...

(Mengapa Wanita Berpaling ke Islam)

by user

on
Category: Documents
11

views

Report

Comments

Transcript

(Mengapa Wanita Berpaling ke Islam)
http://www.buktisaksi.com | Hal 1
MELANGKAH
KE DALAM
BAYANG-BAYANG
MENGAPA WANITA BERPALING
KEPADA ISLAM?
ROSEMARY SOOKHDEO
Edisi Terbaru
http://www.buktisaksi.com | Hal 2
Dipublikasikan oleh Isaac Publishing. The Old Rectory, River Street,
Pewsey, Wiltshire SN9 5DH United Kingdom
Edisi Perdana dipublikasikan di United Kingdom May 2005
Edisi Kedua dipublikasikan Maret 2007. Dicetak Ulang 2008
Hak Cipta 2007 Oleh: Rosemary Sookhdeo
Semua kutipan Alkitab diambil dari Indonesian Literal Translation (KSILT) terbitan Yayasan Lentera Bangsa
ISBN 978-0-9547835-7-0
http://www.buktisaksi.com | Hal 3
Kata Pengantar
Mengapa setiap tahun ada ribuan wanita, termasuk wanita-wanita Kristen, berpaling
kepada Islam? Apakah yang menarik dari Islam dan apa yang dapat kita lakukan
berkenaan dengan hal itu?
Buku ini menjangkau jauh ke dalam hidup beberapa wanita yang menikah dengan orang
Muslim atau berpaling kepada Islam secara sadar dan menyingkapkan apa yang terjadi
pada mereka. Buku ini membuka dan menganalisa masalah-masalah dan pergumuluanpergumulan yang dihadapi para wanita itu dan mengemukakan implikasi-implikasi
jangka panjang dari keputusan mereka menikahi Muslim dan memeluk Islam.
Buku ini wajib dibaca semua orang-tua, gembala dan pemimpin gereja, dan layak
diberikan pada mereka yang akan menikahi Muslim atau akan memeluk Islam.
UCAPAN TERIMAKASIH
Saya ingin berterimakasih kepada wanita-wanita pemberani yang merelakan kisah
mereka diceritakan dalam buku ini. Semua nama telah diubah dan sebahagian dari
kisah mereka telah diedit untuk keamanan mereka.
TENTANG PENGARANG
Rosemary Sookhdeo telah menikah dengan Patrick Sookhdeo selama 36 tahun. Patrick
berasal dari latar-belakang Muslim dan bertobat menjadi seorang Kristen beberapa
tahun sebelum mereka menikah. Selama lebih dari 30 tahun Rosemary telah terlibat
dalam hidup para wanita yang menikah dengan pria Muslim, dan buku ini adalah sebuah
refleksi dari pengalamannya.
http://www.buktisaksi.com | Hal 4
DAFTAR ISI
Halaman
Introduksi .............................................................................................
6
Bab 1: Aku Hidup Dalam Mimpi ...........................................................
9
Bab 2: Apa Yang Menarik Kaum Wanita Kepada Islam ......................
15
Bab 3: Aku Ditarik Dari Panggilanku Sebagai Misionaris .....................
21
Bab 4: Pertobatan Melalui Keyakinan ..................................................
30
Bab 5: Perbedaan-Perbedaan Kultural Dan Religius Antara Islam
dan Barat .................................................................................
42
Bab 6: Apa Yang Dikatakan Islam Mengenai Wanita ..........................
48
Bab 7: Apa Yang Terjadi Ketika Seseorang Meninggalkan Islam .......
55
Bab 8: Apa Yang Diyakini Oleh Orang-Orang Muslim .........................
59
Bab 9: Apa Yang Bisa Dilakukan .........................................................
66
Bab 10: Memperbandingkan Perbedaan-Perbedaan
Antara Islam dan Kristen ........................................................
73
http://www.buktisaksi.com | Hal 5
INTRODUKSI
Baru-baru ini saya dan suami mengadakan sebuah pertemuan di sebuah kota
kecil di Selandia Baru mengenai “Bagaimana Memahami Islam”. Kota itu agak terpencil
dan tentu saja tidak ramai. Setelah pertemuan usai, seorang wanita menemui saya dan
terlihat sangat kuatir dan cemas. Kemudian ia menceritakan bahwa: putrinya baru saja
bertunangan dengan seorang pria Muslim, seorang pengungsi dari Afghanistan yang
belum lama ini tiba di Selandia Baru. Pertanyaan yang ingin diajukannya pada saya
adalah: apa yang dapat dilakukannya berkenaan dengan masalah ini? Ia tidak dapat
mengerti mengapa ini bisa terjadi. Putrinya telah dibesarkan di lingkungan gereja,
mengikuti sekolah Minggu dan juga kegiatan-kegiatan pemuda. Apa yang salah?
Setelah menyelesaikan studi putrinya bekerja di tengah para pengungsi dan hal itu
menyebabkan ia mempunyai hubungan yang dekat dengan pria-pria Muslim.
Ini bukanlah insiden yang baru. Di akhir semua pertemuan yang kami adakan
setidaknya ada satu orang yang datang menemui saya dan menceritakan tentang
seorang anggota keluarga mereka atau teman yang telah menikah, atau akan menikahi
seorang Muslim, dan akibatnya memeluk Islam.
Dimanakah fenomena wanita-wanita Kristen menikahi pria Muslim dan kemudian
memeluk Islam ini terjadi? Ini terjadi di banyak gereja dan kelompok masyarakat. Para
orang-tua Kristen yang saya temui berasal dari berbagai denominasi gereja; beberapa
adalah anggota The Brethren, beberapa yang lain adalah Anglican, ada pula yang
berasal dari Gereja Baptis, dan juga dari kalangan Injili. Putra-putri mereka telah
dibesarkan dalam iman Kristen, dan banyak yang telah menerima Kristus dalam hidup
mereka. Mereka adalah anggota-anggota gereja, dan telah mengikuti kelompokkelompok pemuda dan telah menjadi bagian integral gereja. Kemudian mereka masuk
ke perguruan tinggi dan mengikuti persekutuan doa. Beberapa orang muda itu kemudian
jauh dari Tuhan, dan sebelum mereka menjadi Islam, mereka adalah bagian dari
kebudayaan Barat yang sekuler dan post-modern. Satu hal yang masih sama-sama
mereka miliki adalah orang-tua yang merupakan anggota tetap gereja-gereja Injili yang
telah membesarkan mereka dalam tradisi Kristen yang kuat, yang mengasihi mereka
dan senantiasa mendoakan mereka.
Namun demikian, bukan hanya orang-orang muda yang menikahi Muslim dan
memeluk Islam. Di akhir sebuah pertemuan gereja dimana suami saya menjadi
pembicaranya dengan tema “Bagaimana Orang Kristen Harus Memahami Islam”,
seorang wanita yang hampir berusia 60 tahun datang dan berbicara pada suami saya.
Suami saya sangat terperanjat mendengar bahwa maksud kedatangannya ke
pertemuan itu adalah untuk menjadi seorang Muslim, dan ia berpikir bahwa suami saya
dapat mengatakan padanya apa yang harus dilakukannya. Ia berasal dari latar-belakang
kelas menengah, hanya seorang wanita biasa yang memperhatikan masyarakat dan
merasa bahwa nilai-nilai dalam masyarakat telah merosot dan menjadi rusak. Ia telah
memperhatikan gereja dan merasa bahwa gereja pun tidak dapat memberi solusi apaapa, maka ia mulai berpaling kepada Islam yang dianggapnya dapat menjadi sebuah
pilihan, karena dari luar nampaknya Islam sangat menarik. Ia sedang mencari dan ingin
mencoba apapun yang dapat memberikannya kepuasan. Ia adalah representasi
http://www.buktisaksi.com | Hal 6
sejumlah besar pria dan wanita yang memeluk Islam karena sebuah kesalahan. Oleh
karena kecewa dengan kekristenan dan masyarakat, mereka berpikir bahwa alternatif ini
akan memberi mereka jawaban.
Kategori lain dari para wanita Kristen yang memeluk Islam adalah mereka yang
telah bercerai atau menjadi janda dan sangat kesepian. Seringkali mereka adalah
wanita-wanita berusia 50 tahun atau lebih. Mereka berasal dari kelas menengah,
berpendidikan, mereka memiliki rumah sendiri dan mempunyai kondisi keuangan yang
sangat baik, dan karena itulah mereka menjadi target untuk dinikahi oleh pria Muslim
dan kemudian diarahkan untuk menjadi pemeluk Islam.
Saya menghadiri sebuah konferensi kepemimpinan Kristen dimana suami saya
mengikuti sebuah seminar mengenai “Bagaimana Memahami Islam Setelah 9/11
(runtuhnya gedung WTC di New York)”. Konferensi itu diadakan oleh sebuah kelompok
persekutuan Injili yang terkenal yang merepresentasikan ratusan gereja, baik di Inggris
Raya dan juga negara-negara lain. Sekali setahun mereka mengumpulkan para
pemimpin dari berbagai belahan dunia untuk mengikuti pelatihan dan persekutuan. Di
tengah-tengah seminar ini, seorang pria muda berdiri dan berkata di hadapan 600 orang
yang hadir bahwa ia ingin menjadi seorang Muslim. Ruangan seminar itu seketika
dicekam suasana horor, karena tidak seorangpun yang dapat mempercayai apa yang
telah mereka dengar. Bagaimana mungkin seorang Kristen dalam kepemimpinan gereja
dapat mengatakan hal seperti itu? Apakah ini sebuah lelucon? Tidak; ini adalah sebuah
situasi yang serius. Suami saya dengan bijak mengatakan bahwa ia yakin ada
seseorang yang dapat menolongnya setelah seminar usai.
Kita cenderung berpikir bahwa kategori-kategori orang tertentu kebal terhadap
gagasan untuk memeluk Islam, dan orang-orang yang termasuk ke dalam kategori ini
adalah para pengerja gereja, para pemimpin gereja, dan para misionaris. Tetapi hal itu
tidaklah demikian. Pada tahun 1980-an saya mengenal seorang misionaris wanita di
Pakistan yang dipulangkan karena ia telah menjalin hubungan dengan seorang pria
Muslim. Belum lama ini seorang misionaris di Afrika dari sebuah badan misi Injili
memeluk Islam. Di sebuah keluarga misionaris lainnya, ketika sang istri dan anakanaknya pulang ke negaranya untuk sementara waktu karena ada keperluan keluarga,
istrinya menerima surat dari suami yang mengatakan pada istrinya agar tidak usah
kembali lagi ke ladang misi. Ia berkata bahwa ia telah jatuh cinta pada seorang gadis
Muslim. Ia akan menikahinya dan akan memeluk Islam.
Semua contoh yang saya kutip diatas, adalah sesuatu yang semakin hari semakin
umum terjadi. Baru-baru ini, kami pergi ke sebuah gereja di East End London dan
seorang sahabat kami yang telah kami kenal selama 40 tahun mengatakan bahwa putri
mereka telah menjalin hubungan dengan seorang Muslim. Ada anggota-anggota
Parlemen yang anak-anaknya menikahi orang Muslim. Lord Birt, mantan direktur BBC,
mempunyai seorang putra yang telah memeluk Islam. Kita semua juga telah mendengar
tentang Jemima Khan yang memeluk Islam karena menikah dengan Imran Khan,
mantan pemain kriket Pakistan. Ada juga Putri Diana, yang menjalin hubungan dengan
seorang ahli bedah Pakistan dan kemudian dengan Dodi Al Fayed.
Di kota kecil tempat tinggal saya, yang populasinya hanya 4000 jiwa, saya
mengenal 4 gadis yang telah menikahi orang Muslim. Dua diantara mereka adalah putri
http://www.buktisaksi.com | Hal 7
dari seorang Vicaris Emeritus yang pernah menjadi misionaris di Timur Tengah, yang
satu adalah putri tetangga kami dan sekarang tinggal di Oman dan yang keempat
menikah di Turki dan sekarang bersembunyi dengan putrinya.
Sangat sulit untuk mengetahui berapa banyak wanita Barat atau Kristen yang
berpaling menjadi pemeluk Islam, tapi jumlahnya tidak sedikit. Suami saya menjadi
pembicara di sebuah konferensi Kristen yang besar baru-baru ini yang diikuti oleh 300
orang dari berbagai wilayah di Inggris. Ketika ia meminta para peserta mengangkat
tangan jika mereka mengetahui ada orang yang memeluk Islam, 50% peserta
mengangkat tangan mereka. Ia banyak kali menanyakan pertanyaan yang sama di
pertemuan-pertemuan besar yang diikuti orang-orang dari banyak tempat dan jumlah
rata-rata setidaknya 30% dari yang hadir. Diperkirakan ada 30.000 orang Barat atau
Kristen selama lebih dari 10 tahun terakhir ini yang telah memeluk Islam, mayoritas
diantaranya adalah kaum wanita. Jadi, apakah sebenarnya yang menarik dari Islam?
http://www.buktisaksi.com | Hal 8
BAB 1
AKU HIDUP DALAM MIMPI
Kisah Mary
Semuanya berawal dari sebuah liburan yang biasa-biasa saja di negara Afrika
Utara dengan sahabatku, sebuah liburan agar aku dapat beristirahat dan menikmati
hangatnya matahari. Pada saat pertama aku bertemu dengan Qasim, aku sama sekali
tidak tertarik padanya. Aku malah berpikir ia tertarik pada temanku. Ia tampan, bijak,
lucu dan cerdas, walau tidak terpelajar namun sangat kebarat-baratan. Ia cukup berhasil
di sekolah tetapi tidak dapat melanjutkan pendidikannya karena orang-tuanya tidak
mampu. Kami mengalami masalah dalam berkomunikasi karena ia tidak dapat
berbahasa Inggris, hanya bahasa Perancis sehari-hari, sedangkan bahasa Perancisku
berantakan. Saat kami berusaha untuk berkomunikasi ia menunjukkan perhatian yang
besar, dan sepertinya ada sesuatu dalam dirinya yang membedakannya dari semua
orang yang pernah aku temui, dan aku merasa bahwa dia adalah jodohku. Qasim
membuatku merasa istimewa. Cara bicaranya tidak licik, tidak teratur namun polos; tidak
duniawi namun ada kemurnian di dalamnya. Ini benar-benar sebuah pengalaman baru
untukku. Ketika aku memikirkan perjalanan-perjalanan pertamaku ke Afrika Utara
seakan-akan ia selalu selangkah di depanku dan aku dibawa untuk percaya bahwa
sejauh ini tidak ada masalah sama sekali.
Ia juga berbicara mengenai Tuhan, dan sebagai seorang Kristen yang tidak
mengetahui apa-apa mengenai iman Muslim, menurut saya hal itu dapat diterima.
Kenyataannya, ia berbicara mengenai Tuhan seakan-akan ia hampir saja menjadi
seorang Kristen. Dia sangat bermoral dan benar dalam segala aspek untuk mengenalku
dan sikapnya tidak bercela.
Oleh karena kesulitan yang kami alami dalam berkomunikasi, aku berusaha
mencari sebuah cara agar kami dapat saling mengerti dan aku dapat mulai memahami
pikiran seorang Arab. Aku menjelajahi toko-toko buku dan perpustakaan-perpustakaan
untuk mecari tulisan-tulisan mengenai cinta romantis, dan akhirnya aku menemukan
beberapa buku dalam bahasa Perancis dan mencoba membacakannya padanya untuk
menjelaskan perasaanku. Salah satu dari buku-buku itu berkisah tentang seorang
wanita yang jatuh cinta pada seorang pria miskin dari “jalur yang salah” dan harus
terlibat dengan masalah-masalah yang ada di dalamnya. Ia menyuarakan apa yang aku
rasakan mengenai hidupku dan menunjukkan padaku akan seperti apa hidupku
bersama pria ini. Qasim memahaminya seakan-akan itu juga akan menjadi bagian
hidupnya. Ia menangis bahagia karena dia tidak percaya bahwa ia telah menemukan
seorang wanita yang berpikir seperti ini mengenai cinta romantis. Bagi seorang wanita
Barat yang harus berhadapan dengan situasi ini, bagiku ini sesuatu yang belum pernah
terdengar dan tiba-tiba aku bertanya-tanya jika kami telah kehilangan sesuatu, karena
para pria Barat tidak bersikap seperti itu. Mengapa semua orang merahasiakan cara
hidup Muslim yang indah ini, padahal jelas sekali itu jauh lebih menyenangkan? Pasti
ada sesuatu yang salah dalam diriku atau kebutuhan akan kasih yang terlihat olehnya
dan ia dapat memenuhinya.
http://www.buktisaksi.com | Hal 9
Qasim mengalami permohonan visanya untuk mengunjungiku di Inggris beberapa
kali ditolak dan ini membuatku gila. Jadi beberapa kali aku melakukan perjalanan pergipulang, karena aku tidak sanggup membayangkan pria malang itu bergumul dengan halhal itu. Aku sangat menginginkan agar hubungan ini dapat menjadi lebih serius, karena
aku tidak ingin ini hanya menjadi sebuah hubungan fisik tanpa pernikahan. Setahun
setelah pertemuan itu kami mengadakan pesta pernikahan yang besar dan
mengundang banyak orang.
AKU JATUH CINTA PADA CARA HIDUPNYA
Aku pergi ke tempat tinggalnya dan menyadari bahwa tidak semuanya berbau Barat.
Ketika aku mendengar muazin mengumandangkan azan, waktu itu rasanya
menyenangkan dan romantis. Aku selalu tertarik pada kebudayaan-kebudayaan yang
berbeda dan menyadari bahwa hidup yang baru ini bukanlah soal kesejahteraan materi,
tapi kesejahteraan dalam hubungan dengan kekayaan kehidupan keluarga dan ketaatan
kepada Tuhan. Ketika aku memandangi desa yang kecil ini seakan-akan aku sedang
melihat Betlehem dan bagi seorang Kristen hal itu menimbulkan perasaan kekaguman
kepada Tuhan. Kerinduanku untuk diperhatikan dan dikasihi telah terpenuhi ketika ia
mencapai bagian terdalam dari batinku.
Di desa itu ada tradisi dan cara hidup yang sangat tua, dan aku menikmati
kenyataan bahwa aku hidup dalam masyarakat yang sangat berorientasi pada pria,
dimana kaum prianya sangat memegang kendali. Para wanita mempunyai semangat
berjuang yang tidak terpadamkan dan aku mengaguminya. Tetapi aku mulai menyadari
bahwa tanggung-jawab pernikahanku dengannya termasuk keluarganya juga. Aku
diberitahu bahwa seandainya Qasim menceraikanku maka ia tidak diperbolehkan
pulang, dan bagiku itu adalah sebuah jaminan dan sebuah keyakinan bahwa pernikahan
kami akan langgeng, karena betapa tidak terbayangkan jika ia tidak akan pernah dapat
mengunjungi keluarganya lagi. Perceraian akan mempermalukan seluruh keluarganya.
Aku sangat menginginkan pernikahan ini dapat berhasil sehingga banyak hal di
dalamnya yang harus kuevaluasi malah kuabaikan.
KEHIDUPAN DI INGGRIS
Aku membayangkan tahun pertama kami di Inggris akan terasa sulit, karena
Qasim berasal dari kebudayaan yang sama sekali berbeda. Setelah beberapa waktu ia
berhasil mendapatkan pekerjaan dan mulai membenci kenyataan bahwa ia harus
menafkahi kami sebagai sebuah keluarga, karena ia beranggapan bahwa itu adalah
tanggung-jawabku. Salah-satu dari sekian banyak hal yang penting baginya adalah
untuk terus mengirimkan uang kepada keluarganya. Kami telah berhasil memperbaiki
rumah di Afrika Utara, dan tempat itu telah diubah. Aku mulai menemukan bahwa
tugasku adalah untuk terus mendukung keluarganya di kampung halamannya, tapi
karena aku sangat mencintainya aku ingin menolongnya dengan segenap kemampuanku.
http://www.buktisaksi.com | Hal 10
Qasim tidak punya bayangan akan apa yang diharapkan darinya dalam hubungan
kami di Inggris. Sekitar 2 atau 3 bulan setelah tiba di Inggris dia mulai bersikap sangat
aneh. Ia sering jalan-jalan sendirian, dan aku berpikir ia hanya menjelajahi kota tempat
tinggal kami. Kemudian ia mulai memperlakukan aku sebagai seorang saudara
perempuan atau bibi dan menjabat tanganku di jalan dan berkata bahwa ia akan keluar
untuk minum kopi. Dia tidak pernah mau menciumku. Seakan-akan ada orang yang
sedang memata-matainya. Bagiku ini sikap yang ganjil karena kami selalu melakukan
segala hal bersama-sama.
Perlahan aku menyadari bahwa ia mulai mengorganisir hidupnya sendiri. Dia
mempunyai jaringan kontak yang tidak kuketahui sama sekali; sebuah jaringan kerja
para pria Arab yang suka dikunjunginya, yaitu orang-orang Libya, Maroko, Algeria, dan
Saudi. Aku mulai mendengar percakapannya yang berisi komentar-komentar anti Eropa
dan anti Barat, dan ia mulai menunjukkan betapa ia membenci kenyataan bahwa aku
adalah seorang Kristen. Setelah beberapa bulan di Inggris aku menyadari bahwa ia
mulai berubah, dan sekarang sebagai kepala keluarga, perkataannya menjadi hukum. Ia
juga dipandang sebagai kepala dari keluarga besar, dan dalam urusan-urusan pribadi
keluarga pendapat-pendapatnya mulai harus selalu dipatuhi. Ia seakan mendapatkan
sebuah sensasi kekuasaan yang baru dan ia menjadi semakin nyaman dengan dirinya
sendiri, makin otokratis dan makin egois. Ia tidak lagi tertarik padaku sebagai seorang
wanita, apalagi sebagai istri.
Berbulan-bulan berlalu dan ia mulai mengkhawatirkan visa permanennya untuk
tinggal di Inggris, karena pihak kedutaan telah memeriksanya untuk memastikan bahwa
ia masih tinggal denganku. Ketegangan hidup di Barat mulai memuncak, seiring dengan
cuaca dan tingginya biaya hidup. Ia mulai menyingkirkan aku dan ada pertengkaranpertengkaran yang diwarnai kata-katanya seperti “Berapa banyak waktu lagi yang masih
kumiliki?” Biasanya aku hanya menertawakannya, tapi diam-diam aku mulai khawatir
kalau visanya keluar maka tidak lama lagi ia akan pergi.
Qasim semakin lebih senang keluar sendirian dan suatu malam semua itu
memuncak dan ia pergi. Kemudian ia kembali, aku berharap dia tidak datang lagi.
Visanya masih belum keluar. Ketika visa permanennya keluar ia mulai semakin menjauh
dan akhirnya, setelah sebuah pertengkaran lainnya, ia mengatakan padaku bahwa ia
akan pergi dan tidak akan menghabiskan satu malam lagi di rumah. Aku sangat
terpukul, bertanya-tanya kemana ia akan pergi karena aku tidak dapat membayangkan
dia berjalan sendirian tanpa tujuan. Dia juga mengancamku dengan kekerasan fisik yang
juga merupakan aspek yang mengkhawatirkan berakhirnya hubungan kami. Aku tidak
dapat mengerti mengapa hubungan kami dapat berakhir, dan mulai merenungkan
kembali sikapku di tahun-tahun yang lalu dan aku bertanya-tanya apakah ada
perkataanku atau perbuatanku yang telah memberi andil dalam hancurnya pernikahan
kami. Apakah karena aku tidak cukup mengirimkan uang ke kampung halamannya;
apakah karena percakapan soal keintiman; apakah karena dia tidak punya banyak
teman di sini ataukah karena dia tidak menyukai pekerjaannya? Atau apakah ia merasa
terancam olehku? Dalam keadaan putus-asa aku menelepon layanan telepon untuk
wanita Muslim. Mereka juga tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Aku berpikir mestinya pernikahan kami dapat menjadi jembatan yang dapat
menolong orang-orang Kristen dan Muslim dan aku akan bahagia jika ia memelihara
http://www.buktisaksi.com | Hal 11
iman Muslimnya. Namun demikian aku tidak pernah dapat melepaskan iman Kristenku.
Namun aku pernah benar-benar berpikir bahwa hubungan kami dapat menolong banyak
orang. Sekarang aku tahu bahwa ini hanyalah angan-angan romantis dan aku harus
meninggalkan imanku, tetapi aku sangat mencintainya sehingga kadang-kadang aku
sendiri seperti melihat diriku melakukannya.
APA YANG SALAH
Aku merasa aku telah melakukan semuanya untuk menanggung Qasim dan
keluarganya dan sekarang merasa bahwa tujuan utama pernikahan kami adalah agar
dia mendapatkan visa. Semuanya ternyata hanyalah tipuan besar.
Hidupku dengannya telah menjadi jungkat-jungkit emosi dan sekarang aku sudah
benar-benar terkuras. Aku masih tidak dapat percaya bahwa aku berpikir kalau pria ini
dapat memenuhi semua kebutuhan emosionalku sebagai seorang wanita. Aku selalu
ingat bahwa segera setelah kami menikah maka cinta romantis ini dalam dirinya telah
sirna.
Ia berbohong padaku tentang umurnya dan mulai berbohong tentang komunikasi
kami. Tapi bagaimana aku dapat benar-benar mengenalnya jika ia hanya dapat sedikit
berbahasa Inggris dan bagaimana aku dapat memahami keluarganya? Semuanya itu
mustahil. Qasim salah mengerti mengenai apa yang diberikan dunia Barat karena ia
mengharapkan kehidupan disini sama dengan negerinya, namun dengan terpenuhinya
semua kebutuhan oleh karena kemakmuran negara ini. Ia tidak mengenal konsep
persahabatan antara pria dan wanita dan setiap kali aku berbicara dengan seorang pria
ia berpikir kalau aku berselingkuh.
Mengapa Qasim tidak bersikeras agar aku memeluk Islam, karena ini adalah hal
yang biasa terjadi ketika seorang gadis Barat menikahi seorang Muslim? Ia tidak
bersikeras seakan itu hanya usaha yang percuma, karena tujuannya menikah adalah
agar ia dapat pergi ke Inggris. Jika seorang pria Muslim tidak bersikap serius mengenai
sebuah pernikahan yang berumur panjang ia tidak akan tergerak untuk mempromosikan
Islam. Aku digunakan hanya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
Kisah Linda
[Linda adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Orang-tuanya bercerai ketika Linda
masih duduk di bangku SMP. Perceraian itu terjadi karena ayahnya berselingkuh.
Keluarga besar ibunya sangat marah oleh adanya perselingkuhan itu, sehingga mereka
mengganti nama marga Linda dan saudara-saudaranya yang tadinya menggunakan
marga ayahnya dengan nama marga ibunya. Sejak saat itu keluarga besar ibunya
mengambil tanggung-jawab memperhatikan Linda, saudara-saudaranya dan ibunya
secara finansial. Pengalaman ini sangat membekas dalam diri Linda sehingga ketika ia
memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya di Jawa Timur dan merantau
ke Sumatera, Linda memutuskan untuk kelak di kemudian hari ia akan menikahi seorang
pria yang usianya jauh lebih tua. Ia berharap dengan menikahi orang yang lebih tua, ia
http://www.buktisaksi.com | Hal 12
tidak akan mengalami perceraian seperti kedua orang-tuanya, karena Linda berpikir
bahwa pria yang lebih tua akan lebih peduli dan sabar.
Di Sumatera, Linda bekerja di sebuah perusahaan sebagai sekretaris. Rusli,
atasannya, adalah seorang pria yang usianya 15 tahun lebih tua dari Linda. Ia menduda
sejak istrinya meninggal dunia dan meninggalkan Rusli dengan tiga orang anak yang
masih kecil. Pada mulanya Linda merasa kasihan melihat atasannya kerepotan
mengurus ketiga anak itu. Namun ketika Rusli memintanya untuk menikahinya, Linda
tidak menolak. Di mata Linda, Rusli adalah seorang pria yang baik maka Linda pun tidak
menolak ketika Rusli memintanya untuk memeluk Islam dan menikah secara Islam. Saat
itu Linda sama sekali tidak mengerti tentang Islam, dan baginya yang penting adalah
bagaimana ia dapat menikah dengan pria yang lebih tua dan tidak bercerai.
Linda pun segera menjalani perannya sebagai istri dan sekaligus ibu bagi 3 orang
anak laki-laki yang masih kecil. Tidak sulit baginya melakukan hal itu karena ia mencintai
Rusli dan ketiga anaknya. Setahun kemudian Linda melahirkan seorang anak laki-laki.
Rusli sangat bahagia atas kelahiran putranya yang ke-empat.
Walaupun telah menjadi mualaf, Rusli tidak pernah memaksa Linda untuk sholat
dan belajar mengaji. Rusli pun tidak melarang Linda untuk tetap bergaul dengan temantemannya yang beragama Kristen. Rusli bahkan bersahabat baik dengan Andreas dan
Yohana, sepasang suami-istri Kristen yang menjadi sahabat Linda. Suatu hari, tanpa
sepengetahuan Rusli, Linda pergi ke sebuah persekutuan doa bersama Andreas dan
Yohana. Ia melakukannya karena walaupun ia telah menjadi mualaf kadangkala Linda
masih merindukan suasana ibadah Kristen yang penuh pujian dan penyembahan, dan
keakraban persekutuan. Ketika jemaat menyanyikan “manis lembut Tuhan Yesus
memanggil, memanggil aku dan kau...”, Linda menangis dan berdoa, “Tuhan Yesus, aku
merindukan-Mu..” Malam itu Linda memutuskan untuk kembali mengikuti persekutuan itu
minggu depan tanpa sepengetahuan Rusli.
Namun, rencana Linda tidak berjalan mulus. Rusli yang kemudian mengetahui
bahwa Linda telah dengan diam-diam pergi ke persekutuan Kristen menjadi marah
besar, dan mengancam akan menceraikannya. Linda terkejut dengan sikap Rusli seperti
itu. Walau ia tahu Rusli pasti tidak akan suka bila ia mengikuti persekutuan Kristen,
karena ia telah menjadi mualaf, Linda sama sekali tidak menduga kalau Rusli akan
semarah itu. Oleh karena trauma dengan perceraian orang-tuanya, Linda akhirnya tidak
pernah lagi datang ke persekutuan itu, karena ia tidak mau diceraikan Rusli. Rusli
kemudian memboyong istri dan anak-anaknya pindah ke kota lain untuk menjauhkan
Linda dari Andreas dan Yohana.
Di kota yang baru, ternyata Linda dan Rusli malah bertetangga dengan sepasang
suami-istri Kristen. Namun, belajar dari pengalamannya terdahulu, Linda sangat berhatihati dan membatasi pergaulannya dengan orang Kristen. Walaupun demikian, Linda
tidak dapat menahan perasaannya. Setiap hari Minggu pagi saat tetangganya berangkat
ke gereja, Linda akan mengintip dari balik tirai jendelanya dan menangis. Betapa ia juga
rindu dapat ke gereja lagi.
Setelah menahan perasaannya selama dua tahun, akhirnya Linda pergi menemui
tetangganya yang Kristen itu dan mencurahkan isi hatinya dan meminta tetangganya itu
http://www.buktisaksi.com | Hal 13
mendoakannya. “Selama ini aku berusaha melupakan Tuhan Yesus, namun sejak aku
menikah hingga hari ini aku merasa Tuhan selama ini berusaha mencariku. Aku ingin
kembali pada-Nya.” Tetangganya yang Kristen itu kemudian membimbingnya dalam doa
untuk kembali kepada Yesus. Sejak itu, apabila Rusli harus bertugas keluar kota, Linda
pergi ke rumah tetangganya yang Kristen itu untuk mengikuti pendalaman Alkitab.
Namun, Rusli kemudian mengetahui hal ini saat ia menemukan Alkitab Linda yang
disembunyikan diantara tumpukan pakaiannya di lemari. Kali ini Rusli benar-benar
murka. Rusli mengambil Alkitab itu, merobeknya, membantingnya, dan menginjak-injak
Alkitab itu. Ketika Rusli hendak membakar Alkitab itu, Linda memeluk kakinya erat-erat
sambil menangis dan berkata, “Kalau kau membakarnya, maka kau harus
membunuhku.” Rusli berkata, “Aku masih bisa mengampunimu kalau kamu berselingkuh
dengan pria lain. Tapi aku tidak dapat mengampunimu kalau kamu kembali jadi Kristen.
Tapi kalau kau tetap ingin kembali menjadi Kristen, maka aku akan menceraikanmu.
