...

KEMISKINAN DI KEINDAHAN RAJA AMPAT

by user

on
Category: Documents
6

views

Report

Comments

Transcript

KEMISKINAN DI KEINDAHAN RAJA AMPAT
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
KATADATA/AHMAD YUNUS
KEMISKINAN DI
KEINDAHAN RAJA AMPAT
KEMOLEKAN RAJA AMPAT BELUM MAMPU MEMUPUS WAJAH
KEMISKINAN DI SURGA BARU WISATA DUNIA INI. TERLETAK
DI PROVINSI PAPUA BARAT, KABUPATEN INI SATU DARI 183
WILAYAH TERTINGGAL DI INDONESIA. REPORTASE AHMAD YUNUS
MENGGAMBARKAN BAGAIMANA SEJUMLAH KELOMPOK PEREMPUAN
BERJUANG MEMBEBASKAN KELUARGANYA DARI JERAT KEMISKINAN.
Sebanyak enam edisi, mulai Juni 2013, KATADATA mengulas tentang jejak 15 tahun PNPM Mandiri
Perdesaan. Artikel ditayangkan setiap pekan ketiga di majalah Tempo dan selengkapnya di situs
www.katadata.co.id. Kritik dan saran ke [email protected]
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
Rp
34 miliar
Dana PNPM untuk 19 kecamatan
di Kabupaten Raja Ampat
2
Rp
225 miliar
Dana PNPM untuk 11 kabupaten dan
152 kecamatan di Provinsi Papua
Pinjaman Kelompok
Perempuan
Program Pinjaman Dana Bergulir yang dikenal dengan
nama Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP)
meningkat paling pesat di antara proyek lainnya, sejak
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)
Perdesaan dilansir 15 tahun silam. Tumbuh enam kali lipat
dari 42.425 (1998-2007) menjadi 258.578 (2008-2011).
KATADATA/AHMAD YUNUS
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
3
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
4
5
Rp
15 miliar
pendapatan asli daerah per tahun
Raja Ampat memiliki kekayaan sumber daya
alam laut melimpah. Potensi sektor tangkapan
perikanan mencapai 590.600 ton per tahun
atau senilai Rp 126 miliar per tahun.
KATADATA/AHMAD YUNUS
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
Rp
6
3 miliar
penerimaan sektor wisata per tahun
Rp
7
3 miliar
penerimaan sektor wisata per tahun
Kemolekan Raja Ampat
belum mampu memupus
wajah kemiskinan di surga
baru wisata dunia ini.
The Nature
Conservancy (TNC)
dan Conservation
International (CI)
Indonesia menyebutkan
bahwa Raja Ampat
merupakan rumah bagi
75 persen jenis terumbu
karang di dunia dengan
553 jenis terumbu
karang dan 1.437 jenis
ikan karang.
KATADATA/AHMAD YUNUS
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
9
FOTO-FOTO: KATADATA/AHMAD YUNUS
8
Kegiatan program PNPM
Perdesaan-Pertanian di Pulau
Saonek dan Wawiyai, Raja Ampat
melibatkan peranan perempuan
untuk mengatasi kemiskinan.
DI ATAS KAPAL, wajah tiga perempuan itu tampak tegang. Sesekali mereka membasuh wajahnya
yang basah terkena cipratan air laut. Kapal kayu
bertenaga motor tempel yang mereka tumpangi
pun adakalanya oleng, mencoba bertahan dari
gempuran ombak dan kuatnya arus laut. Lajunya pelan menghindari tamparan ombak ke badan
kapal.
Fatima Rukabu dan dua rekan perempuannya,
saat itu di akhir Agustus lalu, hendak ke Waisai,
ibu kota kabupaten Raja Ampat di provinsi Papua
Barat. Perjalanan laut ini ditempuh sekitar 30 menit dari tempat tinggal mereka di Pulau Saonek,
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
Waigeo Selatan, yang masih satu kabupaten.
Mereka menjual kerupuk dan abon ikan tengiri,
hasil binaan usaha kelompok dari program PNPM
Perdesaan-Pertanian di Kabupaten Raja Ampat.
Setiap akhir pekan mereka membawa dan mengunjungi Pasar Waisai, menitipkan barang dagangannya: kerupuk dan abon ikan kemasan isi
200 gram di sejumlah warung makan. Per kantongnya mereka jual Rp 15-20 ribu.
“Dalam satu bulan, produksi kerupuk kami bisa
empat sampai lima kali pengolahan. Tergantung
pasokan ikannya,” kata Fatima bercerita kepada tim dari Katadata yang satu perahu denganPRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
nya. “Dari satu ikan, bisa dihasilkan 80 hingga 90
bungkus lebih.”
Bermodalkan sekitar Rp 2 juta, kelompok pengrajin kerupuk ini bisa untung bersih hingga Rp 1
juta setiap bulannya. “Hasilnya untuk keperluan
anak-anak sekolah,” tuturnya. “Bisa kami pinjam
dan pakai.”
Fatima Rukabu adalah salah satu anggota kelompok pengrajin kerupuk ikan. Anggotanya ada
sekitar 13 orang. Mereka adalah keluarga nelayan.
Usaha ini membawa berkah dan banyak keuntungan bagi mereka, ketimbang sekadar menjual ikan
hasil tangkapan.
“Satu kilo ikan tengiri 18 ribu rupiah. Kalau diolah jadi kerupuk bisa jadi 200 ribu rupiah,” katanya. Nelayan tak sulit mencari dan menangkap
ikan tengiri di sekitar pulau. Raja Ampat adalah
surga yang menyimpan berbagai jenis ikan. Diperkirakan potensi tangkapan perikanannya
mencapai 590.600 ton per tahun atau senilai Rp
126 miliar per tahun.
Selain kelompok Fatima, masih ada kelompokkelompok perempuan lainnya, yang lahir pada
2012 lalu. Mereka terbentuk dari pengembangan
program PNPM Perdesaan-Pertanian di wilayah
Papua Barat. Program ini melibatkan peranan
perempuan dalam upaya pemberantasan kemiskinan. Mulai dari menelurkan ide, menyusun rencana, membentuk organisasi hingga menjalankan
aktivitasnya.
Setiap kelompok mendapatkan alokasi bantuan
berupa uang dan peralatan. Jumlahnya berbeda
setiap kelompok. Tergantung dari kebutuhan, sa-
10
Anak-anak Raja Ampat
mengisi waktu bermainnya
dengan memancing ikan.
KATADATA/AHMAD YUNUS
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
11
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
“Perempuan
dan lakilaki punya
hak yang
sama. Kami
memberi
motivasi
kepada ibuibu bahwa
perempuan
punya
peranan
dan potensi
besar.”
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
13
KATADATA/AHMAD YUNUS
12
rana dan prasarana serta modal usahanya. Kelompok abon ikan mendapatkan modal sebesar Rp
47 juta. Kelompok pengrajin kerupuk ikan sebesar Rp 93 juta. Dan kelompok pembuat ikan asin
mendapatkan dana bantuan sebesar Rp 100 juta.
