...

RENCANA INDUK PENELITIAN 2013

by user

on
Category: Documents
30

views

Report

Comments

Transcript

RENCANA INDUK PENELITIAN 2013
RENCANA INDUK PENELITIAN
2013-2017
LEMBAGA PENELITIAN DAN
PENGABDIAN KEPADA
MASYARAKAT
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
BANTEN
I
KATA PENGANTAR
Seraya memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Rencana Induk Penelitian (RIP)
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa telah diselesaikan dengan baik.
Berbagai ikhtiar yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya dosen dan
tenaga kependidikan lain serta fasilitas penelitian ditunjukan dengan meningkatkan mutu dan
jumlah penelitian yang dihasilkan para dosen yang pada gilirannya akan memposisikan
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebagai penguruan tinggi yang mampu bersaing dan
bersanding dengan perguruan tinggi lain.
Dalam perkembangan sepuluh tahun terakhir perkembangan penelitian di Universitas
Sultan Ageng Tirtayasa telah menunjukan tren yang meningkat meskipun belum focus dan
memiliki arah yang jelas dari topik-topik penelitian tersebut.
Agar penelitian yang dilakukan memberikan identitas dan ciri khas kepada Universitas
Sultan Ageng Tirtayasa diperlukan Rencana Induk Penelitian (RIP) yang menjadi kerangka arah
kebijakan tata kelola Penelitian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa untuk kurun 5 tahun ke
depan. Kerangka arah kebijakan penelitian ini menjadi penting untuk memberikan acuan bagi
para peneliti dalam memilih Rencana Induk Penelitian serta dalam rangka mewujudkan
keunggulan penelitian, meningkatkan daya saing dibidang penelitian dan meningkatkan
kapasitas pengelola penelitian di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Atas nama pimpinan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa memberikan penghargaan kepada
LPPM, para ketua Jurusan/Program Studi dan Dekan di Lingkungan Universitas Sultan Ageng
Tirtayasa yang telah memberikan kontribusi dalam penyususnan Rencana Induk Penelitian ini.
Serang, 6 Desember 2013
Rektor
Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd
NIP. 195805091984031003
II
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
Rakhmat dan karunia-Nya ”Rencana Induk Penelitian (RIP) Universitas Sultan Ageng
Tirtayasa Tahun 2013 - 2017” dapat diselesaikan.
Rencana Induk Penelitian ini meliputi Pendahuluan, Landasan Pengembangan
Unit Kerja, Garis Besar Rencana Induk Penelitian (RIP) Unit Kerja, Sasaran, Program
Strategis dan Indikator Kinerja, Pelaksanaan Rencana Induk Penelitian (RIP) Unit Kerja
dan Penutup.
Sejalan dengan visi dan misi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa khususnya
bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, yaitu mengembangkan
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan kepentingan masyarakat
dan bangsa, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa telah menyusun dokumen Rencana
Induk Penelitian (RIP) untuk mendorong dan memfasilitasi para dosen dalam
melaksanakan kegiatan penelitian guna mendukung peningkatan mutu pendidikan dan
keunggulan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Dokumen Rencana Induk Penelitian (RIP) ini diharapkan dapat menjadi acuan
bagi peneliti dalam melaksanakan penelitiannya serta sebagai pengarah guna
pengembangkan keunggulan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa melalui penelitian.
Semoga (RIP) ini dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan
kesejahteraan masyarakat pada umumnya, khususnya pengembangan penelitian di
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Serang, 6 Desember 2013
Ketua LPPM
Drs. M. Syadeli Hanafi, M.Pd
NIP. 19560820185031002
III
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I Pendahuluan ………………………………………………………………………………..
1
1.1 Latar Belakang …………………………………………………………………………….
1.2 Tujuan…………….. ……………………………………………………………………….
1.3 Sasaran Rencana Induk Penelitian ………………………………………………………
1.4 Proses Penyusunan Rencana Induk Penelitian (RIP) Untirta………………………….
1.5 Ruang Lingkup Rencana Induk Penelitian (RIP) Untirta ………………………………
1
2
3
4
4
BAB II Landasan Pengembangan LPPM ……………………………………………………..
6
A. Visi, Misi, dan Tujuan Untirta
2.1 Visi Untirta ………………………………………….………………………………………
6
2.2 Misi Untirta …………………………………………………………………………………
6
2.3 Tujuan Untirta ……………………………………………………………………………..
6
2.4 Tugas Pokok dan Fungsi …………………………………………………………………
6
2.5 Budaya………………………………………………………………………………………
7
B. Visi, Misi, dan TUjuan LPPM
2.6 Visi LPPM ………………………………………………………………………………….
7
2.7 Misi LPPM…………………………………………………………………………………..
8
2.8 Tujuan LPPM……………………………………………………………………………….
8
2.9 Sasaran …………………………………………………………………………………….
10
C. Kondisi Eksisting Bidang Penelitian
2.10 Kondisi Bidang Penelitian ……………………………………………………………….
11
2.11 Kondisi Bidang Sumber Daya Manusia ……………………………………………….
14
2.12 Kondisi Sarana Laboratorium…………………………………………………………..
15
2.13 Koordinator Pusat Penelitian di LPPM …………………………………………………
17
2.14 Pengelolaan Lembaga Penelitian……………………………………………………..
18
2.15 Evaluasi Diri Lembaga Penelitian ………………………………………………………
21
BAB III Garis Besar Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta …………..………….
27
3.1 Garis Besar Program LPPM Untirta ……………………………………………………
3.2 Kebijakan Umum LPPM Untirta ………………………………………………………….
3.3 Sasaran …………………………………………………………………………………….
3.4 Alur Penyusunan RIP …………………………………………………………………….
27
28
29
29
BAB IV Sasaran, Program Strategis, dan Indikator Kinerja …………………………….
31
4.1 Bidang Penelitian Untirta ……………………………….…………………………………
4.2 Arah Pengembangan Penelitian Riset Unggulan Institusi ……………………………..
32
34
BAB V Pelaksanaan RIP ……………………….…………………………………………………
51
5.1 Pelaksanaan RIP……………………………………………………………………………
51
5.2 Estimasi Kebutuhan Dana dan Rencana Sumber Dana ………………………………. 53
5.3 Prosedur Pengelolaan Penelitian ………………………………………………………..
54
5.4 Penjaminan Mutu ………………………………………………………………………….
55
5.5 Pengelolaan Hasil Penelitian …………………………………………………………….
56
BAB VI Penutup ……………………………….…………………………………………………..
59
LAMPIRAN
IV
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (selanjutnya disingkat Untirta)
merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang berlokasi di
Provinsi Banten. Sebagai perguruan tinggi maka perlu memiliki
Rencana Induk Penelitian (RIP) Institusi. Rencana Induk Penelitian
(RIP) Untirta ini memiliki makna penting sebagai perencanaan
strategis dalam pengembangan penelitian, mencakup bagaimana
mengalokasikan sumber daya yang ada berdasarkan pertimbangan
analisis efisiensi dan SWOT (strengthen, weakness, opportunity dan
threat). Selain itu, RIP juga dipandang sebagai suatu proses dan alat
yang digunakan untuk menentukan arah kebijakan penelitian selama 5
tahun mendatang.
Pelaksanaan penyusunan Rencana Induk Penelitian (RIP) Untirta
didasarkan kepada berbagai kebijakan tentang penelitian di tingkat
Nasional, Provinsi dan Universitas, antara lain:
1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas RI;
2. Undang-Undang
No
25
Tahun
2004
tentang
Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional;
3. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan
Tinggi
4. PP Nomor 23 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum;
5. PP No 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas PP Nomor 17
Tahun
2010
tentang
Pengelolaan
dan
Penyelenggaraan
Pendidikan;
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
1
6. Keputusan Mendiknas Nomor 10 Tahun 2007 tentang Statuta
Untirta;
7. Keputusan
Mendikbud
Nomor
29
Tahun
2012
tentang
RI
Nomor:
Organisasi dan Tata Kerja;
8. Keputusan
Menteri
Riset
dan
Teknologi
193/M/Kp/IV/2010 tanggal 30 April 2010 tentang Agenda Riset
Nasional 2010-2014;
9. Komite Inovasi Nasional (Peraturan Presiden No. 32 tahun
2010);
10. RPJMD Provinsi Banten 2013-2017;
11. Rencana Strategis Untirta (2013 – 2017);
Berdasarkan berbagai kerangka landasan hukum, pemikiran dan
tantangan, fenomena yang akan dihadapi di masa mendatang, serta
visi internasionalisasi penelitian Untirta yang mengangkat tema
Knowledge and local wishdom for social welfare , maka riset
unggulan Untirta untuk periode 2013 – 2017 difokuskan terhadap
masalah-masalah; Pertanian, Teknologi dan Lingkungan Hidup, serta
Kebijakan Sosial, Budaya, Hukum, Pendidikan, Ekonomi dan Bisnis.
1.2. Tujuan
Rencana Induk penelitian (RIP) Untirta disusun dengan tujuan
untuk mewujudkan Untirta sebagai universitas
terkemuka dalam
melaksanakan kegiatan tridharma perguruan tinggi. Rencana Induk
Penelitian ini diharapkan dapat memberi arah bagi kegiatan penelitian
baik secara mandiri oleh Untirta maupun dengan bekerjasama dengan
pihak‐pihak di luar Untirta serta menciptakan sinergi kegiatan‐kegiatan
penelitian secara berkesinambungan.
Rencana Induk Penelitian juga diharapkan memotivasi kegiatan
penelitian yang memiliki nilai keunggulan dengan pembentukan Peta
Jalan Penelitian (roadmap) agar tercipta payung‐payung penelitian
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
2
atau grand research yang prospektif dan berhasil guna dari
masing‐masing rumpun ilmu di Untirta.
Program penelitian unggulan dikembangkan berdasarkan RIP untuk
membentuk ilmuan yang siap berinovasi dan berkontribusi dalam
rangka menghasilkan produk ilmu pengetahuan dan teknologi maupun
jasa pendidikan dan konsultasi berbasis kepakaran. Dengan demikian,
tujuan penyusunan RIP ini secara rinci adalah sebagai berikut :
a. Mendukung terciptanya Untirta sebagai universitas yang unggul
dan terkemuka dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi.
b. Terciptanya peta jalan (roadmap) penelitian pada rumpun‐rumpun
ilmu yang ada di Untirta.
c. Membentuk dan
mengembangkan payung‐payung penelitian
unggulan pada rumpun‐rumpun ilmu di Untirta.
d. Menciptakan kegiatan penelitian yang efisien berkaitan dengan
penggunaan dana penelitian.
e. Sebagai landasan agenda penelitian dalam rangka penjaminan
mutu penelitian yang merupakan bagian tak terpisahkan dari
sistem panjaminan mutu perguruan tinggi.
1.3. Sasaran Rencana Induk Penelitian
Rencana Induk Penelitian memiliki sasaran sebagai berikut :
a. Terbentuk peta jalan (roadmap) penelitian yang mengarah kepada
penelitian unggulan para dosen/ peneliti di Untirta.
b. Tersusun
peta
kepakaran
para
dosen
yang
ada
pada
masing‐masing rumpun ilmu di Untirta.
c. Terselenggaranya kegiatan penelitian yang terarah, berkualitas,
dan efisien serta berkesinambungan.
d. Terwujudnya budaya penelitian sebagai keunggulan Untirta.
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
3
e. Meningkatnya temuan‐temuan yang bermanfaat dan aplikatif bagi
pembangunan masyarakat dalam bentuk hak atas kekayaan
intelektual (HKI) maupun hak paten.
f. Terpublikasi
hasil‐hasil
penelitian
dalam
terbitan
nasional
terakreditasi maupun internasional.
1.4. Proses Penyusunan Rencana Induk Penelitian (RIP) Untirta
Penyusunan Rencana Induk Penelitian diawali dengan pemetaan
hasil penelitian para dosen Untirta sampai dengan tahun 2012.
Terlihat bahwa selama ini kegiatan penelitian masih dilaksanakan
secara terpisah‐pisah tanpa adanya kesatuan tema dan tujuan yang
konvergen dalam pemecahan masalah dan kemanfaatan bagi
masyarakat. Kebanyakan kegiatan penelitian juga belum memiliki
target luaran yang jelas dan terukur.
Rencana Induk Penelitian (RIP) ini merupakan rencana yang
berkelanjutan untuk periode tahun 2013 ‐ 2017. Selanjutnya Rencana
Induk Penelitian Untirta kemudian disyahkan oleh Senat Universitas
pada Rapat tanggal 6 Desember 2013
1.5. Ruang Lingkup Rencana Induk Penelitian (RIP) Untirta
Rencana Induk Penelitian merupakan perencanaan kegiatan
penelitian dalam lingkup Untirta yang terdiri dari 6 fakultas Program
Sarjana (S1), yaitu: (1) Fakultas Hukum; (2) Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan; (3) Fakultas Teknik; (4) Fakultas Pertanian; (5)
Fakultas Ekonomi; dan (6) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik; serta
1 Program Pascasarjana (S2) yang terdiri
(1) Prodi Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia; (2) Prodi Pendidikan Teknologi
Pembelajaran; dan (3) Prodi Ilmu Hukum.
