...

prosedur pemberian pembiayaan di bmt karisma cabang utama

by user

on
Category: Documents
31

views

Report

Comments

Transcript

prosedur pemberian pembiayaan di bmt karisma cabang utama
PROSEDUR PEMBERIAN PEMBIAYAAN DI BMT KARISMA
CABANG UTAMA MAGELANG
TUGAS AKHIR
Oleh :
RETNO HIKMAH S
NIM : 201 07 008
JURUSAN SYARI`AH
PROGRAM STUDI KEUANGAN DAN PERBANKAN ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SALATIGA
2010
PROSEDUR PEMBERIAN PEMBIAYAAN DI BMT KARISMA
CABANG UTAMA MAGELANG
TUGAS AKHIR
Disusun dan diajukan untuk memenuhi syarat
Guna memperoleh gelar Ahli Madya
Pada Program Studi Perbankan Syari`ah
Oleh :
RETNO HIKMAH S
NIM : 201 07 008
JURUSAN SYARI`AH
PROGRAM STUDI KEUANGAN DAN PERBANKAN ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SALATIGA
2010
ii
iii
iv
MOTTO
v
PERSEMBAHAN
Karya tulis ini kupersembahkan kepada:
1. Teruntuk orang tuaku tercinta yang selalu memberikan semangat,
kasih sayang dan doa'anya.
2. Teruntuk nenekku dan seluruh saudara anggota keluarga yang selalu
memberikan dorongan semangat, inspirasi, motivasi.
3. Teruntuk temen-temenku, makasih semuanya.
vi
KATA PENGANTAR
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir
yang berjudul "Prosedur Pemberiaan Pembiayaan di BMT Karisma Cabang
Utama Magelang". Dengan sebaik mungkin. Shalawat serta salam senantiasa
tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang selalu kita nantikan syafa'atnya
diakhirat nanti.
Tugas akhir ini disusun sebagai syarat untuk memperoleh gelar Ahli Madya
(A.Md)pada program Studi Diploma III Keuangan Perbankan Islam Sekolah
Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga. Dalam penulisan tugas akhir ini
penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan
ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Dr.Imam Sutomo, M. Ag, selaku ketua STAIN Salatiga beserta
seluruh dosen dan staff yang telah memberikan dukungannya dan fasilitas
baik secara langsung maupun tidak langsung.
2. Bapak Abdul Aziz N. P, MM, selaku ketua Program Studi Diploma III
Perbankan Syariah yang telah memberikan motivasi dan dukungan.
3. Bapak Faqih Nabhan, SE, MM, selaku dosen pembimbing yang telah
meluangkan waktu dan memberikan bimbingan penuh selama penyusunan
tugas akhir ini.
4. Ibu Dwi Astuti AW, SH, selaku pemimpin KJKS BMT Karisma
Magelang yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk
melaksanakan magang dan penulisan tugas akhir.
5. Seluruh staff BMT Karisma Magelang yang telah membantu memberikan
data-data dan pengalaman selama magang.
6. Kepada kedua orang tua, saudara-saudara teman-teman yang tidak dapat
penulis sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu dan
vii
memberikan dorongan yang berguna demi kelancaran pembuatan tugas
akhir.
Akhirnya, penulis menyadari atas keterbatasan yang dimiliki dalam
menyelesaikan tugas akhir, sehingga masih banyak kekurangan dan ketidak
sempurnaan.Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca sangat penulis
harapkan. Semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya
dan para pembaca pada umumnya.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Salatiga, 17 Agustus 2010
Penulis
Retno Hikmah
(201 07 008)
viii
ABSTRAK
BMT merupakan salah satu lembaga keuangan yang berdasarkan syariah
yang mana kegiatannya menerima dana dari masyarakat yang mengalami
kelebihan dan penyalurannya kembali dalam bentuk pembiayaan bagi yang
membutuhkan. Penyaluran dana pada BMT disebut dengan pembiayan atau
financing. Salah satu kebijakan mengenai prosedur pembiayaan di BMT Karisma
mudah dan realisasi dananya cepat sehingga debitur lancar dalam usahanya.
Prosedur pembiayaan pada BMT Karisma Magelang dilakukan dengan
beberapa tahap yaitu: mengajukan permohonan pembiayaan dengan melengkapi
persyaratan-persyaratan yang ditentukan, kemudian berkas akan diperiksa dan
diteliti oleh customer service, setelah itu berkas masuk ke bagian marketing atau
account officer untuk disurvei, kemudian hasil survei diserahkan ke komite
pembiayaan untuk diputuskan pengajuan pembiayaan tersebut layak diterima atau
ditolak, setelah itu pembiayaan baru dapat direalisasi dan nasabah berkewajiban
mengangsur tepat pada waktunya.
Hasil penelitian menemukan prosedur pembiayaan di BMT Karisma
mayoritas berakad bai bitsaman ajil/murabahah. Hal ini juga berdampak pada
loyalitas para nasabah yang berprofesi sebagai pedagang dan pengusaha terhadap
pembiayaan di BMT Karisma.
Kata kunci: Prosedur Pembiayaan, Perkembangan Pembiayaan,
Bai Bitsaman Ajil/Murabaha.
ix
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL........................................................................................
i
PERSETUJUAN PEMBIMBING....................................................................
iii
PENGESAHAN ...............................................................................................
iv
MOTTO ...........................................................................................................
v
PERSEMBAHAN ............................................................................................
vi
KATA PENGANTAR ..................................................................................... vii
ABSTRAK ......................................................................................................
ix
DAFTAR ISI ....................................................................................................
x
DAFTAR TABEL ............................................................................................ xii
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xiii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...............................................................................
1
B. Rumusan Masalah..........................................................................
3
C. Tujuan Penelitian ...........................................................................
4
D. Metode Penelitian ..........................................................................
4
E. Sistematika Penulisan ....................................................................
6
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Telaah Pustaka ............................................................................... 17
B. Kerangka Teoritik .......................................................................... 10
BAB III LAPORAN OBYEK
A. Gambaran Umum ...................................................................... 19
x
B. Data-Data Deskriptif ................................................................. 33
BAB IV ANALISIS DATA
A. Prosedur Pembiayaan di BMT Karisma Magelang................... 37
B. Kelebihan dan Kekurangan Prosedur Pembiayaan di BMT Karisma
Magelang................................................................................... 46
C. Perhitungan Angsuran BMT Karisma Magelang ..................... 46
D. Perkembangan Realisasi Pembiayaan ....................................... 47
E. Perkembangan Nasabah Pembiayaan ....................................... 48
F. Perkembangan Angsuran .......................................................... 49
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................... 53
B. Saran ......................................................................................... 55
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
LAMPIRAN-LAMPIRAN
xi
DAFTAR TABEL
Tabel Jumlah Aset ............................................................................................ 34
Tabel Realisasi Pembiayaan pada Tahun 2009 dan 2010 ................................ 35
Tabel Data Anggota Pembiayaan yang Terealisasi .......................................... 48
Tabel Data yang Realisasi Pembiayaan pada Tahun 2009............................... 48
Tabel Angsuran Pembiayaan Bai Bitsaman Ajil pada Tahun 2009 dan 2010 . 51
xii
DAFTAR GAMBAR
Susunan organisasi BMT Karisma Cabang Utama Magelang ......................... 22
xiii
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Suatu hal yang banyak diyakini kalangan para ekonom dan bisnisman
bahwa ilmu ekonomi dan aktivitas bisnis adalah sesuatu yang bersifat positif,
jauh dari norma-norma religius keagamaan. Pendapat ini mungkin benar jika
diterapkan di dalam agama dan kepercayaan-kepercayaan lain yang
memisahkan antara urusan ibadah keagamaan dengan urusan berekonomi,
yang dianggap sebagai bentuk komersialisasi yang bersifat keduniaan. Tetapi
hal ini akan berbeda dengan Islam yang melihat bahwa aqidah, syari’ah dan
muamalah serta akhlak adalah salah satu mata rantai yang tidak terpisahkan
dari sistem islam itu sendiri.
Islam tidak hanya menuntut umatnya untuk sekedar menjalankan
ibadah ritual yang bersifat mahdhoh, ibadah yang hanya bertendensi pada
akhirat saja, atau hanya bertujuan pada penciptaan hubungan kepada Tuhan.
Islam juga mengatur adanya ketentuan kepada umatnya untuk melakukan
kegiatan yang bersifat keduniaan. Berekonomi adalah suatu kegiatan duniawi
yang diatur untuk menciptakan harmonisasi hubungan antara sesama umat
manusia (Hosen, M, 2008: 56).
Secara jelas al-Qur’an memberikan gambaran kepada umat manusia
untuk melakukan kegiatan yang bersifat duniawi, di antaranya adalah
berekonomi. Walaupun di dalam al-Qur’an secara jelas penyebutan terhadap
ayat yang mengandung unsur- ekonomi hanya pada jual beli dan penglarangan
1
2
riba, tetapi banyak ayat-ayat lain yang dapat digunakan sebagai rujukan dalam
melakukan kegiatan ekonomi.
Banyak negara Islam yang secara yuridis telah membayar dengan
sistem bunga dalam melakukan transaksi perdagangan internasional sehingga
menunjukkan bahwa mereka masih berada dalam lingkaran kapitalisme.
