...

Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas 7 F X

by user

on
Category: Documents
65

views

Report

Comments

Transcript

Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas 7 F X
i
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Hak Cipta buku ini pada Kementerian Pendidikan Nasional.
Dilindungi Undang-undang.
BAHASA DAN SASTRA
INDONESIA
1
Untuk SMP/MTs Kelas VII
Penulis
:
Ilustrasi, Tata Letak
Perancang Kulit
:
:
410.7
Bah
F. X. Mudjiharjo
V. Sugiyono
D. Silalahi
Endang Sri S.
Agus Safitri, Hernan Sriwijaya, Marina
Oric Nugroho Jati
Bahasa dan Sastra Indonesia 1 : untuk SMP/MTs kelas VII / Mudjiharto, F.X…[et al.] ; ilustator, Agus
Safitri, Herman Sriwijaya, Marina.—Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan
Nasional, 2010.
vi, 158 hlm. : ilus. ; 30 cm.
Bibliografi : hlm. 156
Indeks
ISBN 978-979-095-459-5 (No Jil. Lengkap)
ISBN 978-979-095-460-1 (Jil. 1.1)
1. Bahasa Indonesia — Studi dan Pengajaran
II. Agus Safitri
III. Herman Sriwijaya
I. Mudjiharto, F.X.
IV. Marina
Hak Cipta buku ini dialihkan kepada Kementerian Pendidikan Nasional
Dari Penerbit PT Galaxy Puspa Mega.
Buku ini bebas digandakan sejak Juli 2010 s.d. Juli 2025.
Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan
Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2010
Diperbanyak oleh ... .
ii
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya,
Pemerintah, dalam hal ini, Kementerian Pendidikan Nasional, pada tahun 2010, telah membeli
hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit untuk disebarluaskan kepada masyarakat
melalui situs internet (website) Jaringan Pendidikan Nasional.
Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk
digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor
69 Tahun 2008 tanggal 7 November 2008.
Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penulis/penerbit
yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Kementerian Pendidikan
Nasional untuk digunakan secara luas oleh para siswa dan guru di seluruh Indonesia.
Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya ini, dapat diunduh (download),
digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun, untuk
penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang
ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan bahwa buku teks pelajaran ini akan lebih mudah
diakses oleh siswa dan guru di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di
luar negeri sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar.
Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para siswa kami
ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa
buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami
harapkan.
Jakarta, Juli 2010
Kepala Pusat Perbukuan
iii
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Apakah kalian pernah mendengar pernyataan atau nasihat: “Gunakanlah bahasa Indonesia secara baik dan benar!” Apa maksudnya? Mengapa kalian perlu menggunakan bahasa
Indonesia secara baik dan benar?
Sejak berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia, bahasa Indonesia telah diakui
sebagai bahasa resmi negara. Hal itu berarti bahwa bahasa Indonesia memiliki kedudukan
yang istimewa. Maka tidak heran, bila bahasa Indonesia dimasukkan dalam program inti
pembelajaran di sekolah-sekolah mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Tujuannya jelas, yakni memasyarakatkan bahasa Indonesia supaya bangsa Indonesia bangga
dengan bahasanya sendiri. Apakah kalian juga merasa bangga memiliki bahasa Indonesia?
Kehadiran bahasa-bahasa prokem di kalangan kaum muda dan dialek yang bercampur
dengan bahasa Indonesia secara tidak karuan menjadikan bahasa Indonesia semakin
terpinggirkan. Coba kalian amati kalimat-kalimat berikut, “Apa elu mau kemari sekarang?”;
“Emangnya gue pikirin!”; “Garing banget gak sih?!” Menggunakan bahasa-bahasa gaul memang
tidak salah. Namun, ketika penggunaan bahasa-bahasa tersebut telah “mendarah daging”
pada masyarakat Indonesia, bahasa Indonesia yang merupakan bahasa formal kurang mendapat
tempat secara maksimal.
Karena itu, guna mendukung semua proses belajar mengajar buku pelajaran Bahasa
dan Sastra Indonesia kelas VII SMP/MTs ini disusun secara metodik dan komprehensif
(menyeluruh). Buku ini disusun berdasarkan standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).
Materi-materi pembelajaran yang disajikan tiap bab itu, dalam praktiknya selalu dikaitkan
dan disajikan melalui empat aspek, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.
Pembelajaran melalui empat aspek tersebut diharapkan dapat menghasilkan siswa yang
berkompeten dalam berbahasa dan bersastra.