Kegiatan penelitian unggulan merupakan penelitian‐penelitian yang
terintegrasi untuk memperoleh hasil yang signifikan kontribusinya bagi
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
4
masyarakat. Kegiatan penelitian unggulan merupakan kegiatan
penelitian yang mengacu kepada bidang ilmu para dosen di Untirta.
Untuk itu maka diperlukan pengelompokan per bidang ilmu sebagai
berikut :
a. Kelompok ilmu ekonomi terdiri dari : bidang keahlian manajemen
sumberdaya manusia, manajemen keuangan.
b. Kelompok ilmu sosial dan ilmu politik terdiri dari : bidang keahlian
komunikasi massa, komunikasi politik, media massa, administrasi
Negara, kebijakan publik dan pemerintahan.
c. Kelompok ilmu teknik terdiri dari : bidang keahlian teknik industri,
teknik elektronika, teknik metalurgi, teknik kimia, teknik sipil, dan
teknik mesin.
d. Kelompok ilmu keguruan dan ilmu pendidikan terdiri dari : bidang
keahlian ilmu pendidikan, ilmu
keguruan, kebijakan pendidikan,
pendidikan bahasa dan Sastra.
e. Kelompok ilmu hukum terdiri dari : bidang keahlian hukum pidana,
perdata, Hukum Tata Negara, Hukum Administrasi Negara dan
hukum internasional
f. Kelompok ilmu pertanian terdiri dari: bidang keahlian teknologi
pangan, perikanan, bisnis hasil pertanian, dan teknologi pangan.
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
5
BAB II
LANDASAN PENGEMBANGAN LPPM
2. VISI, MISI, TUJUAN UNTIRTA
2.1. Visi UNTIRTA
“Menjadi Perguruan Tinggi yang maju, bermutu, dan berkarakter
dalam kebersamaan Tahun 2025”.
2.2. Misi Untirta
1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan;
2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat;
3. Meningkatkan daya dukung manajemen perguruan tinggi.
2.3. Tujuan Untirta
1. Menghasilkan lulusan yang berkualitas, terdidik, terlatih dan
terampil sesuai kebutuhan stakeholders
2. Menghasilkan penelitian yang berlandaskan ilmu pengetahuan,
teknologi
dan
seni
dalam
rangka
pengabdian
kepada
masyarakat;
3. Menghasilkan daya dukung manajemen yang efektif dalam
rangka mengembangkan Tridharma Perguruan Tinggi.
2.4. Tugas Pokok dan Fungsi
1. Tugas Pokok
Sesuai dengan SK. Mendikbud Nomor 29 Tahun 2012 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Untirta, maka tugas pokok Untirta
adalah
menyelenggarakan
pendidikan
akademik,
dan/atau
vokasi dalam sejumlah disiplin ilmu, teknologi, dan/atau seni dan
juga pendidikan profesi.
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
6
2. Fungsi
a) Pelaksanaan dan pengembangan pendidikan tinggi;
b) Pelaksanaan penelitian dalam rangka pengembangan ilmu
pengetahuan, teknologi dan/atau seni;
c) Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat;
d) Pelaksanaan pembinaan sivitas akademika dan hubungannya
dengan lingkungan; dan
e) Pelaksanaan kegiatan layanan administratif.
2.5.Budaya
Untirta mengembangkan budaya ”JAWARA” yaitu: Jujur,
Amanah, Wibawa, Adil, Religius, dan Akuntabel.
1. Jujur mengandung makna lurus hati, tulus ikhlas, tidak bohong
dan tidak curang. Sikap yang selalu berupaya menyesuaikan
atau mencocokkan antara informasi dengan fenomena atau
memberikan informasi yang sesuai dengan hati nuraninya dan
kenyataan, bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang
dilarang oleh agama dan hukum. Satu kata dan perbuatan, apa
yang dikatakan sama dengan perbuatannya.
2. Amanah, mengandung makna sikap dan tindakan benar-benar
dapat dipercaya, melaksanakan dengan sebaik-baiknya suatu
urusan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
3. Wibawa, mengandung makna kemampuan mempengaruhi orang
lain
melalui
sikap
dan
tingkah
laku
yang
mengandung
kepemimpinan, penuh daya tarik, menghadirkan sosok pribadi
yang luhur dan santun sehingga disegani, dihormati dan dipatuhi,
bukan ditakuti oleh karena kekuatan, kekuasaan maupun
kekayaan, tetapi karena mampu tampil sebagai teladan,
berprestasi dan mengayomi serta senantiasa menjunjung tinggi
nilai-nilai luhur, senantiasa berupaya menegakkan peraturan dan
ketentuan secara konsisten, komitmen serta konsekuen.
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
7
4. Adil, mengandung makna suatu tindakan menempatkan sesuatu
pada tempatnya sesuai dengan porsi dan kapasitasnya dalam
berbagai hal, mengindahkan ketentuan-ketentuan atau aturan
yang berlaku di dalam lingkungan kerja dan kehidupan seharihari, sikap tidak memihak, memberikan putusan sesuai dengan
ketentuan serta perundang-undangan yang berlaku.
5. Religius, adalah sikap dan perilaku taat menjalankan ajaran
agamanya, toleran inter dan antar umat dalam melaksanakan
ibadah serta menjalin hidup rukun dengan pemeluk agama.
Memiliki
semangat
semangat
saling
berkorban,
menolong
dan
semangat
tradisi
persaudaraan,
mulia
lainnya.
Membiasakan sholat berjamaah, gemar bersodaqoh, rajin belajar
dan berperilaku mulia lainnya.
6. Akuntabel,
merupakan
kesiapan
dan
kesediaan
mempertanggung jawabkan serta mempertanggung-gugatkan
tugas dan kewajiban yang diembannya kepada lingkungannya
baik lingkungan formal (atasan-bawahan) maupun lingkungan
masyarakat.
B. Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Strategis LPPM
2.6 Visi LPPM
“Menjadi lembaga utama dalam riset inovatif dan pengabdian
kepada masyarakat demi terwujudnya Untirta yang maju, bermutu,
dan berkarakter dalam kebersamaan”.
2.7. Misi LPPM
1. Mengkoordinasikan, merencanakan, melaksanakan, memantau,
menilai serta mendokumentasikan kegiatan penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat;
2. Meningkatkan daya saing dosen dan mahasiswa dalam kegiatan
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
8
3. Membangun kerjasama penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat;
4. Mendorong
perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan
paten;
5. Mendiseminasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat;
6. Membangun sistem informasi (e-Jurnal) untuk publikasi hasil
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
7. Mendorong pemanfaatan hasil penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat untuk pengembangan proses pembelajaran;
8. Terbentuknya budaya penelitian dan kewirausahaan;
9. Mendorong keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian
dan pengabdian kepada masyarakat.
2.8. Tujuan LPPM
LPPM melaksanakan tugas pokoknya meliputi dharma
penelitian dan dharma pengabdian kepada masyarakat melalui
kegiatan-kegiatan yang bertujuan:
1. Meningkatkan
pemantauan,
koordinasi,
penilaian
perencanaan,
serta
pelaksanaan,
pendokumentasian
kegiatan
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
2. Meningkatkan daya saing dosen dan mahasiswa dalam kegiatan
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
3. Meningkatkan kerjasama penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat dengan stakeholders;
4. Meningkatkan perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan
paten;
5. Mendiseminasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat;
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
9
6. Membangun sistem informasi (e-Jurnal) untuk publikasi hasil
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
7. Meningkatkan pemanfaatan hasil penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat untuk pengembangan proses pembelajaran;
8. Mengembangkan budaya penelitian dan kewirausahaan;
9. Meningkatkan jumlah keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
2.9 Sasaran
1. Tercapainya jumlah dosen untuk menghasilkan penemuan
penelitian;
2. Tercapainya
penyelenggaraan
kegiatan
pemberdayaan
masyarakatan (CSR);
3. Tercapainya kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM);
4. Tercapainya diseminasi hasil penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat
5. Tercapainya kerjasama dan kemitraan dengan berbagai instansi
pemerintah, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam bidang
penelitian
dan
pengabdian
kepada
masyarakat
serta
kewirausahaan.
6. Tercapainya koordinasi dan kerjasama antar unit di Untirta dalam
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
7. Tercapainya HKI dan Paten.
Dalam upaya mewujudkan sasaran tersebut di atas serta
meningkatkan kualitas dan kuantitas riset serta penemuan yang
relevan dengan agenda riset Untirta dan pemanfaatan IPTEKS
melalui agenda pengabdian kepada masyarakat, maka perlu
dilakukan:
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
10
1. Peningkatan publikasi ilmiah pada jurnal tingkat nasional dan
internasional;
2. Peningkatan kerja sama riset dengan lembaga pemerintah,
pemerintah daerah dan dunia usaha, baik di dalam maupun luar
negeri;
3. Peningkatan perolehan dana internal penelitian dan pengabdian
pada masyarakat
4. Peningkatan
perolehan
dana
hibah
riset
dari
lembaga
pemerintah, pemerintah daerah dan dunia usaha, baik di dalam
maupun luar negeri;
5. Peningkatan penemuan (inovasi) dan rekayasa;
6. Peningkatan perolehan HKI dan paten produk riset;
7. Peningkatan jumlah buku Ajar dan buku teks;
8. Peningkatan kualitas jurnal menuju terakreditasi; dan
9. Pembentukan E-Jurnal.
C. Kondisi Eksisting Bidang Penelitian
2.10 Kondisi Bidang Penelitian
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
(LPPM) merupakan salah satu unsur pelaksana akademik yang
memiliki peran cukup strategis dalam penyelenggaran pendidikan di
Untirta, khususnya dibidang penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat. Perkembangan LPPM tidak terlepas dari peran dan
komitmen Untirta untuk menyelenggarakan Tridharma Perguruan
Tinggi dengan sebaik-baiknya. Dengan status Untirta saat ini
sebagai PK-BLU dan mempunyai visi menjadikan Untirta sebagai
perguruan tinggi yang maju, bermutu, dan berkarakter dalam
kebersamaan pada tahun 2025, maka ini momentum yang tepat
bagi LPPM untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian
dan juga pengabdian kepada masyarakat.
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
11
Perkembangan kegiatan penelitian di Untirta cukup baik dan
menunjukkan kecenderungan yang meningkat dari tahun ke tahun.
Walaupun demikian Untirta sebagai perguruan tinggi negeri baru,
masih perlu untuk terus meningkatkan kualitas dari penelitiannya.
Di bawah ini digambarkan kegiatan penelitian yang dikelompokkan
berdasarkan SKIM Penelitian sebagai tertera pada tabel 2.1.
Tabel 2.1 Perkembangan Penelitian Berdasarkan Skim Penelitian
No
A
1
2
3
4
5
B
1
2
3
4
5
6
7
8
C
9
10
11
12
13
1
KEGIATAN
DANA UNTIRTA
Dosen Muda (PNBP) & Kajian
Wanita
Dosen Madya
Hibah Bersaing Internal
Hibah Fundamental Internal
Pengabdian kepada
Masyarakat
DANA DP2M
Penelitian Dosen Muda
Penelitian Kajian Wanita
Hibah Fundamental
Hibah Pekerti
Hibah Bersaing
Strategis Nasional
Pemetaan dan Pengembangan
Mutu Pendidikan
Penelitian kerjasama antar
lembaga
Ipteks Bagi Masyarakat (IbM)
Hibah Disertasi Doktor
MP3EI
Riset Unggulan Nasional
Hibah Lanjutan
DANA LAINNYA
Ristek
JUMLAH
08
36
Jumlah Penelitian/Tahun
09
10
11
70
54
12
08
Dosen Yang Terlibat/Tahun
09
10
11
12
62
32
108
210
186
96
10
10
15
16
2
30
30
45
48
6
162
15
19
40
36
-
30
38
80
72
-
13
1
1
1
3
-
3
1
22
7
2
1
15
2
1
6
-
2
6
-
39
4
3
3
9
-
9
3
66
28
6
3
45
8
3
18
-
6
18
-
-
-
-
2
2
-
-
-
8
8
-
-
2
3
1
-
-
8
12
4
-
1
-
6
-
4
1
-
-
4
-
6
-
12
4
-
70
123
1
123
3
134
77
196
358
4
322
12
371
235
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui perkembangan
kegiatan penelitian dalam 5 tahun terakhir yang dilaksanakan di
Untirta. Masih terlihat perkembangan yang naik turun, baik pada
Skim penelitian yang didanai oleh PNBP-Untirta maupun danadana yang berasal dari pihak luar antara lain dari DP2M Dikti
maupun pihak ketiga lainnya. Kondisi ini perlu memperoleh
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
12
perbaikan terutama pada komitmen Untirta untuk meningkatkan
anggaran penelitian yang berasal dari PNBP.
