...

dahulu PT KRIDAPERDANA INDAHGRAHA Tbk

by user

on
Category: Documents
19

views

Report

Comments

Transcript

dahulu PT KRIDAPERDANA INDAHGRAHA Tbk
P.T GLOBAL LAND DEVELOPMENT TBK
(dahulu P.T. KRIDAPERDANA INDAHGRAHA Tbk)
DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
31 MARET 2009 DAN 2008
Global Reports LLC
Page 1
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT Tbk
(dahulu P.T. KRIDAPERDANA INDAHGRAHA Tbk)
DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASI
31 MARET 2009 DAN 2008
2009
(Tidak Diaudit)
Rp
Catatan
2008
(Tidak Diaudit)
Rp
AKTIVA
AKTIVA LANCAR
Kas dan setara kas
Investasi jangka pendek
Piutang usaha
Pihak hubungan istimewa
Pihak ketiga - setelah dikurangi
penyisihan piutang ragu-ragu
sebesar Rp Rp 19.412.634 pada 31 Maret 2009
dan 31 Maret 2008
Piutang lain-lain
Pajak dibayar di muka
Uang muka dan biaya dibayar di muka
Aktiva lancar lainnya
Jumlah Aktiva Lancar
AKTIVA TIDAK LANCAR
Aktiva pajak tangguhan
Piutang jangka panjang
Investasi jangka panjang
Aktiva tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp 493.143.905.354 pada 31 Maret 2009
Rp479.462.090.790 pada 31 Maret 2008
Tanah tidak digunakan
Beban tangguhan - hak atas tanah
Aktiva tidak lancar lainnya
7.697.360.748
433.732.962.336
13.755.220.124
3.349.311.315
6.442.400.229
2.372.246.199
8.707.820.984
-
2f,4
2g,5
2h,6
6
2h,3b,7
2r,8
2j,9
476.057.321.934
5.899.259.825
477.802.717.375
7.696.250.327,00
3.273.793.809
47.144.234.885
1.965.078.581
1.313.927.507
326.111.319,00
545.421.373.628
7.349.706.205
428.767.122
982.088.197.353
2r,37
10
2g,11
928.851.778
44.500.000.000
1.000.817.093.880
532.389.781.812
8.751.758.637
2.613.579.845
2k,12
2k,14
2l,13
350.899.655.260
85.197.242.892
8.030.280.341
1.668.809.078
Jumlah Aktiva Tidak Lancar
1.533.621.790.974
1.492.041.933.229
JUMLAH AKTIVA
2.009.679.112.908
2.037.463.306.857
Page 1
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT Tbk
(dahulu P.T. KRIDAPERDANA INDAHGRAHA Tbk)
DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASI
31 MARET 2009 DAN 2008
2009
(Tidak Diaudit)
Rp
Catatan
2008
(Tidak Diaudit)
Rp
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KEWAJIBAN LANCAR
Hutang usaha
Pihak hubungan istimewa
Pihak ketiga
Hutang lain-lain
Pihak hubungan istimewa
Pihak ketiga
Hutang pajak
Biaya masih harus dibayar
Kewajiban anjak piutang
Pendapatan diterima di muka
Pinjaman jangka panjang jatuh tempo
dalam satu tahun
Bank
Sewa guna usaha
Lain-lain
5.517.956.785
2.456.691.336
2.285.842.827
1.871.593.709
4.000.000.000
4.376.446.496
18
2p,19
3.377.774.000
2.587.271.483
2.687.569.908
1.598.440.049
14.638.209.450
2.539.330.421
25.219.031.250
367.528.208
-
2n,20
2k,21
22
10.327.590.894
295.999.121
5.397.053.035
Jumlah Kewajiban Lancar
47.925.453.793
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi
bagian jatuh tempo dalam satu tahun
Bank
Sewa guna usaha
Hutang jangka panjang
Uang jaminan pelanggan
Kewajiban imbalan pasca-kerja
Obligasi konversi
Hutang bunga hasil restrukturisasi
Hutang lain-lain
79.626.161.250
299.780.589
88.601.882.500
12.843.718.381
2.235.285.000
81.025.000.000
50.700.316.095
-
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar
HAK MINORITAS
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 500 per saham
Modal dasar - 4.000.000.000 saham
tahun 2009 dan 2008
Modal ditempatkan dan disetor 3.525.889.500 saham
tahun 2009 dan 2008
Tambahan modal disetor - bersih
Keuntungan belum direalisasi
atas efek tersedia dijual
Selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan
Saldo laba
15
272.953.206
1.557.409.976
699.461.587
1.097.098.580
16
2r,17
45.245.798.528
2n,20
2k,21
77.441.694.849
762.679.154
23
2q,39
2n,20
2n,25
26
12.188.246.862
1.912.781.000
64.519.000.000
40.371.906.129
7.873.626.548
315.332.143.815
205.069.934.542
65.330.452
2b
1.762.944.750.000
(8.239.901.904)
25
26
18.405.141.043
(1.481.642.773)
(125.272.161.518)
-
1.762.944.750.000
(8.239.901.904)
-
2b
32.442.725.691
Jumlah Ekuitas
1.646.356.184.848
1.787.147.573.787
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS
2.009.679.112.908
2.037.463.306.857
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
Page 2
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT Tbk
(dahulu P.T. KRIDAPERDANA INDAHGRAHA Tbk)
DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI
UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2009 DAN 2008
2009
(Tidak Diaudit)
Rp
PENDAPATAN USAHA
BEBAN POKOK PENDAPATAN
Catatan
11.730.969.052
2p,27
10.916.479.258
5.964.949.388
2p,28
5.480.872.793
5.766.019.664
BEBAN USAHA
LABA USAHA
2008
(Tidak Diaudit)
Rp
5.592.609.318
5.435.606.465
2p,29
173.410.346
4.539.521.227
896.085.238
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Kerugian kurs mata uang
Penghasilan bunga
Beban bunga dan keuangan
Lain-lain - bersih
(12.799.645.393)
1.865.797.239
(1.259.740.614)
2c
4
3.317.312.984
57.023.768
7.941.530
(12.783.700)
Penghasilan Lain-lain - Bersih
(12.185.647.238)
3.361.553.052
BAGIAN LABA BERSIH PERUSAHAAN
ASOSIASI
(14.963.472.678)
LABA SEBELUM PAJAK
(26.975.709.570)
BEBAN PAJAK
(1.034.152.095)
LABA BERSIH
(28.009.861.665)
HAK MINORITAS
LABA (RUGI) BERSIH
23.921
(28.009.837.743)
2g,11
18.917.293.619
23.174.931.909
2r
(1.040.869.326)
22.134.062.583
2b
18.917
22.134.043.666
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
Page 3
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT Tbk
(dahulu P.T. KRIDAPERDANA INDAHGRAHA Tbk)
DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI
UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2009 DAN 2008
Modal Saham
Saldo per 1 Januari 2008
83,949,750,000
Tambahan Modal
Disetor - Bersih
24,774,775,596
(33,014,677,500)
Keuntungan Belum
Direalisasi Atas
Efek Tersedia Dijual
3,893,469,600
Selisih kurs
karena penjabaran
laporan keuangan
80,279,847,096
80,279,847,096
-
-
-
1,645,980,322,500
-
-
-
(3,893,469,600)
-
(160,559,694,192)
Saldo Laba
(Defisit)
Jumlah Ekuitas
10,308,682,025
283,486,371,413
Penawaran umum terbatas I
1,678,995,000,000
Keuntungan belum direalisasi
atas efek tersedia dijual
-
-
Selisih transaksi perubahan
ekuitas anak perusahaan
-
-
-
(80,279,847,096)
(80,279,847,096)
Laba bersih periode berjalan
-
-
-
-
-
22,134,043,666
22,134,043,666
-
-
-
32,442,725,691
1,787,147,573,787
15,408,553,180
-
(1,781,850,961)
(97,262,323,775)
1,671,069,226,540
2,996,587,863
-
-
Saldo per 31 Maret 2008 (Tidak Diaudit)
1,762,944,750,000
(8,239,901,904)
Saldo per 1 Januari 2009
1,762,944,750,000
(8,239,901,904)
-
Selisih transaksi
Perubahan ekuitas
anak perusahaan
(3,893,469,600)
Keuntungan belum direalisasi
atas efek tersedia dijual
-
-
Selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan
-
-
-
-
Laba bersih periode berjalan
-
-
-
-
Saldo per 31 Maret 2009 (Tidak Diaudit)
1,762,944,750,000
(8,239,901,904)
18,405,141,043
-
2,996,587,863
300,208,188
(1,481,642,773)
300,208,188
(28,009,837,743)
(125,272,161,518)
(28,009,837,743)
1,646,356,184,848
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
Page 4
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT Tbk
(dahulu P.T. KRIDAPERDANA INDAHGRAHA Tbk)
DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI
UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2009 DAN 2008
2009
(Tidak Diaudit)
Rp
2008
(Tidak Diaudit)
Rp
OPERASI YANG DILANJUTKAN
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan dan lainnya
Pembayaran kepada pemasok, karyawan dan lainnya
Pembayaran pajak penghasilan
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Operasi
9.703.325.071
(6.484.036.595)
(1.828.097.485)
8.783.334.136
(16.885.002.557)
(282.119.653)
1.391.190.991
(8.383.788.074)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aktiva tetap
Penambahan investasi ke perusahaan asosiasi
Penambahan investasi jangka panjang
Pemberian pinjaman jangka panjang
Perolehan penjualan hak opsi
Perolehan penjualan anak perusahaan
Penerimaan dividen diterima di muka
Pendapatan bunga
Biaya bunga
Penempatan dana pada investasi jangka pendek
(3.300.060.888)
1.000.000.000
8.196.775
(1.259.740.614)
-
(13.536.887.324)
(1.432.008.613)
(761.913.000.000)
(6.500.000.000)
5.475.000.000
62.440.000.000
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi
(3.551.604.728)
(1.194.277.623.600)
(369.919.201)
900.000.000
(29.956.000)
1.205.995.000.000
442.811.309
(1.627.452.000)
(227.896.170)
(89.868.000)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan right issue
Penerimaan dari pinjaman
Pembayaran hutang jangka pendek
Pembayaran anjak piutang
Penerimaan hutang jangka panjang
Pembayaran hutang leasing
Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Pendanaan
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN SETARA KAS
500.124.799
85.500.034
(1.093.510.322)
(477.802.717.375)
1.204.492.595.139
(1.660.288.938)
1.831.183.465
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN
9.357.649.686
4.068.076.360
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN
7.697.360.748
5.899.259.825
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
Page 5
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
1.
UMUM
a.
Pendirian Perusahaan
PT Global Land Development Tbk (dahulu PT Kridaperdana Indahgraha Tbk) (Perusahaan) didirikan
berdasarkan akta No. 65 tanggal 11 Juni 1990 dari Achmad Bajumi, SH, sebagai notaris pengganti Imas
Fatimah, SH, notaris di Jakarta dan diubah dengan akta No. 72 tanggal 19 Oktober 1990 dari Imas
Fatimah, SH, notaris di Jakarta. Selanjutnya akta tersebut diubah dengan akta No. 129 tanggal 26 Juni
1991 dari Achmad Bajumi, SH, sebagai notaris pengganti Imas Fatimah, SH, notaris di Jakarta. Akta
pendirian dan perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. C2-2747.HT.01.01.TH.91 tanggal 4 Juli 1991 dan diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 102, T ambahan No. 8518 tanggal 21 Desember 1999.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir berdasarkan
akta No. 7 tanggal 3 Januari 2008 keduanya dari Aulia Taufani, SH, sebagai notaris pengganti Sutjipto,
SH, notaris di Jakarta mengenai Pasal 3 anggaran dasar. Akta perubahan ini telah memperoleh
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.
AHU-10068.AH.01.02. Tahun 2008 pada tanggal 28 Pebruari 2008. Berdasarkan akta No. 244 tanggal 25
Juni 2008 dari notaris yang sama, Perusahaan melakukan perubahan terhadap susunan pengurus
Perusahaan.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi dalam
bidang usaha pembangunan, perdagangan, perindustrian, dan jasa baik secara langsung maupun tidak
langsung melalui Anak Perusahaan.
Mulai tanggal 25 September 2007, Perusahaan berdomisili di Podium 2 Unit P2-17, Plaza Kebon Sirih.
