...

menyangkal pengertian "craftsmanship" sekarang ini yang

by user

on
Category: Documents
2

views

Report

Comments

Transcript

menyangkal pengertian "craftsmanship" sekarang ini yang
pemikiran seni rupa kontemporer karena berka itan dengan
fundamental yaitu media untuk mencatat kenyata an dalam
ditampilkan Edopop pada pameran ini adalah lukisan.
itu nyaris tidak pernah diamati karena diasumpsikan tidak
persoalan yang mendasar pad a art discourses, ya itu
upaya membangun pemahaman tentang realitas (buka n
Persoalan yang disodorkan pameran yang serba lukisan ini
menyentuh isi yang melibatkan pemikiran, dan, dekat
pencarian kebenaran . Perkembangan seni rupa
untuk mencari kebenaran).
adalah bagaimana melihatnya dalam wacana seni rupa masa
dengan craftmanship yang berkaitan dengan penyajian.
kini.
Sampai sekarang craftmanship diyakini sebagai "ketrampilan
kontemporer-bersama pemikiran post modem- sering di
sebut berada pada platform yang sama sekali baru. Ketidakpercayaan pada pencarian kebenaran intra-linguistik (dalam
teks) setelah runtuhnya filsafat bahasa membuat pencarian
kebenaran ekstra- lingu istik (da lam kenyataan) disangsikan
juga. Di ujungnya seluruh tradisi mencari kebenaran
(pemikiran logosentris) disangsikan . Pemikiran post modern
dan seni rupa kontemporer meninggalkan tradisi fisafat ini,
yang mendasari perkembangan selama beradab-abad.
Bertumpu pada pergolakan pemikiran itu seni rupa
kontemporer "keluar" dari lingkup bahasa dan kembali ke
realitas. Namun, tidak untuk mencari kebenaran. Karena itu
representasi yang merupakan konsep sentral filsafat dalam
mencatat rea litas untuk mencari kebenaran, menga lami
perubahan sistem . Di sini muncul pemikiran yang
menghilangnkan batas di antara representasi dan realitas
(seperti sudah diuraikan di atas). Representasi pada karya
seni rupa (ungkapan) bukan lagi bangunan artifisial realitas
untuk mencari kebenaran . Representasi adalah
pengangkatan tanda -tanda realitas yang pembacaannya
didasarkan semiotika, ilmu tentang dunia tanda-tanda.
Pembacaan karya seni rupa menjadi "terbuka" karena tandatanda ini (yang maknanya selalu jelas) mudah dikenali
Catatanl deskripsi itu tidak selalu bisa dianggap representasi
Bahasa seni lukis yang d igunakan Edopop-seperti bahasa
Deskripsi ini bisa di sebaliknya terpusat pada perupanya. Di
seni lukis yang digunakan hampir semua perupa
sini deskripsi adalah rekaman pengalaman perupanya
Indonesia-tidak memperlihatkan sesuatu ideologi atau
Pandangan yang sebenarnya sudah sangat tua itu
seharusnya dikaji ulang pada perkembangan seni rupa masa
menghadapi realitas, atau hasil observasi intuitif, bahkan
idealisme. Edopop menegaskan, sejak masa studinya di
Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, ia memang tidak pernah
kini. Di bidang pemikiran pengkajian ulang ini sudah
metafor.
tertarik pada isme-isme.
dilakukan. Filosof pragmatis, Richard Sennet dalam bukunya,
Seperti sudah dikemukakan di atas kapasitas bahasa
Gejala bahasa yang tampak menonjol pada karya-karya
menyangkal pengertian "craftsmanship" sekarang ini yang
Craftsman (Allen Lane, London 2008) mengeritikl
ungkapan menampilkan ungkapan belum dikaji lanjut pada
Edopop adalah kecermatan yang menunjukkan tanda-tanda
disebutnya mencerminkan kesalahan peradaban Barat
pemikiran seni rupa kontemporer. Berbeda dengan tanda
