...

Edisi Maret 2014 - Kodam IV/Diponegoro

by user

on
Category: Documents
74

views

Report

Comments

Transcript

Edisi Maret 2014 - Kodam IV/Diponegoro
Daftar Isi
Dari Redaksi
Cover :
Kasad memakaikan rompi
pelampung pada gelar
kesiapsiagaan bencana alam
Foto : Suroso
4
GD UTAMA
*
Satuan Akan Hebat Bila Dibina Dengan Baik
*
Optimalisasi Peran Para Dansat Diperlukan
Dalam Binsat
*
Kualitas Pelanggaran Menurun, Personel
Meningkat
10 FOKUS
*
TNI Siap Tangani Bencana
*
Seluruh Satuan Harus Siaga dan Siap
Operasional
14 BINTER
18 BINSAT
22 RAGAM
*
Latihan Dasar Bela Negara Memperkuat
Semangat Persatuan dan Kesatuan
*
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono:
36 BINTRAKOR
Prajurit Diponegoro Harus Kreatif, Inovatif dan
Pantang Menyerah
42 BINTAL
Nyepi Dan Pengendalian Diri
Rawat Apartemen Dengan Baik
26 YANG PERLU DIKETAHUI
Jaga Kondusifitas Selama Pemilu
27 LENSA & PERISTIWA
31 RUANG PERSIT
Lomba Joged Beregu Persit KCK
Ciptakan Kebersamaan dan Persaudaraan
34 PROFIL
Asops Kasdam IV/Dip. Kol Inf Iwan Setiawan :
Mencapai Puncak Mount Everest Sebagai Mukjizat
44 OPSLAT
Pengalaman Tugas Bekal Berharga
47 WARTA
52 RUANG ELUARGA
Post Power Syndrome
54 TTS
Pelindung :
Pangdam IV/Diponegoro
Pembina :
Kasdam IV/Diponegoro
Penasehat :
Irdam IV/Diponegoro, Para Asisten dan
Staf Ahli Pangdam IV/Diponegoro
Pimp. Red / Penanggung Jawab :
Kapendam IV/Diponegoro
Kolonel Arh Ramses Lumban Tobing
Wapimred :
Waka Pendam IV/Diponegoro
Letkol Arm Hery Purwanto
Redaktur Pelaksana :
Mayor Inf Ir. Susanto, M. Si
Mayor Caj (K) Pudji Astuti SH
Mayor Inf Saeroji
Mayor Inf Mochklisin
Mayor Inf Moh Rais, S.Sos
Sekretaris :
Dra. Mulyani Susilowati, M. Si
Staf Redaksi :
Kapten Inf Agus Supriyadi
Kapten Inf Mulyadi
Kapten Caj (K) Santi Kristiyani, S.Pd.
Kapten Inf Suparno
Kapten Chk Suparmin
Kapten Ctp Eko Wibowo, S.Si. M.Sc.
Kapten Chb Mujiono
Kapten Caj (K) Irene Rena Saputri S.Psi
Sri Rosana, SH, Sri Rahayu, S.Sos
Redaktur Foto :
Lettu Inf M.Ardiansyah
Serda Bambang Cipto, Sigit Kristianto
Bendahara :
Dra. Sih Ratnawati
Tata Usaha :
Djumiati, Sri Robiyati, Suratno
Design :
Yosep, Hariyanto, Cucut, Roso
Distribusi :
Mayor Inf Rudiyanto, S.Pd
Rison Binartoko
Advertising : D. Mulyono
Kontributor :
Penrem 071/WK, Penrem 072/Pmk,
Penrem 073/Mkt, Penrem 074/Wrt
Alamat Redaksi :
Pendam IV/Diponegoro, Jl. Perintis
Kemerdekaan, Watugong, Semarang
Telp. (024) 7479609 (hunting)
Fax. (024) 7479609
e-mail : [email protected]
Percetakan :
CV. Jaya Sakti Mandiri
(Isi di luar tanggung jawab percetakan)
Pembaca GD yang terhormat
Saat ini, kesiapsiagaan prajurit Kodam IV/Diponegoro seakan terus teruji.
Bencana demi bencana silih berganti, dari angin puting beliung, tanah longsor,
banjir, abu vulkanik Gunung Kelud Jawa Timur dan sekarang Waspada Gunung
Slamet. Sekali lagi, inilah menunjukkan bila di bumi Indonesia yang kita cintai
ini selain dikenal karena kekayaan alamnya, juga sebagai negara rawan
bencana.
Untuk mengh adapi kemungkinan meletusnya Gunung Slamet, jajaran
Korem 071/Wijayakusuma telah melaksanakan simulasi penanggulangan
bencana di wilayah masing-masing agar bila bencana ini benar-benar terjadi
dapat ditangani dan diminimalisasi dampaknya. Gelar kesiapsiagaan
meletusnya Gunung Slamet juga telah dilaksanakan di Lapangan Parade Kodam
IV/Diponegoro, yang disaksikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI
Budiman di sela-sela kunjungan kerjanya di wilayah Kodam IV/Diponegoro.
Terkait dengan peningkatan suhu politik menjelang pemilu,Pangdam
memerintahkan seluruh jajarannya agar siaga dan siap operasional
mengantisipasi terjadinya kontijensi. Kedua informasi ini Redaksi sajikan dalam
Rubrik Fokus.
Pembaca yang berbahagia,
Sementara itu, dalam Apel Dansat jajaran Kodam IV/Diponegoro yang
berlangsung di Rindam IV/Diponegoro, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI
Sunindyo memerintahkan kepada peserta Apel Dansat untuk memanfaatkan
waktu yang ada dengan melakukan sharing pengetahuan dan pengalaman
tentang pelaksanaan Pembinaan Satuan dengan permasalahan yang
dihadapinya, karena Satuan akan hebat bila dibina dengan baik. Pangdam
juga menilai peran Dansat selama ini belum optimal, para Dansat berada pada
posisi comfort zone (zona nyaman). Liputan kegiatan Apel Dansat dapat disimak
pada Rubrik GD Utama.
Selanjutnya kegiatan di jajaran Kodam IV/Diponegoro yang cukup menonjol
diantaranya Kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di wilayah
Kodam IV/Diponegoro, Ser tijab 4 pejabat di jajaran Kodam IV/Diponegoro,
Kembalinya Satgas Batalyon 410/Alugoro dari tugas Pamtas di Papua. Kemudian
berbagai kegiatan Kodam dan Satuan jajaran Korem, Kodim, Koramil tertuang dalam
berbagai rubrik yang ada mulai dari Binsat, Binter, Ragam, Opslat, Warta, Ruang Persit,
TTS dan sebagainya. Hadir pula lembar Penpas untuk dijadikan pedoman sikap bagi
Prajurit dan PNS jajaran Kodam IV/Diponegoro.
Tidak lupa Redaksi mengucapkan terima kasih kepada Satuan yang telah aktif
mengirimkan artikel kegiatan, semoga menjadi penyambung informasi bagi anggota
lainnya. Terima kasih pula kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan
finansial demi kesinambungan majalah GD. (Redaksi)
Redaksi menerima tulisan baik berupa : artikel, laporan, berita atau foto,
kartun dan karikatur terutama yang berkaitan dengan kemanunggalan
TNI dan rakyat, redaksi berhak untuk menyunting naskah. Kiriman
naskah paling lambat tanggal 15 setiap edisinya.
Distribusi Majalah Gema Diponegoro
1.
Kodam IV/Diponegoro
11. Pangdam V/Brawijaya
2.
3.
Mabesad
Pusterad
12. Pangdam VI/Tanjungpura
13. Pangdam VII/Wirabuana
4.
Pusdikter
14. Pangdam IX/Udayana
5.
6.
Kapuspen TNI
Gubernur Jateng
15. Pangdam XVI/Patimura
16. Pangdam XVII/Trikora
7.
Kapolda Jateng
17. Pangdam Jaya
8.
9.
Pangdam I /BB
Pangdam II/Sriwijaya
18. Pangdam Iskandar Muda
19. Yayasan Kar tika Jaya
10. Pangdam III/Siliwangi
20. Radio Gajah Mada Smg
GD UTAMA
Pembukaan Apel Dansat
Satuan Akan Hebat
Bila Dibina Dengan Baik
Pangdam IV/Diponegor o, Mayjen TNI
Sunindyo mengatakan Satuan akan hebat bila
dibina dengan baik. Oleh karena itu, Pangdam
memerintahkan kepada peserta Apel Dansat
agar memanfaatkan waktu yang ada, dengan
melakukan sharing pengetahuan dan
pengalaman tentang pelaksanaan Pembinaan
Satuan dengan permasalahan yang dihadapi.
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo memberikan
pengarahan pada Apel Dansat
Demikian dikatakan Pangdam IV/
Diponegoro, Mayjen TNI Sunindyo dalam
amanat yang dibacakan Kasdam IV/
Diponegoro, Brigjen TNI Ibnu Dar mawan
pada pembukaan Apel Komandan Satuan
jajaran Kodam IV/Diponegoro Tahun 2014
yang berlangsung di Rindam IV/
Diponegoro (10/3). Apel Dansat dihadiri
Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI MS.
Fadhilah, Irdam, para Danrem, Asisten,
Staf Ahli, Pa Liaison serta K abalak dan
Komandan Satuan jajaran Kodam IV/
Diponegoro.
Apel Komandan Satuan yang setiap
tahun kita selenggarakan merupakan salah
satu mata rantai dari mekanisme kegiatan
komando dan pengendalian Pimpinan
Angkatan Darat, khususnya dalam rangka
Pembinaan Satuan jajaran Kodam IV/
Diponegoro, baik menyangkut segi
Pembinaan Kekuatan maupun Pembinaan
Kemampuan.
Apel Komandan Satuan merupakan
wahana untuk menyamakan visi dan
persepsi serta membangun kebersamaan
di antara para Perwira dalam upaya
memecahkan berbagai permasalahan
internal dan eksternal yang berkaitan
dengan pelaksanaan Pembinaan Satuan
4
Maret 2014
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
Peserta Apel Dansat Tahun 2014
di jajaran Kodam IV/Diponegoro.
Lebih lanjut dikatakan Pangdam,
Pimpinan Angkatan Darat telah
menetapkan berbagai kebijakan
menyangkut pemantapan jajaran
Angkatan Darat terkait dengan
transformasi TNI AD. Dari kebijakan
pokok tersebut maka tema Apel Dansat
kali ini, “Melalui Apel Dansat Kodam
IV/Diponegoro TA. 2014 kita
tingkatkan integritas Dansat guna
mewujudkan profesionalisme prajurit
menuju transformasi TNI AD dalam
rangka mendukung tugas pokok
Kodam IV/Diponegoro”.
Pimpinan nomor satu di Kodam IV/
Dipp. ini berharap tema yang diambil
tersebut benar - benar melandasi dan
dijadikan pedoman dalam setiap
pembahasan dan pembicaraan serta
kegiatan pada Apel Dansat ini, selanjutnya
harus dipahami dan diaktualisasikan
dalam kehidupan keprajuritan.
Ceramah dan Praktek
Apel Dansat jajaran Kodam IV/
Diponegoro tahun 2014 berlangsung
selama 2 (dua) hari. Apel Dansat diikuti
212 Perwira jajaran Kodam IV/Diponegoro
yang terdiri dari Para Dansatdik Rindam,
para Danden Satbanmin, para
K akanminvet, Kasiminvet, para Pasiops
dan Pasilat Korem, Pasisiapsat dan Pasilat
Brigif-4/DR, para Kasituud Balakdam,
Pasipamops Denma, para Danki/Danrai/
Dan BKI dan Pasiops Batalyon ser ta para
Danton.
Selain berisikan ceramah, dalam apel
Dansat juga diisi dengan kegiatan praktek.
Pada hari per tama, kegiatan diawali
dengan pembukaan Apel Dansat oleh
Penyematan tanda peserta Apel Dansat tahun 2014
Kasdam IV/Dip tentang Binter Satuan non
komando kewilayahan, ceramah
Kakesdam IV/Dip tentang efek samping
kelebihan berat badan dan diakhiri diskusi
Latihan Anggota untuk meningkatkan kemampuan
Kasdam IV/Diponegoro mewakili
Pangdam IV/Diponegoro. Kemudian,
Ceramah Asintel Kasdam IV/Dip tentang
Pelanggaran disiplin, tata ter tib dan
perkembangan situasi/kerawanan Pemilu
2014, Ceramah Asops Kasdam IV/Dip
tentang Binsat, SOP Pemilu dan SOP
Bencana Alam dan Ceramah Aspers
Kasdam IV/Dip tentang Binsat bidang
personel.
Selesai Isoma dilanjutkan ceramah
oleh Irdam IV/Dip. tentang Wasrik,
ceramah Asrendam IV/Dip tentang
Transformasi TNI-AD, ceramah Aslog
Kasdam IV/Dip tentang Binsat bidang
materiil dan pangkalan, ceramah Aster
dengan materi : Pelanggaran lalin, Disersi,
Asusila/KDRT dan permasalahan
werving.
Pada hari kedua, kegiatan dimulai
dengan Sircuit Training. Setelah apel pagi
diisi ceramah Kakumdam IV/Dip tentang
ROE Bantuan TNI kepada Polri, ceramah
Kakudam IV/Dip tentang perangkat
wabku di Satuan setingkat Batalyon,
ceramah Karoops Polda Jateng tentang
pelibatan pengerahan TNI-AD dalam
Harkamtibmas dan aturan Polri tentang
perbantuan unsur TNI kepada Polri dan
paparan Danyon 403/WP. Kegiatan
dilanjutkan paparan hasil diskusi kelompok
I s/d IV.
Usai Isoma diisi Pengarahan oleh
Mayjen TNI (Purn) Ir. Mulhim Asyrof
tentang perumahan untuk anggota TNI
dan PNS Kodam IV/Dip dan Pengarahan
Pangdam IV/Dip. (GD)
Pengarahan Dansat kepada anggota
Maret 2014
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
5
GD UTAMA
Pengarahan Pangdam
karena hal ini merusak Satuan.
Optimalisasi Peran Para Dansat
Diperlukan Dalam Binsat
Membangun Kodam Lebih Baik
Menghadapi kondisi demikian,
P angdam memerintahkan kepada
Irdam, para Danrem dan Asisten untuk
mengevaluasi seluruh bidang serta
mencari solusinya sehingga para Dansat
kembali ke kesatuan masing-masing
memiliki komitmen bersama untuk
membangun Satuan Kodam IV/
Diponegoro menjadi lebih baik (integritas
kuat, keinginan yang kuat, motivasi yang
kuat).
Terkait dengan profesionalisme
prajurit Kodam IV/Diponegoro yang
belum optimal, Pangdam berharap agar
prajurit memiliki profesionalitas yang
meliputi : Expertise (keahlian),
Cohesiveness / espirt de corps,
R esponsibility (tanggung jawab) dan
Discipline (disiplin)
Menurut
Pangdam
untuk
membangun profesionalisme prajurit
Kodam IV/Diponegoro dibutuhkan satu
komitmen tinggi dari Pangdam sampai
dengan prajurit terendah. Namun
Pangdam masih melihat para Dansat
lebih profesional di bidang lain
dibanding tugas pokoknya. Terdapat
pergeseran orientasi/dis-orientasi Dansat
dalam membangun Satuannya sehingga
masih cenderung mencari keuntungan
pribadi. Contoh : Dansat maupun
prajuritnya lebih pandai dan profesional
dalam menjaga tambang dibandingkan
dengan tupoknya.
Untuk itu Panglima memerintahkan
kembali ke tujuan awal yaitu menjadi
Prajurit Kodam IV/Diponegoro yang
profesional dalam menjalankan tupok.
Jangan keluar dari tupok TNI AD.
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo memberikan pengarahan kepada peserta
Apel Dansat tahun 2014 di Rindam IV/Diponegoro Magelang.
Saat ini profesionalisme Prajurit Kodam IV/Diponegoro belum
optimal, sehingga diperlukan optimalisasi peran para Komandan
Satuan dalam pembinaan Satuan. Hal ini terlihat dari hasil
kunjungan kerja Pangdam ke berbagai Satuan di jajaran Kodam IV/
Diponegoro.
Pernyataan tersebut disampaikan
dalam pengarahannya kepada peserta
Apel Dansat yang berlangsung di Rindam
IV/Diponegoro, Magelang.
Untuk itu Pangdam menekankan
perlunya ditertibkan pelaksanaan
latihan, agar profesionalisme prajurit
Kodam IV/Diponegoro meningkat,
mengingat dana latihan yang diberikan
ke Satuan saat ini sudah sangat tinggi.
Pada kesempatan tersebut,
Pangdam juga melakukan evaluasi
berbagai bidang. Dalam bidang operasi,
Pangdam menilai tingkat profesionalisme
prajurit masih rendah, disiplin tempur
rendah dan tidak memegang teguh
protap/SOP. Sedangkan bidang
6
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
organisasi Satuan jajaran TNI AD,
khususnya Kodam IV/Diponegoro
(Satpur, Satbanpur, Satbanmin) masih
perlu penataan, karena masih kurang
efektif dan efisien. Untuk itulah, saat ini
dilakukan transformasi TNI AD guna
membentuk grand design TNI AD di
masa yang akan datang.
Dalam evaluasi terhadap bidang
personel, diantaranya Panglima
menekankan tentang rekrutmen prajurit,
masih ada oknum yang mencoba untuk
melaksanakan pungutan liar, membuat
sindikat werving sehingga prajurit TNI AD
yang kita dapatkan adalah prajurit yang
berkemampuan rendah.
Pangdam juga melihat masih
ditemui di setiap Satuan hak prajurit
belum diberikan sesuai dengan
peruntukannya, masih ada upaya di
Satuan dalam pola pembinaan karier
tidak mengacu pada kapabilitas dan
akseptabilitas dan calon peserta didik
yang dikirim seleksi kualitasnya masih
rendah (intelektualitas, kesehatan,
jasmani).
Sementara itu, di bidang logistik,
Pangdam menekankan agar kaporlap
harus diberikan kepada prajurit, tidak
boleh dijual.
Dansat
tidak
dibenarkan untuk mengeksploitasi
satuannya/pangkalannya, seperti:
penambangan pasir, illegal loging, dll,
Kesemaptaan
jasmani untuk
meningkatkan
kondisi fisik
prajurit
Maret 2014
Transformasi TNI AD
Terkait transformasi TNI AD,
Pangdam IV/Diponegoro menyampaikan
TNI selalu berpegang pada : UUD 1945
pasal 30 ayat 2 yaitu : Usaha pertahanan
dan keamanan negara dilaksanakan
melalui sishankamrata oleh TNI dan
Polri sebagai kekuatan utama dan rakyat
sebagai kekuatan pendukung.
Selanjutnya UU No 34 Tahun 2004
tentang tugas OMP, OMSP bersifat
tempur, OMSP bersifat non tempur.
OMP (Operasi Militer Perang) dalam
rangka menghadapi: Agresi, Pelanggaran
wilayah oleh negara lain, Spionase,
Sabotase, Aksi teror bersenjata,
Perbaikan sarana dan prasarana pendukung pelaksaan tugas
Pemberontakan bersenjata dan Perang
saudara antar kelompok bersenjata.
Selanjutnya OMSP (Operasi Militer
Selain Perang) Tempur : Mengatasi
gerakan separatisme bersenjata,
Mengatasi pemberontakan bersenjata,
Mengatasi aksi terorisme, Mengamankan
wilayah perbatasan, Mengamankan
obyek vital nasional yang bersifat
strategis, Melaksanakan tugas
perdamaian dunia, Mengamankan
Pr esiden dan Wakil Presiden beserta
keluarga, Membantu mengamankan
tamu negara setingkat kepala/
perwakilan pemerintah asing.
OMSP (O perasi Militer Selain
Perang) Non Tempur : Memberdayakan
wilayah dan kekuatan pendukungnya
sesuai sishankamrata, Membantu tugas
pemerintah dan daerah, Membantu Polri
dalam rangka tugas keamanan
ketertiban nasional, Membantu
menanggulangi bencana alam,
pengungsian,
dan
bantuan
kemanusiaan, Membantu pencarian dan
pertolongan dalam kecelakaan,
Membantu pemerintah dalam
mengamankan pelayaran, penerbangan,
pembajakan, perampokan dan
penyelundupan.
Dalam menghadapi OMP dan
OMSP yang bersifat tempur maka TNI
AD harus dibangun sesuai dengan
kebutuhan. Pangdam menambahkan,
dulu setiap ganti pemimpin ganti
kebijakan, terdapat suatu paradigma
bahwa setiap pemimpin harus memiliki
warna, akibatnya kondisi Satuan
menjadi berwarna-warni.
Sekarang harus berubah. Ke depan
TNI akan membangun sistem, sehingga
organisasi modern TNI AD berjalan
Latihan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit
Maret 2014
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
7
GD UTAMA
berdasarkan sistem bukan kemauan
perorangan. Kedepan dibangun : By
system dan By science. TNI AD
menyiapkan lebih maju sehingga tidak
dilecehkan oleh Negara lain.
Grand design TNI AD meliputi :
Per tempuran, Teritorial dan Dukungan.
Konsep pertempuran kedepan : Presisi
tembakan, Presisi manuver dan Presisi
informasi. Kemampuan tempur
diarahkan mampu : Bertempur di
pemukiman, Bertempur di ralasuntai dan
Bertempur di gunung hutan. Bidang
Teritorial kedepan : Hard power, Sof t
power dan Smar t power. Bidang
Dukungan : Perlu diperbaiki untuk dapat
mencapai kesiapan yang tinggi dibidang
intelijen, operasi, personel, logistik dan
informasi.
Tim pokja TNI AD telah disusun
untuk membuat grand design TNI AD,
Asintel Kasdam IV/Dip., Kol Kav Ketut Adi Suasta Putra ,S.E
Kuantitas Kasus Pelanggaran Menurun,
Personel Terlibat Menurun
Simulasi penanggulangan bencana alam
Latihan untuk meningkatkan kemampuan prajurit
yang meliputi perencanaan postur TNI
AD 20 tahun yang akan datang dan
dijabarkan secara detail untuk 5 tahun
yang akan datang. Perencanaan tersebut
disertai dengan perhitungan yang
matang
dihadapkan
dengan
kemampuan ekonomi negara kita.
Modernisasi alutsista dan diharapkan
memiliki interoperabilitas antar
kecabangan serta antar matra.
Pangdam menyadari, saat ini kita
harus bekerja berat untuk membangun
TNI yang lebih profesional. Pada sisi lain,
banyak kendala yang harus dihadapi
diantaranya : Masih banyak Per wira /
anggota yang berada pada posisi
comfort zone, Masih banyak Perwira /
anggota yang bekerja business as usual
8
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
dan SDM belum optimal di seluruh strata.
Namun Pangdam berkeyakinan
melakukan cita-cita luhur sehingga TNI
AD
menjadi
kekuatan
yang
diperhitungkan dalam skala nasional dan
internasional.
Mengakhiri pengarahan, Pangdam
mengatakan tidak akan pernah bosan
mengajak seluruh Perwira untuk mau dan
bersama-sama membangun generasi
muda TNI AD umumnya dan Kodam
IV/Diponegoro khususnya ke depan harus
lebih : Militan, Pandai, Bersih dan
Berkomitmen tinggi untuk membangun
TNI AD, bangsa dan NKRI.
Pada acara tambahan, Pangdam
Mayjen TNI Sunindyo menyerahkan
secara simbolis kunci mobil dinas
Danramil yang diterimakan kepada 4
orang Danramil sebagai perwakilan. (GD)
Paparan Asintelkasdam IV/Diponegoro Kol. Kav Ketut Adi Suasta Putra, S.E pada Apel
Dansat tahun 2014
Pada tahun 2013 terjadi penurunan jumlah/kuantitas kasus
pelanggaran tetapi terdapat kenaikan jumlah personel. Pada tahun
2012 terjadi 151 kasus, melibatkan 171 personel dan pada tahun
2013 terjadi 142 kasus yang melibatkan 181 personel. Demikian
disampaikan Asintel K asdam IV/Diponegoro, Kolonel Kav Ketut Adi
Suasta Putra, S.E pada Apel Dansat jajaran Kodam IV/Diponegoro
tahun 2014.
Untuk itu diharapkan kepada para Komandan Satuan untuk
meningkatkan pembinaan dan pengawasan kepada anggotanya
agar pelanggaran dapat ditekan dan tidak semakin menjadi. Lima
jenis pelanggaran yang menonjol adalah laka lalin, asusila, desersi,
penganiayaan dan werving.
Laka lalin ini disebabkan oleh rendahnya disiplin oknum prajurit
maupun pengguna jalan dalam berlalu-lintas, pengemudi/pengendara
kendaraan dinas merasa ingin diperlakukan istimewa oleh pengguna
jalan yang lain, oknum prajurit dalam pengaruh miras saat
mengendarai kendaraan, memaksakan diri menempuh perjalanan
jauh dalam kondisi stamina yang tidak mendukung. Kondisi
kendaraan kurang layak dan kondisi jalan kurang penerangan dan
berlubang.
