...

investigasi analitis dan eksperimental kekuatan profil baja ringan

by user

on
Category: Documents
5

views

Report

Comments

Transcript

investigasi analitis dan eksperimental kekuatan profil baja ringan
Investigasi Analitis dan Eksperimental Kekuatan Profil Baja Ringan Terhadap Interaksi Local dan Global Buckling
(Harkali Setiyono)
INVESTIGASI ANALITIS DAN EKSPERIMENTAL
KEKUATAN PROFIL BAJA RINGAN TERHADAP
INTERAKSI LOCAL DAN GLOBAL BUCKLING
Harkali Setiyono
Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS) - BPPT
Kompleks Puspiptek, Serpong 15314, Tangerang
ABSTRAK
INVESTIGASI ANALITIS DAN EKSPERIMENTAL KEKUATAN PROFIL BAJA RINGAN
TERHADAP INTERAKSI LOCAL DAN GLOBAL BUCKLING. Makalah ini membahas metode pendekatan
analitis dan eksperimental untuk mengevaluasi kekuatan profil baja ringan yang banyak dijumpai sebagai bahan
konstruksi kolom terhadap pengaruh interaksi local dan global buckling. Pendekatan analitis dilaksanakan
dengan mempertimbangkan pengaruh local buckling terhadap keefektifan penampang profil dalam mendukung
beban kerja, dimana dimensi efektif penampang profil selanjutnya digunakan sebagai dasar untuk estimasi
besarnya tegangan kritis sampai profil mengalami global buckling. Ketelitian metode pendekatan analitis juga
diverifikasi dengan membandingkan hasilnya terhadap tegangan kritis buckling aktual yang diukur melalui
pengujian tekan aksial sejumlah profil baja ringan berpenampang persegi empat sampai mengalami column
buckling. Verifikasi metode analitis yang digunakan menunjukkan bahwa sebagian besar data analitis cenderung
konservatif terhadap data eksperimental pada kisaran 8,5%. Hal ini terlihat jelas dari hasil evaluasi statistik
populasi deviasi data analitis, dimana data statistik menunjukkan bahwa nilai rata-rata deviasi data analitis
adalah 1.085 dengan standar deviasi sebesar 0,047.
Kata kunci: local dan global buckling, penampang efektif, profil baja ringan, tegangan kritis buckling
ABSTRACT
ANALYTICAL AND EXPERIMENTAL INVESTIGATION ON THE STRENGTH OF A
LIGHTWEIGHT STEEL SECTION SUBJECTED TO THE INTERACTION OF LOCALAND GLOBAL
BUCKLING. The paper discusses a method of analytical and experimental approaches to evaluate the strength
of a lightweight steel section, which is largely encountered as a structural member in column construction with
respect to the interaction of local and global buckling. The analytical approach is performed by considering the
influence of local buckling on the effectiveness of cross section elements in carrying applied loads where the
effective cross section is subsequently used as a basic criterion in estimating critical stresses until the section
undergoes global buckling. The accuracy of the method of analytical approach used is also verified by comparing
its results to actual-critical buckling stresses measured in axial compression tests on a number of rectangular
box lightweight steel sections to column buckling failure. Verification of the analytical method used indicates
that most of analytical data obtained tends to be conservative with respect to experimental one by approximately
8.5%. This is clearly seen from the results of a statistical evaluation on the population of analytical data
deviation, where the statistical data shows that a mean value of the analytical data deviation is 1.085 with the
standard deviation of 0.047.
Key words: Local and global buckling, effective cross section, lightweight steel section, critical buckling stresses
PENDAHULUAN
Profil baja ringan adalah jenis profil baja yang
memiliki dimensi ketebalan relatif tipis dengan rasio
dimensi lebar setiap elemen profil terhadap tebalnya
sangat besar. Karena dimensi ketebalan profil relatif
tipis, maka pembentukan profil dapat dilaksanakan
menggunakan proses pembentukan dingin
(cold forming processes). Didalam proses ini, profil
dibentuk dari pelat atau lembaran baja menjadi bentuk
yang diinginkan melalui mesin rol atau mesin tekuk
pelat (rolling, press atau bending brake machines) pada
suhu ruangan. Ketebalan pelat baja yang umumnya
digunakan sebagai bahan dasar pembentukan profil
biasanya berkisar antara 0.3 mm hingga 6 mm[ 1,2 ],
tetapi pernah juga dilaporkan bahwa pembentukan
dingin profil jenis ini berhasil dilaksanakan dengan
bahan baku pelat baja setebal 18 mm.