Selanjutnya, pada tanggal 29 Januari 2008, Perusahaan pindah alamat ke Menara Kebon Sirih, Lantai 17
unit 1703, Jl. Kebon Sirih No. 17-19, Jakarta. Pada saat ini, Perusahaan melakukan kegiatan investasi
saham pada PT Usaha Gedung Bimantara, Anak Perusahaan, yang lingkup kegiatan usahanya terutama
menyewakan ruangan perkantoran Menara Kebon Sirih. Sebelumnya, Perusahaan berdomisili di Wisma
77 Lantai VI, JI. S. Parman Kav. 77, Jakarta Barat dan memiliki Kantor Pengelola Gedung di Kios Lantai 2
No. 15, Grand Mal Bekasi, JI. Jenderal Sudirman, Bekasi. Perusahaan memiliki, menjual dan mengelola
pusat perbelanjaan Grand Mal Bekasi. Perusahaan memulai kegiatan komersial pada tahun 1995.
b.
Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 25 Pebruari 2000, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas
Pasar Modal (Bapepam) dalam surat No. S343/PM/2000 untuk melakukan penawaran umum perdana
30.000.000 saham, nilai nominal dan harga Rp 500 per saham, disertai dengan 24.000.000 Waran Seri I
yang diberikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham. Setiap pemegang lima saham Perusahaan
memperoleh empat Waran Seri I, dimana setiap pemegang satu Waran Seri I berhak membeli satu saham
Perusahaan dengan harga Rp 550 per saham. Jangka waktu pelaksanaan dimulai sejak tanggal 8 Oktober
2000 sampai dengan 29 Maret 2003. Jumlah saham yang diterbitkan dari pelaksanaan Warran Seri I
adalah 3.899.500 saham, sedangkan Warran Seri I lainnya telah kadaluarsa.
Pada tanggal 30 Nopember 2007, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam LK
dengan suratnya No. S.6082/BL/2007 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas dalam rangka
penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak-banyaknya 3.357.990.000 saham dengan nilai
nominal Rp 500 per saham dan harga penawaran Rp 500 per saham. Saham ini dicatatkan di Bursa Efek
Indonesia pada tanggal 21 Januari 2008.
Pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007 sebesar 3.525.889.500 saham Perusahaan yang beredar telah
dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
Page 6
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
c.
Susunan Pengurus dan Informasi Lain
Susunan komisaris, direksi dan komite audit Perusahaan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2009
31 Maret 2008
Komisaris Utama
Komisaris
Hary Djaja
Liliana Tanaja
Hariyanto Tanusudibyo
Hary Djaja
Liliana Tanaja
Hariyanto Tanusudibyo
Komisaris Independen
T riyogi Yuwono
Susanto Kiswandono
Triyogi Yuwono
Direktur Utama
Muhammad Budi Rustanto
Direktur
Anthony Chandra Kartawiria
Harmanto Tanidjaya
Antonius Z. Tonbeng
Muhammad
Budi
Rustanto
Anthony
Chandra
Kartawiria
Harmanto Tanidjaya
Antonius Z. Tonbeng
T riyogi Yuwono
Ratna Yani
Susanto
Susanto Kiswandono
Iswatie, SE
Ratna Yani
Ketua Komite Audit
Anggota
Jumlah karyawan tetap Perusahaan dan anak perusahaan pada tanggal 31 Maret 2008 dan 2007, masingmasing sebanyak 242 karyawan dan 220 karyawan (Tidak diaudit).
d.
Anak Perusahaan
Berdasarkan akta No. 166 tanggal 27 September 2007 dari Aulia Taufani S.H., notaris pengganti Sutjipto
S.H., notaris di Jakarta, Perusahaan telah mengakuisisi 525.035 saham atau 99,99% kepemilikan saham PT
Usaha Gedung Bimantara (UGB) dari PT Global Mediacom T bk (Catatan 3). UGB berdomisili di Jakarta
dengan lingkup kegiatan usaha terutama dalam penyewaan gedung perkantoran. Pada tanggal 31
Desember 2008 dan 2007, UGB memiliki jumlah aktiva (sebelum eliminasi) masing-masing sebesar Rp
520.009.088.160 dan Rp 696.554.154.964. UGB memulai kegiatan komersial sejak bulan September 1997.
Berdasarkan The Companies Act, (CAP 50) Limited Exempt Private Company Memorandum and Articles of
Association of GLD Investments PTE. LTD., tanggal 12 Pebruari 2008, Perusahaan telah membeli 90.000
lembar saham atau 90% kepemilikan saham GLD Investments PTE. LTD., yang berdomisili di Singapura.
Pada tanggal 31 Desember 2008, GLD Investments PTE. LTD. memiliki jumlah aktiva sebesar SG$
11.839.113 atau setara dengan Rp 88.181.205.046 (sebelum eliminasi). GLD Investments PTE. LTD.
memulai kegiatan usahanya pada 15 Pebruari 2008.
Berdasarkan akta No. 4 tanggal 8 Oktober 2008 dari Edward S.H, Perusahaan telah mengakuisisi 249
saham atau 99,60% kepemilikan saham PT Investasi Karya Gemilang (IKG) (Catatan 3). IKG berdomisili di
Bali dengan lingkup kegiatan usaha terutama dalam penyewaan gedung perkantoran. IKG memulai kegiatan
komersial sejak bulan Oktober 2006. Berdasarkan akta No. 23 tanggal 23 Desember 2008 dari Edwar S.H,
Perusahaan telah meningkatkan modal ditempatkan dan disetor menjadi 999 saham. Pada tanggal
31 Desember 2008, IKG memiliki jumlah aktiva (sebelum eliminasi) sebesar Rp 26.300.278.468.
Berdasarkan akta No. 25 tanggal 23 Desember 2008 dari Edward S.H, Perusahaan telah mengakuisisi 499
saham atau 99.8% kepemilikan saham PT Swarna Citra Sentosa (SCS) (Catatan 3). SCS berdomisili di
Surabaya dengan lingkup kegiatan usaha terutama dalam penyewaan gedung perkantoran. Pada tanggal 31
Desember 2008, SCS memiliki jumlah aktiva (sebelum eliminasi) sebesar Rp 16.752.839.867. SCS memulai
kegiatan komersial sejak bulan Juni 2007.
Page 7
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
a.
Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku
umum di Indonesia yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Peraturan BAPEPAM No.
VIII.G.7 tanggal 13 Maret 2000 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan dan Lampiran 2 dan 11
Surat Edaran Ketua BAPEPAM No. SE-02/PM/2002 tanggal 27 Desember 2002 tentang Pedoman Penyajian
dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, Industri Investasi dan Real Estate..
Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasi, kecuali untuk laporan arus kas, adalah dasar akrual. Mata
uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah mata uang Rupiah
(Rp). Laporan keuangan konsolidasi tersebut disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun
tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi
masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan
arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
b.
Prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang
dikendalikan oleh Perusahaan dan anak perusahaan. Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan
mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan finansial dan operasional dari investee untuk
memperoleh manfaat dari aktivitasnya. Pengendalian juga dianggap ada apabila induk perusahaan memiliki
baik secara langsung atau tidak langsung melalui anak perusahaan lebih dari 50% hak suara.
Untuk tujuan konsolidasi, akun-akun GLD Investment PTE LTD yang berkedudukan di Singapura,
dikonversikan ke mata uang rupiah dengan dasar sebagai berikut:
Akun-akun neraca
Akun-akun laba rugi
-
- kurs tengah pada tanggal neraca
kurs rata-rata bulanan pada tahun yang bersangkutan
Selisih kurs karena penjabaran akun-akun neraca dan laba rugi dilaporkan secara terpisah pada komponen
ekuitas dalam akun “Akumulasi Selisih Kurs Karena Penjabaran Laporan Keuangan” pada neraca
konsolidasi.
Pada saat akuisisi, aktiva dan kewajiban anak perusahaan diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal
akuisisi. Selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aktiva dan kewajiban
yang dapat diidentifikasi diakui sebagai goodwill dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus
selama lima tahun. Jika biaya perolehan lebih rendah dari bagian Perusahaan atas nilai wajar aktiva dan
kewajiban yang dapat diidentifikasi yang diakui pada tanggal transaksi, maka nilai wajar aktiva non-moneter
yang diakuisisi harus diturunkan secara proposional, sampai seluruh selisih tersebut tereliminasi. Sisa selisih
lebih setelah penurunan nilai wajar aktiva non moneter tersebut diakui sebagai goodwill negatif, dan
diperlakukan sebagai pendapatan ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan dengan menggunakan garis
lurus selama dua puluh tahun.
Hak pemegang saham minoritas dinyatakan sebesar bagian minoritas dari biaya perolehan historis aktiva
bersih. Hak minoritas akan disesuaikan untuk bagian minoritas dari perubahan ekuitas. Kerugian yang
menjadi bagian minoritas melebihi hak minoritas dialokasikan kepada bagian induk perusahaan
Hasil akuisisi atau penjualan anak perusahaan selama tahun berjalan dari tanggal efektif akuisisi atau
sampai dengan tanggal efektif penjualan termasuk dalam laporan laba rugi konsolidasi.
Penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan anak perusahaan agar kebijakan akuntansi yang
digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh Perusahaan.
Seluruh transaksi antar perusahaan, saldo, penghasilan dan beban dieliminasi pada saat konsolidasi.
Page 8
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
c.
Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing
Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi
selama periode berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya
transaksi. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk
mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul
dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi periode yang bersangkutan.
d.
Transaksi Hubungan Istimewa
Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah:
1)
2)
3)
4)
5)
perusahaan baik langsung maupun yang melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau
dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan Perusahaan (termasuk holding
companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries);
perusahaan asosiasi;
perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara
di Perusahaan yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan
tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan
mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan Perusahaan);
karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk
merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan Perusahaan yang meliputi anggota dewan
komisaris, direksi dan manajer dari Perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan
perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung
maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam butir (3) atau (4), atau setiap orang
tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaanperusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari
Perusahaan dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama
dengan Perusahaan.
Semua transaksi dengan pihak hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat
harga, persyaratan dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga diungkapkan dalam laporan keuangan.
e.
Penggunaan Estimasi
Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia
mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban
yang dilaporkan dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta
jumlah pendapatan dan beban selama tahun pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang
diestimasi.
f.
Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau
kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.
g.
Investasi
Efek ekuitas yang nilai wajarnya tersedia
Efek ekuitas tersedia untuk dijual dinyatakan sebesar nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang belum
direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajar dicatat sebagai komponen ekuitas dan diakui sebagai
penghasilan atau beban pada saat direalisasi.
Investasi Efek Hutang
Investasi dalam efek hutang yang dimaksudkan untuk dimiliki hingga jatuh tempo dinyatakan sebesar biaya
perolehannya yang disesuaikan dengan amortisasi premi dan/atau diskonto belum diamortisasi. Kerugian
atas penurunan nilai efek diakui dalam laba rugi tahun berjalan.
Page 9
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
Investasi pada Perusahaan Asosiasi
Perusahaan asosiasi adalah suatu perusahaan dimana induk Perusahaan mempunyai pengaruh signifikan,
namun tidak mempunyai pengendalian atau pengendalian bersama, melalui partisipasi dalam pengambilan
keputusan atas kebijakan keuangan dan operasi investee.
Penghasilan dan aktiva dan kewajiban dari perusahaan asosiasi digabungkan dalam laporan keuangan
konsolidasi dicatat dengan mengunakan metode ekuitas. Investasi pada perusahaan asosiasi dicatat di
neraca sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan
Perusahaan atas aktiva bersih perusahaan asosiasi yang terjadi setelah perolehan, dikurangi dengan
penurunan nilai yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu. Bagian Perusahaan atas kerugian
perusahaan asosiasi yang melebihi nilai tercatat dari investasi tidak diakui kecuali jika Perusahaan
mempunyai kewajiban atau melakukan pembayaran kewajiban perusahaan asosiasi yang dijaminnya, dalam
hal demikian, tambahan kerugian diakui sebesar kewajiban atau pembayaran tersebut.
Goodwill dari investasi pada perusahaan asosiasi termasuk dalam jumlah tercatat investasi diakui dan
diamortisasi dengan cara yang sama dengan akuisisi dari entitas yang dikendalikan (Catatan 2b).
Amortisasi goodwill dan negatif goodwill termasuk dalam bagian Perusahaan atas laba (rugi) perusahaan
asosiasi.
h.
Piutang
Piutang dinyatakan sebesar nilai nominal setelah dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu. Penyisihan
piutang ragu-ragu diestimasi berdasarkan penelaahan terhadap keadaan masing-masing akun piutang pada
akhir tahun. Piutang yang tidak dapat ditagih dihapuskan.
i.
Persediaan
Persediaan ruko, kios dan konter dinyatakan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dengan nilai
realisasi bersih.
Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata yang meliputi biaya perolehan dan
pengembangan tanah, pembangunan ruko, kios dan konter serta kapitalisasi biaya pinjaman dan biaya tidak
langsung lainnya yang dapat diatribusikan pada pengembangan ruko, kios dan konter.
Biaya pinjaman sehubungan dengan pinjaman yang diterima untuk membiayai perolehan dan
pengembangan tanah dan ruko, kios dan konter dalam pembangunan dikapitalisasi dalam akun persediaan.
Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat pengembangan ruko, kios dan konter ditangguhkan dan
ditunda pelaksanaannya atau proses pembangunan ruko, kios dan konter tersebut sesuai dengan tujuannya
secara substansial telah selesai.
j.
Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka dibebankan selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis
lurus.
k.
Aktiva Te tap
Efektif 1 Januari 2008, Perusahaan menerapkan PSAK No.16 (Revisi 2007), “Aset Tetap”, yang
menggantikan PSAK No.16 (1994), “Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain” dan PSAK No.17 (1994), “Akuntansi
Penyusutan”. Berdasarkan PSAK No.16 (Revisi 2007), suatu entitas harus memilih model biaya (cost model)
atau model revaluasi (revaluation model) sebagai kebijakan akuntansi pengukuran atas aset tetapnya.
Perusahaan telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset
tetapnya. Penerapan PSAK revisi ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan
Perusahaan.
Page 1 0
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
Aktiva Tetap – Pemilikan Langsung
Aktiva tetap pemilikan langsung dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, berikut kapitalisasi selisih kurs
akibat depresiasi luar biasa dimana hedging tidak mungkin dilakukan, dikurangi akumulasi penyusutan.
Aktiva tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomis aktiva tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan
Peralatan kantor
Peralatan bangunan
Peralatan proyek
Kendaraan bermotor
20 - 30
4-8
4-8
4-8
4-8
Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Tanah tidak digunakan dinyatakan sebesar
jumlah terendah antara jumlah tercatat dan nilai realisasi bersih.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada saat terjadinya; pengeluaran yang memperpanjang
masa manfaat atau memberi manfaat ekonomis dimasa yang akan datang dikapitalisasi. Aktiva tetap yang
tidak digunakan lagi atau dijual dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap berikut akumulasi penyusutan.
Keuntungan atau kerugian dari penjualan atau penarikan aktiva tetap tersebut diakui dalam pada tahun yang
bersangkutan.
Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan, termasuk biaya pinjaman selama masa
pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aktiva tersebut. Akumulasi
biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat selesai
dan siap digunakan.
Sewa Guna Usaha
Transaksi sewa guna usaha dikelompokkan sebagai capital lease apabila memenuhi kriteria sebagai
berikut:
1)
Penyewa guna usaha memiliki hak opsi untuk membeli aktiva yang disewa guna usaha pada akhir
masa sewa guna usaha dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya perjanjian
sewa guna usaha.
2)
Seluruh pembayaran berkala yang dilakukan oleh penyewa guna usaha ditambah dengan nilai sisa
dapat menutup pengembalian harga perolehan barang modal yang disewa guna usaha beserta
bunganya sebagai keuntungan Perusahaan sewa guna usaha.
3)
Masa sewa guna usaha minimum dua tahun.
Transaksi sewa guna usaha yang tidak memenuhi kriteria di atas dikelompokkan sebagai transaksi sewa
menyewa biasa (operating lease).
Aktiva dan kewajiban sewa guna usaha dicatat sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna
usaha ditambah nilai sisa (harga opsi). Aktiva sewa guna usaha disusutkan dengan metode dan taksiran
masa manfaat ekonomis yang sama dengan aktiva tetap pemilikan langsung.
l.
Beban Tangguhan – Hak Atas Tanah
Biaya yang terjadi sehubungan dengan pengurusan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi
dengan metode garis lurus sepanjang umur hukum hak atas tanah.
Page 1 1
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
m. Penurunan Nilai Aktiva
Bila nilai tercatat suatu aktiva melebihi taksiran jumlah yang dapat dipulihkan maka nilai tersebut
diturunkan ke jumlah terpulihkan tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto
dan nilai pakai. Penurunan nilai aktiva tersebut diakui sebagai kerugian penurunan nilai aktiva dan
dibebankan sebagai kerugian tahun berjalan.
n.
Restrukturisasi Hutang Be rmasalah
Selisih lebih nilai tercatat pinjaman (termasuk bunga dan denda dari pinjaman tersebut) atas jumlah
pembayaran kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan baru hutang dalam restrukturisasi
hutang bermasalah langsung diakui sebagai keuntungan hasil restrukturisasi. Setelah restrukturisasi,
jumlah pembayaran kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan baru dikurangkan dari nilai
tercatat hutang dan tidak ada beban bunga yang diakui hingga jatuh tempo hutang tersebut.
Jika nilai tercatat pinjaman kurang dari jumlah pembayaran kas masa depan yang ditetapkan dalam
persyaratan baru hutang dalam restrukturisasi hutang bermasalah maka tidak ada keuntungan ataupun
kerugian hasil restrukturisasi yang diakui. Setelah restrukturisasi, beban bunga dihitung dengan
menggunakan tingkat bunga efektif konstan dikalikan dengan nilai tercatat hutang pada awal setiap
periode sampai dengan jatuh temponya.
Keuntungan restrukturisasi hutang, setelah memperhitungkan beban restrukturisasi dan pajak
penghasilan terkait, diakui dalam laporan laba rugi pada tahun terjadinya restrukturisasi dan disajikan
sebagai pos luar biasa.
o.
Biaya Emisi Saham
Biaya emisi saham merupakan biaya transaksi yang dikurangkan langsung dari hasil emisi dalam rangka
menentukan hasil emisi neto saham tersebut. Biaya emisi saham disajikan sebagai bagian dari tambahan
modal disetor dan tidak diamortisasi.
p.
Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan diakui sebagai berikut:
1)
Pendapatan sewa dan jasa pelayanan yang meliputi pemeliharaan dan penggantian listrik diakui
sesuai dengan periode yang sudah berjalan pada periode yang bersangkutan. Pendapatan sewa,
jasa pelayanan yang diterima dimuka atas periode yang belum berjalan dicatat sebagai pendapatan
diterima dimuka. Pengakuan pendapatan sewa dan jasa pelayanan dihentikan, apabila pelanggan
menunda pembayaran tagihan dalam periode tertentu yang ditetapkan berdasarkan penelaahan
masing-masing pelanggan.
2)
Pendapatan dari penjualan ruko, kios dan konter diakui dengan metode akrual penuh apabila seluruh
kriteria berikut ini terpenuhi :
•
•
•
•
Proses penjualan telah selesai;
Harga jual akan tertagih;
Tagihan penjual tidak akan bersifat subordinasi di masa yang akan datang terhadap pinjaman
lain yang akan diperoleh pembeli; dan
Penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli
melalui suatu transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi
berkewajiban atau terlibat secara signifikan dengan unit bangunan tersebut.
Pendapatan dari penjualan unit kios dan konter pada pusat pembelanjaan diakui dengan metode
persentase penyelesaian, apabila semua kriteria berikut ini terpenuhi:
Page 1 2
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
•
•
•
Proses konstruksi telah melampaui tahap awal, yaitu fondasi bangunan telah selesai dan semua
persyaratan untuk memulai pembangunan telah terpenuhi;
Jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual yang disepakati dan
jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli; dan,
Jumlah pendapatan penjualan dan biaya unit bangunan dapat diestimasi dengan andal.
Apabila salah satu kriteria tersebut diatas tidak terpenuhi, maka pengakuan penjualan ditangguhkan dan
transaksi tersebut diakui dengan metode deposit yaitu seluruh pembayaran yang diterima dari pelanggan
disajikan dalam pendapatan diterima dimuka di neraca sampai seluruh persyaratan tersebut dipenuhi.
Beban diakui sebagai berikut:
q.
1)
Beban diakui sesuai manfaatnya pada periode yang bersangkutan.
2)
Beban pokok penjualan meliputi biaya perolehan tanah, pengembangan prasarana penunjang, biaya
pembangunan ruko, kios dan konter serta taksiran biaya penyelesaian pengembangan. Taksiran
biaya penyelesaian pengembangan disajikan dalam biaya masih harus dibayar. Perbedaan antara
jumlah taksiran biaya dengan realisasi biaya dibebankan pada beban pokok penjualan pada periode
bersangkutan.
Imbalan Pasca-Kerja
Mulai 1 Januari 2007, anak perusahaan mengubah ketentuan program imbalan pasca-kerja imbalan pasti
yang diberikan kepada semua karyawan yang memenuhi persyaratan sesuai dengan Undang-Undang
Tenaga Kerja No. 13 tahun 2003.
Sebelumnya, anak perusahaan memberikan program dana pensiun imbalan pasti untuk semua karyawan
yang memenuhi persyaratan dan imbalan pasca-kerja lain yang merupakan imbalan pasti pasca-kerja
tanpa pendanaan untuk karyawan sesuai dengan kebijakan Perusahaan. Program dana pensiun tersebut
dikelola oleh Dana Pensiun Bimantara (DANAPERA).
Sehubungan dengan perubahan ketentuan imbalan, anak perusahaan mengakui tambahan imbalan
pasca-kerja tanpa pendanaan atas kekurangan antara imbalan yang tersedia dalam program dana
pensiun imbalan pasti dan imbalan pasca-kerja sesuai dengan Undang-Undang Tenaga Kerja No. 13
tahun 2003.
Perusahaan menyediakan imbalan pasca kerja imbalan pasti tanpa pendanaan untuk semua karyawan
tetap yang berhak sesuai dengan kebijakan Perusahaan dan anak perusahaan. Perusahaan memberikan
imbalan pasca-kerja kepada karyawan berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun
2003.
Perhitungan imbalan pasca-kerja ditentukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit.
Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih belum diakui yang melebihi jumlah yang lebih besar
diantara 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti dan nilai wajar aktiva program diakui dengan metode
garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diprakirakan dari para pekerja dalam program tersebut.
Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested, dan sebaliknya
akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut
menjadi vested.
Jumlah yang diakui sebagai kewajiban imbalan pasti di neraca merupakan nilai kini kewajiban imbalan
pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial belum diakui dan biaya jasa lalu belum
diakui, dan dikurangi dengan nilai wajar aktiva program.
Page 1 3
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
r.
Pajak Penghasilan
Pajak Penghasilan Final
Pajak atas penghasilan yang telah dikenakan pajak penghasilan final disajikan sebagai bagian dari beban
pajak.
Beban pajak atas penghasilan yang telah dikenakan pajak penghasilan final, diakui proporsional dengan
jumlah pendapatan menurut akuntansi pada periode berjalan. Selisih antara jumlah pajak penghasilan final
telah dibayar dan jumlah dibebankan sebagai beban pajak pada perhitungan laba rugi konsolidasi diakui
sebagai pajak dibayar dimuka atau hutang pajak.
Pajak Penghasilan Tidak Final
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak tahun mendatang yang timbul dari
perbedaan jumlah tercatat aktiva dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan
pajak aktiva dan kewajiban. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena
pajak dan aktiva pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang
besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.
Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah
berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi
konsolidasi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.
Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan disajikan di neraca, kecuali aktiva dan kewajiban pajak tangguhan
untuk entitas yang berbeda, atas dasar kompensasi sesuai penyajian aktiva dan kewajiban pajak kini.
s.
Laba Per Saham
Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual yang tersedia bagi pemegang
saham biasa dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar dalam tahun yang
bersangkutan.
Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa
yang dilutif.
t.
Informasi Segmen
Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan
penyajian laporan keuangan konsolidasi. Bentuk primer pelaporan segmen adalah segmen usaha
sedangkan segmen sekunder adalah segmen geografis.
Segmen usaha adalah komponen Perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau
jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan komponen itu
memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain.
Segmen geografis adalah komponen Perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau
jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang
berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi
lain.
Aktiva dan kewajiban yang digunakan bersama dalam satu segmen atau lebih dialokasikan kepada setiap
segmen jika, dan hanya jika, pendapatan dan beban yang terkait dengan aktiva tersebut juga dialokasikan
kepada segmen-segmen tersebut.
Page 1 4
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
3.