Kau boleh kembali kepada keluargamu, tapi hanya dengan baju di badan, dan tidak
membawa si bungsu.” Kali ini Linda benar-benar tidak berdaya, karena suaminya bukan
hanya mengancam akan menceraikannya, tapi juga mengambil putranya, anak yang
dilahirkannya. Kemudian Rusli membawa istri dan anak-anaknya pindah rumah lagi
untuk menjauhi tetangga mereka yang Kristen itu. Sejak itu Linda tidak pernah terlihat
lagi dan tak pernah lagi terdengar kabar tentang dia.]
http://www.buktisaksi.com | Hal 14
BAB 2
APA YANG MENARIK KAUM WANITA KEPADA ISLAM
Apakah yang menarik dari Islam? Mengapa banyak gadis Kristen yang bukannya
dibawa menuju altar untuk dinikahkan di gereja tapi malahan dinikahkan di mesjid?
Mengapa ada para pria dan wanita Kristen/Barat yang bisa dengan penuh keyakinan
memeluk Islam?
ISLAM DAN PERNIKAHAN
Alasan utama para gadis memeluk Islam adalah karena mereka jatuh cinta pada
seorang pria Muslim dan akhirnya menikahinya. Beberapa orang memeluk Islam
pada saat pernikahan, ada yang berpaling kepada Islam setelah pernikahan, ada yang
tidak sama sekali tetapi mengalami banyak kesulitan jika mereka ingin mengikut Kristus
atau ingin membesarkan anak-anak mereka sebagai orang Kristen.
JATUH CINTA PADA SEORANG MUSLIM
Tempat dimana besar kemungkinan hal ini untuk terjadi adalah di perguruan tinggi,
karena di sinilah hubungan-hubungan dibangun melintasi perbedaan-perbedaan budaya
dan ras. Menikmati perbedaan dari otoritas orang-tua, untuk pertama kalinya seringkali
seorang gadis dapat membangun hubungannya sendiri jauh dari pandangan kritis
keluarganya. Boleh jadi dalam kenaifannya ia menjalin hubungan dengan seorang
pemuda Muslim dengan cara yang sama dengan siswa-siswa lainnya. Yang tidak
disadarinya adalah jenis persahabatan antar jender semacam ini tidak ada dalam
budaya pemuda Muslim itu.
Dengan menjalin persahabatan ini ia mengirimkan sinyal-sinyal yang salah kepada
pemuda itu karena pemuda itu akan berpikir bahwa ia meneruskan hubungan ini kepada
hubungan fisik, dan sedang berkata “ayolah”. Dan saat pemuda itu menjadi lebih akrab
dengannya, pemuda itu jatuh cinta dan mengembangkan hubungan itu. Secara bertahap
si gadis jatuh cinta padanya, sehingga melupakan semua hal tentang “hanya sekedar
bersahabat”. Kadangkala hubungan ini berkembang sangat cepat sehingga si gadis
mengalami kesulitan untuk menarik diri, dan terjebak ke dalam pernikahan. Banyak
wanita yang menikahi seorang Muslim masuk rumah nikah dalam waktu yang singkat,
dan pertunangannya pun hanya sebentar. Biasanya mereka bertemu dan langsung
menikah hanya dalam tempo setahun.
Seorang pria muda Muslim dapat tampil sangat kebarat-baratan, jauh dari
keluarga dan budayanya dan seakan-akan bersikap seperti semua siswa lainnya. Bisa
jadi ia adalah seorang siswa perantauan dari sebuah negara Muslim, dan dalam
suasana studi, ia tampil dengan sikap Barat. Dalam situasi ini si gadis dapat melihat
http://www.buktisaksi.com | Hal 15
sedikit perbedaan antara kebudayaannya dengan kebudayaan si pemuda itu. Namun
demikian di Inggris dan negara-negara Barat lainnya ada banyak juga pemuda Muslim
yang dibesarkan dan dididik di Barat sehingga dalam segala aspek dapat tampil sama
seperti teman-teman Barat mereka. Banyak yang tampaknya tidak terlalu peduli dengan
agama mereka dan untuk pertama kalinya mencicipi kebebasan dari kekangan orangtua, yang dapat membawa mereka masuk ke daerah terlarang. Di perguruan tinggi,
mereka sekarang dapat berkencan dengan gadis-gadis Barat maupun gadis-gadis
berkebangsaan lain.
Bagi si gadis, seorang Muslim terlihat lebih eksotis, lebih menarik, lebih perhatian
dan lebih romantis daripada pria-pria lain yang pernah ia temui. Yang tidak disadarinya
adalah di balik permukaan seorang Muslim, ia sesungguhnya berasal dari budaya yang
sangat jauh berbeda dan juga cara hidup yang lain sama sekali, dan baru setelah
mereka menikah barulah si gadis mulai menyadari hal ini. Sebelum pernikahan ada
banyak hal yang menurutnya sangat indah, seperti ikatan keluarga yang erat,
penyambutan dan keramah-tamahan. Setelah menikah, ia mulai menyadari bahwa ia
tidak hanya menikahi seorang individu tetapi seluruh keluarga dan komunitas. Apa yang
kelihatannya indah sebelum mereka menikah perlahan-lahan mulai mempunyai
perspektif yang lain. Gadis yang saya sebutkan telah bertunangan dengan seorang
pengungsi Afghanistan; terus-menerus mengatakan pada ibunya betapa indah dan
akrabnya keluarga itu, dan betapa mereka sangat menyambutnya.
Belum lama berselang ketika kami mengadakan sebuah pertemuan di sebuah
gereja, seorang wanita menemui saya dan berkata bahwa putrinya baru saja menikahi
seorang Kurdi. Ibu ini telah pergi ke Kurdistan untuk menghadiri pernikahan dan
mengatakan bahwa keluarga itu sangat indah dan akrab. Seringkali inilah yang dilihat
orang luar, tetapi persepsi ini berubah total ketika si orang luar menjadi orang dalam.
Gadis-gadis lainnya bertunangan dengan seorang Muslim, pulang ke rumah dan
mencela keluarga mereka karena sekarang mereka beranggapan bahwa keluarga
mereka mempunyai hubungan yang tidak akrab. Mereka mengatakan kepada orang-tua
mereka bahwa semestinya mereka dapat lebih merasakan suasana keluarga yang
penuh kasih.
Tentu saja tidak salah jika tertarik dan menghargai budaya lain, seperti yang
dilakukan Mary ketika ia mengunjungi Afrika Utara. Memang baik mengagumi keindahan
dan keragaman dunia yang telah diciptakan Tuhan. Namun demikian, saat kita hidup
berdampingan dengan orang lain kita harus tetap menjaga identitas kita sebagai
seorang Kristen, dan keyakinan kita bahwa semua orang, dari latar-belakang budaya
apapun, sama-sama memerlukan Kristus.
“SINDROM DIANA”
Sejumlah wanita yang tertarik kepada pria-pria Muslim dapat digambarkan sedang
mengalami “sindrom Diana”. Seringkali mereka berasal dari latar-belakang keluarga
yang tidak sehat, mungkin suami-suami mereka telah meninggalkan mereka atau tidak
mempedulikan mereka, dan mereka amat sangat tidak bahagia. Seringkali mereka
mengalami ketidakstabilan emosi dan berusaha mencari kebahagiaan, atau mungkin
http://www.buktisaksi.com | Hal 16
mereka merasa bahwa mereka tidak dapat mempercayai suami mereka dan
menginginkan adanya stabilitas dalam hidup mereka. Ada yang sudah mempunyai anak.
Wanita-wanita seperti ini sangat rapuh dan dapat dengan mudah dieksploitasi, dan
dalam Islam mereka menemukan sebuah komunitas dan keluarga yang peduli pada
mereka. Mereka dapat diumpamakan seperti Putri Diana; kita ingat bagaimana ia
mencari kebahagiaan dan berusaha mencarinya dengan sungguh-sungguh – dan
mungkin mendapatkannya – dengan pria-pria Muslim.
Syukurlah banyak wanita rapuh yang menemukan komunitas dan penerimaan
yang penuh kasih dan rasa dimiliki dalam sebuah gereja lokal. Sedihnya, wanita-wanita
lainnya tidak mendapatkan pengalaman ini dalam gereja.
SATU MENGGAMBARKAN “SINDROM DIANA”
Orang yang mengingatkan saya akan “sindrom Diana” ini adalah Satu. Saya sudah
mengenal Satu selama bertahun-tahun sejak ia masih menjadi anggota gereja kami di
East London. Ia datang ke gereja setiap hari Minggu dan juga pada tengah minggu
untuk menghadiri pertemuan kopi pagi dengan putranya yang masih kecil. Ia bergumul
sebagai seorang Kristen dan tidak pernah menjadikan gereja ataupun Tuhan sebagai
prioritas dalam hidupnya. Ia juga sangat gelisah. Sebagai gereja kami berusaha
menolongnya dan suaminya, dan mempunyai hubungan yang erat dengan mereka oleh
karena mereka terlihat seperti pasangan yang miskin. Satu dilahirkan di Finlandia dan
datang ke Inggris mula-mula sebagai seorang pelajar yang sedang mencoba mencari
jalan keluar dari masalahnya dan kesempatan untuk dapat menjadi lebih baik. Ia
dulunya adalah seorang remaja yang bersemangat, tidak bisa diam dan pemberontak
yang berusaha keras mencari stabilitas dan kebahagiaan. Ibunya sudah meninggal
ketika ia masih kecil dan ia dibesarkan dalam lingkungan yang menurutnya sangat
menerapkan agama dengan ketat.
Di Inggris ia bertemu dengan seorang pemuda yang tampan, seorang Yunani
Cypriot dan jatuh cinta berat padanya. Kemudian mereka menikah dan mempunyai 2
anak. Kami semua tahu bahwa ia mempunyai pernikahan yang sulit, karena tidak
pernah benar-benar memahami dirinya, dan iapun tidak memahami suaminya dan
budaya suaminya itu. Pernikahan itu mengalami konflik budaya yang parah dan sangat
tidak sehat. Suaminya tidak pernah di rumah, dan ia yakin suaminya tidak sungguhsungguh mencintainya. Baginya pekerjaan rumah-tangga dan mengurus anak-anak
sangat membosankan. Ia terus-menerus keluar rumah dan tak lama kemudian mulai
menjalin persahabatan dengan pria-pria lain.
Suatu hari ia bertemu dengan seorang pria Muslim yang sangat mengasihi dan
peduli padanya, dan seringkali ia tinggal dengan pria itu di rumahnya. Dalam diri pria itu
ia menemukan kasih, kebahagiaan dan stabilitas yang sangat ia cari. Suatu hari ia
memutuskan untuk memberitahu suaminya bahwa ia akan meninggalkan suaminya
demi pria itu. Ini membuat suaminya mengamuk dan menyerangnya dengan sebuah
palu, dan menyebabkannya menderita luka yang sangat parah. Sadar dengan apa yang
telah dilakukannya, suaminya menelepon polisi. Satu diterbangkan ke rumah sakit,
http://www.buktisaksi.com | Hal 17
hampir mati dan tidak sadar selama berminggu-minggu. Suaminya ditangkap polisi dan
dipenjarakan.
Setelah sadar, Satu mendapati teman pria Muslimnya yang baru ada di sisi tempat
tidurnya. Ia membawa Satu pulang, mengurusnya dan meminta Satu untuk
menikahinya. Ini membuat Satu sangat bahagia sehingga ia menceritakan kabar
gembira itu pada teman-temannya dan meminta persetujuan mereka. Tidak banyak
yang menyetujui pernikahan itu. Satu menikahinya dan memeluk Islam. Setelah 2 tahun
lamanya mereka menikah, ia meninggalkan Satu karena Satu tidak dapat memberinya
anak. Segera setelah masalah perceraian selesai, pria itu menikah lagi dan mempunyai
anak. Dalam Islam ini sudah biasa terjadi: seorang pria dapat menceraikan istrinya jika
ia tidak dapat melahirkan anak, terutama anak lak-laki. Dalam situasi ini seorang pria
juga diperbolehkan menambah istri.
Sekarang Satu berumur sekitar 50 tahun dan tinggal sendirian di Rumah Susun di
East London dengan 2 putranya dari pernikahan pertama. Bila ia keluar rumah ia
mengenakan jilbab. Ia mengatakan bahwa ia tidak membaca Qur‟an dan nampaknya
tidak banyak tahu tentang Islam; kenyataannya ia sama sekali tidak tahu apa artinya
menjadi seorang Muslim. Tapi dalam Islam ia telah menemukan sebuah komunitas yang
baru, teman-teman baru dan cara hidup yang baru.
Saya memikirkan kisah ini dengan kesedihan yang mendalam karena saya
mengenal Satu selama bertahun-tahun, dan mengajarkannya kebenaran-kebenaran
Kristen dalam pertemuan-pertemuan rutin kopi pagi. Saya tidak pernah bisa percaya
bahwa ia akan menjadi seorang Muslim. Apa yang salah? Walaupun kami
mengajarkannya mengenai kekristenan, kami tidak pernah mengajarkannya mengenai
Islam dan perbedaan antara Islam dan Kristen. Pada akhirnya ia memilih, dan ia memilih
seorang pria Muslim dan sebagai akibatnya Islam mengalahkan imannya kepada
Kristus.
MENJADI TARGET UNTUK MENDAPATKAN VISA
Ada pria-pria Muslim yang benar-benar ingin tinggal di Barat, dan mereka tahu bahwa
dengan menikahi seorang gadis Barat mereka dapat mewujudkan mimpinya. Saya
mengenal beberapa wanita yang bersuamikan orang Muslim, yang kemudian
meninggalkan mereka segera setelah mereka mendapat visa permanen. Pria-pria
Muslim yang ingin datang ke Barat seringkali mencari wanita-wanita Barat yang berlibur
untuk kemudian menjalin hubungan dengan mereka. Kita melihat hal ini dalam kasus
Mary di Bab 1. Ketika para wanita pergi berlibur, mereka tidak terlalu waspada dan
mereka mencari waktu untuk bersenang-senang, menemukan cinta dan persahabatan.
Banyak wanita bertemu dengan suami-suami Muslim mereka ketika mereka sedang
berlibur di tempat-tempat seperti Tunisia, Turki, Maroko dan Mesir. Mereka jatuh cinta
dan tidak tahan dipisahkan dari pria-pria itu, lalu dalam waktu yang singkat mereka
menikah. Sangatlah biasa bagi pria-pria Muslim untuk mencari gadis-gadis Barat untuk
dijadikan target hanya demi mendapatkan visa.
http://www.buktisaksi.com | Hal 18
TERJEBAK KE DALAM PERNIKAHAN
Ali datang ke Inggris dari Tunisia dengan visa liburan dan kemudian bekerja di sebuah
restoran, dan di sanalah Carol bertemu dengannya. Carol pergi ke restoran itu untuk
makan-makan dengan sekelompok temannya, dan Ali bersikap sangat akrab dan tertarik
padanya. Carol mulai berkencan dengannya dan hubungan itu mulai berkembang.
Tiba-tiba terjadilah krisis: masa berlaku visanya sudah habis dan ia harus
meninggalkan Inggris, tapi ia sangat ingin tetap tinggal. Ali mengatakan padanya bahwa
ia sangat mencintai Carol dan meyakinkan Carol untuk menikahinya. Mereka menikah
dan pergi ke Tunisia untuk kunjungan singkat, dimana mereka mendapatkan visa agar
Ali dapat kembali ke Inggris. Carol tidak memberitahu orang-tuanya atau sahabatsahabatnya bahwa ia akan menikah. Ia masih berusaha membangun hubungan ini dan
masih tidak yakin apakah ia akan menikahi Ali atau tidak; ia masih ada dalam dilema.
Kenyataannya, ia terjebak ke dalam pernikahan. Ini adalah kisah yang biasa terjadi.
WANITA-WANITA YANG LEBIH TUA DAN PRIA-PRIA MUSLIM
Bukan hanya wanita-wanita muda yang jatuh cinta kepada pria-pria Muslim, tapi juga
wanita-wanita berusia berusia 40-an, 50-an dan bahkan lebih tua. Wanita-wanita ini
biasanya tidak menikah, sudah bercerai atau menjanda dan seringkali mempunyai
keuangan yang cukup baik. Yang menyatukan mereka semua adalah bahwa mereka
sangat kesepian dan mencari persahabatan dan cinta. Mereka menjelajahi negaranegara Afrika dan Timur Tengah dan bertemu dengan pria-pria Muslim yang kemudian
mereka nikahi, bahkan ada yang menikahi pria-pria yang lebih muda. Ketika masyarakat
Barat semakin merosot, dengan dampak-dampak yang menghancurkan keluarga dan
komunitas, banyak wanita mencari rasa dimiliki. Mereka menemukannya dalam konteks
islami dimana mereka kelihatannya diterima dalam keluarga dan komunitas Islam.
INTERNET
Dengan adanya ledakan kencan online, banyak wanita yang mencari suami di internet,
dan banyak yang menemukan pria-pria Muslim di sana dan menikahi mereka.
Baru-baru ini seorang wanita muda datang untuk wawancara guna mendapatkan
sebuah posisi di dalam pelayanan kami. Selain bekerja, ia mengikuti sebuah kursus
Alkitab dan sangat terbeban untuk menginjili orang Muslim. Ia telah mendapatkan
sebuah tempat untuk berbincang di internet dimana ia mulai mengabarkan Injil pada
beberapa pria Muslim. Dengan bersemangat ia menceritakan tentang seorang pria
Muslim di Pakistan yang telah menerima Kristus dan menjadi seorang Kristen karena
wanita muda ini telah memuridkannya. Saya bertanya padanya apakah pria itu pergi
beribadah di gereja dan ia mengatakan tidak. Ia menceritakan bahwa pria itu baru-baru
ini mengirim e-mail padanya, mengatakan bahwa ia akan pergi ke Inggris untuk
mengunjungi anaknya di sekolah dan ingin bertemu dengan wanita muda ini. Saya
merasa prihatin, karena jika pria ini bertemu dengannya maka hubungan ini akan
menjadi tidak terkendali. Sulit untuk menentukan lewat internet apakah seseorang itu
http://www.buktisaksi.com | Hal 19
benar-benar adalah seorang percaya, karena ada pria-pria yang menggunakan hal ini
hanya sebagai kedok untuk menikahi wanita-wanita Barat dan masuk ke negara-negara
Barat. Ada satu aturan dasar dalam penginjilan kepada orang Muslim, yaitu wanita
hanya boleh menginjili sesama wanita dan pria hanya boleh menginjili pria. Melanggar
aturan ini artinya mendobrak semua norma budaya dalam masyarakat Muslim.
http://www.buktisaksi.com | Hal 20
BAB 3
AKU DITARIK DARI PANGGILANKU SEBAGAI
MISIONARIS
Saya mengenal Helena dari Finladia selama lebih dari 20 tahun. Helena mendapat
sebuah rumah di St. Andrew‟s dan secara rutin menghadiri pertemuan kopi pagi setiap
hari Selasa dan persekutuan wanita setiap hari Kamis, dan juga ibadah Minggu selama
bertahun-tahun hingga akhirnya ia pindah rumah. Ia adalah seorang anggota gereja
yang penting dan berharga dengan karunia kehangatan dan keramah-tamahan. Helena
sering menerima saya dan banyak anggota gereja di rumahnya dan di sanalah saya
mengetahui tentang kesulitan-kesulitan yang dialaminya dengan pernikahannya dan
trauma-trauma yang dideritanya.
KISAH HELENA
Aku tiba di Tilbury pada tahun 1969 dengan sebuah koper dan pimpinan yang jelas dari
Tuhan untuk mempelajari bidang keperawatan dan untuk bekerja di negara lain sebagai
seorang misionaris. Saat itu aku berusia 20 tahun dan telah menempuh pendidikan di
sekolah Alkitab, kemudian bekerja di sebuah Rumah Misi dan juga terlibat dalam upayaupaya penjangkauan lokal.
Aku sangat menikmati pelatihan keperawatan yang kuikuti dan kemudian aku
melanjutkan studi kebidanan. Aku melihat mujizat saat ada kehidupan baru hadir ke
dalam dunia dengan selamat dan pemulihan si ibu sangat menakjubkan. Suatu hari,
kematian seorang bayi yang baru dilahirkan, yang terlalu lemah untuk menghadapi
pergumulan hidup, sangat menyentuhku. Aku menyadari bahwa memelihara kehidupan
dan memperhatikan mereka yang hidupnya hampir berakhir adalah sebuah panggilan
yang berharga.
Selama itu aku tinggal di East End di London. Aku sangat bersemangat dengan
pengalaman yang menyenangkan tinggal di tempat yang penuh warna, penuh kegiatan
karena banyak orang dari kelompok-kelompok etnis yang berbeda memenuhi pasarpasar dan toko-toko. Lingkaran sosialku mulai meluas ketika aku berkenalan dengan
sesama mahasiswa dari berbagai negara dan dari berbagai agama yang berbeda.
Ketika pertama kali aku bertemu “Mustafa” di kampus lokal hatiku bergejolak. Ia
kelihatan sangat istimewa. Ia adalah pria paling tampan yang pernah kulihat dan
tingkah-lakunya dan suaranya yang begitu menawan sangat menarik hati. Ia tidak
memperhatikanku namun aku memperhatikannya dari kejauhan. Ia sangat populer, dan
walaupun ia mempunyai reputasi sebagai seorang perayu wanita, ia berkencan dengan
banyak sahabatku. Aku tidak pernah menceritakan pada siapapun gaimana ia selalu
ada dalam pikiranku. Di luar dugaanku, suatu hari ia menelepon asrama perawat dan
mengajakku keluar, tapi aku sakit hati karena aku adalah orang terakhir dalam
daftarnya, jadi aku menolak dan mencoba melupakannya. Tiga tahun kemudian baru
aku bertemu lagi dengannya.
http://www.buktisaksi.com | Hal 21
HUBUNGAN KAMI DIMULAI SETELAH AKU BERTEMU DENGANNYA DI GEREJA
Aku melanjutkan pelatihan keperawatanku dan mulai menghadiri Persekutuan Perawat
Kristen dan gereja lokal. Ibadah-ibadahnya sangat hidup dan menggetarkan dengan
lagu-lagu yang indah dan pengajaran Firman yang baik. Tiba-tiba suatu Minggu Mustafa
muncul di gereja. Aku sangat senang melihatnya – ia adalah wajah yang tidak asing di
tengah lautan manusia dan kami mulai berbincang. Ia nampaknya baik-baik saja. Tidak
lama kemudian aku merasa yakin bahwa ia sekarang telah beribadah di gereja dan telah
memeluk iman Kristen dan semuanya akan baik-baik saja. Kami mulai sering bertemu.
Setelah 6 minggu, ia melamarku. Aku sangat kasmaran. Segala sesuatu yang lain
nampaknya tidak penting lagi. Kami adalah dua orang muda yang sedang jatuh cinta
dan hanya itulah yang penting. Namun demikian, ada satu hal yang sedikit mengusik
kebahagiaanku yaitu Mustafa mengatakan padaku bahwa jika keluarganya mengetahui
kalau aku berkulit putih dan berasal dari negara dan ras yang berbeda, mereka akan
menghalangi kami agar tidak menikah. Saat itu aku berpikir bahwa ini adalah sikap yang
sama sekali kolot. Aku memperoleh ijin khusus untuk menikah dan 2 orang asing yang
kami temui dijalanan sebagai saksi pernikahan kami. Aku menetapkan hati bahwa tidak
ada sesuatupun atau seorangpun yang dapat merusak kebahagiaan kami.
Di minggu-minggu pertama pernikahan kami segera aku menyadari bahwa
Mustafa tidak pandai dalam mengorganisir segala sesuatu; ia tidak mempunyai rencana
untuk hidup kami bersama. Setelah menikah aku masih tinggal di asrama perawat dan ia
tinggal dengan saudaranya laki-laki. Aku sampai harus memaksanya menulis surat
kepada ibunya mengatakan kalau ia telah menikah. Ia mengaku bahwa ia telah
mendapatkan gelar dari peguruan tinggi di Pakistan, tapi ketika ia mencoba mendaftar
untuk studi di Inggris ia tidak diterima untuk mengikuti sebuah kursus. Setelah beberapa
waktu ia mulai bekerja di sebuah kantor akuntan sebagai karyawan. Ia mengaku mampu
membeli rumah untuk kami tinggali namun diperlukan waktu bertahun-tahun agar hal ini
dapat terwujud. Aku sangat menginginkan keamanan dan tempat kami sendiri.
IA TELAH MENJADI KRISTEN TETAPI TEKANAN KELUARGA TERNYATA
TERLALU BESAR
Beberapa bulan setelah pernikahan akhirnya aku dapat bertemu dengan saudaranya.
Saat pertama bertemu dengannya ia sangat ramah dan menyenangkan. Namun
demikian, Mustafa sangat tidak mendapat restu karena menikahi seorang wanita Kristen
berkulit putih dan karena pergi ke gereja, dan ia diperintahkan agar tidak ke gereja lagi.
Aku juga dilarang pergi ke gereja. Mustafa menaatinya dan menyangkali Kristus karena
tekanan keluarga dan tingkah-lakunya berubah sejak hari itu. Saudara Mustafa juga
mengatakan padaku bahwa kami harus menikah secara Islam. Aku hanya tahu sedikit
tentang Islam, kecuali bahwa Islam berkontradiksi dengan Alkitab, jadi aku mengatakan
padanya bahwa aku tidak dapat tunduk kepada Qur‟an. Itu adalah akhir dari diskusi
kami.
Berdasarkan tradisi, kami kemudian tinggal di rumah abangnya yang tertua
dimana aku satu-satunya wanita di sana. Aku mengenakan pakaian Asia dan terlibat
dalam urusan rumah-tangga, kebersamaan keluarga besar dan berbelanja di pasarhttp://www.buktisaksi.com | Hal 22
pasar makanan Asia. Setelah setahun pernikahan kami aku melahirkan anak kami yang
pertama, seorang bayi perempuan yang sehat. Aku terperanjat melihat suamiku kecewa,
karena seperti umumnya pria Muslim, ia menginginkan seorang anak laki-laki. Aku
berusaha mengatakan padanya bahwa semestinya ia bahagia dengan kelahiran putri
kami. Dua dunia mulai bertabrakan. Dalam waktu yang singkat aku melahirkan anak
yang kedua – seorang bayi laki-laki. Kali ini Mustafa sangat bahagia dan bangga. Aku
merasa bahwa Tuhan telah dengan murah hati memberkati kami dengan dua anak yang
manis – laki-laki dan perempuan.
TAHUN-TAHUN PERNIKAHAN YANG SULIT
Selama dua tahun pertama pernikahan kami aku mulai sadar bahwa pria yang aku
nikahi adalah seorang pemarah. Ia menjadi sangat mudah tersinggung dan bersikap
mendominasi. Ia sering menyombongkan keluarganya yang kaya di Pakistan. Ia selalu
menuduh orang Inggris merampok negaranya dan mendatangkan kerusakan. Aku
berusaha mengatakan padanya bahwa aku berasal dari negara yang damai dan
semestinya tidak menjadi sasaran kebenciannya. Menurutku komentar-komentarnya
yang rasis bagiku sangat tidak mengenakkan. Aku memintanya pergi ke dokter karena
menurutku ia jelas menunjukkan gejala-gejala stres. Namun demikian nasehatku hanya
semakin membuat ia tersinggung.
Semakin banyak keluarganya yang datang dan tinggal di rumah kecil kami yang
hanya memiliki 3 kamar tidur. Rumah itu penuh sesak dan kami hanya mempunyai
sedikit privasi. Mustafa kadang-kadang pulang dengan bau alkohol dan meneriaki aku.
Abangnya akan berpihak padaku dan memarahinya. Kini pria menawan dan tampan
yang telah kunikahi berubah menjadi seorang tiran yang pemarah. Situasi di rumah tidak
dapat ditolerir lagi. Rumah pribadi kami masih merupakan impian, jadi kami mendaftar di
Departemen Perumahan.
SEJENAK BERNAFAS DALAM PERNIKAHAN
Kemudian ayahku di Finlandia jatuh sakit. Aku pergi mengunjunginya dengan anak-anak
sehingga ia dapat bertemu dengan cucu-cucunya karena kami tahu umurnya tidak akan
lama lagi. Perpisahan sementara dengan Mustafa sangat menyenangkan. Saat tinggal
dengan orang-tuaku aku harus bekerja untuk menghidupi kami karena Mustafa tidak
mengirimiku uang. Menurutku ini adalah kesempatan baginya untuk menenangkan
pikirannya. Aku sama sekali tidak tahu apa yang ada di hadapan kami.
Setahun kemudian ia datang ke Finlandia dan kami kembali ke Inggris bersamasama. Pada saat kami kembali, berita buruk telah menanti kami. Mustafa ditangkap oleh
polisi lokal. Ia telah dicari oleh interpol karena telah berhubungan dengan orang yang
mempunyai penyakit menular. Setelah beberapa hari aku mengetahui bahwa ia telah
bertemu dengan seorang gadis Finlandia di sebuah pesta; yang kini sedang dirawat di
Rumah Sakit oleh karena penyakit itu. Ia mengarang cerita agar ia dapat dimaafkan dan
ini menimbulkan pertengkaran yang hebat. Pengalaman pahit ini adalah sebuah syok
http://www.buktisaksi.com | Hal 23
yang traumatis dan hampir mengakhiri pernikahan kami. Aku sudah tidak dapat
mempercayainya lagi. Kini aku mengasihaninya dan menolaknya.
PERNIKAHAN YANG AMBRUK
Hidup menjadi semakin sulit karena Mustafa tidak senang menghabiskan waktu di
rumah; pekerjaan rumah-tangga menyiksanya. Ia sangat terganggu dengan suara anakanak bermain. Ia tidak suka masakanku. Ia sama sekali tidak mau membantuku, dan ia
menolak pergi membeli daging di tukang jagal Halal. Hal ini sangat mempermalukanku,
karena hanya kaum pria yang pergi ke toko itu. Mustafa berpesan padaku untuk
mengatakan pada si tukang jagal bahwa ia tidak suka mengantri di toko itu karena tidak
tahan dengan bau daging mentah. Tukang jagal itu memandangiku dengan wajah
bertanya-tanya – aku tahu ia merasa aneh karena aku yang datang ke situ dan
bukannya suamiku.
Ketika ibunya Mustafa, Amatzi, tiba dari Pakistan, aku segera menyukainya. Ia
seorang wanita yang kuat dan membumi dan mengajariku bagaimana memasak kari
dan membuat chapati. Suatu Minggu siang, ketika seluruh keluarga besar hadir untuk
makan siang bersama, ia mengatakan pada mereka bahwa aku sama dengannya ketika
ia masih muda, karena ia bekerja dengan keras dan berusaha mengurus keluarga dan
suaminya. Ia kemudian menambahkan bahwa aku lebih baik dari menantu-menantu
perempuannya yang lain. Ini mendatangkan konflik dan perpecahan diantara aku dan
anggota keluarganya yang lain dan tidak terlupakan.
Akhirnya kami pindah ke East London dan menempati rumah yang nampaknya
kedua termurah di kota, yang secara bertahap kami perbaiki. Mustafa masih menderita
stres dan menolak untuk mencari pertolongan; ia mulai keluar rumah sepanjang akhir
pekan, nongkrong di Marble Arch dengan teman-teman yang meragukan.
KECELAKAAN DI JALAN DAN KONSEKUENSINYA
Dua hari sebelum ujian akhir studi keperawatanku, aku mengalami kecelakaan yang
serius di jalan ketika menemani seorang pasien yang dirujuk ke rumah sakit lain. Aku
menderita cedera leher yang serius dan menetap yang mengakhiri karirku sebagai
perawat. Uang kompensasi yang kuterima menolongku untuk membayar hutang-hutang.
Bayi yang sedang kukandung pada saat kecelakaan itu terjadi - gugur sebulan
kemudian, namun dalam waktu setahun aku telah melahirkan seorang bayi laki-laki.
Setelah kecelakaan itu aku berusaha semampuku untuk mengurus rumah dan
memasak. Mustafa sama sekali tidak mau membantu walaupun aku harus istirahat total
karena kecelakaan itu, yang juga berdampak pada tulang belakangku. Cedera yang
kualami menyebabkan aku menderita sakit kepala yang hebat dan vertigo, dan setiap
kali aku melangkah tubuhku gemetaran dari tumit hingga kepala. Oleh karena aku tidak
dapat bekerja lagi, uang menjadi masalah karena kurangnya pemasukan sedangkan
kebutuhan kami banyak. Walaupun demikian, Mustafa tetap mengirimkan uang ke
Pakistan. Keberatan apapun yang kusampaikan hanya akan berujung pada
http://www.buktisaksi.com | Hal 24
pertengkaran, lalu ia pergi dari rumah, dan tidak kembali untuk waktu yang lama. Ia akan
meneriaki aku dan membuat aku merasa tidak berharga dan aku merasa aku hanya
dianggap sebagai penjaga rumah.
