atau tempat tidur.
○Lindungi (…….) mu dengan bantal/busa
○Kamar mandi dan pintu keluar biasanya lebih kuat karena itu lebih aman
2. Segeralah matikan sumber yang menimbulkan panas atau api
○Biasakan diri untuk mematikan sumber gas atau api dan
cabutlah (…….) dari sumber arus di dinding.
○Ajaklah orang-orang di sekitarmu dengan teriakan "Matikan gas!"
ini sangat penting dilakukan saat gempa terjadi.
3. Jika kita melakukan evakuasi dengan berjalan kaki,
maka bawalah barang ‒ barang penting secukupnya
○Tinggalkan (........) di pintu yang menyatakan bahwa kamu telah pergi.
○Ikut serta dalam aksi pemadaman kebakaran apabila tidak terlalu berbahaya.
Jika api semakin mendekat maka segera tinggalkan daerah tersebut.
4. Pastikan kamu memiliki jalur keluar alternatif
○Buatlah jalur keluar alternatif dengan asumsi bahwa pintu
depan rusak dan tidak dapat dibuka.
5. Segera padamkan kebakaran sekecil apapun
○Lengkapi rumah kamu dengan (…….).
01
6. Waspadalah akan tanah ataupun lumpur longsor
○Kenali (……..) di lingkunganmu.
7. Ikut Serta dalam pemadaman kebakaran, SAR,
dan pertolongan pertama
○Beritahukan pada (..........) orang cacat,
atau orang terluka dan bila memungkinkan bantulah mereka.
8. Hindarilah area berbahaya
○Periksa terlebih dahulu lokasi yang (……….) seperti gang-gang
sempit, tembok beton, dan tepian sungai.
9. Siaga untuk tsunami
○Segera mengungsi ke (..............) jika terjadi gempa,
apalagi di saat berada di tepi pantai.
10. Pastikan untuk mendapatkan informasi yang tepat
○Jangan percaya isu apapun atau (……………)
○Tetap pantau (..........) dari TV atau radio apabila memungkinkan
setelah terjadinya gempa bumi.
Hal yang perlu dipertimbangan
Ada10 kata berkait dengan tindakann yang harus dilakukan ketika merasakan gempa.
Masukkan salah satu kata yang cocok ke dalam tanda kurung di atas.
A. ke luar, B. tempat evakuasi, C. berbahaya, D. lebih tua, E. kuat, F. kabel listrik,
G. lingkungan rumah dan bangunan, H. informasi yang salah, I. kepala,
J. tabung pemadam kebakaran, K. tempat yang tinggi, L. pesan
02
2
Jangan mengabaikan tanda-tanda dari alam
1 Tanda-tanda banjir
Kita harus selalu siap dan tetap tenang dalam menghadapi setiap bencana, termasuk banjir. Perhatikan
informasi tentang cuaca dengan baik dan pastikan untuk melakukan evakuasi ke daerah yang aman
sebelum terlambat. Apabila diperlukan lakukanlah evakuasi ke daerah yang paling aman yang lebih cepat
dijangkau, meskipun belum ada perintah untuk evakuasi.
Biasanya ada beberapa tanda alam sebagai isyarat akan terjadinya longsor atau banjir bandang
sebagaimana terlihat pada gambar di bawah. Jika kamu di pinggir pantai, perhatikan kemungkinan air
surut ataupun pasang sesaat setelah badai atau gempa.
Setelah hujan berkepanjangan maka akan terjadi hujan deras
Air hujan menyapu permukaan lereng gunung
Patahan lebar muncul pada lereng gunung
Jumlah air dari gunung meningkat
Air gunung berubah keruh
bercampur lumpur
Hal yang perlu dipertimbangkan
Diskusikanlah tanda alam
lainnya untuk banjir
2 Proses evakuasi
Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan berdasarkan pengalaman ketika banjir terjadi sebagaimana
dijelaskan dibawah ini. Pikirkanlah mengapa segala sesuatunya menjadi penting.
tetap mengingat hal-hal penting sebagai berikut:
Jangan mendekat ke
Apabila kamu sedang melakukan
Pakailah sepatu olahraga
Lengkapi anaka-anak dan
genangan air dengan
peyelamatan ke area bencanabersama
(jangan memakai sepatu boot)
orang tua dengan peralatan
kedalaman lebih dari 50cm
dengan orang lain maka usahakan tetap
terhubung satu dengan lainnya dengan
menggunakan tali
03
pelampung
Jangan berjalan di trotoar
3 Memprediksi risiko banjir dengan memeriksa curah hujan
‒ Jika dirasa bahaya akan datang maka secepatnya lakukan evakuasi ke tempat yang aman.
