...

Unduh file PDF ini - Jurnal STIE NOBEL INDONESIA

by user

on
Category: Documents
8

views

Report

Comments

Transcript

Unduh file PDF ini - Jurnal STIE NOBEL INDONESIA
PENGARUH KONSENTRASI KEPEMILIKAN TERHADAP
KINERJA PERUSAHAAN
Andi Wawo*)
Abstract : The objective of this research will test the effect of concentrated
ownership on the company’s performance. Especially, this research will test the
effect of concentated ownership on the company’s performance.
Concentated
ownership is immediated ownership in company. Immediated ownership data are
proportion of biggest shareholder in company. This research samples are public
companies listed on the Indonesian Stock Exchange for the period in 5 years which is in
period of 2003 to 2007 with exception of bank and financial institutions. Hypothesis test
by method which is used by Fang and Wong (2002) with concentrate ownership, while
control variable in this research use market to book ratio, leverage, and fixed effect. The
result research can be summarized as following; Concentrated ownership at
immediate level has a negative effect the company’s performance at cut-off 10%,
20% and 30% but concentrated ownership does not has effect the company’s
performance at level 40% and 50%. This result supported by sensitivity test on cut-off
point 20%, 30%, 40% and 50% are not effect.
Key words: Kinerja perusahaan (company’s performance), Kepemilikan terkonsentrasi
(concentrated ownership)
PENDAHULUAN
Penelitian ini bertujuan untuk
menguji pengaruh konsentrasi kepemilikan
terhadap kinerja perusahaan. Secara
khusus, penelitian ini menguji pengaruh
kepemilikan immediated yang terkonsentrasi
terhadap kinerja perusahaan.
Penelitian
sebelumnya
atas
konsentrasi kepemilikan menunjukkan
bahwa kepemilikan perusahaan di Asia
Timur termasuk Indonesia diketemukan
cenderung terkonsentrasi (Claessens et
al., 2000 dan 2002). Konsentrasi kepemilikan
mengakibatkan konflik kepentingan
(agency problem) berubah dari konflik
pemegang saham dengan managemen
menjadi konflik antara pemegang saham
mayoritas dengan minoritas. Pemegang
saham pengendali atau mayoritas
memiliki insentif untuk melakukan
ekspropriasi terhadap pemegang saham
minoritas. Pemegang saham pengendali
juga memiliki kemampuan untuk
mempengaruhi
proses
pelaporan
keuangan. Oleh karena itu pemegang
saham mayoritas perusahaan dengan
konsentrasi kepemilikan dapat mempengaruhi
kualitas laporan keuangan.
La Porta et al.,. (1999 dan 2002)
menemukan bahwa struktur kepemilikan
yang terkonsentrasi terjadi di negaranegara tingkat corporate governance
yang rendah. Rendahnya tingkat corporate
governance dianggap sebagai faktor
penyebab krisis moneter yang melanda
kawasan Asia Timur pada tahun 19971999 termasuk Indonesia. Krisis ini di
Indonesia berkembang menjadi krisis
multidimensi yang berkepanjangan
disebabkan antara lain karena bayak
perusahaan
belum
melaksanakan
corporate governance secara konsisiten.
Oleh karena itu, Pemerintah
Indonesia pada tahun 1999 membetuk
Komite Nasional Kebijakan Governance
(KNKG) sebagai upaya untuk meningkatkan
tingkat corporate governance. Komite
ini telah mengeluarkan pedoman umum
good corporate governance pada tahun
2006. Tujuan good corporate governance antara
lain untuk meningkatkan pengelolaan
perusahaan berdasarkan asas transparansi,
158
akuntabilitas, responsibilitas, independensi serta
kewajaran dan kesetaraan, mendorong
pemberdayaan fungsi dan kemandirian
masing-masing organ perusahaan yaitu
dewan komisaris, direksi, dan rapat
umum
pemegang
saham,
dan
mengoptimalkan nilai perusahaan bagi
pemegang
saham
dengan
tetap
memperhatikan kepentingan pemangku
kepentingan yang lain (KNKG 2006).