Secara otomatis mereka telah menggunakan sistem ekonomi bunga sangat
tidak adil. Dalam Islampun bunga dan riba jelas-jelas dilarang. Hal ini seperti
diwahyukan Allah SWT dalam QS. Al-baqarah ayat 276 yang artinya :
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah”
Dalam QS. Ali Imran ayat 130 juga ditegaskan :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba
dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya
kamu mendapat keberuntungan” (Antonio, M, 2001:49).
Kemudian dalam riwayat Nabi Muhammad SAW juga ditegaskan :
“Riba itu mempunyai 73 pintu (tingkatan), yang paling rendah
(dosanya) sama dengan seorang yang melakukan zina dengan
ibunya” (Hr. Bukhori ).
Bunga adalah tambahan yang dikenakan dalam transaksi pinjaman
tanpa mempertimbangkan pemanfaatan / hasil pokok tersebut, berdasarkan
tempo waktu, diperhitungkan secara pasti dimuka, dan pada umumnya
berdasarkan presentase. Hal ini sama persis artian bunga dengan riba. Riba
yang berasal dari bahasa Arab secara etimologi diartikan sebagai tambahan,
meningkat atau membesar. Sedangkan menurut istilah, riba berarti tambahan
dari harta pokok atau modal secara bathil, baik dalam transaksi jual beli
maupun pinjam-meminjam yang bertentangan dengan kaidah syar’i.
3
Dengan semakin bergairahnya masyarakat untuk kembali ke ajaran
agama, banyak bermunculan lembaga-lembaga keuangan yang menerapkan
prinsip syari’ah islam, seperti asuransi, perbankan, pegadaian, dan Baitul Mal
Wattamwil (BMT). Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) adalah lembaga keuangan
yang berfungsi sama dengan bank dengan berdasarkan kepada syari’ah islam.
Dalam kegiatan operasionalnya BMT mempunyai berbagai macam
jenis produk pengumpulan dana dan penyaluran dana. Kegiatan penghimpun
dana merupakan kegiatan bank dalam mendapatkan dana baik yang berasal
dari pemilik, internal bank, maupun dari masyarakat dalam bentuk mobilisasi
dana masyarakat/dana pihak ketiga. Sedangkan kegiatan penyaluran
dana/pembiayaan merupakan kegiatan bank dalam memanfaatkan dan
menyalurkan dana masyarakat yang telah terkumpul ke dalam sektor-sektor
yang diperolehkan menurut syariah Islam (Nabhan, F, 2007: 29).
Berdasarkan latar belakang permasalahan seperti diuraikan di atas
penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: Prosedur Pemberian
Pembiayaan di BMT Karisma Cabang Utama Magelang.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana prosedur pemberian pembiayaan di BMT Karisma Magelang?
2. Bagaimana perkembangan pembiayaan di BMT Karisma Magelang?
4
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
I. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui prosedur pemberian pembiayaan di BMT Karisma
b. Untuk mengetahui perkembangan pembiayaan di BMT Karisma
Magelang.
II. Kegunaan Penelitian
a. Dengan mengadakan penelitian ini
diharapkan dapat menambah
wawasan dan pengetahuan di bidang perbankan khususnya tentang
lembaga keuangan yang berdasarkan prinsip syari’ah.
b. Bagi BMT Karisma
Meningkatkan kualitas manajemen sehingga mampu bersaing dan tetap
kokoh di dunia Industri Lembaga Keuangan Syari’ah.
c. Bagi Dunia Akademik
Dengan hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah koleksi
perpustakaan dan wawasan bagi mahasiswa STAIN Salatiga
khususnya Jurusan Perbankan Syari’ah.
5
D. Metode Penelitian
1. Tipe Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini, tipe penulisan yang digunakan adalah
deskriptif. Penelitian deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran
yang jelas mengenai pokok-pokok permasalahan yang ada dalam
penelitian
2. Jenis data yang digunakan
a. Data Primer
Yaitu data yang diperoleh secara langsung dari obyek penelitian atau
sumber data akurat. Data yang diperlukan dalam penelitian
diantaranya:
1) Data Register nasabah
2) Data tentang perkembangan pembiayaan dan angsuran
3) Data laporan keuangan
b. Data Sekunder
Yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung misal, berupa arsip,
dokumen, buku-buku literatur dan laporan lainnya.
3. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut :
a. Wawancara
Yaitu proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan
cara tanya jawab dengan pihak yang berkepentingan di obyek
penelitian
6
b. Observasi
Yaitu teknik memperoleh data dengan melakukan pengamatan secara
langsung terhadap objek yang diteliti
c. Studi Pustaka
Yaitu teknik memperoleh data melalui pencairan informasi dari
literatur yang ada hubungannya dengan masalah yang dibahas dalam
tugas akhir ini
E. Sistematika Penulisan
BAB I
Pendahuluan
Pada bab pendahuluan ini menyajikan beberapa sub bab
diantaranya latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan
dan kegunaan, metodologi penelitian serta sistematika penulisan.
BAB II
Landasan Teori
Pada bab ini membahas tentang telaah pustaka dan kerangka
teoritik berisi pengertian pembiayaan, unsur-unsur pembiayaan,
prinsip-prinsip pemberian pembiayaan atau kredit, macam-macam
pembiayaan, pengertian prosedur, prosedur pembiayaan dan syarat
kelengkapan pembiayaan.
BAB III
Laporan Obyek
Pada bab ini menyajikan mengenai gambaran umum dan data-data
deskriptif. Gambaran umum berisi tentang sejarah berdirinya, visi
dan misi, tujuan didirikan BMT Karisma Magelang. Struktur
7
organisasi, Jobdeskription. Data-data deskriptif berisi produkproduk BMT Karisma, tabel aset dan tabel realisasi pembiayaan.
BAB IV
Analisis
Pada bab ini berisikan pemaparan prosedur pembiayaan, kelebihan
dan kelemahan prosedur pembiayaan, perhitungan angsuran,
analisa
perkembangan
realisasi
pembiayaan,
perkembangan
nasabah pembiayaan, perkembangan angsuran.
BAB V
Penutup
Berisikan kesimpulan dan saran-saran.
Kesimpulan
merupakan
bahasan
untuk
memperjelas
dan
mempertegas dari hasil penelitian yang diuraikan dalam bentuk
tugas akhir. Sedangkan saran-saran merupakan usulan yang
mempertegas
Magelang
demi
lancarnya
pengelolaan
BMT
Karisma
8
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Telaah Pustaka
Menurut Astuti, Y. (2009: 56) menemukan bahwa seorang calon
nasabah yang ingin menunjukkan pembiayaan di BMT harus membawa
persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan di BMT Al-Mu’aawanah
Bringin yaitu fotocopy identitas diri (KTP, SIM, KK dan surat nikah), surat
pengantar dari kelurahan, fotocopy agunan BPKB dan STNK yang masih
berlaku serta sertifikat tanah, rekening pembayaran listrik, telepon dan air,
surat kesanggupan potong gaji dan slip gaji untuk pegawai negeri dan pegawai
swasta serta mengisi formulir permohonan pembiayaan. Berkas pengajuan
pembiayaan diserahkan kebagian pembiayaan kemudian diadakan survey.
Selanjutnya bekas pengajuan pembiayaan diperiksa untuk menentukan apakah
nasabah layak atau tidak untuk menerima pembiayaan. Dalam analisis pihak
BMT al-Muawwanah Bringin selalu berpedoman pada prinsip 5C yaitu
character, capital, capacity, condition dan collateral.
Pada tahap realisasi pembiayaan, BMT al-Mu'
aawanah Bringin telah
memutuskan menerima pembiayaan yang diajukan oleh nasabah. Prosedur
realisasi pembiayaan tersebut mempunyai urutan yaitu pembuatan akad dan
kartu angsuran, pendatanganan akad pembiayaan dan pernyataan dan kartu
angsuran ke bagian kasir, kasir menyerahkan sejumlah uang dan kartu
angsuran kepada nasabah. Pengembalian pembiayaan dibayar secara
8
9
mengangsur pada tiap harian, mingguan dan bulanan menurut kesepakatan
bersama dan pembayarannya disetorkan langsung ke BMT atau ditarik oleh
petugas BMT.
Prosedur
pemberian
pembiayaan
menurut
Anwar
Karnaen,
menjelaskan bahwa formulir permohonan pembiayaan yang telah diisi
termasuk jumlah nominal pembiayaan yang diperlukan dan dengan dilengkapi
semua dokumen yang disyaratkan, kemudian oleh petugas marketing atau
Account Officer bank syariah atau BMT diajukan kepada Komite Pembiayaan
yang akan membahas kelayakan pembiayaan yang diajukan permohonannya
oleh calon nasabah. Kelayakan pembiayaan tergantung pada kebijakan internal
bank syariah atau BMT yang bersangkutan tentang jumlah-jumlah tertentu
yang ditetapkan sebagai kewenangan pejabat untuk meluluskan suatu
permohonan pembiayaan calon nasabah. Ada jumlah nominal tertentu yang
cukup disetujui oleh Account Officer, ada jumlah nominal tertentu yang harus
disetujui oleh atasan langsung Account Officer, ada jumlah nominal tertentu
yang harus disetujui oleh jajaran Direksi, dan ada pula jumlah nominal
tertentu yang harus disetujui oleh jajaran Komisaris.
