...

Efek Proteksi Fraksi Etil Asetat Daun Surian (Toona sureni (Blume

by user

on
Category: Documents
5

views

Report

Comments

Transcript

Efek Proteksi Fraksi Etil Asetat Daun Surian (Toona sureni (Blume
ARTIKEL PENELITIAN
Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 1(1), 10-19
Efek Proteksi Fraksi Etil Asetat Daun Surian (Toona sureni (Blume)
Merr. ) terhadap Aterosklerosis
Protection Effect of Ethyl Acetate Fraction of Toona sureni (Blume)
Merr. Against Atherosclerosis
Suhatri1, Netty Marusin2, Delva Yeni1, Rahmi Yosmar1
Keywords:
ABSTRACT: A study of the protection effect of ethyl acetate fraction of toona
ethyl acetate
leaves (Toona sureni (Blume) Merr.) to the atherosclerotic blood vessel on the
fraction,
hypercholesterolemic quails has been carried out. The observation was conducted
toona sureni,
for histopathology of the blood vessel. The hypercholesterolemic quails were
atherosclerosis,
obtained through high-fat diet and propylthiouracil (PTU) induction. Aortic wall
hypercholes-
thickness, changes on the aortic lumen are, and visual endothelial cell dysfunction
terolemia.
were determined. The study showed that the ethyl acetate fraction of toona
leaves on the dose of 50 mg/kg body weight exhibited the best protection effect,
indicated by aortic wall thickness and lumen area, and the degree of endothelial
cell dysfunction which were not significantly different with the negative control
group (p>0.05), but significantly different with positive control group (p<0.05).
Kata kunci:
ABSTRAK: Studi tentang efek proteksi fraksi etil asetat daun surian
fraksi etil asetat,
(Toona sureni (Blume) Merr.) terhadap aterosklerosis pada burung puyuh
Toona sureni
hiperkolesterol sudah dilakukan. Metoda yang digunakan adalah metoda
aterosklerosis,
hispatologi. Hiperkolesterol di induksi dengan pemberian makanan lemak
hiperkolesterol.
tinggi (MLT) dan profil tio urasil (PTU). Parameter yang diamati adalah
adanya perbaikan tebal dinding pembuluh darah aorta, perubahan luas
lumen aorta dan keadaan sel endothelia. Hasil penelitian menunjukan
pemberian fraksi etil asetat daun surian dosis 50 mg/ kgBB memberikan
efek proteksi yang terbaik, ditandai dengan tebal dinding pembuluh darah
aorta, luas lumen dan tingkat kerusakan sel endotelia aorta tidak berbeda
nyata dengan kontrol negatif (p>0,05) dan berbeda nyata dengan hewan
kelompok positif (p<0,05).
1
Fakultas Farmasi Universitas Andalas
2
Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Andalas
Korespondensi:
Suhatri
([email protected])
10
Jurnal Sains Farmasi & Klinis (ISSN: 2407-7062) | Vol. 01 No. 01 | November 2014
Efek Proteksi Fraksi Etil Asetat Daun Surian (Toona...
PENDAHULUAN
| Suhatri dkk.
darah tungkai (9). Manifestasi klinik dari
terjadinya aterosklerosis yaitu gagal jantung,
Tanaman
zat
infark miokardium akut, angina pektoris,
pengelat (1). Dari hasil penelitian terdahulu
stroke (7). Berdasarkan aktivitas antioksidan
diketahui bahwa daun surian mengandung
yang terkandung dalam fraksi etil asetat
senyawa flavonoid kuersetin (2), terpenoid/
daun surian diantaranya flavonoid dan metil
tetranortriterpenoid yaitu surenon, surenin
galat. Metil galat yang diekstrak dari daun
(3), steroid, karotenoid, dan metil galat (4,5).