Ada beberapa keunggulan buku ini. Pertama, di awal setiap bab buku ini dicantumkan
tujuan yang hendak dicapai, yakni kompetensi yang harus dikuasi beserta indikatornya sehingga
siswa dapat dengan baik memahami materi-materi yang diamanatkan kurikulum. Kedua, di
akhir setiap bab dalam buku ini juga disertakan rangkuman dan evaluasi akhir dengan nama
“Ujian Kompetensi”. Setelah mengerjakan evaluasi akhir, siswa diharapkan dapat menguasai
kompetensi dasar pada bab yang bersangkutan. Ketiga, pada setiap buku disertakan
pengetahuan umum dengan nama “Sekilas Tahu” dan “Sekilas Tokoh”. Pengetahuan umum
yang diberikan ditujukan supaya siswa dapat mengetahui informasi tentang tokoh, misalnya
Sekilas Tokoh: Dr. Seto Mulyadi, Psi, Msi, Sahabat Anak-anak (bab 1), Sekilas Tahu: Kiat-kiat
Menulis Cerpen (bab 6), dan sebagainya. Selain itu, pada bagian penyudah, kami juga
melengkapi dengan evaluasi akhir, glosarium, indeks, dan daftar pustaka yang menjadi rujukan
penulisan buku ini.
Akhirnya, kami berharap semua yang disajikan dalam buku ini dapat memberikan nuansa
yang baru dalam kegiatan belajar. Selamat belajar. Jangan pernah berhenti mencari ilmu dan
jika perlu “Carilah ilmu sampai ke negeri China!”
Juli 2008
iv
Diunduh dari BSE.Mahoni.com
Kata Pengantar
Kata Sambutan ......................................................................................................................................
Kata Pengantar ......................................................................................................................................
Daftar Isi .................................................................................................................................................
iii
iv
v
BAB 1 BERCERITA
Pendahuluan .........................................................................................................................................
1.1 Dongeng dan Relevansinya dengan Situasi Sekarang ............................................................
1.2 Bercerita dengan Urutan yang Baik, Suara, Lafal, Intonasi, Gestur, dan
Mimik yang Tepat ........................................................................................................................
1.3 Mengomentari Buku Cerita yang Dibaca ...................................................................................
1.4 Menulis Buku Harian ...................................................................................................................
Rangkuman ...........................................................................................................................................
Sekilas Tokoh: Dr. Seto Mulyadi, Psi, Msi., Sahabat Anak-anak ...........................................................
Uji Kompetensi ......................................................................................................................................
1
2
4
6
10
11
12
13
BAB 2 PERTUNJUKAN
Pendahuluan .........................................................................................................................................
2.1 Menemukan Hal-hal yang Menarik dari Dongeng yang Diperdengarkan ....................................
2.2 Bercerita dengan Alat Peraga ...................................................................................................
2.3 Membacakan Berbagai Teks Perangkat Upacara ...................................................................
2.4 Menulis Kembali dengan Bahasa Sendiri Dongeng yang Pernah Dibaca
atau Didengar ..............................................................................................................................
Rangkuman ...........................................................................................................................................
Sekilas Tahu: Si Unyil dan Wayang Kancil dan Cerita Binatang ..........................................................
Uji Kompetensi ......................................................................................................................................
15
16
21
22
26
29
30
31
BAB 3 PENGALAMAN YANG MENGESANKAN
Pendahuluan .........................................................................................................................................
3.1 Menuliskan Kembali Berita yang Dibacakan ke dalam Beberapa Kalimat .................................
3.2 Menceritakan Pengalaman yang paling Mengesankan ...........................................................
3.3 Menceritakan Kembali Cerita Anak yang Dibaca .....................................................................
3.4 Menulis Pantun yang Sesuai dengan Syarat Pantun ...............................................................
Rangkuman ...........................................................................................................................................
Uji Kompetensi ......................................................................................................................................
33
34
35
38
43
45
46
BAB 4 KEGIATAN
Pendahuluan .........................................................................................................................................
4.1 Menyimpulkan Isi Berita yang Dibacakan dalam Beberapa Kalimat ......................................
4.2 Menyampaikan Pengumuman ...................................................................................................
4.3 Menemukan Makna Kata Tertentu dalam Kamus Melalui Kegiatan
Membaca Memindai ...................................................................................................................
4.4 Menulis Teks Pengumuman dengan Bahasa yang Efektif, Baik dan Benar ................................
Rangkuman ...........................................................................................................................................
Sekilas Tahu: Kamus ............................................................................................................................
Uji Kompetensi ......................................................................................................................................
49
50
52
54
55
56
56
57
BAB 5 PERILAKU
Pendahuluan .........................................................................................................................................
5.1 Menunjukkan Relevansi Isi Dongeng dengan Situasi Sekarang .............................................
5.2 Bercerita dengan Urutan yang Baik, Suara, Lafal, Intonasi, Gestur, dan
Mimik yang Tepat ........................................................................................................................
5.3 Menyimpulkan Isi Bacaan Setelah Membaca Cepat 200 Kata per Menit ...............................
5.4 Menulis Surat Pribadi dengan Memerhatikan Komposisi, Isi, dan Bahasa ................................
Rangkuman ...........................................................................................................................................
Sekilas Tokoh : HC Anderson, Meski Miskin Tetapi Tak Patah Semangat ...........................................
59
60
64
66
70
71
72
v
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Uji Kompetensi ......................................................................................................................................