Setelah permohonan pembiayaan tersebut itu disetujui oleh pejabat
yang
berkewenangan
untuk
menyetujui,
maka
calon
nasabah
dan
pendampingnya akan dipanggil untuk menanda tangani akad pembiayaan
(jenis dan jumlah nominalnya) dihadapan Legal Officer atau Notaris. Sesuai
dengan bunyi akad pembiayaan maka pencairan dana sudah bisa dilakukan
10
yang pada umumnya tergantung kepada jenis akad yang dipilih dan disetujui
bersama
B. Kerangka Teoritik
1. Pengertian Pembiayaan
Menurut Kasmir (2004:73) pembiayaan adalah penyediaan uang
atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan
atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak
yang dibiayai mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka
waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.
Menurut Ridwan, M, (2007: 92) pembiayaan adalah penyediaan
uang atau tagihan atau yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan
persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak
lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah
jangka waktu tertentu dengan pemberian sejumlah imbalan atau bagi hasil.
2. Unsur-unsur Pembiayaan/Kredit
Menurut Kasmir (2004:74) yang menyampaikan lima unsur
kredit/pembiayaan yaitu kepercayaan, kesepakatan, jangka waktu, resiko,
dan balas jasa.
a. Kepercayaan
Kepercayaan yaitu suatu keyakinan pemberian kredit yang
diberikan baik berupa uang, barang atau jasa akan benar-benar
diterima kembali dimana yang akan datang. Kepercayaan ini diberikan
oleh bank, karena sebelum dana dikucurkan, sudah dilakukan
11
penelitian dan penyelidikan dilakukan untuk mengetahui nasabah.
Penelitian dan penyelidikan dilakukan untuk mengetahui kemauan dan
kemampuannya dalam pembayaran kredit yang disalurkan.
b. Kesepakatan
Disamping
unsur
kepercayaan
di
dalam
kredit
juga
mengandung unsur kesepakatan antara si pemberi kredit dengan si
penerima kredit. Kesepakatan ini dituangkan dalam suatu perjanjian
dimana masing-masing pihak mendatangani hak dan kewajibannya.
Masing-masing kesepakatan penyaluran kredit dituangkan dalam akad
kredit yang ditandatangani oleh kedua belah pihak, yaitu pihak bank
dan nasabah.
c. Jangka Waktu
Setiap kredit yang diberikan pasti memiliki jangka waktu
tertentu, jangka waktu ini mencakup masa pengembalian kredit yang
telah disepakati. Hampir dapat dipastikan bahwa tidak ada kredit yang
tidak memiliki jangka waktu.
d. Resiko
Faktor resiko kerugian dapat diakibatkan dua hal, yaitu resiko
kerugian yang diakibatkan nasabah sengaja tidak mau membayar
kreditnya padahal mampu dan resiko kerugian yang diakibatkan karena
nasabah tidak sengaja yaitu akibat terjadinya musibah seperti bencana
alam. Penyebab tidak tertagih sebenarnya dikarenakan adanya suatu
tenggang waktu pengambilan (jangka waktu). Semakin panjang jangka
12
waktu suatu kredit semakin besar resikonya tidak tertagih, demikian
pula sebaliknya. Resiko ini menjadi tanggungan bank. Baik resiko
yang disengaja maupun resiko yang tidak disengaja.
e. Balas Jasa
Akibat dari pemberian fasilitas kredit bank, bank mengharap
suatu keuntungan dalam jumlah tertentu. Keuntungan atas pemberian
suatu kredit atau jasa tersebut yang kita kenal dengan nama bunga
bank konvensional. Balas jasa dalam bentuk bunga, biaya provisi, dan
komisi serta biaya administrasi kredit ini merupakan keuntungan
utama bank. Sedangkan bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah
balas jasanya ditentukan dengan bagi hasil.
3. Prinsip-prinsip pemberian kredit/pembiayaan
Menurut Kasmir (2004:91) prinsip-prinsip penilaian kredit yang
sering dilakukan yaitu dengan analisis 5C, dan analisis 7P. Analisis 5C
yaitu :
a. Character
Character adalah sifat atau watak seseorang dalam hal ini calon
debitor. Tujuannya adalah memberikan keyakinan kepada bank bahwa
sifat atau watak dari orang-orang yang akan diberikan kredit benar-benar
dapat dipercaya.
13
b. Capacity
Untuk melihat kemampuan calon nasabah dalam membayar kredit
yang dihubungkan dengan kemampuannya mengelola bisnis serta
kemampuannya mencari laba. Sehingga pada akhirnya akan terlihat
kemampuannya dalam mengembalikan kredit yang disalurkan. Semakin
banyak sumber pendapatan seorang maka kemampuan untuk membayar
kredit semakin baik.
c. Capital
Biasanya bank tidak akan bersedia untuk membiayai suatu usaha
100%, artinya setiap nasabah yang mengajukan permohonan kredit harus
pula menyediakan dana dari sumber lainnya atau modal sendiri dengan
kata lain, Capital adalah untuk mengetahui sumber-sumber pembiayaan
yang dimiliki nasabah terhadap usaha yang akan dibiayai oleh bank.
d. Collateral
Collateral merupakan jaminan yang diberikan calon nasabah baik
yang bersifat fisik maupun non fisik. Bersifat fisik misalnya sertifikat
tanah dan BPKB kendaraan motor, sedangkan non fisik misalnya
kepercayaan, tanggung jawab dan kejujuran. Jaminan hendaknya melebihi
jumlah kredit yang diberikan. Jaminan juga harus diteliti keabsahannya
sehingga jika terjadi suatu masalah, maka jaminan yang dititipkan akan
dapat dipergunakan secepat mungkin. Fungsi jaminan adalah sebagai
pelindung bank dari resiko kerugian.
14
e. Condition
Dalam menilai kredit hendaknya juga dinilai kondisi ekonomi
sekarang dan untuk di masa yang akan datang sesuai sektor masingmasing. Dalam kondisi perekonomian yang kurang stabil, sebaiknya
pemberian kredit untuk sektor tertentu jangan diberikan terlebih dahulu
dan kalaupun jadi diberikan sebaiknya juga dengan melihat prospek usaha
tersebut di masa yang akan datang.
Sedangkan penilaian dengan 7P kredit adalah sebagai berikut:
a. Personality
Personality yaitu menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau
tingkah lakunya sehari-hari maupun masa lalunya. Personality juga
mencakup sikap, emosi, tingkah laku, dan tindakan nasabah dalam
menghadapi suatu masalah. Personality hampir sama dengan character
dari 5C.
b. Party
Party yaitu mengklasifikasikan nasabah ke dalam klasifikasi tertentu
atau golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas serta
karakternya. Sehingga nasabah dapat digolongkan ke golongan tertentu
dan akan mendapatkan fasilitas kredit yang berbeda pula dari bank. Kredit
untuk pengusaha lemah sangat berbeda dengan kredit untuk pengusaha
yang kuat modalnya, baik dari segi jumlah, bunga dan persyaratan lainnya.
15
c. Purpose
Purpose yaitu untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil
kredit,
termasuk
jenis
kredit
yang
diinginkan
nasabah.
Tujuan
pengambilan kredit dapat bermacam-macam apakah untuk tujuan
konsumtif, produktif atau perdagangan
d. Prospect
Prospect yaitu untuk menilai usaha nasabah di masa yang akan
datang apakah menguntungkan atau tidak, atau dengan kata lain
mempunyai prospek atau sebaliknya. Hal ini penting mengingat jika suatu
fasilitas kredit yang dibiayai tanpa mempunyai prospek, bukan hanya bank
yang rugi, tetapi juga nasabah.
e. Payment
Payment
merupakan
ukuran
bagaimana
cara
nasabah
mengembalikan kredit yang telah diambil atau dari sumber mana saja dana
untuk pengembalian kredit yang diperolehnya. Semakin banyak sumber
penghasilan debitor, akan semakin baik sehingga jika salah satu usahanya
merugi akan dapat ditutupi oleh sektor lainnya.
f. Profitability
Profitability yaitu untuk menganalisis bagaimana kemampuan
nasabah dalam mencari laba. Profitability diukur dari periode ke periode
apakah akan tetap sama atau akan semakin meningkat, apalagi dengan
tambahan kredit yang akan diperolehnya dari bank.
16
g. Protection
Tujuannya adalah bagaimana menjaga kredit yang dikucurkan oleh
bank, tetapi melalui suatu perlindungan. Perlindungan dapat berupa
jaminan barang atau orang atau jaminan asuransi.