Ketika aku sedang mengandung anak keempat Mustafa semakin menjadi suka
menyiksa secara verbal maupun secara fisik sehingga aku harus tidur di kamar lain. Ia
terus-menerus meneriaki anak-anak, terutama terhadap putra kami yang tertua yang
pada suatu hari menderita sakit perut yang amat sangat, dugaanku ia mengalami radang
usus buntu. Aku ingin agar ia pergi ke dokter tetapi Mustafa menolak untuk
mengantarnya dengan mobil, maka aku yang membawanya tanpa menghiraukan
keadaanku yang sedang hamil besar dan kesakitan karena cedera leher yang parah,
aku menggendongnya sendiri. Ketika aku masuk, Mustafa memukul bagian belakang
kepalaku dengan keras. Beberapa hari kemudian ia berusaha menendang perutku.
Putra kami yang tertua dengan berani menghadapinya dan berteriak pada ayahnya agar
tidak memukuli aku, lalu dengan ketakutan ia berlari ke lantai atas untuk bersembunyi
dari ayahnya yang mengejarnya. Tuhan memberiku kekuatan untuk menghadapi
Mustafa dan mengatakan padanya untuk berhenti memukuliku.
MUSTAFA BERUSAHA MENGHANCURKAN IMANKU
Kini hanya sekali-sekali aku pergi ke gereja untuk mengikuti ibadah Minggu. Aku merasa
sangat hina dan pedih, terlalu takut untuk tinggal di rumah yang sama dengan Mustafa,
dan aku sangat kuatir akan masa depan. Aku memerlukan penghiburan dengan
mendengarkan pengajaran Alkitab dan menyanyikan lagu-lagu pujian yang aku kenal.
Mustafa sangat marah ketika mengetahui bahwa aku pergi ke gereja dan mulai
menunjukkan kemarahan yang mengerikan. Kehadiranku di gereja membuatnya sangat
murka hingga ia berupaya dengan segala cara untuk menghancurkan imanku. Ia
merobek-robek Alkitabku. Menurutnya tempatku adalah di rumah dan harus segera
datang jika ia memanggilku setiap Minggu pagi untuk menyajikan makanan untuknya,
tapi kemudian dia akan keluar rumah sepanjang hari. Apapun yang ingin kulakukan
sama sekali tidak relevan dan ia mulai sangat cemburu ketika aku keluar rumah. Ia
bahkan menuduhku telah berselingkuh, dan tuduhan itu sama sekali tidak benar. Aku
mulai melihat bahwa masalahnya adalah lebih dari sekadar stres di tempat kerja atau
keengganan untuk menjadi suami dan ayah yang bertanggung-jawab; aku menyadari
bahwa ia tidak lagi mencintaiku.
PERCERAIAN YANG TIDAK TERELAKKAN
Aku harus mendapatkan 2 perintah pengadilan untuk menyingkirkannya dari rumah
nikah. Proses perceraian itu berlangsung selama 2 tahun, dan Mustafa berupaya
dengan segala cara untuk merendahkan aku di pengadilan dan untuk mendapatkan hak
asuh atas anak-anak. Semua usahanya itu gagal. Suatu hari seorang wanita yang
adalah kerabat jauhnya meneleponku dan berusaha mengajak keluargaku ke rumahnya.
Ini membuatku waspada jangan-jangan ini adalah usaha untuk menculik anak-anakku.
Tidak lama berselang aku berjumpa dengan saudari iparku di jalan dan ia mengatakan
padaku agar aku pasrah dan menerima saja jika dipukuli oleh suamiku.
http://www.buktisaksi.com | Hal 25
Dua kali Mustafa memintaku untuk menerimanya kembali, ia menangis di telepon
dan memohon pengampunan tetapi ia mengatakan bahwa ia tidak melakukan
kesalahan. Aku merasa kasihan padanya dan mengundangnya untuk berkunjung. Anakanak mulai berjaga-jaga saat kedatangannya. Tingkah-lakunya sangat mengecewakan
dan merusak sehingga mereka menolak untuk menemuinya, apalagi untuk tinggal
dengannya lagi.
Kedua orang-tua Mustafa dan abangnya yang tertua kini telah meninggal. Ia
menikah lagi, dan istrinya yang kedua yang berasal dari Pakistan menggugurkan anak
mereka sehingga membuatnya harus mengeluarkan banyak uang untuk mengurus
perceraian mereka. Istri ketiganya adalah seorang gadis desa dari Pakistan, seorang
kerabat, namun ia masih saja terlibat dengan wanita-wanita lain. Mustafa kini menderita
serangan kecemasan dan telah menjadi seorang tua yang menderita.
KESIMPULAN
Hidupku tidaklah mulus. Orang-orang telah mengecewakanku, dan aku sudah keluar
masuk rumah sakit. Namun, kini saat aku melihat ke belakang, aku dapat melihat bahwa
pengalaman-pengalamanku sangat bernilai dan telah membawa banyak keuntungan
spiritual. Aku merasa bahwa perjumpaanku dengan Mustafa dan pernikahan kami
adalah hal yang benar dan Tuhan telah memberkati kami dengan anak-anak yang manis
dan cerdas. Dalam beberapa peristiwa aku belajar mengenai otoritas yang aku miliki
sebagai anak Tuhan karena banyak kali aku mengalami konfrontasi yang jelas dengan
kekuatan-kekuatan si jahat. Imanku bertumbuh semakin kuat dan lebih terang dan aku
tidak mempunyai keraguan.
Komitmenku kepada Kristus terus bertumbuh melalui hari-hari yang suram ketika
aku mulai sadar bahwa Mustafa adalah seorang yang penuh kepahitan, seorang
pembohong dan penipu. Ia menyombongkan kekayaannya; namun aku dan anak-anak
tidak melihat harta apapun. Aku mengkonfrontasikannya dengan kenyataan bahwa adikadiknya yang bergaji lebih kecil daripada kami dapat mempunyai rumah sendiri, dan
istri-istri mereka tidak perlu bekerja. Aku harus bekerja untuk mencukupi semua
kebutuhan kami. Ia selalu menjadi marah dan tidak mau menjawab. Mustafa sangat
dangkal. Ketika ia dikonfrontasi oleh abangnya soal pergi ke gereja, ia tidak memegang
teguh pendiriannya tetapi menuruti tuntutan abangnya itu. Sedikit iman yang telah
dimilikinya disangkali dengan kegagalannya untuk bersaksi dan mempertahankan apa
yang ia yakini. Ia lebih suka mempertahankan warisannya.
Ia tidak bersungguh-sungguh terhadap semua komitmennya. Ia selalu suka
menyenangkan orang agar mendapat keuntungan bagi dirinya sendiri. Selama tahuntahun pernikahan kami, tingkah-lakunya semakin memburuk, demikian pula
kebohongannya, kemarahan dan kekerasannya. Seringkali ia terlihat seperti seorang
yang sedang dihantui. Aku melihat kebencian terhadapku di matanya; sama sekali tidak
ada kepedulian atau belas-kasihan. Aku berketetapan aku tidak boleh dihancurkan oleh
orang yang nampaknya menderita ketidakwarasan, aku juga tidak mengijinkan anakanakku menderita karena hal itu.
http://www.buktisaksi.com | Hal 26
Stigma perceraian tidak mudah kutanggung. Aku banyak menangis pada tahuntahun pertama, lalu aku mati rasa. Tetapi Tuhan dalam anugerah-Nya berbicara padaku
melalui kata-kata penghiburan-Nya di dalam Alkitab: “janganlah menangis, hai kamu
yang terbuang. Aku akan menjadikanmu ibu yang bahagia dalam rumahmu dengan
anak-anakmu.” Dan itu menjadi kenyataan. Kemudian aku mengerti bahwa pengalamanpengalaman kesusahanku adalah sakit dan luka-luka yang aku terima dalam
peperangan. Tuhan berkata: “Ia melatih tanganmu untuk berperang.” Aku menyadari
banyak juga orang lain yang telah mengalami situasi yang jauh lebih buruk dan tidak
tunduk kepada sesembahan palsu atau menyangkali Yesus. Mustafa menolak Kristus
dengan menyerah pada keinginan keluarganya dan damai sejahteranya
meninggalkannya.
Melalui penderitaanku Tuhan telah memberiku kekuatan untuk mempertahankan
apa yang benar dengan kejujuran dan integritas. Aku mengetahui pengajaranpengajaran Alkitab adalah yang tertinggi. Yesus, walaupun Ia manusia, Ia tidak berdosa
dan tidak ada cacat dalam karakterNya; Ia adalah Putra Tuhan. Bagiku pengajaranpengajaran Yesus bagaikan air di padang gurun, penghiburan bagi jiwa dan telah
memberikanku keberanian dalam kelemahanku, damai dan kepuasan di tengah-tengah
semua masalahku.
Kini hidupku penuh. Anak-anak sudah besar dan aku mempunyai banyak teman
dan sekarang aku banyak membantu gereja. Tahun-tahun yang menyakitkan selama
pernikahanku telah mengajariku betapa indahnya iman di dalam Yesus, bahkan saat
Mustafa berusaha menghancurkannya dengan segala kemampuannya. Dalam tahuntahun yang gelap itulah Tuhan mengirimkan teman-teman yang baik untuk
menyemangati, menolong, dan mendukungku. Aku menerima banyak jawaban doa dan
mengetahui kuasa dan kehadiran Roh Kudus. Aku sekarang miskin tapi aku sudah
bebas.
TERTIPU SEHINGGA PERCAYA BAHWA IA ADALAH SEORANG KRISTEN
Dalam kisah Helena, Mustafa seakan terlihat sungguh-sungguh mencari Tuhan dan ia
mengambil komitmen terhadap iman Kristen. Namun demikian tekanan keluarga sangat
besar dan akhirnya keluarganya menjadi yang terpenting. Banyak wanita percaya bahwa
pria-pria yang mereka nikahi telah menerima Kristus dalam hidup mereka, namun
segera setelah mereka menikah komitmen itu memudar. “Komitmen” sebenarnya
hanyalah sebuah alat untuk meyakinkan wanita Kristen bahwa mereka tidak salah
langkah menikahi pria-pria itu. Si wanita seringkali melihat pertobatan sebagai tanda
dari Tuhan. Para wanita Kristen harus bijaksana dan berhati-hati dalam berhubungan
dengan pria-pria yang baru saja bertobat dari Islam, waspada bahwa norma-norma
budaya dalam budaya Muslim seperti yang telah disebutkan di atas, hanya memberi
sedikit tempat untuk persahabatan biasa antara pria dan wanita.
Saya tidak berkata “Jangan menikahi seorang Muslim yang bertobat kepada
kekristenan”. Jika seorang petobat sudah teguh dan bertumbuh imannya sebelum si
wanita bertemu dengannya, maka itu adalah situasi yang sama sekali berbeda.
http://www.buktisaksi.com | Hal 27
Ada sebuah kisah dari Jerman tentang seorang gadis yang bertemu dengan
seorang pemuda Muslim dari Pakistan dan berdoa agar ia menjadi seorang Kristen
sehingga si gadis dapat menikahinya. Pemuda itu tidak menjadi Kristen, tapi ia tetap
menikahinya dan terus berdoa agar pemuda itu bertemu Kristus. Tapi yang
mengkhawatirkan adalah bahwa ia mengusahakan pertobatan pemuda itu sebagai
sebuah konfirmasi dari Tuhan bahwa ia telah mengambil keputusan yang tepat dengan
menikahi pemuda itu.
Ada wanita-wanita yang menikahi pria Muslim karena mereka percaya jika mereka
berdoa, Tuhan akan menyelamatkan suaminya dan meninggalkan Islam. Teori ini
mungkin saja jadi kenyataan, karena tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, namun dalam
prakteknya hal itu sangat jarang terjadi.
Orang-orang Kristen harus selalu ingat akan prinsip yang mengatakan
bahwa seorang Kristen harus menikah dengan orang yang seiman – bukannya
terhanyut dengan perasaan jatuh cinta. Jika terhanyut, mereka akan merohanikan
hasrat mereka dengan mengatakan bahwa menikahi seorang Muslim adalah sebuah
cara untuk mentobatkannya, atau membangun jembatan pengertian diantara kedua
keyakinan. Kadangkala, dengan anugerah Tuhan, itu dapat terjadi, tapi itu tidak berarti
bahwa pernikahan adalah hal yang benar untuk dilakukan. Lebih sering itu malah
perlahan-lahan membuat orang melangkah keluar dari terang Tuhan.
PENEKANAN PADA KOMUNITAS
Hal lain yang menarik dari Islam adalah adanya penekanan pada komunitas dan
keluarga. Ikatan pertalian yang sangat erat menawarkan sebuah alternatif yang menarik
terhadap individualisme masyarakat Barat. Namun demikian, sisi buruknya adalah
komunitas yang erat dapat bersifat menekan dan menyangkali kebebasan individu. Para
wanita Kristen yang menginginkan komunitas tidak selalu dapat melihat aspek-aspek
negatif dari hal itu. Mereka tidak menyadari bahwa ketika mereka menikah mereka harus
meninggalkan kebebasan individual mereka, karena mereka menikahi sebuah keluarga
dan sebuah komunitas yang mendikte tingkah-laku dan fungsi-fungsi.
Pusat dari konsep komunitas ini adalah mesjid. Bagi orang Muslim, mesjid adalah
titik sentral komunitas dan yang memberikan identitas dan tujuan politis, spiritual dan
entitas sosial. Banyak kegiatan berlangsung di dalam dan di sekitar mesjid seperti
memberi makan kaum miskin, pendidikan dan konseling, dan mesjid selalu terbuka
setiap hari. Ada pertemuan-pertemuan untuk wanita dengan pembicara-pembicara
khusus dan pertemuan-pertemuan informal di rumah-rumah dengan makanan dan
keramahan yang hangat.
ADA YANG BERPALING KARENA MENURUT MEREKA ISLAM DAN KEKRISTENAN
SAMA SAJA
Ada wanita-wanita yang memeluk Islam karena mereka tidak mengetahui perbedaan
antara Islam dan Kristen. Mereka berpikir bahwa kedua agama ini sama saja, sehingga
http://www.buktisaksi.com | Hal 28
tidak masalah mau menganut yang mana. Orang Muslim berbicara mengenai Tuhan dan
Yesus, bahwa Yesus dilahirkan oleh seorang perawan, bahwa Ia tidak berdosa,
membuat mujizat, dan diangkat ke surga, dan mereka juga menyebutkan banyak nabi
dalam Perjanjian Lama, akhir jaman dan hal-hal seperti berdoa dan berpuasa dan
mengucapkan pengakuan iman. Orang jadi bingung, karena mendengar hal-hal itu
disebutkan adalah sama seperti gaya bicara kristiani. Banyak wanita yang memeluk
Islam karena pernikahan berpikir bahwa hanya ada sedikit perbedaan diantara kedua
agama itu.
Orang sering bertanya apakah Allah dan Tuhannya orang Kristen itu sama. Ada
orang-orang yang percaya bahwa Allah dan Tuhan Yahweh itu sama dan oleh karena itu
kedua jalan itu mengarah pada tujuan yang sama. Tetapi pertanyaan yang penting
bukanlah apakah orang Muslim dan orang Kristen percaya kepada Tuhan yang sama,
tetapi apakah yang mereka yakini sebagai karakter Tuhan. Orang Kristen memahami
sifat Tuhan dengan melihat pada Kristus yang menyatakan dalamnya kasih Tuhan
terhadap kemanusiaan. Mereka percaya bahwa atribut yang terutama dari Tuhan yang
disebutkan dalam Alkitab adalah kasih; dan mereka memanggil-Nya “Bapa”. Islam
menekankan kebesaran Tuhan, transendensi-Nya, Ia asing dan perkasa. Tuhan itu
sangat “lain/jauh” sehingga Ia tidak dapat digambarkan oleh bahasa manusia dengan
tepat dan Ia juga tidak dapat memasuki kemanusiaan, maka Ia tidak dapat menderita. Ia
jauh dan “menghendaki apa yang dikehendaki-Nya”, yang bisa bersifat baik maupun
jahat. Tidak ada jaminan keselamatan, tak peduli seberapa besar orang berusaha
mendapatkannya.
http://www.buktisaksi.com | Hal 29
BAB 4
PERTOBATAN MELALUI KEYAKINAN
Kesederhanaan Pemahaman
Satu hal yang menarik dari Islam adalah praktek dan keyakinan dalam agama itu sangat
sederhana dan mudah dimengerti. Islam bukanlah sebuah agama yang rumit. Pada
kenyataannya, Islam adalah satu set aturan. Islam mengajarkan anda bagaimana
berdoa, kapan berdoa, bagaimana berpuasa, kapan harus berpuasa, apa yang harus
dipercayai, berapa banyak uang untuk diberikan, dan sebagainya. Semuanya
dipaparkan dengan jelas. Ada orang-orang yang tertarik dengan kesederhanaan
kepercayaan ini, karena segala sesuatunya diberikan dan diorganisir untuk mereka.
Pengakuan imannya sederhana – “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah
Utusan-Nya”. Orang Muslim harus mengucapkan pengakuan ini setidaknya sekali dalam
sehari.
Ada wanita-wanita yang memeluk Islam karena mereka percaya bahwa Islam
adalah jalan yang sangat tepat untuk menemukan Tuhan. Para wanita ini sangat
menyadari adanya kekosongan spiritual dalam hidup mereka, atau mereka adalah
orang-orang yang sangat kesepian dan mencari persahabatan. Biasanya mereka
diperkenalkan kepada Islam oleh seorang teman Muslim atau kenalan, dan dapat
direkrut di perguruan tinggi oleh kelompok-kelompok Muslim yang ramah dan antusias
mengajak mereka menghadiri pertemuan-pertemuan.
Mayoritas orang muda yang memeluk Islam berasal dari latar-belakang kelas
menengah, banyak dari keluarga-keluarga Kristen, dan pria-pria muda memeluk Islam
seringkali berasal dari kelas atas, dari sekolah-sekolah dan perguruan tinggi negeri yang
ternama. Dalam kelompok ini selalu ada kecenderungan untuk melakukan hal yang
berbeda dan keluar dari kebiasaan; sebagai contoh, dari kelas inilah asalnya mata-mata
pada abad yang lalu.
SEBUAH PERTEMUAN YANG DIATUR OLEH TUHAN
Kira-kira 36 tahun yang lalu, ketika saya masih menjadi mahasiswa sekolah teologi di
London, beberapa diantara kami ingin pergi berlibur waktu liburan musim panas. Ini
adalah keputusan yang mendadak; karena itu kami hendak berangkat keesokan harinya
karena kami menyadari bahwa pilihan kami terbatas. Satu-satunya tiket kereta yang
murah yang dapat kami peroleh adalah ke Naples. Bertahun-tahun kemudian keputusan
itu masih terasa luar biasa karena kami melihat bahwa keputusan itu benar-benar dari
Tuhan, juga apa yang terjadi selanjutnya.
Kami naik kereta ke Naples dan duduk di tempat duduk kami, empat kursi yang
saling berhadapan, dan menunggu siapakah yang akan menjadi orang keempat.
Perjalanannya sangat panjang, sekitar 29 jam. Kami mencoba tidur sambil duduk tegak
http://www.buktisaksi.com | Hal 30
diiringi suara berisik gerbong kereta. Kami sulit mendapatkan makanan, dan
keseluruhan perjalanan itu menjadi ujian ketahanan.
Orang muda yang duduk di kursi keempat bernama John. Ia tinggal di Inggris.
Ketika kami mendekati Naples, kami sudah menjadi sahabat. Ia bukanlah seorang
Kristen, tetapi berasal dari latar-belakang Kristen, dan di akhir perjalanan kami saling
bertukar alamat. Selama bertahun-tahun, walau tidak sering, John tetap berhubungan
dengan kami dan ia datang mengunjungi kami beberapa kali. Suatu hari tiba-tiba saja ia
menelepon dan memberikan kabar gembira bahwa ia telah menjadi Kristen, dan kami
bersukacita karena ia telah menemukan Tuhan. Kemudian ia datang menemui kami
untuk menceritakan bahwa Miriam saudarinya telah menjadi Muslim dan meminta kami
mendoakannya. Bertahun-tahun kemudian setelah Miriam bertemu Tuhan, John
mengajak saya untuk mengunjunginya dan saya mempunyai banyak pertanyaan yang
ingin saya tanyakan padanya.
SAYA MENDAPATI TERNYATA ALLAH BUKANLAH TUHAN YANG PENUH KASIH
Kisah Miriam
Ketika ibuku wafat pada tahun 1977 aku merasa ditinggalkan oleh Tuhan dan menjadi
rapuh. Aku benci pada Tuhan. Aku menyalahkan-Nya karena menyebabkanku
kehilangan bukan saja teman baikku tapi juga pendukungku yang terbesar dalam hidup.
Aku tinggal di rumah saat kejadian itu dan sangat berduka. Aku juga sampai mengalami
syok karena ayahku menikah lagi hanya dalam 6 minggu. Orang-tuaku telah mengenal
Rose bertahun-tahun yang lalu, jauh sebelum aku lahir. Aku dan saudara-saudaraku
tidak mengenalnya. Ia berasal dari Australia dan sejauh yang aku tahu ia adalah
seorang asing dari negara lain dan seakan-akan ia mengambil tempat ibuku dan
mengurus rumah. Pada tahun itu juga aku meninggalkan rumah dan masuk perguruan
tinggi. Hidupku berantakan. Lama sekali aku mencari kestabilan dalam hubunganku
namun tidak berhasil. Aku berkenalan dengan Neil dan pada tahun 1984 kami menjadi
suami istri.
AWAL MULA KETERTARIKAN PADA ISLAM
Lima tahun kemudian ketika Neil dan aku sedang berlibur di Turki aku mengalami
ketertarikan pertama pada Islam. Aku terpesona oleh keindahan mesjid dan bagai
tersihir ketika mendengar panggilan sembahyang pada waktu-waktu tertentu dalam
sehari.
Ada satu mesjid yang sangat menarik hatiku. Mesjid itu sangat tua dan
arsitekturnya nampaknya tidak lazim di belahan dunia ini. Ketika kami berdiri di tengah
pelatarannya yang dikelilingi reruntuhan, aku sangat terpana melihat di tengah semua
kekacauan ini suatu bagian kecil dari mesjid itu telah direstorasi dan digunakan. Aku
merasakan ketenangan luar-biasa dan kontras dengan hidupku yang berputar-putar
tanpa kendali, ketenangan yang kudapatkan melalui kedamaian yang kutemukan dalam
http://www.buktisaksi.com | Hal 31
bangunan ini. Ketika itu aku bukanlah seorang Kristen dan Neil juga tidak. Aku pun tidak
mempunyai minat untuk menganut agama apapun.
Secara mengejutkan, sebulan kemudian Neil membelikanku sebuah Qur‟an dalam
terjemahan bahasa Inggris. Aku tidak tahu mengapa ia melakukan hal itu. Menerima
Qur‟an itu terasa sebagai sesuatu yang istimewa, mungkin karena itu mengingatkanku
akan liburan kami di Turki. Lalu aku mulai membacanya. Aku juga mulai menyukai
segala sesuatu mengenai sisi budaya Islam, tertarik oleh keindahan arsitekturnya, disain
dan pola-polanya. Minatku terhadap Islam telah dimulai.
KEHIDUPAN DI TURKI
Setahun kemudian, Neil dan aku berpisah. Aku sangat ingin kembali ke Turki sehingga
pada tahun berikutnya aku pergi ke sana sendirian dan tinggal di sebuah tempat yang
indah yaitu Kusadasi. Di sini penduduk setempat memperhatikanku dan menjagaku.
Sebagai contoh, jika aku pergi ke kota mereka tidak akan membiarkanku pergi sendirian
dan berkeras agar aku dikawal. Itu indah sekali. Aku membandingkannya dengan
pengalamanku di Inggris. Aku berpikir bahwa jika Islam itu seperti ini – mempedulikan
dan menjagaimu – maka aku sungguh-sungguh tertarik padanya. Tahun kedua aku di
Turki sangatlah indah. Aku akan selalu mengingatnya. Yang mengejutkanku adalah
keramahan orang Turki padaku dan kebebasan yang kurasakan melalui pakaian dan
hidup para wanitanya.
Kemudian, aku kembali ke Inggris dan di sana aku bertemu dengan Ahmed dari
Algeria, dan minatku terhadap Islam semakin bertambah. Ketika Ahmed mengunjungi
keluarganya di Algeria aku mengambil keputusan untuk menjadi seorang Muslim. Aku
menyukai rasa aman di dalamnya. Kini aku merasa lebih aman dibandingkan waktuwaktu sebelumnya sejak ibuku meninggal dunia. Bahkan selama hari-hari suram setelah
kematiannya, walaupun aku sangat membenci Tuhan, aku selalu mengakui bahwa Ia
ada. Namun bagaimana aku dapat menerima-Nya sebagai Tuhan yang penuh kasih
setelah segala sesuatu yang Ia ijinkan terjadi padaku? Yang dapat kulihat hanyalah
bahwa Ia telah mengambil orang yang menjadi jangkar kehidupanku, yaitu ibuku.
EKSISTENSI JEKYLL DAN HYDE
Setelah mengambil keputusan menjadi seorang Muslim, timbullah masalah baru. Aku
harus berusaha untuk menjalani dua kehidupan yang berbeda – satu untuk keluargaku
dan satunya lagi untuk teman-teman Muslimku. Rasanya seperti menjadi Jekyll dan
Hyde (seorang dengan dua kepribadian: jahat dan baik). Selama aku tidak memikirkan
keluargaku maka semuanya baik-baik saja, tetapi jika aku bertemu dengan mereka atau
memikirkan mereka aku harus mengakui adanya benturan kebudayaan. Aku tidak dapat
merekonsiliasikan hidupku sekarang dengan hidup keluargaku maka aku mulai
menjalani kehidupan ganda.
http://www.buktisaksi.com | Hal 32
Ahmed dan aku pindah ke London untuk “mencari peruntungan kami” tetapi jauh
sebelum hubungan kami berakhir kesempatan-kesempatan kerja yang dijanjikan tidak
terwujud. Sekali lagi aku ditinggalkan sendirian.
KETERLIBATAN DENGAN MESJID
Aku mulai mempelajari bahasa Arab dan mengikuti kelas-kelas di mesjid. Di sana aku
berkenalan dengan seorang gadis dan kami menjadi sahabat dekat. Deena
mengundang aku ke rumahnya dan di sana aku bertemu dengan teman dari suaminya
yaitu Stephen. Stephen adalah seorang petobat dari latar-belakang Jamaica yang
dilahirkan dan dibesarkan di London. Mereka berpandangan bahwa ia akan menjadi
suami yang baik untukku.
Aku menghadiri pertemuan-pertemuan dimana para muslimah mendiskusikan
berbagai topik. Diskusi-diskusi ini menekanku bahwa aku belum menjadi seorang
Muslim yang sesungguhnya jika aku belum mengenakan jilbab atau menunjukkan pada
dunia bahwa aku adalah seorang Muslim. Oleh karena itu agar aku diidentifikasi sebagai
seorang Muslim, aku mulai mengenakan jilbab tetapi aku merasa aku harus
menyembunyikan hal ini dari keluargaku karena pasti mereka tidak akan mengerti.
Seiring berlalunya waktu, dan aku mulai belajar lebih banyak mengenai Islam, aku
mulai menyadari bahwa aku masih jauh dari standar dan aku tidak dapat mencapainya,
walau aku telah melakukan segala upaya. Bukan soal imanku dalam Islam mulai goyah.
Aku menyukai sembahyang lima waktu. Strukturnya dapat kuikuti dan aku
memerlukannya. Tetapi aku mulai merasa bahwa aku tidak akan dapat pernah
mencapai puncak gunung yang ada di hadapanku atau menjadi seorang yang sangat
baik supaya aku dapat masuk ke surga. Aku membaca dalam Qur‟an bahwa penghuni
neraka umumnya adalah wanita, dan ini sangat menyusahkanku. Kekosongan dalam
diriku mulai bertumbuh dan aku mencari jawaban dan bertanya-tanya jika agama ini
benar, mengapa aku berpikir seperti ini?
KUNJUNGAN SAUDARAKU
Pada bulan Agustus 1997 ketika John saudaraku mengunjungiku, aku masih yakin akan
kebenaran dalam Islam. Ia terkejut dan sedih melihat betapa aku sudah banyak berubah
sejak terakhir kali kami bertemu, dan ia berusaha keras menceritakan padaku berita Injil
kepada kami berdua namun kami sangat dibutakan oleh pengabdian kami pada Islam.
Aku telah menjadi Muslim selama hampir 3 tahun, dan di permukaan aku sangat
puas dan mempunyai pernikahan yang bahagia dengan seorang suami yang baik, dan
penuh perhatian. Aku menikahi Stephen si petobat dari Jamaica dan kami sedang
menantikan kelahiran anak kami yang pertama. Hidup seakan sudah lengkap namun
jauh di dalam hati aku bergumul. Adakalanya aku bertanya-tanya apakah Tuhan
sungguh-sungguh mengasihiku. Dalam Islam Allah mempunyai 99 nama yang
menggambarkan sifat-sifat-Nya, namun tidak satupun dari nama-nama itu yang
menggambarkan bahwa Ia adalah Tuhan yang mengasihi. Aku memang tahu hal itu,
http://www.buktisaksi.com | Hal 33
namun kini aku sangat ingin agar Ia mengasihiku, dan aku mulai merasa bahwa semua
usahaku tidaklah cukup. Apa yang dapat kulakukan agar dapat tetap berada di jalan
yang benar dan mendapatkan tempat yang berarti itu di surga? Aku berusaha keras
untuk menyenangkan-Nya – aku sembahyang lima waktu, dan aku mengenakan
kerudung dan pakaian muslimah dan aku berusaha keras untuk mempelajari bahasa
Arab, yang bagiku sangat sulit.
PERTANYAAN-PERTANYAAN DAN KERAGUAN YANG MENGGANGGU
Putriku Salima lahir pada Januari berikutnya. Ketika aku mulai menyesuaikan diri
dengan peran baruku sebagai seorang ibu pertanyaan-pertanyaan dan keraguan yang
pernah ada secara perlahan namun pasti mulai tampil ke permukaan. Aku mulai
menonton televisi pada Minggu sore untuk menonton acara Puji-Pujian, sesuatu yang
sudah lama sekali tidak kulakukan. Aku bahkan mulai ikut menyanyikan lagu-lagu pujian
yang tidak asing bagiku yang mengingatkanku akan masa kecilku. Betapa anehnya ada
seorang wanita Muslim yang menyanyikan “Hai Jiwaku Pujilah Sang Raja Surga” dan
“Tuhanlah Gembalaku”! Di dalam lagu-lagu itu ada kata “kasih”. Dalam hatiku aku
merasa yakin bahwa Tuhan itu mestilah Tuhan yang mengasihi , karena semua orang
perlu merasa bahwa mereka dikasihi, tidak terkecuali aku. Sedikit demi sedikit aku mulai
jarang membaca Qur‟an. Suatu hari aku membuka sebuah Alkitab tua yang telah
kusimpan karena beberapa alasan dan mulai membacanya. Aku sangat tertawan
olehnya sehingga aku tidak dapat menutupnya, dan untuk pertama kalinya dalam
hidupku Alkitab itu seakan hidup dan berbicara padaku.
Aku membaca Kitab Yesaya yang menulis mengenai Yesus Sang Mesias 600
tahun sebelum kelahiran-Nya. Sebagai seorang Muslim aku mengakui Yesus sebagai
seorang nabi yang telah diberi kuasa untuk menyembuhkan oleh Tuhan, namun kini aku
menyadari bahwa Ia jauh lebih besar dari itu. Dalam Yesaya 6:1 aku membaca tentang
sorang anak yang akan dilahirkan dan yang akan disebut “Penasehat Ajaib, Tuhan yang
Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai”. Aku bergumul dengan hal ini untuk beberapa
lama. Apakah ini benar-benar mengenai Yesus? Aku juga membaca Yesaya 53:3... ”Ia
dihina dan ditolak banyak orang...Ia tertikam oleh karena kesalahan kita, Ia dihancurkan
oleh karena pelanggaran kita; penghukuman yang membawa damai untuk kita
dikenakan pada-Nya.” Di sini ada seorang Nabi Perjanjian Lama yang mengingatkanku
akan kisah penyaliban yang telah banyak kali kudengar pada masa kanak-kanak.
