...

teknologi pembekuan sperma sebagai stock proses

by user

on
Category: Documents
4

views

Report

Comments

Transcript

teknologi pembekuan sperma sebagai stock proses
Sujono & Asus Maisar, Teknologi Pembekuan SPerma sebagai Stock Proses
TEKNOLOGI PEMBEKUAN SPERMA SEBAGAI STOCK PROSES
GYNOGENESISTRIPLOIDI DALAM RANGKA MENINGKATKAN
KUALITAS DAN PRODUKSI
BENIH IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO)
1)
.
Sujono, 2)Asus Maisar
RINGKASAN
Produksi benih ikan Mas oleh kelompok “Mina Mandiri” yang diperolehtidak optimal
karena sistem pembenihan yang diterapkan masih konvensional dan belum ada sentuhan
teknologi yang tepat guna untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi dan benib
ikan mas yang dihasilkan. Hal ini mengakibatkan produksi benih sedikit dan tidak kontinyu.
Untuk itu periu adanya kerjasama dengan pihak perguruan tinggi yaitu Fakultas PetemakanPerikanan Universitas Muhammadiyah malang yang memiliki ilmu dan teknologi untuk
produksi benih ikan yang bo-kualitas yaitu melalui pembekuan sperma dan proses gynogenesis.
Keuntungan dengan pengawetan sperma ini adalah sperma yang digunakan untuk proses
fertilisasi dengan metode Gynogenesis dapat tersedia setiap saat dan mutu dan spenna
tenitama adalah dan pejantan yang unggul. Keuntungan dan metode Gynogenesis Triploidi
adalah benih yang dihasilkan mandul sehingga pertumbuhan ikan cepat.
Tujuan kegiatan Vucer ini adalah: meningkatkan ketersediaan spenna dan induk jantan
yang unggul ikan mas (Cyprinus carpio) dengan metode pengawetan suhu rendah, dan
meningkatkan ketersediaan benih ikan mas (Cyprinus carpio) bagi masyarakat baik dan
segi kualitas maupun kuantitas. Manfaat program ini adalah pembenihan ikan dengan
metode Gynogenesis Triploidi yang menggunakan stock spenna beku menipakan dua
teknologi tepat guna yang dapal meningkatkan produksi benih dan usaha pembenihan
ikan mas, sehingga meningkatkan pendapatan dan pembenihan ikan mas.
Langkah awal pelaksanaan program adalah mencari hasil penelitian yang dilakukan di
Jurusan Perikanan Fak. Peternakan Perikanan UMM mengenai pembekuan spenna ikan
yang tepat dan proses gynogenesis yang optimal untuk diterapkan di petani ikan. Langkah
selanjutnya mencari lokasi mitra yang belum tersentuh teknologi yaitu Kelompok Petani
lkan Mina Mandiri di desa Sidomulyo, Batu. Pelaksanaan selanjutnya melakukan pelatihan,
pendampingan dan pembinaan selama dua bulan mulai Agustus sampai September 2003.
1) Staf Pengajar Fak. Peternakan UMM
2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian UMM
3 3
3 3
Junal DEDIKASI Volume I No. 2 Nopember 2004
Pemantauan dilakukan setelah selesai kegiatan dan ternyata penerapan tdtnologi im
langsimg dipraktekan oleh Ketua Kelompok beserta anggotanya
Hasil kegiatan ini adalah bahwa Kelompok petani ikan Mina Mandiri sangat inemerlukan
teknologi untuk memproduksi benih secara kontinyu dan berkualitas untuk meningkatkan
paidapatan mereka. Hal ini terlihat dari jumlah kelompok yang hadir dan mengikuti
pelatihan selama 24 jam penuh mulai dari pukul 18.00 sampai sore hari berikutnya. Selama
pelatihan peserta dapat menerima dengan baik, hal ini terlihat setelah selesai kegiatan
mereka mecoba sendiri dan berhasil sampai dapat menetaskannya.