Hujan rintik
8-15 mm per jam
Hujan ini biasanya tidak terlalu bising dan hanya
meninggalkan genangan kecil di tanah.
Hujan deras
15-20 mm per jam
Suara hujan cukup mengganggu pembicaraan dan
terdapat genangan air di seluruh permukaan tanah.
Hujan yang sangat deras
20-30 mm per jam
Hujan deras yang membuat payung tidak berfungsi dengan baik.
Aliran sungai mulai meluap.
Hujan Lebat
30-50 mm per jam
Hujan lebat seperti mengosongkan seember penuh air.
Pada saat seperti ini bencana longsor mudah terjadi.
Hujan yang sangat lebat
50 mm atau lebih satu jam
Hujan turun seperti air terjun, menghalangi pandangan.
Sungai kecil dan besar mulai meluap, banjir atau tanah longsor terjadi,
semakin lama semakin meningkat di wilayah ini.
04
3
Sudah siapkah menghadapi tsunami?
Gempa bumi dapat menyebabkan terjadinya tsunami.
Ketika dasar laut bergerak naik dan turun karena gempa,air di permukaan laut juga bergerak
dan biasanya menghasilkan gelombang yang akhirnya mengakibatkan tsunami.
Pada tahun 2004 gempa bumi besar terjadi di lepas pantai Sumatera, Indonesia yang
mengakibatkan tsunami dan banyak menelan korban di wilayah Asia. Semakin jauh kedalam
laut maka kecepatan tsunami kian meningkat. Tsunami yang terjadi didaratan kecepatannya
secepat jet, dan bahkan saat mendekati tanah, Tsunami bergerak dengan kecepatan secepat
kereta super cepat. Jika kita dapat melihat tsunami secara dekat langsung dari pantai,
mungkin sudah terlambat bagi kita untuk menyelamatkan diri. Segera lakukan
penyelamatan diri ke tempat yang lebih tinggi sesaat setelah adanya gempa kuat jika kamu
berada dekat dengan pantai.
Tsunami yang melanda Nihonkai Chubu ( Jepang ) pada tahun 1983, menelan korban para
nelayan dan murid-murid SD yang sedang bertamasya. Beberapa daerah tidak mendapatkan
peringatan tentang kemungkinan akan terjadinya tsunami. Jika kamu berada dipinggir laut
pada kondisi seperti itu, selamatkan diri kamu secepatnya kedaerah yang aman tanpa harus
menunggu perintah atau peringatan untuk melakukan evakuasi, karena apabila kamu
menunggu maka akan terlambat bagi kamu melakukan penyelamatan diri, bahkan gempa
bumi kecilpun dapat menghasilkan tsunami, oleh karena itu jika kita berada di pinggir pantai
dan terjadi gempa kecil yang durasinya lama maka segeralah lakukan penyelamatan diri ke
daerah yang aman.
Kemungkinan terjadinya tsunami juga tergantung pada bentuk pantai.Oleh karena itu jika
berada di dekat teluk, kita harus memperhatikan bentuk teluk, apabila ada teluk yang
tiba-tiba menyempit dengan cepat meskipun memiliki pintu masuk air yang luas. Tsunami
juga dapat terjadi di sungai, kita harus berhati-hati memilih tempat untuk melakukan
penyelamatan diri, dan usahakan untuk menghindari daerah tepi sungai.
Tsunami memiliki energi potensial yang sangat besar, bahkan tsunami kecilpun memiliki
kekuatan besar yang mampu untuk meluluh lantakan apa yang dilewatinya. Oleh karena itu
hati - hatilah.
Hal yang perlu diperhatikan
Perhatikan apa yang harus dipersiapkan atau perlu diingat bahwa setiap saat tsunami dapat saja terjadi.
05
Pertama-tama pindah ke
tempat yang dekat dengan
taman atau lahan kososng
Selamatkanlah diri ke pusat
evakuasi daerah setempat apabila
terjadi kebakaran besar
Selamatkan diri ke pusat
evakuasi apabila tidak ada
kesempatan kembali ke rumah
Mengungsilah ke tempat yang
dekat deperti taman atau lahan
kososng apabila gempa besar
terjadi
Mengungsilah ke pusat evakuasi daerah
setempat saat ingin menyelamatkan
diri dari panas/ asap apabila terjadinya
kebakaran besar setelah terjadinya
gempa
Ketika situasi sudah aman tetapi
kamu tidak lagi bisa kembali ke
rumah karena rumahmu sudah
hancur, berlidunglah di pusat
evakuasi yang aman
Selamatkanlah diri secepat mungkin ke tempat yang lebih tinggi atau larilah
ke lantai atas sebuah bangunan yang kuat/ kokoh jika terjadinya tsunami.