Kemudian, penyebab asusila
diantaranya lemahnya mental & disiplin
oknum anggota yang mudah terjerumus
saat berada di tempat lokalisasi,
kurangnya komunikasi dalam rumah
tangga (keluarga tidak menyertai suami
dalam penugasan / dinas ), rumah
tangga tidak harmonis, kurang selektif
saat memilih calon pasangan sehingga
setelah hidup berumah tangga sering
terjadi masalah dan kurangnya
pengawasan terhadap anggota terutama
di luar jam dinas sehinga menciptakan
peluang untuk melakukan tindakan
asusila.
Desersi, disebabkan mental prajurit
yang tidak siap menjalani kehidupan di
lingkungan TNI yang penuh dengan
aturan, kehidupan oknum prajurit yang
mempunyai wilayah sehingga tidak
konsentrasi dalam berdinas, banyak
hutang akibat pola hidup boros
(konsumtif) serta memiliki perilaku yg
menyimpang (judi, minum-minuman
keras & main perempuan), lari dari
tanggung jawab setelah adanya tuntutan
dari seseorang.
Penganiayaan yang disebabkan
adanya perasaan diperlakukan tidak adil
(didzolimi), merasa pesimis dan
Pemeriksaan kendaraan upaya mencegah pelanggaran
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo menyerahkan kunci kendaraan mobil
dinas jabatan Danramil
Maret 2014
menemui jalan buntu dalam memecahkan masalah, tidak
dapat mengendalikan emosi, adanya jiwa korsa yang berlebihan
(esprit de corps), lemahnya pengetahuan tentang hukum dan
beberapa kasus terjadi di tempat hiburan.
Werving, yang disebabkan adanya keinginan kaya secara
instan (pintas), berpikir dan mengutamakan kepentingan
pribadi, adanya pemanfaatan momentum ketidaktahuan
masyarakat untuk menjadi TNI, dan adanya pola/gaya hidup
yang glamour. (GD)
Pemecatan anggota karena melakukan pelanggaran
Maret 2014
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
9
FOKUS
KSAD, Jenderal TNI Budiman
TNI Siap Tangani Bencana
Pengarahan Kasad Jenderal TNI Budiman kepada peserta Apel Kesiapsiagaan Bencana
Alam Gunung Slamet di Lapangan Parade K odam IV/Diponegoro
TNI AD siap membantu masyarakat menangani setiap bencana
yang terjadi. Misalnya, ikut menangani kemungkinan Gunung
Slamet meletus. Saat ini status Gunung Slamet adalah Waspada
II, dalam sehari mengeluarkan letusan debu, tremornya
mencapai 100 kali dalam 6 jam.
“Kami siap menghadapi bencana
Gunung Slamet, Tuhan Maha Kuasa, kalau
saya sebagai orang awam tetap berharap
tidak terjadi”, kata Kepala Staf TNI AD
Jenderal TNI Budiman saat Apel Kesiapan
Antisipasi Bencana Alam di Lapangan
Parade, Makodam Semarang (27/3). Apel
diikuti berbagai Satuan TNI AD mulai dari
Batalyon jajaran Kodam, Satuan teritorial,
Kopassus Grup II, Kostrad serta anggota
Polda Jateng, TNI AL, Basarnas Jateng,
PMI dan komponen masyarakat seperti
Banser, organisasi mahasiswa dan pelajar.
KSAD menambahkan, semua wilayah
yang kemungkinan terdampak letusan
Gunung Slamet telah melakukan gladi
penanganan bencana alam Gunung
Slamet serta mensosialisasikan kepada
masyarakat, bagaimana mereka melakukan
evakuasi, menentukan lokasi berkumpul
dan mengangkut para warga ke tempat yang
aman.
“Satuan teritorial dan Polres setempat
telah melakukan gladi di lokasi masingmasing, jika terjadi tanda-tanda maka
mereka posisinya dimana, siap berbuat apa
yang sudah digladikan”, tambah KSAD.
Skenario penanganan dengan cara
satuan TNI AD yang terdekat dari lokasi
kejadian akan mengevakuasi masyarakat
begitu ada tanda-tanda bencana. “Satuan
terdekat sudah dilatih, melakukan evakuasi
begitu ada tanda-tanda bencana”, ujar
KSAD.
10
Maret 2014
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
KSAD, Jenderal TNI Budiman
berpesan kepada seluruh personel untuk
mengabdikan diri kepada masyarakat.
“Kerjakan dengan penuh keikhlasan pada
Tuhan. Tidak perlu iri dengan pihak lain
yang berusaha tampil di depan”.
Pada kesempatan tersebut, KSAD
Jenderal TNI Budiman menyerahkan
penghargaan kepada 2 prajurit anggota
Kodim 0705/Magelang yang telah
membantu menggagalkan pembobolan
ATM di Magelang, yaitu Pelda Yudo
Wasono, Bamin Komsos Ramil 05 Secang
dan Serma Suminto Nugroho, Ba Persmin
Kodim 0705/Magelang.
Kasad memakaikan baju pelampung kepada salah satu peserta Apel Kesiapsiagaan Bencal
Gunung Slamet
Alutsista TNI Kondisi Siap
Sebelumnya, KSAD Jenderal TNI
Budiman didampingi Pangdam IV/
Diponegoro, Mayjen TNI Sunindyo dan
Danpuspenerbad Kol Inf Benny S beserta
rombongan mengecek kesiapan Alutsista
di Bandara Ahmad Yani Semarang.
KSAD mengatakan, TNI AD telah
menyiapkan seluruh helikopternya di
Pangkalan-pangkalan yang ada dari Sabang
sampai Merauke. TNI AD menyiapkan 40
helikopter dari berbagai jenis untuk standby
bila dibutuhkan.
Helikopter tersebut selain sebagai alat
pertahanan juga dapat difungsikan sebagai
alat pendukung operasi selain perang,
antara lain untuk penanggulangan dan
penanganan bencana. TNI AD juga siap
Kasad meninjau Alutsista di Penerbad Semarang
miliar,
dari
Anggaran Program
Modernisasi
Alutsista dan Non
Alutsista Sarpras
Matra Darat Tahun
Anggaran 2013.
K S A D
mengatakan
diperkirakan 100
hingga 150 ribu
prajurit TNI AD di
Indonesia masih
belum memiliki
rumah tinggal atau
60 persen dari total
Kasad menyerahkan penghargaan kepada prajurit Kodim 0705/
prajurit TNI AD.
Magelang yang berprestasi.
Namun KSAD
membantu dalam angkutan Pemilu untuk yakin, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia
menjangkau daerah-daerah sulit dengan bisa dipertahankan seperti tahun lalu
transportasi darat, terutama di luar Jawa. sebesar 5,7 persen dan TNI mendapatkan
Beberapa Alutsista yang disiagakan alokasi yang sama, dalam waktu kurang
diantaranya helikopter MI 17 UN TNI AD, dari 5 tahun masalah ini bisa teratasi.
Bell 412 hingga Mi 35 P buatan Rusia.
Sosok Heli Mi 35 P berbeda dengan lainnya,
membuat “tank terbang” ini menjadi daya
tarik tersendiri. Heli ini disebut-sebut
mampu menyaingi heli AS AH-64D
Apache, hanya lebih besar dan bisa
mengangkut 8 personel. Heli ini disebut
multi purpose yang dapat difungsikan dalam
berbagai keadaan dan keperluan.
Resmikan Apartemen
Masih dalam rangkaian kunjungan,
KSAD juga meresmikan penggunaan
apartemen prajurit “Rama” Korem 073/Mkt
di Jalan Raya Salatiga – Solo KM 7, Desa
K arang Duren,Kecamatan Tengaran
Kabupaten Semarang. Apartemen berlantai
enam ini dibangun dengan dana Rp 14
KSAD mengakui, anggaran militer
Indonesia saat ini masih jauh dari ideal,
hanya 0,8 persen dari gross domestic
product (GDP). Idealnya sebesar 2 persen
dari GDP. KSAD berharap apartemen yang
ada dapat meningkatkan kesejahteraan dan
berpengaruh porsitif terhadap kinerja
prajurit TNI dan PNS TNI di lingkungan
Korem 073/Mkt. Model rumah boleh
apartemen, tapi gaya hidup jangan
berlebihan, tidak usah bawa barang
mewah, yang simple saja seperti kebutuhan
dasar. Uang remon ditabung untuk beli
tanah/rumah. Rombongan KSAD terdiri
Asops Kasad Mayjen TNI Meris Wiryadi,
Waaslog Kasad Brigjen TNI Bayu Purwiono
dan Kadispenad Brigjen TNI Andika
Perkasa.
Sementara Pangdam IV/Diponegoro
Mayjen TNI Sunindyo berharap kepada
para penghuni apartemen ikut menjaga,
merawat serta memelihara barang-barang
inventaris yang ada. (GD)
Kasad mer esmikan Apartemen R ama Korem 073/Warastratama
Maret 2014
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
11
FOKUS
Pangdam IV/Dip :
Seluruh Satuan
Harus Siaga dan
Siap Operasional
Terkait dengan suhu politik yang cenderung akan
semakin tinggi mendekati pesta demokrasi 5
tahunan ini, saya perintahkan agar seluruh
Satuan jajaran Kodam IV/Diponegoro siaga dan
siap operasional mengantisipasi apabila terjadi
kontijensi akibat persaingan, pergesekan bahkan
benturan berbagai kepentingan yang dapat
mengganggu kondusifitas wilayah Jateng dan
DIY.
Latihan defile setelah melaksanakan Upacara 17-an
terus meningkatkan dan memantapkan
kemampuan cegah dini, deteksi dini, dan
lapor cepat sebagai Bapulket.
Kasdam IV Diponegoro Brigjen TNI Ibnu Darmawan sebagai Irup 17-an
di lapangan Parade
Demikian ditekankan Pangdam IV/
Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo yang
dibacakan Kasdam IV/Diponegoro Brigjen
TNI Ibnu Darmawan pada Upacara 17an bulan Maret 2014 yang
diselenggarakan prajurit dan PNS jajaran
Kodam IV/Diponegoro, Senin (17/3) di
Lapangan Parade Kodam IV/Diponegoro
Semarang.
Disampaikan Pangdam, bahwa
pada bulan Maret ini, kita sudah masuk
pada proses kegiatan tahapan Pemilu
2014, di mana tanggal 1 Februari 2014
sampai dengan 31 Maret 2014 adalah
kegiatan pendistribusian logistik
perlengkapan pemungutan suara di
tingkat KPU Provinsi dan KPU
Kabupaten/Kota di seluruh nusantara.
Khusus untuk kelancaran pendistribusian
di wilayah Jateng dan DIY, Pangdam
memerintahkan kepada seluruh Satuan
jajaran Kodam IV/Diponegoro untuk
membantu kelancaran kegiatan tersebut.
Seperti kita ketahui bersama bahwa
Pengibaran Bendera Merah Putih pada Upacara 17-an di Lapangan Parade.
12
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
Maret 2014
pelaksanaan Pemilu Legislatif akan
digelar pada tanggal 9 April 2014,
sedangkan Pemilu Presiden dan Wakil
Presiden akan dilakukan tiga bulan setelah
terselenggarakannya Pemilu Legislatif.
Tentunya kita semua berharap, semoga
agenda politik tersebut dapat berlangsung
secara tertib, aman, lancar dan sukses,
serta berjalan dengan demokratis sesuai
apresiasi rakyat Indonesia, harap
Pangdam.
Sehubungan dengan hal tersebut
khusus untuk menjaga kondusifitas
wilayah Jateng dan DIY, Kodam IV/
Diponegoro akan selalu bersinergi
memback-up tugas Polri dalam bidang
pengamanan sesuai prosedur. Tugas
perbantuan kepada Polri bersifat BKO
(Bawah Kendali Operasi).
“Kita hanya memback-up Polri, yang
di depan Polri, kita di belakang
membantu apabila Polri tidak sanggup
atau tidak mampu mengatasi
permasalahan yang terjadi di lapangan,
secara internal kita menyiapkan pasukan
PHH dan prajurit yang tidak terlibat
dalam BKO tetap siaga 1x24 jam di
Satuan masing-masing”, ujar Pangdam.
Satu hal yang tidak kalah penting
disampaikan Pangdam yakni agar seluruh
Prajurit dan PNS Kodam IV/Diponegoro
Tingkatkan Sinergi
Pada kesempatan tersebut Pangdam
mengingatkan bahwa kita saat ini berada
pada akhir pelaksanaan Triwulan I
Program Kerja Kodam IV/Diponegoro
Tahun 2014. Terkait hal tersebut, diminta
untuk semua Satker dapat menjadikan
momentum tersebut sebagai langkah
untuk meningkatkan sinergi, koordinasi
dan kinerja Satuan. “Apabila terdapat
kendala dan hambatan, hadapi dan
jadikan sebagai tantangan untuk
menghadirkan kreativitas dan terobosan
demi tercapainya tugas pokok Satuan”.
ujar Pangdam.
Berkaitan dengan pelaksanaan
program kerja yang telah berjalan serta
lancarnya kegiatan-kegiatan Kodam
lainnya seper ti Pam VVIP RI-1 dan Apel
Dansat, atas nama Komando, Pangdam
mengucapkan terima kasih d a n
Atensi :
Pertama, senantiasa waspada dan siap siaga, terhadap setiap kecenderungan
situasi nasional, sehingga dapat memberikan kontribusi dan tindakan
yang diperlukan secara cepat dan tepat, baik dalam rangka tugas
“Operasi Militer Perang” (OMP) maupun “Operasi Militer Selain Perang”
(OMSP).
Kedua, tingkatkan disiplin, dedikasi, loyalitas yang tinggi untuk memperkokoh
integritas sebagai abdi negara yang militan.
Ketiga, jalin komunikasi yang harmonis dengan rakyat, sebagai landasan utama
dalam memperteguh kemanunggalan TNI - Rakyat.
Keempat, tingkatkan terus pembinaan Satuan, melalui kepemimpinan lapangan
yang efektif, serta laksanakan pemeliharaan dan perawatan “Alutsista”
dan perlengkapan Satuan lainnya, sesuai dengan prosedur, mekanisme
dan dukungan anggaran yang tersedia.
Kelima, lanjutkan pelaksanaan Program dan Anggaran Tahun 2014, khususnya
triwulan ke-2 dengan sebaik-baiknya, pertajam prioritas kegiatan,
optimalkan setiap penggunaan anggaran, materiil dan fasilitas dengan
memegang teguh prinsip : kehati-hatian, sesuai peraturan dan
perundang-undangan yang berlaku, transparan, akuntabel dan dapat
dipertangungjawabkan.
penghargaan, kepada seluruh Prajurit
dan Pegawai Negeri Sipil Kodam IV/
Diponegoro atas pelaksanaan tugas dan
pengabdian, sesuai dengan tugas pokok
dan fungsi masing-masing.
(GD)
Pengarahan Kasdam IV/Diponegoro kepada Kabalak dan Staf Ahli
Maret 2014
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
13
BINTER
Kodim 0707/Wonosobo
Peduli Kepada Sesama
Musibah silih berganti menerpa negeri ini mulai dari banjir,
tanah longsor, kebakaran hutan dan meletusnya Gunung Kelud
di Jawa Timur, yang dampaknya sangat besar dan kerugian
harta benda yang tidak sedikit. Abu vulkaniknya dirasakan
sampai ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Kodim 0707/Wsb bekerja sama dengan segenap elemen
masyarakat menggalang dana guna membantu meringankan
beban masyarakat yang terkena dampak dari Gunung Kelud
tersebut. Bantuan terkumpul dari anggota Kodim 0707/Wsb,
masyarakat Desa Mangunrejo Kec Kalikajar, SDN 1 Wonosobo,
SMAN 1 Selomerto berupa: beras 5 ton, susu 100 kaleng,
minyak goreng, mie instan, pakaian pantas pakai dan sejumlah
uang. Bantuan langsung diantar ke Posko bencana di Kediri
Jawa Timur dengan dipimpin K asdim 0707/Wonosobo Mayor
Inf Suratman.
Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Agus Muklis Latif, S.IP
menyampaikan bantuan tersebut tidak seberapa jika
dibandingkan dengan kerugian dan kebutuhan masyarakat
sekitar Gunung Kelud, tetapi sebagai bentuk empati sesama
anak bangsa sehingga bantuan tersebut bisa sedikit membantu
meringankan beban bagi para korban dan juga sebagai bentuk
dorongan moril agar mereka lebih tabah dalam menghadapi
cobaan yang sedang terjadi ini. Keterlibatan anak sekolah dalam
kegiatan ini agar mereka memiliki kepedulian kepada orang
lain yang sedang terkena musibah. (Kodim 0707/Wsb)
Dandim 0701/Bms
Dandim 0735/Ska
Generasi Muda Harapan Bangsa
Irup Di SMPN 8 Purwokerto
Seratus dua puluh lima siswa-siswi SMPN 22 Serengan
Surakarta mengikuti kegiatan wawasan kebangsaan yang
dilaksanakan di gedung Sukarno Manahan-Surakarta.
Kegiatan dikemas dalam rangka Diklat Karakter Siswa Tahun
2014 dengan tema “Menabur Kebiasaan Memetik Karakter“.
Bertindak sebagai narasumber, Komandan Kodim 0735/
Surakarta Letkol Inf Sumirating Baskoro. Dandim 0735/Ska,
menyampaikan bahwa pelajar atau generasi muda adalah
calon pemimpin bangsa, yang akan menentukan nasib dan
kondisi bangsa ini. Oleh karena itu, pelajar harus dipersiapkan,
diberikan pemahaman agar tumbuh sikap mencintai negara
yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu.
Dengan pemahaman yang benar diharapkan setiap anak
bangsa akan dapat mengangkat martabat bangsa sehingga
bisa menjadi bangsa yang kuat dan maju.
(Kodim 0735/Ska)
Tata Upacara Bendera adalah tindakan dan gerakan yang
dirangkaikan serta ditata dengan ter tib dan disiplin. Pada
hakekatnya upacara bendera setiap hari Senin di sekolah-sekolah
adalah pencer minan dari nilai-nilai budaya bangsa yang
merupakan salah satu pancaran peradaban bangsa, merupakan
ciri khas yang membedakan dengan bangsa lain dalam rangka
membina dan membentuk karakter generasi muda, kata Dandim
0701/Banyumas Letnan Kolonel Inf M. Asep Apandi, S.IP saat
menjadi inspektur upacara bendera hari Senin di SMP Negeri 8
Purwokerto. (3/3)
Dandim 0701/Bms juga menyampaikan perlunya siswa
memahami bela negara, cinta tanah air dan kebersihan. Seiring
dengan tugas dan peran TNI, Kodim 0701/Bms selaku Satuan
Komando Kewilayahan berkewajiban untuk membina tentang bela
negara, maka kegiatan upacara bendera merupakan salah satu
pembentukan leadership/kepemimpinan siswa/i, interaksi edukatif
dan instrumen/alat yang cukup efektif untuk menumbuh kembangkan nilai-nilai ter tentu serta upaya mengaktualkan
potensi-potensi insan didik.
Nilai-nilai tersebut diantaranya potensi kepemimpinan karena
setiap siswa/i secara bergilir diberi kesempatan untuk tampil
memimpin upacara, tertib sosial normatif imperatif, rasa percaya
diri, kebersamaan/Jiwa Korsa/Esprit de Corps, tanggung jawab,
tenggang rasa, loyalitas, kritis dan berjiwa merdeka. (PNS
Robingatun, Dim 0701/Bms)
14
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
Maret 2014
Brigif 4/DR
Yonif 406/CK
Penghijauan Di Sepanjang
Pantai Desa Mujung
Tower Penampungan Air Bersih
Pemanasan Global atauGlobal Warmingmerupakan proses
peningkatan suhu rata-rata atmosfir, laut dan daratan bumi yang
merupakan akibat akumulasi gas rumah kaca oleh aktifitas
kegiatan manusia, sehingga membawa dampak pada pemanasan
bumi da lam periode 1 iklim yang tidak menentukan kenaikan
muka air laut dan banjir, pencairan gletser dsb.
Denma Brigif-4/DR bersama Pemkab Tegal dan Lanal serta
pelaku usaha melaksanakan penanaman 3500 pohon Cemara
dan 500 pohon Ketapang di sepanjang pantai Desa Mujung
Agung Kec. Kramat K ab. Tegal guna mengatasi kerusakan pesisir
akibat abrasi pantai.
Kegiatan penghijauan ini mempunyai nilai lebih kerena
mengandung unsur nilai gotong-royong yang merupakan salah
satu modal guna meningkatkan atau menumbuhkan kesadaran
masyarakat dalam menjaga dan melestarikan khususnya di
lingkungan pantai. (Brigif-4/Dewa Ratna).
Kodim 0717/Pwd
Hijaukan Wisata Bleduk Kuwu
Gerakan Sabtu Hijau Kodim 0717/Purwodadi bersama
dengan Pemda Kabupaten Grobogan dilaksanakan di obyek
wisata Bleduk Kuwu Kecamatan Kradenan (8/3). Gerakan yang
dicanangkan Pangdam IV/ Dip. ini ditindaklanjuti Kodim 0717/
Yonif 406/CK Brigif-4/Dewa Ratna melaksanakan karya
bhakti bersama masyarakat desa Muntang, Kecamatan
Purbalingga, Kabupaten Purbalingga 14/3. Karya bhakti diikuti
oleh 35 orang anggota Yonif 406/CK, perangkat desa dan 50
orang masyarakat desa Muntang. Sasaran karya bhakti yaitu
pembuatan saluran air dan pembuatan tower penampungan
air bersih di desa Muntang, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten
Purbalingga.
Pasi 1/Intel Yonif 406/CK K apten Inf Juris Sahese
mengatakan kegiatan karya bhakti berupa pembuatan saluran
air bersih dan tower penampungan air bersih diharapkan akan
mampu memenuhi kebutuhan akan air bersih bagi masyarakat
setempat serta dapat meningkatkan kemanunggalan TNI
Rakyat. (Yonif 406/CK)
Pwd dengan penanaman pohon sebanyak 1150 batang terdiri
pohon Waru sebanyak 500 batang, bibit Trembesi sebanyak 450
batang, bibit Talok ( Seri ) sebanyak 200 batang.
Dalam sambutannya Dandim 0717/Pwd Letkol Inf Jaelan
mengatakan bahwa obyek wisata Bleduk Kuwu ini merupakan
kebanggaan Kabupaten Grobogan untuk itu perlu kita jaga, kita
rawat dan kita lestarikan. Untuk memperindah obyek wisata
Bleduk Kuwu, selama dua bulan pihaknya telah mempelajari
pohon yang bisa hidup di obyek wisata Bleduk Kuwu. Selain itu
harus diwujudkan keseimbangan ekosistem dengan melepaskan
burung-burung, kalau ada hama seperti ulat akan jadi makanan
para burung tersebut.
Assisten II Sekda Drs Dasuki Sh. MM menyampaikan
penanaman yang telah dilakukan oleh TNI/Polri harus disertai
dengan perawatan, tanpa ada perawatan pohon akan mati, untuk
itu Koramil mempunyai tugas perawatan dibantu Kecamatan
maupun dari Desa Kuwu. Pak Camat agar menganggarkan dalam
APBDes untuk perawatan tanaman di obyek wisata Bleduk
Kuwu”. Acara dihadiri pula oleh Ketua DPRD Kab. Grobogan,
Kapolres, ADM Gundih, pramuka dan masyarakat. Acara
dilanjutkan dengan penanaman secara simbolis oleh para pejabat
di lokasi obyek wisata Bleduk Kuwu. (Kodim 0717/Pwd)
Maret 2014
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
15
BINTER
Koramil 17/SL Dim 0725/Srg
Koramil 14/Gumelar Dim 0701/Bms
Bhakti Sosial Bagi Sembako
Bersihkan Tebing Longsor
Danramil 17/Sumberlawang, Kodim 0725/Sragen Kapten Inf
Suparno bersama anggota melaksanakan kegiatan bhakti sosial
bersama aparat pemerintah Desa Pendem (13/3).
Dalam kegiatan bhakti sosial tersebut, Danramil 17/
Sumberlawang menyerahkan Sembako kepada masyarakat kurang
mampu di Dukuh Tawangsari dan Dukuh Grasak Desa Pendem
Kecamatan Sumberlawang.
Pelaksanaan bhakti sosial Koramil bekerja sama dengan Desa
Pendem, diharapkan dapat meringanka
n beban masyarakat kurang mampu sehingga pendistribusiannya
agar bisa memproritaskan warganya yang betul-betul membutuhkan
bantuan/tidak salah sasaran. (Ramil 17/Sbl)
Tebing setinggi 8 meter di Grumbul Ciwaras, Desa Cihonje
Kecamatan Gumelar Banyumas longsor, mengakibatkan satu rumah
warga rusak akibat tertimpa material tanah (4/3). Dalam kejadian
tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir
mencapai puluhan juta rupiah.
Untuk membantu kesulitanwarga, anggota Koramil 14/Gumelar
Kodim 0701/Banyumas bersama-sama warga melakukan gotong
royong pembersihan material tanah longsoran dan membongkar
rumah milik pak Kiswo yang sudah rusak akibat longsor (5/3).