Setelah melaksanakan kegiatan vucer ini roaka dapat ditank kesimpulan bahwa
Kompok petani ikan Mina Maudiri sangat antusias melaksanakan peiatihan (totem
pembekuan spenna, proses pemijahan dengan teknik hipofisa dan proses gynogenesis
dan kelompok petani ikan Mina Mandiri mampu melaksanakan pembenihan dengan
teknik hipofisa dan proses gynogenesis dan berhasil sampai menetas. Perlu dilakukan
pendampingan untuk teknik pemeliharaan larva hasil penetasan dengan proses gynogenesis agar daya hidupnya tinggi dan menjaga kontinyuitas produksi benih ikan mas. Untuk
untuk
dikembangkan.
Kondisiseleksi
wilayah
usaha
PENDAHULUAN
meiijaga kualitas spenna ikan Mas yang unggul
perlu
dilakukan program
yang
sangatterjadi
mendukung,
ditinjau dan segi kualitas
ketat sehingga dalam jangka panjang tidak sampai
inbreeding.
maupun kuantitas air. Air yang digunakan
A. Analisis Situasi
Dewasa ini perkembangan budidaya ikan adalah berasal dan air sumber yang berasal dan
khususnya ikan air tawar berkembang sangat mata air sungai Brantas. Usaha pembinaan
pesat di pedesaan bahkan perkotaan. Kondisi serupa juga mulai dikembangkan oleh
ini tentunya membutuhkan faktor lingkungan masyarakat sekitar daerah ini yang urnumnya
baik fisik, kimia, maupun biologis dan pakan merupakan kegiatan sambilan disamping usaha
yang memadai, disamping yang terpenting bercocok tanam bunga dan sayuran. Usaha
adalah penyediaan bcnih ikan dalani jumlah pembenihan yang dilakukan oleb masyarakat
yang banyak dan berkualitas tinggi secara Desa Sidomulyo mencapai sekitar 53 orang.
Urnumnya penerapan usaha pembenihan masih
kesinambungan.
Usaha pembenihan ikan “Mina Mandiri” secara konvensional tanpa pemilihan kualitas
milik Eko Suparisno dengan alamat Jl. Cemara induk yang unggul, dan pemijahan induk yang
Kipas 40 Sidomulyo Kota Batu, Malang sejak dilakukan secara alami.
Pakan yang diberikan untuk usaha
1999. Usaha ini terutama menyediakan bibit
pembenihan
ini adalah konsentrat, bekatui, dan
ikan mas mulai ukuran seminggu nicnetas
pakan
alami
berupa kutu air dan fitoplankton.
sampai ukuran 3-5 cm. Kapasitas produksi dan
Permasalahan
utama pada usaha pembenihan
benih ikan mas yang dihasilkan per minggu
ini
adalah
tingkat
mortalitas benih yang masih
mampu menyediakan sekitar 30.000 ekor
tinggi,
daya
tetas
telur yang rendah akibat
untuk ukuran yang bani menetas, dan ukuran
tingkat
fertilitas
yang
rendah dan kualitas ikan
yang lebih besar hanya berkisar 10.000 ekor
bibil
yang
mudah.
Bibit
yang dihasilkan laju
perbulan. Ditinjau dan permintaan pasar yang
pertumbuhannya
lambat,
tidak seragam
mencapai 500.000 ekor per minggu untuk
kondisi
bibit
karena
mutu
genetik
yang rendah
memenuhi kebutuhan benih ikan mas wilayah
dan
bibit
yang
dihasilkan
tidak
tahan
penyakit.
Malang dan sekitamya usaha ini sangat layak
3 4
Sujono & Asus Maisar, Teknologi Pembekuan SPerma sebagai Stock Proses
Usaha yang mengarah pada penyediaan ikan
imggul selama ini masih belum berkembang
di Desa Sidomulyo sehingga hambatan
produksi untuk memenuhi permintaan benih
masih terus berlanjut. Sebagai langkah awal,
usaha tersebut dapat dirndai dengan cara
mengembangkan pemliaan ikan, baik melalui
teknik produksi alami maupun buatan. Faktor
yang sangat menentukan didalam
pengembangan usaha pembenihan adalab
kesinambungan penyediaan induk matang gonad yang sebat dan berkualitas, karena hanya
dan induk unggul akan diperoleh benih ikan
yang unggul, cepat dan tahan penyakit.
