...

plagiat merupakan tindakan tidak terpuji plagiat

by user

on
Category: Documents
7

views

Report

Comments

Transcript

plagiat merupakan tindakan tidak terpuji plagiat
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH DENGAN
MENERAPKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE
EXAMPLE AND NON EXAMPLE DAN PENGGUNAAN MEDIA
GAMBAR SISWA KELAS XI IPA 1 SMAN 1 DEPOK
YOGYAKARTA
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Sejarah
Oleh:
Heribertus Eko Budistyadi
101314021
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2015
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH DENGAN
MENERAPKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE
EXAMPLE AND NON EXAMPLE DAN PENGGUNAAN MEDIA
GAMBAR SISWA KELAS XI IPA SMAN 1 DEPOK
YOGYAKARTA
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Sejarah
Oleh:
Heribertus Eko Budistyadi
101314021
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2015
i
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
ii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
iii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
HALAMAN PERSEMBAHAN
Karya yang sederhana ini kupersembahan untuk:
 Tuhan Yesus Kristus yang selalu menyertaiku atas segala rahmat dan
karunia-Nya
 Ibu, dan Bapakku tercinta serta saudara-saudaraku,terima kasih atas
segala bimbingan, kasih sayang, dan doanya.
 Sahabat-sahabat terbaikku
 Almamaterku
iv
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
MOTTO
Pemenang tidak pernah TAKUT , Penakut tidak pernah MENANG dan Pemenang
bukannya tak pernah gagal, tapi tak pernah menyerah. (Lukas 14:11)
Orang-orang yang sukses hidup dengan lengkap. Mereka bahagia dan penuh rasa
syukur dan cinta terhadap segala sesuatu dalam kehidupan mereka.
Mereka sudah menemukan tujuan hidup mereka dan menunaikan misi mereka di
dunia ini dengan baik, sehingga dunia ini menjadi tempat yang lebih baik dari
pada ketika mereka belum datang.
Dunia menjadi lebih baik karena orang-orang yang sukses ini selalu melihat
potensi terbaik dalam diri semua manusia di sekitar mereka, dan mereka selalu
memberikan yang terbaik pula yang mereka punya kepada dunia.
(Ralph Waldo Emersom)
“To get a success, your courage must be greater than your fear.”
(Untuk mendapatkan kesuksesan, keberanianmu harus lebih besar daripada
ketakutanmu.)
(Heribertus Eko Budistyadi)
v
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA
Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak
memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam
kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.
Yogyakarta, 22 Mei 2015
Penulis
Heribertus Eko Budistaydi
vi
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN
PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:
Nama
: Heribertus Eko Budistyadi
Nomor Mahasiswa
: 101314021
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan
Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :
Peningkatan Prestasi Belajar Sejarah Melalui Model Cooperative Learning
Tipe Example and Non Example dan Penggunaan Media Gambar siswa kelas XI
IPA SMA N 1 Depok Yogyakarta. Dengan demikian saya memberikan kepada
Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan
dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data,
mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media
lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun
memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai
penulis.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di Yogyakarta
Pada tanggal : 22 Mei 2015
Yang menyatakan
Heribertus Eko Budistyadi
vii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
ABSTRAK
PENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH DENGAN
MENERAPKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE
EXAMPLE AND NON EXAMPLE DAN PENGGUNAAN MEDIA
GAMBAR SISWA KELAS XI IPA SMAN 1 DEPOK
YOGYAKARTA
Heribertus Eko Budistyadi
Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta
2015
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar sejarah melalui
penerapan model cooperative learning tipe example and non example dan
penggunaan media gambar di SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta pada siswa kelas
XI IPA dengan materi “Proses masuk dan perkembangan penjajahan bangsa Barat
di Indonesia.”
Metode penelitian yang digunakan model Kemmis dan Tagart dengan empat
tahapan terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi. Subjek dalam
penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta
dengan jumlah 34 siswa. Objek penelitian adalah prestasi belajar sejarah dan
media gambar. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner, observasi,
wawancara dan tes tertulis. Analisis data menggunakan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar sejarah.
Peningkatan prestasi belajar sejarah, pada siklus I (74,8) meningkat menjadi
(77,0) pada siklus II.
viii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
ABSTRACT
"INCREASED ACHIEVEMENT LEARNING HISTORY BY APPLYING A
MODEL COOPERATIVE LEARNING TYPE EXAMPLE AND NON
EXAMPLE AND USE OF MEDIA IMAGES OF CLASS XI IPA 1 DEPOK
SENIOR HIGH SCHOOL YOGYAKARTA"
Heribertus Eko Budistyadi
Sanata Dharma University
2015
This research aims to improve the learning achievements of history
through the application of cooperative learning model of the type example and
non example with the use of media images in Depok Senior High School
Yogyakarta by the grade XI IPA student was the material for discussion "entry
Process and the development of Western colonization in Indonesia."
The research methods used are Kemmis and Taggart model with four
phases that consists of planning, implementation, observation, reflection. The
subject in this study are students of Class XI IPA 1 Depok Senior High School
Yogyakarta as many as34 students. The object of research is the study of history,
achievements of the cooperative learning model. Data collection used the quisoner
instrument, observation, interview and written test. Was used for analysis
persentage.
The results showed an increase in learning achievements in history.
Improvement of learning achievements in history, in a cycle I (74,8) increased to
(77,0) in cycle II
ix
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala
rahmat serta karuniaNya yang telah dilimpahkan kepada penulis sehingga dapat
menyelesaikan tugas penelitian ini yang dilaksanakan di SMA N 1 Depok
Yogyakarta pada tahun ajaran 2014/2015. Laporan Penelitian ini disusun untuk
memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pendidikan.
Penelitian
dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan bulan
Oktober 2014. Terlaksananya Penelitian serta terselesaikannya laporan ini tidak
lepas dari dukungan semua pihak. Oleh karena itu bersamaan dengan ini saya
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Rohandi, Ph. D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
2. Bapak Drs. Pius Nurwidasa P, M,Ed.,Ph.D. selaku Wakil Dekan Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
3. Ibu Dra. Th. Sumini, M.Pd, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan
kepada penulis dalam melaksanakan Penelitian skripsi.
4. Bapak Drs. Sutarjo Adisusilo, S. Th., M.Pd., selaku dosen pembimbing yang
telah banyak memberikan dukungan serta bimbingan dalam melaksanakan
Penelitian skripsi .
5. Bapak Agus selaku sekretariat Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas
Senata Dharma Yogyakarta yang telah membantu memperlancar pelaksanaan
penelitian II.
6. Bapak Drs. Maskur selaku Kepala Sekolah SMA N 1 Depok Yogyakarta yang
telah memberikan kesempatan kepada praktikan untuk melaksanakan
Penelitian skripsi di SMA N 1 Depok, Sleman, Yogyakarta.
x
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
7. Ibu Dra. Magda Indra Dewi Darmawan selaku Wakil Kepala Sekolah SMA
N 1 Depok Sleman, Yogyakarta sebagai koordinator dalam praktikan untuk
melaksanakan Penelitian skripsi di SMA N 1 Depok, Sleman, Yogyakarta.
8. Bapak Sigit S.Pd selaku guru Sejarah yang telah memberikan pendampingan
dalam menjalankan praktek mengajar serta memberikan bimbingan yang
sangat berharga bagi perkembangan praktikan yang lebih baik di kemudian
harinya.
9. Seluruh Guru, Staf, dan Karyawan SMA N 1 Depok Yogyakarta dan semua
pihak yang telah membantu memperlancar pelaksanaan Penelitian skripsi ini.
10. Semua siswa-siswi SMA N 1 Depok Yogyakarta, khususnya kelas XI IPA 1
yang ikut serta mendukung program pelaksanaan penelitian dikelas.
11. Kepada seluruh teman-teman Mahasiswa Pendidikan Sejarah angkatan 2010
yang telah memberikan dukungan dan semangat demi terselesaikannya skripsi
ini.
Saya menyadari bahwa skripsi ini masih terdapat kesalahan dan
kekurangan. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun untuk kesempurnaan laporan ini. Semoga Laporan ini
dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.
Yogyakarta, 22 Mei 2015
Penulis
Heribertus Eko Budistyadi
(101314021)
xi
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ..............................................................................
i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................
ii
HALAMAN PENGESAHAN .................................................................
iii
HALAMAN PERSEMBAHAN ..............................................................
iv
HALAMAN MOTTO .............................................................................
v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................................
vi
PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH .......
vii
ABSTRAK .............................................................................................
viii
ABSTRACT .............................................................................................
ix
KATA PENGANTAR ............................................................................
x
DAFTAR ISI ..........................................................................................
xii
DAFTAR TABEL ...................................................................................
xv
DAFTAR GAMBAR ..............................................................................
xvi
DAFTAR LAMPIRAN ...........................................................................
xvii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................
1
A. Latar Belakang .............................................................................
1
B. Identifikasi Masalah .....................................................................
6
C. Batasan Masalah ...........................................................................
7
D. Rumusan Masalah ........................................................................
7
E. Pemecahan Masalah .....................................................................
7
F. Tujuan Penelitian .........................................................................
8
G. Manfaat Penelitian ........................................................................
9
H. Sistematika Penulisan ...................................................................
11
xii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
BAB II KAJIAN TEORI .........................................................................
13
A. Landasan Teori.............................................................................
13
1. Prestasi Belajar ......................................................................
14
2. Teori Prestasi Belajar .............................................................
15
a. Ranah Kognitif ...................................................................
15
b. Ranah Afektif .....................................................................
16
c. Ranah Psikomotor ..............................................................
18
3. Model Pembelajaran Kooperatif.............................................
19
a. Pengertian Model Kooperatif .............................................
19
b. Tujuan Pembelajaran Kooperatif .......................................
21
c. Unsur-unsur Pembelajaran Kooperatif ..............................
21
4. Teknik Example and Non Example ........................................
24
a. Pengertian Example and Non Example .............................
24
b. Metode Example and Non Example ..................................
27
c. Ciri-Ciri Pembelajaran Example and non Example ...........
28
d. Kelebihan dan Kekurangan Teknik Example and Non
Example ..............................................................................
29
5. Media Gambar ………………………………………………..
30
a. Pengertian Media Gambar ..................................................
30
b. Gambar Mati dan Gambar Diam ........................................
31
c. Syarat-Syarat Pemilihan Gambar .......................................
32
d. Kelebihan dan Kelemahan Gambar ...................................
33
e. Cara Memperlihatkan Gambar ...........................................
33
B. Penelitian Tindakan Kelas ............................................................
34
a. Pengertian PTK ..........................................................................
34
b. Tujuan dan Manfaat PTK ..........................................................
34
c. Sifat Penelitian Tindakan Kelas .................................................
36
C. Keterkaitan PTK dalam Model Cooperative Learning tipe Example
And Non Example dengan Media Gambar pada Pembelajaran
Sejarah ......................................................................................... .
xiii
38
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
D. Kerangka Berpikir ........................................................................
38
E. Hipotesis Tindakan .......................................................................
41
BAB III METODE PENELITIAN ..........................................................
42
A. Setting Penelitian ........................................................................
42
B. Subjek …………………………………………………………….
42
C. Obyek Penelitian .........................................................................
42
D. Desain penelitian ..........................................................................
43
E. Definisi Operasionel Variabel.......................................................
44
F.
Prosedur Penelitian ..........................................................................
45
G. Sumber data .................................................................................
53
H. Metode Pengumpulan data ...........................................................
54
I.
Instrumen Pengumpulan data........................................................
55
J.
Analisis dan Penyajian Data .........................................................
59
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ..........................
66
A. Hasil penelitian ...........................................................................
66
1.
Keadaan Awal ......................................................................
66
2.
Siklus 1 .................................................................................
71
3.
Siklus 2 .................................................................................
80
B. Pembahasan Siklus 1 dan Siklus 2 ...............................................
92
BAB V PENUTUP ..................................................................................
94
A. Kesimpulan ..................................................................................
94
B. Saran ...........................................................................................
96
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................
99
xiv
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
DAFTAR TABEL
Tabel 1 : Kriteria penentuan hasil belajar berdasarkan PAP ................
60
Tabel 2a : Instrumen pengamatan sikap kolektif siswa dikelas …………
62
Tabel 2b : Instrumen pengamatan sikap individu skor pernyataan positif
dan negatif ............................................................................
63
Tabel 3a : Instrumen Penilaian individu ………………………………….
64
Tabel 3b : Instrumen penilaian kolektif ………………………………......
64
Tabel 4
: Tingkat Kategori nilai …………………………………………
65
Tabel 5
: Data keadaan awal prestasi belajar siswa aspek kognitif ……... 67
Tabel 5a : Khusus prestasi belajar kognitif ……………………………….
69
Tabel 6
: Data hasil penilaian kognitif, afektif, psikomotor siklus I…….
76
Tabel 6a : Data khusus nilai rata-rata siklus 1……………….....................
77
Tabel 6b : Nilai akhir prestasi belajar siklus 1 ………………………….... 78
Tabel 7
: Data hasil penilaian kognitif, afektif dan psikomotor siklus II..
84
Tabel 7a : Data khusus nilai rata-rata siklus 2 ……………………………
85
Tabel 7b : Hasil akhir prestasi belajar siklus 2 ………………………….... 86
Tabel 8
: Hasil perbandingan siklus awal, siklus 1 dan siklus 2 ………...
xv
90
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
DAFTAR GAMBAR
Gambar I
: Kerangka Berpikir ..........................................................
40
Gambar II
: Desain Model Kemmis dan Taggart ...............................
43
Gambar III
: Grafik Nilai rata-rata Kognitif Keadaan Awal .................
69
Gambar IV
: Grafik rata-rata nilai Kognitif, Afektif dan Psikomotor
Siklus 1 .............................................................................
77
Gambar V
: Grafik rata-rata Nilai Prestasi Belajar Siklus 1 .................
79
Gambar VI
: Grafik rata-rata nilai Kognitif, Afektif dan Psikomotor
Gambar VII
Siklus 2 ...........................................................................
86
: Grafik rata-rata nilai Prestasi Belajar siklus II ..................
88
Gambar VIII : Grafik jumlah nilai pengetahuan, sikap, keterampilan
Kondisia awal, siklus 1 dan siklus 2 ...............................
Gambar IX
89
: Grafik hasil akhir rata-rata nilai keadaan awal ,siklus 1
Dan siklus 2 ....................................................................
xvi
91
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Jadwal Kerja ......................................................................
101
Lampiran 2 : Angket Judul Penelitian .....................................................
102
Lampiran 3 : Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian ..............
105
Lampiran 4 : Silabus ...............................................................................
107
Lampiran 5 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ...................................
118
Lampiran 6 : Kisi-kisi Soal siklus 1 dan 2 ................................................
146
Lampiran 7 : Surat Ijin Validitas Soal .........................................................
153
Lampiran 8 : Soal Evaluasi siklus 1 dan 2 dan kunci jawaban .................
154
Lampiran 9 : Observasi Guru dikelas ......................................................
179
Lampiran 10 : Observasi Guru secara Umum ...........................................
182
Lampiran 11 : Observasi Aktivitas Siswa di kelas ...................................
183
Lampiran 12 : Checklist aktivitas siswa ..................................................
184
Lampiran 13 : Checklist Psikomotor ........................................................
190
Lampiran 14 : Analisis dan Reabilitas Butir Soal 1 dan 2 .........................
196
Lampiran 15 : Media Gambar ..................................................................
206
Lampiran 16 : Foto Dokumentasi ............................................................
208
Lampiran 17 : Jadwal Mengajar …………………………………………..
211
xvii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan berasal dari kata “didik”, lalu kata ini mendapat awalan me
sehingga menjadi “mendidik” artinya memelihara dan memberi latihan. Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991:203), di dalam memelihara dan memberi
latihan diperlukan adanya jajaran, tuntutan, dan pimpinan mengenai akhlak dan
kecerdasan pikiran. Selanjutnya, pengertian” pendidikan” menurut KBBI ialah
proses pengubahan sikap dan tata laku seorang atau kelompok orang dalam usaha
mendewasakan manusia melalui upaya dan pelatihan. Pendidikan adalah investasi
jangka panjang yang memerlukan usaha dan dana yang cukup besar, hal ini diakui
oleh semua orang atau suatu bangsa demi kelangsungan masa depannya.
Demikian halnya dengan Indonesia menaruh harapan besar terhadap pendidik
dalam perkembangan masa depan bangsa ini, karena dari sanalah tunas muda
harapan bangsa sebagai generasi penerus dibentuk.
Meski diakui bahwa pendidikan adalah investasi besar jangka panjang yang
harus ditata, disiapkan dan diberikan sarana maupun prasarananya dalam arti
modal material yang cukup besar, tetapi sampai saat ini Indonesia masih berkutat
pada problematika klasik dalam hal ini yaitu kualitas pendidikan. Meningkatkan
kualitas pendidikan itu sendiri tidak terlepas dari peran seorang guru yang
menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri.
Kualitas pendidikan akan baik jika peran guru dalam kelas juga baik pula yaitu
1
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2
terutama model pembelajaran yang dipakai seorang guru, cara menyampaikan
materi sehingga peserta didik dapat menangkap pelajaran yang diberikan oleh
seorang guru. Selain itu upaya yang dilakukan untuk meningkatan kemampuan
mengajar guru dibutuhkan usaha-usaha pembinanaan atau penyuluhan mulai dari
pola pengajaran, metode, kemampuan, menyusu bahan pelajaran dan lain
sebagainya. Selain itu juga guru harus dapat memberikan motivasi kepada peserta
didiknya dalam proses kegiatan belajar maka dari itu seorang guru harus
mengemas materi pelajaran yang akan di sampaikan sesuai dengan tingkat
kebutuhan para peserta didiknya.
Dalam penelitian ini peneliti melakukan penelitiaan di salah satu SMA
Negeri di Yogyakarta terletak di pinggiran Kota Yogyakarta termasuk ke dalam
wilayah Kabupaten Sleman bagian selatan dan berada di dalam lingkungan
pendidikan perguruan tinggi. SMAN 1 Depok berada di Jalan Babarsari, Depok,
Sleman, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 485794 di mana sekolah ini merupakan
salah satu SMA andalan negeri di Kabupaten Sleman, di mana sekolah tersebut
mempunyai jumlah kelas yang cukup banyak dan memadai dalam setiap
jenjangnya dari kelas X mempunyai jumlah 6 kelas yang masing-masing kelas
terdiri dari 32 siswa, kelas XI yang terdiri dari 3 jurusan IPA dan 3 jurusan IPS
yang masih-masing kelas terdiri dari 32-34 siswa. Sedangkakan kelas XII terdiri
dari 8 kelas yaitu 4 kelas IPA dan 4 IPS yang masing-masing terdiri dari 32 siswa.
Kondisi kelasnya pun juga terlihat cukup memadai memungkinkan semua siswa
bergerak leluasa dan tidak berdesak-desakan, selain itu mempunyai ventilasi,
penerangan, pengeras suara yang cukup dengan kondisi yang baik dan setiap
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
3
kelasnya sudah disedikan media pembelajaran seperti halnya LCD yang kadang
terlihat berdebu dan fasilitas lain berupa papan tulis, white board, meja dan kursi
yang cukup memadai.
Selain hal itu sekolah SMAN 1 Depok Yogyakarta ini mempunyai halaman
yang cukup luas dan memadai yang terdiri dari halaman depan yang biasa dipakai
untuk olahraga voli, lalu dibagian dalam ada dua yaitu halaman untuk upacara dan
yang disebelahnya biasa digunakan untuk basket yang cukup memadai. Selain itu
ada pula tempat parkir tamu dan tempat pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler
yang cukup memadai. hal itu bisa dilihat dari observasi. Disamping mempunyai
halaman yang cukup luas, sekolah ini memiliki perpustakaan yang sangat rapi
namun belum memadai karena ruangannya pun sempit, di mana perpustakaan ini
merupakan salah satu tempat yang biasa digunakan oleh siswa SMAN 1 Depok
untuk mencari berbagai macam sumber pengetahuan walaupun sempit ruangannya
namun perpusatakaan ini memiliki buku-buku yang cukup lengkap dari buku
paket, buku panduan, majalh, surat kabar, buku cerita dan lain. Selain itu
perpustakaan ini juga dilengkapi dengan wifi yang khusus diperuntukkan untuk
semua warga sekolah SMA N 1 Depok Yogyakarta sehingga siswa merasa mudah
untuk mencari berbagai informasi dalam hal ini untuk pelajaran. Sekolah ini
dilengkapi juga dengan beberapa lab yaitu lab IPA/IPS dan bahasa yang masingmasing cukup memadai.
Dilihat dari kondisi sekolah, prestasi belajar yang terdapat pada sekolah ini
cukup bagus, dimana hal tersebut dapat dilihat dari nilai-nilai rapot lebih-lebih
pada prestasi belajar kognitif sejarah. hanya ada beberapa siswa yang prestasi
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
4
belajarnya masih sangat rendah. Selain itu situasi belajar mengajar dalam kelas
khusunya mata pelajaran sejarah dinilai juga cukup bagus namun hanya ada
beberapa siswa yang prestasi belajar sejarahnya masih rendah. Hal tersebut bisa
terjadi karena guru kurang begitu menyukai pembelajaran sejarah dengan
menggunakan model maupun media yang inovatif sehingga terlihat kurang
memotivasi anak untuk berfikir dan hal tersebut bisa mempengaruhi prestasi
belajar siswa.
Terkait dengan hal di atas, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti
di kelas XA, XB, dan XC SMA N 1 Depok Yogyakarta dengan melakukan
pengamatan dan juga menyebarkan kuesioner (lihat lampiran 2 hal 102), dapat
disimpulkan bahwa sebenarnya siswa tersebut cukup antusias dan juga aktif dalam
mengikuti mata pelajaran sejarah. Siswa senang diajukan pertanyaan-pertanyaan
karena dapat membangkitkan minat belajar mereka. Hasil pengamatan, lebih dari
80% dari 20 siswa menunjukkan keaktifannya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa
pelajaran sejarah bukanlah mata pelajaran yang membosankan bagi beberapa
siswa, melainkan mata pelajaran yang penting untuk dipelajari.
Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa pandangan atau anggapan yang
selama ini muncul mengenai mata pelajaran sejarah itu membosankan hanyalah
sebuah anggapan dari orang-orang yang tidak tahu akan realita sebenarnya di
dalam kelas, akan tetapi semuanya berbanding terbalik ketika peneliti
mendapatkan fakta yang sebenarnya dari pengamatan dan juga penelitian yang
dilakukan di kelas XA SMA N 1 Depok Yogyakarta. Hanya saja perlu perbaikan
model dan metode pembelajaran yang diterapkan olah guru mata pelajaran.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
5
Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan penelitian dengan menerapakan
model pembelajaran yang mendukung pembelajaran yaitu dengan menerapkan
model cooperative learning dimana model cooperative learning ialah bentuk
pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok
kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari dua sampai enam orang
dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen. Keberhasilan belajar
kelompok tergantung pada kemampuan dan aktivitas anggota kelompok, baik
secara individual maupun secara kelompok. Dengan model cooperative tersebut
siswa mampu menerapkan pengetahuan, konsep, kemampuan, dan pemahaman
yang mereka butuhkan supaya bisa menjadi anggota masyarakat yang bahagia dan
memberikan kontribusi.
Agar pembelajaran tersebut menarik maka diperlukan alat pendukung dalam
proses pembelajaran berlangsung . Alat pendukung yang dipilih oleh peneliti ialah
dengan media gambar berupa foto, peta, tokoh-tokoh. Dengan menerapkan model
cooperative learning dan penggunaan media gambar tersebut diharapkan peserta
didik
dapat meningkatkan aktivitas belajarnya, sehingga terjadi penguatan
terhadap materi yang diberikan di sekolah dan siswa pun bisa menyerap materi
yang telah diajarkan dengan dengan harapan bahwa siswa mampu meningkatkan
hasil belajar atau prestasi belajarnya baik prestasi kognitif, afektif dan
psikomotornya.
Berdasarkan uraian yang telah disampaikan di atas, peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian di SMAN 1 Depok Yogyakarta kelas XI IPA dengan
menerapkan model cooperative learning dan penggunaan media gambar pada
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
6
mata pelajaran sejarah. Peneliti memilih SMAN 1 Depok Yogyakarta karena
siswa cukup aktif dan penelitian dengan menggunakan model cooperative sangat
menarik walaupun sudah pernah ada beberapa penelitian yang menggunakan
model ini untuk penelitian di sekolah ini namun pada mata pelajaran lainnya.
Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan aspek kognitif, afektif dan
psikomotor.
B. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat diketahui bahwa kondisi pembelajaran yang
ada saat ini :
1. Model pembelajaran konvensional sehingga proses pembelajaran masih
monoton. Minat dan juga ketertarikan siswa terhadap mata pelajaran
sudah baik, namun karena cara mengajar guru yang masih tergolong
membosankan, maka mereka menjadi malas untuk belajar sejarah.
2. Siswa kurang tertarik dan kurang termotivasi dalam mengikuti pelajaran
sejarah .
3. Guru jarang menggunakan media pembelajaran yang menarik dan kreatif
sehingga siswa merasa cepat bosan.
C. Batasan Masalah
Penelitian ini hanya dibatasi pada usaha peningkatan prestasi belajar siswa
kelas XI IPA 1 semester I di SMAN 1 Depok Yogyakarta dengan menerapkan
model cooperative learning tipe example and non example pada pokok bahasan
“Menganalisis Proses Masuk dan Perkembangan Penjajahan bangsa Barat
(Portugis, Belanda, Inggris) di Indonesia”.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
7
D. Rumusan Masalah
Untuk menjawab pertanyaan berikut peneliti merinci sebagai berikut:
1. Apakah ada
peningkatan prestasi belajar sejarah dengan menerapkan
model cooperative learning?
2. Apakah ada peningkatan prestasi belajar sejarah dengan menerapkan
model cooperative learning tipe example and non example dan
penggunaan media gambar di SMAN 1 Depok Yogyakarta.
E. Pemecahan Masalah
Cara yang digunakan untuk memecahkan masalah dalam penelitian ini adalah
dengan menerapkan model cooperative learning tipe example and non example
pada siswa kelas XI IPA1 semester I di SMAN 1 Depok Yogyakarta. Untuk
menigkatkan aspek kognitif, afektif dan psikomotor siswa yang sesuai dengan
PTK yaitu:
1) Dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif learning dan
memanfaatkan
penggunaan
media
gambar
pembelajaran
yaitu
untuk
meningkatkan
(pengetahuan),
aspek
afektif
(sikap)
dan
sebagai
aspek
aspek
sarana
kognitif
psikomotor
(keterampilan) siswa. Cara ini digunakan untuk melihat kemampuan
siswa yang perlu ditingkatkan terutama dalam hal prestasi dan juga
mengenai sikap dan keterampilan , karena hal tersebut berhubungan
dengan pendidikan karakter untuk membentuk siswa menjadi pribadi
yang
utuh,
peduli
sesama
dan
memperjuangkan
nilai-nilai
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
8
kemanusiaan. Dengan menerapkan model cooperative learning tipe
example and non example siswa dapat menganalisis gambar tersebut
menjadi sebuah bentuk diskripsi singkat mengenai apa yang ada
didalam gambar. Dengan memusatkan perhatian siswa terhadap
example and non example diharapkan akan dapat mendorong siswa
untuk menuju pemahaman yang lebih dalam mengenai materi yang
ada dan memberikan para siswa pengetahuan, konsep, kemampuan,
dan pemahaman yang mereka butuhkan supaya bisa menjadi anggota
masyarakat yang bahagia dan memberikan kontribusi.
2) Dalam cooperative learning penyampaian materi didasarkan pada
konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi yang dilakukan
secara terus menerus dan berkesinambungan.. Setelah pengalaman
sudah di dapatkan, kemudian direfleksikan dan hasilnya diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa dapat berbuat positif.
Dalam
proses pembelajaran
yang
memanfaatkan
multimedia
pembelajaran siswa lebih mudah memahami materi dan memaknai
nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat dalam materi pelajaran sejarah.
F. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Tujuan Umum
 Untuk meningkatkan prestasi belajar sejarah yang diajar
dengan menerapkan model cooperative learning tipe example
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
9
and non example pada siswa kelas XI IPA 1 semester I di
SMAN 1 Depok Yogyakarta.
 Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar
siswa dengan menerapkan model cooperative learning tipe
example and non example.
2. Tujuan Khusus
 Meningkatkan prestasi belajar siswa terhadap pelajaran sejarah
terutama XI IPA1 semester I di SMAN 1 Depok Yogyakarta,
dengan menerapkan model cooperative learning tipe example
and non example.
 Mengetahui aktivitas belajar sejarah sesudah menggunakan
model cooperative learning tipe example and non example.
G. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara praktis
maupun teoritis sebagai berikut :
1. Manfaat Bagi Guru
a. Manfaat Teoritis
Manfaat yang diperoleh dengan teknik example and non
example dapat dijadikan
sebagai salah satu alternatif
pembelajaran kooperatif yang dapat
model
digunakan guru untuk
melakukan pembelajaran sejarah yang lebih inovatif dan kreatif.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
10
b. Manfaat Praktis
Sebagai bahan pertimbangan untuk memilih metode dalam
mengajar Sejarah.
2. Manfaat Bagi Siswa
a. Secara Teoritis
Memberikan pengalaman belajar siswa untuk meningkatkan
prestasi belajar dalam kegiatan belajar, mengoptimalkan kemampuan
berpikir kreatif dan menggali serta mengembangkan potensi yang
ada dalam dirinya untuk meraih keberhasilan belajar yang optimal.
b. Secara Praktis
Sebagai subyek penelitian, diharapkan dapat memperoleh
pengalaman langsung dalam pembelajaran sehingga dalam proses
pembelajaran lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan.
3. Manfaat Bagi Penelitian
Dapat menambah wawasan tentang strategi pembelajaran serta
inovasi yang berguna untuk mengembangkan dan meningkatkan gaya
mengajar agar mampu merencanakan dan melaksanakan model
pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kelas dan zaman.
4. Manfaat Bagi Sekolah (SMA N 1 Depok Yogyakarta)
a. Dapat
mengembangkan
pembelajaran,
dengan
PTK
guru
mengembangkan keterampilan atau pendekatan baru pembelajaran
dan penerapan di ruang kelas. Meningkatkan mutu sekolah secara
keseluruhan.Sehingga dapat menghasilkan mutu lulusan yang
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
11
berkualitas sehingga lulusannya dapat diterima di perguruan tinggi
yang diinginkan siswa.
H. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam skripsi dengan judul
Peningkatan Prestasi
Belajar Sejarah Dengan Menerapkan Model Cooperative Learning Tipe Example
and Non Example dan Penggunaan Media Gambar di SMA Negeri 1 Depok
Yogyakarta terdiri dari 5 bab yaitu :
BAB I
: Berupa pendahuluan yang berisi latar belakang masalah, identifikasi
masalah, batasan masalah, rumusan masalah, pemecahan masalah,
tujuan dan manfaat penelitian.
BAB II
: Berupa kajian teori yang memaparkan teori-teori pendukung dalam
penelitian ini, materi pembelajaran, keterkaitan Model Cooperative
Learning dengan penggunaan media gambar dengan PTK dalam
pembelajaran sejarah, penelitian yang relevan, kerangka berpikir dan
hipotesis penelitian.
BAB III
: Menjelaskan metode penelitian yang terdiri dari jenis penelitian,
seting penelitian, subyek dan obyek penelitian, desain penelitian,
definisi opereasional variabel, sumber data, metode pengumpulan
data, instrumen pengumpulan data, analisis data, prosedur penelitian,
dan indikator keberhasilan.
BAB IV
: Berupa hasil penelitian dan pembahasan, dalam bab ini dipaparkan
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
12
data Kognitif, Afektif dan Psikomotor dari keadaan awal sampai
siklus 2 dan komparasinya.
BAB V
: Bab ini merupakan penutup yang berisi kesimpulan dan saran.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Landasan Teori
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan guna meningkatkan prestasi belajar
sejarah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif dan penggunaan
media gambar pada siswa kelas XI IPA SMA N 1 Depok Yogyakarta. Penelitian
tindakan kelas ini tidak lepas dari landasan teori yang akan digunakan.
Dalam landasan teori ini peneliti terlebih dahulu akan membahas tentang
teori prestasi belajar yang dikemukan oleh Bloom dengan tujuan untuk
mengetahui perilaku-perilaku siswa pada kelas XI IPA yang menekankan aspek
intelektual, seperti pengetahuan, pengertian sikap, dan keterampilan berpikir.
Setelah membahas teori prestasi, selanjutnya peneliti akan membahas mengenai
model pembelajaran kooperatif yang cocok digunakan untuk pembelajaran sejarah
dimana tujuannya adalah menciptakan norma-norma yang pro-akademik di antara
para siswa, dan norma-norma pro-akademik memiliki pengaruh yang amat
penting bagi pencapaian siswa.. Dalam landasan teori ini peneliti menjelaskan
tentang arti, tujuan, dan manfaat pembelajaran sejarah. Peneliti juga akan
membahas mengenai media pembelejaran yang akan digunakan peneliti untuk
meningkatkan prestasi belajar sejarah siswa kelas XI IPA SMA N 1 Depok
Yogyakarta.
13
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
14
1. Prestasi Belajar
a. Pengertian Prestasi Belajar
Yang dimaksud prestasi menurut Winkel (1996:162) adalah hasil yang telah
dicapai. Jika dihubungkan dengan belajar, maka mempunyai arti hasil yang telah
dicapai siswa setelah melakukan aktifitas belajar.
Prestasi belajar, berasal dari kata “Prestasi ” dan “Belajar”. Menurut
Djamarah (1994: 20-21) mengemukakan bahwa prestasi adalah apa yang telah
dapat diciptakan, hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh
dengan jalan keuletan kerja. Dalam buku yang sama Nasrun Harahap, berpendapat
bahwa prestasi adalah penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan
siswa berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada siswa.
Selanjutnya
untuk
memahami
pengertian
tentang
belajar
berikut
dikemukakan beberapa pengertian belajar diantaranya menurut Slameto, (2003:2)
mengemukakan bahwa belajar ialah suatu usaha yang dilakukan seseorang untuk
memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai
hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Sedangkan menurut Muhibbin Syah, (2000:136) mengemukakan bahwa
belajar adalah tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif
menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang
melibatkan proses kognitif.
Berdasarkan beberapa pendapat bahwa prestasi belajar merupakan kegiatan
yang dilakukan secara sadar dan rutin pada seseorang sehingga akan mengalami
perubahan secara individu bagi pengetahuan, keterampilan, sikap dan tingkah laku
yang dihasilkan dari proses latihan dan pengalaman individu itu sendiri dalam
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
15
berinteraksi dengan lingkungannya. Prestasi belajar dapat diukur melalui tes yang
sering dikenal dengan tes prestasi belajar (menggunakan butir-butir soal).
Taksonomi Bloom menjelaskan mengenai teori Bloom yang menyatakan
bahwa, tujuan belajar siswa diarahkan untuk mencapai ketiga ranah. Ketiga ranah
tersebut adalah ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Dalam proses kegiatan
belajar mengajar, maka melalui ketiga ranah ini pula akan terlihat tingkat
keberhasilan siswa dalam menerima hasil pembelajaran atau ketercapaian siswa
dalam penerimaan pembelajaran. Dengan kata lain, prestasi belajar akan terukur
melalui ketercapaian siswa dalam penguasaan ketiga ranah tersebut. Maka Untuk
lebih spesifiknya, penulis akan menguraikan ketiga ranah kognitif, afektif dan
psikomotorik sebagai yang terdapat dalam teori Bloom berikut:
2. Teori Prestasi Belajar
a. Ranah Kognitif
Cognitive Domain (ranah kognitif) berisi perilaku-perilaku yang menekankan
aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir.
Bloom membagi domain kognisi ke dalam 6 tingkatan. Domain ini terdiri dari dua
bagian: Bagian pertama adalah berupa Pengetahuan (kategori 1) dan bagian kedua
berupa Kemampuan dan Keterampilan Intelektual (kategori 2-6).
1. Knowledge (Pengetahuan). Berisikan kemampuan untuk mengenali dan
mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan,
metodologi, prinsip dasar dan sebagainya. Pengetahuan juga diartikan
sebagai kemampuan mengingat akan hal-hal yang pernah dipelajari dan
disimpan dalam ingatan (Winkel, 1996:247).
2. Comprehension (Pemahaman). Pemahaman didefinisikan sebagai
kemampuan untuk menangkap makna dan arti yang dari bahan yang
dipelajari (Winkel, 1996:247). Pemahaman juga dikenali dari kemampuan
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
3.
4.
5.
6.
16
untuk membaca dan memahami gambaran, laporan, tabel, diagram, arahan,
peraturan, dan sebagainya.
Aplication (Aplikasi). Aplikasi atau penerapan diartikan sebagai
kemampuan untuk menerapkan suatu kaidah atau metode bekerja pada
suatu kasus atau problem yang konkret dan baru (Winkel, 1996:247). Di
tingkat ini, seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan,
prosedur, metode, rumus, teori, dan sebagainya di dalam kondisi kerja.
Analysis (Analisis). Analisis didefinisikan sebagai kemampuan untuk
merinci suatu kesatuan ke dalam bagian-bagian, sehingga struktur
keseluruhan atau organisasinya dapat dipahami dengan baik. Di tingkat
analisis, seseorang akan mampu menganalisa informasi yang masuk dan
membagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih
kecil untuk mengenali pola atau hubungannya, dan mampu mengenali
serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yang
rumit.
Synthesis (Sintesis). Sintesis diartikan sebagai kemampuan untuk
membentuk suatu kesatuan atau pola baru. Sintesis satu tingkat di atas
analisa. Seseorang di tingkat sintesa akan mampu menjelaskan struktur
atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat, dan mampu
mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan
solusi yang dibutuhkan.
Evaluation (Evalusi). Evaluasi diartikan sebagai kemampuan untik
membentuk suatu pendapat mengenai sesuatu atau beberapa hal, bersama
dengan pertanggungjawaban pendapat itu, yang berdasarkan kriteria
tertentu. Evaluasi dikenali dari kemampuan untuk memberikan penilaian
terhadap solusi, gagasan, metodologi, dengan menggunakan kriteria yang
cocok atau standar yang ada untuk memastikan nilai efektivitas atau
manfaatnya.
Dalam penelitian ini, hasil yang akan dicapai siswa untuk mengukur
keberhasilan melalui tingkatan kognitif ini dibagi menjadi tiga tahapan yaitu
tahapan kognitif (fakta), kognitif (konsep), dan kognitif (nilai). Yang masingmasing tingkatan memiliki bobot soal dan nilai yang berbeda sehingga dapat
mengacu siswa untuk berpikir kritis.
Affective Domain (Ranah Afektif)
Affective Domain berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan
dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri. Tujuan
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
17
pendidikan ranah afektif adalah hail belajar atau kemampuan yang berhubungan
dengan sikap atau afektif. Taksonomi tujuan pendidikan ranah afektif terdiri dari
aspek:
1. Receiving/Attending (Penerimanaan). Penerimaan mencakup kepekaan
akan adanya suatu perangsang dan kesediaan untuk memperhatikan
rangsangsangan itu, seperti buku pelajaran atau penjelasan yang diberikan
oleg guru.
2. Responding (Tanggapan). Memberikan reaksi terhadap fenomena yang ada
di lingkungannya. Meliputi persetujuan, kesediaan, dan kepuasan dalam
memberikan tanggapan.
3. Valuing (Penghargaan). Penghargaan atau penilaian mencakup
kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap sesuatu dan membawa
diri sesuai dengan penilaian itu.mulai dibentuk suatu sikap menerima,
menolak atau mengabaikan, sikap itu dinyatakan dalam tingkah laku yang
sesuai dengan konsisten dengan sikap batin.
4. Organization (Pengorganisasian). Memadukan nilai-nilai yang berbeda,
menyelesaikan konflik di antaranya, dan membentuk suatu sistem nilai
yang konsisten. Pengorganisasian juga mencakup kemampuan untuk
membentuk suatu sistem nilai sebagai pedoman dan pegangan dalam
kehidupan. Nilai- nilai yang diakui dan diterima ditempatkan pada suatu
skala nilai mana yang pokok dan selalu harus diperjuangkan, mana yang
tidak begitu penting.
5. Characterization by a Value or Value Complex (Karakterisasi Berdasakan
Nilai-nilai). Memiliki sistem nilai yang mengendalikan tingkah-lakunya
sehingga menjadi karakteristik gaya-hidupnya (Winkel, 1996:248).
Karakterisasinya mencakup kemampuan untuk menghayati nilai-nilai
kehidupan sedemikin rupa, sehingga menjadi milik pribadi (internalisasi)
dan menjadi pegangan nyata dan jelas dalam mengatur kehidupannya
sendiri.
Dalam penelitian ini hasil nilai sikap dari seorang siswa diukur dengan
penugasan berupa soal pilihan ganda untuk penilaian individu dan keaktifan siswa
di dalam kelas berupa cheklist. Dimana pada setiap soal penilaian afektif individu
memiliki tingkatan-tingkatan yang berbeda dari soal positif dan negatif yang
bertujuan menghayati nilai-nilai kehidupan sedemikian rupa sehingga seorang
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
18
siswa pada nantinya menjadi pegangan nyata dan jelas dalam mengatur
kehidupannya sendiri.
Psikomotor Domain (Ranah Psikomotor)
Berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik
seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin. Alisuf
Sabri dalam buku Psikologi Pendidikan menjelaskan, keterampilan ini disebut
.motorik. karena keterampilan ini melibatkan secara langsung otot, urat dan
persendian, sehingga keterampilan benar-benar berakar pada kejasmanian. Orang
yang memiliki keterampiulan motorik, mampu melakukan serangkaian gerakan
tubuh dalam urutan tertentu dengan mengadakan koordinasi gerakan-gerakan
anggota tubuh secara terpadu. Ciri khas dari keterampilan motorik ini ialah
adanya kemampuan otomatisme, yaitu gerakan-gerik yang terjadi berlangsung
secara teratur dan berjalan dengan enak, lancar dan luwes tanpa harus disertai
pikiran tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa hal itu dilakukan. (Sabri,
1996:99-100).
Dalam penelitian untuk mengukur tingkat keberahasilan siswa pada aspek ini
yaitu dengan memberikan penugasan kepada siswa dan dibagi menjadi dua tahap
yaitu berupa keterampilan individu dan keterampilan kolektif (kelompok). Hal
tersebut bisa dilihat dengan memberikan tugas seperti tugas portofolio, dan
membuat gambar peta. Hal ini bertujuan agar peserta mendidik lebih kreatif dan
terampil dalam proses pembelejaran.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
19
3. Model Pembelajaran Cooperative
a. Pengertian Model Pembelajaran Cooperative
Model pembelajaran cooperative adalah rangkaian kegiatan belajar yang
dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan
pembelajaran yang telah dirumuskan. Menurut Rusman (2011:202) Cooperative
Learning mengandung pengertian bekerja bersama dalam mencapai tujuan
bersama. Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan bentuk
pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok
kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari dua sampai enam orang
dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen. Keberhasilan belajar dalam
kelompok tergantung pada kemampuan dan aktivitas anggota kelompok, baik
secara individual maupun secara kelompok.
Slavin dalam Isjoni (2009:15), mengemukakan bahwa pembelajaran
cooperative adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja
dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 5 orang
dengan struktur kelompok heterogen. Sedangkan menurut Sunal dan Hans dalam
Isjoni (2009:15) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan suatu
cara pendekatan atau serangkaian strategi yang khusus dirancang untuk memberi
dorongan kepada siswa agar bekerja sama selama proses pembelajaran.
Selanjutnya Stahl dalam Isjoni (2009:15) menyatakan pembelajaran kooperatif
dapat meningkatkan belajar siswa lebih baik dan meningkatkan sikap saling
tolong-menolong dalam perilaku sosial.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
20
Anita Lie (2007:29) mengungkapkan bahwa model pembelajaran cooperative
tidak sama dengan sekedar belajar dalam kelompok. Ada lima unsur dasar
pembelajaran cooperative learning yang membedakannya dengan pembagian
kelompok yang dilakukan asal-asalan. Pelaksanaan model pembelajaran
kooperatif dengan benar akan menunjukkan pendidik mengelola kelas lebih
efektif. Johnson (Anita Lie,2007: 30) mengemukakan dalam model pembelajaran
cooperative ada lima unsur yaitu: saling ketergantungan positif, tanggung jawab
perseorangan, tatap muka, komunikasi antar anggota, dan evaluasi proses
kelompok.
Agus Suprijono (2009:54) mengemukakan bahwa pembelajaran cooperative
adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk
bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru. Secara
umum pembelajaran kooperatif dianggap lebih diarahkan oleh guru, di mana guru
menetapkan tugas dan pertanyaan-pertanyaan serta menyediakan bahan-bahan dan
informasi yang dirancang untuk membantu siswa menyelesaikan masalah yang
dimaksudkan. Guru biasanya menetapkan bentuk ujian tertentu pada akhir tugas.
Menurut Anita Lie dalam bukunya Agus Suprijono (2009:56) menguraikan
model pembelajaran cooperative ini didasarkan pada falsafah homo homini socius.
Berlawanan dengan teori Darwin, filsafat ini menekankan bahwa manusia adalah
makhluk sosial. Dialog interaktif (interaksi sosial) adalah kunci seseorang dapat
menempatkan dirinya di lingkungan sekitar.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
21
Dari beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli di atas, model
pembelajaran kooperatif learning yang saya lakukan dalam penelitian ini adalah
model pembelajaran yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok kecil
yang anggotanya bersifat heterogen, terdiri dari siswa dengan prestasi tinggi,
sedang, dan rendah, perempuan dan laki-laki dengan latar belakang etnik yang
berbeda untuk saling membantu dan bekerja sama mempelajari materi pelajaran
sejarah agar belajar semua anggota maksimal. Dalam hal ini berkaitan dengan
prestasi belajar siswa.
Tujuan Pembelajaran Kooperatif
Menurut Robert E. Slavin (2005) mengemukakan bahwa tujuan yang paling
penting dari model pembelajaran kooperatif adalah untuk memberikan para siswa
pengetahuan, konsep, kemampuan, dan pemahaman yang mereka butuhkan
supaya bisa menjadi anggota masyarakat yang bahagia dan memberikan
kontribusi. Wisenbaken (Slavin, 2005) mengemukakan bahwa tujuan model
pembelajaran kooperatif adalah menciptakan norma-norma yang pro-akademik di
antara para siswa, dan norma-norma pro-akademik memiliki pengaruh yang amat
penting bagi pencapaian siswa.
Unsur-Unsur Pembelajaran Kooperatif
Menurut Isjoni (2009:16), mengemukakan unsur-unsur dalam pembelajaran
cooperative sebagai berikut:
1) para siswa harus memiliki persepsi bahwa mereka “ tenggelam atau
berenang bersama.
2) para siswa harus memiliki tanggung jawab terhadap siswa atau siswa lain
dalam kelompoknya, selain tanggung jawab terhadap diri sendiri dalam
mempelajari materi yang dihadapi.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
22
3) para siswa harus berpendapat bahwa mereka semua memiliki tujuan yang
sama.
4) para siswa membagi tugas dan berbagi tanggung jawab di antara para
anggota kelompok.
5) para siswa diberikan satu evaluasi atau penghargaan yang akan ikut
berpengaruh terhadap evaluasi kelompok.
6) para siswa berbagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh
keterampilan bekerja sama selama belajar;
7) setiap siswa akan diminta mempertanggung jawabkan secara individual
materi yangditangani dalam kelompok kooperatif.
Roger dan David (Agus Suprijono, 2009: 58) mengatakan bahwa tidak semua
belajar kelompok bisa dianggap pembelajaran kooperatif. Untuk mencapai hasil
yang maksimal, lima unsur dalam model pembelajaran kooperatif harus
diterapkan. Lima unsur tersebut adalah sebagai berikut:
1) Positive interdependence (saling ketergantungan positif). Unsur ini
menunjukkan
bahwa
dalam
pembelajaran
kooperatif
ada
dua