4. Macam-macam Pembiayaan
Menurut Antonio, S, dan Karnein (1992:21), menyatakan macammacam pembiayaan sebagai berikut:
a. Pembiayaan Mudharabah
Al Mudharabah yaitu suatu perjanjian usaha antar pemilik
modal dengan pengusaha, dimana pihak pemilik modal menyediakan
seluruh dana yang diperlukan dan pihak pengusaha melakukan
pengelolaan atas usaha. Hasil usaha bersama ini dibagi sesuai dengan
kesepakatan pada waktu pembiayaan akan ditandatangani yang
dituangkan dalam bentuk nisbah misal 22,5 : 77,5: 35 : 65. Apabila
terjadi kerugian dan kerugian tersebut merupakan konsekuensi bisnis
(bukan penyelewengan atau keluar dari kesepakatan) maka pihak
penyedia
dana
akan
menanggung
kerugian,
pengusaha
akan
menanggung kerugian managerial skill dan waktu serta kehilangan
nisbah keuntungan bagi hasil yang akan diperolehnya.
b. Pembiayaan Musyarakah
Al Musyarakah atau syirkah yaitu suatu perjanjian usaha antara
dua atau beberapa pemilik modal untuk menyertakan modalnya pada
suatu proyek dimana masing-masing pihak mempunyai hak untuk ikut
17
serta, mewakilkan atau menggugurkan haknya dalam manajemen
proyek. Keuntungan dari hasil usaha bersama ini dapat dibagikan baik
menurut Proporsi penyertaan modal masing-masing maupun sesuai
dengan kesepakatan bersama. Ketika merugi kewajiban hanya terbatas
sampai batas modal masing-masing.
c. Pembiayaan Murabahah
Murabahah berarti pembelian barang dengan pembayaran
ditangguhkan (1 bulan, 3 bulan, 1 tahun dst). Pembiayaan murabahah
adalah pembiayaan yang diberikan kepada nasabah dalam rangka
pemenuhan kebutuhan produksi.
d. Pembiayaan Al Bitsaman Ajil
Bai bitsaman ajil artinya pembelian barang dengan cara
mengangsur/cicilan. Pembiayaan bai bitsaman ajil adalah pembiayaan
yang diberikan kepada nasabah dalam rangka pemenuhan kebutuhan
barang modal (investasi). Pembiayaan bai bitsaman ajil mirip dengan
kredit investasi yang diberikan oleh bank-bank konvensional dan
karenanya pembiayaan ini berjangka waktu di atas satu tahun.
e. Pembiayaan Ijarah
Ijarah atau pure leasing adalah pemberian kesempatan kepada
penyewa untuk mengambil manfaat dari barang sewaan untuk jangka
waktu tertentu dengan imbalan yang besarnya telah disepakati
bersama.
18
f. Pembiayaan Al Qardhul Hasan
Al Qardhul Hasan adalah suatu pinjaman lunak yang diberikan
atas dasar kewajiban sosial semata dimana si peminjam tidak dituntut
untuk mengembalikan apapun kecuali modal peminjam.
19
BAB III
LAPORAN OBYEK
A. Gambaran umum
1. Sejarah BMT Karisma
BMT Karisma hadir di kota Magelang pada tahun 1995.
Diresmikan oleh Bapak Prof. Dr. Ing. H.J. Habibie bersama-sama dengan
17 BMT lain pada tanggal 21 April 1995. Pada awal mulanya BMT
Karisma dipelopori oleh sekelompok anak muda yang mendirikan sebuah
pengajian rutin yang diberi nama Karisma, kepanjangan dari kalimat
Keluarga Remaja Islam Magelang. Setiap hari Ahad mereka berkumpul
untuk mengadakan TAD (Telaah Ahad Dhuha) yang dipandu oleh para
mahasiswa sebagai senior dari Karisma, dan juga ustadz-ustadz di kota
Magelang.
Pada tahun 1994, seiring dengan bangkitnya semangat umat untuk
mengamalkan “Ekonomi Syari’ah” yang dirintis dan dikembangkan di
Indonesia
oleh
BANK
MUAMALAT
INDONESIA,
Karisma
mengirimkan utusan untuk belajar tentang ekonomi syari’ah, dan
kemudian mendirikan sebuah BMT. BMT Karisma didirikan dengan
modal patungan dari teman-teman anggota Karisma sejumlah Rp.
1.875.000,-. Pada awal mulanya BMT Karisma adalah Unit Otonomi dari
KSU
Harapan
Makmur,
yang
mempunyai
Badan
Hukum
12734/KWK.II/VI/1996. Setelah mempunyai badan hukum ini, gerak
19
20
langkah BMT Karisma semakin mantap dan dapat merambah di kota
Magelang khususnya.
Pada tahun 2008, mengingat JUKLAK dari kementrian koperasi
perihal legalitas usaha dimana mengharuskan kami merubah Anggaran
Dasar dari Koperasi Serba Usaha menjadi Koperasi Jasa Keuangan
Syariah, sehingga kami juga merubah nama menjadi KJKS BMT Karisma
yang operasionalnya mencakup wilayah seluruh kabupaten/kota di
Propinsi Jawa Tengah. Kegiatan Operasional pertama kami menyewa kios
di Jl. Singosari Magelang, karena semakin bertambahnya anggota yang
dilayani kami menyewa ruko dua lantai di Jl. Singosari 952 B Magelang
sampai dengan tahun 2004. kemudian kami membuka kantor Kas di Pasar
Gotong Royong Magelang.
Seiring dengan volume usaha yang semakin besar maka kami
memutuskan untuk membeli rumah dua lantai di Jl. Beringin I/49 Kiringan
Kota Magelang atau sekitar 600 m dari kantor yang pertama dan
diresmikan oleh Bapak Walikota Magelang H. Fahrianto pada bulan
November tahun 2004, yang kemudian digunakan sebagai Kantor Pusat
sekaligus Kantor Cabang Utama. Setelah itu secara bertahap kami
membuka beberapa kantor cabang lagi. Yang pertama adalah Kantor
Cabang Pasar Gotong Royong yang sebelumnya kantor kas diubah
menjadi kantor dimana bangunannya telah menjadi milik sendiri.
Kemudian yang kedua adalah Kantor Cabang Grabag pada tahun 2008
kami menyewa ruko di Krajan Kauman Grabag Magelang, dan terakhir
21
pada tahun 2009 kami membeli ruko di skylight plasa dua lantai yang telah
kami fungsikan menjadi Kantor Cabang Ruko Skylight.
2. Visi dan Misi BMT Karisma Magelang
Visi : Menjadi BMT yang Amanah, Professional, dan Mandiri.
Misi :
1. Memperluas syiar ekonomi islam di Magelang dan ke semua penjuru
Indonesia pada umumnya bahwa Islam adalah rahmatan lil ‘alamiin.
2. Menjadi lahan dakwah generasi muda mengimplementasikan ilmunya
untuk dunia akhirat.
3. Berpartisipasi membangun perekonomian berskala mikro di Magelang
4.
Lembaga intermediasi syariah bagi kaum muslim dan pengusaha
untuk bisa maju dan berkembang.
3. Kelembagaan
1. Nama Koperasi “ KJKS BMT Karisma Magelang
2. Tanggal Berdiri : 21 April 1995
3. Alamat Koperasi
Lama : Jl. Singosari 952 Magelang
Baru
: Jl. Beringin I/49 RT 01/01 Tidar Utara Kota Magelang
Telp. : 0293 – 361269
Fax
: 0293 - 361269
4. Nota Akta Pendirian : 12734/BH/KWK.11/VI/1996
5. No. dan tanggal pengesahan Badan Hukum:
a. 12734/BH/KWK.11/VI/1996 Tanggal 2 Juni 1996
22
b. 12734/a/PAD/BH/KWK.11-35/V/1999 Tanggal 10 Mei 1999
6. Struktur organisasi
Gambar 3.1
Struktur Organisasi
DIREKTUR UTAMA
DWI ASTUTI AW, SH
Dir. Int. CONTROL
Tri Puji Lestari, A.Md
MANCAB UTAMA
Rudi Nugroho, SE
ADM.
Desi Ariyanti, A.Md
Dir. HRD
Fajar Yuniantoro
MANCAB GRABAG
Subagyo, A.Md
Costumer Service
Siti Wahyu Priyanti, SP
Dir. MARKETING
A. Marhaedratno, SE
MANCAB GOTRO
Nina Sumiyati
Teller
Aninda Tiara AS
Dir. KEUANGAN
Haryati, SE
MANCAB SKYLIGHT
Purwanto, A.Md
Account Officer
Dedi Setyawan, SE
Afriyandhi, SE
Solekhudin, SEI
Andir Wiratmok
23
7. Job Description
1. Direktur Utama
a) Menentukan target jangka panjang dan jangka pendek
b) Membuat rencana kerja tahunan dan rencana kerja panjang 3 tahunan.
c) Menyusun rencana anggaran tahunan berdasarkan anggaran tahun
sebelumnya.
d) Memonitor dan memberi arahan terhadap upaya pencapaian target.
e) Mengevaluasi seluruh aktifitas dalam rangkaian pencapaian target.
f) Mencari peluang dan membuka peluang kerjasama dengan pihak
manapun guna terjalinnya kerjasama dengan berbagai pihak.
2. Direktur Operasional dan keuangan
a) Merencanakan, mengarahkan, mengontrol dan mengevaluasi seluruh
rangkaian aktivitas di bidang keuangan dan operasional baik yang
berhubungan dengan internal maupun eksternal.
b) Terbitnya laporan keuangan, laporan penghimpunan dana, laporan
perkembangan pembiayaan secara asah dan akurat secara harian,
mingguan dan bulanan.
c) Terarsipnya seluruh dokumen keuangan, dan dokumen lembaga serta
dokumen lainnya di kantor pusat BMT.
24
d) Mengetahui dan mengesahkan penutupan rekening anggota sebatas
kewenangannya.
e) Meminta pertanggungjawaban karyawan supaya cepat menyelesaikan
kas kecil maksimal lima hari kerja.
f) Melakukan perencanaan anggaran rumah tangga bersama bagian
umum dan mengajukan pada direktur utama dan kontrol terhadap
setiap kewajiban BMT.
g) Memeriksa laporan keuangan baik harian, mingguan dan bulanan dan
mengesahkannya di setiap tingkat cabang.
3. Direktur pengembangan dan maal
a) Membuka hubungan
dengan
pihak
ketiga
berkenaan
dengan
pengembangan usaha BMT.
b) Bersama direktur operasional dan keuangan menyiapkan semua
dokumen yang dibutuhkan Direktur Utama guna kerjasama dengan
pihak ketiga.
c) Menciptakan alat kontrol untuk penilaian manager cabang dan para
AOnya.
d) Memasarkan dan mentasarufkan penerimaan ZIS (zakat, infaq,
sodaqah) BMT Karisma.