Selain itu pelaksanaan corporate
governance diharapkan dapat meningkatkan
kualitas laporan keuangan yang pada
akhirnya dapat meningkatkan daya
informasi akuntansi. Kualitas laporan
keuangan dapat diukur dari reaksi pasar
atas pengumuman laporan keuangan.
Laporan keuangan sebagai produk
informasi yang dihasilkan perusahaan,
tidak terlepas dari proses penyusunannya. Proses
penyusunan laporan ini melibatkan
pihak pengurus dalam pengelolaan
perusahaan, di antaranya adalah pihak
manajemen, dewan komisaris, dan pemegang
saham. Kebijakan dan keputusan yang
diambil oleh mereka dalam rangka
proses penyusunan laporan keuangan
akan menentukan kualitas laporan
keuangan. Laporan keuangan yang
berkualitas memiliki kemampuan untuk
memberikan informasi kepada pasar
yang berarti laporan keuangan memiliki
daya informasi. Daya informasi ini diduga
dipengaruhi oleh faktor pemegang saham dan
struktur corporate governance dalam hal
ini komposisi dewan komisaris dan
komite audit. Selain itu keberadaan
pemegang saham mayoritas juga diduga
mampu mempengaruhi kebijakan dan
keputusan yang diambil oleh dewan
komisaris dan komite audit.
Beberapa penelitian tentang
kepemilikan menemukan hubungan
antara struktur kepemilikan dengan daya
informasi akuntansi di beberapa negara,
seperti Warfield et al., (1995), dan Fan
dan Wong (2002) di 7 negara Asia
Timur.
Penelitian terdahulu tentang konsentrasi
kepemilikan masih difokuskan pada nilai
perusahaan dan earnings management.
Sedangkan penelitian tentang pengaruh
corporate governance terhadap daya
informasi akuntansi tidak menggunakan
variable
konsentrasi
kepemilikan
melainkan struktur kepemilikan. Oleh
karena itu penelitian ini akan menguji
pengaruh konsentrasi kepemilikan pada
tingkat immediate terhadap kinerja
perusahaan.
Telaah Literatur dan Pengembangan
Hipotesis
Konsentrasi kepemilikan
Sebelum riset yang dilakukan
oleh La Porta et al., (1999), masih sedikit
bukti sistematis yang menunjukkan pola
kepemilikan perusahaan publik. La Porta
et al., (1999) merupakan peneliti yang
pertama
menginvestigasi
struktur
kepemilikan dengan konsep kepemilikan
ultimat. Mereka mengkaji struktur
kepemilikan 691 perusahaan publik di 27
negara dari benua Asia, Eropa, Amerika, dan
Australia yang ekonominya dianggap
pesat. Hal yang sama diikuti oleh
Claessens et al., (2000) serta Faccio dan
Lang (2002). Claessens et al., (2000)
mengevaluasi struktur kepemilikan
2.980 perusahaan publik di 9 negara
Asia, termasuk 178 perusahaan publik
Indonesia. Faccio dan Lang (2002)
mengkaji struktur kepemilikan 5.232
perusahaan publik di 13 negara Eropa.
Dengan konsep kepemilikan ultimat,
ketiga penelitian tersebut berhasil
menunjukkan
bahwa
kepemilikan
perusahaan publik di hampir semua
negara adalah terkonsentrasi, kecuali di
Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang.
Baik La Porta et al., (1999), maupun
Claessens et al., (2000) serta Faccio dan
Lang (2002) menunjukkan bahwa terjadi
konsentrasi kepemilikan perusahaan
publik di hampir semua negara yang
159
dijadikan sampel, yaitu Asia, Eropa,
Amerika, dan Australia.