Jika kamu merasakan gempa kuat
ataupun lama,
selamatkan diri segera ke tempat yang tinggi atau lantai atas
sebuah bangunan yang kokoh jika kamu berada di dekat pantai.
goncang
an
ngan
ca
gon
Laril
Apabila terdapatnya peringatan tsunami
ataupun peringatan telah dikeluarkan
(walaupun kamu tidak merasakan gempa)
ah
m
ke te
pat y
ang
t
i
ingg
a
Laril
h ke
lanta
i
leb
yang
ih tin
ggi
Jangan dekati daerah pantai ataupun bibir sungai
Selamatkan sebisa mungkin sampai
dengan peringatan tsunami
dibatalkan karena tsunami bisanya
datang dalam bentuk ombak
Jangan panik dan tetap ikuti informasi
terbaru dari radio ataupun televisi
06
4
Pertemuan keluarga dalam persiapan kebencanaan
Bencana alam pada umumnya terjadi tanpa adanya peringatan terlebih dahulu,
dan kita tidak dapat menghadapinya apabila tidak adanya persiapan. Sangatlah
penting untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental dalam menghadapi
bencana. Apa saja yang akan kamu lengkapi dalam tas darurat untuk menghadapi
bencana? sebaiknya kamu diskusikan masalah ini dengan pihak keluarga.
・Barang yang paling penting
07
・Barang yang sangat berguna
Catatan Persiapan Keluarga dalam menghadapi Bencana
Nomor kontak anggota keluarga
Nama
Perusahaan/Sekolah
Nomor telepon dan golongan darah
Nomor kontak saudara atau teman
Nama
Alamat
Nomor telepon dan hubunganya dengan keluarga
* Disarankan untuk menyertakan nomor kontak saudara atau teman yang tinggal di lain kota/provinsi.
Menurut kamu, mengapa hal ini perlu dilakukan? Bagaimana menurut pendapat kamu?
Pusat evakuasi yang dituju
lokasi dan nomor telepon
Titik pertemuan, apabila terjadi
perpisahan antar anggota keluarga
lokasi dan nomor telepon
Peran dari setiap anggota keluarga(Harus diputuskan dari awal karena dalam keadaan darurat tidak ada waktu untuk melakukannya)
Peran
Nama
Peran
・Pengendali Kebakaran
・Mendengar informasi dari radio
・Yang mematikan sumber gas dan listrik
・Menjaga anak-anak dan orang tua
・Mencek kembali isi dari tas darurat
・Tulis pesan untuk anggota keluarga/ saudara
・Yang memastikan keamanan dari hal-hal
yang membahayakan
・Hubungi tetangga
Nama
・Perencana jalur penyelamatan
08
5
Meninjau Ulang Keamanan Tempat Tinggal
1 Mengidentifikasi tempat-tempat berbahaya di rumah anda
Gempa dapat menjatuhkan perabot rumah dan menyebabkan peristiwa luar biasa di luar imajinasi kita ‒
tidak hanya dapat menjatuhkan almari. Peralatan makan juga dapat terlempar dari almari, kulkas dan
piano pun berpindah. TV dan oven microwave bahkan bisa terlempar di sekitarnya. Mari kita tinjau ulang
pengamanan untuk tempat tinggal.
Contoh yang baik
Jalur pintu keluar
Contoh Buruk
Jalur pintu keluar
Pintu terbuka
Pintu Tertutup
Perabotan
terguling
Perabotan
Evakuasi masih dapat dilakukan
walaupun jalur keluar tertutup
oleh perabot
Tidak dapat
dilakukanya evakuasi
Perabotan
terguling
Perabotan
Contoh yang baik untuk penataan perabot dan tempat tidur
Berguling
Berikan jarak,
paling tidak setinggi perabot
Lokasi/tempat tidur
Berguling
Tidur di sebelah perabotan
Catatan:
Meja harus berdiri pada tempatnya2
Tidur di tempat yang jaraknya
sama dengan tinggi perabot
Meja akan
menopang perabot
Catatan:
Perhatikan jarak yang dibutuhkan demi
menghindari pecahan kaca dan
benda-benda yang jatuh
Berguling
Ruangan yang tersisa
Meja ataupun sejenisnya harus diatur sesuai dengan perabot yang mungkin saja dapat jatuh
Yang Perlu Diperhatikan
□ Jangan meletakan barang yang berat diatas perabot.
□ Pasang alat pengaman untuk mengamankan saat perabot jatuh termasuk piano dan televisi.
□ Pastikan agar barang berat berada di tempat yang rendah.
□ Letakan perabot pada posisi yang kokoh agar tidak gampang jatuh.