pertanggungjawaban kelompok. Pertama, mempelajari bahan yang
ditugaskan kepada kelompok. Kedua, menjamin semua anggota kelompok
secara individu mempelajari bahan yang ditugaskan tersebut.
2) Personal
responsibility
(tanggung
jawab
perseorangan)
Pertanggungjawaban ini muncul jika dilakukan pengukuran terhadap
keberhasilan
kelompok.
Tujuan
pembelajaran
kooperatif
adalah
membentuk semua anggota kelompok menjadi pribadi yang kuat.
Tanggungjawab perseorangan adalah kunci untuk menjamin semua
anggota yang diperkuat oleh kegiatan belajar bersama. Artinya, setelah
mengikuti kelompok belajar bersama, anggota kelompok harus dapat
menyelesaikan tugas yang sama.
3) Face to face promotive interaction (interaksi promotif). Unsur ini penting
karena dapat menghasilkan saling ketergantungan positif. Ciri–ciri
interaksi promotif adalah saling membantu secara efektif dan efisien,
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
23
saling memberikan informasi dan sarana yang diperlukan, memproses
informasi bersama secara lebih efektif dan efisien, saling mengingatkan,
saling membantu dalam merumuskan dan mengembangkan argumentasi
serta meningkatkan kemampuan wawasan terhadap masalah yang
dihadapi, saling
percaya, dan saling memotivasi untuk memperoleh
keberhasilan bersama.
4) Interpersonal skill (komunikasi antaranggota) Untuk mengkoordinasikan
kegiatan siswa dalam pencapaian tujuan siswa harus adalah saling
mengenal dan mempercayai, mampu berkomunikasi secara akurat dan
tidak ambisius, saling menerima dan saling mendukung, serta mampu
menyelesaikan konflik secara konstruktif.
5) Group processing (pemrosesan kelompok)Pemrosesan mengandung arti
menilai. Melalui pemrosesan kelompok dapat diidentifikasi dari urutan
atau tahapan kegiatan kelompok dan kegiatan dari anggota kelompok.
Siapa di antara anggota kelompok yang sangat membantu dan siapa yang
tidak membantu. Tujuan pemrosesan kelompok adalah meningkatkan
efektivitas anggota dalam memberikan kontribusi terhadap kegiatan
kolaboratif untuk mencapai tujuan kelompok. Ada dua tingkat pemrosesan
yaitu kelompok kecil dan kelas secara keseluruhan.
Menurut Thompson, et al dalam Isjoni (2009:17), mengemukakan bahwa
pembelajaran cooperative turut menambah unsur-unsur interaksi sosial pada
pembelajaran. Di dalam pembelajaran kooperatif siswa belajar bersama dalam
kelompok-kelompok kecil yang saling membantu satu sama lain. Kelas disusun
dalam kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa dengan kemampuan yang heterogen.
Maksud kelompok heterogen adalah terdiri dari campuran kemampuan siswa,
jenis kelamin, dan suku.
Pembelajaran kooperatif yang diajarkan dalam penelitian ini adalah
keterampilan-keterampilan khusus agar dapat bekerja sama dengan baik di dalam
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
24
kelompoknya, seperti menjadi pendengar yang baik, siswa diberi lembar kegiatan
yang berisi pertanyaan atau tugas yang direncanakan untuk diajarkan. Selama
kerja kelompok, tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan. Hal ini
bermanfaat untuk melatih siswa menerima perbedaan dan bekerja dengan teman
yang berbeda latar belakangnya.
4. Teknik Example and Non Example
a. Pengertian Example and Non Example
Menurut Buehl (1996) dalam Apriani dkk, (2010:20) menjelaskan bahwa
example and non example adalah taktik yang dapat digunakan untuk mengajarkan
definisi konsep. Taktik ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa secara cepat
dengan menggunakan 2 hal yang terdiri dari example and non example dari suatu
definisi konsep yang ada dan meminta siswa untuk mengklasifikasikan keduanya
sesuai dengan konsep yang ada. Example memberikan gambaran akan sesuatu
yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang dibahas, sedangkan non
example memberikan gambaran akan sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu
materi yang sedang dibahas.
Metode Example and non Example adalah metode yang menggunakan media
gambar dalam penyampaian materi pembelajaran yang bertujuan mendorong
siswa untuk belajar berfikir kritis dengan jalan memecahkan permasalahanpermasalahan yang terkandung dalam contoh-contoh gambar yang disajikan
Konsep pada umumnya dipelajari melalui dua cara. Paling banyak konsep
yang kita pelajari di luar sekolah melalui pengamatan dan juga dipelajari melalui
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
25
definisi konsep itu sendiri. Example and non example adalah taktik yang dapat
digunakan untuk mengajarkan definisi konsep
Example and non example dianggap perlu dilakukan karena suatu definisi
konsep adalah suatu konsep yang diketahui secara primer hanya dari segi
definisinya dari pada dari sifat fisiknya.
Penggunaan media gambar ini disusun dan dirancang agar anak dapat
menganalisis gambar tersebut menjadi sebuah bentuk diskripsi singkat mengenai
apa yang ada didalam gambar. Dengan memusatkan perhatian siswa terhadap
example and non example diharapkan akan dapat mendorong siswa untuk menuju
pemahaman yang lebih dalam mengenai materi yang ada.
Contoh-contoh yang biasa digunakan dan sederhana bisa berupa kasus yang
ada di koran atau media lain seperti televisi, ataupun bisa lebih sederhana lagi
berupa isu-isu yang sedang berkembang di dalam masyarakat yang tentunya tetap
sesuai dengan bobot materi yang akan diberikan.
Example and non example merupakan model pembelajaran dengan
mempersiapkan gambar, diagram, atau tabel sesuai materi bahan ajar dan
kompetensi, sajian gambar ditempel atau memakai LCD/OHP, dengan petunjuk
guru siswa mencermati sajian, diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi,
presentasi hasil kelompok, bimbingan penyimpulan, evaluasi, dan refleksi.
Selanjutnya Slavin dalam Djamarah, (2006:1) menjelaskan bahwa example
and non example adalah model pembelajaran yang menggunakan contoh-contoh.
Contoh-contoh dapat diperoleh dari kasus atau gambar yang relevan dengan
Kompetensi Dasar.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
26
Menurut Agus Suprijono (2009:125) Langkah – langkah model pembelajaran
examples non examples diantaranya :
1) Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Gambar yang digunakan tentunya merupakan gambar yang relevan dengan
materi yang dibahas sesuai dengan Kompetensi Dasar.
2) Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui LCD atau
OHP, jika ada dapat pula menggunakan proyektor. Pada tahapan ini guru
juga dapat meminta bantuan siswa untuk mempersiapkan gambar yang
telah dibuat dan sekaligus pembentukan kelompok siswa.
3) Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada peserta didik
untuk memperhatikan/menganalisis gambar. Biarkan siswa melihat dan
menelaah gambar yang disajikan secara seksama, agar detil gambar dapat
difahami oleh siswa. Selain itu, guru juga memberikan deskripsi jelas
tentang gambar yang sedang diamati siswa.
4) Melalui diskusi kelompok 2-3 orang peserta didik, hasil diskusi dari
analisis gambar tersebut dicatat pada kertas. Kertas yang digunakan akan
lebih baik jika disediakan oleh guru.
5) Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Siswa
dilatih untuk menjelaskan hasil diskusi mereka melalui perwakilan
kelompok masing-masing.
6) Mulai dari komentar/hasil diskusi peserta didik, guru mulai menjelaskan
materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Setelah memahami hasil dari
analisa yang dilakukan siswa, maka guru mulai menjelaskan materi sesuai
tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
7) Guru dan peserta didik menyimpulkan materi sesuai dengan tujuan
pembelajaran
Modifikasi model pembelajaran Example and Non Example :
1) Guru menulis topik pembelajaran
2) Guru menulis tujuan pembelajaran
3) Guru membagi peserta didik dalam kelompok (masing-masing
kelompok beranggotakan 6-7 orang)
4) Guru menempelkan gambar di papan tulis atau menayangkannya
melalui LCD atau OHP
5) Guru meminta kepada masing-masing kelompok untuk membuat
rangkuman tentang macam-macam gambar yang ditunjukkan oleh
guru melalui LCD
6) Guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil
rangkumannya, sementara kelompok lain sebagai penyangga dan
penanya.
7) Peserta didik melakukan diskusi
8) Guru memberikan penguatan pada hasil diskusi.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
27
b. Metode Example and Non Example
Metode example and non example juga merupakan metode yang mengajarkan
pada siswa untuk belajar mengerti dan menganalisis sebuah konsep. Konsep pada
umumnya dipelajari melalui dua cara. Paling banyak konsep yang kita pelajari di
luar sekolah melalui pengamatan dan juga dipelajari melalui definisi konsep itu
sendiri. example and non example adalah taktik yang dapat digunakan untuk
mengajarkan definisi konsep example and non example dianggap perlu dilakukan
karena suatu definisi konsep adalah suatu konsep yang diketahui secara primer
hanya dari segi definisinya daripada dari sifat fisiknya. Dengan memusatkan
perhatian siswa terhadap example and non example diharapkan akan dapat
mendorong siswa untuk menuju pemahaman yang lebih dalam mengenai materi
yang ada.
Guru menyiapkan pengalaman dengan contoh dan non-contoh akan
membantu siswa untuk membangun makna yang kaya dan lebih mendalam dari
sebuah konsep penting telah memberikan kerangka konsep terkait strategi
tindakan, yang menggunakan metode example and non example, sebagai berikut:
a) Menggeneralisasikan pasangan antara contoh dan non-contoh yang
menjelaskan beberapa dari sebagian besar karakter atau atribut dari
konsep baru. Menyajikan itu dalam satu waktu dan meminta siswa untuk
memikirkan perbedaan apa yang terdapat pada dua daftar tersebut. Selama
siswa memikirkan tentang tiap example and non example tersebut,
tanyakanlah pada mereka apa yang membuat kedua daftar itu berbeda.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
28
b) Menyiapkan example and non example tambahan, mengenai konsep yang
lebih spesifik untuk mendorong siswa mengecek hipotesis yang telah
dibuatnya sehingga mampu memahami konsep yang baru.
c) Meminta siswa untuk bekerja berpasangan untuk menggeneralisasikan
konsep example and non example mereka. Setelah itu meminta tiap
pasangan untuk menginformasikan di kelas untuk mendiskusikannya
secara klasikal sehingga tiap siswa dapat memberikan umpan balik.
d) Sebagai bagian penutup, adalah meminta siswa untuk mendeskripsikan
konsep yang telah diperoleh dengan menggunakan karakter yang telah
didapat dari example and non example.
Berdasarkan hal di atas, maka penggunaan metode example and non example
pada prinsipnya adalah upaya untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya
kepada siswa untuk menemukan konsep pelajarannya sendiri melalui kegiatan
mendeskripsikan pemberian contoh dan bukan contoh terhadap materi yang
sedang dipelajari.
c. Ciri-ciri Pembelajaran Example and non Example
Metode example and non example juga merupakan metode yang mengajarkan
pada siswa untuk belajar mengerti dan menganalisis sebuah konsep. Konsep pada
umumnya dipelajari melalui dua cara. Paling banyak konsep yang kita pelajari di
luar sekolah melalui pengamatan dan juga dipelajari melalui definisi konsep itu
sendiri.
Strategi yang diterapkan dari metode ini bertujuan untuk mempersiapkan
siswa secara cepat dengan menggunakan 2 hal yang terdiri dari example
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
29
(memberikan gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang
sedang dibahas, sedangkan) dan non example (memberikan gambaran akan
sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas) dari suatu
definisi konsep yang ada, dan meminta siswa untuk mengklasifikasikan keduanya
sesuai dengan konsep yang ada.
Metode example and non example penting dilakukan karena suatu definisi
konsep adalah suatu konsep yang diketahui secara primer hanya dari segi
definisinya daripada dari sifat fisiknya. Dengan memusatkan perhatian siswa
terhadap example dan non example diharapkan akan dapat mendorong siswa
untuk menuju pemahaman yang lebih dalam mengenai materi yang ada.
d. Kelebihan dan Kekurangan Teknik Example and Non Example
1) Kelebihan Model Pembelajaran Example and Non Example
Menurut Buehl dalam Apriani dkk, (2007:219) mengemukakan
kelebihan metode example and non example antara lain:
a) Siswa berangkat dari satu definisi yang selanjutnya digunakan
untuk memperluas pemahaman konsepnya dengan lebih
mendalam dan lebih kompleks.
b) Siswa terlibat dalam satu proses discovery (penemuan), yang
mendorong mereka untuk membangun konsep secara progresif
melalui pengalaman dari example and non example
c) Siswa diberi sesuatu yang berlawanan untuk mengeksplorasi
karakteristik dari suatu konsep dengan mempertimbangkan
bagian non example yang dimungkinkan masih terdapat beberapa
bagian yang merupakan suatu karakter dari konsep yang telah
dipaparkan pada bagian example.
Kelebihan lainnya dalam model pembelajaran example dan non
example diantaranya :
a) Siswa lebih berfikir kritis dalam menganalisa gambar yang
relevan dengan Kompetensi Dasar (KD).
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
30
b) Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar
yang relevan dengan Kompetensi Dasar (KD).
c) Siswa diberi kesempatan mengemukakan pendapatnya yang
mengenai analisis gambar yang relevan dengan Kompetensi
Dasar (KD).
2) Kekurangan Model Pembelajaran Example and Non Example
a) Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar.
b) Memakan waktu yang lama.
Contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan
kompetensi dasar langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
a) guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan
pembelajaran
b) guru menempelkan gambar dipapan atau ditayangkan melalui OHP
/ LCD
c) guru memberi petunjuk dan member kesempatan pada siswa untuk
memperhatikan / menganalisa gambar
d) melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil dari diskusi
gambar dicatat pada kertas
e) tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
f) mulai dari komentar atau hasil diskusi siswa, guru mulai
menjelaskan materi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
g) kesimpulan.
5. Media Gambar
a. Pengertian Media Gambar
Media merupakan perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada
penerima pesan. Menurut Gerlach dan Ely dalam bukunya Azhar Arshad
(2010:3) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah
manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa
mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap.
Gambar merupakan alat visual yang penting dan mudah di dapat. Penting
sebab dapat memberikan penggambaran visual yang konkrit tentang masalah
yang digambarkannya. Gambar membuat orang dapat menangkap ide atau
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
31
informasi yang terkandung di dalamnya dengan jelas, lebih jelas daripada yang
dapat diungkapkan oleh kata-kata, baik yang ditulis maupun yang diucapkan.
Gambar telah lama digunakan sebagai medium untuk mengajar dan belajar
serta dapat digunakan terus dengan efektif dan mudah. Selain itu gambar
mudah didapat. Orang dapat memperolehnya dalam jumlah besar kalau mau
berusaha.
Namun disini gambar yang bisa digunakan ialah gambar yang tertentu ada
hubungannya dengan pelajaran yang sedang digarap atau masalah yang sedang
dihadapi. Gambar harus dapat merangsang partisipasi peserta supaya ia suka
bicara tentang gambar yang dilihatnya. Sehinga dari sebuah gambar bisa lahir
diskusi yang cerdas dan menarik. Bagi seorang guru merupakan tugas untuk
membuat lingkungan pelajaran
menjadi bertambah luas dengan membawa
gambar peri kehidupan ke dalam kelas, dimulai dengan sesuatu yang
menyangkut lingkungan kemudian bangsa sendiri, sesudah itu bangsa-bangsa
lain.
b. Gambar Mati dan Gambar Diam
Gerlach dan Ely dalam Anitah (2009:7) berpendapat bahwa gambar tidak
hanya bernilai seribu bahasa tetapi juga seribu tahun atau seribu mil. Melalui
gambar, dapat ditunjukkan suatu tempat, orang, dan segala sesuatu dari
daerah yang jauh dari lingkungan peserta didik. Gambar juga dapat
memberikan gambaran tentang kejadian-kejadian yang terjadi di masa lampau
maupun gambaran yang akan terjadi di masa mendatang. Menurut Edgar
Dale, gambar dapat mengalihkan pengalaman belajar dari taraf
belajar
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
32
dengan lambang kata-kata naik ke taraf yang lebih kongkrit atau pengalaman
langsung.
Dalam Munandi (2013: 89) saat memperhatikan suatu gambar, mereka
akan terdorong untuk berbicara lebih banyak berinteraksi baik dengan
gambar-gambar tersebut, maupun dengan sesamanya membuat hubungan
diantara paradoks dan membangun gagasan-gagasan baru.
Dengan gambar diharapkan dapat merangsang peserta didik untuk
berfikir lebih kritis dan kreatif. Karena dengan gambar, peserta didik lebih
mudah dalam memahami suatu peristiwa yang terjadi.Diharapkan dengan
penggunaan gambar sebagai media pembelajaran, peserta didik menjadi lebih
tertarik terhadap pembelajaran sejarah.
c. Syarat-Syarat Pemilihan Gambar
Seperti hal yang dikemukan oleh Hamzah Suleiman Amir (1981) supaya
gambar mencapai tujuan maksimal mungkin sebagai alat visual, gambar itu
harus dipilih menurut syarat-syarat tertentu ialah sebagai beriku:
1) Gambar harus bagus dan jelas, menarik, mudah dimengerti dan cukup
besar untuk dapat meperlihatkan datail.
2) Apa yang tergambar harus cukup penting dan cocok untuk hal yang
sedang dipelajari atau masalah yang sedang dihadapi.
3) Gambar harus benar dan autentik, artinya menggambarkan situasi yang
serupa jika dilihat dalam keadaan sebenarnya.
4) Kesederhanaan penting sekali. Gambar yang rumit sering mengalihkan
perhatian dari hal-hal yang penting. Anak-anak dan orang yang tidak
terpelajar bingung oleh bagian-bagian yang kecil dari sebuah gambar,
akhirnya gagal menemukan arti yang sesungguhnya dari gambar yang
dilihat itu.
5) Gambar harus sesuai dengan kecerdasan orang yang melihatnya.
6) Warna walau tidak mutlak dapat meniingikan nilai sebuah gambar,
menjadikannya lebih realistis dan merangsang untuk melihatnya.
Selain itu warna dapat memperjelas arti dari apa yang digambarkan.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
33
Akan tetapi penggunaaan warna yang salah sering menghasilkan
pengertian yang tidak benar.
d. Kelebihan dan Kelemahan Gambar
Di dalam Anita Lie (2009:8) kelebihan dari gambar adalah, pertama
dapat menerjemahkan ide-ide abstrak ke dalam bentuk yang lebih nyata.
Kedua, banyak gambar yang sudah tersedia di dalam buku-buku. Ketiga,
sangat mudah dipakai karena tidak membutuhkan peralatan. Keempat,
relative tidak mahal.Kelima, dapat dipakai untuk berbagai tingkat pelajaran
dan bidang studi.
Ada kelebihan pasti ada pula kekurangan, kekurangan gambar sebagai
media pembelajaran adalah pertama, kadang-kadang terlampau kecil untuk
ditampilkan di kelas yang besar.Kedua, gambar tidak dapat menunjukkan
gerak.Ketiga, peserta didik tidak selalu mengetahui bagaimana membaca atau
menginterprestasikan gambar.
e. Cara Memperlihatkan Gambar
Selain itu ada beberapa cara untuk memperlihatkan gambar seperti
diterangkan dibawah ini:
1) Kalau gambar itu besar dan direkat pada karton tebal, gambar dapat
disandarkan atau digunting dan diperlihatkan sambil menerangkannya.
2) Kalau gambar itu kecil ada kemungkinan yang duduk dibelakang tidak
dapat melihatnya dengan jelas gambar itu harus diedarkan untuk
memperlihatkan secara bergilir. Tetapi cara ini dapat menyebabkan
keresahan bagi yang menunggu giliran atau bagi yang sudah melihatnya.
3) Kalau ada opaque projector gambar yang kecil dapat diproyeksikan seperti
yang diterangkan pada fasal berikut. Proyeksi gambar menjadi cukup besar
untuk dilihat oleh semua yang hadir bersama-sama dengan jelas.
4) Kalau tidak ada opaque projector kita harus memperbesarkan gambar yang
kecil di papan tulis atau pada selembar kertas pantograph.
5) Setelah pelajaran, penerangan atau penyuluhan selesai, gambar dapat
dipaku atau ditempelkan pada papan tulis atau digantungkan di dinding.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
34
Disitu gambar dapat dipelajari kembali oleh yang ingin mempelajarinya
secara perorangan.
B. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
a. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Secara etimologis dalam Sanjaya (2009:25-26) ada tiga istilah yang
berhubungan dengan penelitian tindakan kelas yaitu penelitian, tindakan dan
kelas. Penelitian merupakan suatu proses pemecahan masalah yang dilakukan
secara sistematis, empiris dan terkontrol. Sistematis berarti semua dilakukan
secara runut sesuai dengan aturan tertentu.Empiris mengandung arti bahwa
penelitian harus berdasarkan data-data tertentu.Sedangkan terkontrol bearti
suatu penelitian harus berdasarkan prosedur kerja yang jelas.Tindakan dapat
diatikan sebagai perlakuan tertentu yang dilakukan oleh guru terhadap peserta
didik.tindakn ini ditujukan untuk memperbaiki kinerja yang dilakukan oleh
guru. Dan kelas menunjukkan pada tempat proses pembelajarn berlangsung.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan PTK adalah suatu proses pengkajian
masalah pembelajaran didalam kelas melalui refleksi diri dalam upaya untuk
memecahkan masalah tersebut dengan caramelakukan berbagai tindakanyang
terencana dalam situasi nyata serta menganalisis setiap pengaruh dan perlakuan
tersebut (Sanjaya, 2009:26).
b. Tujuan dan Manfaat PTK
Tujuan umum dari PTK adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan
kualitas
pembelajaran
serta
membantu
memberdayakan
guru
dalam
memecahkan masalah pembelajaran di sekolah. Adapun tujuan PTK yaitu :
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
35
Menurut Sarwiji Suwandi (2011:16-17) pertama, untuk menanggulangi
masalah dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang dihadapi oleh guru
terutama dalam permasalahan pengajaran dan pengembangan
materi
ajar.Kedua, untuk memberikan pedoman bagi guru dan civitas akademika guna
memperbaiki dan meningkatkan mutu kinerja supaya lebih baik dan
produktif.Ketiga, untuk memasukkan unsur-unsur pembaruan dalam sistem
pembelajaran yang sedang berjalan dan sulit untuk ditembus oleh pembaruan
pada umumnya.dan yang keempat, untuk perbaikan suasana keseluruhan sistem
sekolah.
Sedangkan manfaat PTK yang pertama, guru dapat melakukan inovasi
pembelajaran, sehingga pembelajaran menjadi lebih variatif dan menarik serta
bermanfaat.Kedua, guru dapat mengembangkan kurikulum sesuai dengan
karakteristik
pembelajaran,
situasi,
dan
kondisi
kelas.Ketiga,
untuk
mengembangkan profesionalisme guru, karena dengan PTK guru bisa lebih
berlatih dalam mengembangkan metode pengajaran serta pemahaman atas
materi pembelajaran (Mulyasa, 2010:90).
Dari tujuan dan manfaat PTK maka diharapkan akan memberikan
pembelajaran yang semakin inovatif dan kreatif. PTK yang dilakukan oleh
peneliti memiliki tujuan tersendiri yaitu untuk memberikan pembaharuan
dalam proses belajar mengajar dengan penerapan model kooperatif leraning
tipe example dan non example. Dengan model kooperatif
ini, prestasi
meningkat dan akan dikembangkan menjadi lebih baik. Tujuan yang utama
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
36
dalam penelitian ini dalam penerapan model kooperatif learning yaitu untuk
meningkatkan aspek kogintif, afektif dan psikomotorik.
c. Sifat Penelitian Tindakan Kelas
Apabila disimak kembali uraian di atas dapat dikemukakan sifat-sifat
penelitian tindakan (kelas), yang membedakannya dari penelitian “formal”
lainnya. Sifat-sifat tersebut adalah sebagai berikut :
1) Pada dasarnya PTK merupakan penelitian
yang dirancang dan
dilaksanakan di dalam ruang kelas tertentu. Oleh karena itu PTK bersifat
situasional atau kontekstual. Artinya, apa yang dirancang dan
dilaksanakan di dalam ruang kelas itu hanya berlaku untuk ruang kelas
tersebut dan hasilnya tidak serta merta dapat diberlakukan dalam ruang
kelas yang lain selama tidak ada jaminan bahwa ruang kelas lain tidak
memiliki karakteristik yang sama dengan tempat
dilakukannya
penelitian.
2) PTK bertujuan mencari pemecahan praktis atas permasalahan yang
bersifat lokal dan/atau mencari cara-cara untuk meningkatkan kualitas
suatu sistem dalam ruang kelas tertentu yang juga bersifat lokal. Oleh
karena itu, penelitian tindakan kelas tidak menerapkan metodologi
penelitian
seketat
penelitian
ilmiah
lainnya,
yang
berusaha
mengembangkan atau menemukan teori-teori ilmiah yang bersifat
universal. Sehubungan dengan hal itu, kredibilitas penelitian tindakan
kelas tersebut
ditentukan oleh kemanfaatannya dalam memecahkan
masalah atau meningkatkan kualitas sistem tersebut.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
37
3) PTK terdiri atas siklus-siklus yang masing-masing meliputi perencanaan,
tindakan, pengamatan, dan refleksi. Keempat langkah tersebut akan
berulang dalam setiap siklus dan perpindahan dari satu siklus ke siklus
selanjutnya. Artinya, siklus satu akan menjadi landasan bagi siklus dua,
siklus dua akan menjadi dasar bagi siklus tiga, demikian seterusnya
hingga PTK berakhir.
4) Meskipun dapat dilaksanakan sendiri oleh seorang guru, PTK cenderung
bersifat partisipasif. Paling tidak guru sebagai peneliti akan melibatkan
siswa (sebagai subjek) dalam proses penelitian. Peneliti tidak akan
mampu mengungkap masalah yang timbul berikut penyebabnya secara
akurat tanpa partisipasi aktif dari para siswa tersebut.
5) Karena dalam PTK proses sama pentingnya dengan hasil tindakan, maka
penelitian ini cenderung bersifat kualitatif daripada kuantitatif. Langkahlangkah perencanaan,
tindakan,
pengamatan,
dan refleksi
yang
membentuk satu siklus merupakan keseluruhan proses yang lazimnya
dideskripsikan dengan kata-kata. Apabila kemudian digunakan angkaangka yang merefleksikan prestasi siswa, misalnya, hal itu merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari keseluruahn proses tersebut.
PTK bersifat reflektif. Artinya, kemampuan reflektif peneliti terhadap
proses dan hasil tindakan merupakan bagian penting dalam setiap siklus. Hasil
refleksi
menjadi landasan yang penting bagi pengembangan rencana dan
pengambilan tindakan selanjutnya.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
38
C. Keterkaitan PTK Dalam Model Cooperative Learning tipe Example and
non Example dengan Media Gambar Pada Pembelajaran Sejarah.
Model cooperative learning adalah rangkaian kegiatan belajar yang
dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai
tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Sedangkan Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) adalah suatu pengamatan terhadap kegiatan belajar berupa
sebuah
tindakan
dalam
sebuah
siklus
pembelajaran.
Pembelajaran
cooperative dirasa paling cocok oleh peneliti untuk digunakan sebagai model
pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian tindakan kelas yang bertujuan
untuk meningkatkan prestasi belajar siswa yaitu pada aspek kognitif, afketif
dan psikomotor. Kaitannya dengan media gambar yang digunakan sebagai
sarana proses pembelajaran. Dalam menyampaikan materi ajar memanfaatkan
media gambar sehingga pembelajaran akan menarik dan siswa akan mudah
untuk menerima materi yang diberikan. Oleh karena itu tujuan dengan
menerapkan model kooperatif learning ini dan pengunaan media gambar yang
digunakan dalam PTK ini ditujukan untuk meningkatkan prestasi belajar
yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
D. Kerangka Berpikir
Berdasarkan pengalaman yang diperoleh, siswa kelas XI IPA 1 SMA N 1
Depok Yogyakarta pada keadaan awal masih banyak siswa yang prestasi
belajarnya masih rendah. Dalam hal ini disebabkan karena cara mengajar guru
yang masih terlihat monoton dan guru terlihat jarang menggunakan model
pembelajaran yang kreatif dan inovatif selain itu juga kemampuan guru dalam
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
menyampaikan
materi
pelajaran
sejarah
masih
kurang
atau
39
belum
menggunakan media pembelajaran yang bervariasi sehingga anak lebih tertarik
dan tertantang untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berkenaan dengan
pelajaran sejarah.
Atas
dasar
hal
tersebut
maka
penulis
mencoba
untuk
mengimplementasikan salah satu bentuk model pembelajaran kooperatif
learning tipe example dan non example untuk menyampaikan salah satu materi
pelajaran sejarah di kelas XI IPA 1. Penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah dengan menggunakan PTK yang terdiri dari dua siklus
dimana pada siklus yang pertama dengan mengimplementasikan model
kooperatif learning dan dari prestasi belajar siswa pada siklus pertama masih
terlihat kurang memuaskan meskipun sudah ada peningkatan sehingga terjadi
siklus yang kedua dimana prestasi belajar sejarah dapat lebih ditingkatkan
dengan mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif learning tipe
example dan non example dan media yang dipilih adalah media gambar, media
ini dipilih karena mudah diperoleh serta murah namun dapat melibatkan siswa
untuk berfikir aktif dalam pembelajaran baik secara individual maupun
kelompok.
Dalam upaya meningkatkan prestasi belajar dalam aspek kognitif
(pengetahuan),
afektif (sikap)
dan psikomotor (keterampilan),
media
pembelajaran merupakan stretegi yang digunakan guru dalam proses
pembelajaran. Dalam hal ini media gambar berupa foto yang peniliti gunakan
untuk meningkatkan prestasi belajar itu sendiri. Dengan bentuk pembelajaran
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
40
yang dikemas secara menarik menggunakan media maka dapat diharapkan
dapat meningkatkan prestasi belajar sejarah dan membantu menunjang dalam
proses penanaman nilai-nilai karakter dan kemanusiaan yang sangat banyak
terkandung dalam pelajaran sejarah.
Banyak siswa prestasi
belajarnya masih rendah
Prestasi belajar dari
siklus satu kurang
memuaskan
Terjadi siklus 2
Prestasi belajar sejarah
bisa di implementasikan
dalam model kooperatif
learning
Terjadi siklus 1
Prestasi belajar
sejarah dapat lebih
ditingkatkan dengan
mengimplementasika
n model
pembelajaran
kooperatif example
non example dan
penggunaan media
gambar
Prestasi belajar sejarah
meningkat
Gambar I: Kerangka Berpikir
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
41
E. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan landasan teori dan kerangka berpikir yang telah dijabarkan
diatas, maka hipotesis dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Dengan menerapkan model cooperatif learning tipe example dan non
example dan penggunaan media gambar dapat meningkatkan prestasi
belajar sejarah kelas XI IPA 1 di SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Setting Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan pada kelas XI IPA SMA
Negeri 1 Depok Yogyakarta Negeri 1 Depok, Jl. Babarsari, Depok,
Kab.Sleman 55281. Telp. (0274) 485794 Yogyakarta..
2. Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober
2014.
3. Siklus
Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan 2 siklus.
B. Subjek Penelitian
Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA
Negeri 1 Depok Yogyakarta yang berjumlah 34 siswa (laki-laki 12 siswa dan
perempuan 22 siswa) pada semester 1 tahun pelajaran 2014/2015.
C. Objek Penelitian
Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Prestasi
Belajar
Sejarah
(Aspek
Kognitif,
Afektif,
Psikomotorik)
b. Model Kooperatif Learning Tipe Example and Non Example
c. Media Gambar
42
dan
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
43
D. Desain Penelitian
Desain yang digunakan dalam PTK ini yaitu menggunakan model Kemis dan
Tagart dalam Punaji Setyosari (2010:44). Model ini pada hakikatnya berupa
perangkat-perangkat atau untaian-untaian dengan satu perangkat terdiri dari
empat komponen, yaitu : perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.
Keempat langkah ini di lakukan secara berurutan dan di identifikasi menjadi
sebuah siklus. Dengan mengikuti langkah-langkah secara tepat, peneliti telah
melampaui suatu siklus, karena dilakukan secara berulang-ulang dengan langkah
yang sama, peneliti melakukan siklus-siklus, sehinga kita mengenal siklus 1,
siklus 2, siklus 3 dan seterusnya.
Secara skematis model penelitian tindakan kelas dapat digambarkan seperti
gambar berikut :
Refleksi
Observasi
Siklus I
Perencanaan I
Pelaksanaan
Refleksi
Observasi
Siklus II
Perencanaan II
Pelaksanaan
Gambar II: Model Penelitian Tindakan Kelas Kemmis dan Taggart
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
44
E. Desain Operasional Variabel
1. Variabel - variabel Penelitian
Variabel terikat (Y1) : Prestasi Belajar
Variabel bebas (X1) : Model Pembelajaran Kooperatif
Variabel bebas (X2) : Media gambar
2. Devinisi operasional variabel
a. Prestasi Belajar
Prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai
oleh seseorang. Prestasi belajar merupakan hasil maksimum yang
dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar dalam
bentuk tes dan non tes.
b. Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran Kooperatif merupakan suatu pembelajaran kelompok
dengan jumlah peserta didik 2-5 orang dengan gagasan untuk saling
memotivasi antara anggotanya untuk saling membantu agar tercapainya
suatu tujuan pembelajaran yang maksimal. Dimana guru menetapkan
tugas dan pertanyaan-pertanyaan serta menyediakan bahan-bahan dan
informasi yang dirancang untuk membantu peserta didik menyelesaikan
masalah yang dimaksud.
3. Media Gambar
Menurut Arsyad Azhar ( 2011: 3) mengatakan media berasal dari
bahasa Latin medius yang secara harafiah berarti tengah, perantara atau
pengantar pesan dari pengirim kepada penerima.Media merupakan
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
45
sebuah perantara yang berguna untuk membangun kondisi yang
membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan
maupun sikap. Sedangkan gambar merupakan alat media visual yang
penting dan mudah didapatkan untuk proses pembelajaran. Gambar
membuat peserta dapat menangkap ide ataupun informasi yang
terkandung di dalamnya dengan jelas, lebih jelas daripada yang
diungkapkan oleh kata-kata, baik yang di tulis maupun yang dikatakan.
F. Prosedur Penelitian
Prosedur dalam penelitian hal ini adalah tahapan penelitian , dalam penelitian
tindakan kelas yang menjadi subjek penelitian adalah prestasi sementara model
dan media terkait dengan proses pemblejaran oleh karena itu yang disajikan
sebagai data kuantitatif dan kualitatif data prestasi belajar dalam penelitian ini
tidak membuat laporan data model kooperatif learning karena bukanmenjadi
subjek penelitian dan hal itu nampak dalam RPP dan pelaksanaan (lihat lampiran
5hal 120-146).
Secara operasional penelitian tindakan kelas yang diterapkan dalam
penelitian ini terdiri tiga tahapan yaitu kegiatan pra siklus (observasi kegiatan
guru, observasi kelas dan observasi siswa), siklus satu dan siklus dua jika
diperlukan. Setiap siklus penelitian pada dasarnya sama dan menggunakan
instrumen yang sama, hanya saja tindakan yang dilakukan berbeda. Adapun
kegiatan yang dilakukan pada masing-masing tahapan diuraikan sebagai berikut :
1. Pra siklus
a. Observasi Guru
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Sebelum
mengadakan
penelitian,
peneliti
terlebih
46
dahulu
melakukan kegiatan pra penelitian. Kegiatan tersebut yaitu melakukan
observasi
dengan guru menggunakan lembar pengamatan untuk
mengetahui gambaran proses pembelajaran sejarah (Lihat lampiran 10
11 hal 179, 182 dan 183) di kelas XI IPA1 SMA Negeri 1 Depok
Yogyakarta. Instrumen observasi yang digunakan adalah lembar
observasi terhadap keterampilan guru dalam melaksanakan proses
pembelajaran
serta
kendala
yang
ditemui
oleh
guru
selama
pembelajaran berlangsung. Setelah itu melakukan observasi terhadap
siswa di kelas yang meliputi aktivitas siswa dan observasi sarana
pembelajaran.
b. Observasi Siswa
Instrumen observasi yang digunakan adalah lembar observasi
terhadap perilaku dan sikap siswa selama kegiatan pembelajaran
berlangsung. Lembar observasi terhadap siswa meliputi kegiatan awal
(kesiapan siswa mengikuti pembelajaran), kegiatan inti (sikap siswa
pada saat pembelajaran, aktivitas siswa dan partisipasi siswa), kegiatan
penutup (evaluasi proses pembelajaran, siswa mengerjakan tugas
dengan baik, refleksi alat yang digunakan menggunakan lembar
kuesioner yang dibagikan sebelumnya pada saat peneliti melakukan
observasi pra siklus.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
47
2. Kegiatan Siklus 1
Kegiatan dalam siklus pertama dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan/tatap
muka di kelas. Siklus pertama ini meliputi perencanaan, pelaksanaan/tindakan,
pengamatan, dan refleksi.
a. Perencanaan
Dalam perencanaan tindakan ini kegiatan yang dilakukan adalah dengan
menyusun rancangan pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan penemuan
masalah dan gagasan awal akan dilaksanakan penelitian. Dalam tahap ini peneliti
dapat mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran melalui kerjasama
kolaboratif dengan guru dan observer (peneliti). Peneliti juga bekerja berdasarkan
bimbingan dari dosen pembimbing sehingga kerja peneliti akan lebih tertata.
1) Peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar,
standar kompetensi yang akan disampaikan kepada siswa dan indikator serta
tujuan dari pembelajaran.
2) Peneliti menyusun instrumen pengumpulan data, yang meliputi:
1) Membuat Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran kurikulum 2013
2) Peneliti
menentukan
dan
membuat
media
pembelajaran,
menyiapkan materi dalam bentuk diskusi kelompok
3) Membuat soal-soal untuk diskusi kelompok
4) Membuat lembar obsevasi
5) Membuat lembar penilaian
6) Menyusun kisi-kisi penilaian (kisi-kisi kuisoner, kisi-kisi soal)
7) Membuat Lembar Kerja Siswa (kuisoner, soal-soal)
seperti
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
48
b. Pelaksanaan
Selama proses pembelajaran berlangsung, peneliti mengajar sesuai dengan
rencana perencanaan pembelajaran yang telah siapkan sebelumnya. Tahap
pembelajarannya yaitu :
1) Pertemuan pertama
 Guru mengucapkan salam dan meminta salah satu siswa untuk memipin
doa.
 Guru mengajak peserta didik untuk memulai pelajaran (mempersiapkan
buku tulis dan bahan ajar) lalu menjelaskan tujuan pembelajaran yang
akan akan di capai serta memberikan materi yang menjadi pokok
pembahasan dan juga nilai-nilai yang terkandung dalam materi tersebut
untuk menambah tingkat wawasan dan pemahaman siswa akan materi
secara langsung dan menunjang aspek pengetahuan, sikap dan
keterampilan peserta didik.
 Guru mengajak siswa untuk berdiskusi kelompok dan membagi siswa
membagi 4-5 kelompok yang terdiri dari 6-7 orang siswa untuk
memecahkan permasalahan pada materi pembelajaran masuk dan
berkembangnya penjajahan bangsa barat di Indonesia ( Portugis,
Spanyol, Inggris, Belanda).
 Guru memberikan petunjuk dan soal-soal kepada peserta didik untuk
didiskusikan, setiap kelompok diberikan soal yang berbeda. Hal ini
dilakukan untuk menumbuhkan pengalaman siswa secara langsung dan
menunjang aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam hal
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
49
kerjasama dan tanggung jawab, kepedulian dan keaktifan dalam
bersosial.
c. Pengamatan/observasi
Pada tahap ini dilakukan observasi terhadap pelaksanaan tindakan
proses pembelajaran menggunakan model kooperatif learning dengan
menggunakan metode diskusi kelompok. Aspek yang diperhatikan dalam hal
ini adalah antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran, aktivitas guru,
interaksi antar siswa dalam diskusi kelompok, dan aktivitas siswa.
d. Analisis dan refleksi
Data yang diperoleh pada tahap observasi siklus pertama ini kemudian
dianalisis untuk melihat peningkatan prestasi siswa. Jika hasil dari refleksi
siklus I belum terjadi peningkatan, maka dilanjutkan pada siklus II.
2) Pertemuan kedua
1) Pelaksanaan
Kegiatan yang akan dilakukan pada siklus kedua pada dasarnya sama
dengan siklus pertama, siklus kedua ini merupakan tindak lanjut dari siklus
pertama, yakni sebagai berikut:
a. Peneliti mengajak siswa untuk mengingat materi yang telah dilakukan
pada pertemuan pertama. Kegiatan ini dilakukan untuk memperdalam
pengetahuan siswa mengenai materi pembelajaran.
b. Hasil dari kerja kelompok pada pertemuan pertama kemudian
dipresentasikan, dan kemudian melakukan sesi tanya jawab pada setiap
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
50
kelompok yang maju begitupun dengan kelompok lain menunggu
giliran untuk maju.
c. Setelah itu peneliti mengajak siswa untuk bersama-sama membuat
kesimpulan dan refleksi terhadap materi pelajaran untuk memperkaya
pengalaman belajar siswa.
2) Pengamatan/observasi
Pada tahap pengamatan ini, penelitimelihat hasil dari pelaksanaan proses
pembelajaran. Aspek yang diperhatikan dalam hal ini adalah antusias siswa dalam
mengikuti pembelajaran, interaksi antar siswa dalam diskusi kelompok, dan
aktivitas siswa dalam mengajukan pertanyaan serta menanggapi jawaban teman
dalam presentasi. Dalam pengamatan ini menggunakan lembar observasi.
3) Analisis dan refleksi
Data yang diperoleh pada tahap observasi siklus pertama ini kemudian
dianalisis untuk melihat peningkatan aspek kognitif(fakta, konsep dan nilai),
aspek afektif (individu dan sosial), dan aspek psikomotor (individual dan kolektif)
siswa.
3) Pertemuan ketiga
Pada pertemuan ketiga guru melakukan evaluasi selama 90 menit untuk
mengukur tingkat hasil prestasi yang dicapai pada siklus I. Hasil dari refleksi
siklus 1 belum terjadi peningkatan yang signifikasi, jadi perlu dilaksanakan siklus
2.
3. Kegiatan Siklus 2
1) Pertemuan Pertama
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
51
Kegiatan yang akan dilakukan pada siklus kedua pada dasarnya sama
dengan siklus pertama, siklus kedua ini merupakan tindak lanjut dari siklus
pertama. Dalam penelitiaan ini pelaksanaan siklus pertama belum memenuhi
target atau mendapatkan hasil yang kurang memuaskan, maka dilaksanakan siklus
kedua. Dalam pelaksanaan siklus kedua siswa mampu untuk mencapai target yang
telah ditentukan dalam hal ini adalah peningkatan aspek Pengetahuan (kognitif),
Afektif (Sikap), dan Keterampilan (Psikomotor).
a. Perencanaan
Peneliti menyusun perencanaan pada siklus 2 yang berpatokan pada hasil
refleksi siklus 1, meliputi:
1) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 (Lihat
lampiran 5 hal 18).
2) Peneliti menentukan dan membuat media pembelajaran, seperti menyiapkan
media gambar yang nanti akan di diskusikan kedalam kelompok.
3) Menyiapkan pertanyaan-pertanyaan untuk bahan diskusi kelompok
4) Menyiapkan gambar-gambar pendukung yang terkait dengan materi
pembelajaran.
5) Membuat lembar obsevasi
6) Membuat lembar penilaian
7) Menyusun kisi-kisi penilaian,( kisi-kisi soal)
8) Membuat Lembar Kerja Siswa (soal-soal)
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
52
b. Pelaksanaan
Selama proses pembelajaran berlangsung, peneliti mengajar sesuai dengan
rencana perencanaan pembelajaran yang telah dibuat. Tahap pembelajarannya
yaitu :
a)
Peneliti menanyakan materi selanjutnya dan memberikan motivasi . siswa
mendapatkan penjelasaan tentang proses pelaksanaan teknik diskusi
kelompok
b) Peneliti mendorong peserta didik untuk bertanya hal-hal yang sekiranya
terkait dengan materi yang diajarkan dan menegaskan model pembelajaran
yang akan dilaksanakan dengan model kooperatif learning.
c)
Guru memberikan pengantar singkat, misalnya menjelaskan Perkembangan
Kekuasaan Bangsa Barat Di Indonesia.
d) Guru membagikan satu set bahan/media berisi gambar tokoh-tokoh yang
terkait dengan pemerintahan republik bataaf akan tetapi gambar, foto atau
peta itu tidak ada identitas/keterangannya, sehingga mungkin sedikit
membingungkan peserta didik). Gambar yang digunakan tentunya merupakan
gambar yang relevan berupa gambar tokoh-tokoh penjelajahan samudera
dengan materi yang dibahas sesuai dengan Kompetensi Dasar (lihat lampiran
15 hal 206).
e)
Peneliti mengajak siswa untuk berdiskusi terdiri dari 6 kelompok yang
masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 siswa. Setiap kelompok
mendapatkan tugas melakukan ( eksplorasi) mengumpulkan informasi dan
(mengasosiasi) terkait gambar tersebut melalui diskusi kelompok.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
53
2) Pada pertemuan kedua ini siklus 2 dilanjutkan dengan mengajak peserta
didik untuk membacakan hasil diskusinya di depan kelas dalam rangka
(mengkomunikasikan) hasil karya kelompok. Pada saat kelompok lain
melakukan presentasi, kelompok yang lain dapat bertanya demikian sampai
masing-masing mendapat giliran.
3) Selanjutnya memberikan klarifikasi/kesimpulan materi tentang Republik
Bataaf sebagai gambaran motivasi tokoh-tokoh pada masa pemerintahan
Republik Bataaf di Indonesia.peserta didik melakukan refleksi tentang
pelaksanaa pembelajaran dan pelajaran apa yang diperoleh setelah belajar
tentang topik Masa Pemerintahan Republik Bataaf di Indonesia setelah itu 1
jam selanjutnya digunakan untuk tes dimana siswa diberikakan soal untuk
mengukur kemampuan koginitif, afektif dan psikomotornya melalui model
pembelajaraan kooperatif learning dengan media gambar .
3) Pertemuan ketiga dilanjutkan dengan guru melakukan evaluasi selama 90
menit untuk mengukur tingkat hasil prestasi yang dicapai pada siklus II. Hasil
dari refleksi siklus II menandai berakhirnya siklus 2
G. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini antara lain :
1. Siswa
Subyek yang digunakan dalam penelitian ini merupakan siswa
kelas XI IPA 1, untuk mendapatkan data prestasi siswa dalam proses
belajar mengajar pada mata pelajaran sejarah.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
54
2. Guru
Subjek yang digunakan dalam penelitian ini selain siswa ialah guru
Untuk melihat tingkat keberhasilan implementasi metode pembelajaran
sejarah.
H. Metode Pengumpulan Data
Metode
pengumpulan
data
adalah
cara
mengumpulkan data dalam sebuah penelitian.
yang
digunakan
untuk
Data ini dikumpulkan untuk
melihat tingkat keberhasilan penelitian. Teknik pengumpulan data dalam
penelitian ini adalah :
1. Kuesioner
Peneliti memberikan beberapa kuisoner yang diisi oleh siswa.
dimana kuisoner tersebut berisi tentang model pembelejaran media
pembelajaran dan instrumen pembelajaran yang bagaimana yang paling
diminati siswa agar dapat meningkat prestasi belajar siswa. Dari kuesoner
inilah peneliti menentukan model pembelajaran dan media gambar yang
dirasa cocok untuk digunakan guna meningkatkan presatsi belajar sejarah.
2. Observasi/ Pengamatan
Observasi
yang dilakukan dalam penelitian adalah dengan
mengadakan pengamatan dan
mencatat secara langsung hal-hal yang
diperlukan guna memperoleh data tentang partisipasi siswa, aktivitas
siswa, aktivitas guru dalam proses pembelajaran. Termasuk juga
pengamatan secara cermat pelaksanaan skenario pembelajaran dari waktu
ke waktu dan dampaknya terhadap proses dan hasil belajar siswa.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
55
3. Tes
Tes merupakan salah satu yang digunakan guru guna mendapatkan
data tentang peningkatan prestasi siswa pada siklus I dan siklus II. Tes
hasil belajar ini digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa
selama menempuh proses pembelajaran. Hasil tes belajar ini dijadikan
tolak ukur untuk mengetahui perbedaan antara kondisi awal sebelum
penelitian dengan sesudah dilakukan penelitian yang tercermin dalam dua
siklus, dengan menggunakan soal pilihan ganda yang terpilah menjadi 3
tingkatan yaitu kognitif, afektif dan psikomotor.
4. Dokumentasi
Dokumentasi berupa pengumpulan data seluruh aktivitas penelitian
berupa foto-foto saat penelitian.
I. Instrumen Pengumpulan Data
1. Jenis Instrumen
a. Observasi
Observasi dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi
untuk mengukur tingkat aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar
pelajaran sejarah.
b. Tes
Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ialah dengan
menggunakan tes butir soal berupa pilihan ganda untuk mengukur
hasil belajar siswa.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
56
c. Kuesioner
Menggunakan lembar kuesioner untuk mengetahui aspek sikap
siswa dalam mengikuti pelajaran sejarah yang akan mempengaruhi
hasil belajar siswa.
2. Validitas Instrumen
Dalam Suharsimi Arikunto (2003:67) berpendapa bahwa untuk
melihat instrumen yang akan digunakan dalam penelitian valid atau tidak
harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu supaya dalam pelaksanaannya
instrumen tersebut benar-benar valid. Hal tersebut dilakukan karena harus ada
kesesuaian antara alat ukur dengan apa yang akan diukur. Pada penelitian ini
validitas alat ukur tes menggunakan adverjustment (lihat lampiran 7 hal 135)
dan validitas butir soal Sebuah tes dikatakan memiliki validitas isi apabila
mengukur tujuan khusus tertentu yang sejajar dengan materi atau isi pelajaran
yang diberikan.
Menurut Harsimi Arikunto (1989: 136) tingkat validitas masing-masing
item diuji dengan menggunakan rumus korelasi product moment yaitu
sebagai berikut :
rxy =
Keterangan :
Rxy = koefien korelasi antara variable X dan variable Y, dua variabel yang
dikorelasikan.
= banyaknya subyek
= jumlah skor item
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
57
= jumlah skor total
= jumlah perkalian X dan Y
= kuadrat dari X
= kuadrat dari X
Sedangkan Untuk mengetahui taraf signifikansi validitas instrumen
maka dilakukan uji t dengan rumus menurut Nana Sudjana (1990: 146)
t=
Keterangan:
t = taraf signifikan
r = korelasi skor item dengan skor total
n = jumlah butir item
Dalam hal ini validitas yang juga digunakan adalah validitas adverjustment
dimana tingkat validitas soal yang rasional diteliti oleh orang yang ahli dan
berkompeten melalui expert judgement (para ahli). Dalam penelitian ini penelita
meminta bantuan kepada 3 orang yang yang dianggap ahli yaitu Bapak Hendra
Kurniawan, M.Pd. selaku dosen pendidikan sejarah untuk meneliti materi soa
yang akan dibagikan pada peserta didik sedangkan Ibu Mega Bayu Murti, S.Psi.,
merupakan isi soal, serta meminta pertimbangan dosen pembimbing yaitu Bapak
Drs. Sutarjo Adisusilo, S. Th.,M.Pd.
Berdasarkan hasil uji validitas butir soal siklus I, diperoleh hasil dari 40
soal pilihan ganda yang dinyatakan valid terdapat 35 soal yaitu soal nomor 130,32,33,38,39,40...dengan taraf signifikansi 0,995. Dan ada sebanyak 5 soal
dinyatakan tidak valid atau gugur yaitu soal nomor 31,34, 35, 36, 37. Sedangkan
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
58
untuk hasil uji validitas siklus II, diperoleh hasil dari 40 soal pilihan ganda yang
dinyatakan valid terdapat 36 soal yaitu soal nomor 1-6,8,9,11-20,23,24,26-40
dengan taraf signifikansi 0,90. Dan ada sebanyak 4 soal dinyatakan tidak valid
atau gugur yaitu soal nomor 7,10,22,25.
Berdasarkan hasil uji validitas menggunakan adverjustment, setiap item
dalam kuesioner soal tes 1 pada aspek kognitif, afektif dari 50 item yang
disiapkan untuk penelitian terdapat 48 item yang dinyatakan valid. Dan ada
sebanyak 2 item dinyatakan tidak valid atau gugur yaitu nomor 10, 11.
Sedangkan untuk hasil uji validitas, setiap item dalam soal-soal 2 dari 50 item
yang disiapkan untuk penelitian terdapat 50 item yang dinyatakan valid.
Selanjutnya peneliti mengganti soal-soal 1 dan 2 yang dianggap gugur yaitu
pada no 10 dan 11 dan diujikan tingkat validitasnya kepada Bapak Hendra
Kurniawan, M.Pd. selaku dosen pendidikan sejarah serta kepada Ibu Mega
Bayu, S. Psi., selaku bidang psikologi.
3. Reliabilitas
Reliabilitas adalah suatu instrumen yang cukup dapat dipercaya untuk
digunakan sebagai alat pengumpulan data, karena istrumen tersebut sudah
baik. Istrumen yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya.
Reliabilitas ini juga digunakan untuk mengukur instrumen kuesioner untuk
mengetahui taraf konsistensi hasil pengukurannya dalam hal ketepatan dan
ketelitiannya. Menurut Suharsimi Arikunto (2003:109), untuk menguji
reliabilitas instrumen, akan diuji menggunakan rumus Belah Dua Spearman
Bown :
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
59
Reliabilitas soal tes menggunakan rumus Spearman-Brown:
2r 1
r11 
2
1
1 r