Cercis chinensis tumbuhan obat Korea
Fraksinasi etil asetat daun surian ini terbukti
dikenal sebagai antioksidan utama, telah
memiliki efek antioksidan dengan metode
terbukti dapat memproteksi sel manusia
pengikatan radikal 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil
dari stres oksidatif. Digunakan sel endotel
(DPPH) (6). Adanya aktivitas antioksidan
vena umbilikalis manusia (HUVECs) dan
tersebut disebabkan oleh daun Surian
stres oksidatif diinduksi dengan H2O2. Metil
mengandung metabolit sekunder golongan
galat menunjukkan efek antioksidan dengan
flavonoiddan metil galat.
mengikat radikal pada konsentrasi rendah
Penyakit
surian
mengandung
aterosklerosis
merupakan
yaitu 0,02 mM. Metil galat meningkatkan
penyakit yang sangat berbahaya. Penyakit
viabilitas sel HUVECs yang rusak oleh H2O2,
ini di tandai dengan terjadi penimbunan
mengurangi peroksidasi lipid (LPO) dan
lemak yang disebut dengan ateroma pada
penurunan spesies oksigen reaktif (ROS)
permukaan dalam arteri (7). Penyakit ini
internal dirangsang oleh H2O2 (10).
diawali dengan kerusakan sel endotelium
Flavonoid
ini
bisa
menghambat
pada arteri dan adanya radikal bebas berlebih
penggumpalan keping-keping sel darah,
(stress oksidatif) yang bereaksi dengan
merangsang produksi oksidasi nitrit yang
LDL (Low Density Lipoprotein) membentuk
dapat melebarkan (relaksasi) pembuluh
LDL teroksidasi. LDL yang teroksidasiini
darah dan juga bereaksi dengan radikal
bermigrasi bersama sel monosit ke dalam
bebas (11). Seperti telah diketahui bahwa
lapisan sub-endotel. Manosit akan berubah
pencetus aterosklerosis adalah oksidasi LDL
bentuk menjadi makrofag. Makrofag pada
(12). Proses oksidasi LDL ini bisa dicegah
lapisan ini akan menfagosit LDL teroksidasi
oleh flavonoid. Flavonoid menangkap radikal
sehingga terbentuk sel busa, akibatnya
bebas (free radical scavengers) dengan
terjadilah akumulasi sel busa pada dinding
melepaskan atom hidrogen dari gugus
pembuluh darah. Perkembangan selanjutnya
hidroksilnya.
makrofag menghasilkan faktor pertumbuhan,
ini
sehingga
menjadi stabil dan berhenti melakukan
otot
polos
menyebabkan
pembuluh
proliferasi
sel
darah. Akibatnya
akan
oksidasi
Pemberian
atom
menyebabkan
dan
merangsang
hidrogen
radikal
nitrit
bebas
oksida
terbentuklah plak pada pembuluh darah.
untuk menvasodilatasi pembuluh darah dan
Plak akan menyebabkan lumen pembuluh
menurunkan tingkat oksidasi LDL, sehingga
darah menyempit (8,9).
akumulasi kolesterol pada pembuluh darah
Aterosklerosis timbul dibagian arteri
berkurang (13).
dengan arus kuat seperti pembuluh darah
Berdasarkan uraian di atas dan efek
koroner, serebral, renal, aorta, dan pembuluh
samping yang disebabkan obat penurun
Jurnal Sains Farmasi & Klinis (ISSN: 2407-7062) | Vol. 01 No. 01 | November 2014
11
Efek Proteksi Fraksi Etil Asetat Daun Surian (Toona...
kolesterol
dan
dikumpulkan dan dimasukkan kedalam botol,
menyatakan pencegahan tentu jauh lebih
sedangkan fraksi air dilakukan fraksinasi lagi
baik
adanya
dengan etil asetat. Fraksinasi dengan etil
aktivitas antioksidan polifenol (flavonoid
asetat didapatkan fraksi etil asetat. Fraksi
dan metil galat) yang terdapat dalam fraksi
etil asetat dipekatkan sehingga didapat
etil asetat daun surian (Toona sureni Blume
ekstrak kental fraksi etil asetat daun surian.