73
BAB 6 CITA-CITA
Pendahuluan .........................................................................................................................................
6.1 Menyimpulkan Pikiran, Pendapat, dan Gagasan Seorang Tokoh/
Narasumber yang Disampaikan dalam Wawancara ...............................................................
6.2 Menanggapi Cara Pembacaan Cerpen .....................................................................................
6.3 Menemukan Gagasan Utama dalam Teks yang Dibaca ...........................................................
6.4 Mengubah Teks Wawancara Menjadi Narasi ...........................................................................
Rangkuman ...........................................................................................................................................
Sekilas Tahu : Kiat-kiat Menulis Cerpen ..............................................................................................
Uji Kompetensi ......................................................................................................................................
75
76
77
81
83
87
87
88
BAB 7 KERJA KERAS
Pendahuluan ......................................................................................................................................... 91
7.1 Menuliskan dengan Singkat Hal-hal Penting yang Dikemukakan
Narasumber dalam Wawancara ............................................................................................... 92
7.2 Menceritakan Tokoh Idola .......................................................................................................... 94
7.3 Menemukan Informasi Secara Cepat dari Tabel/Diagram yang Dibaca ................................. 96
7.4 Menulis Kreatif Puisi Berkenaan dengan Keindahan Alam ..................................................... 98
Rangkuman ........................................................................................................................................... 101
Sekilas Tahu: Pensi (Pentas Seni) ....................................................................................................... 101
Uji Kompetensi ...................................................................................................................................... 102
BAB 8 MENGUNGKAPKAN PENDAPAT DAN IMAJINASI
Pendahuluan .........................................................................................................................................
8.1 Menanggapi Cara Pembacaan Puisi .........................................................................................
8.2 Bertelepon dengan Kalimat yang Efektif dan Bahasa yang Santun ........................................
8.3 Mengungkapkan Hal-hal yang Dapat Diteladani dari Buku Biografi
yang Dibaca Secara Intensif ......................................................................................................
8.4 Menulis Kreatif Puisi Berkenaan dengan Peristiwa yang Pernah Dialami .............................
Rangkuman ...........................................................................................................................................
Sekilas Tahu: Kiat-kiat Menjadi Public Speaker ...................................................................................
Uji Kompetensi ......................................................................................................................................
105
106
108
110
114
116
116
117
BAB 9 TOKOH IDOLA
Pendahuluan .........................................................................................................................................
9.1 Merefleksi Isi Puisi yang Dibacakan .........................................................................................
9.2 Menceritakan Tokoh Idola ..........................................................................................................
9.3 Menemukan Realitas Kehidupan Anak yang Terefleksi dalam Buku Cerita
Anak baik Asli maupun Terjemahan ..........................................................................................
9.4 Menulis Pesan Singkat ...............................................................................................................
Rangkuman ...........................................................................................................................................
Sekilas Tokoh: Group Band Samsons .................................................................................................
Ujian Kompetensi ..................................................................................................................................
109
120
122
123
130
130
131
132
BAB 10 SOSIAL DAN BUDAYA
vi
Pendahuluan .........................................................................................................................................
10.1 Menuliskan dengan Singkat Hal-hal Penting yang Dikemukakan
Narasumber dalam Wawancara ..............................................................................................
10.2 Menjelaskan Hubungan Latar Suatu Cerpen (Cerita Pendek) dengan
Realitas Sosial ............................................................................................................................
10.3 Membaca Indah Puisi .................................................................................................................
10.4 Menulis Kreatif Puisi Berkenaan dengan Peristiwa yang Pernah Dialami .............................
Rangkuman ...........................................................................................................................................
Sekilas Tokoh: Ahmad Tohari ................................................................................................................
Uji Kompetensi ......................................................................................................................................
135
137
143
145
146
146
147
Evaluasi Akhir ........................................................................................................................................
Glosarium ..............................................................................................................................................
Daftar Pustaka ......................................................................................................................................
Indeks ....................................................................................................................................................
149
154
156
158
136
www.inhil.go
www.flickr.com
www.flickr.com
Bab 1 Bercerita
Dongeng yang diceritakan secara langsung memberikan dampak positif bagi anak-anak karena dapat
menumbuhkan daya imajinasi dan kreativitas
Pendahuluan :
Proses pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VII diawali dengan topik “Bercerita”. Diharapkan
topik ini dapat merangsang kalian dalam belajar bahasa Indonesia agar kalian dapat berbahasa
Indonesia secara baik dan benar. Di bab pertama, kalian akan diajak mendalami tentang dongeng.
Seperti diketahui dongeng adalah cerita yang dituturkan secara turun-temurun dari generasi ke
generasi. Dongeng juga memberikan dampak positif bagi anak-anak karena dapat menumbuhkan
daya imajinasi dan kreativitas.
Pertama, kalian akan diajak untuk menunjukkan kaitan antara isi dongeng dengan situasi sekarang.
Dengan demikian, kalian akan memahami bahwa dongeng tidak berdiri sendiri, lepas dari realitas
sekarang. Untuk menemukan relevansi itu kalian ditantang agar semakin mampu mendengarkan
dongeng lalu menganalisisnya.