AKUISISI
Dalam tahun 2007, pengurus Perusahaan berpandangan perlu melakukan perubahan strategi usaha
Perusahaan secara keseluruhan untuk meningkatkan pertumbuhan Perusahaan. Peningkatan pertumbuhan
tersebut dapat dicapai dengan perubahan lingkup kegiatan usaha Perusahaan dari segmen usaha ritel
penjualan dan penyewaan ruko, kios dan konter pada Grand Mall Bekasi (GMB) kepada segmen ekonomi
menengah ke bawah menjadi ke segmen penyewaan ruang perkantoran dan segmen ekonomi menengah ke
atas berupa perhotelan, apartemen dan pusat perbelanjaan. Sebagai bagian perwujudan perubahan strategi
usaha, Perusahaan telah mengangkat pengurus baru Perusahaan, yang memiliki pengalaman dalam segmen
usaha tersebut pada Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 27 Juni 2007.
Pada tanggal 5 Juli 2007, Perusahaan dan P.T . Global Mediacom Tbk (dahulu P.T. Bimantara Citra)
selanjutnya disebut “Mediacom” menandatangani kesepakatan awal bahwa Perusahaan bermaksud untuk
akuisisi 525.035 saham atau 99,99% kepemilikan saham P.T. Usaha Gedung Bimantara (UGB) dengan biaya
perolehan Rp 425.000.000.000 dan mengambilalih piutang kepada UGB sebesar Rp 85.000.000.000 dari
Mediacom atau keseluruhan biaya akuisisi UGB sebesar Rp 510.000.000.000. Lingkup kegiatan usaha UGB
terutama penyewaan ruang perkantoran. Sehubungan dengan kesepakatan tersebut, pada tanggal 11 Juli
2007, Perusahaan memberikan uang muka sebesar Rp 70.000.000.000 untuk akuisisi saham dan
pengambilalihan piutang UGB kepada Mediacom.
Nilai pasar wajar aktiva bersih UGB pada tanggal 31 Mei 2007 berkisar antara Rp 471.000.000.000 sampai
dengan Rp 526.000.000.000. Penilaian nilai pasar wajar aktiva bersih UGB dilakukan oleh PT Laksa Laksana,
penilai independen dengan laporannya No. 262ILL-NA/Adv/VII/07 tanggal 5 Juli 2007 dan No. 07A-150/UGB/S
tanggal 3 Agustus 2007. Penilaian disesuaikan dengan kondisi objek penilaian dengan menggunakan metode
pendekatan pendapatan, aktiva dan nilai pasar.
Para pemegang saham termasuk pemegang saham independen telah menyetujui transaksi ini dalam Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perusahaan tanggal 3 September 2007 sebagaimana
tercantum dalam akta No. 4 dari Aulia T aufani, SH, sebagai notaris pengganti Sutjipto, SH, notaris di Jakarta.
Para pemegang saham juga menyetujui rencana Perusahaan untuk memperoleh pinjaman dan menjaminkan
asset-asset yang dibeli dari pinjaman tersebut.
Akuisisi 525.035 saham atau 99,99% kepemilikan saham UGB dan pengambilalihan piutang kepada UGB dari
Mediacom telah dinyatakan dalam akta No. 166 dan No. 167 keduanya tanggal 27 September 2007 dari Aulia
Taufani, SH, sebagai notaris pengganti Sutjipto, SH, notaris di Jakarta. Pada tanggal 27 September 2007,
Perusahaan juga menerbitkan promissory note tanpa bunga dengan nilai nominal sebesar
Rp 440.000.000.000, jatuh tempo 270 hari setelah tanggal penerbitan (23 Juni 2008) kepada Eagle Capital
Advisory Limited, Hongkong. Perusahaan menggunakan hasil penerbitan promissory note ini untuk pelunasan
biaya perolehan akuisisi saham dan pengambilalihan piutang kepada UGB tersebut.
Page 1 5
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
Sejak persetujuan RUPSLB, Perusahaan telah mulai mengendalikan kebijakan operasi dan keuangan UGB,
dan karena itu Perusahaan memutuskan untuk mengkonsolidasikan laporan keuangan UGB ke dalam laporan
keuangan Perusahaan sejak 1 September 2007.
Akuisisi saham UGB tersebut dipertanggungjawabkan dengan metode pembelian berdasarkan nilai wajar
aktiva bersih UGB pada tanggal 31 Agustus 2007, sebagai berikut:
Rp
Kas dan setara kas
Investasi jangka pendek
Aktiva l ancar lainnya
Investasi jangka panjang
Aktiva tetap
Aktiva tidak lancar lainnya
Kewajiban lancar
Kewajiban tidak lancar lainnya
2.712.044.216
108.357.849.100
12.971.691.748
184.749.793.588
353.322.332.133
101.916.348.005
(18.984.337.809)
(219.836.270.156)
Nilai wajar aktiva bersih UGB
525.209.450.825
Bagian nilai wajar aktiva bersih yang diperoleh
Goodwill negatif dialokasi ke aktiva bersih
525.208.612.388
(15.208.612.388)
Biaya perolehan akuisisi
510.000.000.000
Arus kas bersih sehubungan dengan akuisisi
Pembayaran pengalihan piutang
Pembayaran kas
Kas dan setara kas diperoleh
Arus kas keluar - bersih
(85.000.000.000)
(425.000.000.000)
2.712.044.216
(507.287.955.784)
Page 1 6
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
4.
KAS DAN SETARA KAS
M a re t 2 0 0 9
M a re t 2 0 0 8
(Tidak Diaud it)
(Tid ak Diau dit)
K as
B ank
Rupiah
B a n k M a n d i ri
B a n k C e n t ra l A si a
B a n k N e g a ra In d o n e sia
B a n k D a n a m o n In d o n e sia
US $
B a n k M a n d i ri
B a nk E x im
B a n k D a n a m o n In d o n e sia
B a n k N e g a ra In d o n e sia
B a n k C e n t ra l A si a
SG D
S t a n d a rd C h a rt e re d
7 8 .9 8 1 .5 1 7
1 6 .3 1 9 .3 7 8
1 .4 3 6 . 9 7 8 .6 3 2
4 2 1 .9 4 4 .5 7 5
1 1 5 .1 6 6 .7 0 1
-
2 . 9 3 9 .5 2 1 .9 8 5
2 2 2 .2 5 9 .4 9 1
4 0 3 .3 0 7 .8 4 7
3 5 .3 3 0 .3 0 3
1 4 5 .4 8 7 .6 8 0
1 9 .8 6 3 .7 4 2
1 2 0 .0 4 7 .6 8 2
2 1 1 .0 9 9 .9 0 0
4 9 .4 4 9 .5 7 4
1 6 .0 1 8 .3 1 6
8 .8 0 2 .2 3 6
4 .3 5 8 . 8 9 0 .2 2 0
-
1 .0 0 0 . 0 0 0 .0 0 0
-
1 . 9 9 7 .1 5 0 .7 9 5
7 .6 9 7 . 3 6 0 .7 4 8
5 . 8 9 9 .2 5 9 .8 2 5
D e p o sit o B e rja n g ka
Ba n k M a n d i ri
Ban k Lip po
J u m la h K a s d a n S e ta r a K a s
5.
INVESTASI JANGKA PENDEK
B ia y a p e r o le h a n
P ro m is s o r y N o t e s
K o n tr a k P e n g e l o la a n D a n a ( P T B A M )
E f e k t e r s e d ia d iju a l
Ju m lah
K e u n t u n g a n ( k e r u g ia n ) b e lu m d i re a lis a s i
in v e s t a s i e f e k t e r s e d ia d iju a l
N ilai W a jar
M a re t 2 0 0 9
M a ret 2 00 9
( T id a k D ia u d i t)
( T i d a k D i a u d it )
19 7 .22 3.1 89 .29 5
21 5 .61 7.2 14 .87 5
41 2 .84 0.4 04 .17 0
47 7.8 02 .71 7.3 7 5
47 7.8 02 .71 7.3 7 5
2 0 .89 2.5 58 .16 6
-
43 3 .73 2.9 62 .33 6
47 7.8 02 .71 7.3 7 5
Pada tanggal 8 Oktober 2008 Perusahaan memiliki wesel tagih Bellstones Limited sebesar Rp 97.223.189.295
dengan tingkat bunga 8% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal 7 Oktober 2009. Pada tanggal 13 Oktober
2008 Anak Perusahaan membeli wesel tagih Nucleus Capital Ventures Ltd. seharga Rp 100.000.000.000
dengan tingkat bunga 8 % per tahun dan jatuh tempo pada tanggal 21 Oktober 2009.
Selama bulan Januari 2008, Perusahaan telah menempatkan dana pada Kontrak Pengelolaan Dana Manajer
Investasi (KPD) yang dikelola oleh PT Bhakti Asset Management (BAM), pihak yang mempunyai hubungan
istimewa, sebagai Manajer Investasi, dengan jumlah Rp 416.642.214.875. Pada bulan Desember 2008
Perusahaan telah mencairkan investasinya sebesar Rp 500.000.000 untuk mengakusisi 99,80% kepemilikan
PT Swarna Citra Sentosa (SCS) Rp 100.000.000.000 untuk penyelesaian pengalihan investasi obligasi wajib
tukar dan menambah kepemilikan Perusahaan di PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PIR) sebanyak 108.350.000
lembar dengan harga keseluruhan Rp 162.525.000.000. Dari hasil pencairan ini Perusahaan telah membukukan
keuntungan sebesar Rp 2.487.417.123 yang dicatat dalam akun “Keuntungan dari penempatan dana” dan
keuntungan yang belum direalisasikan sebesar Rp 14.681.975.016, dicatat sebagai keuntungan yang belum
direalisasikan atas efek tersedia dijual pada ekuitas di neraca. Pada tanggal 22 Januari 2008 UGB, Anak
Perusahaan, juga menempatkan dana sebesar Rp 62.000.000.000 dalam KPD yang dikelola oleh BAM. Dari
penempatan tersebut, Anak Perusahaan, UGB, mengakui keuntungan yang belum direalisasikan sebesar
Rp 6.210.583.150.
Page 1 7
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
Pada tahun 2007, Perusahaan telah menempatkan investasi efek ekuitas tersedia dijual pada PT Plaza
Indonesia Realty Tbk (PIR) sebanyak 4.866.837 saham dengan biaya perolehan Rp 4.866.837.000. Selama
tahun 2008, Perusahaan telah meningkatkan penempatan investasi pada PIR menjadi 24,65% atau sejumlah
875.129.500 saham. Sedangkan Anak Perusahaan, UGB telah menjual seluruh saham PIR pada tanggal
29 September 2008 sebanyak 100.350.000 saham tersebut dengan harga jual sebesar Rp 100.350.000.000 dan
mengakui keuntungan direalisasi atas efek tersedia dijual sebesar Rp 75.568.303.699.
6.
PIUTANG USAHA
Pihak Hubungan Istimewa
PT Media Nusantara Informasi
PT Media Nusantara Citra Network
PT Media Nusantara Citra
PT Mobile 8 Telecom
PT Radio Trijaya Shakti
PT Bhakti Securities
PT Bhakti Investama Tbk.
PT Bhakti Aset Management
PT Sun TV
PT MNC Skyvision
Lain-lain (masing2 dibawah 1 Miliar)
Sub jumlah
Pihak Ketiga
PT CHC
Caferina
PT Aperdi
PT Agis Elektronik
PT Citra International Underwriter
Australian Embassy
PT WOW TV
Lain-lain (< 5% dari sub jumlah)
Sub jumlah
Penyisihan piutang ragu-ragu
Jumlah
Jumlah Piutang Usaha
Maret 2009
Maret 2008
(Tidak Diaudit)
(Tidak Diaudit)
3.727.130.457
1.061.790.836
1.771.736.354
620.402.090
996.975.665
509.012.678
542.653.825
717.780.900
2.018.930.373
93.073.500
1.695.733.446
13.755.220.124
2.786.316.652
957.734.886
733.905.181
634.780.350
636.211.679
1.947.301.579
7.696.250.327
349.455.503
1.350.875
3.017.917.571
3.368.723.949
(19.412.634)
3.349.311.315
176.317.508
135.756.406
335.047.284
114.133.770
350.573.500
325.505.044
1.855.872.931
3.293.206.443
(19.412.634)
3.273.793.809
17.104.531.439
10.970.044.136
Seluruh piutang usaha dalam mata uang Rupiah. Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, seluruh piutang
usaha digunakan sebagai jaminan hutang bank dan obligasi konversi dan kewajiban anjak piutang.
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu memadai untuk menutup kerugian yang
mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang. Penyisihan piutang ragu-ragu kepada pihak hubungan istimewa
tidak dibentuk karena manajemen berpendapat seluruh piutang tersebut dapat tertagih.
Page 1 8
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
7.
PIUTANG LAIN-LAIN
Akun ini terutama merupakan piutang bunga promissory notes pada tahun 2009 dan piutang atas penjualan
investasi saham pada PT Multi Nitrotama Kimia pada tahun 2008.