Danramil 14/Gumelar, K apten Inf Daryoto menghimbau,
kepada warga yang berada di daerah rawan longsor untuk tetap
waspada. Mengingat, saat ini intensitas hujan sedang tinggi dan
banyak rumah warga berada di bawah tebing. (Koramil 14/Gumelar)
TNI, Pemkot dan Unnes
Tanam Pohon di Trangkil
Pasca bencana tanah longsor beberapa waktu lalu di
Perum Trangkil Baru Kec. Gunungpati, Kodam IV/Diponegoro
bersama Pemkot Semarang dan Universitas Negeri Semarang
(Unnes) menyelenggarakan penghijauan dengan penanaman
di lokasi bekas longsor (21/3). Kegiatan diikuti sekitar 250
orang dari berbagai instansi dan masyarakat.
Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Ibnu Darmawan yang
bertindak sebagai Irup dalam sambutannya mengungkapkan
penghijauan merupakan salah satu kegiatan penting yang harus
dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis
lingkungan. Begitu pentingnya sehingga penghijauan sudah
merupakan program nasional yang dilaksanakan di seluruh
Indonesia. Penanaman pohon dilakukan untuk mengajak
masyarakat terlibat secara aktif dalam melakukan kegiatan
penghijauan.
Kasdam IV/Diponegoro berharap, penanaman pohon tidak
hanya pada saat momentum tersebut saja, akan tetapi
masyarakat diharapkan melakukannya atas inisiatif sendiri
untuk menjaga dan melakukan penanaman pohon atau
penghijauan di kawasan tersebut maupun tempat tinggal dan
lingkungannya sehingga bisa memberikan manfaat sebesarbesarnya kepada penduduk Kota Semarang dalam kegunaan
proteksi, estetika serta rekreasi khusus lainnya.
Kasdam berharap penghijauan ini tidak sekedar seremonial
saja tetapi pohon-pohon yang telah ditanam tetap terus
dipelihara dan dijaga. Untuk itu Kasdam mengajak masyarakat
untuk berpartisipasi menjaga dan memelihara pohon-pohon
yang telah ditanam.(Kodim 0733/BS)
Kodim 0709/Kbm
Bupati & FKPD Brebes
Tanam Pohon Di Terminal
Tinjau Posko Penanggulangan Bencana
Seratus lima puluh orang terdiri anggota Kodim 0709/
Kebumen, pengelola terminal, Dinas Perhubungan, Komunikasi
dan Infor matika dan Polres membantu penataan dan pembersihan
terminal bus Kebumen menjelang penilaian Adipura tahap II.
Kepala UPT Ter minal Bus Kebumen Bpk. Muhlisin
mengatakan, dalam penilaian Adipura tahap II, keberadaan terminal
dinilai menjadi titik poin terpenting. Untuk itu perlu diperhatikan
kerapian dan kebersihannya. “Rencananya, kegiatan semacam ini
akan tetap digelar secara rutin. Kami berterimakasih atas bantuan
dari Kodim, Polres Kebumen. Tanpa bantuan mereka, tentu penataan
dan pembersihan ini akan berat”.
Dandim 0709/Kbm, Letkol Inf Dany Rakca A,S.AP, diwakili
oleh Pasiter Kodim 0709/Kbm Kapten Inf Paijo didampingi Kepala
UPT terminal di area terminal bus Kebumen mengatakan
“Diharapkan nanti agar terminal Bus Kebumen kelihatan indah
dan sejuk, keberadaan tanaman juga dinilai dapat mengurangi
polusi knalpot yang ada. Untuk itu kedepan diharapkan penghijauan
di terminal bus Kebumen tetap di jaga”, tandas Kapten Paijo.
(Srd Machfud.S Anggota staf ter Dim 0709/Kbm).
Bupati Brebes beserta FKPD Kabupaten Brebes meninjau
Posko Penanggulangan Bencana Gunung Slamet Kodim 0713/
Brebes di Dukuh Cilik, Desa Dawuhan, Kec. Sirampog, Kab. Brebes
(16/3). Hadir dalam acara tersebut Dandim 0713/Brebes Letkol Inf
Cahyadi Imam Suhada, Waka Polres Kompol Rio Tangkari, Bpk
Nasikun HMS anggota Fraksi PDIP Kab. Brebes, Kepala SKPD Kab.
Brebes, Muspika Kec. Sirampog dan masyarakat sekitar.
Bupati berharap agar masyarakat harus sadar dan mau
dievakuasi apabila terjadi erupsi Gunung Slamet dan latihan
simulasi yang sudah dilaksanakan oleh Kodim 0713/Brebes
bertujuan agar masyarakat tahu jalur evakuasi dan lebih mudah
menuju ke tempat pengungsian yang aman apabila terjadi erupsi
Gunung Slamet.
Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Cahyadi Imam Suhada juga
menjelaskan daerah titik-titik rawan bila terjadi erupsi Gunung
Slamet serta antisipasi jalur evakuasi dan tempat pengungsian yang
sebelumnya sudah dilaksanakan latihan simulasi Penanggulangan
Bencana Gunung Slamet oleh Kodim 0713/Brebes.
(Kodim 0713/Brebes)
Koramil 02/Klampok, Kodim 0704/Bna
Rehab Perluasan Masjid
Dandim 0728/Wng
Kunjungi Korban Tanah Longsor
Pada tanggal 26 Maret 2014 Komandan Kodim 0728/
Wonogiri L etkol Inf Mirza Eka Junaidi telah meninjau lokasi
Bencal di Dusun Tinoyo Rt 03 Rw 13 Desa Bero Kec. Manyaran
Kab. Wonogiri serta memberikan santunan uang duka dan paket
sembako kepada keluarga Alm. Suwarno 70 th dan Almh. Sutini
65 th korban meninggal dunia akibat bencal tanah longsor yang
terjadi pada tanggal 25 Maret 2014 pukul 04.30 WIB.
Pada kesempatan tersebut Dandim 0728/Wng berpesan
kepada keluarga bahwa santunan ini jangan dilihat dari nilai
harganya, tetapi wujud kepedulian dan rasa bela sungkawa
kepada keluarga korban serta keluarga yang ditinggalkan, tabah
dalam menghadapi cobaan ini. (Sterdim 0728/Wng)
16
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
Maret 2014
Melalui Karya Bhakti mingguan Koramil 02/Klampok Kodim
0704/Banjarnegara bersama masyarakat melaksanakan rehab
Masjid Abu Bakar Sidiq dukuh Kiringan Ds. Klampok Kec Klampok
Banjarnegara (18/3). Pekerjaan rehab masjid yang dilaksanakan
adalah perbaikan perluasan masjid, personel yang dilibatkan
anggota Koramil 02/Klampok dan masyarakat Ds Klampok.
Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Edy Rochmatullah
melalui Danramil 02/Klampok mengatakan karya bhakti yang
dilaksanakan bertujuan untuk menumbuhkan kembali semangat
gotong royong masyarakat yang selama ini sudah mulai pudar
sehingga terbina kemanunggalan TNI dan rakyat yang
berkesinambungan.
Karya bhakti TNI juga merupakan salah satu bentuk silaturahmi
atas niat untuk berkarya nyata guna membantu masyarakat dan
dampaknya dapat dirasakan secara langsung masyarakat.
(Kodim 0704/Bna)
Maret 2014
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
17
BINSAT
Koramil 07/Gatak
Sinergitas TNI Polri Harus Terjalin
Komandan Korem 074/Warastratama Kolonel Inf Mulyo
Aji, MA dan Staf melakukan kunjungan kerja di beberapa
Koramil jajaran Kodim 0726/Sukoharjo. Kunjungan per tama
di Koramil 07 Gatak disambut oleh Dandim 0726/Sukoharjo
Letkol Inf Jimmy Ramos Manulu, Danramil Kapten Chb
Marsiyo, anggota Koramil dan Muspika Kecamatan Gatak.
Pada kesempatan silaturahmi tersebut Danrem
menyampaikan dengan kondisi bangsa Indonesia yang terdiri
dari berbagai kultur, baik bahasanya, sukunya, peradabannya
akan sangatlah mudah dimasuki oleh pihak-pihak yang ingin
memecah belah persatuan dan kesatuan Bangsa, khususnya
menjelang Pemilu 2014. Untuk itu Danrem mengharapkan
sinergitas TNI bersama Polri, TNI dengan Pemda dan TNI
bersama semua lapisan masyarakat harus tetap terjalin dan
terjaga dengan baik.
Sementara itu Mayor Inf Sukamdi Pasi Komsos Korem
074/Wrt dalam pengarahannya kepada seluruh Babinsa
menyampaikan terkait dengan adanya transformasi Binter
diharapkan kepada seluruh Babinsa agar dapat
mengaktualisasikannya dalam pelaksanaan kegiatan di wilayah
desa binaannya masing-masing disesuaikan dengan program
kerja/kalender yang telah tentukan. (Sibajaj/Ha)
Dandim 0721/Blora :
Latnister Untuk Peningkatan
Kemampuan
Kodim 0721/Blora melaksanakan Upacara Pembukaan
Latnister, sebagai Irup Kasdim 0721/Blora Mayor K av
Burhanuddin, ST, Komandan Upacara Danramil 03/Banjarejo
Kapten Inf Suhardi, peserta upacara para Danramil jajaran
Dim 0721/Blora dan peserta latihan. Upacara berlangsung di
lapangan Makodim 0721/Blora (10/3).
Kasdim 0721/Blora membacakan amanat Dandim 0721/
Blora Letkol Kav Abd Haris, S.IP mengatakan kegiatan latihan
tehnis teritorial merupakan program latihan yang setiap tahun
dilaksanakan oleh Satuan Komando Kewilayahan, dengan
tujuan setiap aparat Kowil khususnya Danramil dan Babinsa
memiliki kualitas dan kemampuan tehnis mulai dari perorangan
maupun satuan yang dapat dihandalkan. Latihan yang
berlangsung selama 7 hari dari tgl 10 s/d 14 dan 17 s/d 18
Maret 2014 agar dilaksanakan dengan sungguh-sungguh jangan
sampai latihan terkesan asal jalan, untuk memenuhi program
saja sehingga tidak mendapatkan hasil apa-apa.
“Adakan komunikatif antara penyelenggara, pelaku serta
para penyaji materi harus benar-benar menguasai materi
dengan baik, sedangkan para pelaku juga harus ada kemauan
untuk menerima semua materi dengan baik pula, sehingga ada
umpan balik komunikatif antara pelatih dan pelaku”,
tambahnya. (Dim 0721/Blora)
Dandim 0720/Rbg :
Gema DIPONEGORO
Untuk memelihara kemampuan personel dalam menembak,
Korem 074/Warastratama dan Satdisjan di jajarannya melaksanakan
latihan menembak senjata ringan, di lapangan Tembak Yonif 413/
Kostrad. Latihan menembak dilaksanakan selama 3 hari mulai
tanggal 5 s/d 7 Maret 2014. Latihan diikuti oleh seluruh personel
baik P er wira Per tama, Bintara maupun Tamtama dengan
menggunakan senjata SS1 V1 kaliber 5,56 MM, Pistol FN 46 kaliber
9 MM dan pistol TT 33.
Bagi Pama dan anggota Tim Intel menembak menggunakan
senjata laras pendek/Pistol dengan munisi sebanyak 16 butir, 6
(enam) butir untuk koreksi dan 10 (sepuluh) butir untuk penilaian
dengan jarak 15 meter dengan sikap berdiri dua tangan. Bagi Ba/Ta
menembak menggunakan senapan laras panjang dengan munisi
sebanyak 55 butir, 15 butir untuk koreksi, 10 butir untuk penilaian
dengan sikap tiarap, 10 butir untuk penilaian dengan sikap duduk,
10 butir penilaian sikap berdiri dan 10 butir penilaian evaluasi
sikap tiarap dengan jarak 100 meter.
Latihan menembak dilaksanakan sesuai prosedur di lapangan,
hal ini mengingat latihan menembak memiliki tingkat resiko yang
tinggi, tidak ada istilah lalai dalam pelaksanaan kegiatan. Diharapkan
para anggota dapat menembak dengan baik dan benar sehingga
profesionalisme sebagai prajurit dapat tercapai. Untuk itu bukan
hanya diperlukan konsentrasi dan teknik tetapi juga harus didukung
nabi tepi yakni nafas, bidikan, tekanan dan picu, yang benar, ketika
seseorang menembak. (Penrem 074)
Denpom IV/Ska
Laksanakan Gaktib
Peningkatan disiplin personel TNI AD pada tahun 2014
sebagai salah satu kebijakan pimpinan TNI AD yang bertujuan
untuk menekan angka pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh
prajurit maupun PNS TNI AD, serta mengurangi kerugian personel
dan materiil. Untuk mengetahui kesiapan anggota, Denpom IV/
Surakarta melaksanakan Gaktib terhadap ketertiban dan
kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor di Kodim 0727/
Karanganyar (4/3).
Pemeriksaan dilaksanakan di halaman Makodim 0727/Kra,
setelah apel pagi dengan cara membariskan kendaraan bermotor
roda dua maupun roda empat, baik dinas maupun pribadi. Lebih
dari seratus sepeda motor dan puluhan mobil diapelkan untuk
dicek kondisi kelengkapannya, baik surat-surat kendaraan,
perlengkapan helm, spion, lampu richting, kotak obat PPPK,
kebersihan kendaraan dan lainnya.
Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Inf. Eddy Basuki
berharap anggota Denpom IV/Surakarta melaksanakan
pemeriksaan dengan cermat satu per satu surat-surat maupun
kondisi kendaraan. Bagi siapapun, baik itu Perwira, Bintara,
Tamtama maupun PNS yang tidak dapat menunjukkan
kelengkapan surat-surat kendaraan secara sah, agar dicatat dan
dibuatkan laporan pemeriksaan. Untuk kendaraan bermotor yang
kondisinya kurang bersih/baik/lengkap, diminta untuk segera
membersihkan, memperbaiki atau melengkapi sehingga layak jalan
dan tidak melanggar UU Lalu Lintas. (Kodim 0727/Kra)
Brigif 4/DR,
Litpers Untuk Kesesuaian Jabatan
Latnister Wujudkan Prajurit
Profesional
18
Rem 074/Wrt Latbak Pelihara
Kemampuan Prajurit
207
XVIII
Maret 2014
Kasdim 0720/Rembang, Mayor Arh Nursutiyasno
membuka Latihan Teknik Teritorial (L atnister) Kodim 0720/
Rembang, bertempat di Gedung Manunggal Kodim 0720/
Rembang, Senin (10/3). Latihan ini dilaksanakan untuk
meningkatkan kemampuan teritorial seorang Prajurit,
sebagaimana tugas dan tanggung jawabnya di satuan teritorial.
Kasdim 0720/Rembang mengatakan materi yang
dilaksanakan adalah lima kemampuan teritorial, materi ini
diharapkan benar-benar dapat diterapkan, sehingga akan
terwujud prajurit profesional yang bersama rakyat dalam
melaksanakan keamanan semesta.
Kegiatan latihan diikuti 100 prajurit yang terdiri dari pelaku
dan pendukung, pelaksanaan latihan dilaksanakan selama 7
hari. Pembukaan Latnister dihadiri seluruh Danramil dan Pasi
Kodim 0720/Rembang. (Kodim 0720/Rembang)
Keberhasilan tugas Satuan sangat dipengaruhi oleh kualitas
Prajurit. Guna meningkatkan kualitas prajurit Satuan Brigif-4/
DR pada tanggal 4 dan 5 Maret melaksanakan kegiatan Litpers
Jabatan Jajaran Brigif-4/DR TA. 2014 yang diikuti oleh 9
Per wira, 19 Bintara dan 13 Tamtama.
Kegiatan Litpers dikhususkan pada para prajurit yang
menduduki jabatan Bintara administrasi, juru bayar, kurier,
kepala koperasi dan bendahara dengan sasaran untuk
mencegah adanya pengaruh personel pada paham/ajaran/
ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Sapta
Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI.
Adapun sasaran yang ingin dicapai sejauh mana prajurit
yang menduduki jabatan di bidang tersebut, apakah masih
layak untuk menduduki jabatan selanjutnya. (Brigif-4/Dewa
Ratna)
Maret 2014
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
19
BINSAT
Korp Raport Kenaikan Pangkat Pejabat Kodam
Pemimpin Harus Bisa Memberikan Solusi
Kodam IV/Diponegoro akan konsisten
untuk menindak dengan tegas para Perwira
yang terbukti melanggar aturan dan berbuat
indisipliner, karena apabila hal ini dibiarkan
jelas akan merusak dan menghancurkan
Satuan. Apalagi dihadapkan dengan kondisi
yang menuntut tersedianya sumber daya
manusia yang profesional, maka para
Per wira harus mampu tampil dengan
keunggulan dan menjadi motivator.
Hal ini ditegaskan Panglima Kodam IV/
Diponegoro saat memimpin Laporan Korps
kenaikan pangkat Perwira Menengah jajaran
Kodam IV/Diponegoro yang berlangsung di
Serambi Kehormatan Makodam IV/
Diponegoro (1/4). Hadir pada acara tersebut
Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Ibnu
Darmawan, Danr em 072/Pamungkas,
Irdam IV/Diponegoro, para Danrem,
Asisten, Staf Ahli, Staf Khusus, Pa Liaison,
para Komandan Satuan serta Kabalak
jajaran Kodam IV/Diponegoro. Turut hadir
Ketua beserta para pengurus Persit Kar tika
Chandra Kirana PD IV/Diponegoro.
Lebih lanjut dikatakan, kenaikan
pangkat ini harus dijadikan momentum
untuk meningkatkan kinerja dan
memberikan karya nyata demi kejayaan
Kodam IV/Diponegoro. “ Jangan kotori kerja
keras yang telah kalian peroleh dengan
susah payah ini dengan berbuat kesalahan
yang akhirnya akan menciderai citra Kodam
IV/ Diponegoro”, tegasnya.
Sebagai unsur pimpinan, Per wira
harus memiliki kecerdasan khususnya
dalam menemukan solusi alternatif yang
tepat dalam menyikapi setiap dinamika
tantangan tugas, dalam situasi dan kondisi
yang sering berubah dengan cepat.
Personel yang melaksanakan L aporan
Korps kenaikan pangkat terdiri dari 1 orang
dari Letkol menjadi Kolonel, 25 orang dari
Mayor menjadi Letnan Kolonel, 29 orang
dari Kapten ke Mayor. Sementara itu pada
periode 1 April 2014 di jajaran Kodam IV/
Diponegoro juga mengalami kenaikan
pangkat 76 orang dari Lettu ke Kapten, 2
orang dari Letda ke Lettu dan 10 orang
Bintara mendapat pangkat penghargaan
menjadi Letda, sedangkan Bintara 1.405
orang, Tamtama 479 orang dan PNS 455
orang. (GD)
Kunjungan Pangdam IV/Dip Ke Kodim 0706/Tmg
Ciptakan Kondisi Kondusif
Kodam IV/Diponegoro menyiapkan seluruh personel yang
ada untuk membantu menciptakan kondusifitas keamanan di
Jawa Tengah dan DI Yogyakar ta demi terselengggaranya pemilu
yang aman berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia,
jujur dan adil. Demikian dikatakan Pangdam IV/Diponegoro
Mayjen TNI Sunindyo seusai memberi pembekalan kepada
prajurit Kodim 0706/Temanggung, Selasa (11/3).
Sesuai prosedur tetap, pasukan TNI yang disiapkan di
Dandim 0728/Wonogiri
UTP Untuk Tingkatkan Kemampuan
Tim Waslat Kodiklat TNI AD
Berperan Tingkatkan Knerja
Anggota Kodim 0713/Brebes melaksanakan Uji Trampil
Perorangan (UTP) bertempat di lokasi Pantai Randusanga Indah
Brebes (6/3). Kegiatan UTP ini merupakan Program Latihan dalam
Satuan yang harus dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan untuk
meningkatkan kemampuan perorangan prajurit Kodim 0713/
Brebes dalam menghadapi setiap tugas dan wajib diikuti oleh
seluruh anggota Kodim 0713/Brebes.
Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Cahyadi Imam Suhada melalui
Kasdim 0713/Brebes Mayor Inf Mulyadi saat upacara pembukaan
mengatakan latihan UTP dilaksanakan secara bertahap, bertingkat
dan berlanjut sehingga materi yang diberikan dapat dipahami serta
dapat diaplikasikan di lapangan dalam mendukung pelaksanaan
tugas dalam rangka menghadapi setiap persoalan yang terjadi di
wilayah sehingga mampu mendeteksi permasalahan yang timbul
secara dini.
Pasi Ops Kodim 0713/Brebes K apten Arm Komari selaku
Komandan Latihan menambahkan dalam Latihan UTP ini para
prajurit Kodim 0713/Brebes diberikan beberapa materi oleh penguji
sesuai dengan kepangkatan masing-masing dan latihan ini
dilaksanakan selama 2 hari. (Kodim 0713/Brebes)
Dalam rangka mendukung Polri dalam pengamanan pemilu
Legislatif dan pemilu Capres mendatang Kodim 0728/Wonogiri
melaksanakan latihan PHH dan BDM bertempat di halaman
Makodim 0728/Wonogiri.
Dalam pengarahannya Komandan Kodim 0728/Wonogiri
Letkol Inf Mirza Eka Junaidi melalui Per wira Seksi Operasi
Kapten Kav Subagyo mengatakan latihan PHH dan BDM
bukan sekedar untuk mempersiapkan diri dalam pangamanan
Pemilu Legislatif, tetapi sudah menjadi sebagian kegiatan
rutinitas TNI yang masih aktif, dimana dalam keadaan damai
melaksanakan latihan secara rutin agar ilmu yang sudah diterima
dalam lembaga pendidikan tidak hilang musnah begitu saja.
Dengan latihan secara rutin setiap Prajurit selalu siap
sewaktu-waktu bila terjadi ancaman, gangguan dan hambatan
baik yang timbul dari dalam maupun luar yang akan merongrong kewibawaan NKRI, karena NKRI adalah harga mati.
(Kodim 0728/Wonogiri)
Salatiga 17 Maret 2014. Komandan Korem 073/
Makutarama Kolonel Inf Stephanus Tri Mulyono menyambut
kedatangan Tim Pengawas Latihan dari Kodiklat TNI AD.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para Kasi Korem 073/
Makutarama.
Kehadiran Tim Pengawas Latihan Kodiklat TNI AD
memiliki arti penting dan nilai manfaat yang besar dalam
meningkatkan kinerja organisasi.
Kegiatan itu juga dapat mengawasi apabila ada
penyalahgunaan atau penyimpangan karena pada hakekatnya
merupakan aplikasi salah satu fungsi manajemen, yaitu kontrol
dan alat kendali bagi penyelenggaraan mekanisme kerja
organisasi. (Penrem 073/Makutarama)
Dandim 0713/Brebes
Latnister Untuk Pertajam Kemampuan
Latihan teknis territorial Kodim 0704/Banjarnegara tahun
2014 digelar di Aula SKB Kab. Banjarnegara (11/3). Kegiatan diikuti
oleh 150 Babinsa dan dilaksanakan selama 7 hari dengan materi
teori maupun praktek. Acara dibuka oleh Dandim 0704/
Banjarnegara, Letnan Kolonel Inf Edy Rochmatullah.
Dandim mengatakan, kegiatan latihan teknis teritorial
merupakan program kerja dari pusat yang tertuang dalam program
kerja Kodim 0704/Banjarnegara khususnya pada bidang latihan,
bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan teknis
bagi perorangan dan satuan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Latihan tersebut bukan hanya kegiatan rutinitas belaka, namun
harus dapat dipahami dengan penuh tanggungjawab sebagai upaya
untuk menjaga dan meningkatkan kemampuan prajurit saat
bertugas.
Selain itu, latihan teknis teritorial merupakan satu penajaman
ilmu teritorial dalam upaya mendukung tugas pokok satuan serta
pencarian data dengan benar termasuk di dalamnya adalah sikap
dan kemampuan teritorial, temu cepat lapor cepat, penguasaan
wilayah dan Komsos TNI. Prajurit harus lebih professional dalam
mengemban tugasnya. Ini penting karena Babinsa adalah sosok
yang langsung bersentuhan dengan masyarakat di desa binaannya.
(Kodim 0704/Bna)
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
Maret 2014
Danrem 073/Mkt :
Latihan PHH dan BDM, Pertahankan
Kemampuan
Dandim 0704/Bna :
20
markas Kodam IV/Diponegoro selama pemilu 2014 sejumlah
1 Batalyon dan di tiap markas Komando Distrik Militer
sebanyak satu satuan tempur. Pasukan ini bisa dipanggil dan
diterjunkan kapan saja jika dibutuhkan dan personel tersebut
bisa ditambahkan sesuai kebutuhan.
Pangdam menjelaskan, bahwa TNI dan Polri telah
memetakan daerah rawan kerusuhan di Jawa Tengah dan DI
Yogyakar ta. Untuk itu TNI dan Polri terus menciptakan
keamanan demi terselenggaranya pemilu yang sukses, sebab
pemilu merupakan pesta rakyat Indonesia yang harus
diamankan.
Selain itu Kodam telah mengeluarkan Buku Saku Netralitas
TNI AD dalam Pemilu untuk anggota, buku itu berisi panduan
anggota TNI dalam pemilu, yakni buku tentang netralitas TNI,
buku itu harus dipegang dan wajib dibaca anggota TNI.” TNI
harus netral dalam pemilu, yang tidak netral dapat dipecat”,
tandas Pangdam.
TNI berharap hajatan Pemilu legislatif 2014 dapat aman,
masyarakat juga sudah semakin pandai sehingga bisa memilih
dengan rasional dan sesuai hati nurani, sehingga jangan sampai
ada intimidasi, harap Pangdam.