Pendanaan
kegiatan
penelitian
dosen
diperoleh
dari
berbagai sumber, antara lain DIKS/DIPA Untirta, Hibah Penelitian
Dikti (DP2M), Kementrian Riset dan Teknologi (RUT) serta
berbagai lembaga donor lainnya. Kegiatan penelitian yang tercatat
di LPPM menunjukkan kecenderungan peningkatan terutama dari
segi kuantitas.
Dalam lima tahun terakhir perkembangan jumlah dana yang
diperuntukkan bagi bidang penelitian mengalami fluktuasi, yang
berasal dari berbagai sumber pendanaan berdasarkan skim
penelitian (Tabel 2.2.)
Tabel 2.2. Jumlah Dana Penelitian Dosen Dalam 5 Tahun
Terakhir
No
Jenis Penelitian
2008
2009
2010
2011
2012
Dana penelitian
(Rp.000)
Dana penelitian
(Rp.000)
Dana penelitian
(Rp.000)
Dana penelitian
(Rp.000)
Dana penelitian
(Rp.000)
DIPA
DP2M
Dana
lainnya
DIPA
DP2M
DIPA
PTN
Dana
lainnya
DIPA
DP2M
DIPA
PTN
Dana
lainnya
DIPA
DP2M
DIPA
PTN
Dana
lainnya
DIPA
DP2M
DIPA
PTN
Dana
lainnya
1
Dosen
Muda/Kajian
Wanita
127,094
180,000
-
350,000
--
-
270,000
--
--
298,550
--
--
--
--
2
Penelitian Dosen
Madya
--
--
--
--
--
--
--
--
--
99,918
--
--
141,000
--
3
Fundamental
40,000
--
106,500
--
--
49,525
--
--
--
--
--
--
62,000
--
4
Hibah Pekerti
67,100
--
67,500
--
--
40,000
--
--
57,500
--
--
100,000
--
--
5
Hibah Bersaing
135,000
--
863,085
--
--
425,475
--
--
224,000
150,000
--
254,500
160,000
--
6
Hibah Disertasi
Doktor
-
--
--
--
--
--
--
--
--
--
--
--
--
--
7
Hibah Pasca
-
--
--
--
--
--
--
--
--
--
--
--
--
--
8
Stranas/Prioritas
Nasional
-
--
889,560
--
162,500
--
--
--
--
--
--
--
--
9
Potensi
Pendidikan
Kab./Kota
-
--
200,000
--
--
-
--
--
--
--
--
--
--
--
10
Kompetensi
-
--
400,000
--
--
-
--
--
--
--
--
--
--
--
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
13
11
Kerjasama antar
lembaga
-
--
--
--
--
76,000
--
--
--
100,000
--
60,000
--
--
12
Kerjasama
Internasional
-
--
--
--
--
--
--
--
--
--
--
--
--
--
13
RAPID
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
--
14
Riset Unggulan
Nasional/Ristek
-
--
--
--
211,000
--
--
222,000
--
--
397,320
-
-
--
15
MP3EI
-
--
--
--
--
--
--
--
--
--
--
150,000
-
--
16
PM-PMP
--
--
--
--
--
--
--
200,000
--
--
70,000
-
--
17
Lainnya
(sebutkan)/ PIPS
20,000
--
--
--
--
--
--
--
--
--
--
--
--
--
389,194
180,000
2,526,645
350,000
211,000
753,500
270,000
222,000
481,500
648,468
397,320
634,500
363,000
-
Jumlah (Rp)
*Termasuk dana dari internal Perguruan Tinggi (PNBP/dana masyarakat), instansi pemerintah, swasta, luar negeri
2.11 Kondisi Bidang Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia di lingkungan Untirta sebagai
pelaksana penyelenggaraan pendidikan terdiri dari unsur pelaksana
akademik, unsur pelaksana adminsitrasi dan unsur penunjang.
Unsur pelaksana akademik adalah merupakan tenaga edukatif
yang berasal dari tenaga PNS, dan tenaga honor BLU. Sampai
dengan akhir tahun 2012, jumlah tenaga edukatif PNS di Untirta
sebanyak 502 orang. Komposisi tenaga edukatif berdasarkan
pendidikan terdiri dari 19,30% tingkat pendidikan S-1;
71,20%
tingkat pendidikan S-2, dan 8,30% pendidikan S-3 dan Guru Besar
1,20%. Rasio dosen dan mahasiswa pada 6 fakultas di Untirta ratarata 1 : 25. Rasio dosen dan mahasiswa tersebut belum memenuhi
standar untuk pelaksanaan pembelajaran yang baik karena masih
berada pada nilai yang lebih kecil dari 20% untuk fakultas eksakta
dan lebih kecil dari 30% untuk fakultas non eksakta. Jumlah tenaga
edukatif/dosen berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada
Tabel 2.3.
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
14
Tabel 2.3 Potensi SDM Untirta Tahun 2012
No
Fakultas
1
2
3
4
5
6
Hukum
Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Teknik
Ekonomi
Pertanian
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jumlah
Guru
Besar
2
1
1
1
1
6
Klasifikasi
S3
S2
5
17
9
7
9
7
54
Jml
S1
38
100
103
78
38
41
398
6
12
11
2
6
3
40
49
129
123
87
53
51
492
2.12 Kondisi Sarana Laboratorium
Universitas
Sultan
Ageng
Tirtayasa
memiliki
sarana
laboratorium yang dapat digunakan sebagai sarana praktikum
mahasiswa dan sekaligus juga untuk sarana penelitian dosen dan
mahasiswa. Sampai dengan akhir tahun 2012, sarana laboratorium
yang
dimiliki
oleh
masing-masing
fakultas
dan
jurusan
sebagaimana tersebut pada tabel 2.4 di bawah ini.
Tabel 2.4 Sarana Laboratorium
No
1
Fakultas
Hukum
2
KIP
3
Pertanian
a.
b.
c.
a.
Laboratorium
Komputer
Pengadilan Semu
LBH
Biologi
Kondisi
Baik
Baik
Baik
Baik
b. Matematik
Baik
c. Komputer
Baik
d. Bahasa Inggris
Baik
e.
f.
g.
a.
b.
c.
d.
e.
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Microteaching
Lab. PAUD
Lab. PGSD
Komputer
Agro Ekoteknologi
Tanah dan Agrokulture
Bioteknologi
Teknologi Hasil Pertanian
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
Keterangan
Kurang
Memadai
Kurang
Memadai
Kurang
Memadai
Kurang
Memadai
1 Rusak
1 Rusak
15
4
Ekonomi
5
ISIP
6
Teknik
7
LPPM
f.
g.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
a.
b.
c.
d.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
a.
Tek. Peng. Hasil Perikanan
Budidaya perikanan
Komputer
Studi Akuntansi
Studi Manajemen
Studi Ekbang
Studi Tax Center
Studi Pojok BEI
Studio Radio
Studio TV
Lab. Komputer
Lab. Multi Media
Fisika dasar
Kimia dasar
Kimia organic
Lab. Kendali
Lab. Komputer
Lab Elektronik
Lab. Microprocecor
Lab Pengukuran
Konversi Energi
Lab. CNC
Lab. Metalurgi
Lab. Operasional Teknik Kimia
Desa Binaan
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
20 Rusak
1 Rusak
1 Rusak
2.13. Koordinator Pusat Penelitian di LPPM
Peran lembaga penelitian dan pusat penelitian dalam upaya
menunjang pembangunan daerah semakin meningkat. Hal ini
dapat ditunjukkan oleh perkembangan kegiatan penelitian pada
Pusat-pusat penelitian di LPPM Untirta yang memiliki 6 (enam)
Koordinator Pusat Penelitian (Koorpuslit) yaitu: Koordinator Pusat
Penelitian Lingkungan Hidup (Korpuslit LH), Koordinator Pusat
Penelitian Kependudukan dan Gender (Korpuslit KG), Koordinator
Pusat
Penelitian
Hukum
dan
HAM
(Korpuslit
Huk-HAM),
Koordinator Pusat Penelitian Pengembangan Kota dan Wilayah
(Korpuslit PKW), Koordinator Pusat Penelitian Kebudayaan,
Pranata Sosial dan Humaniora (Korpuslit Bud-Sos-Humaniora),
Koordinator Pusat Penelitian Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemuda (Korpuslit PMP), dan 1 Koordinator Pusat Kuliah Kerja
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
16
Mahasiswa (Korpus KKM), (diusulkan Korpus Inkubator Bisnis dan
Income Generating).
Selain kordinator pusat penelitian yang ada di LPPM,
disetiap fakultas juga terdapat pusat-pusat penelitian yang
merupakan bagian dari Jurusan dan Program Studi di fakultas
masing-masing.
Peran LPPM dalam meningkatkan kualitas pusat kajian
adalah memfasilitasi berbagai jenis penelitian berdasarkan skim
penelitian dan riset unggulan untuk didanai dari berbagai sumber
pendanaan. Pada perkembangannya, pusat-pusat penelitian baik
yang berada di Fakultas maupun di LPPM belum optimal
memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan
penelitian di Untirta.
2.14 Pengelolaan Lembaga Penelitian
(a) Tatakelola dan Manajemen Mutu Lembaga
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
(LPPM)
Untirta
adalah
unsur
pelaksana
akademik
yang
melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi Untirta.
Lembaga penelitian terdiri atas pimpinan lembaga, tenaga
administrasi, Koordinator pusat penelitian, tenaga ahli,
dan
tenaga peneliti/dosen. Lembaga penelitian mempunyai tugas
pokok
melaksanakan,
memantau,
mengevaluasi/menilai
pelaksanaan kegiatan penelitian yang dilakukan oleh pusat
penelitian dan/atau dosen serta ikut mengusahakan sumber
daya yang diperlukan.
Dalam
melaksanakan
tugas
pokok
itu,
secara
administrasi, Ketua LPPM dibantu oleh seorang Sekretaris,
seorang Kepala Bagian Tata Usaha, 2 orang Kepala Sub-bagian
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
17
(sub-bagian program, data dan informasi, sub-bagian umum) dan
7 orang tenaga staff administrasi. Selain itu LPPM memiliki 7
Koordinator Pusat/ Pusat Penelitian, yaitu: (a) Koordinator Pusat
KKM
(Kuliah
Kerja
Mahasiswa),
(b)
Koordinator
Pusat
Lingkungan Hidup, (c) Koordinator Pusat Pengembangan Kota
dan Wilayah, (d) Koordinator Pusat Kependudukan dan Gender,
(e) Koordinator Pusat Penelitian Kebudayaan, Pranata Sosial
dan Humaniora, (f) Koordinator Pusat Penelitian Hukum dan
HAM, (g) Koordinator Pusat Pemberdayaan Masyarakat dan
Kepemudaan. Ketujuh Korpuslit tersebut di bantu oleh Tim Ahli
yang
bertugas
merumuskan
membantu
konsep
Korpus
dan
pengkajian,
Korpuslit
pengembangan
dalam
ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni, menilai usulan penelitian,
memantau dan mengevaluasi kegiatan penelitian.
Koordinator-koordinator pusat penelitian tersebut di atas
memiliki tugas: (1) Mengkoordinasi pelaksanaan penelitian/kajian
ilmu murni dan terapan, teknologi, dan seni serta kegiatan
kerjasama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
lainnya yang dilakukan oleh Pusat-pusat penelitian di Fakultas
dan Jurusan; (2) Merencanakan kegiatan penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat serta kegiatan-kegiatan lain
yang berkaitan dengan penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat;
(3)
Melaksanakan
kegiatan
penelitian
dan
pengabdian kepada masyarakat serta kegiatan-kegiatan lainnya
yang berkaitan dengan penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat; (4) Melakukan pemantauan dan penilaian terhadap
kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta
kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan penelitian dan
pengabdian
kepada
masyarakat;
(5)
Mendokumentasikan
kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
18
kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan penelitian dan
pengabdian kepada masyaraka; (6) Membangun kerjasama
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta kegiatankegiatan
lainnya
pengabdian
yang
kepada
berkaitan
masyaraka
dengan
dengan
penelitian
perguruan
dan
tinggi
maupun lembaga-lembaga lainnya.
Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, LPPM
setiap tahunnya menyusun program/kegiatan berikut jadwalnya
secara rasional, logis dan sistematis, dan mengacu pada
rencana strategis, dan diakhiri dengan menyusun laporan akhir
kegiatan dalam bentuk laporan akuntabilitas kinerja lembaga
yang dapat dipertanggung jawabkan. Khusus dalam hal
pelayanan terhadap peneliti/dosen, di samping pelayanan
informasi– komunikasi dan adminsitratif dengan peneliti/dosen
secara terjadwal.