Aku mulai membaca sejarah Alkitab, bagaimana kitab-kitabnya dikumpulkan
selama kurun waktu kira-kira 1500 tahun oleh sekitar 40 penulis yang diinspirasikan oleh
Tuhan. Surat 2Tim.3:16 dengan indahnya menggambarkan Alkitab sebagai “segala
tulisan yang diilhamkan Tuhan”. Betapa berbedanya dengan Qur‟an, yang mengklaim
diri sebagai perkataan Tuhan yang langsung diberikan kepada Muhammad melalui
malaikat Jibril.
Aku juga membaca mengenai Gulungan-gulungan Laut Mati dimana pada tahun
1947 melengkapi beberapa teks kitab-kitab Perjanjian Lama, termasuk kitab Yesaya,
dan fragmen-fragmen sisanya ditemukan oleh para gembala Bedouin. Aku mempelajari
bahwa terjemahan-terjemahan yang ada sekarang benar-benar konsisten dengan tekshttp://www.buktisaksi.com | Hal 34
teks kuno itu yang telah secara ilmiah diperkirakan berasal dari 200 SM hingga 100 SM.
Telah banyak kali aku membaca dalam literatur Islam bahwa Alkitab telah dipalsukan
dan berubah sejak masa Yesus, namun dengan bukti seperti ini aku mulai sungguhsungguh meragukan apakah yang kubaca itu benar.
YESUS SANG MESIAS PUTRA TUHAN
Aku tidak lagi dapat percaya bahwa Yesus hanyalah seorang nabi, Ia tentu jauh lebih
besar dari nabi. Aku kembali membaca catatan Injil mengenai kehidupan-Nya,
pengajaran-Nya, penyaliban dan kebangkitan-Nya. Yesus sendiri mengatakan bahwa Ia
adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Aku membaca Yoh.3:16-17: “Sebab Elohim
demikian mengasihi dunia ini, sehingga Dia mengaruniakan Putra-Nya yang tunggal,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa, melainkan dapat
memperoleh hidup kekal. Sebab Elohim mengutus Putra-Nya ke dunia tidak untuk
menghakimi dunia, sebaliknya supaya dunia dapat diselamatkan oleh-Nya.”
Akhirnya aku menyadari bahwa Tuhan memang mengasihiku – dan betapa Ia
mengasihiku! Yang aku tahu ialah tak peduli apa yang kuyakini sebagai seorang Muslim,
sekarang aku percaya bahwa Yesus itu lebih dari sekedar nabi; Ia sungguh-sungguh
adalah Putra Tuhan dan tidak peduli berapa harga yang harus kubayar aku harus
menerima-Nya ke dalam hidupku dan mengijinkan-Nya memegang kendali. Aku
membaca dalam Roma 3:20 dan 22, “Sebab semua manusia tidak akan dibenarkan di
hadapan-Nya atas dasar perbuatan-perbuatan torat; ... Dan kebenaran Elohim adalah
melalui iman akan YESUS Kristus bagi semua orang dan atas semua orang yang
percaya.”
Sekitar waktu ini (kenyataannya waktu itu tanggal 8 Juli 1998), aku tinggal dengan
saudaraku John dan saudari iparku, Susan. Pada malam itu, aku ingat betul, aku
merasa sangat berbeda. Saudaraku dan aku pergi berjalan-jalan dengan putriku dan
untuk pertama kalinya aku merasa aku tidak harus mengenakan kerudungku. Aku
merasa dibebaskan. Saudaraku langsung menyadari bahwa aku telah berubah. Kami
duduk sejenak dan aku langsung mengutarakan bahwa aku harus memiliki Yesus dalam
hidupku. Betapa melegakannya akhirnya aku dapat mengatakan hal ini pada seseorang.
Saudaraku terkejut dan sekaligus bersukacita. Ia sadar aku akan sangat membutuhkan
dukungan yang besar maka ia mengenalkan aku pada sebuah persekutuan Kristen dan
terutama dengan Katrina dan Tim. Aku kembali pulang, namun hanya berhasil
merahasiakan imanku kepada Kristus selama beberapa minggu.
AKU TIDAK DAPAT LAGI MENYIMPAN RAHASIAKU
Tiba saatnya aku tidak dapat lagi menyimpan rahasiaku walaupun aku mengetahui itu
kemungkinan besar akan menimbulkan masalah besar bagiku. Ketika aku
mengatakannya pada suamiku, ia sangat marah dan aku sangat ketakutan. Aku tinggal
di rumah John dan Susan pada minggu berikutnya untuk sedikit menenangkan situasi.
Ini memberikan kami kesempatan untuk “bernafas sejenak”. Selama aku tinggal di sana
aku berkenalan dengan beberapa orang Kristen yang baik. Suamiku memintaku untuk
pulang, dan aku pun pulang dan mulanya aku berpikir bahwa semuanya akan menjadi
http://www.buktisaksi.com | Hal 35
baik dengan sendirinya, namun ternyata tidak demikian dan pada hari berikutnya
suamiku pergi. Suamiku telah diberitahu bahwa oleh karena aku telah menjadi seorang
Kristen maka aku harus dipandang sebagai orang yang murtad dan oleh karena itu
pernikahan kami kosong dan hampa, maka ia harus segera meninggalkan rumah.
Pada mulanya aku merasa semunya sulit. Ketika aku tinggal di London
kadangkala suamiku mengunjungi kami, walaupun mestinya ia tidak melakukannya. Ia
mencoba untuk membujuk aku untuk mengubah pikiranku dan kembali menjadi seorang
Muslim. Walaupun aku sekarang sendirian dan ada kalanya aku merasa kesepian, aku
mempunyai hubungan yang baik dengan Bapaku di sorga yang sangat mengasihi dan
menghargaiku sehingga Ia memberikan Putra Tunggal-Nya untuk menanggung
penghukuman atas dosa-dosaku. Dan hubungan ini semakin bertumbuh dan
berkembang. Tuhan telah sangat baik padaku selama tahun-tahun terakhir ini, dan aku
telah memiliki banyak teman baik melalui persekutuanku. Aku juga telah bertemu para
petobat lain dari latar-belakang Islam dan aku mendapat semangat ketika mendengar
orang-orang Muslim lainnya yang juga mengetahui betapa Tuhan mengasihi mereka.
Benar-benar menakjubkan apabila aku memikirkan betapa Tuhan telah menunggu
selama ini agar aku menerima-Nya sebagaimana adanya Dia. Aku dibesarkan dalam
keluarga yang setia bergereja dan mendapat kesempatan untuk mengenal kasih Tuhan
sejak masih kanak-kanak, namun setelah aku menjadi Muslim selama beberapa tahun
barulah aku mulai mencari Tuhan dan aku sendiri mulai mengetahui kasih-Nya padaku.
Aku bersyukur kepada Tuhan karena Ia telah menungguku dengan sabar.
HIKMAHNYA
1. Alih-alih menyesali keterlibatanku dalam Islam, aku sungguh percaya bahwa
Tuhan mengijinkanku menjalani semua itu agar aku dapat mengenal-Nya dan
percaya pada-Nya dengan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatku.
2. Melalui pengalaman menjadi seorang Muslim aku kini menyadari seperti apakah
kebebasan itu.
3. Kini aku mempunyai hati untuk orang-orang Muslim agar mereka dapat
mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat
4. Aku membenci agama Islam karena aku percaya bahwa Islam adalah penipuan
yang gelap. Kami diajari bahwa Islam berarti “tunduk” dan “damai”, namun ketika
aku mendalami Islam aku menemukan bahwa tidak ada damai di sana.
5. Aku menyukai gagasan mengenai keluarga besar yang ada dalam masyarakat
kami. Aku melihat keluarga-keluarga hidup bersama, kakek-nenek, paman-bibi,
semua memberi kontribusi dalam hidup keluarga. Ini sangat menyenangkanku
terutama setelah aku kehilangan ibuku...dan ini merupakan salah-satu kekuatan
dalam masyarakat Muslim.
6. Ketika aku tengah melahirkan Saleema di rumah sakit, beberapa “saudari”
muslimah datang menjengukku. Aku sangat tersentuh oleh kedatangan mereka.
Tetapi MEREKA MENJELASKAN BAHWA MEREKA HARUS MENJENGUKKU
http://www.buktisaksi.com | Hal 36
BUKAN KARENA MEREKA MENYUKAIKU SEBAGAI SATU PRIBADI, TAPI
UNTUK MENDAPATKAN PAHALA DARI ALLAH. Kunjungan mereka tidak ada
hubungannya dengan relasi atau saling mengasihi. Aku merasa dikhianati.
Kejadian ini melekat dalam pikiranku dan menjadi suatu alat bagiku untuk
mempertanyakan Islam.
7. Aku diberitahu bahwa ibuku ada dalam neraka. Ini sangat menyakitkan dan
membuat aku marah. Juga dikatakan padaku bahwa jika seorang pria Muslim
menikahi seorang wanita Kristen maka jika wanita itu meninggal dalam iman
Kristennya, ia akan langsung masuk neraka.
NASEHAT BAGI ORANG YANG MENIKAHI SEORANG MUSLIM ATAU BERPALING
KEPADA ISLAM
Aku menasehatkan orang yang sedang memikirkan untuk menjadi seorang Muslim agar
mereka mencari tahu sebanyak mungkin mengenai Islam, bukan untuk menemukan apa
yang ingin mereka percayai, tapi untuk menemukan apa yang menjadi kenyataannya. Ini
akan sangat sulit jika anda sedang berhubungan dengan seorang pria Muslim dan anda
tidak ingin menyakitinya. Namun demikian, ada konsekuensi-konsekuensi di masa
depan jika anda tidak melakukan riset yang vital ini. Jika anda berketetapan untuk
menikahi seorang pria Muslim, aku menasihati anda agar tidak pindah agama. Ingatlah
bahwa di dalam Islam seorang pria Muslim boleh menikahi seorang wanita Kristen tapi
tidak sebaliknya. Maka tekanan ada pada pihak wanita. JANGAN PINDAH AGAMA
HANYA UNTUK MENIKAHI SESEORANG.
KISAH MIRIAM OLEH JOHN SAUDARANYA
Ketika aku menjadi Kristen pada bulan Juni 1994 aku sangat bersemangat untuk
menceritakan pada semua orang mengenai keyakinanku yang baru dan tidak terkecuali
pada saudariku Miriam. Banyak kali percakapanku dengannya hanyalah sebuah
monolog yang panjang karena aku mencoba meyakinkannya untuk mengikuti jejakku.
Saudariku Miriam tinggal bersama Ahmed dari Algeria. Pada satu kesempatan aku
mengunjungi mereka, dan aku ingat sebuah percakapan yang penting dengan mereka –
sebuah percakapan yang penting karena ketidakpedulianku pada Islam pada waktu itu.
Aku bertanya pada Ahmed apa yang akan dilakukannya jika ada orang yang ingin
menyakiti Miriam. Ia menjawab bahwa ia akan membunuh orang itu karena Miriam
adalah propertinya. Aku terkejut karena mereka bahkan belum menikah. Ahmed pulang
kampung untuk mengunjungi keluarganya di Algeria dan selama kepergiannya itu
saudariku meneleponku dan mengatakan bahwa ia telah mengambil keputusan untuk
menjadi seorang Muslim.
Hubungan dengan Ahmed tidak berlangsung lama dan Miriam mendapati bahwa
ia harus hidup sendirian di London. Pada saat itulah ia terlibat dengan mesjid setempat
dan berbagai kegiatannya, dan mendapatkan teman-teman baru. Suatu hari ia
mengambil keputusan bahwa ia akan hidup sebagai seorang wanita Muslim dengan
segala sesuatu yang ada di dalamnya yang mencerminkan adanya diskriminasi. Namun
http://www.buktisaksi.com | Hal 37
demikian, ketika ia pulang untuk berkumpul dengan keluarga ia berusaha untuk
menyembunyikan kehidupannya yang lain itu dari ayah kami, sebagai contoh dengan
tidak mengenakan jilbab. Aku adalah satu-satunya orang dalam keluarga yang
mengetahui akan hal ini dan yang ia percayai, karena ia sangat takut dengan penolakan.
Pada waktu itu aku hanya mengikuti situasi yang ada walaupun aku merasa tidak
senang merahasiakannya. Di mesjid yang ia kunjungi ia diperkenalkan kepada seorang
pria yang telah dipilih untuk menikahinya. Miriam kemudian menikah secara Islam atau
berdasarkan hukum syariah tanpa melakukan pencatatan sipil karena mereka
mengatakan padanya bahwa hal itu tidak perlu. Stephen, dari latar belakang Jamaica,
sama seperti aku adalah seorang yang berpaling kepada Islam. Ayahnya adalah
seorang pendeta Pantekosta dari sekte Hanya Yesus (Jesus Only).
Aku bertemu Stephen pertama kalinya di rumah Miriam di London ketika aku
mengunjungi mereka. Miriam menjemputku di stasiun dengan mengenakan jilbab, dan
itu mengejutkanku. Rasanya ia seperti bukanlah saudariku. Sebelum aku pergi ke
London aku telah menemukan sebuah gereja yang dekat dengan rumah saudariku dan
aku meminta jemaat di sana untuk mendoakan kami pada hari itu. (Ini adalah
persekutuan yang telah membuat dia “tersandung” setelah ia menjadi Kristen pada Juli
1998. Kami memuji Tuhan karena segala jalan-Nya sempurna, karena inilah gereja yang
selalu mendoakannya).
Ketika aku tiba di rumah, aku bertemu Stephen yang menyambut aku sebagai
seorang saudara. Selama aku tinggal di sana ia mengatakan padaku sesuatu tentang
latar-belakangnya, terutama tentang hubungannya dengan ayahnya. Ia menceritakan
bagaimana setiap Minggu pagi ayahnya memerintahkan ketiga putranya untuk berjalan
kaki ke gereja sedangkan ayahnya naik mobil. Jika mereka terlambat tiba di gereja maka
ia akan memukuli mereka. Pemukulan ini terjadi banyak kali. Kenyataannya ayahnya
telah menanamkan ketakutan pada seluruh anggota keluarga, dengan menggunakan
semboyannya “janganlah menyingkirkan tongkat dan memanjakan anak”. Dengan latarbelakang ini tidaklah mengejutkan jika ketiga bersaudara itu berusaha melarikan diri dari
cengkeraman besi ayah mereka. Stephen menemukannya dalam Islam.
Ketika aku mengunjungi Stephen dan Miriam pada Agustus 1997, mereka adalah
Muslim yang taat, sejauh yang dapat kuceritakan. Aku berusaha bersaksi kepada
mereka namun Stephen sangat mengetahui Alkitab sehingga ia dapat menangkis
apapun yang kukatakan. Pada waktu itu aku masih berusaha untuk memenangkan
mereka dengan kekuatan argumen dan harus belajar untuk “berbicara mengenai
kebenaran dalam kasih”. Aku sangat kecewa, tapi dalam kereta menuju pulang aku
bertemu dengan sekelompok orang yang akan pergi ke sebuah konvensi Kristen dan
kami semua mendoakan Stephen dan Miriam.
Tidak lama setelah kelahiran putri mereka Salima pada Januari 1998, Susan dan
aku mengunjungi mereka. Aku menggendong bayi itu dan diam-diam memberkatinya
dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus dan berdoa agar ia mengenal Yesus Kristus
sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Aku tidak menceritakan hal ini pada
saudariku.
Pada tahun 1998, aku sudah tawar hati terhadap saudariku tapi Tuhan sedang
melaksanakan rencana-Nya. Pada sebuah Sabtu pagi di pertengahan bulan Mei, aku
http://www.buktisaksi.com | Hal 38
mengikuti sebuah kursus kepemimpinan di gerejaku. Ada sesi pengajaran mengenai
karunia nubuatan dan selama 30 menit terakhir kami dibagi ke dalam kelompokkelompok kecil. Kami hampir saja duduk ketika seorang wanita berkata “aku melihat
seorang wanita berpakaian Arab dan Tuhan berkata bahwa Ia akan menyingkirkan
cadar dari wajahnya sehingga ia dapat melihat”. Aku tertempelak karena aku tahu
wanita itu adalah saudariku.
DOAKU SELAMA BERTAHUN-TAHUN TERJAWAB
Enam minggu kemudian pada tanggal 8 Juli, saudariku dan bayinya datang ke rumahku.
Sore itu matahari bersinar sehingga kami bertiga dan Salim di kereta bayi pergi berjalanjalan di pinggir sungai dan sambil berjalan-jalan aku menjelaskan bahwa aku baru-baru
ini pergi ke sebuah upacara penguburan dimana seorang pemimpin Kristen yang sangat
terkenal menyampaikan khotbahnya. Miriam menyambung ceritaku dengan mengatakan
bahwa ia mengenal orang itu dari televisi, dan hal ini mengherankan aku. Kemudian
segera setelah kami duduk di bangku, ia menangis dan berkata “aku sudah lelah
dengan kontrol ini dan aku merindukan Yesus”. Aku merasa gembira dan sekaligus
terkejut tapi prihatin akan keselamatannya dan bayinya. Aku mengatakan padanya untuk
merahasiakan imannya dari suaminya karena aku yakin akan ada konsekuensikonsekuensi yang membahayakan jika suaminya mengetahui hal ini. Ia
merahasiakannya selama 2 minggu.
Suatu hari di tempat kerja aku menceritakan pada seorang kolega bahwa aku
merasa saudariku telah membuka rahasianya pada suaminya. Setelah tiba di rumah aku
mengatakan hal yang sama pada istriku, lalu telepon tiba-tiba berdering. Ternyata itu
saudariku yang menelepon dan menceritakan apa yang menjadi dugaanku. Aku
menasehatinya agar ia segera berkemas dan tinggal bersama kami dengan bayinya
demi keselamatannya.
Selama minggu itu ia tinggal dengan kami dan kami bersama-sama pergi ke
sebuah kelompok doa yang sangat ingin dikunjunginya ketika aku dan istriku pergi
bekerja. Ketika ia berjalan di teras ia bergumam sendiri “dimana kerudungku”, dan ketika
ia berjalan di High Street ia merasa semua orang sedang memperhatikannya. Pemimpin
kelompok doa bertanya padanya apakah ia telah dilepaskan dari roh Islam dan apakah
ia ingin dilepaskan dari roh itu. Ia langsung mengiyakan dan ia kemudian dilepaskan. Ini
sangat penting untuk menghadapi peperangan yang akan datang apabila ia kembali ke
London untuk menghadapi apa yang akan terjadi.
Ketika mendengar bahwa ia telah menjadi seorang Kristen kembali, kebanyakan
teman-teman Muslimnya memusuhinya, bahkan ada yang mengiriminya sebuah surat
dengan “pena beracun” yang bertuliskan bahwa “ia telah mengkhianati Islam”. (Miriam
sekarang beribadah di sebuah gereja dimana orang-tua wanita itu menjadi anggota
jemaat yang aktif). Stephen berusaha keras untuk meyakinkannya akan “jalan-jalannya
yang sesat” karena ia melihat bahwa apa yang telah dilakukan Miriam sebagai sebuah
pengkhianatan pribadi. Pada satu kesempatan ia berkata bahwa ia tidak terkejut jika
Miriam menjadi seorang Kristen karena ia telah bermimpi tentang hal itu. Ia berkata
bahwa ia melihat Miriam dikelilingi sebuah dinding api, dan ia mengetahui bahwa Miriam
http://www.buktisaksi.com | Hal 39
sekarang berada di neraka karena sudah murtad. Miriam meneleponku dan aku
mengatakan padanya bahwa Stephen berkata benar tentang dinding api itu tetapi salah
menafsirkannya, karena nabi Zakharia (Zakh.2:5) berkata bahwa ini adalah perlindungan
Tuhan bagi umat-Nya.
Setelah 15 bulan Miriam dan putrinya dapat meninggalkan London dan tinggal
dekat dengan kami dan mereka sekarang telah menjadi anggota komunitas gereja,
sekolah dan lingkungan masyarakat. Satu-satunya orang yang terhilang dari keluarga ini
adalah Stephen yang kami doakan agar ia pun menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan
dan Juruselamat pribadinya dan ia dapat berkumpul kembali dengan keluarganya.
Salima telah mendoakannya walaupun ia sudah tidak berjumpa dengan ayahnya sejak
ia masih berumur 6 bulan.
DAKWAH ATAU AKTIVITAS MISI MUSLIM
Islam mempunyai banyak misionaris penuh waktu di Barat dan di seluruh dunia, yang
tugas utamanya adalah mempromosikan Islam dan memenangkan jiwa. Kebanyakan
dari para misionaris ini hidup oleh iman. Setelah tragedi 9/11, orang-orang Muslim
menyelenggarakan pertemuan-pertemuan di gereja-gereja di seluruh Inggris Raya untuk
menjelaskan mengenai Islam kepada orang-orang Kristen, dan kegiatan ini masih
berlangsung. Belum lama ini suami saya masuk ke sebuah ruang pertemuan gereja di
sebuah kota di pinggiran Inggris dan terperanjat ketika mendapati ada sebuah
pertemuan gabungan gereja-gereja mengenai Islam. Ia tidak menjadi pembicara;
pertemuan itu dipimpin oleh seorang Inggris berkulit putih yang berpaling menjadi
pemeluk Islam. Orang yang sudah lanjut usia yang memimpin pertemuan itu berbicara
dengan lembut dengan pernyataan-pernyataan yang mempesona bahwa Islam adalah
agama damai dan betapa indahnya Islam itu. Wanita-wanita muda yang menyertainya
terlihat menarik dengan pakaian mereka dan juga jilbab. Itu adalah bagian dari strategi
misi mereka: menghadirkan Islam dengan cara yang menarik. Yang mereka tekankan
adalah Islam sebagai agama damai, dan mereka menggambarkan bagaimana Islam dan
kekristenan mempunyai banyak persamaan.
Ada orang-orang yang memeluk Islam karena dalam kesepian mereka, mereka
bersahabat dengan seorang Muslim. Orang Muslim menyebut hal ini sebagai “dakwah”,
yang berarti upaya misi Muslim. Itu dapat terjadi dalam berbagai situasi, tetapi sejumlah
besar orang muda menjadi Muslim di perguruan-perguruan tinggi di Inggris, dimana di
sana selalu ada kelompok-kelompok Muslim yang mirip dengan persekutuanpersekutuan Kristen. Kelompok-kelompok ini seringkali bersifat radikal; dan mempunyai
agenda dakwah yang secara aktif mencari petobat-petobat baru.
Ada sebuah kisah mengenai seorang pria muda berkulit hitam di universitas, yang
memeluk Islam dan menjadi radikal melalui salah-satu dari kelompok-kelompok ini.
Suatu hari ia merasa ia harus mengikuti seorang pria Kristen yang ia kenal, yang
mengajaknya ke sebuah persekutuan doa di sebuah gereja. Begitu ia memasuki gereja
ia bertemu dengan sekelompok kecil orang, sekitar 15 orang yang sedang berdoa, dan
pemimpin kelompok itu memanggilnya dan berkata “Mengapa engkau berdosa terhadap
http://www.buktisaksi.com | Hal 40
Tuhan?” Roh Kudus memenuhi orang itu dan ia mengalami sebuah pertobatan yang
dramatis kepada Kristus.
Sekelompok pemudi dari sebuah Persekutuan Kristen dari sebuah perguruan
tinggi menulis kepada kami dengan mengatakan bahwa mereka sekarang mengadakan
pertemuan gabungan dengan kelompok Muslim di universitas. “Bukankah itu indah”,
kata mereka. Kami langsung waspada, karena mengetahui bahwa tujuan dari kelompok
Muslim adalah dakwah dan mencari gadis-gadis Kristen untuk dinikahi.
Dalam Islam, seorang pria Muslim diperbolehkan untuk menikahi wanita
Kristen atau Yahudi. Pada kenyataannya hal itu dianjurkan karena merupakan sarana
dakwah yang sah dan menurunkan pahala dari Allah. Di seluruh dunia gadis-gadis
Kristen menjadi sasaran para pria Muslim. Para pria Timur Tengah yang sangat kaya
datang ke Inggris untuk mencari gadis-gadis Barat. Mereka tampil romantis, bergairah
dan cerdas, dan merayu wanita dengan anggur dan makan malam. Namun demikian,
seorang gadis Muslim tidak diijinkan untuk menikahi seorang pemuda Kristen
atau Yahudi.
PARA WANITA YANG MEMELUK ISLAM KARENA MEMBACA QUR’AN DAN
MENJADI TERLIBAT DENGAN ISLAM
Ada alasan-alasan lain mengapa para wanita memeluk Islam. Salah-satunya adalah
karena membaca Qur‟an; beberapa Qur‟an versi Inggris modern secara khusus didisain
untuk memberikan sebuah gambaran yang indah mengenai Islam. Barulah setelah
memeluk Islam, para wanita itu baru sadar akan natur dari agama yang mereka peluk
itu.
Di universitas, studi-studi mengenai bahasa Arab, Timur Tengah dan mata kuliah
serupa dapat mengakibatkan para wanita berpaling kepada Islam. Ketika mereka
bepergian ke Timur Tengah (sebagai bagian dari mata kuliah), mereka dapat menjadi
sasaran dinikahi para pria Muslim atau dapat menjadi semakin terlibat dengan Islam
sebagai perpanjangan dari kuliah mereka.
http://www.buktisaksi.com | Hal 41
BAB 5
PERBEDAAN-PERBEDAAN KULTURAL DAN RELIGIUS
ANTARA ISLAM DAN BARAT
Sikap-sikap berbeda terhadap jender
Yasmin sangat bahagia. Ia baru saja tiba di rumah sakit ketika bayinya lahir. Ia yakin
bahwa ia akan mendapatkan seorang bayi laki-laki karena ia telah sungguh-sungguh
mendoakannya pada Allah dan ia benar-benar merasa bahwa ia akan mendapat bayi
lak-laki. Semua orang mengatakan padanya bahwa ia akan mendapat anak laki-laki. Ia
merasa sangat bahagia. Suaminya mendampinginya di rumah sakit, terlihat sangat
menantikan kelahiran itu. Ia duduk dan menantikan kedatangan anak laki-lakinya. Ia
akan menunggu lama, namun ia akan duduk dengan tenang di ruang tunggu sementara
Yasmin melahirkan. Ia tidak akan masuk dan melihat istrinya itu karena itu adalah
urusan perempuan. Ia sedang membayangkan...semua orang akan memberi ucapan
selamat padanya dan menjenguknya, ia akan mempunyai status yang baru, seorang
yang penting.
Tiba-tiba bayi itu lahir. Bidan memberitahunya “Anda mendapatkan seorang bayi
perempuan yang cantik!” Ketakutan mencengkeram hati Yasmin; pasti ia sudah salah
dengar. “Apa yang kau katakan?” Bidan itu mengulangi perkataannya, “seorang putri
yang cantik.” Tiba-tiba Yasmin merasa sakit. Bagaimana ia harus mengatakan hal ini
pada suaminya, apa yang akan dikatakan suaminya? Ia akan merasa malu, dan
menolak Yasmin. Yasmin telah melahirkan seorang anak perempuan – seorang anak
perempuan, padahal ia sangat yakin bahwa anaknya laki-laki. Sudah tentu ini kesalahan
Yasmin; Mungkin ia tidak cukup berdoa. Tiba-tiba dunia menjadi sebuah tempat yang
asing dan ia dipenuhi dengan ketakutan.
Dalam Islam, ketika seorang anak perempuan dilahirkan, maka itu dipandang
sebagai kekurangan si ibu, walaupun bukti medis mengatakan sebaliknya. Ucapan
belasungkawa diberikan kepada si ayah, seperti dalam sebuah upacara penguburan,
dan bidan akan berkata kepada si ibu, “mungkin lain kali”. Di beberapa negara biasanya
bidan akan menampar si ibu segera setelah ia melahirkan, karena anak perempuan
akan mempermalukan keluarga. Akibatnya, kelahiran itu biasanya tidak diumumkan.
Ketika seorang Muslim menikah dan mempunyai anak-anak, anak laki-laki selalu
lebih disukai. Mengapa demikian? Karena anak laki-laki akan tinggal bersama
keluarganya dan dengan demikian akan menambah kesejahteraan ekonomi, sedangkan
anak perempuan akan meninggalkan rumahnya untuk tinggal bersama mertuanya. Anak
perempuan adalah sumber masalah karena ia akan diberi mahar ketika ia menikah,
sedangkan anak laki-laki akan membawa seorang istri ke dalam keluarga, yang akan
membawa status dan kehormatan dan kebanggaan dalam komunitas. Melahirkan anak
laki-laki adalah sebuah keharusan, baik untuk kelanjutan keluarga dan juga hidup orangtua pada masa tua mereka. Oleh karena itu, jika hanya anak perempuan yang
dilahirkan, maka hal itu akan menyebabkan si istri mengalami pergumulan besar dan
stres berat, yang akan mendatangkan masalah dalam pernikahan.
http://www.buktisaksi.com | Hal 42
Baru-baru ini saya mendengar tentang seorang wanita Muslim di Selandia Baru
yang melahirkan seorang putri, dipukuli dengan kejam oleh suaminya. Suaminya
diperingatkan oleh pemerintah bahwa sikap seperti ini tidak dibenarkan di Selandia Baru
dan tidak akan ditolerir. Namun demikian, sulit untuk mengetahui apa yang terjadi di
dalam keluarga ini, karena si istri yang dahulunya bekerja di toko kini tidak pernah lagi
tampil di depan umum. Ia mengalami peristiwa-peristiwa yang tragis karena ia kemudian
melahirkan seorang anak perempuan lagi.
HUBUNGAN ANTAR JENDER
Dalam budaya Muslim, hubungan antar jender sangatlah berbeda dengan budaya Barat.
Para wanita dalam komunitas Islam idealnya hanya berbicara kepada sesama wanita,
terpisah dari kerabat pria, dan para pria menurut teorinya, hanya berbicara kepada
sesama pria terpisah dari para wanita yang adalah anggota keluarga mereka sendiri.
Implikasinya adalah dalam budaya Islam tidak diijinkan adanya persahabatan biasa
antar jender seperti yang terdapat di negara-negara Barat. Oleh karena itu, seorang
gadis yang menikahi seorang pria Muslim akan mengalami kesulitan untuk berbicara,
apalagi mempunyai perbincangan yang panjang dengan seorang pria yang bukan
kerabatnya. Hal itu merupakan sesuatu yang sangat asing bagi norma-norma dalam
budaya Islam dan akan menimbulkan kecemburuan dan kecurigaan dalam pernikahan,
juga akan mempermalukan keluarga di tengah komunitas. Dalam masyarakat tradisional
Islam semua hubungan berdasarkan pada keluarga atau pada relasi dengan sesama
jenis.
KEHORMATAN DAN MALU
Dalam banyak hal orang Muslim tidak berpikir secara hitam putih, benar atau salah,
namun mereka memikirkan apa yang mendatangkan kehormatan atau apa yang
mempermalukan. Sulit bagi kita untuk memahami sebuah masyarakat yang tidak
menerima gagasan mengenai benar atau salah, namun didirikan atas dasar cara
pandang yang sama sekali berbeda. Terutama sekali hal ini sangat sulit dipahami oleh
kita sebagai orang Kristen, karena kita diajari bahwa benar dan salah adalah hal yang
sangat mendasar dalam doktrin Kristen. Orang Kristen percaya bahwa apa yang salah
adalah dosa di hadapan Tuhan, dan kita diperintahkan untuk menjadi kudus sama
seperti Kristus yang Kudus.
Salah-satu konsep yang terpenting dalam budaya Islam adalah kehormatan
keluarga, atau izzat. Tingkah-laku seseorang harus dipimpin kepada tujuan tidak
mempermalukan keluarga. Jika seorang anggota keluarga bertanggung-jawab atas
suatu perbuatan yang salah atau jika mereka ada dalam keadaan yang dianggap
mempermalukan, itu harus tetap dijaga di dalam lingkaran keluarga dan disembunyikan
dari dunia luar. Kehormatan keluarga harus dijaga apapun harganya. Ini adalah titik
sentral dalam hidup sebuah keluarga Muslim.
Sebagai contoh, jika seorang gadis Muslim ditunangkan dan kemudian
memutuskan untuk mengakhirinya, keluarganya akan merasa bahwa ia telah
http://www.buktisaksi.com | Hal 43
mempermalukan mereka. Dalam keadaan seperti ini banyak orang-tua Barat yang
malah bersyukur bahwa putri mereka tidak menikahi pria yang salah sebab akan
mengakibatkan pernikahan yang tidak bahagia di kemudian hari. Namun dalam budaya
Muslim, kenyataan bahwa si gadis merasa ia tidak dapat melanjutkan kepada
pernikahan karena alasan apapun adalah hal yang tidak dapat diterima, dan apakah
nantinya pernikahan itu tidak bahagia adalah hal yang tidak relevan. Demikian pula, jika
seorang istri berselingkuh, atau dianggap oleh pria atau kerabatnya bahwa wanita itu
telah berselingkuh, ia mempermalukan keluarganya. Perasan malu adalah sesuatu yang
sangat serius.