Penelitian tentang hubungan
antara konsentrasi kepemilikan dengan
kinerja perusahaan menemukan hubungan yang
positif. Pivovarsky (2001), Gorriz dan
Fumas (1996) dan McConaughy et al.,
(2001) Sedangkan Clark dan Wójcik
(2005) menunjukkan hubungan negatif
yang signifikan secara statistik antara
konsentrasi kepemilikan dengan stock
market return. Guedhami dan Mishra
(2007) melakukan penelitian untuk
menguji hubungan antara konsentrasi
kepemilikan dengan biaya modal pada
perusahaan yang menunjukkan bukti
kuat bahwa biaya modal meningkat atas
perbedaan pengendalian (hak kontrol
lebih besar dari hak aliran kas pada
kepemilikan ultimate).
Penelitian tentang hubungan
antara corporate governance dan konsentrasi
kepemilikan dilakukan oleh Bozec dan
Bozec (2007) yang menunjukkan adanya
hubungan negatif antara konsentrasi
kepemilikan dengan praktek corporate
governance perusahaan.
Du dan Dai (2005) menguji
hubungan antara corporate leverage
dengan struktur kepemilikan ultimat
perusahaan khususnya pemisahaan cash
flow rights dan control rights yang
menunjukkan bahwa pemegang saham
pengendali dengan kepemilikan saham
yang relatif kecil cenderung untuk
meningkatkan leverage out dengan
meningkatkan external finance berupa
hutang tanpa mendilusi dominasi
kepemilikan mereka. Sedangkan perusahaan
dengan konsentrasi kepemilkan yang
besar akan memilih pendanaan modal.
Ding et al., (2007) menunjukkan bahwa
praktek earnings management dipengaruhi oleh
konsentrasi kepemilikan.
Penelitian konsentrasi kepemilikan
dengan daya informasi laba dilakukan
oleh Fan dan Wong (2002) yang menemukan
bahwa konsentrasi kepemilikan pada
voting right berpengaruh negatif terhadap daya
informasi laba.
Penelitian konsentrasi kepemilikan juga
telah banyak dilakukan di Indonesia
salah satunya dilakukan oleh Siregar
(2007). Siregar menunjukkan bahwa
cash flow right berpengaruh positif
terhadap dividen dan control right
berpengaruh negatif terhadap dividen.
Sedangkan cash flow right leverage
dengan variabel moderasi keterlibatan
pemegang saham pengendali dalam
managemen menunjukkan pengaruh
yang negatif. Hal ini menunjukkan
bahwa keterlibatan pemegang saham
pengendali dalam managemen akan
meningkatkan konfilik antara pemegang
saham pengendali dengan pemegang
saham minoritas.
Selain itu penelitian corporate
governance juga memberikan bukti
tentang pengaruh kepemilikan langsung
terhadap perusahaan. Struktur kepemilikan
managerial dan institusional dalam
penelitian corporate governance merupakan
kepemilikan langsung. Midiastuty et al.,
(2003) menemukan hubungan negatif
antara kepemilikan managerial dan
institusional dengan managemen laba.
Rahmawati et al., (2007) menunjukkan
bahwa kepemilikan managerial dan
institusional tidak berpengaruh terhadap
kualitas laba tetapi berpengaruh terhadap
nilai perusahaan. Sedangkan Petra
(2002) menemukan bahwa kepemilikan
managerial berhubungan positif dengan
daya informasi laba sedangkan kepemilikan
institusional
berhubungan
negatif
dengan daya informasi laba. Hal ini
disebabkan karena kepemilikan managerial akan
mengharuskan pengungkapan sukarela
yang banyak sehingga menghilangkan
pengaruh earnings surprises.
Kinerja Perusahaan
Kinerja perusahaan dapat diukur
dengan beberapa cara, salah satunya
dengan melihat laba disajikan dalam
laporan keuangan. Menurut Naimah,
160
Zahroh dan Siddharta Utama, (2006)
nilai buku ekuitas dan laba akuntansi
memiliki hubungan positif yang
signifikan terhadap harga saham. Hal
tersebut memberikan bukti bahwa laba
akuntansi memiliki value relevant untuk
menilai kinerja sebuah perusahaan. Oleh
karena itu, penelitian ini menggunakan laba
akuntansi atau laba bersih untuk
mengukur kinerja perusahaan.