Profil baja ringan sangat berbeda dibanding profil
baja konvensional yang dibentuk melalui proses
pengerjaan panas (hot formed steel sections). Jenis profil
pertama dipengaruhi oleh tegangan sisa tekan yang
23
Edisi Khusus Oktober 2006, hal : 23 - 28
ISSN : 1411-1098
Jurnal Sains Materi Indonesia
Indonesian Journal of Materials Science
diakibatkan oleh strain hardening dalam proses
pengerjaan dingin sedangkan pada jenis profil kedua,
tegangan sisa yang timbul diakibatkan oleh
proses pendinginan. Karena rasio dimensi lebar terhadap
tebal dinding profil disetiap bagian elemennya sangat
besar, maka akibat beban tekan sering kali profil
pertama-tama mengalami local buckling sebelum
mencapai kekuatan maksimumnya dalam mendukung
beban kerja. Bentuk mekanisme kerusakan profil sangat
bervariasi tergantung dari jenis pembebanan yang dapat
didukung profil sampai mencapai kekuatan
maksimumnya.
Makalah ini membahas perilaku profil baja ringan
berpenampang persegi empat yang sering dijumpai
sebagai bahan dasar dari bagian kolom dalam desain
konstruksi baja terhadap interaksi pengaruh local
dan global atau column buckling. Pengaruh interaksi
kedua tipe buckling pada konstruksi kolom baja
sangat dipengaruhi oleh nilai slenderness ratio yang
merupakan perbandingan antara panjang kolom
dengan radius girasi penampang kolom terhadap sumbu
terlemah. Berdasarkan nilai slenderness ratio,
mekanisme kerusakan profil baja ringan sebagai
bagian dari konstruksi kolom dapat diklasifikasikan
menjadi 3 macam, yaitu kolom akan rusak akibat
pengaruh local buckling saja pada nilai slenderness
ratio yang rendah, interaksi local dan global atau colomn
flexural buckling pada nilai slenderness ratio yang
sedang dan global buckling tanpa tanda-tanda awal
terbentuknya local buckling pada nilai slenderness ratio
yang tinggi.
Tipe kerusakan diatas dapat terjadi kalau
profil sebagai konstruksi kolom tidak dipengaruhi oleh
torsional atau torsional-flexural buckling,
dimana terbentuknya local buckling pada pelat
profil terjadi sebelum material dasarnya mengalami
yielding.
Pembahasan perilaku kolom dari profil baja
ringan berpenampang persegi empat akibat pengaruh
seperti pada butir kedua diatas dalam makalah ini
didasarkan pada hasil investigasi analitis dan
eksperimental. Didalam investigasi analitis,
dimensi penampang profil yang efektif medukung
beban kerja ditentukan berdasarkan pertimbangan
pengaruh local buckling dengan memanfaatkan
konsep analisis lebar efektif pada setiap elemen profil
yang tertekan. Tegangan kritis yang dapat didukung
profil sampai mengalami column buckling ditentukan
berdasarkan dimensi penampang efektif profil.
Untuk memastikan ketelitian hasil pendekatan analitis,
hasilnya diverfikasi menggunakan nilai aktual tegangan
kritis buckling yang terukur dari pendekatan
eksperimental.
PENDEKATAN ANALITIS
Didalam pendekatan analitis, pertimbangan
penentuan tegangan kritis buckling yang didukung oleh
24
profil baja ringan berpenampang persegi empat seperti
terlihat dalam Gambar 1 didasarkan pada pengaruh local
buckling disetiap bagian pelat profil. Terlihat dalam
gambar bahwa penampang profil tersusun dari dua buah
profil kanal ringan yang ditangkupkan sehingga kedua
bagian flangenya saling melekat. Dimensi pelat profil
bagian atas dan bawah tersusun dari satu ketebalan
dimensi web (Ww) sedang dimensi sisi kiri dan kanan
tersusun dari dua ketebalan dimensi flange (Wf). Jadi
akibat beban tekan pada konstruksi kolom, kemungkinan
terbesar local buckling terjadi pada kedua pelat atas
dan bawah sedang kedua pelat sisi kiri dan kanan lebih
kuat dalam menghindari terbentuknya local buckling.