25
e) Mencari peluang kerjasama dan menindaklanjuti pemanfaatan dan
penggalian dana ZIS.
f) Mentraining karyawan tentang IT
g) Notulensi rapat di tingkat pusat dan mengagendakan keputusan rapat.
4. Direktur Internal Control
a) Melakukan pengawasan terhadap semua kegiatan operasional baik
simpanan maupun pembiayaan agar tujuan dan sasaran dalam
mengamankan dan mengembangkan asset dapat dicapai dengan
sebaik-baiknya.
b) Memonitor seluruh kegiatan transaksi operasional baik simpanan
maupun pembiayaan dan memastikan tidak ada penyimpangan atas
SOP yang ada.
c) Melakukan sidak ke anggota untuk mengecek kinerja AO dan
memastikan tidak ada penyelewengan.
d) Membuat laporan hasil kinerja internal control setiap dua minggu
sekali disetiap kantor cabang guna evaluasi.
e) Melakukan pengecekan terhadap slip-slip transaksi baik keaslian tanda
tangan maupun kelengkapan pengisian slip dan membuat berita
acaranya.
26
f) Setiap dua bulan sekali mengecek antara catatan jaminan dan keadaan
fisik jaminan di brankas dan sidak beberapa jaminan secara acak
disetiap kantor cabang.
g) Memeriksa semua catatan BMT, harta milik dan hutang di tingkat
cabang dan dapat memasuki semua bagian serta wenang melakukan
berbagai teknik pemeriksaan.
5. Direktur Marketing
a) Bertanggung jawab secara teknis untuk merealisasikan target
pendapatan dan asset yang telah ditetapkan oleh BMT Karisma.
b) Meninjau jaminan dan usaha pemohon pembiayaan yang berplafon Rp.
35.000.000,00 ke atas bersama dengan AO / manager cabangnya.
c) Menyetujui atau menolak permohonan pembiayaan sesuai dengan
kewenangannya (maksimal Rp. 50.000.000,00).
d) Mengkoordinasikan dan merealisasikan target yang ditentukan dengan
manager cabang.
e) Menganalisa pangsa pasar dan jenis produk yang akan dipasarkan
sehingga tepat sasaran.
f) Memberikan teguran dan sanksi atas pelanggaran yang dilakukan
bawahan berkenaan dengan pembiayaan dan simpanan secara tertulis.
27
g) Membuat mekanisme atau sistem peminjaman untuk dokumendokumen berharga.
h) Melakukan penilaian kualitas pelaksanaan tugas tiap unit kerja dalam
melaksanakan tanggung jawabnya.
6. Direktur Personalia dan Umum
a) Memastikan tersedianya tenaga kerja yang cukup handal bagi
kepentingan BMT.
b) Terselenggaranya penilaian prestasi kerja bagi setiap karyawan di
semua lapisan.
c) Mengelola karyawan sehingga kebutuhan karyawan disetiap bagian
tercukupi.
d) Mengirim karyawan pada pelatihan, training, pendidikan disesuaikan
dengan kebutuhan BMT dengan persetujuan direktur utama.
e) Memberikan sanksi atas pelanggaran yang ada berupa SP 1, SP 2, SP 3
dan surat PHK.
f) Melakukan kontrol terhadap kehadiran dan absensi karyawan.
g) Terarsipnya dokumentasi transaksi harian dengan tertib dan aman.
h) Pembayaran pajak dan semua biaya di kantor utama dan cabang seperti
listrik, telepon dan air.
28
7. Manager Cabang
a) Bertanggung jawab atas terealisasinya semua program kerja dan target
yang sudah dan akan ditetapkan.
b) Mengatur pembagian target ke bawahan.
c) Bertanggung jawab atas kinerja bawahannya dan terciptanya suasana
kerja yang dinamis dan harmonis.
d) Menyetujui dan menandatangani permohonan pembiayaan dengan
batas wewenang yang ada pada kantor cabangnya.
e) Meningkatkan pendapatan dan menekan biaya serta mengawasi
operasional kantor cabangnya.
f) Mengusulkan penambahan, pengurangan dan promosi karyawan pada
kantor cabangnya.
g) Mengetahui perkembangan lembaga yang ada di bawah pimpinannya
dan mengatur operasional keuangan yang ada sehingga tujuan lembaga
tercapai.
h) Menyetujui
atau
otorisasi
transaksi
harian
dalam
batas
kewenangannya.
i) Mengetahui dan menyetujui penutupan rekening simpanan dan
pembiayaan anggota pada batas kewenangan yang ditentukan.
29
8. Administrasi pembiayaan
a) Menjaga kerahasiaan password program karena tanggung jawab yang
diberikan.
b) Memberikan pelayanan bagi anggota sehubungan pembiayaan.
c) Memahami akad – akad yang ada dengan benar dan menjelaskan
kepada calon anggota secara jelas agar tidak terjadi kesalahan akad
secara syar’i.
d) Mengelola administrasi pembiayaan mulai dari kelengkapan berkas
yang masuk sampai pencairan dan pelunasan.
e) Membuat urutan daftar nama calon anggota pembiayaan yang masuk
untuk
diserahkan
ke
AO
ataupun
manager
untuk
diproses
pembiayaannya sehingga tahu jadwal survey yang akan dijanjikan ke
anggota dan sebagai data BMT untuk anggota yang ditolak.
f) Menawarkan harga jual BMT ke anggota sampai terjadi kesepakatan
harga dengan bahasa yang santun dan syar’i.
g) Mengarsip seluruh berkas pembiayaan.
h) Membukukan angsuran yang masuk ke dalam buku pembantu
pembiayaan masing – masing anggota.
i) Membuat akad, tanda terima jaminan dan kartu angsuran yang
berkenaan dengan pembiayaan.
30
9. Teller
a) Melaksanakan segala transaksi yang bersifat tunai.
b) Terselesaikannya laporan kas harian.
c) Terjaganya keamanan kas.
d) Menerima
dan
mengeluarkan
transaksi
tunai
sesuai
batas
kewenangannya.
e) Memeriksa keaslian tanda tangan dan kelengkapan pengisian slip
transaksi dan melakukan pengesahan pada bukti transaksi.
f) Menyusun dan memberi nomor bukti transaksi.
g) Menolak pengeluaran kas apabila tidak ada bukti yang valid.
h) Memegang kas tunai sebesar kebijakan yang ada. Apabila kas kurang
atau melebihi batasan, maka lapor pada atasan langsung.
i) Menyerahkan slip dan sudah dibukukan ke bagian administrasi
pembiayaan.
10. Customer service
a) Memberikan pelayanan bagi anggota sehubungan dengan produk
BMT baik simpanan maupun pembiayaan.
b) Meregistrasi calon anggota ke buku anggota dan komputer
c) Memberikan ke anggota simpanan berjangka yang akan jatuh tempo.
31
d) Membantu anggota yang akan bertransaksi di kasir bila da kesulitan
baik cara penulisan slip yang anggota butuhkan.
e) Melakukan pemindah bukuan atas simpanan berjangka yang jatuh
tempo.
f) Mengganti buku saldo buku lama ke buku baru sesuai data komputer
dan buku lama.
11. Account Officer
a) Menjemput dan mengantar setoran dan tarikan baik angsuran
pembiayaan maupun setoran simpanan anggota.
b) Memastikan bahwa setoran dan angsuran yang harus dijemput telah
ditagih sesuai jadwalnya.
c) Memastikan tidak ada selisih antara dana yang dijemput dengan dana
yang disetorkan ke BMT.
d) Bertanggung jawab atas anggota yang bertransaksi melaluinya.
e) Memenuhi target yang sudah ditetapkan untuknya.
f) Meminimalkan resiko dalam bekerja, berusaha mencari anggota
potensial yang ada dalam wilayah kerjanya.
g) Mengontrol transaksi anggota yang diampunya dengan data yang ada
di kantor melalui komputer yang telah disediakan.
32
12. Pembukuan
a) Mengelola administrasi keuangan hingga ke pelaporan keuangan.
b) Menjaga kewenangan yang diberikan dalam program dengan benar.
c) Membuat laporan keuangan harian untuk mengontrol keuangan
harian cabangnya untuk pengambilan keputusan manager cabangnya.
d) Membuat laporan keuangan bulanan meliputi neraca, perhitungan
SHU, arus kas, target dan perolehan masing-masing AO dan kantor.
e) Menyediakan data yang dibutuhkan untuk analisis lembaga.
f) Membuat perincian biaya setiap bulannya.
g) Menghitung perolehan AO untuk evaluasi target yang ditentukan.
13. Security
a) Bertanggung jawab atas keamanan lingkungan kantor.
b) Bertanggung jawab atas barang milik kantor dan karyawan yang
berada di lingkungan kantor.
c) Membantu bagian umum yang berkenaan dengan tugas BMT.
d) Mengatur lalulintas karyawan.
14. Office Boy
a) Bertanggung jawab atas kebersihan dan keindahan kantor.
33
b) Menyediakan kebutuhan karyawan yang berhubungan dengan
konsumsi.