Koordinasi dan pelaksanaan kegiatan baik pimpinan pusat
penelitian, tenaga ahli, tenaga/kelompok peneliti dilaksanakan
sesuai dengan kebutuhan dan disesuaikan dengan luasnya
cakupan kegiatan. Untuk layanan informasi penelitian, misalnya,
baik berasal dari internal maupun eksternal, pimpinan lembaga
berkoordinasi
dengan
pusat
penelitian
dan/atau
individu
kelompok peneliti; untuk kegiatan seleksi proposal usulan
penelitian dan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan
penelitian, termasuk laporan kemajuan, pimpinan lembaga
berkoordinasi
dan
menunjuk
tenaga
ahli
untuk
melaksanakannya; dan layanan untuk peningkatan kemampuan
peneliti dalam pelatihan menyusun proposal usulan penelitian
dan pelatihan menyusun artikel/karya ilmiah, pimpinan lembaga
berkoordinasi
terlebih
dahulu
fakultas/program/individu/kelompok
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
dengan
peneliti
pimpinan
dan
dalam
19
implementasinya menunjuk nara sumber/reviewer berkompeten
baik berasal dari tenaga ahli lembaga maupun dari DP2M - Dikti
- Kemdiknas.
Dalam hal rekruitmen evaluator (internal), baik untuk
kegiatan seleksi usulan proposal penelitian, laporan kemajuan
penelitian, monitoring dan evaluasi pelaksanaan penelitian,
pelatihan penyusunan proposal dan artikel/karya ilmiah, dan
penerbitan jurnal (lokal), dilakukan atas dasar pengalaman dan
kompetensi keilmuan yang dimiliki dan sesuai dengan kebutuhan
lembaga
serta
mengacu
pada
ketentuan
yang
berlaku.
Pelaksanaan penjaminan mutu penelitian dilandasi dengan
instrumen mutu penelitian yang telah tersedia tertera pada Tabel
2.6.
Tabel 2.5. Ketersediaan Instrumen Penjaminan Mutu Penelitian
No
Parameter
1
2
Rekruitmen reviewer internal
Keterlibatan reviewer ekternal dalam
seleksi proposal internal
Seleksi proposal internal (desk evaluation,
seminar proposal)
Pengumuman penetapan pemenang
Kontrak lembaga dengan peneliti
Monev lapangan
Seminar hasil penelitian internal
Tim follow up hasil penelitian (arahan
hasil penelitian untuk jurnal, HKI atau
TTG)
Pelaporan (out put) lembaga ke dikti
Kemudahan bagi peneliti:
- Persiapan peneliti
- Pelaksanaan penelitian
- Penuntasan penelitian
Pelatihan:
-Metodologi penelitian
- pembuatan proposal
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
Ketersediaan Prosedur/Pedoman
(SOP)
Ada
Tidak Ada
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
20
- penulisan artikel
- HKI/Paten
- penulisan buku ajar
2.15 Evaluasi Diri Lembaga Penelitian
Berdasarkan
hasil
analisis
terhadap
kondisi
internal
Penelitian Untirta, dapat diketahui bahwa faktor-faktor penciri
kekuatan memiliki nilai kumulatif yang lebih besar dari pada nilai
faktor-faktor penciri kelemahan sebagaimana disajikan di bawah
ini. Keadaan demikian memungkinkan Lembaga Penelitian Untirta
untuk
melakukan
pengembangan
dengan
memanfaatkan
kekuatan yang ada sebagai modal utama untuk perbaikan,
sementara kelemahan yang ada harus mendapatkan prioritas
untuk dibenahi.
Faktor Internal
Indikator Kekuatan
1. Tersedianya tenaga peneliti dengan berbagai kualifikasi
pendidikan dan bidang keahlian;
2. Tersedianya Staf Ahli LPPM dari berbagai disiplin ilmu;
3. Jumlah dosen/peneliti bergelar Guru Besar dan Doktor semakin
banyak;
4. Tersedianya jejaring kerjasama luar negeri;
5. Tersedianya program pelatihan penelitian, baik yang
diselenggarakan oleh Untirta maupun oleh DIKTI;
6. Tersedianya sarana dan prasarana minimal untuk penelitian;
7. Tersedianya fasilitas laboratorium, baik setingkat UPT maupun
setingkat Program Studi di berbagai fakultas, yang dapat
dimanfaatkan untuk menunjang penelitian;
8. Tersedia dana penelitian dari Untirta;
9. Tingginya minat meneliti di kalangan dosen Untirta;
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
21
10. Dimilikinya dosen-dosen yang berkemampuan serta berdaya
saing tinggi untuk mendapatkan proyek penelitian ditingkat
nasional dan regional;
11. Tersedia media publikasi untuk komunikasi ilmiah dan
diseminasi hasil hasil penelitian;
12. Tersedia ICT, sistem tatakelola dan penjaminan mutu;
13. Memiliki Jaringan LAN, Fiber Optik dan hot spot area.
Indikator Kelemahan
1. Motivasi peneliti masih lebih didasarkan pada perolehan angka
kredit;
2. Peneliti belum memanfaatkan pusat-pusat penelitian secara
optimal;
3. Kemampuan bersaing para dosen/peneliti untuk mendapatkan
dana penelitian dari luar universitas masih rendah;
4. Manajemen Laboratorium pendukung penelitian (pada fakultas
dan UPT) belum optimal;
5. Akreditasi laboratorium masih rendah;
6. Penelitian tidak terintegrasi antar fakultas;
7. Dana penelitian yang bersumber dari dana rutin masih terlalu
kecil;
8. Koordinasi penelitian yang dilaksanakan oleh unit akademik di
luar LPPM masih belum baik;
9. Penelitian tidak proporsional pada tiap fakultas;
10. Penelitian belum mengacu pada RIP dan payung penelitian;
11. Jaringan kerjasama penelitian masih terbatas;
12. Keterbatasan dana untuk menyelenggarakan pelatihanpelatihan maupun workshop;
13. Hasil penelitian belum dikaitkan dengan program pengabdian
kepada masyarakat;
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
22
14. Dana untuk kegiatan komunikasi, publikasi dan diseminasi
hasil-hasil penelitian masih terbatas.
Faktor Eksternal
Analisis eksternal dilakukan dengan memperhatikan kondisi
lingkungan di luar LPPM Untirta yang meliputi kondisi
kependudukan, politik, ekonomi, teknologi, industri, perguruan
tinggi mitra, dan kerjasama yang didekati melalui tahapan analisis
peluang dan ancaman. Analisis ini dilengkapi dengan berbagai
masukan, saran dan harapan pihak stakeholder. Hasil analisis
kondisi eksternal LPPM Untirta menunjukkan bahwa peluang lebih
besar dibandingkan ancaman sebagaimana disajikan berikut ini.
Indikator Peluang
1. Pembangunan daerah, regional dan nasional memerlukan
hasil-hasil penelitian/kajian sebagai dasar menyusun kebijakan;
2. Tersedia keanekaragaman sumberdaya yang memerlukan
kegiatan penelitian untuk pemanfaatannya secara maksimal;
3. Tersedia peluang untuk memanfaatkan sumber dana penelitian
dari luar universitas dengan tingkat persaingan yang ketat;
4. Tersedia insentif untuk merangsang perolehan Hak Kekayaan
Intelektual dari produk penelitian dan dapat dikomersialkan;
5. Tumbuhnya kepercayaan perusahaan, baik swasta asing
maupun swasta nasional, untuk menjalin kerjasama di bidang
penelitian;
6. Tersedianya potensi alam yang cukup berlimpah untuk basis
penelitian.
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
23
Indikator Ancaman
1. Ketatnya persaingan untuk mendapatkan dana penelitian;
2. Tuntutan akan kualitas penelitian makin tinggi;
3. Munculnya berbagai institusi penelitian yang dikelola oleh LSM,
Pemda, dan lainnya;
4. Hasil penelitian yang mendapatkan paten masih rendah;
5. Hasil penelitian masih belum banyak dapat digunakan oleh
dunia industri/masyarakat.
TABEL 2.6 MATRIK ANALISIS SWOT LPPM UNTIRTA
Strength
KEKUATAN DAN
KELEMAHAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
PELUANG DAN
TANTANGAN
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
Peluang
Opportunities
1. Pembanguna daerah,
regional dan nasional
memerlukan
hasil
hasil penelitian/kajian
sebagai
dasar
menyusun kebijakan
Tersedianya tenaga peneliti dengan
berbagai kualifikasi pendidikan dan
bidang keahlian
Tersedianya Staf Ahli LPPM dari
berbagai disiplin ilmu;
Jumlah dosen/peneliti bergelar Guru
Besar dan Doktor semakin banyak;
Tersedianya jejaring kerjasama luar
negeri;
Tersedianya program pelatihan
penelitian, yang diselenggarakan
oleh Untirta;
Tersedianya sarana dan prasarana
minimal untuk penelitian;
Tersedianya fasilitas laboratorium,
baik setingkat UPT maupun
setingkat Program Studi di berbagai
fakultas, yang dapat dimanfaatkan
untuk menunjang penelitian;
Tersedia dana penelitian dari Untirta;
Memiliki laboratorium yang cukup
representative;
Tingginya minat meneliti di kalangan
sebagian besar dosen Untirta
Tersedia media publikasi untuk
komunikasi ilmiah dan diseminasi
hasil hasil penelitian
Dimilikinya dosen yang
berkemampuan dan berdaya saing
tinggi untuk mendapatkan proyek
penelitian ditingkat nasional dan
regional;
Tersedia media publikasi untuk
komunikasi ilmiah dan diseminasi
hasil penelitian;
Tersedia ICT, sistem tatakelola dan
penjaminan mutu;
Memiliki Jaringan LAN, Fiber Optik
dan hot spot area.
weakness
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
Strategi SO
1.
2.
3.
Meningkatkan jumlah dan kualitas
penelitian
Mengembangkan dan meningkatkan
kerjasama penelitian
Meningkatkan
optimalisasi
pemanfaatan lab melalui kegiatan
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
Motivasi peneliti masih lebih didasarkan
pada perolehan angka kredit;
Peneliti belum memanfaatkan pusatpusat penelitian secara optimal;
Kemampuan bersaing para
dosen/peneliti untuk mendapatkan dana
penelitian dari luar univer sitas masih
rendah;
Manajemen Laboratorium pendukung
penelitian (pada fakultas dan UPT)
belum optimal;
Akreditasi laboratorium masih rendah;
Penelitian tidak terintegrasi antar
fakultas;
Dana penelitian yang bersumber dari
dana rutin masih terlalu kecil;
Koordinasi penelitian yang
dilaksanakan oleh unit akademik di luar
Lemlit masih belum baik;
Penelitian tidak proporsional pada tiap
fakultas
Penelitian belum mengacu pada RIP
dan payung penelitian
Jaringan kerjasama penelitian masih
terbatas
Keterbatasan dana untuk
menyelenggarakan pelatihan-pelatihan
penelitian dan artikel
Belum memiliki Rencana Induk
Penelitian (RIP)
Hasil penelitian belum terkait dengan
program pengabdian kepada
masyarakat
Dana untuk kegiatan komunikasi,
publikasi dan diseminasi hasil-hasil
penelitian masih terbatas
Strategi WO
1.
2.
3.
Mengembangkan RIP dan Roadmap
Unggulan berbasis SDA
Mengoptimalkan
fungsi
Pusat
Penelitian
Meningkatkan
sosialiasi,
pelatihan
untuk pengembagan publikasi ilmiah
24
2. Tersedia
keaneka
ragaman
sumber
daya yang memerlu
kan
kegiatan
penelitian
untuk
pemanfaatan
nya
secara maksimal
3. Tersedia
peluang
untuk memanfaatkan
sumber
dana
penelitian dari luar
universitas
dengan
tingkat
persaingan
yang ketat
4. Tersedia
insentif
untuk
merangsang
perolehan
Hak
Kekayaan Intelektual
dari produk penelitian
dan
dapat
dikomersialkan
5. Tumbuhnya
kepercayaan
perusahaan,
baik
swasta
asing
maupun
swasta
nasional,
untuk
menjalin kerjasama
di bidang penelitian
6. Tersedianya potensi
alam yang cukup
berlimpah
untuk
basis Penelitian
penelitian
Mengembangkan penelitian berbasis
SDA
Pengembangan
database
dan
system informasi penelitian
4.
5.
Tantangan Treath
1. Ketatnya persaingan
untuk mendapatkan
dana penelitian
2. Tuntutan
akan
kualitas
penelitian
makin tinggi
3. Munculnya berbagai
institusi
penelitian
yang dikelola oleh
LSM, Pemda, dan
lainnya;
4. Hasil penelitian yang
mendapatkan paten
masih rendah
5. Hasil
penelitian
masih banyak belum
dapat digunakan oleh
dunia
industri/
masyarakat.
4.
5.
Strategi ST
1.
2.
3.
4.