Bagian web profil kanal
Ww
Wf
Bagian flange profil kanal
t
Gambar 1. Penampang profil
Beban tekan
Distribusi tegangan tekan
tanpa pengaruh local
(a)
Distribusi tegangan tekan
tanpa pengaruh local
(b)
Beban tekan
Gambar 2. Pengaruh local buckling, (a) local buckling
pada dinding pelat tunggal profil baja kolom , (b) Distribusi
tegangan elastis pada dinding pelat tunggal dan ganda
profil baja kolom.
Didalam Gambar 2 (a) terlihat bahwa desain profil
dibuat sedemikian rupa sehingga local buckling hanya
terjadi pada pelat profil yang berdinding tunggal.
Pengaruh local buckling tidak perlu dipertimbangkan
pada sisi pelat berdinding ganda sehingga sisi ini
boleh dikatakan sepenuhnya efektif mendukung
beban seperti yang jelas terlihat dari distribusi tegangan
Investigasi Analitis dan Eksperimental Kekuatan Profil Baja Ringan Terhadap Interaksi Local dan Global Buckling
(Harkali Setiyono)
elastis didalam Gambar 2(b). Tetapi pengaruh local
buckling menyebabkan sisi pelat berdinding tunggal
menjadi tidak efektif mendukung beban, dimana
distribusi tegangan elastis pada sisi ini cenderung
maksimum diujung-ujung pelat dan melemah kearah
bagian tengahnya. Jadi akibat local buckling maka
penampang profil yang masih efektif mendukung beban
kerja berubah bentuk menjadi penampang seperti terlihat
dalam Gambar 3.
Lebar efektif Wwe juga dapat ditentukan dengan
menggunakan metode standar desain seperti yang
terdapat dalam spesifikasi desain British Standard [ 3 ].
Untuk jenis pelat tunggal dalam Gambar 3, lebar
efektifnya ditentukan oleh British Standard dengan
syarat kalau :
fc
p cr
fc
p cr
Wf
0.123 ; Ww e
Ww
Ww e
0.123 ;
1 14
Ww
fc
p cr
4
1
2
0.2
....... (3)
0.35
y
fc adalah tegangan tekan pada penampang efektif pelat
sedangkan p cr adalah tegangan local buckling yang
dapat ditentukan dari :
Ww e
Ww e
2
2
x
p cr
0.904 E K
2
t
Ww
.............................
(4)
Konstanta buckling pelat tunggal pada
Gambar 3 dihitung dengan rumus British Standard :
x
2
Ww e
Ww e
2
2
K
y
Gambar 3. Penampang efektif profil
Bagian pelat tunggal dalam Gambar 3 merupakan
stiffened elements karena kedua ujungnya ditumpu
secara longitudinal oleh bagian flange profil dan dimensi
7 5.4
Ww
Wf
50
Ww e
cr
Ww
max
1.0 0.22
cr
.................. ..........
(1)
max
: tegangan maksimum yang bekerja diujungujung
pelat.
Berdasarkan persamaan Bryan, tegangan kritis
local buckling (scr) dapat dihitung dari :
max
2
cr
K
12 (1
2
E
W
) w
t
2
............................
(2)
dimana :
K : konstanta buckling yang bergantung pada jenis
pelat, dimana untuk stiffened plate element nilai K = 4
E : modulus elastisitas bahan baku pelat
: Poisson’s ratio
Ww
Wf
0.55
Ww
Wf
0.75
Ww
Wf
1
Ww
Wf
(5)
Penampang efektif profil yang terlihat dalam Gambar 3
digunakan sebagai dasar untuk menentukan tegangan
kritis buckling sampai profil mengalami column / global
buckling.
Besarnya tegangan kritis global buckling (scr)gb
diprediksi berdasarkan teori Euler Buckling sebagai
berikut :
2
cr
gb
Ww e
adalah lebar pelat yang efektif mendukung beban.
Lebar efektif stiffened plate elements akibat local
buckling secara klasik telah diformulasikan oleh George
Winter sebagai berikut :
dimana :
Ww : keseluruhan lebar pelat
: tegangan kritis local buckling
cr
Ww
Wf
E
K eff L
............................ .....
2
..
(6)
r
Keff dan L adalah faktor panjang efektif dan
panjang profil kolom, dimana K eff diperoleh dari
formulasi :
K eff
r
L
2E
.....................................