□ Tidur ditempat yang aman dari jatuhnya perabot.
□ Pastikan tata letak perabot dengan jalur evakuasi untuk menghindari bila sewaktu-waktu perabot jatuh saat kejadian.
09
2 Lindungilah dirimu
Pada gempa besar Hansin-Awaji banyak yang terluka ataupun tewas karena almari atau perabot rumah
yang jatuh. Perabot yang jatuh juga menghalangi rute evakuasi. Tinggi, rendahnya pusat gravitasi, dan
benda-benda yang menumpuk adalah hal yang paling berbahaya karena benda-benda tersebut mudah
jatuh. Tempat tinggal yang aman sangatlah penting.
Contoh Pelajaran menggunakan kardus susu
Sebuah bangunan tahan gempa dapat dipelajari menggunakan karton susu dengan potongan bagan melintang dan
digunakan untuk membuat sebuah rumah. Para pelajar dapat memeriksa bagaimana rumah karton susu perlu
diperkuat agar tahan terhadap gempa yang bisa mereka ciptakan dengan tangan.
Langkah ke
1
Potong selembar karton susu dengan lebar
penampang 2.5 cm. Gunakan potongan tersebut
untuk membangun sebuah
rumah
seperti
bangunan dan selidikilah cara menguatkannya
melalui percobaan. Lengkapilah sebuah rumah
tahan gempa kemudian guncangkanlah dengan
tangan.
[Bahan-bahan penting]
karton susu, gunting dan isolasi bening.
Langkah ke
2
Tunjukanlah empat macam metode menguatkan
Various Reinforcements
rumah karton susu. Memberikan kepada siswa
melaui ilmu pengetahuan bahwa metode ini
sering digunakan pada bangunan sesungguhnya
ketika mendemonstrasikan dan menjelaskan apa
yang diciptakan siswa.
[Bahan pelajaran]
Slide
A. Penguatan dinding;
D. Saranmu.....
Langkah ke
3
Tumpukkan "rumah
vertikal
B. Penguatan tiang penyangga
C. Penguatan sudut
maupun
karton susu baik secara
secara
horizontal
dalam
membuat kisah bangunan dari karton susu kisah
dan kemudian guncanglah bangunan model
aslinya maupun bangunan model yang diperkuat
untuk melihat pengaruh ketahanan.
[Bahan pelajaran]
bangunan karton susu
10
6
Bagaimana Responmu?
Gempa bumi dahsyat Hanshin-Awaji terjadi pukul 5.46 pagi, saat sebagian besar orang
masih tidur. Mari kita membahas bagaimana kita harus merespon, mengambil
keputusan, dan mengambil langkah-langkah dalam rangka mengamankan tidak hanya
keselamatan sendiri, tetapi teman sekelas dan menggunakan skenario gempa bumi
yang melanda daerahmu ketika kamu berada disekolah.
◇Data Gempa bumi yang digunakan dalam skenario: Terjadi pada 13:06 (pada saat jam istirahat makan siang)
Pusat gempa di suatu tempat dengan kekuatan 7,3. Asumsi skenario .....
①Gedung sekolah tidak runtuh dan masih utuh.
(Kerusakan itu tidak cukup parah untuk menghancurkan salah satu bangunan sekolah.)
②Koridor penghubung rusak dan masih dapat dilalui.
Semua koridor dan tangga lainnya masih dapat digunakan.
③Banyak perlengkapan sekolah dan peralatan telah jatuh ke lantai.
④Kira-kira sepertiga dari semua jendela kaca di gedung itu rusak.
⑤Kebutuhan seperti listrik, air, gas dan telepon tidak lagi tersedia.
Alat/media pengumuman sekolah (pengeras suara, sirine, dll)
⑥Retakan dapat dilihat dari area lapangan terbuka.
Simulasi ‒ Di dalam sekolah ‒
1. Berbagai benda telah terbalik dan tergeletak di berbagai sudut. Identifikasikan, benda - benda apa saja?
2. Bagaimana kita dapat melindungi diri dari benda yang terbalik dan jatuh di tengah-tengah gempa besar?
3. Gempa bumi yang besar telah berhenti. Bagaimana dan kemana kita harus mengungsi?
4. Kamu mencium bau sesuatu yang terbakar dan melihat asap. Api diduga berasal dari ruang kelas dengan
tanda khusus. Bagaimana dan kemana kamu harus mengungsi?
5. Kamu menemukan teman yang cacat fisik atau seseorang yang berteriak karena panik dan tidak bisa
bergerak karena terkena benda yang jatuh menimpa mereka. Apa yang harus dilakukan dalam situasi ini?