Keluarga juga disilahkan memilih partai yang dikehendaki
tanpa ada intimidasi, silahkan pilih partai yang baik agar
Indonesia bisa lebih maju. Pangdam juga menegaskan bahwa
sampai saat ini tidak ada purnawirawan yang datang untuk
minta dukungan pencalonan. (Kodim 0706/Tmg,GD)
Maret 2014
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
21
RAGAM
Pangdam IV/Diponegoro memeriksa Pasukan pada upacara Penutupan Latsar Belaneg dan
Pengukuhan Wartawan Unit K odam di Rindam IV/Diponegoro
mengatakan tanggungjawab terkait dengan
bela negara berada di pundak seluruh
masyarakat Indonesia. “Mereka yang telah
mengikuti L atsar, setidaknya sudah
mempunyai bekal yang baik jika sewaktuwaktu negara membutuhkan keterlibatannya
dalam mempertahankan Negara Kesatuan
Republik Indonesia”, tambahnya.
Latihan dasar bela negara dan
pengukuhan wartawan unit Kodam IV/
Diponegoro diikuti 54 wartawan, tiga
diantaranya wanita, dari media cetak dan
elektronik. Kegiatan latihan berlangsung
selama tiga hari dari tgl 10 s/d 12 Maret.
Materi latihan antara lain tentang wawasan
kebangsaan, bela negara, baris berbaris,
menembak dan out bound.
Sebelum mengikuti Latsar Bela
Negara, para wartawan dilakukan
Latihan Dasar Bela Negara
Memperkuat Semangat Persatuan dan Kesatuan
Kodam IV/Diponegoro membuka kesempatan bagi berbagai
elemen masyarakat Indonesia untuk mengikuti latihan dasar bela
negara untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di
Resimen Induk (Rindam) IV/Diponegoro, Magelang. Kalau
semua elemen masyarakat memiliki jiwa dan semangat
persatuan dan kesatuan bangsa maka kehidupan terasa aman.
Hal tersebut disampaikan Pangdam IV/
Diponegoro, Mayjen TNI Sunindyo usai
menutup Latsar Bela Negara dan
Pengukuhan Wartawan Unit Kodam IV/
Diponegoro di Lapangan Tentara I Rindam
IV/Diponegoro, Rabu (12/3). Pangdam
berharap mereka yang pernah mengikuti
program Latsar itu dapat memperkuat
semangat persatuan dan kesatuan. Adapun
berbagai elemen masyarakat yang pernah
mengikuti Latsar di Rindam antara lain
kalangan pelajar tingkat SMP, SMA dan
pegawai baru beberapa bank.
Lebih lanjut Pangdam IV/Diponegoro
Press tour Wartawan Unit Kodam di PT Sritex Solo
22
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
Maret 2014
pemeriksaan kesehatan meliputi cek up EKG
jantung, tekanan darah dan denyut nadi di
Mako Pendam IV/Diponegoro (Minggu, 9/
3). Rikkes dilaksanakan dengan melibatkan
tim kesehatan dari Kesdam IV/Diponegoro.
Selanjutnya para wartawan dilepas dalam
upacara dengan Irup Wakapendam, Letkol
Arm Hery Purwanto, S.I.P.
Wartawan Perlu Ilmu Lain
Sementara itu, Pangdam IV/
Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo berharap
para wartawan turut berperan aktif dalam
memperkokoh persatuan dan kesatuan di
kalangan masyarakat, apalagi para
wartawan mempunyai posisi strategis
sehingga perlu diberikan tambahan bekal di
Latihan menembak Wartawan Unit Kodam dilapangan Armed 3/Trk
luar disiplin ilmu akademisnya, yakni
pemahaman yang mendalam mengenai
wawasan nusantara, ketahanan nasional
dan bela negara.
Demikian amanat Pangdam IV/
Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo yang
dibacakan Kasdam IV/Diponegoro Brigjen
TNI Ibnu Darmawan, pada acara
pembukaan Latihan Dasar Bela Negara dan
Pengukuhan Wartawan Unit Kodam IV/
Diponegoro yang dipusatkan di Lapangan
Tentara I Rindam IV/Diponegoro Magelang
Senin (10/3).
Lebih lanjut Pangdam menyampaikan,
pemahaman konsep wawasan nusantara
dan pertahanan negara bukan hanya wajib
dimiliki TNI tetapi juga segenap komponen
bangsa, termasuk para wartawan yang perlu
memahami konsep wawasan nusantara dan
sistem pertahanan negara secara utuh agar
tumbuh menjadi pribadi yang cinta dan
bangga terhadap tanah air.
Press Tour
Usai pengukuhan Wartawan Unit
Kodam dan penutupan Latsar Bela Negara,
seluruh peserta dan pendamping melakukan
kunjungan (P ress Tour) ke PT. Sritex
Sukoharjo dan markas Grup 2 Kopassus
Kandang Menjangan Kartasura.
Dalam kunjungan ke PT. Sritex Sukoharjo,
rombongan diterima GM Affair PT Sritex,
Sri Saptono Basuki. Di perusahan tekstil
terbesar di Asia Tenggara ini, Para wartawan
diberikan kesempatan untuk mengunjungi
beberapa divisi yang ada di PT. Sritex
diantaranya divisi pembuatan benang
(spinning), divisi tenun (weaving), divisi
dyeing-printing-finishing serta divisi garment.
Para wartawan nampak terkesan dan
bangga dengan keberadaan PT Sritex yang
semakin maju sehingga mengangkat nama
baik Indonesia.
Sementara ketika di Markas Grup 2
Kopassus Kandang Menjangan Kartasura,
para wartawan disambut dengan ramah oleh
para anggota korps baret merah ini. U s a i
beramah tamah dan menonton film tentang
Profil Kopassus yang berdurasi 19 menit,
rombongan melihat latihan menembak dan
pertempuran jarak dekat pasukan baret
merah.
“Biasanya, kami latihan menggunakan
peluru tajam, tapi karena ada rombongan,
kami gunakan peluru hampa,
mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,”
ujar Letkol Yuri Elias Mamahit, Danyon 2.1
Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan,
Surakarta. (GD)
Profesionalisme TNI Perlu Dukungan KBT
pada bidang ekonomi.
Teritorial
menjadi
bagian yang sangat
penting, karena begitu
beragamnya kondisi
penduduk Indonesia
yang berdampak pula
pada tingkatan Babinsa
di seluruh wilayah
Indonesia.
Pada
aspek
pertempuran ke depan
Foto bersama Pangdam IV/Dip beserta KB TNI di Balai Diponegoro
diarahkan
pada
Satu hal yang selalu dijaga presisi tembakan, presisi manuver
konsistensinya adalah tekad TNI bersama dan presisi informasi. Oleh karena itu
seluruh rakyat, untuk memelihara dan TNI AD akan berkonsentrasi pada
menjamin integritas dan kedaulatan bangsa teknologi IT, Nano Teknologi, Satelit,
dan negara, meskipun dengan resiko Bahan Kimia/Handak dan Teknologi
korban putra-putra terbaik TNI gugur dalam Otomotif. Saat ini TNI AD (Bengpushub)
melaksanakan
tugas.
Dalam bekerja sama dengan swasta membuat
mengaktualisasikan perannya, TNI tidak Alkom radio sendiri dengan enkripsi
bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari sendiri dan anti jamming. Untuk HP
semua pihak termasuk segenap anggota sedang diriset yang tidak bisa disadap oleh
Pepabri. TNI memerlukan dukungan dalam siapapun. Selain itu Binter sebagai ujung
upaya peningkatan profesionalisme tombak TNI AD harus kuat karena teritotial
keprajuritan.
sebagai pasukan terdepan. Sumber Daya
Demikian dikatakan Pangdam IV/ Manusia untuk Apter akan dipilih prajurit
Diponegoro Mayor Jenderal TNI Sunindyo yang terbaik agar lebih profesional.
pada silaturahmi dengan segenap Keluarga
Besar TNI di wilayah Kodam IV/Diponegoro, TNI Bersikap Netral
Seiring dengan akan berlangsungnya
di Aula Makodam IV/Diponegoro (1/4).
Dijelaskan, dari waktu ke waktu perubahan Pemilu 2014, “TNI bersikap netral dalam
terus berlangsung dalam kehidupan kehidupan politik dan tidak melibatkan diri
berbangsa dan bernegara, tak terkecuali TNI pada kegiatan politik praktis”. Hal ini sesuai
dengan segenap jajarannya yang terus dengan UU TNI No 34 tahun 2004.
melakukan pembenahan diri sejalan Anggota TNI akan tetap menjaga netralitas,
dengan tuntutan tugas yang sudah diatur dengan tidak memihak dan memberikan
dalam aturan perundang-undangan. Untuk dukungan kepada salah satu kandidat,
itu, TNI bersama segenap keluarga besarnya Parpol atau kontestan dalam pelaksanaan
akan terus bahu membahu dan bersatu Pilkada maupun Pemilu.
padu dalam menyikapi berbagai
Bersikap netral dalam kehidupan
permasalahan yang merupakan dinamika politik, diartikan berdiri sama jarak dan
dari kehidupan berbangsa dan bernegara. tidak memihak serta tidak terpengaruh oleh
Silaturahmi ini diharapkan akan tarikan partai politik untuk ikut
memberi manfaat secara timbal balik. Di satu memperjuangkan
kepentingannya.
sisi, Keluarga Besar TNI dapat memahami Sementara tidak melibatkan diri pada
berbagai perubahan yang terjadi di tubuh kegiatan politik praktis diartikan tidak
TNI sejalan dengan proses reformasi yang terlibat dalam kegiatan dukungsedang berlangsung saat ini, di sisi lain, TNI mendukung untuk kepentingan sesaat.
dapat menyerap masukan dan saran serta TNI bertekad mengamankan setiap
kritik yang sangat berharga dari para sesepuh tahapan pelaksanaan Pilkada maupun
TNI, para senior yang sudah purna tugas Pemilu yang akan datang sesuai dengan
dan dari para anggota KBT yang tersebar tugas dan fungsi bantuan TNI kepada Polri.
sebagai anggota atau pengurus di berbagai
Dalam akhir sambutan, Mayjen TNI
organisasi sosial dalam masyarakat.
Sunindyo menyampaikan harapannya,
Mayor Jenderal TNI Sunindyo pada kepada Keluarga Besar TNI untuk turut
kesempatan tersebut juga menjelaskan membantu menciptakan iklim yang
bahwa, saat ini TNI AD sedang membuat kondusif di wilayah Jateng dan DIY dengan
transformasi TNI AD dalam 3 Pokja yaitu menempatkan diri sebagai agen-agen
Pokja Pertempuran, Pokja Teritorial, Pokja penyejuk dengan menetralisir setiap upaya
Dukungan. Penyusunan design TNI AD ke provokasi atau isu-isu yang memancing
depan dibuat dengan memprediksikan 20 masyarakat luas untuk bertindak destruktif
tahun ke depan dengan berdasarkan dengan mengatasnamakan demokrasi dan
Capability Based Defence (CBD) terutama aspirasi politik. (GD)
Maret 2014
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
23
RAGAM
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono:
Presiden Bertemu “Profesor” Mangrove
Rawat Apartemen Dengan Baik
Presiden RI berbincang-bincang dengan Suyadi (Profesor mangrove)
Presiden RI Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono pada
kunjungan di beberapa kota di Jawa Tengah, menyempatkan
transit di Mako Kodim 0720/Rembang (13/3). Saat di Kota
Rembang, Presiden RI yang didampingi Juru Bicara dan Menteri
Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya bertemu dengan Suyadi,
“profesor” Mangrove Rembang.
Pada kesempatan tersebut secara khusus Presiden meminta
Suyadi agar terus bersemangat menghijaukan kawasan resesi
pantai. “Presiden sempat mengatakan resesi pantai merupakan
kawasan yang harus dijaga kelestariannya”, jelas Suyadi.
Pak Suyadi dijuluki Profesor Mangrove dari Rembang atas
dedikasinya yang tak kenal lelah dalam penyelamatan mangrove.
Beliau mengajarkan keyakinan dan kerja keras menghasilkan
karya nyata dan memberikan hasil positif bagi diri dan lingkungan
sekitar. Pantang menyerah menjadi kunci keberhasilan meraih
mimpi.
Hadir pada acara penyambutan Presiden RI di kota Rembang
diantaranya Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Ibnu Darmawan,
para pejabat jajaran Kodam IV/Diponegoro, Dandim 0720/
Rembang Letkol Inf Wawan Indaryanto, Ketua DPRD Rembang
Ir. Sunarto, Wakil Bupati Rembang H. Abdul Hafidz, Sekda
Rembang. H. Hamzah Fatoni, dan beberapa kepala SKPD
Kabupaten Rembang. (Kodim 0720/Rembang)
Rakominda Jateng
Apintel Sebagai Mata Dan
Telinga Negara
Penjelasan Pangdam IV/Diponegoro kepada Presiden RI beser ta Ibu dalam rangka kunjungan di Apartemen Rama Korem 073/Mkt
“Saya itu dan keluarga pernah
menempati rumah bedeng, karena gajinya
kecil. Baru setelah pangkat Kapten
menempati rumah dinas,” ungkap
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,
saat berkunjung ke Apartemen Prajurit
“Rama” Korem 073/Mkt di Kembangsari,
Kabupaten Semarang, Jumat (14/3)
malam.
Presiden Republik Indonesia juga
mengatakan, anak sulungnya yang kini
berpangkat Mayor lahirnya di rumah
bedeng tersebut. Untuk itu ia berharap
agar calon penghuni Apartemen Korem
073/Mkt merawatnya dengan baik dan
bisa tenteram.
Sementara Ibu Negara, Ny. Ani
Yudhoyono pada kesempatan tersebut,
bertegur sapa dengan ibu-ibu Persit K artika
Chandra Kirana Cabang Korem 073/Mkt.
“Semoga ibu-ibu bahagia nantinya
setelah menempati apartemen ini,”
ujarnya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
singgah dan meninjau Apartemen Prajurit
Rama Kembangsari, Kecamatan
Tengaran, K abupaten Semarang
didampingi oleh Pangdam IV/Diponegoro
Mayjen TNI Sunindyo dan Gubernur
Jawa Tengah Ganjar Pranowo .
Kunjungan ini merupakan rangkaian
Kunker Presiden di Jawa Tengah. Presiden
SBY dijadwalkan datang sekitar pukul
15.00 WIB, namun orang nomor satu di
Indonesia tersebut baru masuk ke
Kompleks Apartemen Prajurit Rama
sekitar pukul 18.30 WIB.
24
Maret 2014
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
Daya Tampung Apar temen
Sementara itu, Pangdam IV/
Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo pada
kesempatan tersebut menyampaikan
Apartement Rama untuk prajurit Korem
073/Makutarama terletak di Jalan Raya
Salatiga-Solo Desa Karangduren,
Kabupaten Semarang, dengan luas
bangunan 4.960 meter persegi dan luas
tanah 11.650 meter persegi. Apartemen
dibangun dalam 6 lantai serta mampu
menampung 96 kepala keluarga dengan
type rumah 36.
“Apartemen Prajurit Rama Korem
073/Mkt tersebut akan digunakan untuk
Prajurit dan PNS TNI AD di lingkungan
Korem 073/Makutarama,” jelas Mayjen
TNI Sunindyo.
(GD)
Sambutan Presiden pada kunjungan di apartemen Rama Korem 073/Mkt
Pemerintah dan Apintel
Instansi terkait.
Menurut Pangdam,
aparat intelijen harus
m
a
m
p
u
mentransformasikan dirinya
dengan cara pembenahan
sumber daya manusia,
m e n i n g k a t k a n
kemampuan intelijen,
menganalisis masalah,
menguasai teknologi,
memiliki teknik intel dan
Peserta Rakominda Jateng di Balai Diponegoro Semarang meningkatkan kerjasama
Intelijen guna perkuatan
Tugas aparat Intelijen adalah sebagai bidang intelijen serta yang paling penting
bekerja
untuk
Negara.
“Intelijen adalah telik
mata dan telinga Negara. Sebagai mata,
berarti untuk menjalankan fungsi melihat sandi, jadilah orang kepercayaan, jaga
dan merekam apa yang dilihat di wilayah kehormatan negara dan selalu memberikan
tugasnya sedangkan sebagai telinga informasi yang cepat sehingga keputusan
berfungsi untuk mendengar informasi yang yang diambil tepat”, harapnya.
Rakor Kominda juga menghadirkan
berkembang di wilayah tugasnya guna
menjaga keamanan dan keutuhan Negara. beberapa pembicara yaitu Kapolda Jateng
yang
diwakili Wakapolda Jateng Brigjen Pol
Demikian dikatakan Pangdam IV/
Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo saat Drs. Panjang Yuswanto, SH., Kepala
membuka Rakor Komunitas Intelijen Badan Kesbangpol dan Linmas Prov.
Daerah Provinsi Jateng, di Balai Diponegoro Jateng dan Kajati Provinsi Jateng Babul
(1/4). Rakor mengambil tema “Dengan Khoir Harahap.
Dalam paparan, Wakapolda Jateng
Semangat Kebersamaan Melalui Rapat
Koordinasi Kominda Jawa Tengah, Kita menyampaikan, bahwa Forum rapat
koordinasi
dinilai sangat penting untuk
Satukan Visi dan Misi Dalam Rangka
mensukseskan Pemilu 2014”, dihadiri oleh mengoptimalkan peran Kominda dalam
segenap aparat intelijen Provinsi Jawa menyikapi perkembangan sospol dan
Tengah baik dari TNI, Polri, Apintel Instansi keamanan, guna mewujudkan stabilitas
Maret 2014
Jateng menjelang pelaksanaan Pemilu
2014. Disampaikan bahwa gangguan
Kamtibmas yang muncul di masyarakat
selama ini, bersumber dari resido yang
bersumber dari berbagai permasalahan
masyarakat, maupun dampak dari
kebijakan yang tidak harmonis. Sehingga
untuk mengatasi gangguan Kamtibmas
diperlukan proaktif dan sinergi dari berbagai
komponen.
Brigjen Pol Drs. Panjang Yuswanto,
SH. berharap Kominda dalam menghadapi
masalah harus lebih responsif, profesional,
tuntas dan sinergi serta senantiasa
meningkatkan koordinasi melalui Forum
Komunikasi Pemerintah Daerah.
Sementara itu, Kajati Provinsi Jawa
Tengah mengatakan, kejaksaan tetap
memegang teguh netralitas namun tetap
melaksanakan hak pilihnya. Sebagai
bagian dari aparat intelijen, kejaksaan akan
bersinergi dengan aparat intelijen lainnya
dalam menyelesaikan permasalahan yang
terjadi di masyarakat, guna menciptakan
suasana kondusif.
Kabanpol dan Linmas Provinsi Jateng
menyampaikan kesiapan pemerintah
Provinsi Jawa Tengah dalam rangka
mendukung penyelenggaraan Pemilu 2014.
Peran pemerintah dan pemerintah daerah
dalam memberikan bantuan dan fasilitas
Pemilu yaitu sosialisasi Pemilu yang
dilakukan dalam berbagai bentuk seperti
seminar, penyuluhan, spanduk, banner,
iklan layanan masyarakat Pemilu dll.
Sasaran utama dari sosialisasi adalah
pemilih muda dan pemilih perempuan.
Monitoring kelancaran penyelenggaraan
Pemilu pembentukan tim monitoring di
daerah berdasar Per mendagri no. 61 tahun
2011. ( GD )
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
25
Nomor : 02 (Edisi Maret 2014)
Jaga Kondusifitas Selama Pemilu
Pemilu Legislatif yang berlangsung pada tanggal 9 April 2014, merupakan pesta demokrasi
sebagai wahana untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dalam pemerintahan. Berbagai kegiatan yang
merupakan tahapan Pemilu Legislatif dari pendaftaran pemilih, kampanye, minggu tenang,
pendistribusian logistik Pemilu, pencoblosan dan penghitungan suara telah dilaksanakan. Masing-masing
tahapan tentunya mempunyai kerawanan karena sangat terkait dengan kepentingan peserta Pemilu,
apalagi jika peserta merasa dirugikan.
TNI sebagai komponen bangsa akan berdiri tegak diantara semua partai peserta Pemilu. Hal ini
sebagaimana diperintahkan Pimpinan TNI kepada segenap prajurit TNI untuk bersikap netral dalam
pelaksanaan Pemilu 2014 dan pemberian sanksi tegas bagi anggota yang melanggar. Selanjutnya
untuk mendukung kondusifitas wilayah, Pangdam IV/Diponegoro menekankan sesuai STR Pangdam
Nomor STR / 104/ 2014 tanggal 31 Maret 2014 tentang menyikapi perkembangan situasi sebelum,
selama dan sesudah Pemilu 2014.
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo disambut
anggota Yon Armed-3/105 Tarik.
Pangdam IV/Diponegoro memberikan pengarahan kepada orang
tua mantan siswa Secata di Gombong.
Untuk menjamin terlaksananya pelaksanaan Pemilu yang aman, lancar dan sukses, diminta
kepada segenap Prajurit dan PNS TNI AD jajaran Kodam IV/Diponegoro agar :
Pertama
: Mempedomani ketentuan - ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan Netralitas TNI
dalam Pemilu.
Kedua
: Membantu terciptanya kondisi yang kondusif dalam rangkaian Pemilu.
Ketiga
: Siap untuk digerakkan kapan dan di mana saja dalam mengatasi perkembangan situasi
terkait dengan kegiatan Pemilu.
Keempat
: Adakan koordinasi yang baik dengan inst ansi terkait.
Kelima
: Mendorong anggota keluarga untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu.
Pangdam IV/Diponegoro Foto bersama dengan keluarga besar
Kodim 0705/Magelang.
Pengarahan Pangdam IV/Diponegoro kepada anggota Kodim
0708/Pur worejo.
Demikian lembar Penerangan Pasukan disampaikan kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI AD
di jajaran Kodam IV/Diponegoro, semoga bermanfaat.
Semarang, 28 Maret 2014
a.n. Kepala Pendam IV/Diponegoro
Wakil Kepala
Hery Purwanto
Letnan Kolonel Arm NRP 32749
Pangdam IV/Diponegoro foto bersama dengan anggota dan Persit
Kodim 0709/Kebumen.
Ketua Persit KCK PD IV/Diponegoro Ny. Ita Sunindyo
memberikan pengarahan kepada anggota Persit Rindam
IV/Diponegoro
Foto bersama Presiden SB Y, Ibu Ani Yudhoyono, Pangdam IV/Diponegoro, Ibu Ita Sunindyo beserta anggota Korem
073/Makutarama di Apartemen Rama Korem 073/Mkt.
Pangdam IV/Diponegoro memberikan sambutan dalam rapat Forum Koordinasi
Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Jateng di Kantor Gubernur Jateng.
Kunjungan Kerja Pangdam IV/Diponegoro di Kodim
0730/Gunung Kidul.
Foto bersama Pangdam IV/Diponegoro dengan anggota Kodim
0729/Bantul.
Danrem 073/Makutarama Kolonel Inf Tri Stefanus M. memeriksa
kesiapan pasukan pengamanan RI 1 di Balai Kota Semarang.
Ketua Dharma Pertiwi Daerah D Ibu Ita Sunindyo beserta
rombongan dalam kunjungan kerja di Pabrik Teh Sosro, K abupaten
Semarang.
Anggota Hubdam IV/Diponegoro bersama warga masyarakat
merehab pos kampling di dukuh Rejosari Kelurahan Ngijo
Kecamatan Gunungpati
Demonstrasi bongkar pasang senjata pada Latihan Dasar Bela Negara
Wartawan Unit Kodam IV/Diponegoro di Rindam.
Anggota Pomdam IV/Dip. memeriksa barang-barang anggota Yonif
410/Alugoro usai Pam Perbatasan Papua.
Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Ibnu Darmawan
menyambut kedatangan Menhan Purnomo Yusgiantoro
dalam kunjungan kerjanya di Jateng.
RUANG PERSIT
Lomba Joged Beregu Persit KCK
Ciptakan Kebersamaan dan Persaudaraan
Gerakan lincah, penuh semangat dan kompak mengikuti irama
musik yang menggema, mengiringi setiap penampilan peserta
lomba joged ber egu yang berlangsung di Balai Diponegoro,
Semarang (24/3). Lomba joged beregu diselenggarakan Persit
Kartika Chandra Kirana dalam rangka memperingati HUT ke –
68, diikuti oleh 11 tim perwakilan Cabang dan Koorcab jajaran
Kodam IV/Diponegoro.
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo memberikan
ucapan selamat kepada K apolda Jateng Irjen Pol Drs. Noer Ali.
Kasad Jenderal TNI Budiman memanen cabe di M-KRPL
Kodim 0714/Slg didampingi oleh Pangdam IV/Dip.
Ketua Persit KCK PD IV/Diponegoro,
Ny. Ita Sunindyo dalam amanat yang
dibacakan Wakil Ketua Ny. Endang Ibnu
Darmawan mengatakan lomba joged
beregu ini bukan kemenangan yang
menjadi tujuan utama, tetapi lebih
diharapkan perlombaan ini dapat
menciptakan semangat kebersamaan dan
persaudaraan diantara sesama anggota.