Dalam masyarakat Muslim, takut dipermalukan digunakan sebagai kekuatan untuk
mengontrol hidup seseorang, dan sebagai akibatnya orang tidak mempunyai kebebasan
untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Mereka harus selalu bertingkah-laku
terhormat agar kehormatan keluarga senantiasa dijunjung. Sebagai contoh, hal ini dapat
berarti bahwa seorang wanita yang telah menikah tidak bebas untuk bepergian
sendirian, bekerja, atau berbicara pada pria karena orang akan berpikir ia sedang main
mata, atau berselingkuh dan tindakan ini akan mempermalukan keluarganya. Ini adalah
ketegangan-ketegangan yang harus dialami oleh orang yang menikahi seorang Muslim
karena ia harus menyesuaikan diri dengan konsep-konsep budaya ini.
Kontrol seksual terhadap kaum wanita dipandang perlu di dalam Islam, sehingga
pakaian menjadi sesuatu yang penting dan harus sopan. Dalam banyak komunitas
Muslim, wanita harus benar-benar tertutup. Mengenakan rok pendek, jeans, atau
pakaian yang terlalu ketat dipandang tidak bermoral dan mempermalukan keluarga.
Wanita dengan tingkah-laku yang memalukan juga akan mempermalukan kaum prianya,
karena itu artinya para kerabat pria terlalu lemah untuk mengontrolnya.
Para gadis Muslim harus tetap perawan hingga mereka menikah, atau mereka
akan dipandang sebagai properti yang rusak. Di Tunisia, seorang wanita Eropa yang
bekerja sebagai pelayan di sebuah hotel dimana ia bertemu dengan seorang pria
Tunisia, jatuh cinta padanya, dan tinggal bersama pria itu. Pria itu ingin menikahinya
tetapi ia berkata bahwa wanita itu pertama-tama harus memeluk Islam. Ia menolak.
Setelah setahun, pria itu menjadi sangat religius dan ia mengatakan pada wanita itu
bahwa orang-tuanya menginginkannya agar menikahi seorang perawan. Oleh karena
mereka telah tinggal bersama dan tidak menikah, orang-tuanya merasa wanita itu telah
kehilangan kehormatannya dan mereka tidak dapat mempercayainya.
Sangatlah umum bagi gadis-gadis Muslim untuk berhenti sekolah pada umur 16
tahun dan tinggal di rumah untuk memasak bagi keluarga dan membersihkan rumah
sampai mereka menikah. Banyak yang tidak diijinkan untuk melanjutkan pendidikan ke
universitas atau mengikuti pendidikan lanjutan. Orang-tua mereka melihat hal ini sebagai
sesuatu yang baik bagi kepentingan si gadis: ia akan dilindungi, tidak ada yang buruk
akan menimpanya dan ia akan tetap suci dan perawan ketika ia menikah. Sangatlah
memalukan apabila melahirkan anak di luar nikah. Para gadis harus dijaga dan
keperawanan mereka harus dilindungi, sehingga menjadikan mereka beban yang sangat
besar bagi keluarga. Oleh karena itu, mereka akan dicarikan suami dan mereka akan
diserahkan kepada mertua mereka sesegera mungkin. Pendidikan lanjutan secara
umum tidak dipandang penting untuk para gadis; prioritas keluarga Muslim adalah untuk
mendidik kaum pria dalam keluarga itu.
http://www.buktisaksi.com | Hal 44
Satu keluarga mengatakan pada saya bahwa jika putri mereka dipukuli oleh
suaminya, maka mereka tidak akan melakukan apa-apa karena itu akan
mempermalukan seluruh keluarga. Mereka lebih suka menjaga kehormatan mereka dan
membiarkan putri mereka menderita. Asalkan hal itu tersembunyi dari dunia luar maka
itu sudah cukup memuaskan mereka.
PEMBUNUHAN DEMI KEHORMATAN
Islam berarti “tunduk” atau “menaati”. Jika seseorang menolak untuk taat, tindakannya
mendatangkan malu. Sebuah pepatah Arab kuno mengatakan bahwa perasaan malu
yang ditutupi sudah diampuni dua per tiganya. Satu cara untuk menghapuskan
perasaan malu adalah balas dendam atau pembunuhan demi kehormatan. Jika seorang
istri berselingkuh, atau bahkan dicurigai berselingkuh, suami dan keluarganya dapat
membunuhnya untuk menjaga kehormatan mereka. Di banyak negara Muslim hal ini
sangat diterima dan pemerintah hanya menutup mata. Di Pakistan dan negara-negara
lain hal ini terus berlanjut karena suami yang ingin menyingkirkan istrinya menggunakan
alasan membunuh demi kehormatan. Setiap tahun, di India dan Pakistan ada ratusan
pembunuhan demi kehormatan dan kini kita juga melihatnya di Barat.
Seorang kenalan saya sedang melakukan perawatan kecantikan di Harrods
London. Ia memulai sebuah percakapan dengan seorang wanita di sebelahnya, yang
berasal dari negara di Timur Tengah. Wanita itu baru saja kembali ke Inggris setelah
menghabiskan beberapa waktu bersama keluarganya dan mengatakan padanya bahwa
ketika ia di sana, saudarinya kedapatan berselingkuh. Ini mempermalukan keluarga dan
untuk mengembalikan kehormatan, keluarga mereka harus membawanya keluar dan
melemparinya dengan batu. Dalam setengah jam ia meninggal dunia. Pada hari
berikutnya wanita ini duduk di Harrods dan membicarakan hal itu seakan-akan itu adalah
kejadian yang normal dalam hidupnya.
Kisah lain dari Timur Tengah adalah seorang ibu yang mempunyai 2 anak, dan ia
berselingkuh. Keluarga besar bersikeras melemparinya dengan batu sampai mati dan
anak-anaknya harus menyaksikan ibu mereka meninggal. Pria selingkuhannya itu juga
dibunuh.
BERDUSTA ATAU TAQIYAH
Dalam Islam tidak ada penghukuman atas kebohongan seperti di dalam budaya Barat,
dan ada referensinya dalam berbagai Hadith. (perkataan-perkataan nabi Muhammad)
yang mengijinkan hal itu. Berdusta diijinkan dalam 3 situasi: dalam peperangan demi
menguntungkan Islam; dalam rekonsiliasi antara 2 orang yang bertengkar; dan kepada
perempuanmu. Oleh karena itu dusta diijinkan dalam rangka menikahi seseorang yang
akan memeluk Islam. Seorang pria juga diperbolehkan untuk membohongi istrinya.
Ada daerah abu-abu antara ya dan tidak. Berkata “Tidak”, tidak senantiasa seperti yang
kita harapkan. “Ya” dapat berarti “tidak” dan juga sebaliknya. Saya ingat suatu ketika
saya mengundang satu keluarga Muslim ke acara barbekyu gereja, dan mereka
http://www.buktisaksi.com | Hal 45
mengatakan bahwa mereka pasti akan datang. Namun demikian mereka hanya
mengatakannya untuk menyenangkan saya dan sebenarnya mereka tidak punya niat
untuk datang.
POLIGAMI
Di dalam Qur‟‟an dikatakan bahwa seorang pria dapat mempunyai istri hingga 4 orang
pada saat yang bersamaan (Sura 4:3) “......kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu
senangi; dua, tiga atau empat...”
Banyak orang yang bertanya apakah ini benar-benar terjadi di Barat. Apakah pria
Muslim di sini beristri lebih dari satu? Jawabannya adalah ya; para pria Muslim di
negara-negara Barat beristri lebih dari satu. Tapi bagaimana hal ini dapat terjadi dan
tidak disebut sebagai poligami dan bertentangan dengan hukum negara. Pernikahan
yang kedua berlangsung hanya dengan sebuah upacara keagamaan di mesjid dan tidak
terdaftar di catatan sipil (sebagai contoh hanya 160 dari 1500 mesjid di Inggris yang
terdaftar untuk melakukan catatan sipil). Pernikahan dilangsungkan di bawah hukum
syariah yang mempunyai banyak implikasi jika pernikahan itu gagal. Atau si suami
hanya pergi mengunjungi negara asalnya dan menikahi wanita lain tapi tidak membawa
istrinya itu ke negara Barat dimana ia tinggal. Ia akan meninggalkan istri barunya di
kampung halamannya dan hanya sewaktu-waktu mengunjunginya.
Namun demikian, para wanita yang menikahi orang Muslim tidak tinggal di negara
Barat tapi di negara asal suaminya, dan dalam banyak kasus, poligami diijinkan.Tentu
saja harus diperhatikan bahwa jika anda menikahi seorang pria Muslim maka akan
selalu ada kemungkinan terjadinya poligami, bahkan seandainya pun hal itu seakan
tidak mungkin terjadi saat ini dan sekalipun ia berkata bahwa ia tidak akan pernah
melakukannya.
Poligami mendatangkan banyak kesulitan bagi wanita. Ada kecemburuan,
pertengkaran, persaingan, dan penghinaan berkembang diantara para istri dan anakanak. Poligami juga merupakan diskriminasi terhadap wanita dan menguntungkan pria
serta dapat menyebabkan sakit hati dan penderitaan. Menikahi seorang Muslim akan
selalu mendatangkan kekuatiran kalau-kalau suaminya akan mengambil istri lain. Dalam
kebanyakan kasus, hal ini tidak terjadi.Namun ada juga yang terjadi dan mudah sekali
untuk berkata “Itu tidak akan terjadi padaku”. Seorang wanita Inggris yang menikahi
seorang Muslim mendapati bahwa ia mengalami situasi yang sama persis dengan hal
ini. Ketika pasangan ini bergumul dengan masalah-masalah dengan pernikahan mereka,
mereka berkonsultasi dengan seorang pemimpin Muslim yang ternama untuk
mendapatkan konseling, dan ia merekomendasikan agar suaminya mengambil istri lagi.
Ketika saya berada di Asia Tenggara belum lama ini, saya mengunjungi seorang
teman yang bekerja di sebuah sekolah lanjutan pertama untuk putri, dimana ia telah
mengatur agar saya berbicara kepada beberapa guru muslimah. Saya sangat
terperanjat ketika saya mendengar wanita-wanita yang cerdas dan berpendidikan tinggi
mengatakan hal-hal yang menakjubkan pada saya. Seorang wanita yang berbincang
dengan saya mengatakan bahwa jika suaminya mengambil istri lagi maka ia harus
menerimanya. Ia merasa dalam hal ini ia tidak mempunyai pilihan lain; semuanya
http://www.buktisaksi.com | Hal 46
terserah suaminya. Di kemudian hari teman saya mengatakan bahwa suami wanita itu
belum lama ini benar-benar mengambil istri lagi, dan sakit hati yang dialami ibu guru itu
sangat tidak terbayangkan. Ia hampir-hampir tidak dapat mengatasinya.
Dalam Qur‟an dikatakan bahwa seorang wanita harus dimintai ijin sebelum
suaminya menikah lagi. Namun dalam prakteknya ini biasanya tidak terjadi dan
umumnya suaminya langsung saja mencari istri baru. Istri pertama kemudian
diperkenalkan dengan istri muda. Di salah satu negara di Asia Tenggara ada banyak
kontroversi dan perdebatan mengenai hal ini. Ada yang mengatakan bahwa agar Islam
menjadi kredibel dalam bidang ini istri pertama harus dimintai ijin dan harus menyatakan
setuju. Di Tunisia poligami tidak diijinkan.
Di permukaan, berpaling menjadi pemeluk Islam bisa dilihat sebagai hal yang baik
untuk dilakukan, apakah anda melakukannya melalui pernikahan, karena terinspirasi
oleh keyakinan yang baru atau sebab lainnya. Pada mulanya begitu banyak wanita yang
tidak menyadari setiap implikasi dan komplikasi yang ada di bawah permukaan.
http://www.buktisaksi.com | Hal 47
BAB 6
APA YANG DIKATAKAN ISLAM MENGENAI WANITA
Timur Bertemu Barat
Budaya Barat dan budaya Islam, Kristen dan Islam adalah cara pandang/berpikir yang
sangat berbeda, yang dalam berbagai aspek secara diametris berseberangan. Kita
dapat melihat hal ini dalam pembahasan mengenai berbagai hal berkenaan dengan
posisi wanita di dalam Islam hingga masalah anak-anak dan perceraian.
QUR’AN DAN HADITH
Pengajaran Islam tidak hanya bersumber dari Qur‟an tetapi juga dari Hadith. Hadith,
atau tradisi-tradisi, adalah kumpulan perkataan dan perbuatan Muhammad. Harus
diperhatikan bahwa perkataan Hadith tidak selalu merupakan perkataan Muhammad,
tetapi bagaimana orang-orang di sekitarnya memahaminya, atau apa yang dikatakan
atau dilakukan orang pada masa itu. Ada juga permasalahan mengenai otentisitas
tradisi itu, apakah ia kuat, lemah atau hanya diberlakukan.
Apabila Qur‟an dan tradisi tidak mengatakan apa-apa mengenai suatu subyek
tertentu, peraturan-peraturan dibuat melalui konsensus dari para pemimpin religius
(ijma) dan melalui penalaran analog (qiyas). Kombinasi Qur‟an, hadith, ijma, dan qiyas
digunakan oleh para sarjana Islam untuk menciptakan sebuah tatanan aturan dan
regulasi yang disebut Syariah atau Hukum Islam.
APAKAH WANITA MEMPUNYAI KESETARAAN DALAM ISLAM
Dalam Islam pria dan wanita tidak setara. Islam membatasi peran wanita hanya pada
sisi biologisnya atau hanya di rumah. Oleh karena itu, banyak wanita Muslim yang
mengatakan bahwa oleh karena prekonsepsi-prekonsepsi seperti ini, mereka sangat
dibatasi untuk melakukan apa yang dapat mereka lakukan. Nilai-nilai yang dikenakan
Islam kepada wanita adalah bahwa wanita itu lemah, inferior, pada dasarnya jahat, tidak
cerdas, dan tidak rohani. Akibatnya adalah, para pria Muslim memandang wanita dalam
cara yang berbeda dengan para pria Barat dan bersikap dengan cara yang berbeda pula
terhadap wanita.
SUPERIORITAS PRIA DALAM ISLAM
Qur‟an berkata:
Pria mempunyai otoritas atas wanita karena Allah telah menjadikan yang satu lebih
superior dari yang lainnya (Sura 4:34, terj.N.J. Dawood)
http://www.buktisaksi.com | Hal 48
Dalam Islam pria dipandang lebih superior dari wanita dan ini terefleksi dalam
kehidupan keluarga, dimana pria tertua dalam keluarga memiliki posisi pemegang
otoritas dalam keluarga itu dan mengontrol kehidupan keluarga. Jika anda ingat kisah
Mary, segera setelah suaminya tiba di Inggris ia mulai menjalankan ototritasnya dan
otoritas itu bersifat absolut. Kontradiksi apapun berarti pertengkaran dan kekerasan. Ia
juga melakukan apa yang ia inginkan tanpa mengatakannya pada istrinya terlebih
dahulu. Ini adalah pola yang normal.
Dalam budaya Muslim tidak ada saling berbagi pekerjaan rumah-tangga, pria tidak
mengganti popok seperti yang biasa dilakukan di Barat, karena hal ini dianggap sebagai
tugas perempuan. Ada batasan-batasan yang pasti di seputar bidang aktivitas yang
harus dilakukan oleh kedua jender, dan tidak ada fleksibilitas. Oleh karena itu ada
wanita-wanita Muslim yang bangkit mengatasi batasan-batasan yang dikenakan pada
mereka, namun umumnya mereka adalah wanita-wanita yang terpelajar, berpikiran
maju, dan mempunyai semangat yang kuat. Namun kebanyakan dari para wanita itu
pasrah menjalani hidup dengan penyiksaan dan kekerasan, dimana perlakuan yang
tidak benar adalah norma yang berlaku.
Dalam Islam, wanita tidak mempunyai hak-hak yang setara dengan pria. Sulit bagi
non-Muslim dan bahkan orang Muslim sendiri untuk mendiskusikan hal ini di ruang
publik karena itu berarti menyingkapkan rahasia di balik citra keluarga tradisional Muslim
yang akan mendatangkan malu. Pada kenyataannya, posisi wanita dalam Islam adalah
masalah hak azasi manusia yang harus diperjuangkan.
TAKDIR SEORANG WANITA
Dalam Hadith (301:1 Bukhari) dikatakan:
Pada suatu ketika Rasul Allah berkata kepada sekelompok wanita, “Berikanlah sedekah,
karena aku telah melihat bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah kalian (para
wanita).”...Aku belum pernah melihat siapapun yang kurang cerdas dan kurang
beragamanya daripada kamu. Seorang laki-laki yang waras dan berhati-hati dapat
disesatkan oleh beberapa diantara kamu”. Para wanita itu bertanya, “Wahai Rasul Allah!
Apakah yang kurang dalam kecerdasan dan beragama kami?” Ia berkata, ”Bukankah
kesaksian dua wanita setara dengan kesaksian seorang pria?” Mereka mengiyakannya.
Ia berkata, “Inilah kurang cerdasnya kamu. Bukankah benar bahwa seorang wanita tidak
dapat berdoa dan juga tidak dapat berpuasa selama ia datang bulan?”
Ayat di atas menyatakan bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah wanita. Lalu
bagaimana wanita dapat masuk surga? Jawabannya, terdapat di tempat lain dalam
Hadith, yaitu seorang istri harus sangat menaati suaminya. Inilah yang menunjukkan
kesalehannya dan menjamin takdir abadinya. Suaminya adalah surganya atau
nerakanya; tanpa ketaatan pada suaminya maka tidak ada surga bagi wanita. Suami
sangat ditinggikan dibandingkan wanita hingga ia ditempatkan pada tingkat yang ilahi.
Dikatakan bahwa para istri yang taat dan saleh mendampingi suami-suami mereka
ke surga. Para wanita di surga harus tunduk, menjadi bawahan, berkerudung dan
ditempatkan tersendiri di harem-harem surga, dengan diam melihat suami-suami
http://www.buktisaksi.com | Hal 49
mereka bercinta dengan houris yang cantik (perawan-perawan) di surga. Pria adalah
tuannya di bumi, dan ia akan tunduk padanya untuk selamanya, juga di dalam surga.
PARA WANITA DIPANDANG KURANG KECERDASANNYA
Hadith yang dikutip di atas menyatakan bahwa wanita dipandang kurang
kecerdasannya, dan juga agamanya. Alasannya adalah karena otak wanita dianggap
lebih kecil dari otak pria. Amin Qasim, seorang feminis pria Muslim, yang adalah
seorang penulis, mengatakan bahwa jika pria lebih superior dari wanita baik secara fisik
maupun kecerdasan, itu karena pria terlibat dengan aktifitas-aktifitas kerja yang
mengharuskan mereka menggunakan otak dan tubuh mereka dan oleh karena itu
mereka mengembangkannya. Para wanita yang telah kehilangan semua kesempatan
untuk menggunakan pikiran atau tubuh mereka dipaksa menduduki posisi yang lebih
rendah.
Seorang penulis Arab terkenal bernama „Al-Aqad mengatakan bahwa kecerdasan
seorang wanita tidak dapat menjangkau/menyamai kecerdasan pria, dan terus
mengarah kepada penghancuran gagasan mengenai kesetaraan intelektual pria dan
wanita. Ini nampaknya merupakan pandangan yang sudah baku yang telah ada selama
berabad-abad, yaitu bahwa wanita tidak secerdas pria.
MENDISIPLINKAN WANITA: DIPERBOLEHKAN MEMUKUL ISTRI
Qur‟an (Sura 4:34) berkata:
Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah wanita yang taat kepada Allah lagi memelihara
diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanitawanita yang kamu khawatirkan nusyuznya maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah
mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka
menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.
Ayat di atas diwahyukan sehubungan dengan seorang wanita yang mengeluh
kepada Muhammad bahwa suaminya telah menampar wajahnya (bekas tamparan itu
masih terlihat). Pada mulanya Muhammad mengatakan padanya untuk membalas
suaminya itu, kemudian ia menambahkan, “Tunggu sampai aku memikirkannya.”
Kemudian, ayat itu diwahyukan setelah Muhammad berkata, “Kita menginginkan suatu
hal namun Allah menghendaki yang lain, dan apa yang dikehendaki Allah adalah yang
terbaik.”
Ayat ini mengijinkan pemukulan terhadap istri. Pria bertanggung-jawab untuk
menasehati istrinya, berhak untuk merendahkan seksualitasnya melalui pisah ranjang,
berhak untuk memukulinya untuk mengoreksi sikap pemberontakan apapun. Kata
“pemberontakan” di sini berhubungan dengan ketidaktaatan dalam bentuk apapun dari
pihak wanita, bukan semata-mata penolakan untuk berhubungan seks. Jika seorang
wanita menolak untuk tidur dengan suaminya atau tidak menaati perintahnya, pertamatama ia akan dinasehati, dan kemudian pria itu diijinkan Allah untuk memukuli istrinya.
http://www.buktisaksi.com | Hal 50
Istri seorang Muslim harus selalu siap untuk datang ke tempat tidur dan
memuaskan hasrat seksual suaminya, jika tidak ia akan dipukuli suaminya dan dikutuk
malaikat-malaikat Allah, yang ditugaskan untuk melihat secara dekat urusan-urusan
seksual sepasang manusia. Muhammad (dikutip) mengatakan bahwa jika seorang pria
mengajak istrinya untuk tidur dengannya dan ia menolak untuk datang kepadanya, maka
para malaikat akan mengirim kutuk padanya hingga pagi hari (Hadith 121:7 Bukhari).
Hasrat seksual seorang pria dipandang sangat mendesak sehingga lebih baik
membiarkan makanan di oven menjadi gosong daripada membiarkan hasrat seorang
pria tidak dipenuhi.
Seorang sarjana muslim mengatakan, “Ada kejahatan dan kelemahan dalam diri
wanita. Diplomasi dan kekerasan adalah obat untuk kejahatan dan kelembutan adalah
obat untuk kelemahan.”
KEKURANGAN WANITA SEBAGAI SAKSI
Dalam Qur‟an (Sura 2:282) dikatakan:
...Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki diantaramu. Jika
tak ada dua orang lelaki maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari
saksi-saksi yang kamu ridai supaya jika seorang lupa maka seorang lagi
mengingatkannya...
Berdasarkan hal ini para hakim Muslim dengan tegas mengemukakan bahwa
merupakan suatu intervensi ilahi bahwa seorang saksi pria setara dengan dua saksi
wanita. Mereka juga mengatakan bahwa kesaksian yang diberikan oleh dua wanita
hanya akan menjadi sah bila didampingi oleh seorang pria. Jika tidak ada dua saksi pria
maka harus ada satu pria dan dua wanita, bukan empat wanita. Empat wanita tidak
dapat menggantikan dua pria.
PERKOSAAN
Di negara-negara seperti Pakistan seorang wanita yang diperkosa harus menghadirkan
4 saksi pria Muslim dewasa yang telah melihat kejadian itu berlangsung. Jika ia tidak
dapat menghadirkannya maka ia akan dituduh melakukan perzinahan, dihukum penjara
dan mendapatkan sejumlah cambukan. Ini adalah situasi yang dialami wanita-wanita di
negara-negara dimana hukum negara mengikuti syariah sehubungan dengan hal ini.
WARISAN
Dalam Qur‟an (Sura 4:11) dikatakan:
Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu:
bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua anak perempuan.
http://www.buktisaksi.com | Hal 51
Menurut hukum syariah wanita tidak mempunyai hak waris yang sama dengan pria dan
hanya mendapatkan setengah bagian dari warisan untuk pria.
Di Inggris, para suami Muslim pergi ke pengacara-pengacara syariah yang akan
menasehatkan mereka untuk membuat surat wasiat berdasarkan syariah. Hal ini berarti
bahwa si istri hanya akan mewarisi sebahagian dari bagian warisannya.
PERCERAIAN
Perceraian dapat terjadi dengan sangat mudah dalam Islam dan kuasa untuk
menceraikan berada di tangan pria. Tidaklah memalukan bagi seorang pria jika ia
menceraikan istrinya, apapun alasannya, namun adalah sangat memalukan bagi
seorang wanita jika dialah yang mengambil inisiatif untuk bercerai dan itu akan
mempengaruhi seluruh keluarga besar yang terkait. Di negara-negara Islam yang
menerapkan hukum syariah, pria hanya harus mengatakan “aku menceraikanmu”
sebanyak 3 kali, dan dengan demikian perceraian ditetapkan. Setelah perceraian anakanak dipandang sebagai properti ayahnya.
Adalah suatu kebiasaan yang umum dalam masyarakat Muslim bilamana seorang
pria mengancam untuk menceraikan walau sebenarnya tidak ada niat untuk
melakukannya. Ini adalah sarana untuk tetap mengontrol istrinya. Banyak wanita yang
menikahi pria Muslim di Inggris yang menikah di mesjid yang tidak terdaftar untuk
menyelenggarakan pernikahan dan tidak disertai dengan pencatatan sipil. Oleh karena
itu mereka tidak menikah berdasarkan Hukum Inggris tetapi di bawah Hukum syariah. Ini
berarti bahwa jika hubungan itu hancur, hanya Hukum syariah yang diimplementasikan
dan tidak ada prosedur perceraian yang sah. Dalam banyak kasus, perceraian seperti ini
mendatangkan kerugian bagi wanita dan juga masalah karena ia tidak akan
mendapatkan dukungan hukum untuk menerima bagian harta gono-gini.
Setelah perceraian, beberapa pria Muslim menculik anak-anak dan kembali ke
negara asal mereka. Kebanyakan dari negara-negara ini tidak mempunyai kesepakatan
dengan negara-negara Barat dalam hal akses untuk berjumpa dengan anak-anak dan si
wanita/ibu akhirnya kehilangan anak-anaknya. Ada ribuan wanita Barat maupun Kristen
yang mengalami masalah ini di seluruh dunia dan itu menyebabkan kepedihan yang
luar-biasa. Yang terbaik yang dapat diperoleh adalah seorang wanita menemui anakanaknya 2 kali setahun; namun dalam skenario yang terburuk ia tidak akan pernah
dapat bertemu lagi dengan anak-anaknya dan tidak tahu dimana mereka berada. Para
wanita dalam situasi ini sering menghabiskan sejumlah besar uang dalam usahanya
untuk melacak keberadaan anak-anaknya, dan menanggung sakit dan penderitaan yang
tidak terkatakan. Bisa jadi mereka harus melawan sistem hukum di negara itu, yang
kemungkinan besar dibentuk oleh pemikiran, budaya dan hukum Islam, yang semuanya
sangat mendukung si suami. Si suami tentunya sadar akan hal ini ketika ia menikahi
wanita itu, sehingga kemungkinan besar wanita itu tidak pernah memimpikan bahwa
pernikahannya akan menjadi seperti itu.
http://www.buktisaksi.com | Hal 52
ANAK-ANAK
Ketika seorang wanita Kristen (atau Barat) menikahi seorang Muslim, anak-anak akan
selalu dibesarkan sebagai Muslim dan harus mengikuti pengajaran Islam di mesjid
sepulang sekolah. Seorang pria Muslim tidak harus menerima anak-anak dari
pernikahan terdahulu jika ia merasa anak-anak akan terlalu banyak menyita waktu
ibunya.
Bertahun-tahun yang lalu seorang wanita Inggris, yang sekarang adalah seorang
Kristen, menikahi seorang barista (penyaji minuman di bar) di Inggris dan memeluk
Islam saat menikah. Walaupun ia sekarang adalah seorang Kristen mereka tetap
menikah. Mereka mempunyai 4 putri yang berbeda satu sama lain. Saat mereka
bertumbuh, para gadis ini diajari mengenai Islam. Salah-satu putrinya menjadi seorang
Muslim dan menjalankan agamanya dengan taat. Putri yang lebih muda menjadi
seorang Kristen yang lahir baru dan terlibat dalam musik dan ibadah Kristen, bersaksi
tentang Kristus terhadap orang lain dan mendoakan keluarganya. Ada pemisah yang
sangat lebar diantara kedua saudari ini, yang membawa ketegangan dan konflik diantara
keduanya. Saudari yang Kristen seringkali berusaha menceritakan tentang Injil dan iman
Kristennya kepada saudarinya yang Muslim, sementara saudarinya yang Muslim itu
selalu berusaha untuk membela Islam dan praktek serta keyakinan Islamnya.
Sebuah pernikahan lintas agama dan budaya akan sangat mendatangkan
masalah dan memberi dampak yang besar bagi anak-anak. Putri ketiga dari keluarga ini
tinggal bersama seorang pria Inggris sebagai pasangannya dan tidak menikahinya.
Ketika putri yang Kristen itu bertunangan dengan seorang pemuda Kristen, ia
mendiskusikan pernikahannya dengan ayahnya dan memintanya untuk datang ke
pernikahan dan melepasnya di altar. Bagi ayahnya kedua situasi ini sangat sulit dan
pada mulanya berkeras untuk tidak menghadiri pernikahan itu. Namun demikian, pada
akhirnya ia turut mengambil bagian dalam pernikahan itu dan melepas putrinya di altar.
Dalam film “East is East” seorang pria Pakistan menikahi seorang wanita Inggris di
awal 1960-an dan saat anak-anaknya bertumbuh ia mengharapkan mereka untuk
mengikuti norma-norma dan tradisi-tradisi Muslim mereka. Ketika anak-anak mulai
memberontak dan tidak hidup sesuai dengan harapannya, ia merasa sulit untuk
memahami dan menghadapi hal itu, dan ini menciptakan sebuah konflik yang besar di
dalam keluarga. Banyak pria Muslim dalam situasi yang serupa menjadi sangat opresif
dan melakukan kekerasan terhadap anak-anaknya.
PERTANYAAN MENGENAI IDENTITAS
Satu masalah dalam pernikahan-pernikahan ini adalah konflik identitas. Di dalam
sebuah keluarga Muslim yang tinggal di Barat akan terjadi konflik budaya yang parah
saat putri-putrinya yang besar di Barat menginginkan hidup yang sama dengan temanteman Barat mereka. Di satu sisi, keluarga menginginkan mereka untuk bersikap
menurut cara tradisional, seperti yang dilakukan jika mereka hidup di negara asalnya.
Tetapi dalam kisah di atas, ada konflik religius diantara anggota-anggota keluarga, dan
juga konflik budaya. Ini adalah dua dunia yang tidak dapat dijembatani oleh anak-anak
http://www.buktisaksi.com | Hal 53
karena mereka sangat berbeda dalam natur, praktek dan pengharapan-pengharapan
mereka.
Dengan bertumbuhnya anak-anak ini, mereka akan mengalami krisis karena
mereka mencari identitas diri mereka sendiri. Ada yang menemukannya dalam
kelompok-kelompok Muslim fundamentalis, dimana gagasan mengenai komunitas
Muslim di seluruh dunia atau umma, membawa mereka kepada keterlibatan politis
dengan sesama Muslim di tempat-tempat seperti Palestina dan Afghanistan.
http://www.buktisaksi.com | Hal 54
BAB 7
APA YANG TERJADI KETIKA SESEORANG
MENINGGALKAN ISLAM
Dikatakan bahwa Islam adalah jalan satu arah; anda bisa memasukinya tetapi tidak bisa
meninggalkannya.
Hukum Kemurtadan
Hukum religius Islamik (Syariah) menyatakan bahwa orang-orang Muslim yang
berpindah ke iman yang lain (murtad) dan menolak untuk kembali ke Islam harus
dibunuh. Ia juga menspesifikasikan hukum-hukum lain yang bervariasi termasuk
pembatalan pernikahan mereka, hilangnya anak-anak mereka serta semua harta benda
mereka, serta penundaan semua kontrak-kontrak finansial dan legal serta hak-hak
warisan. Semuanya akan dikembalikan hanya jika mereka kembali kepada Islam.
Ada empat sekolah utama dalam Islam Sunni dan seperlima tradisi dalam Islam
Syiah. Ada beberapa pertentangan berkenaan dengan aplikasi detil mengenai hukum
kemurtadan dari tradisi yang berbeda-beda. Salah satu pertanyaan yang menjadi
perdebatan di antara tradisi-tradisi itu adalah apakah wanita yang murtad juga harus
dieksekusi, atau cukup dengan dipenjarakan seumur hidup, dan apakah anak-anak dari
mereka yang murtad juga harus dianggap sebagai turut murtad. Namun demikian,
semua sekolah-sekolah syariah setuju bahwa para pria dewasa yang murtad dan
menolak untuk kembali kepada Islam harus dieksekusi dan bahwa istri-istri dan anakanak mereka yang masih Muslim serta semua harta benda mereka harus diambil dari
mereka.