Meningkatkan
pencitraan
dan
penjaminan mutu penelitian
memfokuskan penelitian pada RIP
dan Road Map Unggulan Untirta
Mengikuti
perkembangan
kemajuan
teknologi
dan
pengembangan
ilmu
melalui
percepatan penelitian IPTEK
Meningkatkan
sosialisasi
dan
kerjasama industry
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
Meningkatkan
kerjasama
dan
sosialisasi hasil penelitian ke dunia
industry
Meningkatkan akreditasi laboratorium
/UPT dan Lembaga
Strategi WT
1.
2.
3.
Meningkatkan kerjasama penelitian
antar lembaga/insitusi
Meningkatkan alokasi dana penelitian
untuk fungsi kajian; UPT/ dosen
Meningkatkan
kegiatan
pameran/
seminar hasil-hasil penelitian ke dunia
luar
25
BAB III
GARIS BESAR RENCANA INDUK PENELITIAN (RIP) LPPM UNTIRTA
Dari hasil Evaluasi Diri, maka dalam RENSTRA LPPM Untirta
memfokuskan diri pada 4 (empat) isu utama, yaitu:
1. Relevansi
dan
kualitas
penelitian
dan
pengabdian
kepada
masyarakat;
2. Diseminasi dan publikasi penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat;
3. Kemampuan peneliti; dan
4. Manajemen organisasi.
Berdasarkan keempat rencana strategik tersebut maka dibuat suatu
garis besar program yang akan dilaksanakan oleh LPPM.
3.1 Garis Besar Program LPPM Untirta
1. Mengkoordinasikan, merencanakan, melaksanakan, memantau,
menilai
serta
mendokumentasikan
kegiatan
penelitian
dan
pengabdian kepada masyarakat;
2. Meningkatkan daya saing dosen dan mahasiswa dalam kegiatan
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
3. Membangun
kerjasama
penelitian
dan
pengabdian
kepada
masyarakat;
4. Mendorong perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan paten;
5. Mendiseminasikan
hasil
penelitian
dan
pengabdian
kepada
masyarakat;
6. Membangun sistem informasi (E-Jurnal) untuk publikasi hasil
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
7. Mendorong pemanfaatan hasil penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat untuk pengembangan proses pembelajaran;
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
26
8. Terbentuknya budaya penelitian dan kewirausahaan;
9. Mendorong keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat.
3.2 Kebijakan Umum LPPM Untirta adalah:
1. Menyusun Pedoman Operasional Standar (POS) yang memayungi
kerjasama kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat
yang dapat menumbuhkan suasana akademik, kebebasan berfikir,
berkarya
inovatif
yang
dapat
dipertanggungjawabkan
keilmiahannya;
2. Menjadikan Rencana Induk Penelitian dan Road Map Penelitian
Riset Unggulan Strategis Jangka Panjang sebagai Payung
Penelitian;
3. Memfasilitasi setiap fakultas memiliki Rencana Induk Penelitian dan
Roadmap Penelitian Tingkat Fakultas;
4. Mengintegrasikan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat untuk percepatan difusi IPTEKS;
5. Mendorong dana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
meningkat tiap tahun secara proporsional;
6. Memfasilitasi desiminasi dan publikasi penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat, riset kolaborasi, penelitian berpotensi HKI dan
paten, dan seminar hasil penelitian secara lebih intens melalui
penguatan Teknologi Informasi dan Komunikasi;
7. Meningkatkan alokasi anggaran penelitian di tingkat kelembagaan;
8. Mewajibkan hasil penelitian untuk dipublikasi secara nasional atau
internasional pada jurnal terakreditasi;
9. Meningkatkan sarana dan prasarana lembaga dan pusat-pusat
penelitian;
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
27
10.Mengadakan
pelatihan/workshop/seminar
dalam
upaya
meningkatkan kualitas dosen dan kesempatan yang lebih besar
untuk mendapatkan berbagai program hibah penelitian.
3.3 Sasaran
1.Terwujudnya RIP dan Road Map Penelitian Unggulan Strategis
sebagai payung penelitian yang diacu pada tingkat institusi;
2.Terwujudnya RIP dan Road Map tingkat Fakultas untuk bidang
monodisplin maupun yang mengacu pada RIP institusi;
3.Meningkatnya jumlah dan kualitas penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat serta penyebarannya lebih proposional pada
tingkat fakultas;
4.Meningkatnya jumlah publikasi hasil penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat pada jurnal terakreditasi nasional maupun
internasional;
5.Tersedianya sistem informasi penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat berbasis web;
6.Meningkatnya jumlah kerjasama penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat;
7.Meningkatnya riset kolaborasi antar lembaga penelitian, pemerintah
daerah dan stakeholders;
8.Meningkatnya kualitas tatakelola, manajemen dan pelayanan
administrasi penelitian;
9.Menguatnya peran pusat-pusat kajian dalam berbagai penelitian
ditingkat lokal, regional, nasional dan internasional.
3.4 Alur Penyusunan RIP
Arah pengembangan penelitian Untirta dituangkan dalam
pelaksanaan riset unggulan, riset dasar, riset nasional, perintisan riset
internasional dan
riset
tindakan
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
(reseach
action,
partisipatory
28
research). Riset Unggulan Untirta direncanakan secara semi top down
dan ditentukan berdasarkan Payung Riset dan keunggulan setiap
Fakultas, serta kebijakan tentang riset di tingkat Nasional, Regional
dan tingkat Universitas. yaitu “Pengembangan Ipteks berbasis potensi
sumber daya alam dan kearifan lokal”.
Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, maka tema utama
penelitian unggulan Untirta adalah Pengembangan Ipteks berbasis
potensi sumber daya alam dan kearifan lokal. Penelitian unggulan
universitas tersebut selanjutnya diimplementasikan dalam penelitian
dengan skema pemikiran sebagaimana tergambar di bawah ini.
Penelitian Unggulan Rumpun Ilmu
Pendidikan dan Keguruan
Renstranas dan
Renstrada
Banten
Visi dan Misi
Untirta
Penelitian Unggulan Rumpun Ilmu
Hukum
Penelitian
Unggulan
Untirta
Peneltian Unggulan Rumpun Ilmu
Teknik dan Sain
Penelitian Unggulan Rumpun Ilmu
Ekonomi dan Bisnis
Visi dan Misi
LPPM
Penelitian Unggulan Rumpun Ilmu
Pertanian
Penelitian Unggulan Rumpun Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik
Gambar 3.1 Alur Penyusunan Riset Unggulan Untirta
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
29
Seluruh riset unggulan Untirta adalah kajian interdisiplin yang
berorientasi pada pembangunan ekonomi, pengembangan sumber
daya manusia, penggalian dan pengolahan sumber daya alam
berbasis lingkungan dan kearifan lokal serta berkontribusi nyata dalam
pengentasan kemiskinan, kebodohan, dan kesehatan baik di tingkat
Nasional dan regional, khususnya di Provinsi Banten.
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
30
BAB IV
SASARAN, PROGRAM STRATEGIS, DAN INDIKATOR KINERJA
4.1. Bidang Penelitian Untirta
Dalam melaksanakan tugas pokok Tri Dharma Perguruan Tinggi,
Untirta sangat memperhatikan berbagai isu strategis sesuai dengan
arah dan kebijakan penelitian dan tema unggulan penelitian dalam
periode 5 tahun ke depan. Penelitian bermuara pada satu arah yang
jelas, bermakna dan berguna bagi masyarakat, maka harus ada
konsistensi dalam implementasi prioritas penelitian nasional yang
didukung oleh program strategis dengan sistem pendanaan yang
sehat dan kompetitif. Mengingat keterbatasan sumberdaya, maka
Untirta
mengembangkan
unggulan
spesifik
masing-masing
berdasarkan keunggulan komparatif dan kompetitif. Pengembangan
unggulan di Untirta dilakukan berbasis pada unit penelitian terkecil
seperti laboratorium, jurusan, progranm studi, fakultas, dan pusatpusat kajian, namun dengan tetap mendorong kerjasama lintas unit,
lintas disiplin, bahkan lintas institusi, melalui pengembangan tema
pada tingkat institusi. Tema dan unggulan penelitian pada tingkat
institusi Untirta mengacu pada prioritas penelitian daerah dan
nasional, tanpa meninggalkan peran Untirta dalam pengembangan
ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni secara universal.
Salah satu misi Untirta adalah mengembangkan penelitian dan
pengabdian
kepada
masyarakat
sesuai
dengan
kepentingan
masyarakat dan bangsa. Berdasarkan misi tersebut Untirta telah
membentuk bidang unggulan yaitu:
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
31
1. Pangan: Potensi Lokal Pertanian dan Perikanan;
2. Pendidikan dan Kebudayaan: Peningkatan Kualitas SDM dan
Budaya Lokal;
3. Teknologi
dan
Energi: Pengembangan
Teknologi dan Sain
untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam, energy, Lingkungan Hidup
dan ICT;
4. Hukum, HAM dan Demokrasi: Kejahatan, Perdagangan manusia,
dan demokrasi;
5. Sosial-Politik dan Ekonomi: Governance, Public/Social Policy,
Gender, dan Harmonisasi Sosial.
Hasil perumusan bidang unggulan dan bidang kompetitif lainnya
dibuatkan peta jalan (road map) secara detail untuk kurun waktu lima
tahun (2013-2017) serta topik-topik penelitian yang diperlukan.
Adapun dalam pelaksanaan dan pengembangan bidang unggulan dan
bidang kompetitif lainnya didukung oleh SDM dan fasilitas penunjang
penelitian yang mencukupi. Kondisi ke 6 bidang unggulan dan 4
bidang kompetitif lainnya tersebut saat ini merupakan cerminan
permasalahan yang terjadi pada masyarakat dan menjadi focus para
peneliti di Untirta. Identifikasi unggulan ini diperlukan untuk lebih
memfokuskan strategi penyelesaian masalah yang akan dilakukan
serta alokasi sumber pendanaan.
Alokasi dana penelitian yang berbasis RIP untuk penelitian
unggulan perguruan tinggi (PT) adalah 60 %, sedangkan 40 % dana
lainnya
digunakan
untuk
penelitian
kompetitif
multi
tahun
sebagaimana yang telah berjalan selama ini, yaitu penelitian
desentralisasi (Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi, Penelitian
Hibah Bersaing, Penelitian Fundamental, Penelitian Kerjasama Antar
Perguruan Tinggi, Hibah Penelitian Tim Pascasarjana, dan Penelitian
Disertasi Doktor) atau skim lain yang dikembangkan oleh Untirta
sendiri, diantaranya: Hibah penelitian dosen pemula, Hibah penelitian
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
32
dosen madya Untirta, Riset Invensi Untirta, Riset berbasis prodi
Untirta, dan Riset pascasarjana Untirta.
4.2 Arah Pengembangan Penelitian Riset Unggulan Insititusi
Arah pengembangan penelitian Untirta dituangkan dalam
pelaksanaan riset unggulan, riset dasar, riset nasional, perintisan riset
internasional dan
riset
tindakan
(reseach
action,
partisipatory
research). Riset Unggulan Untirta direncanakan secara semi top down
dan ditentukan berdasarkan Payung Riset dan keunggulan setiap
Fakultas, serta kebijakan tentang riset di tingkat Nasional, Regional
dan tingkat Universitas yaitu “Pengembangan Ipteks
berbasis
potensi sumber daya alam dan kearifan lokal”.
Seluruh riset unggulan Untirta adalah kajian interdisiplin yang
berorientasi pada pembangunan ekonomi, pengembangan sumber
daya manusia, penggalian dan pengolahan sumber daya alam
berbasis lingkungan dan kearifan lokal serta berkontribusi nyata dalam
pengentasan kemiskinan, kebodohan, dan kesehatan baik di tingkat
Nasional maupun di Provinsi Banten.
Oleh karena itu, Untirta
menentukan Riset Unggulan dalam kluster-kluster yaitu:
1. Pangan: Potensi Lokal Pertanian dan Perikanan;
2. Pendidikan dan Kebudayaan: Peningkatan Kualitas SDM dan
Budaya Kebantenan;
3. Teknologi
dan
Energi: Pengembangan
Teknologi dan Sain
untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam, energy, Lingkungan Hidup
dan ICT;
4. Hukum, HAM dan Demokrasi: Kejahatan, Perdagangan manusia,
dan demokrasi;
5. Sosial-Politik dan Ekonomi: Governance, Public/Social Policy,
Gender, dan Harmonisasi Sosial.