Mencari induk unggul bisa dilakukan
melalui seleksi berulang-ulang dengan
perkawinan silang (inbriding) antara2 (dua)
induk yang memiliki beberapa syarat mutu
induk unggul yaitu pertumbuhan cepat, daya
reproduksinya tinggi dan tahan penyakit serta
toleran terhadap beberaps kondisi lingkungan,
disamping itu juga bisa diperoleh melalui
metode gynogenesis yang banyak
dikembangkan dalam pencairan strain murni
dan mendapatkan benih yang mempunyai
pertumbuhan yang cepat.
Teknik penyimpanan garnet terutama yang
diterapkan dalam pembekuan sperma sangat
menguntungkan dalam pengembangan
intensifikasi
pengelolaan
dan
pengembangbiakan ikan, karena makin lama
usia garnet dapat disimpan di luar tubuh ikan
maka kesempatan untuk memijah akan
semakin banyak, kapan saja dan dimanapun
diperlukan. Deogan tersedianya sperma bekli
dimungkinkan didirikannya bank sperma
sebingga dapat menghemat pemakaian induk
jantan, serta untuk tujuan pelestarian jenisjenis ikan langka, untuk menjaga kelestarian
keragaman plasma nutfah.
Pembekuan sperma dapat dikombinasikan
dengan proses gynogenesis Triploidi sdungga
benih yang dihasilkan disamping mempunyai
mutu benih yang baik laju pertumbuhannya
cepat karoia ikan yang dihasilkan adalah ikan
yang mandul sehingga nutrisi yang diperoleh
terkonsentrasi untuk pertumbuhan tubuh ikan
bukan untuk pertumbuhan organ reproduksi.
TUJUAN DAN MANFAAT
A. Tajuan Program
Tujuan kegiatan Vucer ini adalah:
a. Meningkatkan ketersediaan sperma dan
mduk jantan yang unggul dan baik untux
proses gynogenesis ikan mas (Cyprinus
carpio) dengan metode pengawetan suhu
rendah menggunakan nitrogen cair.
b. Menmgkatkan daya tetas telur, tingkat
fetilitas, dan kelangsmigan benih ikan
dengan menggunakan stock sperma yang
berkualitas optimal.
c. Meamgkatkan ketersediaan benih’ ikan
mas (Cyprinus carpio) bagi masyarakat
baik dan segi kualitas maupun kuantitas.
B. Manfaat
B.I. Potensi Ekonomis Produk
Dengan pelaksanaan program ini
diharapkan menjadi peluang bani untuk
meningkatkan produksi benih bagi masyarakat
petani ikan mas. Keuntungan dan penerapan
teknologi ini adalab dapat memenuhi
kebutuhan benih ikan mas baik dan segi
kualitas secara genetic dan dan segi kuantitas
deugan ditekannya angka kematian benib dan
menmgkatkan daya tetas telur ikan. Kondisi
tersebut tentunya dapat meningkatkan
pendapatan petani ikan baik yang bergerak
pada usaha pembenihan maupun budidaya ikan
mas. Disamping itu, dengan memberikan
teknologi terapan yang mudah dan praktis,
para petani ikan mas yang sebelumnya sistem
3 5
Junal DEDIKASI Volume I No. 2 Nopember 2004
tradisional dengan pemijahan alami beralih
menggunakan metode pemijahan dengan Gynogenesis dengan stock sperma beku.