Merr.), bersamaan dengan kecendrungan
Selanjutnya ekstrak kental fraksi etil asetat
global untuk kembali ke alam dan dalam
yang dilakukan uji terhadap aterosklerosis.
pengobatan,
banyak
| Suhatri dkk.
fakta
dari
sintetis,
dengan
rangka menggali potensi tumbuhan obat
Indonesia khususnya tanaman surian.
Penyiapan
dan
Pengelompokan
dan
Perlakuan Hewan Percobaan
METODE PENELITIAN
Hewan
percobaan
yang
digunakan
adalah burung puyuh jantan ras parenstop
Bahan
yang berumur tiga bulan dengan bobot 110-
Daun surian, etanol 96%, n-heksan, etil
150 gram. Hewan diadaptasikan selama tujuh
asetat, NaCMC, aquadest, makanan standar
hari untuk membiasakan hewan pada kondisi
burung puyuh, NaCl fisiologis, pewarna
percobaan dan diberi makanan standar dan
haematoxyllin-eosin, formalin buffer 10%,
minuman yang cukup. Burung puyuh jantan
xylol, burung puyuh jantan, propylthiourasil,
yang digunakan adalah burung puyuh jantan
minyak kelapa, lemak sapi, aseton, paraffin
yang sehat dan selama aklimatisasi berat
cair, paraffin keras, putih telur, gliserin,
badannya tidak berubah lebih dari 10%.
entellan, cairan empedu ayam, kloroform,
amoniak, dan pereaksi mayer.
Burung puyuh dikelompokan atas kontrol
negatif
(hewan
normal),
kontrol
positif
(hewan yang diberi Makanan Lemak Tinggi
Cara Kerja
(MLT) dan Profiltiourasil (PTU), 3 kelompok
yang diberikan MLT dan PTU dan fraksi etil
Pengambilan dan Identifikasi Sampel
Tumbuhan surian diambil di daerah
Maninjau, Kab. Agam. Sampel diambil
asetat dan dosis 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB
dan 200 mg/kgBB, satu kelompok diberi
vitamin C.
bagian daun dan diidentifikasi di Herbarium
Semua kelompok diperlakukan selama
Andalas (ANDA) Jurusan Biologi, Fakultas
60 hari, dan pada hari ke-60 perlakuan,
MIPA, UNAND.
semua
hewan
percobaan
dikorbankan,
setelah sebelumnya ditimbang. Kemudian
Pembuatan Fraksi Etil Asetat Daun Surian
Daun surian segar dimaserasi dengan
diambil jantung untuk pemeriksaan lesi
aterosklerosis,
hati
dan
ginjal
untuk
etanol 96%. Selanjutnya difraksinasi dengan
pemeriksaan efek yang tidak diinginkan dari
pelarut yang berbeda tingkat kepolarannya
fraksi etil asetat daun surian.
di dalam corong pisah. Fraksinasi diawali
dengan menggunakan pelarut non polar
n-heksan, sehingga diperoleh fraksi n-heksan
dan fraksi air. Kemudian fraksi heksan
12
Pemeriksaan Aterosklerosis
Pembuatan preparat hispatologi dengan
menggunakan
metoda
paraffin
menurut
Jurnal Sains Farmasi & Klinis (ISSN: 2407-7062) | Vol. 01 No. 01 | November 2014
Efek Proteksi Fraksi Etil Asetat Daun Surian (Toona...
| Suhatri dkk.
Tabel 1. Hasil pengamatan tebal dinding aorta pada burung puyuh jantan dari
faktor perlakuan/dosis
Perlakuan
N
Kontrol negatif
3
Kontrol positif
3
Subset, α = 0,05
1
2
10,46967
3
10,46967
8,77767
Dosis 50 mg/kgBB310,05533
Dosis 100 mg/kgBB
3
10,76133
Dosis 200 mg/kgBB
3
Vit. C 100 mg/kgBB
3
P
3
1,000
10,76133
11,18867
10,79333
10,79333
0,109
0,132
Keterangan: subset yang berbeda menunjukkan perbedaan yang bermakna
(P<0,05).
metode Kiernan (14). Preparat histopatologi
dan vitamin C berturut-turut adalah10,49 ±
kemudian diamati di bawah mikroskop.