Kedua, kalian akan diajak untuk bisa bercerita dengan urutan yang baik. Kalian dituntut untuk
memerhatikan suara, lafal, intonasi, gestur, dan mimikmu dengan sebaik-baiknya.
Ketiga, kalian juga diajak untuk belajar mengomentari buku cerita yang kalian baca. Tanda bahwa
kalian sudah membaca buku tersebut adalah kalian harus bisa menyebutkan hal-hal yang menarik
dan tidak menarik dengan alasan yang logis.
Keempat, kalian diajak untuk bisa menuliskan pengalaman, pemikiran, ataupun perasaan kalian
dalam buku harian dengan bahasa yang baik dan benar tanpa meninggalkan bahasa ekspresifmu.
Usahakanlah di antara kalian memiliki buku harian untuk mengekspresikan perasaan dan pikiranmu
yang lurus maupun bengkok, yang positif maupun yang negatif.
Akhirnya, kalian diajak untuk dapat mengembangkan kemampuan bahasamu, khususnya dengan
memahami penggunaan dan makna imbuhan meng-.
Selamat belajar dan sukses selalu.
1
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
MENDENGARKAN
1.1 Dongeng dan Relevansinya
dengan Situasi Sekarang
Sewaktu kecil, kalian tentu pernah
mendengarkan dongeng yang diceritakan oleh
orang tua atau guru. Dongeng diceritakan
dengan menarik dan penuh pesan moral.
Dongeng merupakan salah satu cerita rekaan yang memiliki unsur seperti tokoh, watak
tokoh, latar, dan pesan atau amanat. Tokoh
dalam dongeng selain manusia, dapat berupa
binatang atau tumbuhan.
Dongeng biasanya diceritakan atau ditulis
untuk menyampaikan pesan tertentu supaya
pembaca atau pendengarnya berperilaku baik.
Dongeng biasanya penuh khayalan dan
keajaiban.
1.1.1
Mendengarkan Dongeng
memberitahu padaku bahasa apa yang kalian
pilih. Setelah itu, pakailah bahasa serta suara
itu, dan lupakan bahasa manusia.”
Maka, pulanglah penduduk hutan ke tempat
masing-masing. Mereka mulai berpikir keras
untuk mencari suara yang gagah dan cocok
untuk mereka masing-masing.
Hari demi hari penduduk hutan sibuk mencari
suara yang akan mereka pakai selanjutnya.
Singa yang telah dinobatkan sebagai raja hutan
karena keberaniannya, lebih dahulu memilih
suara mengaum.
“Aouuuuum,” katanya dengan gagah memamerkan suaranya. Penduduk hutan yang lain
senang mendengarnya. Mereka merasa suara
itu pas dengan tubuh singa yang gagah.
Tapi tidak semua hewan senang mendengarnya. Burung Beo yang usil malah menertawakan suara itu. “Hahaha, mirip orang sakit
gigi,” cetus Beo sambil tertawa terbahak-bahak.
Singa sangat malu mendengarnya.
Hari berganti hari, semuanya mencoba
berbagai suara kecuali Beo. Ia sibuk mengejek
suara-suara yang berhasil ditemukan. “Hahaha,
seperti suara pintu yang tidak diminyaki,” ejek
Beo kepada Jangkrik yang menemukan suara
berderik.
Guru atau salah satu siswa membacakan
dongeng berikut ini, dongeng lain, atau bisa juga
mendengarkan dongeng dari kaset/CD.
“Hahaha, kudengar nenek-nenek tertawa,”
ejeknya kepada Kuda.
Mengapa Beo Selalu
Menirukan Suara
Begitulah pekerjaan Beo setiap hari. Ia sibuk
mengintip dan menertawakan penduduk hutan
lainnya yang mencoba suara baru. Temantemannya tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka
malu dan menghindar dari Beo. Tapi, Beo selalu
berhasil menemukan dan menirukan suara
mereka.
Dahulu kala, hewan-hewan di hutan bisa
berbicara seperti manusia. Mereka bercakap,
bekerja sambil bercakap, juga hidup rukun dan
damai. Pada suatu hari, Ibu Peri Penjaga Hutan
mengumpulkan penghuni rimba dan berkata,
“Anak-anakku, Sang Pencipta telah menciptakan makhluk baru. Namanya manusia. Sang
Pencipta memutuskan bahwa manusialah yang
akan berbicara dengan bahasa kita dan memerintahkan kita untuk mencari bahasa dan suara
baru untuk kita pakai mulai saat ini.”
“Ban siapa yang bocor? Hahaha,” ia menertawakan suara desis Ular.
“Mbeeeek,” tirunya ketika melihat Kambing.
“Ngok-ngooook,” tirunya ketika melihat Babi.
Tak terasa sudah satu minggu. Penduduk
Pada mulanya para penghuni rimba terkejut.