6. Apa yang kamu lakukan untuk memastikan keselamatan semua anggota kelasmu.
7. Tiba-tiba kamu mulai mengkhawatirkan anggota keluarga di rumah atau di kantor.
Hal apa yang paling penting apa yang harus dilakukan di tengah-tengah kekacauan dan kebingungan ini?
8. Bagaimana cara kamu kembali ke rumah atau menghubungi anggota keluarga.
9. Sekolah berfungsi sebagai tempat penampungan bagi pengungsi. Apabila ada teman-teman kita yang
terluka maka akan tinggal di sana. Apa yang dapat dilakukan untuk membantu mereka?
11
Simulasi ‒ Diluar sekolah ‒
◇Apa yang akan kamu lakukan jika sedang berada ditempat berikut ketika gempa bumi terjadi?
1. Dalam perjalanan ke / dari sekolah
2. Tempat jauh dari sekolah
3. Dalam pusat perbelanjaan
4. Dalam sebuah pusat perbelanjaan bawah tanah
5. Dalam kereta
6. Dalam bioskop
7. Dalam lift
12
7
Marilah membuat peta risiko daerah
Orang yang melakukan evakuasi dari bencana seperti gempa bumi atau angin
topan atau runtuhan rumah kadang sering tersesat dalam perjalanan ke pusat
evakuasi atau gagal untuk mengambil tindakan yang tepat saat diperlukan karena
jalan tidak dapat digunakan, yang kemudian dapat mengakibatkan kerusakan
yang besar. Untuk menghindari situasi ini kita harus tahu daerah tempat kita
tinggal, tahu di mana saja zona bahaya, dan tahu persis di mana lokasi pusat
evakuasi.
◇Membuat peta risiko
①Beri tanda pada setiap "lokasi-lokasi penting atau bahaya dan / atau zona yang bermasalah" pada
selembar kertas dalam rangka persiapan menghadapi bencana dan dalam rangka pencegahan
kejahatan dalam perjalanan dari rumah ke sekolah.
②Gunakan informasi yang diperoleh dari semua siswa untuk membuat peta wilayah seluruh sekolah.
③Pastikan peta mudah dipahami bagi semua orang.
◇Langkah I ( masalah apa saja yang ada di wilayah tersebut?)
Kategorikan masalah ke dalam tiga kelompok:
persiapan bencana, pencegahan kejahatan, dan pencegahan kecelakaan.
Tambahkan sudut pandang yang dirasa perlu untuk melindungi anak-anak dan orang tua.
◇Langkah II (Informasi apa saja yang perlu dimasukkan?)
Contoh "lokasi kunci" dari sudut pandang yang sedang dipersiapkan untuk bencana, meliputi:
・Tempat mana saja yang bisa digunakan sebagai jalur apabila ada kebakaran
(jalan, sungai, bangunan beton, dll)
・Daerah mana saja yang aman yang dapat digunakan sebagai pusat evakuasi
(taman, ruang terbuka, sekolah, lahan pertanian, dll)
・Tempat mana saja yang tersedia air yang dapat digunakan untuk kegiatan pemadam kebakaran.
13
Sample of Regional Hazard Map
Contoh "bahaya dan / atau zona-zona bermasalah" dari sudut pandang yang sedang dipersiapkan untuk bencana meliputi:
・Daerah mana saja yang memiliki risiko kebakaran yang tinggi (daerah di mana rumah-rumah kayu yang
terletak dekat satu dengan yang lain, wilayah yang tidak terjangkau oleh kendaraan pemadam kebakaran, dll)
・Daerah tepian sungai yang mungkin runtuh dalam gempa bumi (bak sempit, dll)
・Daerah mana saja di dekat sebuah kanal yang dapat dengan mudah meluap ketika hujan lebat.
14
8
Kerjasama yang dilakukan oleh masyarakat dengan sukarela
−Disaster Preparation Organizations−
Kampanye yang menyerukan "Kesejahteraan berasal dari rakyat dan untuk rakyat
itu sendiri" sudah disebarkan ke rakyat, dikarenakan apa yang telah dialami di
gempa Hanshin - Awaji. Cerita berikut ini menjelaskan tentang sekelompok
masyarakat yang ikut bertindak pada bencana lalu sebagai " organisasi relawan
kesiapsiagaan menghadapi bencana" dan bagaimana mereka melakukan simulasi
dalam keadaan darurat agar siaga saat bencana di masa yang akan datang.
