...

Document

by user

on
Category: Documents
4

views

Report

Comments

Description

Transcript

Document
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Tujuan pembangunan ekonomi yaitu, peningkatan ketersediaan serta
perluasan distribusi berbagai macam barang kebutuhan hidup pokok, peningkatan
standar hidup, dan perluasan pilihan-pilihan ekonomis dan sosial bagi semua
lapisan masyarakat. Keberhasilan dalam pembangunan ekonomi daerah dapat
dilihat dari seberapa besar pertumbuhan Product Domestic Regional Bruto
(PDRB). Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat dilakukan dengan mendorong
peningkatan pertumbuhan pada sektor industri. Hal ini karena Industrialisasi
merupakan mesin penggerak pertumbuhan ekonomi (Todaro dan Smith, 2006).
Sektor Industri pengolahan merupakan industri yang dapat diperhitungkan
dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada umumnya negaranegara berkembang berkeyakinan bahwa sektor industri mampu mengatasi
masalah-masalah perekonomian, dengan asumsi bahwa sektor industri dapat
memimpin sektor sektor perekonomian lainnya menuju pembangunan ekonomi.
Begitu juga dengan Indonesia, sektor industri dipersiapkan agar mampu menjadi
penggerak dan memimpin (the leading sector) terhadap perkembangan sektor
perekonomian lainnya (Saragih, 2004).
Industri mempunyai dua pengertian secara luas dan sempit. Dalam
pengertian secara luas, industri mencakup semua usaha dan kegiatan dibidang
ekonomi yang bersifat produktif. Sedangkan pengertian secara sempit, industri
pengolahan adalah suatu kegiatan yang mengubah suatu barang dasar secara
mekanis, kimia, atau dengan tangan sehingga menjadi barang setengah jadi atau
barang jadi. Dalam hal ini termasuk kegiatan jasa industri dan pekerja perakitan
(assembling). Dalam istilah ekonomi, industri mempunyai dua pengertian.
Pertama, industri merupakan himpunan perusahaan-peruasahaan sejenis, contoh
industri kertas berarti himpunan perusahaan-perusahaan penghasil kertas. Kedua,
industri adalah sektor ekonomi yang didalamnya terdapat kegiatan produktif yang
mengolah barang mentah mejadi barang setengah jadi atau barang jadi (Dumairy,
1996).
Peningkatan Industri Manufaktur Nasional mengalami pertumbuhan
sebesar 6,40% pada tahun 2013. Cabang-cabang industri yang mengalami
pertumbuhan tinggi dinikmati oleh sektor pupuk, kimia, dan karet. Pemerintah
memperkirakan pertumbuhan industri manufaktur nasional pada 2014 sebesar
6,5% - 7%. Perkiraan tersebut mengacu pada target pertumbuhan ekonomi.
(Hidayat, 2013).
Industri
pengolahan
yang
strategis
dianggap
dapat
mendorong
perekonomian Indonesia yang sedang berkembang. Dengan didukung oleh
permodalan yang menunjang pengembangan sektor ini, karena permasalahan
utama dalam industri biasanya berasal dari besar modal yang dimiliki, kualitas
tenaga kerja suatau negara, dan juga dari sumber daya alamnya.
Pertumbuhan sektor industri di Sumatra Barat meski dikatakan lambat,
namun
terus
mengalami
peningkatan. Tercatat
dari
tahun 2008–2013,
pertumbuhan rata-rata sektor industri Sumatra Barat tercatat sebesar 4,06%
pertahun. Dengan pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2009, yaitu sebesar
2,73% pertahun atau sebesar Rp 4,58 triliun. Hal ini disebabkan oleh krisis
ekonomi global dan bencana, yang secara tidak langsung mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor perindustrian. Sedangkan pertumbuhan
tertinggi terjadi pada tahun 2011, yaitu sebesar 4,66% pertahun atau Rp 5,01
triliun. Sebagian besar jumlah perusahaan industri besar - sedang bersumber dari