B. Produk – Produk BMT
1. Simpanan
a) Simpanan karisma adalah simpanan pihak ketiga yang setoran dan
penarikannya dapat dilakukan sewaktu-waktu. Setoran pertama
simpanan Karisma adalah Rp. 10.000,- dan setoran selanjutnya
tidak dibatasi. Untuk maksimal pengambilan, anggota harus
menyisihkan setidaknya Rp. 10.000,-. Jika anggota ingin tutup
buku, saldo yang harus disisihkan adalah Rp. 5.000,- sebagai biaya
administrasi.
b) Simpanan aqiqah adalah simpanan dengan setoran awal 20.000 dan
dapat pada waktu penyelenggaraan aqiqoh putra putri nasabah.
c) Simpanan qurban adalah simpanan pembelian hewan qurban dan
dapat diambil pada waktu Idul qurban
d) Simpanan berjangka mudharabah adalah depo Karisma yaitu
simpanan berjangka yang dikelola dengan pola bagi hasil yang
kompetitif dengan jangka waktu 3, 6 dan 12 bulan
e) Simpanan pendidikan adalah tabungan dari murid atau guru yang
akan mendapatkan bagi hasil atau bonus setiap bulannya sesuai
besar kecilnya tabungan masing-masing anggota
34
2. Pembiayaan
a) Murabahah/ Bai Bitsaman Ajil adalah pembiayaan untuk
pembelian barang-barang konsumtif seperti sepeda motor dan
berakad jual beli
b) Musyarakah adalah menambah modal usaha nasabah dengan
sistem angsuran yang fleksibel bagi hasil ditentukan berdasarkan
kesepakatan bersama
c) Qordhul Hasan adalah pembiayaan lunak bagi anggota yang
kurang mampu tanpa bagi hasil. Dana diambil dari maal.
3. Jumlah Aset
Jumlah aset sangat besar terlihat dari data laporan keuangan tahun
2008-2009 sebagai berikut :
Tabel 3.1
Keterangan Aset
2008
2009
Kas
1.258.935.604
1.666.100.024
Pembiayaan
8.611.623.558
10.682.553.511
Cad. Pengh. Pembiayaan
(96.245.549)
(53.412.768)
Aktiva tetap
962.108.350
1.003.722.050
Akumulasi penyusutan
(131.141.741)
(199.969.962)
Beban dibayar dimuka
349.127.418
308.053.299
Total aset
10.954.407.660
13.407.046.154
35
4. Perkembangan Realisasi Pembiayaan
BMT Karisma memberikan pembiayaan kepada nasabah dalam
bentuk akad bai bistman ajil/ murabahah dan qordhul hasan. Tapi dari
semua akad pembiayaan, akad bai bitstaman ajil/ murabahah yang paling
dimintai nasabah dapat digambarkan melalui tabel realisasi pembiayaan
pada tahun 2009 sebagai berikut :
Tabel 3.2
Realisasi Pembiayaan Pada Tahun 2009 dan 2010
Bulan
Bai bitsman ajil/ murabahah
Januari 2009
Rp. 1.161.405.000,- -
Februari
Rp.
965.466.000,- -
Maret
Rp.
964.106.100,-
April
Rp. 1.212.405.497,- -
Mei
Rp.
558.094.000,- -
Juni
Rp.
788.510.000,- -
Juli
Rp.
961.960.000,-
Agustus
Rp.
897.885.000,- -
September
Rp.
863.300.000,- -
Oktober
Rp.
939.123.000,-
November
Rp. 1.103.300.000,- -
Qordhul Hasan
Rp. 10.000.000,-
Rp. 6.000.000,-
Rp. 7.000.000,-
36
Desember
Rp.
797.400.000,- -
Januari 2010
Rp.
715.000.000,- -
Februari
Rp.
928.950.000,- -
Maret
Rp. 1.138.250.000,-
April
Rp.
Mei
Rp. 1.222.850.000,- -
Juni
Rp. 1.137.000.000,- -
Total
Rp. 17.332.754.597,-
Rp.
4.500.000,-
977.750.000,- -
Rp. 27.500.000,-
37
BAB IV
Analisis
A. Prosedur pembiayaan di BMT Karisma Cabang Utama Magelang
1. Prosedur Permohonan Pembiayaan
Dalam mengajukan permohonan pembiayaan langkah pertama
yang harus dilakukan calon nasabah yaitu mengisi formulir permohonan
pembiayaan dari customer service. Langkah kedua nasabah harus
memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Fotocopy KTP Suami Istri yang masih berlaku 2 lembar
b. Fotocopy kartu keluarga dan surat nikah 2 lembar
c. Fotocopy agunan atau jaminan surat berharga.
1) Untuk kendaraan bermotor disertai BPKB dan STNK, gesekan
rangka dan nomor mesin.
2) Sertifikat tanah.
d. Rekening pembayaran listrik dan air
e. Fotocopy gaji terakhir untuk pegawai negeri swasta
Untuk mendapatkan pembiayaan, nasabah harus menjadi calon
anggota dengan membuka rekening Tabungan Siaga Karisma.
2. Personalia yang terkait
Personalia adalah karyawan atau manusia sebagai tenaga kerja
yang berkewajiban mewujutkan pekerjaan,baik secara perorangan maupun
secara bekerjasama dalam suatu kelompok untuk mencapai tujuan.
37
38
Untuk memperjelas pemahaman tentang prosedur tentang pemberian pada
BMT, berikut uraian personalia yang terkait dalam transaksi pembiayaan
adalah:
a. Customer Service
Memberikan pelayanan bagi anggota sehubungan dengan pembiayan,dan
syarat-syarat permohonan pembiayaan.
b. Survey
Bertugas untuk mensurvei secara langsung calon nasabah.
c. Manajer
Memberikan tandatangan pada akad pembiayaan setelah akad pembiayaan
direalisasi
d. Administrasi
Menjelaskan
mengenai
pembiayaan,
menyiapkan
hal-hal
yang
berhubungan dengan pembiayaan.
e. Teller
Memberikan uang kepada nasabah sesuai dengan nominal yang tertera
pada akad pembiayaan.
3. Prosedur Pemeriksaan
a) Nasabah menyerahkan berkas persyaratan
serta permohonan
pembiayaan pada customer service. Kemudian customer service
memeriksa permohonan pembiayaan dan kelengkapan persyaratan.
Dalam memeriksa atau menyelidiki berkas yang perlu diperhatikan
adalah membuktikan kebenaran dan keaslian dari berkas-berkas yang
39
ada seperti KTP, surat-surat jaminan seperti sertifikat tanah, BPKB
motor/mobil.
b) Kemudian berkas masuk ke bagian marketing atau account officer
untuk disurvei.
c) Setelah disurvei, hasil survei diserahkan ke komite pembiayaan.
Komite pembiayaan terdiri dari manajer, account officer dan bagian
pembiayaan.
d) Setelah ada rapat komite pembiayaan maka diputuskan pengajuan
pembiayaan tersebut, apabila pembiayaan ditolak berkas pengajuan
akan diarsipkan oleh BMT, dan apabila pengajuan pembiayaan
diterima maka pengajuan akan direalisasi dengan pembuatan akad.
e) Setelah pembuatan akad dan slip realisasi pembiayaan selesai dan
ditandatangani oleh administrasi pembiayaan, nasabah pemohon, dan
manajer slip realisasi pembiayaan diserahkan ke kasir.
f) Kemudian kasir memberikan sejumlah uang sesuai dengan realisasi
dan kartu angsuran ke pada nasabah.
g) Customer service mencatat permohonan ke dalam buku permohonan
pembiayaan. Kemudian file calon debitur tersebut dalam daftar proses
pembiayaan dan digolongkan dalam nasabah baru atau lama.
Ada ketentuan yang berbeda untuk nasabah baru dan nasabah lama.
1) Nasabah baru
a) Mengisi surat permohonan pembiayaan
b) Melengkapi syarat-syarat
40
c) Harus memiliki atau membuka rekening tabungan Siaga Karisma
d) Harus diadakan survei terhadap nasabah yang bersangkutan.
2) Nasabah lama
a) Mengisi surat permohonan pembiayaan
b) Melengkapi syarat-syarat dan melampirkan kartu angsuran yang
sudah lunas
c) Petugas akan melihat data angsuran pembiayaan sebelumnya, apakah
pembiayaan sebelum bermasalah atau lancar.
d) Dilakukan survei jika nasabah mengajukan pembiayaan meningkat
dari sebelumnya serta tambah jaminan.
4. Prosedur Analisis
Setelah semua syarat-syarat pengajuan terpenuhi maka tahap
selanjutnya
adalah
prosedur
analisis.
Dalam
menilai
kelayakan
pembiayaan, BMT Karisma Megelang menggunakan prinsip 5 C, yaitu :
1. Character
Karakter calon nasabah dapat dilihat dari survei, wawancara langsung
dengan nasabah dan kenyataan langsung serta hal-hal lain yang bisa
dijadikan sumber dalam menilai karakter. Nasabah. Misalnya dari
tetangga, teman, ketua RT dan sumber lain yang dapat dipercaya.
2. Capacity
Untuk memampui kemampuan usaha dan kemampuan mengembalikan
pembiayaan dilihat formulir permohonan pembiayaan, wawancara dan
kegiatan lapangan. Dimana pihak BMT dapat mengamati secara langsung
41
usaha nasabah. BMT juga harus mengetahui jumlah tanggungan keluarga
dan pinjaman nasabah dengan pihak lain.
3. Capital
Diketahui dari formulir permohonan yaitu dengan melihat jumlah
kekayaan/modal yang dimiliki nasabah serta berapa kemampuan untuk
memberikan keuntungan yang diperoleh.