Semua ini sebagai landasan untuk
memperkokoh kerjasama guna
mewujudkan
kehidupan
berorganisasi yang lebih maju,
sejahtera lahir dan batin seperti yang
kita harapkan.
Istri Pangdam IV/Diponegoro ini
juga mengajak para peserta untuk
dapat menjaga sikap sportif dalam
mengikuti perlombaan ini, tanpa
harus melakukan tindakan yang
Sambutan Wakil Ketua Persit KCK PD IV/Dip
Ny. Endang Ibnu Darmawan
tidak terpuji sehingga mengurangi arti dari
kebersamaan, dengan menerima dan
menghargai keputusan dewan juri yang
telah ditetapkan. Adapun bertindak
sebagai dewan juri Ibu Ida, Ibu Yani dan
Ibu Ana.
Tidak lupa, kepada ibu-ibu peserta
lomba yang datang dari jauh, setelah
selesainya lomba agar berhati-hati dalam
perjalanan kembali ke Satuan masingmasing, semoga ibu-ibu selamat sampai
tujuan.
Pangdam IV/Diponegoro memberikan pengarahan kepada
Prajurit dan PNS Kodim 0705/Temanggung.
Ny. Ita Sunindyo menerima audiensi dari Badan Kerjasama
Organisasi Wanita Jateng.
Penyematan tanda peserta lomba joget oleh Wakil Ketua Persit KCK PD IV/Diponegoro
Pemenang
Penampilan yang memukau dari
semua peserta sempat membuat tim juri
kesulitan menentukan pilihan. Warna
warni kostum dan variasi yang beragam
membuat suasana di Balai Diponegoro
benar-benar meriah.
Setelah diadakan penjurian, maka
keluar sebagai juara I, tim dari Persit KCK
Arhanudse-15 Semarang, Juara II, Persit
KCK Koorcab Rem 073/Mkt dan Juara
III Persit KCK Rindam IV/Diponegoro.
Selamat buat peserta dan bagi yang
belum berhasil agar berlatih lebih giat,
masih banyak kesempatan terbuka di
masa mendatang. (GD)
Peserta lomba joget (Persit Arhanudse-15)
Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda Jateng dan Guber nur Jateng
meninjau pelaksanaan Pemilu di Kota Semarang.
Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Ibnu Darmawan menerima
cindera mata dari peser ta OJT Taruna Akmil di Aula Makodam.
Maret 2014
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
31
RUANG PERSIT
Anggota Persit KCK Kunjungi Pabrik Nissin dan Sosro
Ketua Persit Kartika Chadra Kirana PD IV/Diponegoro Ny.
Ita Sunindyo didampingi Ketua Koorcab Persit KCK Rem 073
Ny. Eny Stephanus Tri Mulyono beserta pengurus Persit
mengunjungi PT. Nissin dan PT. Sosro, Ungaran Kabupaten
Semarang (5/3). Kunjungan kerja anggota Persit ini disambut
baik oleh para staf R & D masing-masing perusahaan.
Penilaian Lomba HUT Persit
Di Yonif 408/Sbh
Kunjungan di kedua perusahaan besar tersebut
dimaksudkan agar para anggota Persit KCK dapat mengetahui
lebih jauh tentang cara memproduksi, cara memasarkan dan
bagaimana managemen dari perusahaan tersebut. Sehingga
pengalaman ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi
para anggota Persit. (Penrem 073/Makutarama)
Danrem 072/Pmk Meresmikan
PAUD Persit KCK Rem 072/Pmk
Tatap Muka
Persit Korem 072/Pmk
Ketua Persit KCK
Koorcab Rem 072
N y. Tri M.S.Fadhilah
mengadakan tatap
muka dengan anggota
Persit KCK Cabang Se
jajaran Koorcab Rem
072 bertempat di Aula
Makodim
0734/
Yogyakarta (14/03).
Acara tatap muka
merupakan sarana komunikasi antara Ketua Persit KCK dengan
anggotanya dan untuk menyampaikan kebijakan, arahan dan
informasi yang bersifat umum maupun khusus organisasi Persit
serta sarana untuk mempererat hubungan silaturahmi.
Pada kesempatan itu, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 072
mengajak Persit untuk terus meningkatkan perannya sebagai kaum
wanita dari para istri prajurit, yang juga sebagai ibu rumah tangga
dan anggota organisasi haruslah memegang teguh nilai- nilai luhur
bangsa. Semua itu, agar para istri prajurit yang juga sebagai warga
masyarakat tidak kehilangan arah dan pedoman dalam membina
keluarga.
Sebelumnya, Ketua dan rombongan berkunjung ke Persit Yonif
403/Wirasada Pratista, Persit Kodim 0730/Gunung Kidul dan Persit
Kodim 0731/Kulonprogo. Dalam rombongan kunjungan kerja
tersebut turut para pengurus Persit KCK Koorcab Rem 072. (Penrem
072/PMK)
Persit Kodim 0713/Bbs
Pererat Dengan Melaksanakan Lomba
Wakil Ketua Persit KCK PD IV/Diponegoro Ny. Endang
Ibnu Darmawan dan rombongan melakukan kunjungan ke
Persit KCK Cabang LXIV Yonif 408/Suhbrasta, Sragen.
Kunjungan tersebut dalam rangka penilaian lomba administrasi
dan lingkungan memperingati HUT Persit ke-68 untuk jajaran
Persit Kartika Chandra Kirana Daerah IV/Diponegoro.
Turut mendampingi Ny. Mulyo Aji (Ibu Danrem 074/Wr t),
Ny. Putut Winarno (Ibu Irdam IV/Dip), Ny. Ketut Adi (Ibu Asintel
Kasdam IV/Dip), Ny. Er win Rustiawan (Ibu Aspers Kasdam IV/
Dip), Ny. Gregorius Suharso (Ibu Aster Kasdam IV/Dip), Ny. I
Wayan Aditya (Ibu Asrendam IV/Dip.), Ny. Ramses L.Tobing
(Ibu Kapendam), Ny. Puji Setiono (Ibu Kasrem 074/Wrt) dan
Ny. Rafiudin
Dandim 0725/Sragen, Letkol Inf R. Wahyu Sugiarto, S.I.P,
Ny. R. Wahyu S. (Ibu Dandim 0725/Sragen) dan Ketua Persit
Yonif 408/Subhrasta menerima Tim yang melakukan Penilaian
lomba tersebut. (Kodim 0725/Sragen)
32
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
Maret 2014
Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI MS. Fadhilah meresmikan
PAUD Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 072/Pamungkas
di Perum Korem, Sukowaten (12/3). Hadir dalam per esmian PAUD
Persit KCK Koorcabrem 072/Pamungkas, para Kasi Korem 072/PMK,
para Dandim jajaran Korem 072/PMK dan Pengurus Persit KCK
Koorcabrem 072/Pamungkas.
Dalam sambutan Danrem mendukung penuh program yang
dilakukan Persit KCK Koorcab Rem 072/Pamungkas, yang
merupakan sarana pendidikan bagi anak di usia dini. PAUD sangat
bermanfaat bagi anak-anak yang masih Balita untuk menerima
pelajaran mulai dari hal terkecil, belajar bersosialisasi sehingga
nantinya punya dasar untuk hidup bersosial. Danrem berpesan
kepada pengelola PAUD supaya terus melestarikan PAUD ini serta
mendukung keberadaan PAUD bagi generasi yang akan datang.
Ketua Persit KCK Koorcabrem 072/Pamungkas Ny. Tri M.S.
Fadhilah mengatakan pendirian PAUD ber tujuan untuk
mewujudkan generasi yang bertaqwa, sehat, cerdas dan cinta
lingkungan dengan menggunakan metode belajar yaitu melalui
ceramah, cerita, bermain dan eksperimen atau percobaan, sehingga
setelah mengikuti sekolah di PAUD ini akan dihasilkan anak-anak
yang mengenal nilai-nilai agama, pintar , rajin serta anak yang
mencintai lingkungan. (Penrem072/PMK)
P ersit
KCK Cabang
XXIII Kodim
0713/Brebes
melaksanakan
pertandingan
dan lomba,
dalam rangka
memperingati
HUT ke-68
Tahun 2014.
U p a c a r a
pembukaan
dengan Irup Ketua Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0713/Brebes
Ny . Cicilia Cahyadi Imam Suhada dan dilanjutkan kegiatan.
Pertandingan meliputi bola voli dan tenis lapangan, sedangkan
lomba meliputi menyanyi dan membuat tumpeng bertempat di
Makodim 0713/Brebes.
Ketua P ersit KCK Cabang XXIII Kodim 0713/Bre b e s
mengatakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka
memperingati HUT Persit KCK diikuti 18 Ranting di jajarannya
dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan memupuk
kebersamaan antara Pengurus Persit Cabang dengan anggota Persit
Ranting jajarannya yang tersebar di Koramil-Koramil di 17
Kecamatan Se-Kab. Brebes“.
Pemenang pertandingan dan lomba mendapatkan hadiah yang
diserahkan oleh Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Cahyadi Imam
Suhada selaku Pembina Persit KCK Cabang XXIII, Ketua Persit Kartika
Candra Kirana Cabang XXIII Kodim 0713/Br ebes serta Wakil Ketua
Cabang Ny. Dyah Palupi Mulyadi. (Dim 0713/Br ebes)
Persit Kodim 0707/Wsb
Anjangsana Ke Masyarakat
Dalam
r a n g k a
memperingati
HUT Persit ke68, Persit KCK
Cabang XXVII
Kodim 0707/
Wo n o s o b o
menyelenggarakan berbagai
kegiatan
antara lain Anjangsana ke Pepabri, Veteran, Warakawuri di
wilayah Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini juga rutin
dilakukan tiap 4 bulan sekali, kali ini ke rumah Ibu Sudrajat
(Warakawuri) ber tempat di Desa Kenjer Kertek, Ser tu Pur n
Suharjo, Ibu Saparai (Warakawuri) di Kelurahan Kejiwan.
Anjangsana bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara
para purnawirawan dengan generasi muda yang menjabat,
sehingga terjalin ikatan emosional yang kuat. Anjangsana juga
sebagai bentuk rasa kepedulian generasi muda kepada para
pejuang atas jasa-jasanya sehingga bisa menikmati
kesejahteraan ini. Dari mereka kita bisa menimba ilmu, saling
tukar informasi serta minta nasehat guna kebaikan bersama.
Pemberian tali asih bukan sekedar bentuk perhatian dan
empati dari para yunior, tetapi bisa menjadi obat dan
penyemangat bagi para purnawirawan, mengingat sebagian
dari yang dikunjungi sedang menderita sakit. Demikian
disampaikan Ketua Persit Wonosobo Ny. Ovi Agus Latif.
(Kodim 0707/Wonosobo)
Persit Kodim 0733 BS/Smg
Laksanakan Olahraga Bersama
Segenap
anggota Persit
KCK Cabang XI
Kodim 0733 BS/
Semarang
melaksanakan
senam bersama
bertempat di
halaman Balai
Soedirman
Makodim 0733 BS/Semarang (20/3). Kegiatan senam diikuti
oleh 285 orang anggota Persit.
Ketua Persit KCK Cabang XI Kodim 0733 BS/Semarang,
Ny. Dicky Armunantho Mulkan dalam sambutannya
mengungkapkan bahwa olah raga sangat bermanfaat bagi
kesehatan tubuh, dengan berolah raga metabolisme tubuh
menjadi lancar sehingga distribusi dan penyerapan nutrisi dalam
tubuh menjadi lebih efektif dan efisien serta dapat mencegah
dari berbagai macam penyakit.
Dengan badan yang sehat anggota Persit dapat membantu
mendukung tugas suami dan mengurus anak-anak dengan baik.
Sehat itu dambaan semua orang,karenanya harus diupayakan
dan dijaga. (Kodim 0733/BS)
Maret 2014
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
33
PROFIL
Asops Kasdam IV/Dip. Kol Inf Iwan Setiawan
Mencapai Puncak Mount Everest
Sebagai Mukjizat
Kolonel Inf Iwan Setiawan
Tentunya bukan hanya pengalaman
yang didapat, tetapi yang lebih utama adalah
kebanggaan bisa mengangkat diri, nama
bangsa dan keluarga. Mount Everest adalah
sebuah impian bagi para pendaki. Semua
ini dapat dicapai atas perjuangan, kerja keras
dan semangat pantang menyerah, dengan
berbagai latihan yang dilakukan baik di
dalam maupun di luar negeri.
Tim Ekspedisi ke Gunung Mount
Everest digagas oleh Danjen Kopassus
Mayjen TNI Prabowo Subianto yang
menugaskan kepada Letkol Inf Pramono Edi
Wibowo. Untuk mewujudkannya, dilakukan
seleksi yang menghasilkan 43 personel
berasal dari Kopassus, gabungan Sipil terdiri
dari Wanadri, FPTI, IKIP dan pendakipendaki Sipil terbaik.
Pelatihan di dalam negeri dilaksanakan
secara teori dan praktek, diantaranya teknik
memanjat yang benar dan semua dipantau
oleh tim medis. Latihan selama satu
Berhasil mencapai puncak Mount Everest dan mengibarkan
bendera
merah putih adalah pengalaman yang sangat
tak
terlupakan bagi Kolonel Inf Iwan Setiawan,
Asops Kasdam IV/Diponegoro. Saat itu,
tahun 1996, Perwira Kopassus dengan
pangkat Letnan Satu ini menziarahi
gunung tertinggi di dunia bersama Sertu
Misirin dan Pratu Asmujiono. Ekspedisi ini
menorehkan prestasi sebagai Negara Pertama di
Asia Tenggara dan ketiga di Angkatan Perang dunia
yang mencapai puncak setinggi 8.848 meter ini.
setengahbulan
berlangsung
di
Kopassus dan di Gunung Gede dan
Gunung Pangrango di Jawa Barat. Dari
jumlah tersebut terpilih 30 orang untuk
diberangkatkan ke Nepal.
Latihan di Nepal berlangsung selama
tiga bulan. Pertama, di Gunung Paldor,
Katmandu yang berketinggian 5.980 meter
selama 1 bulan, istirahat 10 hari dan tinggal
25 orang. Kedua, di Gunung Island Peak,
ketinggian 6.200 meter dengan suhu minus
10 derajat celcius. Sampai di sini tinggal 16
orang untuk pendakian selanjutnya ke
Mount Everest, 10 anggota Kopassus dan 6
orang Sipil. Kemudian Tim dibagi dua, Tim
Selatan berjumlah 10 orang (6 TNI, 4 Sipil)
dipimpin Lettu Inf Iwan Setiawan, mendaki
dari Nepal dan Tim Utara berjumlah 6 orang
(4 TNI, 2 Sipil) dipimpin Lettu Inf Sudarto
yang mendaki dari Tibet. Pendakian ini
diupayakan dari dua sisi yang diharapkan
bisa bertemu di puncak.
Pengibaran bendera Merah P utih di puncak Mount Everest
34
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
Maret 2014
Alumnus Lembah Tidar 1992 ini
menyampaikan
mendaki
gunung
memerlukan teknik, proses tidak bisa serta
merta naik terus mencapai puncak. Apalagi
mendaki gunung yang tinggi dan penuh
dengan es. Dalam pendakian, naik
beberapa meter kemudian turun beberapa
meter ke bawah, kemudian naik lagi, turun
lagi, demikian seterusnya. Hal ini berguna
untuk penyesuaian udara (aklimatisasi).
Tanpa teknis ini, seorang pendaki gunung
di ketinggian yang ektrim bisa kekurangan
udara, bahkan berakibat fatal.
Perjalanan Pendakian Mount Ever est
dimulai dari Hutlak yang berketinggian
sekitar 2.000 meter ke Base camp yang
berketinggian 5.300 meter, dan memakan
waktu 8 hari. Perjalanan dilakukan setiap
hari mulai jam 08.00 sampai 17.00,
tergantung kemampuan fisik seseorang.
Base camp Mount Everest lebih tinggi dari
gunung tertinggi di Indonesia, puncak
Cartenz Jaya Wijaya, mencapai 4.848 meter.
Perjalanan menuju puncak Mount
Ever est sekitar satu bulan. Pendakian dari
Base camp ke camp pertama dengan
ketinggian 6.100 meter. Di camp satu
bermalam untuk beristirahat dan besoknya
dilanjutkan perjalanan camp kedua dengan
ketinggian 7.300 meter. Setelah cukup
istirahat perjalanan dilanjutkan pagi hari
menuju camp tiga dengan ketinggian 7.500
meter. Di ketinggian ini tim turun lagi sampai
ketingggian
2.000
meter
untuk
melaksanakan recovery (pemulihan) selama
seminggu terus naik lagi istirahat dua hari
setelah itu lanjut ke camp empat, 7.980
meter dan ke puncak. Dari camp empat,
Tim Selatan berangkat jam 12 malam,
perjalanan 20 jam tidak berhenti suhu minus
50 derajat celcius, semuanya serba putih
tidak bisa dilihat.
Dengan tekad yang kuat untuk
mengharumkan nama Bangsa dan Negara,
akhirnya Tim bisa mencapai puncak Mount
Everest pada jam 15.20. Setelah
mengibarkan bendera dan mengambil
dokumentasi sekitar 10 menit, Tim turun
gunung. Tim kemalaman di ketinggian
8.500 meter dan dalam sejarah belum
pernah ada orang bisa bertahan di
ketinggian tersebut. Perasaan Kami antara
hidup dan mati, pasrah dan berdoa kepada
Tuhan Yang Maha Kuasa, tetapi pagi-pagi
betul seperti ada yang membangunkan dan
Kami dapati cuaca cerah dan terang tetapi
sudah habis tenaga. Dua sampai tiga hari,
Tim menempuh perjalanan menuju base
camp dan baru bisa berkomunikasi
memberitahukan kalau Kami selamat.
Keistimewaan lain, Tim dapat mendaki
di waktu ekstrem, sebelum waktu umum
melaksanakan. Perhitungan dunia mendaki
yang terbaik pada bulan Mei tanggal 10 an,
cuaca bagus, pemandangan bagus. Tetapi
karena kita takut dan gengsi dengan Negara
Malaysia yang sudah mempersiapkan waktu
3 tahun sebelumnya, maka kita mendaki
lebih cepat, yaitu sebelum waktu pendakian
dan berhasil.
Kaitan Tugas
Setiap prajurit punya cara untuk
menjaga diri, menjaga kesehatan, menjaga
fisik agar bisa melaksanakan tugas dengan
baik. Kalau kita sehat, tugas dapat
dilaksanakan dengan maksimal. Kita
menghimbau kepada semua anggota baik
militer maupun PNS untuk menjaga
kesehatan, kerapian, ketertiban, disiplin dan
kemampuan dengan latihan sesuai
program. Latihan harus terencana, terukur
dan terevaluasi. Disamping kegiatan yang
sudah diprogramkan harus melaksanakan
kegiatan pembinaan apakah bela diri, OR,
renang, komputer sehingga disamping
mampu melaksanakan tugas sesuai dengan
kemampuan kita. Semua kegiatan dapat
Ucapan selamat dari Kasad Jenderal R. Hartono kepada Lettu inf Iwan Setiawan
Asops Kasdam IV/DipKolonel Inf Iwan Setiawan sebagai
Danup pada apel Kesiapsiagaan Bencal Gunung Slamet
dilaksanakan sesuai dengan program.
Terkait Pemilu, Sesuai petunjuk
Panglima, kita harus betul-betul
mengantisipasi segala kemungkinan, harus
betul menyiapkan sarana dan prasarana.
Contoh sudah melaksanakan gelar
pasukan, semua pasukan yang ada di
jajaran Kodam harus mempunyai
kesiapsiagaan termasuk protap rangsel dari
Panglima sampai Prajurit Dua. Kemudian
bersama komponen masyarakat lainnya
(Polri, Pemda) komitmen menjaga
keamanan dan kelancaran kegiatan Pemilu,
termasuk kegiatan lainnya. Sinergitas sudah
berjalan dengan baik.
Keberhasilan Berkat Kerja Keras
Apa yang dicapai, diakui Asops Kasdam
IV/Dip., ini berkat dukungan orang tua, istri,
anak, dan keluarga. Waktu ke Mount
Everest, semua warga Indonesia, Kopassus
mendoakan karena akan mengangkat
harkat dan martabat Negara Kesatuan
Republik Indonesia di mata dunia
internasional , ternyata bisa. Jadi bukan
karena kita kuat dan hebat tetapi berkat
dukungan, doa dan kesempatan yang
diberikan oleh Tuhan. Banyak orang yang
ingin mendakinya, tetapi belum tentu bisa
kembali dengan selamat, karena itu
keberhasilan ini dianggap sebagai suatu
mukjizat, tidak boleh sombong, tidak boleh
takabur. Selama niatnya tulus, tidak ada
yang tidak mungkin, kalau Tuhan
menghendaki. Bukan niat kita untuk
menaklukkan tetapi untuk berziarah karena
menurut orang-orang adat di sana setiap
ketinggian adalah tempat suci. Kata
menaklukan terkesan sombong.
Atas prestasi ini, suami dari Ny. Beti
Sri Supartini mendapatkan Bintang Yudha
Darma Pratama. Bapak tiga putra, Aria
Everest Setiawan, Cartenz Dea Aulia dan
Nabil ini bersemboyan : Keberhasilan tidak
diraih dengan malas-malasan, harus
dibarengi dengan kerja keras. Kemenangan,
keberhasilan bagi orang-orang yang
semangat, tidak sombong dan rendah hati,
demikian pungkas Asops yang sebentar lagi
akan menjabat Danpusdikpassus. (GD)
Jabatan
TMT
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
01-02-1993
01-09-1995
01-09-1996
01-02-1998
05-02-2000
01-09-2002
01-12-2004
15-02-2007
05-11-2007
15-03-2008
15-02-2009
30-03-2010
28-10-2011
07-08-2012
19-11-2012
25-11-2013
Dan Unit Grup 2 Kopassus
Pama Grup 1 Kopassus
Dantim 5/2/41 Grup 1 Kopassus
Danki 1 Yon 13 Grup 1 Kopassus
Palat Sima Denma Grup 1 Kopassus
K asi Ops Grup 1/ Parako Kopassus
Wadan Yon 12 Grup 1 Kopassus
Pamen Kopassus ( Dik Seskoad)
Dansesko Pusdikpassus
Danyon 22 Grup 2 Kopassus
Dan Sespes Pusdikpassus
Wadan Grup 2 Kopassus
Wadan Pusdikpassus
Danbrigif 22/Ota Manasa
Danbrigif 22/Oms Dam VII/Wrb
Asops Kasdam IV/Dip
Maret 2014
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
35
BINTRAKOR
Pangdam IV/Dip : Prajurit Diponegoro
Harus Kreatif, Inovatif dan Pantang Menyerah
Menurut Pangdam, untuk dapat
menjadi pemimpin yang baik diperlukan
pemikiran, sikap dan tindakan yang selalu
sejalan dengan garis komando yang
bermuara pada keberhasilan tugas pokok
dan pemeliharaan citra Satuan. Citra
Satuan akan tetap terpelihara dengan baik,
apabila dedikasi, prestasi dan pengabdian
yang dilakukan oleh para unsur pimpinan
hanya semata-mata ditujukan kepada
peningkatan profesionalitas dan disiplin
prajurit.
Pangdam IV/Diponegoro menyerahkan tongkat komando kepada Danrem 071/
WK Kolonel Inf Edison, S.E., M.M.
Tuntutan sebagai Prajurit Diponegoro adalah “bekerja, bekerja dan
bekerja”. Selain itu harus kreatif, inovatif dan pantang menyerah.
Berikan pengabdian yang terbaik bagi kepentingan Satuan dan
masyarakat. Jangan sekali-kali menyakiti hati rakyat yang justru akan
menciderai dan menurunkan citra Prajurit Kodam IV/ Diponegoro.
Baik-baik dengan rakyat merupakan prioritas utama yang harus selalu
dikedepankan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Demikian ditekankan Pangdam IV/
Diponegoro pada acara laporan korps serah
terima 4 pejabat jajaran Kodam yang
berlangsung di Serambi Makodam IV/Dip.
Jum’at (7/3). Sertijab meliputi jabatan
Danrem 071/Wijaya Kusuma dari Kolonel
Kav Nugroho Tjendakiarto, S.H. kepada
Kolonel Inf Edison, S.E., M.M., Aslog
Kasdam IV/Diponegoro dari Kolonel Inf
Haris Panca Putra kepada Letkol Czi
Adisura Firdaus Tarigan, K azidam IV/
Diponegoro dari Letkol Czi Adisura Firdaus
Tarigan kepada Letkol Czi Ir. Imam Soleh
Hadi, S.H., M.M. Selanjutnya penyerahan
tugas dan tanggung jawab jabatan Staf
Ahli Pangdam Bidang Sosbud dari
Pangdam IV/Diponegoro kepada Kolonel
Inf Sudaryanto.
Hadir pada acara laporan corps
Kasdam IV/Diponegoro, Irdam IV/
Diponegoro, para Danrem, para Asisten,
Staf Ahli, Staf Khusus dan Perwira Liaison
serta Kabalak dan Komandan Satuan
jajaran Kodam IV/ Diponegoro, Ketua Persit
Kartika Chandra Kirana PD IV/Diponegoro
beserta Pengurus.