“Perempuan punya peranan penting. Mereka
tahu kebutuhannya sampai tingkat rumah tangga.” Itu sebabnya, kata Odie Seumahu dari PNPM
Support Facility (PSF) wilayah Papua Barat.
“Kami beri kesempatan untuk terlibat lebih jauh.”
Nelce Saa, pendamping dari lima kampung yang
berada di Waigeo Selatan, menambahkan, “Awalnya masyarakat berjalan sendiri dan butuh proses
ketika dibentuk kelompok. Tapi mereka akhirnya
belajar dari kelompok itu.”
Perempuan di Kepulauan Raja Ampat, menurut dia terbiasa bekerja individu. Mulai dari mencari ikan hingga mengurusi urusan dapur. Nelce
Saa mendekati dan memberikan motiviasi bahwa
bekerja dalam kelompok akan memberi manfaat.
Perempuan pun punya andil besar untuk meningkatkan taraf hidup keluarga.
“Perempuan dan laki-laki punya hak yang sama.
Kami memberi motivasi kepada ibu-ibu bahwa
perempuan punya peranan. Dan mereka punya
potensi besar,” katanya.
Sebagai program pembangunan berbasiskan
inisiatif warga, PNPM Mandiri Perdesaan memang sangat menekankan partisipasi perempuan
dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga
miskin.
Sejak proyek ini masih bernama Program
Pengembangan Kecamatan (PPK) pada 1998 den-
Aktivitas program PNPM
Mandiri melibatkan
peranan warga. Mulai
dari mengusulkan ide,
pengawasan program
hingga kegiatan di
lapangan.
gan dana sepenuhnya dari Bank Dunia, sejumlah
upaya dilakukan agar perempuan ikut berpartisipasi dalam program ini. Mulai dari tahap perencanaan, verifikasi, hingga pemilihan program.
Saat itu PPK mensyaratkan jika satu desa ada
dua proposal, maka salah satu harus datang dari
kelompok perempuan. Dari dua fasilitator desa,
salah satunya pun harus perempuan. Disediakan
juga bantuan pendanaan dan pendampingan secara khusus terhadap perempuan, atau kelompok
lain yang terpinggirkan.
Setelah berubah nama menjadi PNPM Mandiri mulai 2007, program ini tetap menekankan
keterlibatan perempuan. Secara khusus PNPM
Mandiri Perdesaan bahkan menjatahkan sampai
seperempat dana yang disediakan untuk dana
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
FOTO-FOTO: KATADATA/AHMAD YUNUS
14
42.425 projek (1998-2007) menjadi 258.578 projek
(2008-2011). Di antara projek-projek PNPM Perdesaan lainnya, program Simpan Pinjam Kelompok
Perempuan (SPP) tumbuh paling pesat.
Kelompok perempuan di Raja Ampat
mengolah hasil tangkapan laut
menjadi berbagai produk makanan
seperti kerupuk dan ikan asin.
bergulir Simpan Pinjam Kelompok Perempuan
(SPP). Dana ini untuk kegiatan meningkatkan
penghasilan atau usaha kecil mereka.
Survei 2009 memperlihatkan bahwa dana simpan pinjam untuk perempuan itu mencapai lebih
dari 17 persen dana yang digulirkan untuk PNPM.
Tahun ini dana untuk PNPM ditargetkan mencapai Rp 7,8 triliun. Jika menggunakan persentase
empat tahun lalu, maka tahun ini sekitar Rp 1,3
triliun dianggarkan untuk dana bergulir kelompok perempuan.
Itu sebabnya, dalam kurun 15 tahun keberadaan
PNPM, proyek yang didanai pinjaman dana bergulir SPP ini meningkat lebih dari 6 kali lipat dari
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
***
Di Saonek ibu-ibu rumah tangga ini bekerja di
sebuah rumah produksi beratap seng. Dua ruangan mereka sulap menjadi dapur dan tempat
pengemasan. Setiap akhir pekan mereka mengolah ikan tengiri segar hingga lima ekor. Semua
berbagi tugas. Mulai dari mengiris daging tengiri, hingga menyiapkan bumbu, telur dan tepung.
Hasilnya, kerupuk ikan tengiri ini terasa gurih,
harum dan kriuk.
Tak jauh dari lokasi pembuatan kerupuk, terdapat kelompok pembuat abon ikan. Bahan bakunya sama, yaitu ikan tengiri. Bedanya, bahan
bumbunya lebih kompleks. Dan mereka menawarkan dua rasa berbeda: manis dan asin. Di rumah
produksi itulah tangan ibu-ibu itu tampak cekatan menyiapkan setiap bumbu dan olahan.
Satu jam dari Pulau Saonek juga terdapat kelompok pembuat ikan asin. Pegiatnya, kaum perempuan di Wawiyai yang juga piawai mencari ikan.
Di balik lembah pulau-pulau yang eksotik, mereka melemparkan kail dan menangkap berbagai
macam ikan segar.
Ketiga kelompok ini: pembuat kerupuk ikan,
abon ikan dan ikan asin, bekerja keras agar usahanya tumbuh-kembang sehingga pada akhirnya
meningkatkan pendapatannya. Namun, mata
rantai ekonomi rupanya masih panjang. PemasaPRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
15
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
16
FOTO-FOTO: KATADATA/AHMAD YUNUS
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
Hasil tangkapan laut
diolah menjadi ikan asin.
Ikan asin ini mereka jual
seharga Rp 25 ribu per
kilogram.
ran menjadi tantangan
di wilayah kepulauan
semacam Raja Ampat.
Walhasil, mereka belum merasakan tetesan
manisnya industri wisata Raja Ampat, meski
lokasi ini telah menjelma menjadi surga wisata nusantara. Sektor
wisata bahkan menjadi
tulang punggung kabupaten yang berdiri pada 2003 itu.
“Belum ke Raja Ampat kalau tidak mencicipi
abonnya,” kata Mulyati Salim, salah seorang di
antaranya, berpromosi. Kelompok perempuan ini
memimpikan, kelak produk mereka bisa menjadi
buah tangan khas Raja Ampat. Wisatawan yang
berkunjung bisa menikmati kriuknya kerupuk,
lezatnya abon dan wanginya ikan asin.
***
Setelah sekitar setengah jam lamanya menyusuri laut, kapal masuk di mulut sungai dan berlabuh dekat pasar Waisai dengan selamat. Kapalkapal nelayan tampak berderet rapi melemparkan
jangkarnya. Fatima dan kedua rekannya langsung
melompat dari perahu.
Sambil menggendong wadah plastik dan kantong kresek, mereka berjalan kaki melewati ruas
jalan hingga ke pertokoan. “Laku 300 ribu rupiah,” kata Fatima tersenyum. Hari itu terasa cerah
buat mereka.