Perbandingan antara pembenihan dengan
pemijahan alami dan metode pemijahan dengan
Gynogenesis dengan sperma beku terletak
pada jumlah telur yang menetas dan roampu
beitahan hidup. Pada pemijahan secara alami
jumlah telur yang menetas hanya berkisar
antara 20 - 50% dan yang mampu bertahan
hidup benih dan jumlah telur yang menetas
hanya berkisar 35% saja. Dengan
menggunakan metode pemijahan Gynogenesis
dengan sperma beku jumlah telur yang
menetas dapat meningkat antara 50 - 85%
dengan tingkat kelangsungan hidup benih dan
jumlah telur yang menetas berkisar 80%.
Kondisi diatas tentunya menunjukkan
perbedaan sangat nyata.
Sehingga dengan dua paket teknologi yaitu
Gynogenesis Triploidi dan pengawetan sperma
dengan nitrogen cair akan dapat memberikan
beberapa keunggulan dibanding usaba
pembenihan dengan pemijahan ikan secara
alami. Sedangkan nilai tambah iptek yang
dapat diperoleh bagi perguruan tinggi adalah:
a. Penerapan teknologi pembenihan ikan mas
dengan proses Gynogenesis dengan
menggunakan sperma beku yang diminati
oleh petani.
b. Penggunaan teknologi yang praktis,
murah dan mudah diterapkan oleb
masyarakat petani ikan.
c. Sebagai dasar pengkajian teknologi
budidaya untuk menmgkatkan pendapatan
pembenihan ikan mas melalui peningkatan
hasil benih ikan baik dari segi kualitas
maupun kuantitas.
B.2. Nilai Tambah Produk dan Sisi lptek
Pembenihan ikan dengan metode Gynogenesis Triploidi dengan menggunakan stock
sperma beku merupakan dua tdaiologi tepat
guna yang dapat meningkatkan produksi benih
dan usaha pembenihan ikan mas. Dengan Gynogenesis Triploidi akan dihasilkan benih ikan
yang mempunyai tingkat pertumbuhan yang
lebih cepat, daya tetas telur ikan dapat
ditingkatkan karena tmgkat fartilitas yang
menmgkat, karaia kelangsungan bidup benih
juga dapat ditingkatkan, karena paket
teknologi yang ditawarican mulai dan seleksi
induk untuk proses Gynogenesis.
Dengan pembekuan sperma dengan nitrogen cair akan membantu pembenihan untuk
mempeitahankan kualitas sperma untuk kunin
waktu yang lebih lama. Hal ini membantu
pembenihan ikan mas yang seringkali kesulitan
untuk mendapatkan kualitas sperma yang
unggul dari induk jantan yang unggul.
B.3.Dampak Sosial Secara Nasional
a. Dampak sosial secara mikro adalah
menmgkatkan
pendapatan
dan
pembenihan ikan mas. Upaya yang
dilakukan adalah menmgkatkan
produktifitas dan daya saing di tingkat
usaba petani ikan. Pendekatan yang
dilakukan adalah melalui penerapan
teknologi.
b. Dampak sosial secara makro pengabdian
melalui prograin vucer ini adalah:
1. Tarcapainya ketahanan pangan
nasional, khusunya protein hewani
asal ikan.
2. Semakin luasnya ketersediaan
lapangan keija atau altemali f
berusaha.
3. Memacu kegiatan perikanan dengan
usaha sejenis untuk skala nasional
melalui proyek percontoban desa
binaan yang telah berhasil melalui
3 6
Sujono & Asus Maisar, Teknologi Pembekuan SPerma sebagai Stock Proses
4.
program vucer ini sehmgga
memperkokoh pembangunan
nasional.
Transfer
teknologi
untuk
meningkatkan kualitas sumber daya
manusia.
PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Realisasi Penyelesaian Masalab
Permasalahan yang selama ini terjadi pada
kelompok tani ikan mas “Mina Mandiri”
adalah terutama produksi benih yang tidak
konrinu karena tergantung oleh kanatangan
mduk baik jantaiVbctina, produksi benih yang
rendah mutunya dan kurangnya respon
konsumen benih karena mutu benih yang
kurang baik.