1
2
2
1
2

Keterangan :
r 1 1 = Korelasi antara skor-skor setiap belahan
2 2
r11 = Koefisien reliabilitas yang sudah disesuaikan
Sedangkan untuk mengetahui taraf signifikansi reliabilitas instrumen
menurut Nana Sudjana (1990:149) maka dilakukan uji t dengan rumus :
t=
Keterangan:
t = taraf signifikan
r = korelasi skor item dengan skor total
n = jumlah butir item
Hasil penghitungan reliabilitas instrument soal tes didapatkan hasil
0,883 dengan taraf signifikansi sebesar 0,995. Ini berarti bahwa instrumen
tersebut sudah baik dan dapat dipercaya sehingga layak untuk digunakan.
J. Analisis dan Penyajian Data
Analisis data dalam PTK adalah suatu kegiatan mencermati atau menelaah,
menguraikan dan mengkaitkan setiap informasi yang terkait dengan kondisi awal,
proses belajar dan hasil pembelajaran untuk memperoleh kesimpulan tentang
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
60
keberhasilan tindakan perbaikan pembelajaran sehingga laporan yang dihasilkan
mudah dipahami.
Dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), ada dua jenis data yang
dapat dikumpulkan oleh peneliti, yaitu :
1. Data Kuantitatif
Data ini digunakan untuk mengetahui aspek pengetahuan, sikap dan
keterampilan siswa yang akan dianalisis menggunakan teknik perhitungan
statistik karena data penelitian berupa angka-angka.
a. Aspek kognitif (pengetahuan)
Dalam penelitian ini, aspek Kognitif (pengetahuan) diperoleh dari hasil
sebuah tes dengan berbobot 70% sedangkan pengamatan dengan berbobot
30% dari keseluruhan nilai, yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan
keterampilan.
Aspek kognitif di ukur dengan instrumen tes. Instrumen tes dalam
penelitian ini berbentuk pilihan ganda untuk mengukur aspek kognitif. Dari
hasil tes tersebut maka diperoleh skor, dan skor tersebut akan di ubah
menjadi nilai dengan berdasarkan Patokan Acuan Penilaian (PAP) dengan
skala 1 – 100 yang terinci sebagai berikut :
Tabel 1 : Kriteria penentuan hasil belajar berdasarkan PAP
Tingkat Penguasaan
Rentang Skor
Nilai Angka
46-50
96,6 - 100
Kompetensi
95%-100%
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
90%-94%
41-45
90 - 93,3
85%-89%
36-40
86,7
80%-84%
31-35
80 - 83,3
65%-79%
26-30
66,7 - 76,7
60%-64%
21-25
60 - 63,3
55%-59%
16-20
56,7
50%-54%
11-15
50 - 53,3
45%-49%
6-10
46,6
0%-44%
0-5
0 - 43,3
 Kognitif
a. Skor Kognitif (fakta)
N= Skor yang diperoleh
x 100
Jumlah Siswa
b. Skor Kognitif (Konsep)
N= skor yang diperoleh x 10
c. Skor Kognitif (Nilai)
N= skor yang diperoleh x 10
61
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
62
b. Aspek Afektif (Sikap)
Aspek afektif diukur dengan dua cara pertama dengan cara
pengamatan aktivitas siswa siklus 1 dan 2 diukur dengan menggunakan
skala Likert. kedua dengan tes pilihan ganda yang di ukur menggunakan
kuesioner pernyataan positif dan negatif dengan ketentuan sebagai
berikut :
Tabel 2a. Kriteria pengamatan sikap kolektif siswa di kelas siklus 1 dan 2
No
Na
ma
Mengem
ukakan
pendapat
Menjawab mendeng
pertanyaa arkan
n dalam
presentasi
Keaktifan
dalam
kelompok
Bertanya
Jml
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1
2
Kriteria penilaian menggunakan skala Likert 1-5, dengan kriteria :
Skor 1 : Pasif, tidak mengemukakan ide, tidak kooperatif, hasil jawaban
kurang baik
Skor 2 : Pasif, tidak mengemukakan ide, tidak kooperatif, hasil jawaban baik
Skor 3 : Pasif, tidak mengemukakan ide, kooperatif, hasil jawaban baik
Skor 4 : Aktif, mengemukakan ide, kooperatif, hasil jawaban baik
Skor 5: Sangat akitif, mengemukakan ide, sangat kooperatif, hasil jawaban
yang baik
Skor maksimal = 25
N= (skor perolehan : skor maksimal) x 100
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
63
2b. Instrumen pengamatan sikap individu skor pernyataan positif dan
negatif
Pernyataan positif
Kategori
Skor
Sangat Setuju (SS)
5
Setuju (S)
4
Ragu-ragu (R)
3
Tidak Setuju (TS)
2
Sangat Tidak Setuju (STS)
1
Pernyataan Negatif
Kategori
Skor
Sangat Setuju (SS)
1
Setuju (S)
2
Ragu-ragu (R)
3
Tidak Setuju (TS)
4
Sangat Tidak Setuju (STS)
5
c. Aspek Psikomotorik (keterampilan)
Aspek keterampilan dikur dengan menggunakan dua cara, yang
pertama psikomotor individual berupa penugasan portofolio dan aspek
psikomotor kolektif berupa penugasan kelompok dengan ketentuan
sebagai berikut :
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
64
Tabel 3a. Instrumen Penilaian Aspek Keterampilan Individu
No
1.
2.
Nama
Sistematik
a Penulis
Sesuai
EYD
Ada
Masalah
Jalan
pikiran
logis
Mampu
menjawab
masalah
20
20
20
20
20
Jml
AH
AU
Tabel 3b. Instrumen Penilaian Aspek Keterampilan Kolektif
No
1.
2.
Nama
Ada Skala
Ada arah
mata
angin
Ada
keteran
gan
Menunjukkan rute
perjalanan dengan
jelas
25
25
25
25
Jml
AH
AU
2. Data Kualitatif
Data kualitatif dalam penelitian ini digunakan untuk memaknai tingkat
kategori aspek pengetahuan (fakta, konsep dan nilai), aspek sikap
(individual dan aspek sikap sosial) dan aspek keterampilan (individual dan
kolektif) siswa dalam mengikuti pembelajaran sejarah. Kategori data
penelitian ini terdiri dari 5 peringkat yaitu :
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
65
Tabel 4 : Tingkat kategori penilaian
Tingkat kategori
Keterangan
Kategori I
Sangat Tinggi
Kategori II
Tinggi
Kategori III
Cukup
Kategori IV
Rendah
Kategori V
Sangat Rendah
3. Komparatif
Analisis komparatif digunakan untuk menganalisis variabel-variabel
yang akan diteliti yaitu aspek pengetahuan (fakta, konsep, nilai) aspek
sikap (sikap individual dan aspek sikap sosial siswa) serta aspek
keterampilan (individual dan kolektif). Analisis ini dilakukan dengan cara
membandingkan persentase data aspek pengetahuan (fakta,konsep, nilai) ,
aspek sikap individual dan aspek afektif sosial siswa dan aspek
keterampilan (individual dan kolektif) pada keadaan awal dengan data
yang diperoleh setelah dilakukan tindakan penelitian yaitu siklus 1 dan 2.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Keadaan Awal
Sebelum pembelajaran dengan menggunakan media gambar dilaksanakan
pada kelas XI IPA 1 SMA Negeri I Depok Yogyakarta, peneliti melakukan
observasi, di kelas XI IPA 1 untuk mengetahui keaadaan awal pembelajaran
sejarah yang di alami di dalam kelas. Berdasarkan hasil wawancara,observasi,
didapatkan data sebagai berikut:
a. Wawancara dengan guru mata pelajaran Sejarah
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran sejarah
kelas XI IPA SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta tersebut dapat ditarik
kesimpulan bahwa pembelajaran yang diterapkan oleh guru sudah cukup
baik, ini dibuktikan dengan guru sudah menggunakan metode pembelajaran
seperti ceramah, diskusi kelompok, presentasi dan tanya jawab namun lebih
lanjut, guru mengungkapkan bahwa masalah yang dihadapi beliau adalah
pada keterbatasan beliau dalam merangkai serta menerapkan model dan
media pembelajaran selain media buku pelajaran dan Lembar Kerja Siswa
(LKS) dari salah satu penerbit. Model pembelajaran masih sangat kurang di
lakukan oleh guru dan hanya terfokus pada metode pembelajaran saja.
Selain itu penerapan model pembelajaran yang digunakan seharusnya sangat
penting untuk dilakukan untuk kegiatan proses belajar mengajar agar tidak
66
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
67
terlihat monoton dan siswa terlihat bosan namun guru jarang menggunakan
beberapa model pembelajaran untuk mengajar, padahal model-model
pembelajaran sekarang sangat bervariatif. Selain itu penerapan media
pembelajaran yang sudah tersedia di sekolah jarang digunakan oleh guru
walaupun sudah tersedia viewer dalam setiap kelas dengan alasan bahwa
menggunakan media itu repot dan memerlukan persiapan di tambah lagi
dengan waktu pembelajaran sejarah di kelas hanya singkat. Hal ini membuat
beliau untuk akhirnya tidak menggunakan media pembelajaran selain buku
pelajaran sejarah dan LKS yang lebih mudah.Selain itu untuk data prestasi
belajar siswa masih sangat kurang, dilihat dari hasil prestasi belajar siswa di
kelas yang belum mampu mencapai nilai rata-rata yaitu hanya 55% dari
keseluruhan siswa. Data Prestasi Belajar Kognitif dapat dilihat pada tabel
berikut ini :
Tabel 5: Data prestasi belajar sebelum menggunakan Model
Cooperative Learning dan Media Gambar
No
Nama
L/P
KKM
Nilai
Kognitif
1
AFIFAH HANINDIA
p
75
2
AMADEASALLIE ULIMAS
p
75
3
AMALIDYA MUTIARA KARTIKA
p
75
4
ANAK AGUNG GEDE KRISHNA W
L
80
5
ASTARI MELINA AVINDA W
p
70
6
DIAN NUR PRATAMA PURWANTO
L
70
7
DYAH AYU PUSPITASARI
p
65
8
EVITA KESUMANINGTYAS
p
70
9
FRANSISCA AYU PRIMASARI
p
65
10
GOLDARISKI PARHUSIP
L
80
11
I DEWA AYU MANDASARI
p
70
12
IBANES ROSESYA CINJANA
p
70
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
13
ISNI AZIZATU LATIFAH
p
14
KRISTIAWAN FEBRIANTO
L
68
60
80
75
15
LEONARDO SEPTA VLAVIAN N
L
75
16
M. IKHSAN AL GHAZI
L
65
17
MIFTAKHUL FAIZ P
L
70
18
MUHAMMAD AZIZ NASHIRUDDIN
L
80
19
MUHAMMAD FARRAS RIZKI
L
70
20
MUTIA KUMALASARI
p
65
21
NATASHA AMELIA RIGITHA A
p
70
22
PRAZENDY ZULMI ARIFIN
L
80
23
PUTRI RAHMAWATI
p
80
24
PUTU DEANITA I DESTA S
p
75
25
R. MUHAMMAD BATHARA P
L
70
26
RATRI SEKAR WENING
p
85
27
SAFIRRA HASNA WIGATI
p
80
28
SHIFA AURELIA
p
80
29
SHIFAUL KHUSNA
p
75
30
TERESA WIDI WERDININGSIH
p
80
31
THERESA FIGA ANINDITA
p
80
32
YEVI WAN AZIZAH MUQODDAM
p
70
33
YOHANA PRIMADEWI Y
p
85
34
YOHANES GILANG FAJAR c
L
75
TOTAL
2515
NILAI TERENDAH
60
NILAI TERTINGGI
85
RATA-RATA
73,9
Berdasarkan tabel 5, dapat dilihat nilai rata-rata dengan skor dibawah
nilai rata-rata siswa mata pelajaran sejarah masih rendah. Hal itu terbukti
masih banyak nilai siswa yang berada dibawah nilai rata. Dari 34 siswa
yang mendapat nilai kognitif hanya 19 siswa yang diatas nilai rata-rata dan
15 siswa yang dibawah nilai rata-rata berdasarkan nilai rata-rata sebesar
73,9%. Nilai tertinggi yaitu 85 dan nilai terendah yaitu 60. Hal itu
menunjukkan perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan prestasi hasil
belajar siswa.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
69
Untuk itu data rata-rata nilai prestasi belajar siswa yang di dapat dari
guru mata pelajaran sejarah meliputi aspek pengetahuan dapat dilihat dalam
tabel 5a berikut ini:
Tabel 5a: Khusus Prestasi Belajar Kognitif
Prestasi Belajar
Nilai rata-rata kelas
Keadaan awal
Kognitif
73,9
Dari data yang diperoleh dari tabel 5a, maka dapat digambarkan dengan
diagram sebagai berikut :
Gambar III : Grafik nilai Rata-rata Kognitif Keadaan Awal
b. Observasi aktivitas guru dikelas
Observasi pada keadaan awal dikelas XI IPA 1 dilakukan untuk
melihat aktivitas guru dan siswa di kelas selama kegiatan belajar mengajar
(lihat lampiran 9 hal 179), dapat diketahui tentang hasil observasi aktivitas
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
70
guru di kelas dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, dari hasil
tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa aktivitas guru dalam melaksanakan
kegiatan belajar mengajar sudah cukup baik, guru sudah melaksanakan
pembelajaran dengan cukup baik mulai dari membuka pelajaran dengan
doa, mengabsen, bertanya kepada siswa serta menjelaskan awal materi
pembelajaran secara runtun hingga akhir pembelajaran, guru menguasai
keadaan kelas meskipun tetap ada beberapa siswa yang ribut dan sibuk
sendiri dengan bermain laptop dan HP tanpa memperhatikan guru yang
sedang menjelaskan materi pembelajaran.
c. Observasi aktivitas siswa dikelas
Observasi aktivitas siswa di kelas untuk mengetahui keadaan awal
belajar siswa di SMA Negeri I Depok Yogyakarta khususnya kelas XI IPA.
Dapat diketahui tentang hasil observasi aktivitas siswa selama proses
pembelajaran berlangsung, dari tabel tersebut (dapat dilihat lampiran 11
pada halaman 183) dapat ditarik kesimpulan bahwa siswa sudah siap
mengikuti pembelajaran, siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran dan
aktif bertanya kepada guru dan mencatat hal-hal penting dan terlibat dalam
menarik kesimpulan dalam pembelajaran
d. Hasil nilai akhir keadaan awal siswa kelas XI IPA
Hasil akhir ini merupakan hasil prestasi belajar kondisi awal diperoleh
dari hasil penilaian kognitif dari guru mata pelajaran sejarah. Hasil prestasi
belajar siswa pada keadaan awal yang mencapai nilai rata-rata dapat dilihat
pada tabel 5 diatas.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
71
2. Siklus I
a. Perencanaan
Tahap perencanaan yang dilakukan oleh peneliti meliputi permintaan ijin
kepada pihak sekolah untuk melaksanakan penelitian di SMA Negeri 1 Depok.
Setelah kepala sekolah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitiaa,
peneliti menemui guru mata pelajaran sejarah untuk berdiskusi menentukan
waktu untuk pengumpulan data awal dengan wawancara, observasi dan
dokumentasi data nilai.
Peneliti
menyiapkan
instrumen-instrumen
yang
dibutuhkan
saat
melakukan penelitian seperti pembuatan silabus, RPP (Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran), lembar pengamatan, pertanyaan diskusi, materi pengajaran, dan
soal tes/ulangan. Bertemu dengan guru mata pelajaran membahas mengenai
materi yang akan disampaikan saat melakukan penelitian yaitu :
Kompetensi Inti
:
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun,
responsif, dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis
pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
72
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta
mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar : 3.2 Menganalisis proses masuk dan perkembangan
penjajahan bangsa Barat ( Portugis, Belanda dan
Inggris ) di Indonesia.
b. Tindakan
Pada tahap pelaksanaan ini, mulai dilakukan kegiatan belajar mengajar di
dalam kelas. Pelaksanaan siklus 1 ini terbagi ke dalam 3 pertemuan, yaitu:
Pertemuan pertama ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 Agustus 2014
pukul 07.00-08.30. Pada pertemuan ini peneliti melanjutkan materi dari guru mata
pelajaran dengan menyampaikan materi atau konsep awal dalam materi. Sebelum
pada kegiatan inti siswa diajak untuk berfikir kritis dengan tanya jawab terkait
dengan materi kolonialisme dan imperialisme yang kemudian siswa diajak untuk
masuk ke dalam materi dengan tema Era Penjelajahan Samudera dan Pengaruhnya
bagi Indonesia, setelah guru selesai menyampaikan beberapa materi untuk
disimak dan diperhatikan, kemudian guru memberikan tugas untuk di diskusikan
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
73
kedalam kelompok dan siswa dibagi ke dalam 6 kelompok. Masing-masing
kelompok terdiri dari 4 -5 orang siswa. Selama proses diskusi kelompok guru
mengamati dan memberikan arahan bagi setiap kelompok yang belum jelas.
Kemudian guru meminta kepada setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil
diskusi kelompok di depan kelas. Karena waktu tidak cukup guru melanjutkan
presentasi pada pertemuan selanjutnya dan pada kegiatan penutup guru
memberikan refleksi dan kesimpulan pada pembelajaran yang telah disampaikan
dan memberikan penugasan.
Pertemuan kedua ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 Agustus 2014 pukul
07.30 09.00. Pada pertemuan ini siswa diminta untuk melanjutkan presentasi dan
tanya jawab di depan kelas. Kemudian di akhir pelajaran siswa dan guru bersamasama melakukan refleksi.
Pertemuan ketiga ini dilakukan evaluasi pada hari Sabtu, 6 September yang
terdiri dari 40 soal pilihan Ganda.
c. Observasi
Aktivitas di dalam kegiatan inti pembelajaran di pertemuan pertama diawali
dengan membentuk kelompok yang dibimbing oleh guru kemudian memberikan
penjelasan singkat mengenai langkah-langkah kegiatan pembelajaran. Setelah
kelompok terbentuk guru memberikan tugas dengan memberikan pertanyaan yang
akan didiskusikan kedalam kelompok setiap pertanyaan dalam kelompok berbedabeda dan diharapkan dalam setiap kelompok siswa mampu untuk menyimak,
berkontribusi, dan aktif untuk didiskusikan bersama.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
74
Kegiatan observasi pada pertemuan pertama dan kedua dilakukan selain
untuk mengamati aktivitas pembelajaran guru dan siswa di kelas juga dilakukan
pengamatan untuk mengisi Rubrik Afektif (sosial) yaitu aktivitas siswa di dalam
kelas yang bertujuan untuk melengkapi hasil nilai akhir di akhir pertemuan kedua
selain nilai evaluasi yang merupakan penilaian kognitif siswa. Peneliti dibantu
oleh dua orang teman sejawat untuk pengisian Rubrik Penilaian afektif berupa
aktivitas siswa. Rubrik Penilaian Afektif diisi pada saat siswa melakukan aktivitas
pembelajaran dan diskusi kelompok sedangkan Rubrik Penilaian Psikomotorik
diisi pada saat siswa mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas.
Pada akhir pertemuan kedua, guru membahas secara singkat materi pada
pertemuan sebelumnya. Kemudian pada pertemuan ketiga guru memberikan soal
evaluasi yang berjumlah 50 soal pilihan ganda yang terdiri 40 soal berupa kognitif
dan 10 berupa afektif untuk dikerjakan siswa dengan tujuan mendapatkan hasil
penilaian kognitif dan afektif (individu). Berdasarkan paparan hasil observasi,
peneliti menyimpulkan bahwa secara keseluruhan PBM Sejarah di kelas XI IPA 1
selama tindakan sudah berlangsung sesuai dengan RPP yang telah disusun
peneliti.
d. Refleksi
Pelaksanaan pertemuan pertama dan kedua dalam siklus I sudah sesuai
dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat peneliti. Aktivitas
pembelajaran pada pertemuan pertama adalah diskusi kelompok dengan
menggunakan model kooperatif dengan metode diskusi kelompok kemudian
mempresentasikannya di depan kelas. Setelah kegiatan diskusi kelompok pada
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
75
pertemuan kedua (30 Agustus 2014) siswa kembali dalam kelompok melanjutkan
presentasi dan membahas hingga tuntas materi tersebut sampai siswa paham.
Setelah aktivitas inti dalam kegiatan pembelajaran kedua selesai, guru
mengulang materi pada pertemuan pertama. Siswa mendapat kesempatan untuk
bertanya jika ada materi yang mereka belum paham serta memberikan refleksi,
peneguhan dan penguatan kepada peserta didik.
Pada pertemuan ketiga guru memberikan evaluasi kepada peserta didik
untuk mengetahui hasil prestasi belajar sejarah. Pelaksanaan PBM pada
pertemuan pertama, kedua dan ketiga pun berlangsung sesuai dengan RPP.
e. Hasil Penelitian
Hasil dari kualitas proses pembelajaran pada penelitian ini adalah
peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah. Prestasi belajar
siswa diperoleh dari penilaian pengetahuan, sikap dan keterampilan. Penilaian
pengetahuan diperoleh dari hasil tes pilihan ganda. Penilaian sikap diperoleh
dengan hasil siswa menyelesaikan soal evaluasi berupa pilihan ganda dan
pengamatan diperoleh dari hasil checklist aktivitas siswa saat presentasi
kelompok. Penilaian keterampilan diperoleh dari penugasan portofolio berupa cek
list penilaian belajar siswa. Penilaian sikap dan keterampilan siswa berdasarkan
rubrik penilaian sikap dan keterampilan yang telah dibuat oleh peneliti. Nilai ratarata mata pelajaran Sejarah yang telah ditentukan adalah 74,8 sehingga
peningkatan prestasi belajar siswa dapat dilihat dari jumlah siswa yang mencapai
nilai rata-rata atau lebih dari nilai rata-rata. Hasil pelaksanaan Model Kooperatif
berdasarkan pelaksanaan siklus I siswa yang bertanya 8 siswa dengan presentase
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
76
23,5%, yang menjawab pertanyaan 10 siswa dengan presentase 29%, yang
mengungkapkan pendapat pribadi 4 siswa dengan presentase 1,17%, yang
memberikan komentar 12 siswa dengan presentase 35,2% , yang aktif dalam
kelompok saat presentasi 17 siswa dengan presentase 50%.Hasil nilai siswa
selama proses pembelajaran dapat dilihat pada tabel 6 berikut ini:
Tabel 6 : Data Hasil Penilaian Kognitif, Afektif, Psikomotorik Siklus 1
Pengetahuan
No Nama L/P KKM Fakta Konsep Nilai
1
AH
p
70
60
80
2
AU
p
65
50
80
3
AMK
p
65
60
70
4
AAGK
L
75
50
70
5
AMA
p
65
60
80
6
DNP
L
70
60
80
7
DAP
p
75
50
80
8
EK
p
75
50
90
9
FAP
p
70
60
70
10
GP
L
80
60
80
11
IDAM
p
75
50
70
12
IRC
p
75
50
90
13
IAL
p
75
60
70
14
KF
L
70
50
80
75
15
LSV
L
80
50
80
16
MIAG
L
60
50
80
17
MF
L
65
40
80
18
MAN
L
70
50
90
19
MFR
L
75
50
70
20
MK
p
75
50
90
21
NAR
p
75
50
80
22
PZA
L
85
60
80
23
PR
p
75
70
80
24
PDID
p
80
60
70
25
RMB
L
65
60
70
26
RSW
p
80
70
80
27
SHW
p
75
70
60
28
SA
p
70
60
90
Sikap
Individu Sosial
82
76
78
76
82
76
84
88
76
84
84
72
78
84
78
72
72
72
80
88
80
76
84
74
76
74
84
88
74
80
80
76
80
76
84
76
84
74
90
76
80
74
74
74
80
88
86
64
72
74
86
88
78
80
70
80
Keterampilan
Individu Kolektif
77
86
90
79
86
85
88
78
75
85
78
84
81
69
75
78
77
90
74
75
77
90
64
69
68
80
77
85
80
80
81
75
81
68
84
80
73
76
75
81
87
80
83
76
76
84
74
81
75
81
68
84
80
73
80
80
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
29
SK
p
30
TWW
p
31
TFA
p
32
YWA
p
33
YPY
p
34
YGF
L
TOTAL
NILAI TERENDAH
NILAI TERTINGGI
RATA-RATA
70
75
80
65
75
80
2410
60
85
70,9
60
70
60
60
60
50
1900
40
70
55,9
80
80
90
80
80
80
2680
70
90
79
74
78
80
78
78
76
2700
70
90
79,4
77
80
88
88
76
76
76
91
77
81
77
72
69
80
83
85
81
75
81
2664
64
88
78,3
2687
64
91
79
2681
68
87
78,8
Dari data yang diperoleh data rata-rata nilai prestasi belajar siswa yang
meliputi aspek pengetahuian dapat dilihat dalam tabel 6a berikut ini:
Tabel 6a: Data Rata-rata Pengetahuan, Sikap, Keterampilan siklus 1
Prestasi Belajar
Pengetahuan
Sikap
Keterampilan
Nilai rata-rata kelas
Siklus 1
68,6
78,8
78,9
Berdasarkan tabel diatas maka grafik khusus nilai rata-rata kelas pada
aspek Pengetahuan,Sikap, dan Keterampilan dapat digambarkan berikut ini:
Gambar IV: Grafik Rata-rata nilai Kognitif, Afektif dan
Psikomotorik siklus 1
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
78
1) Nilai Prestasi Belajar Siklus 1
Nilai kondisi akhir pada siklus I yang merupakan hasil prestasi
belajar siswa siklus 1 diperoleh dari hasil penggabungan penilaian kognitif
(fakta,konsep, dan nilai), afektif (individual, dan sosial) serta psikomotor
(individual dan kolektif) Hasil prestasi siswa pada siklus I yang mencapai
nilai rata-rata dapat dilihat pada tabel 6b berikut ini:
Tabel 6b : Hasil Akhir Siklus I
No
Nama
L/P
Nilai
ratarata
Nilai
Akhir
1
AFIFAH HANINDIA
p
75
2
AMADEASALLIE ULIMAS
p
73,5
3
AMALIDYA MUTIARA KARTIKA
p
74,8
4
ANAK AGUNG GEDE KRISHNA W
L
74,4
5
ASTARI MELINA AVINDA W
p
76
6
DIAN NUR PRATAMA PURWANTO
L
74,1
7
DYAH AYU PUSPITASARI
p
77
8
EVITA KESUMANINGTYAS
p
74,7
9
FRANSISCA AYU PRIMASARI
p
70,2
10
GOLDARISKI PARHUSIP
L
78,4
11
I DEWA AYU MANDASARI
p
72
12
IBANES ROSESYA CINJANA
p
76,8
13
ISNI AZIZATU LATIFAH
p
74,7
14
KRISTIAWAN FEBRIANTO
L
74,4
15
LEONARDO SEPTA VLAVIAN N
L
16
M. IKHSAN AL GHAZI
L
17
MIFTAKHUL FAIZ P
L
70,5
18
MUHAMMAD AZIZ NASHIRUDDIN
L
77,7
19
MUHAMMAD FARRAS RIZKI
L
71,5
20
MUTIA KUMALASARI
p
76,7
21
NATASHA AMELIA RIGITHA A
p
73
22
PRAZENDY ZULMI ARIFIN
L
77,7
23
PUTRI RAHMAWATI
p
75
Keterangan
Tidak
Mencapai mencapai
rata-rata
rata-rata

