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
17
PEREMPUAN
TANGGUH DARI
KAMPUNG MISOOL
ANCAMAN PANAH DAN GANASNYA LAUT PAPUA YANG
HAMPIR MENELAN TUBUHNYA TAK MENGENDURKAN
NYALINYA. SOSOK TANGGUH PENDAMPING PNPM DI
MISOOL SELATAN, RAJA AMPAT.
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
19
KATADATA/AHMAD YUNUS
18
Perahu kayu bermesin
motor tempel menjadi
transportasi utama
antarpulau bagi
penduduk di Raja
Ampat.
KURASIA Buatan tak sadarkan diri. Tubuhnya
roboh tak kuat menahan kencangnya arus laut.
Kapal kecil yang ia tumpangi terbalik. Arus pun
menghanyutkan seluruh barang bawaannya. Termasuk segepok uang pribadi dan titipan keluarganya sebesar Rp 7 juta.
“Entah berapa gelas air laut yang saya minum,”
kata Kurasia mengisahkan kembali kenangan pahitnya. Tak semua bisa ia ingat. Sekeping ingatan
yang masih tersisa, yaitu perjuangannya sekuat
daya berenang ke tepi darat yang jaraknya sekitar
500 meter.
Namun, kencangnya arus dan rasa panik membuat dirinya kalang kabut. Ketika tenaganya
habis, ia hanya bisa pasrah dan berdoa dalam hati.
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
“Ya Tuhan tolong temukan jasadku jika mati,”
ujarnya lirih. Laut menelan tubuhnya yang lunglai tak sadarkan diri.
Beruntung, warga kampung melihat kejadian
itu. Mereka berenang mengejar tubuh Kurasia
yang dipermainkan arus. Warga langsung menarik tubuhnya yang terkulai, menyelamatkan
nyawanya yang di ujung tanduk. “Saya sakit tiga
bulan,” kata Kurasia. “Risiko pekerjaan ini memang berat. Tapi, saya tidak kapok.”
Kurasia adalah sosok perempuan yang bekerja lebih dari 10 tahun pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Perdesaan di wilayah Papua Barat. Tugasnya menjadi
pendamping masyarakat yang terlibat dalam berPRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
20
Kegiatan
simpan
pinjam
merupakan
salah satu
kegiatan
PNPM yang
tumbuh
paling cepat.
Pada 2007,
baru 42 ribu
proyek, tahun
lalu sudah
mencapai
258 ribu.
bagai program pembangunan infrastruktur. Mulai dari jembatan, jalan, bangunan sekolah, air
bersih hingga irigasi.
Ia harus memastikan agar usulan dari warga
tepat sasaran. Termasuk mengawasi pada tahap
pengerjaan. Hingga membuat berbagai laporan
kegiatan.
Salah satu tujuan program PNPM Perdesaan
adalah meningkatkan kesejahteraan warga miskin
di wilayah terpencil. Program pembangunan infrastruktur ini secara resmi dimulai pada 1998
atas dukungan Bank Dunia, yang semula bernama Program Pengembangan Kecamatan.
Perempuan setinggi 160 cm ini bergabung di
PNPM pada 2002. Ia mengikuti berbagai pelatihan
yang kelak akan membantu dirinya saat bekerja
di lapangan. Yang dipelajarinya mulai dari soal
bahan material bangunan, seperti bata dan semen, hingga merancang proposal pembangunan
infrastruktur.
“Saya baru lulus SMA, dan jurusannya sosial
bukan sekolah teknik,” katanya sambil tersenyum.
“Saya belajar dari nol.” Ia mengikuti pendidikan
selama enam bulan di Jayapura bersama puluhan
calon pendamping lainnya. Tugas pertamanya
bertanggung jawab untuk mendampingi warga di
kampung-kampung yang tersebar di Misool Selatan, Raja Ampat.
Luas Pulau Missol sekitar dua ribu kilometer
persegi. Termasuk dari empat pulau utama, seperti Pulau Salawati, Batanta dan Waigeo. Kepulauan Raja Ampat sendiri memiliki sekitar 610 pulau.
Sebagian besar pulau lainnya tidak berpenghuni.
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
KATADATA/AHMAD YUNUS
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
Perempuan Raja Ampat
menangkap ikan dengan
alat pancing sederhana.
Mereka mencari ikan
tenggiri untuk olahan ikan
asin, kerupuk dan abon ikan.
Total luas wilayah kabupaten
ini mencapai 12 ribu kilometer persegi, dengan jumlah
penduduk mencapai 37 ribu
jiwa pada 2010.
Total projek di Misool senilai Rp 450 juta untuk 22
kampung. Setiap kampung
mendapatkan dana yang berbeda sesuai kebutuhannya.
Kurasia bertanggung jawab
di tujuh kampung. Memberi
arahan kepada warga agar
projek ini bukan untuk kepentingan pribadi. “Kami
bangun kemandirian masyarakatnya bukan sekedar
pembangunan kampungnya
saja,” katanya.
Kapal
menjadi
sarana
transportasi utama di Kepulauan Raja Ampat. Bahan
baku utama bangunan berada di Sorong. Waktu
tempuh dari Waisai, Ibu kota Raja Ampat, ke Sorong sekitar dua jam dengan kapal cepat.
“Transportasi itu agak sulit untuk belanja bahan. Harus cari kapal yang besar, aman dan bisa
bawa barang-barang , seperti seng dan semen.
Dari kampung cuma modal batu dan pasir saja,”
katanya.
Pulau-pulau di Raja Ampat berserak. Pohonpohon tinggi tumbuh di atas batuan dan tebing.
Lokasi perkampungan warga pun menyebar di
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
21
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
KATADATA/AHMAD YUNUS
22
Perahu kayu bermesin
motor tempel menjadi
andalan bagi perempuan
di Raja Ampat untuk
beraktivitas. Mulai dari
transportasi antarpulau
hingga memancing ikan.
berbagai pulau. Untuk menjangkaunya hanya
mengandalkan kapal kecil atau katinting yang
bermesin tempel. Kapal cepat dan feri sebatas
menghubungkan lalu lintas laut utama, seperti
Waisai-Sorong.
Akses dan transportasi laut yang terbatas ini
tak jarang penuh risiko. Apalagi menghadapi
kondisi laut dalam cuaca buruk. “Saya pernah
kelaparan karena di satu kampung tidak ada warung,” ujarnya.“Warga semuanya bekerja sebagai
nelayan. Saya seharian hanya minum genangan
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
air di drum.”
Kurasia juga sempat menjadi saksi di kepolisian.
Selama dua pekan ia dan pimpinannya menjelaskan perkara kasus penyelewengan dana program
sebesar Rp 700 juta. Dana ini untuk pembangunan air bersih, toilet hingga jalan di Fakfak pada
2005. “Warga mengancam saya dan bawa panah,”
katanya. Beruntung kasus ini selesai dan pelakunya masuk penjara.
Kurasia lahir dan tumbuh di Raja Ampat yang
memiliki kekayaan sumber daya alam laut melimpah. Potensi sektor tangkapan perikanan mencapai 590.600 ton per tahun atau senilai Rp 126 miliar per tahun.