1 Pembelajaran dari bencana
"Uozaki - cho Disaster Prevention Welfare
Community"
di
Higashinada-ku
telah
membuka kelas dan juga sesi simulasi di SD
Uozaki dalam memberikan pengetahuan yang
dibutuhkan
bencana
untuk
kepada
bisa
bertahan
anak-anak
kecil
dalam
setelah
mendapatkan pengalaman dari Gempa hebat
Hanshin - Awaji. Sekitar 229 murid Kelas V
mendengarkan penngalaman yang dibagikan
oleh
masyarakat
bertahan
dalam
setempat
gempa
yang
tersebut,
dapat
dan
kemudian mereka juga berpatisipasi dalam
sesi simulasi bersama dengan 100 orang relawan. Dalam simulasi tersebut juga diadakan pelatihan
pemadam kebakaran, pelatihan pertolongan pertama dan latihan membagikan makanan yang biasanya
dimasak di gedung evakuasi.
Masyarakat setempat yang berjumlah 6 orang membagikan pengalaman mereka saat gempa terjadi,
dimana para pelajar dengan sungguh-sungguh memperhatikan dan mencatat saran yang diberikan,
seperti "kuncinya adalah kesiapsiagaan, karena gempa terjadi tanpa memberikan tanda yang nyata" atau
"Latihlah diri kalian untuk dapat memakan makanan apapun sebelum terjadi bencana berikutnya, karena
dalam situasi darurat kita tidak dapat memilih untuk memakan apa yang kita inginkan"
Para peserta kemudian memasak sekitar 300 porsi makanan dengan menggunakan peralatan memasak
yang bersumber dari generator listrik yang disediakan oleh "Disaster Prevention Wefare Community
(Komunitas Penyelamat Pencegah Bencana)", dan turut serta pula dalam pelatihan evakuasi kebakaran,
dimana tenda diisi dengan asap. Para pelajar yang turut berpartisipasi pada persiapan makanan keadaan
darurat menyatakan bahwa" Saya baru menyadari betapa bahayanya gempa bumi dimana menyebabkan
kerusakan yang amat besar, karena itu saya ingin melatih diri saya agar siaga dimana nantinya saya juga
dapat membantu masyarakat pada saat terjadi bencana.
15
2 Kesiapsiagaan bencana dalam sesi Olahraga
"Kesiapsiagaan bencana dalam sesi Olahraga" telah dilakukan
di stadion olahraga SD Uzugamori - Higashinada-ku, Kobe,
yang diikuti oleh sekitar 700 orang masyarakat setempat dan
juga anak-anak yang ingin menimba ilmu dan mengikuti
simulasi keadaan darurat dalam bentuk pelatihan.
Higashinada-ku merupakan salah satu daerah yang rusak
parah akibat gempa dahsyat Hanshin - Awaji, dengan lebih
dari 1100 orang tewas. "Disaster Prevention Welfare
Community" di daerah telah merencanakan kegiatan ini dan
bekerjasama
dengan
Pusat
pemadam
kebakakaran
Higashinada dalam usaha membagikan pesan penting
berkait kesiapsiagaan pada bencana untuk pelajar Sekolah
Dasar yang tidak memiliki pengalaman gempa bumi.
Kegiatan olahraga ini sendiri memasukan 7 permainan, dan
salah satu diantaranya peserta membuat tandu dari selimut
dan baju kotor untuk mengangkat boneka dengan ...cara
berlari. Permainan lainnya adalah simulasi penyampaian pesan secara bergilir melalui telepon dalam
bentuk bisik berantai kepada anggota kelompok. Pesannya adalah "tolong sampaikan pada pemadam
kebakaran bahwa ada asap di sini". Kelompok yang berhasil menyampaikan pesan secara benar dipilih
sebagai pemenang. Dalam permainan "Teriak" Peserta harus meneriakan sekencang-kencangnya bahwa
keselamatan mereka sedang terancam". Cara mengikat tali dan menaiki tangga mobil pemadam kebakaran
juga diajarkan. Para peserta juga kemudian menikmati sup yang dibuat dari daging dan sayur serta bakso
nasi, yang merupakan contoh makanan dalam keadaan darurat sebagai makan siang. Salah seorang pelajar
menyatakan bahwa " Saya banyak mendapatkan pelajaran dari membuat tandu, yang ternyata lebih berat
daripada yang saya bayangkan ketika saya harus mengangkatnya".
Hal yang perlu diperhatikan
1. Mengapa tim penyelenggara dan/ angota organisasi relawan siaga bencana yang aktif mulai
melaksanakan kegiatan ini? Diskusikanlah kemungkinan alasannya
2. Apakah ada anggota relawan siaga bencana di daerah kamu?
Coba selidiki apa saja kegiatan mereka.
3. Latihan apa yang dapat diberikan oleh organisasi relawan siaga bencana?
Coba pikirkan dan kemukakanlah ide yang mungkin dilakukan
16
9
Pemulihan Jiwa
Banyak orang merasa bahwa mereka mendapati perubahan yang tidak diharapkan baik secara mental
atau fisik setelah mendapat pengalaman bencana alam besar seperti gempa bumi dahsyat Hansjin-Awaji
ataupun peristiwa buruk lainnya.