Jurusan Perikanan, Fakultas PetemakanPerikanan UMM. Menawarkan kerjasama
dengan kelompok tani ikan mas tersebut.
Tawaran yang diajukan adalah penerapan
teknologi pembekuan sperma ikan mas jantan
unggul yang nantinya morupakan stock bagi
proses Gynogenesis Triploidi untuk
menghasilkan benih ikan yang unggul.
Kelompok tani ikan mas menyanggupi
untuk di’beri penyuluhan sekaligus pelatihan
tentang teknologi pembekuan spenna ikan mas
untuk proses Gynogenesis Triploidi dengan
melibatkan seluruh kelompok tani. Penyuluhan
dan pelatihan dilaksanakan sebanyak dua kali
dengan memberi pelaksanaan kegiatan pada
proses pembekuan sperma, proses Gynogenesis Triploidi, pemeliharaan benih dan
pcmasaran benih ikan mas.
Hasil dan penyuluban dan pelatiban
tersebut kemudian ditindak lanjuti dengan
pemberian bantuan alat dan induk ikan mas
kepada kelompok tani, sebingga kelompok
tani bisa mulai meropraktekkan sdcaligus
roemproduksi benih ikan mas dengan
teknologi yang telah dipraktekkan.
Proses pembekuan spenna sebagai stock
proses Gynogenesis Triploidi menyelessaikan
3 pennasalahan, kontinuitas produksi benih
karena spenna induk jantan dapat tersedia
sewaktu-waktu, benih ikan mas bersifat
mandul sehingga pertumbuhannya lebih cepat
karena nutrisi yang diserap tubuh
ierkonsentrasi untuk pertumbuhan badan
karena kelamin tidak berkerobang, dapat
diperoleh benih yang unggul.
Permintaan benih ikan mas yang senantiasa
kurang dapat terpenuhi serta benih yang
dihasilkan mutunya semakin meningkat
sehingga poidapatan petani ikan mas semakin
meningkat. Penyuluhan dan pelatihan tarsd)ut
dapat menambah pengetahuan kelompok tani
“Mina Mandiri” serta masyaTakat sekitar yang
mengikuti teknologi tersebut dapat terus
dituigkatkan doigan cara selalu membina dan
membimbing kelompok tani saat roelakukan
praktek secara mandiri.
B. Khalayak Sasaran
Khalayak sasaran yang diutamakan adalah
kelompok tani ikan mas “Mina Mandiri” yang
dipimpin oleh Bapak Eko Suparisno. Khalayak
sasaran lainnya adalah masyarakat seki’tar
Desa Sidomulyo, Batu dan juga mempunyai
usaha pembenihan ikan mas dan mempunyai
pennasalahan yang sama dengan kelompok
tani “Mina Mandiri”. Kegiatan ini dapat
dijadikan usaha yang dapat menampung
ekonomi keluarga serta dapat mencukupi
kebutuhan benih ikan mas yang selalu
meningkat.
C. Metode Yang Digunakan
Pengabdian masyarakat dalam bentuk program vucer ini dilaksanakan di kelompok tani
ikan mas “Mina Mandiri”. Pelaksanaan
3 7
Junal DEDIKASI Volume I No. 2 Nopember 2004
kegiatan ini dengan menggunakan metode
secara bertahap sebagai berikut:
esis Triploidi untuk mengbasilkan benib ikan mas
yang bersifat fertil/mandul sehingga
pertumbuhanya cepat, serta teknik hypofisasi
induk betina ikan mas untuk mempercepat atau
roerangsang induk betina agar siap roemijah.
Adapun metode implementasi pembdcuan
sperma dan ginonegesis terlihat pada gambar 2.
C.1. Tahap Pertama atau Pra Implementasi
Pada tahap ini dilakukan persiapan seluruh alat
serta bahan yang akan digunakan pada tahap
selanjutoya yang meliputi :
- Melakukan seleksi terhadap induk jantan
dan betina dari ikan mas yang
Ikan Mas (Cyprinus
akan digunakan.
