...

Bintoro-Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan

by user

on
Category: Documents
11

views

Report

Comments

Transcript

Bintoro-Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Penulis
Editor Materi
Editor Bahasa
Ilustrasi Sampul
Desain & Ilustrasi Buku
: BINTORO
: ISMANTO SETYOBUDI
:
:
: PPPPTK BOE MALANG
Hak Cipta © 2013, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan
MILIK NEGARA
TIDAK DIPERDAGANGKAN
Semua hak cipta dilindungi undang-undang.
Dilarang memperbanyak (mereproduksi), mendistribusikan, atau memindahkan
sebagian atau seluruh isi buku teks dalam bentuk apapun atau dengan cara
apapun, termasuk fotokopi, rekaman, atau melalui metode (media) elektronik atau
mekanis lainnya, tanpa izin tertulis dari penerbit, kecuali dalam kasus lain, seperti
diwujudkan dalam kutipan singkat atau tinjauan penulisan ilmiah dan penggunaan
non-komersial tertentu lainnya diizinkan oleh perundangan hak cipta. Penggunaan
untuk komersial harus mendapat izin tertulis dari Penerbit.
Hak publikasi dan penerbitan dari seluruh isi buku teks dipegang oleh Kementerian
Pendidikan & Kebudayaan.
Untuk permohonan izin dapat ditujukan kepada Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan, melalui alamat berikut ini:
Pusat Pengembangan & Pemberdayaan Pendidik & Tenaga Kependidikan Bidang
Otomotif & Elektronika:
Jl. Teluk Mandar, Arjosari Tromol Pos 5, Malang 65102, Telp. (0341) 491239, (0341) 495849,
Fax. (0341) 491342, Surel: [email protected], Laman: www.vedcmalang.com
ii |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
DISKLAIMER (DISCLAIMER)
Penerbit tidak menjamin kebenaran dan keakuratan isi/informasi yang tertulis di
dalam buku tek ini. Kebenaran dan keakuratan isi/informasi merupakan tanggung
jawab dan wewenang dari penulis.
Penerbit tidak bertanggung jawab dan tidak melayani terhadap semua komentar
apapun yang ada didalam buku teks ini. Setiap komentar yang tercantum untuk
tujuan perbaikan isi adalah tanggung jawab dari masing-masing penulis.
Setiap kutipan yang ada di dalam buku teks akan dicantumkan sumbernya dan
penerbit tidak bertanggung jawab terhadap isi dari kutipan tersebut. Kebenaran
keakuratan isi kutipan tetap menjadi tanggung jawab dan hak diberikan pada
penulis dan pemilik asli. Penulis bertanggung jawab penuh terhadap setiap
perawatan (perbaikan) dalam menyusun informasi dan bahan dalam buku teks ini.
Penerbit tidak bertanggung jawab atas kerugian, kerusakan atau ketidaknyamanan
yang disebabkan sebagai akibat dari ketidakjelasan, ketidaktepatan atau
kesalahan didalam menyusun makna kalimat didalam buku teks ini.
Kewenangan Penerbit hanya sebatas memindahkan atau menerbitkan
mempublikasi, mencetak, memegang dan memproses data sesuai dengan
undang-undang yang berkaitan dengan perlindungan data.
Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Teknik Kendaraan Ringan, Edisi Pertama 2013
Kementerian Pendidikan & Kebudayaan
Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik & Tenaga Kependidikan, th.
2013: Jakarta
| iii
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
KATA PENGANTAR
Penerapan kurikulum 2013 mengacu pada paradigma belajar kurikulum abad 21
menyebabkan terjadinya perubahan, yakni dari pengajaran (teaching) menjadi
pembelajaran (learning), dari pembelajaran yang berpusat kepada guru
(teachers-centered) menjadi pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik
(student-centered), dari pembelajaran pasif (pasive learning) ke cara belajar
peserta didik aktif (active learning-CBSA) atau Student Active Learning-SAL.
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas tersusunnya
buku teks ini, dengan harapan dapat digunakan sebagai buku teks untuk siswa
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bidang Studi Keahlian Teknologi Dan
Rekayasa, Teknik Otomotif.
Buku teks ″Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan″ ini disusun berdasarkan
tuntutan paradigma pengajaran dan pembelajaran kurikulum 2013 diselaraskan
berdasarkan pendekatan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan
belajar kurikulum abad 21, yaitu pendekatan model pembelajaran berbasis
peningkatan keterampilan proses sains.
Penyajian buku teks untuk Mata Pelajaran ″Pemeliharaan Mesin Kendaraan
Ringan″ ini disusun dengan tujuan agar supaya peserta didik dapat melakukan
proses pencarian pengetahuan berkenaan dengan materi pelajaran melalui
berbagai aktivitas proses sains sebagaimana dilakukan oleh para ilmuwan dalam
melakukan penyelidikan ilmiah (penerapan saintifik), dengan demikian peserta
didik diarahkan untuk menemukan sendiri berbagai fakta, membangun konsep,
dan nilai-nilai baru secara mandiri.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan, dan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan
Tenaga Kependidikan menyampaikan terima kasih, sekaligus saran kritik demi
kesempurnaan buku teks ini dan penghargaan kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam membantu terselesaikannya buku teks Siswa untuk Mata
Pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan XI/Semester 1 Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK).
Jakarta, 12 Desember 2013
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Prof. Dr. Mohammad Nuh, DEA
iv |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
DAFTAR ISI
Halaman
Hak Cipta & Disklaimer
ii
Kata Pengantar
iv
Daftar Isi
v
Peta Kedudukan Bahan Ajar (Buku)
vii
Glosarium
viii
I.
II.
PENDAHULUAN
a. Deskripsi
1
b. Prasyarat
2
c.
2
Perhatian Penggunaan
d. Tujuan Akhir
3
e. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
3
f.
5
Cek Kemampuan Awal
PEMBELAJARAN
A.
B.
Kegiatan Belajar 1
7
1. Tujuan Pembelajaran
7
2. Uraian materi
7
3. Rangkuman
41
4. Tugas
42
5. Ulangan/Tes
42
6. Lembar Kerja 1
43
Kegiatan Belajar 2
61
1. Tujuan Pembelajaran
61
2. Uraian materi
61
3. Rangkuman
72
4. Tugas
74
5. Ulangan/Tes
74
6. Lembar Kerja 2
75
v|
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
C. Kegiatan Belajar 3
1. Tujuan Pembelajaran
85
2. Uraian materi
85
3. Rangkuman
112
4. Tugas
113
5. Ulangan/Tes
113
6. Lembar Kerja 3
114
D. Kegiatan Belajar 4
140
E.
1. Tujuan Pembelajaran
140
2. Uraian materi
140
3. Rangkuman
160
4. Tugas
160
5. Ulangan/Tes
161
6. Lembar Kerja 4
161
Kegiatan Belajar 5
182
1. Tujuan Pembelajaran
182
2. Uraian materi
182
3. Rangkuman
194
4. Tugas
195
5. Ulangan/Tes
195
6. Lembar Kerja 5
196
III. DAFTAR PUSTAKA
vi |
85
229
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
PETA KEDUDUKAN BAHAN AJAR (BUKU)
BIDANG KEAHLIAN
: TEKNOLOGI DAN REKAYASA
PROGRAM KEAHLIAN : TEKNIK OTOMOTIF
PAKET KEAHLIAN
KELAS
: TEKNIK KENDARAAN RINGAN
SEMESTER
BAHAN AJAR (BUKU)
2
Pemeliharaan Mesin
Kendaraan Ringan 4
Pemeliharaan Sasis
dan Pemindah
Tenaga 4
Pemeliharaan
Kelistrikan
Kendaraan Ringan 4
1
Pemeliharaan Mesin
Kendaraan Ringan 3
Pemeliharaan Sasis
dan Pemindah
Tenaga 3
Pemeliharaan
Kelistrikan
Kendaraan Ringan 3
2
Pemeliharaan Mesin
Kendaraan Ringan 2
Pemeliharaan Sasis
dan Pemindah
Tenaga 2
Pemeliharaan
Kelistrikan
Kendaraan Ringan 2
1
Pemeliharaan Mesin
Kendaraan Ringan 1
Pemeliharaan Sasis
dan Pemindah
Tenaga 1
Pemeliharaan
Kelistrikan
Kendaraan Ringan 1
2
Teknologi Dasar
Otomotif2
Pekerjaan Dasar
Teknik Otomotif 2
Teknik Listrik Dasar
Otomotif 2
1
Teknologi Dasar
Otomotif1
XII
XI
X
Pekerjaan Dasar
Teknik Otomotif 1
Teknik Listrik Dasar
Otomotif 1
vii |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
GLOSARIUM
Servis berkala adalah istilah yang sama pengertiannya dengan Perawatan
Berkala atau Pemeliharaan Berkala. Untuk servis besar pada motor
(engine) biasanya orang menyebut Tune-up Motor.
Motor adalah terjemahan dari Engine (bahasa Inggris). Sebenarnya istilah
lengkapnya adalah Motor Bakar. Atau umumnya orang menyebut Mesin.
Jadi : motor = mesin = engine
Penyangga tripot adalah penyangga tetap berkaki tiga yang digunakan untuk
mengangkat kendaraan.
SOP ( Standard Operation Procedure ) adalah standar dari langkah-langkah atau
prosedur pelaksanaan pekerjaan.
Udara tekan adalah udara bertekanan yang dihasilkan dari kompresor udara. Di
bengkel kendaraan biasanya digunakan untuk menyemprot komponen
(untuk membersihkan atau mengeringkan), untuk
Pelumasan campur adalah sistem pelumasan yang digunakan pada motor 2 tak,
dimana bahan bakar (bensin) bercampur dulu dengan oli sebelum
masuk ke dalam silinder untuk melumasi silinder dan mekanisme
engkol. Pencampuran bensin dan oli ada yang manual yaitu bensin
dicampur dengan oli di dalam tangki bensin (contoh Vespa model lama)
dan ada yang otomatis, bensin dan oli memiliki tempat sendiri. Pada
pelumasan campur, kandungan oli adalah 2 s.d 4 %.
Oli “multigrade” adalah oli yang telah diberi bahan aditif yang dapat
meningkatkan kemampuan oli untuk tidak cepat encer bila suhunya naik
dan tidak cepat beku pada temperatur rendah. Contoh : Mesran super
SAE 20W-50
Sistem pendinginan udara adalah sistem pendinginan pada motor dimana media
pendinginannya adalah udara. Jika media pendingin yang digunakan air,
disebut sistem pendinginan air.
Angka 0,9 atau 90 pada tutup radiator artinya 0,9 bar = 90 kpa (tekanan teknik).
Maksudnya katup tekan/lepas pada tutup radiator terbuka setelah ada
tekanan air radiator lebih dari 0,9 bar diatas tekanan atmosfir.
viii |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Termostat adalah komponen sistem pendinginan air yang dipasang antara motor
dan radiator, yang berfungsi untuk mempercepat temperatur motor
menjadi panas dan untuk mempertahankan temperatur kerja motor
menjadi konstan sekitar 85 derajat Celcius.
Sistem pengapian baterai konvensional adalah sistem pengapian dengan sumber
tegangan baterai yang masih menggunakan kontak pemutus dan tanpa
komponen elektronis.
Kontak pemutus adalah komponen pengapian baterai konvensional yang
biasanya di bengkel disebut platina.
Generator adalah komponen listrik yang dapat menghasilkan arus listrik apabila
diputar. Atau, generator mengubah energi mekanis menjadi energi
listrik.
Sirkuit primer sistem pengapian adalah rangkaian pada sistem pengapian yang
dihubungkan dengan sumber tegangan / baterai.
Sirkuit sekunder sistem pengapian adalah rangkaian tegangan tinggi pada sistem
pengapian mulai dari terminal tegangan tinggi koil, rotor distributor,
kabel busi dan busi.
Tegangan induksi adalah tegangan yang dibangkitkan karena adanya perubahan
kemagnetan. Induksi diri terjadi pada rangkaian yang ada sumber
tegangannya.
Tahanan ballast adalah tahanan listrik sekitar 1,5 Ohm yang dirangkai seri
dengan koil yang memiliki tahanan primer 1,5 Ohm. Tahanan ballast
perlu dirangkai sehingga besar arus primer maksimum tidak melebihi 4
Amper.
Rangkaian penambahan start adalah rangkaian primer tambahan yang berfungsi
hanya saat start, sehingga motor mudah hidup saat start.
Beban motor adalah beban kerja motor yang ditentukan oleh posisi buka katup
gas karburator. Beban rendah adalah saat katup gas tertutup atau
sedikit terbuka, beban penuh atau maksimum adalah saat katup gas
terbuka penuh.
Advans sentrifugal dan advans vakum adalah perlengkapan komponen yang
terpasang pada distributor yang berfungsi untuk memajukan saat
pengapian berdasarkan putaran motor (advans sentrifugal) dan
berdasarkan beban motor (advans vakum).
ix |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Sistem pengaliran bahan bakar bensin adalah sistem yang berfungsi untuk
mengalirkan bahan bakar bensin dari tangki ke ruang pelampung dalam
karburator.
Karburator adalah komponen yang berfungsi untuk mencampur bahan bakar
bensin dan udara sesuai dengan kebutuhan motor (Engine).
Venturi adalah saluran yang luas penampangnya diperkecil, sehingga aliran
fluida/udara ditempat tersebut kecepatannya meningkat, akibatnya
tekanan menurun. Terdapat karburator yang venturinya tetap/tidak
berubah dan venturi
variabel, yaitu venturi yang besarnya dapat
berubah-ubah.
PCV atau Positive Crancase Ventilation adalah sistem ventilasi karter, yaitu
sistem yang dibuat agar gas yang bocor dan masuk ke ruang karter saat
langkah kompresi dan langkah usaha tidak keluar ke atmosfir, karena
akan menimbulkan polusi, tetapi masuk lagi ke ruang bakar untuk
dibakar lagi.
Penyetelan idel adalah penyetelan putaran motor dan penyetelan campuran
bahan bakar dan udara atau penyetelan gas buang, saat idel atau
stasioner.
Takhometer adalah alat untuk mengukur putaran motor dalam satuan rpm (rotasi
per menit).
x|
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
I. PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Buku Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan 1 ini berisikan materi
pembelajaran peserta didik untuk
mencapai kompetensi dasar pengetahuan
dalam memahami cara merawat mesin secara berkala (servis berkala) dan
kompetensi dasar keterampilan dalam merawat mesin secara berkala (servis
berkala). Penjelasan materi dalam buku ini dilengkapi dengan gambar-gambar
teknik otomotif sehingga peserta didik akan mudah untuk belajar pengetahuan
murni secara mandiri dan pengetahuan sebagai pengantar untuk mempelajari
keterampilan. Oleh karena pembelajaran dalam bidang teknik otomotif sebagian
besar sangat memiliki resiko keselamatan kerja bagi peralatan, bahan maupun
manusianya,
maka
peserta
didik
harus
mendapatkan
bimbingan
dan
pengawasan dari guru yang mengampu mata pelajaran Pemeliharaan Mesin
Kendaraan Ringan 1. Guru harus menunjukkan dulu bagaimana belajar
keterampilan, setelah peserta didik mengamati contoh atau demonstrasi oleh
guru, baru kemudian peserta didik menirukan apa yang telah dicontohkan atau
didemonstrasikan guru, bahkan mungkin menirukannya bisa beberapa kali
sampai dinilai mampu mandiri oleh guru. Kemudian untuk mencapai tahap
kompeten dalam keterampilan, peserta didik harus melakukan latihan beberapa
kali, namun tetap dalam pengawasan guru.
Dalam buku Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan ini berisi materi pokok
yang meliputi pengontrolan pengikatan dan pengencangan kepala silinder,
saluran masuk dan buang (intake –and exhaust manifold) serta knalpot;
pemeliharaan berkala untuk mekanik mesin, sistem pelumasan dan pendinginan,
sistem pengapian serta sistem bahan bakar bensin, dan dilengkapi materi
pendukung
yang meliputi pengangkatan kendaraan dan pembersihan atau
pencucian kendaraan. Dengan tambahan materi pendukung ini diharapkan
peserta didik dapat melaksanakan secara utuh pemeliharaan kendaraan ringan.
1|
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
B. Prasyarat
Untuk dapat mempelajari buku Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan 1 ini
peserta didik dipersyaratkan telah menyelesaikan pembelajaran tuntas mata
pelajaran Teknologi Dasar Otomotif, Pekerjaan Dasar Otomotif dan Teknik Listrik
Dasar Otomotif.
C. Perhatian Penggunaan Buku Bagi Peserta Didik
Peserta Didik diharapkan memiliki sikap mandiri dalam belajar, dapat
berperan aktif dan berinteraksi secara optimal dengan sumber belajar. Oleh
karena itu langkah kerja berikut perlu diperhatikan secara baik :
1. Bacalah buku ini secara berurutan dari halaman paling depan sampai
halaman paling belakang. Pahami dengan benar isi dari setiap bab yang
ada.
2. Setelah Anda mengisi Cek Kemampuan, apakah Anda termasuk kategori
orang yang perlu mempelajari buku ini?. Apabila Anda kebanyakan
menjawab “Tidak” berarti pelajari buku ini.
3. Untuk memudahkan Anda dalam mempelajari buku ini, maka pelajari terlebih
dahulu Tujuan Akhir Pembelajaran dan Kompetensi Inti dan Kompetensi
Dasar yang akan dicapai dalam buku ini. Apabila ada yang kurang jelas
tanyakan pada guru pembimbing Anda.
4. Laksanakan semua tugas-tugas yang ada dalam buku ini agar kompetensi
Anda berkembang sesuai standar.
5. Lakukan kegiatan belajar untuk mendapatkan kompetensi sesuai rencana
yang telah Anda susun dan disetujui oleh guru dan institusi pasangan
penjamin mutu.
6. Sebelum Anda dapat menjawab dengan baik tugas dan soal ulangan atau
tes yang ada pada setiap akhir materi, berarti Anda belum memperoleh
ketuntasan dalam belajar. Ulangi lagi pembelajarannya sampai tuntas,
setelah itu diperbolehkan untuk mempelajari materi berikutnya.
7.
Setelah Anda merasa benar-benar menguasai seluruh kegiatan belajar
dalam buku ini, mintalah evaluasi dari guru/instruktur Anda, sekolah dan
instritusi pasangan panjamin mutu Anda untuk dapat dinyatakan benarbenar menguasai kompetensi tersebut.
2|
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
D. Tujuan Akhir
Setelah mempelajari buku ini diharapkan peserta didik memiliki kompetensi untuk
melaksanakan pemeliharaan atau perawatan atau servis berkala mesin atau
motor kendaraan ringan, yang meliputi :
 Menjelaskan pengertian, tujuan, ruang lingkup dan pekerjaan yang
dilakukan dalam pemeliharaan berkala mesin kendaraan ringan.
 Melaksanakan pemeliharaan berkala mekanik mesin/motor kendaraan
ringan.
 Melaksanakan pemeliharaan berkala sistem pelumasan dan pendinginan
mesin/motor kendaraan ringan.
 Melaksanakan pemeliharaan berkala sistem pengapian mesin/motor
kendaraan ringan.
 Melaksanakan pemeliharaan berkala sistem kontrol emisi mesin/motor
kendaraan ringan.
 Melaksanakan
pemeliharaan
berkala
sistem
bahan
bakar
bensin
mesin/motor kendaraan ringan.
 Mengangkat kendaraan dengan aman
 Membersihkan kendaraan termasuk ruang mesin.
E.Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar
Mata Pelajaran
: Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Kelas
: XI
No
1
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
Menghayati dan mengamalkan 1.1
Lingkungan hidup dan sumber daya alam
ajaran agama yang dianutnya.
sebagai anugrah Tuhan yang maha Esa
harus dijaga keletarian dan kelangsungan
hidupnya.
1.2
Pengembangan
dan
penggunaan
teknologi dalam kegiatan belajar harus
selaras dan tidak merusak dan mencemari
lingkungan, alam dan manusia.
3|
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
2
Menghayati dan mengamalkan
perilaku
jujur,
2.1
disiplin,
Menunjukkan
lingkungan
sikap
peduli
melalui
terhadap
kegiatan
yang
tanggungjawab, peduli (gotong
berhubungan dengan pemeliharaan mesin
royong,
kendaraan ringan
kerja
sama,
toleran,cinta damai), santun,
responsif
dan
menunjukkan
bagian
proaktif
sikap
dari
dan
sebagai
solusi
2.2
Menunjukkan sikap cermat dan teliti dalam
memelihara mesin kendaraan ringan
2.3
Menunjukkan sikap disiplin dan tanggung
atas
jawab dalam melaksanakan pemeliharaan
berbagai permasalahan dalam
mesin kendaraan ringan sesuai dengan
berinteraksi
SOP
secara
efektif
dengan lingkungan sosial dan
alam
serta
menempatkan
cerminan
2.4
dalam
diri
sebagai
bangsa
dalam
Menunjukkan sikap cermat dan peduli
terhadap keselamatan kerja pada saat
memelihara mesin kendaraan ringan
2.5
pergaulan dunia.
Menunjukkan
lingkungan
sikap
peduli
melalui
terhadap
kegiatan
yang
berhubungan dengan pemeliharaan mesin
kendaraan ringan
3
Memahamani,
menerapkan
dan
menganalisis
pengetahuan
faktual,
konseptual,prosedural,
dan
metakognitif berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi,seni ,
budaya, dan humaniora dalam
wawasan
kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian dalam
bidang
kerja
yang
spesifik
untuk memecahkan masalah
4|
3.1
Memahami cara merawat mesin secara
berkala (servis berkala)
3.2
Memahami sistem bahan bakar bensin
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
4
Mengolah,
menalar,
dan
4.1
berkala)
menyaji dalam ranah konkret
dan
ranah
abstrak
terkait
Merawat mesin secara berkala (servis
4.2
Memperbaiki sistem bahan bakar bensin
dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah
secara
mandiri,
bertindak
secara efektif dan kreatif dan
mampu melaksanakan tugas
spesifik dibawah pengawasan
langsung
F. Daftar Cek Kemampuan
No
Pertanyaan
Ya
1
Apakah Anda mampu menjelaskan pengertian pemeliharaan atau
Tidak
perawatan atau servis berkala mesin kendaraan ringan ?
2
Apakah Anda mampu menjelaskan pekerjaan yang harus dilakukan
pada berbagai jenis pemeliharaan atau perawatan atau servis
berkala mesin kendaraan ringan ?
3
Apakah Anda mampu menyiapkan tempat kerja yang teratur, rapi
dan bersih untuk pemeliharaan atau perawatan atau servis berkala
mesin kendaraan ringan ?
4
Apakah Anda mampu menyiapkan peralatan yang diperlukan untuk
pemeliharaan atau perawatan atau servis berkala mesin kendaraan
ringan ?
5
Apakah Anda mampu menggunakan dan merawat tempat kerja
dan peralatan untuk pemeliharaan atau perawatan atau servis
berkala mesin kendaraan ringan ?
6
Apakah Anda mampu mendongkrak berbagai jenis kendaraan
sesuai dengan prosedur dan dengan waktu yang cepat dan aman?
7
Apakah Anda mampu membersihkan kendaraan sesuai prosedur
dan dengan waktu yang cepat dan hasil memuaskan ?
8
Apakah
Anda
mampu melaksanakan
pemeliharaan
berkala
5|
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
mekanik mesin/motor kendaraan ringan ?
9
Apakah Anda mampu melaksanakan pemeliharaan berkala sistem
pelumasan dan pendinginan mesin/motor kendaraan ringan ?
10
Apakah Anda mampu melaksanakan pemeliharaan berkala sistem
pengapian mesin/motor kendaraan ringan ?
11
Apakah Anda mampu melaksanakan pemeliharaan berkala sistem
kontrol emisi mesin/motor kendaraan ringan ?
12
Apakah Anda mampu melaksanakan pemeliharaan berkala sistem
bahan bakar bensin mesin/motor kendaraan ringan ?
13
Apakah Anda mampu mengangkat kendaraan ringan dengan
aman?
14
Apakah Anda mampu membersihkan atu mencuci kendaraan
ringan ?
Jika Anda menjawab Tidak pada pertanyaan tersebut diatas, maka pelajarilah dengan
baik modul ini. Namun jika anda menjawab Ya pada semua pertanyaan yang ada, maka
lanjutkanlah aktivitas Anda dengan mengerjakan evaluasi yang ada pada modul ini.
6|
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
II. PEMBELAJARAN
1. KEGIATAN BELAJAR 1
DASAR PEMELIHARAAN KENDARAAN
1. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan materi 1, peserta didik mampu :
a. Menjelaskan pengertian, tujuan dan persyaratan pemeliharaan berkala
atau servis kendaraan bermotor.
b. Menyiapkan, menggunakan dan merawat tempat kerja dan peralatan
perawatan berkala sesuai dengan prosedur yang benar.
c. Mengangkat berbagai jenis kendaraan dengan aman dan sesuai
dengan prosedur yang benar.
d. Membersihkan bagian luar dan dalam kendaraan sesuai dengan
prosedur yang benar.
2. Uraian Materi
DASAR PEMELIHARAAN KENDARAAN
a. Konsep Pemeliharaan atau Perawatan atau Servis Kendaraan
Di dalam masyarakat, terdapat berbagai bengkel yang dikenal sebagai
Bengkel Servis Kendaraan, Bengkel Pemeliharaan Kendaraan, Bengkel
Perawatan Kendaraan, Bengkel Perawatan dan Perbaikan Kendaraan, Bengkel
7|
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Reparasi Kendaraan, Bengkel Spooring dan Balans, Bengkel AC Mobil, Bengkel
Reparasi Bodi dan Cat Kendaraan, Bengkel Karoseri Kendaraan dan
sebagainya. Apakah yang membedakan dari berbagai bengkel tersebut ?
Kendaraan baru dalam kondisi siap dimiliki dan digunakan oleh
masyarakat, dapat dibeli di toko penjual kendaraan. Kendaraan yang siap dijual
ke masyarakat, sebelumnya telah mengalami proses pembuatan atau produksi di
pabrik pembuat kendaraan. Pembeli selain memperoleh kendaraan baru yang
siap digunakan juga mendapatkan buku pedoman bagi pemilik yang isinya
memuat cara menggunakan kendaraan dan Perhatian tentang kapan pemilik
harus membawa kendaraannya ke bengkel kendaraan untuk dirawat. Demikian
juga bengkel kendaraan untuk dapat merawat kendaraan dengan benar, telah
memperoleh Perhatian teknis atau acuan pekerjaan diantaranya melalui buku
pedoman merawat kendaraan yang telah disusun dan diterbitkan oleh pabrik
pembuat kendaraan.
Kegunaan kendaraan secara umum adalah untuk mengangkut orang atau
barang dari suatu tempat ke tempat lain. Kendaraan yang terdiri atas ribuan
komponen dalam operasi atau bekerjanya mendapatkan berbagai beban
gesekan, tekanan, benturan, pukulan, puntiran, gaya tekan-tarik-tekuk, beban
panas, beban kimia dan sebagainya. Semakin lama digunakan komponen
kendaraan pasti akan semakin aus, semakin longgar, semakin lemah, atau
semakin menyimpang kepresisiannya dari kondisi semula yang baik dan standar.
Oleh karena itu, dengan memperhatikan hal tersebut diatas, supaya kendaraan
selalu dalam kondisi standar sehingga selalu siap digunakan dengan efisien,
ekonomis, aman dan nyaman, maka kendaraan harus mendapatkan perawatan
dan perbaikan kerusakan atau mendapatkan pemeliharaan secara teratur di
bengkel kendaraan.
Jadi bengkel kendaraan dengan berbagai nama yang ada di masyarakat,
kegiatan utama yang dilakukan adalah merawat dan memperbaiki atau
melakukan pemeliharaan kendaraan. Terdapat bengkel umum yaitu bengkel
yang mengerjakan semua kerusakan pada semua komponen atau sistem pada
kendaraan dan terdapat bengkel khusus atau spesialis, yang hanya mengerjakan
pemeliharaan untuk satu atau beberapa komponen atau sistem yang ada pada
kendaraan. Khusus untuk Bengkel Karoseri Kendaraan sebenarnya secara
fungsi merupakan bagian dari pabrik yang melakukan sebagian kegiatan dalam
8|
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
membuat atau memproduksi kendaraan. Terdapat pabrik kendaraan yang
memproduksi kendaraan secara utuh semuanya, sehingga kendaraan yang
diproduksi langsung dapat digunakan oleh masyarakat misalnya jenis sedan,
jeep dan kendaraan niaga kecil, dan terdapat pabrik yang memproduksi
kendaraan tidak sampai tuntas, misalnya sebagian jenis kendaraan niaga kecil
dan bus, dimana penyelesaian pekerjaan untuk membangun bodinya harus
dikerjakan secara khusus oleh bengkel karoseri kendaraan.
Pemeliharaan (Maintenance) adalah suatu kombinasi dari setiap tindakan
yang dilakukan untuk menjaga suatu barang dalam, atau untuk memperbaikinya
sampai suatu kondisi yang bisa diterima. Yang dimaksud dengan pemeliharaan
disini meliputi perawatan dan perbaikan.
Pemeliharaan terdiri dari 2 macam, yaitu :
 Perawatan terencana atau perawatan berkala dan
 Perawatan tak terencana atau perbaikan jika terjadi kerusakan sewaktuwaktu.
Perawatan terencana atau perawatan berkala atau servis dikerjakan atas dasar
sejauhmana atau berapa lama kendaraan telah berjalan (dalam km atau bulan),
meskipun dalam kegiatan ini sebenarnya juga kadang-kadang terjadi sedikit
kegiatan perbaikan. Sedangkan perawatan tak terencana disebut dengan
perbaikan atau reparasi, yaitu jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan diluar jadwal
perawatan berkala. Di masyarakat pemeliharaan berkala mesin kendaraan dalam
interval sekitar 10.000 km (servis besar) disebut Tune-Up mesin kendaraan.
b. Tujuan Pemeliharaan atau Perawatan atau Servis Kendaraan
Dengan dilakukannya servis secara teratur akan didapatkan beberapa
keuntungan :
Pemilik kendaraan
yang cerdik, akan
merawat
kendaraannya secara
teratur
Kendaraan yang
terawat secara teratur,
kondisinya akan tetap
baik, meskipun umur
kendaraan sudah tua
dan sudah berjalan
jauh
9|
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
1). Kendaraan selalu dalam kondisi optimal dan selalu siap dioperasikan.
Kapanpun dan dimanapun kendaraan akan digunakan, kendaraan
selalu siap dioperasikan. Kendaraan membantu kelancaran transportasi
orang maupun barang. Dengan kondisi selalu siap, kendaraan merupakan
faktor yang menguntungkan, bukan merugikan. Apalagi kalau dikaitkan
dengan kepentingan bisnis, kendaraan sangat berpengaruh terhadap
kelancaran bisnis.
2). Biaya operasional yang hemat
Semakin lengkap dan teliti servisnya, semakin panjang umur kendaraan
dan akhirnya semakin rendah biaya operasional kendaraan tersebut.
Perawatan kendaraan yang
tidak benar, akan
mengakibatkan kendaraan
mudah rusak, sehingga
kendaraan tidak selalu dalam
kondisi siap digunakan
3). Keamanan dan Keselamatan
Semakin teliti perawatan kendaraan, maka keamanan dan keselamatan
operasi kendaraan akan semakin pasti dan terjamin.
Banyak pekerjaan kontrol dan diagnosa yang harus dilakukan pada servis
kendaraan. Kelalaian pada pengontrolan akan menaikkan jumlah resiko
gangguan dan kerusakan yang tidak dapat diperkirakan. Penting untuk
diketahui bahwa kekurangan pekerjaan pengontrolan pada saat servis
kendaraan
dapat
mengakibatkan
kecelakaan
kendaraan bias mogok di tengah perjalanan.
10 |
yang
serius,
minimal
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Kerusakan saat di perjalanan
Kecelakaan kendaraan
4). Unjuk kerja dan kenyamanan yang optimal.
Hanya kendaraan yang dirawat
dengan
baik
menampilkan
yang
unjuk
kerja
dapat
dan
kenyamanan yang optimal.
c. Tempat Kerja
1). Kebersihan dan Keteraturan Tempat Kerja
Pelanggan biasanya percaya dan senang dengan bengkel yang bersih dan
teratur, karena kondisi bengkel tersebut mencerminkan pengelolaan bengkel
yang baik, yaitu bengkel yang dapat merawat kendaraan pelanggan dengan baik.
Beberapa pelanggan merasa bahwa dengan memiliki kendaraan merupakan
investasi yang mahal. Oleh karena itu bengkel yang dapat menjamin pekerjaan
perawatan dengan baik dan dapat dipercaya adalah bengkel yang dicari
pelanggan.
Tempat kerja yang teratur dan bersih memiliki beberapa kelebihan :
 Tangan, pakaian dan sepatu kita selalu bersih. Hal ini akan mendukung
kelancaran pekerjaan, kebersihan kendaraan dan kepercayaan pelanggan.
11 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan

Komponen dan alat berada pada tempat yang jelas, tidak terjadi
mencari-cari komponen dan alat.