Perusahaan dan anak perusahaan tidak membentuk penyisihan piutang ragu-ragu karena manajemen
berpendapat seluruh piutang lain-lain tersebut dapat tertagih seluruhnya.
8.
PAJAK DIBAYAR DIMUKA
Maret 2009
Maret 2008
(Tidak Diaudit)
(Tidak Diaudit)
Pajak penghasilan
Pasal 4 ayat 2 -Final
Pasal 25
Pasal 23
Pajak Pertambahan Nilai
9.
72.259.128
352.730.074
217.958.871
1.729.298.126
57.534.617
454.208.488
1.453.335.476
2.372.246.199
1.965.078.581
UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
M a re t 2 0 0 9
( T id a k D i a u d i t )
A su ran si
U ang m u
U ang m u
U ang m u
B ia y a d ib
L a i n - la i n
M a re t 2 00 8
( T i d a k D ia u d i t )
5 2 9 .9 0 9 .8 6 8
k a p e m b e lia n a k tiv a te ta p
ka tana h
ka p ro yek
aya r di m uka
2 7 8 .6 9 3 .8 9 6
3 .6 0 2 .2 7 8 .0 0 0
4 .2 9 6 .9 3 9 .2 2 0
2 5 7 . 0 0 2 .4 5 5
8 7 .2 1 9 .9 0 3
7 4 3 . 9 0 9 .4 4 6
2 2 5 . 7 9 5 .7 0 3
8 .7 0 7 .8 2 0 .9 8 4
1 .3 1 3 .9 2 7 .5 0 7
10. PIUTANG JANGKA PANJANG
Pihak Hubungan Istimewa
PT Sarana Kimia Dinamika
PT Swarna Citra Sentosa
Pihak Ketiga
PT Investasi Karya Gemilang
Jumlah
Maret 2009
Maret 2008
(Tidak Diaudit)
(Tidak Diaudit)
428.767.122
-
5.000.000.000
20.000.000.000
-
19.500.000.000
428.767.122
44.500.000.000
Perusahaan tidak membentuk penyisihan piutang ragu-ragu karena manajemen berpendapat seluruh piutang
jangka panjang tersebut dapat tertagih seluruhnya.
Page 1 9
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
11. INVESTASI JANGKA PANJANG
Maret 2009
Maret 2008
(Tidak Diaudit)
(Tidak Diaudit)
Investasi saham
Obligasi wajib tukar
982.088.197.353
-
901.120.040.845
99.697.053.035
Jumlah
982.088.197.353
1.000.817.093.880
Investasi saham
Akun ini merupakan investasi saham anak perusahaan pada perusahaan asosiasi yang dicatat dengan metode
ekuitas sebagai berikut:
Tem pat
kedudukan
Perusahaan investee
Persentase
Kepem ilikan
Jenis usaha
2009
2008
%
Metode ekuitas
PT Nusadua Graha International
PT Plaza Indonesia Realty
PT Aston Inti Makmur
Metode biaya
PT Indonesia Air Transport Tbk
Bali
Jakarta
35,33
24,65
Jakarta
50,00
Jakarta
1,00
Hotel / 1991
Pusat Perbelanjaan /
1983
Properti/
1989
25.746.688.147
856.333.660.106
12.298.029.067
888.814.162.678
100.000.000.000
-
Transportasi / 1969
7.849.100
7.849.100
982.088.197.353
901.120.040.845
Jum lah
Mutasi investasi saham metode ekuitas adalah sebagai berikut:
Ak uisisi anak
perusahaan
31 Desember
2008
Rp
P enam bahan
P T Nusadua Graha
Internat ional
P T P laza Indonesia R ealty
26.028.855.986
871. 014.964.945
-
(282.167. 839)
(14.681.304. 839)
-
25.746.688.147
856.333.660.106
J umlah
897.043.820.931
-
(14.963.472. 678)
-
882.080.348.253
Akuis isi anak
perusahaan
31 Desember
2007
Rp
PT Nusadua Graha
International
PT Plaza IndonesiaRealty
7.578.576.386
-
Jumlah
7.578.576.386
Rp
Penambahan
Rp
874.616.321.740
874.616.321.740
B agian atas
laba bersih
asosiasi tahun berjalan
Rp
Bagian atas
laba bersih
asosiasi tahun berjalan
Rp
Pengurangan
Rp
Pengurangan
Rp
Jum lah
tercatat
31 Maret
2009
Rp
Jumlah
tercatat
31 Maret
2008
Rp
4.719.452.681
14.197.840.938
-
12.298.029.067
888.814.162.678
18.917.293.619
-
901.112.191.745
Berdasarkan akta No. 211 tanggal 20 Desember 2006 dari Sutjipto, SH, M.Kn., notaris di Jakarta, anak
perusahaan membeli 44.970 saham PT Nusadua Graha International (NGI) dari PT Global Mediacom Tbk
(dahulu PT Bimantara Citra Tbk) sebesar Rp 9.500.000.000. Pada Agustus 2007, Anak Perusahaan
memutuskan untuk melakukan penurunan nilai investasi ini sebesar Rp 8,2 miliar sehubungan penurunan nilai
wajar investasi NGI pada saat akuisisi Anak Perusahaan oleh Perusahaan.
Page 2 0
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
Selanjutnya, pada 27 Nopember 2007, Anak Perusahaan membeli 7.913 saham atau 4,85% kepemilikan
saham NGI dari Pacific Petroleum & Trading Co., Ltd, Jepang dengan biaya perolehan Rp 2.934.773.440.
Perolehan saham tersebut meningkatkan kepemilikan saham Anak Perusahaan pada NGI dari 27,59%
menjadi 32,44%. Bagian Anak Perusahaan atas aktiva bersih NGI adalah Rp 206.606.294, sehingga
menghasilkan goodwill positif sebesar Rp 2.728.167.146.
Selanjutnya, pada 16 Mei 2008, Perusahaan membeli 18.841 saham atau 2,89% kepemilikan saham NGI
sehubungan dengan peningkatan modal disetor NGI dengan biaya perolehan US$ 2.826.150 atau ekuivalen
dengan Rp 26.322.761.100. Perolehan saham tersebut meningkatkan kepemilikan saham Perusahaan pada
NGI dari 32,44% menjadi 35,33%.
PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PIR)
Pada tahun 2007, Perusahaan telah menempatkan investasi efek ekuitas tersedia dijual pada PIR sebanyak
4.866.837 saham dengan biaya perolehan Rp 4.866.837.000. Berdasarkan Laporan Kepemilikan saham PT
Plaza Indonesia Realty T bk No. Peng-104/BEI.PSJ/LKS/01-2009, kepemilikan Perusahaan adalah sebesar
24,65% atau sejumlah 875.129.500 lembar saham pada tanggal 31 Desember 2008, karenanya diakui sebagai
investasi jangka panjang.
PT Aston Inti Makmur (AIM)
Pada tanggal 5 April 2006, Anak Perusahaan membeli obligasi wajib tukar dengan nilai nominal sebesar
Rp 100 miliar yang diterbitkan oleh PT Tamtama Sentosa (TS), dari Charlton Group Holdings Ltd (Charlton).
Obligasi tersebut wajib ditukar dengan 107.712 saham PT Aston Inti Makmur (Aston) milik TS pada tanggal
jatuh tempo, 5 September 2008.
Pada tanggal 13 Oktober 2008, Anak Perusahaan mengalihkan investasi obligasi wajib tukar tersebut ke
Perusahaan dengan nilai Rp 100.000.000.000, yang pelunasannya dengan pencairan dana yang ditempatkan
dalam KPD dengan nilai yang sama (Catatan 5). Melalui Perjanjian Jual Beli Saham No. 10 tanggal 18 Maret
2009 Notariss Edwar, SH, Perusahaan telah memiliki 50% saham AIM.
12. AKTIVA TETAP
1 Januari
2009
Rp
Biaya Perolehan
Pemilikan langsung
Tanah
Bangunan dan prasarana
Kendaraan bermotor
Peralatan kantor
Aktiva dalam penyelesaian
Aktiva sewa guna usaha
Kendaraan bermotor
Jumlah
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan dan prasarana
Kendaraan bermotor
Peralatan kantor
Aktiva sewa guna usaha
Kendaraan bermotor
Jumlah
Jumlah Tercatat
Penambahan/
Rp
229.249.484.001
768.483.001.972
1.737.677.657
2.579.514.609
5.371.703.517
5.732.919.999
7.148.525.124
14.772.653
3.646.571.035
80.089.251
1.504.200.000
1.008.925.581.756
16.622.878.062
485.706.980.244
1.431.445.708
1.967.297.522
3.292.328.662
142.249.602
142.249.602
400.916.666
489.506.640.140
519.418.941.616
75.210.000
3.652.037.866
Pengurangan
Rp
31 Maret
2009
Rp
Reklasifikasi
Rp
-
-
-
-
234.982.404.000
775.631.527.096
1.752.450.310
6.226.085.644
5.451.792.768
1.504.200.000
1.025.548.459.818
488.999.308.906
1.573.695.310
2.109.547.124
476.126.666
493.158.678.006
532.389.781.812
Page 2 1
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
1 J anuari
2008
Rp
Penambahan/
Rp
Pengurangan
Rp
Reklasifika si
Rp
31 Maret
2008
Rp
Biaya Perolehan
Pem ilikan langsung
Tanah
Bangunan dan prasarana
Kendaraan bermotor
Peralatan kantor
Aktiva dalam peny elesaian
125.063.241.109
685.484.206.831
1.727.577.659
2.293.389.109
1.128.444.018
298.965.595
10.100.000
692.174.063
12.535.647.666
-
-
125.063.241.109
685.783.172.426
1.737.677.659
2.985.563.172
13.664.091.684
Aktiv a sewa guna usaha
Kendaraan bermotor
Jumlah
1.128.000.000
816.824.858.726
13.536.887.324
-
-
0
1.128.000.000
830.361.746.050
473.534.222.527
1.249.153.469
1.747.187.716
2.530.235.076
49.273.074
176.732.262
62.670.000
2.818.910.412
-
476.064.457.603
1.298.426.543
1.923.919.978
112.616.666
476.643.180.378
340.181.678.348
-
Akumulasi Penyusutan
Pem ilikan langsung
Bangunan dan prasarana
Kendaraan bermotor
Peralatan kantor
Aktiv a sewa guna usaha
Kendaraan bermotor
Jumlah
Juml ah T ercatat
175.286.666
479.462.090.790
350.899.655.260
UGB memiliki beberapa bidang tanah seluas 17.850 m2 di JI. Kebon Sirih dan JI. Wahid Hasyim, Jakarta
dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan berjangka waktu 30 (tiga puluh) tahun, jatuh tempo tahun 2026.
Manajemen berpendapat tidak terdapat kesulitan untuk memperpanjang hak atas tanah.
Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2//8, aktiva tetap digunakan sebagai jaminan atas pinjaman jangka panjang,
obligasi konversi dan hutang sewa guna usaha.
Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, aktiva tetap, kecuali tanah, diasuransikan terhadap risiko kebakaran
dan risiko lainnya kepada PT Citra International Underwriter dengan jumlah pertanggungan sebesar
US$ 113.289.177 dan Rp 76.126.100.000.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut memadai untuk menutup kemungkinan kerugian
yang timbul atas aktiva dipertanggungkan. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau
perubahan keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai aktiva tetap pada tanggal neraca.
13. BEBAN TANGGUHAN - HAK ATAS TANAH
M a ret 2 0 0 9
( T id a k D i a u d i t )
B ia y a p e ro le h a n
D ik u ra n g i a k u m u la si a m o rtis a s i
A k u i s is i a n a k p e r u s a h a a n ( C a t a t a n 3 a )
A k u m u l a s i a m o r ti s a s i
A m o r t i s a s i p e r i o d e b e r ja l a n
J u m la h a k u m u la s i a m o rt is a s i
N i l a i T e r c a ta t
M a ret 2 0 0 8
( T i d a k D i a u d it )
1 2 .5 1 6 . 8 5 1 . 9 6 9
1 1 . 3 6 8 . 3 8 0 .7 9 3
3 .3 3 8 . 1 0 0 . 4 5 2
4 2 6 .9 9 2 .8 8 0
3 . 2 1 0 . 6 3 5 .6 8 4
3 .7 6 5 . 0 9 3 . 3 3 2
3 . 3 3 8 . 1 0 0 .4 5 2
8 .7 5 1 . 7 5 8 . 6 3 7
8 . 0 3 0 . 2 8 0 .3 4 1
1 2 7 . 4 6 4 .7 6 8
14. AKTIVA TIDAK LANCAR LAINNYA
M a ret 2 0 0 9
( T id a k D i a u d i t )
M a re t 2 0 0 8
( T i d a k D i a u d i t)
T a n a h tid a k d ig u n a k a n
L a i n - la i n
2 .6 1 3 . 5 7 9 .8 4 5
8 5 .1 9 7 . 2 4 2 .8 9 2
1 .6 6 8 . 8 0 9 .0 7 8
Jum lah
2 .6 1 3 . 5 7 9 .8 4 5
1 .6 6 8 . 8 0 9 .0 7 8
Page 2 2
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
Tanah tidak digunakan merupakan tanah seluas 13.731 m2 di Jl. Wahid Hasyim dan Jl. Kebon Sirih No. 17-19,
Jakarta, yang direncanakan untuk pengembangan pembangunan gedung Menara Kebon Sirih. Dalam nilai
tercatat tanah tidak digunakan termasuk penyesuaian nilai wajar pada saat akuisisi UGB sebesar
Rp 41.897.625.346.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan
penurunan nilai aktiva tidak digunakan pada tanggal neraca.