- Mengadakan persiapan
kolam yang akan digunakan
untuk pemeliharaan induk
Induk Jantan
dan proses hypofisasi.
- Menyiapkan
kolam
Striping
pemeliharaan larva dan
kolam pendederan untuk
benih ikan mas.
Cairan Sperma
- Mempersiapkan ikan daunan
yang akan digunakan untuk
proses hypofisasi ikan mas.
Pengenceran Sperma
- Mempersiapkan sperma bdtu
yang diperoleh dari induk
jantan ikan mas unggul.
C.2.Tahap Kedua atau
Implementasi
Pada tahapan mi dilakukan penyuluhan,
pelatihan serta pendampingan di lapangan,
pelaksanaan penyuluhan pada tangga} yang
dilakukan di rumah ketua kelompok tani ikan
mas “Mina Mandiri” dijalan Cemara Kipas No.
40 Sidomulyo, Batu. Penyuluhan dan pelatihan
terutama ditekankan pada proses manajemen
pembeniban yang baik meliputi pemiliban
induk yang berkualitas, pemeliharaan induk,
pemijaban, penetasan telur, poneliharaan larva
sampai benib yang siap dipanen. Selanjutaya
adalah aplikasi teknologi pembdcuan seperma
dengan nitrogen cair sebagai stock sperma ikan
mas jantan yang berkualitas, proses Gynogen3 8
Caprio)
Induk Betina
Striping
Telur
Proses Gynogenesis
Triploidi
Penetasan Telur
Hasil Benih
-
Mutu genetik baik
Daya tetas tinggi
Tahan terhadap penyakit
Laju pertumbuhan cepat
Tingkat mortalitas tinggi
C.3 Tahap Ketiga atau Pasca Implementasi
Pada tahapan ini adalah upaya
pendampingan pada kelompok tani “Mina
Mandiri” dan masyarakat sekitarnya yang telah
mengaplikasikan teknologi yang telah
diberikan. Serta memantau peningkatan
produksi banih yangh sudah dihasilkan oleh
Sujono & Asus Maisar, Teknologi Pembekuan SPerma sebagai Stock Proses
kelompok tani tersebut. Waktu pelakasanaan
kegiatan vucer ini barlangsung sebagaimana
terdapat pada tabel 1 berikut ini :
Tabel 1 jadwal kerja
Kegiatan
1. Persiapan
a. koordinasi
lapangan
b. peninjauan
lapangan
c. pengumpula
n bahan
pengabdian.
1
1234
2
1234
Suparisno yang juga memiliki usaha
pembenihan ikan mas di desa tersebut
dianggap sebagai ketua kelompok tani.
Kegiatan program vucer yang dilaksanakan
Bulan ke
4
5
1234
1234
3
1234
6
1234
7
1234
8
1234
*
**
2. Pelaksanaan
a. persiapan
alat dan
bahan
b. persiapan
lahan
c. pelaksanaan
pelatihan
dan
penyuluhan
d. pemberian
bantuan alat
**
**
***
*
*
***
***
***
***
***
*
3. Pemantauan
a. pendamping
an & analisis
hasil
b. pembuatan
campuran
c. pengiriman
HASIL KEGIATAN
A. Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan Vucer ini telah dilaksanakan
sesuai dengan rencana program, kegiatan
dmiulai dengan melakukan survey awal di
kelompok tani ikan mas “Mina Mandiri”’.
Kelompok tani terdiri dan beberapa petani ikan
mas yang melakukan aktifitas pembenihan dan
pembesaran ikan mas di desa Sidomulyo,
Pemerintahan kota Batu. Bapak Eko
bekerja sama dengan kelompok tani ini dapat
berlangsung dengan baik karena dukungan
penuh dan semua anggota kelompok.
Keinginan untuk selalu mengikuti
perkembangan teknologi pembenihan ikan mas
yang terkini serta mudah dalam aplikasinya
menjadi modal untuk dilaksanakannya
kegiatan ini.