The Nature Conservancy (TNC) dan Conservation International (CI) Indonesia menunjukkan
bahwa Raja Ampat merupakan rumah bagi 75
persen jenis terumbu karang di dunia dengan 553
jenis terumbu karang dan 1.437 jenis ikan karang.
Kekayaan tanah dan air Raja Ampat memang
belum mampu mendongkrak kehidupan ekonomi
warganya. Padahal di mata dunia, Raja Ampat
adalah surga pariwisata dan primadona bagi para
penyelam dan peneliti. Dunia internasional pun
menetapkan Raja Ampat sebagai bagian utama
dari segitiga koral dunia.
Kurasia merasa pendidikan menjadi jalan
untuk membuka mata warganya akan kekayaan potensi ini. Juga untuk mengatasi berbagai kesulitan dan jeratan kemiskinan warga. “Pendidikan sangat penting. Kita tidak
bisa mencapai mimpi kalau tanpa sekolah,
katanya. “Ini adalah kerja hati.”
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
23
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
GOOGLE.COM
24
ROTI KIAN “MANIS”
DI LAMONGAN
ROTI KOKY CONTOH LAIN KEBERHASILAN USAHA
WARGA YANG DIDUKUNG OLEH DANA SIMPAN PINJAM
KELOMPOK PEREMPUAN. ADA JUGA PETANI YANG
KEMUDIAN TERBEBAS DARI JERAT RENTENIR.
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
ROTI-ROTI manis itu dijajakan di sebuah kios
sewaan di pasar Desa Brengkok di wilayah
Lamongan, Jawa Timur. Kios serupa ada di pasar
yang tidak jauh dari tempat itu, yaitu Desa Karangagung, yang masuk wilayah Tuban. Sebuah
spanduk besar bertuliskan Koky Bakery terpampang di toko itu. Tampilannya tidak berbeda jauh
dengan toko-toko lain beretalase kaca yang berisi
penganan pengundang selera.
Melihat tampilan toko dan produknya, bisa jadi
banyak orang mengira ini terlahir dari tangantangan profesional. Padahal, pemiliknya adalah
kelompok usaha perempuan yang tercipta lewat
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
(PNPM) Perdesaan.
Program masif untuk pemberantasan kemiskinan ini memberikan bantuan dana saat 12 perempuan di desa Brengkok mengajukan usulan kursus membuat roti di Surabaya. Program ini juga
kemudian memberi pinjaman untuk modal usaha
pada lima tahun lalu.
Di masa-masa awal usahanya, mereka mengalami kegagalan. Roti yang dipanggang tak mengembang sesuai ukuran seharusnya. Tapi, lihatlah
cerita mereka saat ini. Kini mereka memproduksi sampai 300 roti dengan omzet mencapai Rp 90
juta per bulan pada tahun lalu.
Usaha bersama itu juga disiplin mencicil modal
kerja yang dipinjamkan kepada mereka. “Yang
penting kami tidak pernah menunggak,” kata
Zuhrotul Titik Khotimah, Ketua Usaha Bersama.
“Ini demi nama baik kelompok.”
PNPM Mandiri Perdesaan, sebagai program
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
25
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
26
Survei 2009
memperlihatkan,
dana simpanpinjam untuk
perempuan
mencapai lebih
dari 17 persen
dana PNPM.
Tahun ini, dana
untuk PNPM
ditargetkan
mencapai Rp 7,8
triliun.
pembangunan yang mendorong tumbuhnya inisiatif masyarakat, memang sangat menekankan partisipasi kelompok perempuan. Salah satu
hasilnya, memunculkan kelompok usaha seperti
Roti Koky.
Porsi pembangunan infrastruktur, seperti membangun jalan, jembatan, dan air bersih, memang
dominan dalam program ini. Tapi, sejak proyek
ini masih bernama Program Pengembangan Kecamatan (PPK) pada 1998 yang didanai sepenuhnya oleh Bank Dunia, sejumlah upaya dilakukan
agar perempuan ikut berpartisipasi dalam program ini. Mulai dari tahap perencanaan, verifikasi, hingga pemilihan program.
Kegiatan simpan pinjam yang memberi modal
seperti kepada Roti Koky, merupakan salah satu
kegiatan PNPM yang tumbuh paling cepat. Pada
2007, kegiatan simpan pinjam hanya memiliki 42
ribu proyek, tahun lalu mencapai 258 ribu.
Survei 2009 memperlihatkan bahwa dana simpan pinjam untuk perempuan mencapai lebih dari
17 persen dari dana yang digulirkan untuk PNPM.
Tahun ini, dana untuk PNPM ditargetkan mencapai Rp 7,8 triliun. Jika menggunakan persentase
empat tahun lalu, maka tahun ini sekitar Rp 1,3
triliun dianggarkan untuk dana bergulir kelompok perempuan.
Meski begitu, Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat menyatakan bahwa tidak semua
dana bergulir untuk kegiatan ekonomi, tapi bisa
juga untuk dana darurat seperti membiayai rumah
sakit atau biaya anak masuk sekolah. “Agar masyarakat tidak terjerat lintah darat (rentenir),”
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
DOKUMEN PNPM
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
Partisipasi perempuan
dalam pengerjaan jalan
di desa Madobak Kab.
Mentawai2.
ungkap dokumen Peta
Jalan PNPM yang dilansir Kementerian.
Sariyem,
misalnya.
Warga desa Air Dingin di kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu,
ini biasa mendapatkan
modal bertani cabai
dari tengkulak. Setelah
panen, ia wajib menjualnya ke tengkulak itu
sehingga tidak memiliki peluang menjual ke
tempat lain yang harganya mungkin lebih bagus.
Lewat kelompok simpan pinjam, Sariyem
dan
rekan-rekannya
anggota kelompok simpan-pinjam mendapat
modal Rp 1,9 juta yang
pembayarannya mesti
ia cicil selama setahun. Saat ia panen pada awal
2009, ia mendapatkan Rp 11 juta lebih.
Selain pinjaman perorangan, banyak juga yang
membentuk kelompok bisnis sendiri, seperti Roti
Koky dari Lamongan. Desa Brengkok di Lamongan disentuh program ini sejak 2001. Kelompok
simpan-pinjam untuk perempuan pun berdiri
dengan nama Ta’awun. Tidak puas dengan program simpan-pinjam ini, mereka muncul gagasan
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
27
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
DOKUMEN PNPM
28
Kaum perempuan aktif
mengemukakan pendapat
di saat Musyawarah Desa
Perencanaan di salah satu
desa di Kabupaten Tala
Kalimantan Selatan.
untuk membuat kelompok usaha produktif,
pabrik roti.