Namun, mereka sadar bahwa tidak mungkin
menolak kehendak Sang Pencipta.
“Ibu Peri Penjaga Hutan, kami tunduk kepada kehendak Sang Pencipta. Tapi sekarang,
kami belum bisa mencari bahasa baru untuk
kami pakai. Berilah kami waktu,” ujar Singa mewakili teman-temannya.
“Aku mengerti. Kalian diberi waktu satu
minggu. Kalian akan berkumpul lagi di sini dan
2
Sang Singa memperdengarkan suaranya
kepada Sang Beo
Bab 1 Bercerita
hutan harus berkumpul kembali untuk mengumumkan suara yang mereka pilih.
Ibu Peri Penjaga Hutan memanggil mereka
satu per-satu, hanya Beo yang masih tertawa.
Ia pikir teman-temannya bodoh karena suara
yang mereka temukan lucu.
Tibalah giliran Beo untuk mengumumkan
suara barunya. Ia maju ke depan.
“Mbeeeek,” jeritnya.
“Hei itu suaraku,” kata Kambing.
Yang lain tertawa.
Beo tertegun. Ia baru sadar, selama ini ia
terlalu sibuk mengejek teman-temannya sehingga lupa untuk mencari suaranya sendiri.
“Muuu,…guk-guk,…meong,” Beo panik. Ia
menirukan saja suara yang pernah ia dengar.
Tentu saja Sapi, Anjing, dan Kucing tertawa
terbahak-bahak.
Beo sangat malu. Akhirnya ia menangis
tersedu-sedu dan meminta maaf kepada temantemannya.
Dengan tersenyum Ibu Peri Penjaga Hutan
berkata, “Sudahlah, kamu akan tetap kuhadiahkan sebuah suara. Tapi sebagai pelajaran, kau
akan tetap menirukan suara orang sehingga kau
akan ditertawakan selamanya.”
Begitulah riwayatnya, mengapa burung beo
selalu menirukan suara-suara.
Maria Erliza, Bobo No. 8/XXX
1.1.2
Mampu Menganalisis Unsurunsur Dongeng
Berdasarkan dongeng tadi, kalian dapat mengetahui beberapa unsur yang digunakan oleh
pengarang untuk menciptakan sebuah dongeng.
Unsur-unsur itulah yang membuat dongeng menjadi utuh, lengkap, dan enak untuk dinikmati.
Unsur-unsur yang membangun sebuah dongeng
adalah sebagai berikut.
1.
Tokoh, yaitu pelaku dalam dongeng.
Dalam dongeng di atas, tokoh utamanya
adalah beo. Selain itu masih ada tokoh-tokoh
lain yang melengkapi dongeng tersebut yaitu:
Ibu Peri Penjaga Hutan, Kambing, Kuda, Singa,
Babi, Anjing, Ular, Jangkrik, dan Kucing.
2.
Watak tokoh, yaitu karakter atau ciri
batiniah yang diperankan oleh tokoh.
Beo memiliki karakter sebagai binatang yang
usil dan suka mengejek teman-temannya
sehingga ia tidak disukai oleh semua penghuni
hutan.
3.
Latar, yaitu tempat, waktu, dan suasana
dalam dongeng.
Latar tempat yang digunakan adalah hutan
karena tokoh-tokohnya berupa hewan. Latar
waktu yang digunakan suatu hari yang cerah dan
berlangsung sampai satu minggu. Adapun latar
suasana yang digambarkan dalam dongeng
adalah suasana rapat yang tenang, suasana
menjengkelkan sekaligus menggelikan karena
ulah Beo yang usil.
4.
Amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan penulis atau pendongeng.
Berdasarkan dongeng di atas, pengarang
sebetulnya ingin menyampaikan pesan bahwa
kita sebagai makhluk sosial yang hidup berdampingan diharapkan bisa saling menghormati dan
menghargai setiap perbedaan. Janganlah kita
terbuai dengan pikiran kita sendiri dan hal-hal
yang terjadi di sekitar kita sehingga kita menjadi
lupa tugas dan tanggung jawab kita. Itulah
amanat yang disampaikan oleh pengarang.
1. Bentuklah kelompok beranggotakan 4-5
orang, lalu siapkan satu buah dongeng!
2. Cari dan diskusikan unsur-unsur yang
membangun dongeng tersebut.
1.1.3
Menunjukkan Relevansi Isi
Dongeng dengan Situasi
Sekarang
Dongeng mengandung nilai-nilai pendidikan
yang baik, seperti pendidikan moral, pendidikan
etika, pendidikan budi pekerti, dan yang lainnya.
Nilai-nilai yang terkandung dalam dongeng
sangat relevan dengan situasi sekarang, meski
dongeng tersebut mungkin dibuat beberapa
tahun yang lalu.
Dongeng “Mengapa Beo Selalu Menirukan
Suara” ditokohkan oleh binatang-binatang,
namun nilai-nilai yang terkandung dapat dicerna
oleh manusia. Tokoh Beo dalam dongeng
mengibaratkan seorang anak yang congkak.