15. HUTANG USAHA
Akun ini merupakan kewajiban dalam mata uang Rupiah kepada pemasok sehubungan dengan renovasi,
perbaikan dan pemeliharaan bangunan dan peralatan dengan jangka waktu pembayaran berkisar antara 30 hari
sampai dengan 75 hari. Rincian hutang usaha adalah sebagai berikut:
Maret 2009
(Tidak Diaudit)
Maret 2008
(Tidak Diaudit)
P ihak hubungan istimewa
P T G lobal Mediacom
P T K operasi B im antara Group
P T Inf okom elektrindo
S ub jum lah
P ihak ketiga
PT MHE E ngineering
PT ISS S erv isyst em
PT Mitsubishi Jay a
Lain-lain (masing-m asing dibawah 5% dari subjum lah)
S ub jum lah
55.469.679
138.943.527
78.540.000
272.953.206
444.065.194
90.455.568
164.940.825
699.461.587
147.586.227
314.157.265
214.343.529
881.322.955
1.557.409.976
1.097.098.580
1.097.098.580
Jum lah hutang usaha
1.830.363.182
1.796.560.167
16. HUTANG LAIN-LAIN
M a ret 2 0 09
(T idak Diaudi t)
P ih ak hu bu n ga n ist im ew a
P T B ha k ti S e cu ritie s
Mare t 2008
(T idak Diaudit)
1 .2 19 . 97 5. 71 9
3 .3 97 . 98 1. 06 6
3 .0 00 .0 0 0. 00 0
-
P ih ak ke t ig a
9 00 . 00 0. 00 0
2 .4 56 . 69 1. 33 6
3 77 .7 7 4. 00 0
2 .5 87 .2 7 1. 48 3
Ju m la h
7 .9 74 . 64 8. 12 1
5 .9 65 .0 4 5. 48 3
PT B hakti Fina nc e
PT Interindo Inte rnusa
PT Solobha kti Trading & Contractor
Hutang kepada PT Interindo dan PT Solobhakti Trading & Contractor merupakan hutang pembelian aktiva
tetap Perusahaan.
17. HUTANG PAJAK
Mare t 20 09
(Tidak Diaudit)
P a sal
P a sal
P a sal
P a sal
PPN
P a sal
4 a yat 2 - Fin al
21
23
29
26
J um la h
Maret 2008
(Tidak Diaudit)
951. 081. 362
75. 321. 130
10. 607. 380
40. 640. 016
1. 208. 192. 939
-
940. 896. 284
92. 853. 809
41. 465. 342
961. 048. 559
541. 585. 114
109. 720. 800
2. 285. 842. 827
2. 687. 569. 908
Page 2 3
Global Reports LLC
18. KEWAJIBAN ANJAK PIUTANG
Perusahaan dan anak perusahaan mengadakan perjanjian anjak piutang recourse dengan PT Bhakti Finance
sebagai berikut:
Maret 2008
(Tidak Diaudit)
Maret 2009
(Tidak Diaudit)
Perusahaan
Anak Perusahaan
4.000.000.000
-
11.000.000.000
3.638.209.450
4.000.000.000
14.638.209.450
Ringkasan perjanjian anjak piutang recourse adalah sebagai berikut:
Nomor perjanjian/Number of agreement
PKS.07.063
S.07.048
S.07.059
Maksimum anjak piutang
(dalam Rupiah)
Maksimum nilai pembiayaan
Tanggal perjanjian
13.000.000.000
1.627.452.000
2.887.881.201
90%
100%
100%
18 Desember/
15 Nopember/
6 Desember/
December 18, 2007 November 15, 2007 December 6, 2007
Jangka waktu (dalam bulan)
3
2
3
Tingkat bunga per tahun
15%
15%
15%
Flafond factoring
(in Rupiah)
Financing maximum amount
Date of agreement
Period (in month)
Interest rate per annum
Pada tahun 2008 Perusahaan telah melunasi kewajiban anjak piutang dari perjanjian No. PKS.07.063 sebesar
Rp 7.000.000.000.
Pinjaman ini dijamin dengan piutang Perusahaan kepada Anak Perusahaan dan piutang usaha tertentu Anak
Perusahaan. Pembayaran bunga dibebankan di belakang.
Pada tahun 2008, Anak Perusahaan, UGB, telah melunasi kewajiban anjak piutang ini.
19. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA
Akun ini merupakan pendapatan diterima dimuka atas sewa dan jasa pelayanan dengan rincian sebagai
berikut:
Ma ret 2009
(T idak D iaudit )
Pihak hubungan istim ew a
Pihak ketiga
M aret 2008
(Tidak D iaudit)
4.363.545.296
12.901.200
2.539.33 0.421
-
4.376.446.496
2.539.33 0.421
Page 2 4
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
20. RESTRUKTURISASI PINJAMAN
Setelah restrukturisasi, anak perusahaan mempunyai pinjaman pokok dan obligasi konversi sebagai berikut:
M a ret 200 9
(Tidak D iaudit)
Rp
Pin jam an jan gka panjang
Pinjam an restr uktu risa si Tranc he A
(US$ 6.46 5.51 3 ta hun 2008)
Kreditur bukan peserta pin jam an
restru ktur isa si T ranc he A
(US$ 3.05 7.03 1 ta hun 2008)
Jum la h
Bagian jatuh tem po dala m satu tahun
Bagian jangka pan jang
Ob lig asi konv er si
Obliga si tran che A ( US$ 7.000 .000
tahu n 200 7)
M aret 2008
(Tidak D iaudit)
Rp
65 .832 .812 .500
59.592.6 28.7 13
39 .012 .380 .000
28.176.6 57.0 31
104 .845 .192 .500
(25 .219 .031 .250)
87.769.2 85.7 44
( 10.327.5 90.8 93)
79 .626 .161 .250
77.441.6 94.8 51
81 .025 .000 .000
64.519.0 00.0 00
Pada tanggal 29 Desember 2004, anak perusahaan mengusulkan restrukturisasi hutang atas hutang yang
telah direstrukturisasi pada tahun 2000 kepada peserta sindikasi yang meliputi hutang sebagai berikut:
•
Pokok pinjaman sebesar US$ 58 juta dan bunga sebesar US$ 19.881.117 kepada kreditur dalam dan luar
negeri.
•
Pokok pinjaman sebesar US$ 22 juta dan bunga sebesar US$ 8.258.663 kepada HSBC.
•
Hutang perusahaan asosiasi diambil alih anak perusahaan sebesar US$ 46 juta berikut bunga terhutang.
Perjanjian restrukturisasi juga mengatur Deutsche Bank AG, Hong Kong sebagai “facility agent” dan Bank
Mandiri sebagai “security agent”. Perjanjian restrukturisasi ini akan berlaku bila usulan restrukturisasi disetujui
para kreditur sekurang-kurangnya 66,67% dari jumlah pokok hutang sebesar US$ 58 juta dan kreditur sebesar
US$ 22 juta. Kreditur mayoritas sesuai dengan ketentuan perjanjian, menandatangani perjanjian restrukturisasi
hutang anak perusahaan tersebut selanjutnya disebut “Restrukturisasi Tahap I”, sedangkan kreditur lain yaitu
sebesar 10,34% dari jumlah pokok hutang sebesar US$ 58 juta tidak mengambil bagian dalam perjanjian
restrukturisasi anak perusahaan tanggal 29 Desember 2004 selanjutnya disebut “Restrukturisasi Tahap II”.
Restrukturisasi Tahap I
Pinjaman sebesar US$ 74 juta dari kreditur mayoritas setelah restrukturisasi digabung dan disusun kembali
menjadi sebagai berikut:
a.
Pinjaman Restrukturisasi Tranche A
Pinjaman ini merupakan fasilitas pinjaman sebesar US$ 10 juta, tingkat bunga mengambang dan
berjangka waktu 10 tahun, dengan angsuran dalam jumlah tidak sama sejak tanggal penutupan perjanjian.
Facility agent menentukan tingkat bunga mengambang. Hutang kepada kreditur yang mengambil bagian
dalam fasilitas ini adalah sebesar US$ 7 juta. Pinjaman setelah restrukturisasi berdasarkan jadual
pembayaran adalah sebagai berikut:
Page 2 5
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
2009
2008
2008
2009
2010 dan selanjutnya
3.544.843.750
7.089.687.500
55.198.281.250
6.950.424.488
11.213.863.050
41.428.341.175
Jumlah
65.832.812.500
59.592.628.713
Bunga terhutang sebesar US$2.563.288 pada saat penutupan restrukturisasi ditangguhkan dan disajikan
sebagai hutang bunga hasil restrukturisasi.
b.
Fasilitas Obligasi Tranche A
Fasilitas ini merupakan fasilitas obligasi konversi tanpa kupon sebesar US$ 10 juta, denominasi US$ 500
ribu dan berjangka waktu 10 tahun. Pemegang obligasi memiliki hak opsi mengkonversi obligasi dengan
saham anak perusahaan setiap saat sejak tanggal penutupan sampai dengan tanggal jatuh tempo dengan
harga konversi sebesar nilai nominal per saham. Pada tanggal konversi, jumlah pokok hutang obligasi
diperhitungkan dengan kurs tetap Rp 9.000 per 1 US$. Fasilitas ini kadaluarsa bila tidak terdapat
pembayaran selama 5 tahun setelah tanggal jatuh tempo obligasi. Hutang kepada kreditur yang
mengambil bagian dalam fasilitas ini adalah sebesar US$ 7 juta.
c.
Fasilitas Obligasi Tranche B
Fasilitas ini merupakan fasilitas obligasi konversi tanpa kupon sebesar US$ 60 juta, denominasi US$ 1 juta
dan berjangka waktu 20 tahun. Pemegang obligasi memiliki hak opsi untuk mengkonversi obligasi dengan
saham Perusahaan setiap saat sejak tanggal penutupan sampai dengan tanggal jatuh tempo dengan
harga konversi sebesar nilai nominal per saham. Hutang kepada kreditur yang mengambil bagian dalam
fasilitas ini adalah sebesar US$ 60 juta. Seluruh obligasi konversi ini telah dibeli kembali.
Pada tanggal 25 Oktober 2007, anak perusahaan mendapat pemberitahuan bahwa hutangnya kepada CIMB
(L) Limited yang terdiri dari pinjaman restrukturisasi Tranche A sebesar US$ 3.057.031,25 dan fasilitas Obligasi
Tranche A sebesar US$ 3.500.000 telah dialihkan kepada Eagle Capital Advisory Limited.
Anak perusahaan tidak diperkenankan tanpa persetujuan tertulis dari kreditur mayoritas antara lain untuk
mengikat diri sebagai penjamin; memperoleh pinjaman baru; melakukan merger, akuisisi, penjualan asset anak
perusahaan; menerbitkan saham atau surat berharga yang dapat dikonversi atau warrant atau memberi opsi
selain yang disebutkan dalam perjanjian restrukturisasi dan untuk obligasi konversi.
Restrukturisasi Tahap II
Pada tanggal 29 Desember 2004, kreditur lain yang tidak mengambil bagian dalam perjanjian Restrukturisasi
Tahap I adalah Bank Danamon Indonesia dan BRI Finance Limited Hongkong. Pada tanggal 24 Nopember
2006, anak perusahaan menerima pemberitahun pemindahan hak atas pinjaman pokok dari BRI Finance
Limited Hongkong kepada Bank Rakyat Indonesia.
a.