0,2888 µm; 8,777 ± 0,09584 µm; 10,055 ±
Tingkat
arterosklerosis
0,7515 µm; 10,7613 ± 0,3821 µm; 11,188
ditentukan dengan mengukur tebal dinding
± 0,4163 µm; 10,793 ± 0,675 µm. Tebal
pembuluh darah aorta, persentase luas
dinding pembuluh aorta dipengaruhi faktor
lumen aorta, tingkat kerusakan sel endotel
perlakuan secara bermakna (p<0,05) seperti
dan sel otot polos pembuluh darah aorta.
terlihat pada Tabel 1.
keparahan
lesi
Seperti terlihat pada tabel 1 di atas
Analisa Data
didapatkan
tebal dinding aorta hewan uji
Semua data diolah dengan bantuan
kelompok kontrol positif lebih tebal dari pada
perangkat lunak SPSS. Data tebal dinding
hewan uji kelompok kontrol negatif (P<0,05)
pembuluh darah aorta, persentase luas
karena terjadi proliferasi sel otot polos
lumen, besarnya kerusakan sel endotelia,
dinding pembuluh aorta. Pemberian fraksi
dianalisa secara statistik dengan ANOVA 1
etil asetat daun surian dosis 50 mg/kgBB,
arah dan dilanjutkan dengan Duncan’s MRT.
100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB juga dengan
pemberian vitamin C bersamaan dengan
HASIL DAN DISKUSI
koktail aterogenik bisa memproteksi dan
mempertahankan tebal dinding pembuluh
Tebal Dinding Pembuluh Darah Aorta
aorta sama dengan tebal dinding aota hewan
Tebal dinding pembuluh aorta hewan
normal dan tebal ini tidak berbeda nyata
kontrol negatif; kontrol positif; yang diberi
(p>0,05). Hal ini disebabkan karena pada
fraksi etil asetat daun surian dengan dosis
fraksi etil asetat daun surian mengandung
50 mg/kgBB; 100 mg/kgBB; 200 mg/kgBB
polifenol (flavonoid dan metilgalat). Polifenol
Jurnal Sains Farmasi & Klinis (ISSN: 2407-7062) | Vol. 01 No. 01 | November 2014
13
Efek Proteksi Fraksi Etil Asetat Daun Surian (Toona...
| Suhatri dkk.
Gambar 1. Grafik hubungan perlakuan terhadap tebal dinding pembuluh
aorta burung puyuh jantan yang diinduksi dengan koktail aterogenik
Tabel 2. Hasil pengamatan tebal dinding aorta pada burung puyuh jantan dari
faktor perlakuan/ dosis
Perlakuan
Subset, α = 0,05
N
1
Kontrol negatif
3
Kontrol positif
3
2
3
27,67767
17,94867
Dosis 50 mg/kgBB3
Dosis 100 mg/kgBB
22,69467
3
26,33833
Dosis 200 mg/kgBB327,5700
Vit. C 100 mg/kgBB
3
27,5700
P
3
0,083
1,000 0,271
Keterangan: subset yang berbeda menunjukkan perbedaan yang bermakna
(P<0,05).
ini
dapat
mencegah
terjadinya
reaksi
± 1,8593%. Persentase luas lumen aorta
oksidasi dari LDL dan akan mencegah
dipengaruhi oleh faktor perlakuan secara
proses aterosklerosis (13).
bermakna
Persentase luas lumen aorta hewan
(p<0,05)
sebagaimana
yang
terlihat pada Tabel 2.
kontrol negatif; kontrol positif; yang diberi
Persentase luas lumen pembuluh darah
fraksi etil asetat daun surian dengan dosis
aorta hewan uji kelompok kontrol positif
50; 100; dan 200 mg/kgBB dan vitamin C
lebih kecil dari pada hewan uji kelompok
berturut-turut adalah 27,6776 ± 2,2935%;
kontrol negatif (P<0,05). Penyempitan lumen
17,948 ± 0,4600%; 22,946 ± 0,4668%;
pembuluh aorta disebabkan oleh terjadi
26,338 ± 0,5913%; 27,570 ± 1,213%; 20,039
penebalan dinding aorta akibat terjadinya
14
Jurnal Sains Farmasi & Klinis (ISSN: 2407-7062) | Vol. 01 No. 01 | November 2014
Efek Proteksi Fraksi Etil Asetat Daun Surian (Toona...
| Suhatri dkk.