Kecongkakannya membawa malapetaka
baginya. Dalam kehidupan sekarang, kalian
sering menemukan perilaku congkak dari
beberapa teman kalian. Perilaku ini tidak patut
dicontoh.
3
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Kalian tinggal di masyarakat yang majemuk.
Masyarakat di sekitar kalian pasti memiliki karakter yang beragam, ada yang ramah, dermawan,
usil, sadis, penyabar, penyayang, judes, dan
lain-lain. Jika dikaitkan dengan dongeng
“Mengapa Beo Selalu Menirukan Suara”, tentu
kalian bisa mencocokkan watak-watak tokoh
dongeng itu dengan masyarakat di sekitar kalian.
pengalaman, peristiwa, atau kejadian pada orang
lain dapat disebut bercerita. Mendongeng juga
merupakan salah satu bentuk bercerita.
Bagaimana cara mendongeng yang baik? Dalam
pelajaran ini kalian akan memelajarinya.
Mendongeng adalah menyampaikan atau
menceritakan dongeng kepada orang lain (dalam
hal ini adalah teman-teman kalian di kelas). Oleh
karena itu, sebelum mendongeng, kalian harus
memerhatikan beberapa teknik.
a.
Urutan yang baik, berkaitan dengan alur
cerita. Alur cerita harus berjalan dengan baik
sehingga ceritanya menjadi jelas ketika
didengar.
b.
Suara, berhubungan dengan lafal dan
intonasi kalian. Lafal berhubungan dengan
ketepatan pengucapan, sedangkan intonasi
berhubungan dengan naik turunnya nada.
Hal ini harus kalian perhatikan karena lafal
dan intonasi yang baik membuat pendengar
mengerti akan jalan cerita yang kalian
sampaikan.
c.
Gestur atau gerak tubuh, membantu dalam
penceritaan agar pendengar bisa ikut
membayangkan suasana cerita.
d.
Mimik atau gerak wajah, bisa membantu
pendengar untuk membayangkan suasana
yang terdapat dalam cerita. Misalnya, ketika
tokoh merasa sedih, kalian bisa menampilkan mimik kalian yang bersedih.
1. Bentuklah kelompok diskusi beranggotakan 3 orang!
2. Diskusikan permasalahan berikut ini!
a. Menurut kalian, apakah perilaku Beo
patut dicontoh? Jelaskan beserta
alasannya!
b. Menurut kalian, apakah hukuman
yang diterima Beo sesuai dengan
kesalahannya? Jelaskan beserta
alasannya!
c. Apa yang akan kalian lakukan jika di
antara teman kalian ada yang mempunyai kebiasaan usil pada teman!
Jelaskan beserta alasannya!
1. Cari dan bacalah sebuah dongeng!
2. Analisislah unsur-unsur dongeng yang
kalian baca tersebut!
3. Tuliskan relevansi isi dongeng tersebut
dengan situasi sekarang!
Namun, sebelum mendongeng ada hal-hal
yang perlu kalian siapkan.
1.2.1
Langkah-langkah mendongeng antara lain:
1.
menyiapkan bahan (cerita dongeng),
2.
membaca teks dongeng berulang-ulang,
3.
mengingat-ingat jalan cerita, tokoh, waktu,
dan tempat kejadiannya,
4.
mencoba berlatih tanpa teks sampai lancar,
dan
5.
mendongeng di depan kelas dengan suara
yang jelas dan sikap berdiri yang baik.
BERBICARA
1.2 Bercerita dengan Urutan
yang Baik, Suara, Lafal,
Intonasi, Gestur, dan Mimik
yang Tepat
Ketika kalian mempunyai pengalaman yang
menarik, tentunya kalian ingin menceritakannya
pada teman atau sahabat kalian. Menceritakan
4
Langkah-langkah Mendongeng
Teks dongeng berikut ini dapat kalian jadikan bahan untuk mendongeng. Akan tetapi,
jika kalian sudah mempunyai bahan, kalian
dapat menggunakannya untuk mendongeng!
Bab 1 Bercerita
1.2.2
Teks Dongeng
Cermatilah dongeng berikut ini!
Seorang Pedagang dengan
Seekor Ular
Seorang pedagang yang penyayang binatang berangkat ke pasar bersama seekor kuda
yang membawa dagangannya. Karena masih
terlalu pagi, ia beristirahat dan membuat api
unggun. Kebetulan angin bertiup cukup kencang
hingga bunga-bunga api beterbangan cukup
jauh.
Setelah terang, berangkatlah pedagang itu
dari tempat istirahatnya. Ia agak terkejut ketika
dilihatnya rumput dan semak terbakar. Ketika
ia beranjak pergi beberapa langkah, ia terkejut
oleh suara minta tolong yang ternyata seekor
ular besar yang telah terkurung api. Pedagang
agak ragu sebentar sebab ular umumnya
bertabiat jahat, tidak tahu berterima kasih,
apalagi membalas budi baik. Tetapi karena rasa
sayangnya pada binatang, akhirnya ditolonglah
juga ular itu.