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
33
Kelima kluster riset unggulan Untirta tersebut, secara rinci topik
riset dan ruang lingkupnya sebagai berikut :
Tabel 4.1 Cluster Pangan
Perumusan Topik: Potensi Lokal Pertanian
(Kompetensi: Pertanian, Ekonomi, Teknik, Hukum, Sosial-Budaya dan
Pendidikan)
Isu-isu Strategis
Konsep Pemikiran
1. Banten sebagai Provinsi
yg memiliki luas areal
pertanian dan pantai
terpanjang di Indonesia
1. Kebijakan untuk
menjadikan Banten
sebagai lumbung pangan
nasional
2. Budaya pemenuhan
pangan masih
tergantung beras
2. Menggali potensi makanan
pokok berdasarkan
pendekatan kearifan lokal
untuk mengurangi
ketergantungan beras
3. Adanya ancaman
fenomena perubahan
iklim dan lingkungan
terhadap keamanan
pangan
3. Peningkatan kualitas agroecosystem
tanaman/ternak/ikan
Pemecahan Masalah
Topik Riset
1. Riset dasar dan terapan di
bidang biodiversitas
tanaman/ ternak/ ikan
sebagai sumber
karbohidrat dan protein
1. Biodiversitas plasma nutfah
tanaman /ternak/ ikan lokal
sebagai sumber pangan
potensial
2. Penggalian jenis pangan
‘padi lokal’ atau jenis
tanaman non-padi lain
sebagai sumber
karbohidrat
2. Etnobotani dan budaya
pangan masyarakat
3. Pemuliaan
tanaman/ternak/ ikan
untuk antisipasi
perubahan iklim
3. Pemuliaan tanaman/ternak/
ikan unggul tahan cekaman
lingkungan biotik dan abiotik
4. Rekayasa agroekosistem
4. Produksi benih tanaman,
ternak dan Ikan masih
rendah
4. Pendekatan spesifik
wilayah dalam produksi
benih tanaman/ ikan/
ternak
4. Teknologi produksi bibit
tanaman/ternak/ ikan
dan spesifik wilayah
4. Rekayasa teknologi budidaya
dan produksi bibit tanaman/
ternak / ikan unggul
5. Kualitas makanan
5. Pengolahan hasil pertanian
lokal untuk pemenuhan
gizi dan estetika
5. Perbaikan nilai gizi dan
estetika olahan pangan
5. Pengembangan iptek pasca
panen dan peningkatan nilai
tambah produk hasil
pertanian
6. Era pasar bebas
membanjirnya
produk/jenis pangan ke
pasar domestik
6. Peningkatan kualitas jenis
pangan lokal untuk
menangkal produk import
6. Penguatan kelembagaan
dan pasar serta teknologi
pangan untuk peningkatan
kualitas produk pangan
lokal
6. Rekayasa dan penguatan
kelembagaan untuk
peningkatan daya saing
pangan lokal unggul di pasar
domestik dan global
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
34
Tabel 4.2 Cluster Pendidikan dan Kebudayaan
Perumusan Topik Riset: Peningkatan Kualitas SDM dan Budaya Lokal
(Kompetensi: Pendidikan, Sosial-Budaya, Hukum, Ekonomi, Teknik, Pertanian,
dan Perikanan)
No
Isu-Isu Strategis
1
Wajib Belajar
Pendidikan Dasar dan
PAUD
2
Pendidikan Karakter
3
Kemajuan dibidang
Teknologi Informasi
dan Komunikasi
merupakan kebutuhan
dasar manusia di abad
21
4
Pendidikan
masyarakat untuk
meningkatkan daya
saing bangsa
Konsep Pemikiran
Pemecahan Masalah
Topik Riset yang
Diperlukan
1. Kebijakan pendidikan 1. Riset dasar dan terapan 1. Riset kebijakan
untuk meningkatkan
dalam kebijakan pendidi
pendidikan dalam
SDM, meningkatkan
kan formal, nonformal,
rangka wajib belajar 12
APK dan
dan informal
tahun serta kebijakan
memberantas buta
pendukung lainnya
aksara
2. Riset kebijakan
pendidikan inclusi dan
layanan khusus
1. Pendidikan Karakter 1. Riset dasar dan terapan
1. Riset tentang
pada PIF, PNF, dan PF.
dalam kebijakan
kebijakan pendidikan
pendidikan karakter
karakter di PIF, PNF,
melalui PIF, PNF, dan PF.
dan PF.
2. Peningkatan
2. Model-model
2. Rekayasa dan
pembelajaran yang
pembelajaran berbasis
pengembangan
efektif untuk
pendidikan karakter
pembelajaran
pembentukan karakter
berbasis pendidikan
bangsa
karakter di semua
jalur dan jenjang
pendidikan
1. Inovasi Pendidikan
1. Kebijakan inovasi
1. Riset tentang
dan pembelajaran
pendidikan dan
kebijakan inovasi
pembelajaran
pendidikan dan
2. Model-model
pembelajaran
pembelajaran
2. Model-model
kontemporer
pembelajaran
kontemporer
1. Membangun
1.Meningkatkan
1. Model pendidikan
masyarakat belajar
pemberantasan buta
masyarakat
2. Mengembangkan
aksara
2. Model pemberdayaan
budaya loka
2.Meningkatkan
masyarakat berbasis
(kebantenan)
pendidikan keterampilan
IPTEK
(life skills)
3. Kebijakan pemerintah
3.Meningkatkan fasilitas
(pusat dan daerah)
belajar masyarakat
dalam pendidikan
4.Mengangkat budaya local 4. Nilai-nilai kearifan
local dan Budaya
Kebantenan.
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
35
Tabel 4.3 Cluster Teknologi dan Energi
Perumusan Topik Riset: Pengembangan Teknologi dan Sain untuk Pengelolaan
Sumberdaya Alam, energy, Lingkungan Hidup dan ICT;
(Kompetensi: Teknik dan Sains, Pendidikan, Ekonomi, Hukum, Sosial-Budaya,
Pertanian dan Perikanan)
No
1
Isu-Isu
Strategis
Ketersediaan
Energi fosil
nasional
menurun
Konsep
Pemecahan Masalah
Pemikiran
1. Keberlanjutan 1. Riset dasar
dan
sumber energy
ketersediaan
baru dan
energy nasional
terbarukan (EBT)
melalui Energi
Baru dan
Terbarukan
(EBT)
2. Penggunaan
Energi secara
efisien
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
Topik Riset yang
Diperlukan
1. Teknologi
pengembangan
energy berbasis
PLTP, Panas Bumi,
Sistem Konversi
Energi Angin
(SKEA), PLT-Surya,
Teknologi Konversi
Energi Arus Laut,
Teknologi Ocean
Thermal Energy
Conversion,
Teknologi
Gelombang,
Teknologi Energi
Pasang Surut,
Teknologi Bahan
Bakar Nabati,
Teknologi
Pembangkit
Biomassa dan
biogas, Teknologi
Energi Pedesaan,
Teknologi Blending
dan Upgrading
Batubara,
pemanfaatan Batu
bara untuk rumah
tangga, teknologi
pembuatan air
bersih layak minum,
dan pengembangan
rekayasa energy
untuk mobil listrik.
1. Pengembangan
teknologi hemat
energy.
2. Manajemen energy.
3. Peningkatan daya
guna energy.
4. Kajian socialbudaya dan politik
berkaitan dengan
kebijakan energy.
36
3. Pengembangan
material baru
untuk menghasil
kan EBT.
4. Pengembangan
material baru
untuk besi dan
baja
Produksi
Bersih
Material baru
yang ramah
lingkungan dapat
dikembangkan
dengan teknologi
proses minimum
limbah
Pengembangan
material baru
minimum limbah
Green earth
Lingkungan hidup
perlu dikelola
secara baik untuk
kemaslahatan
manusia dan alam
semesta
Tata lingkungan
sehat
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
1. Pengembangan
teknologi turbin
angina, air, dan uap.
2. Pengembangan
inventer conventer
energy
3. Pengembangan
teknologi
pembuatan
komponen dan
perakitan generator
listrik
4. Pengembangan besi
dan baja untuk
persenjataan
1. Komposit berbasis
serat alami.
2. Material
nanotechnology
3. Teknologi keramik.
4. Biomaterial
5. Pengembangan semi
konduktor dan
nanotransitor.
6. Teknologi pelapisan
berbahan organic.
7. Pencegahan korosi.
8. Net-shape
Manufacturing.
9. Good housekeeping.
1. Model penyediaan
air sehat untuk
pemukiman
2. System drainase
lingkungan dan
sumur resapan
3. Manajemen tata
lingkungan sehat
4. Pengelolaan limbah
rumah tangga dan
industry
5. Disain dan
konstruksi ramah
lingkungan
6. Pengendalian polusi
dan pencemaran
lingkungan
7. Teknologi
konservasi struktur
dan bangunan
gedung
8. Pengembangan
pemukiman
berbasis green
37
Pengelolaan
dan mitigasi
bencana
Teknologi local
dan local widom
dapat
dikembangkan
untuk
memperbaikisiste
m informasi
kebencanaan,
mengurangi
resiko bencana,
dan percepatan
proses
rehabilitasi pasca
bencana
Pengembangan
teknologi local dan
local widom untuk
mengurangi resiko
bencana secara
efektif dan efisien
Percepatan
rehabilitasi dan
rekonstruksi pasca
bencana
Pengembangan
system informasi
mitigasi
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
infrastruktur
9. Pengembangan
ekowisata ramah
lingkungan berbasis
local wisdom
10. Pengelolaan sampah
terpadu
11. Kebijakan
pengembangan
ruang terbuka hijau
dan biru
1. Pengembangan
teknologi berbasis
kearifan local dalam
menghadapi
bencana alam dan
industri
2. Pengembangan
teknologi bangunan
tahan gempa
3. Pengembangan
metode dan
peningkatan
keterampilan tenaga
konstruksi dalam
mitigasi bencana
alam dan industri
4. Kajian social dan
kesadaran
masyarakat dalam
menghadapi
bencana alam dan
industri
5. Kebijakan
pemerintah dalam
pengelolaan dan
mitigasi bencana
alam dan dan
industry
6. Riset mitigasi
bencana alam dan
industri
1. Kajian tentang pasca
bencana
2. Pengembangan
metode dan
pendekatan
traumatis bencana
pada anak-anak
1. Pengembangan
metode pemetaan
dan analisis potensi
38
kebencanaan
Kaya Potensi
Lokal sumber
daya alam di
Indonesia
Pengembangan
Industri berbahan
baku lokal
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
dan resiko bencana
2. Pengembangan
metode
pemantauan,
perkiraan
(forecasting,
prediction), dan
peringatan dini
3. Pengembangan ICT
untuk peringatan
dini
Pengembangan
1. Kajian tentang
metode penilaian
metode penilaian
kerusakan
kerusakan akibat
infrastruktur akibat
bencana.
bencana
2. Kajian tentang
kebijakan bantuan
pasca bencana
Riset dasar berbasis 1. Pemanfaatan bahan
bahan baku lokal
baku local dan
pengembangan
teknologi dalam
industry besi baja.
2. Pengembangan
teknologi
pengolahan bahan
baku local non fero.
39
Tabel 4.4 Cluster Hukum, HAM dan Demokrasi
Perumusan Topik Riset: Supremasi Hukum, HAM, dan Demokrasi
(Kompetensi: Hukum, Pendidikan, Sosial-Budaya, Teknik, Ekonomi, Pertanian
dan Perikanan)
No
1
Isu-Isu
Strategis
Good Governance
dan Otonomi Daerah
Konsep
Pemikiran
Penguatan
Good 1.
Governance
dan
Otonomi daerah
2.
3.
Pemecahan Masalah
Peningkatan
kapasitas
kelembagaan;
Pembaharuan substansi
hukum, produk hukum
administrasi
Peningkatan sumber daya
manusia (aparatur dan
sivil society)
1. Kajian tentang Hukum di
Indonesia (UU, PP, Perda,
dan Peraturan lainnya)
2. Kajian tentang HAM
3. Kajian tentang demokrasi
4. Kajian tentang otonomi
daerah
5. Kajian tentang tenaga
kerja, TKI, TKW,
Revitalisasi kelembagaan
Negara dan daerah
Penguatan
hak-hak
konstitusional
warga
Negara
Relasi antara Negara, civil
society, dan market.
1. penguatan kelembagaan
Negara dan daerah
2. penghormatan,
perlindungan
dan
pemenuhan HAM
3. pengembangan
model
perlindungan
dan
pemenuhan HAM
4. pengembangan
perangkat
hukum
pemerintahan pusat dan
daerah yang mendukung
relasi antara Negara, civil
society, dan market.
5. Politik,
hukum
yang
berorientasi penguatan
pemerintah daerah dan
desa.