Pengembangan Hipotesis
Pengaruh Konsentrasi Kepemilikan
Terhadap Kinerja.
Pengaruh kepemilikan langsung
terhadap nilai perusahaan dibangun
berdasarkan argumen negative entrenchment
effect (NEE). Berdasarkan argumen ini,
konsentrasi hak kontrol berpengaruh
negatif terhadap daya informasi laba.
Pengaruh negatif konsentrasi kontrol
terhadap daya informasi laba sesuai
dengan pernyataan bahwa pemegang
saham besar hampir sepenuhnya dapat
mengendalikan
perusahaan
untuk
memperoleh manfaat privat atas kontrol
terhadap pemegang saham minoritas,
Siregar (2007).
Claessens et al., (2000) menemukan
bahwa semakin besar hak kontrol,
semakin rendah nilai perusahaan. Hal
yang sama juga ditemukan oleh La Porta
et al., (2002) bahwa semakin tinggi
konsentrasi kepemilikan maka akan
semakin rendah nilai perusahaan. Rendahnya
nilai perusahaan menunjukkan bahwa
laporan keuangan tidak dipercaya
sepenuhnya oleh investor pada perusahaan
dengan kepemilikan yang terkonsentrasi.
Sedangkan Midiastuty et al., (2003)
menemukan bahwa kepemilikan managerial dan
institusional
berhubungan
negatif
dengan managemen laba. Rahmawati et
al., (2007) menemukan kepemilikan
managerial dan institusional tidak
berpengaruh terhadap kualitas laba.
Petra et al., (2002) menemukan hal yang
lain
yang
menunjukkan
bahwa
kepemilikan managerial berhungan
positif dengan daya informasi laba
sedangkan kepemilikan institusional
berhungan
negatif
dengan
daya
informasi laba.
Berdasarkan uraian di atas maka
hipotesisi
yang
diajukan
dalam
penelitian ini adalah:
H1 : Konsentrasi Kepemilikan Langsung
(Immediate Ownership) pada
Tingkat Tertentu Berpengaruh
terhadap kinerja perusahaan
METODOLOGI PENELITIAN
Sampel dan Data
Sampel penelitian ini adalah
perusahaan publik yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk
periode 5 (lima) tahun, yaitu tahun 2003–
2007 kecuali perusahaan keuangan. Klasifikasi
data pokok dalam penelitian ini yaitu
data
struktur
kepemilikan,
data
akuntansi, dan data pasar.
Pengujian Hipotesis
Model yang digunakan untuk
menguji hipotesis dalam penelitian ini
adalah model regresi sederhana (OLS)
sebagai berikut:
NI = α0 + α1 Qit + α2 LEVit + α3 IOit
+ uit 1……
Keterangan:
NI:
Laba bersih dibagi dengan nilai
pasar ekuitas
Q:
Market to Book Ratio
Lev: Leverage
IO:
Konsentrasi Kepemilikan
(Immediated Ownership)
Definisi operasional
Variabel Dependen
Variabel dependen dalam penelitian ini
adalah kinerja perusahaan. Untuk
mengukur kinerja perusahaan maka
digunakan laba bersih perusahaan.
161
Variabel Independen
Konsentrasi kepemilikan dalam
penelitian ini digunakan kepemilikan
immediate dengan pisah batas 10%.
Pisah batas ini sesuai dengan yang
digunakan oleh Siregar (2007).