B. Pelaksanaan Pra Implementasi
Tahap ini dilakukan po-siapan seluruh alat
3 9
Junal DEDIKASI Volume I No. 2 Nopember 2004
dan bahan yang akan digunakan meliputi:
1. Melakukan seleksi terhadap calon induk
yang berkualitas. Induk ikan diperoleh dan
Balai benih ikan Punten Batu Malang
dengan ciri-ciri antara lain: induk dalam
keadaan sehat tidak cacat atau luka,
memiliki bentuk badan yang nonnal, telah
berumur 1,5-5 tahun dan berat badan minimal I kg, induk ikan.
2. Membuat stock sperma ikan mas beku.
Sperma ikan mas diperoleh dan induk
jantan yang berkualitas dengan melalui
tahapan: melakukan stnping pada induk
jantan, sperma dicampur dengan bahan
pengencer, spemia dimasukkan kedalam
spet steril dan dimasukkan dalam kamar
pendingin 55 menit. melakukan tahapan
Equilibrasi menyimpan sperma dalam
kontainer berisi nitrogen cair.
3. Mempersiapkan kolam yang akan
digunakan untuk kolam pemijahan dan
kolam pemeliharaan larva serta
pendederan. Kegiatan ini dilakukan
meliput pengeringan kolam, pembajakan,
pengapuran, pernupukan, penggenangai
kolam. Harapan dan pengolahan kolam
sebelum digunakan lintuk pemeliharaan
induk, pemijahan dan pemeliharaan larva
ini adalah untuk :
Menumbuhkan pakan alami berupa
plankton bagi larva ikan .
Memutus sikius hidup penyakit.
Menguapkan gas dan senyawa
beracun di dasar perairan.
Tahapan Implementasi
Pada tahapan ini dilaksanakan dengan
mengadakan survey lapangan terlebih dahulu
untuk mengetahui kondisi dan pennasalahan
yang terjadi selama ini di lapang. Pennasalahan
yang dihadapi oleh petani ikan mas yang
4 0
melakukan usaha pembenihan di desa
Sidomulyo, Pernkot Batu terutama adalah
mutu benih yang dihasilkan rendah dan jumlah
benih tidak mencukupi permintaan pasar. Dan
pennasalahan tersebut disepakati untuk
mengadakan pelatihan dan penyuluhan.
Penyuluhan dilakukan di rumah ketua
kelompok tani “Mina Mandiri”. Pada hari
minggu tanggal 10 Agustus 2003. Pada
perternuan pertama ditekankan pada
penyuluhan tentang; manajemen
pembenihan ikan mas yang baik, guna
menunjang produksi benih yang
berkualitas, penerapan teknologi spenna
beku dengan nitrogen cair, hypofisasi
untuk merangsang induk betina, dan
teknik Gynogenesis Triploidi untuk
memperoldi benih yang berkualitas dan
bersifat mandul serta produksi benih dapat
ditingkatkan serta bersifat kontinyu.
Perternuan berikutnya diadakan
pelatihan yang diadakan pada hari SabtuMinggu tanggal 23-24 Agustus 2003 yang
bertempat di Balai Benih Ikan Punten
Batu. Peserta pelatihan merupakan
anggota kelompok tani ikan mas “Mina
Mandiri”. Pelatihan ini meliputi teknik
pembuatan sperma beku dengan
menggunakan nitrogen cair, praktek
teknik Gynogenesis Triploidi, praktek
teknik hypofisasi dan teknik manajemen
usaha pembenihan yang baik meliputi
teknik persiapan kolam pemeliharaan
induk, pemijahan dan kolam larva,
manajemen pemberian pakan, manajemen
hama dan penyakit, paigelolaan kualitas
air. Pelatihan ini di koordinasi oleh ketua
kelompok tani Bapak Eko Suparisno.
Respon peserta setelah peoyuluhan dan
pelatihan sangat baik, hal ini ditumpukkan
dengan tingginya minat mereka untuk
Sujono & Asus Maisar, Teknologi Pembekuan SPerma sebagai Stock Proses
menindak lanjuti kegiatan tersebut.