74,5
74,8
71,4






PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
24
PUTU DEANITA I DESTA S
p
73,2
25
R. MUHAMMAD BATHARA P
L
69,8
26
RATRI SEKAR WENING
p
79,5
27
SAFIRRA HASNA WIGATI
p
74,2
28
SHIFA AURELIA
p
76,4
29
SHIFAUL KHUSNA
p
76,4
30
TERESA WIDI WERDININGSIH
p
78,7
31
THERESA FIGA ANINDITA
p
80,5
32
YEVI WAN AZIZAH MUQODDAM
p
73,8
33
YOHANA PRIMADEWI Y
p
73,7
34
YOHANES GILANG FAJAR c
L
73,1
TOTAL
2543,3
NILAI TERENDAH
69,8
NILAI TERTINGGI
80,5
RATA-RATA
74,8
79











15
20
41,2%
58,8%
Berdasarkan tabel 6b, dapat dilihat pekembangan nilai akhir siswa pada siklus
1 yang belum mengalami peningkatan yaitu dari 34 orang siswa yang mencapai
nilai rata-rata 15 siswa dengan prosentase 41,2% dan yang tidak mencapai nilai
rata-rata ada 19 siswa dengan prosentase 58,8 % dengan nilai teringgi yaitu 80,5 ,
nilai terendah yaitu 69,8 dengan rata-rata nilai 74,8.
Berikut ini adalah grafik rata-rata prestasi belajar Siklus I atau penggabungan
antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Nilai akhir digambarkan sebagai
berikut:
Gambar V: Grafik rata-rata nilai Prestasi Belajar (gabungan
pengetahuan, sikap, keterampilan) siklus I
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
80
3. Siklus II
a. Perencanaan
Pada tahap perencanaan dalam Siklus II ini sama dengan Siklus I.
b. Tindakan
Pada tahap pelaksanaan ini, mulai dilakukan kegiatan belajar mengajar di
dalam kelas. Pelaksanaan siklus II ini terbagi ke dalam 3 pertemuan, yaitu:
Pertemuan pertama ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 September 2014 pukul
08.45-09.30. Pada pertemuan ini peneliti sebelumnya memberikan motivasi
kepada siswa terkait dengan materi yang akan disampaikan lalu menyampaikan
materi tentang topik “Perkembangan Kekuasaan Bangsa Barat di Indonesia”.
Selanjutnya siswa dibagi kedalam kelompok yang terdiri dari 6 kelompok yang
masing-masing terdiri dari 4-5 orang, selanjutnya siswa mendapatkan
penjelasan dari guru tentang pelaksanaan dengan menggunakan model
kooperatif learning tipe example dan non example serta diskusi kelompok
dengan menggunakan media gambar. Guru membagikan satu set bahan/media
berisi gambar tokoh-tokoh yang terkait dengan pemerintahan republik bataaf
(lihat pada lampiran 17 hal 212) akan tetapi gambar, foto atau peta itu tidak
ada identitas/keterangannya, sehingga mungkin sedikit membingungkan
peserta didik). Gambar yang digunakan tentunya merupakan gambar yang
relevan dengan materi yang dibahas sesuai dengan Kompetensi Dasar. Setiap
kelompok mendapatkan tugas melakukan ( eksplorasi) mengumpulkan
informasi dan (mengasosiasi) terkait gambar tersebut melalui diskusi
kelompok. Selanjtunya tiap kelompok membacakan hasil diskusinya di depan
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
81
kelas dalam rangka (mengkomunikasikan) hasil karya kelompok. Presentasi
kelompok dilanjutkan pertemuan selanjutnya.
Pertemuan kedua ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 September 2014
pukul 08.45-09.30. Pada pertemuan ini siswa dan guru bersama mengingat
kembali materi sebelumnya dan mengajak peserta didik untuk melanjutkan
presentasi kelompok. Kemudian di akhir pelajaran siswa dan guru bersamasama melakukan klarifikasi terkait dengan materi dengan melakukan refleksi
tentang pelaksanaan pembelajaran.
Pertemuan ketiga Sabtu, 27 September 2014 ) ini dilakukan evaluasi
yang terdiri dari 50 soal pilihan Ganda.
c. Observasi
Aktivitas di dalam kegiatan inti pembelajaran di pertemuan pertama
diawali dengan guru penjelasan langkah-langkah kegiatan pembelajaran
dengan menggunakan model kooperatif learning tipe example dan non example
dengan menggunakan metode diskusi kelompok dan penggunaan media
gambar. Setelah kelompok terbentuk, guru memberikan motivasi dengan
menggunakan gambar berupa gambar foto tanaman-tanaman pada masa
penjajahan dan menyuruh salah satu peserta didik untuk menjelaskan dan
sebagian besar siswa terlihat berkonsentrasi dalam menyimak gambar tersebut.
Setelah menyimak gambar, siswa dan guru melakukan aktivitas berdiskusi
kelompok dan mempresentasikan hasil karya kemudian dilanjutkan tanya
jawab.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
82
Kegiatan observasi pada pertemuan pertama dan kedua dilakukan selain
untuk mengamati aktivitas pembelajaran guru dan siswa di kelas juga
dilakukan pengamatan untuk mengisi rubrik penilaian sikap dan keterampilan
yang bertujuan untuk melengkapi hasil nilai akhir di akhir pertemuan kedua
selain nilai evaluasi yang merupakan penilaian pengetahuan siswa. Peneliti
dibantu oleh dua orang teman sejawat untuk pengisian rubrik penilaiaan
aktifitas siswa didalam kelas. Rubrik penilaian aktifitas siswa diisi pada saat
siswa melakukan aktivitas diskusi kelompok dan presentasi kelompok
pembelajaran sedangkan rubrik penilaian keterampilan diisi pada saat siswa
telah memberikan hasil tugas mereka kepada guru.
d. Refleksi
Pelaksanaan pertemuan pertama dan kedua dalam siklus II sudah sesuai
dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat peneliti.
Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 13 September 2014. Aktivitas
pembelajaran pada pertemuan pertama adalah menyimak gambar tanamantanaman pada masa penjajahan kolonial. Setelah kegiatan memberikan
motivasi singkat dan penjelasan singkat mengenai topik, selanjutnya diadakan
presentasi kelompok dan tanya jawab pada pertemuan kedua 20 September
2014 siswa dan guru melanjutukan presentasi saling tanya jawab di dalam
kelas.
Setelah aktivitas inti dalam kegiatan pembelajaran, guru mengulang
menjelaskan materi dan memberikan klarifikasi kepada peserta didik. Siswa
mendapat kesempatan untuk bertanya jika ada materi yang mereka belum
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
83
paham. Setelah tidak ada pertanyaan dari siswa, kegiatan pembelajaran di tutup
dengan doa.
Pada pertemuan ketiga pada tanggal 27 September 2014 guru membagikan
soal evaluasi untuk dikerjakan. Setelah siswa selesai mengerjakan soal evaluasi
guru menutup pembelajaran dan memberikan ucapan terima kasih. Pelaksanaan
PBM pada pertemuan pertama, kedua, dan ketiga pun berlangsung sesuai
dengan RPP.
e. Hasil Penelitian
Hasil dari kualitas proses pembelajaran pada penelitian ini adalah
peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah. Prestasi belajar
siswa diperoleh dari penilaian pengetahuan, sikap dan keterampilan. Penilaian
pengetahuan diperoleh dari hasil test pilihan ganda yang terbagi menjadi tiga
terkait soal berupa fakta, konsep dan nilai karena hal tersebut termasuk
kedalam karakter yang tertuang di dalam kurikulum 2013. Penilaian
keterampilan diperoleh dari penugasan kepada siswa berupa non tes yaitu
membuat portofolio dengan judul antara kezaliman penjajahan dan membuat
kliping dengan topik pemerintahan Raffles di Indonesia. Penilaian aktivitas
siswa berdasarkan rubrik yang telah dibuat oleh peneliti. Sedangkan penilaian
sikap siswa diperoleh dari hasil aktivitas siswa di dalam kelas serta pilihan
ganda berupa penilaian sikap siswa. Nilai rata-rata mata pelajaran sejarah yang
telah ditentukan pada siklus 2 adalah 77 sehingga peningkatan prestasi belajar
siswa dapat dilihat dari jumlah siswa yang mencapai nilai rata-rata atau lebih
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
84
dari nilai rata-rata. Hasil nilai siswa selama proses pembelajaran dapat dilihat
pada tabel 7 berikut ini :
Tabel 7 : Hasil Penilaian Kognitif, Afektif dan Psikomotorik Siklus II
Kognitif
No Nama L/P KKM Fakta Konsep
1
AH
p
75
60
2
AU
p
75
60
3
AMK
p
75
60
4
AAGK
L
80
60
5
AMA
p
70
60
6
DNP
L
75
50
7
DAP
p
75
60
8
EK
p
75
60
9
FAP
p
75
60
10
GP
L
80
70
11
IDAM
p
80
60
12
IRC
p
80
60
13
IAL
p
80
60
14
KF
L
80
60
15
LSV
L
75
70
16
MIAG
L
75
50
17
MF
L
75
60
18
MAN
L
70
60
75
19
MFR
L
80
70
20
MK
p
75
70
21
NAR
p
80
60
22
PZA
L
80
70
23
PR
p
80
60
24
PDID
p
80
60
25
RMB
L
75
60
26
RSW
p
85
60
27
SHW
p
85
60
28
SA
p
75
60
29
SK
p
75
60
30
TWW
p
80
70
31
TFA
p
85
70
32
YWA
p
75
60
33
YPY
p
80
60
34
YGF
L
75
60
Nilai
80
80
70
80
70
80
70
80
70
80
70
80
80
80
90
80
80
80
90
80
80
90
80
90
70
90
80
70
80
90
90
70
80
70
Afektif
Individu Sosial
85
80
80
80
82
80
85
92
80
84
85
72
80
88
80
88
75
76
82
76
82
88
85
80
78
76
85
76
78
88
80
84
80
80
85
80
85
76
92
80
80
76
78
80
80
88
86
76
72
76
86
88
78
84
75
84
74
84
78
88
80
88
78
80
78
80
78
80
Psikomotor
Individu Kolektif
79
88
91
80
87
85
88
78
80
85
78
84
81
77
77
78
77
90
74
75
77
90
75
75
75
80
77
85
91
77
81
77
78
70
82
85
85
75
78
80
83
80
85
76
80
85
80
80
83
83
80
83
78
82
78
81
85
83
80
80
80
80
85
83
83
82
82
80
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2635
70
85
77,5
TOTAL
NILAI TERENDAH
NILAI TERTINGGI
RATA-RATA
2090
50
70
61,4
2700
70
90
79,4
2745
74
92
80,7
2776
72
88
81,6
2740
70
91
80,5
85
2765
75
85
81,3
Berdasarkan tabel 7, nilai siswa mengalami peningkatan secara signifikan
hal tersebut dapat dilihat dari setiap aspeknya .Hal ini dikarenakan siswa sudah
memiliki keinginan belajar dan mendengarkan dibuktikan dengan adanya siswa
yang antusias menyimak gambar dan mencari informasi terkait dengan media
yang di dibagikan oleh guru dan dengan percaya diri menjawab pertanyaanpertanyaan dari kelompok lain dan guru di dalam kelas. Hasil pelaksanaan
Model Kooperatif dan penggunaa media gambar berdasarkan pelaksanaan
siklus II siswa yang bertanya 14 siswa dengan presentase 41 % yang menjawab
pertanyaan dengan presentase 53% mengungkapkan pendapat pribadi 7 siswa
dengen presentase 20,5% yang memberikan komentar 15 siswa dengen
presentase 44,1%, yang aktif dalam kelompok saat presentasi 26 siswa dengan
presentase 76,4% dan perolehan nilai rata-rata siklus 2 dapat digambarkan
dalam tabel 7a berikut ini:
Tabel 7a: Data Rata-Rata Pengetahuan, Sikap, Keterampilan Siklus2
Prestasi Belajar
Nilai rata-rata kelas
Siklus II
Pengetahuan
72,7
Sikap
81,15
Keterampilan
80,9
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
86
Berdasarkan tabel 7a diatas maka grafik nilai rata-rata kelas pada aspek
pengetahuan, sikap, dan keterampilan dapat digambarkan dalam diagram berikut
ini:
Gambar VI : Grafik rata-rata nilai Kognitif, Afektif dan
Psikomotorik siklus II
1) Hasil Nilai Akhir Siklus II
Hasil untuk kondisi akhir pada siklus II yang merupakan hasil prestasi
belajar siswa siklus II diperoleh dari hasil penggabungan penilaian
pengetahuan, sikap dan keterampilan. Hasil prestasi belajar siswa pada siklus
II yang mencapai nilai rata-rata dapat dilihat pada tabel 7b berikut ini:
Tabel 7b : Hasil Akhir Siklus II
No
Nama
Nilai
L/P rata-rata
Nilai
Akhir
1
AFIFAH HANINDIA
p
75,8
2
AMADEASALLIE ULIMAS
p
76,8
3
AMALIDYA MUTIARA KARTIKA
p
77,5
4
ANAK AGUNG GEDE KRISHNA W
L
78,8
5
ASTARI MELINA AVINDA W
p
75,5
6
DIAN NUR PRATAMA PURWANTO
L
73,8
7
DYAH AYU PUSPITASARI
p
77,7
Keterangan
Tidak
Mencapai
mencapai
rata-rata
rata-rata







PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
8
EVITA KESUMANINGTYAS
p
75,8
9
FRANSISCA AYU PRIMASARI
p
74,4
10
GOLDARISKI PARHUSIP
L
78,4
11
I DEWA AYU MANDASARI
p
76,8
12
IBANES ROSESYA CINJANA
p
77,7
13
ISNI AZIZATU LATIFAH
p
75
14
KRISTIAWAN FEBRIANTO
L
15
LEONARDO SEPTA VLAVIAN N
L
80,1
16
M. IKHSAN AL GHAZI
L
75,7
17
MIFTAKHUL FAIZ P
L
76
18
MUHAMMAD AZIZ NASHIRUDDIN
L
78,2
19
MUHAMMAD FARRAS RIZKI
L
77,5
20
MUTIA KUMALASARI
p
79,1
21
NATASHA AMELIA RIGITHA A
p
75,8
22
PRAZENDY ZULMI ARIFIN
L
81,2
23
PUTRI RAHMAWATI
p
78,2
24
PUTU DEANITA I DESTA S
p
77,1
25
R. MUHAMMAD BATHARA P
L
72,5
26
RATRI SEKAR WENING
p
81,2
27
SAFIRRA HASNA WIGATI
p
77,7
28
SHIFA AURELIA
p
75,5
29
SHIFAUL KHUSNA
p
78,4
30
TERESA WIDI WERDININGSIH
p
80,8
31
THERESA FIGA ANINDITA
p
82,4
32
YEVI WAN AZIZAH MUQODDAM
p
74,5
33
YOHANA PRIMADEWI Y
p
75,4
34
YOHANES GILANG FAJAR c
L
73,2
TOTAL
NILAI TERENDAH
NILAI TERTINGGI
RATA-RATA
77







76,8
2621,3
72,5
82,4
77
87




















17
17
50%
50%
Kualitas pembelajaran mata pelajaran sejarah kelas XI IPA SMA Negeri 1
Depok yang telah dilakukan dengan menggunakan model kooperatif learning
tipe example dan non example dan penggunaan media gambar sudah
mengalami peningkatan secara proses maupun hasil pembelajaran. Berdasarkan
tabel 7b, dapat dilihat pekembangan nilai akhir siswa pada siklus 2 yang
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
88
mengalami peningkatan yaitu dari 34 orang siswa yang mencapai nilai di atas
rata-rata 17 siswa dengan prosentase 50% dan yang dibawah nilai rata-rata ada
17 siswa dengan prosentase 50% dengan nilai tertinggi yaitu 82,4 , nilai
terendah yaitu 72,5 dengan rata-rata nilai 77. Berikut ini adalah grafik rata-rata
nilai akhir Siklus II.
Gambar VII: Grafik rata-rata nilai akhir (gabungan pengetahuan,
sikap, keterampilan) siklus II
Dari hasil penilaian ketiga aspek tersebut, aspek yang paling menonjol
atau yang paling mengalami kenaikan yaitu aspek keterampilan karena pada
aspek keterampilan tingkat kesulitan soal dalam kisi-kisi hanya C2 dan C3
serta peneliti terkendala pada waktu. Hal ini dikarenakan keterampilan dalam
taksonomi instruksional pengajaran adalah lebih mengorientasikan pada proses
tingkah laku atau pelaksanaan, di mana sebagai fungsinya adalah untuk
meneruskan nilai yang terdapat lewat pengetahuan dan diinternalisasikan lewat
sikap sehingga mengorganisasi dan diaplikasikan dalam bentuk nyata oleh
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
89
domain keterampilan .Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata siklus 1 siswa
yaitu: aspek pengetahuan (68,6), aspek sikap (78,8), aspek keterampilan (78,9)
pada siklus II terjadi peningkatan yaitu aspek pengetahuan (72,7), aspek sikap
(81,15), dan keterampilan (80,9).
Dari hasil peningkatan tersebut dapat dilihat pada tabel 5a, tabel 6a, dan
tabel 7a dan digambarkan dalam grafik berikut ini :
Gambar VIII: Grafik Jumlah Nilai Pengetahuan, Sikap,
Keterampilan Kondisi Awal, Siklus I, Siklus II
Dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa dalam penelitian ini telah
diperoleh dari penilaian pengetahuan, sikap dan keterampilan. Penilaian
pengetahuan diperoleh dari pilihan ganda dan sikap diperoleh dari hasil test
berupa pilhan ganda dan hasil penilaian aktivitas siswa dalam kelas dan
keterampilan di lihat dari penugasan siswa dengan membuat kliping dan peta.
Hasil akhir untuk perbandingan prestasi belajar siswa sejarah awal, siklus I
dan siklus 2 dapat dilihat pada tabel 8 berikut ini:
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
90
Tabel 8. Hasil Perbandingan Nilai akhir siklus Awal, siklus I dan Siklus II
Siklus
II
awal- siklus 1
naik% turun %
Siklus I - Siklus II
naik % Turun%
No
Nama
Awal
Siklus
I
1
AH
75
75
75,8
2
AU
75
73,5
76,8
2
4,5
3
AMK
75
74,8
77,5
2,7
3,6
4
AAGK
80
74,4
78,8
7
5,9
5
AMA
70
76
75,5
8,6
0,65
6
DNP
70
74,1
73,8
5,8
0,4
7
DAP
65
77
77,7
18,5
0,9
8
EK
70
74,7
75,8
6,7
1,47
9
FAP
65
70,2
74,4
8
6
10
GP
80
78,4
78,4
11
IDAM
70
72
76,8
2,8
6,6
12
IRC
70
76,8
77,7
9,7
1,17
13
IAL
60
74,7
75
24,5
14
KF
80
74,4
76,8
0,7
3,2
15
LSV
75
74,5
80,1
0,6
5,9
16
MIAG
65
71,4
75,7
9,8
6
17
MF
70
70,5
76
0,7
7,8
18
MAN
80
77,7
78,2
19
MFR
70
71,5
77,5
2,14
8,39
20
MK
65
76,7
79,1
18
3,12
21
NAR
70
73
75,8
4,3
3,8
22
PZA
80
77,7
81,2
2,9
4,5
23
PR
80
75
78,2
0,6
4,27
24
PDID
75
73,2
77,1
2,4
5,32
25
RMB
70
69,8
72,5
0,2
3,9
26
RSW
85
79,5
81,2
6,8
2,14
27
SHW
80
74,2
77,7
7,25
4,7
28
SA
80
76,4
75,5
4,5
29
SK
75
76,4
78,4
30
TWW
80
78,7
80,8
31
TFA
80
80,5
82,4
0,6
2,36
32
YWA
70
73,8
74,5
5,4
1,08
33
YPY
85
73,7
75,4
13,3
2,3
34
YGF
75
73,1
73,2
2,5
0,14
1,06
2
0,4
2,9
1,9
0,64
1,18
2,6
1,6
2,7
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
91
Berikut ini adalah diagram hasil akhir rata-rata prestasi belajar keadaan awal
pada tabel 5, keadaan siklus I pada tabel 6b, dan siklus II pada tabel 7b
(penggabungan nilai dari aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan).
Gambar IX : Grafik Hasil Akhir rata-rata nilai Keadaan Awal, Siklus
I,Siklus II
Kualitas pembelajaran mata pelajaran sejarah kelas XI IPA1 SMA Negeri 1
Depok yang telah dilakukan dengan menggunakan model kooperatif learning tipe
example dan non example dan penggunaan media gambar sudah mengalami
peningkatan secara proses maupun hasil pembelajaran.
Setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I yaitu pada tabel 2b terdapat
peningkatan nilai akhir rata-rata dari dari keadaan awal 73,9 menjadi 74,8 dengan
selisih 0,9 dan meningkat pada siklus II dari 74,8 menjadi 77 dengan selisih 2,2
sehingga kualitas hasil pembelajaran yang berupa prestasi belajar siswa telah
mengalami peningkatan setelah pelaksanaan siklus I dan Silkus II. Hal ini berarti
pencapaian prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran sejarah setelah
pelaksanaan tindakan terdapat peningkatan secara signifikan.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
92
B. Pembahasan Siklus I dan Siklus II
Berdasarkan grafik nilai akhir siklus 1 dan siklus 2 terlihat jelas mengalami
peningkatan baik dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Pada siklus I
aspek tertinggi adalah psikomotorik (75,3%), aspek terendah adalah kognitif
(67,0%). Pada siklus II juga terlihat aspek tertinggi adalah psikomotorik (79,4%),
sedangkan aspek terendah adalah kognitif (76,0%). Hal ini terlihat bahwa aspek
kognitif lebih rendah maka peneliti akan menjelaskan “mengapa kognitif lebih
rendah” ini disebabkan berbagai faktor yaitu :
1.
Dilihat dari sudut teori memang kognitif lebih mudah ditingkatkan tetapi
menurut segi faktanya kognitif lebih rendah, ada kemungkinan soal yang
peneliti buat lebih mudah dari soal afektif dan psikomotorik.
2.
Peneliti membuat soal kognitif terdiri dari C3 dan C4
3.
Peneliti membuat soal afektif dan psikomotorik terdiri dari C1 dan C2
Hal ini yang menyebabkan aspek kognitif lebih rendah dari aspek afektif
dan psikomotorik. Dan nilai yang di peroleh siswa merupakan hasil murni yang
terjadi selama proses pembelajaran.
C. Analisa Hipotesis
1.
Prestasi belajar siklus II meningkat dari pada pretasi belajar siklus I
2.
Siklus I kognitif dan siklus II kognitif selisih prestasi belajar kognitif
(68,6) pada siklus I sedangkan pada siklus II (72,7) dengan selisih 4,1
3.
Siklus I afektif dan siklus II afektif selisih prestasi belajar afektif
pada siklus I sedangkan pada siklus II (77,7) dengan selisih 1,1
(78,8)
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
93
4. Siklus I psikomotorik dan siklus II psikomotorik selisih prestasi belajar
psikomotorik (78,9) pada siklus I sedangkan pada siklus II (80,9) dengan
selisih 2
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul Peningkatan Prestasi Belajar
Sejarah Melalui Model Cooperative Learning Tipe Example and Non Example
dan Penggunaan Media Gambar di SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta siswa kelas
XI IPA 1 SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Berdasarkan masalah penelitian yang kami ajukan setelah mengadakan
praktek PTK dengan model kooperatif learning siswa kelas XI IPA 1 pada
siklus I mengalami peningkatan prestasi belajar dari pada siklus awal ratarata nilai prestasi belajar pada keadaan awal dengan nilai rata-rata 73,9
dan pada siklus I meningkat dengan nilai rata-rata 74,8 (lihat grafik 5
halaman 77). Nilai prestasi belajar siswa pada keadaan awal hanya tersedia
penilaian aspek kognitif saja, sementara pada siklus I prestasi belajar siswa
di pilah menjadi 3 aspek yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotor.
Disamping itu dengan menerapakan model cooperative learning
dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas misalnya aktivitas tanya
jawab, berpendapat dll. (lihat lampiran 12 tabel aktivitas kelas hal 199).
Pada siklus 1 aspek yang paling tinggi nilai rata-ratanya adalah
aspek psikomotorik dengan nilai rata-rata 78,9 dibandingkan aspek
kognitif yaitu 68,6 dan sikap dengan nilai 78,8 (lihat grafik 5 hal 76).
94
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
95
2. Berdasarkan masalah peneliti yang kami ajukan setalah mengadakan
praktek PTK dengan dengan menerapkan model cooperative learning
example and non example dan penggunaan media gambar pada siswa kelas
XI IPA 1 pada siklus II dapat meningkatkan prestasi belajar sejarah siswa
hal tersebut nampak dari meningkatnya nilai prestasi belajar siklus II
dengan rincian sebagai berikut : prestasi belajar siswa pada siklus II
dengan nilai rata-rata 77 dibandingkan dengan siklus I dengan nilai ratarata prestasi belajar 74,8.
Disamping itu nampak dengan menerapkan model cooperative
learning tipe example and non example dan penggunaan media gambar
dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas misalnya aktivitas
bertanya, berkomentar, menjawab dan aktif dalam kelompok (lihat
lampiran 12 halaman 199 ) dengan penggunaan media gambar membuat
orang dapat menangkap ide atau informasi yang terkandung di dalamnya
dengan jelas, lebih jelas daripada yang dapat diungkapkan oleh kata-kata,
baik yang ditulis maupun yang diucapkan.
Disamping itu nampak bahwa aspek pengetahuan mengalami
peningkatan paling tinggi pada siklus II . Lebih rinci nilai rata-rata setiap
aspek pada siklus II adalah sebagai berikut:
 aspek sikap siklus II meningkat dengan nilai rata-rata 81,15 dari
pada siklus I dengan nilai 78,8 dengan selisih 2,35.
 aspek pengetahuan siklus II
meningkat dengan perolehan nilai
rata72,7 dari pada siklus I dengan nilai 68,6 , dengan selisih 4,1
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
96
 dan pada aspek keterampilan siklus II dari 80,9 dari pada siklus 1
dengan nilai rata-rata 78,9 dengan selisih 2.
Sehingga tingkatan Kualitas pembelajaran
kelas XI IPA 1
mata pelajaran sejarah
yang telah dilakukan dengan menggunakan Model
Coopeatif Lerning tipe example and non example dan penggunaan media
gambar pada siklus II sudah mengalami peningkatan secara proses
maupun hasil pembelajaran. Hal ini di buktikan dengan kenaikan rata-rata
nilai akhir dari siklus I 74,8 menjadi 77.Prestasi belajar Sejarah siswa
kelas XI IPA 1 mengalami peningkatan selama proses pembelajaran siswa
dilibatkan dengan menyimak materi pembelajaran yang dibuat lebih
menarik dalam bentuk diskusi kelompok dengan moedel kooperatif
learning dan penggunaan media gambar yang terkait dengan topik
masuknya bangsa Barat ke Indonesia (Spanyol, Portugis, Belanda, Inggris)
dan Kekuasaan Bangsa barat di Nusantara. Oleh karen itu kegiatan
berdiskusi kelompok dengan model cooperatif learning tipe example and
non exmple dan penggunaan media gambar mampu membuat siswa lebih
mudah dalam memahami materi pembelajaran sejarah sehingga prestasi
belajar siswa dapat meningkat. Selain itu dengan adanya motivasi yang
meningkat berpengaruh pada peningkatan prestasi belajar siswa.
B. Saran
1. Bagi Universitas Sanata Dharma
Bagi Universitas khususnya FKIP yang mendidik calon guru,
diharapkan tidak hanya membekali calon guru-guru baru dengan teori saja
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
97
akan tetapi harus memantau perkembangan mengajarnya baik dari segi
kualitas dan kemampuannya dalam mengajar. Universitas harus mendidik
calon-calon guru agar menjadi guru profesional yang bisa mengembangkan
pembelajaran yang inovatif.
2. Bagi lembaga sekolah
Sekolah hendaknya memperhatikan keperluan yang dibutuhkan guru
dan juga siswa, agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan
mengutamakan kegiatan akademiknya dibandingkan kegiatan non akademik.
Sekolah juga diharapkan dapat memberikan jam tambahan untuk pelajaran
sejarah.
3. Bagi guru
Melihat hasil penelitian dengan menggunakan model kooperatif dan
media gambar, terlihat adanya peningkatan prestasi belajar siswa dalam mata
pelajaran sejarah. Tidak hanya itu saja, karakter siswa juga semakin terlihat.
Guru juga bisa melihat apa yang menjadi kebutuhan siswanya. Pada masa
sekarang ini masih banyak siswa yang kurang tertarik pada mata pelajaran
sejarah karena hal-hal tertentu seperti salah satunya cara mengajar yang
diterapkan. Hendaknya guru sejarah berani mencoba untuk menggunakan
metode-metode serta model-model yang inovatif seperti penggunaan media
gambar untuk dapat menarik perhatian dan memancing motivasi dan
keaktifan siswa. Terlepas dari itu bahwa mata pelajaran sejarah banyak
terkandung nilai-nilai kemanusiaan dan juga banyak makna yang dapat
diambil siswa untuk kehidupan sehari-hari.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
98
4. Bagi siswa
Dalam proses pembelajaran diharapkan siswa untuk dapat lebih aktif
dan tidak selalu berpatokan pada guru. Siswa harus berani untuk belajar
mandiri dan melatih diri untuk tidak bergantung pada guru. Dari hal tersebut,
kemampuan siswa akan semakin berkembang. Siswa diharapkan berani untuk
memberikan saran kepada guru jika proses pembelajaran yang dilakukan guru
terkesan monoton sehingga membuat siswa kurang nyaman.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
DAFTAR PUSTAKA
Agus Suprijono. 2009. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Anita Lie.2007. Cooperative Learning Mempraktikan Cooperative Learning di
Ruang-Ruang Kelas. Jakarta. PT GramediaWidiasaran Indonesia
Apriani, dkk. 2010.Implementasi model pembelajaran examples non examples.
FKIP PGMI. IKIP PGRI SUMEDANG.
_________.2007.
Azhar Arsyad. 2010. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Grafindo Persada
Isjoni. 2007. Pembelajaran Sejarah Pada Satuan Pendidikan. Bandung : Alfabeta
_____. 2013. Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi
Antar Peserta Didik. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Kochhar, S.K. 2008. Pembelajaran Sejarah. Terjemahan Purwanta dan Yovita
Muhibbin Syah.2000. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya,
hal 136
Mulyasa. 2010. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya
Nana Sudjana.1990. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya
Punaji Setyosari. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Pengembangan.
Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Purwanta.2007. Instrumen Penelitian Sosial dan Pendidikan: Pengembangan dan
Pemanfaatan.Jakarta: Pustaka Belajar
Ratna Dahar W. 1988. Teori-Teori Belajar. Jakarta : Departemen Pendidikan Dan
Kebudayaan.
Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme
Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada, Hal, 202
Sabri Alisuf. 1992. Mimbar Agama dan Budaya, Jakarta: Pusat Penelitian dan
Pengabdian Pada Masyarakat IAIN.
Sanjaya. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Indeks
99
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
100
Sapriya. 2009. Pendidikan IPS. Bandung : PT Remaja Rosda.
Sarwiji Suwandi. 2011. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dan Penulisan kerya
ilmiah. Surakarta : Yuma Pustaka bekerja sama dengan FKIP UNS
Slameto.2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang mempengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta, hal 2
Slavin, Robert. E.1995. Educational Psycology. United States of America: Allan
and Bacon.
_________ .2005. Cooperative Learning. Bandung: Nusa Media.
_________. 2008. Psikologi Pendidikan Teori dan Praktik. Jakarta: PT Indeks.
Suharsimi Arikunto.2003.Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi
Aksara,
_________1989.Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik.Jakarta: Bina
Aksara
Sulaiman Hamzah A.. 1981. Media Audio Visual Untuk Pengajaran Penerangan
Dan Penyuluhan. Jakarta: PT Gramedia.
Syaiful Bahri Djamarah. 1994. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru.
Surabaya:Usaha Nasional, hal 20-21
Winkel, W.S., 1996, Psikologi Pengajaran, Jakarta : PT. Gramedia, hlm, 162.
Yudhi Munandi. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta. Referensi
Sumber Internet:
Kamus Besar Bahasa Indonesia Online Dalam Jaringan “arti kata Prestasi”
diunduh tanggal 17 Desember 2014
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Lampiran 1
Jadwal Penelitian
Bulan
No
Kegiatan
Juni-Juli
1
1
Persiapan
2
Observasi
3
Pelaksanaan Siklus I
4
Pelaksanaan Siklus II
5
Pengolahan Data
6
Penyusunan Laporan
7
Keperluan Administrasi
2
3
Agustus
4
1
2
3
September
4
1
2
3
4
Oktober
1
2
3
November
4
1
2
3
4
Desember
1
2
3
4
Januari
1
2
3
4
101
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
102
LAMPIRAN 2
ANGKET PENILAIAN PRODUK: MEDIA
Nama Siswa
:
Kelas/semester :
Hari/Tanggal :
No Absen
:
Petunjuk :
1. Pada agket ini terdapat 9 butir pertanyaan. Berilah jawaban yang benar-benar cocok
dengan pilihanmu.
2. Jawabanmu jangan dipengaruhi oleh jawaban pernyataan lain maupun teman lain.
3. Catat tanggapan kamu pada lembar jawaban yang tersedia dengan memberikan tanda
check (√) sesuai keterangan pilihan jawaban.
Keterangan pilihan jawaban:
STS = jika anda Sangat Tidak Setuju dengan pernyataan pada nomor tersebut
TS
= jika Tidak Setuju dengan pernyataan pada nomor tersebut
S
= jika Setuju dengan pernyataan pada nomor tersebut
SS
= jika Sangat Setuju dengan pernyataan pada nomor tersebut.
N/A
Butir
1.
Saya menyukai pembelajaran sejarah dengan
menggunakan metode ceramah.
2.
Saya menyukai pembelajaran sejarah dengan
menggunakan metode diskusi.
3.
Saya menyukai pembelajaran sejarah dengan
menggunakan metode tugas
4.
Saya menyukai pembelajaran sejarah dengan
menggunakan metode tanya jawab
5.
Saya menyukai pembelajaran sejarah dengan
menggunakan metode kerja kelompok
6.
Saya menyukai pembelajaran sejarah dengan
menggunakan metode demonstrasi
7.
Saya menyukai pembelajaran sejarah dengan
menggunakan metode problem solving
a. Base Learning
b. Proyek base learning
8.
Saya menyukai pembelajaran sejarah dengan
menggunakan pendekatan Kooperatif Learning
9.
Saya menyukai pembelajaran sejarah dengan
menggunakan pendekatan saintivig
STS
TS
S
Mohon berikan komentar/ tanggapan secara umum tentang produk model pembelajaran ini.
SS
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
103
ANGKET PENILAIAN PRODUK: MODEL PEMBELAJARAN
Nama Siswa
:
Kelas/semester :
Hari/Tanggal :
No Absen
:
Petunjuk :
1. Pada agket ini terdapat 13 butir pertanyaan. Berilah jawaban yang benar-benar cocok
dengan pilihanmu.
2. Jawabanmu jangan dipengaruhi oleh jawaban pernyataan lain maupun teman lain.
3. Catat tanggapan kamu pada lembar jawaban yang tersedia dengan memberikan tanda
check (√) sesuai keterangan pilihan jawaban.
Keterangan pilihan jawaban:
STS = jika anda Sangat Tidak Setuju dengan pernyataan pada nomor tersebut
TS
= jika Tidak Setuju dengan pernyataan pada nomor tersebut
S
= jika Setuju dengan pernyataan pada nomor tersebut
SS
= jika Sangat Setuju dengan pernyataan pada nomor tersebut.
N/A
Butir
STS
TS
S
SS
1.
Teknik animasi yang digunakan bervariasi,
ramah mata, dan menarik.
2.
Layar belakang (background) ramah mata dan
menarik
3.
Power point slide berisi lebih banyak gambar
dari pada teks.
4.
Kualitas suara video baik.
5.
Interface dalam power point mudah di
gunakan.
6.
Gambar-gambar yang di gunakan relevan
dengan informasi yang hendak disampaikan.
7.
Tampilan gambar jelas di mata dan menarik.
8.
Kualitas realita dan tambahan (misal kartu)
baik.
9.
Isi media pembelajaran sesuai dengan konteks
siswa, guru, dan sekolah.
10
Isi yang disampaikan melalui media
pembelajaran memperkaya pengetahuan
pengguna tentang kebudayaan khas Indonesia.
11. Alokasi waktu untuk masing-masing bagian
mediapembelajaran sesuai dengan rencana
kegiatan pembelajaran.
12. Produk media yang ditampilkan menunjukkan
penerapan model pembelajaran berbasis
masalah/ pedagogi reflektif
Produk media disertai dengan manual/ buku
petunjuk penggunaan media.
13. Penjelasan dalam manual/ buku petunjuk
penggunaan media membantu guru dan masih
membuka ruang untuk kreativitas guru.
Mohon berikan komentar/ tanggapan secara umum tentang produk media pembelajaran ini.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
104
ANGKET PENILAIAN PRODUK: INSTRUMEN PENILAIAN
Nama Siswa
:
Kelas/semester :
Hari/Tanggal :
No Absen
:
Petunjuk :
1. Pada angket ini terdapat 12 butir pertanyaan. Berilah jawaban yang benar-benar cocok
dengan pilihanmu.
2. Jawabanmu jangan dipengaruhi oleh jawaban pernyataan lain maupun teman lain.
3. Catat tanggapan kamu pada lembar jawaban yang tersedia dengan memberikan tanda
check (√) sesuai keterangan pilihan jawaban.
Keterangan pilihan jawaban:
STS = jika anda Sangat Tidak Setuju dengan pernyataan pada nomor tersebut
TS
= jika Tidak Setuju dengan pernyataan pada nomor tersebut
S
= jika Setuju dengan pernyataan pada nomor tersebut
SS
= jika Sangat Setuju dengan pernyataan pada nomor tersebut.
N/A
Butir
1.
Bentuk instrumen penilaian pilihan ganda
STS
TS
S
29
2.
Bentuk instrumen penilaian Esay
20
3.
Bentuk instrumen penilaian Portofolio
20
4.
Bentuk instrumen penilaian Tugas
25
5.
Setiap instrumen penilaian dilengkapi dengan
bagian-bagian pendukung seperti kunci/
contoh jawaban dan rubric penilaian
6.
Instrumen penilaian sesuai dengan tujuan
pembelajaran
7.
Isntrumen penilaian sesuai dengan metode
belajar siswa.
8.
Penilaian mencakup kognitif
9.
Penilaian mencakup afektif
10.
Penilaian mencakup psikomotor
11.
Instruksi dalam setiap instrumen penilaian
dapat dipahami dengan baik.
12.
Tampilan lembar instrumen penilaian menarik
Mohon berikan komentar/ tanggapan secara umum tentang produk model pembelajaran ini.
SS
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
105
Lampiran 3
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
106
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Lampiran 4
SILABUS
Mata Pelajaran
Kelas
Kompetensi Inti
: Sejarah Indonesia (Wajib)
: XI
:
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif
dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar
Materi Pokok
Pembelajaran
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber Belajar
1.1 Menghayati nilai-nilai
persatuan dan keinginan
bersatu dalam perjuangan
pergerakan nasional menuju
kemerdekaan bangsa sebagai
karunia Tuhan Yang Maha Esa
terhadap bangsa dan negara
Indonesia.
107
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2.1 Mengembangkan nilai dan
perilaku mempertahankan
harga diri bangsa dengan
bercermin pada kegigihan para
pejuang dalam melawan
penjajah.
2.2 Meneladani perilaku
kerjasama, tanggung jawab,
cinta damai para pejuang
dalam mewujudkan cita-cita
mendirikan negara dan bangsa
Indonesia dan
menunjukkannya dalam
kehidupan sehari-hari.
2.3 Meneladani perilaku
kerjasama, tanggung jawab,
cinta damai para pejuang
untuk meraih kemerdekaan
dan menunjukkannya dalam
kehidupan sehari-hari.
2.4 Meneladani perilaku
kerjasama, tanggung jawab,
cinta damai para pejuang
untuk mempertahankan
kemerdekaan dan
menunjukkannya dalam
kehidupan sehari-hari.
2.5 Berlaku jujur dan
bertanggungjawab dalam
108
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
mengerjakan tugas-tugas dari
pembelajaran sejarah
3.1 Menganalisis perubahan, dan
keberlanjutan dalam peristiwa
sejarah pada masa penjajahan
asing hingga proklamasi
kemerdekaan Indonesia.
3.2 Menganalisis proses masuk
dan perkembangan penjajahan
bangsa Barat ( Portugis,
Belanda dan Inggris ) di
Indonesia.
3.3 Menganalisis strategi
perlawanan bangsa Indonesia
terhadap penjajahan bangsa
Barat di Indonesia sebelum
dan sesudah abad ke-20.
4.1 Mengolah informasi tentang
peristiwa sejarah pada masa
penjajahan Bangsa Barat
berdasarkan konsep
perubahan dan keberlanjutan,
dan menyajikannya dalam
bentuk cerita sejarah.
4.2 Mengolah informasi tentang
proses masuk dan
perkembangan penjajahan
Bangsa Barat di Indonesia dan
Perkembangan
Kolonialisme dan
Imperialisme Barat
 Perubahan, dan
keberlanjutan dalam
peristiwa sejarah
pada masa
penjajahan asing
hingga proklamasi
kemerdekaan
Indonesia
 Proses masuk dan
perkembangan
penjajahan Bangsa
Barat di Indonesia
 Strategi perlawanan
bangsa Indonesia
terhadap penjajahan
Bangsa Barat di
Indonesia sebelum
dan sesudah abad
ke-20.
Mengamati :
 membaca buku teks
tentang
pertumbuhan dan
perkembangan
kolonialisme dan
imperialisme Barat
dan strategi
perlawanan bangsa
Indonesia terhadap
penjajahan bangsa
Barat di Indonesia
sebelum dan
sesudah abad ke-20.
Menanya:
 berdiskusi untuk
mendapatkan
klarifikasi tentang
pertumbuhan dan
perkembangan
kolonialisme dan
imperialisme Barat
dan strategi
perlawanan bangsa
Indonesia terhadap
penjajahan bangsa
Barat di Indonesia
sebelum dan
sesudah abad ke-20.
Observasi :
mengamati kegiatan
peserta didik dalam
proses mengumpulkan
data, analisis data, dan
pembuatan laporan.
Portofolio:
menilai laporan peserta
didik tentang
pertumbuhan dan
perkembangan
kolonialisme dan
imperialisme Barat dan
strategi perlawanan
bangsa Indonesia
terhadap penjajahan
bangsa Barat di
Indonesia sebelum dan
sesudah abad ke-20.
12 mg x 2 jp
 Buku Paket Sejarah
Indonesia kelas Xi.
 Buku-buku lainnya
 Internet ( jika tersedia)
 Gambar aktifitas
imperialisme dan
kolonialisme Barat di
Indonesia.
 Gambar-gambar
bentuk perlawanan
bangsa Indonesia
terhadap penjajahan
bangsa Barat..
 Peta lokasi perlawanan
bangsa Indonesia
terhadap bangsa Barat.
Tes tertulis:
menilai kemampuan
peserta didik dalam
menganalisis tentang
pertumbuhan dan
perkembangan
kolonialisme dan
imperialisme Barat dan
strategi perlawanan
109
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
menyajikannya dalam bentuk
cerita sejarah.
4.3 Mengolah informasi tentang
strategi perlawanan bangsa
Indonesia terhadap penjajahan
Bangsa Barat di Indonesia
sebelum dan sesudah abad ke20 dan menyajikannya dalam
bentuk cerita sejarah.
Mengeksplorasikan:
 mengumpulkan
informasi terkait
dengan pertanyaan
mengenai
pertumbuhan dan
perkembangan
kolonialisme dan
imperialisme Barat
dan strategi
perlawanan bangsa
Indonesia terhadap
penjajahan bangsa
Barat di Indonesia
sebelum dan
sesudah abad ke-20,
melalui bacaan,
internet dan sumbersumber lain.
bangsa Indonesia
terhadap penjajahan
bangsa Barat di
Indonesia sebelum dan
sesudah abad ke-20
Mengasosiasikan:
 menganalisis
informasi yang
didapat dari sumber
tertulis dan atau
internet serta sumber
lainya untuk
mendapatkan
kesimpulan tentang
pertumbuhan dan
perkembangan
kolonialisme dan
110
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
imperialisme Barat
dan strategi
perlawanan bangsa
Indonesia terhadap
penjajahan bangsa
Barat di Indonesia
sebelum dan
sesudah abad ke-20.
Mengomunikasikan:
 hasil analisis yang
telah dilakukan
selanjutnya dibuat
laporan dalam
bentuk tulisan
tentang pertumbuhan
dan perkembangan
kolonialisme dan
imperialisme Barat
dan strategi
perlawanan bangsa
Indonesia terhadap
penjajahan bangsa
Barat di Indonesia
sebelum dan
sesudah abad ke-20.
3.4 Menganalisis persamaan dan
perbedaan pendekatan dan
strategi pergerakan nasional di
Indonesia pada masa awal
kebangkitan nasional, Sumpah
Pemuda dan sesudahnya
Pergerakan Nasional
Indonesia
 Strategi pergerakan
nasional di
Indonesia
pada.masa awal
Mengamati:
 membaca buku teks
tentang strategi
pergerakan, tokohtokoh pergerakan
nasional dan
Observasi :
mengamati kegiatan
peserta didik dalam
proses mengumpulkan
data, analisis data dan
pembuatan laporan.
12 mg x 2 jp
 Buku Paket Sejarah
Indonesia kelas XI.
 Buku-buku lainya
 Internet ( jika tersedia)
 Gambar aktifitas
111
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
sampai dengan Proklamasi
Kemerdekaan.
3.5 Menganalisis peran tokohtokoh Nasional dan Daerah
dalam perjuangan menegakkan
negara Republik Indonesia.
3.6 Menganalisis dampak politik,
budaya, sosial-ekonomi dan
pendidikan pada masa
penjajahan Barat dalam
kehidupan bangsa Indonesia
masa kini.
4.4 Mengolah informasi tentang
persamaan dan perbedaan
pendekatan dan strategi
pergerakan nasional di
Indonesia pada masa awal
kebangkitan nasional, pada
masa Sumpah Pemuda, masa
sesudahnya sampai dengan
Proklamasi Kemerdekaan dan
menyajikannya dalam bentuk
cerita sejarah.
4.5 Menulis sejarah tentang satu
tokoh nasional dan tokoh dari
daerahnya yang berjuang
melawan penjajahan kolonial
Barat
kebangkitan
nasional, Sumpah
Pemuda, dan
sesudahnya sampai
dengan Proklamasi
Kemerdekaan.
 Tokoh-Tokoh
Nasional dan
Daerah dalam
Perjuangan
Menegakkan
Negara Republik
Indonesia
 Dampak politik,
budaya, sosialekonomi dan
pendidikan pada
masa penjajahan
Barat dalam
kehidupan bangsa
Indonesia masa kini
dampak penjajahan
Barat dalam
kehidupan bangsa
Indonesia masa kini.
Menanya:
 berdiskusi untuk
mendapatkan
klarifikasi tentang
strategi pergerakan,
tokoh-tokoh
pergerakan nasional
dan dampak
penjajahan Barat
dalam kehidupan
bangsa Indonesia
masa kini.
Mengeksplorasikan:
 mengumpulkan
informasi terkait
Portofolio:
menilai laporan peserta
didik tentang strategi
pergerakan, tokohtokoh pergerakan
nasional dan dampak
penjajahan Barat dalam
kehidupan bangsa
Indonesia masa kini.
pergerakan nasional
Indonesia
 Gambar –gambar
tokoh pergerakan
nasional Indonesia
Tes tertulis:
menilai kemampuan
peserta didik dalam
menganalisis tentang
strategi pergerakan,
tokoh-tokoh pergerakan
nasional dan dampak
penjajahan Barat dalam
kehidupan bangsa
Indonesia masa kini.
dengan strategi
pergerakan, tokohtokoh pergerakan
nasional dan
dampak penjajahan
Barat dalam
kehidupan bangsa
Indonesia masa kini
melalui bacaan,
internet dan sumbersumber lainnya.
112
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
4.6 Menalar dampak politik,
budaya, sosial-ekonomi dan
pendidikan pada masa
penjajahan Barat dalam
kehidupan bangsa Indonesia
masa kini dan menyajikannya
dalam bentuk cerita sejarah.
Mengasosiasikan:
 menganalisis
informasi dan datadata yang didapat
baik dari bacaan
maupun dari
sumber-sumber
terkait untuk
mendapatkan
kesimpulan tentang
strategi pergerakan,
tokoh-tokoh
pergerakan nasional
dan dampak
penjajahan Barat
dalam kehidupan
bangsa Indonesia
masa kini.
Mengomunikasikan
 hasil analisis dan
evaluasi selanjutnya
dilaporkan dalam
bentuk tulisan yang
terkait dengan
strategi pergerakan,
tokoh-tokoh
pergerakan nasional
dan dampak
penjajahan Barat
dalam kehidupan
bangsa Indonesia
masa kini.
113
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
3.7 Menganalisis peristiwa
proklamasi kemerdekaan dan
maknanya bagi kehidupan
sosial, budaya, ekonomi,
politik, dan pendidikan bangsa
Indonesia.
3.8 Menganalisis peristiwa
pembentukan pemerintahan
pertama Republik Indonesia
dan maknanya bagi kehidupan
kebangsaan Indonesia masa
kini.
3.9 Menganalisis peran Bung
Karno dan Bung Hatta sebagai
proklamator serta tokoh-tokoh
proklamasi lainnya.
4.7 Menalar peristiwa proklamasi
kemerdekaan dan maknanya
bagi kehidupan sosial, budaya,
ekonomi, politik, dan
pendidikan bangsa Indonesia
dan menyajikannya dalam
bentuk cerita sejarah.
4.8 Menalar peristiwa
pembentukan pemerintahan
pertama Republik Indonesia
dan maknanya bagi kehidupan
kebangsaan Indonesia masa
Proklamasi
Kemerdekaan
Indonesia
 Peristiwa proklamasi
kemerdekaan
 Pembentukan
pemerintahan
pertama Republik
Indonesia
 Tokoh proklamator
Indonesia
Mengamati:
 membaca buku teks
dan melihat gambargambar tentang
peristiwa proklamasi
kemerdekaan,
pembentukan
pemerintahan dan
tokoh-tokoh
proklamator
Indonesia.
Menanya:
 berdiskusi untuk
mendapatkan
klarifikasi tentang
peristiwa proklamasi
kemerdekaan,
pembentukan
pemerintahan dan
tokoh-tokoh
proklamator
Indonesia.
Mengeksplorasikan:
 mengumpulkan
informasi terkait
peristiwa proklamasi
kemerdekaan,
pembentukan
pemerintahan dan
Observasi :
mengamati kegiatan
peserta didik dalam
proses mengumpulkan
data, analisis data dan
pembuatan laporan.
Portofolio:
menilai laporan peserta
didik tentang
proklamasi
kemerdekaan,
pembentukan
pemerintahan pertama
Republik Indonesia,
serta peran tokoh
proklamator dalam
proklamasi.
6 mg x 2 jp
 Buku Paket Sejarah
Indonesia kelas XI.
 Buku-buku lainya.
 Internet ( jika tersedia )
 Sumber lain yang
tersedia
 Gambar-gambar
peristiwa sekitar
proklamasi
kemerdekaan dan
pembentukan
pemerintahan pertama
RI
 Gambar-gambar tokohtokoh yang berperanan
penting dalam
proklamasi
kemerdekaan RI
Tes tertulis:
menilai kemampuan
peserta didik dalam
mengevaluasi
proklamasi
kemerdekaan,
pembentukan
pemerintahan pertama
Republik Indonesia,
serta peran tokoh
proklamator dalam
proklamasi.
114
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
kini dan menyajikannya dalam
bentuk cerita sejarah.
4.9 Menulis sejarah tentang
perjuangan Bung Karno dan
Bung Hatta
tokoh-tokoh
proklamator
Indonesia melalui
bacaan dan atau
internet, serta
sumber-sumber
lainnya.
Mengasosiasikan:
 menganalisis
informasi dan datadata yang didapat
dari bacaan maupun
dari sumber-sumber
terkait untuk
mendapatkan
kesimpulan tentang
peristiwa proklamasi
kemerdekaan,
pembentukan
pemerintahan dan
tokoh-tokoh
proklamator
Indonesia melalui
bacaan, internet,
serta sumbersumber lainnya.
Mengomunikasikan:
 hasil analisis
kemudian dilaporkan
dalam bentuk tulisan
yang berisikan
115
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
tentang peristiwa
proklamasi
kemerdekaan,
pembentukan
pemerintahan
pertama, tokohtokoh proklamator
Indonesia.
3.10 Menganalisis perubahan dan
perkembangan politik masa
awal kemerdekaan
3.11 Menganalisis perjuangan
bangsa Indonesia dalam
upaya mempertahankan
kemerdekaan dari ancaman
Sekutu dan Belanda.
4.10 Menalar perubahan dan
perkembangan politik masa
awal proklamasi dan
menyajikanya dalam bentuk
cerita sejarah.
4.11 Mengolah informasi tentang
perjuangan bangsa Indonesia
dalam upaya
mempertahankan
kemerdekaan dari ancaman
Sekutu, Belanda dan
menyajikanya dalam bentuk
cerita sejarah.
Perjuangan
Mempertahankan
Kemerdekaan dari
Ancaman Sekutu dan
Belanda
 Perubahan dan
perkembangan
politik masa awal
kemerdekaan
 Perjuangan bangsa
Indonesia dalam
upaya
mempertahankan
kemerdekaan dari
ancaman Sekutu,
dan Belanda
Mengamati:
 membaca buku teks
dan melihat
gambar-gambar
tentang ancaman
terhadap
kemerdekaan
Indonesia dari pihak
Sekutu dan
Belanda.
Observasi :
mengamati kegiatan
peserta didik dalam
proses mengumpulkan
data, analisis data dan
pembuatan laporan
tentang ancaman
terhadap kemerdekaan
Indonesia dari pihak
Sekutu dan Belanda.
Menanya:
 berdiskusi untuk
mendapatkan
klarifikasi tentang
peristiwa ancaman
terhadap
kemerdekaan
Indonesia dari pihak
Sekutu dan Belanda.
Portofolio:
menilai laporan peserta
didik tentang ancaman
terhadap kemerdekaan
Indonesia dari pihak
Sekutu dan Belanda.
Mengeksplorasikan:
 mengumpulkan
informasi terkait
5 mg x 3 jp
 Buku Paket Sejarah
Indonesia kelas XI.
 Buku-buku lainya.
 Internet ( jika tersedia )
 Sumber lain yang
tersedia
Tes Tertulis:
menilai kemampuan
peserta didik dalam
mengevaluasi peristiwa
ancaman terhadap
kemerdekaan Indonesia
116
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
dengan ancaman
terhadap
kemerdekaan
Indonesia dari pihak
Sekutu dan
Belanda.
dari pihak Sekutu dan
Belanda
Mengasosiasikan:
 menganalisis
informasi dan datadata yang didapat
dari bacaan maupun
dari sumber-sumber
terkait untuk
mendapatkan
kesimpulan tentang
peristiwa ancaman
terhadap
kemerdekaan
Indonesia dari pihak
Sekutu dan Belanda.
Mengomunikasikan:
 hasil analisis
kemudian dilaporkan
dalam bentuk tulisan
yang berisi tentang
peristiwa ancaman
terhadap
kemerdekaan
Indonesia dari pihak
Sekutu dan Belanda.
117
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
118
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
118
Lampiran 5
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan pendidikan
: Sekolah Menengah Atas
Kelas/Semester
: XI IPA/ Ganjil
Mata Pelajaran
: Sejarah Indonesia
Topik
: Era Penjelajahan Samudera dan Pengaruhnya bagi Indonesia
Pertemuan
: 1-3
A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis
pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar
1.1 Menghayati nilai-nilai persatuan dan keinginan bersatu dalam perjuangan pergerakan
nasional menuju kemerdekaan bangsa sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa
terhadap bangsa dan negara Indonesia.
2.1 Mengembangkan nilai dan perilaku mempertahankan harga diri bangsa dengan
bercermin pada kegigihan para pejuang dalam melawan penjajah.
2.2 Meneladani perilaku kerjasama, tanggung jawab, cinta damai para pejuang dalam
mewujudkan cita-cita mendirikan negara dan bangsa Indonesia dan menunjukkannya
dalam kehidupan sehari-hari.
2.5 Berlaku jujur dan bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas-tugas dari
pembelajaran sejarah.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
119
3.2 Menganalisis proses masuk dan perkembangan penjajahan bangsa Barat (Portugis,
Belanda, Inggris) di Indonesia.
3.3 Menganalisis strategi perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan bangsa Barat
di Indonesia sebelum dan sesudah abad ke-20.
4.11Mengolah informasi tentang perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya
mempertahankan kemerdekaan dari ancaman, Sekutu, Belanda dan menyajikannya
dalam bentuk cerita sejarah.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Menjelaskan pengertian kolonialisme dan imperialisme.
2. Membandingkan
dan menunjukkan perbedaan -persamaan kolonialisme dan
imperialisme.
3. Menganalisis latar belakang kolonialisme dan imperialisme bangsa barat.
4. Mendiskripsikan macam-macam kolonialisme dan imperialisme.
5. Menyebutkan dan menunjukkan tokoh-tokoh penjelajahan samudera yang dilakukan
bangsa Portugis
6. Menyebutkan dan menjelaskan tokoh-tokoh penjelajahan samudera yang dilakukan
bangsa Spanyol.
7. Menyebutkan dan menjelaskan tokoh-tokoh penjelajahan samudera yang dilakukan
bangsa Belanda.
8. Menyebutkan tokoh-tokoh terbentuknya VOC
9. Menganalisis latar belakang terbentuknya VOC.
10. Menganalisis tujuan dibentuknya VOC .
11. Mendeskripsikan kemajuan dan kemunduran VOC.
D. Tujuan Pembelajaran
Sesudah melalui diskusi kelompok, tanya jawab dan membaca referensi siswa dapat:
1. Menjelaskan pengertian kolonialisme dan imperialisme.
2. Membandingkan dan menunjukkan perbedaan dan persamaan kolonialisme dan
imperialisme.
3. Menganalisis latar belakang kolonialisme dan imperialisme bangsa barat.
4. Mendiskripsikan macam-macam kolonialisme dan imperialisme.
5. Menyebutkan dan menunjukkan tokoh-tokoh penjelajahan samudera yang dilakukan
bangsa Portugis
6. Meyebutkan dan menjelaskan tokoh-tokoh penjelajahan samudera yang dilakukan
bangsa Spanyol.
7. Menyebutkan dan menunjukkan tokoh-tokoh penjelajahan samudera yang dilakukan
bangsa Belanda.
8. Menyebutkan tokoh-tokoh terbentuknya VOC.
9. Menganalisis latar belakang terbentuknya VOC.
10. Menganalisis tujuan dibentuknya VOC
11. Mendeskripsikan kemajuan dan kemunduran VOC
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
120
E. Materi Ajar
1. Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Barat
 Era penjelajahan samudera dan pengaruhnya bagi Indonesia.
 Terbentuknya VOC
F. Alokasi Waktu
8x 45 menit
G. Pendekatan , Strategi dan Metode Pembelajaran
Pendekatan
: Saintifik
Strategi
: Kooperatif
Metode
: Diskusi Kelompok, tanya jawab, penugasan
H. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Kegiatan
Pendahuluan 