Variabel Kontrol
Penelitian ini menggunakan tiga
variabel kontrol yaitu market to book
ratio, leverage dan fixed effects. Market
to Book Ratio diukur dari nilai pasar
ekuitas dibagi dengan nilai buku total
asset pada awal tahun t. Leverage
merupakan total kewajiban dibagi total
asset pada awal tahun t digunakan
sebagai
variable
kontrol
untuk
mengontrol faktor risiko yang dihadapi
perusahaan. Fixed effects dalam penelitian ini
merupakan dummy tahun dengan tahun
2007 sebagai tahun dasar.
HASIL
PENELITIAN
PEMBAHASAN
DAN
Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif pada penelitian ini
memberikan informasi tentang karakteristik
variabel yang menjadi fokus penelitian
meliputi nilai minimum, maksimum,
rata-rata dan deviasi standar. Statistik
deskriptif digambarkan pada tabel 1
sebagai berikut:
Tabel 1 Statistik Deskriptif
Variabel
NI
Q
LEV
IO
N
992
992
992
992
Minimum
-31,4593
0,0002
0,0000
0,1017
Maksimum
392,6572
13,2993
5,1600
0,9795
Tabel 1 di atas memperlihatkan
nilai terendah dari Cummulative
Abnormal Return (CAR) perusahaan
negatif yang menandakan adanya
perusahaan yang harga sahamnya turun.
Kepemilikan immediate (IO) menunjukkan
bahwa kepemilikan perusahaan di
Indonesia cenderung terkonsentrasi
dengan nilai rata-rata 48,80%
Mean
0,5543
0,5916
0,5899
0,4880
Deviasi standar
12,6390
0,9723
0,4219
0,1973
Pengujian Hipotesis dan Analisis
Pengujian
Pengujian hipotesis dilakukan
dengan menggunakan analisis regresi.
Pengujian
ini
bertujuan
untuk
mengetahui tingkat signifikansi statistis
masing-masing variabel independen dan
variabel moderasi. Ringkasan hasil
pengujian regresi dapat dilihat pada
tabel 2.
Tabel 2. Hasil Pengujian Hipotesis
Variabel
Variabel dependen : NI
(Constant)
Q
Lev
IO
Hasil
Koefisien (t stat)
0,076 (2,348)
0,085 (0,716)
-0,014 (-0,670)
-0,047 (-2,415)**
*** signifikan 10%, ** signifikan 5% dan * signifikan 1%
Hasil pada tabel 4.2 menunjukkan
koefisien α6 singifikan secara statistis
pada alfa 5% dengan nilai t 2,415 dan
signifikansi 0,047. Dengan bukti empiris
162
ini, maka dapat dikatakan bahwa
hipotesis 1 didukung.
Berdasarkan hasil pengujian
hipotesis yang menujukkan bahwa
hipotesis 1 terdukung dengan tanda
negatif. Hasil ini mengindikasikan
bahwa
konsentrasi
kepemilikan
immediate sampai pada tingkat 10%
dapat menurunkan kinerja perusahaan.
Pemegang saham mayoritas dapat
melakukan aksploitasi untuk mempengaruhi laba
perusahaan. Temuan ini mendukung
hasil penelitian Clark dan Wójcik (2005)
dan Fan dan Wong (2002). Seorang
pemegang saham yang hanya memiliki
saham 10% persen pada sebuah
perusahaan
lebih
mengutamakan
cashflow right dibandingkan dengan
voting right atau pengembalian investasi
dibandingkan dengan hak pengendalian
atas perusahaan. Untuk memperoleh
pengembalian investasi mereka maka
mereka akan berusaha mengksploitasi
perusahaan
untuk
memperoleh
pengembalian investasi yang lebih besar
sehingga bisa menurunkan kinerja
perusahaan. Pemegang saham akan
berusaha mengambil aset perusahaan
secara tidak legal seperti melakukan
transfer pricing.