Bank Danamon Indonesia (BDI)
Sebelum restrukturisasi, anak perusahaan mempunyai pokok pinjaman dan bunga dikapitalisasi ke pokok
pinjaman kepada BDI sebesar US$ 2,34 juta. Pada tanggal 17 Nopember 2006, anak perusahaan dan BDI
menyetujui penyelesaian pokok pinjaman dan bunga dikapitalisasi tersebut menjadi sebesar US$ 1,5 juta,
yang akan diangsur dalam 12 kali angsuran sampai dengan 20 Oktober 2007 tanpa bunga. BDI juga
menyetujui kapitalisasi bunga pada saat restrukturisasi tahun 2000 dan bunga sampai dengan tanggal
penutupan restrukturisasi dihapuskan. Anak perusahaan telah melunasi pinjaman ini pada tahun 2007.
Page 2 6
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
b.
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Sebelum restrukturisasi, anak perusahaan mempunyai pokok pinjaman dan bunga dikapitalisasi ke pokok
pinjaman kepada BRI sebesar US$ 4,68 juta. Pada tanggal 16 Maret 2007, anak perusahaan dan BRI
menyetujui penyelesaian pokok pinjaman sebesar US$ 4 juta dalam 18 kali angsuran sampai dengan 31
Desember 2011. Pokok pinjaman tersebut dibagi menjadi pinjaman Tranche A sebesar US$ 2 juta dengan
bunga + 1% per tahun dan pinjaman T ranche B sebesar US$ 2 juta dengan bunga (SIBOR/2) % per tahun.
BRI juga menyetujui tunggakan bunga dan denda sampai dengan 30 Nopember 2006 dihapuskan.
Bunga terhutang pada saat penutupan restrukturisasi sebesar US$ 1.133.440 dan bunga dikapitalisasi ke
pokok pinjaman sebesar US$ 683.429,48 ditangguhkan dan disajikan sebagai hutang bunga hasil
restrukturisasi.
Pinjaman Restrukturisasi T ahap II berdasarkan jadual pembayaran adalah sebagai berikut:
Maret 2009
(Tidak Diaudit)
Maret 2008
(Tidak Diaudit)
2008
2009
2010 dan sel anjutnya
4.406.620.000
10.537.880.000
24.067.880.000
6.585.764.800
8.575.057.600
19.877.857.600
Jumlah
39.012.380.000
35.038.680.000
UGB tidak diperkenankan tanpa persetujuan tertulis BRI; antara lain; untuk melakukan merger, akuisisi,
penjualan asset anak perusahaan; mengikat diri sebagai penjamin; memperoleh pinjaman baru; melakukan
perubahan anggaran dasar; mengajukan pernyataan pailit; melakukan penyertaan; pembagian dividen;
pembayaran bunga atas pinjaman pemegang saham; melunasi hutang kepada pemegang saham; melakukan
investasi tahunan melebihi nilai investasi yang telah diproyeksikan.
Pinjaman Restrukturisasi T ahap I dan Tahap II dijamin dengan Hak Guna Bangunan No. 602/Kebon Sirih seluas
17.850 meter persegi berikut bangunan diatasnya, fiducia atas tagihan, pengalihan hak sewa dan pengalihan
asuransi.
21. HUTANG SEWA GUNA USAHA
Anak perusahaan mengadakan perjanjian sewa guna usaha dengan PT Buana Finance Tbk untuk pembiayaan
pengadaan kendaraan bermotor dengan jangka waktu 3 tahun dan tingkat bunga efektif 17% per tahun.
22. HUTANG JANGKA PANJANG LAIN-LAIN
Pada tahun 2008, akun ini merupakan pinjaman anak perusahaan, GLD Investments Pte Ltd., untuk pembelian
gedung di Singapore kepada Linktone Ltd sebesar SG$11.500.000 dengan periode 10 Oktober 2008 sampai
dengan 10 Oktober 2009 dan berbunga 4% setahun yang dibayarkan 3 bulanan. Pinjaman ini dijamin dengan
gedung tersebut.
Pinjaman pada tahun 2008 merupakan pinjaman berjangka waktu dari sisa angsuran pokok hutang pembelian
obligasi wajib tukar kepada Charlton Group Holding Ltd.
23. UANG JAMINAN PELANGGAN
Akun ini merupakan uang jaminan pelanggan atas sewa dan jasa pelayanan.
24. HUTANG BUNGA HASIL RESTRUKTURISASI
Akun ini merupakan bunga terhutang pada saat penutupan restrukturisasi yang ditangguhkan dan akan diakui
sebagai pendapatan pada saat anak perusahaan menyelesaikan seluruh kewajibannya sesuai dengan
perjanjian restrukturisasi.
Page 2 7
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
25. MODAL SAHAM
Pemegang Saham
PT Bhakti Asset Management
PT Bhakti Securities
Eagle Capital Advisory Limi ted
UOB Kay Hian Private Limited
Masyarakat (masing-masing dengan pemilikan kurang
dari 5%)
Jumlah
Pemegang Saham
PT Eagle Capital Ltd
PT Investasi Hasil Sejahtera
PT Kapital Usaha Sempurna
PT Bhakti Asset Management
Masyarakat (masing-masing dengan pemilikan kurang
dari 5%)
Jumlah
Persentase
Kepemilikan
31 Maret 2009
Jumlah
Saham
Jumlah Modal
Saham (Rp)
46,05%
15,79%
13,35%
11,60%
1.623.807.840
556.814.000
470.837.500
409.162.500
811.903.920.000
278.407.000.000
235.418.750.000
204.581.250.000
13,20%
100,00%
465.267.660
3.525.889.500
232.633.830.000
1.762.944.750.000
Persentase
Kepemilikan
31 Maret 2008
Jumlah
Saham
Jumlah Modal
Saham (Rp)
26,09%
16,56%
5,69%
6,20%
920.000.000
583.937.000
200.694.000
218.531.000
460.000.000.000
291.968.500.000
100.347.000.000
109.265.500.000
45,46%
100,00%
1.602.727.500
3.525.889.500
801.363.750.000
1.762.944.750.000
Berdasarkan Akta Notaris No. 6 tanggal 3 September 2007, dari Aulia Taufani, SH, sebagai notaris pengganti
Sutjipto, SH, notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar Perusahaan dari
sebelumnya Rp 200.000.000.000 menjadi Rp 335.000.000.000 dengan nominal Rp 500 per saham. Akta
perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. C-20184 HT.01.04-TH.2007 tanggal 5 Nopember 2007.
Berdasarkan Akta Notaris No. 33 tanggal 6 Nopember 2007, dari Sutjipto, SH, notaris di Jakarta, para
pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar Perusahaan dari sebelumnya Rp 335.000.000.000
menjadi Rp 2.000.000.000.000 dengan nominal Rp 500 per saham. Akta perubahan ini telah disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-04174.HT .01.04-TH.
2007 tanggal 22 Nopember 2007.
26. TAMBAHAN MODAL DISETOR – BERSIH
M a re t 2 0 0 9
( T i d a k D i a u d it)
1 9 4 . 9 7 5 .0 0 0
M a re t 2 0 0 8
( T id a k D ia u d i t )
A gi o s a ha m
B i a y a e m i si s a h a m - s et e la h
d ik u r a n g i p a j a k
1 9 4 .9 7 5 . 0 0 0
(8 . 4 3 4 . 8 7 6 .9 0 4 )
( 8 . 4 3 4 .8 7 6 . 9 0 4 )
T a m b a h a n m o d a l d i se t o r - B e r s ih
(8 . 2 3 9 . 9 0 1 .9 0 4 )
( 8 . 2 3 9 .9 0 1 . 9 0 4 )
Agio saham merupakan selisih lebih antara nilai nominal saham dengan harga pelaksanaan Warran Seri I.
Uang muka pemesanan saham merupakan penerimaan setoran pemesanan saham sehubungan dengan
Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu Perusahaan.
Biaya emisi saham merupakan biaya yang berkaitan dengan penerbitan saham Perusahaan pada
saat Penawaran Umum Perdana dan Penawaran Umum dengan Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu.
Page 2 8
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
27. PENDAPATAN USAHA
Maret 20 09
(Tidak Diaudit)
Jasa pelayanan
Sewa ruangan
Jasa parkir
Lain-lain
Jumlah
Maret 2008
(Tidak Diaudit)
5.228.506.775
4.745.795.308
757.990.104
998.676.865
5.204.352.508
4.940.091.271
551.288.480
220.746.999
11.730.969.052
10.916.479.258
28. BEBAN POKOK PENDAPATAN
Akun ini merupakan beban pokok untuk persewaan perkantoran dengan rincian sebagai berikut:
Maret 2009
(Tidak Diaudit)
M aret 2008
(Tidak Diau dit)
Pen yu su ta n
Utilita s
Pem elih ara an
Asu ra ns i
Listrik
M eka nik
La in-lain
2.6 25.8 33 .6 52
2.1 34.1 90 .2 87
7 57.8 83 .2 07
1 59.2 82 .0 99
1 44.6 41 .2 69
46.9 48 .5 63
96.1 70 .3 12
2.62 5.83 3.6 52
1.99 7.86 0.3 52
62 9.43 3.6 38
16 6.72 9.7 43
1 9.78 7.7 08
4 1.02 3.7 00
20 4.0 00
Jum lah
5.9 64.9 49 .3 88
5.48 0.87 2.7 93
29. BEBAN USAHA
Maret 2009
(Tidak Diaudit)
Maret 2008
(Tidak Diaudit)
Gaji dan tunjangan
Penyusutan
Jasa profesional
Listrik, air dan telepon
Perlengkapan kantor
Transportasi
Pajak
Perjalanan dinas
Pemasaran
Sumbangan & hadiah
Biaya Pos
Administrasi bank
Lain-lain
3.644.269.452
876.841.110
77.500.000
53.096.263
28.280.200
25.690.950
16.000.000
9.504.300
2.900.000
2.048.105
1.879.325
1.095.377
853.504.235
3.351.683.650
275.003.931
195.918.000
72.296.006
31.078.550
31.466.392
106.854.805
292.680.244
182.539.649
Jumlah
5.592.609.318
4.539.521.227
Page 2 9
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
30. IMBALAN PASCA-KERJA
Program Pensiun Imbalan Pasti
UGB, anak perusahaan menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti untuk semua karyawan tetapnya.
Program ini memberikan imbalan pasca kerja berdasarkan penghasilan dasar pensiun dan masa kerja
karyawan. Dana pensiun ini dikelola oleh Dana Pensiun Bimantara (Danapera) yang akta pendiriannya telah
disahkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. 382/KM.17/1996 tanggal
15 Oktober 1996. UGB merupakan mitra pendiri Danapera. Pendanaan program pensiun berasal dari
kontribusi pemberi kerja dan karyawan masing-masing sebesar 10,35% dan 4%.
Perhitungan imbalan pasca-kerja program pensiun imbalan pasti dihitung oleh PT Dayamandiri
Dharmakonsilindo, aktuaris independen. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuaris
adalah sebagai berikut:
Umur pensiun normal
Tingkat bunga aktuaria per tahun
Tingkat kenaikan gaji per tahun
Tingkat pengunduran diri per tahun
Tingkat kematian
:
:
:
:
:
55 tahun
10%
8%
1%
Commissioners Standard Ordinary
(CSO) – 1980
Imbalan Pasca-Kerja Lain
Perusahaan dan anak perusahaan mengakui imbalan pasca-kerja lain berdasarkan kebijakan Perusahaan.
Tidak terdapat dana yang disisihkan untuk imbalan kerja ini. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan kerja
lain tersebut adalah 242 karyawan dan 220 karyawan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2009 dan
2008.
Kewajiban imbalan pasca-kerja lain yang termasuk dalam neraca adalah sebagai berikut:
Maret 2009
(Tidak Diaudit)
Maret 2008
(Tidak Di audit)
Nilai kewajiban imbalan kerja
Biaya jasa lal u belum diakui
Keuntungan aktuarial belum diakui
1.729.074.000
(153.196.000)
659.407.000
1.494.217.000
(164.312.000)
582.876.000
Kewajiban imbalan pasca-kerja
2.235.285.000
1.912.781.000
Mutasi kewajiban imbalan pasca-kerja lain di neraca adalah sebagai berikut:
Maret 2009
(Tidak Di audit)
Maret 2008
(Tidak Di audit)
Saldo awal
Beban tahun berjal an
Pembayaran manfaat
1.912.781.000
386.453.000
( 63.949.000)
1.912.781.000
Saldo akhir
2.235.285.000
1.912.781.000
Page 3 0
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT
(dahulu P.T. KRIDA PERDANA INDAHGRAHA Tbk) DAN ANAK PERUSAHAAN
CATAT AN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
Perhitungan imbalan kerja pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 menggunakan perhitungan imbalan jasa kerja
bulan Desember 2008 dan 2007 yang dihitung oleh PT Dian Artha Tama. Asumsi utama yang digunakan dalam
menentukan penilaian aktuaris adalah sebagai berikut:
Umur pensiun normal
:
55 tahun
Tingkat diskonto per tahun
:
Tingkat kenaikan gaji per tahun
Tingkat cacat per tahun
Tingkat pengunduran diri
:
:
:
Tingkat kematian
:
10% tahun 2008 dan
10,5% tahun 2007
8%
5% TM12 tahun 2008
10% untuk umur 18-44 tahun dan
0% pada umur 45-55 tahun tahun
2008 dan 2007
100% TM12 tahun 2008
31. SIFAT DAN TRANSAKSI HUBUNGAN ISTIMEWA
Sifat Hubungan Istimewa
a.