modal lainnya, yakni tercatat sebanyak 78 perusahaan. Sedangkan jumlah
Perusahaan Milik Dalam Negeri (PMDN) berjumlah 45 perusahaan. Selebihnya
hanya 12 perusahaan industri besar sedang yang berstatus milik asing atau PMA
(BPS Sumatra Barat, 2008 – 2013).
Pada
tahun
2013,
Bank
Umum
di
Sumatra
Barat
mengalami
perkembangan yang cukup pesat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008, jumlah
Bank Umum yang ada di Sumatra Barat sebanyak 322, dan kemudian meningkat
menjadi 455 tahun 2012. Fakta ini menunjukkan bahwa selama periode 2008 –
2012, terjadi pertumbuhan Bank Umum rata-rata sebesar 9,18% pertahun.
Pertumbuhan Bank Umum yang cukup pesat tersebut, diharapkan dapat
mendorong percepatan terhadap peningkatan sektor industri di Sumatra Barat
khususnya dan di Indonesia umumnya. Sebab dengan tumbuh dan berkembangnya
jumlah Bank Umum, akan mempermudah sektor industri untuk mendapatkan
kredit, guna mengembangkan usahanya.(Sumatra Barat Dalam Angka, 2013).
Pertumbuhan rata-rata aset Bank Umum Sumatra Barat tercatat sebesar Rp
20,4 triliun pada tahun 2008, hingga tahun 2013 menjadi sebesar Rp 43,6 triliun,
dengan rata-rata pertumbuhan 16,59% pertahun. Pertumbuhan terbesar terjadi
pada tahun 2010 sebesar 24,64% dengan total aset Rp 30,3 triliun. Determinan
pendorong utama dari kelompok bank pemerintah, termasuk didalamnya Bank
Pembangunan Daerah (Bank Nagari). Sedangkan yang terendah terjadi terjadi
pada tahun 2013 sebesar 8,69%,
dengan total aset Rp 43,6 triliun (Bank
Indonesia, 2008 – 2013).
Begitu juga pada Perbankan Umum Syariah yang merupakan Bank yang
beroperasinya mengikuti ketentuan-ketentuan syariah Islam, khususnya yang
menyangkut tata cara bermuamalat secara Islam, yaitu menjauhi praktik-praktik
yang dikhawatirkan mengandung unsur-unsur riba untuk diisi dengan kegiatan
investasi atas dasar bagi hasil dan pembiayaan perdagangan.(Antonio, 2001).
Perkembangan perbankan syariah di Indonesia telah menjadi tolak ukur
keberhasilan eksistensi ekonomi syariah, hal ini dapat terlihat ketika Bank Syariah
bertahan ketika ekonomi dunia bergejolak saat terjadinya krisis ekonomi. Dalam
rangka menjalankan kegiatannya, bank syariah harus berlandaskan pada Alquran
dan hadist. Bank syariah mengharamkan penggunaan harga produknya dengan
bunga tertentu. Bagi bank syariah, bunga bank adalah riba.
Sejalan
dengan
perkembangan
perbankan
syariah
di
Indonesia,
perkembangan perbankan syariah di Sumatra Barat juga terus mengalami
pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan dapat dilihat dari total aset yang dimiliki
Bank Umum Syariah. Tercatat dari tahun 2008 sebesar Rp 769 miliar, hingga
tahun 2013 mencapai Rp 4,09 triliun. Dengan pertumbuhan rata-rata sebesar
41,06% pertahun. Pertumbuhan tertinggi pada tahun 2010 sebesar 64,06% dengan
total aset Rp 1,8 triliun, dan terendah tahun 2013 sebesar 7,83% dengan total aset
Rp 4,9 triliun. Sama halnya dengan Bank Umum, pertumbuhan Bank Umum
Syariah juga diharapkan dapat mendorong percepatan terhadap peningkatan sektor
industri di Sumatra Barat khususnya dan di Indonesia umumnya. Guna
mempermudah
sektor
industri
untuk
mendapatkan
pembiayaan
dalam
mengembangkan usahanya. (Bank Indonesia, 2008 – 2013).
Pertumbuhan Kredit Bank Umum dan Pembiayaan Bank Umum Syariah
yang terus tumbuh dan berkembang dengan baik dari tahun ke tahun diperkirakan
akan dapat medukung perkembangan sektor-sektor ekonomi yang akan
meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), khususnya pada PDRB
sektor industri di Provinsi Sumatra Barat.
Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik melakukan penelitian ini dan