Bengkel menjadi tempat yang bersih, indah dan menyenangkan.

Kendaraan pelanggan terjamin kebersihan dan keamanannya.

Pelanggan akan percaya pada bengkel dan akan selalu datang ke
bengkel untuk merawat kendaraannya.
2). Tumpahan Cairan Pada Lantai
Tetesan-tetesan / noda oli seharusnya
langsung kita bersihkan dengan kain lap.
Tumpahan oli atau bahan bakar
bersihkan dulu dengan serbuk
kayu,
karena
serbuk
akan
menyerap oli atau bahan bakar.
Kemudian cucilah lantai dengan
deterjen
pembersih
lantai
siram air sampai bersih.
12 |
dan
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Tumpahan cairan rem harus dibersihkan
dengan segera, supaya lantai / cat lantai
tidak menjadi rusak.
Gunakan air untuk membersihkan cairan
rem yang tumpah.
Dilarang membuang cairan rem
bekas, oli maupun cairan kimiawi
lainnya ke saluran air atau ke
tanah.
Orang yang bijaksana tentunya
tidak akan mencemari lingkungan,
yang
merupakan
sumber
kehidupan manusia.
d. Kebersihan Kendaraan
Bengkel-bengkel yang tidak menjaga
kebersihan
akan
kendaraan
menuai
pelanggan,
masalah
besar,
pelanggan tidak akan datang lagi ke
bengkel tersebut.
Seharusnya setiap kendaraan keluar
bengkel dalam keadaan lebih bersih
dan berbau harum dari pada waktu
masuk bengkel.
13 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Untuk
melindungi
kendaraan
kotor,
dari
maka
bagian
kerusakan
perlu
dan
dipasang
pelindung pada fender dan kursi
kendaraan
selama
dilakukan
pekerjaan perawatan kendaraan.
Sebelum masuk ke dalam kendaraan, perhatikan dua hal di bawah ini
Cuci tangan terlebih dahulu
Periksa apakah pakaian kerja
mekanik kotor
Setelah pekerjaan selesai, tapak-tapak
bekas jari pada bodi kendaraan yang
bersih
atau
komponen
kendaraan
lainnya dapat dihapus dengan kain lap
dan air sabun.
Tetapi jika bodi kendaraan sudah kotor,
kendaraan harus dicuci keseluruhannya.
Hal
itu
untuk
goresan pada cat.
14 |
mencegah
goresan-
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Jangan
lupa
membersihkan
bagian
dalam kendaraan yang telah diraba :
pegangan pintu, roda kemudi, tuas rem
tangan,
tangkai
transmisi
dan
seterusnya.
Cairan rem bersifat merusak cat!
Tetesan-tetesan
cairan
rem
pada
karoseri harus segera dibilas dengan air
bersih.
e. Keamanan Kendaraan
Mekanik harus memiliki tanggungjawab atas pekerjaannya sendiri. Pada
perawatan kendaraan, setiap pekerjaan harus dilaksanakan dengan teliti dan
cermat. Karena seorang mekanik memiliki kemungkinan salah dalam bekerja,
maka mekanik harus memiliki kemampuan untuk selalu mengontrol pekerjaannya
sendiri.
Pengontrolan pekerjaan secara cermat perlu ditekankan, misalnya apakah oli
mesin, air radiator sudah terisi dengan baik, apakah pengikatan mur-baut sudah
dilakukan dengan baik. Apalagi jika beberapa mekanik mengerjakan satu objek
dalam satu kendaraan, harus jelas siapa yang bertanggungjawab. Keteledoran
dapat mengakibatkan kerusakan mesin, bahkan bisa menjadi tuntutan hukum
oleh pemilik kendaraan.
1).Beberapa pedoman untuk perawatan komponen pengaman kendaraan :

Secara visual, periksalah komponen dengan cermat. Gunakan lampu
penerangan jika perlu.

Setiap baut / mur yang dirakit kembali harus langsung dikencangkan.
Jangan memasang baut / mur jika tidak langsung dikencangkan.

Juga, pen pengunci harus dipasang langsung setelah mur dikeraskan.

Setelah pekerjaan selesai kita harus mengontrol lagi pengerasan bautbaut dan kedudukan komponen-komponen yang telah dilepas.
15 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan

Perhatikan khusus pada kedudukan elemen-elemen pengaman seperti
pen pengunci, klip, cincin E dan seterusnya.
Ingatlah sekali lagi urutan kerja yang
benar, dan pastikan hasilnya betulbetul 100% tepat.
Kemudian
jangan
lupa
untuk
selalu
mengontrol hasil kerja pada komponen /
bagian yang telah dirawat.
f. Keselamatan Kerja
1). Pekerjaan Di Bawah Kendaraan
Dalam bengkel, kebanyakan kecelakaan yang serius terjadi karena
kendaraan yang terangkat tidak diamankan secara benar. Jagalah hidup
saudara, karena keselamatan kerja adalah hal utama. Sebelum mulai
bekerja di bawah kendaraan, kontrol kedudukan kendaraan diatas tripod
stand / lift dengan cara menggoyang-goyang kendaraan.
16 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Dilarang
bekerja
di
bawah
kendaraan yang terangkat dengan
dongkrak
saja.
Gunakan
penyangga yang baik dan aman.
2). Penggunaan Udara Tekan
Udara tekan merupakan hal yang penting di bengkel. Penggunaannya untuk
menyemprot / membersihkan komponen, memompa ban, dsb.
Dilarang bermain-main dengan udara tekan, misalnya mengarahkan udara
tekan terhadap badan orang. Iseng-iseng bermain dengan udara tekan
mungkin akan lucu, tetapi akibatnya dapat mencelakakan orang.
Dilarang bermain-main dengan udara tekan !
17 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
3). Menghidupkan Mesin/Motor/Engine Kendaraan
Untuk
mencegah
kecelakaan
saat
menghidupkan
mesin/motor
kendaraan, ikutilah selalu tahap-tahap seperti dijelaskan di bawah ini :
Tarik rem tangan . …….. . . dan …… . . . transmisi posisikan netral.
Pastikan bahwa tidak ada orang
yang bekerja dalam ruang mesin.
Tekanlah pedal kopling .............. kemudian ................. starter !
18 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
4). Bahan Mudah Terbakar, Air Panas, Perlengkapan Pelindung Diri.
Perhatikan cairan yang mudah terbakar,
seperti bensin dan thinner A. Hindarilah
bunga api yang dapat terjadi di daerah
dekat cairan tersebut, karena uapnya
bersifat mudah terbakar. Sumber bunga
api dapat berasal dari sistem pengapian,
starter, hubungan singkat pada listrik,
pengelasan dan dari orang yang merokok.
Berilah tanda bahaya (misalnya segitiga
pengaman) di daerah dekat cairan yang
mudah
terbakar,
misalnya
saat
membersihkan tangki bensin.
Bukalah tutup radiator pelan-pelan dan
hati-hati, jika motor sangat panas. Karena
air pendingin dapat menyemprot keluar.
Lindungilah tangan dengan kain lap.
Mekanik yang baik adalah mekanik yang
dapat
melindungi
dirinya,
memakai
perlengkapan perlindungan diri yang baik,
yaitu pakaian, sepatu, kaca mata, topi dan
tidak memakai jam tangan dan cincin
sewaktu bekerja. Pakailah kaca mata
pelindung
pada
waktu
menggerinda,
memahat, mengebor dan pada semua
pekerjaan dengan elektrolit baterai (air
keras).
19 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
5). Zat-Zat Beracun / Berbahaya
Aturlah ventilasi udara yang baik sewaktu
motor dihidupkan dalam bengkel. Buka pintu
dan jendela, atau pindahkan kendaraan /
motor ke luar bengkel / ke udara luar.
Setelah
bekerja
dengan
cairan
rem,
langsung bersihkan tangan saudara. Hal ini
juga berlaku untuk pekerjaan dengan timah
hitam (penyolderan, bobot balans roda).
Benang / debu asbes dapat merusak paruparu. Pada kendaraan, asbes digunakan
untuk kanvas rem dan kopling.
Dilarang membersihkan kanvas rem
dan
kopling dengan udara tekan / semprotan
udara. Gunakan air untuk membersihkan
komponen tersebut.
Elektrolit
baterai
adalah
campuran
air
dengan asam belerang. Jagalah mata dan
badan saudara dari air keras tersebut.
Pakaian yang bersinggungan dengan air
keras harus langsung dibilas dengan air
sabun supaya tidak menjadi rusak.
20 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
6). Peralatan Umum Pemeliharaan/Perawatan/Servis
Penggunaan
peralatan
servis
yang baik terletak pada pikiran
orang.
Dalam
menggunakan
peralatan,
sebaiknya
jernih
dulu
berpikir
sebelum
menggunakan peralatan.
Karena
dengan
cara
menggunakan alat secara baik,
kita
akan
hidup
menentukan
peralatan
komponen-komponen
masa
maupun
yang
dikerjakan.
a). Obeng Rata
Gunakan hanya obeng yang pas pada kepala sekrup. Obeng yang tidak
pas, terlalu kecil atau terlalu besar akan merusak komponen maupun
obeng itu sendiri.
Mata obeng yang aus dapat diperbaiki dengan cara digerinda sejajar.
21 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
b). Obeng Philips (Obeng Plus)
Pada saat mengendorkan/mengencangkan baut, obeng plus perlu
ditekan dengan keras ke dalam kepala baut, supaya celah silang pada
skrup tidak menjadi rusak.
Mata obeng plus yang aus tidak dapat digerinda lagi. Ganti dengan
obeng yang baru!
c). Obeng Ketok
Baut besar yang kencang sekali / macet dapat dilepas dengan mudah jika
menggunakan obeng ketok. Caranya, pegang gagang obeng ketok
dengan kuat, lalu pukulkan palu pada gagang dengan baik.
22 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
d). Kunci Sok
Bagi orang yang mengerti, kunci
sok segi 6 merupakan alat yang
paling
disukai.
Hal
tersebut
dikarenakan kepala baut / mur
dapat dipegang secara optimal
oleh bagian dalam kunci sok,
sehingga kunci dapat memegang
baut / mur dengan baik dan
dapat melindungi kepala baut
dari kerusakan.
Kunci momen digunakan untuk
mengencangkan
baut
dengan
momen pengerasan yang sesuai
dengan spesifikasi pabrik.
e). Kunci Lain
Jika kunci sok tidak dapat
digunakan,
pilihan
kedua
adalah kunci ring yang rata,
seperti terdapat
pada kunci
kombinasi.
Penggunaan kunci ring offset
tidak menguntungkan karena
cenderung
meluncur
keluar
kepala baut. Kunci tersebut
digunakan pada posisi mur /
baut yang khusus.
23 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Kunci ring yang bercelah juga
disebut
hanya
kunci
nipel,
karena
digunakan
untuk
melepas dan memasang nipel
saluran
(hidroulik
rem
dan
kopling, system injeksi Diesel).
Kunci pas hanya dipakai, jika
penggunaan kunci lain tidak
memungkinkan, misalnya untuk
menahan mur kontra atau untuk
mempercepat pelepasan atau
pengencangan baut / mur yang
sudah kendor.
Kunci kuno yang disebut kunci
Inggris
ini
harus
dihindari
penggunaannya, karena akan
merusak baut / mur.
f). Pemutar Ketok
Dengan alat pneumatis ini, pelepasan/
pembongkaran menjadi lancar sekali.
Dua hal perlu diperhatikan :
Gunakan hanya sok yang khusus
dibuat untuk pemutar ketok.
Dilarang
menggunakan
ketok untuk pengerasan.
24 |
pemutar
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
g). Kunci Pelepas Saringan Oli
Kunci
pelepas
memakai
saringan
sabuk
oli
digunakan
yang
untuk
melepas saringan oli. Alat ini tidak
digunakan untuk memasang saringan
oli, memasangnya memakai tangan
saja.
h). Obeng Sok
Baut
/
mur
tutup
pengencangannya
kepala
harus
silinder
dengan
momen yang cukup rendah, untuk
mencegah paking karet menjadi rusak.
Untuk
dengan
menjamin
momen
pengencangan
yang
rendah,
digunakanlah obeng sok, karena tidak
mungkin terjadi pengencangan yang
terlalu keras.
i). Tang Pompa Air dan Tang Pipa
Alat ini tidak direncanakan untuk digunakan pada baut /mur. Arah tarik pada
tang pompa air mempengaruhi gaya pegang pada mulutnya.
Mulut ditarik : OK
Mulut didorong : Slip
Penggunaan yang BENAR
Penggunaan yang SALAH
25 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
j). Lampu Kerja
Untuk memudahkan pekerjaan perawatan kendaraan, perlu dipersiapkan
Lampu Kerja. Oleh karena bagian atau komponen yang dikerjakan seringsering tidfak dalam keadaan terang dan jelas.
Penting untuk diperhatikan bahwa lampu kerja yang digunakan adalah
lampu kerja yang terang dan tidak mudah pecah jika jatuh atau terkena
tekanan. Lampu kerja yang dikhususkan untuk penggunaan tersebut
biasanya sudah ada pelindungnya, tetapi jika menggunakan lampu biasa,
sebaiknya diberi kawat pelindung.
g. Jangka Waktu Servis Kendaraan
Perhatikan spesifikasi kendaraan dari pabrik pembuatnya. Hal ini dapat
diketahui dari Buku Manual / Perhatian atau informasi lewat komputer yang
dikeluarkan oleh pabrik pembuat kendaraan, yang berisi Perhatian cara
mempersiapkan, menggunakan dan merawat kendaraan. Secara umum,
kendaraan akan diservis berdasarkan beberapa persyaratan berikut :
1). Berdasarkan Operasional Kendaraan Yang Normal
a). Servis kecil
: dilakukan setelah kendaraan menempuh perjalanan, setiap
5.000 s.d 10.000 km
b). Servis besar : dilakukan setelah kendaraan menempuh perjalanan, setiap
10.000 s.d 20.000 km atau minimal sekali pertahun.
26 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
2). Berdasarkan Operasi Yang Khusus/Kondisi Berat
Jika kendaraan dioperasikan pada kondisi yang berat,misalnya pada daerah
yang berdebu, berlumpur, jalan yang kasar, daerah pegunungan atau pantai laut,
maka jangka waktu pemeliharaan/perawatan/servis berkala menjadi lebih pendek
dibandingkan dengan pemeliharaan/perawatan/servis berkala kendaraan yang
dioperasikan dalam kondisi normal. Sebagai contoh pada kendaraan yang
dioperasikan pada daerah yang berdebu, saringan udara perlu dibersihkan lebih
sering. Juga apabila kendaraan sering berjalan pada yang jalan jelek, komponen
casis kendaraan harus dirawat dan diperiksa lebih sering. Demikian juga setelah
kendaraan melintasi / menyelam dalam air, casis kendaraan dan bantalan roda
harus dilumasi lagi dengan pelumas / vet yang baru, karena air dapat masuk
pada tempat-tempat yang dilumasi dengan vet.
27 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
h. Daftar Pemeliharaan Berkala Mesin Kendaraan Ringan
PEMELIHARAAN
NO
KOMPONEN
PEKERJAAN
(SERVIS)
KECIL
BESAR
KETERA
NGAN
Pengencangan baut kepala silinder
Pengencangan baut-mur saluran masuk
dan buang (intake & exhaust manifold)
Pemeriksaan dan perbaikan saluran
buang/knalpot dan pemegangnya
Pemeriksaan /penggantian/ penyetelan
Mekanik
1
Mesin/Engin
e
sabuk penggerak (drive belt)
Pemeriksaan / penyetelan sabuk timing
(timing chain/belt)
Dilakukan
Penyetelan katup
saat mesin
panas
Dilakukan
Tes tekanan kompresi
saat mesin
panas
2
Sistem
Penggantian oli mesin
Pelumasan
Penggantian filter oli
Pemeriksaan kebocoran air pendingin
3
Sistem
Pendinginan
Pemeriksaan dan perbaikan saluran air
pendingin
Pemeriksaan fungsi termostat
Penggantian air pendingin
Pemeriksaan kondisi baterai
Pengencangan pengikat dan terminal
baterai
Pemeriksaan dan penggantian busi
4
Sistem
Pemeriksaan rangkaian primer
Pengapian
pengapian
Pemeriksaan rangkaian sekunder
pengapian (rotor, tutup distributor, kabel
busi)
Penggantian dan penyetelan kontak
28 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
pemutus
Penggantian kondensator
Pemeriksaan fungsi advans pengapian
Penyetelan saat pengapian
5
Sistem
Pemeriksaan katup PCV, saluran
Kontrol Emisi
ventilasi dan sambungan-sambungan
Pembersihan filter udara
Penggantian filter udara
Penggantian filter bensin
Pengencangan pengikatan pompa
bensin dan karburator
Pemeriksaan tutup tangki
Pemeriksaan katup penguapan bensin
Pemeriksaan saluran bensin dan
6
Sistem
sambungan
Bahan Bakar
Pemeriksaan dan penyetelan fungsi
Bensin
pedal gas
Pemeriksaan dan penyetelan fungsi cuk
Pemeriksaan dan penyetelan pompa
percepatan
Dilakukan
Penyetelan putaran idel/stasioner
saat mesin
panas
Dilakukan
Penyetelan campuran bahan bakar dan
saat mesin
udara
panas
Pengankatan kendaraan
Pembersihan/pencucian kendaraan
7
Pendukung
Penambahan air pembasuh kaca (wiper)
Pelumasan bodi (engsel kap mesin,
pintu,dsb)
Tes jalan dan kontrol akhir
 Yang dimaksud mesin panas adalah mesin yang telah mencapai temperatur
kerja sekitar 80o C.
29 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Catatan :
Dalam melaksanakan pemeliharaan berkala mesin/motor kendaraan ringan, tidak harus
mengikuti urutan pekerjaan seperti pada tabel diatas, disesuaikan dengan kondisi mesin
saat akan dilakukan pemeliharaan, misalnya kendaraan yang baru datang di bengkel
dengan kondisi mesin yang panas, sebaiknya dilakukan pekerjaan yang mensyaratkan
mesin panas dahulu, tetapi tetap mengindahkan pesyaratan yang lainnya. Yang pasti
untuk penyetelan idle (putaran mesin dan campuran) harus dilakukan paling akhir
setelah semua pekerjaan utama pemeliharaan berkala diselesaikan dengan baik.
30 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
i. Tahap-tahap Pelaksanaan Pemeliharaan/Perawatan/Servis
Sebelum melaksanakan pekerjaan, informasi pertama yang diterima seorang
mekanik adalah kepastian pekerjaan apa yang harus dilakukan. Dalam hal
ini, pekerjaan yang akan dikerjakan adalah servis kendaraan. Pelaksanaan
servis
akan menjadi lancar, kalau kita mengikuti tahap-tahap pekerjaan
secara logis dan teratur, sebagai berikut :
1). Persiapan

Tentukan siapa mekanik yang harus mengerjakan dan siapa yang
mengontrol.

Catatlah data kendaraan pada form / lembaran daftar pekerjaan
servis.

Siapkan buku manual, yaitu untuk mencari data-data penyetelan
untuk kendaraan yang akan dikerjakan dan cara-cara menservis /
merawat.
 Siapkan tempat kendaraan, tempat kerja harus bersih.
 Siapkan peralatan servis yang lengkap dan teratur.
 Siapkan bak-bak untuk menempatkan komponen-komponen yang
akan
dilepas
dari
kendaraan.
Hal
ini
untuk
mempermudah
pemasangan kembali dan pengontrolan kelengkapan komponen.
 Tempatkan kendaraan sesuai tempat yang telah disediakan.
2). Pelaksanaan Pekerjaan
 Jika terjadi kerjasama antara beberapa orang mekanik, tugas-tugas
perlu dibagikan dengan jelas.
 Cuci ruang mesin kendaraan, setelah memeriksa kebocoran cairan
pada mesin secara visual ( air, bensin dan oli ).
 Ikutilah daftar pekerjaan tahap demi tahap atau sesuai dengan
Standar Operation Procedure (SOP). Pekerjaan yang telah selesai
harus diketahui atau ditandatangani oleh orang atau supervisor yang
bertanggungjawab atas pekerjaan.
3). Tes Jalan Dan Kontrol Akhir
 Kontrol terlebih dahulu, apakah tidak ada alat yang tertinggal di
dalam kendaraan atau ruang mesin.
31 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Cek
dengan cermat pengikatan, sambungan-sambungan dan
kebocoran pada bagian-bagian yang telah dikerjakan.
 Kontrol kembali batas permukaan cairan pada mesin (oli dan air).
 Kontrol unjuk kerja mesin yang telah diservis sesuai dengan SOP.
 Selesaikan
catatan-catatan
pada
lembaran
daftar
pekerjaan,
misalnya uraian pekerjaan, waktu penyelesaian pekerjaan, bahan
yang digunakan dan harga / biaya pekerjaan perawatan.
4). Pembersihan dan Penyerahan Kendaraan
 Kendaraan harus keluar bengkel lebih bersih dan harum daripada
waktu masuk. Jangan lupa membersihkan bagian-bagian dalam
kendaraan yang telah diraba, misalnya pegangan pintu, stir / roda
kemudi, tuas rem tangan, tangkai transmisi, tempat duduk dsb.
 Kendaraan yang telah dikontrol dan dipastikan baik, bersih dan
harum, siap diberikan kembali kepada pelanggan. Ingatlah pepatah
Jika hal yang terakhir itu baik, maka semua hal yang telah terjadi
sebelumnya akan menjadi baik.
 Bersihkan alat dan tempat kerja.
j. Pengertian Mesin atau Motor atau Engine
Yang manakah istilah yang tepat : Motor atau Mesin atau Engine?
Dalam buku-buku teknik banyak dikenal istilah motor bakar atau
motor, selain itu juga ada istilah mesin atau engine. Secara umum kita
juga mengenal istilah kendaraan bermotor dan bukan kendaraan
bermesin, juga terdapat istilah sepeda motor dan bukan sepeda mesin.
Manakah istilah yang benar?
Dalam literatur berbahasa Inggris kita mengenal istilah Internal
Combustion Engine, dan dalam buku berbahasa Indonesia umumnya
diterjemahkan menjadi motor pembakaran dalam atau motor bakar atau
motor saja. Jadi, istilah engine diterjemahkan menjadi motor.
Dalam buku-buku teknik otomotif terapan dan di bengkel mobil, istilah
engine diterjemahkan menjadi mesin. Oleh karena itu di bidang
kendaraan bermotor, misalnya juga di bengkel mobil, kalau ada sebutan
mesin, yang dimaksud hal tersebut adalah engine dari kendaraan. Jadi,
32 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
engine = motor = mesin. Istilah tersebut khususnya berlaku di bidang
otomotif. Di bidang ilmiah otomotif : engine = motor dan di bidang
praktisi otomotif : engine = mesin.
Di bidang mesin produksi secara umum, dikenal istilah mesin bubut
(lathes machines), mesin frais (frais machines), mesin jahit (sewing
machines), mesin bor (drilling machines). Jadi, machines = mesin.
Di bidang teknik elektro, juga banyak istilah misalnya motor listrik
(electric motors), motor DC (DC motors ), motor wiper (wiper motors), motor
starter (starter motors). Jadi, motors = motor.
Kesimpulannya :
mesin (bahasa Indonesia) = engine(english) = machines (english).
motor (bahasa Indonesia) = engine(english) = motors (english).
Didalam buku ini dan didalam buku otomotif serta di bidang otomotif
pada umumnya, yang dimaksud motor = mesin = engine.
Dari contoh dan penjelasan tersebut diatas, maka dengan istilah yang
sama, mempunyai arti yang berbeda jika diterapkan pada bidang
keahlian yang berbeda. Kerancuan bahasa tersebut akan semakin
bertambah di masyarakat, contohnya di toko-toko suku cadang. Suku
cadang merupakan terjemahan dari sparepart (bahasa Inggris), dan di
toko penjual suku cadang umumnya disebut onderdil (bahasa Belanda).
Istilah teknik dalam bahasa Indonesia seperti poros engkol, poros kam,
torak, lengan ayun hampir pasti tidak dikenal di toko suku cadang,
melainkan yang dikenal adalah istilah dalam bahasa Inggris, bahasa
Belanda dan bahasa pasaran setempat.
33 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
k. Bagian-Bagian Mekanisme Katup Standar
Tuas katup
Pengantar katup
Katup
Kepala silinder
Batang penumbuk
Mangkok penumbuk
Blok silinder
Poros kam
Mekanisme katup pada mesin kendaraan berfungsi untuk mengatur pemasukan
gas baru (campuran bahan bakar dan udara) secara optimal ke dalam silinder dan
mengatur pembuangan gas bekas ke saluran buang
l. Mekanisme Katup dengan Poros Kam Di Bawah
Katup di Samping
( Side Valve atau SV )
Konstruksi SV memiliki ciri katup berdiri dan di
samping blok motor serta poros kam terletak
di bawah. Keuntungannya konstruksi mesin
sederhana, mesin pendek tidak memakan
tempat, suara tidak berisik, namun bentuk
ruang bakar kurang menguntungkan bagi
proses
pembakaran
yang
Penyetelan celah katup sulit.
34 |
ideal
dan
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Katup di Kepala Silinder
(Over Head Valve atau OHV)

Katupnya menggantung di kepala silinder,
poros kam terletak di bawah. Keuntungannya
bentuk
ruang
kerugiannya
bagian-bagian
bakar
adalah
yang
banyak
yang
baik,
namun
komponen/
bergerak
berarti
kelembaman massa besar sehingga tidak
ideal untuk mesin putaran tinggi
m. Mekanisme Katup Dengan Poros Kam Di Atas
Satu Poros Kam di Kepala
(Single Over Head Camshaft atau SOHC)
Pada konstruksi SOHC atau OHC saja, poros
kam berada di kepala silinder dan langsung
menggerakkan
tuas katup (A) atau tuas ayun
katup (B). Keuntungannya sedikit komponen/
bagian-bagian
yang
bergerak,
berarti
kelembaman massa kecil, sehingga baik untuk
putaran tinggi.
Kerugiannya adalah konstruksi motor menjadi
tinggi karena ada mekanisme tuas ayun.
35 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Dua Poros Kam Di Kepala
(Double Over Head Camsaft atau DOHC)
Konstruksi DOHC memiliki dua kam di kepala
silinder, kam langsung menggerakkan mangkok
penumbuk. Keuntungannya bentuk ruang bakar
baik
dn
susunan
katup-katup
bentuk
V
menguntungkan bagi performance atau unjuk
kerja mesin. Kelembaman massa paling kecil,
sehingga baik untuk putaran tinggi. Kerugiannya
konsrtuksi mesin mahal, mesin lebih berat dan
penyetelan celah katup lebih sulit
n. Celah Katup dan Penyetelnya
1). Fungsi celah katup
Agar supaya katup-katup dapat menutup dengan sempurna pada semua
keadaan temperatur
Mur penyetel
36 |
Celah katup
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
2). Mengapa celah katup harus distel ?
Saat mesin hidup komponen mekanisme katup yang jumlahnya banyak bergerak
bergesekan dan mendapat gaya ke berbagai arah serta beban panas, maka
semakin lama komponen semakin aus pada sistem penekan katup dan pada daun
katup dan dudukannya serta pengikat kendor, sehingga celah katup menjadi
berubah besar, Keausan  Celah menjadi besar. Karena keausan-keausan
tersebut tidak merata, celah katup berubah dan perlu distel,  setiap 20.000 km
a). Celah terlalu besar