4. Condition
Untuk mengetahui prospek usaha yang dijalankan nasabah.
5. Collateral
Jaminan bukan merupakan faktor dalam penilaian nasabah, namun untuk
menjaga kesanggupan
nasabah dalam
menjalankan
usaha,
BMT
melakukan penelitian terhadap faktor ini, jaminan juga dapat menentukan
besar kecilnya pembiayaan.
5. Persiapan Realisasi Pembiayaan
Mengisi dan melengkapi kolom lembar disposisi, yaitu nomor
anggota, nomor pembiayaan, tahapan angsuran,tanggal realisasi, tanggal
jatuh tempo, jumlah kredit, besar angsuran, jamin dan akad.
Membuat perjanjian pembiayaan, kartu angsuran, tanda terima
jaminan dan slip realisasi pembiayaan. Memberitahu kepada nasabah
tentang waktu dan jumlah realisasinya dan dijelaskan pemohon harus hadir
bersama suami/istri.
42
6. Realisasi Pembiayaan
a. Akad pembiayaan ditandatangani oleh manajer dan pihak menyetujui
suami istri serta penyerahan jaminan oleh nasabah ke BMT.
b. Khusus untuk jaminan sertifikat tanah harus yang bertanda tangan
sipemilik atau yang ber atas nama tidak bisa diwakilkan, bila yang
bersangkutan pemilik tidak meninggal harus surat wasiat dari keluarga.
c. Membubuhkan tandatangan stempel BMT setelah ditandatangani
d. Kemudian debitor memberikan tanda tangan pada slip realisasi
pembiayaan, bagian pembiayaan membubuhkan tandatangannya.
e. Permohonan kredit yang terealisasi harus dicatat pada buku realisasi
pembiayaan dan dimintakan tandatangan debitor.
f. Kemudian debitor memberikan slip realisasi pembiayaan pada teller.
Teller memberikan tandatangan pada slip realisasi pembiayaan,
kemudian teller memberikan dana sesuai dengan realisasi kepada
debitor. Teller memberikan biaya administrasi dengan perhitungan
sebagai berikut.
Misal :
Jumlah pembiayaan terealisasi adalah Rp. 5.000.000
Dengan biaya administrasi sebesar
Rp. 143.500
Ketentuan biaya administrasi meliputi :
a. Biaya berkas
0
-
1.000.000
Rp. 3.000
43
1.001.000 - 2.000.000
Rp. 7.000
>2.000.000
Rp. 12.000
b. Biaya survei (dikenakan bagi nasabah baru dan nasabah lama yang
perlu disurvei lagi)
0
- 500.000
Rp. 4.000
501.000
- 1.000.000
Rp. 7.000
1.001.000 - 2.000.000
Rp. 25.000
2.001.000 - 5.000.000
Rp. 40.000
5.001.000 - 10.000.000
Rp. 65.000
10.001.000 - 30.000.000
Rp. 85.000
30.001.000 - 50.000.000
Rp. 125.000
50.001.000 - 100.000.000
Rp. 300.000
>100.000.000
Rp. 500.000
c. Biaya Pengelolaan
1,5% khusus bulanan (dari plafon pembiayaan)
2% khusus harian dan mingguan (dari plafon pembiayaan)
Keterangan: Biaya pengelolan khusus harian dan mingguan lebih
besar dari bulanan karena untuk harian dan mingguan dilakukan
sistem jemput bola yang akan menambah biaya pengelolaan.
d. Materai
Rp. 6.500
e. Sipok (Setiap Kali Realisasi)
5.000.000
Rp. 10.000
> 20.000.000
Rp. 25.000
44
Keterangan :
1. Biaya administrasi dihitung dari biaya berkas + biaya survey + dan
biaya pengelolaan. Hasil penjumlahan kemudian ditambah biaya
materai dan biaya sipok.
2. Biaya administrasi
= Rp 12.000
= Rp 40.000
= Rp 75.000+
= Rp 127.000
Biaya materai
= Rp
6.500+
= Rp 133.500
Biaya sipok
= Rp 10.000+
= Rp 143.500
7. Pelayanan Angsuran Kredit
a.
Debitur yang datang langsung ke BMT harus membawa kartu
angsuran. Kartu angsuran diserahkan pada teller untuk dicek serta diisi,
dan mengisi slip angsuran disertai tandatangan debitor.
b.
Setelah itu slip angsuran divalidasi oleh teller dengan komputer.
Jika debitor tidak dapat menandatangani BMT tanpa pemberitahuan
sebelumnya atau jatuh tempo maka debth collector akan mendatangi
debitor ke rumah.
8. Pelunasan Pembiayaan dan Pengembalian Jaminan
a.
Nasabah datang ke BMT dengan membawa uang pelunasan terakhir
seta kartu angsuran
45
b.
Nasabah menemui bagian administrasi untuk mengecek jumlah
pelunasan angsuran. Dan petugas administrasi akan membuat slip
angsuran
c.
Kemudian slip angsuran, kartu angsuran beserta jumlah uang diberikan
ke teller.
d.
Setelah itu slip angsuran divalidasi pada komputer serta menyetempel
“LUNAS”. Setempel “LUNAS” juga dibutuhkan pada kartu angsuran
setelah diisi terlebih dahulu. Termasuk mengisi arsip kartu angsuran
serta menyetempel “LUNAS”
e.
Kemudian teller memberikan slip angsuran dan kartu yang berstempel
lunas kepada nasabah.
f.
Pada saat pengambilan jaminan nasabah harus menyerahkan lembaran
tanda bukti jaminan kembali kepada petugas (pihak BMT).
g.
Kemudian petugas menandatangani pada kolom “pihak BMT
Karisma”. Dan untuk nasabah menandatangani pada kolom “yang
menerima”.
h.
Petugas memberikan barang jaminan tersebut kepada nasabah
i.
Untuk lembaran tanda bukti jaminan akan kembali diarsipkan oleh
BMT sebagai tanda bahwa barang jaminan tersebut sudah diberikan
oleh pihak BMT dan diterima oleh nasabah dan sudah tidak berstatus
jaminan di BMT Karisma.
46
B. Kelebihan dan Kekurangan Prosedur Pembiayaan di BMT Karisma
a. Kelebihan
1. Syarat mudah dan proses cepat
2. Terdapat layanan jemput bola untuk nasabah membayar angsuran tidak
langsung ke BMT
3. Dalam jaminan sertifikat melibatkan notaris
4. Terdapat cadangan resiko dalam pembiayaan
5. Biaya administrasi tak menggunakan prosentase
b. Kekurangan
Tidak terdapat angsuransi untuk nasabah pembiayaan
C. Perhitungan Angsuran BMT Karisma
Pembiayaan di BMT Karisma menggunakan akad bai bitsaman
aji/murabahah. Sebab mayoritas dari nasabah BMT adalah kalangan pedagang
dan pengusaha sehingga cocok menggunakan akad pembiayaan tersebut.
Perhitungan margin minimal 2,2% bisa lebih tergantung sumber
pendapatan dan hasil survei. Apabila anggota hendak melunasi sebelum jatuh
tempo maka margin dikenakan 2 x margin.
Di BMT Karisma terdapat cadangan resiko dalam pembiayaan walaupun
tidak semua nasabah pembiayaan menggunakan cadangan resiko. Fungsi
cadangan resiko adalah untuk mencadangkan pembiayaan bermasalah.
47
Contoh :
Nasabah A pembiayaan terealisasi sejumlah Rp. 5.000.000,- mengambil
angsuran 2 tahun. Nasabah A mempunyai kewajiban mengangsur setiap
bulan kepada BMT yaitu :
Angsuran pokok :
5 .000.000
= 208.333
24
Basil / mark up :
5.000.000 x 2,2% = 110.000 +
318.333 dibulatkan 320.000
Cadangan resiko dihitung dari
320.000 – 318.333 = 1.667
Maka angsuran yang harus dibayar nasabah A adalah :
208.333 + 318.333 + 1667 = 320.000
D. Analisis Perkembangan Realisasi Pembiayaan
Dari data realisasi pembiayaan tahun 2009 dan 2010 memperlihatkan
bahwa dana pembiayaan bai bitsman ajil/murabahah lebih banyak jika
dibandingkan pembiayaan lain. Sebab banyak nasabah yang mempergunakan
pembiayaan untuk pembelian barang-barang konsumtif seperti sepeda motor
dan jual beli. Perkembangan dari bulan ke bulan cukup baik walaupun terjadi
naik turun tetapi pada bulan April tahun 2009 mengalami peningkatan yang
cukup besar.
48
E. Perkembangan Nasabah Pembiayaan
Jumlah nasabah realisasi pembiayaan di BMT Karisma Magelang
tercatat dalam data sebagai berikut:
Tabel 4.3
Data Anggota Pembiayaan Terealisasi
Keterangan
Tahun 2008
Tahun 2009
Pembiayaan
1.257
1.668
Tabel 4.4
Data Anggota yang Realisasi Pembiayaan pada Tahun 2009
Tahun 2009
Lama
Baru
Persentase
Januari
116
25
21.55%
Februari
94
39
41.49%
Maret
100
31
31.00%
April
103
33
32.04%
Mei
108
28
25.93%
Juni
99
35
35.35%
Juli
105
42
40.00%
Agustus
105
43
40.95%
September
97
43
44.33%
49
Oktober
95
41
43.16%
November
100
39
39.00%
Desember
102
45
44.12%
1.224
444
Sumber : BMT Karisma Cabang Utama Magelang
Respon masyarakat terhadap pembiayaan di BMT Karisma Magelang
terlihat baik. Tercermin dari makin banyak nasabah yang ingin bermitra
dengan BMT Karisma Magelang. Dari bulan ke bulan jumlah anggota
pembiayaan baru semakin meningkat walaupun pada bulan tertentu terjadi
penurunan anggota.