Persoalannya
dua:
ketrampilan dan modal. Mereka pun mengajukan usulan kepada
PNPM untuk membiayai kursus membuat
roti dan kue. Dana yang
diminta untuk biaya
kursus ke Surabaya, ibu
kota provinsi, tidak terlalu banyak: hanya Rp
8,5 juta. “Jumlahnya sangat kecil dibandingkan
pembangunan sarana dan prasarana yang bernilai puluhan juta, bahkan ratusan juta rupiah,”
kata Zuhrotul.
Meski begitu, mereka tetap kesulitan meyakinkan tim verifikasi. Tim tidak yakin bahwa seusai
kursus, bakal ada usaha pabrik roti. Akhirnya
permintaan biaya kursus disetujui dengan satu
syarat: jika selesai kursus tidak berdiri pabrik
roti, maka usulan pembiayaan pelatihan dari desa-desa lain di kecamatan itu akan ditolak.
Maka, di akhir 2009, 12 perempuan desa Brengkok menjalani kursus di Surabaya Baking Center.
Selesai kursus, mereka langsung praktik membuat kue dengan alat seadanya yang mereka miliki. Hasilnya? “Bantet, kurang empuk,” katanya.
Penyebabnya, alatnya tidak sesuai. Akhirnya,
mereka mendirikan kelompok usaha bersama
(KUB) dengan nama Koky Bakery dan mengajuPRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
Ditemukan
fakta bahwa
sebagian
besar
penerima
SPP ternyata
bukanlah
berasal dari
keluarga
miskin.
kan bantuan modal dari SPP sebanyak Rp 34 juta.
Dengan modal itu, usahanya mulai berkembang.
Kini ke-12 perempuan itu bisa mendapat tambahan penghasilan Rp 400 ribu. Tidak terlalu banyak
memang, karena mereka mesti membayar kredit
modal itu, tapi anggotanya puas. “Dulunya saya
lebih banyak tinggal di rumah, sekarang ada aktivitas untuk membantu ekonomi keluarga,” kata
Rumiyati, koordinator produksi Roti Koky.
Banyak wilayah yang pengelolaan simpan pinjamnya bagus, sehingga di tingkat kecamatan
menjadi surplus atau mendapat laba. Laba di
tingkat kecamatan, separuhnya harus ditanam
kembali menjadi modal. Tapi 15 persen laba mesti
dibagikan untuk dana sosial masyarakat miskin.
Dana surplus ini, di Kecamatan Sei Rampah,
Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara,
misalnya dibagikan kepada sekitar 70 anak tidak mampu untuk membeli perlengkapan sekolah, seperti sepatu dan pakaian. Masing-masing
mendapat Rp 250 ribu.
Sedangkan di Kecamatan Jenar, Sragen, Jawa
Tengah, Uni Pengelola Kegiatan SPP beberapa
tahun lalu membagikan dua kambing kepada 35
keluarga miskin yang cacat tubuh. “Kulo mboten ngimpi Mas, menawi badhe pikantuk menda
(saya tidak bermimpi Mas, bakal mendapat kambing),” kata Wiji, warga 40 tahun yang cacat kaki
dan tangan, yang menerima hadiah dari surplus
ini, dalam bahasa Jawa halus.
Wiji tinggal berdua dengan ibunya, yang sudah
berusia 70 tahun. Pendapatan keluarga itu hanya
dari pekerjaan ibunya sebagai pengupas tebu.
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
29
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
DOKUMEN PNPM
30
MENCATUT
NAMA SI MISKIN
PEMBERDAYAAN WARGA MELALUI PENYALURAN DANA
SIMPAN PINJAM KELOMPOK PEREMPUAN TERBILANG
SUKSES. NAMUN, BEBERAPA SURVEI MASIH MENCATAT
SEJUMLAH KEKURANGAN.
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
Jika tak ada
warga miskin
yang mau
menerima
pinjaman dana
bergulir SPP,
desa tersebut
terancam
tidak akan bisa
memperoleh
jatah dana
program
pembangunan
infrastruktur.
PULUHAN perempuan miskin di desa Tambusupa, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, tercantum namanya dalam daftar penerima dana Simpan Pinjam kelompok Perempuan (SPP). Namun,
dana pinjaman bergulir dalam Program Nasional
Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Perdesaan itu
sejatinya tidak pernah sampai ke tangan mereka.
Mereka pun tak pernah membayar cicilan pembayaran utang. Sebab, nama mereka memang
hanya dicatut untuk “mewakili” perempuan lain
dari rumah tangga dengan tingkat ekonomi sedang atau bahkan kaya.
Catatan itu terungkap dalam laporan lembaga riset SMERU bertajuk Studi Kualitatif Dampak PNPM-Perdesaan di Jawa Timur, Sumatera
Barat, dan Sulawesi Tenggara yang dilansir pada
2010 lalu. Di situ disebutkan bahwa berdasarkan
data resmi PNPM Kecamatan, dari enam kelompok penerima SPP dengan anggota 120 orang, memang hanya 10 orang yang bukan berasal dari kelompok rumah tangga miskin.
Namun, dari informasi yang dihimpun di desa
itu, ditemukan fakta bahwa sebagian besar penerima SPP ternyata bukanlah berasal dari keluarga
miskin. Hal ini juga diakui oleh pelaksana PNPM
di desa tersebut.
Pencatutan nama itu sesungguhnya tak dilandasi niat buruk. Melainkan, salah satunya disebabkan oleh keengganan warga miskin untuk menerima dana SPP. Mereka khawatir nantinya bakal
kesulitan untuk mengembalikan dana pinjaman
tersebut. Padahal, jika tak ada warga miskin yang
mau menerima pinjaman dana bergulir SPP, desa
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
31
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
“Dengan
adanya
PNPM, yang
menuntut
adanya
keterwakilan
perempuan,
maka
mulai ada
partisipasi
perempuan
dalam
pembuatan
keputusan.”
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
33
DOKUMEN PNPM
32
tersebut terancam tidak akan bisa memperoleh
jatah dana program pembangunan infrastruktur.
Karena itulah, untuk menyiasatinya, dicatutlah
nama warga dari kelompok miskin sebagai penerima dana SPP. Dan setelah cair, dana tersebut
lantas diberikan ke warga yang memiliki usaha
dan diyakini bisa mengembalikan dana pinjaman
tersebut.“Jika tetap berkukuh agar perempuan
miskin yang mendapat kredit,” kata seorang fasilitator, “(Mereka) tidak bisa mengembalikan.”
Catatan lain diberikan dalam laporan evaluasi
dampak PNPM yang dilansir oleh Kementerian
Koordinator Kesejahteraan Rakyat dan Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun lalu. Di situ disebutkan bahwa keluarga miskin yang dipimpin oleh perempuan tidak
mendapat banyak manfaat dari hadirnya PNPM.
Konsumsi per kapita keluarga miskin yang dipimpin perempuan, “Tidak meningkat meski sudah hadir PNPM. Padahal, tetangga-tetangganya
yang lebih sejahtera, terangkat lewat pembangunan infrastruktur.”