Gambar 2. Grafik hubungan perlakuan terhadap persentase luas lumen
pembuluh aorta burung puyuh jantan yang diinduksi dengan
koktail aterogenik
Tabel 3. Hasil pengamatan tebal dinding aorta pada burung
puyuh jantan dari faktor perlakuan/ dosis
Perlakuan
Subset, α = 0,05
N
1
23
4
Kontrol negatif
3
0,0000
Kontrol positif
3
Dosis 50 mg/kgBB
3
Dosis 100 mg/kgBB
3
1,4444
Dosis 200 mg/kgBB
3
1,9996
Vit. C 100 mg/kgBB
3
1,4444
P
3
3,000
0,7776
1,000 1,000
0,075
1,000
Keterangan: subset yang berbeda menunjukkan perbedaan
proliferasi sel otot polos dinding aorta dan
aterogenik dapat luas lumen pembuluh
penumpukan lemak. Pemberian fraksi etil
darah aorta sama dengan luas lumen
asetat daun surian dosis 50 mg/kgBB luas
aorta hewan kontrol negatif dan tidak
lumenya lebih besar dari kontrol positif dan
berbeda nyata (p>0,05). Hal ini dikarenakan
berbeda nyata (p<0,05), dan luas lumen ini
pemberian fraksi etil asetat mengandung
lebih kecil dari luas lumen kontrol negatif
polifenol yang mencegah oksidasi LDL yang
dan pemberian dosis 100 mg/kgBB dan 200
menyebabkan
mg/kgBB. Pemberian fraksi dosis 100 mg/
vitamin C tidak mempengaruhi persentase
kgBB dan 200 mg/kgBB bersamaan koktail
luas lumen pembuluh darah arteri secara
aterosklerosis.
Jurnal Sains Farmasi & Klinis (ISSN: 2407-7062) | Vol. 01 No. 01 | November 2014
Pemberian
15
Efek Proteksi Fraksi Etil Asetat Daun Surian (Toona...
| Suhatri dkk.
Gambar 3. Grafik hubungan perlakuan terhadap tebal dinding pembuluh
aorta burung puyuh jantan yang diinduksi dengan koktail aterogenik
nyata
dibandingkan
dengan
hewan
uji
aorta memakai etanol dan kolesterol ini
kontrol positif. Hal ini berkemungkinan dosis
terlarut. Pemberian fraksi etil asetat daun
vitamin C yang digunakan tidak mencukupi,
surian disamping MLT dan PTU dapat
sehingga efeknya kurang terlihat Tabel 2 dan
memperbaiki kerusakan sel endotel dan sel
Gambar 3.
otot polos pembuluh aorta, terutama pada
dosis 50 mg/kgBB fraksi etil asetat daun
Tingkat Kerusakan Sel Endotel Pembuluh
surian. Pemberian fraksi etil asetat daun
Darah Arteri
surian dosis 100 mg/kgBB tidak berbeda
Tingkat kerusakan sel endotel pembuluh
nyata (p>0,05) memperbaiki kerusakan sel
darah aorta hewan kontrol negatif; kontrol
endotel dan sel otot polos pembuluh aorta
positif; yang diberi fraksi etil asetat daun
dibandingkan
surian dengan dosis 50 mg/kgBB; 100 mg/
vitamin C. Akan tetapi dengan peningkatan
kgBB; 200 mg/kgBB dan vitamin C berturut-
dosis fraksi etil asetat memberikan efek yang
turut adalah 0,0000 ±0,000; 3,0000 ± 0,000;
berbeda dalam memperbaiki kerusakan sel
0,7776 ± 0,6937; 1,444 ± 0,1922; 1,9996 ± 0.