(7)
y
adalah yield strength material dasar pelat profil
y
sedangkan r adalah jari-jari girasi penampang efektif
profil terhadap sumbu terlemah. Profil pada saat
mengalami column buckling, penampangnya cenderung
melentur terhadap sumbu terlemah y. Oleh karena itu
jari-jari girasi ditentukan terhadap sumbu terlemah y (ry)
melalui rumus berikut ini.
dimana :
(r ) y
( I eff ) y
Aeff
.......................................
(8)
(I eff) y
: momen inersia penampang efektif profil
terhadap sumbu lentur y
A eff
: luas penampang efektif profil
25
Edisi Khusus Oktober 2006, hal : 23 - 28
ISSN : 1411-1098
Jurnal Sains Materi Indonesia
Indonesian Journal of Materials Science
PENDEKATAN EKSPERIMENTAL
Didalam pendekatan eksperimental, kekuatan
terhadap interaksi local dan global buckling diukur
melalui pengujian tekan aksial 18 batang profil baja ringan
berpenampang persegi empat seperti yang terlihat dalam
Gambar 1. Konfigurasi desain masing-masing benda uji
merupakan susunan dari 2 batang profil baja kanal ringan
yang ditangkupkan dengan melekatkan kedua bagian
flangenya melalui sistem ikatan sejenis lem epoxy. Kedua
profil baja kanal ringan penyusunnya dibentuk melalui
pengerjaan dingin (Press-brake-cold forming) dengan
alat penekan yang tajam sehingga dimensi radius
kelengkungan antara bagian flange dan web sangat kecil.
Kerataan setiap bagian pelat profil diperiksa secara acak
dengan toleransi ketidak rataan permukaan pelat dibatasi
tidak lebih dari 0.1 tebal pelat dan 0.001 lebarnya.
Untuk memastikan kekuatan profil sebagai
konstruksi kolom terhadap interaksi local dan global
buckling, maka dimensi profil didesain dengan
memvariasi parameter-parameter yang sangat
berpengaruh terhadap terbentuknya kedua tipe buckling
tersebut. Parameter-parameter buckling yang dimaksud
bervariasi sebagai berikut :
Rasio dimensi lebar pelat tunggal terhadap tebalnya,
Ww
t
57.2 151.8
dipasang berimpit dengan sumbu longitudinal profil.
Secara skematis konfigurasi pengujian profil dapat dilihat
dalam Gambar 4, dimana kedua sistem tumpuan pin
terpasang pada lobang takikan pelat penumpu dan
kedudukannya sejajar dengan sumbu terlemah
penampang profil.
Untuk menjamin konsentrisitas beban uji yang
diberikan maka tepat ditengah bentang profil dikedua
permukaan pelat tunggalnya dipasang strain gauges.
Beban uji pertama-tama diberikan bertahap sampai
mencapai 20% dari estimasi beban uji maksimumnya dan
peningkatan regangan yang ditunjukkan oleh strain
gauges pada setiap tahap pembebanan uji diukur dan
dicatat menggunakan data logger. Kalau distribusi
regangan dikedua permukaan pelat terlihat selalu merata,
maka konsentrisitas beban uji sudah dapat dikatakan
tercapai sehingga pengujian dapat diteruskan sampai
profil rusak oleh flexural buckling. Sebagai ukuran
kerataan distribusi regangan dikedua permukaan pelat
tunggal profil adalah kalau perbedaannya masih berada
dalam batas toleransi 5%. Untuk mengukur defleksi
lateral profil maka dikedua permukaan tunggalnya
dipasang LVDTs seperti yang terlihat dalam Gambar 4
dan sistem pemasangan LVDTs ini untuk mengantisipasi
flexural buckling terhadap sumbu terlemahnya.
untuk tegangan kritis terhadap local
buckling.
Rasio kelangsingan (Slenderness ratio) yaitu
perbandingan antara panjang kolom profil (L) dan
jari-jari girasinya (ry),
L
ry
LVDT
8.5 138.2
untuk tegangan kritis
terhadap global atau column buckling.