1. Perjanjian internasional
dan
pengaruhnya
terhadap pembangunan
bangsa
2. Penegakkan
hukum
terhadap
pelanggaran
wilayah
perairan
Indonesia dan Otda
3. Penghormatan,
perlindungan
dan
pemenuhan
hak-hak
dasar warga Negara
dalam konteks hukum
internasional
4. Inventarisasi
kearifan
lokal pada masyarakat
Banten
5. Implikasi
harmonisasi
hukum
internasional
dengan hukum nasional
Konstitusi
Penguatan konstitusi 1.
dan
Otda
yang
berorientasi
pada 2.
peningkatan
kesejahteraan
dan
relasi yang seimbang 3.
antara Negara, civil
society, dan market
Perlindungan
kepentingan
nasional dan daerah
dalam
konteks
Internasional
Peningkatan
1. Perlunya menginventarisir
pengawasan
oleh
dan meratifikasi perjanjian
institusi
nasional
internasional
yang
dalam
mewujudkan
bermanfaat
bagi
perlindungan hak-hak
kepentingan nasional
dasar
melalui 2. Pengkajian
lembaga
harmonisasi
hukum
pengawasan perbatasan
internasional dengan
laut
nasional
dan
hukum nasional untuk
perundang-undangan
meningkatkan
yang berkaitan dengan
pembangunan
perairan Indonesia dan
nasional dan kearifan
Otda
local
3. Penetapan institusi yang
dapat
mewujudkan
perlindungan
hak-hak
dasar warga Negara sesuai
dengan
peraturan
perundang-undangan.
4. Pengharmonisasian
Hukum Internasional dan
Hukum Negara dalam
pembangunan
hukum
nasional dan kearifan
local.
Penguatan
hukum 1. Inventarisasi
asas-asas
perdata
berbasis
hukum perdata
ekonomi,
teknologi, 2. Penguatan
struktur
Pengembangan
hukum
perdata
berbasis ekonomi,
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
Topik Riset yang
Diperlukan
1. Perberdayaan UMKM
2. Pengembangan
dan
perlindungan HAKI
40
teknologi
kearifan local
dan
dan kearifan local
3.
4.
5.
masyarakat local
Penguatan pelaku UMKM
Penguatan fungsi dan
peran lembaga hukum
Peguatan hukum investasi
dan ekonomi
3. Pengembangan lembaga
pembiayaan
4. Revitalisasi hukum adat
5. Pembaharuan
hukum
perdata
6. Pengembangan
dan
penguatan
hukum
investasi dan ekonomi
1. Penguatan
kapasitas
kelembagaan
penegakkan
hukum
pidana
2. Pembaharuan perangkat
hukum pidana
3. Penguatan
akses
masyarakat
dalam
memperoleh keadilan
4. Penegakkan
hukum
kejahatan trans nasional
1. Riset
tentang
social
politik pasca reformasi
2. Riset tentang kebijakan
public
3. Riset
social
budaya
berkaitan
dengan
demokrasi dan otda
4. Riset 4 Pilar Kebangsaan
Pembaharuan
hukum pidana
Reformulasi
dan
restrukturisasi hukum
pidana untuk keadilan,
perlindungan hukum,
dan
kesejahteraan
masyarakat.
1. Reformasi
kebijakan
penegakan hukum pidana
dan acara pidana
2. Perbandingan
hukum
pidana
3. Reformulasi UU hukum
pidana dan acara pidana
Demokrasi
di
Indonesia
berkembang cepat
pasca reformasi
munculnya disintegrasi
bangsa sebagai efek
demokrasi
yang
berlebihan
1. Kajian social politik Pemilu
dan Pemilukada,
2. Kajian
perundangundangan,
3. Kajian
social
budaya
berkaitan
dengan
demikrasi dan Otda
4. Kajian tentang 4 pilar
kebangsaan.
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
41
Tabel 4.5 Cluster Sosial-Politik dan Ekonomi
Perumusan Topik Riset: Governance, Public/Social Policy, Gender, dan Harmonisasi
Sosial. ( Kompetensi: Sosial-Politik, Pendidikan, Hukum, Ekonomi, Teknik,
Pertanian dan Perikanan )
Pemecahan
Masalah
Topik Riset yang
Diperlukan
Pemekaran wilayah untuk
pemerataan
pembangunan nasional
dan peningkatan
kesejahteraan masyarakat
Kajian tentang
pemekaran wilayah
dalam konteks
pemerataan
pembangunan nasional
dan peningkatan
kesejahteraan
masyarakat
1. Riset tentang Otonomi Daerah
dan desentralisasi
2. Kajian social Ekonomi dalam
pemekaran wilayah
3. Kajian peraturan perundang
undangan dalam pemekaran
wilayah
Demokrasi di Indonesia
berkembang cepat pasca reformasi
Pelaksanaan Pemilu,
Pilkada, dan
pertumbuhan lembagalembaga politik selain
mendorong demokrasi
juga menumbuhkan
disintegrasi bangsa,
konflik horizontal dan
vertical serta konflik
social
1. Riset tentang social politik
pemilu dan pilkada
2. Riset kebijakan pemerintah
dalam pelaksanaan Pemilu
dan Pilkada
3. Riset social-budaya berkaitan
dengan demokrasi dan
otonomi daerah
4. Riser tentang 4 pilar
kebangasaan
3
Kemiskinan dan pengangguran
Kemiskinan dan
pengangguran
merupakan factor
penyebab rawan social,
keamanan, dan
perlindungan anak
1. Kajian social politik
Pemilu dan Pilkada.
2. Kajian peraturan
perundangundangan Pemilu
dan Pilkada
3. Kajian social-budaya
berkaitan dengan
demokrasi dan
otonomi daerah
4. Kajian tentang 4 pilar
kebangasaan di
masyarakat.
1. Pengembangan
model pengentasan
kemiskinan
2. Kajian CSR untuk
mengatasi
pengangguran dan
kemiskinan
3. Penguatan ekonomi
di perdesaan
4. Peningkatan peran
perempuan disektor
ekonomi informal
4
Kesetaraan Gender dan
pemberdayaan perempuan dan
perlindungan Anak
Meningkatkan peran
perempuan dalam segala
bidang kehidupan dan
perlindungan anak
No
Isu-Isu Strategis
Konsep Pemikiran
1
Pemekaran Wilayah di Indonesia (
Provinsi, Kabupaten, Kecamatan,
dan Desa )
2
5
Ekonomi Kerakyatan dan UMKM
Ekonomi Kerakyatan
sebagaimana amanat
UUD45 tentang koperasi
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
1. Pengembangan
model
pengarusutamaan
gender
2. Pengembangan
model pemberdayaan
perempuan
3. Kajian tentang
human traficcing dan
TKW
4. Kajian tentang
perlindungan anak
1. Kajian tentang
Koperasi
2. Ekonomi Kerakyatan
berbasis ekonomi
perdesaan
1. Riset tentang Pengembangan
model pengentasan
kemiskinan.
2. Riset tentang CSR untuk
mengatasi pengangguran dan
kemiskinan.
3. Riset penguatan ekonomi di
perdesaan.
4. Riset peningkatan peran
perempuan disektor ekonomi
informasi.
1. Riset tentang model
pengarusutamaan gende
2. Riset tentang model
pemberdayaan perempuan
dibidang ekonomi, socialbudaya, politik, dan bidang
lainnya
3. Riset tentang human
trafficking dan upaya
mengatasinya
4. Riset tentang TKW dan upaya
mengatasinya
5. Riset tentang perlindungan
anak
1. Riset tentang koperasi
2. Riset tentang ekonomi
perdesaan
42
Perlu pengaturan struktur
ekonomi wilayah
Peningkatan kinerja
koperasi dan UMKM
Kajian tentang
penguatan struktur
ekonomi wilayah
Penerapan konsep
Good Coorporate
Governance
1. Riset tentang fasilitas
mobilisasi factor-faktor
produksi antar wilayah
2. Peningkatan mutu UMKM
3. Riset sumber daya ekonomi
wilayah
1. Efisiensi dan akuntabilitas
perusahaan2. Mutu akuntasi
dalam
1. Pengembangan lembaga
pembiayaan2. Revitalisasi
hukum adat3. Pembaharuan
hukum perdata4.
Pengembangan dan penguatan
hukum investasi dan ekonomi
6
kearifan local
kearifan local
1.Penguatan pelaku
UMKM
2. Penguatan fungsi
dan peran lembaga
hukum
3. Penguatan hukum
investasi dan ekonomi
7
Pembaharuan hukum pidana
Reformulasi dan
restrukturisasi hukum
pidana untuk keadilan,
perlindungan hukum, dan
kesejahteraan
masyarakat.
1. Reformasi kebijakan
penegakan hukum
pidana dan acara
pidana
2. Perbandingan hukum
pidana
3. Reformulasi UU
hukum pidana dan
acara pidana
1. Penguatan kapasitas
kelembagaan penegakan
hukum pidana
2. Pembaharuan perangkat
hukum pidana
3. Penguatan akses masyarakat
dalam memperoleh keadilan
4. Penegakan hukum kejahatan
transnasional
8
Pemberdayaan masyarakat di desa
konservasi rawa danau Kab.
Serang
Peningkatan kemampuan
ekonomi masyarakat
setempat.
1. Penyelamatan hutan
lindung rawa danau
2. Peningkatan
kesejahteraan
masyarakat
3. Penyadaran
masyarakat tentang
pentingnya
penyelamatan
lingkungan.
1. Riset penguatan ekonomi di
perdesaan.
2. Penguatan akses masyarakat
tentang keadilan ekonomi
3. Riset model masyarakat
mandiri yang sadar lingkungan
9
Manajemen ketahanan ekonomi
masyarakat berbasis kearifan lokal
Adanya penurunan
ketahanan ekonomi
masyarakat
1. model
pemberdayaan
ekonomi masyarakat
2. penguatan ekonomi
mikro
1. Riset tentang kualitas
SDM/UMKM dan fasilitas
penunjang
2. Riset tentang pemasaran
produk unggulan usaha mikro
3. Riset tentang analisis rantai
pasokan produk UMKM
4. Riset tentang pembiyaan
UMKM
5. Riset tentang kebijakan
pemerintah dalam
pemberdayaan UMKM
10
Manajemen jasa Pendidikan Tinggi
(higher education service)
Peningkatan pelayanan
jasa pendidikan tertinggi
Penguatan manajemen
pendidikan tinggi
11
Optimalisai penyerapan dana CSR
Perusahaan kesulitan
untuk menyalurkan dana
CSR
Pengembangan model
penyaluran dana CSR
1. Riset tentang service quality
2. Riset tentang marketing jasa
pendidikan
1. Riset kajian tentang
kelayakan calon penerimaan
dana CSR
2. Riset tentang model
pendampingan penyaluran
dana CSR
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
43
12
Konflik social pasca Reformasi
Penanggulangan konflik
social berbasis kearifan
lokal
1.
2.
Pemetaan Konflik 1.
social
2.
Pencegahan dan
penanggulangan
3.
konflik sosial
Riset tentang konflik sara
Riset
tentang
konflik
ekonomi
Riset tentang konflik SDA
4.4 Pengukuran Kinerja Penelitian
Tolok ukur keberhasilan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti
yang ada di Untirta di bawah naungan LPPM Untirta adalah sejauh
mana penelitian itu dapat bermanfaat dan mempunyai daya saing baik
secara kualitas maupun kuantitas di taraf internasional, nasional
maupun regional. Selain itu juga, penelitian itu dipublikasikan pada
jurnal-jurnal ilmiah, prosiding, dan juga berkontribusi pada buku teks
atau buku ajar.
Indikator Kinerja Utama Penelitian ini berkaitan dengan proyeksi
anggaran penelitian baik yang disediakan oleh Untirta maupun danadana yang berasal dari luar Untirta. Oleh karena itu, Indikator Kinerja
Utama Penelitian menjadi tolok ukur juga untuk penganggaran
penelitian di LPPM Untirta.
Dibawah ini di digambarkan kondisi awal IKUP pada tahun 2012
dan target luaran serta indikator kinerja utama penelitian pada 5 tahun
kedepan sebagaimana dalam tabel 4.6.
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
44
Tabel 4.6. Indikator Kinerja Utama Penelitian (IKUP)
Indikator Capaian
Jenis Luaran
Baseline
(output)
2012
2013
2014
2015
2016
1
Hibah Riset Internal
Dosen Pemula
30
60
45
40
35
Kajian Wanita
2
20
29
30
35
Dosen Madya
15
20
21
27
34
Disertasi Doktor
10
15
20
Pascasarjana
5
3
5
7
Riset Unggulan PT
1
2
3
5
Riset berbasis
12
15
20
25
Payung Penelitian
Jurusan/Prodi
Riset Berbasis PPM
25
25
25
27
Hibah Fundamental
16
5
8
10
Riset Prioritas
10
15
10
Hibah
Penelitian
2
4
6
berpotensi Paten
2
Hibah Riset
Internasional
3
3
4
Nasional
2
5
5
5
Regional
2
2
4
5
5
3
Publikasi Ilmiah
Internasional
4
6
8
10
Nasional
15
20
30
40
50
Terakreditasi
Internal
120
125
130
140
150
4
Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI)
2
3
5
7
5
Teknologi Tepat Guna (TTG)
1
3
5
6
Model/Prototype/Desain/Karya
1
2
4
5
Seni/Rekayasa Sosial
7
Buku Ajar/Buku Teks
25
30
35
40
Keterangan:
 Publikasi ilmiah termasuk di dalamnya Prosiding
 HKI meliputi Paten, Paten Sederhana, Hak Cipta, Merk Dagang, Rahasia Dagang, Desain
Produk Industri, Indikasi Geografis, Perlindungan Varietas tanaman, dan Perlindungan
topografi sirkuit terpadu.