endotelia Tabel 3.
dosis
200
mg/kgBB
dan
3335; 1,444 ± 0,1922. Tingkat kerusakan sel
Perbaikan kerusakan sel endotelia ini
endotel pembuluh darah aorta dipengaruhi
mungkin disebabkan oleh kandungan dari
oleh faktor perlakuan secara bermakna
fraksi etil asetat itu sendiri yang mengandung
(P<0,05) pada Tabel 3.
polifenol (flavonoid dan metilgalat) dengan
Pembuluh
uji
aktivitas antioksidannya yang tinggi, bekerja
menunjukkan
sebagai penangkap radikal bebas yang
terjadinya kerusakan sel endotelia dan
dapat digunakan untuk memperbaiki atau
terlihat pada Gambar 4 lapisan sel endotelia
mengembalikan fungsi endotel pembuluh
terputus-putus. Hal ini disebabkan karena
darah (5). Flavonoid berfungsi sebagai
endapan kolesterol (plak) yang terbentuk
antioksidan yang menghambat reaksi radikal
pada
bebas pada sel endotel dan mencegah
kelompok
16
darah
kontrol
pembuatan
aorta
positif
preparat
hewan
histopatologi
Jurnal Sains Farmasi & Klinis (ISSN: 2407-7062) | Vol. 01 No. 01 | November 2014
Efek Proteksi Fraksi Etil Asetat Daun Surian (Toona...
oksidasi LDL (9), sehingga secara tidak
surian
dapat
langsung flavonoid dan metilgalat yang
aterosklerosis.
| Suhatri dkk.
memproteksi
aorta
dari
terkandung dalam fraksi etil asetat daun
Gambar 4. Gambar hispatologi pembuluh
aorta burung puyuh yang diinduksi dengan
koktail aterogenik. (1) tunika adventisia, (2)
tunika media, (3) tunika intima dengan sel
endotelia yang terputus, (4) lumen arteri, (5)
gumpalan darah. Pembesaran mikroskop
Gambar 6. Gambar hispatologi pembuluh
aorta hewan yang diinduksi dengan koktail
aterogenik dan diberi dosis fraksi etil
asetat daun surian 50 mg/kgBB. (1) tunika
adventisia, (2) tunika media yang utuh, (3)
tunika intima dengan sel endotelia yang
4×10, 4 kali zoom kemera 6,1 MP.
teratur, (4) lumen. Pembesaran mikroskop
Gambar 5. Gambar 7. Gambar hispatologi pembuluh
aorta burung puyuh normal. (1) tunika
adventisia, (2) tunika media dengan jaringan
otot utuh, (3) tunika intima (4) lumen arteri (5)
gelembung udara. Pembesaran mikroskop
4×10, 3 kali zoom kamera 6,1 MP.
4×10, 4 kali zoom kamera 6,1 MP.
Gambar hispatologi pembuluh
aorta hewan yang diinduksi dengan koktail
aterogenik dan diberi dosis fraksi etil asetat
daun surian 100 mg/kgBB. (1) tunika
adventisia, (2) tunika media (3) tunika intima
dengan sel endotelianya sedikit rusak, (4)
lumen. Pembesaran mikroskop 4×10, 4 kali
zoom kamera 6,1 MP.
Jurnal Sains Farmasi & Klinis (ISSN: 2407-7062) | Vol. 01 No. 01 | November 2014
17
Efek Proteksi Fraksi Etil Asetat Daun Surian (Toona...
| Suhatri dkk.