Karena profil akan mengalami flexural column
buckling terhadap sumbu terlemahnya, maka jari-jari
girasi penampang profil (r y) ditentukan terhadap
sumbu y. Dimensi nominal tebal dinding tunggal (t) dan
lebar dinding ganda (Wf) untuk semua profil yang diuji
dibuat selalu konstan kecuali dimensi lebar bagian
dinding tunggal (W w) dan panjang profil (L) yang
bervariasi, dimana nilai nominal tersebut adalah sebagai
berikut :
t
= (192.28 – 3124.20) mm
Pelat dasar profil terbuat dari jenis baja karbon
untuk konstruksi dan dari hasil evaluasi uji tarik statis,
sifat mekanisnya adalah :
Kekuatan luluh (Yield strength), y = 289 MPa
Kekuatan tarik (Ultimate tensile strength ),
= 372 MPa
UTS
Modulus elastisitas, E = 203 x 103 MPa
Didalam pengujian tekan aksial, profil diuji
sebagai Euler’s column dimana kedua ujungnya
ditahan dengan sistem tumpuan pin dan beban uji
26
A
A
LVDT
LVDT
Strain gauge
Pandangan
Pin
Pandangan depan
LVDT
Strain gauge
LVDT
= 1.47 mm
W f = 50.80 mm
W w = (88.90 – 228.60) mm
L
Pin
Penampang A-A
Gambar 4. Skema pengujian tekan aksial profil
VERIFIKASI PREDIKSI ANALITIS
Pengaruh proses pembentukan dingin profil
hanya berada disekitar sudut lengkung antara bagian
web dan flange dimana luas daerah disekitarnya jauh
lebih kecil dibanding luas keseluruhan profil. Oleh karena
itu dalam analisis, besarnya penampang efektif dan
tegangan kritis buckling tidak ditentukan berdasarkan
peningkatan sifat mekanis bahan disekitar sudut
lengkung sebagai akibat pengaruh tegangan sisa proses
pengerjaan dingin, melainkan didasarkan pada sifat
Investigasi Analitis dan Eksperimental Kekuatan Profil Baja Ringan Terhadap Interaksi Local dan Global Buckling
(Harkali Setiyono)
Tabel 1. profil baja berpenampang persegi empat (Rectangular
box steel section)
Rasio
kelangsingan
Benda uji
L
ry
(
)
Tegangan kritis buckling
(MPa)
Eksperimen,
( cr)gbe
Analitis,
( cr)gbt
1.6
( cr ) gbe
( cr ) gbt
SSBS-1
8.50
279.05
248.04
1.13
SSBS-2
39.00
257.69
236.33
1.09
SSBS-3
69.10
238.39
209.46
1.14
SSBS-4
114.10
144.00
140.56
1.02
SSBS-5
11.70
233.57
211.52
1.10
SSBS-6
66.00
187.41
179.14
1.05
SSBS-7
102.00
143.31
135.04
1.06
SSBS-8
123.50
118.51
104.04
1.14
SSBS-9
13.60
201.88
175.01
1.15
SSBS-10
29.00
191.54
170.87
1.12
SSBS-11
109.80
106.80
99.91
1.07
SSBS-12
109.80
104.04
99.91
1.04
SSBS-13
109.80
99.22
99.91
0.99
SSBS-14
13.80
169.49
148.82
1.14
SSBS-15
42.60
155.71
139.87
1.11
SSBS-16
65.50
135.04
125.40
1.08
SSBS-17
116.00
81.30
76.48
1.06
SSBS-18
138.20
63.39
60.63
1.04
L
: panjang keseluruhan profil
ry
: radius girasi terhadap sumbu terlemah y
( cr)gbe : tegangan kritis buckling eksperimental
( cr)gbt : tegangan kritis buckling analitis
1.4
+ 20%
1.2
( cr ) gbe
( cr ) gbt
1
0.8
- 20%
0.6
0
50
100
Slenderness ratio,
150
L
ry
Gambar 6. Toleransi deviasi pendekatan analitis terhadap
eksperimental.
mekanis material dasar profil. Tabel 1 menunjukkan
perbandingan masing-masing data eksperimental
dan analitis tegangan kritis buckling profil yang
tersusun berdasarkan variasi nilai rasio kelang
singan (Slenderness ratio). Pengaruh rasio kelangsingan
profil terhadap tegangan kritisnya sangat berarti sekali
dimana makin tinggi nilai rasio kelangsingannya maka
ketahanan profil terhadap flexural buckling akan
semakin melemah. Berkurangnya ketahanan profil
terhadap flexural buckling juga diakibatkan oleh
interaksinya terhadap local buckling pada bagian pelat
tunggal profil dimana hal ini menyebabkan
penampangnya yang efektif mendukung beban kerja
menjadi lebih mengecil.