Nasib keluarga miskin yang dipimpin para
perempuan ini pun sama dengan keluarga yang
dipimpin pria tanpa pendidikan. Mereka tidak
bisa memanfaatkan hadirnya pembangunan yang
dibawa PNPM untuk meningkatkan pendapatan.
“Ini cukup mengejutkan karena PNPM
menekankan keterlibatan perempuan dalam
proses pengambilan keputusan,” tertulis dalam
laporan itu. “Bahkan kelompok perempuan mesti
melakukan rapat terpisah.”
Sejak program ini masih bernama Program
Musyawarah Khusus
Perempuan (MKP)
DesaKayubihi, Kecamatan
Bangli, Kabupaten Bangli,
Bali.
Pengembangan Kecamatan (PPK), unsur perempuan sudah sangat ditekankan. Simpan Pinjam
Kelompok Perempuan (SPP), misalnya, menjadi
program andalan tiap desa.
Dari dua fasilitator desa, salah satunya harus
perempuan. Pertemuan-pertemuan yang membahas perencanan usulan juga mesti dihadiri para
perempuan. Evaluasi program pun melibatkan
perempuan.
Masalahnya seperti temuan dalam evaluasi,
“Keputusan masih didominasi aktivis dan elit
desa. Di kelompok perempuan, elit perempuan
dan aktivis juga dominan.”
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
DOKUMEN PNPM
34
Partisipasi masyarakat
dalam pembangunan.
Partisipasi
perempuan memang mulai
membaik dalam rapat
pengambilan keputusan
di PNPM. “Perempuan
lebih aktif sekarang,”
kata seorang perempuan dari Kabupaten
Ngawi, Jawa Timur. Ini
karena ada program
khusus untuk perempuan. “Jadi, jika ada
proses pembuatan keputusan berkaitan dengan
program itu, perempuan bisa menyampaikan pendapatnya.”
Hal sama disampaikan seorang warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat. “Dengan
adanya PNPM ini, yang
menuntut adanya keterwakilan perempuan, maka mulai ada partisipasi
perempuan dalam pembuatan keputusan.”
Tapi penelitian kelompok SMERU menduga bahwa kehadiran mereka sekadar sebagai cara agar
program memenuhi syarat. Mereka tidak benarbenar hadir untuk meningkatkan kualitas pertemuan. Warga miskin dan perempuan jarang yang
berani bicara, menyanggah, atau menyampaikan
usulan.
“Mereka (perempuan) juga sebatas sebagai penPRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
Dalam
rapat-rapat
lanjutan di
tingkat desa,
perempuan
lebih sering
diwakili
lembaga
formal
seperti PKK
atau Bundo
Kanduang
di Sumatera
Barat,
sehingga
suaranya
tidak muncul
sepenuhnya.
dengar,” ungkap seorang pria, tokoh masyarakat
di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. “Sering
kali, setelah keluar atau selesai rapat, mereka baru
mengungkapkan pandangannya, tapi itu juga
hanya kepada sesama perempuan atau peserta
rapat lain, bukan kepala desa.”
Peserta perempuan pun mengakui hal ini. “Selama ini juga Pak, perempuan kalau diundang rapat,
itu sekadar datang saja,” kata seorang perempuan
di Konawe Selatan. “Jarang mereka bicara atau
mengusulkan.”
Bahkan dalam rapat khusus kelompok perempuan, pengaruh pria tidak bisa dilepas. Di salah
satu desa di Gresik, Jawa Timur, misalnya, rapat
kelompok perempuan memutuskan untuk membuat Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP).
Tapi hasil rapat ini kemudian dimintakan persetujuan di desa.
Para elit desa, yang sebagian besar pria, memutuskan menolak mengajukan usulan SPP. Mereka
cemas, jika warganya tidak taat mengembalikan
pinjaman, desanya tidak mendapat persetujuan
usulan lain seperti membangun jalan atau fasilitas infrastruktur lain. Daripada membahayakan
program lain, lebih baik tidak mengajukan permohonan SPP.
Dalam rapat-rapat lanjutan di tingkat desa,
perempuan juga lebih sering diwakili lembaga
formal seperti PKK atau Bundo Kanduang di Sumatera Barat, sehingga suaranya tidak muncul
sepenuhnya. Perempuan dari keluarga miskin
lebih tersisih lagi dalam kegiatan ini. “Perempuan jarang rapat, cuma bapak-bapak,” katanya
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
35
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
36
FOTO-FOTO: DOKUMEN PNPM
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
37
Partisipasi perempuan dalam
membangun jalan dan proyek
PNPM.
seorang perempuan dari keluarga tidak mampu
di Lumajang.
Kadang tersisihnya perempuan karena faktor
budaya. Ini diungkapkan oleh Scott Guggenheim,
konseptor Program Pengembangan Kecamatan
(PKK), di buku “Mereka yang Tidak Terlihat”
saat ia bertemu dengan sekelompok janda miskin
di salah satu daerah Aceh.
Para janda itu mengeluhkan pemerintah tidak
pernah melibatkan mereka dalam program-programnya sehingga mereka tidak mendapat manfaat. Ternyata, dalam rapat PNPM para janda
tidak dilibatkan. Tapi kepala desa menyatakan
bahwa di desa mereka tidak ada janda miskin, sehingga tidak dilibatkan. “Para janda diurus dengan baik oleh keluarga suami,” katanya.
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
SCOTT GUGGENHEIM,
KONSEPTOR PNPM
PNPM
MASIH
BERUPA
PROYEK
KATADATA/DONANG WAHYU
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
38
“Pejabat
lain yang
mendukung
program
ini sejak
pertama kali
dilaksanakan
adalah Wakil
Presiden
Boediono,
yang saat
itu masih
bekerja di
Bappenas.”
LAHIRNYA Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Perdesaan tidak bisa
dilepaskan dari sosok Scott Guggenheim. Awalnya, ketika bekerja untuk Bank Dunia pada
1995, Scott ikut membantu pemerintah Indonesia dalam program-program pembangunan desa,
seperti Inpres Desa Tertinggal (IDT).
Seiring dengan kejatuhan Orde Baru, program pembangunan desa pun bertranformasi.
Jalannya pembangunan yang semula dilakukan
sepenuhnya oleh pemerintah, diubah dengan
mengedepankan konsep pemberdayaan masyarakat. Dengan konsep ini, usulan, perencanaan dan
pelaksanaan pembangunan dilakukan sendiri
oleh masyarakat desa. Pemerintah hanya menyiapkan pendanaan.
Berangkat dari konsep itulah, Scott bersama
pemerintah menjadi arsitek lahirnya Program
Pengembangan Kecamatan (PPK) pada 1998.
Kelahiran program pembangunan desa berbasis
pemberdayaan masyarakat—kini terbesar di dunia—ini dimaksudkan untuk meredam ledakan
kemiskinan setelah badai krisis moneter memporakporandakan bangunan ekonomi Indonesia
pada 1997/1998. Di tahap-tahap awal, Bank Dunia menjadi penyokong utama pendanaan.