Setelah ular terlepas dari bahaya, berkatalah
ular, ”Tahukah kau, hai manusia, bahwa kebaikan dibalas dengan kejahatan?”
“Apa maksudmu?” jawab pedagang.
“Aku hendak membunuhmu dengan taring
berbisaku yang sudah lama tidak kugunakan
sehingga terasa sakit.”
“Hai, Ular! Ingatlah! Engkau masih dapat
hidup karena pertolonganku. Kini engkau akan
membunuhku. Di mana rasa terima kasihmu?”
kata pedagang meradang.
“Terserah apa katamu. Yang jelas engkau
tidak dapat lolos dari ketajaman gigi berbisaku,” sahut ular lebih mendongakkan kepalanya
sampai dekat dengan muka pedang.
“Baiklah, kalau begitu. Tetapi aku minta tiga
saksi yang mau membenarkan niatmu!”
Mereka pun lalu mencari tiga saksi itu. Mulamula dijumpainya kerbau yang ditambat. Kata
ular: “Hai, Kerbau, apa pendapatmu? Apakah
sudah layak kebaikan dibalas dengan
kejahatan?”
“Untuk menjawab pertanyaanmu, dengarkanlah ceritaku!” seru kerbau. “Manusia itu tak
tahu berterima kasih. Buktinya, aku alami
sendiri. Ketika aku masih kuat, aku dipeliharanya. Waktu aku punya anak, air susuku pun
diperahnya. Tetapi setelah aku tua dan tidak
Sang Kerbau menjadi saksi pertama yang dipilih
ular untuk menghukum manusia
sekuat ketika aku masih muda, aku dilepas
begitu saja agar mencari makan sendiri. Namun
melihat aku gemuk, aku ditangkapnya untuk
dijualnya seperti sekarang ini. Jadi, sepantasnya kalau manusia yang pernah menolongmu
itu engkau bunuh!” kata kerbau menyudahi
ceritanya.
“Kau dengar?” kata ular. ”Tepati janjimu dan
bersiaplah engkau untuk mati.”
Ular melihat sekeliling. Tampak kepadanya
sebatang pohon nyiur. Mereka pergi ke tempat
pohon nyiur tumbuh, ular bertanya: “Hai, pohon
nyiur, apakah balasan budi baik?”
Pohon nyiur menjawab: “Manusia
menjadikan kejahatan sebagai balasan untuk
kebaikan. Sudah demikian sifat manusia.
Dengarkan apa sebabnya. Buahku yang muda
memberikan minum yang sedap bagi manusia.
Semuanya menyukai air kelapa muda. Buah
kelapa yang tua dijadikan minyak yang hampir
setiap hari digunakan oleh mereka. Tempurung,
sabut, daun yang muda maupun yang tua atau
kering dapat dijadikan beraneka keperluan
manusia sehari-hari. Sekarang setelah aku tua
dan tak ber-buah lagi apa yang diperbuatnya?
Akan ditebangnya aku esok hari. Batangku akan
dijadikan jembatan atau kasau rumah. Saguku
yang ada di bagian ujung batangku diberikannya
kepada ayam dan lembunya. Dan, berakhirlah
nyawaku esok hari”.
“Aah, sekarang engkau baru percaya bahwa
akulah yang benar,” ujar ular itu pula. “Tahukah
kita bagaimana semestinya kebaikan harus
dibalas. Tentang saksi-saksi sudah cukup dua
itu. Bersiaplah, supaya engkau dapat aku gigit
sampai mati”.
“Ular! Siapa dapat mengatakan bahwa kedua
saksi itu dapat dipercaya? Ini belum dapat kita
sahkan. Sebab itu, untuk yang terakhir kali dan
5
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
supaya kita tidak membuang-buang darah
orang yang tak berdosa, kini ambil saksi seorang
lagi yang akan kutunjuk sendiri. Sekiranya aku
bersalah, aku bersedia meninggalkan dunia
yang fana ini.”
kasih itu. Terhindarlah manusia itu dari bahaya
bisanya dan terlepas dari keganasan ular.
Hukum alam tetap berlaku, “Budi baik harus
dibalas dengan kebaikan juga”.
Djarid, Dongeng-dongeng Rimba Raya
dengan perubahan
Ular agak berkecil hati, tetapi diterima juga
usulan itu.
Seekor kancil yang sedang mencari makan
sampai di tempat perbantahan itu lalu berseru:
“Hai, mengapa kalian berbantah?”
Ketika pedagang melihat kancil, ia berkata
kepada ular: “Inilah saksi yang penghabisan.
Kita dengarkan apa yang dikatakannya!”
Pedagang mulai menjelaskan hal itu, tetapi
belum habis ia bercerita, kancil menyela:
“Saudagar, tahukah engkau bahwa balasan
kebaikan tak lain adalah kejahatan. Sudah
kautolong ular itu dari bahaya maut, sudah
sepantasnyalah ia berbuat jahat kepadamu.”