ingin mengetahui sejauh mana Peranan Perbankan di Sumatra Barat, khususnya
Bank Umum dan Bank Umum Syariah terhadap sektor industri manufaktur,
sehingga penulis mengangkat judul yaitu “Analisis Peranan Kredit Bank
Umum dan Pembiayaan Bank Umum Syariah Terhadap PDRB Sektor
Industri Manufaktur Provinsi Sumatra Barat”.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat disimpulkan bahwa permasalahan
yang akan diteliti adalah:
1. Bagaimana perkembangan Kredit Bank Umum dan Pembiayaan Bank
Umum Syariah serta perkembangan Sektor Industri di Provinsi
Sumatra Barat ?
2. Sejauh mana Kredit Bank Umum dan Pembiayaan Bank Umum
Syariah dapat berperan terhadap pertumbuhan PDRB Sektor Industri di
Provinsi Sumatra Barat ?
1.3
Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui dan menganalisis perkembangan Kredit Bank Umum dan
Pembiayaan Bank Umum Syariah serta perkembangan Sektor Industri di
Provinsi Sumatra Barat.
2. Untuk menganalisis sejauh mana peranan Kredit Bank Umum dan Pembiayaan
Bank Umum Syariah terhadap pertumbuhan PDRB Sektor Industri di Provinsi
Sumatra Barat.
1.4
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat baik bagi penulis sendiri
maupun pembaca yang menggunakan hasil penelitian penulis. Secara garis besar
penulis mengidentifikasikan manfaat penelitian ini kedalam tiga bagian, yaitu:
a.
Manfaat bagi penulis
Penelitian ini dilakukan agar dapat menambah wawasan dan pengetahuan
penulis dalam memperoleh informasi mengenai peranan Kredit Bank Umum
dan
Pembiayaan Bank Umum Syariah terhadap PDRB sektor industri
Sumatra Barat.
b. Manfaat bagi instansi
Manfaat penelitian ini bagi instansi yang bersangkutan, diharapkan dapat
memberikan masukan bagi lembaga yang bersangkutan.
c.
Manfaat bagi pembaca
Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi para pembaca
khususnya yang akan melakukan penelitian yang sejenis untuk memberikan
informasi untuk penulis lainnya.
1.5
Ruang Lingkup Penelitian
Untuk mempermudah dan menjadikan penulis lebih terarah dalam
melakukan penelitian, maka perlu adanya pembatasan-pembatasan, yaitu :
1. Penelitian ini difokuskan kepada variabel-variabel yang akan memberikan
kontribusi terhadap PDRB Sektor Industri yaitu : Kredit Bank Umum dan
Pembiayaan Bank Umum Syariah di Sumatra Barat.
2. Periode analisis dalam penelitian ini dibatasi hanya untuk periode 2008 2013.
1.6
Sistematika Penulisan
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas secara sistematis mengenai
masalah yang dibahas, maka sistematika penulisannya sebagai berikut:
BAB I :
PENDAHULUAN
Berisikan latar belakang pemilihan judul, perumusan masalah,
tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup pembahasan
dan sistematika penulisan.
BAB II:
KERANGKA TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA
Berisikan pendekatan teori dan menyajikan penelitian terdahulu
yang akan menjadi tinjauan literatur serta hipotesis dalam
penelitian ini.
BAB III
METODE PENELITIAN
Bagian ini terdiri dari sub bab data dan sumber data, metode
pengumpulan, model penelitian, metode analisa data.
BAB IV
GAMBARAN UMUM
Pada bagian ini memuat uraian/ deskripsi atau gambaran secara
umum mengenai perkembangan dan peranan Kredit Bank Umum
dan Pembiayaan Bank Umum Syariah Terhadap PDRB Sektor
Industri Provinsi Sumatra Barat.
BAB V
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Bagian ini berisi temuan yang dihasilkan dalam penelitian dan
analisis statistik.
BAB VI
PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan penelitian serta saran-saran yang
didasari dari hasil penelitian.
Fly UP