Dalam perkembangannya kemudian, PPK berganti nama menjadi PNPM pada 2006. Program
ini pun ditetapkan pemerintah sebagai salah satu
program andalan untuk membantu pemberantasan kemiskinan. Kini PNPM sudah tersebar di
lebih dari 63 ribu desa.
Bagaimana sejarah kelahiran dan evaluasi
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
DOKUMEN PNPM
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
Gedung Taman
Kanak-Kanak yang
dibangun PNPM MPd
di Kabupaten Natuna
pelaksanaan PNPM
selama ini, Scott yang
fasih berbahasa Indonesia memaparkannya dengan gamblang,
meski ia kini tak lagi
menangani langsung
program masif ini
setelah menjabat sebagai Penasihat Kebijakan Sosial dari lembaga donor Australia,
AusAID.
Sambil menyeruput kopi hangat di kawasan Cikini, Jakarta, Scott yang sore itu tampil dengan
baju batik lengan pendek, ciri khasnya, memberikan sejumlah evaluasi dan catatan 15 tahun
perjalanan PNPM kepada tim Katadata. Hadir
pula Citra Indah Lestari, Communication Associate PNPM Mandiri Support Facility (PSF).
BAGAIMANA AWALNYA PNPM LAHIR DAN
BERKEMBANG SAMPAI SEKARANG?
Tahap pertama Program Pengembangan Kecamatan (PPK) untuk pembangunan desa sebenarnya dimulai tahun 1995. Ketika itu digagas program pembangunan desa, seperti Inpres Desa
Tertinggal (IDT). Namun saat itu konsep pembangunannya masih berpusat kepada pemerintah
pusat. Irigasi, sawah dan jalan dibangun tanpa
melihat apa sebenarnya yang dibutuhkan masyarakat di desa.
Tahap kedua PPK terjadi menjelang jatuhnya
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
39
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
DOKUMEN PNPM
40
Pengadaan genset
kampung kombut.
distrik Boven,
kabupaten Kerom,
Papua.
pemerintahan
rezim
Orde Baru. Dalam masa
transisi ini, seperti terjadi di banyak negara, masyarakat elit di
perkotaan merasakan
demokrasi,
tapi
di
desa masyarakat tidak
mengerti sama sekali.
Hal yang sama terjadi
di India. Negara itu memiliki pers bebas dan
pemilu yang demokratis. Namun, jumlah masyarakat miskin di India
juga tinggi, yang sama sekali tidak mengerti apa
manfaat semua itu bagi mereka.
Di Indonesia, saat itu hubungan antara masyarakat desa dan demokrasi ada di PPK. Lalu dimunculkan eksperimen untuk melibatkan Lembaga
Swadaya Masyarakat (LSM) dalam pembangunan di desa. Namun, sampai programnya berubah
menjadi PNPM, peran LSM belum bisa optimal.
Mereka memang terlibat, tapi lebih banyak ke soal
pengawasan.
DI MASA-MASA AWAL, BAGAIMANA MENYAMPAIKAN IDE PNPM KEPADA PEMERINTAHAN YANG MASIH TRANSISI?
Sebenarnya di tingkat pemerintahan sudah
ada kesadaran mengenai sumber daya yang besar di desa. Namun, yang selalu menjadi referensi,
fokusnya pada contoh-contoh di negara lain, seperti Inggris atau Amerika, padahal di sana tidak
ada desa. Sebagian pejabat Indonesia juga saat itu
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
“Kalau PNPM
disalurkan
dengan
struktur
birokrasi
maka
kebocoran
bisa terjadi
di setiap
jenjang.
Uang yang
dikorupsi
bisa-bisa
sampai 30
persen.”
masih berpikir soal pembangunan dengan mengambil model-model dari sekolah Harvard di
Amerika. Ini terlihat dari rencana pembangunan
yang dikeluarkan Bappenas di tahun 1990-an.
Itu sebabnya, langkah awal yang ditempuh pada
1995, yaitu mencoba meyakinkan beberapa pejabat di Bappenas mengenai program pembangunan desa. Bappenas dipilih karena di era itu
memiliki pengaruh sangat kuat di bawah kepemimpinan Ginandjar Kartasasmita. Dan pejabat
lain yang mendukung program ini sejak pertama
kali dilaksanakan adalah Wakil Presiden Boediono, yang saat itu masih bekerja di Bappenas.
Saya mendengar Pak Boediono rajin turun ke
desa-desa untuk memastikan bahwa program
berjalan dengan baik. Setelah rezim Orde Baru
tumbang dan program berganti nama menjadi
PNPM, pejabat yang paling memberikan dukungan adalah Sri Mulyani dan Aburizal Bakrie. Ini
mungkin program terakhir yang mereka dukung
bersama-sama sebelum mereka berselisih.
BAGAIMANA DENGAN EVALUASI SOAL KORUPSI DAN KEBOCORAN DANA?
Korupsi di PNPM tergolong kecil, meski tetap
tidak bisa dibenarkan. Keberhasilan ini dikarenakan PNPM dirancang sejak awal agar dana untuk desa tidak disalurkan melalui jalur birokrasi umum di pemerintahan, yaitu dari pusat ke
provinsi, kabupaten dan desa. Dana PNPM langsung disalurkan dari pusat ke desa. Itu mungkin
yang menyebabkan korupsi di PNPM rendah.
Kami pun berusaha membuat struktur lebih sederhana. Kalau PNPM disalurkan dengan
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
41
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
KATADATA/DONANG WAHYU
42
struktur birokrasi maka
kebocoran bisa terjadi
di setiap jenjang. Uang
yang dikorupsi bisa-bisa sampai 30 persen. Di
PNPM memang tetap
ada korupsi, tapi hanya
di tingkat desa dan di
tingkat nasional. Di antara itu tidak ada apaapa lagi dan itu sedikit
lebih bagus. Selain itu,
harus ada tindakan tegas terhadap setiap kasus korupsi yang ditemukan.
APAKAH PNPM SUDAH
BERHA­SIL
M E­N I N G­K A T K A N
PARTISIPASI
MASYARAKAT
DESA
DALAM PEMBANGUNAN?
Ada hasil yang kelihatan, tapi belum terlalu banyak. Ini memang masalah besar bagi
PNPM. Ada beberapa desa yang tingkat partisipasi masyarakatnya sudah berjalan, tidak hanya
untuk program PNPM, tapi untuk semua kegiatan
di desanya. Tapi, menurut saya, tidak lebih dari
100 desa.
Itu tantangan ke depan PNPM. Sebagai proyek
berhasil, tapi sebagai strategi belum optimal.
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
“PNPM
sekarang
masih berupa
proyek.
Ini karena
PNPM tidak
didukung
oleh UndangUndang dan
Peraturan.”
Kelemahan di PNPM, walaupun semua orang
bilang bahwa ini bukan lagi proyek dan sudah
menjadi program, menurut saya PNPM sekarang
masih berupa proyek. Ini karena PNPM tidak
didukung oleh Undang-Undang dan Peraturan.