Penggerak katup berisik (ada suara pukulan-pukulan)

Bagian penggerak katup bisa patah ( pukulan dan kejutan )
b). Celah terlalu kecil

Waktu pembukaan katup lebih lama dari waktu semestinya

Gerak gunting juga lebih lama  kerugian gas baru besar. Akibatnya : putaran
Idle kurang stabil ( motor bergetar )
37 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
c). Tidak ada celah katup

Katup tidak menutup dengan sempurna

Ada kerugian gas baru  tenaga motor berkurang

Pembakaran dapat merambat ke karburator

Katup-katup dapat terbakar karena tidak ada pemindahan panas pada daun
katup.
o. Macam-Macam Konstruksi Penyetel Katup
1).Konstruksi umum
Skrup penyetel
Celah
Penyetelan celah katup dengan mengendorkan
mur pengunci dan memutar skrup penyetel.
Perhatikan !
Untuk penyetelan, posisi penumbuk pada kam harus
pada lingkaran dasar
38 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
2).Dengan Tuas Ayun ( mis. MB, Ford, Nissan )
Pengukuran celah harus antara tuas
ayun dan kam, bukan antara ujung
Celah
katup
tuas ayun dan ujung batang katup.
Baut penyetel
Mur pengunci
3).Dengan plat penyetel ( mis. Volvo, Fiat, VW )
Pada sistem ini, penyetelan dilaksanakan
Plat penyetel
dengan penggantian plat penyetel dengan
bermacam macam ketebalan
Untuk menyetel celah katup, diperlukan
satu set plat penyetel dan alat khusus
untuk menekan mangkok penekan katup
39 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
4).Tuas Katup Dengan Eksenter Penyetel ( mis. BMW )
Eksenter
Lubang
Baut / mur jepit
5).Penyetel Celah Katup Pada Motor Neptune ( Colt T-120)
1. Fuler
2. Mur penyetel ( mur stop yang mengunci sendiri )
3. Tuas katup dari pelat yang di pres
Keuntungan :
Karena mur penyetel tidak bergerak, penyetel dapat dilaksanakan selama mesin
hidup, tetapi fuller bisa menjadi rusak (kena tumbukan)
40 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
3. Rangkuman
Terdapat pabrik kendaraan yang memproduksi kendaraan secara utuh semuanya,
sehingga kendaraan yang diproduksi langsung dapat digunakan oleh masyarakat
misalnya jenis sedan, jeep dan kendaraan niaga kecil. Selain itu terdapat pabrik
yang memproduksi kendaraan tidak sampai tuntas, misalnya sebagian jenis
kendaraan niaga kecil, truk dan bus, dimana penyelesaian pekerjaan untuk
membangun bodinya harus dikerjakan secara khusus oleh bengkel karoseri
kendaraan.
Setelah kendaraan baru dimiliki oleh seseorang, untuk menjaga kendaraan selalu
dalam kondisi siap operasional/siap digunakan setiap saat dengan efisien, aman,
nyaman dan ekonomis, maka harus dilakukan perawatan berkala dan perbaikan
kerusakan di bengkel kendaraan. Bengkel tersebut di masyarakat dikenal dengan
nama bengkel mobil, bengkel servis mobil, bengkel pemeliharaan mobil, bengkel
perawatan dan perbaikan mobil dan sebagainya.
Pemeliharaan (Maintenance) meliputi perawatan dan perbaikan adalah suatu
kombinasi dari setiap tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang dalam,
atau untuk memperbaikinya sampai suatu kondisi yang bisa diterima.
Tujuan pemeliharaan atau perawatan atau servis kendaraan adalah kendaraan
selalu dalam kondisi optimal dan selalu siap dioperasikan; biaya operasional yang
hemat; keamanan dan keselamatan serta unjuk kerja dan kenyamanan yang
optimal.
Jangka waktu servis kendaraan adalah berdasarkan operasional kendaraan yang
normal, yaitu servis kecil (setiap 5.000 s.d 10.000 km) dan servis besar ( setiap
10.000
s.d
20.000 km), serta berdasarkan kondisi operasi kerja yang
khusus,misalnya daerah berdebu, lumpur (offroad). Di masyarakat pemeliharaan
berkala mesin kendaraan dalam interval sekitar 10.000 km (servis besar) disebut
Tune-Up mesin kendaraan.
Hal
penting
yang
menunjang
kwalitas
pelaksanaan
pemeliharaan/
perawatan/servis kendaraan adalah tempat kerja (kebersihan, keteraturan),
peralatan (kelengkapan, kesesuaian dan penggunaan yang benar), pemeliharaan/
perawatan/servis kendaraan SOP dan keselamatan kerja.
Didalam buku ini dan didalam buku otomotif serta di bidang otomotif pada
umumnya, yang dimaksud motor = mesin = engine.
41 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Mekanisme katup pada mesin kendaraan berfungsi untuk mengatur pemasukan
gas baru (campuran bahan bakar dan udara) secara optimal ke dalam silinder dan
mengatur pembuangan gas bekas ke saluran buang
Mekanisme katup terdiri atas mekanisme katup dengan kam yang berada
dibawah, di blok mesin yaitu jenis SOHC atau OHC dan mekanisme katup dengan
kam yang berada diatas, di kepala silinder, yaitu OHC dan DOHC.
Fungsi adanya celah katupadalah supaya katup-katup dapat menutup dengan
sempurna pada semua keadaan temperatur
Celah katup harus distel pada saat pemeliharaan berkala dalaminterval kendaraan
telah berjalan sekitar 10.000 km. Perubahan celah katup disebabkan oleh saat
mesin hidup komponen mekanisme katup yang jumlahnya banyak bergerak
bergesekan dan mendapat gaya ke berbagai arah serta beban panas, maka
semakin lama komponen semakin aus pada sistem penekan katup dan pada daun
katup dan dudukannya serta pengikat kendor, sehingga celah katup menjadi
berubah besar,
4. Tugas
a. Carilah buku manual untuk minimal 3 jenis kendaraan dengan merk yang
berbeda. Kemudian kerjakan tugas berikut :
1). Rangkumlah hal pokok apa saja yang ditulis dari masing-masing
buku
manual tersebut.
2). Tulislah pekerjaan apa saja yang dilakukan pada perawatan
berkala /servis dari masing-masing buku manual tersebut.
3). Jelaskan SOP penyetelan katup
b. Dengan melihat dari masing-masing buku manual tersebut, tentukan tempat
pada bodi kendaraan yang boleh diangkat dengan dongkrak.
5. Ulangan/Tes
a. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pemeliharaan berkala atau servis
berkala mesin kendaraan ringan.
b. Sebutkan pekerjaan apa saja yang perlu dilakukan pada pemeliharaan
berkala atau servis berkala mesin kendaraan ringan.
42 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
c. Jelaskan mengapa harus dilakukan pemeliharaan berkala pada mesin
kendaraan ringan.
d. Jelaskan cara menstarter motor kendaraan yang aman dan benar.
e. Jelaskan perbedaan istilah motor, mesin dan engine pada bidang
kendaraan.
f.
Jelaskan mengapa katup pada mesin harus disetel secara periodik ?
g. Jelaskan SOP penyetelan katup mesin DOHC.
6. Lembar Kerja 1a
PENYETELAN SABUK PENGGERAK ( FAN BELT )
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran, peserta didik mampu :
 Memeriksa kondisi sabuk penggerak
 Menyetel tegangan sabuk
b. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang
baik dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Peralatan standar dalam peralatan standar dalam kotak alat
 Pengungkit
c. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Kendaraan/motor
d. Langkah kerja :
 Periksa seluruh bagian sabuk penggerak. sabuk yang rusak (pada gambar)
harus diganti. Jika tidak dapat diperiksa saat terpasang, sabuk harus
dikeluarkan untuk diperiksa.
43 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan

Periksa kedudukan sabuk penggerak. Bila kedudukannya pada puli terlalu
dalam, permukaan dalam sabuk menempel permukaan datar puli, maka sabuk
harus diganti.
Salah,
Baik
permukaan dalam
sabuk menempel
permukaan dasar
puli
 Stel tegangan sabuk penggerak. Letak penyetel biasanya pada baut / mur
pemegang alternator.
Cara menegangkan sabuk : Kendorkan baut / mur pemegang alternator,
kemudian ungkit alternator sehingga didapatkan tegangan sabuk yang
diinginkan dan kencangkan baut / mur pemegang alternator lagi. Penyetelan
yang baik : sabuk yang pendek dapat ditekan dengan tangan 10 mm, sabuk
yang panjang  15 mm.
44 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
1). Penyetelan Yang Tidak Tepat
Akibat penyetelan ketegangan sabuk penggerak yang tidak tepat :
*
Kurang tegang : sabuk akan slip / cepat aus, putaran alternator dan fan / kipas
pendingin serta pompa air akan kurang.
*
Terlalu tegang : bantalan pompa air dan alternator menjadi cepat rusak.
Jika sabuk harus diganti, perhatikan ukurannya !
Ukuran sabuk mengikuti normalisasi.
Lebar
: 9.5, 10.5, 11.5, 12.5 mm.
Panjang
: Pentahapannya adalah 25 mm,
misal : 800, 825, 850 mm dst.
Beri sedikit vaselin atau cairan khusus pada sabuk lama yang berbunyi.
45 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
7. Lembar Kerja 1b
PENYETELAN SABUK TIMING (TIMING BELT)
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran, peserta didik mampu :
 Menentukan arah putaran motor
 Memeriksa keausan sabuk timing
 Menyetel ketegangan sabuk timing
b. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang
baik dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Peralatan standar dalam peralatan standar dalam kotak alat
 Set kunci sok
c. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Kendaraan atau stan mesin/motor
d. Langkah Kerja :
 Pastikan arah putaran mesin/motor/engine, yaitu dengan cara menstarter
mesin, maka akan diketahui arah putarannya.. Kebanyakan mesin/motor/
engine arah putarannya searah jarum jam, jika dilihat dari depan mesin
kendaraan, namun terdapat juga mesin/motor/engine yang arah putarannya
berlawanan arah jarum jam
 Cari lubang pemeriksaan sabuk timing pada rumah / penutup sabuk timing. Jika
tidak ada lubang, rumah sabuk timing harus dibuka / dilepas.
 Periksa keadaan semua gigi sabuk timing. Sabuk timing yang retak – retak
(seperti gambar) harus diganti.
46 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
sabuk timing
rol penekan
pegas tensioner
lubang
pemeriksaan
(pada rumah sabuk
timing)
 Kendorkan sekrup-sekrup pada tensioner sampai rol penekan dapat
digerakkan, supaya sabuk timing tertekan dengan sendirinya oleh pegas.
 Putar motor satu putaran dengan kunci, sesuai dengan arah putaran motor.
Jangan memutar motor berlawanan arah, akibatnya sabuk timing akan
melompat-lompat, sehingga terjadi kesalahan „saat / waktu timing‟ antara
poros engkol dan poros kam.
Setelah motor diputar satu kali, akan didapatkan ketegangan sabuk timing
(timing belt) yang sesuai.
 Keraskan kembali sekrup pada tensioner.
47 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
e. Perhatian
 Beberapa motor dilengkapi dengan rol penekan sabuk timing tanpa pegas,
atau roda pompa air berfungsi sebagai rol penekan. Di sini perlu dipakai alat
penyetel khusus untuk mencapai penyetelan ketegangan yang sesuai.
 Jangan membengkokkan sabuk timing atau melumasi sabuk timing dangan
oli/vet.
 Sabuk timing biasanya diganti baru setiap 100‟000 km.
 Sabuk timing yang tegangannya kurang, gigi-giginya dapat melompat,
sehingga bisa terjadi benturan antara torak dengan katup. Sabuk timing yang
tegangannya terlalu besar mengakibatkan suara mendengung dan sabuk
timing cepat aus.
8. Lembar Kerja 1c
PENGENCANGAN KEPALA SILINDER DAN PENYETELAN CELAH KATUP
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran, peserta didik mampu :
 Mengencangkan kepala silinder
 Menentukan katup isap / buang
 Menentukan katup-katup yang dapat distel
 Menyetel celah katup menurut spesifikasi
 Mengencangkan saluran masuk dan buang (intake dan exhaust manifold)
 Memeriksa saluran buang dan knalpot
b. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang
baik dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Peralatan stndar dalam peralatan standar dalam peralatan standar dalam kotak
alat
 Kunci sok 3/8”
 Kunci momen
48 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
c. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Kendaraan atau stan motor/ mesin hidup
 Paking tutup kepala silinder
 Lap
d. Langkah kerja
 Cari besar celah katup di dalam buku data / manual. Besarnya celah katup
pada mesin panas / dingin biasanya tidak sama.
 Lepas tutup kepala silinder.
 Kencangkan baut-baut kepala silinder dengan kunci momen sesuai dengan
urutan
pengencangan
yang
benar
seperti
gambar.
Data
kekuatan
pengencangan baut lihat di buku manual.
 Kencangkan baut atau mur unit tuas penekan katup dengan kunci momen
sesuai
dengan
urutan
pengencangan
yang
benar
seperti
gambar.
Pengencangan jangan terlalu keras. Data kekuatan pengencangan baut lihat di
buku manual.
49 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Putar motor searah dengan putarannya sampai tanda TMA tepat. Tanda TMA
terletak pada puli motor (gambar) atau pada roda gaya.
 Tentukan posisi saat akhir langkah kompresi, apakah terjadi pada silinder
pertama atau silinder terakhir. Saat akhir langkah kompresi dapat diketahui dari
adanya celah pada kedua katupnya, karena posisi kedua katup tertutup.
 Stel katup, dimana setengah dari jumlah katup dapat distel. Pertama, silinder
yang berada pada posisi saat terakhir kompresi, kedua katupnya dapat distel.
Pada silinder berikutnya, katup masuk dapat distel. Pada silinder berikutnya
lagi, katup buang dapat distel, dan demikian juga untuk silinder berikutnya.
Katup-katup pada silinder terakhir tidak dapat distel.
1). Penyetelan Katup Motor 4 dan 6 Silinder
a). Motor 4 silinder
Jika silinder pertama pada saat akhir langkah kompresi, maka katup
yang dapat disetel ( X ) adalah :
M
Katup masuk
B
Katup buang
X
Katup yang dapat
distel
1...6
=
Nomor
silinder
50 |
urut
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
b). Motor 6 silinder
Jika silinder keenam pada saat akhir langkah kompresi, maka katup yang dapat
disetel ( X ) adalah :
 Kemudian penyetelan setengah dari jumlah katup yang belum distel dilakukan
dengan cara yang sama, yaitu setelah puli motor diputar satu putaran lagi /
tanda TMA tepat.
 Pasang tutup kepala silinder.
 Hidupkan motor dan kontrol dudukan/kebocoran paking tutup kepala silinder
serta sambungan-sambungan ventilasi karter.
2). Cara Menyetel Katup Yang Benar
 Fuler harus dapat didorong
dan
ditarik
dengan
agak
rapat/seret.
 Fuler
yang
tidak
rata
/
berombak dan tidak halus
harus diganti baru.
51 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Jangan
mengencangkan
mur-mur terlalu kendor atau
terlalu
kencang.
Gunakan
kunci ring rata dan obeng
yang cocok.
3). Penyetelan Katup Yang Salah
a). Celah Terlalu Besar
Mesin dengan celah katup yang terlalu longgar akan berisik dan dapat
mengakibatkan kerusakan komponen mekanisme katup. Daya motor akan
berkurang dan bahan bakar boros.
b). Celah Terlalu Kecil
Apabila celah katup terlalu rapat, mesin akan hidup goyang pada saat putaran idle,
dan kemungkinan daun katup akan terbakar. Dengan celah katup yang rapat, daya
mesin tidak akan lebih besar.
52 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
4). Penyetelan Celah Katup Kendaraan Buatan Perancis (Peugeot, Renault,
Citroen)
Langkah Kerja :
 Putar motor sehingga katup buang sebuah silinder (dalam kolom 1) pada posisi
terbuka penuh. Posisi katup terbuka penuh dapat dilihat dari gerakan
penekanan maksimum tuas katup pada katup.
 Stel celah katup menurut tabel dibawah. Kolom 1 menyatakan katup buang (ex)
yang sedang terbuka penuh, kolom 2 menyatakan katup masuk (in) yang dapat
distel, kolom 3 menyatakan katup buang (ex) yang dapat distel sesuai dengan
data. Misalnya jika katup ex silinder 3 sedang terbuka penuh, maka katup yang
dapat disetel adalah katup in silinder 4 dan katup ex silinder 2. Berarti pada
kendaraan buatan Perancis, poros engkol harus diputar 4 kali (menepatkan
kondisi pada kolom 1) untuk menyelesaikan penyetelan semua katup.
53 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Perhatikan : Penyetelan celah katup pada kendaraan buatan Perancis dengan
cara biasa mengakibatkan celah katup yang terlalu besar.
5). Tempat Mengukur Celah Katup
Pengukuran celah katup pada penggerak katup yang menggunakan tuas ayun
harus antara tuas dengan kam, bukan antara ujung tuas dengan ujung batang
katup.
kam
Celah penyetel yang benar
tuas ayun
batang katup
6). Penyetelan Katup dengan Plat Penyetel
Pada sistem ini, penyetelan plat penyetel dilaksanakan melalui mengganti plat
penyetel dengan bermacam- macam ketebalan. Untuk menyetel celah katup,
diperlukan satu set plat penyetel, mikrometer dan alat khusus untuk menekan
mangkok penumbuk katup.
plat penyetel
54 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
a). Cara menyetel
Untuk mencegah bercampurnya pelat penyetel dari sejumlah katup yang ada, stel
katup satu persatu, seperti berikut :
 Ukurlah besar celah katup yang ada (A) dan catat.
 Catatlah kesalahan celah (C), yaitu perbedaan ukuran celah antara
besar
celah yang seharusnya (B) dan besar celah yang telah diukur. Kesalahan celah
ini ( C = B – A ) digunakan untuk menentukan pelat penyetel dengan tebal yang
tepat (D).
 Tekan mangkok penumbuk dengan alat khusus.
 Keluarkan plat penyetel dengan tang khusus atau obeng.
 Ukurlah tebal plat yang telah dilepas (E) dengan mikrometer, kemudian
masukkan ke kotak set yang sesuai dengan ketebalannya.
 Cari plat penyetel yang tebalnya sesuai (D) untuk menghasilkan celah katup
yang benar, yaitu D = E + C.
 Kontrol ketebalan plat baru dengan mikrometer.
 Pasang plat penyetel yang baru pada mangkok.
 Kontrol celah katup kembali.
55 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
7). Pemeliharaan Pengencangan Saluran Masuk-Buang dan Knalpot
 Periksa kondisi sistem saluran masuk dan saluran gas buang secara visual.
Perhatikan pada bagian-bagian yang diberi panah, mungkin longgar, bocor,
keropos atau kendor.
 Kencangkan mur-baut pengikat saluran masuk, saluran buang (intake &
exhaust manifold) dan sambungan knalpot.
 Saluran masuk (intake manifold) yang bocor karena pengencangannya kendor
atau paking rusak atau saluran masuk (intake manifold) yang bengkok,
mengakibatkan terisapnya udara luar masuk kedalam saluran masuk. Udara
luar masuk yang biasanya disebut „udara palsu‟ ini menjadikan campuran
bahan bakar udara yang dihasilkan karburator semakin miskin/kurus, pada
putaran idle/stasioner putaran mesin tidak halus atau mesin goyang dan pada
putaran selanjutnya tenaga mesin berkurang dan boros bensin.
 Periksa karet-karet pemegang saluran gas buang, kemungkinan karet keluar
dari penyangga, rusak atau kendor pemasangannya.
56 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Periksa kebocoran dengan cara menyumbat ujung knalpot dengan kain lap
pada saat motor hidup, maka bagian yang bocor akan terdengar suara
mendesis dan terlihat asap yang bocor.
Perhatian
Saluran gas buang dan knalpot yang bocor, gas buang dapat masuk keruang
penumpang dengan mudah, karena saat kendaraan jalan, sering terjadi vakum
kecil pada ruang penumpang, sehingga asap yang bocor dekat ruang penumpang
mudah terisap masuk. Adanya gas buang sedikit saja dalam ruang penumpang,
penumpang akan keracunan gas buang, dapat
menimbulkan rasa sakit atau
pengemudi menjadi kurang konsentrasi, bahkan jika terjadi dalam waktu yang
lama dapat mengakibatkan kematian.
57 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
9. Lembar Kerja 1d
TES TEKANAN KOMPRESI
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran peserta didik dapat :
 Mengetes / mengukur tekanan kompresi setiap silinder motor
 Menginterpretasikan hasil tes tekanan kompresi
b. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang
baik dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Alat tes kompresi
 Kunci busi ( sok )
 Kuas/pistol udara
 Kunci momen
c. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Kendaraan / motor stand
d. Keselamatan kerja
Pastikan bahwa selama tes tekanan kompresi dilakukan, kabel tegangan tinggi
dari koil pengapian selalu terhubung dengan massa, agar tegangan tinggi tidak
mengalir ke tubuh anda.
Jangan mengangkat alat tes tekanan kompresi dari lubang busi sebelum motor
berhenti berputar, karena dengan tekanan kompresi motor tersebut, kotoran akan
bisa menyemprot muka / tubuh anda.
e. Langkah Kerja
 Panaskan motor sampai air dalam radiator mencapai suhu kerja ( 80o C)
 Lepaskan kabel-kabel busi ( jangan lupa menempatkan kabel-kabel sesuai
dengan nomor urut silinder motor )
58 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Lepaskan kabel tegangan tinggi dari tengah-tengah tutup distributor dan
hubungkan dengan massa ( pakai penjepit / klem buaya, agar hubungan cukup
kuat dan tidak terlepas waktu motor distarter )
 Lepaskan semua busi.
 Siapkan alat pengetes ( Contoh : “Moto-Meter” )
Tempatkan kertas diagram pada
kemudian masukkan kerangka pada
kerangkanya ...
pengetes
 Tempatkan alat pengetes pada lubang busi silinder 1 dan sedikit tekan
 Minta bantuan seseorang untuk berada di dalam kendaraan untuk menekan
pedal gas secara terus-menerus dan menghidupkan starter. Motor distarter
sampai jarum pengetes tidak naik lagi ( penunjukan maksimum tercapai )
 Lepas alat pengetes dari lubang busi silinder 1, kemudian hilangkan tekanan
udara pada alat dan pindahkan kertas diagram, seperti gambar berikut.
Tekan pada ujung katup untuk
kemudian pindahkan kertas diagram
melepas tekanan udara
satu tahap dengan menekan tombol
pada pemegang.
59 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Laksanakan tes lagi untuk silinder-silinder berikutnya, dengan cara yang sama
seperti telah dilakukan pada silinder 1.
 Keluarkan kertas diagram dan lakukan penafsiran hasil.
BAIK
Tekanan kompresi semua
Ada kebocoran pada
Silinder 3 tidak ada
silinder hampir sama
silinder 2
tekanan kompresi
c. Perhatian
Momen pengerasan busi :
Kepala silinder aluminium
: 15-20Nm
Kepala silinder besi tuang
: 20-25Nm
Pengukuran tekanan kompresi dilakukan pada setiap servis 20‟000km setelah
penyetelan katup, atau bila ada masalah motor tidak hidup dengan semua silinder.
Tekanan kompresi tergantung
pada perbandingan kompresi.
Hasil normal
adalah 9-12 bar / 900-1200 kPa.
Kalau ada kebocoran, pastikan hasil dengan mengulangi tes setelah motor
dijalankan.
Kebocoran tekanan kompresi disebabkan oleh katup-katup yang tidak rapat atau
terbakar, paking kepala silinder yang rusak, cincin torak yang patah dll. Untuk
mendiagnose kebocoran dengan pasti perlu dilakukan tes kebocoran silinder.
60 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
B. KEGIATAN BELAJAR 2
PEMELIHARAAN SISTEM PELUMASAN DAN SISTEM PENDINGINAN
1. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran peserta didik mampu :
a.
Menjelaskan pengertian, tujuan dan fungsi sistem pelumasan.
b.
Menjelaskan kualifikasi oli dan penggunaannya.
c.
Mengganti oli dan saringannya.
d.
Menjelaskan kegunaan dan macam-macam sistem pendinginan.
e.
Menjelaskan cara kerja sistem pendinginan.
f.
Merawat secara berkala sistem pendinginan
2. Uraian Materi
SISTEM PELUMASAN
a. Fungsi Pelumasan
1). Memperkecil gesekan sehingga
mengurangi keausan
2). Mendinginkan
(panas
komponen berpindah ke oli)
3). Sebagai perapat, misal antara ring
piston dengan dinding silinder
komponen
4). Sebagai pembersih dari
keausan bidang lumas
61 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
b. Macam- macam Sistem Pelumasan
1). Pelumasan Campur
Bensin
Oli
Digunakan pada kebanyakan mesin stasioner 2 Tak yang kecil dan sepeda motor
seperti : Vespa, Yamaha, Suzuki.
Sifat-sifat yang menonjol
 Selalu menggunakan oli baru, karena oli yang tercampur bensin ikut terbakar
dan habis.
 Timbul polusi dari gas buang
 Pemakaian oli boros
 Kandungan oli 2 ÷ 4 % dari bensin ( menurut spesifikasi pabrik )

62 |
Pelumasan campur digunakan hanya untuk motor 2 Tak.
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
2). Pelumasan Tekan
Keterangan gambar
1. Karter
2. Saringan pompa
3. Pompa oli
4. Katup pelepas
5. Saringan halus
6. Katup by-pass
7. Sakelar tekan
8. pemakai
Sifat yang menonjol

Pelumasan kontinyu, teratur dan merata

Digunakan pada motor Otto (bensin) dan Diesel 4 tak dan Diesel 2 Tak

Oli perlu diganti pada kurun waktu tertentu
Misal : Motor Otto (bensin), oli diganti setiap 10.000 Km
Motor Diesel , oli diganti setiap 5.000 Km
63 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
c. OLI MESIN/MOTOR
Di pasaran banyak oli motor yang ditawarkan pabrik. Bagaimana menentukan oli
yang sesuai untuk kebutuhan motor / engine ? Hal iItu dapat ditentukan melalui
spesifikasi oli yang dapat dibaca pada tulisan yang menempel pada kaleng oli.
1). Spesifikasi Kekentalan (viskositas)
Spesifikasi ini mengikuti standar SAE (Society of Automotive Engineering )
SAE 20 ....
SAE 30 ....
SAE 50 ....



encer ....
sedang ....
kental
Motor (engine) biasanya menggunakan oli SAE 40
a).Oli “multigrade”
Oli “multigrade” adalah oli yang telah diberi bahan aditif yang dapat meningkatkan
kemampuan oli untuk tidak cepat encer bila suhunya naik dan tidak cepat beku
pada temperatur rendah.
Contoh : Mesran super SAE 20W-50
Pada temperatur dingin ( W = Winter),
Pada temperatur tinggi, kekentalan
kekentalan seperti oli biasa SAE 20
sama seperti oli biasa SAE 50
Penggunaan oli “multigrade” tidak lebih menguntungkan pada hawa yang
perubahannya tidak banyak / merata seperti di Indonesia.
64 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
2). Spesifikasi Kualitas
Spesifikasi ini mengikuti standar API (American Petrolium Institute).
a). Motor bensin : SA, SB .... SF
tugas ringan
tugas sangat berat
b). Motor Diesel : CA, CB .... CF
tugas ringan
tugas sangat berat
c). Oli yang biasa digunakan pada motor (Engine) :
Motor Otto (bensin) menggunakan oli dengan kualitas SC,SE
Motor Diesel menggunakan oli dengan kualitas CC, CD
Contoh : oli Pertamina yang dapat memenuhi semua kebutuhan normal untuk
motor bensin dan motor Diesel adalah Mesran B40 (SAE 40, API SE/ CC)
d). Interval penggantian oli motor
Motor bensin, oli diganti setiap 10‟000 km
Motor Diesel, oli diganti setiap 5‟000 km (lebih cepat kotor)
d. Penggantian Elemen Saringan Oli
Kadang-kadang mesin atau motor kendaraan
menggunakan unit saringan oli dengan
elemen saringan yang dapat diganti sendiri.
Cara mengganti elemen saringan :
 Lepas baut pada pusat rumah saringan.
Jika
rumah
saringan
melekat/lengket,
pukul sedikit dengan palu plastik untuk
melepasnya.
65 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Cuci rumah saringan dan perlengkapannya. Elemen saringan dan seal nya
harus diganti dengan yang baru setiap  20‟000 km.
 Perhatikan urutan pemasangan perlengkapan baut pengikat!
baik
pegas terpasang salah, oli
tidak melewati saringan
 Perhatikan pada pengencangan rumah saringan apakah dudukannya pada
flens dapat memusat dengan benar.
66 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Setelah motor terisi oli, hidupkan mesin/motor dan kontrol kebocoran oli.
 Jika ada oli yang tumpah pada lantai bengkel, maka harus dibersihkan
dengan segera.
67 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
3. SISTEM PENDINGINAN
a. Kegunaan Pendinginan
 Menyerap panas pada bagian-bagian mesin/motor sehingga mengurangi
keausan dan kerusakan.
 Untuk mendapatkan temperatur kerja mesin/motor yang tepat dan merata
b. Macam-macam Sistem Pendinginan
Panas
Panas
Udara pengapian
1). Pendinginan Udara
Cara Kerja
Panas yang ditimbulkan oleh mesin/motor dipindahkan ke dinding silinder dan
melalui sirip-sirp menuju ke udara luar. Untuk meningkatkan efisiensi pendinginan,
maka permukaan bidang pendinginan diperluas melalui konstruksi sirip-sirip.
Penggunaan Sistem Pendinginan Udara
 Kebanyakan sepeda motor, motor-motor unit kecil.
 Mesin VW lama, Deutch Diesel.
Sifat yang menonjol