Ingatlah Miriam, yang menceritakan kisahnya di bab 4, dianggap sebagai
seorang murtadin oleh teman-teman dan suaminya ketika ia berpindah menjadi seorang
pemeluk Kristen. Stephen dinasehati bahwa ketika ia telah menjadi seorang Kristen
maka ia dianggap sebagai seorang yang telah murtad dan karenanya pernikahan itu
telah dibatalkan dan tidak lagi berlaku. Karena itu ia diperintahkan untuk keluar dari
rumah dengan segera. Miriam hanya telah menikah berdasarkan syariah, tanpa upacara
yang didasarkan atas hukum sipil, dan segera setelah ia menjadi seorang Kristen maka
pernikahan itu secara otomatis dibatalkan.
Pada tahun 2000, seorang wanita Muslim yang masih muda yang tinggal di
Inggris, bertobat dan menjadi pemeluk Kristen. Suatu hari ia diculik ketika ia tengah
berada di luar gerejanya dan dipaksa masuk ke dalam sebuah mobil van oleh sejumlah
orang, termasuk di dalamnya beberapa kerabatnya. Selagi mobil van melaju kencang, ia
dipukuli hingga babak belur. Ia diberikan sebuah Al Qur‟an dan diperintahkan untuk
mengucapkan pengakuan Islam (Syahadat) dalam sebuah usaha untuk memaksanya
kembali kepada Islam. Ia menolak dan mulai menyanyikan sebuah lagu
Kristen,”Yesusku, Penyelamatku, tiada yang seperti Engkau.” Pemukulan itu berlanjut.
http://www.buktisaksi.com | Hal 55
Kemudian ia dibuang dari mobil van itu di depan sebuah pusat perbelanjaan, dan
kemudian dari sana ia dilarikan ke rumah sakit. Ketika ia sudah sembuh, ia harus pergi
untuk menyembunyikan diri.
Para petobat seringkali ditolak oleh keluarga mereka dan diusir dari rumah
keluarga mereka. Di Pakistan, semua anggota dari sebuah keluarga Muslim yang kaya
telah berpaling menjadi orang-orang Kristen pada tahun 2001. Keluarga dari si suami
merampas rumah mereka yang nyaman segera setelah mereka menjadi murtad.
Sebagai konsekwensi atas pertobatan mereka, keluarga itu harus melupakan gaya
hidup mereka yang makmur dan pergi menyembunyikan diri.
Bahkan di negara-negara Muslim yang paling toleran, dimana tidak ada hukum
kemurtadan dan negara tidak menangkap atau menghukum para petobat, Muslim yang
pindah ke agama lain dapat menghadapi tekanan sosial yang luar biasa besar dari
keluarga dan komunitas mereka. Ini bisa menjadi sebuah problem mayor bahkan di
negara-negara dengan Muslim sebagai komunitas minoritas. Dalam situasi ini hidup
mereka mungkin tidak dalam bahaya, tetapi hukum lain syariah bisa diberlakukan atas
mereka seperti: memaksa mereka untuk kembali ke Islam, memaksakan pemisahan dari
pasangan mereka, dan kehilangan anak-anak dan harta milik yang bisa mereka alami
lewat intervensi keluarga dan komunitas mereka.
Kisah Yasmin
Yasmin dibesarkan dalam sebuah keluarga Muslim. Ia bertobat setelah mengalami
sebuah visi dari Yesus ketika ia melahirkan anak laki-lakinya yang bungsu, dan ia
kemudian dibaptiskan pada usia tiga puluhan. “Keluarga saya sepenuhnya telah
membuang saya. Mereka berpikir bahwa saya telah melakukan dosa terbesar, oleh
karena saya dilahirkan sebagai seorang Muslim maka saya pun harus mati sebagai
seorang Muslim. Saat suami saya mengetahui hal ini, ia juga membuang anak-anak
saya secara total. Seorang teman mencoba untuk mencekik saya ketika saya
beritahukan padanya bahwa saya telah bertobat dan menjadi Kristen,” katanya.
“Jendela rumah kami dilempar dengan batu bata. Saya dimaki-maki di jalanan
karena mereka berpikir bahwa saya telah melecehkan Islam. Banyak kali kami harus
memanggil polisi. Saya harus pergi ke pengadilan untuk memperoleh sebuah keputusan
melawan suami saya karena ia menyuruh orang lain untuk menyerang saya.”
Ia kemudian pergi bersembunyi di bagian lain Inggris, tetapi serangan-serangan
segera kembali terjadi setelah orang-orang di sekitar situ mengetahui keberadaannya.
“Saya tidak akan pergi untuk bersembunyi lagi,” katanya, dengan menambahkan bahwa
para penyerangnya menerapkan standar ganda yang membuatnya menjadi lebih marah
lagi. “Mereka benar-benar orang munafik – mereka ingin supaya kita bersikap toleran
terhadap apa pun yang mereka inginkan, tetapi mereka tidak bersikap toleran terhadap
apa pun yang kita inginkan.”
“Dengan para petobat lainnya, Yasmin telah membantu untuk membuat sebuah
jaringan kelompok-kelompok pendukung di seluruh Inggris, yang telah mengadopsi
metode operasi, yang secara normal diasosiasikan dengan diktatorsip, bukan
http://www.buktisaksi.com | Hal 56
demokrasi. Mereka tidak hanya harus bertemu secara rahasia, tetapi bahwa mereka pun
tidak bisa mengiklankan pelayanan mereka dan harus benar-benar memeriksa orangorang yang mendekati mereka untuk memastikan bahwa mereka itu bukan para
penyusup.
Yasmin mengatakan bahwa ia melakukan kontak dengan sekitar 70 orang
petobat. Beberapa dari mereka telah mengalami pemukulan sehingga menyebabkan
bagian-bagian tubuh mereka lebam-lebam karena iman mereka. Yang lainnya bahkan
menderita lebih berat lagi. Keluarga dari seorang gadis usia 18 tahun yang sedang
ditolong oleh Yasmin menemukan bahwa ia selama ini menyembunyikan Alkitab di
kamarnya dan mengunjungi gereja secara rahasia. “Saya berusaha sebisa mungkin
untuk menolongnya, tetapi mereka membawanya ke Pakistan dengan alasan „untuk
berlibur‟, demikian dikisahkan oleh Yasmin. “Tiga minggu kemudian, gadis ini
ditenggelamkan. Mereka mengatakan bahwa ia pergi ke luar saat tengah malam dan
terpeleset di sungai. Tetapi saya meyakini sepenuhnya bahwa cerita itu tidak benar.”
Kisah Rut
Rut, juga aslinya berasal dari Pakistan, baru-baru ini menemukan bahwa ia cukup
beruntung terlepas dari usaha pembunuhan. Ketika ia memberitahukan kepada
keluarganya bahwa ia telah bertobat menjadi seorang Kristen, mereka menguncinya di
dalam rumah keluarganya selama musim panas.
“Mereka takut bahwa saya akan bertemu dengan beberapa orang Kristen.
Saudara lelakiku sangat agresif dan ia bahkan memukuliku. Di kemudian hari saya
menemukan bahwa ia menginginkan kematianku,” katanya. Seorang teman keluarganya
menyarankan supaya ia dibawa ke Pakistan untuk dibunuh, dan saudara lelakinya
menyampaikan ide itu kepada ibunya, yang kemudian menentang hal itu. “Saya sangat
terisolasi dan kesepian. Tetapi sekarang, saudara laki-laki saya sedang memikirkan
untuk berubah dan seorang keponakanku telah membuat sebuah komitmen untuk
menjadi seorang Kristen.”
Kisah Noor
Noor, dari Midland, dibesarkan sebagai seorang Muslim tetapi ia kemudian bertobat
menjadi Kristen pada usia dua puluh satu. “Memberitahukan kepada ayah saya adalah
hal tersulit yang pernah saya lakukan. Saya pikir ia akan membunuhku pada saat itu
juga, tetapi ternyata ia hanya mengalami syok,” katanya. Pada akhirnya ia hampirhampir menculikku.
“Ia mengambil sebuah aksi drastis; ia membawa keluarganya ke Pakistan, ke
sebuah desa yang terpencil dimana tak ada jalan raya ke desa itu. Ia menaruh kami
semua di desa itu selama bertahun-tahun, memaksa saya dengan keras untuk
meninggalkan iman Kristiani saya. Ia mengalami penderitaan mental dan emosional
yang berat yang kebanyakan orang pasti belum pernah mengalaminya,” katanya.
“Dalam keputusasaan, ayah saya mengancam bahwa ia akan mengambil nyawa saya.
http://www.buktisaksi.com | Hal 57
Jika seseorang meninggalkan Islam, adalah keharusan demi kehormatan keluarga untuk
membawa mereka kembali kepada Islam, atau jika tidak, membunuh mereka.”
Untungnya, ayahnya kemudian menyadari bahwa ia tidak bisa menggoncangkan
imannya, dan melepaskannya dengan syarat-syarat yang keras.
Para imam di Inggris kadang-kadang menyerukan supaya orang-orang yang
sudah murtad dibunuh jika mereka mengkritik agama mereka sebelumnya. Anwar
Sheikh, mantan guru Mesjid dari Pakistan, menjadi seorang atheist setelah datang ke
Inggris. Saat ini ia hidup dengan alarm khusus di rumahnya di Cardiff, setelah mengkritik
Islam dalam sebuah seri buku-buku garis keras.
“18 fatwa sudah dijatuhkan terhadap saya. Mereka menelepon saya – Mereka
tidak bodoh untuk menyerang saya dengan tulisan. Saya ditelepon dua minggu lalu.
Mereka katakan bahwa saya harus bertobat, jika tidak saya akan digantung,” katanya.
“Apa yang telah saya tulis, saya yakini; dan saya tidak akan menariknya kembali. Saya
siap menanggung konsekuensinya. Jika ini harga yang harus saya bayar, saya akan
membayarnya.”
Seorang yang sudah murtad yang paling terkenal di Inggris adalah Ibn Warraq,
seorang intelektual kelahiran Pakistan dan mantan guru dari London yang meninggalkan
iman Islamnya setelah kasus Salman Rushdie dan menyaksikan alasannya
meninggalkan Islam dalam bukunya Why I am not A Moslem. Baru-baru ini ia mengedit
buku Leaving Islam, namun ia sulit untuk menjelaskan permusuhan yang ia hadapi.
“Benar-benar aneh. Bahkan orang Muslim yang paling liberal bisa menjadi sangat ganas
jika anda mengkritik Islam, atau horror dari semua horror, jika anda meninggalkannya.”
Ia sendiri telah mengambil tindakan pencegahan dengan hanya menggunakan
nama samaran, dan hidup dengan menyamar di daratan Eropa. Ia berpikir bahwa orang
Muslim yang murtad adalah sesuatu yang biasa terjadi. “Dalam masyarakat Barat,
kemungkinan sekitar 10-15 persen. Sangat sulit untuk mendapatkan jumlah yang pasti,
karena orang tidak mau mengakuinya.”
http://www.buktisaksi.com | Hal 58
BAB 8
APA YANG DIYAKINI OLEH ORANG-ORANG MUSLIM?
Islam artinya “kepatuhan kepada Allah” dan Muslim adalah seseorang yang patuh atau
tunduk.
Qur’an
Qur‟an adalah kitab suci Islam dan dikatakan telah ada sejak kekekalan dalam bahasa
Arab dan ditulis pada loh batu. Orang-orang yang berbicara dalam bahasa Arab memiliki
prestise yang khusus di mata orang-orang Muslim di seluruh dunia. Orang Muslim
percaya bahwa Qur‟an adalah firman Tuhan yang aktual, didiktekan/diturunkan kata
demi kata dalam bahasa Arab kepada Muhammad, dalam kurun waktu 23 tahun
hidupnya, oleh malaikat Jibril. Mereka percaya bahwa Qur‟an tidak mungkin bisa
diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lainnya.
Qur‟an memiliki panjang yang sama sebagaimana halnya Perjanjian Lama dan
dibagi ke dalam 114 surah atau pasal. Namun demikian, surah-surah ini tidak disusun
secara kronologis tetapi secara acak berdasarkan panjangnya, mulai dari yang paling
panjang dan diakhiri dengan yang paling pendek.
Adalah penting untuk mengetahui konteks sura, kapan dan dimana mereka
diwahyukan. Banyak ayat-ayat dalam Qur‟an berkontradiksi dan masalah ini
diselesaikan melalui “doktrin pencabutan” (nasikh dan mansukh) dimana pewahyuan
yang lebih dulu akan dicabut atau dibatalkan, diganti dengan pewahyuan yang terkini.
Banyak orang yang menemukan Qur‟an sebagai kitab yang sangat sulit untuk dibaca,
seolah-olah tidak mungkin membacanya dan dengan segera memahami isinya,
sebagaimana halnya membaca Alkitab.
Sura pertama dari Qur‟an hanya memiliki tujuh ayat dan merupakan doa utama
Muslim ketika mereka memulai setiap doa dan setiap kali mereka bersujud. Qur‟an
dibaca dengan bantuan kitab suci kedua yaitu Hadith, yang berisi ribuan perkataanperkataan dan perbuatan-perbuatan Muhammad yang dikumpulkan oleh sahabatsahabatnya dalam kurun waktu 275-350 tahun setelah kematiannya.
Lima Pilar Islam
Orang-orang Muslim memiliki seperangkat kewajiban religius yang disebut Lima Pilar
Islam. Kelimanya sangat sederhana dan merupakan kewajiban untuk dilaksanakan oleh
setiap Muslim.
http://www.buktisaksi.com | Hal 59
Pengakuan iman atau Kredo
Pengakuan iman Muslim adalah pilar pertama Islam dan disebut Syahadat. Yaitu: “Aku
bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah.” Ini adalah
pengakuan iman Islam dan diulangi setiap hari ketika mereka menaikkan doadoa/sembahyang. Ketika ini diucapkan oleh non-Muslim di hadapan dua orang saksi,
maka orang itu pun menjadi seorang Muslim. Dalam kasus pertobatan yang dipaksakan,
orang dipaksa untuk mengucapkan syahadat dan kemudian mereka pun telah dianggap
sebagai sudah bertobat kepada Islam. Ketika seorang bayi dilahirkan, imam akan
mengucapkan kalimat syahadat ini di telinga sang bayi. Secara literal, syahadat
diproklamirkan dari atas atap-atap/minaret (menara mesjid) di negara-negara Muslim
oleh para muazin, sebagai bagian dari panggilan untuk menunaikan sholat. Pada
dasarnya apa yang diproklamirkan dari minaret ini merupakan sebuah penyangkalan
terhadap keilahian Kristus, bahwa Ia adalah Anak Allah.
Doa
Pilar kedua Islam adalah doa. Orang Muslim berdoa lima kali sehari pada waktu yang
sudah ditentukan, dengan menghadap ke Mekah. Sembahyang dilakukan pada waktu
subuh sebelum matahari terbit, siang hari, sore hari, segera setelah matahari
terbenam/maghrib, dan doa pada tengah malam. Qur‟an tidak memberikan detil
mengenai hal ini, karena peraturan mengenai sembahyang ditemukan di dalam Hadis.
Gerakan-gerakan ritual dari berdiri hingga berlutut hingga sujud semuanya merupakan
bagian dari budaya para penyembah berhala Arab sebelum Islam muncul.
Sembahyang di mesjid diumumkan melalui panggilan untuk berdoa dari menara
mesjid yang tinggi, lima kali sehari. Muazin berseru: “Allah itu besar. Aku mengaku tiada
Tuhan selain Allah. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul Allah. Marilah berdoa,
marilah meraih kemenangan (sukses).” Ketika hari masih subuh ia akan berseru
“Sembahyang lebih baik daripada tidur. Allah adalah besar....”
Sebelum berdoa, orang-orang Muslim harus menjalani ritual pencucian yang
disebuh wudhu. Ada aturan-aturan untuk mencuci keempat bagian tubuh: wajah, dari
atas hingga jidat terus ke dagu hingga ke telinga; tangan dan lengan, hingga sikut;
seperempat bagian muka digosok dengan tangan yang basah; dan kaki dicuci hingga ke
tumit. Banyak orang Muslim yang meyakini bahwa jika ada satu bagian dari tubuh ini
yang tidak dibersihkan, maka semua ritual doa yang dilakukan menjadi tidak ada
nilainya. Orang-orang Muslim juga tidak boleh mabuk dan murni secara ritual dari polusi
seksual.
Setelah melakukan wudhu, maka orang yang tengah beribadah kemudian
mengulangi mengucapkan doa-doa yang sudah ditentukan diikuti dengan gerakangerakan ritual. Ini bisa dilakukan baik secara pribadi atau publik, dan adalah sesuatu
yang umum di sejumlah negara melihat orang-orang Muslim melaksanakan sholat di
jalanan. Di Inggris semakin banyak tempat kerja, sekolah-sekolah, universitasuniversitas, dan penjara yang menyediakan mushola (tempat untuk sembahyang)
setelah orang-orang Muslim memintanya. Bandar udara dan rumah-rumah sakit memiliki
ruang-ruang doa untuk pengunjung dengan iman yang berbeda-beda yang terbukti
http://www.buktisaksi.com | Hal 60
merupakan kesulitan tersendiri dimana orang-orang Muslim merasa keberatan ketika
mereka melihat ada wanita yang hadir di ruangan itu dengan mengenakan sepatu dan
kepala tidak berkerudung. Salah seorang teman kami pada suatu waktu tengah berada
di sebuah bandar udara utama di Inggris dan ia ingin berdoa di ruang doa. Orang
Muslim yang kebetulan juga ada di sana memintanya untuk melepaskan sepatunya dan
meletakkannya di lantai dimana teman kami itu menolak untuk melakukannya. Ia masuk
dan duduk untuk berdoa di salah satu kursi di ruangan itu, dan segera salah seorang
pria Muslim datang mendekatinya dan berusaha dengan paksa untuk melepaskan
sepatunya.
Di samping doa-doa harian, juga ada doa-doa yang dinaikkan bersama-sama
pada setiap hari Jumat dimana semua pria diwajibkan untuk hadir. Selama pelaksanaan
ibadah publik yang bersifat umum ini, imam atau pemimpin komunitas Muslim
mengajarkan kehidupan spiritual mingguan dan memberikan nasehat dan peringatan
kepada umat untuk melakukan perbuatan yang baik dan berperilaku yang bermoral.
Seringkali saat ibadah Jumat seperti ini, di sejumlah mesjid inilah waktu dimana mereka
mengutuki orang-orang Yahudi dan Kristen. Umumnya mesjid-mesjid memiliki sebuah
ruang yang terpisah untuk wanita bisa melaksanakan wudhu dan bersembahyang.
Sangat sedikit mesjid yang bersifat progresif yang mengakomodasi para wanita untuk
bisa bersembahyang di tengah-tengah jemaat utama. Umumnya mesjid memisahkan
para wanita untuk mereka bisa melaksanakan sembahyang di ruangan yang terpisah
dengan kaum pria. Tidak semua mesjid mempunyai tempat bagi para wanita, karena itu
mereka diminta untuk sembahyang di rumah.
Ada juga sebuah tradisi du‟aa yang merupakan bentuk lain dari memanggil
Tuhan, yang bisa dianggap sebagai doa yang dilakukan tanpa persiapan. Namun
demikian, banyak dari tradisi-tradisi du‟aa ini yang hanya merupakan pengulangan doadoa yang ditetapkan oleh Muhammad. Pengalaman-pengalaman mistik lebih banyak
ditemukan dalam tradisi Sufi, yang dikembangkan ratusan tahun setelah kematian
Muhammad.
Islam tidak mengharapkan para penyembah untuk mengembangkan sebuah
hubungan dengan Tuhan melalui sholat; hal ini lebih merupakan sebuah kewajiban.
Dalam kekristenan ada perbedaan besar antara doa yang terstruktur, doa liturgikal
hingga doa yang dilakukan tanpa persiapan yang biasa ditemukan dalam gerakangerakan kharismatik. Bagi orang-orang Kristen, doa lebih dari hanya sekedar sebuah
rangkaian gerakan-gerakan ritual dan susunan doa, sebab ia dibangun atas sebuah
hubungan pribadi antara individu dengan Tuhan. Doa Kristen adalah jalan masuk ke
dalam hadirat Tuhan melalui Yesus Kristus sebagai sang Mediator. Orang Kristen bisa
berdoa pada segala waktu dan pada segala keadaan dan memiliki keyakinan bahwa
Tuhan mendengar dan menjawab. Ada banyak jenis doa: doa pribadi, doa syafaat yaitu
ketika kita berdoa untuk orang lain, doa penyembahan, doa bagi kesembuhan, dan doadoa sakramen.
“Bagi seorang Kristen, ketika Roh Kudus telah datang untuk tinggal dalam
dirinya, maka yang bersangkutan tidak dapat berhenti berdoa karena Roh Kudus turut
berdoa bersama dia. Tak peduli apakah ia sedang tidur atau terbangun, doa akan
berlangsung terus-menerus di dalam hatinya pada segala waktu. Ia mungkin sedang
makan atau minum, ia mungkin tengah istirahat atau bekerja – asap doa akan naik ke
http://www.buktisaksi.com | Hal 61
atas secara spontan dari dalam hatinya. Getaran di dalam hatinya seperti sebuah suara
yang bernyanyi dalam keheningan dan secara rahasia kepada Yang Tak Terlihat (St.
Isaac the Syrian).
Memberi Sedekah
Pilar ketiga dalam Islam adalah memberi sedekah. Dalam Islam ada dua istilah
dipakai untuk sedekah. Yang pertama adalah zakat yang merupakan kewajiban
bagi setiap Muslim, yang kedua adalah sadaqa yang merupakan pemberian
dilakukan secara sukarela pada waktu perayaan Idul Fitri, perayaan tahunan di
bulan Ramadan.
yang
legal
yang
akhir
Setiap orang Muslim dewasa harus memberi zakat yang besarnya bergantung
dari properti yang ia miliki; selama ia memiliki uang yang cukup untuk keperluannya.
Dalam Islam Suni, besarnya adalah 2,5 persen. Zakat diberikan kepada orang-orang
miskin dan yang membutuhkan, mereka yang tengah terbelit hutang, orang-orang yang
tengah bepergian, mereka yang mengelola dana-dana itu dan orang-orang yang baru
memeluk Islam. Dana ini juga bisa dipakai untuk “keperluan Allah”, sebuah ungkapan
lain untuk jihad. Dalam Islam, doa dan sedekah dianggap sebagai hal yang tidak bisa
dipisahkan dan dalam Islam dikatakan bahwa sedekah memeteraikan doa.
Orang-orang Kristen tidak diharuskan untuk memberikan uang dalam jumlah
tertentu, tetapi Alkitab memberitahukan pada mereka bahwa kasih kepada Tuhan juga
berarti bahwa mereka membagikan apa yang mereka miliki untuk memenuhi kebutuhan
orang-orang yang ada di sekeliling mereka. Orang-orang Injili seringkali memberikan
“sepersepuluh” dari penghasilan mereka, yang artinya memberikan 10 persen kepada
gereja lokal atau untuk keperluan lain.
Puasa
Pilar keempat dalam Islama adalah berpuasa. Puasa dilakukan setiap tahun selama
bulan Ramadan. Ini adalah bulan ke-sembilan dari kalender Muslim yaitu ketika orangorang Muslim meyakini merupakan saat dimana malaikat Jibril pertama kali
mewahyukan Qur‟an kepada Muhammad. Ramadan diumumkan ketika seorang saksi
yang layak dipercaya menyaksikan kepada pihak otoritas bahwa bulan yang baru telah
muncul. Tetapi jika langit menjadi berawan, hal ini bisa memperpanjang masa berpuasa
orang Muslim. Era Muslim dimulai pada tanggal 20 Juni 622M, dimana berdasarkan
tradisi Muslim, Muhammad berhasil melarikan diri dari penganiayaan di Mekah ke
sebuah tempat yang bernama Yathrib. Episode ini disebut Hijrah, yang artinya
bermigrasi atau lari. Di kemudian hari Muhammad mengganti nama Yathrib menjadi
Medina. Kalender Muslim dimulai dari tanggal ini, dan ini adalah sebuah kalender bulan
yang hanya memiliki 354 hari dalam setahun. Karena kalender ini lebih pendek sebelas
hari dibandingkan tahun matahari, maka waktu dimana orang-orang Muslim berpuasa
akan jatuh pada waktu yang bervariasi setiap tahunnya.
http://www.buktisaksi.com | Hal 62
Muslim mengajarkan bahwa signifikansi dari Ramadan adalah bahwa manusia
mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang lebih besar dari hanya sekedar makan roti dan
bahwa tubuhnya haruslah menjadi pelayannya dan bukan menjadi tuannya. Disiplin diri
yang luar biasa diperlihatkan oleh orang-orang Muslim yang melakukannya dengan
serius, yaitu ketika mereka bahkan tidak menelan air ludah mereka. Tujuan lain dari
Ramadan adalah untuk menunjukkan simpati kepada orang-orang miskin dan melarat.
Berpuasa didefinisikan sebagai berpantang makan atau minum, merokok dan
melakukan hubungan seks selama jam-jam di antara matahari terbit dan matahari
terbenam. Selama bulan Ramadan, keluarga akan bangun sebelum matahari terbit
untuk makan. Setelah matahari terbenam, puasa dihentikan, kadang-kadang dengan
memakan buah kurma, dan kemudian mereka makan dalam jumlah yang banyak di
sepanjang malam itu hingga larut malam. Dikatakan bahwa sukacita perayaan
meningkat di setiap malam dan mencapai puncaknya pada hari ke-27 bulan Ramadan,
yang merupakan hari terakhir berpuasa dan disebut Idul Fitri. Ada lebih banyak lagi
makanan yang dikonsumsi selama bulan Ramadan dibandingkan dengan bulan-bulan
lainnya dalam satu tahun.
Berpuasa adalah sesuatu yang diwajibkan bagi orang-orang Muslim, kecuali bagi
anak-anak kecil dan orang yang menderita penyakit mental. Mereka yang sakit, tengah
berada dalam perjalanan, sedang hamil, ibu-ibu yang sedang menyusui atau yang
tengah menstruasi, bisa menunda puasa mereka untuk dilakukan di kemudian hari.
Perubahan kebiasaan harian ini menuntut keinginan personal yang sangat tinggi serta
disiplin diri, dan akan menjadi lebih mudah ketika dilakukan di negara-negara dimana
setiap orang melakukan hal yang sama.
Sebagaimana halnya dengan berdoa, orang-orang Kristen tidak memiliki cara
berpuasa yang sudah ditentukan seperti itu. Ini salah satu ritual yang banyak dilakukan
oleh Gereja Timur, dimana berpuasa dilakukan setiap hari Rabu dan Jumat, dan
merupakan puasa vegan, artinya tidak memakan makanan dari hewan atau ikan. Orangorang Kristen Timur juga berpuasa selama kurun waktu 50 hari dan pada hari-hari lain
yang bervariasi di sepanjang tahun, dimana berpuasa dilakukan tanpa makan atau
minum sama sekali untuk satu periode waktu. Seseorang bisa memilih jangka waktu
mereka berpuasa tetapi selalu diikuti dengan sebuah Perjamuan harian dan kemudian
memakan makanan yang tidak terbuat dari daging hewan atau ikan (puasa vegan). Hal
ini berbeda dengan Ramadan dimana periode waktunya lebih panjang. Di samping itu
puasa ini juga tidak diikuti dengan pesta makan besar, melainkan hanya makanan yang
sederhana.
Orang-orang Kristen Injili umumnya memutuskan bagi diri mereka sendiri
bagaimana dan kapan mereka akan berpuasa, dan melakukannya untuk
mempersembahkan diri mereka lebih dalam untuk berdoa. Mereka akan berpantang
makan, tetapi masih tetap minum yang biasanya dilakukan untuk satu periode tertentu
antara satu hingga tiga hari. Puasa ini tidak termasuk makanan yang dimakan pada
malam hari. Mereka berusaha untuk tidak membiarkan orang lain mengetahui bahwa
mereka sedang berpuasa, segaris dengan apa yang diajarkan oleh Yesus kepada
murid-muridNya: “Ketika engkau berpuasa, taruhlah minyak di kepalamu dan basuhlah
wajahmu, supaya orang lain tidak tahu bahwa kamu sedang berpuasa, tetapi hanya
Bapamu yang di Surga yang tidak kelihatan itu yang mengetahuinya (Matius 6:17-18).
http://www.buktisaksi.com | Hal 63
Naik Haji
Pilar Islam yang kelima adalah naik haji (hajj) atau berziarah ke Mekah di Saudi Arabia,
dimana orang-orang Muslim melakukan ritual haji di sekitar Bait Suci Islam, Ka‟bah.
Ritual ini dilakukan pada bulan keduabelas dari kalender Muslim. Naik Haji adalah
sesuatu yang diwajibkan setidaknya sekali seumur hidup, yaitu bagi mereka yang
sanggup melakukannya (mempunyai dana untuk melakukannya serta sehat fisik dan
mental). Sejumlah tradisi mengijinkan untuk mengirim seorang pengganti, bahkan
seorang yang sudah anumerta.
Ritual-ritual bervariasi yang diasosiasikan dengan naik haji dilakukan, dan
beberapa ritual diantaranya diadopsi oleh Muhammad dari ritual-ritual yang biasa
dilakukan oleh para penyembah berhala yang ada di Semenanjung Arabia ratusan tahun
sebelumnya. Termasuk di dalamnya mengelilingi Ka‟bah sebanyak 7 kali, dimana orang
Muslim meyakini bahwa bangunan ini adalah tempat Abraham mempersembahkan anak
laki-lakinya Ismael sebagai korban dan kemudian Tuhan menyediakan sebuah binatang
pengganti. (Harus dicatat di sini bahwa orang-orang Kristen dan Yahudi meyakini bahwa
yang dipersembahkan oleh Abraham sebenarnya adalah Ishak, bukannya Ismael).
Perjalanan Naik Haji ini biasanya memberikan dampak yang sangat besar bagi orangorang Muslim, dan ketika mereka kembali mereka merasa telah dibangunkan kembali
secara religius dan melihat diri mereka sebagai pria dan wanita yang baru. Mereka
meyakini bahwa semua dosa-dosa mereka telah dibasuh dan beberapa dari mereka
bahkan mengatakan bahwa mereka telah “dilahirkan kembali.”
Tak ada tempat dalam Islam untuk penebusan dosa atau pengampunan
sebagaimana yang kita lihat dalam karya penebusan yang dikerjakan oleh Yesus.
Keselamatan sebagaimana yang kita kenal dalam Kekristenan sama sekali tidak eksis
dalam sudut pandang Muslim, dan karena itu orang Muslim meyakini bahwa mereka
bisa masuk ke surga melalui perbuatan baik: yang mana perbuatan baik akan ditimbang
dengan perbuatan jahat. Dalam kekristenan kita menerima hidup kekal melalui
menerima bahwa Yesus telah mati untuk dosa-dosa kita dan telah bangkit kembali untuk
membenarkan kita. Melalui hal ini, kita bisa mengetahui bahwa dosa-dosa kita sudah
diampuni dan kita dilahirkan baru. Hal ini tidak berdasarkan apa yang kita kerjakan,
tetapi semata-mata berdasarkan anugerah Tuhan yang mengasihi kita.
Orang tertarik kepada Islam karena agama ini dengan jelas meletakkan aturanaturan dan regulasi, menyediakan sangat sedikit ruang untuk mengekspresikan
kehendak bebas, dan perdebatan atau argumentasi yang rumit. Dengan mengikuti
aturan-aturan ini, sangat mungkin untuk mengetahui dengan tepat dimana anda berdiri
dalam agama ini, bahwa tak ada yang ditinggalkan secara kebetulan atau yang tidak
dibahas. Dalam beberapa hal, ini menjadi sebuah pilihan yang mudah bagi mereka yang
lebih suka untuk tidak menggunakan pikiran mereka, tetapi sebaliknya lebih suka untuk
menerima tuntutan-tuntutan agama.
Harus diingat bahwa dalam Islam adalah sangat sulit untuk mengkritik atau
menganalisa sistem ini, dalam relasi dengan teologi dan keyakinan-keyakinan. Segala
sesuatu harus diterima secara buta. Meskipun ada sejumlah sarjana Muslim yang
berbicara mengenai pentingnya mereformasi Islam, tetapi mereka dikecam sebagai
orang-orang yang sudah murtad oleh kelompok-kelompok lain dari komunitas Muslim.
http://www.buktisaksi.com | Hal 64
Mereka yang sudah dianggap sebagai penghujat Islam, seperti penulis Salman Rushdie,
mereka ada dalam bahaya dimana mereka bisa saja kehilangan nyawa mereka.
http://www.buktisaksi.com | Hal 65
BAB 9
APA YANG BISA DILAKUKAN?