eksplorasi. Lukisan-Iukisannya memperlihatkan pengolahan
memahami homo faber (man as maker). Peradaban Barat,
yang mempunyai makna jelas, simbol dan metafor di
latar dengan permukaan tekstural yang dibentuk dari
kata Sennet, menghubungkan craftmanship hanya dengan
sebaliknya tidak mempunyai makna jelas. Pembacaannya
guratan dan torehan-teknik yang umum dikenal di dunia
kerja tangan yang diyakini terpisah dari "kerja kepala" . Ini
jauh lebih terbuka dari pembacan tanda karena tidak ada
seni lukis. Drappery yang muncul ritmis di berbagai bag ian
sebabnya mengapa craft-hasil craftsmanship--dianggap
ilmu khusus, seperti semiotika untuk membacanya.
membuat latar lukisannya menyerupai lembar kain besar
bukan work of art.
yang melingkupi sesuatu permukaan luas.
Pada awal perkembangan seni rupa kontemporer (dekade
Berdasarkan kajiannya Sennet menegaskan bah wa
1980) semiotisism terasa mencuat pada pembacaan karya-
Lukisan-Iukisan Edopop memperlihatkan inovasi bahasa (sen i
craftsmanship jauh lebih luas dari sekadar kerja dan
karya seni rupa kontemporer. Namun dalam kajian sejarawan
lukis) karena sampai sekarang belum ada perupa yang
keterampilan tangan. Pada craftsmanship "kerja tangan"
seni rupa James Elkins (2008) penggunaan semiotisism
menampilkan pengolahan artistik semacam ini . Geja la ini
tidak bisa dipisahkan dari "kerja memikir" karena
sebagai referensi pembacaan karya-karya seni rupa
menunjukkan upaya mengembangkan "plastis itas bahasa"
craftsmanship meli batkan pem iki ran dan pemecahan
kontemporer, menurun pada tahun 1990-2000. Dalam
{lihat kembali Pengantar pada tulisan ini) yang menampilkan
persoalan. Sen net mencatat, good craftsman menyadari
statistik, peringkatnya berada di bawah penggunaan wacana
pesona dan membangun rasa senang (pleasure) pada
kedekatan hubungan tangan dan kepa la. Pada craftsmanship
femin isme dan psikoanalisa sebagai referensi.
pelihat. Sama halnya dengan novel-novel best seller di mana
terj ad i dialog di antara p raktek kongkret dan proses berpikir
plastisitas bahasa membuat pembaca terikat (semacam
yang tampil dalam bentuk problem finding dan problem
kecandua n). Novel-novel best seller ini dikenal kaya dengan
solving. Para Craftsmen menggunakan pemecahan masalah
inovasi bahasa. Dari gejala di dunia sastra ini muncul isti lah
ini untuk terus menerus membuka teritori baru di wilayah
"plastisitas bahasa."
pekerjaaan mereka-inilah inovasi .
Membaca Edopop: Menjadi I Isness
Berhentinya pencarian "kebenaran lingu isitik" membuat
bahasa ungkapan dibebaskan dari keharusan menjadi
Pengantar di atas diperlukan untuk mengamati, memahami,
sistematik (seperti ilmu pengetahuan) karena beban mencari
menilai dan memaknai karya-karya Edopop yang dipamerkan
kebenaran . Bahasa ungkapan kembali ke perannya yang
di Galeri Nasional, Juni 2011 ini. Semua karya yang
12
kesenangan (pleasure) pada pelihat.
jejak pengalaman emosional yang cenderung simbol dan
masyarakat dan mencerminkan budaya.
Persepsi tentang bahasa ungkapan ikut berubah.
tangan" yang ujung-ujungnya cuma membangun
karena deskripsi ini tidak selalu terpusat pada realitasnya .
Seperti sudah disinggung di Pengantar, pada art discourses
Keterampilan menggunakan bahasa rupa, tentunya tidak
yang berpengaruh sampai sekarang plastisitas bahasa rupa
sama dengan keterampilan menggunakan bahasa literal.
13
Fly UP