Konstruksi mesin sederhana

Suara motor keras akibat getaran sirip-sirip karenan hembusan angin

Pendinginan tidak merata, bagian yang langsung terkena angin/udara
mendapat pendinginan yang lebih

68 |
Jarang ada gangguan dan perawatan ringan.
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
2). Pendinginan Air Sirkuit Pompa
Cara Kerja
a). Mesin/Motor Dingin Sampai Temperatur Kerja
Mesin/motor dihidupkan, maka terjadi proses pembakaran di dalam silinder yang
berulang-ulang, temperatur mesin dan air pendingin semakin meningkat.
Bersamaan dengan itu, pompa air (6) berputar, maka terjadi sirkulasi air hanya di
dalam rongga blok motor dan kepala silinder (1). Air tidak dapat bersirkulasi
melewati radiator (3), karena termostat (7) masih tertutup. Oleh karena sirkulasi air
hanya di dalam mesin/motor dan air tidak didinginkan radiaitor, maka mesin/motor
dan air menjadi cepat panas, cepat mencapai temperatur kerja (80°C s.d 1000 C).
b). Mesin/Motor Pada Temperatur Kerja
Setelah mesin/motor mencapai temperatur kerja, maka termostat membuka,
sehingga sirkulasi air tidak hanya di dalam mesin, tetapi melewati termostat (7),
slang bagian atas (2), radiator (3), slang bagian bawah (5), pompa air (6) dan ke
dalam mesin (1), termostat dan seterusnya. Akibatnya panas air pada radiator
akan berpindah ke sirip-sirip radiator dan terus berpindah ke udara yang melewati
radiator. Dengan sirkulasi air yang terus menerus melewati radiator dan
didinginkan oleh udara yang lewat, maka temperatur air dan mesin/motor akan
terjaga tidak melebihi batas panas temperatur kerja. Kipas menjamin kecukupan
aliran udara yang melewati radiator (udara mengalir dari depan ke arah
kendaraan)
69 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
c. Termostat
1). Cara Kerja
Bila suhu air pendingin rendah, aliran air ke radiator ditutup termostat / terputus.
Jika suhu air pendingin mencapai mulai  80°C s.d 1000 C, termostat terbuka dan
air mengalir ke radiator.
 Saat termostat tertutup
 Saat termostat terbuka
ke radiator
dari arah motor
2). Kerusakan dan Gangguan Termostat
a). Termostat Tidak Dipasang.
Jika termostat tidak terpasang atau rusak dalam kondisi selalu terbuka, maka
motor tidak dapat cepat mencapai temperatur kerja, oleh karena meskipun air
masih dingin tetapi dapat bersirkulasi melewati radiator, maka air pendingin
menjadi tetap relatif dingin sehingga tidak dapat membantu air pendingin dan
mesin/motor cepat panas mencapai temperatur kerja. Hal ini dapat merugikan
umur motor, juga pemakaian bahan bakar menjadi boros. Termostat yang rusak
harus diganti baru karena tidak dapat diperbaiki.
70 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
b). Termostat Rusak Tertutup
Jika termostat rusak dan dalam kondisi tetap tertutup, maka mesin/motor cepat
mencapai temperatur kerja seperti halnya ketika termostat dalam kondisi baik,
tetapi karena setelah air atau mesin/motor mencapai temperatur kerja dan air
panas tidak dapat bersirkulasi melewati termostat dan radiator, maka air panas
yang terjebak di dalam blok motor dan kepala silinder dalam kondisi tidak dapat
didinginkan oleh udara yang melewati radiator, maka mesin/motor menjadi
semakin panas dan akhirnya terjadi panas berlebih (overheating), akibatnya
mesin/motor macet dan komponen mesin rusak.
d. Tutup Radiator
Tutup radiator berfungsi untuk menaikkan tekanan air didalam
pendinginan. Pada
temperatur kerja, air
sistem
sistem pendinginan bertekanan 80-
120 kPa (0.8-1.2bar). Dengan tekanan air melebihi tekanan atmosfir, lebih 80120kPa (0.8-1.2bar), maka titik didih air pendingin dapat naik mencapai 120
derajat Celcius, maka
sistem pendinginan menjadi lebih aman, karena air tidak
cepat mendidih.
1). Cara Kerja Tutup Radiator
Katup pelepas terbuka dan katup vakum
Katup vakum terbuka dan katup
tertutup
pelepas tertutup
a). Motor Panas
Saat mesin/motor hidup dan menjadi panas (mencapai temperatur kerja), maka
temperatur dan tekanan air
hermo pendinginan akan naik dan volume air
71 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
mengembang, maka katup pelepas
hermostat akan membuka pada tekanan
„teknik‟ 80-120kPa (0.8-1.2bar), maka air akan mengalir ke tangki reservoir sampai
berhenti ketika katup pelepas tutup kembali pada tekanan air dalam radiator turun
dibawah 80-120kPa (0.8-1.2bar).
b). Motor Dingin
Ketika mesin/motor dimatikan, maka semakin lama temperatur mesin dan juga air
akan semakin turun bahkan mencapai temperatur udara luar. Akibatnya volume air
pendingin semakin menyusut dan berkurang, maka akan terjadi ruang kosong dan
vakum (dibawah tekanan atmosfir) diatas permukaan air pendingin dalam radiator,
maka katup vakum termostat
akan membuka, akibatnya air pendingin dalam
tangki reservoir yang bertekanan atmosfir akan mengalir (terisap) masuk
memenuhi ruang dalam radiator, bersamaan dengan proses tersebut kevakuman
diatas air dalam radiator semakin hilang dan katup vakum kembali tertutup.
c. Kerusakan dan Gangguan Karena Tutup Radiator
Bila katup pelepas tidak rapat, maka tekanan sistem pendinginan kurang,
sehingga temperatur didih air rendah, artinya air cepat mendidih.
Bila katup pelepas tidak membuka, tekanan sistem pendinginan terlalu tinggi,
akibatnya slang air mengembang / meledak.
Bila katup vakum tidak membuka, akan timbul vakum pada saat motor menjadi
dingin , akibatnya slang-slang air akan mengempis.
e. Sifat Yang Menonjol
 Pendinginan air lebih merata dibandingkan dengan pendinginan udara
 Temperatur kerja motor tetap konstan
 Gangguan lebih sering terjadi
 Perawatan sistem pendinginan air lebih rumit.
3. Rangkuman
 Pelumas berfungsi untuk memperkecil gesekan sehingga mengurangi
keausan; mendinginkan komponen (panas komponen berpindah ke oli);
72 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
sebagai perapat, misal antara ring piston dengan dinding silinder; sebagai
pembersih dari keausan bidang lumas.
 Sistem pelumasan yang digunakan pada kendaraan adalah sistem
pelumasan tekan, yang komponennya meliputi saringan kasa didalam
karter/bak oli, pompa oli, saringan/filter oli dan saluran oli ke pemakai.
 Kualitas oli ditentukan oleh indek kekentalan atau viskositas standar SAE
(Society of Automotive Engineering ) dan indek mutu standar API (American
Petroleum Institute).
 Oli “multigrade” adalah oli yang telah diberi bahan aditif yang dapat
meningkatkan kemampuan oli untuk tidak cepat encer bila suhunya naik dan
tidak cepat beku pada temperatur rendah.
 Kegunaan pendinginan adalah untuk menyerap panas pada bagian-bagian
mesin/motor sehingga mengurangi keausan dan kerusakan serta untuk
mendapatkan temperatur kerja mesin/motor yang tepat (80oC – 100oC) dan
merata
 Sistem pendinginan air sirkuit pompa sebagian besar digunakan pada
kendaraan. Termostat berfungsi utama untuk mempercepat tercapainya
temperatur kerja mesin dan mempertahankan temperatur mesin bersama
radiator, pompa air dan fan/kipas angin.
 Tutup radiator berfungsi untuk menaikkan tekanan air didalam
sistem
pendinginan, 80-120 kPa (0.8-1.2bar) diatas tekanan atmosfir, supaya air
tidak cepat mendidih karena titik didih air pendingin dapat naik mencapai
120 derajat Celcius. Katup vakum pada tutup radiator menjamin radiator
selalu penuh dengan air saat temperatur mesin menjadi dingin, karena
mengalirnya kembali air dari tangki reservoir ke radiator.
73 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
4. Tugas
Carilah buku manual untuk minimal 3 jenis kendaraan dengan merk yang
berbeda. Kemudian kerjakan tugas berikut dan tulislah pada lembar kertas:
a.
Motor pada kendaraan tersebut dianjurkan untuk menggunakan oli yang
mana ?.
b.
Kapan oli motor seharusnya diganti ?
c.
Saringan oli jenis apa yang digunakan pada motor tersebut ?
d.
Buatlah bagan dari sistem pendinginan
e.
Jelaskan cara memeriksa kebocoran sistem pendinginan.
f.
Jelaskan akibat dari termostat yang tidak dipasang pada sistem
pendinginan.
.
5. Ulangan/Tes
a.
Jelaskan fungsi pelumasan motor.
b.
Apa yang dimaksud oli multigrade ?
c.
Pada kaleng oli tertulis
20 W 40
dan SB. Jelaskan arti dari tulisan
tersebut.
d.
Jelaskan akibat dari tutup radiator yang katup vakumnya macet.
e.
Apa akibatnya jika pada sistem pendinginan tidak terpasang termostat ?
f.
Jelaskan proses pendinginan yang terjadi pada sistem pendinginan air.
74 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
6. Lembar Kerja 2a
PENGGANTIAN OLI MOTOR DAN SARINGAN / FILTER OLI
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran peserta didik dapat :
 Memilih saringan oli yang cocok berdasarkan perlengkapan katupnya
 Mengganti saringan oli
 Mengganti oli motor
b. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang
baik dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Bak Oli
 Alat pelepas
 Saringan oli
 Kain lap
 Corong
 Kan pengisi oli
c. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Kendaraan/ motor hidup
 Macam- macam saringan oli
 Oli motor
d. Langkah Kerja
 Letakkan bak penampung oli bekas di bawah motor
 Lepas baut pembuang oli yang terletak pada karter
 Lepas sarigan oli dengan tangan atau kunci pelepas khusus. Kontrol, jangan
sampai paking karetnya tertinggal pada dudukan saringan oli.
75 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
e. Pemilihan saringan / filter oli :
 Pilih saringan oli dengan mencocokkan ulir sarigan dan diameter paking
karet.
 Kontrol apakah saringan oli lama dilengkapi dengan katup “by -pass “ atau
tidak. Lihat gambar.
Katup “ by -pass “
Aliran
oli
normal
melalui
saringan
Aliran oli jika saringan tersumbat
atau oli masih dingin ( kental )
 Kontrol perlu tidaknya katup anti balik di dalam saringan oli dengan melihat
posisi pengikatan saringan oli terhadap motor. Jika posisi pengikatan
saringan oli horisontal atau sambungan saringan di bawah, maka saringan
oli harus dilengkapi dengan katup anti balik.
76 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Katup anti -balik ( karet )

Pasang kembali baut pembuang oli. Jangan lupa gunakan paking baru.

Periksa dan bersihkan tempat dudukan saringan oli. Beri oli atau vet pada
paking saringan oli baru.

Pasang saringan oli baru dan keraskan dengan kekuatan tangan saja.

Isi oli pada motor. Gunakan corong supaya oli tidak tumpah. Perhatikan
jumlah oli yang sesuai spesifikasi. Ada perbedaan jumlah oli dengan/ tanpa
mengganti saringan oli.
Contoh isi karter : - tanpa menganti saringan oli : 3 liter
- dengan mengganti saringan oli

: 3 , 5 liter
Kontrol, apakah jumlah oli sudah tepat sesuai tanda max. !
77 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan

Bersihkan bagian-bagian kendaraan yang kotor karena oli.

Hidupkan motor dan kontrol kebocoran pada baut pembuang dan saringan oli
yang telah dipasang.
Perhatian
Ganti saringan oli secara periodis setiap 20‟000 km.
Gunakan saringan asli. Saringan palsu sering berkualitas jelek dan dapat
mengakibatkan kerusakan pada motor.
f. Kegunaan katup-katup pada saringan oli
1). Katup “ by-pass “
Di dalam setiap sirkuit pelumasan sistem pompa terdapat katup “by-pass”. Katup
ini terbuka pada saat oli masih dingin ( kental ) atau apabila saringan oli
tersumbat. Tempat katup terletak di dalam saringan atau di rumah sambungannya.
2). Katup anti balik
Kebutuhan katup anti-balik tergantung pada posisi pengikatan saringan oli
terhadap motor. Kalau pada saringan tidak ada katup anti- balik dan posisi
saringan horisontal atau sambungan sarinan ke motor terletak di bawah, maka paa
saat motor mati, oli di dalam saringan dapat kembali ke karter. Dan bila motor
dihidupakan, beberapa saat masih belum ada tekanan dalam sistem pelumasan,
karena oli yang mengalir harus mengisi sarigan terlebih dahulu. Pada posisi
pemasangan seperti di atas, diperlukan katup anti balik yang mencegah oli
kembali ke saringan karter. Katup anti balik biasanya terdiri dari ring karet
bersama ring baja berbentuk piring. Ring tersebut berfungsi sebagai pegas.
78 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
g. Pengisian oli pada motor Toyota seri K ( Kijang, Corolla DX)
Pada motor ini, jangan mengisi oli pada saat busi-busi dilepas. Waktu busi
terlepas, tabungnya kendor, maka oli yang akan diisi sebagian dapat mengalir
melalui lubang busi dan masuk ke dalam ruang bakar.
79 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
7. Lembar Kerja 2b
PEMERIKSAAN SISTEM PENDINGINAN
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran peserta didik dapat :
 Memeriksa kebocoran sistem pendinginan dengan alat pengetes
 Memeriksa fungsi tutup radiator dengan alat pengetes
 Memeriksa fungsi termostat, saat dipasang pada motor
 Menambah air pendingin
b. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang
baik dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Peralatan standar dalam peralatan standar dalam kotak alat
 Termometer
 Pengetes kebocoran
c. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Kendaraan / motor hidup
d. Keselamatan Kerja
Pada saat motor panas, air pendingin di dalam sistem pendinginan temperaturnya
panas dan bertekanan. Janganlah membuka tutup radiator dengan tiba-tiba,
karena air pendingin yang temperaturnya panas dan bertekanan dapat
menyembur ke luar dan dapat melukai seseorang.
80 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
e. Langkah Kerja
1). Pemeriksaan Kebocoran Radiator
 Sebelum memasang alat pengetes pada radiator, lihat kedalaman leher pengisi.
 Jika kedalaman leher pengisi pendek, gunakan karet pada pengetes seperti
pada gambar berikut. Jika kedalaman leher pengisi panjang, karet pengetes
harus dipasang terbalik.
Tuas pompa
Karet adaptor
Alat Pengetes Radiator
 Pasang alat pengetes beserta karetnya pada leher pengisi radiator.
 Pompalah alat pengetes sehingga terdapat tekanan yang sesuai dengan yang
tertulis pada tutup radiator. Jangan memberi tekanan yang melebihi dari yang
tertulis pada tutup radiator.
0,9 bar
90 kPa
 Periksa kebocoran pada radiator, slang-slang dan paking-paking pada pompa,
kepala silinder dan rumah termostat.
81 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Periksa kebocoran sil pompa air pada saat motor hidup. Jika pompa bocor, air
pendingin akan keluar melalui lubang pelepas.
 Slang yang retak harus diganti. Pemasangan klem dan slang juga harus
diperiksa.
2). Pemeriksaan Fungsi Tutup Radiator
 Periksa kondisi bagian-bagian yang ada pada tutup radiator
Katup-katup
Pengunci
 Cuci tutup radiator yang kotor dengan air
82 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan

Pasang alat pengetes pada tutup radiator. Pilih leher pipa adaptor yang
kedalamannya sesuai dengan tutup radiator.
?
?

Pompalah alat pengetes sehingga terdapat tekanan pada tutup radiator sampai
katup pelepas mulai membuka. Bersamaan dengan membukanya katup
pelepas, bacalah tekanan pada alat dan bandingkan tekanan alat tersebut
dengan tekanan yang tertulis pada tutup.
Jika tekanan untuk membuka katup pelepas lebih rendah atau lebih tinggi dari
yang tertulis pada tutup radiator, maka tutup radiator harus diganti baru.
3). Pemeriksaan Fungsi Termostat
Pemeriksaan ini harus dimulai pada saat motor masih dingin.
 Pasang termometer pada leher pengisi air radiator.
 Hidupkan motor. Pada saat motor baru hidup, air pendingin seharusnya tidak
menjadi panas. Air yang cepat menjadi panas saat motor mulai hidup
menunjukkan bahwa termostat dalam kondisi tidak dipasang atau terus terbuka
meskipun temperatur air belum mencapai 70-85 derajat Celcius. Seharusnya
termostat mulai membuka, setelah motor hidup beberapa menit. Pada saat itu,
temperatur di dalam air pendingin harus cepat naik sampai 70-85 C.
83 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
4). Penambahan Air Pendingin
 Isi / tambah air pendingin pada radiator minimal sesuai dengan gambar. Secara
prinsip air harus dapat menggenangi sirip-sirip di dalam radiator.

Isi / tambah air pendingin pada reservoir sampai level maksimum (max).
Jangan lupa memeriksa kondisi selang air dari leher pengisi air radiator sampai
reservoir dan sambungan-sambungannya. Selang yang retak harus diganti
baru.
5). Informasi Penting
Jika air pendingin kurang, mesin/motor menjadi sangat panas (overheating),
sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen motor seperti paking
kepala silinder dapat bocor serta kepala silinder dapat menjadi retak dan
melengkung.
84 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
C. KEGIATAN BELAJAR 3
SISTEM PENGAPIAN
1. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran, peserta didik mampu :
a. Menjelaskan prinsip pengubahan tegangan tinggi pada sistem pengapian
baterai.
b. Menjelaskan komponen yang ada pada sistem pengapian baterai dan
fungsinya.
c. Menjelaskan prinsip kerja sistem pengapian baterai.
d. Memeriksa kondisi komponen sistem pengapian sesuai dengan prosedur
yang benar.
e. Memeriksa dan mengganti busi.
f. Memeriksa, mengganti dan menyetel kontak pemutus.
2. Uraian Materi
DASAR SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL
a. Macam-Macam Sistem Pengapian Konvensional
Sistem pengapian konvensional pada motor bensin ada 2 macam. Per- bedaan
keduanya terletak pada sumber tegangan listrik.
1). Sistem Pengapian Baterai
Baterai 6 atau 12 Volt berfungsi sebagai sumber tegangan.
85 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
2). Sistem Pengapian Magnet
Generator berfungsi sebagai pembangkit sumber tegangan 12 / 6 Volt
Koil
Generator
b. Cara Menaikkan Tegangan
5.000 – 25.000 Volt
12 Volt
Tegangan baterai ( 12 V ) dinaikkan menjadi tegangan tinggi
( 5.000  25.000 Volt dengan menggunakan transformator ( Koil ).
c. Jenis Koil
Inti besi
Koil jenis inti
tertutup
86 |
Koil jenis inti
batang
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
d. Dasar Transformasi Tegangan
Transformasi tegangan berdasarkan prinsip induksi magnetis
1). Transformasi dengan Arus Bolak Balik
Jika magnet digerak-gerakkan dekat
a). Induksi magnetis
kumparan atau sebaliknya, maka :
U

Terjadi perubahan medan magnet

Timbul tegangan listrik
Tegangan
yang
dibangkitkan
disebut
“Tegangan Induksi”
S
b). Transformator
Jika pada sambungan primer transformator
primer
sekunder
dihubungkan dengan arus bolak – balik
maka :

Ada frekuensi
arus listrik (karena
arus AC), sehingga terjadi perubahan
medan
magnet,
akibatnya
timbul
tegangan induksi, maka akan lampu
menyala.
c). Perbandingan Tegangan
Perbandingan tegangan antara tegangan
primer
sekunder
primer dan sekunder sebanding dengan
perbandingan jumlah lilitan.
 Perbandingan jumlah
lilitan
sedikit,
maka tegangan induksi kecil

Perbandingan jumlah lilitan banyak,
maka tegangan induksi besar
87 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
2). Transformasi dengan Arus Searah
Bagaimana jika transformator diberi
arus searah ?

Transformator
tidak
dapat
berfungsi dengan arus searah,
karena :
Arus
tetap
(tidak
terjadi
perbahan arus), maka tidak
tejadi
perubahan
medan
magnet, sehingga tidak ada
induksi.
Bagaimana agar terjadi perubahan
medan magnet ?
 Dengan memberi saklar pada
sambungan primer
Jika saklar dibuka / ditutup (on / off),
maka :
Arus primer terputus – putus (ada
dan
tidak
ada),
sehingga
ada
perubahan medan magnet (dari ada
magnet menjadi tidak ada magnet).
Akibatnya terjadi induksi.
88 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
e. Komponen Sistem Pengapian Baterai dan Kegunaannya
Baterai
Kegunaan :
Sebagai
penyimpan
atau
penyedia sumber arus listrik
Kunci Kontak
Kegunaan :
Menghubungkan
dan
memutus
kan arus listrik dari baterai ke
sirkuit primer
Koil
Kegunaan :
Mentransformasikan
baterai
(
12
Volt
tegangan
)
menjadi
tegangan tinggi ( 5000 – 25.000
Volt )
89 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Kontak Pemutus ( platina )
Kegunaan :
Menghubungkan dan memutus kan
arus primer agar terjadi induksi
tegangan
tinggi
pada
sirkuit
sekunder.
Kondensator
Kegunaan :
 Mencegah loncatan bunga api
diantara celah kontak pemutus
pada
saat
kontak
mulai
membuka.

Mempercepat pemutusan arus
primer
sehingga
perubahan
kemagnetan pada koil menjadi
cepat dan akibatnya tegangan
induksi yang timbul pada sirkuit
sekunder tinggi.
90 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Distributor
Kegunaan :
Membagi
dan
menyalurkan
tegangan tinggi sekunder ke setiap
busi
sesuai
dengan
urutan
pengapian (F.O).
F.O = Firing Order
Busi
Kegunaan :
Meloncatkan
bunga
api
listrik
diantara kedua elektroda busi di
dalam
ruang
bakar,
sehingga
pembakaran campuran bahan bakar
dan udara dapat dimulai.
91 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
f. Cara Kerja Sistem Pengapian Baterai
Pada saat mesin atau motor hidup, poros engkol dan poros kam distributor
berputar yang mengakibatkan kam distributor tidak menekan tumit ebonit kontak
pemutus sehingga kontak pemutus menutup dan selanjutnya kam distributor
menekan tumit ebonit kontak pemutus sehingga kontak pemutus membuka.
Peristiwa tersebut akan berulang-ulang selama mesin/motor hidup.
1). Saat Kunci Kontak On dan Kontak Pemutus (platina) Menutup
1
3
2
1
2
4
3
4
Saat kunci kontak ( On ) dan kontak pemutus menutup (kam pada poros distributor
tidak menekan tumit ebonit kontak pemutus), maka terjadi rangkaian tertutup pada
sirkuit/rangkaian primer, sehingga arus akan mengalir mulai dari plus baterai –
kunci kontak – kumparan primer koil – kontak pemutus – massa –ke minus baterai
dan seterusnya. Dengan mengalirnya arus primer, maka terjadi pembentukan
medan magnet pada inti koil (yang sebelumnya tidak ada medan magnet). Akibat
perubahan medan magnet tersebut (dari tidak ada menjadi ada magnet), maka
terjadi tegangan induksi diri pada rangkaian primer dan tegangan induksi pada
rangkaian sekunder. Oleh karena tegangan induksi pada rangkaian sekunder
rendah, maka tidak terjadi loncatan bunga api pada busi.
92 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
2). Saat Kunci Kontak On dan Kontak Pemutus Membuka
Kunci kontak masih tetap On, mesin/motor tetap berputar, dan demikian juga kam
poros distributor berputar, selanjutnya kam menekan tumit ebonit kontak pemutus
sehingga kontak pemutus membuka. Dengan membukanya kontak pemutus,
maka aliran arus primer terputus (dari kondisi sebelumnya arus mengalir/kontak
pemutus menutup), sehingga terjadi perubahan medan magnet atau medan
magnet jatuh karena adanya perubahan dari ada magnet (saat kontak pemutus
tertutup) menjadi tidak ada magnet (saat kontak pemutus terbuka).
Dengan terjadinya perubahan medan magnet yang cepat dan sesaat pada koil
tersebut, maka akan timbul tegangan induksi diri sesaat pada rangkaian primer
sekitar 400 Volt dan timbul tegangan induksi yang tinggi sesaat pada rangkaian
sekunder sekitar 5.000 s.d 25.000 Volt. Teganagn induksi diri pada rangkaian
primer akan terserap oleh kondensator dan tegangan induksi yang tinggi pada
sirkuit sekunder akan menghasilkan loncatan bunga api di antara elektroda busi.
Jadi loncatan bunga api listrik sesaat pada celah elektroda busi terjadi saat
kontak pemutus ( platina ) mulai membuka.
93 |
12,6 – 14,5 Volt
94 |
KONTAK PEMUTUS DAN SUDUT DWEL
Saat kontak
pemutus
menutup
Arus pimer :
3 – 4 Amp
3–4
+
Bat
15
0,1 – 0,3 F
Tahanan kabel busi
( R ) : 0 – 20 K
Tegangan sekunder
5 – 25 KV
Celah elektroda
0,6 – 1,2 mm
Celah kontak pemutus
0,3 – 0,5 mm
Kontak pemutus terbuka : 12 – 13 V
Kontak pemutus tertutup : maks 0,3 V
Motor hidup tegangan induksi diri) :
 300 – 400 V
6 – 10 k
Rup
1
g. Data – datra Sistem Pengapian Baterai Secara Umum
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
3. KONTAK PEMUTUS (PLATINA)
a. Kegunaan
Kontak pemutus ( platina ) berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan
aliran arus primer agar terjadi induksi tegangan tinggi pada sirkuit sekunder.
Celah kontak
5
3
2
4
8
9
7
6
1
6
1). Nama Bagian
1. Kam distributor
6. Sekrup pengikat
2. Kontak tetap ( wolfram )
7. Tumit ebonit
3. Kontak lepas ( wolfram )
8. Kabel ( dari koil )
4. Pegas kontak pemutus
9. Alur penyetel celah
5. Lengan kontak pemutus
95 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
b. Aliran Arus pada Kontak Pemutus
Isolator
massa
Penghantar arus
Isolator
Isolator
Bentuk kontak pemutus
Keausan yang terjadi

Keausan
permukaan rata

Pemindahan
panas baik
Kontak berlubang

Keausan
permukaan
tidak merata

Pemindahan
panas kurang
baik
Kontak pejal
96 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
c. Sudut Pengapian
Sudut pengapian adalah :
Sudut putar kam distributor mulai
dari
saat
kontak
pemutus
membuka (A) sampai kontak
pemutus mulai membuka pada
A
Kam
distributor
tonjolan kam berikutnya (C)

Sudut pengapian =
C
360
Z
Z = jumlah silinder
Untuk motor 4 silinder :

360
 900 p.k
4
(derajat poros kam)
d. Sudut Dwell
Sudut putar kam distributor :
A – B = Sudut buka kontak pemutus
A
B
B – C = Sudut tutup kontak pemutus
Sudut tutup kontak pemutus (k.p)
dinamakan sudut dwel
C
Kesimpulan :
Sudut dwel atau sudut tutup adalah sudut putar kam distributor mulai dari saat
kontak pemutus menutup (B) sampai dengan kontak pemutus mulai membuka
(C) pada tonjolan kam berikutnya, dalam satuan derajat poros kam (o p.k).
97 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
e. Hubungan sudut dwel dengan celah kontak pemutus
Jika celah kontak pemutus kecil,
maka :



Sudut buka kecil (  )

Sudut Dwel besar (  )
Jika sudut dwel besar, berarti celah kontak pemutus kecil atau sebaliknya.
Jika celah kontak pemutus besar,
maka :


 Sudut buka besar (  )
 Sudut Dwel kecil (  )
Jika sudut Dwel kecil, berarti celah kontak pemutus besar atau sebaliknya.
98 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Sudut pengapian =
360 
z
;
z = jumlah silinder
Secara empiris : Sudut dwel  60% x sudut pengapian
 60% x
360 
z
(dengan toleransi ± 20)
Contoh : Menghitung sudut dwel motor 4 silinder dan 6 silinder
Motor 4 silinder
3600 3600

 900 p.k
Sudut pengapian =
z
4
Sudut dwel
= 60% x 900 = 540
(toleransi ± 20)
Besar sudut dwel = 54 ± 20
kam distributor
 Sudut dwel
= 520 – 560 p.k.
Motor 6 silinder
Sudut pengapian =
Sudut dwel
360 360

 600 p.k
z
6
= 60% x 600 = 360
(toleransi ± 20)
Besar sudut dwel = 360  20
 Sudut dwel
= 340 – 380 p.k.
Satuan sudut dwell adalah dalam derajat poros kam distributor (op.k).
(2o p.e = 1o p.k, oleh karena 2 putaran poros engkol = 1 putaran poros kam)
99 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
f. Besar Sudut Dwell dan Kemampuan Pengapian
Kemampuan pengapian ditentukan oleh kuat arus primer. Untuk mencapai arus
primer maksimum, diperlukan waktu pemutusan kontak pemutus yang cukup, dan
hal itu sangat ditentukan oleh waktu menutup kontak pemutus yang cukup.
1). Sudut dwel terlalu kecil
Dengan sudut dwel terlalu kecil, maka waktu penutupan kontak pemutus
pendek, akibatnya arus primer tidak mencapai maksimum yang seharusnya
dan kemampuan pengapian menjadi kurang (bunga api pada busi lemah).
2). Sudut dwel terlalu besar
Dengan sudut dwel terlalu besar, maka waktu penutupan kontak pemutus
lama, akibatnya arus primer dapat mencapai maksimum yang seharusnya dan
kemampuan pengapian menjadi baik (bunga api pada busi kuat).
Kelemahannya karena waktu mengalir arus terlalu lama, maka kontak
pemutus menjadi panas dan konntak pemutus cepat aus.
Kesimpulan : Besar sudut dwel merupakan kompromis antara kemampuan
pengapian dan umur kontak pemutus.
100 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
4. KONDENSATOR
a. Permasalahan jika Sistem Pengapian Tanpa Kondensator
Jika di dalam sistem pengapian tidak ada kondensator atau kondensator rusak,
maka yang akan terjadi pada sirkuit primer dan sekunder adalah sebagai berikut :
1). Pada sirkuit primer
Pada saat kontak pemutus mulai
membuka, terjadi loncatan bunga
api
diantara
kontak
pemutus.
Akibatnya :