Inti





Deskripsi
Alokasi Waktu
15 menit
Memberikan salam
Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif
untuk proses belajar mengajar (kerapian dan
kebersihan
ruang
kelas,
presensi/absensi,
menyiapkan media dan alat serta buku yang
diperlukan).
Guru menyampaikan topik tentang “Masuknya
Bangsa Barat ke Indonesia”. Namun sebelum
mengkaji lebih lanjut tentang topik itu, secara
khusus guru mengadakan sesi perkenalan.
Diusahakan masing-masing peserta didik bisa
tampil untuk memperkenalkan diri (minimal sebut
nama, alamat, dan cita-cita), terakhir guru
memperkenalkan diri.
Guru memberikan motivasi dan bersyukur bisa
bersekolah, apalagi kalau dibandingkan dengan
zaman penjajahan dulu.
Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok
kecil 5 – 6 orang, menjadi kelompok I, II, III, IV,
V dan VI
Siswa mendapatkan penjelasan tentang proses 60 Menit
pelaksanaan teknik diskusi kelompok
Guru mendorong peserta didik untuk bertanya halhal yang sekiranya terkait dengan materi yang
diajarkan.
Guru kembali menegaskan topik pembelajaran yang
akan dibahas.
Guru menegaskan model pembelajaran yang akan
dilaksanakan, dengan model kooperatif learning.
Guru memberikan pengatar singkat, misalnya
menjelaskan kondisi Indonesia pada sekitar abad ke15 yang kaya hasil bumi, pertanian dan perkebunan.
Aktivitas perdagangan juga berkembang luas.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Penutup





Masyarakat hidup merdeka, bebas menjalin
hubungan dagang dengan siapa saja. Tetapi setelah
kedatangan bangsa Barat keadaan menjadi berubah.
Mengapa bangsa Barat datang ke Indonesia, apa
tujuannya, bagaimana proses kedatangan bangsa
Barat ke Indonesia. Nah, untuk memecahkan
beberapa pertanyaan dan bagaimana perkembangan
Indonesia waktu itu, para peserta didik dapat
melakukan diskusi kelompok.
Setiap kelompok mendapatkan tugas melakukan
eksplorasi/
mengumpulkan
informasi
dan
mengasosiasi melalui diskusi kelompok :
1. Kelompok 1 dan 2 bertugas mendiskusikan dan
merumuskan materi tentang latar belakang dan
tujuan datangnya bangsa Barat ke Indonesia.
2. Kelompok 3 dan 4 berdiskusi dan merumuskan
tentang tujuan datangnya bangsa Barat ke
Indonesia.
3.
Kelompok 5 dan 6 mendiskusikan dan
merumuskan tentang beberapa faktor yang
menyebabkan Nusantara yang kaya dan indah
terpaksa jatuh menjadi kekuasaan bangsa asing.
Klarifikasi/kesimpulan peserta didik dibantu oleh 15 menit
guru menyimpulkan materi tentang “Melacak
Perburuan Mutiara dari Timur” sebagai gambaran
dari motivasi orang-orang Barat datang ke
Indonesia.
Peserta didik melakukan refleksi tentang
pelaksanaan pembelajaran dan pelajaran apa yang
diperoleh setelah belajar tentang topik “Melacak
Perburuan Mutiara dari Timur”.
Guru sekali lagi menegaskan agar para peserta didik
tetap bersyukur kepada Tuhan Yang Esa yang telah
memberikan kekayaan dan keindahan tanah air
Indonesia, para peserta didik harus belajar dan kerja
keras agar menjadi bangsa yang cerdas agar tidak
mudah dibodohi orang lain apalagi orang lain akan
menguasai kehidupan bangsa kita.
Guru melakukan evaluasi untuk mengukur
ketercapaian tujuan pembelajaran, misalnya dengan
mengajukan pertanyaan:
1. Bagaimana kondisi Eropa Barat setelah jatuhnya
Konstantinopel ke tangan Turki Usmani pada
tahun 1453?
2. Apa tujuan orang-orang Barat datang ke
Indonesia?
3. Bagaimana proses kedatangan Belanda ke
Indonesia
Siswa melakukan reflekasi tentang pelaksanaan
121
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI


Pertemuan Kedua
Kegiatan
Pendahuluan 

Inti






Penutup



122
pembelajaran.
Siswa membuat tugas mengenai “Keserakahan
VOC”.
Mengucapkan salam
Deskripsi
Memberikan salam dilanjutkan dengan do’a
Menanyakan kepada peserta didik tentang kesiapan
belajar.
Menanyakan kehadiran peserta didik.
Motivasi dan apersepsi kemampuan peserta didik
Menyampaikan tujuan pembelajaran
Presentasi hasil diskusi masing-masing kelompok
dalam rangka mengomunikasikan hasil karya
kelompok. Pada saat kelompok tertentu melakukan
presentasi, kelompok yang lain dapat bertanya,
demikian sampai masing-masing mendapat giliran.
laporan hasil diskusi kelompok dengan cara guru
menunjuk secara acak untuk melaporkan hasil
diskusi kelompok, presentasi kemungkinan tidak
selesai dan dilanjutkan pertemuan selanjutnya.
Guru memberikan kesempatan dan memberikan
dorongan kepada seluruh siswa untuk mengajukan
pertanyaan,
Siswa
mengajukan
pertanyaan
sehubungan dengan materi
yang disajikan
(menanya) dan guru melanjutkan sampai siswa
paham dan tuntas.
Klarifikasi / kesimpulan peserta didik dibantu oleh
guru materi latar belakang munculnya penjelajahan
bangsa barat ke dunia timur.
Peserta didik melakukan refleksi tentang
pelaksanaan pembelajaran.
Guru memberikan pengumuman terkait uji
kompetensi dengan materi yang akan diujikan pada
pertemuan selanjutnya.
I. Penilaian Hasil Belajar
a. Tes
1. Pilihan Ganda (terlampir)
b. Non tes
1. Lembar pengamatan kerja kelompok (terlampir)
2. Lembar pengamatan presentasi (terlampir)
3. Membuat portofolio mengenai “Keserakahn VOC"
J. Sumber Belajar :
 Buku sumber Sejarah SMA Kelas XI IPA
Alokasi Waktu
5 menit
55 Menit
15 menit
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI






123
White Board/ Papan flanel
Power Point
LCD
Internet
Kartu Pembelajaran
Peta Sejarah
Mengetahui,
Yogyakarta, Agustus 2014
Kepala Sekolah
Guru Mapel,
(
)
NIP.
(
)
NIP.
Lampiran RPP
Ringkasan Materi
MATERI SEJARAH INDONESIA KELAS XI IPA
A. ERA PENJELAJAHAN SAMUDERA DA PENGARUHNYA BAGI INDONESIA
Berbicara mengenai penjelajahan bangsa Eropa ke dunia timur tidak dapat
dilepaskan dari situasi perdagangan di Laut Tengah setelah Konstantinopel jatuh ketangan
Turki Usmani. Peristiwa jatuhnya Konstantinopel tersebut telah mendorong bangsa Eropah
berlayar mencari jalan ke Timur. Hal ini dikarenakan mereka ingin mencari jalan ke Timur
untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah. Hal itulah yang mendorong terjadinya
perubahan jalur perdagangan dari barat ke timur.Tidak hanya itu penjelajahan samudra juga
disebabkan oleh beberapa faktor lain, yaitu :
1. Terpengaruh oleh ajaran Copernicus bahwa bumi itu bulat
2. Tertarik dengan kisah perjalanan Marcopolo ke dunia Timur yang dikatakan dalam
buku"Imago Mundi" (Anggapan /keajaiban dunia)
3. Timbulnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti penemuan kompas,
navigasi,mesin, dan peralatan kapal yang mempermudah pelayaran
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
124
4. Terdorong mewujudkan semangat GOLD, GLORY, dan GOSPEL yang artinya
mencarikekayaan, kejayaan, dan menyebarkan agama Kristen.
5. Semangat Reqounquesta (balas dendam ) yang dimiliki oleh bangsa Eropa akibat
kekalahan dalam perang salib.
Penjelajahan Bangsa Eropa
A. Penjelajahan Bangsa Portugis
Orang-orang Portugis merupakan pelopor untuk berlayar mencari daerah penghasil
rempah- rempah. Keberanian orang-orang Portugis untuk menjelajahi Samudra itu juga di
dukung oleh seorang Pangeran Portugis yang bernama Henrry Pelaut (1394-1460). Oleh
sebab itu berkembanglah pelayaran yang dipimpin oleh para pelaut Portugis seperti tokohtokoh berikut :
Bartolomeuz Diaz
Bartolomeuz
Diaz mulai
berlayar
dari
Lisabon,
ibu
kota
Portugal.Dalam
perjalanannya ia berlayar dengan mengambil rute menyusuri pantai Barat Afrika pada tahun
1486, yang pada akhirnya sampai di ujung Selatan Benua Afrika. Dia terpaksa berhenti
karena daerah tersebut ombaknya cukup besar dan angina bertiup kencang. Oleh sebab itu
pelayarannya mengalami kegagalan sehingga dia kembali kePortugis. Bartolomeuz Diaz
menamakan tempat berlabuhnya dengan sebutan Tanjung Harapan.
Vasco da Gama
Pada tahun 1497 Vasco da Gama berlayar ke Timur mencari asal rempah-rempah.
Vasco da Gama juga memulai pelayarnnya dari Lisabon. Rombongannya menyusuri
pantai Barat Afrika. Setelah sampai di Tanjung Harapan, Vasco da Gama melanjutkan
ekspedisinya memasuki Samudera Hindia dan pada tahun 1498 rombongan Vasco da Gama
tiba di Kalikut dan Goa di pantai Barat India. Ditempat itu, Vasco da Gama mendirikan
kantor dagang yang dilengkapi dengan benteng.Dengan adanya kantor dagang di Goa yang
terletak di tepi Barat India, Portugis mulai meluaskan daerah jangkauan perdagangannya.
Sejak dibangunnya kantor dagang di Goa itu, banyak kapal-kapal Portugis yang berdatangan.
Mereka tidak terlalu sulit untuk memperolah rempah-rempah, bahkan sebelum pulang ke
Eropa mereka sudah banyak memborong rempah-rempah. Vasco da Gama dan para pedagang
dari Portugis mengira bahwa daerah itu (India) adalah daerah penghasil rempah-rempah.
Alfonso d’Albuquerque
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
125
Setelah beberapa tahun kemudian, orang-orang Portugis baru sadar bahwa India yang
diperkerikan sebagai daerah penghasil rempah-remah itu ternyata salah. Orang-orang
Portugis juga mengetahui bahwa ada tempat lain yang menjadi pusat perdagangan rempahrempah di Asia, yaitu di Malaka. Oleh karena itu, ekspedisi dilanjutkan dibawah pimpinan
Alfonso d’Albuquerque. Setelah samapi di perairan Selat Malaka, Alfonso d’Albuquerque
dengan armadanya ingin menguasai Selat Malaka. Hal ini menandai jatuhnya Kerajaan
Malaka.
B. Penjelajahan bangsa Spanyol
Portugis dan Spanyol saling bersaing dalam upaya menemukan daerah penghasil
rempah- rempah. Untuk memecahkan persaingan itu maka diadakan perjanjian Tordesillas
pada tahun 1494. Dalam perjanjian itu ditegaskan oleh Paus bahwa dunia dibagi dua bagian.
Daerah sebelah Timur dikuasakan oleh Portugis, dan belahan bumi sebelah Barat untuk
Spanyol. Batas dari kedua belahan dinamakan garis Tordesillas. Kalau dilihat pada peta garis
itu membentang dari kutub utara tersus ke kutub Selatan dengan melalui kepulauan Verdi di
sebelah Barat Afrika. Dengan demikian dimulailah pelayaran orang-orang Spanyol
Christoper Columbus
Pada tahun 1492, bagi bangsa Spanyol merupakan tahun yang memiliki arti penting.
Hal itu disebabkan Benteng Granada sebagai benteng pertahanan terakhir kekuasaan Islam di
Spanyol dapat dikuasi oleh tentara Spanyol, kemudian pada tahun itu juga Ratu
Isabella menghadiahkan kapal yang diberi nama Santa Maria kepadaColumbus. Columbus
kemudian merencanakan mengadakan penjelajahan samudera -untuk mencari tanah Hindia
yang diyakini merupakan tempat penghasil rempah-rempah.Pada tanggal 3 Agustus 1492,
Columbus mulai berlayar. Oleh karena ia percaya bahwa bumi itu bulat maka ia
berlayar mengambil arah ke barat melaui samudra Atlantik. Columbus percaya bahwa tanah
Hindia dpat dicapai dengan berlayar ke arah barat seperti orang berlayar ke timur.
Setelah melakukan pelayaran yang panjang dan sulit, akhirnya pada tanggal 12
Oktober 1492 Columbus mendarat di daerah kepulauan Bahama, Amerika. Columbus
mengira sudah sampai di Hindia. Oleh karena itu, penduduk yang ditemuinya di daerah itu ia
sebut dengan orang Hindian (Indian).Setelah itu menyusul ekspedisi yang dipimpin oleh
Amerigo Vespuci. Ia telah melakukan penyelidikan pada suatu daerah yang amat luas, tidak
jauh dari kepulauan Bahama. Amerigo Vespuci telahmenyusun laporan atau buku yang
berkaitan dengan benua. Benua itulah yang kemudian dinamakan Amerika, diambil dari
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
126
nama Amerigo. Berkaitan dengan nama itu (Amerika) maka Columbus di sebut-sebut sebagai
penemu dunia baru, yaitu Amerika.
Ferdinand Magelhaens
Ferdinand Magelhaens (Magelhaens atau Magellan) adalah keturunanPortugis. Ia
sudah lama bekerja untuk pemerintah Spanyol. Ia mempersiapkan suatu ekspedisi untuk
mencari jalan menuju daerah penghasi rempah-rempah (Maluku).Pada tanggal 10 Agustus
1519, rombongan Magelhaens dengan lima buah kapal berangkat dari Spanyol. Rombongan
Magellhaens berjumlah sekitar 265 orang. wakil dari Magellhaen adalah Kapten Juan
Sebastian del Cano. Dalam rombongan itu juga terdapat seorang penulis dari Italia
bernama Pigafetta. Penulis inilah yang mengisahkan perjalanan Magellan.Seperti rombongan
Columbus, di dalam melakukan pelayaran, Magelhaens melalui Samudera Atlantik terus ke
Barat sampai pantai timur Amerikaselatan. Sampailah rombongan Magelhaens di sebuah
Selat di ujung Selatan Benua Amerika. Mereka menyusuti selat itu kemudian disebut selat
Magelhaens.Pada tahun 1521, setelah menyeberangi Samudera Pasifik sampailah rombongan
Magelhaens di kepulauan Massava. Kepulauan itu kemudian lebih dikenal dengan nama
Filipina (diambil dari nama Raja SpanyolPhilips III). Di kepulauan itu, Magelhaens
mendirikan sebuah tugu peringatan untuk menyatak bahwa kepulauan itu menjadi milik
Spanyol. Selain itu Magelhaens juga menyebarkan agama Kristen.Tindakan penguasaan
daerah dan penyebaran agama ini telah menimbulkan perlawanan dari orang-orang penduduk
asli. Dari perlawanan itu ternyata Magelhaens terbunuh. Akibatnya orang-orang Spanyol
menjadi kacau dan ahirnya meninggalkan Filipina menuju arah selatan.
C. Penjelajahan bangsa Belanda
Pada tahun 1580 Portugis diduduki oleh Spanyol, sementara itu Belanda terlibat
perang kemerdekaan melawan Spanyol tahun 1568-1648 maka oleh Spanyol para pedagang
Belanda tidak diijinkan membeli rempah-rempah yang berpusat di Lisabon. Para pedagang
Belanda kemudian berusaha mencarikan sendiri pusat rempah-rempah di dunia Timur.Para
petualang Belanda beruntung karena mereka memperoleh informasi perjalanan bangsa
Portugis ke Asia dan Indonesia dari Jan Huygen Van Linschoten, seorang penjelajah Belanda
yang ikut pelayaran Portugis sampai di Indonesia. Ia menulis buku yang berjudul “Itinerario,
Voyage Ofte Schipvertnaer Oost ofte Portugaels Indiens “ (catatan perjalanan ke Timur, atau
Hindia Portugis).
Cornelis de Houtman
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
127
Pada tahun 1596, Cornelis de Houtman dengan empat buah kapal yang memuat 249
orang awak beserta 64 meriam,memimpin pelayaran mencari daerah asal rempah-rempah ke
arah Timur mengambil jalur seperti yang ditempuh Portugis.
Pada tahun 1596 Cornelis de Houtman bersama rombongan sampai di Indonesia dan
mendarat di Banten.Mereka ditolak oleh rakyat Banten
karena sifatnya yang kasar dan tamak sehingga hanya membawa sedikit rempah-rempah.
Jacob Van Neck
Pada tahun 1598, setelah Cornelis de Houtman, Jacob Van Neck menyusuri jalan
Cornelis de Houtman untuk pergi ke Banten.Di Banten mereka disambut dengan baik karena
tidak seperti sebelumnya, mereka mengganti sikapnya menjadi baik dan ramah sehingga
mereka pulang dengan membawa banyak rempah-rempah.Di Belanda mereka menjual
rempah-rempah tersebut dengan harga yang berkali-kali lipat. Sehingga banyak Kongsi
dagang Belanda yang lain berbondong-bondong ke Indonesia untuk mendapatkan rempahrempah.Karena rempah-rempah yang dibawa ke Belanda banyak menyebabkan harga
rempah-rempah menjadi turun sehingga para pedagang merugi. Atas perakara Johan van
Olden barnevelt supaya seluruh usaha dagangtersebut dijadikan satu menjadi VOC.
D. Penjelajahan bangsa Inggris
Sir Francis Drake
Pada tahun 1577 Drake berangkat berlayar dari Inggris ke arah Barat. Dalam
pelayarannya, rombongan ini memborong rempah-rempah di Ternate.Setelah mendapatkan
banyak rempah- rempah Drake pulang ke negerinya dan sampai di Inggris pada tahun1580.
Pelayaran Drake ini belum memiliki arti penting secara ekonomis dan politis.
Sir James Lancester dan George Raymond
Pada pelayaran tahun 1591, Lancester berhasil mengadakan pelayaran sampai ke
Aceh dan Penang, sampai di Inggris pada tahun 1594. Pada bulan Juni 1602, Lancester dan
maskapai perdagangan Inggris (EIC) berhasil tiba di Aceh dan terus menuju Banten. Di
Banten, dia mendapatkan izin dan mendirikan kantor dagang.
Sir Henry Middleton
Pada tahun 1604 pelayaran kedua EIC yang dipimpin Sir Henry Middleton berhasil
mencapai Ternate, Tidore, Ambon, dan Banda. Terjadi persaingan dengan VOC. Selama
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
128
tahun 1611 - 1617, orang-orang Inggris mendirikan kantor dagang di Sukadana (Kalimantan
Barat Daya), Makassar, Jayakarta, Jepara, Aceh, Pariaman, dan Jambi.
James Cook
Pada tahun 1770 Cook berhasil mendarat di pantai Timur Australia dan menjelajahi
pantai Australia secara menyeluruh pada tahun 1771. Oleh karena itu, James Cook sering
dikatakan sebagai penemu Benua Australia.
Terbentuknya VOC
Tanggal 20 Maret 1602 John van Olden Barnevalt membentuk VOC (Vereenigde Oost
Indische Compagnie) atau Persekutuan Dagang Hindia Timur .Latar belakangdidirikannya
VOC adalah : Semakin banyaknya para pedagang Belanda yang datang ke Indonesia, terjadi
nya persaingan dagang antar pedagang Belanda , untuk menghadapi persaingan dagang de
ngan kongsi dagang bangsa lain, banyaknya perlawanan dari rakyat Indonesia yang menen
tang eksistensi Belanda, dan keinginan memperluas pengaruh dan memperbesar kekuasaan.
Tujuan dibentuk VOC adalah : menghindari terjadinya persaingan dagang antar bangsa
Belanda , menghadapi persaingan dengan persekutuan dagang Inggris (EIC) dan Perancis di
Indo Cina, untuk menghadapi perlawanan dari rakyat Indonesia, untuk mengokohkan
kekuasaannya di Indonesia, untuk mencari dana guna mendukung keuangan negara Belanda
Adapun hak-hak istimewa (Octroi) VOC adalah: memonopoli perdagangan, memelihara
angkatan perang, menyatakan perang, mengadakan perjanjian, mengangkat pegawai, hak
untuk memberi pengadilan, dan hak untuk mencetak dan mengedarkan mata uang
Gubernur Jendral VOC pertama Pieter Both (1610-1614) berpusat di Ambon.Langkah
pertama yang dilakukan Belanda adalah menguasai Maluku dan merebut Benteng New
Victoria milik Portugis dan berhasil di wujudkan pada tahun 1605 yang menjadi tonggak
kekuasaan Belanda di Indonesia. Setelah Ambon dikuasai, Jacob Van Neck dan Wybrec van
Warwyick berusaha mendekati Sultan Banten dengan sikap lebih baik dan berhati-hati
akhirnya Belanda diterima masyarakat Banten. Gubernur Jenderal VOC kedua JP Coen
berhasil merebut Jayakarta 30 Mei 1619 kemudian namanya diganti menjadi Batavia dan
dijadikan pusat VOC yang baru.
Tanggal 31 Desember 1799 VOC di bubarkan dan langsung dibawah kekuasaan
pemerintahan Belanda (Republik Bataaf) .VOC bubar disebabkan oleh : kesulitan ekonomi
dan cenderung bangkrut, kalah bersaing dengan kongsi dagang Perancis dan Inggris,
menurunnya daya beli masyarakat Indonesia, munculnya perdagangan gelap menembus
monopoli dagang Belanda, pegawai VOC banyak melakukan korupsi, VOC banyak
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
129
mengeluarkan biaya cukup besar untuk perang, VOC tidak mampu lagi menggaji pegawai
dan tentara, wilayah kekuasaan VOC yang terlalu luas butuh dana tidak sedikit untuk
mempertahankannya.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
130
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan pendidikan
: Sekolah Menengah Atas
Kelas/Semester
: XI IPA 1/ Ganjil
Mata Pelajaran
: Sejarah Indonesia
Topik
: Kekuasaan Bangsa Barat di Indonesia
Pertemuan
: 4-6
A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis
pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar
1.1 Menghayati nilai-nilai persatuan dan keinginan bersatu dalam perjuangan pergerakan
nasional menuju kemerdekaan bangsa sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa
terhadap bangsa dan negara Indonesia.
2.1 Mengembangkan nilai dan perilaku mempertahankan harga diri bangsa dengan
bercermin pada kegigihan para pejuang dalam melawan penjajah.
2.2 Meneladani perilaku kerjasama, tanggung jawab, cinta damai para pejuang dalam
mewujudkan cita-cita mendirikan negara dan bangsa Indonesia dan menunjukkannya
dalam kehidupan sehari-hari.
2.5 Berlaku jujur dan bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas-tugas dari
pembelajaran sejarah.
3.2 Menganalisis proses masuk dan perkembangan penjajahan bangsa Barat (Portugis,
Belanda, Inggris) di Indonesia.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
131
3.3 Menganalisis strategi perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan bangsa Barat
di Indonesia sebelum dan sesudah abad ke-20.
4.11Mengolah informasi tentang perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya
mempertahankan kemerdekaan dari ancaman, Sekutu, Belanda dan menyajikannya
dalam bentuk cerita sejarah.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Menjelaskan pengertian kolonialisme dan imperialisme.
2. Membandingkan
dan menunjukkan perbedaan -persamaan kolonialisme dan
imperialisme.
3. Menganalisis latar belakang kolonialisme dan imperialisme bangsa barat.
4. Mendiskripsikan macam-macam kolonialisme dan imperialisme.
5. Menyebutkan dan menunjukkan tokoh-tokoh penjelajahan samudera yang dilakukan
bangsa Portugis
6. Menyebutkan dan menjelaskan tokoh-tokoh penjelajahan samudera yang dilakukan
bangsa Spanyol.
7. Menyebutkan dan menjelaskan tokoh-tokoh penjelajahan samudera yang dilakukan
bangsa Belanda.
8. Menyebutkan tokoh-tokoh terbentuknya VOC
9. Menganalisis latar belakang terbentuknya VOC.
10. Menganalisis tujuan dibentuknya VOC .
11. Mendeskripsikan kemajuan dan kemunduran VOC.
D. Tujuan Pembelajaran
Sesudah melalui diskusi kelompok, tanya jawab dan membaca referensi siswa dapat:
1. Menjelaskan pengertian kolonialisme dan imperialisme.
2. Membandingkan dan menunjukkan perbedaan dan persamaan kolonialisme dan
imperialisme.
3. Menganalisis latar belakang kolonialisme dan imperialisme bangsa barat.
4. Mendiskripsikan macam-macam kolonialisme dan imperialisme.
5. Menyebutkan dan menunjukkan tokoh-tokoh penjelajahan samudera yang dilakukan
bangsa Portugis
6. Meyebutkan dan menjelaskan tokoh-tokoh penjelajahan samudera yang dilakukan
bangsa Spanyol.
7. Menyebutkan dan menunjukkan tokoh-tokoh penjelajahan samudera yang dilakukan
bangsa Belanda.
8. Menyebutkan tokoh-tokoh terbentuknya VOC.
9. Menganalisis latar belakang terbentuknya VOC.
10. Menganalisis tujuan dibentuknya VOC
11. Mendeskripsikan kemajuan dan kemunduran VOC
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Pertemuan Ketiga
Kegiatan
Pendahuluan 