Saya benar-benar khawatir dengan jumlah wanita yang saya dengar menikahi
orang-orang Muslim, dan saya sangat sedih dengan kisah-kisah mereka. Inilah alasan
saya menuliskan buku ini. Saya berharap jika buku ini dibaca oleh seorang wanita yang
berpikir bahwa ia bisa menikahi seorang Muslim atau berpaling kepada Islam maupun
melakukan keduanya, sesuatu dalam buku ini akan membuatnya menjadi ragu-ragu
sehingga ia memikirkan ulang keputusannya itu.
Namun demikian, selama bertahun-tahun saya telah berbicara dengan para wanita
yang telah menikah dengan Muslim dan berpaling ke Islam, dan saya bertanya kepada
mereka hal apa yang bisa dilakukan atau bertanya hal apa yang bisa menghentikan
mereka dan membuatnya berpikir ulang. Setiap orang dari mereka berkata bahwa tidak
ada yang bisa dilakukan: tak ada sesuatu pun yang bisa dilakukan seseorang ketika
mereka telah dibutakan oleh cinta yang membuat mereka menjadi buta sehingga tidak
lagi bisa melihat setiap peringatan yang diberikan.
Jadi apa yang bisa dilakukan oleh orang tua, keluarga, teman-teman atau anggotaanggota gereja untuk menolong seorang wanita yang sedang merencanakan
untuk menikahi seorang Muslim?
1. Yang pertama yang bisa dilakukan adalah tetap memelihara hubungan yang
sangat dekat dengan orang yang ada dalam situasi seperti ini, dan jadilah
pendengar yang baik. Untuk para orang tua, hal ini sangat penting, khususnya jika
anda tidak senang dengan hubungan atau tindakan puteri anda. Apa yang perlu
anda lakukan adalah supaya anda tetap mendampingi mereka, dan mengasihi serta
mempedulikan mereka. Setiap oposisi atau kritik bisa membuat mereka menjadi
semakin kuat untuk melaksanakan rencana-rencana mereka. Bersikaplah terbuka
dan cobalah untuk membawa mereka membagikan perasaan-perasaan mereka
yang sebenarnya mengenai situasi itu, dimana biasanya pasti ada sejumlah
keraguan. Undanglah kekasih atau tunangannya ke rumah anda untuk makan
bersama, bertemanlah dengannya dan berusahalah untuk mempengaruhinya.
Jangan pernah untuk tidak membicarakan iman anda kepadanya.
2. Banyak wanita yang menjadi Islam karena pernikahan sebenarnya karena mereka
tidak tahu. Bantulah mereka untuk memahami Islam dan budaya Islamik, supaya
mereka memiliki informasi yang memadai ketika mereka membuat keputusan
mereka. Para pendeta di gereja-gereja perlu mengajarkan kepada umatnya
bagaimana memahami Islam dan implikasi jika mereka memeluk agama ini.
http://www.buktisaksi.com | Hal 66
3. Doronglah pasangan ini untuk memiliki masa pacaran atau tunangan yang lebih
panjang, daripada sekedar cepat-cepat menikah.
4. Bagi wanita-wanita yang menikahi orang Muslim, adalah bijaksana untuk membuat
sebuah perjanjian yang bijak, yang diadakan sebelum pernikahan. Hal ini akan
memampukan seorang wanita untuk memperoleh pembagian harta gono-gini yang
tepat apabila terjadi perceraian. Kita sudah lihat sebelumnya bahwa bahkan di
negara-negara Barat, banyak wanita yang menikah dengan Muslim hanya lewat
upacara seremonial di sebuah mesjid (dimana pernikahan itu sendiri tidak dicatatkan
di catatan sipil), sehingga ketika terjadi perceraian, seorang wanita harus tunduk
kepada hukum syariah dan akan berada dalam posisi sebagai pendatang (cohabitation). Para pengacara juga menuliskan aturan-aturan syariah bagi pria-pria
Muslim dimana para wanita hanya memiliki satu bagian dari pembagian aset. Bagi
wanita yang hidup di luar negara-negara Barat, juga baik untuk mengadakan
perjanjian pra nikah yang bijak, dengan tujuan untuk memperoleh hak asuh anak jika
terjadi perceraian. Perjanjian pra-nikah sekarang menjadi sesuatu yang sangat
umum dilakukan di banyak negara.
5. Di atas semuanya “berdoalah tanpa henti” dan ajak teman-teman anda untuk turut
berdoa bersama anda. Bawa situasi yang tengah anda hadapi ke dalam doa syafaat
yang serius. Mintalah supaya Tuhan menyatakan FirmanNya untuk situasi yang
tengah anda alami.
Mengangkat Isu-Isu Spiritual Setelah Seseorang Menjadi Seorang Muslim
Dalam dunia Barat, seringkali kita bersikap sangat sungkan untuk membicarakan
mengenai iman kita. Dikatakan ada dua subyek yang hampir-hampir tidak kita bicarakan,
yaitu mengenai politik dan mengenai iman kita. Tidak demikian di dunia non-Barat dan
khususnya dalam budaya Islamik. Di negara-negara ini adalah hal yang normal untuk
berbicara mengenai hal-hal spiritual, bahkan pada kenyataannya adalah hal yang
abnormal jika tidak membicarakannya. Kehidupan setiap hari dan agama sedemikian
jalin-menjalin sehingga bagi Muslim sebuah pemisahan adalah hal yang mustahil.
Karena itu seorang Muslim siap untuk membicarakan imannya dan berharap bahwa kita
pun melakukan hal yang sama. Sebagai orang-orang Kristen, kita seharusnya tidak
menjadi malu atau hilang kepercayaan untuk membicarakan iman kita dengan orangorang Muslim, melainkan siap untuk membagikan apa yang kita yakini, dengan hikmat
dan sensitifitas. Kita perlu membicarakan iman kita dari permulaannya.
Bisakah kita memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada orang-orang Muslim
mengenai iman mereka? Ya, kita bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang iman
mereka dan aspek-aspek lain mengenai Islam. Sikap yang bijak adalah menghindari
perdebatan teologi sebab hal ini bisa membawa kepada sebuah debat kusir. Sebagai
contoh, biasanya sangat sulit menjelaskan mengenai konsep Trinitas kepada seorang
Muslim. Hal yang bisa berbicara dengan kuat ke dalam hati seseorang adalah
membagikan kesaksian pribadi atau doa-doa yang dijawab. Berikan pada mereka
Perjanjian Baru (jangan sebuah Alkitab yang lengkap dimana mereka akan mulai
http://www.buktisaksi.com | Hal 67
membacanya dari Kitab Kejadian), dan berdoalah supaya Tuhan sendiri menyatakan
diriNya kepada mereka.
Wajah Islam Yang Tersembunyi
Ada banyak wajah Islam. Ada Islam tradisional yang coba menjawab pertanyaanpertanyaan tentang kehidupan, kematian, neraka, kekekalan, orang beriman dan bukan
orang beriman. Inilah Islam yang umumnya kita semua kenal. Di samping ini ada juga
yang disebut Islam populer, atau Islam yang mendarat di bumi, yang lebih dikenal
sebagai “Islam yang merakyat/Islam abangan”. Ia juga bisa dideskripsikan sebagai Islam
hari ke hari dari orang-orang kebanyakan/biasa.
Islam populer adalah sesuatu yang asing untuk dipahami secara menyeluruh oleh
seorang Barat, dimana ia banyak berurusan dengan sebuah dunia yang dipenuhi
dengan makhluk-makhluk atau kuasa-kuasa spiritual. Termasuk di dalamnya orangorang suci (dukun), jimat-jimat, kutukan-kutukan, roh-roh jahat, malaikat-malaikat dan
kekuatan-kekuatan spiritual yang merupakan bagian dari hidup sehari-hari. Dalam
sejarah dan bahkan hingga hari ini, sembahyang Jumat di sejumlah mesjid turut
menyertakan doa kutukan terhadap orang-orang Kristen dan Yahudi. Jika istri seorang
Muslim tidak mau suaminya mengambil istri kedua, maka biasanya dia akan pergi ke
seorang suci dan memintanya untuk memprakarsai sebuah kutukan (santet) untuk
mencegahnya. Di London Timur, ada iklan di surat-surat kabar, dan fliers yang
dimasukkan ke kotak-kotak surat yang menawarkan bantuan atas problem keseharian
dengan mengeluarkan sebuah kutukan kepada seseorang, demi sejumlah uang.
Ini adalah dunia yang berbeda, sebuah dunia dimana kuasa-kuasa kejahatan
adalah sebuah realitas. Salah satu dari kuasa ini adalah mata jahat, sebuah kekuatan
yang diyakini oleh orang-orang Muslim bisa menghancurkan kehidupan. Konsep
fundamental dari mata jahat adalah segala sesuatu yang berharga, apakah itu adalah
seseorang atau sesuatu benda, secara konstan merupakan sesuatu yang rapuh untuk
dilukai atau dihancurkan oleh sebab kecemburuan orang lain. Kecemburuan atau sikap
iri hati diproyeksikan dengan melihat pada seseorang atau sesuatu, dan karena itu ia
disebut mata jahat. Ini adalah kuasa-kuasa yang mempengaruhi dan merugikan hidup
orang-orang.
Pada salah satu pertemuan yang kami adakan, Joan mencari kami untuk
memberitahukan satu cerita yang luar biasa dari temannya Barbara. Temannya adalah
seorang Kristen yang sangat berkomitmen, dan merupakan salah satu pemimpin dari
Persekutuan Kristen ketika ia tengah menempuh pendidikan di Universitas. Setelah
menyelesaikan universitas, ia bertemu dengan seorang pria Muslim yang sebelumnya
pernah satu kelas dengannya ketika masih bersekolah. Setelah masa berpacaran yang
singkat, mereka pun menikah. Barbara hanya menikah selama delapan bulan saat di
suatu pagi ia tiba-tiba tersadar, terkejut dengan pemikiran yang mengerikan dan
bertanya: “Apa yang telah saya lakukan?” Ia katakan bahwa sepertinya ada sesuatu
yang jatuh dari dalam dirinya dan pada saat itu ia kembali pada kesadaran dirinya, yaitu
menjadi pribadi sebelum ia menikah dengan pria ini. Ia percaya bahwa ada sejumlah
kuasa roh jahat atau ilmu hitam yang mempengaruhi hidupnya. Tiba-tiba kuasa itu
http://www.buktisaksi.com | Hal 68
menjadi hancur dan pikirannya sekarang menjadi terang kembali dan beban yang
selama ini menindihnya kini telah lenyap. Pada hari itu ia mengemasi barang-barangnya,
meninggalkan suaminya yang Muslim dan bercerai.
Hal utama yang diperbuat Muhammad adalah untuk menghancurkan salib. Di
beberapa negara Muslim hari ini, salib tidak diijinkan diletakkan di Gereja dan seringkali
kita mendengar bagaimana salib dianggap sebagai serangan terhadap Islam. Orang
Muslim percaya akan kedatangan Yesus yang kedua, tetapi mereka meyakini bahwa Ia
akan datang sebagai seorang Muslim dan hal pertama yang Ia akan lakukan adalah
untuk menghancurkan semua salib. Islam menyangkali kebenaran-kebenaran yang
sangat penting bagi iman Kristiani termasuk kematian Yesus di atas kayu salib,
kebangkitanNya, keilahianNya, dan bahwa Ia adalah Putra Tuhan, yang bagi Muslim
dianggap sebagai penghujatan.
Bagaimana kita berdoa?
Dalam kaitan dengan doa, kita harus menyadari bahwa kita sedang berada di sebuah
peperangan rohani dan perlu untuk berdoa secara menyeluruh. Dalam surat Efesus 6:12
kita membaca: “Karena peperangan kita bukanlah melawan darah dan daging,
melainkan melawan pemerintah-pemerintah, melawan kekuasaan-kekuasaan, melawan
penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”
Kita harus mengasihi dan peduli dengan orang-orang Muslim dan membagikan
berita Injil kepada mereka. Tetapi kita pun perlu mewaspadai implikasinya bagi kita saat
kita ada dalam kontak yang dekat dengan agama Islam. Orang menjadi terikat dengan
Islam ketika mereka masuk ke dalamnya dan kemudian mereka tidak lagi sanggup
melihat Kristus. Mata mereka menjadi buta terhadap isu-isu spiritual. Islam adalah
sebuah agama yang diorganisir tetapi juga ada kuasa-kuasa spiritual di belakangnya,
dan kuasa-kuasa ini bukanlah kuasa-kuasa yang netral melainkan secara aktif berusaha
menentang dan menghancurkan kekristenan. Kita bisa melihatnya melalui penganiayaan
yang dialami oleh gereja-gereja yang ada di dunia Muslim. Bagi seorang Kristen, untuk
pergi melawan kuasa-kuasa ini sungguh-sungguh merupakan sebuah pertempuran
antara Kristus dan Setan.
Melalui doa, bersyafaat dan mengusir kuasa-kuasa yang mengikat itulah kita akan
dimampukan untuk melakukan sebuah terobosan dalam hidup mereka yang kita kasihi,
dan yang telah berpaling kepada Islam. Karena karya Kristus yang sudah selesai maka
kita diberikan kuasa dan otoritas mengatasi kuasa-kuasa kegelapan. Kita harus berdoa
dalam nama Yesus dan dengan kuasa darah Yesus supaya kuasa-kuasa kegelapan
bisa diangkat dan orang itu bisa dibebaskan. Dalam Zakaria 4:6 dikatakan: “Bukan oleh
kuat, dan juga bukan oleh kegagahan, melainkan oleh RohKu kata Firman Tuhan.”
Kesimpulan
Selama bertahun-tahun saya telah mengenal banyak wanita yang menikah dengan
Muslim dan telah mendengar lebih banyak lagi. Di kebanyakan kasus, pernikahan itu
http://www.buktisaksi.com | Hal 69
tidak langgeng atau tidak berakhir dengan baik. Hati manusia sama seperti seorang
pendusta: Pada permulaan sebuah hubungan kita melihat hal-hal yang ada di
permukaan dan kelihatannya hal-hal itu sangat atraktif dan menggoda, namun
kenyataannya bisa merupakan sebuah jalan menuju kehancuran dan dukacita. Sangat
menyakitkan harus melepaskan seseorang dari sebuah pengalaman seperti itu dan
berurusan dengan perasaan-perasaan kegagalan dan merasa tidak berharga. Tetapi
kadang-kadang para wanita menemukan bahwa lebih baik keluar dari situ dan memulai
sesuatu yang baru.
Konsekuensi membiarkan hasrat menguasai penilaian rasional merupakan tema
yang umum yang ditulis dalam banyak buku. Para wanita harus berhati-hati mengambil
setiap keputusan hidup yang besar, yaitu ketika mereka ada dalam situasi ketertarikan
berdasarkan cinta dan seksual yang memusingkan kepala. Ketika para wanita menikahi
orang-orang Muslim, mereka masuk ke dalam cinta romantis yang membutakan mereka
dan tidak berpikir secara obyektif akan implikasi-implikasi dari budaya dan agama yang
berbeda bagi pernikahan dan pengaruhnya terhadap anak-anak.
Para wanita Kristen bisa tertipu menikahi pria-pria Muslim untuk tujuan-tujuan
yang tidak murni, dan sama sekali bukan demi kebaikan wanita-wanita itu sendiri.
Mereka bisa menjadi target untuk dinikahi, dan meskipun seseorang sangat meyakini
bahwa hal ini bukanlah situasi yang akan mereka alami, banyak wanita yang telah
memikirkan hal ini kemudian terbukti salah. Di sini bisa juga ada sejumlah penipuan
berkenaan dengan masa lalu sang pria. Biasanya pria-pria Muslim menikah sebelum
mereka berusia 30 tahun, karena itu seorang pria yang usianya lebih dari 30 tahun dan
tampaknya belum menikah, besar kemungkinan sudah memiliki seorang istri dari masa
lalu, yang ia rahasiakan. Fakta sebenarnya mengapa seorang pria ingin segera menikah
setelah bertemu atau melakukan sebuah pernikahan rahasia bisa berarti bahwa ia
memiliki sesuatu yang ia sedang sembunyikan atau sebuah motif yang tersembunyi
untuk pernikahan itu.
Jurang pemisah kultural sangat lebar antara budaya Barat/Kristen dengan budaya
Islamik. Banyak wanita yang sederhananya tidak menyadari bahwa pria-pria Muslim
memiliki norma-norma budaya yang tertanam kuat di dalam diri mereka dan harapanharapan dalam jiwa mereka yang mereka sendiri melihatnya sebagai sesuatu yang
mustahil untuk dirubah. Banyak wanita yang berpikir bahwa pria mereka akan berubah
melalui pernikahan atau bahwa mereka bisa merubah para pria itu. Namun hal ini sangat
jarang bisa terjadi. Yang umum terjadi adalah bahwa para wanitalah yang harus
beradaptasi dan mengambil budaya sang pria.
Seorang wanita yang menikahi seorang Muslim tidak akan bisa berperilaku sama
seperti teman-temannya yang ada di Barat atau sesama Kristen, dan seluruh hidupnya
akan ditundukkan demi prinsip “kehormatan dan perasaan malu”. Ia tidak akan memiliki
kebebasan dalam pertemanannya untuk mendiskusikan secara terbuka setiap kesulitan
atau masalah-masalah yang ia hadapi; sebab hal itu akan mendatangkan perasaan
malu kepada keluarganya. Ia tidak akan sanggup memiliki percakapan atau setiap
bentuk pertemanan dengan seseorang dari jenis kelamin yang berbeda, sebab hal ini
akan dipandang sebagai “melakukan perselingkuhan”. Ia harus menerima dalam kaitan
dengan anak-anaknya bahwa anak laki-laki dianggap sebagai lebih penting dan memiliki
status yang lebih tinggi dalam masyarakat Muslim. Ia akan menyadari bahwa suaminya
http://www.buktisaksi.com | Hal 70
memiliki otoritas di dalam keluarga dan ia akan menghadapi pembatasan-pembatasan
atas setiap usaha pengekspresian diri. Banyak pria Muslim yang menikahi wanita-wanita
Barat yang usianya lebih tua dari diri mereka, dimana perbedaan usia bisa mencapai
lima belas tahun atau lebih. Namun demikian dalam budaya Islam biasanya hal ini
dianggap sebagai hal yang tidak tepat apabila istri usianya lebih tua dari suaminya, dan
hal ini sama sekali tidak disetujui. Seorang wanita yang sedang memikiran untuk
menikahi seorang Muslim yang lebih muda harus bertanya pada dirinya
sendiri,”Mengapa ia mau menikah denganku?”
Banyak wanita yang tidak menyadari bahwa ketika mereka menikahi seorang
Muslim, adalah sesuatu yang lumrah dilakukan dimana pasangan itu akan tinggal
bersama dengan orang tua si pria di rumah mereka. Di sini wanita ini harus melakukan
semua urusan rumah tangga dan memasak di bawah tatapan mata ibu mertua, dan di
banyak rumah ia seringkali tak lebih dari hanya sekedar seorang pelayan. Apa yang
tidak pernah disebutkan adalah bahwa di sejumlah budaya Muslim, seorang suami
mempunyai kasih yang lebih besar kepada ibunya dibandingkan kepada istrinya, dan di
sinilah kesetiaan dan loyalitasnya terletak.
Berpaling kepada Islam memberikan pengaruh yang besar terhadap keluarga dan
teman-teman. Keluarga-keluarga akan menganggapnya sebagai memisahkan mereka
atau menaruh sebuah pembatas di antara anggota-anggota keluarga. Seorang ibu akan
menemukan hal ini sebagai hal yang sangat sulit untuk diterima, dimana anak
perempuannya telah menjadi seorang Muslim dan mulai mengenakan semua pakaian
yang berkaitan dengan Islam, misalnya burqa. Ibu ini akan merasa seolah-olah ia telah
kehilangan anak perempuannya.
Semakin umum terjadi ketika seorang wanita menikahi seorang pria Muslim, maka
wanita ini mulai memisahkan dirinya dari keluarganya. Seringkali terjadi secara bertahap
dan bisa terlihat melalui kemunduran dalam pernikahan atau sang suami menjadi
semakin konservatif dan menuntut. Suami mungkin akan memaksa istrinya untuk
mengenakan jilbab atau burqa atau ia mungkin akan membatasi istrinya keluar rumah.
Mungkin ia akan menuntut istrinya untuk sama sekali menghentikan kontak dengan
keluarganya. Semuanya itu akan menyebabkan stress yang besar baik bagi si wanita
maupun keluarga si wanita yang tidak memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Istri mungkin akan menjadi sangat ketakutan mengenai apa yang sedang terjadi dalam
pernikahannya dan terlalu takut untuk menceritakannya kepada seseorang. Saya
mendengar tentang seorang wanita yang mengalami hal-hal seperti ini dengan semua
tekanan yang membuatnya menjadi stress, akibatnya wanita ini mengalami kesulitan
untuk makan dan kehilangan berat badan. Jika situasi ini terjadi adalah penting untuk
mengunjungi orang ini pada siang hari ketika si suami tengah bekerja, tetapi hal yang
penting dilakukan adalah tetap memelihara kontak dan dialog.
Pengajaran Kristen
Hari-hari ini banyak orang Kristen yang cenderung melupakan atau mengabaikan
pengajaran tradisional bahwa seorang Kristen seharusnya tidak menikah dengan
seorang non-Kristen. Kita baca di Alkitab dalam 2 Korintus 6:14:
http://www.buktisaksi.com | Hal 71
“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan
orang-orang yang tak percaya.”
Dan dalam Amos 3:3:
“Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?”
Menikahi seseorang yang bukan orang Kristen berarti bahwa ada bidang-bidang
dalam hidup yang tidak bisa saling dibagikan, dan bidang-bidang ini adalah bidangbidang yang penting. Juga pernikahan seperti ini tidak akan menghadirkan berkat
Tuhan. Ketika mengakui dilema-dilema dari wanita Kristen yang masih lajang yang ingin
menikah dan memiliki anak-anak, tetapi menemukan diri mereka tidak memperhitungkan
para pria lajang yang ada di dalam Gereja, maka menikahi seorang Muslim bukanlah
jawabannya.
Jika kita memperdulikan jumlah orang-orang Kristen yang berpaling ke Islam dan
ingin menghentikan hal ini supaya tidak terjadi lagi, maka adalah penting bagi para
gembala jemaat, orang tua dan para pemimpin gereja untuk memastikan bahwa setiap
orang Kristen dididik untuk memahami iman mereka dan iman orang lain. Hanya melalui
pemahaman dari orang-orang ini mengenai Kekristenan dan Islam, serta perbedaan di
antara keduanya, maka gelombang ini bisa diatasi. Gereja harus memastikan bahwa
setiap anggotanya mempelajari Alkitab secara menyeluruh, sehingga umat bisa
memahami prinsip-prinsip dari iman mereka. Kita harus kembali kepada ajaran yang
jelas dari teologi Kristen di gereja-gereja kita, untuk memampukan umat agar mereka
menjadi kuat di dalam iman mereka, agar bisa menghadapi iman-iman yang berbeda,
dan juga tahu bagaimana cara memandang dunia secara benar, selama mereka hidup di
dalamnya.
http://www.buktisaksi.com | Hal 72
BAB 10
Memperbandingkan Perbedaan-Perbedaan
Antara Islam dan Kristen
Sementara Islam semakin mengkonfrontir kita di dunia modern ini, adalah penting
untuk memahami perbedaan-perbedaan antara Islam dan Kekristenan. Tabel ringkas
mengenai kepercayaan-kepercayaan tradisional dari kedua agama ini didisain untuk
membuat pemahaman kita menjadi mudah. Bagi kebanyakan orang, tampaknya kedua
agama ini mirip, tetapi benarkah demikian? Apakah mereka memiliki nabi-nabi yang
sama? Apakah keduanya mengajarkan hal yang sama mengenai Yesus? Tabel ini bisa
membantu anda untuk menjawab hal-hal seperti di atas dan juga perbedaan-perbedaan
penting lainnya.
ISLAM
KRISTEN
QUR'AN
ALKITAB
Terdiri dari 114 pasal (sura) dan kirakira jumlahnya sama dengan Perjanjian
Baru. Sura disusun bersama-sama
sesuai dengan panjang ayat-ayat, yang
paling panjang ada di depan dan yang
paling pendek ada di belakang, kecuali
yang pertama sebagai Pembuka (AlFatihah). Muslim meyakini bahwa kitab
ini tidak diciptakan, sejak kekal
disimpan pada loh batu di surga,
dikenal sebagai “Ibu dari Kitab” (Sura
85:21-22). Kitab ini dikomunikasi-kan
kata demi kata kepada Muhammad
dalam bahasa Arab selama kurun
waktu 23 tahun (Sura 12:1-2). Muslim
percaya
bahwa
malaikat
Jibril
(Gabriel?)
diutus
oleh
Allah,
mengunjungi
Muhammad
dengan
wahyu-wahyu ini (Sura 26:193).
Terdiri dari 66 kitab yang ditulis dalam
kurun waktu 1500 tahun oleh lebih dari 40
penulis dalam bahasa Ibrani, Aramaik dan
Yunani.
Mereka menulis di bawah inspirasi Roh
Kudus: “...karena nubuat tidak pernah
dihasilkan oleh keinginan seseorang,
sebaliknya orang-orang kudus Elohim telah
mengucapkan karena dihasilkan oleh Roh
Kudus. (2 Petrus 1:20-21)
Alkitab adalah Firman Tuhan yang
sempurna dan tidak memiliki kesalahan
apa pun, serta merupakan otoritas
tertinggi bagi orang-orang Kristen.
Muslim menganggap kitab ini bebas
dari kesalahan dan merupakan otoritas
tertinggi dalam Islam.
Qur‟an dianggap sebagai wahyu
terakhir dari Allah kepada manusia,
yaitu setelah Taurat Musa, Mazmur
Daud dan Injil Yesus. Muslim
mengatakan bahwa kitab-kitab suci ini
(kecuali Qur’an), telah dikorupsi oleh
http://www.buktisaksi.com | Hal 73
orang-orang Yahudi dan Kristen.
Muslim meyakini bahwa Alkitab dan
semua kitab-kitab yang lain telah
digantikan oleh Qur’an.
Banyak pewahyuan dalam Qur‟an
saling
berkontradiksi.
Beberapa
daripadanya coba diatasi dengan
doktrin pencabutan (nasikh-mansukh).
Artinya bahwa banyak sura-sura yang
diwahyukan
pada
masa
awal
kehidupan Muhammad digantikan oleh
wahyu-wahyu
yang
dinyatakan
kemudian (Sura 2:106, 13:39)
ALLAH (Tuhan)
Tuhan dikenal sebagai Allah. Ia adalah
Esa yang absolut (Tauhid). Sura 112
menyatakan: “Ia adalah Allah, Yang
Esa dan satu-satunya.”
Menempatkan seseorang atau sesuatu
sebagai setara dengan Allah adalah
sebuah dosa sirik (politeisme). Karena
itu ia tidak memiliki partner yang
setara, anak atau Putra dan karena itu
Islam menolak Trinitas (tathlith) – (Sura
4:171)
Muslim bingung dengan konsep
Trinitas Kristen sebab yang mereka
pahami adalah Tuhan Bapa, Maria
sebagai ibu dan Yesus sebagai
PutraNya (Sura 5:116)
YAHWEH (Tuhan)
Tuhan yang Esa adalah sebuah Trinitas
yang kekal, yang terdiri dari Bapa, Putra dan
Roh Kudus. Bukan 3 Tuhan, melainkan
Tuhan yang esa: “Pada mulanya Elohim....”,
“Oleh karena itu, dengan pergi, muridkanlah
semua bangsa dengan membaptiskan
mereka ke dalam Nama Bapa dan Putra dan
Roh Kudus.” (Kejadian 1:1, Matius 28:19)
[Dan Elohim berfirman lagi kepada Musa,
“Katakan demikian kepada bani Israel:
YAHWEH,
Elohim
leluhurmu,
Elohim
Abraham, Elohim Ishak, dan Elohim Yakub,
telah mengutus aku kepadamu. Itulah NamaKu untuk selama-lamanya dan itulah
pengingat bagi-Ku turun-temurun.” (Keluaran
3:15)
“Akulah YAHWEH, itulah Nama-Ku, dan Aku
tidak akan memberikan kemuliaan-Ku
kepada yang lain, dan pujian-Ku kepada
patung.” (Yesaya 42:8)
“Percayalah kepada-Ku bahwa Aku ada di
dalam Bapa, dan Bapa di dalam Aku, jika
tidak, percayalah juga kepada-Ku karena
pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.” (Yohanes
14:11)]
ALLAH BUKANLAH TUHAN YANG
MENGASIHI
TUHAN ITU KASIH
Allah bukanlah Tuhan yang mengasihi. Tuhan itu kasih. Kristus mati untuk orang
Ia tidak mengasihi orang berdosa (Sura berdosa karena Tuhan mengasihi umat
manusia: Sebab Elohim demikian mengasihi
2:276, 3:57, 4:107).
dunia ini, sehingga Dia mengaruniakan
Putra-Nya yang tunggal, supaya setiap
http://www.buktisaksi.com | Hal 74
orang yang percaya kepada-Nya tidak akan
binasa, melainkan dapat memperoleh hidup
kekal. Namun, Elohim menunjukkan kasihNya sendiri kepada kita, bahwa ketika kita
masih berdosa, Kristus sudah mati demi kita.
(Yoh.3:16, Rom.5:8)
ALLAH BUKANLAH BAPA
YAHWEH ELOHIM ADALAH BAPA
Allah tidak dapat dikenal dan tidak Tuhan telah mengadopsi orang-orang yang
dipanggil sebagai “Bapa”. Ia transenden percaya pada Putra-Nya sebagai anak-anak(tanzih) dan berkuasa.
Nya: Hai yang terkasih, sekarang kita adalah
anak-anak Elohim (1Yohanes 3:2)
Tuhan adalah Bapa Surgawi yang dapat
dikenal. Ia transenden dan dapat dibuktikan;
penuh karunia dan kemuliaan: Apakah Aku
ini Elohim dari dekat, firman YAHWEH, dan
bukan Elohim dari jauh? Atau dapatkah
seseorang menyembunyikan dirinya di
tempat rahasia sehingga Aku tidak dapat
melihatnya? Firman YAHWEH, bukankah
aku yang memenuhi langit dan bumi?
Firman YAHWEH.
ALLAH ADALAH PENCIPTA
YAHWEH ADALAH PENCIPTA
Allah adalah pencipta dunia ini (Sura
23:14, 6:102, 13:16).
Yahweh itu Maha Kuasa, Pencipta dan
Penopang dunia ini (Kej.1:1, 2:8; Mazmur
148:5)
ALLAH TIDAK MENYATAKAN
DIRINYA KEPADA UMAT MANUSIA
YAHWEH (BAPA SURGAWI) TELAH
MENYATAKAN DIRI-NYA DI DALAM
YESUS
Allah tidak memerlukan siapapun (Sura
31:26). Allah menakdirkan segala
sesuatu; takdir ciptaan sudah ditetapkan
(Sura 25:2, 65:3). Ia menentukan
semua menurut kemurahan dan hikmatNya (Sura 2:216, 42:27). Segala
sesuatu diatur oleh Allah (Sura 85:16).
Ia dapat mendatangkan yang baik
maupun yang jahat.
Ia telah menyatakan diri-Nya kepada umat
manusia dalam
diri
Yesus: “Yesus
menjawab: ...Barangsiapa telah melihat Aku
telah melihat Bapa” (Yoh. 14:9)
ATRIBUT-ATRIBUT DAN TINDAKANTINDAKAN
ATRIBUT-ATRIBUT DAN TINDAKANTINDAKAN
Allah dapat dipahami melalui 99 namaNya yang indah (Sura 7:180) walaupun
ada lebih dari 99 nama yang terdapat di
dalam Qur‟an. Sebagai contoh, namanama itu menyatakan atribut-Nya:
kudus, kekal, Esa, Yang Tersembunyi,
Sang Manifest, Terang, Yang Tertinggi,
Di dalam Alkitab Tuhan digambarkan
sebagai yang kekal, penuh kemuliaan, Maha
Kuasa, Maha Pemurah, suci, benar,
mengampuni,
Maha
Kuasa,
tidak
terbandingkan, dan Maha Hadir. Tindakantindakan-Nya penuh kasih, adil dan
bijaksana
http://www.buktisaksi.com | Hal 75
Maha Hadir, Yang Hidup, Maha Kuasa,
Maha Melihat, Maha Mendengar, Yang
Bijak, Yang Menguasai, Yang Kuat dan
Yang Licik (Sura 3:54, 8:30). Dan namanama itu menyatakan tindakan-Nya:
memimpin, menyediakan, lembut, adil,
pemurah,
menyakiti,
menahan,
membalas dendam, memuliakan dan
menyesatkan (Sura 6:39).