PT Nusadua Graha International merupakan perusahaan asosiasi pemilikan tidak langsung Perusahaan.
b.
Sejak 1 September 2007, perusahaan dan badan yang sebagian pengurus dan manajemennya sama
dengan Perusahaan dan anak perusahaan yaitu PT Global Mediacom Tbk (dahulu PT Bimantara Citra
Tbk), Dana Pensiun Bimantara, Koperasi Bimantara, PT Bhakti Capital Indonesia Tbk, PT Bhakti
Investama Tbk, PT Bhakti Asset Manajemen, PT Bhakti Securities, PT Mobile-8 Telecom Tbk, PT Media
Nusantara Citra, PT Radio T rijaya Sakti, PT Radio Suara Monalisa, PT Radio Arif Rahman Hakim, PT
Media Nusantara Citra Networks, PT Media Nusantara Informasi, Infokom Elektrindo, PT Multi Nitrotama
Kimia (sampai dengan 28 Desember 2007), PT Nusadua Graha International, PT Swarna Citra Sentosa,
PT Sarana Kimia Dinamika dan PT Solobhakti Trading & Contractor.
c.
Perusahaan menunjuk PT Proland sebagai agen penjualan dan penyewaan ruko, kios dan konter
Perusahaan. Perusahaan diwajibkan membayar komisi berdasarkan kesepakatan. Anak perusahaan juga
melakukan pembelian supplies dari pihak hubungan istimewa.
32. PERSETUJUAN LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan konsolidasi telah disetujui oleh manajemen Perusahaan untuk diterbitkan tanggal
30 April 2009.
*******
Page 3 1
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT Tbk (INDUK PERUSAHAAN SAJA)
INFORMASI TAMBAHAN
NERACA TERSENDIRI INDUK PERUSAHAAN *)
31 MARET 2009 DAN 2008
Maret 2009
(Tidak Diaudit)
Maret 2008
(Tidak Diaudit)
AKTIVA
AKTIVA LANCAR
Kas dan setara kas
Investasi Jangka Pendek
Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan
piutang ragu-ragu
Piutang lain-lain
Pajak dibayar di muka
Uang muka dan biaya dibayar di muka
Jumlah Aktiva Lancar
2.119.883.012
265.522.379.186
2.233.531.899
415.802.717.375
169.099.378
10.648.837.889
1.661.933.397
278.693.896
109.028.254.325
1.797.816.793
22.405.963
280.400.826.758
528.884.726.355
AKTIVA TIDAK LANCAR
Aktiva pajak tangguhan
Piutang jangka panjang
Pihak hubungan istimewa
Pihak ketiga
Investasi jangka panjang
Aktiva tetap - setelah dikurangi akumulasi
penyusutan
Aktiva tidak lancar lainnya
39.457.880
928.851.778
4.367.126.507
1.364.485.926.418
25.000.000.000
19.500.000.000
1.211.849.830.094
1.647.225.244
64.560.000
13.763.746.960
61.560.000
Jumlah Aktiva Tidak Lancar
1.370.604.296.049
1.271.103.988.831
JUMLAH AKTIVA
1.651.005.122.807
1.799.988.715.186
Page 3 2
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT Tbk (INDUK PERUSAHAAN SAJA)
INFORMASI TAMBAHAN
NERACA TERSENDIRI INDUK PERUSAHAAN *)
31 MARET 2009 DAN 2008
Maret 2009
(Tidak Diaudit)
Maret 2008
(Tidak Diaudit)
-
-
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KEWAJIBAN LANCAR
Hutang usaha
Pihak hubungan istimewa
Pihak ketiga
Hutang lain-lain
Pihak hubungan istimewa
Pihak ketiga
Hutang anjak piutang
Hutang pajak
Biaya masih harus dibayar
Pendapatan diterima di muka
2.371.006.785
989.964.398
4.000.000.000
302.324.403
1.145.000
462.215.200
624.151.417
831.001.600
11.000.000.000
62.978.382
45.000.000
-
Jumlah Kewajiban Lancar
8.126.655.786
12.563.131.399
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Hutang kepada pihak hubungan istimewa
Kewajiban imbalan pasca-kerja
Uang jaminan pelanggan
Hutang lain-lain
140.921.000
110.301.550
1.000.000.000
266.000.000
12.010.000
-
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar
1.251.222.550
278.010.000
1.762.944.750.000
1.762.944.750.000
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 500 per saham
Modal dasar - 4.000.000.000 saham tahun 2008
dan 670.000.000 saham tahun 2007
Modal ditempatkan dan disetor 3.357.990.00 saham tahun 2008 dan
167.899.500 saham tahun 2007
Tambahan modal disetor - bersih
Keuntungan belum direalisasi atas efek
tersedia dijual
Selisih transaksi perubahan ekuitas
anak perusahaan
Saldo laba
(8.239.901.904)
12.194.557.893
(8.239.901.904)
-
(125.272.161.518)
32.442.725.691
Jumlah Ekuitas
1.641.627.244.471
1.787.147.573.787
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS
1.651.005.122.807
1.799.988.715.186
*) Disajikan dengan metode ekuitas
Page 3 3
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT Tbk (INDUK PERUSAHAAN SAJA)
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN LABA RUGI TERSENDIRI INDUK PERUSAHAAN *)
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2009 DAN 2008
Maret 20089
(Tidak Diaudit)
Maret 2008
(Tidak Diaudit)
PENDAPATAN
592.397.981
-
BEBAN POKOK PENDAPATAN
301.556.475
-
LABA KOTOR
290.841.506
-
PENDAPATAN USAHA
BEBAN USAHA
LABA (RUGI) USAHA
-
24.129.585.505
565.674.927
816.575.317
(274.833.421)
23.313.010.188
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan bunga
Keuntungan (kerugian) selisih kurs
Lain-lain - Bersih
1.857.600.465
6.895.158
157
78.750.744
(1.257.717.266)
Penghasilan Lain-lain - Bersih
1.864.495.780
(1.178.966.522)
BAGIAN LABA BERSIH PERUSAHAAN
ASOSIASI
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK
(29.571.013.877)
(27.981.351.518)
BEBAN PAJAK
28.486.225
LABA BERSIH
(28.009.837.743)
22.134.043.666
22.134.043.666
*) Disajikan dengan metode ekuitas
Page 3 4
Global Reports LLC
P . T. G L O B A L L A N D D E V E LO P M E N T Tb k
( d a h u lu P .T . K R I D A P E R D A N A I N D A H G R A H A T b k )
D AN AN AK PE RU SA H AA N
L A P O R A N P E R U B A H A N E K U I TA S T E R S E N D I R I I N D U K P E R U S A H A A N
U N T U K P E R IO D E - P E R I O D E Y A N G B E R A K H I R 3 1 M A R E T 2 0 0 9 D A N 2 0 0 8
M o d a l Sa h a m
S a ld o p e r 1 J an u a r i 2 0 0 8
P en a w a ra n u m u m t er b a t as I
8 3. 9 4 9 . 7 50 . 0 0 0
1 . 6 7 8. 9 9 5 . 0 00 . 0 0 0
T a m b a ha n M o d a l
D is et o r - B er s ih
2 4 . 7 7 4 .7 7 5 . 5 9 6
( 3 3 .0 1 4 . 6 7 7 .5 0 0 )
K eu n t u n ga n B elu m
D ir ea lis a s i A t a s
E f ek T er s e dia D iju a l
3 .8 9 3 . 4 6 9 .6 0 0
-
S e lis ih tr a n s a k s i
P er u b a h a n e k u ita s
a n a k pe ru s a h a a n
8 0 . 2 7 9 .8 4 7 . 0 9 6
S a ld o L a b a
( D e fis it )
1 0 . 3 0 8 .6 8 2 . 0 2 5
J u m la h E k u it a s
2 0 3 .2 0 6 . 5 2 4. 3 1 7
-
-
1 . 6 4 5 .9 8 0 . 3 2 2. 5 0 0
-
-
( 3 .8 9 3 . 4 6 9. 6 0 0 )
-
( 8 0 .2 7 9 . 8 4 7. 0 9 6 )
K eu n t u n g a n b e lum d ire a lis as i
a ta s e fe k te rs e d ia d iju a l
-
-
S elis ih tr a n s a k s i p e ru b a h a n
ek u it a s an a k p er u s a h a a n
-
-
-
( 8 0 .2 7 9 . 8 4 7 .0 9 6 )
L a b a b er s ih p e rio d e b er ja la n
-
-
-
-
2 2 . 1 3 4 .0 4 3 . 6 6 6
2 2 .1 3 4 . 0 43 . 6 6 6
-
-
3 2 . 4 4 2 .7 2 5 . 6 9 1
1 . 7 8 7 .1 4 7 . 5 7 3. 7 8 7
9 .1 9 7 . 9 7 0 .0 3 0
-
(9 7 . 2 6 2 .3 2 3 . 7 7 5)
1 . 6 6 6 .6 4 0 . 4 9 4. 3 5 1
2 .9 9 6 . 5 8 7 .8 6 3
-
S a ld o p e r 3 1 M ar et 2 0 0 8 ( T id a k D ia u d it )
1 . 7 6 2. 9 4 4 . 7 50 . 0 0 0
( 8 .2 3 9 . 9 0 1 .9 0 4 )
S a ld o p e r 1 J an u a r i 2 0 0 9
1 . 7 6 2. 9 4 4 . 7 50 . 0 0 0
( 8 .2 3 9 . 9 0 1 .9 0 4 )
K eu n t u n g a n b e lum d ire a lis as i
a ta s e fe k te rs e d ia d iju a l
-
-
L a b a b er s ih p e rio d e b er ja la n
-
-
S a ld o p e r 3 1 M ar et 2 0 0 9 ( T id a k D ia u d it )
1 . 7 6 2. 9 4 4 . 7 50 . 0 0 0
( 8 .2 3 9 . 9 0 1 .9 0 4 )
( 3 .8 9 3 . 4 6 9 .6 0 0 )
1 2 .1 9 4 . 5 5 7 .8 9 3
2 .9 9 6 . 5 8 7. 8 6 3
-
(2 8 . 0 0 9. 8 3 7 . 7 43 )
-
(1 2 5 . 2 7 2 .1 6 1 . 5 1 8)
( 2 8 .0 0 9 . 8 3 7. 7 4 3 )
1 . 6 4 1 .6 2 7 . 2 4 4. 4 7 1
* ) D is a jik a n d e n g a n m e to d e e k u ita s
Page 35
Global Reports LLC
P.T. GLOBAL LAND DEVELOPMENT Tbk (INDUK PERUSAHAAN SAJA)
INFORMASI TAMBAHAN
UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2009 DAN 2008
2009
(Tidak Diaudit)
Rp
2008
(Tidak Diaudit)
Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan dan lainnya
Pembayaran pajak penghasilan
Pembayaran kepada pemasok, karyawan dan pihak ketiga
1.164.914.731
(24.000.000)
(867.231.402)
(221.221.924)
(10.987.613.816)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Untuk Aktivitas Operasi
273.683.329
(11.208.835.740)
(342.799.881)
1.000.000.000
3.700.746
-
(13.032.811.314)
(761.913.000.000)
(6.500.000.000)
5.475.000.000
60.836.300
(304.774.014)
(415.802.717.375)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aktiva tetap
Penambahan investasi jangka panjang
Pemberian pinjaman jangka panjang
Perolehan penjualan hak opsi
Penerimaan deviden
Pendapatan bunga
Biaya bunga
Penempatan dana pada investasi lain-lain
Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan Untuk)
Aktivitas Investasi
660.900.865
(1.192.017.466.403)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari right issue
Penerimaan dari pinjaman
Pembayaran anjak piutang
-
1.205.995.000.000
(1.627.452.000)
Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan Untuk)
Aktivitas Pendanaan
-
1.204.367.548.000
KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS
934.584.193
1.141.245.857
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE
1.185.298.819
1.092.286.042
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE
2.119.883.012
2.233.531.899
Page 3 6
Global Reports LLC
Fly UP