Lebih lanjut Pangdam mengatakan,
upaya untuk meningkatkan kinerja
organisasi dan sekaligus mengembangkan
kemampuan personel dalam dimensi
kepemimpinan, manajemen serta
profesionalisme keprajuritan dilakukan
secara terus menerus dan terpadu. Dimana
dalam organisasi militer penyiapan personel
yang memiliki kemampuan sesuai dengan
kebutuhan organisasi dilakukan pembinaan
yang tepat.
36
Maret 2014
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
Kepentingan Bangsa
Satu hal penting yang ditegaskan
Panglima adalah apabila diberikan
tanggung jawab untuk memimpin sebuah
Satuan, maka amanah tersebut harus
dijalankan sebaik mungkin dan
dipertanggungjawabkan, tidak saja kepada
pimpinan dan bawahan tetapi lebih penting
lagi, dipertanggungjawabkan kepada Tuhan
Yang Maha Esa.
Kepercayaan yang telah diberikan oleh
pimpinan, harus dilaksanakan secara tulus
ikhlas tanpa pamrih dan selalu konsisten
pada satu komitmen, bahwa pengabdian
yang dilakukan semata-mata hanya untuk
kepentingan bangsa dan negara, bukan
untuk kepentingan pribadi.
Pada kesempatan tersebut Pangdam
menyampaikan ucapan terima kasih dan
penghargaan yang tulus kepada para
pejabat lama beserta istri atas segala
pemikiran dan karya nyata yang telah
dicurahkan selama memangku jabatan di
Satuan jajaran Kodam IV/Diponegoro dan
ucapan selamat kepada pejabat baru atas
kepercayaan yang telah diberikan
pimpinan TNI AD. (GD)
Penanda tanganan naskah serah terima jabatan
Sertijab Danyon 400/Raider :
Jaga Harga Diri dan Nama Baik Satuan
Demikian ditekankan P angdam IV/
Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo pada
acara Serah Terima Jabatan Komandan
Batalyon Infanteri 400/Raider dari Mayor
Inf Ferry Irawan digantikan Mayor Inf Heri
Bambang W ahyudi, di Markas Yonif 400
Raider Semarang, (23/3).
Mayor Inf Ferry Irawan selanjutnya
akan menempati jabatan baru sebagai
Komandan Secaba Rindam IV/
Diponegoro, sedangkan Mayor Inf Heri
Bambang
W ahyudi
sebelumnya
menjabat sebagai K asi Ter Korem 052/
Wijayakrama Jakarta.
L ebih
lanjut
Pangdam
mengharapkan agar ke depan tidak ada
lagi pelanggaran-pelanggaran, termasuk
gesekan masyarakat atau siapapun.
“Jaga kehormatan satuan 400/Raider,
kalaupun itu pernah ada pada masa lalu
biarlah itu masa lalu, kubur dalam-dalam
dan jadikan evaluasi agar ke depan tidak
terjadi lagi. Pangdam menegaskan bahwa
citra Raider adalah juga citra Kodam IV/
Diponegoro, karena Yonif 400 Raider ini
di bawah Komando Pangdam. “Jaga
nama baik Satuan dengan menghindari
segala bentuk pelanggaran,”tegas
Pangdam.
Pada kesempatan tersebut Pangdam
menyinggung masalah pemakaian atribut
TNI, bahwa selama ini banyak yang
bukan anggota TNI memakai atribut TNI,
sehingga membingungkan masyarakat.
Padahal pangkat jenderal berbintang dua,
di wilayah Kodam IV/Diponegoro ini
cuma Panglima. Oleh karena itu ke depan
Pangdam minta masalah ini ditertibkan.
Atribut- atribut TNI tidak bisa bebas dijual
Penyerahan tongkat Komando Danyonif 400/Raider
Seluruh prajurit Batalyon Infanteri 400 Raider termasuk
Komandan Satuan agar senantiasa menjaga harga diri dan nama
baik Satuan, diantaranya dengan meningkatkan kedisiplinan dan
menekan angka pelanggaran, termasuk pelanggaran hukum yang
menyangkut hubungan dengan masyarakat.
dan digunakan oleh siapapun yang tidak
berhak. “Kalau bangga dengan TNI
silahkan dicontoh semangatnya dan
jiwanya, tapi bukan seragam dan tanda
pangkat dan atribut bebas digunakan
semua itu diperoleh melalui perjuangan
dan tahapan yang mempertaruhkan
nyawa”, Ujar Pangdam.
Mayjen TNI Sunindyo melalui
jajarannya berencana akan berkoordinasi
dengan Kesbanglimas untuk menertibkan
ormas dan komponen lainnya dalam
penggunaan atribut TNI maupun yang
mirip-mirip. Penggunaan atribut maupun
seragam TNI tanpa hak bisa melecehkan
dan merugikan institusi TNI, apalagi bila
digunakan sebagai kedok untuk
Salam Komando Pangdam IV/Diponegoro bersama Mayor
Inf Ferry Irawan dan Mayor Inf Heri Bambang Wahyudi
Maret 2014
melakukan kejahatan.
Sehubungan dengan pelaksanaan
Pemilu, Pangdam mengamanatkan agar
para prajurit siap siaga menjelang Pemilu
dan juga kejadian bencana alam.
“Banteng” harus selalu siaga dan agar
semua prajurit menguasai peta
permasalahan di Kota Semarang,
contohnya prajurit harus tahu berapa
menit waktu ke Bandara dan sebagainya.
Ditambahkan bahwa pada tahun 2014
ini akan ada satu Heli yang disiagakan
di markas Yonif 400/Raider.
Kepada pejabat baru Pangdam
berpesan agar segera menyesuaikan diri
dengan lingkungan serta bekerja keras
menyesuaikan agenda latihan yang
dibebankan. Raider akan melaksanakan
tugas operasi ke perbatasan Papua.
Pangdam meminta agar prajurit
mempersiapkan mental dan fisik
gemblengan latihan – latihan yang sudah
dijadwalkan.
Serah terima Danyon Raider ini
sekaligus memperingati HUT ke - 61 Yonif
401/Banteng Raider yang merupakan cikal
bakal Yonif 400 Raider. Peringatan HUT
berlangsung sederhana mengundang para
sesepuh prajurit Banteng Raider dengan
hiburan berupa peragaan pembebasan
sandera, bela diri militer, tarian anak-anak
dan ibu Persit serta hiburan orkes
keroncong Ajendam IV/Diponegoro.
(GD)
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
37
BINTRAKOR
Apel Bersama Serah Terima Jabatan Danrem 071/WK
Peringatan HUT Infolahta AD
Harus Proaktif Aktualisasikan Peran
Sarana Evaluasi Serta Meningkatkan Kualitas
dan Kinerja Infolahta AD
Penyerahan buku memorandum
Secara organisasi, saya pindah
Satuan sebagai Wadan Pussenkav,
namun sebagai seorang prajurit di
manapun bertugas dan berada semangat
pengabdian sebagai prajurit tetap sama
yakni mengabdi demi kepentingan
masyarakat, bangsa dan negara
Indonesia yang kita cintai bersama, papar
Kolonel Kav Nugroho Tjendakiarto, S.H.
dalam sambutan pada Apel Bersama
Serah Terima Jabatan Danrem 071/Wk
yang berlangsung di Lapangan Upacara
Makorem 071/Wk Jl. Gatot Subroto
Sokaraja Banyumas (10/3).
“Selama kurang lebih satu tahun,
tepatnya pada tanggal 16 Maret 2013,
mengemban tugas sebagai Komandan
Korem 071/Wk sampai dengan 7 Maret
2014, bersama-sama dengan seluruh
Prajurit dan PNS Korem 071/Wk
berupaya seoptimal mungkin untuk
mewujudkan peningkatan kesiapan
operasional satuan, profesionalisme
prajurit, kesejahteraan personel, serta
tertib administrasi dan hukum dalam
rangka membangun prajurit TNI yang
solid, professional, tangguh berwawasan
kebangsaan dan dicintai rakyat.
Keberhasilan ini, tentunya tidak
terlepas dari kinerja seluruh Prajurit dan
PNS jajaran Korem 071/Wk yang
bekerjasama dengan pemerintah daerah
dan seluruh komponen masyarakat. Saya
sadari bahwa disamping keberhasilan
tersebut, ada beberapa bagian yang
masih ada kekurangan yang perlu
ditingkatkan dan dilanjutkan antara lain
upaya peningkatan kemampuan
kekuatan Satuan, professional prajurit
dalam rangka membangun Satuan yang
ideal sesuai tugas dan fungsinya.
“Terima kasih dan penghargaan
yang tulus kepada seluruh Prajurit dan
PNS jajaran Korem 071/Wk atas
kesungguhan, kebersamaan, dedikasi dan
dukungannya sehingga dalam
pelaksanaan tugas dan kegiatan dapat
terlaksana dengan baik”, sambungnya.
38
Maret 2014
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
Sementara itu, Danrem 071/Wk
Kolonel Inf Edison, S.E., M.M.
menyampaikan sebagai pejabat baru,
merasa terinovasi untuk melanjutkan
karya nyata yang telah diwujudkan oleh
Kolonel Kav Nugroho Tjendakiarto, S.H.
pada masa mendatang, sehingga Korem
071/Wk akan terus berprestasi.
“Untuk mewujudkan niat dan
keinginan tersebut, saya mengharapkan
dukungan dan kerjasama dari seluruh
Prajurit dan PNS jajaran Korem 071/Wk,
para pejabat Forkopimda, tokoh agama
dan masyarakat serta semua pihak.
Karena hanya dengan semangat
kebersamaan, kekompakan, kerja keras
dan sinergitas dari kita semua keinginan
itu akan dapat terwujud”, terangnya.
Selain itu, seluruh Prajurit dan PNS
jajaran Korem 071/Wk agar selalu proaktif dalam mengaktualisasikan perannya
di manapun bertugas dan berada,
bersama-sama
dengan
aparat
pemerintah daerah, Polri, tokoh agama,
tokoh masyarakat dan seluruh komponen
bangsa lainnya. Kegiatan dikuti Kasrem
071/Wk, para Dandim sejajaran Korem
071/Wk, para Kabalak Aju Kodam IV/
Dip jajaran Korem 071/Wk, para Kasirem
071/Wk, para Perwira, Bintara, Tamtama
dan PNS baik Makorem 071/Wk,
perwakilan Kodim jajaran Korem 071/Wk
maupun Balak Aju Kodam IV/Dip jajaran
Korem 071/Wk.
(Korem 071/WK)
Foto bersama anggota Korem 071/WK dengan rombongan seni Kenthongan
Kainfolahtadam IV/Dip.,Kol Inf Lilik Wahyu Wijayanto, S. Sos
didampingi ibu memotong tumpeng HUT ke- 38 Infolahta AD.
Peringatan ulang tahun merupakan salah satu tradisi kegiatan
satuan yang dilaksanakan oleh Badan Infolahta AD dalam rangka
pembinaan Satuan, penanaman soliditas dan jiwa korsa antara
sesama komunitas Infolahta AD guna meningkatkan kinerja satuan
dalam mengemban peran, tugas dan fungsi Infolahta Angkatan
Darat.
Oleh karena itu hendaknya acara
syukuran tidak hanya sekedar menjadi
kegiatan rutin tahunan dan bersifat
seremonial belaka, tetapi dapat kita
manfaatkan sebagai wahana dan
momentum untuk melakukan evaluasi dan
instropeksi serta pengkajian terhadap
berbagai pengalaman dalam pelaksanaan
tugas di masa lalu serta melakukan
perbaikan- perbaikan untuk meningkatkan
kualitas dan kinerja Infolahta Angkatan
Darat dalam pelaksanaan tugas yang lebih
baik. Demikian amanat Kadisinfolahtad,
Brigjen TNI Ir, Edy Sudarmanto pada
peringatan HUT ke-38 Infolahta AD tahun
2014
yang
dibacakan
oleh
Kainfolahtadam IV/Diponegoro Kolonel Inf
Lilik Wahyu Wijayanto, S. Sos.
Peringatan HUT ke 38 Infolahta AD
dengan tema “ Infolahta Angkatan
Darat bertekad meningkatkan
Integritas Sumber Daya Manusia di
bidang Teknologi Informasi guna
mewujudk an Tranfor masi Sistem
Informasi dalam rangka mendukung
Tugas Pokok TNI AD” Infolahtadam IV/
Diponegoro bertekad meningkatkan SDM
di bidang Teknologi Informasi guna
mewujudkan Tranformasi Sistem
Informasi dalam rangka mendukung
Tugas Pokok TNI AD khususnya di Kodam
IV/Diponegoro
Dalam HUT Infolahta AD ke 38,
Infolahtadam
IV/Diponegoro
melaksanakan berbagai rangkaian
kegiatan : olahraga berupa senam aerobik
bersama, lomba goyang cesar dan
pertandingan tenis meja yang diikuti seluruh
anggota Infolahtadam IV/Diponegoro.
Kemudian bhakti sosial diantaranya
anjangsana ke mantan anggota
Infolahtadam IV/Diponegoro, donor darah
dan pemberian tali asih kepada putra putri
anggota yang berprestasi. Ziarah
rombongan ke TMP Gatot Subroto
Ungaran.
Sebagai acara puncak, dilaksanakan
syukuran HUT ke 38 Infolahta AD di Aula
Infolahtadam IV/Diponegoro (8/3),
ditandai dengan pemotongan tumpeng
oleh kainfolahtadam IV/Diponegoro dan
diberikan kepada PNS yang berprestasi
yaitu PNS Haryantoko, A.md. yang
mewakili Infolahtadam IV/Diponegoro dan
telah meraih juara III dalam lomba profesi
pembuatan program tentang Aplikasi
Pelayanan Kesehatan yang di
selenggarakan oleh Disinfolahtad.
(Infolahtadam IV)
Donor darah dalam rangka
HUT Infolahta AD.
Maret 2014
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
39
BINTRAKOR
Hukum Angkatan Darat
sebagai salah satu pengemban
fungsi teknis militer umum TNI
AD dituntut senantiasa
melaksanakan pembinaan
secara konseptual dan
berkesinambungan seiring
dengan kebijakan Pimpinan
TNI AD dalam membangun
transformasi TNI AD. Terkait
itu, korps hukum dituntut
senantiasa meningkatkan ilmu
pengetahuan serta mengasah
kemampuan dan ketrampilan
untuk mendukung pelaksanaan
tugas.
Kakumdam IV/Dip. Kolonel Chk (K) Sri Widyastuti, S.H. menyerahkan potongan tumpeng
kepada PNS Moerdiati, SH
Direktur Hukum AD :
Laksanakan Pembinaan Konsepsional
dan Berkesinambungan
Demikian dikatakan Direktur Hukum
Angkatan Darat, Brigjen TNI
Mulyono,S.H., S.I.P., M.H. dalam
amanat yang dibacakan Kakumdam IV/
Diponegoro, Kolonel Chk (K) Sri
Widyastuti, S.H. pada acara syukuran
HUT ke-62 Korps Hukum Angkatan Darat
(1 Maret 2014) yang dilaksanakan di
Kakumdam menyerahkan bingkisan ke Ponpes Al Chasaniah
40
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
Maret 2014
Makumdam IV/Diponegoro (4/3). Acara
syukuran dihadiri oleh Waasperskasdam
IV/Dip. Letkol Arh Elman Nawendro,
mewakili Aspers Kasdam IV/Dip.,
Kadilmil II-10 Smg, Kaotmil II-10 Smg,
Kadilmil II-11 Yogyakarta, K aotmil II-11
Yogyakar ta, para Per wira hukum yang
berdinas di luar Satuan Kumdam IV/Dip.
para mantan Kakumdam IV/Dip., para
sesepuh Korps Hukum Angkatan Darat,
anggota Kumdam IV/Diponegoro dan
ketua serta anggota Persit K ar tika
Chandra Kirana di lingkungan Kumdam
IV/Dip.
Untuk itu, kita harus bekerja keras,
belajar dan berlatih dengan prinsip ingin
memberikan yang terbaik kepada TNI
Angkatan Darat, berani, jujur, tulus dan
ikhlas serta dilandasi dengan semangat
pantang menyerah sehingga kita akan
mampu menjadikan Korps Hukum
Angkatan Darat menjadi lebih
profesional, handal dan dapat
dibanggakan.
Dirkumad juga berharap agar
peringatan hari jadi Korps Hukum
Angkatan Darat dapat menjadi sebuah
momentum dalam meningkatkan moril
serta motivasi seluruh warga Korps
Hukum dalam melanjutkan pengabdian
kepada bangsa dan negara. Rangkaian
keberhasilan yang telah dicapai pada
hakekatnya merupakan hasil karya para
pendahulu Korps Hukum Angkatan
Darat, untuk itu kami atas nama seluruh
warga Korps Hukum Angkatan Darat
mengucapkan terima kasih dan
penghargaan yang setinggi-tingginya
kepada para sesepuh dan para pendahulu
yang telah membangun, membina dan
mengantarkan perjalanan Korps Hukum
Angkatan Darat agar selalu mendapat
perlindungan dan keberkahan dari Tuhan
Yang Maha Esa.
Tema peringatan HUT ke-62 Korps
Hukum Angkatan Darat “Dilandasi
semangat Satya Wira Wibawa warga
Korps Hukum Angkatan Darat siap
menjaga Netralitas TNI dalam
menghadapi Pemilu Tahun 2014”.
Sementara itu, Asperskasdam IV/
Dip. yang diwakili oleh Waaspers dalam
sambutan menyampaikan bahwa
Kumdam IV/Dip. merupakan staf khusus
Pangdam IV/Diponegoro yang dalam
kesehariannya mempunyai tugas pokok
memberikan saran kepada Pangdam IV/
Diponegoro. Hal yang membanggakan,
bahwa saran dari Kumdam hampir 100
% disetujui oleh Panglima. Berkaitan
dengan HUT ke-62 Korps Hukum
Angkatan Darat diucapkan “Selamat
Ulang Tahun yang ke - 62 Korps Hukum
Angkatan Darat dengan harapan di tahun
2014 kita semua dapat menyelesaikan
segala permasalahan dengan semangat
Satya Wira Wibawa“.
Ziarah ke TMP Giri Tunggal Semarang
Turut memberikan sambutan pada
acara tersebut, Kolonel (Purn) Ign.
Kartiman, S.H., mantan Kakumdam 20
tahun yang lalu, yang berpesan agar
perlunya mengasah kepiawaian hukum
dalam praktek sehari-hari karena
meskipun seseorang berpengetahuan
tinggi tapi tidak dipraktekkan hasilnya
tidak maksimal.
Acara
syukuran
ditandai
pemotongan tumpeng oleh Kakumdam
IV/Diponegoro Kol Chk (K) Sri Widyastuti,
S.H. diserahkan PNS tertua yakni PNS
Moerdiati, S.H.
Rangkaian kegiatan
Berbagai kegiatan dilaksanakan
diantaranya bhakti sosial : donor darah,
karya bhakti membersihkan dan
pengecetan Masjid Al Ikhlas Desa
Patemon, Kelurahan Patemon Kecamatan
Gunungpati, Semarang.
Anjangsana ke Panti Asuhan Darul
Hasan, Bergas Karangjati, Semarang,
dihadiri oleh Kakumdam, Wakakum,
Per wakilan dari Dilmil Letkol Chk (K)
Alifah, S.H., M.H. dengan memberikan
sumbangan berupa sembako.
Ziarah ke TMP Giri Tunggal, Ziarah
diikuti anggota Kumdam, Kaotmil II-10
Semarang dan staf, Kadilmil II-10
Semarang dan staf serta perwakilan Persit
KCK Ranting Kumdam IV/Diponegoro.
Pertandingan olah raga : Voli pantai
putra, Tenis Meja Putra, Tenis meja
ganda putra, tenis meja putri,diikuti oleh
semua anggota Kumdam IV/Dip.
(Kumdam IV/Dip.)
Rekapitulasi Pengiriman Artikel
Dari Tanggal 1 Maret s/d 27 Maret 2014
Jajaran Korem 071/WK : 37, terdiri dari Korem : 4, Kodim 0712/Tegal : 12, Kodim 0701/Banyumas : 10,
Kodim 0704/Banjarnegara : 4, Kodim 0713/Brebes : 6, Kodim 0736/ Batang : 1.
Jajaran Korem 072/Pamungkas : 20, terdiri dari Korem : 14, Kodim 0707/Wonosobo : 3, Kodim 0709/
Kebumen : 2. Kodim 0732/Sleman : 1.
Jajaran Korem 073/Makutarama : 42, terdiri dari : Korem : 23, Kodim 0716/Demak : 2, Kodim 0717/
Purwodadi : 5, Kodim 0720/Rembang: 5, Kodim 0721/Blora : 6, Kodim 0722/Kudus : 1.
Jajaran Korem 074/Warastratama : 156, terdiri dari Korem : 5, Kodim 0725/Sragen : 82 , Kodim
0726/Sukoharjo : 17, Kodim 0727/ Karanganyar : 16, Kodim 0728/Wonogiri : 4, Kodim 0735/Surakarta : 12
Kodim 0733-BS/Semarang : 6, Brigif 4 DR : 3, Zipur 4 : 1, Rindam : 1
Maret 2014
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
41
BINTal
Nyepi Dan Pengendalian Diri
Semua umat Hindu kini berusaha
untuk mengamalkan makna yang
terkandung dari setiap aktivitas
keagamaan yang mereka lakukan.
Pengamalan ajaran agama secara
mantap akan mengantarkan untuk
mewujudkan kebahagian yang sejati.
Peringatan hari raya Nyepi pada
hakekatnya proses penyempurnaan hidup
kualitas umatHindu, melalui pengendalian
diri dan sebagai ungkapan pengekangan
indriya untuk mencapai keheningan jiwa.
Dengan keheningan jiwa pikiran,
perkata an dan perbuatan dapat
dikendalikan sehingga tercermin perilaku
yang santun, arif bijaksana dan semangat
atau cinta kasih sehingga tercipta hidup
toleransi terhadap sesama. Disamping itu
Nyepi mampu memberikan pencerahan
pikiran dan penyempur naan jiwa sebagai
bekal dalam menyongsong kehidupan
yang baru.
Perayaan Nyepi, Tahun Baru Saka
sesungguhnya merupakan tradisi
keagamaan yang mengandung nilai-nilai
luhur untuk meningkatkan kualitas
Sraddha dan Bhakti kepada Tuhan Yang
Maha Esa. Nyepi bukanlah sekedar
kegiatan rutin tahunan untuk menyongsong
Tahun Baru Saka, tetapi memiliki makna
spritual yang dalam yaitu sebagai
perwujudan Yajna, yakni kasih sayang
pengorbanan suci yang tulus dan ikhlas
demi berbakti kepada Tuhan Yang Maha
Esa. Dalam kitab suci Yajur veda XXIII 62
dinyatakan : Ayam yajnobhuvanasya
nabhia Yajna adalah poros terciptanya
alam semesta.
Kelangsungan kehidupan dan alam
semesta dengan segala isinya, adalah
karena Yajna dan cinta kasih-Nya sebagai
pula ditegaskan kembali dalam kitab suci
Bhagavadgita, sebagai berikut Saha
yajnah praja srtawa purowaca prsajapatih,
anena prasa visyadhvam esa vo stv ista
kamadhuk Bagavadgita III.10. Artinya :
Pada jaman dahulu, Tuhan Yang Maha
Esa (Sang Hyang Prajapati) menciptakan
alam semesta dan umat manusia atas
dasar Yajna dan ia bersabda “Wahai
mak hluk hidup dengan yajna ini engkau
akan berkembang biak dan jadikanlah
bumi ini sebagai sapi perahanmu“. Sloka
Bhagavadgita jelas menyatakan bahwa
terciptanya alam semesta dan segala
Peringatan Nyepi merupakan hari yang sangat khusus bagi umat
Hindu, karena selain sebagai hari peringatan Tahun Baru Saka,
Nyepi berbeda dengan hari-hari suci lainya seperti Galungan,
Kuningan, Saraswati, Pagerwesi. Saraswati maupun Siwa Ratri
yang diperingati relatif dengan tanpa pantangan yang ketat. Hari
raya Nyepi disambut dan dirayakan dengan khusuk. Bila di masa
yang lalu umat Hindu merayakannya secara tradisional dengan
kurang menimba makna yang terkandung didalamnya, kini mulai
tumbuh kesadaran untuk lebih mendalaminya dan usaha ini patut
dikondisikan terus.
42
Maret 2014
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
isinya, termasuk seluruh umat manusia
adalah karena Yajna atau korban suciNya. Dan untuk itu, Tuhan Yang Maha
Esa menuntut umat manusia untuk turut
pula melakukan yajna dan meyakini setiap
karya kita adalah sebagai perwujudan
Yajna dan bhakti kepada-Nya.
Berdasarkan kutipan diatas, dapatlah
kita cermati bahwa terdapat hubungan
yang erat antara Sang Pencipta, Tuhan
Yang Maha Esa dengan ciptaan-Nya.