Inti





Deskripsi
Memberikan salam
Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif
untuk proses belajar mengajar (kerapian dan
kebersihan
ruang
kelas,
presensi/absensi,
menyiapkan media dan alat serta buku yang
diperlukan).
Guru
menyampaikan
topik
tentang
“Perkembangan Kekuasaan Bangsa Barat di
Indonesia”. Namun sebelum mengkaji lebih lanjut
tentang topik itu, secara khusus guru mengadakan
sesi perkenalan. Diusahakan masing-masing
peserta didik bisa tampil untuk memperkenalkan
diri (minimal sebut nama, alamat, dan cita-cita),
terakhir guru memperkenalkan diri.
Guru memberikan motivasi dan bersyukur bisa
bersekolah, apalagi kalau dibandingkan dengan
zaman penjajahan dulu.
Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok
kecil 5 – 6 orang, menjadi kelompok I, II, III,
IV, V dan VI
Siswa mendapatkan penjelasan tentang proses 
pelaksanaan teknik diskusi kelompok dengan
media gambar
Guru mendorong peserta didik untuk bertanya halhal yang sekiranya terkait dengan materi yang
diajarkan.
Guru memberikan pengantar singkat, misalnya
menjelaskan Perkembangan Kekuasaan Bangsa
Barat Di Indonesia.
Guru membagikan satu set bahan/media berisi
gambar tokoh-tokoh yang terkait dengan
pemerintahan republik bataaf akan tetapi gambar,
foto
atau
peta
itu
tidak
ada
identitas/keterangannya, sehingga mungkin sedikit
membingungkan peserta didik). Gambar yang
digunakan tentunya merupakan gambar yang
relevan dengan materi yang dibahas sesuai dengan
Kompetensi Dasar.
Peneliti mengajak siswa untuk berdiskusi terdiri
dari 6 kelompok yang masing-masing kelompok
terdiri dari 5-6 siswa. Setiap kelompok
mendapatkan tugas melakukan ( eksplorasi)
mengumpulkan informasi dan (mengasosiasi)
terkait gambar tersebut melalui diskusi
kelompok.
Alokasi
132
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Penutup

Tiap kelompok membacakan hasil diskusinya di
depan kelas dalam rangka (mengkomunikasikan)
hasil karya kelompok. Pada saat kelompok lain
melakukan presentasi, kelompok yang lain dapat
bertanya demikian sampai masing-masing
mendapat giliran.Siswa dilatih untuk menjelaskan
hasil diskusi mereka melalui perwakilan
kelompok masing-masing. Namun waaktu tidak
cukup dan dari beberapa kelompok yang belum
maju presentasi
dilanjutkan pertemuan
selanjutnya.

Klarifikasi/kesimpulan peserta didik dibantu oleh 
guru menyimpulkan materi tentang “Kedatangan
dan Kekuasaan Bangsa-Bangsa Barat di
Indonesia” sebagai gambaran dari motivasi orangorang Barat datang ke Indonesia.
Peserta didik melakukan refleksi tentang
pelaksanaan pembelajaran dan pelajaran apa yang
diperoleh setelah
belajar
tentang topik
“Kedatangan dan Kekuasaan Bangsa-Bangsa
Barat di Indonesia”.
Guru sekali lagi menegaskan agar para peserta
didik tetap bersyukur kepada Tuhan Yang Esa
yang telah memberikan kekayaan dan keindahan
tanah air Indonesia, para peserta didik harus
belajar dan kerja keras agar menjadi bangsa yang
cerdas agar tidak mudah dibodohi orang lain
apalagi orang lain akan menguasai kehidupan
bangsa kita.
Guru melakukan evaluasi untuk mengukur
ketercapaian tujuan pembelajaran, misalnya
dengan mengajukan pertanyaan:
1. Apa makna 3 prinsip rafless memerintah?
2. Tunjukan salah satu bukti penyelewengan
dalam melaksanakan Tanam Paksa yang tidak
sesuai antara pelaksanaan dan pembentukan?
Siswa melakukan reflekasi tentang pelaksanaan
pembelajaran.
Siswa membuat tugas mengenai “Keserakahan
VOC”.
Mengucapkan salam






133
Pertemuan 4
Kegiatan
Pendahuluan 

Deskripsi
Alokasi Waktu
5 menit
Memberikan salam dilanjutkan dengan do’a
Menanyakan kepada peserta didik tentang kesiapan
belajar.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Inti





Penutup




Menanyakan kehadiran peserta didik.
Motivasi dan apersepsi kemampuan peserta didik
Menyampaikan tujuan pembelajaran
Guru mengajak kepada siswa untuk melanjutkan 35 Menit
presentasi
kelompok
di
depan
kelas
(mengkomunikasikan)
Guru memberikan kesempatan dan memberikan
dorongan kepada seluruh siswa untuk mengajukan
pertanyaan,
Siswa
mengajukan
pertanyaan
sehubungan dengan materi
yang disajikan
(menanya)
Klarifikasi / kesimpulan peserta didik dibantu oleh 50 menit
guru materi latar belakang munculnya penjelajahan
bangsa barat ke dunia timur.
Evaluasi untuk mengukur ketercapaian tujuan
Peserta didik melakukan refleksi tentang
pelaksanaan pembelajaran.
Pada jam kedua guru melaksanakan tes tertulis
c. Penilaian Hasil Belajar
a. Tes
1. Pilihan Ganda (terlampir)
b. Non tes
1. Lembar pengamatan kerja kelompok (terlampir)
2. Lembar pengamatan presentasi (terlampir)
3. Membuat portofolio mengenai “Keserakahn VOC"
d. Sumber Belajar :
 Buku sumber Sejarah SMA Kelas XI IPA
 White Board/ Papan flanel
 Power Point
 LCD
 Internet
 Kartu Pembelajaran
 Peta Sejarah
Mengetahui,
Yogyakarta, Agustus 2014
Kepala Sekolah
Guru Mapel,
134
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
(
)
NIP.
(
135
)
NIP.
Lampiran RPP
Ringkasan Materi
MATERI SEJARAH INDONESIA KELAS XI IPA
A. ERA PENJELAJAHAN SAMUDERA DA PENGARUHNYA BAGI INDONESIA
Berbicara mengenai penjelajahan bangsa Eropa ke dunia timur tidak dapat
dilepaskan dari situasi perdagangan di Laut Tengah setelah Konstantinopel jatuh ketangan
Turki Usmani. Peristiwa jatuhnya Konstantinopel tersebut telah mendorong bangsa Eropah
berlayar mencari jalan ke Timur. Hal ini dikarenakan mereka ingin mencari jalan ke Timur
untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah. Hal itulah yang mendorong terjadinya
perubahan jalur perdagangan dari barat ke timur.Tidak hanya itu penjelajahan samudra juga
disebabkan oleh beberapa faktor lain, yaitu :
1. Terpengaruh oleh ajaran Copernicus bahwa bumi itu bulat
2. Tertarik dengan kisah perjalanan Marcopolo ke dunia Timur yang dikatakan dalam
buku"Imago Mundi" (Anggapan /keajaiban dunia)
3. Timbulnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti penemuan kompas,
navigasi,mesin, dan peralatan kapal yang mempermudah pelayaran
4. Terdorong mewujudkan semangat GOLD, GLORY, dan GOSPEL yang artinya
mencarikekayaan, kejayaan, dan menyebarkan agama Kristen.
5. Semangat Reqounquesta (balas dendam ) yang dimiliki oleh bangsa Eropa akibat
kekalahan dalam perang salib.
Penjelajahan Bangsa Eropa
A. Penjelajahan Bangsa Portugis
Orang-orang Portugis merupakan pelopor untuk berlayar mencari daerah penghasil
rempah- rempah. Keberanian orang-orang Portugis untuk menjelajahi Samudra itu juga di
dukung oleh seorang Pangeran Portugis yang bernama Henrry Pelaut (1394-1460). Oleh
sebab itu berkembanglah pelayaran yang dipimpin oleh para pelaut Portugis seperti tokohtokoh berikut :
Bartolomeuz Diaz
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Bartolomeuz
Diaz mulai
berlayar
dari
Lisabon,
ibu
kota
136
Portugal.Dalam
perjalanannya ia berlayar dengan mengambil rute menyusuri pantai Barat Afrika pada tahun
1486, yang pada akhirnya sampai di ujung Selatan Benua Afrika. Dia terpaksa berhenti
karena daerah tersebut ombaknya cukup besar dan angina bertiup kencang. Oleh sebab itu
pelayarannya mengalami kegagalan sehingga dia kembali kePortugis. Bartolomeuz Diaz
menamakan tempat berlabuhnya dengan sebutan Tanjung Harapan.
Vasco da Gama
Pada tahun 1497 Vasco da Gama berlayar ke Timur mencari asal rempah-rempah.
Vasco da Gama juga memulai pelayarnnya dari Lisabon. Rombongannya menyusuri
pantai Barat Afrika. Setelah sampai di Tanjung Harapan, Vasco da Gama melanjutkan
ekspedisinya memasuki Samudera Hindia dan pada tahun 1498 rombongan Vasco da Gama
tiba di Kalikut dan Goa di pantai Barat India. Ditempat itu, Vasco da Gama mendirikan
kantor dagang yang dilengkapi dengan benteng.Dengan adanya kantor dagang di Goa yang
terletak di tepi Barat India, Portugis mulai meluaskan daerah jangkauan perdagangannya.
Sejak dibangunnya kantor dagang di Goa itu, banyak kapal-kapal Portugis yang berdatangan.
Mereka tidak terlalu sulit untuk memperolah rempah-rempah, bahkan sebelum pulang ke
Eropa mereka sudah banyak memborong rempah-rempah. Vasco da Gama dan para pedagang
dari Portugis mengira bahwa daerah itu (India) adalah daerah penghasil rempah-rempah.
Alfonso d’Albuquerque
Setelah beberapa tahun kemudian, orang-orang Portugis baru sadar bahwa India yang
diperkerikan sebagai daerah penghasil rempah-remah itu ternyata salah. Orang-orang
Portugis juga mengetahui bahwa ada tempat lain yang menjadi pusat perdagangan rempahrempah di Asia, yaitu di Malaka. Oleh karena itu, ekspedisi dilanjutkan dibawah pimpinan
Alfonso d’Albuquerque. Setelah samapi di perairan Selat Malaka, Alfonso d’Albuquerque
dengan armadanya ingin menguasai Selat Malaka. Hal ini menandai jatuhnya Kerajaan
Malaka.
B. Penjelajahan bangsa Spanyol
Portugis dan Spanyol saling bersaing dalam upaya menemukan daerah penghasil
rempah- rempah. Untuk memecahkan persaingan itu maka diadakan perjanjian Tordesillas
pada tahun 1494. Dalam perjanjian itu ditegaskan oleh Paus bahwa dunia dibagi dua bagian.
Daerah sebelah Timur dikuasakan oleh Portugis, dan belahan bumi sebelah Barat untuk
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
137
Spanyol. Batas dari kedua belahan dinamakan garis Tordesillas. Kalau dilihat pada peta garis
itu membentang dari kutub utara tersus ke kutub Selatan dengan melalui kepulauan Verdi di
sebelah Barat Afrika. Dengan demikian dimulailah pelayaran orang-orang Spanyol
Christoper Columbus
Pada tahun 1492, bagi bangsa Spanyol merupakan tahun yang memiliki arti penting.
Hal itu disebabkan Benteng Granada sebagai benteng pertahanan terakhir kekuasaan Islam di
Spanyol dapat dikuasi oleh tentara Spanyol, kemudian pada tahun itu juga Ratu
Isabella menghadiahkan kapal yang diberi nama Santa Maria kepadaColumbus. Columbus
kemudian merencanakan mengadakan penjelajahan samudera -untuk mencari tanah Hindia
yang diyakini merupakan tempat penghasil rempah-rempah.Pada tanggal 3 Agustus 1492,
Columbus mulai berlayar. Oleh karena ia percaya bahwa bumi itu bulat maka ia
berlayar mengambil arah ke barat melaui samudra Atlantik. Columbus percaya bahwa tanah
Hindia dpat dicapai dengan berlayar ke arah barat seperti orang berlayar ke timur.
Setelah melakukan pelayaran yang panjang dan sulit, akhirnya pada tanggal 12
Oktober 1492 Columbus mendarat di daerah kepulauan Bahama, Amerika. Columbus
mengira sudah sampai di Hindia. Oleh karena itu, penduduk yang ditemuinya di daerah itu ia
sebut dengan orang Hindian (Indian).Setelah itu menyusul ekspedisi yang dipimpin oleh
Amerigo Vespuci. Ia telah melakukan penyelidikan pada suatu daerah yang amat luas, tidak
jauh dari kepulauan Bahama. Amerigo Vespuci telahmenyusun laporan atau buku yang
berkaitan dengan benua. Benua itulah yang kemudian dinamakan Amerika, diambil dari
nama Amerigo. Berkaitan dengan nama itu (Amerika) maka Columbus di sebut-sebut sebagai
penemu dunia baru, yaitu Amerika.
Ferdinand Magelhaens
Ferdinand Magelhaens (Magelhaens atau Magellan) adalah keturunanPortugis. Ia
sudah lama bekerja untuk pemerintah Spanyol. Ia mempersiapkan suatu ekspedisi untuk
mencari jalan menuju daerah penghasi rempah-rempah (Maluku).Pada tanggal 10 Agustus
1519, rombongan Magelhaens dengan lima buah kapal berangkat dari Spanyol. Rombongan
Magellhaens berjumlah sekitar 265 orang. wakil dari Magellhaen adalah Kapten Juan
Sebastian del Cano. Dalam rombongan itu juga terdapat seorang penulis dari Italia
bernama Pigafetta. Penulis inilah yang mengisahkan perjalanan Magellan.Seperti rombongan
Columbus, di dalam melakukan pelayaran, Magelhaens melalui Samudera Atlantik terus ke
Barat sampai pantai timur Amerikaselatan. Sampailah rombongan Magelhaens di sebuah
Selat di ujung Selatan Benua Amerika. Mereka menyusuti selat itu kemudian disebut selat
Magelhaens.Pada tahun 1521, setelah menyeberangi Samudera Pasifik sampailah rombongan
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
138
Magelhaens di kepulauan Massava. Kepulauan itu kemudian lebih dikenal dengan nama
Filipina (diambil dari nama Raja SpanyolPhilips III). Di kepulauan itu, Magelhaens
mendirikan sebuah tugu peringatan untuk menyatak bahwa kepulauan itu menjadi milik
Spanyol. Selain itu Magelhaens juga menyebarkan agama Kristen.Tindakan penguasaan
daerah dan penyebaran agama ini telah menimbulkan perlawanan dari orang-orang penduduk
asli. Dari perlawanan itu ternyata Magelhaens terbunuh. Akibatnya orang-orang Spanyol
menjadi kacau dan ahirnya meninggalkan Filipina menuju arah selatan.
C. Penjelajahan bangsa Belanda
Pada tahun 1580 Portugis diduduki oleh Spanyol, sementara itu Belanda terlibat
perang kemerdekaan melawan Spanyol tahun 1568-1648 maka oleh Spanyol para pedagang
Belanda tidak diijinkan membeli rempah-rempah yang berpusat di Lisabon. Para pedagang
Belanda kemudian berusaha mencarikan sendiri pusat rempah-rempah di dunia Timur.Para
petualang Belanda beruntung karena mereka memperoleh informasi perjalanan bangsa
Portugis ke Asia dan Indonesia dari Jan Huygen Van Linschoten, seorang penjelajah Belanda
yang ikut pelayaran Portugis sampai di Indonesia. Ia menulis buku yang berjudul “Itinerario,
Voyage Ofte Schipvertnaer Oost ofte Portugaels Indiens “ (catatan perjalanan ke Timur, atau
Hindia Portugis).
Cornelis de Houtman
Pada tahun 1596, Cornelis de Houtman dengan empat buah kapal yang memuat 249
orang awak beserta 64 meriam,memimpin pelayaran mencari daerah asal rempah-rempah ke
arah Timur mengambil jalur seperti yang ditempuh Portugis.
Pada tahun 1596 Cornelis de Houtman bersama rombongan sampai di Indonesia dan
mendarat di Banten.Mereka ditolak oleh rakyat Banten
karena sifatnya yang kasar dan tamak sehingga hanya membawa sedikit rempah-rempah.
Jacob Van Neck
Pada tahun 1598, setelah Cornelis de Houtman, Jacob Van Neck menyusuri jalan
Cornelis de Houtman untuk pergi ke Banten.Di Banten mereka disambut dengan baik karena
tidak seperti sebelumnya, mereka mengganti sikapnya menjadi baik dan ramah sehingga
mereka pulang dengan membawa banyak rempah-rempah.Di Belanda mereka menjual
rempah-rempah tersebut dengan harga yang berkali-kali lipat. Sehingga banyak Kongsi
dagang Belanda yang lain berbondong-bondong ke Indonesia untuk mendapatkan rempahrempah.Karena rempah-rempah yang dibawa ke Belanda banyak menyebabkan harga
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
139
rempah-rempah menjadi turun sehingga para pedagang merugi. Atas perakara Johan van
Olden barnevelt supaya seluruh usaha dagangtersebut dijadikan satu menjadi VOC.
D. Penjelajahan bangsa Inggris
Sir Francis Drake
Pada tahun 1577 Drake berangkat berlayar dari Inggris ke arah Barat. Dalam
pelayarannya, rombongan ini memborong rempah-rempah di Ternate.Setelah mendapatkan
banyak rempah- rempah Drake pulang ke negerinya dan sampai di Inggris pada tahun1580.
Pelayaran Drake ini belum memiliki arti penting secara ekonomis dan politis.
Sir James Lancester dan George Raymond
Pada pelayaran tahun 1591, Lancester berhasil mengadakan pelayaran sampai ke
Aceh dan Penang, sampai di Inggris pada tahun 1594. Pada bulan Juni 1602, Lancester dan
maskapai perdagangan Inggris (EIC) berhasil tiba di Aceh dan terus menuju Banten. Di
Banten, dia mendapatkan izin dan mendirikan kantor dagang.
Sir Henry Middleton
Pada tahun 1604 pelayaran kedua EIC yang dipimpin Sir Henry Middleton berhasil
mencapai Ternate, Tidore, Ambon, dan Banda. Terjadi persaingan dengan VOC. Selama
tahun 1611 - 1617, orang-orang Inggris mendirikan kantor dagang di Sukadana (Kalimantan
Barat Daya), Makassar, Jayakarta, Jepara, Aceh, Pariaman, dan Jambi.
James Cook
Pada tahun 1770 Cook berhasil mendarat di pantai Timur Australia dan menjelajahi
pantai Australia secara menyeluruh pada tahun 1771. Oleh karena itu, James Cook sering
dikatakan sebagai penemu Benua Australia.
B. PERKEMBANGAN KEKUASAAN BARAT DI INDONESIA
a. Proses Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia
1. Kedatangan bangsa Portugis dan Spanyol
Portugis setelah menguasai Malaka (1511) daerah pasar perdagangan terbesar
di Asiatenggara bermaksud untuk menguasai pusat rempah-rempah di Maluku. Maka
diutuslahAntonio D’Abreau dan Francisco Serao ke Maluku. Mereka tiba di Ambon, Ternate
dan Tidore tahun 1512. Portugis kemudia memperkuat kekuasaan di Maluku dengan cara
membangun pabrik-pabrik di Bacan dan Ternate, mendirikan benteng Sao Paulo, mengganti
S. Tabariji yang hendak melawan Portugis. Tahun 1521 Kapen Sebastian del Cano dari
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
140
Spanyol tiba di Maluku dan membantu Tidore melawan Ternate yang dibantu Portugis tetapi
kalah maka tahun 1529 mereka dipaksa menandatangani perjanjian Saragosa dengan isi
kesepakatan Spanyol harus meninggalkan Maluku menuju Philipina sedangkan Portugis
tetap di Maluku. Di Maluku Portugis melakukan monopoli perdagangan sehingga
menimbulkan penderitaan rakyat, keadaan ini menyebabkan terjadinya perlawanan rakyat
dipimpin S. Hairun, tetapi dapat diatasi kemudian muncul lagi perlawanan dipimpin S.
Baabullah yang menyebabkan Portugis menyingkir ke Timor-Timur.
2. Kedatangan bangsa Inggris
Kedatangan bangsa Inggris ke Indonesia dirintis oleh Francis Drake dan Thomas
Covendish pada tahun 1579 mereka berhasil membawa rempah-rempah dari Maluku dan
lewat kongsi dagangnya yaitu EIC, Inggris berhasil menjalin hubungan dagang dengan Aceh,
Jayakarta, Banjar, Maluku dan Makasar. Tetapi Inggris tidak berhasil menanamkan pengaruh
di Indonesia karena ketidaksenangan rakyat terhadap EIC yang memaksakan cara dagang
menurut aturannya sendiri
3. Kedatangan bangsa Belanda
Belanda tiba di Indonesia tahun 1595 dipimpin Cornelis de Hautman dan Pieter Keyzer.
Latar belakang Belanda pergi ke dunia timur adalah karena ia tidak boleh berdagang di
Lisabon pusat rempah-rempah di Eropa Maka bebrbekal buku Intinerario karya Jan Huygen
van Linschoten akhirnya Belanda memberanikan diri menjelajahi samodra menuiju ke dunia
Timur. Maka pada tahun 1596 Belanda tiba di Banten dipimpin Cornelis De Hautman.
Karena kecongkaan Cornelis, Belanda di usir dari Banten. Perjalanan kedua dipimpin oleh
Jacob Van Neck dan Warwijk. Mereka sampai di banten 1598 dan perjalanan dilanjutkan
ke Ambon. Di Ambon para pedagang Belanda membentuk kongsi dagang yaitu VOC.
b. Kekuasaan Bangsa-Bangsa Barat ke Indonesia
Terbentuknya VOC
Tanggal 20 Maret 1602 John van Olden Barnevalt membentuk VOC (Vereenigde Oost
Indische Compagnie) atau Persekutuan Dagang Hindia Timur .Latar belakangdidirikannya
VOC adalah : Semakin banyaknya para pedagang Belanda yang datang ke Indonesia, terjadi
nya persaingan dagang antar pedagang Belanda , untuk menghadapi persaingan dagang de
ngan kongsi dagang bangsa lain, banyaknya perlawanan dari rakyat Indonesia yang menen
tang eksistensi Belanda, dan keinginan memperluas pengaruh dan memperbesar kekuasaan.
Tujuan dibentuk VOC adalah : menghindari terjadinya persaingan dagang antar bangsa
Belanda , menghadapi persaingan dengan persekutuan dagang Inggris (EIC) dan Perancis di
Indo Cina, untuk menghadapi perlawanan dari rakyat Indonesia, untuk mengokohkan
kekuasaannya di Indonesia, untuk mencari dana guna mendukung keuangan negara Belanda
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
141
Adapun hak-hak istimewa (Octroi) VOC adalah: memonopoli perdagangan, memelihara
angkatan perang, menyatakan perang, mengadakan perjanjian, mengangkat pegawai, hak
untuk memberi pengadilan, dan hak untuk mencetak dan mengedarkan mata uang
Gubernur Jendral VOC pertama Pieter Both (1610-1614) berpusat di Ambon.Langkah
pertama yang dilakukan Belanda adalah menguasai Maluku dan merebut Benteng New
Victoria milik Portugis dan berhasil di wujudkan pada tahun 1605 yang menjadi tonggak
kekuasaan Belanda di Indonesia. Setelah Ambon dikuasai, Jacob Van Neck dan Wybrec van
Warwyick berusaha mendekati Sultan Banten dengan sikap lebih baik dan berhati-hati
akhirnya Belanda diterima masyarakat Banten. Gubernur Jenderal VOC kedua JP Coen
berhasil merebut Jayakarta 30 Mei 1619 kemudian namanya diganti menjadi Batavia dan
dijadikan pusat VOC yang baru.
Tanggal 31 Desember 1799 VOC di bubarkan dan langsung dibawah kekuasaan
pemerintahan Belanda (Republik Bataaf) .VOC bubar disebabkan oleh : kesulitan ekonomi
dan cenderung bangkrut, kalah bersaing dengan kongsi dagang Perancis dan Inggris,
menurunnya daya beli masyarakat Indonesia, munculnya perdagangan gelap menembus
monopoli dagang Belanda, pegawai VOC banyak melakukan korupsi, VOC banyak
mengeluarkan biaya cukup besar untuk perang, VOC tidak mampu lagi menggaji pegawai
dan tentara, wilayah kekuasaan VOC yang terlalu luas butuh dana tidak sedikit untuk
mempertahankannya.
2. Kekuasaan Republik Bataaf di Indonesia
Seiring dengan dikuasainya kerajaan Belanda oleh Perancis, Napoleon Bonaparte
menugas kan saudaranya yaitu Louis Napoleon untuk menjadi raja di kerajaan Belanda maka
terbentuklah Republik Bataaf di Belanda atau pemerintahan Belanda pro Perancis. Sedangkan
raja Belanda Willem V berhasil melarikan diri dan minta perlindungan raja Inggris dengan
jaminan Inggris boleh menguasai tanah jajahan di Indonesia dengan merebutnya dari
kekuasaan Daendels sampai Kerajaan Belanda kembali dikuasai..
Pemerintah
Belanda
pro
Perancis
menugaskan
Daendels
dengan
tugas:
mempertahankanIndonesia dari serangan Inggris, menjalankan pemerintahan kolonial
Belanda pro Perancis di Indonesia, mencari dana untuk menjalankan pemerintahan serta
untuk diserahkan ke negeri Induk.
Untuk melaksanakan tugas Daendels berusaha memiliki tentara dan benteng pertahanan
yang kuat, dan dana banyak yang diambil dari rakyat Indonesia sendiri, karena tidak
mungkin menggan tungkan bantuan dari negara Belanda di Eropa dan justeru Ia yang harus
mengirim dana ke Eropa.
Kebijakan-kebijakan Daendels di Indonesia :
1. Bidang pertahanan dan keamanan
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
142
 Membangun benteng pertahanan
 Membangun pangkalan angkatan laut di Anyer dan ujung kulon
 Meningkatkan jumlah tentara
 Membangun jalan dari Anyer sampai Panarukan sejauh 1.100 km dengan cara
kerja rodi. Fungsinya untuk mem perlancar arus transportasi, komunikasi dan
pengiriman tentara
 Membangun
pabrik-pabrik
senjata
2. Bidang pemerintahan
 Memperbaiki gaji para pegawai dan memberantas korupsi
 Membagi pulau Jawa menjadi 9 daerah prefektur yang dipimpin prefek dan
membawahi para Bupati tetapi tunduk pada gubernur jendral
 Mengubah kedudukan bupati dari penguasa feodal menjadi pegawai pemrintah
dengan cara digaji.
 Mendirikan badan-badan pengadilan yang akan mengadili orang Indonesia sesuai
adapt istiadatnya
 Merombak sistem pemerintahan feudal menjadi sistem pemerintahan Barat yang
modern
 Menjadikan Batavia sebagai pusat pemerintahan
 Menyederhanakan upacara di keraton Yogyakarta dan Surakarta
3. Bidang sosial ekonomi
 Contingenten yaitu kewajiban rakyat menyerahkan hasil bumi sebagai pajak
kepada pemerintah
 Verplichte Leverantie yaitu kewajiban rakyat menjual hasil panen hanya kepada
pemerintah Belanda dengan harga yang telah ditentukan.
 Prianger Stelsel yaitu kewajiban penduduk Priangan untuk menanam kopi
 Kerja rodi yaitu kerja paksa bagi penduduk untuk membuat jalan raya Anyer
Panarukan
 Menjual tanah-tanah Negara kepada pihak swasta atau partikelir (landelijk
Stelsel)
 Daendels akhirnya ditarik ke negara Belanda dengan alasan untuk menjadi tentara
yang akan dikirimkan guna menghadapi Rusia. Adapun alasan sebenarnya karena
ia telah berani menjual tanah negara kepada swasta atau partikelir. Ia kemudian
digantikan oleh Jan Willem Janssen yang semula menjabat Gubernur Jendral di
Tanjung Harapan. Dibawah kekuasaanyaIndonesia jatuh ke tangan Inggris
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
143
3. Kekuasaan Inggris di Indonesia
Indonesia jatuh ke tangan Inggris ditandai dengan kapitulasi tuntang yaitu penyerahan
tanpa syarat Belanda pro perancis kepada Inggris (Jan Willem Janssen dengan Raffles). Isi
Kapitulasi Tuntang adalah seluruh kekuatan militer Belanda di Asia Tenggara harus
diserahkan Inggris, Hutang pemerintah Belanda tidak diakui Inggris, pulau Jawa, Madura,
dan semua pangkalan Belanda di luar Jawa menjadi kekuasaan Inggris.
Usaha-usaha Raffles di Indonesia :
Di Bidang pemerintahan
1.
Menghapuskan kasultanan Banten dan Cirebon
2.
Menciptakan 4daerah pengawasan yaitu Jawa,Sumatera, Malaka,Maluku
3.
Membagi pulau Jawa dan Madura menjadi 16 daerah karesidenan dipimpin seorang
residen,
4.
Peran dan kedudukan Bupati digantikan asisten residen sedang Bupati dijadikan
pegawai pemerintah dengan cara digaji.
5.
Menjual tanah Negara di Kerawang,Priangan, Semarang, dan Surabaya kepada pihak
swasta
Di bidang ekonomi
1.
Melaksanakan sistem sewa tanah dan pajak tanah (land rent) nanti menjadi dasar
perkembangan sistem perekonomian uang.
2.
Menghapuskan pajak dan penyerahan wajib hasil bumi
3.
Menghapuskan kerja rodi dan perbudakan
4.
Menghapuskan sistem monopoli
5.
Meletakkan desa sebagai unit administrasi penjajahan
6.
Pajak tanah ditetapkan ½ dari hasil (tanah subur) dan ¼ dari hasil (tanah yang kurang
subur)
Program sistem sewa tanah atau land rente ini gagal karena: kepala desa punya kekuasaan
besar untuk menentukan jenis tanah , tidak ada dukungan dari para Bupati, belum adanya
pengukuran tanah secara tepat, sulit menentukan besarnya pajak tanah, Bupati kembali
berperan seperti pada masa VOC yaitu sebagai penguasa, kerja rodi dan perbudakan sulit
dihapuskan walaupun jumlahnya semakin berkurang. Dampak positif kebijakan Raffles
adalah Indonesia mulai mengenal sistem perekonomian menggunakan uang sebagai alat
tukar. Akhir kekuasaan Inggris di Indonesia ditandai dengan penandatanganan Konvensi
London tanggal 19 Agustus 1814 antara John Fendell dari Inggris dengan Belanda yang
diwakili Mr. Elout, Baron Van der Capellen dan Buyske yang isinya Belanda memperoleh
kembali tanah jajahannya yang direbut Inggris termasuk wilayah Indonesia. Berdasar
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
144
kesepakatan tersebut Inggris mengembalikan Indonesia kepada Belanda pada tahun 1816 dan
sebagai gantinya Inggris memperoleh daerah kekuasaan Belanda di India.
Jasa-jasa Raflles yaitu : menulis buku History of Java, menemukan bunga Raflesia Arnoldi
(bunga bangkai),merintis terbentuknya kebun raya Bogor, menghapus sistem perbudakan.
4. Kekuasaan Belanda di Indonesia
a.
Masa pelaksanaan sistem tanam paksa
Pengganti Raffles adalah Gubernur Jenderal Baron Van Der Capellen dari Belanda.
Di masa kekuasaanya diterapkan kebijakan politik liberal namun mengalami kegagalan.
Hal ini disebabkan oleh :
1.
Kebijakan politik liberal tidak sesuai dengan sistem feodal di Indonesia
2.
Struktur birokrasi feodal yang panjang menyebabkan pemerintah tidak dapat
berhubungan langsung dengan rakyat
3.
Kas negeri Belanda mengalami defisit karena beban utang yang banyak dalam
perang 80 tahun dengan Spanyol dan lepasnya daerah penopang ekonomi Belanda yaitu
Belgia .
Tahun 1830 Indonesia di bawah kekuasaan Gubernur Jenderal Van den Bosch dengan
tugas utama mencari dana untuk menutup hutang-hutang Belanda . Penyebab defisit
keuangan Belanda adalah terjadinya perang koalisi Inggris melawan Perancis dimana
Belanda memihak Inggris,perang kemerdekan untuk melepaskan dari Spanyol, terjadinya
perang paderi, dan perang Diponegoro di Indonesia. Maka untuk menutup hutang
dilaksanakanlah Cultuur Stelsel atau politik tanam paksa dengan aturan sebagai berikut :
a.
Penduduk menyediakan sebagian tanah mereka untuk ditanami tanaman
perdagangan
b.
Tanah untuk tanaman perdagangan tidak boleh melebihi dari 1/5 tanah penduduk
c.
Waktu untuk menanam perdagangan tidak boleh melebihi waktu tanam padi
d.
Tanah untuk tanaman perdagangan dibebaskan dari pajak
e.
Hasil tanaman perdagangan diserahkan pemerintah bila melebihi ketentuan
dikembalikan
f.
g.
Kegagalan panen yang bukan disebabkan petani ditanggung pemerintah
Penduduk yang tidak punya tanah wajib bekerja di tanah pemerintah selama 66 hari
h. Penanaman tanaman perdagangan diawasi oleh penguasa lokal
Sistem tanam paksa telah menyebabkan penderitaan bagi bangsa Indonesia. Hal ini
disebabkan oleh adanya Cultuur Procenten yaitu imbalan atau hadiah bagi yang dapat
menyerahkan hasil melebihi dari ketentuan yang di tetapkan.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
145
Cultuur procenten telah mendorong para pengawas lokal saling berlomba untuk
meningkatkan hasil tanaman perdagangan.Akibatnya terjadi banyak penyimpangan dari
ketentuan pokok aturan tanam paksa seperti :
a.
Tanah untuk tanaman perdagangan melebihi dari 1/5 tanah penduduk
b.
Waktu untuk menanam perdagangan melebihi waktu tanam padi
c.
Tanah untuk tanaman perdagangan dikenakan pajak
d.
Hasil tanam perdagangan diserahkan pemerintah bila lebih dari ketentuan tidak
dikembalikan
e.
Kegagalan panen yang bukan menjadi tanggungan petani
Akibat tanam paksa adalah: Belanda menjadi makmur, Belanda dapat melunasi hutanghutangnya bahkan dapat membangun kota Amsterdam, sedangkan dampak positifnya
adalah Indonesia mengenal
berbagai
macam
tanaman
perdagangan
selain
penderitaan,kesengsaraan dan kelaparan yang dialami oleh bangsa Indonesia .
Reaksi terhadap pelaksanaan tanam paksa: kemenangan kaum liberal dalam parlemen
menyebabkan STP (sistem tanam paksa) dihapus diganti sistem ekonomi liberal
Kekejaman STP diketahui dari : Edward Douwes Dekker lewat bukunya Max Havelaar
dengan nama samaran Multatuli, Frans van der Putte lewat buku berjudul Zuicker Contracten
(Kontrak-kontrak gula) yang berisi penyelewengan aturan tanam paksadan Baron van Hoevel
yang memprotes sistem tanam paksa melalui parlemen di negeri Belanda.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Lampiran 6
Kisi-kisi Soal Tes Sejarah Siklus 1
Jenis Sekolah
: SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta
Alokasi Waktu
: 2 x 45 Menit
Mata Pelajaran
: Sejarah
Jumlah Soal
: 50 soal
Kelas / Semester
: XI IPA / 1
Penulis
: Heribertus Eko Budistayadi
Kurikulum
: 2013
Tahun Pelajaran
: 2014 / 2015
Kompetensi Inti
: 3. Memahami, menerapkan dan menganalisi pengetahuan, faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. menegolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmulwan
146
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
No Kompetensi Dasar
.
1
2
1. 3.1 Menganalisis
perubahan, dan
keberlanjutan
dalam peristiwa
sejarah pada masa
penjajahan asing
hingga proklamasi
kemerdekaan
indonesia.
Materi Pokok
Indikator Soal
3
4
Perkembangan
2. Menjelaskan
Kolonialisme dan
pengertian
Imperialisme
kolonialisme dan
Barta
imperialisme.
1. Era
penjelajahan
3. Membandingkan dan
Samudera dan
menunjukkan
Pengaruhnya
perbedaan -persamaan
bagi
kolonialisme dan
Indonesia
imperialisme.
4. Menganalisis latar
belakang kolonialisme
dan imperialisme
bangsa barat.
Jumlah
Soal
5
6
7
12
Nomor
soal
6
(1, 2, 3)
( 23, 26)
(43)
KI
Ranah
7
C3
C2
Kognitif
Fakta
Konsep
Afektif
(5)
(26, 27,
28)
(44, 45,
48)
C3
C4
Kognitif
C2
Afektif
(4, 6, 7,
8, 9)
(24, 25)
(32, 33,
34, 35)
(41)
C4
Kognitif
C2
Afektif
C3
C4
Fakta
Konsep
Fakta
Konsep
Nilai
5. Mendiskripsikan
macam-macam
kolonialisme dan
imperialisme.
3
(10, 11,
12)
C3
Kognitif
Fakta
6. Menyebutkan dan
menunjukkan tokohtokoh penjelajahan
samudera yang
6
(13, 14)
(36)
(42, 47)
(52)
C2
C3
C3
C3
Kognitif
Fakta
Nilai
Afektif
Psikomotori
Kolektif 147
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
dilakukan bangsa
Portugis
7. Menyebutkan dan
menjelaskan tokohtokoh penjelajahan
samudera yang
dilakukan bangsa
Spanyol.
k
3
(15, 16,
17)
C2
Kognitif
Fakta
8. Menyebutkan dan
menjelaskan tokohtokoh penjelajahan
samudera yang
dilakukan bangsa
Belanda
2
(18)
(38)
C3
C4
Kognitif
Fakta
Nilai
9. Menyebutkan tokohtokoh terbentuknya
VOC
2
(19)
(51)
C3
C3
Kognitif
Psikomotor
Fakta
Individual
10. Menganalisis latar
belakang terbentuknya
VOC.
1
(20)
C3
Kognitif
Fakta
2
(40)
(46)
C4
C2
Kognitif
Afektif
Nilai
3
(31,39)
C4
Kognitif
Nilai
11. Menganalisis tujuan
dibentuknya VOC .
12. Mendeskripsikan
kemajuan dan
148
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
kemunduran VOC
(50)
C2
Afektif
149
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Kisi-kisi Soal Tes Sejarah Siklus 2
Jenis Sekolah
: SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta
Alokasi Waktu
: 2 x 45 Menit
Mata Pelajaran
: Sejarah
Jumlah Soal
: 50 soal
Kelas / Semester
: XI IPA / 1
Penulis
: Heribertus Eko Budistyadi
Kurikulum
: 2013
Tahun Pelajaran
: 2014 / 2015
Kompetensi Inti
: 3. Memahami, menerapkan dan menganalisi pengetahuan, faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. menegolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmulwan.
150
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
no
1
1.
Kompetensi
Dasar
2
3.1
Menganalisis
proses masuk
dan
perkembangan
penjajahan
bangsa Barat
(Portugis,
Belanda,
Inggris) di
Indonesia
Materi
Pokok
3
Indikator Soal
4
Jumlah
Soal
5
Nomor soal
Tingkat soal
Ranah
6
7
8
C3,C3
Kognitif
(1,2)
C3,C4,C3
Kognitif
(36,37,38)
C2,C2,C3,C2,C3
Afektif
(41,45,46,47,48)
Perkembangan 2. Menjelaskan proses kedatangan
Kolonialisme
bangsa Barat ke Indonesia.(
dan
Portugis dan Spanyol, Inggris dan
Imperialisme
Belanda
Barat
1. Kekuasaan
3. Menganalisis
latar
belakang
Bangsa
terbentuknya VOC.
Barat di
Indonesia
10
Fakta
Nilai
2
(3)
(30)
C3
C4
Kognitif
Kognitif
Fakta
Konsep
4. Menunjukkan dan menyebutkan
tokoh-tokoh jenderal VOC dalam
melakukan monopoli perdagangan
di Indonesia.
2
(4,5)
(51)
C3,C3
C4
Kognitif
Psikomotor
Fakta
Individu
5. Mendiskripsikan kemajuan dan
kemunduran VOC.
2
(6,7)
C4,C3
Kognitif
Fakta
6. Menganalisis dan menyebutkan
tokoh kekuasaan Republik Bataaf
pertama kali di Indonesia.
2
(8)
(52)
C2
C4
Kognitif
Psikomotor
Fakta
Sosial
7. Mendeskripsikan
tugas-tugas
Daendels
dalam
bidang
pertahanan
dan
keamanan,
pemerintahan dan sosial ekonomi.
8
C3,C3,C3
Kognitif
(9,10,11)
C4,C4,C4,C3,C3
Kognitif
(21,22,23,24,25)
Fakta
151
Konsep
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
8. Menganalisis dan menyebutkan
tokoh-tokoh kekuasaan Inggris di
Indonesia.
7
(12,13,14)
(31,32,33,39)
C2,C3,C3
Kognitif
Kognitif
Fakta
Nilai
9. Mendeskripsikan
tugas-tugas
Raffles di Indonesia dalam
mempertahankan
kekuasaanya
dari serangan Belanda.
2
(26)
(43)
C4
C3
Kognitif
Afektif
Konsep
10. Menganalisis dan menyebutkan
tokoh kekuasaan Belanda di
Indonesia.
2
(28,29)
C3,C4
Kognitif
Konsep
11. Mendeskripsikan
tugas-tugas
Gubernur Jenderal Van Den Bosh
dalam
melaksanakan
politik
cultuurstelsel di Indonesia.
5
(15,19,20)
(27)
(34)
C3,C3,C3
C4
C3
Kognitif
Kognitif
Kognitif
Fakta
Konsep
Nilai
12. Menjelaskan dampak dan reaksi
8
(16,17,18)
(35,40)
(42,44,50)
C3,C3,C3
C3,C4
C3,C3,C4
Kognitif
Kognitif
Afektif
Fakta
Nilai
masyarakat dalam pelaksanaan
tanam paksa.
152
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
153
LAMPIRAN 7
No
:-
Hal
: Koreksi Soal
Lampiran
: 1 bendel soal
Kepada Yth.
Bapak Hendra Kurniawan, M.Pd.
Dengan Hormat , saya:
Nama
: Heribertus Eko Budistyadi
No mahasiswa : 101314021
Prodi
: Pendidikan Sejarah
Dengan ini saya yang bertanda tangan dibawah ini, meminta bantuan Ibu Mega Bayu
Murti,S.Psi., untuk mengkoreksi soal ujian dalam rangka menyusun skripsi saya.
Demikian permohonan saya. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Mengetahui,
Dosen Pembimbing
Drs. Sutarjo Adi Susilo. J.R., M.Pd.
Yogyakarta, 5 Juni 2014
Hormat Saya,
Heribertus Eko Budistyadi
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
154
SOAL EVALUASI 1
Soal Fakta
1. Suatu negara merebut negara lain untuk menyebarkan agama, mendapatkan kekayaan,
dan menambah kejayaannya. Merupakan paham ....
A. imperialsme modern
B. imperalisme kuno
C. kolonialsme netral
D. imperium
2. Suatu usaha untuk mengembangkan kekuasaan suatu negara di luar wilayah negara
merupakan pengertian dari ....
A. kolonialisme
B. imperalisme
C. sosialisme
D. liberalisme
E. merkantilsme
3. Usaha memperluas kekuasaan suatu negara untuk menguasai negara lain dinamakan ....
A. kolonialisme
B. merkantilisme
C. kolonialisme kuno
D. kolonialisme modern
E. imperalisme
4. Dalam penjelajahan samudera negara yang pertama kali masuk ke nusantara yaitu ....
A. Inggris
B. Belanda
C. Perancis
D. Portugis
E. spanyol
5. Kolonialisme dan imperialime mempunyai persamaan dimana persamaannya itu adalah
....
A. Melanjutkan perang salib
B. Membuat negara penjajah memiliki hasrat untuk menjelajah samudera.
C. Membuat negara penjajag menjadi makmur sementara yang dijajah semakin
menderita
D. memonopoli perdagangan
E. memperluas kekuasaan yang tak terbatas
6. Di bidang politik, keberhasilan sistem imperialisme yang diterapkan oleh bangsa Eropa di
Nusantara ditunjukkan oleh ....
A. kemajuan kehidupan politik kerajaan Nusantara
B. keruntuhan kerajaan-kerajaan otonom di Indonesia
C. pertumbuhan sistem demokrasi
D. semakin kuatnya persekutuan antar kerajaan
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
155
E. kelahiran indonesia yang terintegrasi.
7. Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Islam Turki ikut mendorong berkembangnya
penjelajahan samudera karena ....
A. adanya semangat untuk mengorkan peperang melawan Islam Turki
B. konstantinopel merupakan pusat rempah-rempah dunia
C. hilangnya mata pencaharian bangsa Eropa sebagai pedaang
D. kontatinopel letaknnya strategis bagi pelayaran dunia
E. bangsa Barat kehilangan jalan menuju Asia melalui Laut Tengah
8. Motivasi kedatangan bangsa Eropa dapat diungkapkan melalui slogan berikut, yaitu ....
A. vini, vidi, fraternite
B. liberte, egalite, fraternite
C. devide et impera dan pax neerlandica
D. mare nostrum
E. gold,glory,gospel
9. Berikut ini yang bukan merupakan faktor pendorong munculnya keberanian bangsa Eropa
melakukan pelayaran ke dunia Timur adalah ....
A. Keinginan membuktikan teori Bortolomeus bahwa Bumi bulat
B. perkembangan ilmu perbintangan dan cuaca
C. kejatuhan Konstantinopel ke tangan Islam Turki
D. penemuan jalur pelayaran ke Asia oleh Vasco da Gamma
E. penemuan kompas sebagai petunjuk arah
10. Salah satu tujuan dari imperialisme adalah untuk memajukan ekonomi. Salah satunya
ialah mencari jajahan untuk dijadikan sumber bahan mentah dan pasar bagi hasil-hasil
industri, kemudian juga sebagai tempat penanaman modal. Hal tersebut termasuk
kedalam ....
A. modern imperialisme
B. kolonialsme modern
C. ancient imperialisme
D. kolonialisme modern
E. koloni netral
11. Daerah koloni yang SDA dan SDM dieksploitasi untuk keuntungan finansial dinamakan
koloni ....
A. eksploitasi
B. deportasi
C. defensi
D. domisili
E. netral
12. Suatu negara merebut negara lain untuk menyebarkan agama, mendapatkan kekayaan,
dan menambah kejayaannya. Merupakan paham ....
A. imperialsme modern
B. kolonialime netral
C. imperialisme kuno
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
156
D. imperium
E. kapitalisme
13. Perhatikan gambar berikut dengan seksama!
Gambar tersebut adalah salah seorang penjelajah bangsa Portugis yang bernama
Bartolomeus Dias. Wilayah yang ditemukan oleh Bartolomeus Dias dalam ekspedisi
lautnya adalah ....
A. Kepulauan Maluku
B. semenanjung Arab
C. semenanjung Persia
D. selat Malaka
E. tanjung harapan
14. Perhatikan gambar di bawah ini !
Anak panah di atas menunjukkan rute pelayaran penjelajahan dunia yang dilakukan oleh
penjelajah bangsa portugis yaitu ....
A. Christophorus Colombus
B. Vasco Da Gamma
C. Bartolomeus Diaz
D. Amerigo Vespucci
E. Ferdinand Magellan
15. Christophotus Colombus mengajukan permohonan bantuan kepada Raja Spanyol untuk
berlayar mencari sumber rempah-rempah di dunia Timur. Permintaan tersebut dipenuhi
dengan diberikan ....
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
A.
B.
C.
D.
E.
157
perbekalan bahan makanan
rempah-rempah dan upeti yang banyak.
300 pelaut handal
tiga kapal yang bernama Pinta, Nina, Maria beserta 88 orang pelaut
satu buah kapal beserta 100 orang pelaut
16. .
a.
e.
b.
d.
c.
Dari gambar di atas, tunjukkan dimana pertama kali masuknya bangsa Spanyol masuk
ke Nusantara?
A. d
B. b
C. e
D. a
E. c
17. Perhatikan Gambar berikut ini !
Gambar tersebut merupakan penjelajah samudra berkebangsaan Spanyol yang bernama
....
A. Chistophorus Colombus
B. Francid Dake
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
158
C. Cournelis De Houtman
D. Magellan
E. James Cook
18. Pada tahun 1596 Cornelis De Houtman bersama dengan rombongan pertama kalinya tiba
di Nusantara. Mereka mendarat di....
A. Banten
B. Tangerang
C. Batavia
D. Cikarang
E. Bandung
19. Untuk mengurusi kepentingan Belanda di Indonesia maka dibentuk VOC dengan
gubernur jenderal yang pertama adalah ....
A. J.P. Coen
B. Pieter Both
C. Daendels
D. Van der Capellen
E. Cornelis de Houtman
20. Salah satu latar belakang didirikannya VOC pada tahun 1602 adalah ....
A. mencegah persaingan diantara sesama pedagang Belanda
B. mencegah campur tangan asing ke dalam urusan internal pedagang Belanda.
C. mencegah persaingan dengan pedagang di luar Belanda.
D. mencari keuntungan sebanyak-banyaknya untuk kas negara.
E. meningkatkan perdagangan di wilayah Indonesia.
SOAL KONSEP
21. Pengertian dari sosialisme ialah ....
A. ekspansi politik untuk menguasai daerah lain
B. usaha untuk mengembangkan kekuasaan suatu negara di luar wilayah negara
C. paham yangbertujuan membentuk negara kemakmuran dengan usaha kolektif yang
produktif danmembatasi milik perseorangan
D. sistem politik ekonomi yang sangat mementingkan perdagangan internasional dengan
tujuan untuk memperbanyak aset dan modal yang dimiliki suatu negara
E. suatu paham yang menghendaki adanya kebebasan individu dalam segala bidang
22. Berikut ini yang dimaksud dengan merkantilisme adalah ....
A. usaha untuk mengembangkan kekuasaan suatu negara di luar wilayah negara
B. paham yangbertujuan membentuk negara kemakmuran dengan usaha kolektif yang
produktif danmembatasi milik perseorangan
C. ekspansi politik untuk menguasai daerah lain
D. suatu paham yang menghendaki adanya kebebasan individu dalam segala bidang
E. sistem politik ekonomi yang sangat mementingkan perdagangan internasional dengan
tujuan untuk memperbanyak aset dan modal yang dimiliki suatu negara
23. Pengertian dari Liberalisme ialah ....
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
159
A. paham yangbertujuan membentuk negara kemakmuran dengan usaha kolektif yang
produktif danmembatasi milik perseorangan
B. usaha untuk mengembangkan kekuasaan suatu negara di luar wilayah negara ekspansi
politik untuk menguasai daerah lain
C. sistem politik ekonomi yang sangat mementingkan perdagangan internasional dengan
tujuan untuk memperbanyak aset dan modal yang dimiliki suatu negara
D. ekpansi politik untuk menguasai daerah lain
E. suatu paham yang menghendaki adanya kebebasan individu dalam segala bidang
24. Pengertian dari Imperialisme ialah ....
A. suatu paham yang bertujuan melancarkan semboyan 3G dan berlangsung sebelum
revolusi industri
B. suatu paham untuk mendapatkan kekayaan
C. suatu paham untuk menambah kejayaan
D. suatu paham untuk menyebarkan agama
E. suatu paham yang bertujuan mencari jajahan untuk dijadikan sumber bahan mentah
dan pasar bagi hasil-hasil industri dan terjadi sesudah revolusi industri
25. Pengertian dari imperialisme kuno ialah ....
A. suatu paham yang bertujuan melancarkan semboyan 3G dan berlangsung sebelum
revolusi industri
B. suatu paham untuk menambah kejayaan
C. suatu paham untuk menyebarkan agama
D. suatu paham untuk mendapatkan kekayaan
E. suatu paham yang bertujuan mencari jajahan untuk dijadikan sumber bahan mentah
dan pasar bagi hasil-hasil industri dan terjadi sesudah revolusi industri
26. Pengertian dari koloni domisili ialah ....
A. daerah koloni digunakan untuk menempatkan tahanan politik
B. daerah koloni berupa pulau-pulau untuk kepentingan pertahanan
C. penduduk suatu negara menduduki daerah koloni
D. penduduk sebuah wilayah untuk tempat tinggal tanpa ada tujuan lain
E. daerah koloni dieksploitasi SDA dan SDM untuk keuntungan finansial
27. Pengertian dari koloni netral ialah ....
A. daerah koloni berupa pulau-pulau untuk kepentingan pertahanan
B. daerah koloni digunakan untuk menempatkan tahanan politik
C. penduduk sebuah wilayah untuk tempat tinggal tanpa ada tujuan lain
D. penduduk suatu negara menduduki daerah koloni
E. daerah koloni dieksploitasi SDA dan SDM untuk keuntungan finansial
28. Pengertian dari koloni deportasi ialah ....
A. penduduk sebuah wilayah untuk tempat tinggal tanpa ada tujuan lain
B. daerah koloni dieksploitasi SDA dan SDM untuk keuntungan finansial
C. daerah koloni untuk digunakan untuk menempatkan tahanan politik
D. daerah koloni berupa pulau-pulau untuk kepentingan pertahanan
E. penduduk suatu negara menduduki daerah koloni
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
160
29. Tanam paksa dapat diartikan sebagai ....
A. suatu sistem dimana setiap desa menyisihkan tanahnya untuk ditanami komoditi
ekspor seperti kopi dan tebu
B. suatu sistem dimana setiap kota menyisihkan tanahnya untuk ditanami komoditi
impor seperti jagung dan beras
C. suatu sistem dimana setiap desa menyisihkan tanahnya untuk ditanami komoditi
ekspor seperti jagung dan kopi
D. suatu sistem dimana setiap penduduk pribumi menyisihkan tanahnya untuk ditanami
komoditi impor seperti kopi dan beras
E. suatu sistem dimana setiap penduduk pribumi menyisihkan tanahnya untuk ditanami
komoditi ekspor seperti kopi dan jagung
30. Pengertian dari kerja rodi ialah ....
A. kerja tanpa upah dan mengandung unsur pemaksaan
B. kerja tanpa diberi makanan dan sukarela
C. kerja tanpa upah dan sukarela
D. kerja tanpa upah dan tampa diberi makanan
E. kerja tanpa diberi makanan dan mengandung unsur pemaksaan
31. Keberadaan VOC di Indonesia menimbulkan reaksi dan perlawanan rakyat di berbagai
daerah. Hal ini menimbulkan pemberontakan yang dilakukan oleh rakyat, untuk
mengusir jajahan VOC. Usaha perlawanan rakyat di berbagai daerah tersebut
mencerminkan sikap ....
A. semangat kebangsaan
B. kerja keras
C. nasionalisme
D. tanggung jawab
E. ketaatan
32. kemajuan teknologi berupa pesawat, kereta api, dan mobil merupakan salah satu usaha
penemuan hebat yang dilakukan oleh para tokoh penjelajah dunia. Usaha tersebut
mencerminkan sikap ....
A. kerja keras
B. ketekunan
C. kedisiplinan
D. semmangat kebangsaan
E. keuletan
33. Kemajuan pengetahuan dan teknologi, seperti kapal, kompas dan meriam merupakan
salah satu usaha penemuaan hebat yang dilakukan oleh para tokoh penjelajah dunia.
Usaha tersebut mencerminkan sikap ....
A. kebebasan
B. kerja keras
C. disiplin
D. mentaati peraturan
E. ketaatan
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
161
34. Ketika bangsa-bangsa Eropa mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang geografi dan
teknologi, kemudian mereka berlomba-lomba mengarungi samudera dan berekspansi
membangun wilayah-wilayah pendudukan. Sikap bangsa Eropa yang ingin berlombalomba mencerminkan sikap ....
A. demokratis
B. jujur
C. tanggung jawab
D. rasa ingin tahu
E. cinta tanah air
35. Di dalam melakukan ekpansi orang-orang Eropa berambisi untuk menguasai daerah
Asia yang memiliki banyak kekayaan alam dan subur tanahnya. Berarti orang Eropa
tersebut menunjukkan sikap ....
A. ketekunan
B. keuletan
C. kedisiplinan
D. kerja keras
E. rajin
36. Dalam penjelajahan samudera negara portugis harus membawa nama baik bangsanya
untuk mempertahankan bangsanya. Pernyataan tersebut berarti setiap bangsa harus
menunjukkan sikap ....
A. Harga diri
B. Kedisiplinan
C. Keuletan
D. Rajin
E. Ketekunan
37. Orang Belanda jika berpergian selalu tepat waktu. Hal ini menunjukkan sikap ....
kerajinan
A. tanggung jawab
B. keuletan
C. disiplin
D. ketertiban
38. Untuk memenuhi kebutuhan orang Belanda menjual rempah-rempah ke Eropa penduduk
Maluku bersama-sama mengumpulkan hasil ladangnya. Dari pernyataan itu berarti
penduduk Maluku ....
A. suka rela
B. disiplin
C. dermawan
D. tanggung jawab
E. tanpa pamrih
39. Keberadaan VOC di Indonesia menimbulkan reaksi dan perlawanan rakyat di berbagai
daerah, hal ini menimbulkan pemberontakan yang dilakukan oleh rakyat untuk mengusir
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
162
jajahan VOC, usaha yang perlawanan rakyat diberbagai daerah tersebut mencermikan
sikap ....
A. nasionalisme
B. semangat kebangsaan
C. kerja sama
D. kerja keras
E. bertanggung jawab
40. Pada zaman kolonial Belanda setiap penduduk pribumi yang mempunyai lahan harus
menyetorkan pajak kepada pemerintahan kolonial, jika melanggar akan dikenakan
sanksi. Kewajiban penduduk pribumi yang harus menyetorkan pajak berarti ....
A. patuh
B. tanggung jawab
C. disiplin
D. kebersaman
E. tertib
SOAL AFEKTIF (INDIVIDUAL)
Pilihlah salah satu sikapmu berdasarkan pernyataan-pernyataan berikut ini! (ss, s, r, ts, sts)
41. Masuknya bangsa barat ke Nusantara banyak membawa dampak positif bagi kemajuan
dan perkembangan Nusantara khususnya dalam bidang kebudayaan yaitu gotong royong.
Bagaimana menurutmu?
A. sangat setuju
B. setuju
C. ragu-ragu
D. tidak setuju
E. sangat tidak setuju
42. Sikap orang-orang Eropa saat berpergian tepat waktu. Ini berarti menunjukan
kedisipilnan yang ditanamkan sejak dini.
A. sangat setuju
B. setuju
C. ragu-ragu
D. tidak setuju
E. sangat tidak setuju
43. Pada masa kolonialisme dan imperalisme, bangsa Barat banyak membuat kehidupan
masyarakat Nusantara menjadi menderita, tetapi generasi muda saat ini lebih bangga dan
menyenangi kebudayaan bangsa barat.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
163
A. sangat setuju
B. setuju
C. ragu-ragu
D. tidak setuju
E. sangat tidak setuju
44. Kolonialisme bangsa Barat ke Indonesia terbilang sangat kejam karena kolonialisme
pada umumnya bertujuan untuk mencapai dominasi ekonomi atas sumber daya alam ,
manusia, dan perdagangan di wilayah Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan sikap
bangsa Bara kejam.
A. sangat setuju
B. setuju
C. ragu-ragu
D. tidak setuju
E. sangat tidak setuju
45. Salah satu pengaruh imperialisme bangsa Barat yang paling besar pengaruhnya dan
masih dirasakan dalam kehidupan saat ini adalah semangat kerohanian yang dibuat oleh
para penjelajah samudera yaitu Gospel (keagamaan) dibandingkan dengan Gold dan
Glory......
A. sangat setuju
B. setuju
C. ragu-ragu
D. tidak setuju
E. sangat tidak setuju
46. Masyarakat Nusantara saat adanya praktik VOC hanya menerima perlakuan sewenangwenang oleh VOC, kebijakan-kebijakan yang diterapkan VOC banyak yang sangat
merugikan masyarakat.
A. sangat setuju
B. setuju
C. ragu-ragu
D. tidak setuju
E. sangat tidak setuju
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
164
47. Dalam melawan Tidore, Ternate meminta bantuan pada Portugis dengan memberikan
imbalan monopoli dagang rempah-rempah.
A. sangat setuju
B. setuju
C. ragu-ragu
D. tidak setuju
E. sangat tidak setuju
48. Kebijakan bangsa Barat banyak yang menerapkan kebijakan monopoli perdagangan di
Nusantara, yaitu mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.
A. sangat setuju
B. setuju
C. ragu-ragu
D. tidak setuju
E. sangat tidak setuju
49. Salah satu bukti penjajahan bangsa Barat ke Indonesia yang berpengaruh paling besar
dan masih dirasa sampai saat ini yang nanti dapat menggeser masakan tradisional
Indonesia.
A. sangat setuju
B. setuju
C. ragu-ragu
D. tidak setuju
E. sangat tidak setuju
50. Dengan masuknya pengaruh bangsa Barat yang ingin menjajah Indonesia hal ini
membuat masyarakat Indonesia lebih bersatu padu mempertahankan Indonesia dengan
sikap mengusir penjajahan bangsa Barat.
A. sangat setuju
B. setuju
C. ragu-ragu
D. tidak setuju
E. sangat tidak setuju
Aspek Keterampilan
1. Penugasan
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
165
Buatlah artikel ilmiah dengan tema “Keserakahan VOC di Jawa”. Karangan sebanyak 1-2
halaman kertas folio bergaris. Sumber buku paket Sejarah Indonesia dan internet
Petunjuk penilaian:
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai laporan peserta didik dalam membuat
artikel ilmiah tentang Pemerintahan Raffles di Jawa. Tulislah angka-angka yang tepat yang
sesuai dengan kriteria sebagai berikut!
Kelas : .................................
Nama : .................................
Judul : ................................
No
1.
2.
3.
4.
5.