KESIMPULAN
Pemberian fraksi etil asetat daun surian
dosis 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB dan 200
mg/kgBB juga dengan pemberian vitamin C
bersamaan dengan koktail aterogenik bisa
memproteksi dan mempertahankan tebal
dinding pembuluh aorta sama dengan tebal
dinding aota hewan normal. Pemberian
fraksi etil asetat daun surian juga dapat
Gambar 8. Pembuluh aorta hewan yang
diinduksi dengan koktail aterogenik dan diberi
memperbaiki kerusakan sel endotel dan sel
otot polos pembuluh aorta.
dosis fraksi etil asetat daun surian 200 mg/
kgBB. (1) tunika adventisia, (2) tunika media,
(3) tunika intima yang berproliferasi, (4)
lumen, (5) sel otot polos yang berproliferasi.
Pembesaran mikroskop 4×10, 4 kali zoom
kamera 6,1 MP.
DAFTAR PUSTAKA
1. Sastroamidjoyo, S. (2001). Obat Asli
gangguan fungsi sel endotel pembuluh
Indonesia. Jakarta: Dian Rakyat.
darah tikus”, Jurnal Sains dan Teknologi
Ifmaily. (1996). Isolasi Flavonoid dari
Farmasi, 14(2), 17-24.
2.
Daun Surian (Toona sureni BL. Merr)
(Skripsi
sarjana
farmasi).
FMIPA
3. Kraus, W. (1982). Surenone, surenine
surenolacton,
tetranortriterpenoid secara in-vitro (Skripsi sarjana farmasi).
three
model
Fakultas Farmasi, Universitas Andalas.
from
Toona
Padang.
sureni BL. Merr. Tetrahedron letter No.
7. Iman, S. (2004). Serangan jantung dan
stroke (edisi II). Jakarta: Gramedia
29.
4. Ekaprasada, M. T., Nurdin, H., Ibrahim,
Pustaka Utama.
S., & Dachriyanus, D. (2010). Antioxidant
8. Guyton, A. C., & Hall J. E. (2006). Medical
activity of methyl gallate isolated from
physiology (11th ed). Phyladelphia:
the leaves of Toona sureni. Indonesian
Elsevier Saunders Company.
Journal of Chemistry, 9(3), 457-460.
5. Suhatri, Arifin H., & Irma, H. F. L.
18
dari Ekstrak Etanol dan Hasil Fraksinasi
Daun Surian (Toona sureni BL. Merr)
Universitas Andalas. Padang.
and
6. Romy. (2009). Uji Aktivitas Antioksidan
9. Price, S. A., & Lorraine. (2006).
Patofisiologi
konsep
penyakit
(ed
klinis
proses-
6).
Jakarta:
(2009). Efek proteksi ekstrak daun
proses
surian (Toona sureni BL. Merr) terhadap
Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Jurnal Sains Farmasi & Klinis (ISSN: 2407-7062) | Vol. 01 No. 01 | November 2014
Efek Proteksi Fraksi Etil Asetat Daun Surian (Toona...
10. Whang, W. K., Park, H. S., Ham, I.,
| Suhatri dkk.
12. Prasetyo, A., Udadi, S., & Ika, P. M.
Oh, M., Namkoong, H., Kim, H. K., ...
(2000).
& Kim, J. W. (2005). Methyl gallate and
dinding arteri abdominalis tikus wistar
chemicals structurally related to methyl
pada injeksi inisial adrenalin intra vena
gallate protect human umbilical vein
dan diet kuning telor intermitten. Media
endothelial cells from oxidative stress.
Medika Indonesia, 35(3), 149-157.
Experimental and molecular medicine,
13. Sofia, Dinna. (2005). Antioksidan dan
37(4), 343.
11. Reiterer, G., Toborek, M., & Hennig,
B. (2004). Quercetin protects against
Profil
lipid
dan
ketebalan
Radikal Bebas. Diakses 25 Desember
2010
dari
http://www.
khasiat
antioksidan/radikal bebas.
linoleic acid-induced porcine endothelial
14. Kiernan J. A. (1990). Histological &
cell dysfunction. The Journal of nutrition,
histochemical methods: Theory and
134(4), 771-775.
practice. New York: Pergamon Press.
Jurnal Sains Farmasi & Klinis (ISSN: 2407-7062) | Vol. 01 No. 01 | November 2014
19
Fly UP