Perubahan itu dapat berdampak pada sikap seseorang, gerak tubuh, ekspresi, nada suara, atau yang
lainnya. Beberapa orang yang mungkin kelihatan tidak terdampak bencana, sering mengalami sakit dan
merasa kesedihan mendalam. Hal ini adalah reaksi normal yang bisa terjadi pada banyak orang.
Orang sering mengalami kegelisahan, ketakutan, insomnia, sakit kepala dan ....gejala lain yang terjadi di
pusat-pusat evakuasi .... atau sekolah setelah mengalami sebuah bencana alam atau kecelakaan.
Dalam kebanyakan kasus gejala ini akan menghilang seiring waktu, oleh karena itu tidak perlu terlalu
khawatir.Seperti halnya kesehatan fisik, kesehatan mental juga dapat kembali pulih tanpa memerlukan
perawatan profesional jika mereka memerhatikan keselamatannya, keamanan, tidur yang baik, dan gizi
yang cukup. Orang yang menderita gejala berkepanjangan, bagaimanapun juga memerlukan bantuan
dari anggota keluarga mereka dan / atau orang-orang di sekitar mereka, oleh karena itu harus segera
berkonsultasi dengan dokter atau mencari bantuan profesional.
Dalam hal "kesehatan mental" menunjukkan pola pikir orang yang berada di sekitar penderita stres. Apa
yang dibutuhkan oleh seorang yang bersangkutan adalah percaya pada kekuatan penyembuhan diri
sendiri dan tunggulah dengan hati-hati dengantidak mengisolasi diri. Pendekatan ini mungkin agak
tidak konsisten dan agak sulit untuk dilakukan, tetapi dapat dibantu oleh orang-orang di sekitar mereka.
Kita harus melakukan upaya ini dalam mengambil sikap, tidak hanya pada acara-acara khusus tetapi juga
dalam kehidupan sehari-hari karena masalah kesehatan mental dapat terjadi setiap saat. Baik orang
sehat maupun orang sangat perduli dengan kesehatannya mereka selalu membantu satu sama lain
dengan mendukung dalam "pemulihan mental" dimana ini merupakan ide yang cukup baik. Tidakkah
kamu berpikir bahwa itu ide yang baik?
Hal yang perlu diperhatikan
1. Perubahan mental apa yang mungkin bisa saja terjadi pada seseorang setelah mengalami
bencana atau kecelakaan besar?
2. Mari kita berpikir tentang cara menghadapinya dengan seseorang yang pernah mengalami
peristiwa-peristiwa yang menyedihkan.
17
10
Membawa kebahagiaan pada dunia
Lagu ini ditulis oleh seorang guru yang bekerja di SD di Chuo-ku, Kobe ketika gempa besar Hanshin-Awaji
melanda. Lagu ini berharap "dapat mengobati luka kota Kobe melalui nyanyian tulus anak-anak" dan
memberikan kesenangan serta kenyamanan bagi orang banyak.
Lagu ini sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Ketika gempa bumi melanda Iran tahun 2003, lagu ini
diterjemahkan ke dalam bahasa Persia oleh tim penyelamat NPO. Setelah gempa Sichuan terjadi pada
tahun 2005, murid-murid kelas 5 SD Meishin di Cina merekam lagu ini dan CDnya sudah di sebarkan
keseluruh wilayah-wilayah yang terkena bencana.
Lagu ini dibuat di Kobe setelah gempa bumi dahsyat Hanshin-Awaji dan akan diteruskan untuk tetap
diperdengarkan ke banyak orang.
Kami punya semangat yang membara
Kami telah membangun ulang kota Kobe
Menang dalam melawan gempa yang dahsyat
Seindah kota dalam kenangan kami
Kami
Dengan
bersyukur bahwa kami masih di sini hari ini Dan mengenang kehidupan bermakna sebagaimana yang kami doakan
harapan masa depan di dalam hati
Kami membantumu setiap waktu
Biarkan lagu kami menggema di hati
demi bait dalam satu harmoni
Kami kirim lagu ini dari Kobe kota kami
Bait
Untuk
kebahagiaan di muka bumi
Hal yang perlu diperhatikan
Pesan apa yang terkandung ketika kita menyanyikan Membawa kebahagian kepada dunia ?
Apa yang ingin disampaikan oleh lagu ini saat kamu menyanyikannya? Mari diskusikan hal ini.