F. Perkembangan Angsuran
BMT Karisma sangat memperhatikan angsuran yang dilakukan oleh
nasabah. Bila terjadi kemacetan langsung ditangani dengan cepat dan
profesional. Cara yang dilakukan BMT Karisma untuk menangani pembiayaan
macet sebagai berikut:
1. Pemberian Surat Peringatan Pertama
Dilakukan oleh BMT apabila nasabah pembiayaan telah tiga bulan
berturut-turut belum membayar angsuran sehingga BMT memberikan
surat peringatan. Surat peringatan pertama berisi pemberitahuan mengenai
nominal tunggakan pokok dan bagi hasil yang harus dibayar sampai bulan
bersangkutan.
2. Pemberian Surat Peringatan Kedua.
50
Dilakukan oleh BMT apabila nasabah pembiayaan telah satu bulan
diberi surat peringatan pertama tidak ada tindakan baik untuk melunasi
pinjaman. Surat peringatan kedua yang harus diberikan kepada nasabah
dan pemberitahuan akan dilakukan penyitaan terhadap barang jaminan,
apabila nasabah tidak mampu melunasi pinjaman.
3. Pembuat Surat Pernyataan
Pihak BMT membuat surat pernyataan yang harus ditanda tangani
oleh nasabah pembiayaan berisi tentang kesanggupan untuk melunasi
pinjamannya, berdasarkan waktu yang disetujui oleh peminjam. Apabila
peminjam tetap tidak bisa untuk melunasi hutangnya maka pihak BMT
berhak untuk mengambil hak dari barang jaminan tersebut, baik diantara
sendiri oleh nasabah atau diambil langsung oleh petugas BMT.
4. Pelaksanaan Eksekusi
Dalam pelaksanaan penyitaan terhadap barang jaminan dilakukan
karena tidak ada tindakan dari nasabah dan tidak sanggup melakukan isi
dari surat pernyataan. Penyitaan dapat dilakukan sesuai dengan jenis
jaminan tersebut. Untuk sertifikat tanah penyelesaian yang dilakukan
menggunakan jasa notaris. Sedangkan untuk BPKB kendaraan bermotor
dilakukan secara langsung disertai hak kuasa menjual yang telah ditanda
tangani oleh pemilik. Selanjutnya pihak BMT melelang barang jaminan
tersebut untuk menutupi hutang. Prosedur penanganan pembiayaan macet
telah dilakukan secara profesional. Sebab angsuran merupakan pendapatan
terbesar dari suatu lembaga keuangan.
51
Tabel 4.5
Angsuran Pembiayaan Bai Bitsman Ajil tahun 2009
Bulan
Bai Bitsaman Ajil/Murabahah
Januari 2009
Rp. 939.454.233,-
Februari
Rp. 643.161.523,-
Maret
Rp. 494.110.568,-
April
Rp. 787.818.195,-
Mei
Rp. 728.767.557,-
Juni
Rp. 866.686.555,-
Juli
Rp. 694.329.787,-
Agustus
Rp. 793.783.511,-
September
Rp. 452.875.526,-
Oktober
Rp. 1.178.181.237,-
November
Rp. 768.928.170,-
Desember
Rp. 763.887.266,-
Total
Rp. 9.111.984.129,-
Januari 2010
Rp. 555.377.143,-
Februari
Rp. 800.024.246,-
Maret
Rp. 903.880.215,-
April
Rp. 534.892.818,-
Mei
Rp. 478.501.514,-
Juni
Rp. 602.929.864,-
Total
Rp. 3.875.555.800,-
52
Dari tabel di atas menggambarkan bahwa kinerja yang dilakukan
BMT cukup baik. Angsuran tertinggi terdapat pada bulan Oktober sebesar
Rp 1.178.181237,-, sedangkan angsuran terendah pada bulan Mei tahun
2010 sebesar Rp 478.501.514,-.
53
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Prosedur pembiayaan pada BMT Karisma Magelang dilakukan dengan
beberapa tahap yaitu:
a.
Mengajukan
permohonaan
pembiayaan
dengan
melengkapi
persyaratan-persyaratan yang ditentukan. Persyaratan yang dipenuhi
nasabah adalah fotocopy identitas diri (KTP, KK dan surat nikah),
fotocopy agunan BPKB dan STNK yang masih berlaku serta
sertifikat tanah, rekening pembayaran listrik dan air, slip gaji
terakhir untuk pegawai negeri dan swasta
b.
Kemudian customer service akan memeriksa dan menyelidiki
keberadan dan keaslian dari berkas-berkas yang ada seperti KTP,
surat jaminan seperti BPKB dan sertifikat tanah. Kemudian berkas
permohonan masuk ke bagian marketing atau account officer untuk
disurvei. Kemudian hasil survei diserahkan ke komite pembiayaan
untuk
mendapatkan
keputusan
atas
pengajuan
pembiayaan,
pembiayaan layak diterima atau ditolak.
c.
Dalam analisis pembiayaan BMT Karisma melakukan analisa
dengan prinsip 5 C yaitu: Character, Capital, Capacity, Condition,
dan Collateral.
53
54
d.
Persiapan realisasi pembiayaan meliputi mengisi dan melengkapi
kolom lembar disposisi, seperti nomor pembiayaan, tanggal
realisasi, tanggal jatuh tempo, jumlah kredit dan besar angsuran.
Membuat perjanjian pembiayaan, kartu angsuran dan slip realisasi
pembiayaan.
e.
Prosedur realisasi pembiayaan yaitu penandatanganan akad
pembiayaan dan penyerahan jaminan ke BMT, pembuatan slip
realisasi pembiayaan, penyerahan kartu angsuran dan slip realisasi
ke bagian teller, teller menyerahkan sejumlah uang dan kartu
angsuran kepada nasabah.
f.
Dalam pelunasan pembiayaan nasabah harus datang ke BMT dan
menemui bagian administrasi pembiayaan untuk mengecek jumlah
pelunasan, kemudian nasabah menyerahkan slip angsuran, kartu
angsuran serta uang ke kasir, kemudian kasir memberi stempel lunas
pada slip angsuran dan kartu angsuran, setelah itu kasir memberikan
slip dan kartu angsuran kepada nasabah.
Pada saat pengembalian jaminan, nasabah harus menyerahkan tanda
bukti jaminan kembali kepada petugas BMT. Tanda bukti jaminan
kembali akan diarsipkan sebagai tanda bahwa barang jaminan sudah
diberikan oleh BMT dan diterima oleh nasabah.
2. Realisasi
pembiayaan
di
BMT
Karisma
memperlihatkan
bahwa
pembiayaan bai bitsaman ajil/ murabahah lebih banyak dibandingkan
55
pembiayaan lain. Sebab mayoritas nasabah berprofesi sebagai pedagang
dan pengusaha. Dalam perkembangan pembiayaan di BMT Karisma
pertumbuhan pembiayaan semakin lama semakin meningkat. Hal ini
membuktikan bahwa kinerja BMT Karisma cukup baik. Respon
masyarakat terhadap pembiayaan di BMT Karisma terlihat baik, terbukti
dengan semakin meningkatnya jumlah nasabah yang mau bermitra dengan
BMT Karisma.
B. Saran
1. Dalam memberikan pembiayaan BMT Karisma harus lebih selektif agar
tidak terjadi pembiayaan macet.
2. Para nasabah yang berprofesi pedagang dan pengusaha kecil diupayakan
pembinaan lebih lanjut dari BMT supaya modal yang digunakan tepat.
56
DAFTAR PUSTAKA
Antonio, Syafi'
i, M, Bank Syariah dari Teori ke Praktek, Gema Insani, Jakarta,
2001
Hosen, Nadratuzzaman, M, Materi Dakwah Ekonomi Syariah, Jakarta, 2008
Nabhan, Faqih, Pengantar Akuntansi Bank Syariah, Salatiga, 2007
Astuti, Yuli, Prosedur Pembiayaam Mudharabah pada BMT Al-Mu'awanah
Bringin, STAIN, Salatiga, 2009
Kasmir, Manajemen perbankan, PT. RAJA Grafindo Persada, Jakarta, 2004
Ridwan, Muhammad, Kunstruksi Bank Syariah Indonesia, Pustaka SM, 2007
Antonio, Muhammad Syafi'
I A. Perwatatmadja Karnaen, Apa dan
Bagaimana Bank Islam, Dana Bhakti Wakaf, Yogyakarta, 2007
57
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
1. Nama
: Retno Hikmah Setyowati
2. Tempat/Tgl Lahir
: Semarang, 21 Maret 1989
3. Jenis Kelamin
: Perempuan
4. Agama
: Islam
5. Alamat
: Krasak Boto RT 01/01 Kec. Bancak
Kab. Semarang
6. Riwayat Pendidikan :
a. TK Wiyata Siwi Bringin 1995
b. SD N II Boto, Lulus Tahun 2001
c. MTS Yajri Payaman, Lulus Tahun 2004
d. MA Yajri Payaman, Lulus Tahun 2007
e. STAIN Salatiga Diploma III Keuangan
Perbankan Islam 2010
58
Fly UP