Sensitifitas Pisah Batas Konsentrasi
Kepemilikan
Untuk
mengetahui
apakah
tingkat
pisah
batas
konsentrasi
kepemilikan yang berbeda dan lebih
besar sensitif terhadap hasil estimasi,
maka peneliti mencoba pisah batas hak
kontrol lain, yaitu 20%, 30%, 40%, dan
50%. Hal ini sejalan dengan pandangan
beberapa peneliti, misalnya Claessens et
al. (2000 dan 2002), La Porta et al.
(2002), dan Siregar (2007). Tabel 4.3
menunjukkan hasil pengujian untuk
tingkat konsentrasi kepemilikan 20%,
30%, 40% dan 50%.
Tabel 3 Hasil pengujian sinsitiftas pisah batas konsentrasi kepemilikan
Model 2
Hipotesis
H1
(α6)
Pisah batas
20%
30%
40%
50%
α1
0,080*
0,068**
0,027
0,001
α2
0,018
0,042
0,028
-0,015
α3
-0,004
-0,004
0,003
-0,001
α6
-0,127*
-0,107**
-0,047
8,540
F
3,628*
3,109*
3,191*
1,957
R2
3,1%
3,1%
3,8%
2,7%
N
906
777
647
504
Temuan
Didukung*
Didukung**
Tidak didukung
Tidak didukung
*** signifikan 10%, ** signifikan 5% dan * signifikan 1%
Tabel 3 menunjukkan bahwa
konsentrasi kepemilikan sensitif dalam
pengujian pada pisah batas konsentrasi
kepemilikan. Konsentrasi kepemilikan
hanya berpengaruh sampai pada tingkat
30% tetapi pada tingkat 40% dan 50%
konsentrasi kepemilikan tidak berpengaruh. Hal
ini menunjukkan bahwa kepemilikan
sampai pada tingkat 30% belum
menunjukkan adanya pemilik yang akan
mengendalikan
perusahaan
secara
mutlak sehingga pemilik yang ada akan
berusaha untuk mengeksploitas perusahaan
untuk memperoleh keuntungan bagi
mereka. Pemegang saham lebih mengejar
cashflow right dibandingkan dengan
voting right. Akan tetapi pada tingkat
konsentrasi 40% dan 50% pemilik
perusahaan akan cenderung mengejar
voting right dan tidak lagi mengejar
dividen semata-mata melainkan untuk
kepentingan strategis, baik untuk
menguasai sumber bahan baku dan
distribusi atau untuk memperbesar
kapasitas perusaahan saja.
163
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Penelitian ini bertujuan untuk
menguji pengaruh konsentrasi kepemilikan.
Secara khusus penelitian ini bertujuan
menguji pengaruh kepemilikan yang
terkonsentrasi pada tingkat immediate
terhadap daya informasi akuntansi (daya
informasi laba). Hasil penelitian dapat
diringkas sebagai berikut, Konsentrasi
kepemilikan pada tingkat immediate
(langsung) berpengaruh negatif terhadap
daya informasi laba pada pisah batas
10%, 20% dan 30% sedangkan pada
pisah batas 40% dan 50% konsentrasi
kepemilikan
immediate
tidak
berpengaruh terhadap daya informasi
akuntansi.
the German Model: The
Negative Relationship Between
Ownership
Concentration
and Stock Market Returns,
1997-2001. Economic Geography
Vol. 81 No. 1. pp. 11 – 29.
Ding, Y., Hua Zhang and Junxi Zhang.
2007. Private vs State
Ownership and Earnings
Management: evidence from
Chinese listed companies.
Corporate
Governance.
Vol.15 No. 2. pp. 223–238.
Du, Julan and Yi Dai. 2005. Ultimate
Corporate Ownership Structures
and
Capital
Structures:
evidence from East Asian
economies. Corporate Governance.
Vol.13 No.1. pp. 60 – 71.
DAFTAR PUSTAKA
Bozec. Yves and Richard Bozec. 2007.
Ownership
Concentration
and Corporate Governance
Practices: Substitution or
Expropriation Effects?. Canadian
Journal of Administrative
Sciences. Vol. 24. No. 3. pp.
182-1990.