Alasan peserta untuk menindak lanjuti
adalah karena bahan mudah didapat,
investasi tidak mahal, metode yang
digunakan sangat mudah untuk
diaplikasikan, karena alasan tersebut
kelompok tani telah melakukan secara
mandiri sehmgga saropai saat ini mulai
terjadi peningkatan produksi benih ikan
mas. Pennintaan benih tersebut terutama
berasal dan daerah Malang, Batu,
Surabaya, Tulungagung dan beberapa
daerah lainnya. Beberapa anggota
kelompok tani lainnya bahkan telah
mencoba membesarkan sendiri benih ikan
mas yang diproduksi, hasil pembesaran
terbukti bahwa benih ikan mempunyai
laju pertumbuhan yang lebih cepat
dibanding benih yang tidak melalui proses
Ginogenesis. Permintaan benih oleh
konsumen usaha pembesaran secara
bertahap mulai tercukupi, dan respon
konsumen sangat positif karena mutu
benih yang baik.
D. Tahapan Pasca Implementasi
Tahapan pasca implementasi pada kegiatan
ini adalah dilakukan monitoring dan evaluasi
terhadap kegiatan pembenihan yang sudah
diterapkan. Hasil yang diperoleh
menunjukkan tingkat
antusiasisme
masyarakat terhadap usaha pembenihan ikan
mas di daerah tersebut semakin meningkat. Hal
ini terbukti keanggotaan kelompok tani “Mina
Mandiri” yang diketahui oleh Bapak Eko
Suparisno semakin meningkat atau mulanya
dan sekitar 30 orang menjadi sekitar 40 orang
anggota. Usaha pembenihan yang selama ini
dilakukan dan menghasilkan produksi yang
rendah dapat diperbaiki dengan peningkatan
produksi dan mutu benih yang prima.
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Setelah melaksanakan kegiatan vucer ini
maka dapat ditank kesimpulan sebagai benkut:
1. Kelompok petani ikan Mina Mandiri telah
melaksanakan pelatihan dalam pembekuan
sperma, proses pernijahan dengan teknik
hipofisa dan proses gynogenesis setelah
menerima program vucer dan sangal
antusias dalam mengikuti kegiatan
pelatihan.
2. Setelah selesai kegiatan vucer, kelompok
petani ikan Mina Mandiri mampu
melaksanakan pembeniTian dengan teknik
hipofisa dan proses gynogenesis dan
berhasil sampai menetas.
B. Saran
1. Pertu dilakukan pendampingan untuk
teknik pemeliharaan larva hasil penetasan
dengan proses gynogenesis agar daya
hidupnya tinggi dan menjaga kontinyuitas
produksi benih ikan mas.
2. Untuk menjaga kualitas sperma ikan Mas
yang unggul perlu dilakukan program
seleksi yang ketat sehingga dalam jangka
panjang tidak sampai terjadi inbreeding.
DAFTAR PUSTAKA
Andri, 2001. Pembenihan lkan Mas dengan
Teknik Hipofisasi dan Gynogenesis. Balai
Informasi dan Penyuluhan Pertanian,
Malang
Hasanudin, 1. 1998. Pembekuan Sperma
dengan Menggunakan Nitrogen Cair pada
Program Pemuliaan lltan Mas. BBI
Punten, Batu.
4 1
Junal DEDIKASI Volume I No. 2 Nopember 2004
Masrizal.
1991.
Penambahan
Dymethylsulfoksida dan Kuning Telur
Ayam ke Dalam Pengencer untuk
Memngkatkan Kualitas Mani Beku dan
Daya Tetas Telur lkan Mas. IPB, Bogor.
Purwati.Y. 2001. Pembenihanikan Mas
Pemberian teori di kelas
Peralatan Pembekuan dan Gynogebnesis
4 2
Pemasukan Sperma Hasil Stripping ke Dalam Straw
Penenman Telur ke dalam bak Pemijahan Hasil
Gynogenesis
Fly UP