Selain itu, koordinasi antar-lembaga juga masih
lemah. Sebelum itu semua teratasi, maka PNPM
tetap hanya proyek.
Jauh sebelum ada PNPM, pemerintah menghadapi masalah karena tidak ada koordinasi antarlembaga. Masing-masing punya proyek sendiri
untuk pembangunan desa. Karena itu, kemudian dibentuk Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (Bappeda). Namun Bappeda juga ternyata
tidak bisa berbuat banyak menjembatani koordinasi antar-lembaga.
Sebagai contoh, ada sebuah desa membangun jalan dan rumah sakit, tapi karena proyeknya berbeda, jalan yang dibangun tidak terhubung dengan rumah sakit. Saya dulu sering berkunjung ke
Papua dan saya menemukan di sebuah desa banyak orang miskin tidak bisa ke Puskesmas. Alasannya karena tidak ada jembatan ke puskesmas.
Tidak ada koordinasi antarlembaga pemerintahan. PNPM juga menghadapi masalah yang sama.
Ini masalah besar.
ADA PERTANYAAN BESAR APAKAH PNPM
AKAN BERLANJUT SETELAH PEMILU 2014…
Pemerintah yang baru mungkin akan mengganti
nama, itu tidak akan ada masalah. Tapi menurut
saya, sistem seperti PNPM dengan mengucurkan
uang langsung ke desa untuk pembangunan tetap
akan dibutuhkan masyarakat desa.
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
43
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
44
“Pemerintahan
baru mungkin
akan
mengganti
nama. Tapi,
sistem seperti
PNPM dengan
mengucurkan
uang langsung
ke desa untuk
pembangunan
tetap akan
dibutuhkan.”
Saat ini ada 70 ribu desa di Indonesia. Jika
mereka mengharap pemerintah segera membantu pembangunan infrastruktur dasar di semua
desa dalam waktu cepat, sangat tidak mungkin.
Dengan PNPM mereka bisa membangun sendiri
kebutuhannya dengan sangat cepat. Tidak perlu
menunggu.
Sebagai contoh, pascatsunami Aceh, Departemen
Pekerjaan Umum dan USAID pernah membangun
kembali desa-desa yang hancur. Selama dua tahun,
desa yang berhasil dibangun tidak lebih dari 50.
Padahal dengan PNPM, dalam jangka waktu yang
sama ada 3.500 desa yang berhasil dibangun.
Jadi menurut saya, PNPM mungkin saja akan
berubah nama, tapi polanya akan tetap seperti itu.
Kelemahannya adalah dana PNPM untuk pembangunan infrastruktur desa terbatas. Menurut
saya, cara yang benar adalah masyarakat desa seharusnya usul kepada DPRD apa kebutuhan mereka. Dari situ kemudian DPRD mendesak kepada
pemerintah untuk membangun prasarana yang
dibutuhkan masyarakat desa. Namun, itu belum
berjalan.
SETELAH 15 TAHUN PNPM BERJALAN, APA
CATATAN KEBERHASILANNYA?
Menurut saya, PNPM berhasil mengubah cara
berpikir masyarakat tentang apa itu pembangunan. Selama ini pembangunan selalu diartikan
proyek, target dan siapa masyarakat penerima
manfaat. Partisipasi jarang disinggung dan juga
tidak terlihat ada kemitraan. Setelah berjalan 15
tahun, PNPM menumbuhkan keyakinan pemerintah bahwa masyarakat di desa bisa diajak ikut aktif
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
DOKUMEN PNPM
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
Papan informasi
transparansi PNPM
Desa Muara Madras,
Kecamatan Jangkat,
Kabupaten Merangin
Barat, wProvinsi Jambi.
dalam proses pembangunan. Namun, setelah
15 tahun, program ini
harus berubah. PNPM
itu seperti seorang anak
yang sudah harus siap
lepas dari ibunya.
LALU PROGRAMNYA
AKAN SEPERTI APA?
Secara teknis PNPM
memang berhasil. Pembangunan di desa berjalan. PNPM juga berhasil memunculkan kesadaran
di pemerintah bahwa mereka tidak perlu meniru
sistem pembangunan dari negara lain, karena Indonesia memiliki sumber daya cukup besar di desa
yang bisa dimanfaatkan. Tantangan terbesar dari
pembangunan adalah bagaimana memanfaatkan
sumber daya itu.
Selain itu, saya melihat bahwa Indonesia belum
memiliki konsep jelas mengenai bagaimana peran program pembangunan di desa dan bagaimana peran masyarakat desa untuk mendorong
demokrasi. PNPM juga harus bisa menjawab perubahan sosial di masyarakat, seperti persoalan
urbanisasi dan industrialisasi.
Harus ada road map bagaimana PNPM bisa
beralih dari sistem proyek ke sistem yang lebih stabil. Selain itu, harus ada road map yang menjelaskan apa fungsi PNPM bagi pembangunan nasional. Tidak hanya sebagai alat untuk memberikan
prasarana dasar kepada masyarakat, tapi juga
harus bisa membantu masyarakat desa untuk amPRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
45
15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013)
Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
46
“Setelah 15
tahun, program
ini harus
berubah. PNPM
itu seperti
seorang anak
yang sudah
harus siap lepas
dari ibunya.”
bil bagian dalam perubahan yang terjadi secara
nasional.
SETELAH 15 TAHUN, BAGAIMANA SEHARUSNYA PERAN BANK DUNIA DALAM
PNPM?
Di awal program memang Bank Dunia memegang peranan besar. Karena 80 persen pendanaan
program berasal dari Bank Dunia. Namun, perlahan-lahan komposisi pembiayaan berubah. Sekarang mayoritas pendanaan dari pemerintah.
Selain itu, di tahap awal Bank Dunia diminta
oleh pemerintah untuk terlibat aktif dalam hal
manajemen dan supervisi. Ini karena struktur birokrasi yang masih belum cocok untuk melakukan supervisi di lapangan.
Dulu saya ingat, di tahap awal pejabat pemerintah sangat takut turun ke lapangan bertemu
masyarakat desa. Sekarang situasinya sudah berbalik. Pemerintah sangat percaya diri untuk turun ke lapangan. Menurut saya perkembangan ini
bagus. Bank Dunia harus terus menurunkan keterlibatannya di PNPM. Nantinya semua yang dikerjakan oleh Bank Dunia akan beralih ke pemerintah.
Kekhawatiran saya adalah soal lain. Dalam
pembangunan desa ada banyak stakeholder, seperti LSM, universitas, dan media. Tapi sampai
sekarang belum ada rencana bagaimana pemerintah akan bekerjasama dengan semua institusi itu.
Pemerintah tidak berjalan sendiri. Kalau semua
fungsi dipegang oleh pemerintah, maka yang terjadi adalah proyek saja. Jadi perlu ada rencana
jangka panjang untuk menyeimbangkan itu.
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
47
INDONESIA
BUSINESS INSIGHTS
PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO
Fly UP