Hubungan ini disebabkan oleh tali yajnaNya dan oleh karena itu maka
kesejahteraan dan kebahagiaan hidup
makhluk dan umat manusia maupun
kelestarian alam lingkungan kita, tidak
dapat lepas dari ikatan Yajna dan
merupakan kewajiban pula bagi setiap
makhluk teristimewa umat manusia yang
dianugrahi kemampuan berpikir untuk
turut memutar Cakra yajnya (roda yajnya)
dengan jalan melakukan Yajna. Yajna
disebut pula dengan nama kalpa dalam
bahasa Sansekerta digambarkan sebagai
pohon. Berbagai bentuk pelaksanaan
Yajna dapat dirangkum secara sederhana
ke dalam lima macam Yajna dikenal
dengan istilah Panca Yajna yang dalam
pengejawantahannya dilakukan melalui
upacara Panca Yajna, yaitu korban suci
yang ditujukan sebagai persembahan
kepada Tuhan Yang Maha Esa, para resi,
leluhur dan upacara untuk keselamatan
antar sesama umat manusia dan
keserasian dan kehormatan dengan
makhluk lainnya serta alam semesta
lingkungan hidup umat manusia. Perayaan
Tahun Baru Saka dimulai tiga hari sebelum
hari raya Nyepi dengan upacara Melis atau
Melasti, yakni melaksanakan prosesi
penyucian diri ke laut atau mata air
terdekat dengan mengusung berbagai
media pemujaan seperti arca, pratima
atau pralingga untuk memperoleh Tirta
suci sebagai perwujudan Amerta, air suci
kehidupan yang membahagiakan umat
manusia. Setelah prosesi Melis atau
Melasti, umat Hindu melaksanakan
upacara Bhuta Yajna bertujuan untuk
mewujudkan Bhuta Hita, yakni hubungan
yang harmonis antara manusia dengan
alam lingkungan nya. Sebenarnya upacara
Bhuta Yajna merupakan bagian dari Panca
Yadnya yang merupakan satu kesatuan
tidak terpisahkan. Setiap pelaksanaan
Yajna atau pengorbanan suci senantiasa
diikuti dengan yajna-yajna yang lain.
Umat Hindu menyambut atau
memperingati Tahun Baru Saka tidak
dengan kegiatan yang bersifat hura-hura
atau pesta-pesta, melainkan dengan
melakukan kegiatan keagamaan berupa
brata untuk mewujudkan keheningan hati
sebagai usaha menemukan Sang Diri
(atma) hanya akan berhasil bila kita
melakukan Brata, yakni janji atau tekad
bulat untuk menghentikan atau
mengendalikan aktivitas indriya (duniawi)
melalui pengekangan diri dengan berbagai
cara di antaranya mengendalikan
makanan atau minuman (bahkan tidak
menikmati hal itu).
Melaksanakan Brata Nyepi terdiri dari
empat macam kegiatan, yakni Amati geni
(mematikan api/tidak menggunakan api
baik untuk memasak maupun
penerangan). P ada hari itu dianjurkan
puasa guna mengisitrahatkan fungsi tubuh
dan mengendalikan nafsu. Amati Karya
(menghentikan aktivitas kerja jasmani),
tidak melaksanakan kerja fisik sebagai
upaya untuk mendekatkan diri kepada
Tuhan Yang Maha Esa. Masyarakat
dihimbau untuk bermeditasi, merefleksikan
diri atau membaca kitab suci. Amati
Lelanguan (tidak menikmati kesenangan/
hiburan), tidak menikmati keindahan atau
yang mengasyikkan seperti menikmati
hiburan musik, lagu dan lainnya. Pikiran
dipusatkan untuk merenungkan-Nya untuk
“mulatsarira” (pengendalian diri) dan
berpikir ke dalam diri sendiri agar dapat
menciptakan suasana tenang, hening dan
suci lahir dan bathin. Amati Lelungaan
(tidak bepergian/meninggalkan rumah),
yaitu diam sehari semalam di rumah untuk
mengurangi pandangan/kontak yang
merangsang pikiran. Semua jenis
kegiatan itu mendukung supaya umat
Hindu benar-benar secara khusuk
melakukan Yoga-Samadi, menyucikan diri
lahir dan batin, guna mendekatkan diri
dengan Hyang Widhi bentuk brata yang
diyakini paling tinggi adalah Mauna
(Mona) Brata, yakni tidak berbicara sama
sekali, yang bersangkutan akan mudah
melakukan puasa, karena rasa lapar akan
lenyap, bila seseorang mampu
mengendalikan dirinya untuk tidak
berbicara.
Manfaat Brata sangatlah utama,
sebab melalui brata itu umat manusia
mudah menyucikan dirinya. Sebuah
penelitian menunjukan bahwa pada saat
orang melakukan meditasi atau
bersembahyang dengan sujud, jumlah
darah putihnya ternyata meningkat.
Disamping saat melakukan Yoga atau
meditasi, terjadi relaksi (istirahat) total
yang memberikan kesegaran terhadap
jasmani dan rohani. Penjelasan tentang
Nyepi dengan kewajiban melakukan
Brata atau Upavasa dinyatakan dalam
Sundarigama, sebagai berikut : “Nyepi
amatigni, tan wenang sajadma anyambut
karya bsakalwirnya, agni saparanya tan
wenang kalinganya wenang sang weruh
ring tatwa angelaraken samadi. Tapa,
yogaamatitis Kasunyatan“.
Hari Nyepi tidak benar semua orang
melakukan pekerjaan, berapi- api, karena
mereka yang tahu hakekat agama
melaksanakan
samadhi,
yoga
memusatkan pikiran menuju kasunyataan,
Maret 2014
menyimak kembali makna yang
terkandung dari hari raya Nyepi dengan
Catur Brata Nyepi yang mudah dilakukan
oleh umat Hindu serta melaksanakan
Tapa, Brata, Yoga dan Samadhi bagi
mereka yang telah maju di bidang spritual,
sesungguhnya akan meningkatkan
kesadaran betapa pentingnya, hari yang
sangat dirahmati ini untuk mendekatkan
diri dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Dengan relaksi sehari, membantu
memulihkan organ tubuh yang lelah serta
dengan kegiatan spritual, memacu
peningkatan kualitas rohani umat
manusia.
Sehari setelah Nyepi adalah Ngembak
Geni (Lebur brata atau Lebur puasa), yang
artinya menghentikan kegiatan Brata dan
puasa. Setelah memasuki alam Sunya
atau sepi, mulailah kita memasuki tahun
atau suasana Tahun Baru dengan
semangat baru tentunya. Pada hari ini
umat Hindu mandi dengan air bunga,
sembahyang, metirta, untuk mensyukuri
segala karunia Tuhan yang telah kita
terima. Setelah melaksanakan suci laksana
dilanjutkan dengan makan/minum
sekedarnya guna kesegaran jasmani setelah
sehari berpuasa.UpacaraNyepi merupakan
perayaan Tahun Baru Saka ternyata
mampu meningkatkan semangat toleransi
yang tinggi, meningkatkan kualitas sumber
daya manusia yang disebabkan oleh
semangat dan kebangkitan spritual yang
semakin mantap bila seseorang benarbenar melaksanakan Brata-Brata yang
mesti dilakukan pada saat Nyepi.
Nyepi dari kata sepi di dalam bahasa
Sansekerta disebut dengan istilah Sunya
atau Vindu, yang artinya kosong, proses
pengosongan diri dari aktivitas indriya
(duniawi) mengantarkan seseorang untuk
meningkatkan kualitas yang mantap kan
menemukan kesadaran diri sebagai
realisasi dari pelaksanaan pengendalian
diri.
(Mayor Caj Drs. I Nyoman Wedu)
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
43
OPSLAT
Pangdam IV/Dip :
Pengalaman Tugas Bekal Berharga
Yonif 410/ Alugoro yang
telah melaksanakan
tugas sesuai dengan
target yang diberikan
oleh Komando atas.
“Kalian boleh bangga
dengan prestasi yang
telah kalian capai.
Selanjutnya diharapkan
m
a
m
p
u
mempertahankan
kredibilitas Satuan
dengan menjadikan
penugasan tersebut
sebagai pengalaman
yang sangat berharga,
sekaligus
sebagai
tambahan bekal untuk
meningkatkan
kemampuan sebagai
prajurit profesional,
yang komit terhadap
tugas dan tanggung
jawabnya
sebagai
Kapten Inf Dony G, Komandan Upacara
Kasdam IV/Diponegoro memeriksa pasukan 410/Alg yang selesai Pamtas Papua di Lanud A. Yani Semarang
Sebanyak 650 prajurit TNI dari Yonif 410/Alugoro Blora pulang
melalui jalur udara dari melaksanakan tugas di wilayah Papua.
Pemulangan prajurit dilakukan secara bertahap menggunakan
pesawat Hercules di Bandara Ahmad Yani Semarang.
Gelombang pertama sebanyak 204
orang prajurit diterima oleh Kasdam IV/
Diponegoro, Brigjen TNI Ibnu Darmawan,
Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar
Pranowo, S.H., Danr em 073/
Makutarama, Kolonel Inf Stephanus Tri
Mulyono dan pejabat TNI lainnya, Senin
(10/3). Rombongan pertama ini dipimpin
oleh Kapten Inf Dony G, rombongan
kedua datang sebanyak 121 prajurit
pada Selasa (11/3), dan selebihnya pada
rombongan terakhir yang tiba Sabtu (15/
3).
Kasdam, Brigjen TNI Ibnu
Darmawan mengatakan Satgas Yonif
410/Alg yang bermarkas di Blora dan
dibawah komando Korem 073/
Makutarama telah melaksanakan tugas
perbatasan RI – Papua New Guinea
selama tujuh bulan lebih.
membacakan amanat Pangdam IV/
Diponegoro, Mayjen TNI Sunindyo
mengatakan dan atas nama seluruh
jajaran Kodam IV/Diponegoro
mengucapkan selamat datang dan
selamat kembali ke induk Satuan Kodam
IV/Diponegoro, dan atas nama negara dan
Pimpinan TNI menyampaikan ucapan
terima kasih, rasa bangga dan
penghargaan yang tulus atas dharma
bhakti dan pengabdian dalam
melaksanakan tugas operasi.
Pangdam juga mengapresiasi Satgas
Apresiasi Satgas
Kasdam IV/Diponegoro yang
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberi ucapan selamat kepada Wadan Yonif 410/Alg
44
Maret 2014
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
Ucapan selamat Kasdam IVDip kepada Prajurit Yonif 410/Alg
pengawal tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Pemeriksaan kesehatan Prajurit 410/Alg setelah Pamtas Papua
Indonesia.
Berkaitan dengan situasi wilayah, Pangdam
berharap agar para prajurit dapat segera menyesuaikan
diri dengan lingkungannya, baik di dalam maupun di luar
Satuan, sehingga kepulangan prajurit dari daerah operasi
dapat diterima baik oleh keluarga, kawan maupun oleh
masyarakat.
Keberhasilan dalam tugas akan menjadikan rasa
bangga bagi prajurit, hendaknya ini disadari dan dijadikan
introspeksi diri, agar memiliki sikap yang lebih dewasa
dan rendah hati serta selalu menampilkan sosok prajurit
yang mencintai dan dicintai oleh rakyatnya.
Sebelum melaksanakan cuti, Pangdam
memerintahkan segera melaksanakan konsolidasi sesuai
prosedur yang telah ditetapkan, dengan mengecek alat
perlengkapan Satuan maupun perorangan yang
digunakan dalam pelaksanaan tugas operasi. Senjata dan
munisi merupakan prioritas utama dalam pengecekan,
jangan sampai ada prajurit yang membawa senjata, munisi
maupun bahan peledak ke rumah masing - masing. (GD) Pemeriksaan barang terhadap Prajurit 410/Alg selesai Pamtas Papua
Maret 2014
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
45
OPSLAT
WARTA
Apel Siaga Gunung Slamet
Antisipasi Kemungkinan Bencana
Paparan Letkol Inf Jefson Dandim 0712/Tgl kepada Danrem 071/WK
Sejak
adanya
peningkatan
kegempaan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan
status Gunung Slamet dari Normal (level I)
menjadi Waspada (level II) terhitung 10
Maret 2014 pukul 21.00 WIB. Gunung
Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa
Tengah, yang berketinggian 3.428 meter
dari permukaan laut, secara geografis
terletak pada posisi 70.14’30’ LS dan 1090
12’ 30" BT, berada diantara wilayah
Kabupaten Banyumas, Purbalingga,
Pemalang, Tegal, dan Brebes.
Guna mengantisipasi kemungkinan
terjadi letusan Gunung Slamet, Korem 071/
Wk sebagai Komando Kewilayahan Kodam
IV/Dip. siap dan tanggap melaksanakan
antisipasi meletusnya Gunung Slamet.
Kesiapan Korem 071/Wk, telah
mengerahkan satuan dibawahnya bersama
seluruh Forkopimda di seluruh jajaran
Korem 071/Wk dan instansi terkait untuk
dapat bersama-sama bersatu padu,
mengantisipasi segala kemungkinan yang
terjadi dengan Gunung Slamet.
Dari data yang terhimpun semua
wilayah jajaran Korem 071/Wk telah
melaksanakan simulasi bencana alam
terkait dengan aktivitas Gunung Slamet,
yakni Kodim 0702/Purbaligga di Ds.
Bambangan Ds. Kutabawa Kec. Karangrejo
(14/3), Kodim 0712/Tegal di Ds. Tuwel,
Kec. Bojong (14/3) dan Kodim 0713/Bbs.
Selanjutnya Kodim 0711/Pemalang di Kec.
Belik (21/3), Kodim 0701/Banyumas di Kec.
Baturaden Kab. Banyumas (24/3), Kodim
0704/Banjarnegaraa bertempat di kawah
Timbang Kab. Banjarnegara (25/3) dan
Kodim 0710/Pekalongan, bertempat di Kec.
Petung Kriyono Kab. Pekalongan (26/3).
Dari kedua wilayah tersebut, Kodim 0704/
Bna dan Kodim 0710/Pkl simulasi terkait
Gas Beracun Gunung Dieng.
Jajaran Korem 071/Wk meliputi 9
wilayah Kabupaten, 5 wilayah terdampak
erupsi Gunung Slamet yakni Kab.
Banyumas, Kab. Purbalingga, Kab.
Pemalang, Kab. Tegal, dan Kab. Brebes.
Terkait dengan aktivitas Gunung Slamet,
Kodim jajaran Korem 071/Wk yang
terdampak telah menyiapkan titik
pengungsian dan jalur evakuasi serta
mendata jumlah penduduk dan matrial
yang dipunyai penduduk setempat.
Kodim 0701/Bms, terdampak erupsi
antara lain di Kec. Baturaden, Kec.
46
Maret 2014
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
Sumbang dan Kec. Kedung Banteng Kab.
Banyumas, yang masing-masing terdiri dari
Desa Karangmangu, Desa Ketenger dan
Desa Kemutug (Kec. Baturaden) titik
pengungsian di Lap. Rempoah Kec.
Baturaden, Desa Limpakuwus, Desa
Kutayasa, Desa Sikapat Gandatapa, Desa
Banteran (Kec. Sumbang) titik pengungsian
di Kec. Sumbang, Desa Melung dan Desa
Kutaliman (Kec. Kedungbanteng) titik
pengungsian di Karangsalam dan Beji.
Kodim 0702/Pbg, terdampak erupsi di
Kec. Karangreja (Desa Kutabawa dan Desa
Serang), Kec. Mrebet (Desa Binangun, Desa
Pengalusan, Desa Cangkanayu), Kec.
Bojongsari (Desa Bumisari), Kec. Kutasari
(Desa Karangjengkol, Desa Cendana, Desa
Candinata) dan Kec. Bobotsari. Titik
pengungsian di masing-masing Balai Desa.
Kodim 0711/Pml terdampak erupsi di
Kec. Pulosari Desa Batursari (6,5 Km dari
Gunung Slamet), Desa Clekatan (6 Km),
Desa Jurangmangu (7 Km), Desa
Gunungsari (7Km), dan Desa Penakir (7
Km).
Kodim 0712/Tgl terdampak erupsi di
Kec. Bojong, desa Rembul (10 Km), Desa
Dukuh Tengah (8,5 Km), Dukuh Liwung
Desa Kedawung (7,5 Km). Kec. Bumijawa,
Dukuh Sawangan Desa Sigedong (6,5 Km),
dan Desa Guci (7,5 Km).
Kodim 0713/Bbs terdampak erupsi di
Kec. Sirampog, Desa Dawuhan terdiri dari
Dukuh Kaliwadas, Dukuh Cilik, dan Dukuh
Slemet , Desa Batursari di Dukuh Tengah,
Dukuh Kasa, dan Dukuh Batursari, Desa
Igir Klanceng. Kec. Paguyangan di Desa
Pandansari. (R em 071/WK)
Simulasi penanganan bencana alam di Kodim 0712/Tegal
Danrem 071/Wk Kolonel Inf Edison, S.E, M.M. memantau
aktivitas gunung Slamet secara langsung di Pos Pemantauan
Gunung Slamet Desa Gambuhan Kab. Pemalang, (11/3),
menyusul meningkatnya status Gunung Slamet dari Normal
(level I) menjadi Waspada (level II). Diharapkan agar
masyarakat yang terdampak di lima wilayah Kabupaten
(Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal dan Brebes)
meningkatkan kewaspadaan, karena status Gunung Slamet
dapat sewaktu-waktu berubah dengan cepat. Kepada seluruh
unsur Forkopimda segera merapatkan barisan guna memantau
secara terus menerus dan mengantisipasi dampak apabila
sewaktu-waktu terjadi.
Jubir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Kab. Pemalang Sutopo Pur wo Nugroho mengatakan
berdasarkan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi (PVMBG), selama 8 s.d 10 Maret 2014,
sekitar Pulosari Kab. Pemalang terjadi 441 gempa embusan
dan 9 kali gempa vulkanik dangkal. Selain itu, muncul pula
larva pijar pada gunung yang berketinggian 3.428 meter dari
permukaan laut dan secara geografis terletak pada posisi
70.14’30’ LS dan 1090 12’ 30" BT, mengalami kegempaan
sejak 1 Maret 2014.
Gunung Slamet dalam sejarahnya pernah meletus di abad
19, dan meningkat aktivitasnya pada tahun 2009. Adanya
peningkatan kegempaan dari aktivitas Gunung Slamet, terhitung
10 Maret 2014, masyarakat dihimbau tetap tenang dan tidak
panik, dan tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 2 km
dari kawah Gunung Slamet. (Korem 071/WK)
Kodim 0735/Ska
Korem 074/Wrt
Galakkan Keluarga Berencana
Silaturahmi Dengan Wartawan
Danrem 071/Wk Melaksanakan
Pemantauan Gunung Slamet
( ..........)
Dalam Rangka Meningkatkan Peran TNI di Satuan
Kewilayahan Babinsa Kelurahan Jebres Kodim 0735/Surakarta
beserta UPT KB Kec Jebres dan PC Muslimat NU kota
Surakarta mengadakan kegiatan bhakti sosial pelayanan KB.
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Hari lahir
Muslimat NU ke-68 itu, diikuti sekitar 100 akseptor di Puskesmas
Pembantu Kandang Sapi Jebres Surakarta.
Pada kesempatan tersebut, para Babinsa ikut berperan
serta dalam kegiatan, mereka mengajak masyarakat untuk ikut
serta dalam pelaksanaan KB agar terciptanya kesejahteraan
masyarakat. Dengan kesejahteraan yang meningkatkan
diharapkan kondisi negara kita semakin maju dan kuat.
(Koramil Jebres)
Danrem 074/Warastratama, Kolonel Inf Mulyo Aji, M.A.
beserta Staf Korem melaksanakan silaturahmi dengan wartawan
yang ada di wilayah Eks Karesidenan Surakarta, bertempat di
Makorem 074/Warastratama (4/3).
Dalam kesempatan ini, Danrem mengharapkan kerjasama
yang baik antara para wartawan dengan Korem 074/Wrt
terutama untuk peliputan TNI AD khususnya yang di wilayah
Eks Karesidenan Surakarta, karena wartawan merupakan
penyambung lidah/keluh kesah masyarakat. Teman-teman
wartawan merupakan mitra kerja TNI, dan sebagai penyampai
informasi kepada masyarakat.
Acara silaturahmi ini rutin dilaksanakan di jajaran Korem
074/Warastratama sehingga terjalin komunikasi yang semakin
erat antara Korem 074/Warastratama dengan rekan -rekan
wartawan. (Penrem 074/Wrt)
Maret 2014
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
47
WARTA
Wasbang Danrem 074/Wrt :
Isi Kemerdekaan dengan Baik
Rasa kebangsaan Indonesia dianggap sudah mulai luntur,
hal ini dikaitkan dengan kenyataan derasnya arus globalisasi
dan westernisasi, semakin lunturnya budaya ketimuran
Indonesia. Semakin sulit kita temukan pada anak muda jaman
sekarang sopan santun khas budaya timur yang dilakukan orangorang tua dulu.
Demikian dikatakan Danrem 074/Warastratama Kolonel
Inf Mulyo Aji, M.A. pada seminar wawasan kebangsaan
bertempat di Gedung Garuda Graha Kampus STIE AUB
Surakarta (12/3). Danrem memberikan ceramah Wawasan
Kebangsaan dengan tema “Membangun jati diri generasi muda
yang berwawasan kebangsaan”.
Dikatakan Danrem, pelestarian rasa kebangsaan Indonesia
merupakan salah satu usaha untuk tetap tegaknya Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Meskipun telah terjadi penurunan
rasa kebangsaan Indonesia, kita tetap harus optimis, karena
masih banyak potensi bangsa yang dapat dikembangkan demi
tetap terpeliharanya rasa kebangsaan dan dapat dijadikan
pijakan untuk usaha-usaha memelihara dan meningkatkan rasa
kebangsaan Indonesia. Danrem juga mengajak segenap
mahasiswa untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang
baik, jauhi perbuatan yang melanggar hukum, berkarya untuk
kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dengan tetap
berpegang teguh kepada 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara.
(Penrem 074/Wrt).
RAT Primkop Kartika C. 05
48
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
Maret 2014
Kodim 0733/BS Siap
Sukseskan Pemilu
Dandim 0733 BS/Semarang Letkol Kav Dicky Armunantho
Mulkan, S.I.P dan anggota KPU Kota Semarang menjadi nara sumber
talkshow dalam rangka menyukseskan pesta demokrasi Pemilu
Tahun 2014 oleh Kompas TV.
Pada kesempatan tersebut Dandim 0733/BS mengungkapkan
tentang pentingnya peran Kodim 0733/BS dalam rangka menjamin
pelaksanaan Pemilu tahun 2014 di Kota Semarang, agar dapat
berjalan dengan aman, tertib dan lancar diantaranya menjunjung
tinggi netralitas TNI, mendorong anggota keluarga untuk
berpartisipasi dalam Pemilu dan membantu kelancaran KPU serta
Polri dalam pelaksanaan tugasnya. Ditambahkan, komitmen
netralitas prajurit telah diatur dalam berbagai peraturan yang jelas
dan tegas, mencantumkan pedoman berisi larangan-larangan yang
harus dipatuhi yang terangkum dalam Buku Saku Babinsa, agar
berhasil dalam menjalankan komitmen netralitas dan tugas
pengamanan Pemilu. Disamping menguasai aturan hukum dan
prosedur tetap, secara otomatis setiap prajurit harus memiliki bekal
wawasan pengetahuan yang cukup atau semua hal tentang Pemilu.
Dandim juga menghimbau kepada seluruh warga masyarakat
Kota Semarang yang telah memiliki hak pilih untuk menggunakan
hak pilihnya pada tanggal 9 April 2014, karena satu suara sangat
berarti dan akan menentukan masa depan bangsa sebagai warga
negara yang baik.(Kodim 0733/BS)
Dalam rangka Tutup Buku Tahun 2013, Primer Koperasi
Kartika C.05 Kodim 0716/Demak melaksanakan Rapat
Anggota Tahunan (RAT) ke - 45. Kegiatan berlangsung di Aula
Makodim 0716/Demak (3/3).
Dandim 0716/Demak Letkol Inf Ari Aryanto selaku
Pembina Primer Koperasi Kartika C.05 mengatakan rapat
anggota tahunan merupakan bentuk pertanggunjawaban
pengurus kepada anggotanya dalam melaksanakan kegiatan
koperasi, semoga kehadiran koperasi dapat memberi manfaat
bagi anggotanya.
Rapat anggota tahunan Primer Koperasi Kartika C.05
Kodim 0716/Demak dihadiri undangan dari Ka Dekopinda, Ka
Disperindagkop UKM, Kotda “C”, Keprimkop Kar tika, Pasi dan
Danramil jajaran, beserta seluruh Anggota Koperasi Kodim
0716/Demak sebanyak 247 orang.
(Serda Yudha W.)
Kodim 0704/Bna
Ratusan orang komponen masyarakat mengikuti
komunikasi sosial ber tempat di Aula Olah Yudha Kodim 0704/
Banjarnegara (12/3). Mereka terdiri dari : tokoh agama, tokoh
pemuda, tokoh masyarakat dan siswa/siswi.
Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Edy Rachmatullah
dalam sambutannya mengatakan komunikasi sosial bertujuan
untuk menjalin keakraban dengan komponen masyarakat.
Kegiatan ini juga sebagai wadah untuk menyatukan visi dan
presepsi sehingga terwujudnya kesatuan bangsa dan
pemahaman yang sama. Komunikasi sosial yang dibangun TNI
dengan berbagai komponen masyarakat adalah dalam rangka
membangun karakter bangsa, guna memperkuat ketahanan
negara.