Claessens, S., S. Djankov, and L. H. P.
Lang, 2000, The separation
of ownership and control in
East Asian corporations,
Journal
of
Financial
Economics, 58, pp. 81-112
Claessens, S., S. Djankov, J.P.H. Fan,
and L.H.P. Lang, 2002,
Disentangling the incentive
and entrenchment effects of
large shareholdings, Journal
of Finance, vol. 57, no. 6,
December, pp. 2741-2771.
Clark, Gordon L and Dariusz Wójcik
2005. Financial Valuation of
Faccio, Mara dan Lang, Larry H.P. 2002.
The Ultimate Ownership of
Western European Corporations.
Journal of Financial Economics.
Vol. 65: 365-395.
Fan, Joseph P.H., and T.J. Wong, 2002,
Corporate Ownership Structure
and the Informativeness of
Accounting Earnings in East
Asia, Journal of Accounting
and Economics 33, pp. 401425.
Gorriz, C. Galve and Vicente Salas
Fumas 1996. Ownership
Structure and Firm Performance:
Some Empirical Evidence
from Spain. Managerial and
Decision Economics, Vol.
17, No. 6, pp. 575-586
Guedhami, Omrane and Dev Mishra.
2007. Excess control, Corporate
Governance, and Implied
Cost of Equity: International
Evidence. Working paper.
164
www.ssrn.com.
download 22
2008.
Tanggal
September
Komite Nasional Kebijakan Governance. 2006.
Pedoman Good Corporate
Governance Indonesia. Jakarta
nilai buku ekuitas: Studi
pada perusahaan manufaktur
di BEJ’, Simposium Nasional
Akuntansi ke -9, Padang.
Perta,
La Porta, Rafael and Lopez-De Silanez.
1999. Corporate Ownership
around the word. Journal of
Finance 54, pp. 471-518.
La Porta, Rafael, Lopez-de-Silanes,
Florencio, Shleifer, Andrei,
dan Vishny, Robert (2002).
“Investor Protection and
Corporate
Valuation.”
Journal of Finance. Vol. 57,
No. 3: 3-27. pp. 1147-1170
Mcconaughy, Daniel L, Charles H Matthews and
Anne S Fialko. 2001. Founding
family controlled firms:
performance, risk, and value
Journal of small business
management. Vol. 39 No.1,
pp. 31 – 49.
Midiastuty dan Mas’ud Machfoedz.
2003. Analisis Hubungan
Mekanisme
Corporate
Governance Dan Indikasi
Manajemen Laba. Simposium
Nasional Akuntansi (SNA)
VI Surabaya.
Naimah, Zahroh dan Siddharta Utama,
2006, ‘Pengaruh ukuran
perusahaan, pertumbuhan,
dan profitabilitas perusahaan
terhadap koefisien respon
laba dan koefisien respon
S.T. 2002. The Effects
Governance Strukture and
Ownership Structure on The
Informativeness of Earnings.
Disertasi, The State University of
New Jersey. Tanggal download 25
September 2008.
Pivovarsky, A. 2001. How Does Privatization
Work? Ownership Concentration
and Enterprise Performance
in Ukraine. IMF Working
Paper. Tanggal download 11
Agustus 2008.
Rachmawati A. dan Hanung Triatmoko.
2007. Analisis Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Kualitas
Laba Dan Nilai Perusahaan.
Simposium Nasional Akuntansi
(SNA) X Makassar.
Siregar,
Baldric. 2007. Pengaruh
Pemisahan Hak Aliran Kas
dan Hak Kontrol Terhadap
Dividen. Simposium Nasional
Akuntansi (SNA) X Makassar
Warfield, T., Wild, J.J., Wild, K., 1995.
Managerial ownership, accounting
choices, and informativeness
of earnings. Journal of
Accounting and Economics
20.
*) Penulis adalah Jurusan Akuntansi
UIN Alauddin Makassar
([email protected])
165
Fly UP