Arus
primer
tidak
terputus
dengan segera

Kontak pemutus menjadi cepat
aus (terbakar)
2). Pada sirkuit sekunder
Karena arus primer tidak terputus
dengan
segera,
maka
medan
magnet pada koil tidak jatuh dengan
cepat
atau
perubahan
medan
magnet lambat, akibatnya tegangan
induksi sekunder rendah, sehingga
bunga api pada busi lemah.
Tanpa kondensator sistem pengapian tak berfungsi dengan baik,
maka motor tidak dapat hidup
101 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
b. Bunga Api pada Kontak Pemutus
Pada saat kontak pemutus mulai membuka, maka arus dalam sirkuit primer
diputus sehingga terjadi perubahan medan magnet pada inti koil
(medan
magnet jatuh), akibatnya terjadi induksi pada :
 Kumparan primer
 Kumparan sekunder
Induksi pada sirkuit primer (sirkuit yang memiliki sumber tegangan)
disebut “ induksi diri “
Informasi tambahan
Bunga api yang terjadi pada
saat
memutuskan
suatu
sirkuit arus selalu disebabkan
karena induksi diri.
102 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
c. Sifat Induksi Diri
 Tegangan induksi diri bisa melebihi tegangan sumber. Pada sistem pengapian
baterai konvensional, tegangan induksi diri  300 – 400 Volt.
 Arus induksi diri pada sirkuit primer adalah penyebab timbulnya bunga api
pada kontak pemutus.
 Arah tegangan induksi diri selalu menghambat arah perubahan arus primer,
seperti terlihat pada diagram dibawah (gambar dari Oscilloscop).
Arus
tegangan induksi diri
I
maks
Waktu
Kontak pemutus buka
Kontak pemutus tutup
Kontak pemutus buka
Dari gambar terlihat bahwa pada saat kontak pemutus menutup, arus primer tidak
cepat atau memerlukan waktu tertentu untuk mencapai maksimum, karena
terjadinya induksi diri yang memperlambat aliran arus primer, sehingga untuk
mencapai arus maksimum diperlukan waktu tertentu. Demikian juga saat kontak
pemutus membuka (dari kondisi menutup), arus primer tidak langsung hilang atau
memerlukan waktu tertentu, karena induksi diri memperlambat pemutusan arus
primer.
d. Sistem Pengapian dengan Kondensator
Pada sistem pengapian, kondensator dihubungkan secara paralel dengan kontak
pemutus.
103 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Kondensator, disambung parallel
dengan kontak pemutus
1). Cara Kerja
Pada saat kontak pemutus mulai membuka, arus induksi diri yang terjadi diserap
oleh kondensator, akibatnya :
a) Tidak terjadi loncatan bunga api pada kontak pemutus.
b) Arus primer hilang dengan cepat, maka medan magnet jatuh dengan cepat.
c) Perubahan medan magnet yang cepat mengakibatkan tegangan induksi pada
sirkuit sekunder tinggi, sehingga bunga api pada busi kuat.
2). Prinsip Kerja Kondensator
Kondensator terdiri dari dua plat penghantar yang terpisah oleh foli isolator. Jika
kedua plat bersinggungan dengan tegangan listrik, maka plat negatif akan terisi
elektron-elektron.
Isolator
Plat
penghantar
kondensator
Jika sumber tegangan/baterai dilepas, elektron-elektron masih tetap tersimpan
pada plat kondensator, berarti ada penyimpanan muatan listrik.
104 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Jika kedua penghantar yang berisi muatan listrik tersebut dihubungkan, maka
akan terjadi penyeimbangan arus, lampu akan menyala sesaat lalu padam karena
arus sudah seimbang.
3). Kondensator pada Sistem Pengapian
Pada sistem pengapian konvensional pada kendaraan, umumnya menggunakan
kondensator model gulung.
2
3
4
1
Nama bagian :
Data :
1. Dua foli aluminium
Kapasitas kondensator :
2. Dua foli isolator
0,1 – 0,3 mikro Farrad
3. Rumah sambungan massa
Kemampuan isulator  500 volt
4. Kabel sambungan positif
105 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
5. BUSI
1
5
10
3
2
8
4
11
9
12
7
6
a. Nama Bagian Busi
1. Terminal
7. Elektrode massa ( paduan nikel )
2. Rumah busi
8. Cincin perapat
3. Isolator
9. Celah elektrode
4. Elektrode ( paduan nikel )
10. Baut sambungan
5. Perintang rambatan arus
11. Cincin perapat
6. Rongga pemanas
12. Penghantar
106 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
b. Nilai Panas
Nilai panas busi adalah suatu indeks yang menunjukkan jumlah panas yang dapat
dipindahkan oleh busi
Kemampuan busi menyerap panas dari pembakaran dan memindahkan panas ke
air pendingin yang ada pada rongga-rongga kepala silinder tergantung pada
bentuk kaki isolator / luas permukaan isolator busi.
Busi yang dipasang pada motor / engine nilai panasnya harus sesuai dengan
kondisi kerja / operasi mesin
1). Busi panas
2). Busi dingin
 Luas permukaan kaki isolator besar,  Luas permukaan kaki isolator kecil,
sehingga banyak menyerap panas.
sehingga sedikit menyerap panas.
 Lintasan pemindahan panas pada  Lintasan pemindahan panas pada
daerah
kaki
isolator
panjang,
akibatnya pemindahan panas lambat.
pada daerah kaki isolator pendek,
akibatnya
cepat
memindahkan
panas
107 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
c. Kondisi Muka Busi
Kondisi muka busi dapat menunjukkan kondisi operasi mesin dan keadaan busi,
seperti terlihat pada gambar berikut ini.
1). Normal
Isolator berwarna kuning atau coklat
muda.
Puncak
permukaan
isolator
rumah
isolator
bersih,
kotor
berwarna coklat muda atau abu – abu ,
artinya :
 Kondisi kerja mesin baik
 Pemakaian busi dengan nilai panas
yang tepat.
2). Terbakar
Elektroda terbakar, pada permukaan
kaki isolator ada partikel-partikel kecil
mengkilat yang menempel.
Isolator berwarna putih atau kuning
Penyebab :
 Nilai oktan bensin terlalu rendah
 Campuran terlalu kurus,
knoking ( detonasi )
 Saat pengapian terlalu awal

108 |
Tipe busi yang terlalu panas
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
3). Berkerak karena oli
Kaki isolator dan elektroda sangat
kotor. Warna kotoran coklat
Penyebab :

Cincin torak aus / oli bocor

Penghantar katup aus / oli bocor

Pengisapan
oli
melalui
sistem
ventilasi karter
4). Berkerak karbon / jelaga
Kaki
isolator,
elektroda-elektroda,
rumah busi berkerak jelaga
Penyebab :

Campuran bahan baker – udara
terlalu kaya

Tipe busi yang terlalu dingin
5). Isolator retak
Bunga api dapat meloncat dari isolator
langsung ke massa, akibatnya bunga
api diantara celah busi lemah atau
tidak ada.
Penyebab :

Jatuh

Kelemahan bahan
109 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
d. Dudukan Busi
Penggunaan cincin perapat antara busi dan kepala silinder tergantung pada tipe
motor.
1). Dudukan rata
2). Dudukan konis
Dudukan busi pada kepala silinder
Dudukan busi pada kepala silinder
berbentuk rata, maka harus dipasang
berbentuk konis, maka tanpa perlu
cincin perapat antara busi dan kepala
dipasang cincin perapat antara busi
silinder. Busi yang diproduksi pabrik
dan
sudah diperlengkapi dengan cincin
kendaraan
perapat
dudukan jenis ini.
dan
cincin
biasanya
dikonstruksi untuk tidak perlu diganti.
Kebanyakan motor / mesin memiliki
dudukan jenis ini.
110 |
kepala
silinder.
mahal
Beberapa
menggunakan
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
e. Ulir Busi
Panjang ulir pada busi harus sesuai dengan panjang ulir pada lubang busi kepala
silinder. Apabila panjang ulir busi tidak sesuai, maka akan mengakibatkan
kerusakan pada busi dan pada lubang busi kepala silinder. Kerusakan lubang busi
pada kepala silinder mengakibatkan biaya mahal untuk memperbaikinya.
1). Terlalu panjang
2). Terlalu pendek
3). Tepat
Jika busi dipasang pada
Jika
Panjang ulir pada
lubang
kepala
bagian
silinder, bagian ulir busi
silinder
akan
yang
sehingga
sewaktu
busi
menonjol
akan
busi
digunakan,
ulir pada kepala
kotor,
busi
sama
dengan
panjang ulir busi.
dengan
busi
busi dilepas, ulir lubang
standar,
ulir
dan
busi akan rusak dan
lubang busi akan rusak
bisa
dan bisa mengakibatkan
perbaikan yang mahal
perbaikan
karena memungkinkan
karena
perbaikan
perbaikan
melalui
melepas kepala silinder.
yang
di
silinder
diganti
mengakibatkan
busi
kepala
kotor, sehingga sewaktu
busi
lubang
mahal
memungkinkan
melalui
melepas kepala silinder.
111 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
3. Rangkuman
 Sistem pengapian baterai konvensional merubah tegangan baterai 12 Volt
menjadi 25.000 Volt. Dengan tegangan sekunder yang tinggi, maka celah busi
di dalam ruang bakar yang bertekanan tinggi, mampu meloncatkan bunga api
untuk memulai pembakaran campuran bensin dan udara.
 Dengan sudut dwel terlalu kecil atau celah kontak pemutus yang terlalu lebar
dari standarnya, maka waktu penutupan kontak pemutus pendek, akibatnya
arus primer tidak mencapai maksimumnya dan kemampuan pengapian menjadi
kurang (bunga api pada busi lemah).
 Sudut dwel terlalu besar, maka waktu penutupan kontak pemutus lama,
akibatnya arus primer dapat mencapai maksimumnya dan kemampuan
pengapian menjadi baik (bunga api pada busi kuat). Kelemahannya, kontak
pemutus menjadi panas dan konntak pemutus cepat aus.
Motor 6 silinder
Motor 4 silinder
Sudut pengapian =
Sudut dwel
3600 3600

 900 p.k
z
4
= 60% x 900 = 540
Sudut pengapian =
Sudut dwel
360 360

 600 p.k
z
6
= 60% x 600 = 360
(toleransi ± 20)
(toleransi ± 20)
Besar sudut dwel = 54 ± 20
Besar sudut dwel = 360  20
 Sudut dwel
 Sudut dwel
= 520 – 560 p.k.
= 340 – 380 p.k.
 Kondensator berfungsi untuk menyerap tegangan induksi diri yang terjadi saat
kontak pemutus mulai membuka, sehingga tidak terjadi loncatan bunga api
pada kontak pemutus, maka medan magnet jatuh dengan cepat. Perubahan
medan magnet yang cepat mengakibatkan tegangan induksi pada sirkuit
sekunder tinggi, sehingga bunga api pada busi kuat.
 Busi panas memiliki luas permukaan kaki isolator besar, sehingga banyak
menyerap panas, namun karena lintasan pemindahan panas pada daerah kaki
isolator panjang, akibatnya pemindahan panas lambat.
 Pada busi dingin, luas permukaan kaki isolator kecil, sehingga sedikit menyerap
panas. Lintasan pemindahan panas pada pada daerah kaki isolator pendek,
akibatnya cepat memindahkan panas
112 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
4. Tugas
a. Tunjukkan komponen sistem pengapian pada motor (engine) kendaraan dan
perhatikan rangkaian pengabelan listriknya
b. Dari buku manual kendaraan, catatlah :
 Pekerjaan apa saja yang perlu dilakukan pada saat perawatan berkala
sistem pengapian dan
 Kapan kegiatan tersebut dianjurkan untuk dilakukan?
 Peralatan apa saja yang dipergunakan untuk pekerjaan tersebut?
5. Ulangan/Tes
a. Jelaskan mengapa pada transformator arus searah, untuk menaikkan
tegangan diperlukan kontak pemutus ?
b.
Jelaskan cara kerja sistem pengapian baterai konvensional.
c. Berapakah besarnya sudut dwel pada motor bensin 4 tak 3 silinder ?
d. Jelaskan mengapa jika kondensator rusak, loncatan bunga api pada busi
lemah atau bahkan tidak ada ?
e. Jelaskan perbedaan antara busi panas dan busi dingin.
113 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
6. Lembar Kerja 3a
PEMELIHARAAN BATERAI PADA KENDARAAN
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran, peserta didik mampu :
 Memeriksa kondisi pengikatan dan sambungan – sambungan baterai
 Melepas / memasang kembali baterai
 Membersihkan baterai, terminal baterai dan klem baterai
 Mengisi air suling dan memeriksa berat jenis elektrolit.
b. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang
baik dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Peralatan standar dalam kotak alat
 Set servis baterai
c. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Baterai pada kendaraan
 Air suling
 Air panas/air soda
 Vet
d. Keselamatan kerja
Jangan meletakkan benda logam di atas baterai, akibatnya dapat terjadi hubungan
singkat antara kutub – kutub dan baterai dapat meledak.
114 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
e. Pemeriksaan Awal
Apabila baterai kotor, terminalnya berkarat, bernoda – noda atau longgar,
pengikatan baterai kurang kencang dst, baterai harus dilepas dan dirawat.
f. Langkah Kerja

Pasang tutup fender supaya cat kendaraan tidak rusak karena terkena asam
baterai
 Lepas terminal baterai, mulailah dari terminal negatif . Jika kutup terminal
macet, gunakan puller atau dua buah obeng untuk melepasnya.
115 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Lepas baterai dari kedudukannya dan bersihkan baterai dan pemegangnya
 Bersihkan kutub – kutub baterai dengan
alat khusus. Jika tidak ada, pakailah sikat
kuningan atau kertas gosok halus.
 Bersihkan terminal – terminal dari karatan.
Pembersihan
paling
efisien
dengan
menggunakan air panas.
 Bersihkan kedudukan terminal dengan alat
khusus atau kertas gosok.
 Pasang
Sebelum
baterai
kembali.
memasang
terminal,
beri vet pada kutup dan terminal
untuk mencegah karatan.
 Pasang terminal positif dahulu,
baru kemudian pasang terminal
negatif.
116 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
g. Perhatian
Jangan membersihkan kutub – kutub baterai
yang
kotor
dengan
kikir,
karena
akan
mengakibatkan kontak antara terminal dan
kutup
tidak
terminal
rata,
menjadi
sehingga
tidak
rapat
sambungan
meskipun
kencang, akibatnya hubungan listrik baterai
menjadi tidak baik.
Bila terminal baterai rusak pada bentuk/lubangnya bernoda – noda, gantilah
dengan terminal yang baru.
Jika badan baterai tidak diikat atau tidak diikat dengan kencang, maka dapat
berakibat kerusakan yang fatal. Ketika kendaraan berjalan dan di rem, baterai
dapat bergerak dan terlempar. Akibatnya dapat terjadi hubungan singkat dengan
badan kendaraan atau tutup/kap mesin (massa) dan dapat menimbulkan baterai
meledak.
117 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
h. Pengisian Air Suling dan Pemeriksaan Berat Jenis Elektrolit
 Jika level elektrolit didalam baterai lebih rendah dari batas level yang ada pada
bodi baterai, maka perlu ditambahkan air suling ke dalam baterai. Jangan
menggunakan air biasa atau air minum kemasan, karena akan mengurangi
kemampuan dan umur baterai.
 Lepaskan semua sumbat ventilasi baterai dan ukur berat jenis elektrolit pada
setiap sel baterai dengan menggunakan hydrometer. Berat jenis elektrolit baik
jika nilainya 1,25 – 1,28 pada sekitar 20o C dan perbedaan antara tiap sel
0,025. Jika berat jenis elektrolit baterai kurang dari spesifikasi, maka baterai
perlu di isi (charge).
118 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
7. Lembar Kerja 3b
PEMERIKSAAN KOMPONEN TEGANGAN TINGGI SISTEM PENGAPIAN
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran peserta didik dapat :
 Memeriksa kondisi isolator pada koil, tutup distributor, rotor, kabel-kabel
tegangan tinggi dan steker busi.
 Memeriksa tahanan kebel / penghantar tegangan tinggi.
b. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang
baik dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Peralatan standar dalam peralatan standar dalam kotak alat
 Ohmmeter
 Bak cuci
 Kuas
 Pistol udara
c. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Bensin cuci
 Lap
 Kendaraan / motor hidup
d. Langkah Kerja
 Lepas tutup distributor, rotor dan kabel-kabel tegangan tinggi. Untuk
melepaskan steker busi, jangan menarik pada kabel busi, karena kabel tersebut
berinti arang sehingga mudah rusak.
119 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Periksa tahanan setiap penghantar / kabel tegangan tinggi, dari elektroda di
dalam tutup distributor sampai steker busi. Jika tahanan kabel lebih besar dari
standar, kabel harus diganti baru.
 Penghantar / kabel tegangan tinggi dengan tahanan yang terlalu besar ( lebih
dari 20 kilo Ohm ) mengakibatkan mesin sukar dihidupkan, maka kabel harus
diganti.
 Lepas semua bagian dan bersihkan dengan bensin, kemudian keringkan
dengan baik. Jika membersihkan dengan menggunakan angin, doronglah arang
di dalam pusat distributor, untuk mencegah arang terlempar keluar waktu
disemprot.
120 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Periksa kondisi isolator pada koil, rotor, tutup distributor dan steker busi. Jika
terdapat bagian yang terbakar, maka harus diganti baru.
 Tutup distributor harus diperiksa juga kondisi arangnya. Jenis tutup distributor
terlihat seperti gambar dibawah ini.
Arang
yang
dapat
bergerak.
Pasangan rotornya pejal, dengan
tinggi tetap.
Bola arang tetap. Pasangan rotornya
dilengkapi dengan pegas daun yang
berfungsi sebagai kontak dengan arang
 Periksa kondisi isolator kabel pengapian. Kabel yang retak atau terbakar harus
diganti baru, tidak boleh diisolasi, karena isolasi biasa tidak mampu mengisolasi
tegangan tinggi.
121 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Pasang rotor pada poros governor. Rotor yang mempunyai kelonggaran harus
diganti baru.
 Pasang tutup distributor kembali.
 Pasang / hubungkan kembali kabel-kabel tegangan tinggi ke busi
 Hidupkan mesin sebagai kontrol.
Cara menghubungkan kabel dari tutup distributor ke busi-busi
Tutup distributor buatan Jepang biasanya ada nomor-nomornya. Rumah distributor
buatan Bosch ada tanda garis di atas sisinya, yang menunjukkan ke silinder 1,
sedangkan kabel-kabel tegangan tinggi yang lainnya mengikuti urutan pengapian,
sesuai dengan arah putaran rotor.
Contoh : Motor 4 silinder, urutan pengapian 1 -3 - 4 - 2
122 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
8. Lembar Kerja 3c
PEMERIKSAAN DAN PENGGANTIAN KONTAK PEMUTUS (PLATINA)
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran peserta didik dapat :
 Memeriksa/ memperbaiki/ mengganti kontak pemutus
 Menyetel celah kontak pemutus dengan fuler
b. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang
baik dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Alat tes kompresi
 Kikir kontak
c. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Kendaraan/motor stand
 Kertas bersih
 Vet distributor
 Kertas gosok
d. Pemeriksaan awal
 Lepas tutup distributor, rotor, dan piringan tutup
 Periksa keausan kontak. Gunakan obeng untuk membuka kontak. Lihat gambar
dibawah ini
Ada 2 kondisi permukan kontak
pemutus :
a. Kondisi baik atau
b. Kondisi terbakar, maka kontak
pemutus perlu diganti.
123 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
c. Perbaikan/ penggantian kontak pemutus
 Lepas kabel kontak pemutus
 Lepas sekrup-sekrupnya dan keluarkan kontak pemutus
 Bersihkan plat dudukan kontak pemutus dan kam governor dengan lap
Permukaan kontak pemutus yang masih dapat digunakan harus diratakan, kalau
akan distel dengan fuler. Bila kontak tidak rata, penyetelan dengan fuler akan
menghasilkan celah yang terlalu besar. Lihat gambar berikut!
124 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan

Kontrol dudukan lepas pada kontak tetap, seperti gambar berikut :
baik
miring
miring
tergeser

Kedudukan kontak yang salah seperti gambar b, c, d, dapat dibetulkan dengan
membengkokkan kontak tetap. Gunakan alat bengkok khusus atau tang.

Periksa kekuatan pegas kontak pemutus dengan tangan.
Jika pegas lemah atau berkarat, kontak pemutus harus diganti.
 Sebelum pemasangan, bersihkan permukaan kontak yang baru dengan kertas
yang bersih.
125 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Sebelum memasang kontak pemutus, beri vet pada tumit ebonit, tetapi jangan
terlalu banyak. Pakai vet khusus. Jika tidak ada, pakai vet bantalan roda.
Jika tidak ada vet pada tumit ebonit, bagian tsb. cepat aus, maka celah kontak
menjadi lebih kecil, akhirnya kontak tidak dapat dibuka dan motor berhenti.
d. Penyetelan celah kontak pemutus dengan fuler
 Putar motor dengan tangan sampai kam dengan tumit ebonit dalam posisi
seperti pada gambar.
 Pilih fuler yang sesuai dengan besar celah kontak.
Periksa celah kontak dengan fuler yang bersih.
 Jika celah tidak baik, stel seperti berikut :
 Kendorkan sedikit sekrup-sekrup pada kontak tetap.
Stel besar celah dengan menggerakkan kontak tetap.
Penyetelan dilakukan dengan obeng pada takik penyetel.
126 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Perhatikan pada waktu pemeriksaan celah. Jika fuler tidak dimasukkan lurus,
penyetelan akan salah.
Baik
Salah, fuler terpuntir
127 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Salah, fuler bengkok
 Kalau penyetelan sudah tepat, keraskan sekrup-sekrup pada kontak tetap.
 Putar mesin satu putaran, periksa sekali lagi besarnya celah kontak.
Perhatian
Besar celah kontak pemutus untuk kendaraan biasanya 0,4-0,5mm.
Kontak pemutus biasanya diganti baru setiap 20‟000km.
Kontak lama dapat diratakan dengan kikir kontak atau kertas gosok, dan
selanjutnya dibersihkan dengan kertas yang bersih. Tetapi, kalau ketidakrataan
kontak besar, sebaiknya kontak pemutus diganti baru.
Jika kontak pemutus dalam waktu singkat aus, kondensator pengapian harus
diperiksa.
Penyetelan baru kontak pemutus mengakibatkan perubahan saat pengapian.
Maka
setelah
penyetelan
kontak
pemutus,
pekerjaan berikutnya adalah
penyetelan saat pengapaian.
Hati-hati jika mengganti sekrup pengikat kontak pemutus. Jangan mengganti
sekrup pengikat kontak pemutus dengan sekrup baru yang yang lebih panjang!
Ujung sekrup yang terlalu panjang menghalangi kerja mekanisme advans vakum.
128 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
9. Lembar Kerja 3d
PENYETELAN KONTAK PEMUTUS DENGAN PENGETES DWEL
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran peserta didik dapat :
 Menyetel celah kontak pemutus dengan pengetes dwel.
b. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang
baik dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Pengetes dwel
 Peralatan standar dalam peralatan standar dalam kotak alat
c. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Kendaraan / mesin hidup
d. Langkah Kerja
 Lepas tutup distributor, rotor dan piringan tutup.
 Periksa celah kontak secara visual. Untuk kendaraan biasanya 0,4-0,5mm. Jika
celah kontak lebih besar atau lebih kecil, stel menurut metode yang sudah
dijelaskan pada penyetelan dengan fuler.
 Pasang pengetes dwel.
Stel jumlah silinder
merah
baterai +
ke koil -
hitam
massa
129 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan

Hubungkan kabel sekunder koil ke massa, untuk menghindarkan kerusakan
koil dan bagian-bagian elektronik.
 Start motor dan periksa sudut dwel. Jika salah, stel celah kontak sampai
mendapatkan hasil yang baik.
 Kontrol sudut dwel sekali lagi selama motor hidup (putaran idle).
e. Hal-hal penting
Besar sudut dwel untuk motor 4 silinder biasanya 50-60 p.k,
dan untuk motor 6 silinder 38-42 p.k.

Kadang-kadang terjadi perubahan sudut dwel, yang tergantung pada jumlah
putaran motor. Hal itu diakibatkan oleh kebebasan plat dudukan kontak dan
kebebasan poros governor. Kalau perubahannya lebih dari 50, distributor harus
dioverhaul, kecuali distributor buatan Delco (GM) dan Ducellier (Renault).
Distributor tersebut mengalami perubahan sudut dwel pada saat advans
vakum bekerja. Perubahan itu dikarenakan oleh konstruksinya.

Perhatikan : Jangan menstarter mesin terlalu lama!
Starter menjadi sangat panas, dan baterai akhirnya kosong.
130 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan

Perhatikan : Jangan lupa mematikan kunci kontak (OFF) saat mesin mati.
Pada saat motor mati biasanya kontak pemutus dalam kondisi tertutup. Jika
kunci kontak ternyata masih pada posisi “ON”, maka arus listrik akan selalu
mengalir melalui koil, akibatnya koil menjadi sangat panas dan kemungkinan
koil bisa meledak.
131 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
10. Lembar Kerja 3e
PEMERIKSAAN DAN PENGGANTIAN BUSI
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran peserta didik dapat :
 Mengganti busi
 Memeriksa keausan/kerusakan busi dan lubangnya
 Menganalisa kesalahan-kesalahan motor dari melihat muka busi
 Mengetahui cara mereparasi lubang busi
 Mengeraskan busi dengan kunci momen dan sudut putar
b. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang
baik dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Set kunci sok
 Kunci busi ( sok )
 Pistol udara / kuas
 Kaca pembesar
 Alat penyetel busi
 Kunci momen
c. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Buku manual / katalog busi
 Bermacam jenis busi
 Kendaraan/stan mesin/motor bensin
d. Langkah kerja
 Lepaskan steker busi. Jangan menarik pada kabel busi, karena hubungan inti
arang kabel mudah terlepas dari steker.
132 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Bersihkan sekeliling busi dengan semprotan udara tekan atau kuas, untuk
mencegah kotoran masuk ke dalam silinder sewaktu busi dilepas.
 Lepaskan busi dengan menggunakan kunci busi. Perhatikan bahwa kunci busi
tidak miring. Kemiringan kunci busi dapat mengakibatkan isolator busi pecah.
Untuk busi yang posisinya dalam, gunakan kunci busi yang ada magnetnya
atau ada karet untuk memegang isolator, sehingga busi tidak jatuh sendiri
waktu diangkat.
133 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Periksa kondisi ulir dan lubang busi. Jika ulir busi rusak, maka busi harus
diganti baru. Sedangkan jika ulir lubang busi yang rusak, dapat diperbaiki.
 Periksa muka busi! ( Bila perlu
pakai kaca pembesar ). Keadaan
muka busi dapat menunjukkan
kondisi motor.
 Bandingkan busi yang diperiksa
dengan
gambar-gambar
dan
keterang-an-keterangan berikut.
1). Pemasangan busi
 Ukurlah celah elektroda dengan batang pengukur atau fuler. Jika celah tidak
sesuai spesifikasi, stel dengan membengkokkan pada elektroda massa.
134 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Pasang busi pada motor. Mulailah menyekrupkan dengan tangan secara
maksimum, kemudian keraskan dengan kunci momen, tetapi jangan terlalu
keras atau kendor. Jika posisi busi tidak terjangkau tangan, pastikan bahwa
kunci sok yang memegang busi dapat menjamin busi tidak dapat jatuh sendiri.
Didalam kunci sok biasanya terdapat magnet atau karet yang menahan busi.
Momen pengerasan busi
Pada kepala silinder
aluminium : 15-20Nm
Pada kepala silinder besi
tuang : 20-25 Nm

Pasang kabel-kabel busi sesuai dengan urutan pengapian (F.O). Pastikan
bahwa kabel sudah tersambung dengan baik, oleh karena sering terjadi tutup
pelindung sambungan kabel (cap) sudah terpasang, sementara kabelnya busi
belum tersambung dengan baik.