Aspek Penilaian
Sistematika penulis
Bahasa yang baik dan benar
Ada masalah
Jalan pikiran logis
Kesimpulan mampu menjawab masalah
Jumlah Nilai
Nilai
20
20
20
20
20
100
Penilaian Peta
Buatlah Peta penjejahan samudera yang dilakukan oleh Bangsa Portugis. Peta dibuat di kertas A4 dan
dibuat semenarik mungkin. Sumber dapat di dapat pada buku paket Sejarah Indonesia maupun di
internet.
No
Aspek Penilaian
Catatan
1.
Ada skala
25
2.
Ada arah mata angin
25
3.
Legenda
25
4.
Menunjukkan rute perjalanan dengan jelas
25
2. Daftar Aktifitas Siswa
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
No
Aspek Penilaian
Catatan
1.
Mengungkapkan pendapat
5
2.
Menjawab pertanyaan
5
3.
Mendengarkan
5
4.
Keaktifan dalam kelompok
5
5.
Bertanya
5
166
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
167
Soal Evaluasi 2
I.
ASPEK PENGETAHUAN
1. Faktor berikut bukan penyebab datangnya bangsa Barat ke dunia Timur adalah keinginan ....
A. menimbun harta dan kekayaan
B. mendapatkan posisi yang strategis
C. menyebarkan agama
D. menyebarkan nasionalisme
E. menjadi bangsa yang luas dan terbesar di dunia
2. Berikut ini yang bukan latar belakang datangnya pedagang-pedagang Belanda di Nusantara
adalah ....
A. jatuhnya kota Konstantinopel ketangan bangsa Turki Usmani
B. tertutupnya Lisabon bagi para pedagang Belanda
C. untuk mencari rempah-rempah di Nusantara
D. adanya persaingan dagang dengan negara-negara Eropa
E. terdorong oleh nafsu untuk menguasai bangsa lain
3. Salah satu maksud didirikannya VOC pada tahun 1602 adalah ....
A. mencegah persaingan di antara sesama pedagang Belanda
B. mencegah campur tangan asing ke dalam urusan internal pedagang Belanda
C. mencegah persaingan dengan pedagang diluar Belanda
D. mencari keuntungan sebanyak-banyaknya untuk kas negara
E. meningkatkan perdagangan di wilayah Indonesia
4. Tugas utama yang dilakukan gubernur jenderal VOC pertama adalah ....
A. menguasai armada laut di Batavia
B. menguasai pangkalan-pangkalan dagang di samudera Hindia
C. menguasai daerah-daerah di jawa
D. menguasai daerah di Banten
E. menguasai Maluku dan merebut Benteng Niew Victoria milik Portugis
5. Gubernur Jenderal VOC yang berkedudukan di Batavia adalah ....
A. Cornelis de Houtman
B. De Keyzer
C. Jan Pieterzoon Coen
D. Olden Barnevelt
E. Francois Witter
6. Atas dasar makin mundur ekonominya, VOC melaksanakan penekanan terhadap beberapa
daerah yang sudah dikuasai anatara lain di Priangan dengan membuat kebijakan Priangan stelsel
yang berisi ....
A. kewajiban menanam kopi
B. kewajiban membayar pajak
C. kewajiban menyerahkan upeti
D. pajak sewa tanah dengan hasil bumi
E. kewajiban menanam tanaman tembakau
7. Makin luasnya wilayah VOC berakibat kemunduran VOC itu sendiri,karena .....
A. pengaruh koloni Hindia Belanda
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
8.
9.
10.
11.
12.
a
168
B. penyalahgunaan hak istimewa
C. pedagang belanda yang kecewa terhadap VOC
D. korupsi di tubuh VOC
E. kegagalan menumpas perlawanan daerah
Untuk mengurusi kepentingan Belanda di Indonesia maka dibentuk lah dengan gubernur
jenderal yang pertama adalah ......
A. J.P Coen
B. Daendels
C. Pieter Both
D. Van der Capellen
E. Conelis De Houtman
Mempertahankan Indonesia dari serangan Inggris, menjalankan pemerintahan kolonial Belanda
pro-Perancis di Indonesia, mencari dana untuk menjalankan pemerintahan serta untuk
diserahkan ke negeri induk.Tokoh yang dimaksud pada pernyataan tersebut adalah....
A. Van der Capellen
B. J.P Coen
C. Pieter Both
D. Daendels
E. Cornelis De Houtman
Meningkatkan jumlah tentara, membangun jalan Anyer sampai Panarukan sejauh 1.100 km
dengan cara kerja rodi, membangun pabrik-pabrik senjata. Pernyataan tersebut merupakan
kebijakan-kebijakan yang dilakukan Daendels di Indonesia dalam bidang ....
A. pertahanan dan keamanan
B. pemerintahan
C. politik
D. sosial
E. ekonomi
Membagi Pulau Jawa menjadi 9 daerah prefektur yang dipimpin prefek dan membawahi para
Bupati, tetapi tunduk pada gubernur jenderal merupakan salah satu kebijakan yang dilakukan
Daendels dalam bidang .....
A. sosial
B. ekonomi
C. politik
D. pemerintahan
E. pertahanan dan keamanan
Pilihlah tokoh di bawah ini yang tugas utamanya melaksanakan sistem sewa tanah dan pajak
tanah yang kemudian menjadi dasar perkembangan sistem perekonomian uang adalah ....
b
c
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
d
169
e
13. Proses penyerahan kekuasaan di Indonesia dari Belanda ke Inggris tahun 1814 ditandai dengan
....
A. Convention of London
B. Traktat Sumatra
C. Kapitulasi Tuntang
D. Kapitulasi Kalijati
E. Perjanjian Bongaya
14. Kebijakan politik liberal tidak sesuai dengan sistem feodal di Indonesia, struktur birokrasi feodal
yang panjang menyebabkan pemerintah tidak dapat berhubungan langsung dengan rakyat.
Pernyataan tersebut merupakan kebijakan yang dibuat oleh seorang tokoh Belanda pengganti
Raffles yaitu .....
A. Van Der Capellen
B. Van Den Bosch
C. Daendels
D. Robert Van Niel
E. Raffles
15. Untuk mengatasi kesulitan keuangan gubernur jenderal berikut ini mengusulkan kepada
pemerintah Belanda agar produksi tanaman ekspor di Indonesia ditingkatkan, adapaun caranya
dengan melaksanakan cultuur stelsel. Tokoh tersebut adalah ....
A. Robert Van Niel
B. Raffles
C. Daendels
D. Van den Bosch
E. Van Der Capellen
16. Berikut ini yang tidak termasuk latar belakang diberlakukannya sistem tanam paksa adalah ...
A. keinginan para bupati mendapatkan cultuur procenten
B. pemasukan uang dari penanaman kopi tidak banyak
C. utang luar negeri yang berat
D. biaya perang yang besar
E. kekosongan kas negara
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
170
17. Sejak tahun 1850, kesengsaraan dan kemelaratan bangsa Indonesia akibat tanam paksa akhirnya
diketahui oleh pemerintah Belanda. Hal ini mendapat tantangan keras dari masyarakat Belanda
terutama dari kalangan......
A. kapitalis dan sosialis
B. kapitalis dan komunis
C. komunis dan humanis
D. humanis dan kapitalis
E. komunis dan sosialis
18. Keberadaan VOC di Indonesia menimbulkan reaksi dan perlawanan rakyat di berbagai daerah
sebab ....
A. VOC menjalankan politik tanam paksa
B. VOC menarik pajak terlalu tinggi
C. VOC memiliki hak octroi
D. VOC menjalankan sistem monopili dalam perdagangan
E. VOC berhak memiliki tentara
19. Berikut merupakan salah satu tugas yang dilakukan Gubernur Jenderal Van den Bosch dalam
melaksanakan politik tanam paksa atau cultuurstelsel adalah ......
A. waktu menanam perdagangan boleh melibihi waktu tanam padi
B. penduduk tidak menyediakan sebagian tanah untuk ditanamai tanaman perdagangan
C. tanah untuk tanaman perdagangan tidak dibebaskan dari pajak
D. tanah untuk tanaman perdagangan tidak boleh melebihi dari 1/5 tanah penduduk
E. kegagalan yang disebabkan petani ditanggung pemerintah
20. Pemerintah Belanda di Indonesia pada masa Gubernur Jenderal van Den Bosh menerapkan
sistem tanam paksa dengan tujuan .....
A. menutupi utang-utang VOC yang tidak mampu dibayar
B. untuk menjaga tetap stabilnya hubungan dagang Belanda dengan negara-negara Eropa
lainnya
C. untuk mengatasi keuangan negeri Belanda yang hancur akibat banyak peperangan
D. memperkenalkan jenis-jenis tanaman baru bagi masyarakat
E. membiasakan masyarakat suka bekerja keras dan tidak bermalas-malasan
KONSEP
21. Yang dimaksud dengan contingenten adalah ....
A. kewajiban rakyat menyerahkan hasil bumi sebagai pajak kepada pemerintah
B. kewajiban rakyat menjual hasil panen hanya kepada pemerintah Belanda
C. kewajiban menananm kopi
D. menjual tanah-tanah negara kepada pihak swasta atau partikelir
E. kewajiban menanam tanaman pala
22. Yang dimaksud dengan kerja rodi adalah .....
A. kewajiban rakyat menyerahkan hasil bumi sebagai pajak kepada pemerintah
B. kewajiban rakyat menjual hasil panen hanya kepada pemerintah Belanda
C. kewajiban menananam kopi
D. kerja paksa bagi penduduk untuk membuat jalan raya Anyer Panarukan
E. kewajiban menjual tanah negara kepada pihak swasta atau partikeler
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
171
23. Yang dimaksud dengan landelijk stelsel merupakan .....
A. kerja paksa bagi penduduk untuk membuat jalan raya Anyer Panarukan
B. kewajiban menjual hasil panen hanya kepada pemerintah Belanda dengan harga yang telah
ditentukan
C. kewajiban rakyat menyerahkan hasil bumi sebagai pajak kepada pemerintah
D. kewajiban menananm kopi
E. kewajiban menjual tanah-tanah negara kepada pihak swasta atau partikelir
24. Yang dimaksud dengan verplichte leverantie adalah ....
A. Badan-badan pengadilan yang akan mengadili orang indonesia sesuai dengan adat
istiadatnya.
B. kewajiban menananam kopi
C. kerja paksa bagi penduduk untuk membuat jalan raya Anyer Panarukan
D. kewajiban menjual tanah negara kepada pihak swasta atau partikeler
E. kewajiban menjual hasil panen hanya kepada pemerintah Belanda dengan harga yang telah
ditentukan
25. Yang dimaksud dengan Prianger Stelsel adalah .....
A. kewajiban penduduk Priangan untuk menanam kopi
B. kerja paksa bagi penduduk untuk membuat jalan raya Anyer Panarukan
C. kewajiban menjual tanah negara kepada pihak swasta atau partikeler
D. kewajiban menjual hasil panen hanya kepada pemerintah Belanda dengan harga yang telah
ditentukan
E. kewajiban rakyat menyerahkan hasil bumi sebagai pajak kepada pemerintah
26. Yang dimaksud dengan isi kapitulasi tuntang adalah ......
A. menjual tanah negara karawang, Priangan, Semarang dan Surabaya kepada pihak swasta
B. menghapuskan kesulatanan Banten dan Cirebon
C. menghapuskan sistem monopili
D. sistem sewa tanah dan pajak tanah yang kemudian menjadi dasar perkembangan sistem
perekonomian uang
E. seluruh kekuatan militer Belanda di Asia Tenggara harus diserahkan Inggris.
27. Yang dimaksud dengan cultuur procenten adalah ......
A. hasil tanaman perdagangan diserahkan oleh pemerintah
B. tanah untuk tanaman perdagangan dikenakan pajak
C. pengawas lokal yang saling berlomba untuk meningkatkan hasil tanaman perdagangan
D. kebijakan yang tidak sesuai dengan sistem feodal di Indonesia
E. kas negeri Belanda yang mengalai defisit
28. Yang dimaksud dengan kapitalisme adalah ....
A. paham yang bertujuan membentuk negara kemakmuran dengan usaha kolektif yang
produktif dan membatasi milik perseorangan
B. usaha untuk mengembangkan kekuasaan suatu negara di luar wilayah negara
C. ekspansi politik untuk menguasai daerah lain
D. sistem politik ekonomi yang sangat mementingkan perdagangan internasional dengan
tujuan untuk memperbanyak aset dan modal yang dimiliki suatu negara
E. sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh
pemilik swasta dengan tujuan membuat keuntungan dalam ekonomi pasar.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
172
29. Yang dimaksud dengan sosialisme adalah ....
A. paham yang bertujuan membentuk negara kemakmuran dengan usaha kolektif yang
produktif dan membatasi milik perseorangan
B. usaha untuk mengembangkan kekuasaan suatu negara di luar wilayah negara
C. ekspansi politik untuk menguasai daerah lain
D. sistem politik ekonomi yang sangat mementingkan perdagangan internasional dengan
tujuan untuk memperbanyak aset dan modal yang dimiliki suatu negara
E. suatu paham yang menghendaki adanya kebebasan individu dalam segala bidang
30. Yang dimaksud dengan hak octroi adalah ....
A. hak untuk mengalah dan mundur dari perang
B. hak untuk bebas dalam menaman tanaman perkebunan
C. hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah Belanda kepada perusahaan dagang
D. hak untuk mencapai sesuatu yang diinginkan
E. hak untuk merdeka
31. Monopoli perdangangan yang dilakukan oleh bangsa Inggris sangat merugikan perdagangan di
Indonesia Sikap kita terhadap hal ini adalah .....
A. melalukan perlawan
B. memberontak
C. biasa saja
D. menolak
E. mengusir
32. Orang Inggris datang ke Jawa yang menimbulkan kesengsaraan baik dari segi fisik, maupun
materi sehingga sikap sebagai rakyat Jawa seharusnya....
A. acuh-tak acuh
B. memberontak
C. biasa saja
D. menolak
E. mengusir
33. Salah satu raja-raja di kepulauan Jawa ada yang berkerjasama dengan pemerintahan Inggris. Hal
ini dibenci dimata rakyat tetapi tujuan dari kerjasama raja-raja dan pemerintahan inggris ada sisi
baiknya. Bagaimana Sikapmu terhadap raja-raja jawa tersebut....
A. menerima
B. menolak
C. membenci
D. menyetujui
E. acuh tak acuh
34. Pelaksanaan tanam paksa di bawah pimpinan Van den Bosch telah membawa penderitaan
rakyat Indonesia yang berkepanjangan. Hal ini berarti menimbulkan ......
A. kesengsaraan
B. kerugian
C. keruntuhan
D. kehancuran
E. kemelaratan
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
173
35. Runtuhnya VOC disebabkan oleh berbagai faktor, adanya korupsi, problem manajemen dan
utang. Hal ini berarti Sikap pemerintahan VOC .......
A. tidak bertanggungjawab
B. serakah
C. ceroboh
D. sombong
E. berfoya-foya
36. Seiring dengan datangnya bangsa Barat juga telah berdampak pada perkembangan agama
Kristen Katolik dan Kristen Protestan di Indonesia yang di terima baik oleh masyarakat Indonesia
Usaha tersebut mencermikan .....
A. ketekunan
B. kerja keras
C. semangat rohani
D. keuletaN
E. pantang menyerah
37. Di dalam melakukan ekspansi orang-orang Inggris berambisi untuk menguasai daerah Asia
karena Asia merupakan daerah yang subur dan sumber kekayaan alamnya. Hal ini menunjukan
Sikap....
A. ketekunan
B. kedisiplinan
C. semangat kebangsaan
D. keuletan
E. kerja keras
38. Kemajuan teknologi berupa pesawat,kereta api, dan mobil merupakan salah satu usaha
penemuan hebat yang dilakukan oleh para tokoh penjelajah dunia. Usaha tersebut
mencerminkan sikap....
A. kerja keras
B. disiplin
C. tekun
D. keuletan
E. ketaatan
39. Sikap orang Inggris dalam memajukan bangsanya sangat keras dan displin hal ini terbukti dalam
kemajuan teknologi,pengetahuan dan pembangunan yang telihat sampai saat ini. Usaha
tersebut mencerminkan........
A. semangat kebangsaan
B. kerja sama
C. kerja keras
D. bertanggung jawab
E. rajin
40. Keberadaan VOC di Indonesia menimbulkan reaksi dan perlawanan rakyat di berbagai daerah.
Hal ini menimbulkan pemberontakan yang dilakukan oleh rakyat untuk mengusir jajahan VOC,
Usaha perlawanan rakyat di berbagai daerah tersebut mencermikan sikap.....
A. nasionalisme
B. semangat kebangsaan
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
174
C. kerja sama
D. kerja keras
E. bertanggung jawab
41.
42.
43.
44.
45.
46.
II. ASPEK SIKAP ( pilihlah salah satu sikapmu berdasarkan pernytaan-peryataan berikut ini) !
Akibat PD II membuat kas negara Belanda kosong, Belanda kemudian mengeruk kekyaan alam
Nusantara untuk mengisi kekosongan kas negaranya.
A. sangat setuju
B. setuju
C. ragu-ragu
D. tidak setuju
E. sangat tidak setuju
Saat tanam paksa, banyak pekerja dipaksa fokus bekerja untuk tanam paksa oleh Belanda
sehingga nasib diri sendiri dan keluarga tidak terus.
A. sangat setuju
B. setuju
C. ragu-ragu
D. tidak setuju
E. sangat tidak setuju
Sultan Hamegkubuwana memakai berbagai cara untuk kembali naik tahta termasuk dengan
bekerja sama dengan Raffles, padahal Raffles membuat sengsara rakyat Yogyakarta.
A. sangat setuju
B. setuju
C. ragu-ragu
D. tidak setuju
E. sangat tidak setuju
Kolonialisme di Nusantara membuat rakyat sengsara, tapi saat itu tidak ada yang berani
menentang kolonialisme bngsa Barat di Nusantara.
A. sangat setuju
B. setuju
C. ragu-ragu
D. tidak setuju
E. sangat tidak setuju
Dalam melakukan ekspansi ke Nusantara, banyak terdapat korban jiwa dari bangsa Barat sendiri
demi mencapai tempat tujuan.
A. sangat setuju
B. setuju
C. ragu-ragu
D. tidak setuju
E. sangat tidak setuju
Masuknya bangsa Barat ke Nusantara membawa dampak positif bagi rakyat Nusantara, yaitu
dalam hal kerja keras yang tercermin dalam sikap bangsa Barat.
A. sangat setuju
B. setuju
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
47.
48.
49.
50.
175
C. ragu-ragu
D. tidak setuju
E. sangat tidak setuju
Bangsa Barat selalu mendata berbagai hal di tanah jajahan dengan sangat teliti.
A. sangat setuju
B. setuju
C. ragu-ragu
D. tidak setuju
E. sangat tidak setuju
Kedatangan bangsa Barat tidak hanya memberikan dampak negatif bagi Nusantara tetapi juga
dampak positif seperti menjadi mengenal mata uang.
A. sangat setuju
B. setuju
C. ragu-ragu
D. tidak setuju
E. sangat tidak setuju
Untuk memperkuat kedudukan di Jawa Raffles membina hubungan baik dengan pengeran dan
penguasa Nusantara yang membenci Belanda.
A. sangat setuju
B. setuju
C. ragu-ragu
D. tidak setuju
E. sangat tidak setuju
Kaum liberal menuntut pelaksanaan Tanam Paksa di Hindia Belanda diakhiri karena merasa
kasihan terhadap penderitaan rakyat pribumi.
A. sangat setuju
B. setuju
C. ragu-ragu
D. tidak setuju
E. sangat tidak setuju
III. Aspek Keterampilan
1. Penugasan

Portofolio
Buatlah karya ilmiah dengan tema “ Pemerintahan Raffles di Jawa”. Karangan sebanyak
1-2 halaman kertas folio bergaris. Sumber buku paket Sejarah Indonesia dan internet
Petunjuk penilaian:
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
176
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai laporan peserta didik dalam membuat
karya ilmiah tentang Pemerintahan Raffles di Jawa. Tulislah angka-angka yang tepat yang
sesuai dengan kriteria sebagai berikut!
Kelas : .................................
Nama : .................................
Judul : ................................
No
1.
2.
3.
4.
5.