Ada empat hal yang harus dipedomani dalam kehidupan
berbangsa yakni, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945,
Bhinneka tunggal Ika, dan NKRI. Setiap elemen yang menjadi
bagian dari organisasi secara keselurahan merupakan unsur
penting dan saling terkait, untuk itu sekecil apapun perannya
merupakan sumbangsih terhadap kemajuan bangsa. (Kodim
0704/Bna)
Pemda & Kodim 0726/Sukoharjo
Bantu Korban Gunung Kelud
Kodim 0720/Rbg Sosialisasi
Wasbang Di SMK
Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya didampingi Dandim
0726/Sukoharjo dan jajaran Muspida Sukoharjo
memberangkatkan iring-iringan truk pengirim bantuan korban
erupsi Gunung Kelud ke Kediri Jawa T imur (4/3). Pengiriman
bantuan senilai Rp 500 juta mengunakan kendaraan dari berbagai
Instansi antara lain 1 unit dari Kodim 0726/Sukoharjo 3 unit
dari DPU, 1 unit dari Satpol PP Kab. Sukoharjo, 3 unit kendaraan
truk umum, 1 unit dari BPBD 1 unit dan Dinsos Kab. Sukoharjo.
Kepala Dinas Sosial Bp. Sarmedi menyampaikan, bantuan
sampai saat ini masih terus mengalir dari berbagai donatur baik
dari masyarakat, instansi pemerintah, militer, swasta, Ormas,
maupun perorangan. Bentuk bantuanpun bermacam -macam
antara lain sembako, peralatan mandi, berbagai makanan, beras,
mie instant, lauk pauk, peralatan rumah tangga, makanan bayi,
pakaian pantas pakai, bahkan perlengkapan tidur serta peralatan
kebersihan.
Sekda Sukoharjo Agus Santosa mengatakan bantuan
tersebut merupakan wujud kepedulian warga masyarakat
Sukoharjo terhadap warga masyarakat Kediri Jawa Timur yang
terkena dampak erupsi Gunung Kelud 13/2 lalu.(Kodim 0726/
Skh)
Pasipers Kodim 0720/Rembang Kapten Arh Sumidjan
melaksanakan sosialisasi wawasan kebangsaan dan
penerimaan TNI di SMK Negeri Rembang. Sosialisasi
dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan kepramukaan yang
rutin berlangsung satu minggu sekali.
Dikatakan Pasipers, bahwa generasi muda adalah penerus
bangsa dan di tangan generasi muda inilah bangsa bisa menjadi
besar, karena itu cintailah bangsa ini. Caranya sangat mudah
seperti giat dalam belajar, hormati orang tua, guru dan orang
yang lebih tua dari kita, melaksanakan upacara bendera setiap
hari Senin dan sebagainya.
Kemudian, jangan terpengaruh dengan adanya informasiinformasi di media cetak maupun elektronik yang bukan budaya
bangsa kita serta jangan sampai terpengaruh dengan pergaulan
bebas yang akan menyesatkan adik-adik, jauhi narkoba dan
jangan sekali-kali mendekati bahkan menggunakannya karena
narkoba adalah musuh kita bersama juga musuh negara,
Pasipers juga menyampaikan sosialisasi penerimaan Prajurit
TNI kepada peserta tidak dipungut biaya. (Kodim 0720/
Rembang)
Komsos Dengan Masyarakat
& Pelajar
Maret 2014
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
49
WARTA
Koramil 18/Puring Dim 0709/Kbn
Menyambut Murid Sekolah
A n g g o t a
Koramil 18/
Puring Kodim
0 7 0 9 /
Kebumen,
s e b e l u m
melaksanakan
tugas
di
wilayah,
datang
ke
SMPN
2
Puring untuk
memberikan
salam kepada murid-murid yang datang. Hal ini dilaksanakan
untuk menambah motivasi atau semangat belajar anak-anak
sekolah tersebut dan menjadi sarana komunikasi sosial
pembinaan pemuda yang berkarakter bangsa di wilayah
setempat.
Semula rata-rata murid kurang disiplin, rambut acakacakan, baju tidak di masukkan, tapi begitu anggota Koramil 18/
Puring aktif di sekolah tersebut, murid menjadi disiplin dan rapi.
Kegiatan anggota Koramil 18/Puring yaitu sering memimpin
mengambil apel pagi, PBB, senam bersama, jalan santai dll.
Selain itu, yang rutin dilaksanakan adalah hari jumat, jalan
santai dan bersih-bersih dan Yasinan. Keberadaan TNI di
sekolahan itu sangat dirasakan oleh para Guru dan murid.
Kepala sekolah Sugeng Supoyo S.Pd. menyampaikan
banyak terimakasih kepada Kodim 0709/Kebumen khususnya
koramil 18/Puring yang telah terjun langsung dan ikut aktif
membantu di sekolahannya, sehingga murid-murid menjadi
disiplin di dalam dan di luar sekolah serta semangat untuk
belajar.( Srd Machfud s Anggota staf Ter Dim)
Koramil 07/Ngrampal Dim 0725/Srg
Sosialisasikan KRPL ke Anggota PKK
Babinsa
Koramil
07/
Ngrampal, Kodim
0725 Sragen Sertu
T h o y i b i
melaksanakan
Komsos dengan
Ibu – ibu PKK
Desa Bener Kec.
Ngrampal (5/3).
D a l a m
kesempatan tersebut, Babinsa Bener Sertu Thoyibi
menyampaikan kepada ibu – ibu PKK pentingnya membuat
Kawasan Rumah Pangan L estari (KRPL) bisa membantu
kebutuhan tiap hari.
Silaturahmi yang dilakukan anggota Babinsa ini mendapat
perhatian dari Ibu-ibu anggota PKK dan mendukung ajakan
yang dilakukan. Lahan yang tersedia, bila ditanami tanaman
yang bermanfaat dapat membantu mengurangi pengeluaran.
Usai dilakukan Silaturahmi dan dilanjutkan Pemantauan
wilayah di sekitar Desa Bener Kec. Ngrampal.
(Koramil Ngrampal)
50
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
Maret 2014
Koramil 15/Gml Dim 0725/Srg
Pembersihan Lingkungan TK
Anggota Koramil
15/Gemolong Kodim
0725/Sragen dan
guru TK Anggrek serta
warga masyarakat
sekitar, dipimpin oleh
Bati
Tu u d
melaksanakan
pembersihan
lingkungan sekolah
baik
mengenai
saluran air dan pemotongan rumput (5/3).
Bati TuuD menyampaikan lingkungan sekolah yang bersih
akan bermanfat diantaranya: menjadi lebih sejuk, bebas dari polusi
udara, terhindar dari berbagai penyakit, lebih tenang dalam
menjalankan aktifitas sehari-hari dan air menjadi lebih bersih dan
aman untuk di minum dan sebagainya.
Kebersihan lingkungan sangat penting mulai dari rumah
misalnya rajin menyapu halaman rumah, membersihkan selokan,
membuang sampah pada tempatnya. Lingkungan akan lebih baik
jika semua orang sadar dan bertanggungjawab akan kebersihan
lingkungan, karena hal itu harus ditanamkan sejak dini, di sekolah
pun kita diajarkan untuk selalu hidup bersih. Dalam agama Islam
pun kita di ajarkan untuk selalu hidup bersih, karena kebersihan
adalah sebagaian dari iman. (Koramil Gemolong)
Kodim 0717/Pwd
Terima 95 Motor Untuk Babinsa
Sejumlah
95 dari 280 sepeda
motor dinas Babinsa
Kodim
0717
Purwodadi tiba di
Makodim (7/3).
Setelah dicocokkan
nomor rangka dan
mesin dengan plat
nomor, motor merk
Yamaha
Vixion
langsung dibagikan. Dandim 0717 Purwodadi Letkol Inf Jaelan
mengatakan motor diberikan pada Babinsa yang bertugas di wilayah
pelosok dulu, agar saat bertugas tidak terkendala oleh transportasi,
lainnya menyusul.
Dandim 0717/Pwd mengatakan sesuai rencana, selain sepeda
motor dinas, Kodim 0717 Purwodadi akan menerima 20 mobil dan
satu bus baru dari Mabes Angkatan Darat. Kendaraan baru ini
diharapkan bisa menunjang pengamanan wilayah terutama menjelang
pelaksanaan Pileg dan Pemlihan DPD April nanti. 19 mobil Mitsubishi
Triton Double Cabin diperuntukkan bagi Danramil di 19 kecamatan.
Satu mobil lainnya berupa Daihatsu Terios menggantikan Isuzu Panther
tahun 1990 menjadi mobil operasional Dandim. Sementara Isuzu
Panther akan digunakan sebagai mobil operasional K asdim.
Sebenarnya mobil ini sudah sejak lama digunakan oleh Kasdim, karena
Dandim menggunakan mobil jatah FKPD berupa Chevrolet Captiva.
Kedepan, motor maupun mobil dinas mengalami kerusakan
menjadi tanggungjawab Perwira Seksi Logistik (Pasilog). Prosedurnya,
setiap kendaraan rusak dibawa ke Makodim terlebih dulu sebelum
diadakan perbaikan. Dengan dibagikannya motor dinas untuk Babinsa,
kedepan tidak ada lagi masalah atau kejadian di wilayah yang luput
dari pantauan Babinsa”, tambah Dandim (CS-17)
Anggota Kodim 0727/Kra
Tausiyah Kepada Masyarakat
Pelda H.M. Supardi
Bati Bhakti Sterdim
0 7 2 7 / K a r a n g a n y a r,
selain di kantor sering
diminta masyarakat
untuk
mengisi
pengajian seperti di
Dsn. Seberan W etan
Kali Ds. Girilayu Kec.
Matesih, bertepatan
dengan P eringatan
Maulid
Nabi
Muhammad
SA W.
Kegiatan juga dihadiri
oleh pejabat pemerintah setempat dan berbagai elemen masyarakat.
Kodim 0735/Ska Memberi Motivasi
Dalam Latihan Menjahit
Babinsa
Kelurahan
P a j a n g
Kecamatan
Laweyan
Kodim 0735/
Surakarta,
S e r d a
Suparwan
melaksanakan
Komsos dalam
kegiatan
pelatihan
menjahit untuk
wanita rawan sosial ekonomi. Pelatihan diselenggarakan oleh
Pemkot Surakar ta berlangsung selama 1 minggu dari tanggal
25 Pebruari s.d 3 Maret 2014 ber tempat di Balai Kel. Pajang.
Dalam pelatihan tersebut, Serda Suparman memberikan
motivasi kepada para peserta agar menggunakan kesempatan
tersebut dengan sebaik-baiknya sehingga usai pelaksanaan
pelatihan peserta dapat memanfaatkan sebagai usaha mandiri.
Pelatihan yang gratis itu diikuti sebanyak 50 orang, dan
para peserta mendapatkan mesin jahit. (Koramil Laweyan)
Dalam tausiyahnya Pelda H.M. Supardi menyampaikan, faedah
atau manfaat mengenang sejarah perjuangan para pendahulu,
sebagaimana tertulis dalam Surat Hud, ayat 120, (Dan semua
kisah rosul-rosul, kami ceritakan kepadamu Muhammad, agar
dengan kisah itu kami teguhkan hatimu, dan didalamnya telah
diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasehat dan peringatan
bagi orang yang beriman).
Jama’ah nampak antusias mendengarkan karena
menggunakan bahasa yang mudah diterima jam’ah yang hadir.
Dalam Alqur’an banyak dimuat sejarah para Nabi dari Nabi Adam
AS sampai Nabi Muhammad, Keluarga Imron dan Siti Maryam
Ibunda nabi Isa Almasih AS.
Dalam kesempatan ini sangat tepat untuk kegiatan Komsos
sekaligus sambung silaturrahmi bertemu dengan Tomas, Toga, para
pemuda dan untuk merekatkan rasa persaudaraan antar umat
beragama serta semua lapisan masyarakat. (Kodim 0727/
Karanganyar).
Koramil 06/Kersana Dim 0713/Brebes
Tanamkan Cinta Tanah Air
Anggota Koramil
06/Kersana Kodim
0713/Brebes
m e n d a p a t
kunjungan dari
sekitar 100 anakanak TK Aisyah
Ketanggungan (13/
3). Kehadiran anakanak
ini
dimanfaatkan
u n t u k
melaksanakan pembinaan melalui kegiatan out bound sambil
bermain dan penanaman rasa cinta tanah air dan bela negara
sejak dini kepada anak-anak untuk cinta tanah air.
Danramil Kersana Kapten Arh Dirman. S dalam kegiatan
tersebut mengatakan sejak kecil anak-anak harus ditanamkan
rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa dengan harapan
semangat kebangsaan tidak akan pernah luntur dari jiwa seluruh
warga bangsa ini kelak kalau mereka sudah besar .
Dengan kegiatan seperti ini diharapkan akan menimbulkan
rasa kebersamaan dan keberanian dari anak-anak sekaligus
untuk menjaga hubungan silaturahmi dengan Anggota Koramil
06/Kersana Kodim 0713/Brebes. (Koramil Kersono)
Kodim 0713/Brebes
Ikrar Kampanye Damai
Pada hari Sabtu tanggal 15 Maret 2014 bertempat di
Gedung Korpri Kab. Brebes telah dilaksanakan Ikrar Kampanye
Damai Partai Politik peserta Pemilu Legislatif Di Kab. Brebes.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Brebes Hj. Idza
Priyanti, S.E., Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Cahyadi Imam
Suhada, K apolres Brebes AKBP F. Sambo, para Ketua Partai
Politik peser ta Pemilu Legislatif Di Kab. Brebes.
Acara dilanjutkan dengan pelepasan Kirab/Karnaval
anggota Partai Politik oleh Bupati Brebes Hj. Idza P riyanti,
S.E. (Kodim 0713/Brebes)
Maret 2014
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
51
RUANG KELUARGA
Post Power Syndrome
“Apa yang dimaksud dengan Post
Power Syndrome?
“Ad akah k a i t a n Post Power
Syndrome dengan masa pensiun?”
“Mengapa Post Power Syndrome
perlu dibahas?”
Masa Pensiun adalah masa dimana
individu tidak lagi memiliki hak dan
kewajiban sebagai anggota dari suatu
Instansi/Satuan yang selama ini tempat
mereka berkarya.
Ketidaksiapan mental dalam
menghadapi masa pensiun seringkali
membuat individu merasa cemas, stress
dan depresi. Karena banyak orang
beranggapan bahwa masa pensiun
adalah masa yang menakutkan dan
menyakitkan, akibatnya banyak orang
yang mengalami Post Power Syndrome .
Penger tian “Power” diar tikan
sebagai kekuasaan sedangkan
“Syndrome” adalah kumpulan gejala.
Dengan demikian Post Power Syndrome
adalah gejala-gejala pasca kekuasaan.
Gejala-gejala ini umumnya terjadi pada
orang-orang yang pada awalnya
mempunyai kekuasaan atau memegang
jabatan penting di kantor kemudian
setelah pensiun tidak menjabat lagi,
maka biasanya muncullah gejala-gejala
kejiwaan atau emosi yang kurang stabil.
40-60 tahun, yang ditandai oleh adanya
perubahan jasmani dan mental.
Usia madya terbagi dalam 2 periode :
·
Usia madya dini (40-50 tahun).
·
Usia madya lanjut (50-60 tahun).
Usia madya merupakan masa yang
paling sulit dalam rentang kehidupan.
Kemampuan penyesuaian diri sangat
tergantung pada dasar-dasar yang
ditanamkan pada awal kehidupan
khususnya tentang penyesuaian diri
terhadap peran dan harapan sosial dari
masyarakat. Kesehatan mental yang
baik adalah kemampuan individu
menyesuaikan diri terhadap berbagai
peran baru dan harapan sosial usia
madya. Hasil penelitian, tingginya
tingkat kasus bunuh diri pada usia
madya merupakan bukti bahwa periode
tersebut merupakan saat penyesuaian diri
yang sangat buruk. Suatu studi telah
menunjukkan bahwa meningkatnya
kasus bunuh diri dimulai usia 36 s/d 40
tahun kemudian mencapai puncaknya
antara 40-60 tahun. Penyebab utama
yang paling menonjol adalah berkaitan
dengan uang (ekonomi).
Masa Pensiun
Pada umumnya usia madya atau
setengah baya dipandang sebagai usia
Karakteristik Usia Madya
1. Usia madya merupakan periode
yang sangat ditakuti, yaitu ketakutan
yang berkaitan dengan kepercayaan
tradisional tentang kerusakan mental
dan fisik yang diduga disertai dengan
berhentinya reproduksi kehidupan.
52
Maret 2014
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
2. Usia madya merupakan masa
transisi, yaitu masa dimana wanita dan
pria meninggalkan ciri-ciri jasmani dan
perilaku masa dewasanya dan memasuki
suatu periode dalam kehidupan yang
akan diliputi oleh ciri-ciri jasmani dan
perilaku yang baru. Pria mengalami
perubahan keperkasaan, wanita
perubahan dalam kesuburan. Transisi
senantiasa berarti penyesuaian diri
terhadap minat, nilai dan pola perilaku
baru.
Anggapan yang salah terhadap
masa pensiun yang dapat menjadi
penyebab gejala Post Power Syndrome
adalah :
a) Usia tua. Masa Pensiun sering
dianggap sebagai pertanda bahwa
dirinya sudah tidak berguna, tidak
dibutuhkan lagi oleh lingkungan,
khususnya organisasi/instansi tempat
mereka bekerja.
Pemahaman seper ti itu, secara
tidak langsung mempengaruhi persepsi
seseorang terhadap kondisi dan
kemampuan diri sendiri, sehingga mereka
menjadi oversensitive dan subyektif
terhadap pernyataan orang lain.
Akibatnya, banyak orang yang merasa
dirinya sakit-sakitan saat masa pensiun
tiba.
b) Kesehatan. Apabila seseorang
beranggapan bahwa kondisi fisik atau
penyakitnya itu sebagai hambatan besar
dalam menghadapi masa pensiun, maka
ia akan mengalami masa pensiun
dengan penuh kesulitan dan
permasalahan yang serius.
c) Pekerjaan. Terjadinya perubahan
yang berkaitan dengan pekerjaan
umumnya diawali ketika masa pensiun.
Banyak orang beranggapan bahwa
masa pensiun merupakan suatu masa
kehilangan pekerjaan, penghasilan,
kedudukan, jabatan, peran, kegiatan,
status dan harga diri. Akibatnya, mereka
memandang masa pensiun sebagai
masa krisis yang hebat dalam kehidupan
mereka.
Gejala-gejala Post Power Syndrome:
1. Gejala Fisik, biasanya dapat
diamati terlihat lebih cepat tua
dibandingkan pada waktu masih
memegang jabatan penting. Rambut
menjadi putih semua, berkeriput, badan
menjadi lemah dan sakit-sakitan
2. Gejala emosi , terlihat cepat
tersinggung, merasa tidak berharga,
pemurung, menarik diri dari lingkungan
pergaulan dsb.
3. Gejala perilaku, umumnya malu
bertemu dengan orang lain, lebih suka
kekerasan
atau
menunjukkan
kemarahan, baik di rumah atau di
tempat lain.
Dari hasil penelitian tentang usia
yang paling ideal untuk pensiun adalah
60 tahun (Inggris dan Perancis). Banyak
orang menjelang masa pensiun sama
sekali tanpa melakukan persiapan.
Beberapa alasan mereka tidak
melakukan persiapan antara lain karena
kesibukan semasa dinasnya atau karena
mereka cenderung meremehkan upaya
persiapan menghadapi masa pensiun.
Dianggapnya upaya mempersiapkan masa pensiun hanyalah
merupakan kegiatan yang sia-sia dan
hanya menghabiskan waktu dan tenaga
mereka semata, sehingga ketika masa
pensiun tiba mereka tidak mengetahui
apa yang harus mereka lakukan untuk
mengisi keleluasaan waktu purna
tugasnya.
Kecenderungan seseorang yang
kurang percaya pada kemampuan diri
sendiri dan tidak memiliki kehidupan
sosial yang baik dengan lingkungan,
mereka akan pesimis dalam menghadapi
masa pensiunnya. Ia akan selalu
merasa cemas dan ragu apakah ia
mampu menghadapi dan mengatasi
perubahan hidup, serta membangun
kehidupan yang baru. Status sosial
mereka berpengaruh terhadap
kemampuan seseorang menghadapi
masa pensiun.
Jika semasa kerja seseorang
mempunyai status sosial tertentu yang
diperoleh dari kemampuan dan prestasi
kerjanya, maka ia relatif akan dapat
beradaptasi dengan baik. Sebaliknya bila
seseorang memiliki status sosialnya
diperoleh bukan murni dari jerih payah
prestasinya (misal karena politis, uang/
harta), maka ia akan mengalami
kesulitan saat menghadapi pensiun,
kebanggaan yang didapatkannya itu
akan hilang bersamaan dengan
hilangnya atribut dan fasilitas yang
diperoleh selama bekerja.
Orang yang paling memiliki
penyesuaian diri yang paling baik
terhadap pensiun adalah yang sehat,
yang memiliki pendapatan yang layak,
aktif, berpendidikan baik, memiliki relasi
sosial yang luas termasuk diantaranya
teman dan keluarga, dan biasanya
merasa puas dengan kehidupannya
sebelum pensiun (Palmore dkk, 1985).
Sebaliknya, orang dengan penghasilan
yang tidak layak dan kesehatan yang
buruk, dan harus menyesuaikan diri
dengan stres lainnya yang terjadi seiring
dengan pensiun, misal kematian
pasangannya, memiliki lebih banyak
kesulitan untuk menyesuaikan diri
dengan fase pensiun (Stull &
Hacth,1984).
Individu-individu yang memiliki
gaya hidup yang umumnya tidak hanya
berkutat di seputar pekerjaannya
sebelum pensiun lebih mungkin
menyesuaikan diri dengan masa
pensiunnya dan mengembangkan
Februari 2014
rutinitas yang menyenangkan daripada
mereka yang tidak mengembangkan
aktivitas-aktivitas di waktu luangnya
selama tahun-tahun kerjanya.
Pria lebih sulit menghadapi masa
pensiunnya dibandingkan wanita.
Kesulitan ini semakin bertambah besar
apabila sikap dan perilaku keluarga tidak
menyenangkan. Individu-individu pada
usia ini telah mempersiapkan dirinya
untuk menghadapi masa pensiun dari
pekerjaan yang mendatangkan
pendapatan atau mengakhiri peran dan
tanggung jawabnya sebagai orang tua
dengan cara mencari bidang kegiatan
baru yang menarik kemudian
mengikatkan diri dengan kegiatan baru
tersebut, biasanya dapat menyesuaikan
diri lebih baik terhadap hari tuanya
daripada mereka yang tidak melakukan
persiapan macam ini. (Berbagai sumber)
(Kapten Caj (K) Irene Rena Saputri Dini
Anggraeni, S.Psi.)
XVIII
207
Gema DIPONEGORO
53
TEKA-TEKI GEMA DIPONEGORO
No. 187 E. 207 Th. 2014
3
8
Mendatar :
2. Bulu / rambut yang tumbuh
diatas bibir.
2
1
4
5
7
6
9
10
11
12
13
14
16
4.
6.
8.
10.
15
17
12.
13.
18
19
20
21
22
14.
17.
25
berperang.
19. Tubuh yang sudah mati.
21. Orang yang pekerjaannya
mengajar.
22. Ahli mesin.
23. Sangat bodoh.
24. Daging tempat gigi tumbuh.
25. Rupa.
26. Selesai.
23
24
26
Jawaban TTS GD. No. 185 E. 205 Tahun 2014
Pipih.
Kesukaan / kegemaran.
Nenek moyang.
Minyak bumi yang dipakai untuk
bahan bakar.
Bumi dengan segala isinya.
Orang yang memiliki IQ yang
tinggi.
Obrolan tentang orang lain.
Orang yang berkewajiban
Pemenang TTS GD. No. 185
E. 205 Tahun 2014
1. Serma Suwarno
Koramil 15-Moyudan
Kodim 0732/Sleman.
2. Eko Putranto Nugroho
Klas XI SMAN 3 Surakarta.
3. Serda Sutrisman
Koramil 01 Subah,
Jln Gunungsari no. 15 A
Subah, Batang, 51262
Ketentuan :
1. Jawaban ditunggu di Redaksi GD, paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya.
2. Tidak berlaku bagi anggota GD dan keluarganya.
3. Pengumuman pemenang diumumkan pada dua edisi berikutnya dan keputusan
juri tidak dapat diganggu gugat. (GD)
Jika Anda sudah mengetahui jawabannya, segera kirimkan jawaban anda
melalui kartu pos ke Redaksi Gema atau email ke
[email protected] Redaksi menyiapkan souvenir menarik bagi
3 pemenang yang beruntung.
Menurun :
1. Pasta gigi.
2. Buang air kecil.
3. Salah satu olahraga bela diri.
5. Sempurna (inggris).
7. Babak.
9. Pahlawan (Inggris).
10. Petaka.
11. Tidak dengan.
15. Jarak antara huruf atau baris.
16.
18.
19.
20.
Tidak tertahankan.
Padang Pasir.
Tidak hidup.
Perkakas petani yang digunakan
untuk menggali.
21. Sakit jiwa.
No.187 E.207 Th. 2014
54
Gema DIPONEGORO
207
XVIII
Maret 2014
Fly UP