Hidupkan motor sebagai kontrol bahwa penggantian busi telah berhasil dengan
baik..
135 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
c. Hal-hal penting
Busi biasanya harus diganti setiap  20'000 km. Bila busi perlu diganti, pilihlah
busi baru yang sesuai dengan buku manual / katalog busi. Pemilihan busi yang
salah dapat mengakibatkan kerusakan motor yang serius.
Kerusakan / lubang di dalam torak disebabkan oleh knoking / detonasi. Hal itu
dapat terjadi kalau menggunakan busi yang nilai panasnya tidak tepat / terlalu
panas. Nilai panas busi yang sesuai dapat dilihat pada katalog busi / buku manual.
Ulir busi yang paling umum adalah M14 x 1.25mm.
Panjang ulir busi terdapat 3 macam :
136 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
d. Pengerasan busi dengan kunci biasa / tanpa kunci momen
Setelah busi disekrupkan dengan kekuatan tangan / tanpa kunci, selanjutnya busi
dikeraskan dengan kunci seperti gambar di bawah :
Busi dengan ring perapat perlu
Busi dengan dudukan konis perlu
dikencangkan
dikencangkan
dengan
memutar
kunci  90 . Hanya berlaku untuk
o
dengan
memutar
kunci  15
o
busi baru!
Celah elektroda
Celah elektroda biasanya 0,7-0,8mm (lihat
buku manual/katalog busi)
137 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Celah elektroda terlalu besar, akibatnya :
 Kebutuhan tegangan untuk meloncat-kan
bunga
api
pengapian
lebih
tidak
tinggi.
dapat
Jika
sistem
memenuhi
kebutuhan tersebut, motor akan hidup
tersendat-sendat pada beban penuh.
 Isolator-isolator bagian tegangan tinggi
cepat rusak karena dibebani tegangan
pengapian yang lebih tinggi.
 Motor agak sulit dihidupkan.
Celah elektroda terlalu kecil, akibatnya :
 Bungan api lemah, tenaga motor kurang.
 Elektroda cepat kotor, khususnya pada
motor 2 tak.
e. Perbaikan ulir pada lubang busi
Bila terdapat kerusakan ulir pada lubang busi, perbaiki dengan tap lubang busi
yang sesuai. Lihat gambar di bawah!
138 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Sebelum lubang busi ditap lagi, berilah vet pada tap agar beram-beram tidak
banyak jatuh ke dalam silinder. Untuk membersihkan sisa-sisa beram yang jatuh
ke dalam silinder digunakan magnet atau dengan menstarter motor sehingga
beram-beram akan terlempar keluar.
Ulir busi yang paling umum :
M14 x 1.25mm
Pada ulir lubang busi yang rusak berat, dapat dipasang sebuah bos reparasi (
bushing ) yang sudah berulir.
139 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
D. KEGIATAN BELAJAR 4
KOIL DAN SAAT PENGAPIAN
1. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan materi 1, diharapkan peserta didik mampu :
a. Menjelaskan macam-macam koil dan rangkaian tahanan ballast.
b. Menjelaskan saat pengapian dan pengaruhnya terhadap pembakaran.
c. Menjelaskan cara kerja sistem advans sentrifugal dan advans vakum.
d. Memeriksa fungsi kerja advans sentrifugal dan advans vakum.
2. Uraian Materi
KOIL DAN TAHANAN BALLAST
a. Kegunaan Koil
Untuk mentransformasikan tegangan baterai ( 12 volt ) menjadi tegangan
tinggi pada sistem pengapian ( 5000 s.d. 25000 volt ).
b. Koil Inti Batang ( standar )
Bat
+
15
Rup
1
Inti koil
Garis gaya
magnet
140 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
1). Keuntungan :
Konstruksi sederhana dan ringkas
2). Kerugian :
Garis gaya magnet tidak selalu mengalir dalam inti besi, garis gaya magnet pada
bagian luar hilang, maka kekuatan / daya magnet berkurang
c. Koil dengan Inti Tertutup
Kumparan
primer
Inti koil
Kumparan
sekunder
Garis gaya magnet
1). Keuntungan :
Garis gaya magnet selalu mengalir dalam inti besi sehingga daya magnet kuat dan
mengakibatkan hasil induksi besar
2).Kerugian :
Sering terjadi gangguan interferensi pada radio, tape dan TV yang dipasang pada
kendaraan / juga di rumah (TV).
141 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
d. Koil dengan Tahanan Ballast
1). Rangkaian prinsip
50
Tahanan balast
R
1,5 
ST1
ST2
Bat
15
Rup
1
+
-
Kondensator
IG
Primer
B/AM
1,5 
Kunci kontak
Sekunder
Baterai +
Kontak
pemutus
(platina)
Koil
2). Persyaratan rangkaian tahanan ballast
Pada sistem pengapian konvensional yang memakai kontak pemutus, arus primer
tidak boleh lebih dari 4 Amper, hal ini untuk mencegah :
 Keausan yang cepat pada kontak pemutus
 Kelebihan panas yang bisa menyebabkan koil meledak ( saat motor mati kunci
kontak ON )
Dari persyaratan ini dapat dicari tahanan minimum pada sirkuit primer :
Rmin = U / Imaks = 12 / 4 = 3 Ω
( Ohm )
Jadi jika tahanan sirkiut primer koil kurang dari 3 , misalnya 1,5 Ohm, maka koil
harus dirangkai dengan tahanan ballast 1,5 Ohm, sehingga tahanan total pada
rangkaian primer menjadi naik sekitar 3 Ohm. Dengan demikian maka arus primer
maksimum :
I = U/R = 12/3 = 4 A (Amper)
142 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
e. Kegunaan Tahanan Ballast
1). Sebagai pembatas arus primer
Tahanan ballast
R1 = 1,5
12 V
Kunci kontak
Kumparan primer
ke kontak pemutus,
arus max. yang
diperbolehkan  4 A
R2 = 1,5 
Contoh :
Dari gambar diatas,
Diketahui : U = 12 V ;
I = 4 A ; R2 = 1,5 Ohm
: R1 = ……Ohm
Ditanya
Jawaban :
R
U
12
maks 
3
I
4
R1 dan R2 dirangkaikan seri, maka : R = R1 + R2
R1 = R – R2 = 3 – 1,5 =1,5 
Kesimpulan dari perhitungan diatas adalah :
 Tahanan total R = 3 Ohm supaya arus primer maksimum tidak lebih dari 4 A.
 Supaya tahanan total R = 3 Ohm, maka harus dipasang tahanan balas R1=1,5
 jika pada sistem pengapian konvensional didapatkan (diukur) tahanan primer
R2=1,5 
 Jika pada sistem pengapian konvensional didapatkan (diukur) tahanan primer
R2=3 , maka tidak perlu dipasang
balas
tahanan balas. Jika dipasang tahanan
R1=1,5  pada koil dengan tahanan primer R2=1,5 , maka tahanan
total menjadi R = R1 + R2 = 1,5 + 3 = 4,5 , maka arus primer menjadi kecil,
akibatnya pengapian lemah, mesin sulit hidup, tenaga kurang dan boros.
I 
U
12
maks 
 2,67 A (kurang dari 4 A)
R
4,5
143 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
2). Kompensasi panas
Pada koil yang dialiri arus, timbul panas akibat daya listrik. Daya panas pada koil
tergantung dari besarnya
arus yang lewat dan tahanan primer koil. Dengan
menempatkan sebagian tahanan primer diluar koil (terdapat pada tahanan ballast),
sebagian panas yang seharusnya berada di dalam koil, pindah ke tahanan ballast,
sehingga panas koil berkurang/mencegah kerusakan koil lebih cepat. Perhatikan
contoh perhitungan berikut ini.
Diketahui :
 Kuat arus yang mengalir pada koil I = 4 A
 Tahanan primer koil A ( R2A ) = 1,5  dan tahanan ballast ( R1 ) = 1,5 
 Tahanan primer koil B ( R2B ) = 3 
Ditanya :
a. Daya panas pada koil A
b. Daya panas pada tahanan ballast
c. Daya panas pada koil B jika tahanan primer koil R2=3  (tanpa tahanan
balast)
Jawaban :
a. Daya panas koil A (rangkaian dengan tahanan balast, karena R2A=1,5 ) :
P koil A = I2  R2 = 42 . 1,5 = 24 watt
b. Daya panas pada tahanan ballast :
Pballast = I2 .R1 = 42 . 1,5 = 24 watt
c. Daya panas pada koil B (rangkaian tanpa tahanan balast, karena R2B=3 ) :
P koil B= I2  R2 = 42 . 3 = 48 watt
Kesimpulan :
Dengan kuat arus primer yang sama I = 4 A, maka daya panas pada koil dengan
tahanan primer R2 = 1,5  (rangkaian dengan tahanan ballast) akan lebih kecil
daripada daya panas pada koil dengan tahanan primer R2 = 3  (rangkaian tanpa
tahanan ballast). P koil A = 24 watt < P koil B = 48 watt.
144 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
f. Rangkaian Penambahan Start
Selama motor distart, tegangan baterai akan turun karena penggunaan beban
starter dengan arus yang besar. Dengan turunnya tegangan baterai saat starter,
maka besarnya arus primer turun, akibatnya kemampuan pengapian berkurang.
Untuk mengatasi turunnya arus primer, koil dapat dihubungkan langsung dengan
tegangan baterai selama motor distater, tanpa melewati tahanan ballast, sehingga
tahanan primer berkurang dan akibatnya arus primer naik, kemampuan pengapian
tetap. Rangkaian penambahan start hanya bisa dirangkaikan pada rangkaian
primer yang menggunakan tahanan ballast.
1). Rangkaian Penambahan Start melalui Terminal ST 2
Ke motor stater
15
30
Kp
+
12 V
Rangkaian Sirkuit Primer pada Saat Starter
Arus primer mengalir dari : Baterai +, kunci kontak ST2, langsung ke kumparan
primer 1,5 Ohm, ke kontak pemutus, ke massa dan kembali ke batetai - , dst.
Dengan demikian maka tahanan primer pada saat starter adalah 1,5 Ohm
(bukan 3 Ohm) karena tidak melewati tahanan ballast. Misalnya saat starter
tegangan baterai turun menjadi 10 volt, maka arus primer saat starter :
I = U / R = 10 / 1,5 = 6,67 A
Besarnya arus primer saat starter lebih besar dari 4 A, maka motor mudah
dihidupkan saat starter.
145 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
2). Penambahan Start melalui Terminal Motor Starter
50
ST
15 IG
30 B
+
Saat starter, arus mengalir dari : Baterai +, kunci kontak (30 B dan 50 ST), motor
starter ( selain untuk starter juga untuk ke rangkaian primer koil ), kumparan primer
koil, kontak pemutus, massa dan kembali ke baterai., dst. Arus primer tidak
melewati tahanan ballast. Sehingga tahanan sirkuit primer saat starter bukan 3
Ohm, tetapi 1,5 Ohm, sehingga meskipun tegangan baterai turun saat starter, arus
primer masih cukup baik untuk pengapian.
3). Tahanan Ballast di Dalam Koil
Motor stater
-
+
ST1
ST2
B
IG
B
dari IG
dari ST
Koil
ke
Platina
+
Saat starter
Saat motor hidup
Saat starter, arus mengalir dari : Baterai +, kunci kontak ( 30 B dan ST 2 ),
kumparan primer koil (+), kontak pemutus (kp), massa dan kembali ke baterai, dst.
146 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
4). Penambahan Start dengan Menggunakan Relai
ACC
ST
IG
B
Kontak
+
_
Relai
Kumparan
Baterai +
Cara kerja relai :
Jika kumparan relai dilewati arus, maka timbul magnet, akibatnya akan menarik
kontak, sehingga kontak dapat mengalirkan arus.
Saat starter :
Arus mengalir dari baterai + ke kunci kontak ( B dan ST ), ke kumparan relai dan
ke massa. Maka kumparan relai menjadi magnet, sehingga mampu menarik /
menghubungkan kontak relai. Akibatnya arus dari baterai + mengalir melewati
kontak relai, kumparan primer koil, kontak pemutus, massa dan kembali ke
baterai, dst. Jadi pada saat starter arus primer tidak melewati tahanan ballast.
147 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
3. SAAT PENGAPIAN
a. Pengertian Saat Pengapian
I
II
0
Putaran poros engkol
searah jarum jam.
180
Poros engkol sedang berada pada
Jika poros engkol sedang berada pada
beberapa derajat sebelum TMA dan
beberapa derajat setelah TMA dan
saat itu terjadi loncatan bunga api
saat itu terjadi loncatan bunga api
pada
saat
pada busi, maka hal ini disebut saat
pengapian (Z) terjadi beberapa derajat
pengapian (Z) terjadi beberapa derajat
poros engkol sebelum TMA.
poros engkol setelah TMA.
busi.
Hal
ini
disebut
Saat pengapian adalah saat busi meloncatkan bunga api untuk memulai
pembakaran campuran bahan bakar dan udara. Saat pengapian diukur dalam
derajat poros engkol ( 0p.e ) dan terjadi sebelum atau sesudah TMA.
148 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
b. Saat Pengapian dan Tekanan Pembakaran
Waktu mulai terjadi pengapian sampai proses pembakaran campuran bahan bakar
dan udara selesai, diperlukan waktu tertentu. Waktu rata – rata yang diperlukan
selama proses pembakaran sekitar 2 ms ( mili second/mili detik ).
Tekanan
B
A
TMB Sebelum TMA
TMA
0op.e
Setelah TMA
0
pe
TMB
Keterangan :
1. Saat pengapian
2. Tekanan pembakaran maksimum
3. Akhir pembakaran
1). Tekanan di dalam silinder mesin jika tidak terjadi pengapian
Pada grafik A terlihat bahwa saat langkah kompresi torak bergerak dari TMB ke
TMA, maka tekanan campuran bahan bakar dan udara naik tetapi tidak begitu
tinggi karena tidak ada bunga api busi sehingga tidak terjadi pembakaran.
Selanjutnya tekanan turun bersamaan dengan pembesaran volume diatas torak
saat torak bergerak dari TMA ke TMB.
2). Tekanan di dalam silinder mesin jika terjadi pengapian
Jika terjadi pengapian (1), maka terjadi pembakaran mulai dari (1) sampai selesai
di (3). Agar tekanan pembakaran maksimum (2) berada dekat sesudah TMA,
maka saat pengapian harus ditempatkan sebelum TMA.
149 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Dengan demikian maka tekanan pembakaran maksimum pada posisi yang tepat
untuk menghasilkan langkah usaha yang paling efektif. Jika saat pengapian terjadi
terlalu maju atau terlalu mundur dari saat pengapian yang seharusnya, maka
tekanan pembakaran maksimum tidak pada posisi yang tepat, tidak dalam posisi
dekat setelah TMA, sehingga tidak menghasilkan langkah usaha (power) yang
optimal.
c. Saat Pengapian dan Daya Motor
TMA
A
Tekanan
B
C
c
b
a
TMA
Sebelum TMA
0
pe
Sesudah TMA
1). Saat pengapian terlalu awal (a)
Saat pengapian terlalu awal adalah saat pengapian yang terlalu awal atau maju
atau cepat dari saat pengapian yang standar / yang seharusnya (b). Saat
pengapian terlalu awal menghasilkan pembakaran yang tekanannya seperti pada
grafik A. Mengakibatkan detonasi / knoking, daya motor berkurang, motor menjadi
panas dan menimbulkan kerusakan ( pada torak, bantalan dan busi ).
150 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
2). Saat pengapian tepat (b)
Saat pengapian yang tepat adalah saat pengapian yang sesuai dengan standar
yang telah ditetapkan pabrik pembuat motor, setiap motor memiliki saat pengapian
sendiri-sendiri. Umumnya saat pengapian yang tepat be-rada beberapa derajat
poros engkol sebelum TMA. Saat pengapian yang tepat menghasilkan langkah
usaha yang ekonomis, sehingga daya motor maksimum.
3). Saat pengapian terlalu lambat (c)
Saat pengapian lebih lambat atau mundur dari saat pengapian standar.
Menghasilkan langkah usaha yang kurang ekonomis / tekanan pembakaran
maksimum jauh sesudah TMA, sehingga daya motor berkurang, dan boros bahan
baker.
d. Saat Pengapian dan Putaran Motor
Supaya tekanan maksimum pembakaran dekat sesudah TMA, maka saat
pengapian harus  1 ms sebelum TMA. Untuk menentukan saat pengapian yang
tepat sehingga selalu didapatkan tekanan maksimum pembakaran dekat sesudah
TMA, maka harus memperhatikan kecepatan putaran motor.
Supaya tekanan maksimum pembakaran tetap dekat setelah TMA,maka saat
pengapian harus disesuaikan dengan putaran motor (saat pengapian dimajukan
jika rpm motor naik).
e. Hubungan Saat Pengapian Dengan Beban Motor
Pada beban rendah, karena katup gas terbuka sedikit, maka :
1). Pengisian silinder kurang, sehingga tekanan dan temperatur hasil kompresi
rendah.
2). Aliran gas dalam silinder pelan, sehingga olakan (turbulensi) campuran bahan
bakar dan udara kurang. Akibat dari hal tersebut diatas, maka pembentukan
campuran setelah langkah kompresi masih kurang homogen, sehingga waktu
bakar campuran menjadi lebih lama dari pada waktu bakar ketika beban
penuh.
Analog dengan perhitungan yang ada pada halaman sebelumnya, jika waktu bakar
campuran bahan bakar dan udara semakin lama, dan putaran motor / engine
tetap, maka sudut putar poros engkol yang ditempuh semakin panjang. Artinya jika
151 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
pada beban rendah tidak ada perubahan saat pengapian atau saat pengapian
tetap, akibatnya akhir pembakaran akan berada jauh setelah TMA, karena waktu
bakar semakin lama, sehingga langkah usaha (power) yang dihasilkan tidak
optimal.
Kesimpulan
Agar tekanan maksimum pembakaran tetap dekat sesudah TMA, maka pada
beban rendah saat pengapian harus lebih awal / lebih cepat daripada saat
pengapian waktu beban penuh.
Informasi
Saluran
vakum
Saluran
vakum
Katup gas
Karburator
Beban rendah adalah beban motor
Beban penuh adalah beban motor
ketika katup gas pada karburator
ketika katup gas pada karburator
tertutup
terbuka penuh.
penuh
sampai
terbuka
sedikit.
f. Saat Pengapian dan Nilai Oktan
Jika nilai oktan bensin lebih rendah dari biasanya, maka saat pengapian sering
harus
diperlambat/dimundurkan
dari
mencegah terjadinya knoking ( detonasi ).
152 |
standar/spesifikasi
yang
ada,
untuk
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
1). Kerusakan akibat knoking
Torak
yang
berlubang
karena
temperatur terlalu tinggi, akibat
detonasi.
Cincin torak, pena torak dan
bantalan rusak akibat tekanan
yang tinggi karena detonasi.
153 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
4. ADVANS SENTRIFUGAL
a. Fungsi Advans Sentrifugal ( Governor )
Untuk memajukan saat pengapian berdasarkan putaran motor, sehingga meskipun
gerakan torak semakin cepat, tekanan pembakaran maksimum tetap berada dekat
setelah TMA.
b. Bagian-bagian
Poros governor dengan plat berkurva
Pemberat (bobot) sentrifugal
Pegas pengembali
Poros distributor dengan plat
pembawa pemberat sentrifugal
c. Prinsip kerja
Semakin cepat putaran mesin/motor, maka semakin cepat putaran poros
distributor dengan plat pembawa pemberat sentrifugal, sehingga bobot-bobot
sentrifugal semakin mengembang keluar. Akibatnya sisi lain dari kedua bobot
sentrifugal akan menekan dua sisi plat berkurva sehingga poros governor (kam)
diputar lebih maju dari kedudukan semula, maka tumit ebonit kontak pemutus
ditekan lebih awal sehingga kontak pemutus terbuka lebih awal daripada saat
putaran mesin lebih rendah atau saat pengapian menjadi lebih maju.
154 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
c. Cara Kerja Advans Sentrifugal
Pada putaran Idel (stasioner)