Beberapa tindakan dan atribut Allah
tidak konsisten dengan Tuhan yang
diceritakan Alkitab
YESUS (ISA)
YESUS
Di dalam Qur‟an, Yesus disebut sebagai
„Isa, dan sering disebut „Isa Putra
Maryam. Di banyak tempat Ia disebut
„Rasul Allah‟ (Sura 3:49), tetapi juga
„hamba Allah‟ (Sura 19:30), Al-Masih
(Sang Mesias, namun tidak seperti yang
dimaksudkan Alkitab) (Sura 3:45), tanda
untuk umat manusia (Sura 19:21),
perkataan Allah (Sura 4:171) dan roh
dari-Nya (Sura 21:91).
Alkitab mempunyai banyak nama untuk
Yesus, diantaranya adalah: Pencipta,
Juruselamat, Firman, Yang Kudus, Citra
Tuhan, Tuhan, Raja Damai dan Pengantara.
KELAHIRAN OLEH PERAWAN
KELAHIRAN OLEH PERAWAN
Isa/Yesus dilahirkan oleh perawan Yesus dilahirkan oleh perawan Maria dan
Maria, dan adalah manusia sejati (Sura adalah manusia seutuhnya: Dan Firman itu
sudah menjadi daging dan berdiam diantara
3:42-47).
kita (Yoh.1:14)
YESUS BUKANLAH PUTRA TUHAN
YESUS ADALAH PUTRA YAHWEH Elohim
Yesus adalah ciptaan dan hanyalah
seorang manusia (Sura 3:59, 5:75).
Yesus bukanlah Putra Allah dan tidak
ilahi (Sura 9:30, 19:34:35).
Yesus manusia sejati dan Tuhan sejati. Ia
adalah Putra Elohim (Tuhan): Dan
perhatikanlah suatu suara dari surga yang
mengatakan, „Inilah Putra-Ku Yang Terkasih,
kepada-Nyalah Aku berkenan‟. (Mat.3:17,
Yoh.1:14, 18).
YESUS ADALAH SEORANG NABI
YESUS ADALAH PEMENUHAN SEMUA
NABI
Yesus adalah seorang nabi yang besar
yang diutus Allah dan yang dihormati di Yesus adalah penggenapan Hukum Taurat
dunia dan akhirat (Sura 3:45). Ia dan para nabi: Janganlah mengira bahwa
mengumumkan Muhammad sebagai Aku datang untuk membatalkan Torat atau
http://www.buktisaksi.com | Hal 76
nabi yang berikutnya dan yang terakhir
(Sura 61:6).
kitab para nabi. Aku datang tidak untuk
membatalkannya,
melainkan
untuk
menggenapinya (Mat.5:17).
YESUS MENGADAKAN MUJIZAT
YESUS MENGADAKAN MUJIZAT
Yesus adalah seorang pembuat mujizat.
„Atas seijin Allah‟ Ia menghidupkan
patung burung yang terbuat dari tanah
liat (kata khalaqa dalam bahasa Arab
hanya digunakan untuk karya Tuhan
dalam
menciptakan).
Ia
menyembuhkan, membangkitkan orang
mati dan mengetahui yang tidak
diketahui (Sura 3:49)
Yesus mengadakan mujizat-mujizat selama
pelayanan-Nya di dunia untuk menyatakan
kemuliaan-Nya: Yesus melakukan hal ini di
Kana, Galilea, sebagai awal dari tanda-tanda
ajaib, dan Dia menyatakan kemuliaan-Nya,
dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya
(Yoh.2:11).
Termasuk menghidupkan orang mati: ...Dia
berseru dengan suara nyaring, „Lazarus
keluarlah!‟ Dan orang yang telah meninggal
itu keluar sambil terikat kedua kaki dan
tangannya dengan kain kafan, dan mukanya
masih terbungkus dengan sapu tangan
(Yoh.11:43-44).
YESUS TIDAK MATI DI SALIB DAN
TIDAK BANGKIT DARI KEMATIAN
YESUS MATI DI SALIB DAN BANGKIT
KEMBALI
Yesus tidak mati di salib dan Ia tidak
bangkit dari kematian. Ada orang lain
yang mati menggantikan Yesus di salib.
Orang Muslim percaya bahwa Allah
tidak akan mengijinkan salah-satu nabiNya untuk mengalami kematian yang
penuh kehinaan (Sura 4:157).
Yesus mati di salib karena dosa manusia.
Dan saat itu jam ketiga, dan mereka telah
menyalibkan
Dia
(Mark.15:25).
Ia
mengalahkan maut dan dibangkitkan dari
antara orang mati pada hari ketiga: Ketika
Yesus bangkit pagi-pagi sekali pada hari
pertama minggu itu, Ia menampakkan diri
kepada Maria Magdalena...(1Kor. 15:3-8,
Rom.4:25).
YESUS NAIK KE SURGA
YESUS NAIK KE SURGA
Orang Muslim percaya bahwa Yesus
terangkat ke surga, disana Ia hidup dan
suatu hari nanti akan kembali (Sura
3:55, 4:157-8).
Ia terangkat ke surga dan duduk di sebelah
kanan Tuhan (Yahweh) Sang Bapa hingga
kedatangan-Nya
yang
kedua:
Sesungguhnya setelah berbicara dengan
mereka, kemudian Tuhan terangkat ke
surga, dan Dia duduk di sebelah kanan
Elohim (Mark.16:19).
YESUS AKAN DATANG KEMBALI
TAPI SEBAGAI SEORANG MUSLIM
YESUS AKAN DATANG KEMBALI
SEBAGAI RAJA ATAS SEGALA RAJA
DAN TUHAN SEGALA TUAN
Yesus akan datang kembali ke dunia
pada kedatangan-Nya yang kedua, ia
akan menikah, mempunyai anak-anak,
membuat
semua
orang
Kristen
memeluk Islam, beberapa tradisi
mengatakan Ia akan menghancurkan
orang Yahudi, mematahkan semua
Dan mereka akan melihat Anak Manusia
ketika datang di atas awan di langit dengan
kuasa dan kemuliaan yang besar. Dan Dia
akan mengutus para malaikat-Nya dengan
suara sangkakala yang membahana, dan
mereka akan mengum-pulkan orang-orang
http://www.buktisaksi.com | Hal 77
salib, memerintah sebagai raja orang- pilihan-Nya dari ke-empat penjuru mata
orang Muslim, membunuh semua babi angin, dari ujung langit sampai ke ujungnya
dan dikuburkan di samping Muhammad (Mat.24:30-31).
di Medina (Sahih Muslim vol.1, buku 1,
bab 71, hal. 104).
ROH KUDUS
ROH KUDUS
Qur‟an hanya berbicara samar-samar
mengenai suatu roh, yang kadangkala
disebut „roh kudus‟ (rul al-qudus) (Sura
16:102). Orang Muslim mengidentikasi
Roh Kudus sebagai malaikat Gabriel.
Roh Kudus adalah bagian dari Trinitas:
Kemudian Yesus berkata lagi kepada
mereka, „damai sejahtera bagimu! Sama
seperti Bapa telah mengutus Aku, Aku juga
mengutus kamu!‟ Dan setelah mengatakan
hal itu, Dia menghembuskan nafas dan
berkata kepada mereka, „Terimalah Roh
Kudus!‟ (Yoh.20:21-22).
PENCIPTAAN
PENCIPTAAN
Allah menciptakan langit dan bumi Tuhan menciptakan alam semesta dalam 6
hari. Pada awalnya Elohim menciptakan
dalam 6 hari (Sura 29:44, 50:38)
menciptakan langit dan bumi (Kej.1:1).
PENCIPTAAN MANUSIA
PENCIPTAAN MANUSIA
Allah menciptakan manusia baik dari
tanah liat maupun darah untuk
menyembah dan taat pada-Nya (Sura
32:7, 96:2, 51:56). Ia meminta nasehat
dari
para
malaikat-Nya
dalam
menciptakan manusia (Sura 2:30).
Tuhan menciptakan manusia menurut citraNya: lalu Elohim menciptakan manusia
menurut citra-Nya. Dalam citra Elohim, dia
telah
menciptakannya;
laki-laki
dan
perempuan Dia telah menciptakan mereka
(Kej.1:27).
ADAM DAN HAWA DICIPTAKAN
LEMAH
ADAM DAN HAWA DICIPTAKAN TIDAK
BERDOSA
Adam diciptakan „lemah‟, yaitu tidak Tuhan menciptakan Adam dan Hawa tanpa
sempurna (Sura 4:28).
cela dan tidak berdosa.
KEJATUHAN MANUSIA
KEJATUHAN MANUSIA
Kisah mengenai kejatuhan manusia
sebenarnya
merupakan
pertikaian
seimbang antara Allah dan Satan (Sura
7:11-17, 24). Satan tidak taat kepada
Tuhan dan karena dia tidak sujud di
hadapan Adam. Adam dan Hawa
terjebak dalam pertikaian ini dan digoda
satan di Firdaus (surga).
Satan mencobai Hawa untuk berdosa. Hawa
kemudian menggoda Adam. Mereka berdua
tidak menaati Tuhan dan makan buah
terlarang: Dan perempuan itu melihat bahwa
pohon itu baik sebagai makanan, dan karena
daya tariknya bagi mata, maka pohon itu
diinginkan untuk membuat bijaksana, dan
dia memetik buahnya dan memakannya, dan
juga membe-rikannya kepada suaminya,
yang ada bersamanya dan dia memakannya
(Kej.3:6).
http://www.buktisaksi.com | Hal 78
AKIBAT JATUH DALAM DOSA
AKIBAT JATUH DALAM DOSA
Adam dan Hawa bertobat dan Tuhan
menerimanya (Sura 2:37, 7:23). Adam
dan Hawa kemudian dibuang ke bumi
tanpa dosa (Sura 2:36). Karena dosa
mereka adalah kesalahan pribadi maka
tidak diwariskan kepada seluruh umat
manusia. Oleh karena itu tidak perlu
ada Juruselamat untuk menebus
dosa.
Dosa terhadap Tuhan mengakibatkan
pengusiran mereka dari taman Eden dan
terpisah dari Tuhan: Oleh sebab itu
YAHWEH Elohim memerintahkannya keluar
dari Taman Eden...(Kej.3:23). Oleh karena
itu untuk menye-lamatkan umat manusia
harus ada Adam yang kedua (Yesus)
yang akan menjadi kurban darah, mematahkan kuasa dosa dan memu-lihkan
keterpisahan antara Tuhan dan manusia.
SETELAH KEMATIAN
SETELAH KEMATIAN
Saat ajal, malaikat Izra‟il memisahkan
jiwa dari tubuh (Sura 32:11). Dalam
kubur ada pengujian oleh malaikat
Munkar dan Nakir, yang kadangkala
dibarengi dengan penyiksaan. Mendoakan orang mati mendatangkan pahala
(Sura 59:10). Antara maut dan Hari
Penghakiman (yaum al-hisab) jiwa
beristirahat di purgatori (barzakh).
Kristus akan datang kembali untuk
menghakimi dunia. Hanya Tuhan Sang Bapa
yang mengetahui kapan waktunya. Kristus
akan datang sebagai Raja atas segala raja
dalam kekuatan dan kemegahan, diiringi
para
malaikat.
Orang
mati
akan
dibangkitkan: Dan kemudian mereka akan
melihat Anak Manusia tatkala datang di
awan-awan dengan kuasa dan kemuliaan
yang besar. Dan kemudian, dia akan
mengutus para malaikat-Nya, dan akan
mengumpulkan umat pilihan-Nya dari keempat penjuru angin, dari ujung bumi
sampai ke ujung langit (Mark.13:26-27).
HARI PENGHAKIMAN
(yaum ad-din)
HARI PENGHAKIMAN
Malaikat Israf‟il akan meniup terompet
(sur) untuk mengumumkan hari terakhir.
Orang mati akan dibangkitkan (sura
39:67-75).
Perbuatan
baik
dan
perbuatan jahat akan ditimbang (Sura
21:47, 23:102-103). Akan ada jembatan
yang tipis untuk diseberangi manusia
(jembatan sirat) diatas api neraka.
Orang-orang yang amal baiknya
melebihi perbuatan yang jahat akan
dapat menyeberanginya.
Keselamatan dalam Islam adalah
melalui amal, tapi tidak ada jaminan
dan
tidak
ada
yang
dapat
memastikan.
TANDA-TANDA AKHIR JAMAN
Semua orang harus menghadap tahta
penghakiman Kristus. Mereka yang tidak
beriman kepada Kristus akan dihukum
dengan penghukuman kekal. Bagi orang
Kristen, hanya pekerjaan merekalah yang
akan dihakimi: Sebab seharusnyalah kita
semua dinyatakan di hadapan tahta
pengadilan Kristus, sehingga tiap-tiap orang
dapat menerima hal-hal di sekujur tubuhnya,
sesuai dengan apa yang telah dia lakukan,
entah itu baik ataupun jahat (2Kor.5:10,
Yoh.3:18, Mat.25:31-46).
TANDA-TANDA AKHIR JAMAN
Hanya
Allah
dan
Yesus
yang Tanda-tanda akhir jaman meliputi: perang,
mengetahui kapan waktunya Hari bencana
alam,
nabi
palsu,
dan
Peghakiman. Yesus mempunyai penge- meningkatnya dosa di dalam dunia: ...Sebab
http://www.buktisaksi.com | Hal 79
tahuan akan waktu (Sura 43:61).
Tanda-tanda hari terakhir yang lebih
kecil adalah: meningkatnya ketidakadilan, dosa, tidak beriman, malu dan
kesengsaraan. Tanda-tanda yang lebih
besar adalah Anti-Kristus (Dajjal),
Binatang dari bumi, terbitnya matahari
di barat, kembalinya Yesus, Gog dan
Magog, dan kedatangan Mahdi. Pada
Hari Penghakiman semua makhluk
akan mati dan alam semesta akan
dihancurkan.
Ada banyak tanda akhir jaman yang
mirip dalam kedua agama ini.
banyak orang akan datang atas nama-Ku
dengan mengatakan: „Akulah Mesias‟; dan
mereka akan menyesatkan banyak orang.
Dan kamu akan segera mendengar
peperangan dan berita-berita perang.
Perhati-kanlah, dan janganlah ketakutan,
karena seharus-nyalah semuanya itu terjadi,
tetapi hal itu belumlah kesudahannya.
Karena bangsa akan bangkit melawan
bangsa, ...dan akan terjadi kelaparan dan
wabah penyakit (Mat.24:5-8).
Bumi akan dibakar dengan api. Akan ada
langit baru dan bumi baru untuk didiami
orang percaya: „...karena langit yang
pertama dan bumi yang pertama telah
berlalu...‟(Wah.21:1).
DOSA
DOSA
Dosa adalah ketidaktaatan terhadap Dosa adalah kegagalan untuk berse-suaian
hukum ilahi. Akan menjadi dosa jika dengan hukum moral Tuhan dalam tindakan,
dilakukan dengan sengaja. Ada dosa tingkah-laku atau natur.
besar dan dosa kecil.
MANUSIA TIDAK BERDOSA
NATUR MANUSIA ADALAH BERDOSA
Tuhan mendapati Muhammad tersesat
(sebelum pewahyuan Sura 93:7),
Muhammad memohon pengampunan
(Sura 47:19), Tuhan membimbingnya
dan memberikannya pengampunan
(Sura 48:2).
Manusia pada dasarnya tidak berdosa.
Anak-anak dilahirkan tanpa dosa.
Manusia memilih untuk berdosa atau
tidak.
Manusia pada dasarnya berdosa karena ia
mewarisi natur yang diwariskan oleh
manusia pertama yang jatuh dalam dosa
(Adam).
Sebab itu sama seperti dosa telah masuk ke
dalam dunia melalui satu orang dan maut
masuk melalui dosa itu, demikian juga maut
menjalar kepada semua manusia, karena
semua orang telah berbuat dosa (Roma
5:12).
YESUS TIDAK BERCELA
YESUS TIDAK BERDOSA
(Sura 19:19).
“Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku
ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu,
untuk memberimu seorang anak lakilaki yang suci.”
KESELAMATAN MELALUI
PERBUATAN
Manusia harus tunduk kepada Allah
untuk mendapatkan pengampunan.
Tidak ada penebusan dosa di dalam
Islam (Sura 17:15). Tidak ada kepastian
keselamatan karena Allah „mengampuni
yang dikehendaki-Nya dan menghukum
Yesus tanpa dosa, tetapi Tuhan membuat
Dia memiliki natur kita dan di salib Ia
menjadi
dosa
sehingga
kita
dapat
memperoleh kebenaran Tuhan:
KESELAMATAN MELALUI IMAN
Keselamatan diperoleh melalui iman pada
karya penyelamatan Yesus di salib dan
bukan melalui pekerjaan baik. Karunia
Tuhan adalah pemberian yang cuma-cuma;
orang
tidak
harus
bekerja
untuk
mendapatkan pemberian ini: Sebab oleh
anugerah kamu telah diselamatkan melalui
http://www.buktisaksi.com | Hal 80
yang dikehendaki-Nya‟ (Sura 2:284).
Hanya perbuatan yang diperhitungkan.
Hadith menjadi cetak biru tentang
bagaimana seorang Muslim harus
menjalani hidupnya. Qur‟an dan Hadith
memberikan
5
kewajiban
untuk
dilaksanakan oleh orang Muslim. Ke-5
kewajiban itu adalah: pengakuan iman,
doa, puasa, sedekah dan ibadah Haji ke
Mekkah.
Jalan keselamatan bagi seorang
Muslim adalah melalui tuntunan
(huda) dan amal baik. Tidak ada
kepastian.
iman, dan hal ini bukanlah dari kamu,
karunia itu dari Elohim, bukan dari
perbuatan, supaya jangan seorangpun
menyombongkan diri (Ef.2:8-9). Pekerjaan
baik adalah buah dari keselamatan ini.
Dengan percaya bahwa Yesus telah mati
dan bangkit kembali membawa rekonsiliasi
dengan Tuhan, pengam-punan dosa dan
keselamatan: Dan Aku sekali-kali tidak akan
diingatkan tentang dosa-dosa mereka dan
kedurhakaan-kedurhakaan
mereka
(Ibr.10:17).
Dalam kekristenan kita mempunyai
keselamatan melalui karya penebusan
Kristus, bukan melalui per-buatan baik.
SURGA (FIRDAUS)
SURGA
Surga (janna, firdaus) adalah sebuah
tempat
yang
sensual
dengan
kesenangan dan kenikmatan. Di firdaus
Allah tidak bersekutu dengan orang
beriman. Disana orang beriman akan
menemukan
Surga adalah tempat sempurna dimana ada
sukacita
abadi,
penyembahan
dan
kekudusan, disana Tuhan akan disembah
dan dilayani selamanya:
NERAKA
NERAKA
Neraka (al-Nar atau Jahannum) adalah
tempat orang-orang berdosa disiksa
dengan api (Sura 78:21-30). Mereka
yang ada dalam surga „tidak hidup dan
juga tidak mati‟ (Sura 87:13). Disana
ada air mendidih untuk diminum dan
makan yang pahit untuk dimakan (Sura
88:5-7).
Neraka mempunyai 7 ruangan. Yang
pertama
adalah
api
purgatori
(Jahannum) bagi orang Muslim. Yang
kedua adalah api yang menyala-nyala
(Laza) bagi orang-orang Kristen, yang
tidaklah kekal. Yang ketiga adalah api
yang besar (Hutama) bagi orang
Yahudi, yang tidak kekal (Sura 104:4).
Yang keempat adalah api yang sangat
panas (Sa‟ir) untuk orang Sabian, yang
tidak kekal (Sura 2:62). Yang kelima
adalah api yang sangat panas (Sakar)
untuk penganut Zoroaster. Yang
keenam adalah api yang kejam (Jahim)
untuk para penyembah berhala dan
politeis, yang adalah api yang kekal.
Yang ketujuh adalah jurang (Hawiya)
untuk orang-orang yang munafik (Sura
101:9).
Alkitab menggambarkan neraka sebagai
tempat penderitaan dan penghukuman
kekal: Dan mereka ini akan menuju ke dalam
penghukuman kekal, tetapi orang-orang
benar ke dalam kehidupan kekal...Adalah
baik bagimu bermata satu masuk ke dalam
kerajaan Elohim, daripada mempunyai dua
mata dilemparkan ke dalam neraka api,
...dan apinya tak pernah padam (Mat.25:46,
Mark.9:47-48).
Orang-orang yang tidak bertobat dari dosa
mereka dan tidak percaya pada Kristus akan
berakhir di neraka:
YESUS berkata
kepadanya, „Akulah kebangkitan dan hidup.
Siapa yang percaya kepada-Ku, walaupun
sudah mati, ia akan hidup. Dan setiap orang
yang hidup serta percaya kepada-Ku sekalikali tidak akan mati selama-lamanya.
Percayakah
engkau
akan
hal
ini?‟
(Yoh.11:25-26).
Melalui iman dalam Kristus semua orang
Kristen (baik pria maupun wanita samasama) mempunyai kepastian masuk
surga.
http://www.buktisaksi.com | Hal 81
Muhammad bersyafaat untuk orang
Muslim di purgatori (Sura 5:69).
Dalam
Hadith
dicatat
bahwa
Muhammad menceritakan neraka
akan dipenuhi oleh orang-orang
miskin dan wanita (sahih Al Bukhari
301:1).
NABI-NABI
NABI-NABI
Nabi-nabi adalah orang-orang yang
dipilih dan disiapkan Allah untuk
mengingatkan manusia akan diri-Nya
dan untuk memberitahukan perintahperintah-Nya. Mereka adalah orangorang yang benar, pembuat mujizat,
tidak berdosa dan tidak bercela.
Masing-masing mereka mempunyai
berita yang sama dan seringkali
diperlakukan dengan jahat oleh orangorang yang tidak beriman (Sura 21;25,
36).
Adam adalah nabi yang pertama.
Beberapa nabi yang terkenal adalah:
Nuh sang pengkhotbah Allah, Abraham
sahabat Allah, Musa yang berbicara
dengan Allah, Yahya pembaptis dan Isa
(Yesus). Ada 3 nabi sebelum Islam,
yaitu Hud nabi dari suku kuno Ad, Salih
nabi suku Thamud dan Shu‟aib nabi
suku Madyan. Orang Muslim percaya
bahwa Muhammad adalah nabi yang
terakhir dan penutup semua nabi. Ia
adalah nabi yang terbesar dari semua
nabi (Sura 33:40, 61:6).
Nabi-nabi di Perjanjian Lama dan Perjanjian
Baru dipilih oleh Tuhan, bukan karena hidup
mereka yang tanpa dosa tetapi karena
ketaatan mereka kepada Tuhan. Dari semua
nabi yang ada di Perjanjian Lama dan Baru,
Yesus dipandang sebagai nabi yang
terbesar. Elohim telah berbicara dalam
banyak kesempatan dan dengan berbagai
cara pada zaman dahulu kepada para
leluhur melalui para nabi. Pada masa
terakhir ini dia berbicara kepada kita di
dalam Putra, yang Dia telah menetapkan
sebagai ahli waris segala sesuatu...(Ibr.1:12).
Yesus mempunyai murid-murid untuk
menolong-Nya selama pelayanan-Nya di
bumi. Kemudian mereka menyebar-kan InjilNya ke seluruh dunia.
ANAK-ANAK IBRAHIM: ISMAIL DAN
ISHAK
ANAK-ANAK ABRAHAM: ISMAIL DAN
ISHAK
Hagar
(Hajar),
budak
Abraham
(Ibrahim) melahirkan Ismail. Sarah,
istrinya melahirkan Ishak (Sura 14:39).
Tradisi menjadikan Ismail bapa bangsa
Arab karena melalui garis keturunannyalah Muhammad dilahirkan.
Orang Muslim percaya bahwa Abraham
dan Ismail mendirikan Ka‟aba (rumah
Allah) di Mekkah (Sura 2:124-125).
Hagar budak Abraham melahirkan Ismail
dan Sarah istrinya melahirkan Ishak. Dan
Hagar melahirkan seorang anak laki-laki
bagi Abram dan Abram menyebut nama
anak yang telah Hagar lahirkan: Ismael
(Kej.16:15).
Maka mengandunglah Sara, lalu ia
melahirkan seorang anak laki-laki bagi
Abraham pada masa tuanya, pada waktu
yang telah ditetapkan, sebagaimana Elohim
telah berfirman kepadanya. Dan Abraham
menyebut nama anak yang baru dilahirkan
baginya, yang telah Sara lahirkan baginya
itu, Ishak. (Kej.21:2-3).
http://www.buktisaksi.com | Hal 82
ISMAIL: ANAK KURBAN
ISHAK: ANAK YANG DIJANJIKAN
Melalui garis keturunan Ishak banyak
nabi dilahirkan, termasuk Daud dan
Yesus. Orang Muslim percaya bahwa
Ishak adalah anak yang dijanjikan,
tetapi bukan yang dikurbankan (Sura
11:69-73, 37:112-113).
Iman Abraham diuji dengan adanya
perintah untuk mengurbankan putraNya. Allah mengirim malaikat dengan
seekor domba yang dikurbankan
menggantikan putranya (Sura 37:100111). Qur‟an tidak menyebutkan nama
putra itu, tradisi menyebutkan nama
kedua putra Abraham, dan sejak abad
pertengahan orang mengatakan bahwa
Ismail yang dikurbankan.
Ismail dipandang sebagai seorang nabi
(sura 2:136). Abraham meninggalkan
Hagar dan Ismail di Mekkah dan Allah
menyediakan air untuk mereka minum
di sebuah tempat yang disebut
Zamzam.
Sekarang
tempat
ini
dikunjungi oleh orang Muslim dalam
perjalanan Haji ke Mekkah.
Ishak adalah anak pilihan, yang dari garis
keturunannya Mesias dilahirkan: Namun,
Elohim berfirman, „Sara, istrimu pasti akan
melahirkan anak laki-laki bagimu, dan
engkau harus memanggil namanya Ishak,
dan Aku telah membangun perjanjian-Ku
dengannya, untuk suatu perjanjian yang
kekal bagi keturunannya sesudah dia.‟
(Kej.17:19).
Sebagai sebuah ujian iman, Dan Dia
berfirman, „Bawalah sekarang anak lakilakimu yang tunggal, yang engkau kasihi,
yakni Ishak, dan pergilah engkau ke tanah
Moria, dan persembahkanlah dia disana
sebagai persembahan bakaran di atas
salah-satu gunung yang akan kukatakan
kepadamu‟ (Kej.22). Pada saat terakhir,
Tuhan
mengirim
malaikat
untuk
menghentikan Abraham membu-nuh Ishak,
dengan memberikannya seekor domba.
Abraham lulus dalam ujian imannya.
Di dalam Alkitab dikatakan bahwa
Abraham bersiap untuk mengur-bankan
putranya Ishak, anak yang dijanjikan, dan
bukan Ismail.
MALAIKAT
MALAIKAT
Malaikat diciptakan Allah dari api (Sura
7:12). Peran mereka adalah untuk
menjaga orang beriman, memuji Allah
dan menjaga Qur‟an (Sura 3:124-125).
Mereka adalah pendoa syafaat yang
mendoakan para nabi dan orang-orang
beriman (Sura 33:43-56).
Jumlah malaikat tidak diketahui, namun
demikian ada 4 malaikat yang menonjol: Jibril (Gabriel), Isra‟fil yang meniup
terompet pada Hari Penghakiman,
Mika‟il (Mikael) yang mendatangkan
hujan, dan Izra‟il malaikat maut.
Ada 2 malaikat yang setiap hari
mencatat perbuatan baik dan perbuatan jahat semua manusia (Sura 82:1012).
Malaikat diciptakan oleh Tuhan: Karena di
dalam Dia telah diciptakan segala sesuatu
yang ada di dalam surga dan yang ada di
atas bumi, yang kelihatan dan yang tidak
kelihatan, ...(Kol.1:16). Mereka disebut rohroh
yang
melayani
dan
Tuhan
memerintahkan mereka untuk menolong
manusia. Bukankah mereka semua adalah
roh-roh yang melayani, yang diutus untuk
pelayanan sehubungan dengan mereka
yang segera akan mewarisi keselamatan?
(Ibr.1:14). Mereka menjaga dan melepaskan
(dari kesulitan) dan membimbing langkah
kita. Mereka mengelilingi tahta Tuhan,
memuji dan melayani-Nya (Yes.6:1-6).
Jutaan malaikat siap menerima perintah
Tuhan. Mikael adalah panglima malaikat,
Gabriel adalah salah-satu dari para malaikat
yang terkenal, dan ia adalah utusan Tuhan
yang membawa kemurahan dan janji Tuhan.
Ia selalu membawa kabar baik. Akulah
Gabriel, yang berdiri di hadapan Elohim dan
aku telah diutus untuk berbicara kepadamu
dan menyampaikan kabar baik ini kepadamu
(Luk.1:19).
http://www.buktisaksi.com | Hal 83
SATAN
SATAN
Mulanya Satan adalah malaikat, tetapi
tidak taat kepada Tuhan dan tidak
bersujud kepada Adam dan akibatnya ia
dilempar keluar dari surga (Sura 2:34).
Awalnya Satan adalah panglima malaikat.
Sebelum dunia diciptakan ia memimpin
pemberontakan di surga melawan Tuhan,
dan dilempar keluar dari surga selamanya
(Yes.14:12-15). Setelah hari Penghakiman ia
beserta para malaikatnya yang juga jatuh
atau roh-roh jahat akan selamanya berada di
neraka: Lalu, Dia akan berkata pula kepada
mereka yang di sebelah kiri: „enyahlah
daripada-Ku orang-orang yang terkutuk ke
dalam api kekal yang sudah disediakan bagi
si Iblis dan para malaikatnya.‟ Dan si Iblis
yang menyesatkan mereka dilemparkan ke
dalam lautan api dan belerang...........
(Mat.25:41, Wah.20:10).
JIN-JIN
Jin adalah makhluk antara (setengah)
malaikat dan manusia yang diciptakan
Allah dari api yang tidak berasap dan
berasal dari dunia roh (Sura 55:15).
Mereka diciptakan untuk menyembah
Allah (Sura 51:56). Jin dapat melahirkan
anak, merasuki manusia, mempunyai
tempat tinggal (Mis. di pohon-pohon)
dan dapat berubah bentuk menjadi sapi,
domba, dan lain-lain. Walaupun secara
teori mereka netral kebanyakan jin
dianggap jahat. Jin dapat berupa orang
beriman maupun orang tidak beriman
(Sura 6:130, 72:1-17).
Setan (shaitan) adalah jin yang
menutupi kebenaran, dan Iblis (si Jahat)
adalah salah satunya (Sura 15:50). Ia
adalah jin yang memimpin jin yang
jahat.
Iblis
ditakdirkan
untuk
dilemparkan ke dalam api neraka pada
Hari Penghakiman.
IMAN
IMAN
Iman adalah mengaku dengan lidah
bahwa “tidak ada Tuhan selain Allah,
dan Muhammad adalah utusan-Nya”,
keyakinan batin dan melaksanakan
tugas-tugas dan kewajiban-kewajiban
agama.
Iman adalah mengakui bahwa Yesus Kristus
adalah Tuhan dan mengakui bahwa Ia mati
di salib dan bangkit dari kematian. Melalui
inilah ada pengam-punan dosa dan hidup
kekal. Iman adalah hubungan pribadi dan
sebuah hubungan yang hidup dengan
Tuhan.
http://www.buktisaksi.com | Hal 84
Tentang Penulis:
Rosemary Sookhdeo dilahirkan di Selandia Baru dimana ia mempelajari farmasi. Ia
datang ke Inggris dan melanjutkan pendidikan di London School of Theology, kemudian
meneruskan studi teologinya ke tingkat paska-sarjana di Oxford University. Selama lebih
dari 30 tahun ia terlibat dalam pelayanan di dalam komunitas Muslim, dan selama 23
tahun melakukan penanaman gereja dan pelayanan Muslim di East End – London.
http://www.buktisaksi.com | Hal 85
http://www.buktisaksi.com | Hal 86
http://www.buktisaksi.com | Hal 87
Fly UP