Gambar 5 (a) dan Gambar 5 (b) menunjukkan
pengaruh interaksi antara local dan global (Flexural)
buckling terhadap kekuatan profil baja ringan
berpenampang persegi empat yang diperoleh dari
pendekatan eksperimental dan analitis. Terlihat jelas
dalam gambar bahwa kekuatan profil terhadap interaksi
kedua tipe buckling tersebut sangat dipengaruhi dua
L
parameter rasio kelangsingan ( ry ) dan rasio lebar pelat
tunggalnya (
(b)
250
). Berdasarkan rumus (4), secara analitis
makin besar dimensi lebar pelat tunggalnya maka untuk
tebal dinding pelat yang selalu sama, local buckling
akan terjadi pada tegangan kritis pcr yang relatif lebih
rendah.
Hal ini akan mempengaruhi dimensi penampang
profil yang efektif mendukung beban kerja dan semakin
tinggi nilai rasio kelangsingan profil maka berdasarkan
rumus (6) – (8), profil juga akan mengalami global atau
flexural buckling pada tegangan kritis yang lebih rendah.
300
(a)
Ww
t
250
Ww : Lebar pelat tunggal
t : Tebal dinding pelat
200
200
150
150
100
100
Eksperimen
50
50
Analitis
Eksperimen
Analitis
XY (Scatter) 3
0
0
0
0
40
80
120
L
Slenderness ratio (
)
ry
160
50
100
150
200
W
Rasio lebar pelat tunggal, w
t
Gambar 5. Kekuatan terhadap interaksi local dan global buckling
27
Jurnal Sains Materi Indonesia
Indonesian Journal of Materials Science
Fenomena ini jelas terbukti dari hasil pendekatan
eksperimental dan analitis seperti ditunjukkan dalam
Gambar 5 (a) dan Gambar 5 (b). Sebagian besar data
analitis cenderung konservatif terhadap data
eksperimental dan variasi deviasinya masih tersebar
dalam batas toleransi ± 20% (Gambar 6). Hasil evaluasi
statistik menunjukkan nilai rata-rata deviasi data analitis
terhadap eksperimental adalah 1.085 dengan standar
deviasi 0,047 dan ini berarti bahwa hasil pendekatan
analitis rata-rata konservatif 8,5% terhadap hasil
eksperimental.
KESIMPULAN
Kekuatan tekan aksial profil baja ringan terhadap
interaksi local dan global buckling sangat ditentukan
oleh dua parameter geometrisnya yaitu kelangsingan
(Slenderness) profil dan rasio lebar pelat disetiap bagian
profil dimana local buckling dapat terjadi. Hasil
investigasi analitis dan eksperimental mengungkapkan
bahwa degradasi kekuatan profil sangat berarti dengan
semakin tinggi nilai rasio kelangsingan dan lebar bagian
profil yang kritis terhadap local buckling. Estimasi
analitis kekuatannya ditentukan berdasarkan pada semua
sifat penampang efektif profil akibat pengaruh local
buckling. Verifikasi pendekatan analitis menunjukkan
bahwa kekuatan aktual profil terhadap global buckling
yang terukur dari eksperimen cenderung terprediksi
secara konservatif. Deviasi data analitis terhadap
eksperimental tersebar dalam batas toleransi ± 20% dan
evaluasi statistik menunjukkan rata-rata deviasinya
berada pada kisaran 8,5%.
DAFTARACUAN
[1].
[2].
[3].
[4].
[5].
[6].
[7].
28
J. RHODES, Design of Cold-formed Steel Members,
Elsevier Science Publishers Ltd., (1991)
HARKALI SETIYONO, Pengembangan model
analisis kekuatan struktur baja ringan, Laporan
Penelitian, UPT-Laboratorium uji konstruksi,
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, (2001)
BRITISH STANDARD INSTITUTION, Structural
Use of Steelwork in Building - Part 5 - Code of
Practice for Design of Cold Formed Thin Gauge
Sections, BS 5950-5, (1998)
KENNETH W. KARREN and GEORGE WINTER,
Journal of Structural Division, February, (1967)
KENNETH W. KARREN, Journal of the Structural
Division, (1967)
C.C. WENG and TEOMAN PEKOZ, Journal of
Structural Engineering, 116 (5), (1990) 1230-1246
HARKALI SETIYONO, Jurnal Standardisasi
Majalah Ilmiah Standardisasi, 6 (2), (2004) 31-40
Edisi Khusus Oktober 2006, hal : 23 - 28
ISSN : 1411-1098
Fly UP