18
Kata Pengantar
DVD ini, yang juga telah di terjemahkan ke dalam bahasa Inggris, hingga saat ini masih digunakan
sebagai bahan ajar kebencanaan bagi para pelajar di sekolah ataupun lembaga pendidikan sosial lainnya
di Jepang.
Tujuan pembuatan DVD ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang kebencanaan berdasarkan
pengalaman dari gempa dahsyat Hanshin-Awaji, yang terjadi di Kobe, Jepang, Januari 1995.
Bahan ajar ini disusun pada tahun 2008 bekerjasama dengan Kobe city means Kobe city Government?
Dinas Pendidikan Kobe, Universitas Kobe, Koran Yomiuri Shimbun Osaka HQ dan Stasiun TV Yomiuri.
DVD ini memperkenalkan contoh praktik dalam hal pendidikan mitigasi bencana dari Sekolah Kobe dan
masyarakat lokal termasuk rekaman kejadian nyata dari TV Yomiuri, tulisan dalam bahasa Inggris beserta
foto-foto yang diterbitkan oleh koran Yomiuri. Lagu dengan judul "Membawa Kebahagiaan pada Dunia"
yang juga terdapat dalam DVD ini telah direkam secara berkala untuk membawa pesan dan harapan
dalam kegiatan pemulihan pascabencana di dunia.
Tahun lalu, terdapat banyak terjadi bencana alam di seluruh dunia, seperti gempa bumi dan juga angin
topan. Demi mempersiapkan diri kita dalam menghadapi bencana, pembelajaran yang ada semoga dapat
membantu kita agar dapat melindungi diri sebagai usaha penyelamatan diri dan harta dan juga
melindungi masyarakat sekitar. Contoh dari praktik yang ada disini berdasarkan pengetahuan dan
pengalaman kami. Bagaimanapun juga, kami berharap bahan ajar ini dapat memberikan referensi
berguna untuk pengembangan bahan ajar masa yang akan datang di daerah masing - masing sebagai
pendidikan mitigasi bencana dengan pertimbangan masing-masing negara beserta kendala yang ada.
Komite Produksi DVD "Membawa Kebahagiaan pada Dunia"
Bawalah Kebahagiaan untuk Dunia DVD
Buku Panduan Guru(untuk komputer)
Surat Kabar(Untuk PC)
Foto(Untuk PC)
1
Lindungi diri anda terlebih
dahulu sebelum
melakukan apa ?
1
Ketika bencana besar
terjadi siapkah anda?
1
Kerusakan Jalan Raya
2
Jangan mengabaikan
tanda gejala alam
yang terjadi
2
Gempa membutuhkan
122.000 penyelamat
2
Patahan dekat pusat gempa
3
Menjadi Siap
Menghadapi Tsunami ?
3
Kobe berbagi kebijakan
yang diperoleh setelah
mengalami gempa
3
Kerusakan pelabuhan di Kobe
4
Pertemuan Keluarga
Membahas Persiapan Bencana
4
Melakukan hal yang
tepat saat gempa bumi
4
Latihan Pertolongan Pertama
5
Meninjau Keamanan
dan Keselamatan
Rumah Tempat Tinggal
5
Membangun kembali
Kobe Ward dengan menandai
hari terjadinya gempa
5
Kerusakan Rumah
6
Apa yang akan
menjadi respon anda?
6
Relawan berperan besar
dalam pekerjaan pasca gempa
6
Perpustakaan
Sekolah tahun 1995
7
Memetakan
Daerah Berbahaya
7
Suara dari Pengalaman
7
Penampakan Kota
8
Bekerjasama dalam
Komunitas Sukarelawan
8
Anak-anak di daerah gempa
menunjukkan tanda-tanda gangguan stres pasca trauma (PTSD)
8
Relawan Anak-anak
9
Perawatan Mental
9
Undangan ke Kobe
9
Berdoa untuk para korban
10
Membawa Kebahagiaan
Kepada Dunia
10
Warga asing berkumpul
kembali membantu orang
lain saat membutuhkan
10
Upacara Peringatan
‒ Organisasi Persiapan Bencana ‒
Film(Untuk DVD)
1. Meninjau Keamanan dan Keselamatan Rumah Tempat Tinggal
2. Berkolaborasi dalam Komunitas Sukarelawan - Organisasi Persiapan Bencana
3. Membawa Kebahagiaan Kepada Dunia
Ⓒ 2010 Hak Cipta Komite Produksi untuk Shiawase hakobo All Rights Reserved.
Committee for Shiawase Hakobo:(Kobe City, Kobe University, The Yomiuri Shimbun, Yomiuri Telecasting Corporation)
Sponsored by Kobe Convention & Visitors Association
Cooperated with United Nations Centre for Regional Development, JICA HYOGO,
Asian Disaster Reduction Center
Fly UP