No
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
45
2017
30
40
42
25
10
7
30
30
15
10
10
5
5
5
12
60
160
10
7
6
45
BAB V
PELAKSANAAN RIP
5.1. Pelaksanaan RIP
Rencana Induk Penelitian (RIP) merupakan bagian dari rencana
stretegis Untirta yang dibuat secara multitahun (5 tahun) yang
didasarkan
pada
peta
jalan
(roadmap),
payung
penelitian,
ketersediaan sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana
penelitian.
Pelaksanaan penelitian sesuai dengan jadwal dan proses yang
telah ditetapkan pada setiap tahun mulai Januari-Desember tahun
anggaran berjalan. Dengan demikian, setiap dosen akan memiliki
kepastian waktu dan proses untuk mempersiapkan proposal dan juga
pelaksanaan penelitian. Adapun
jadwal pelaksanaan kegiatan
penelitian setiap tahun anggaran disajikan pada Tabel 5.1 di bawah
ini.
Tabel 5.1. Jadwal Proses Pelaksanaan Kegiatan Penelitian
Kegiatan
Pengajuan
Proposal
Seleksi
Jan
Feb
Mar
Apr
Bulan (Tahun Anggaran)
Mei Jun Jul Agust
Sept
Okt
Kontrak
Penelitian
Monev
Pengelolaan Hasil
Tindak Lanjut
Hasil Penelitian
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
46
Nov
Des
5.2. Estimasi Kebutuhan Dana dan Rencana Sumber Dana
Alokasi anggaran penelitian diperuntukkan secara proposional
sesuai
dengan
pengembangan
bidang
penelitian.
Alokasi
ini
diestimasi dari kegiatan penelitian pada tahun-tahun sebelumnya yang
disesuaikan dengan skim penelitian.
Sesuai dengan skim penelitian yang disediakan, maka setiap topik
penelitian dengan dana penelitian desentralisasi dapat didanai sampai
dengan maksimum Rp. 50 juta perjudul. Sedangkan untuk skim
penelitian yang dikembangkan dan sumber pendaannya dari PNBP
Untirta dapat didanai maksimum Rp. 100 juta perjudul.
Estimasi kebutuhan dana selama 5 tahun kedepan (2013-2017)
serta rincian kebutuhan dana seperti disajikan pada Tabel 5.1
Tabel 5.2. Perkiraan Jumlah Dana Penelitian
No
A
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Eksisting
2012
(000)
DANA PNBP-UNTIRTA
Penelitian Dosen 120.000
Pemula
Penelitian Dosen 141,000
Madya
Penelitian Hibah
Pasca Sarjana
Penelitian Kajian Wanita
Penelitian
Berbasis Payung
Penelitian Prodi
Penelitian
Unggulan Untirta
Jenis Penelitian
Penelitian
berbasis PPM
Penelitian Hibah
Fundamental
Penelitian Hibah
Bersaing
Jumlah
2013
(000)
2014
(000)
375,312
371,558
274,500
Jumlah Dana
2015
(000)
2016
(000)
2017
(000)
334,402
267,521
214,016
329,400
411,750
514,687
643,358
104,750
125,700
150,000
175,000
200,000
132,312
145,543
150,000
150,000
200,000
108,250
130,000
150,000
200,000
250,000
104,500
150,000
200,000
250,000
300,000
-
112,250
150,000
200,000
250,000
300,000
62,000
-
150,000
200,000
300,000
350,000
160,000
-
150,000
200,00
300,000
350,000
483,000
1,107,374
1,702,201
1,996,152
2,407,208
2,807,374
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
47
5.3 Prosedur Pengelolaan Penelitian
Prosedur operasional dalam pengelolaan penelitian di Untirta ialah
sebagai berikut.
(a) Proses seleksi proposal dilakukan secara terbuka dan kompetitif.
Untuk menyeleksi proposal diangkat reviewer eksternal dari DP2M
Ditjen Dikti.
(b) Untirta (Rektor Cq. Wakil Rektor 2) melakukan kontrak dengan
LPPM (Ketua LPPM), selanjutnya Ketua LPPM melakukan kontrak
dengan ketua peneliti.
(c) LPPM Untirta melakukan monitoring dan evaluasi (monev) yang
melibatkan tim reviewer eksternal dari DP2M. Hasil monev
digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk pendanaan tahun
berikutnya. Monev antara lain mengacu kepada IKUP yang
ditetapkan oleh DP2M.
(d) LPPM Untirta membentuk sistem pengaduan internal.
(e) Ketua peneliti wajib melaporkan kemajuan kegiatan dan hasil
penelitiannya kepada Untirta (LPPM Untirta) setiap tahun. Ketua
peneliti
wajib
menyampaikan
keluaran
(output)
penelitian
(HKI/paten, publikasi ilmiah, makalah yang diseminarkan, TTG,
rekayasa sosial, buku referensi, atau bentuk lain) kepada Untirta
(LPPM Untirta.
(f) Untirta (LPPM Untirta) melaporkan kompilasi hasil penelitian
setiap tahun sesuai RIP kepada DP2M.
(g) Untirta (LPPM Untirta) melaporkan penggunaan dana kepada
DP2M.
(h) Untirta (LPPM Untirta) menyampaikan keluaran (output) penelitian
setiap tahun sesuai kesepakatan (indikator capaian) kepada
DP2M.
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
48
(i) Untirta (LPPM Untirta) mengutus peneliti unggulan sebagai
peserta kegiatan di tingkat nasional yang diselenggarakan oleh
DP2M.
Proposal penelitian yang didanai merupakan hasil seleksi dengan
sistem blind-review oleh tim yang dibentuk oleh LPPM Untirta. Sistem
evaluasi proposal ini telah diterapkan untuk menjamin obyektivitas
penilaian sebagai bagian dari peningkatan mutu tatakelola kegiatan
akademis yang dikembangkan oleh Untirta. Meskipun dana DIPA yang
mampu dialokasikan oleh Untirta untuk mendukung penelitian masih
relatif kecil, namun dukungan dana tersebut diyakini mempunyai
dampak yang cukup signifikan dalam meningkatkan kapasitas para
dosen dalam bidang penelitian. Keyakinan ini didasarkan pada
kemampuan dosen Untirta dalam mendapatkan dana dari berbagai
sumber eksternal yang terus meningkat. Secara institusi kemampuan
Untirta untuk mendapatkan dana dari sumber eksternal dalam negeri
menunjukkan peningkatan yang sangat tajam dilihat dari perolehan
hibah.
Seorang dosen dapat mengirimkan proposal ke beberapa jenis
penelitian, tetapi seorang dosen hanya diperbolehkan menjadi satu
ketua dan satu anggota program penelitian atau anggota pada dua
program penelitian yang didanai.
5.4. Penjaminan Mutu
Guna menjamin mutu proses hasil penelitian, telah ditetapkan
Manual Mutu Penelitian dan Standar Operasional Prosedur (SOP)
penelitian. Penilaian dilakukan dalam satu siklus penelitian atau siklus
penjaminan mutu penelitian. Siklus ini meliputi penetapan standar
penelitian, pelaksanaan standar, monev internal dan peningkatan
mutu.
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
49
Proses pengendalian mutu penelitian mencakup penerapan yang
ditujukan pada pelayanan penelitian agar persyaratan sesuai dengan
pemangku kepentingan. Lingkup penerapan proses pengendalian
mutu penelitian mencakup seluruh proses tahapan kegiatan penelitian
yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada
Masyarakat Untirta, yang mencakup:
1. Pengajuan
usulan
penelitian:
pembuatan
usulan
penelitian
mengacu atau sesuai dengan panduan pelaksanaan penelitian
yang diterbitkan oleh LPPM Untirta dan panduan penelitian dari
DP2M Dikti.
2. Seleksi internal usulan penelitian (desk evaluation, reviewer internal
dan eksternal): Berupa evaluasi awal atau desk evaluation,
kemudian evaluasi usulan penelitian dilakukan oleh minimal 2
reviewer (1 reviewer internal Untirta dan 1 reviewer luar Untirta)
untuk setiap usulan penelitian.
3. Monev penelitian: tahap selanjutnya adalah melakukan pemantaun
dan evaluasi pelaksanaan penelitian agar pelaksanaan penelitian
sesuai dengan rencana dan standar serta untuk menilai kinerja
yang dicapai selama kegiatan penelitian. Pemantauan dan evaluasi
dilakukan oleh tim reviewer internal Untirta.
4. Pelaporan hasil penelitian: peneliti wajib menyerahkan laporan
akhir penelitian (hard copy dan soft copy) dan draft artikel yang siap
dikirim ke jurnal ilmiah.
5. Tindak lanjut hasil penelitian: fasilitasi untuk mendapatkan Hak atas
Kekayaan Intelektual (HKI) maupun untuk diseminasi (grup diskusi,
publikasi, seminar).
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
50
5.5. Pengelolan Hasil Penelitian
Pengelolaan hasil penelitian merupakan salah satu komponen yang
penting dalam penjaminan mutu penelitian. Kontribusi besar dari
pengelolaan hasil penelitian, terutama dari hasil penelitian yang
memberikan pemasukan dana bagi perguruan tinggi melalui HKI dan
bentuk-bentuk lain yang dikelola secara melembaga. Terbangunnya
sistem yang baik dalam pengelolaan hasil penelitian di Untirta
memungkinkan terjadinya Siklus Intelektual (Intelectual Cycle) yang
baik dalam kelembagaan Untirta.
Beberapa bentuk penelitian yang dapat dikelola, diataranya:
1. Laporan Akhir
Ketua peneliti wajib melaporkan hasil penelitian setiap tahun dan
laporan akhir hasil penelitian berupa hard copy dan draft artikel
jurnal serta dalam bentuk soft copy.
Ketua peneliti wajib menyampaikan luaran penelitian sesuai
dengan persyaratan yang telah ditetapkan (HKI, paten, publikasi
ilmiah, makalah yang diseminarkan, teknologi tepat guna, rekayasa
sosial, buku ajar, dll.)
2. Diseminasi hasil penelitian
Hasil-hasil penelitian dosen Untirta harus disebarluaskan agar
terjadi diseminasi dan fertilisasi silang antara berbagai temuan
penelitian. Forum yang tepat untuk mendiseminasi hasil penelitian
kepada akademisi dan sesama peneliti adalah melalui jurnal ilmiah
dan pertemuan ilmiah. Jurnal ilmiah terkreditasi nasional atau
internasional. LPPM Untirta juga menyediakan insentif bagi peneliti
yang telah berhasil mempublikasikan hasil penelitiannya pada
jurnal ilmiah, atau menerbitkan buku atau prosseding.
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
51
3. HKI
Guna
mendapatkan
pengakuan
secara
nasional
maupun
internasional, sedapat mungkin mampu menghasilkan produk yang
dapat disahkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual maupun hak
Paten. Untirta telah membentuk lembaga Sentra HKI, yang
bertugas untuk memfasilitasi perolehan HKI, mulai dari drafting,
pengajuan, pendaftaran dan termasuk pembagian royalti telah
diatur dengan jelas.
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
52
BAB VI
PENUTUP
Rencana Induk Penelitian (RIP) 2013-2017 yang telah berhasil
disusun merupakan dokumen formal perencanaan penelitian jangka
menengah yang mengacu kepada Statuta Universitas Sultan Ageng
Tirtayasa, Restra Untirta, dan keputusan senat yang terkait dengan
penelitian.
RIP Untirta ini dijadikan sebagai panduan pelaksanaan semua
program yang terkait penelitian unggulan di Untirta. Oleh karena itu,
peran penting kesiapan organisasi dan sumber daya manusia terutama
di dalam proses implementasi penelitian. RIP ini ditujukan bagi dosen
peneliti di lingkungan Untirta yang akan menyusun usulan penelitian,
sehingga hasil penelitian yang diperoleh dapat diterapkan dalam
memecahkan masalah pembangunan di masyarakat.
Keberlanjutan setelah periode RIP (2013-2017) dilaksanakan
diharapkan ada penyempurnaan sesuai dengan perkembangan jaman.
Selanjutnya akan digunakan sebagai acuan dalam pembuatan RIP
periode berikutnya, sehingga ada kontinuitas yang pada akhirnya
diharapkan diperoleh out put dan out comes penelitian khususnya
dilingkungan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang lebih baik dan
lebih bermanfaat bagi peneliti, stakeholders, masyarakat, lembaga dan
pemerintah.
Demikian RIP Untirta ini disusun semoga bermanfaat bagi
pengembangan dan kemajuan penelitian dalam rangka mewujudkan
keunggulan Untirta.
Rencana Induk Penelitian (RIP) LPPM Untirta
53
Fly UP