Putaran mesin dan demikian juga
putaran
poros
distributor
masih
rendah, pemberat sentrifugal belum
mengembang dengan kuat, masih
tertahan oleh satu pegas yang tidak
ada kelonggarannya, maka plat
kurva
belum
ditekan,
akibatnya
poros governor bersama plat kurva
belum diputar lebih dulu daripada
poros distributor, advans belum
bekerja.
Pada
putaran
rendah
sampai
putaran menengah
Putaran poros distributor semakin
naik,
pemberat
sentrifugal
mulai
mengembang, maka plat kurva mulai
ditekan, akibatnya poros governor
bersama plat kurva ditekan sehingga
poros distributor diputar lebih dulu
daripada poros distributor (α), maka
advans
sentrifugal
mulai
bekerja
(hanya satu pegas pengembali yang
α
bekerja).
155 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Pembatas maksimum
Pada putaran tinggi
Putaran
poros
distributor
naik
tinggi, maka pemberat sentrifugal
mengembang dengan kuat sampai
pembatas maksimum, maka plat
kurva ditekan sampai pembatas
maksimum, akibatnya plat kurva
bersama poros governor ditekan
sehingga poros distributor diputar
lebih
α
dulu
daripada
distributor
(α),
sentrifugal
bekerja
(kedua
pegas
maka
poros
advans
maksimum
pengembali
bekerja).
Karakteristik kurva advans sentrifugal
motor
156 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
5. ADVANS VAKUM
a. Fungsi
Pada beban rendah atau menengah, kecepatan bakar campuran bahan bakar
dan udara rendah karena olakan rendah, temperatur rendah, campuran kurus.
Oleh karena itu waktu pembakaran menjadi lebih lama, Agar mendapatkan
tekanan pembakaran maksimum tetap dekat sesudah TMA, saat pengapian harus
dimajukan, yaitu oleh advans vakum.
1
3
6
4
2
5
b. Bagian – bagian
1). Plat dudukan kontak pemutus yang bergerak radial
2). Batang penarik
3). Diafragma
4). Pegas
5). Langkah maksimum
6). Sambungan slang vakum
157 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
c. Cara Kerja Advans Vakum
Advans vakum tidak bekerja
(terjadi pada saat idle dan beban
penuh)
 Vakum yang terjadi pada daerah
dekat
katup
gas
karburator
rendah, maka membran advans
vakum tidak tertarik, sehingga
 Plat dudukan kontak pemutus
masih tetap pada kedudukan
semula, akibatnya
 Saat
pengapian
tetap,
tidak
dimajukan advans vakum.
Advans vakum bekerja
(terjadi pada beban rendah dan
menengah)
 Vakum yang terjadi pada daerah
dekat
katup
tinggi, maka
gas
karburator
membran advans
vakum tertarik, sehingga
 Plat dudukan kontak pemutus
diputar maju berlawanan arah
dengan putaran kam governor,
akibatnya
 Saat
pengapian
majukan
158 |
semakin
di
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
d. Kondisi Vakum Pada Sambungan Advans Vakum
Idle
Vakum yang besar terjadi di bawah
katup gas.
Vakum
belum
mencapai
daerah
sambungan advans, sehingga tidak
ada vakum yang menuju ke membran
advans vakum, maka advans vakum
belum bekerja.
Beban rendah & menengah
Vakum yang besar mencapai daerah
sambungan advans, sehingga vakum
menuju ke membran advans vakum
(melalui selang vakum), maka advans
vakum bekerja.
Beban penuh
Vakum
advans
pada
kecil,
tidakmampu
daerah
sambungan
sehingga
menarik
vakum
membran
advans vakum, maka advans vakum
tidak bekerja.
159 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
3. Rangkuman
 Rangkaian sistem pengapian baterai konvensional yang menggunakan koil
dengan tegangan sekitar 1,5 Ω harus dirangkaikan seri dengan tahanan balast
sekitar 1,5 Ω. Dengan tahan total sekitar 3 Ω, maka arus primer menjadi tidak
lebih dari 4 Amper.
 Selama motor distart, tegangan baterai akan turun, sehingga besarnya arus
primer turun, akibatnya kemampuan pengapian berkurang. Untuk mengatasi hal
tersebut
pada rangkaian
primer
yang
menggunakan tahanan
ballast,
dipasanglah rangkaian penambahan start, sehingga arus primer tinggi dan
tegengan sekunder tinggi, kendaraan mudah dihidupkan.
 Saat pengapian adalah saat busi meloncatkan bunga api untuk memulai
pembakaran campuran bahan bakar dan udara. Saat pengapian diukur dalam
derajat poros engkol ( 0p.e ) dan terjadi sebelum atau sesudah TMA.
 Untuk memajukan saat pengapian berdasarkan putaran motor sehingga
tekanan pembakaran maksimum tetap berada dekat setelah TMA adalah fungsi
dari advans sentrifugal (governor).
 Advans vakum
berfungsi untuk memajukan saat pengapian pada beban
rendah atau menengah, karena pada beban tersebut kecepatan bakar
campuran bahan bakar dan udara rendah, maka waktu pembakaran menjadi
lebih lama,
 Yang dimaksud beban mesin/motor adalah posisi katup gas pada karburator.
 Jika misalnya pemilik kendaraan menganti bensin pertamax menjadi bensin
premium nilai (oktan yang lebih rendah), maka saat pengapian sering harus
diperlambat/dimundurkan dari standar/spesifikasi yang ada, untuk mencegah
terjadinya knoking ( detonasi ).
4. Tugas
Dari buku manual kendaraan, catatlah :
a. Bagaimana prosedur/cara menyetel saat pengapian.
b. Kapan kegiatan tersebut dianjurkan untuk dilakukan?
c.
Peralatan apa saja yang dipergunakan untuk pekerjaan tersebut?
d. Bagaimana cara memeriksa fungsi kerja advans?
160 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
5. Ulangan/Tes
a.
Jelaskan persyaratan yang harus diperhatikan untuk memasang tahanan
ballast.
b.
Gambar dan jelaskan cara kerja penambahan start yang menggunakan
relay.
c.
Mengapa saat pengapian harus berada beberapa derajat sebelum TMA?
d.
Apa akibat jika saat pengapian terlalu maju dari seharusnya?
e.
Mengapa pada sistem pengapian dipasang sistem advans untuk
memajukan saat pengapian ?
f.
Jelaskan cara kerja fungsi advans sentrifugal.
6. Lembar Kerja 4a
PENYETELAN SAAT PENGAPIAN DENGAN LAMPU TIMING
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran peserta didik dapat :
 Menyetel saat pengapian dengan lampu timing.
b. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang
baik dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Peralatan standar dalam peralatan standar dalam kotak alat
 Lampu timing
c. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Kendaraan / motor hidup
161 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
d. Penyetelan Saat Pengapian dengan Perasaan
Beberapa mekanik menyetel saat pengapian seperti terlihat pada gambar di atas,
yaitu dengan perasaan saja. Hasilnya tentunya kurang teliti. Dengan cara tersebut,
biasanya saat pengapian menjadi terlalu awal. Akibatnya, lihat halaman berikut ...
162 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Saat pengapian yang terlalu
awal, mengakibatkan knoking
atau
detonasi
atau
„nglitik‟,
terdengat suara dalam mesin
seperti
pukulan
komponen
mekanik .
Knoking pada saat beban tinggi
menghasilkan temperatur dan
tekanan
yang
pembakaran
sangat
sesaat
tinggi,
mengakibatkan kerusakan pada
torak,
batang
torak
dan
bantalannya.
e. Cara Menyetel Saat Pengapian Dengan Lampu Timing
 Pasang lampu timing dan takhometer
Lampu timing
Takhometer
 Setel putaran idle
163 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Lihat saat pengapian pada putaran idle. Tanda pengapian terletak pada puli
atau roda gaya. Jika tanda saat pengapian kotor, bersihkan terlebih dahulu.
 Apabila saat pengapian tidak tepat, setel saat pengapian dengan cara
kendorkan sekrup pengikat distributor sampai distributor dapat digerakkan.
Kemudian putar distributor sampai didapatkan saat pengapian yang tepat,
kemudian keraskan sekrup pengikat distributor kembali.
 Kontrol saat pengapian kembali. Kemudian kontrol juga dengan melepas
slang vakum dari distributor. Jika ada perbedaan antara saat pengapian
dengan dan tanpa slang vakum, berarti penyetelan karburator salah, atau
slang vakum pada karburator disambung salah.
1). Hal Penting
Jika lampu timing dilengkapi dengan penyetel sudut, penyetel tersebut harus
ditepatkan pada posisi “off” atau 0.
Saat pengapian dalam idle biasanya 5o – 10o p.e sebelum TMA.
Penyetelan saat pengapian kebanyakan harus pada putaran idle yang
seharusnya. Bila putaran idle terlalu tinggi, saat pengapian akan otomatis
dimajukan oleh sistem advans pengapian, akibatnya penyetelan menjadi salah.
Putaran idle untuk motor 4 silinder biasanya 750-850 rpm, untuk motor 6 silinder
600-750 rpm.
Pada beberapa kendaraan-kendaraan buatan Jerman, Italia, kadang-kadang
penyetelan saat pengapian tidak pada putaran idle, lihat cara menyetel saat
pengapian dalam buku manual.
Saat pengapian perlu dikontrol setiap 10‟000km.
164 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Pada distributor yang dilengkapi dengan oktan selektor (Toyota), penyetelan saat
pengapian dapat dilakukan melalui oktan selektor, dengan memutar baut penyetel.
Hal tersebut biasa dilaksanakan jika kesalahan saat pengapian hanya sedikit.
R - saat pengapian
dimundurkan
A - saat pengapian
dimajukan
Pemutar / penyetel
f. Penomoran Silinder Pada Motor
Mekanik harus mengerti nomor urut silinder pada motor. Hal ini diperlukan
misalnya untuk menentukan urutan pengapian (F.O / Firing Order), memasang
kabel busi, menyetel katup, memasang lampu timing pada silinder nomor 1.
Standar internasional tentang penomoran silinder tidak ada, tetapi pada umumnya
penomoran silinder sebagai berikut :
1). Motor Sebaris :
Silinder 1 adalah silinder yang paling dekat dengan penggerak poros kam.
2). Motor Bentuk V :
Biasanya silinder-silindernya diberi nomor pada saluran masuk (intake manifold)
Silinder 1 adalah silinder yang paling dekat dengan penggerak poros kam. Nomor
silinder selanjutnya dihitung berurutan setelah silinder 1 dan urutan deretan
silinder pada sisi lainnya juga dihitung dari silinder yang bersebelahan dengan
silinder 1.
3). Motor “Boxer” :
Biasanya silinder-silindernya diberi nomor. Penomoran silindernya seperti pada
motor bentuk V.
165 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
g. Tanda Pengapian
Tanda pengapian ada bermacam-macam : terletak pada puli atau pada roda gaya
dan dengan memakai angka atau hanya tanda.
1).Satu tanda (pada roda gaya atau puli)
Kalau ada hanya satu tanda (pada roda gaya
atau puli), tanda tersebut menunjukkan tanda
saat pengapian, bukan tanda TMA.
2).Dua tanda (pada roda gaya atau puli)
Untuk menentukan tanda saat pengapian, lihat
arah putaran motor. Tanda yang paling depan
(dalam arah putaran motor) adalah tanda saat
pengapian, tanda berikutnya adalah tanda TMA.
3).Tiga tanda (pada roda gaya atau puli)
Tanda pertama (dalam arah putaran motor)
adalah
tanda
untuk
mengontrol
advans
sentrifugal maksimum. Tanda kedua adalah
tanda saat pengapian, dan tanda ketiga adalah
tanda TMA.
166 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
7. Lembar Kerja 4b
PENYETELAN SAAT PENGAPIAN TANPA PERALATAN KHUSUS
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran peserta didik dapat :
 Menyetel saat pengapian dengan lampu kontrol 12V
 Menyetel saat pengapian tanpa alat khusus
b. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang
baik dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
Peralatan standar dalam peralatan standar dalam kotak alat
c. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
Kendaraan / motor hidup
d. Penyetelan Saat Pengapian Dengan Lampu Kontrol 12V
Prinsip penyetelan dengan lampu kontrol 12V, adalah sebagai berikut :
 Saat kunci kontak “ON” dan kontak pemutus terbuka  lampu akan menyala,
karena arus primer
akan mengalir melalui lampu kontrol ke massa, tidak
mengalir melewati kontak pemutus.
 Saat kontak pemutus tertutup, maka lampu akan mati, karena arus primer akan
mengalir melalui kontak pemutus ke massa, tidak mengalir melewati lampu.
167 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Saat pengapian = saat kontak pemutus mulai membuka = saat lampu kontrol
mulai menyala
1). Langkah Kerja
 Pasang lampu kontrol seperti terlihat pada gambar dibawah. Satu
sambungan dihubungkan ke koil (-) atau ke kontak pemutus dan sambungan
yang lain dihubungkan ke massa.
 Kunci kontak “On” dan putar poros engkol motor dengan tangan sesuai
dengan arahnya. Kalau tanda pengapian sudah dekat (yang terletak pada
puli atau roda gaya), putar motor pelan dan lihat lampu. Hentikan putaran
poros engkol motor begitu lampu mulai menyala. Kemudian lihat saat
pengapian pada tanda. Saat pengapian ialah tepat pada saat lampu mulai
menyala.
Jika saat pengapian salah, cara menyetelnya adalah sebagai berikut :
 Tepatkan tanda pengapian, yaitu dengan memutar poros engkol motor sesuai
dengan arahnya. Jangan memutar motor berlawanan arah, karena akan
mengakibatkan penyetelan saat pengapian salah, karena adanya kebebasan di
dalam penggerak distributor.
 Kendorkan sekrup pengikat distributor, sehingga distributor dapat diputar.
168 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Kunci kontak “On” dan putar rumah distributor searah putaran poros distributor,
sampai lampu mati. Arah putaran poros distributor dapat dilihat dari posisi
pengikat advans vakum. Lihat gambar.
Arah putaran distributor
Putar rumah distributor perlahan-lahan, tetapi arah putarannya berlawanan
dengan putaran rotor dan lihat lampu. Rumah distributor berhenti diputar jika
lampu control mulai menyala. Ingatlah : saat pengapian ialah tepat pada saat
lampu mulai menyala.
 Keraskan kembali sekrup pengikat distributor.
 Putar poros engkol motor dengan tangan satu putaran lagi, yaitu untuk
mengontrol kembali apakah saat pengapian yang sudah disetel memang sudah
tepat.
169 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
e. Penyetelan Saat Pengapian Tanpa Alat Khusus
 Lepas tutup distributor, rotor, piringan.
 Putar kunci kontak pada posisi “ON”.
 Putar poros engkol motor dengan tangan sesuai dengan arahnya (biasanya
searah dengan arah jarum jam). Kalau sudah dekat pada tanda pengapian
pada puli atau roda gaya, putar poros engkol motor pelan dan lihat ke kontak
pemutus. Saat pengapian adalah saat kontak mulai membuka. Pada saat itu
terjadi bunga api kecil diantara kontak. Penyetelan saat pengapian yang
tepat adalah apabila tanda pengapian pada puli tepat dan bersamaan
dengan itu pada kontak pemutus terjadi bunga api.
170 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
8. Lembar Kerja 4c
PEMERIKSAAN FUNGSI ADVANS SENTRIFUGAL (GOVERNOR)
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran peserta didik dapat :
 Memeriksa fungsi advans sentrifugal,
 dengan tangan (pemeriksaan sederhana)
 dengan lampu timing dan tachometer,
 saat distributor terpasang pada motor / engine
b. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang
baik dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Peralatan standar dalam peralatan standar dalam kotak alat
 Lampu kerja
 Lampu timing
 Tachometer
c. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Kendaraan atau motor hidup
d. Langkah kerja pemeriksaan advans sentrifugal secara sederhana
 Lepas tutup distributor
 Putar rotor dengan tangan, sesuai dengan arah putarannya. Rotor harus dapat
diputar 10-15 derajat dan dapat kembali sendiri dengan sendirinya ke posisi
semula. Jika tidak, governor harus diperbaiki atau diganti baru.
171 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
e. Langkah kerja pemeriksaan advans sentrifugal dengan lampu timing
 Lepas slang vakum dari advans vakum
 Pasang lampu timing dan takhometer
 Lihat tanda saat pengapian pada idle, dan tambah putaran motor :
1). Di bawah 900 rpm governor belum boleh bekerja, saat pengapian tidak boleh
berubah.
2). Antara 900-1500 rpm, governor harus mulai bekerja. Untuk itu dapat dilihat
pada tanda pengapian yang mulai bergeser ke saat pengapian yang lebih
awal / bergerak berlawanan arah putaran motor.
3). Tambah putaran motor sampai 4500 rpm. Sekarang saat pengapian harus
ada advans / maju 15o-30o p.e.
Dibawah 900 rpm,
saat pengapian sekitar
10o p.e (misalnya)
Antara 900-1500 rpm,
saat pengapian maju
menjadi 17o p.e Jadi,
Advans =17o-10o = 7o p.e
Putaran 4500 rpm, saat
pengapian
maju
lagi
menjadi 28o p.e Jadi,
Advans =28o-10o = 18o p.e
Jangan menambah putaran motor lebih dari 4500 rpm, karena dapat menimbulkan
kerusakan motor.
Setelah pemeriksaan advans sentrifugal selesai, jangan lupa memasang kembali
slang vakum.
172 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
f.
Cara memeriksa fungsi advans sentrifugal, dengan menggunakan lampu
timing yang dilengkapi Perhatian sudut.
 Setel saat pengapian/tepatkan saat pengapian pada putaran idle (mis : 750
rpm), dan setel Perhatian sudut pada lampu timing ke angka 0.
Tepatkan
tanda
pengapian
saat
seperti
gambar.
......kemudian.....
Posisikan
Perhatian
sudut pada lampu timing
ke angka 0.
 Naikkan putaran motor,
Antara 900 – 1500 rpm (mis. 1200 rpm)
Tanda
saat
pengapian
terlihat mulai bergeser, yang
menunjukkan governor mulai
bekerja.
Berarti
saat
pengapian
menjadi
maju
(dimajukan
dari
saat
pengapian idle ).
 Pada 4500 rpm
Saat
pengapian
semakin maju lagi
173 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
g. Pembacaan besarnya saat pengapian
Berapa derajat poros engkol (op.e) saat pengapian maju/berubah? Untuk
mengetahui dengan tepat hal tersebut caranya adalah :
Putar skala lampu timing dan bersamaan dengan itu lihatlah tanda saat pengapian
Saat skala lampu timing diputar, tanda saat pengapian akan bergeser. Putar skala
lampu timing sehingga tanda saat pengapian (yang dilihat) kembali bergeser ke
posisi
semula (tepat tanda saat pengapian pada idle). Kemudian lihat / baca
penunjukan sudut pada lampu timing!
Jadi saat pengapian pada 4500 rpm tersebut diatas adalah :
Pada 4500 rpm :
Skala lampu timing diputar
.....sampai.....
tanda
saat
pengapian
bergeser / tepat seperti saat
idle.
.....kemudian.....
baca penunjukan pada lampu
timing
Perubahan saat pengapian yang dapat dilihat pada skala, adalah sama dengan
sudut pengatur advans sentrifugal.
Contoh
Idle (mis : 750rpm)
Tanda saat pengapian
Saat pengapian :
50 sebelum TMA (mis)
174 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Antara 900-1500rpm (mis. 1200rpm)
Tanda pengapian mulai
bergeser,
karena
governor mulai bekerja.
Maka
saat
pengapian
akan dimajukan
Pada 4500rpm
Sekarang, berapa derajat p.e. saat pengapian berubah ?
Putar skala lampu timing, sehingga lampu menyala lebih lambat (tanda bergeser
kembali), sampai tanda pada posisi semula. Lihat penunjukkan sudut pada lampu
timing!
kembali pada posisi
semula/saat pengapian
dalam idle
Perubahan saat pengapian yang dapat dilihat pada skala, tepatsama dengan
sudut pengatur advans sentrifugal.
175 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
h. Pelumasan Governor Sentrifugal
Kadang-kadang governor dapat dilumasi, misalnya pada distributor Toyota, ujung
luar pada poros governor ditutup dengan karet. Karet tersebut dapat dilepas,
lubang poros diisi dengan vet, karet dipasang kembali, kemudian ditekan
beberapa detik, sehingga vet akan tertekan ke dalam celah antara poros governor
dan poros distributor.
Peluma
Distributor Bosch yang digunakan pada kendaraan-kendaraan Jerman dilengkapi
dengan bahan laken pada ujung poros governor. Pada laken tersebut diberi satu
tetes oli mesin untuk menghindari kemacetan antara poros governor dengan poros
distributor.
Pelumasan governor dilaksanakan setiap 20.000 km.
1). Akibat kerja advans sentrifugal yang tidak teratur
a) Keausan pada governor : Pemajuan saat pengapian terlalu besar  timbul
knoking (detonasi)
b) Governor macet : saat pengapian tak akan dimajukan pada rpm tinggi  daya
motor berkurang, pemakaian bahan bakar boros.
176 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
10. Lembar Kerja 4d
PEMERIKSAAN FUNGSI ADVANS VAKUM
b. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran peserta didik dapat :
 dengan menghisap (pemeriksaan sederhana)
 dengan lampu timing dan tachometer
b. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang
baik dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Peralatan standar dalam peralatan standar dalam kotak alat
 Lampu kerja
 Lampu timing
 Tachometer
c. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Kendaraan/motor hidup
d. Langkah Kerja
Pemeriksaan sederhana :
 Lepas tutup distributor
 Lepas slang vakum yang menuju ke distributor pada karburator. Isap slang
dengan mulut dan perhatikan plat dudukan kontak pemutus harus bergerak.
Slang vakum tidak boleh retak atau longgar pada sambungannya.
177 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Pemeriksaan dengan alat pengetes
 Pasang lampu timing dan tachometer
 Hidupkan motor, kontrol/stel saat pengapian
 Tambah putaran motor sampai tepat 3500 rpm, kemudian lihat saat pengapian
 Lepas slang vakum pada distributor, kemudian lihat kembali saat pengapian
dengan tepat 3500 rpm. Perbedaan saat pengapian dengan/ tanpa advans
vakum harus 10o-20o p.e.
 3500 rpm dengan slang
vakum (pada contoh : 28o)
 3500 rpm tanpa slang vakum
( pada contoh : 16o )
Jangan lupa memasang kembali slang vakum setelah tes !
178 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
e. Advans Vakum Ganda
Advans vakum idle (untuk
memajukan saat pengapian
saat idle) disambung pada
manifold isap ( 2 )
Advans vakum biasa (untuk
memajukan saat pengapian
saat beban rendah) disambung
pada karburator ( 1 )
 Advans vakum idle memajukan saat pengapian dalam idle  50. Untuk
mengontrol fungsi kerjanya dengan cara melepas/memasang slang vakum
,
dan bersamaan dengan itu perhatikan perubahan saat pengapian dengan
lampu timing. Jika ada perubahan saat pengapian berarti advans vakum idle
kondisinya baik.
 Pada advans vakum biasa  , cara mengontrolnya sama dengan advans
vakum tunggal.
 Perhatikan : Kedua slang vakum jangan tertukar pemasangannya.
Sambungan advans yang lebih dekat distributor harus dihubungkan dengan
manifold isap.
179 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
11. Lembar Kerja 4e
PEMERIKSAAN KEAUSAN DISTRIBUTOR
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran peserta didik dapat :
 Plat dudukan kontak pemutus
 Poros governor
 Kam governor
b. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang
baik dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Peralatan standar dalam peralatan standar dalam kotak alat
 Lampu kerja
 Lampu timing
 Tachometer
c. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Distributror
 Kain lap
d. Langkah Kerja
Keausan pada plat dudukan kontak pemutus, poros governor dan kam governor
mengakibatkan celah kontak/sudut dwel tidak tetap. Akibatnya, saat pengapian
tidak tetap dan kurang tepat.
 Periksa kelonggaran plat dudukan kontak pemutus.
 Gunakan obeng, seperti gambar berikut. Plat dudukan tidak perlu dilepas dari
distributor.
180 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Kebebasan maksimal :
radial  0.02 mm
aksial  0.2 mm
 Jika terjadi kebebasan / kelonggaran (dapat dirasakan), plat dudukan harus
diganti.
 Periksa kelonggaran poros governor dengan tangan, seperti pada gambar
berikut.
Kebebasan maksimal :
radial  0.02mm
aksial  1mm
radial
aksial
 Jika terjadi kebebasan / kelonggaran ( dapat dirasakan ), distributor harus
dioverhaul/ diganti.
 Periksa keausan pada kam governor. Kam yang beralur terlalu tajam harus
diganti.
181 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
E. KEGIATAN BELAJAR 5
PERAWATAN BERKALA SISTEM BAHAN BAKAR BENSIN
1. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan materi, peserta didik mampu :
a. Menjelaskan fungsi sistem bahan bakar bensin pada motor (Engine).
b. Menjelaskan nama dan fungsi komponen sistem pengaliran bahan
bakar bensin.
c. Menjelaskan nama dan fungsi komponen karburator.
d. Memeriksa dan merawat sistem pengaliran bahan bakar bensin.
e. Memeriksa dan merawat karburator
2. Uraian Materi
SISTEM BAHAN BAKAR BENSIN
Bahan bakar
Udara
(O2 )
Gas bekas
Co
Co2
Hc
O2
Nox
Pembakaran
campuran
bahan bakar
dan udara
Tenaga
Gambar diatas menjelaskan bahwa motor atau mesin mengisap campuran bahan
bakar dan udara masuk ke dalam silinder, kemudian campuran dikompresikan.
Setelah dicapai temperatur yang cukup, bunga api busi meletik dan terjadilah
pembakaran. Pembakaran selain menghasilkan tekanan yang mendorong torak
bergerak juga menghasilkan gas bekas.
182 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
a. Fungsi Sistem Bahan Bakar
Sistem bahan bakar bensin pada motor berfungsi untuk :
1). Mengalirkan bahan bakar dari tangki ke alat pencampur bahan bakar dan
udara (karburator)
2). Mencampur bahan bakar dan
udara sehingga campuran tersebut dalam
kondisi mudah terbakar
Campuran bahan bakar dan udara akan mudah terbakar jika :
 Campuran menguap secara homogen (merata)
 Perbandingan campuran antara bahan bakar dan udara sesuai
b. Macam-macam Bahan Bakar
Bahan bakar dapat diproses dari gas bumi, minyak tanah, batu bara, tumbuhtumbuhan ( kayu, minyak kelapa dsb ) dan gas bio ( gas pembu-sukan ).
Pada motor bakar digunakan bahan bakar antara lain :
1). Bentuk gas
:
2). Bentuk cair
:
Gas bumi, gas bio, LPG
Bensin, Minyak tanah (kerosin), Solar
c. Sifat Pembentukan Campuran
Supaya terjadi pembakaran di dalam silinder motor, maka bahan bakar dan udara
harus membentuk campuran yang sesuai dan homogen, bahan bakar cair harus
dikabutkan dan diuapkan.
1). Daerah penguapan macam-macam bahan bakar
-200
-100
0
100
200
300
400 °C
LNG
LPG
Bensin
Minyak tanah
Solar
Mudah menguap,
pembentukan campuran
mudah
Sulit menguap,
pembentukan
campuran sulit.
183 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
d. Macam-macam Proses Pembentukan Campuran
1). Prinsip Karburator
Jika udara ditiup, maka udara akan mengalir cepat diatas ujung saluran vertikal,
akibatnya pada ujung saluran terjadi vakum, maka terjadi perbedaan tekanan
antara ujung saluran yang vakum dan tekanan atmosfir yang menekan cairan,
akibatnya cairan akan terisap/bergerak keatas sendiri (pada saluran vertikal), dan
akan ikut terbawa dan bercampur dengan udara tiupan yang mengalir. Peristiwa
tersebut sering dilihat sehari-hari yaitu pada semprotan obat nyamuk dan proses
pengecatan.
Pada motor bensin prinsip tersebut digunakan pada karburator, dimana bahan
bakar dikabutkan oleh aliran udara yang cepat pada daerah venturi karburator.
2). Prinsip Sistem Injeksi
Pada peristiwa berikut didalam tabung yang
tertutup terdapat cairan dan udara yang
bertekanan. Jika katup ditekan/katup dibuka,
maka campuran cairan dan udara akan
menyemprot keluar. Fenomena ini pada
motor bensin digunakan pada sistem Injeksi
bahan bakar. Jadi bahan bakar dikabutkan
oleh tekanan lebih.
184 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
f. Sistem Pengaliran Bahan Bakar Bensin
Nama Komponen dan Fungsi
1). Tanki, sebagai tempat menampung bensin
2). Ventilasi udara, agar tekanan dalam tanki tetap sama dengan tekanan
udara luar ( atmosfir )
3). Saringan/filter bensin, memisahkan kotoran agar bensin bersih
4). Pompa bensin, memindahkan bensin dari tanki ke karburator
5). Sistem pelampung, mengatur pemasukan bensin pada karburator
6). Saluran pengembali, untuk mencegah timbulnya gelembung uap bensin
(sistem ini tidak dipasang pada setiap kendaraan )
Pengertian
Sistem pengaliran bahan bakar bensin adalah sistem yang mengatur penyediaan
bahan bakar bensin mulai dari tangki bahan bakar sampai dengan saluran masuk
alat pencampur bahan bakar dan udara (karburator).
185 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
1). Tangki Bahan Bakar
Separator
a). Fungsi Separator
Mencegah goncangan bensin waktu kendaraan berjalan supaya tidak terjadi
kevakuman ruang kosong diatas bensin yang dapat mengakibatkan isapan udara
pada pompa bensin.
b). Macam – Macam Konstruksi Ventilasi Tangki
Ventilasi pada tutup tangki

Jenis ventilasi ini banyak dipakai pada sepeda motor. Dengan adanya
ventilasi, bensin selalu mendapat tekanan atmosfir, namun uap bensin yang
keluar menimbulkan polusi udara.

Waktu mengganti tutup tangki baru, periksalah apakah terdapat ventilasi pada
tutup tangki.
Ventilasi
Ventilasi pada tanki

Konstruksi untuk ventilasi ini sering digunakan pada kendaraan

Jika ujung saluran ventilasi tidak dipasang pada tempat yang bersih, kotoran
dapat masuk pada tanki atau menutup saluran.
Ventilasi
186 |
Selang
Kerangka
kendaraan
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Ventilasi Dengan Katup

Jenis ventilasi ini lebih aman terhadap kebocoran saat kendaraan
posisi miring sekali bahkan terbalik

Penguapan bensin berkurang, pemakaian bensin irit

Slang pada katup tekan kadang-kadang dihubungkan ke karburator supaya
uap bensin terbakar dan menghindarkan polusi udara jika uap bensin dari
tangki langsung terbuang ke atmosfir.
Katup tekan
Katup isap
Selang
Kerangka
kendaraan
2). Saringan atau Filter Bensin
Masuk
Keluar
Elemen
saringan
Arah aliran

Pengaliran bensin dalam saringan selalu menuju dari luar elemen ke bagian
dalam, karena pada elemen yang berbentuk bintang permukaan luarnya yang
dipakai untuk menyaring luasannya lebih besar daripada permukaan dalam.

Perhatikan waktu memasang dan mengganti saringan bensin yang baru, lihat
tanda arah aliran pada rumah saringan bensin
187 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
3). Pompa Bensin
Macam – macam konstruksi pompa bensin
a). Pompa bensin mekanis
 Tuas pompa digerakkan oleh putaran
eksenter yang terdapat pada poros kam,
sehingga
membran
menghasilkan
naik-turun
untuk
bensin
dan
isapan
menekannya.
b). Pompa bensin listrik
 Naik-turunnya
membran
pada
pompa
digerakkan oleh motor listrik dalam pompa.
 Biasanya pompa bensin diletakkan dekat
atau di dalam tangki bahan bakar
 Dapat menggantikan pompa mekanis yang
rusak.
g. Karburator
Bensin & O2
Udara
(O2)
Bensin
Karburator
 Penggunaan
:
Pada motor bensin
 Bahan bakar
:
Bensin / minyak tanah
 Sifat-sifat
:

Lebih murah dari sistem injeksi

Jarang ada gangguan besar

Pengaturan jumlah bahan bakar dan campuran
tidak selalu sesuai dengan keadaan motor

188 |
Perawatan mudah
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
1).Bagian Karburator :
1. Saluran masuk bensin
2. Ruang pelampung
3. Pelampung
4. Ventilasi ruang pelampung
5. Pipa pengabur (nosel)
6. Venturi
7. Katup gas
2). Prinsip Kerja :
Saat piston bergerak pada langkah isap, maka terjadi aliran udara yang semakin
cepat pada venturi karburator, karena diameter venturi yang menyempit. Akibatnya
pada venturi terjadi vakum. Dengan adanya perbedaan dengan tekanan bensin
pada ruang pelampung, maka bensin akan terhisap dan keluar melalui ujung nosel
dan akan bercampur dengan udara masuk kedalam silinder mesin
3). Sifat-sifat Karburator :

Konstruksi relatif sederhana

Harga relatif murah

Campuran yang dihasilkan tidak sebaik sistem injeksi

Jarang ada gangguan yang berat
4). Tugas dan Fungsi Komponen Karburator
Fungsi
Komponen Karburator Yang Bekerja

Katup gas (Throtle valve)
udara

Ruang pencampur
sehingga terjadi pengabutan yang

Venturi
halus

Pipa pengabut / Nosel
Mengatur jumlah campuran bensin
dan udara yang masuk pada motor
Mencampur
bensin
dan
189 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
perbandingan

Sistem pelampung
campuran yang sesuai sehingga

Sistem cuk
mengakibatkan daya motor tinggi

Sistem idle
dan pemakaian bahan bakar irit

Sistem utama

Sistem percepatan

Sistem pengaya
Membentuk
5). Arah Aliran Udara
a). Karburator arus turun
Pada karburator ini arah aliran
udara kebawah / turun. Karburator
ini digunakan pada kebanyakan
kendaraan
b). Karburator arus naik
Arah aliran udara ke atas/naik.
Karburator jenis ini sangat jarang
digunakan,
dipakai
pada
kendaraan – kendaraan tua
c).Karburator arus mendatar
Arah
aliran
Karburator
udara
jenis
ini
horisontal.
digunakan
pada kebanyakan sepeda motor
dan kendaraan.
190 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
6). Jenis Venturi
a). Venturi Tetap
Satu venturi
Satu venturi dengan venturi
sekunder
Venturi – venturi sekunder
Venturi
Venturi primer
Kecepatan udara pada venturi tergantung besarnya aliran udara. Pada daerah
venturi kecepatan udara semakin naik, sehingga tekanan udara turun/vakum.
Venturi – venturi sekunder dapat memperbaiki kualitas pengabutan, homogenitas
campuran semakin baik.
b). Venturi Variabel
Celah torak sebagai ruang venturi.
Pada saat pengemudi menekan
pedal gas, torak karburator semakin
naik, maka celah semakin lebar
sehingga
karburator
ini
disebut
karburator dengan venturi variabel,
venturi yang berubah. Karburator
jenis ini juga disebut karburator
Celah vakum/tekanan konstan, karena di
daerah venturi vakum/tekanannya
selalu konstan.
191 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
7). Jumlah Ruang Pencampur
a). Satu ruang pencampur
b). Dua ruang pencampur
Untuk motor kecil / sederhana
Untuk kebanyakan motor kendaraan
c). Empat Ruang Pencampur
Digunakan untuk motor silinder
banyak (6; 8 dan 12 silinder)
192 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
8). Urutan Pembukaan Katup Gas
a). Karburator ganda
Apabila katup gas tingkat I dibuka,
maka
katup
gas
tingkat
II
juga
terbuka secara bersama atau katup
gas kanan dan kiri membuka secara
bersamaan dalam waktu yang sama
(sinkron)
b). Karburator bertingkat
Pada karburator jenis ini, katup gas
tingkat II mulai membuka pada saat
katup gas tingkat I terbuka tiga per
empat. Pembukaan katup gas tingkat
II dilakukan dengan cara :

Mekanis

Pneumatis
c). Karburator ganda bertingkat
Tingkat
I
dan
II
masing-masing
memiliki 2 ruang pencampur/barel.
Ruang
pencampur
tingkat
I
berpenampang lebih kecil dari tingkat
II. Kedua katup gas besar tingkat II
membuka menyusul setelah katup
gas tingkat I terbuka sekitar tiga per
empat.
193 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
3.Rangkuman
 Pembakaran mensyaratkan adanya campuran bahan bakar dan udara yang
dalam kondisi mampu terbakar serta adanya panas yang cukup atau api yang
memantik mulainya pembakaran.
 Campuran bahan bakar dan udara akan mudah terbakar jika campuran
menguap secara homogen (merata) dan perbandingan campuran antara
bahan bakar dan udara sesuai
 Sistem bahan bakar bensin pada motor berfungsi untuk mengalirkan bahan
bakar dari tangki ke alat pencampur bahan bakar dan udara (karburator) serta
mencampur bahan bakar dan
udara sehingga campuran tersebut dalam
kondisi mudah terbakar
 Komponen penting dalam sistem bahan bakar bensin meliputi tanki, sebagai
tempat menampung bensin; ventilasi udara, agar tekanan dalam tanki tetap
sama dengan tekanan udara luar (atmosfir); saringan/filter bensin, memisahkan
kotoran agar bensin bersih;pompa bensin, memindahkan bensin dari tanki ke
karburator;sistem pelampung, mengatur pemasukan bensin pada karburator
dan saluran pengembali, untuk mencegah timbulnya gelembung uap bensin
(sistem ini tidak dipasang pada setiap kendaraan).
 Karburator memiliki sistem-sistem agar dapat melayani kebutuhan mesin dalam
berbagai kondisi dan beban mesin. Sistem tersebut adalah sistem pelampung,
sistem start dingin, sistem idle dan perpindahan, sistem utama, sistem
pengaya, sistem percepatan dan sistem tambahan seperti sistem idle-up.
 Selain karburator dengan venturi tetap juga terdapat karburator dengan venturi
variable atau disebut juga karburator vakum konstan.
 Pekarjaan penting pemeliharaan berkala pada sistem bahan bakar bensin
adalah
pemeliharaan
mulai
dari
tangki
bensin,
saluran
bensin
dan
sambungannya, saringan/filter bensin, pompa bensin serta kontrol pengikatan
karburator, fungsi pedal gas dan cuk, fungsi pompa percepatan dan penyetelan
idle (putaran mesin dan campuran bensin-udara).
194 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
4. Tugas
Dari buku manual kendaraan, catatlah :
1). Pekerjaan apa saja yang perlu dilakukan pada sistem bahan bakar bensin
saat perawatan berkala pada motor (Tune Up)..
2). Peralatan apa saja yang dipergunakan untuk pekerjaan tersebut?
3). Persyaratan apa saja yang diperlukan untukmenyetel idle karburator?
4). Bagaimana cara menyetel sistem cuk pada karburator?
5). Cara menyetel idle dengan menggunakan peralatan gas buang.
5. Ulangan/Tes
a. Jelaskan fungsi sistem bahan bakar bensin pada motor (Engine).
b. Jelaskan prinsip dasar kerja karburator.
c. Jelaskan komponen dan fungsi sistem pengaliran bahan bakar.
d. Sebutkan nama komponen karburator.
e. Jelaskan fungsi/tugas komponen dalam karburator.
f. Jelaskan perbedaan karburator bertingkat dengan karburator ganda.
195 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
6. Lembar Kerja 5a
PEMELIHARAAN SARINGAN UDARA DAN SISTEM VENTILASI KARTER
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran peserta didik dapat :
 Membersihkan dan memasang saringan udara jenis tandon oli
 Membersihkan dan memasang saringan udara jenis kering
 Pemeriksaan dan pembersihan sistem ventilasi karter
b. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang
baik dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Peralatan standar dalam peralatan standar dalam kotak alat
 Pistol udara
 Alat cuci
c. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Kendaraan/motor
 Oli kendaraan
 Lap
d. Langkah Kerja
1). Pembersihan saringan udara jenis tandon oli
 Lepas saringan udara
 Cuci saringan udara dengan bensin
196 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Keluarkan oli bekas dari rumah saringan udara dan bersihkan rumah saringan
udara dengan bensin dan keringkan dengan lap.
 Isi oli baru pada rumah saringan udara sampai tanda batas permukaan.
Tanda
 Beri sedikit oli ke dalam elemen saringan udara dan pasang kembali saringan
udara pada dudukannya.
 Pasang kembali rumah saringan dan pastikan kedudukan paking-pakingnya.
Perhatian
Saringan udara jenis tandon oli perlu dibersihkan setiap 10.000 km.
2). Pembersihan/penggantian saringan udara jenis kering
 Lepas saringan udara
 Periksa kondisi saringan udara. Jika kotor sekali harus diganti baru.
 Jika saringan sedikit kotor, bersihkan saringan udara seperti berikut
 Ketokkan saringan/filter udara beberapa kali dan semprotkan angin dari sisi
dalam keseluruhan merata sampai bersih.
197 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan

Pasang kembali rumah saringan udara. Pada waktu pemasangan, pastikan
kedudukan paking-pakingnya.
Perhatian
 Saringan udara jenis kering harus diganti baru setiap 20‟000 - 40‟000 km.
 Jika saringan/filter udara terlihat basah oleh oli, oli tersebut berasal dari sistem
ventilasi karter. Oleh karena itu bersihkan sistem ventilasi karter dan kontrol :

Permukaan batas oli motor ( mungkin terlalu tinggi )

Silinder/cincin-cincin torak sudah aus. Untuk menentukan hal ini, bisa
dilakukan secara sederhana yaitu buka tutup pengisi oli pada saat motor
hidup. Jika ternyata banyak asap/gas yang keluar dengan semburan agak
kuat, berarti silinder/cincin-cincin torak sudah aus/bocor, akibatnya gas
tersebut dapat membawa oli mesin sampai ke saringan udara melalui
sistem ventilasi karter.
e. Pemeriksaan dan Pembersihan Sistem Ventilasi Karter
Di dalam silinder / torak-torak motor selalu terjadi kebocoran gas selama langkah
kompresi dan langkah usaha. Gas bekas itu masuk ke karter dan harus segera
dibuang. Pada motor lama, uap/gas bahan bakar yang ada pada ruang karter
dibuang ke udara luar, akibatnya akan timbul polusi udara luar. Pada mesin/motor
modern gas yang masuk ke karter tersebut dialirkan kembali melalui sistem
ventilasi karter ke saluran masuk (intake manifold) dan selanjutnya masuk ke
dalam silinder, sehingga dapat terbakar lagi di dalam ruang bakar motor.
Kebocoran/sumbatan pada sistem ventilasi karter sangat mempengaruhi stabilitas
putaran idle. Oleh karena itu, sistem ventilasi karter harus dikontrol/dirawat dengan
baik dan teratur.
198 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Sistem Ventilasi Sederhana
Sistem PCV
Katup PCV
Cara merawat sistem ventilasi karter
a. Secara Umum:
 Periksa slang-slangnya apakah longgar, robek dsb.
 Bersihkan slang yang tersumbat kotoran.
b. Sistem ventilasi yang sederhana:
 Bersihkan jet kalibrasi pada saluran masuk dengan bensin dan pistol udara.
c. Sistem PCV
 Kontrol bekerjanya katup PCV dengan memijat-melepas slang yang menuju
ke saluran masuk dengan tangan. Kalau terdengar suara “klik-klik”, katup
PCV bekerja dengan baik.
 Jika katup PCV tidak bekerja dengan baik, cuci / ganti katup PCV.
199 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
7. Lembar Kerja 5b
PEMELIHARAAN KARBURATOR
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran peserta didik dapat :
 Memeriksa pengikatan karburator, mekanisme penggerak katup gas, keausan
poros katup gas dan fungsi sitem percepatan.
 Memeriksa dan menyetel kabel gas, kabel cuk dan putaran start dingin.
b. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran dan
harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Peralatan standar dalam peralatan standar dalam kotak alat
 Lampu kerja
 Takhometer
 Oli kan
c. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran dan harus
dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Kendaraan/stan mesin/motor hidup
 Oli dan vet
 Lap
d. Langkah Kerja
 Lepas rumah saringan/filter udara, kemudian kontrol pengikatan karburator
dengan cara menggoyang-goyangkan karburator dengan tangan.
 Jika mur/baut pengikat kendor, keraskan baut-baut pada tutup karburator,
bagian katup gas, flens dan pada manifold masuk.
 Periksa fungsi mekanisme pedal gas. Gerakan pedal tidak boleh berat, dan
pedal harus dapat kembali ke posisi idle dengan sendirinya. Kontrol kondisi
ujung-ujung kabel dan pegas-pegas pengembali.
200 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Bila
kendaraan
dilengkapi
mekanisme
penggerak
katup
gas
yang
menggunakan batang-batang, lumasi pada engsel-engselnya.
 Periksa keausan pada poros-poros katup gas. Goyangkan dengan tangan pada
ujung poros. Jika kebebasan radial besar, unit katup gas harus dioverhol atau
diganti.
 Periksa pompa percepatan, dengan cara melihat ke nosel penyemprot diatas
venturi pada ruang pencampur tingkat 1. Buka katup gas sedikit secara tibatiba, maka dalam waktu bersamaan bensin harus mulai menyemprot.
Jika penyemprotan bensin terlambat, sistem percepatan harus disetel/diperbaiki.
1). Pemeriksaan Dan Penyetelan Kabel Gas
 Pada saat pedal gas pada ruang kemudi ditekan penuh, maka katup gas tingkat
1 pada karburator harus dapat terbuka penuh yaitu tertahan sampai
pembatasnya.
201 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Pada saat idle (pedal gas pada ruang kemudi dilepas), katup gas pada
karburator harus dapat kembali dengan sendirinya sampai tertahan pada
pembatasnya, tetapi harus ada sedikit kelonggaran pada kabel gas, supaya
posisi katup gas dapat terjamin tertahan pada pembatas sekrup penyetel idle
dengan aman / katup gas tidak tertarik kabel.
2). Pemeriksaan Dan Penyetelan Sistem Cuk
 Tarik secara penuh tombol cuk dan kontrol apakah katup cuk menutup dengan
rapat (A). Jika katup cuk tidak menutup dengan rapat, kabel cuk harus disetel.
202 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Kembalikan tombol cuk kembali dan kontrol apakah katup cuk membuka penuh
(B). Jika tidak, kabel cuk harus disetel.
 Untuk menyetel kabel cuk, kendorkan klem kabel, kemudian setel kendor atau
kencangnya kabel, selanjutnya kencangkan klem kabel kembali.
 Cek dan kontrol kembali fungsi kabel cuk dan katup cuk.
3). Penyetelan Putaran Start Dingin
 Tarik tombol cuk setengah langkah,
dan hidupkan mesin/motor. Kontrol
apakah
putaran
idle
dapat
bertambah sendiri, yaitu putaran
bertambah menjadi antara 1.0001.500 rpm. Bila diluar putaran motor
tersebut, stel sekrup penyetel yang
memiliki
mekanisme
hubungan
katup
antara
gas
dan
mekanisme katup cuk..
203 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
8. Lembar Kerja 5c
PENYETELAN PUTARAN IDLE (STATIONER) DAN CAMPURAN
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran, peserta didik dapat :
 Menyetel putaran idle dan campuran bahan bakar dan udara tanpa alat
pengetes gas buang
b. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran dan
harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Peralatan standar dalam peralatan standar dalam kotak alat
 Lampu kerja
 Takhometer
 Peralatan standar dalam peralatan standar dalam kotak alat
 Lampu kerja
 Takhometer
c. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Kendaraan / motor hidup
d. Keselamatan kerja
Dilarang menghidupkan mesin/motor di dalam ruang tertutup, karena gas
buangnya beracun, berbahaya bagi manusia.
e. Persyaratan penyetelan idle
Sebelum menyetel idle, pastikan dahulu bahwa saat pengapian, celah katup,
sistem ventilasi karter dan saringan udara sudah dalam keadaan baik.
204 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Sewaktu penyetelan, mesin/motor harus pada temperatur kerja, tetapi jangan
terlalu panas. Penyetelan campuran idle harus dilaksanakan saat saringan udara
terpasang.
f. Langkah Kerja
 Pasang takhometer, dan hidupkan motor
 Jika rpm idle kurang dari spesifikasi, setel rpm idle 750-850rpm untuk mesin
4 silinder. Penyetelan dilakukan dengan memutar sekrup penyetel katup gas
yang terpasang pada mekanisme katup gas. Perhatikan : Jangan tertukar
antara sekrup penyetel katup gas dengan sekrup penyetel putaran start
dingin yang terletak pada mekanisme cuk.
sekrup penyetel rpm
sekrup penyetel
campuran
 Stel campuran idle (campuran bensin dan udara) dengan sekrup penyetel
yang terletak pada daerah rumah katup gas. Cara menyetel seperti berikut.
205 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
1). Cara menyetel campuran idle tanpa alat pengetes gas buang
Perbandingan campuran yang dihasilkan dari penyetelan campuran idle akan
mempengaruhi putaran idle.
a). Langkah penyetelan (lihat gambar karburator diatas) :
 Putar sekrup penyetel kearah kiri (sekrup bergerak kearah luar), sampai
putaran motor mulai turun (titik 1 pada diagram dibawah).
 Kemudian, putar kembali sekrup penyetel kearah kanan (sekrup bergerak
kearah dalam) secara bertahap, sampai putaran motor mulai turun (titik 2
pada diagram dibawah). Selanjutnya putar kembali sekrup penyetel kearah
kiri (sekrup bergerak kearah luar) ¼ sampai dengan ½ putaran dan berhenti.
Sekrup bergerak ke
arah dalam (putaran
sekrup ke kanan)
.
Yang dimaksud penyetelan secara bertahap tersebut adalah sebagai berikut :
Sekrup bergerak ke
arah luar (putaran
sekrup ke kiri)
putar sekrup penyetel tahap demi tahap setiap 1/2 putaran dan berhenti.
Kemudian tunggu sebentar dan perhatikan reaksi putaran motor dengan
perasaan. Jika putaran motor tetap, putar lagi sekrup penyetel 1/2 putaran dan
berhenti. Kemudian tunggu sebentar dan perhatikan reaksi putaran motor. Jika
putaran motor terdengar / terasa mulai turun, maka selanjutnya putar sekrup
penyetel kearah kiri (sekrup bergerak kearah luar) ¼ sampai dengan ½ putaran.
Dan itulah penyetelan campuran yang benar tanpa alat khusus.
 Jika setelah penyetelan campuran, ternyata putaran motor tidak sesuai, maka
setel kembali putaran idle dan dan campuran idle.
206 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Perhatian
Jangan menyetel idle pada saat mesin/motor masih dingin atau sangat panas.
Karburator sering dilengkapi dengan katup termostatik, yang terbuka saat
temperatur karburator di atas  600C.
dari saringan udara
pegas bimetal
ke saluran masuk (manifold)
Pada saat mesin/motor sangat panas sehingga temperatur karburator di atas
600C, maka katup termostatik terbuka, katup tersebut mengalirkan udara
tambahan ke saluran masuk, sehingga campuran menjadi tidak terlalu kaya
karena penguapan bensin saat mesin sangat panas. Oleh karena itu, penyetelan
idle tidak boleh dilakukan jika motor terlalu panas, karena campuran bensin dan
udara menjadi tidak sesuai kebutuhan idle.
Campuran idle yang terlalu kaya akan mengakibatkan pemakaian bahan bakar
menjadi boros. Sebaliknya dengan campuran idle yang terlalu kurus akan
mengakibatkan motor hidup tersendat-sendat pada idle dan pada beban rendah.
Bila sistem cuk dan campuran idle telah di stel dengan baik, maka saat motor
dingin perlu menggunakan cuk selama sekitar 1 menit untuk mencapai putaran
idle/stasioner dengan baik. Namun jika cuk tidak ditarik tetapi putaran motor saat
dingin sudah baik, berarti pada mesin/motor tersebut campuran idle telah disetel
terlalu kaya.
207 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
9. Lembar Kerja 5d
PENYETELAN IDLE DENGAN PENGETES GAS BUANG
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran, peserta didik dapat :
 Mengontrol / mengkalibrasi pengetes gas buang
 Menyetel campuran idle dengan menggunakan alat pengetes gas buang.
b. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran dan
harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Peralatan standar dalam peralatan standar dalam kotak alat
 Lampu kerja
 Takhometer
 Pengetes CO
c. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Kendaraan/stan mesin bensin hidup
d. Keselamatan Kerja
Dilarang menghidupkan motor di dalam ruang tertutup, karena gas buangnya
beracun.
e. Persyaratan penyetelan idle
Sebelum
menyetel
idle,
pastikan
bahwa
saat
pengapian,
celah
katup,
kekencangan saluran masuk dan buang (intake & exhaust manifold), saluran
buang dan knalpot serta sistem ventilasi karter dan saringan udara sudah
mendapatkan pemeliharaan dengan baik.
Sewaktu penyetelan idle, mesin/motor harus pada temperatur kerja, tetapi jangan
terlalu panas.
208 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Penyetelan campuran idle harus dilaksanakan saat saringan udara terpasang.
f. Langkah Kerja
 Hidupkan pengetes CO terlebih dahulu selama sekitar 5 menit, dengan cara
menghubungkan alat tes gas buang dengan sumber tegangan PLN.
 Kalibrasikan pengetes CO supaya penunjukannya 0%.
Perhatikan : nosel pengukur harus mengisap udara murni.
1.
Skala pengukur
2.
Lampu diode
3.
Pengontrol aliran gas
4.
Rumah saringan gas
5.
Sambungan baterai
6.
Tombol kalibrasi
7.
Sambungan gas buang
 Masukkan nosel pengukur gas buang pada ujung saluran gas buang
(minimal 30 cm ke dalam).
 Stel rpm idle dan campuran idle. Penyetelan yang benar menghasilkan
jumlah CO 2-3,5%. Data yang tepat lihat di buku manual kendaraan yang
sesuai.
Perhatian
Penunjukkan alat pengetes CO akan salah jika
terdapat kesalahan pada alat
tersebut, yaitu :
* Saluran isapnya bocor (udara palsu).
* Rumah saringan gasnya tidak ditutup dengan rapat (udara palsu).
* Saringan gasnya tersumbat.
* Pemisah air penuh.
* Temperatur kerja belum tercapai dan kalibrasi alat salah.
Supaya alat pengetes CO selalu dalam keadaan standar sesuai spesifikasi, maka
alat tersebut harus dirawat, dikontrol dan dikalibrasi secara periodis.
209 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
g. Penyetelan Sistem Idle-Up
Sistem idle-up digunakan pada kendaraan yang dilengkapi AC. Saat AC
dihidupkan, motor dibebani oleh kompresor AC, maka rpm idle akan turun, dan
mesin/motor dapat mati. Untuk mencegah motor mati, maka katup gas harus
dibuka sedikit lebih oleh sistem idle-up, sistem yang menghubungkan antara
mekanisme katup gas dengan sistem AC.
Poros katup gas
Ke solenoid AC
Sekrup penyetel idle-up
1). Cara Mengontrol dan Menyetel Sistem Idel-Up
 Hidupkan mesin/motor pada putaran idle, kemudian hidupkan AC dan
perhatikan putaran mesin/motor.
 Jika putaran mesin/motor tidak naik menjadi antara 900-1000 rpm (diatas
putaran idle), maka sistem idle-up harus disetel sebagai berikut.
 Putar sekrup penyetel idle-up sehingga putaran mesin/motor naik menjadi
antara 900-1000 rpm (diatas putaran idle).
Perhatikan : jika penambahan putaran oleh sistem idle-up terlalu banyak,
akibatnya fungsi penguat rem (booster) berkurang, karena vakum pada saluran
masuk (intake manifold) saat pengereman berkurang (akibat katup gas
karburator terbuka agak lebar saat di rem).
210 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Lembar Kerja Pendukung 1
PENGANGKATAN KENDARAAN
DENGAN DONGKRAK DAN PENYANGGA TRIPOT
1. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran, peserta didik mampu :
 Mendongkrak kendaraan
 Memasang penyangga tripod
2. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang
baik dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 1 Dongkrak buaya
 4 Tripod stand
 1 Dongkrak botol
 4 Balok kayu kecil
3. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 1 Kendaraan roda empat
4. Tempat
Tempat lantai yang digunakan untuk mengangkat kendaraan harus rata, kuat
menahan beban kendaraan dan tidak licin.
5. Keselamatan Kerja :
 Peserta didik tidak diperbolehkan melakukan kegiatan apapun sebelum ada
tugas dan instruksi serta pengawasan yang jelas dari guru.
211 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Dilarang bekerja dibawah kendaraan yang diangkat hanya dengan dongkrak
dan tanpa penyangga yang baik, oleh karena dapat mengakibatkan
kecelakaan kerja yang fatal dan mematikan. Kendaraan yang dalam posisi
terangkat hanya dengan dongkrak, dapat terjadi kendaraan tiba-tiba
turun/jatuh, oleh karena tempat penyangga yang tidak tepat, goyangan
kendaraan dan bisa juga karena kwalitas dongkrak yang tidak baik/rusak.
 Penurunan dongkrak saat menepatkan penyangga tripod dengan bodi
kendaraan harus dilakukan dengan hati-hati.
6. Tempat Pemasangan Pengangkat Yang Aman
Sebelum bodi kendaraan diangkat, harus diketahui terlebih dahulu tempattempat pada bodi kendaraan yang aman sebagai tempat penyangga baik oleh lift,
dongkrak maupun oleh penyangga tripot. Penempatan penyangga yang benar
akan menjamin keselamatan kerja, akan menghindarkan kecelakaan kerja yang
dapat
merusak
kendaraan,
mengancam
keselamatan
jiwa
pekerja
dan
menghindarkan kegagalan pekerjaan. Informasi tentang hal tersebut yaitu tempattempat pada bagian bodi kendaraan yang boleh diangkat dengan dongkrak
terdapat pada buku manual.
Tempat atau letak pemasangan pengangkat yang benar dan aman pada
kendaraan yang menggunakan rangka bodi diperlihatkan pada gambar berikut,
yaitu pada, cross member (1), rangka (2 dan 3), dan aksel rigid (4).
212 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Pada bodi sedan / bodi monokoq, yaitu bodi kendaraan yang tidak menggunakan
rangka, untuk menentukan letak dongkrak perlu ditentukan lebih seksama.
Hal yang penting untuk diperhatikan bahwa dongkrak tidak boleh dipasang pada
karter, transmisi, suspensi Mc. Pherson dan pada bagian bodi yang tipis, karena
akan mengakibatkan komponen kendaraan tersebut menjadi rusak.
7. Pengangkatan Kendaraan Dengan Dongkrak Buaya
Pada dongkrak buaya terdapat roda-roda kecil, sehingga memungkinkan dongkrak
dapat bergerak ke berbagai arah pada saat pendongkrakan maupun untuk
mempermudah pemindahan.
Dongkrak
bergerak
maju,
karena ujung dongkrak yang
bersinggungan dengan bodi
berfungsi seperti tumpuan.
Roda belakang diblokir,
dengan
difungsikannya
rem tangan atau diganjal
balok kayu.
213 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
8. Pengangkatan Kendaraan Dengan Dongkrak Botol/Berulir
Dongkrak botol/ulir tidak berubah kedudukannya pada saat digunakan untuk
mendongkrak. Cara menggunakannya untuk mengangkat kendaraan sama
dengan penggunaan dongkrak buaya.
9. Langkah Kerja Pengangkatan Kendaraan
 Tarik rem
tangan untuk memblokir roda belakang atau roda diganjal kayu
dibelakangnya.
 Pasang dongkrak pada bagian depan kendaraan, kemudian ayunkan
dongkrak/dipompa, sehingga bagian depan kendaraan terangkat.
Letak dongkrak yang betul pada cross member aksel roda depan
 Setelah bagian depan kendaraan terangkat, pasang 2 tripod stand, 1 sebelah
kanan dan 1 sebelah kiri.
Letak tripod stand yang betul pada rangka depan
214 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Letak tripod stand yang salah pada suspensi Mc. Pherson (dapat slip)
 Selanjutnya dongkrak diturunkan pelan dan hati-hati sampai penyangga tripot
dipastikan menyangga bagian bodi dalam posisi yang benar.
 Kemudian pasang dongkrak pada bagian belakang kendaraan.
Letak dongkrak yang betul pada bak
diferensial
.
 Pasang 2 penyangga tripod , 1 sebelah kanan dan 1 sebelah kiri.
Letak tripod yang betul pada rangka belakang
215 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Letak tripod yang betul pada aksel belakang
 Selanjutnya dongkrak diturunkan pelan dan hati-hati sampai penyangga
tripot dipastikan menyangga bagian bodi dalam posisi yang benar.
216 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Lembar Kerja Pendukung 2
MEMBERSIHKAN KENDARAAN
1.Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran praktik, peserta didik dapat :
 Membersihkan ruang penumpang dan bagasi kendaraan
 Mencuci bodi kendaraan
 Membersihkan kaca kendaraan
 Memeriksa akhir pekerjaan secara mandiri
b. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang
baik dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Mesin pencuci/penyemprot air
 Mesin pengisap debu
 Ember
 Busa lunak
 Lap
 Slang air
 Sikat lunak
c. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 1 Kendaraan roda empat
 Air
 Bahan pembersih cair
d. Langkah Kerja
Beberapa hal yang harus diperhatikan :
 Jangan membersihkan lantai ruang penumpang dan bagasi dengan air, karena
air dapat mengakibatkan korosi pada logam.
 Campur bahan pembersih cair dengan air secukupnya dalam ember ( satu
tutup cairan pembersih : 10 liter air ).
217 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
a. Pembersihan Ruang Penumpang dan Bagasi Kendaraan
 Buka pintu kendaraan dan keluarkan karpet.
 Bersihkan karpet dengan mesin pengisap debu atau apabila karpet dari bahan
karet, cucilah dengan campuran pembersih dan dikeringkan dibawah sinar
matahari.
 Bersihkan ruang penumpang dan bagasi dari sampah/kotoran, misalnya
potongan-potongan kertas dan lain-lain.
 Kosongkan dan bersihkan semua tempat kotoran, asbak.
 Isap debu dari lantai ruang penumpang, tempat duduk, bagasi dengan
pengisap debu. Bila tidak ada pengisap debu, pakai sikat lunak dan bersihkan
dengan lap kering.
218 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Bersihkan setelan tempat duduk dan bila kering beri sedikit oli.
 Lap bagian-bagian : Roda kemudi, dash board, tuas versnelling, tuas rem
tangan, tuas penggerak kaca jendela dan panel pintu.
b. Pembersihan Bagian Luar Bodi Kendaraan
Perhatian
 Jangan mencuci kendaraan dengan bahan pembersih padat, karena akan
menggores cat kendaraan.
 Langkah pembersihan dimulai dari atap kendaraan.
 Proses pembersihan dilakukan bagian demi bagian. Semprotkan air pada bodi
dan bersihkan kotoran yang menempel dengan lap. Kemudian dengan
memakai busa atau lap yang bersih, bersihkan bodi dengan cairan pembersih
satiu bagian tertentu, dan segera semprot/basuh dengan air, seterusnya
berulang-ulang sampai selesai. Jangan tunggu sampai cairan pembersih pada
bodi kendaraan kering.
 Pada saat menyemprot air, semua pintu, jendela dan bagasi kendaraan harus
tertutup.
219 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
c. Cara Membersihkan Bodi Kendaraan
 Semprot seluruh bodi kendaraan dengan air dan bersihkan kotoran yang
menempel dengan lap.
 Gosokkan busa dengan campuran pembersih pada bagian bodi kendaraan dan
semprot/basuh bagian tersebut dengan air segera sebelum campuran
pembersih menjadi kering. Proses pembersihan dilakukan bagian demi bagian
sampai selesai.
 Bersihkan karet penghapus kaca dengan lap dan sesuaikan arah semprotan
airnya.
 Bersihkan bagian-bagian : Kaca lampu, plat nomor dan bamper.
 Semprot kembali seluruh bagian bodi kendaraan dengan air.
 Keringkan bodi kendaraan dengan lap yang agak kering. Bila lap sudah basah,
harus diperas dahulu.
220 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
d. Pembersihan Kaca
 Bersihkan semua kaca bagian dalam dengan kertas bekas dan sedikit
campuran bahan pembersih.
 Bersihkan kaca spion bagian dalam dan luar.
 Bersihkan semua kaca bagian luar dengan lap bersih halus dan sedikit
campuran bahan pembesih.
 Lap semua kaca kendaraan dengan lap bersih halus sehingga kering.
 Buka pintu dan tutup bagasi, keringkan karet-karet lis kaca dan ujung kaca
jendela dengan lap katun.
e. Pemeriksaan Akhir
 Periksa dan setel posisi tempat duduk.
 Periksa dan setel kaca spion bagian dalam dan luar.Pasang kembali karpet.
221 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Lembar Kerja Pendukung 3
PEMBERSIHAN KENDARAAN DENGAN AIR PANAS
1. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran, peserta didik mampu :
 Mencuci ruang motor dan motor / engine
 Mencuci bagian bawah bodi kendaraan
2. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang
baik dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Lift
 Mesin pencuci tekanan tinggi (air panas)
 Slang dingin
 Pistol udara
 Lampu kerja
 Rompi
 Topi
 Sarung tangan
3. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 1 Kendaraan roda empat
 Air
 Solar
 Udara
 Lap
4. Keselamatan Kerja :
Hati-hati pada saat mengangkat & menurunkan kendaraan dengan lift (posisi
kendaraan dan kecepatan gerak lift).
222 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
5. Langkah Kerja
Perhatian
 Pekerjaan pembersihan harus dilakukan sebelum pekerjaan servis.
 Hati-hati saat menyemprot bagian-bagian pada ruang motor seperti :
ventilasi karter, komponen pengapian, komponen sistem bahan bakar,
silinder master rem dan silinder master kopling.
 Hindarkan semprotan air tehadap bodi kendaraan yang dilapisi bahan anti
karat, karena lapisan karat dapat terkelupas hilang.
a. Pembersihan Ruang Motor dan Motor
 Siapkan mesin pencuci dan stel temperatur air pada suhu 80 – 90 derajat
Celcius.
 Posisikan kendaraan di atas lift.
 Angkat sedikit kendaraan dan kotrol posisi penyangganya.
 Bukalah tutup ruang motor.
 Semprot ruang motor dan motor / engine hingga bersih.
 Hindarkan semprotan air terhadap silinder master rem dan silnder master
kopling.
 Setelah disemprot, periksa bagian ruang motor secara teliti misalnya dengan
lampu kerja. Bila belum bersih ulangi lagi penyemprotan air sampai bersih.
 Angkat kendaraan sedikit sehingga posisi roda sejajar dengan siku-siku
tangan.
223 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Semprot ruangan roda kanan dan kiri, aksel dan lain-lain.
 Periksa bagian-bagian yang telah disemprot tersebut. Bila sudah bersih
angkat kendaraan penuh.
 Semprot semua bagian kendaraan dari bawah. Hindarkan semprotan air
terhadap bagian-bagian yang dilapisi bahan anti karat.
 Periksa bagian-bagian yang telah disemprot. Bila sudah bersih turunkan
kendaraan dan matikan mesin pencuci.
 Semprotlah dengan pistol udara komponen sistem bahan bakar, komponen
sistem pengapian dan sambungan kabel-kabel.
 Hidupkan motor sebagai kontrol akhir.
224 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Lembar Kerja Pendukung 4
PELUMASAN KOMPONEN BODI
1. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan pembelajaran, peserta didik mampu :
 Melumasi engsel-engsel pintu, kunci pintu dan tutup mesin.
2. Peralatan
Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang
baik dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Peralatan standar dalam peralatan standar dalam kotak alat
 Pompa vet
 Oli kan
 Sikat
3. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang baik
dan harus dipersiapkan sebelumnya adalah :
 Kendaraan
 Vet
 Kain lap
4. Keselamatan kerja
 Jangan meraba bodi dan bagian dalam
kendaraan dengan tangan kotor!
 Pada semua bagian yang perlu dilumasi,
beri sedikit pelumas saja.
 Oli yang berlebihan pada engsel-engsel
harap dibersihkan dengan segera.
225 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
5. Bagian-Bagian Bodi Yang Harus Dilumasi
 Kontrol kondisi engsel dengan cara
menggoyang pintu.
 Buka pintu dan lumasi engsel pintu
dengan
oli
kan.
Jika
engsel
dilengkapi dengan nipel, gunakan
pompa vet.
 Pada
pembatas
pintu
lumasi
dengan vet.
 Jika ada lubang pelumasan pada
mekanik kunci, maka beri sedikit
pelumas pada lubang tersebut,
biasanya lubang tersebut ditutup
dengan karet.
226 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Oli yang berlebihan harus dibersihkan dengan segera!
 Lumasi garpu kunci pada pintu dengan
sedikit vet.
 Kontrol keausan gembok kunci pada
tiang bodi.
 Kontrol, apakah kunci pintu dapat
digerakkan dengan ringan. Jika berat,
lumasi mekanisme pengunci.
Untuk bagian-bagian kunci pintu yang terbuat dari plastik tidak perlu dilumasi.
a. Pelumasan Tutup Mesin
 Lumasi kunci tutup mesin dengan vet
 Jika kabel penarik kunci jalannya berat,
lumasi dengan vet atau oli
227 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
 Lumasi engsel tutup motor dengan
beberapa tetesan oli.
 Lumasi tutup bagasi/pintu bak barang seperti tutup mesin.
 Goyang
kursi
untuk
mengontrol
pengikatannya.
 Kontrol fungsi rel penyetel kursi. Jika
jalannya berat, bersihkan dengan
sikat dan lumasi dengan vet.
 Kontrol pengikatan kaca spion, bumper-bumper dan plat nomor.
b. Setelah Bekerja
 Bersihkan bodi dan bagian dalam kendaraan
 Stel kaca spion luar dan dalam
 Betulkan kelurusan dan pengencangan plat nomor kendaraan.
228 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
III. DAFTAR PUSTAKA
1. -----------------, Teknik-Teknik Servis Dasar 1,2,3,4, Toyota, pub. No. 351151
2. Bohner, Max, Fachkunde Kraftfahrzeugtechnik, 27 Auflage 2001, Verlag
Europa Lehrmittel, Nourney, Vollmer GmbH & Co., 42781
Hanan-Gruiten.
3.
-------------------, Bosch Technical Instruction, Batery, Robert Bosch GMBH,
Stuttgart, 1985
4. -------------------, Bahan Ajar Diklat Otomotif, PPPPTK BOE/VEDC Malang,
2012.
5. --------------------, Pedoman Reparasi Mesin 5 K, 7 K, PT. TOYOTA-ASTRA
MOTOR, 1997
6. ---------------------, Shop Manual Honda Civic, Maintenance, Repair and
Construktion 92, Volume 1d, 1998.
229 |
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
230 |
Fly UP