Aspek Penilaian
Sistematika penulis
Bahasa yang baik dan benar
Ada masalah
Jalan pikiran logis
Kesimpulan mampu menjawab masalah
Jumlah Nilai
Nilai
20
20
20
20
20
100
Penilaian kliping
Membuat kliping dengan tema “Tanam Paksa “. Carilah gambar serta tempelah dan berikan rangkuman
sesuai dengan tema. Tugas dikerjakan berkelompok masing-masing terdiri dari 4-5 orang dalam satu
kelompok, dan kerjakan pada kertas folio bergaris dengan rapi.
No
Aspek Penilaian
Catatan
1.
Kesesuaian antara gambar dan isi
25
2.
Kesesuaian isi dengan judul
25
3.
Sesuai dengan EYD
25
4.
Terdapat masalah
25
2. Daftar Aktifitas Siswa
No
Aspek Penilaian
1.
Mengunkapkan pendapat
2.
Menjawab pertanyaan
3.
Mendengarkan
4.
Keaktifan dalam kelompok
Catatan
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
5.
Bertanya
Keterangan penilaian:
5 = jika siswa melakukan aspek 1-5
4 = jika siswa melakukan aspek 1-4
3 = jika siswa melakukan aspek 1-3
2 = jika siswa melakukan aspek 1-2
1= jika siswa melakukan aspek 1
177
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Kunci Jawaban
SOAL 1
1. B
11.A
21.C
31. C
41. +
2.A
12.C
22.E
32.A
42. +
3.E
13.E
23.E
33.B
43. _
4.D
14.C
24.E
34.E
44.+
5.C
15.D
25.A
35.D
45. +
6.A
16.C
26.C
36.A
46._
7.D
17.A
27.C
37.D
47. -
8.E
18.C
28.C
38.A
48.-
9.A
19.B
29.A
39.A
49.-
10.A
20.A
30.A
40.E
50.+
Kunci Jawaban
SOAL 2
1. D
11.D
21.D
31.D
41. +
2. B
12.A
22.D
32.E
42. +
3.A
13.C
23.E
33.A
43. +
4.E
14.A
24.E
34.A
44. +
5.C
15.D
25.A
35.C
45.+
6.A
16.A
26.E
36.B
46. -
7.D
17.A
27.C
37.E
47. -
8.B
18.B
28.D
38.D
48. -
9.D
19.D
29.A
39.C
49. -
10. A
20. A
30.C
40.A
50. -
178
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
179
Lampiran 10
INSTRUMEN OBSERVASI
AKIVITAS GURU DI KELAS
Sekolah
Kelas
Jam ke
Mata pelajaran
Hari, tanggal
: SMA N 1 Depok Yogyakarta
: XI IPA
: 1-2
: Sejarah
: Sabtu, 16 Agustus 2014
PETUNJUK:
1. Amati aktivitas guru di kelas dalam melaksanakn interaksi belajar-mengajar
2. Tuliskan tanda lingkaran pada skor yang sesuai keadaan yang Anda amati!
NO.
ASPEK YANG DIAMATI
SKOR
I.
PRA PEMBELAJARAN
Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan
1
media
1 2 4 5
2
Memeriksa kesiapan siswa
1 2 4 5
II.
1
2
MEMBUKA PEMBELAJARAN
Melakukan kegiatan apersepsi
Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan
rencana kegiatannya
III.
A.
1
KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN
Penguasaan materi pelajaran
Menunjukan penguasaan materi pembelajaran
Mengaitkan materi dengan pengetahuanlain yang
relevan
Menyampaikan materi sesuai dengan hirarki belajar
Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan
2
3
4
B.
1
2
3
4
NO.
5
6
7
Pendekatan/strategi pembelajaran
Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
kompetensi
yang akan dicapai
Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tingkat
perkembangan dan kebutuhan siswa
Melaksanakan pembelajaran secara runtut
Melaksanakan pembelajaran secara terkoordinasi
ASPEK YANG DIAMATI
Melaksanakan pembelajaran yang bersifat konteksual
Mengakomodasi adanya keragaman kebudayaan
Nusantara
Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan
1 2 4 5
1 2 4 5
1 2 4 5
1 2 4 5
1 2 4 5
1 2 4 5
1 2 4 5
1 2 4 5
1 2 4 5
1 2 4 5
SKOR
1 2 4 5
1 2 4 5
1 2 4 5
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
8
tumbuhnya kebiasaan positif
Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu yang
telah dialokasikan
C.
1
2
3
4
Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar
Menunjukkan ketrampilan dalam enggunaan media
Menghasilkan pesan yang menarik
Menggunakan media secara efektif dan efisien
Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media
D.
Pembelajaran yang memicu dan memelihara
keterlbatan siswa
Menimbuhan partisipasi aktif siswa dalam
pembelajaran
Merespon positif partisipasi siswa
Memfasilitasi terjadinya interaksi guru-siswa dan siswasiswa
Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa
Menunjukkan hubungan antarpribadi yang kondusif
Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam
belajar
1
2
3
4
5
6
D.
180
1 2 4 5
1
1
1
1
2
2
2
2
4
4
4
4
5
5
5
5
1 2 4 5
1 2 4 5
1 2 4 5
1 2 4 5
1 2 4 5
1 2 4 5
1
2
Kemampuan khusus dalam pembelajaran bidang
studi
Menumbuhkan sikap ekonomis
menumbuhkan sikap produktif
1 2 4 5
1 2 4 5
F.
1
2
3
4
Penilaan proses dan hasil belajar
Melakukan penilaian awal
Memantau kemajuan belajar
Memberikan tugas sesuai dengan kompetensi
Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi
1
1
1
1
G.
1
2
3
Penggunaan bahasa
Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar
Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar
Menyamaikan pesan dengan gaya yang sesuai
1 2 4 5
1 2 4 5
1 2 4 5
IV.
A.
1
PENUTUP
Refleksi dan rangkuman pembelajaran
Melakukan refleksi pembelajarandengan melibatkan
siswa
Menyusun rangkuman dengan melibatkan siswa
2
NO.
ASPEK YANG DIAMATI
B.
1
Pelaksanaan indak lanjut
Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai bagian
remedi
Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai bagian
2
2
2
2
2
4
4
4
4
5
5
5
5
1 2 4 5
1 2 4 5
SKOR
1 2 4 5
1 2 4 5
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
181
pengayaan
Skor Total
Berdasarkan observasi Anda, tuliskan hal-hal yang berguna bagi Anda sebagai
calon guru!
 Perlunya media sebagai penunjang KBM
 Perlunya inisiatif di kalangan siswa dalam merespon materi yang
diberikan.
 Kerjasama dalam pair atau groupwork dapat membantu siswa memahami
konsep materi
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
182
Lampiran 10
INSTRUMEN OBSERVASI
AKIVITAS GURU DI KELAS SECARA UMUM
Sekolah
: SMA N 1 Depok Yogyakarta
Kelas
: XI IPA 1
Jam ke
: 1-2
Mata pelajaran
: Sejarah
Hari, tanggal
: Sabtu, 16 Agustus 2014
PETUNJUK:
1. Amati aktivitas guru di kelas dalam melaksanakn interaksi belajarmengajar
2. Tuliskan tanda cek (√) pada kolom YA atau TIDAK sesuai keadaan yang
Anda amati!
NO.
BUTIR-BUTIR SASARAN
YA
TIDAK
1. Guru membuka pelajaran

2. Guru mengabsen/menyebut nama

3. Suara guru jelas

4. Guru memakai media

5. Guru memakai alat peraga

6. Guru sering bertanya kepada siswa

7. Pertanyaan guru diajukan perorangan

8. Pertanyaan guru diajukan kepada kelas

9. Guru memanfaatkan penguatan

10. Guru memberikan tugas rumah
11. Sikap guru serius

12. Sikap guru santai

13. Guru menulis di papan tulis

14. Guru umumnya duduk di kursi

15. Guru sering berjalan ke belakang, ke samping, dan ke

tengah
16. Guru membuat rangkuman pelajaran

17. Evaluasi diberikan kepada hal-hal berikut:

a. Setiap indikatir/tujuan pembelajaran
b. Sekelompok indicator/tujuan pembelajaran

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
183
Lampiran 11
INSTRUMEN OBSERVASI
AKIVITAS SISWA DI KELAS
Sekolah
Kelas
Jam ke
Mata pelajaran
Pokok Bahasan/topik
: SMA N 1 Depok Yogyakarta
: XI IPA 1
: 1-2
: Sejarah
: Kolonialisme dan Imperialisme bangsa barat
PETUNJUK:
1. Amati aktivitas guru di kelas dalam melaksanakn interaksi belajarmengajar
2. Tuliskan tanda cek (√) pada kolom YA atau TIDAK sesuai keadaan yang
Anda amati!
NO.
BUTIR-BUTIR SASARAN
YA
TIDAK
1. Siswa siap mengikuti proses pembelajaran
v
2. Siswa
v
memperhatikan
penjelasan
guru/praktikan
3. Siswa menanggapi pembahasan pembelajaran
v
4. Siswa mencatat hal-hal penting
5. Siswa mengerjakan tugas dengan baik
v
v
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
184
Lampiran 12
Checklist Aktifitas Siswa dalam Kelas
Siklus 1
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
Na
ma
AH
AU
AMK
AAG
K
AMA
DNP
DAP
EK
FAP
GP
IDAM
IRC
IAL
KF
LSV
MIA
G
MF
MAN
MFR
MK
NAR
PZA
PR
PDID
RMB
RSW
SHW
SA
SK
Mengem
ukakan
pendapa
t
Menjawa
b
pertanyaa
n dalam
presentasi
Menden
garkan
Keaktifa
n dalam
kelompo
k
Bertanya
Jum
lah
5
4
4
4
5
5
4
4
4
4
5
3
3
3
4
5
4
4
4
4
5
4
4
4
5
19
19
19
22
Total
25
25
25
25
4
5
5
3
4
5
3
3
4
5
5
4
4
3
4
3
4
5
4
3
4
5
4
4
4
3
4
3
3
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
5
3
4
3
3
5
3
4
5
4
4
4
3
4
4
4
4
21
18
21
18
18
22
19
18
18
22
20
19
25
25
25
25
25
25
25
25
25
25
25
25
4
3
3
4
4
3
5
3
4
5
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
5
3
3
4
4
5
4
3
4
4
4
3
4
4
3
3
5
4
4
4
4
4
3
3
3
4
4
4
4
4
4
3
4
19
19
18
19
18
18
22
16
18
22
20
20
20
25
25
25
25
25
25
25
25
25
25
25
25
25
Nilai
76
76
76
88
84
72
84
72
72
88
76
74
74
88
80
76
76
76
74
76
74
74
88
64
74
88
80
80
80
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
185
30.
31.
32.
33.
34.
TWW
TFA
YWA
YPY
YGF
5
5
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
3
4
5
5
4
4
4
4
4
3
4
4
22
22
19
19
19
25
25
25
25
25
88
88
76
76
76
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
186
Checklist Aktifitas Siswa dalam Kelas
Siklus 2
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
Na
ma
AH
AU
AMK
AAG
K
AMA
DNP
DAP
EK
FAP
GP
IDA
M
IRC
IAL
KF
LSV
MIA
G
MF
MAN
MFR
MK
NAR
PZA
PR
PDID
RMB
RSW
SHW
SA
SK
TW
W
Menge
mukaka
n
pendap
at
Menjawa
b
Pertanya
an dalam
presenta
si
Menden
garkan
keaktifan
dalam
kelompo
k
Bertanya
Jumlah
5
4
4
5
5
5
5
4
4
4
5
3
3
3
4
5
4
5
4
5
5
4
4
4
5
20
20
20
23
Total
25
25
25
25
4
5
5
3
4
5
4
4
3
4
4
4
5
4
4
3
4
3
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
5
3
5
5
4
4
4
21
18
22
19
19
22
20
25
25
25
25
25
25
25
4
4
5
5
4
3
4
5
4
4
4
3
4
4
5
5
4
4
4
3
3
4
4
4
4
19
19
22
21
20
25
25
25
25
25
4
4
3
4
4
5
5
3
5
5
4
4
4
5
5
4
4
4
4
4
4
5
4
4
5
5
4
4
4
4
4
4
4
3
5
4
3
4
4
5
5
4
3
4
4
4
4
4
4
3
3
5
4
4
4
5
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
3
4
4
20
20
19
20
19
20
22
19
19
22
21
21
21
22
25
25
25
25
25
25
25
25
25
25
25
25
25
25
Nilai
80
80
80
92
84
72
88
76
76
88
80
76
76
88
84
80
80
80
76
80
76
80
88
76
76
88
84
84
84
88
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
187
31.
32.
33.
34.
TFA
YWA
YPY
YGF
5
4
5
5
4
4
4
3
4
4
3
4
5
4
4
4
4
4
4
4
22
20
20
20
25
25
25
25
88
80
80
80
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
188
CHECKLIST PARTISIPASI SISWA DALAM KELAS SIKLUS 1
No
Nama
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
AH
AU
AMK
AAGK
AMA
DNP
DAP
EK
FAP
GP
IDAM
IRC
IAL
KF
LSV
MIAG
MF
MAN
MFR
MK
NAR
PZA
PR
PDID
RMB
RSW
SHW
SA
SK
TWW
TFA
YWA
YPY
YGF
Jumlah
%
L/P
P
P
P
L
P
L
P
P
P
L
P
P
P
L
L
L
L
L
L
P
P
L
P
P
L
P
P
P
P
P
P
P
P
L
Bertanya
Menjawab
Mengungkap
kan
Pendapat
Memberikan
Komentar
Aktif
Dalam
kelompok
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
8
23,5 %
10
29%
4
1,17%
12
35,2%
√
17
50%
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
189
CHECKLIST PARTISIPASI SISWA DALAM KELAS SIKLUS 2
No
Nama
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
AH
AU
AMK
AAGK
AMA
DNP
DAP
EK
FAP
GP
IDAM
IRC
IAL
KF
LSV
MIAG
MF
MAN
MFR
MK
NAR
PZA
PR
PDID
RMB
RSW
SHW
SA
SK
TWW
TFA
YWA
YPY
YGF
Jumlah
%
L/P
P
P
P
L
P
L
P
P
P
L
P
P
P
L
L
L
L
L
L
P
P
L
P
P
L
P
P
P
P
P
P
P
P
L
Bertanya
Menjawab
Mengungkap
kan
Pendapat
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
Memberikan
Komentar
√
√
√
√
√
√
√
Aktif
Dalam
kelompok
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
26
76,4%
√
√
14
41%
18
53%
17
20,5%
15
44,1%
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
190
Lampiran 13
Cheklist Kemampuan Psikomotor Siklus 1
1a. Keterampilan (Penilaian Individu)
Nama
AH
AU
AMK
AAGK
AMA
DNP
DAP
EK
FAP
GP
IDAM
IRC
IAL
KF
LSV
MIAG
MF
MAN
MFR
MK
NAR
PZA
PR
PDID
RMB
RSW
SHW
SA
SK
Sistematika
Penulis
Sesuai
EYD
Ada
Masalah
Jalan
pikiran
logis
20
15
19
18
17
17
17
20
17
15
17
16
18
18
15
15
17
15
18
15
15
15
18
15
15
15
16
15
17
18
20
15
19
18
17
18
18
18
15
15
17
16
16
18
15
15
15
17
18
15
15
16
17
15
15
15
16
17
17
18
20
17
18
18
15
17
18
17
16
15
18
16
18
15
13
15
15
15
18
14
15
15
18
12
13
13
16
15
17
19
20
15
15
18
15
17
16
16
15
15
18
15
17
15
12
15
16
15
18
15
15
16
19
12
13
13
16
15
17
18
Mampu
Jumlah
menjawab
masalah
20
15
15
18
15
17
16
17
15
15
15
15
15
15
14
15
15
15
18
15
15
15
18
10
13
12
16
15
17
18
77
86
90
79
86
85
88
78
75
85
78
84
81
69
75
78
77
90
74
75
77
90
64
69
68
80
77
85
91
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
191
15
17
15
15
13
TWW
TFA
YWA
YPY
YGF
15
17
17
16
15
16
17
15
15
14
16
15
15
13
14
15
15
15
13
13
77
81
77
72
69
2687
1b. Keterampilan ( Penilaian sosial)
No
Nama
Ada
Skala
Ada
arah
mata
angin
Ada
Menunjukkan
keterangan rute
perjalanan
dengan jelas
Jumlah
25
20
25
20
25
20
80
1.
AH
25
20
2.
AU
19
19
20
22
80
3.
AMK
25
18
18
20
81
4.
AAGK
20
15
20
20
75
5.
AMA
20
15
22
24
81
6.
DNP
18
15
15
20
68
7.
DAP
18
18
23
25
84
8.
EK
20
20
20
20
80
9.
FAP
15
20
20
18
73
18
18
20
18
20
19
76
75
10.
11.
IDAM
18
20
12.
IRC
20
15
22
24
81
13.
IAL
20
22
22
23
87
14.
KF
20
20
20
20
80
18
18
22
20
25
20
83
76
15.
16.
GP
MIAG
18
18
17.
MF
18
18
20
20
76
18.
MAN
15
19
25
25
84
19.
MFR
19
18
18
19
74
20.
MK
20
19
22
20
81
21.
NAR
20
15
20
20
75
22.
PZA
20
15
22
24
81
23.
PR
18
15
15
20
68
24.
PDID
18
18
23
25
84
LSV
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
192
25.
RMB
20
20
20
20
80
26.
RSW
15
20
20
18
73
20
20
20
20
20
20
80
80
27.
28.
SA
20
20
29.
SK
20
20
20
20
80
30.
TWW
25
20
19
19
83
31.
TFA
25
20
20
20
85
YPY
25
20
18
15
18
20
20
20
81
75
YGF
20
15
22
24
81
32.
33.
34.
SHW
YWA
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
193
Cheklist Kemampuan Psikomotor Siklus 2
1a. Keterampilan (Penilaian Individu)
No
Nama Sistematika Sesuai
Ada
Jalan
Mampu
Penulis
EYD Masalah pikiran menjawab
logis
masalah
1.
AH
20
15
20
15
20
19
20
15
20
15
2.
AU
20
19
18
15
16
3.
AMK
18
18
17
19
18
4.
AAGK
17
17
15
15
16
5.
AMA
17
18
17
17
18
6.
DNP
17
18
18
16
16
7.
DAP
20
18
17
16
17
8.
EK
17
15
16
15
15
9.
FAP
17
17
15
16
15
10.
GP
17
16
18
18
16
11.
IDAM
16
16
16
15
15
12.
IRC
18
16
18
17
15
13.
IAL
18
18
15
15
15
14.
KF
17
17
15
14
14
15.
LSV
15
15
15
16
16
16.
MIAG
17
15
15
16
15
17.
MF
15
17
15
15
15
18.
MAN
18
18
18
18
18
19.
MFR
16
16
16
13
13
20.
MK
15
15
15
15
15
21.
NAR
15
16
15
16
15
22.
PZA
18
17
18
19
18
23.
PR
15
15
12
12
10
24.
PDID
15
15
15
15
15
25.
RMB
15
15
15
15
15
26.
RSW
17
17
15
16
15
Jumlah
79
88
91
80
87
85
88
78
80
85
78
84
81
77
77
78
77
90
74
75
77
90
75
75
75
80
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
194
27.
SHW
15
17
15
15
15
28.
SA
17
17
17
17
17
29.
SK
18
18
19
18
18
30.
TWW
15
15
16
16
15
31.
TFA
17
17
17
15
15
32.
YWA
15
17
15
15
15
33.
YPY
15
16
15
15
17
34.
YGF
13
15
14
14
14
1b. Keterampilan (Penilaian Sosial)
No
Nama
Ada
Skala
Ada
arah
mata
angin
Ada
Menunjukkan Jumlah
keterangan rute
perjalanan
dengan jelas
25
25
25
25
1.
AH
20
20
21
21
2.
AU
20
20
22
23
3.
AMK
22
20
23
20
4.
AAGK
20
15
20
20
5.
AMA
20
18
18
22
6.
DNP
20
20
20
20
7.
DAP
18
18
22
25
8.
EK
20
20
20
20
9.
FAP
22
20
23
20
10.
GP
18
18
20
20
11.
IDAM
20
20
20
20
12.
IRC
20
20
22
23
13.
IAL
20
20
20
20
14.
KF
20
20
20
20
15.
LSV
25
22
18
18
16.
MIAG
22
25
18
18
17.
MF
20
20
20
20
18.
MAN
18
22
25
18
82
85
85
75
78
80
83
80
85
76
80
85
80
80
83
83
80
83
77
85
91
77
81
77
78
70
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
195
19.
MFR
10
18
18
22
20.
MK
20
21
21
20
21.
NAR
18
18
20
22
22.
PZA
20
17
22
22
23.
PR
20
20
22
23
24.
PDID
18
18
22
25
25.
RMB
20
20
20
20
26.
RSW
20
20
20
20
27.
SHW
20
20
20
20
28.
SA
20
20
20
20
29.
SK
20
20
20
25
30.
TWW
25
22
18
18
31.
TFA
25
18
18
22
32.
YWA
25
18
18
21
33.
YPY
21
25
18
8
34.
YGF
20
20
20
20
78
82
78
81
85
83
80
80
80
80
85
83
83
82
82
80
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
196
Lampiran 14
Uji Validitas Analisis 1
No
1
Nama
AH
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
0
1
1
0
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
2
AU
1
0
0
0
1
1
1
0
1
1
0
1
1
1
1
3
AMK
1
0
0
1
1
0
1
1
0
0
1
0
1
0
1
4
AAGK
1
1
0
1
0
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
5
AMA
1
1
1
1
0
0
1
1
0
0
0
0
1
1
0
6
DNP
0
1
1
0
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
7
DAP
0
0
1
1
0
1
0
1
1
0
0
0
1
0
1
8
EK
1
1
0
1
1
1
0
0
1
1
0
1
0
1
1
9
FAP
1
1
1
1
0
1
0
0
0
1
0
0
1
0
0
10
GP
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
0
11
IDAM
0
0
0
1
0
1
1
0
0
1
0
1
1
0
0
12
IRC
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
13
IAL
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
14
KF
0
0
1
0
1
1
1
0
0
1
1
1
1
0
1
15
LSV
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
16
MIAG
1
1
1
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
17
MF
1
1
1
1
1
1
0
1
0
0
1
0
1
0
0
18
MAN
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
0
1
1
0
19
MFR
1
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
1
0
0
20
MK
1
1
0
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
0
21
NAR
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
22
PZA
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
0
1
1
1
23
PR
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
24
PDID
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
0
1
1
1
25
RMB
0
1
0
0
0
1
1
1
1
0
0
0
1
1
0
26
RSW
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
27
SHW
1
0
1
1
0
0
1
1
0
0
1
0
0
1
1
28
SA
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
29
SK
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
0
1
0
0
30
TWW
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
0
1
31
TFA
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
32
YWA
1
1
0
0
0
1
0
1
0
0
0
1
0
0
0
33
YPY
1
1
1
1
1
1
0
1
0
1
1
1
1
1
1
34
YGF
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
28
27
26
26
25
29
27
27
18
23
26
21
29
22
21
0.377
0.496
0.396
0.376
0.680
0.422
0.375
0.474
0.540
0.437
0.491
0.398
0.397
0.509
0.462
Jml
r
t
s
2.31
3.23
2.44
2.29
5.25
2.63
2.29
3.04
3.63
2.75
3.19
2.45
2.45
3.35
2.95
0.028
0.003
0.020
0.029
0.000
0.013
0.029
0.005
0.001
0.010
0.003
0.020
0.020
0.002
0.005
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
No
1
197
Nama
AH
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
0
0
0
1
1
0
0
0
1
1
1
1
0
1
1
2
AU
1
1
1
0
0
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
3
AMK
1
1
0
1
0
0
0
0
0
1
1
1
1
1
1
4
AAGK
1
0
0
0
1
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
5
AMA
1
1
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1
0
1
0
6
DNP
0
0
1
1
1
0
0
0
1
1
1
1
1
1
1
7
DAP
1
1
1
1
1
0
0
0
1
1
1
1
1
0
0
8
EK
1
1
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1
1
0
1
9
FAP
0
1
0
0
1
0
1
1
0
1
1
1
1
0
0
10
GP
0
1
1
1
1
0
0
1
0
1
1
1
1
0
0
11
IDAM
1
0
0
0
1
1
0
0
0
1
1
1
1
0
0
12
IRC
1
1
1
0
1
1
0
0
1
1
1
1
1
0
0
13
IAL
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
14
KF
0
0
0
1
1
0
0
0
0
1
1
0
1
0
1
15
LSV
1
1
1
0
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
16
MIAG
0
1
1
1
0
1
1
0
0
1
0
1
1
0
0
17
MF
0
1
1
0
1
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
18
MAN
1
1
1
0
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
19
MFR
0
1
1
0
0
0
0
0
1
1
1
1
1
1
0
20
MK
1
1
1
0
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
21
NAR
1
1
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
22
PZA
1
1
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
23
PR
1
1
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
24
PDID
1
1
1
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
25
RMB
0
1
1
0
1
1
0
0
1
0
0
0
1
0
0
26
RSW
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
27
SHW
1
0
1
0
1
0
0
0
1
0
0
1
1
1
1
28
SA
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
29
SK
0
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
0
30
TWW
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
31
TFA
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
32
YWA
1
0
0
0
1
1
0
0
0
1
1
1
0
0
1
33
YPY
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
34
YGF
Jml
r
t
s
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
0
23
27
27
20
30
19
10
10
24
31
29
31
28
22
21
0.399
0.441
0.496
0.381
0.357
0.385
0.386
0.435
0.500
0.441
0.410
0.410
0.366
0.500
0.389
2.46
2.78
3.23
2.33
2.16
2.36
2.37
2.73
3.27
2.78
2.54
2.54
2.22
3.27
2.39
0.019
0.009
0.003
0.026
0.038
0.025
0.024
0.010
0.003
0.009
0.016
0.016
0.033
0.003
0.023
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
No
1
Nama
AH
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
Total
1
0
1
1
1
1
1
0
1
1
28
2
AU
1
0
1
1
1
1
1
1
0
1
26
3
AMK
1
1
0
1
1
1
1
0
0
1
24
4
AAGK
1
0
1
1
1
1
1
0
0
1
26
5
AMA
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
27
6
DNP
1
0
1
1
1
1
1
1
0
1
30
7
DAP
1
1
0
1
1
1
1
0
1
1
25
8
EK
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
31
9
FAP
1
0
1
1
1
1
1
0
0
1
22
10
GP
1
1
1
1
1
1
1
0
0
1
30
11
IDAM
1
0
0
1
1
1
1
0
1
1
20
12
IRC
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
35
13
IAL
1
1
1
1
1
1
1
0
0
1
36
14
KF
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
23
15
LSV
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
37
16
MIAG
1
1
0
1
0
1
1
1
0
1
19
17
MF
1
1
0
1
0
1
1
0
1
1
20
18
MAN
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
34
19
MFR
1
0
0
1
1
1
1
0
1
1
24
20
MK
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
33
21
NAR
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
37
22
PZA
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
35
23
PR
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
38
24
PDID
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
36
25
RMB
1
0
1
1
1
1
1
0
0
1
20
26
RSW
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
38
27
SHW
1
0
0
1
0
1
1
0
0
1
21
28
SA
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
39
29
SK
1
1
0
1
1
1
1
0
1
1
30
30
TWW
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
37
31
TFA
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
37
32
YWA
1
1
1
1
1
1
1
0
0
1
20
33
YPY
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
37
34
YGF
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
36
34
22
22
34
31
34
34
18
21
34
-
0.546
0.481
-
0.457
-
-
0.505
0.389
-
Jml
r
t
s
-
3.69
3.11
-
2.91
-
-
3.31
2.39
-
-
0.001
0.004
-
0.007
-
-
0.002
0.023
-
198
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
199
Uji Validitas Analisis 2
No
1
Nama
AH
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
0
1
2
AU
1
1
0
1
1
1
1
0
1
1
1
1
0
1
1
3
AMK
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
0
1
1
4
AAGK
1
1
1
0
1
0
1
1
1
1
1
1
1
0
1
5
AMA
1
1
0
0
1
0
1
1
0
1
1
1
1
0
1
6
DNP
1
1
1
1
0
1
1
0
0
1
0
1
1
0
1
7
DAP
1
1
0
0
0
0
1
1
1
1
1
1
0
1
1
8
EK
0
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
9
FAP
1
1
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
1
1
1
10
GP
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
11
IDAM
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
12
IRC
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
0
1
13
IAL
0
1
1
0
0
1
1
1
0
1
1
1
0
1
1
14
KF
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
15
LSV
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
0
1
16
MIAG
1
0
1
1
0
0
1
1
1
1
1
0
0
0
1
17
MF
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
18
MAN
1
1
0
0
0
0
1
1
0
1
0
1
1
0
1
19
MFR
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
20
MK
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
21
NAR
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
22
PZA
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
23
PR
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
24
PDID
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
25
RMB
1
0
0
1
1
1
1
0
1
1
0
0
1
0
1
26
RSW
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
27
SHW
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
28
SA
1
1
0
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
0
0
29
SK
1
1
0
0
1
1
1
0
0
1
0
1
0
1
1
30
TWW
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
31
TFA
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
32
YWA
0
0
0
0
1
1
1
1
0
1
0
0
1
1
0
33
YPY
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
34
YGF
0
0
1
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1
1
0
Jml
30
30
24
24
25
23
34
27
26
34
28
30
27
23
31
r
0.387
0.518
0.531
0.418
0.382
0.374
-
0.367
0.599
-
0.442
0.431
0.367
0.374
0.396
t
2.376
3.424
3.543
2.603
2.339
2.281
-
2.230
4.235
-
2.787
2.700
2.230
2.281
2.438
s
0.024
0.002
0.001
0.014
0.026
0.0.29
-
0.033
0.000
-
0.009
0.011
0.033
0.029
0.020
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
No
1
200
Nama
AH
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
0
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
0
1
1
1
2
AU
0
1
1
0
1
1
1
0
0
0
1
1
1
0
1
3
AMK
1
1
1
0
0
1
1
0
1
0
1
1
0
1
0
4
AAGK
1
0
1
1
1
0
1
1
0
1
1
0
0
1
1
5
AMA
1
0
1
1
1
1
1
0
0
0
1
1
1
1
0
6
DNP
1
1
1
1
1
0
1
0
0
0
1
1
0
1
1
7
DAP
0
1
0
0
1
0
1
0
0
0
0
1
1
1
1
8
EK
0
1
1
0
1
0
1
0
0
0
1
1
1
1
1
9
FAP
0
0
0
1
0
0
1
0
0
1
1
0
1
1
1
10
GP
1
1
1
1
1
1
1
0
1
0
1
1
1
1
1
11
IDAM
1
1
1
0
1
1
0
0
1
1
0
0
0
1
0
12
IRC
1
1
1
0
1
0
1
1
0
1
1
0
0
0
1
13
IAL
0
0
1
1
0
0
1
0
0
1
0
1
1
0
0
14
KF
1
1
1
1
1
0
1
1
0
1
1
0
1
1
1
15
LSV
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
16
MIAG
0
0
0
1
1
0
1
0
0
0
1
0
1
1
0
17
MF
1
1
1
0
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
18
MAN
1
1
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
0
0
1
19
MFR
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
20
MK
1
1
0
1
1
1
1
0
0
0
1
1
1
1
1
21
NAR
1
1
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
1
1
1
22
PZA
1
1
1
1
1
0
1
1
0
0
1
1
1
1
1
23
PR
1
1
1
1
1
0
1
1
0
0
1
1
1
1
1
24
PDID
1
1
1
1
1
0
1
1
0
1
1
1
1
1
1
25
RMB
1
1
0
0
1
0
0
0
0
1
0
1
0
1
1
26
RSW
1
1
1
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
27
SHW
1
1
0
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
28
SA
0
0
1
1
1
0
0
0
0
1
1
0
1
0
0
29
SK
1
1
0
0
0
1
1
0
0
0
1
0
0
0
0
30
TWW
1
1
1
1
0
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
31
TFA
0
1
1
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
32
YWA
1
1
1
1
0
0
0
0
0
0
1
1
0
1
1
33
YPY
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
0
1
34
YGF
0
1
1
0
0
0
0
1
0
0
0
1
1
0
0
Jml
24
27
27
23
27
14
28
11
7
19
29
24
25
26
26
r
0.428
0.390
0.355
0.434
0.413
0.375
0.356
0.465
0.176
0.387
0.454
0.377
0.467
0.379
0.511
t
2.681
2.394
2.149
2.724
2.565
2.290
2.156
2.971
1.014
2.375
2.879
2.302
2.987
2.317
3.365
s
0.012
0.023
0.039
0.010
0.015
0.029
0.039
0.006
0.318
0.024
0.007
0.028
0.005
0.027
0.002
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
No
1
201
Nama
AH
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
Total
0
1
0
1
1
0
1
1
1
1
28
2
AU
0
1
0
1
1
0
1
1
1
1
28
3
AMK
0
1
0
0
1
1
1
1
1
1
28
4
AAGK
0
1
1
1
1
0
1
1
1
1
30
5
AMA
0
1
1
0
1
1
1
0
1
0
26
6
DNP
0
1
0
1
1
0
1
1
1
0
26
7
DAP
0
1
0
0
0
0
1
1
1
1
22
8
EK
0
1
0
1
1
0
1
1
1
1
28
9
FAP
0
1
0
1
0
0
0
1
1
1
24
10
GP
0
1
0
1
1
1
1
1
1
1
34
11
IDAM
1
0
1
1
0
1
1
1
1
1
28
12
IRC
0
1
0
1
1
0
1
1
1
1
28
13
IAL
0
1
0
1
1
0
0
1
1
1
22
14
KF
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
35
15
LSV
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
37
16
MIAG
0
0
1
1
1
0
1
0
1
1
21
17
MF
0
1
1
1
1
0
1
1
1
1
36
18
MAN
0
1
1
1
1
0
1
1
0
0
22
19
MFR
1
1
0
1
1
0
1
1
1
1
38
20
MK
1
1
0
1
1
0
1
1
1
1
33
21
NAR
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
36
22
PZA
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
36
23
PR
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
37
24
PDID
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
37
25
RMB
1
1
0
1
0
1
0
0
0
0
20
26
RSW
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
38
27
SHW
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
36
28
SA
0
1
0
0
1
0
1
1
1
1
23
29
SK
0
1
1
1
0
0
1
1
1
1
21
30
TWW
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
35
31
TFA
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
37
32
YWA
0
1
1
0
1
0
0
1
0
1
20
33
YPY
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
37
34
YGF
0
1
0
1
1
1
1
1
1
0
22
Jml
11
32
19
29
29
15
30
31
31
29
r
0.505
0.21
0.387
0.388
0.440
0.394
0.474
0.363
0.445
0.427
t
3.309
1.188
2.375
2.379
2.775
2.424
3.047
2.203
2.813
2.673
s
0.002
0.243
0.024
0.024
0.009
0.021
0.005
0.035
0.008
0.012
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Uji Reliabilitas Spearman Brown
Analisis 1
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
Nama
AH
AU
AMK
AAGK
AMA
DNP
DAP
EK
FAP
GP
IDAM
IRC
IAL
KF
LSV
MIAG
MF
MAN
MFR
MK
NAR
PZA
PR
PDID
RMB
RSW
SHW
SA
SK
TWW
TFA
YWA
YPY
YGF
Jumlah
Jml ganjil
15
14
14
12
14
14
12
14
11
16
9
17
18
12
18
10
9
17
14
14
18
18
19
19
9
19
9
20
16
18
17
8
18
20
502
Jlm genap
13
12
10
14
13
16
13
17
11
14
11
18
18
11
19
9
11
17
10
19
19
17
19
17
11
19
12
19
14
19
20
12
19
16
509
X2
225
196
196
144
196
196
144
196
121
256
81
289
324
144
324
100
81
289
196
196
324
324
361
361
81
361
81
400
256
324
289
64
324
400
7844
Y2
169
144
100
196
169
256
169
289
121
196
121
324
324
121
361
81
121
289
100
361
361
289
361
289
121
361
144
361
196
361
400
144
361
256
8017
XY
195
168
140
168
182
224
156
238
121
224
99
306
324
132
342
90
99
289
140
266
342
306
361
323
99
361
108
380
224
342
340
96
342
320
7847
202
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
rxy
=
rxy
=
rxy
=
n        
n 
2

    n  2    
2
2

34 x7847  (502) x(509)
34 x7844  (502) 34 x8017  (509) 
2
2
10566
 0,715
1478,912
Dimasukkan ke dalam rumus Spearman Brown belah ganjil-genap:
r11 
2 xr1 / 2.1 / 2
1  r1 / 2.1 / 2 
r11 
2 x0.715
 0.833
1  0.715
203
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Analisis 2
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
Nama
AH
AU
AMK
AAGK
AMA
DNP
DAP
EK
FAP
GP
IDAM
IRC
IAL
KF
LSV
MIAG
MF
MAN
MFR
MK
NAR
PZA
PR
PDID
RMB
RSW
SHW
SA
SK
TWW
TFA
YWA
YPY
YGF
Jumlah
Jml ganjil
13
12
13
16
14
12
10
13
11
14
15
13
9
17
19
12
18
8
19
16
18
17
18
19
11
19
19
11
9
17
19
9
18
11
489
Jlm genap
15
16
15
14
12
14
12
15
13
20
13
15
13
18
18
9
18
14
19
17
18
19
19
18
9
19
17
12
12
18
18
11
19
11
520
X2
169
144
169
256
196
144
100
169
121
196
225
169
81
289
361
144
324
64
361
256
324
289
324
361
121
361
361
121
81
289
361
81
324
121
7457
Y2
225
256
225
196
144
196
144
225
169
400
169
225
169
324
324
81
324
196
361
289
324
361
361
324
81
361
289
144
144
324
324
121
361
121
8282
XY
195
192
195
224
168
168
120
195
143
280
195
195
117
306
342
108
324
112
361
272
324
323
342
342
99
361
323
132
108
306
342
99
342
121
7776
204
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
rxy
=
rxy
=
rxy
=
n        
n 
2

    n  2    
2
2

34 x 7776  (489) x(520)
34 x7457  (489) 34 x8282  (520) 
2
2
10104
 0,796
12700.291
Dimasukkan ke dalam rumus Spearman Brown belah ganjil-genap:
r11 
2 xr1 / 2.1 / 2
1  r1 / 2.1 / 2 
r11 
2 x0.796
 0.886
1  0.796
205
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Lampiran 15 Media Gambar
206
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
207
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Lampiran 16 Foto Penelitian
1. Presentasi kelompok
208
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2. Diskusi Kelompok
3. Evaluasi
209
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
4. Proses Pembelajaran
210
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
211
Lampiran 17 Jadwal Jam Mengajar
Fly UP