“Hai, Kancil, dengarlah dulu,“ jawab pedagang itu, lalu dibentangkannya perihal itu
sejelas-jelasnya.
“Saudagar, kelihatannya engkau seorang
yang cerdik. Bagaimana pula engkau dapat
menceritakan hal yang bukan-bukan.”
Ular itu menyela: “Benar semua yang
dikatakannya itu. Itulah pundi-pundi yang
menyelamatkan aku dari bahaya api besar itu.”
Kancil meneruskan perkataannya: “Siapa
pula yang percaya binatang sebesar ini dapat
masuk ke dalam pundi-pundi sekecil itu. Seekor
tikus pun rasanya takkan dapat masuk ke
dalamnya.”
“Sangat mudah untuk memahaminya,” jawab
ular itu. ”Sekiranya engkau tidak percaya, saya
akan masuk ke dalam kantong itu.”
“Baiklah! Seru kancil. Kalau dengan mata
kepalaku sendiri haruslah dapat kuputuskan
perkara ini.”
Untuk menegaskan apa yang dikatakan oleh
ular, pedagang itu membuka pundi-pundi dan
ular menjalar ke dalamnya karena ia percaya
akan janji kancil. Ketika kancil melihat ular itu
telah berada dalam kantong kulit itu, ia berbisik
kepada pedagang. “Kawan, telah tertangkap
musuhmu. Pergunakanlah kesempatan ini dan
jangan engkau lepaskan dia.”
Mendengar nasihat kancil, diikatnya eraterat lubang kantong itu, dihempaskannya
sekeras-kerasnya kantong itu di atas batu
sehingga matilah ular yang tidak tahu berterima
6
Carilah teks dongeng dan pelajari dengan
sungguh-sungguh lalu medongenglah di
depan kelas dengan suara, lafal, intonasi,
gerak, dan mimik yang tepat!
MEMBACA
1.3 Mengomentari Buku Cerita
yang Dibaca
Kalian pasti pernah mendengar ungkapan
“Buku adalah gudang ilmu”, “Buku adalah
jendela dunia”. Membaca buku ibarat menjelajah
dunia. Oleh sebab itu, cintailah buku dan
gemarlah membaca! Bacalah buku apa saja,
termasuk buku cerita anak.
1.3.1
Membaca Buku Cerita Anak
Buku cerita anak adalah bacaan sastra yang
diperuntukkan bagi anak. Tokoh, alur, tema, latar,
dan amanat disesuaikan dengan perkembangan
mental dan emosi anak.
Berikut ini disajikan kutipan cerita anak.
Pada pelajaran ini kalian akan membaca,
mengomentari, dan menceritakan kembali cerita
anak. Perhatikan kutipan berikut!
Pahlawan Kecil
Iwan, Herman, Nuri, dan Totok asyik berenang di bendungan air dekat palang kereta api.
Mereka bersembur-semburan dan menyelamnyelam sampai merah matanya. Ketika lonceng
berdentang, tanda sebentar lagi kereta api akan
lewat. Bunyinya itu hanya didengar sepintas lalu
oleh keempat anak itu. Tidak biasanya sikap
Pak Sarpan, penjaga palang jalan itu. Jika
lonceng itu berbunyi, orang yang sudah tua itu
Bab 1 Bercerita
akan segera keluar dari gardunya untuk menghentikan arus kendaaan umum yang melintasi
jalan rel. Hal itu sudah dikerjakannya bertahuntahun. Setiap hari, dengan jarak waktu dan
urutan yang tetap, sepuluh sampai dua belas
kali ia bolak-balik mengatur lalu lintas.
Tetapi pada hari itu, setelah beberapa lama
lonceng itu berbunyi Pak Sarpan tidak munculmuncul juga. Padahal, kereta api yang hendak
lewat sudah kedengaran derunya dari kejauhan.
Anak-anak yang tengah bermain tiba-tiba
tertegun melihat kejanggalan itu.
“Kenapa Pak Sarpan belum juga menutup
palang kereta api?” tanya Iwan.
“Barangkali dia tertidur,” jawab Herman.
“Tidak mungkin,” sahut Nuri, “Pak Sarpan
tidak pernah ketiduran pada saat menjalankan
tugasnya.”
“Padahal, kereta api sudah dekat,” kata
Totok. Kereta api yang makin lama makin mendekat itu adalah kereta api ekspres. Lalu lintas
di jalan raya yang memotong rel kereta itu ramai
sekali waktu itu.
“Kalau begitu, kita harus berusaha mencegah terjadinya malapetaka,“ kata Herman.
Terburu-buru, ia pun keluar dari dalam air sambil
menyambar celana dan bajunya. Dikenakannya
pakaiannya lalu berlari cepat-cepat ke arah
palang kereta api. Teman-temannya segera menyusulnya dan dengan lambaian tangan mereka
mengisyaratkan niatnya hendak menutup jalan
bagi kendaraan yang akan lewat. Tanpa menghiraukan bunyi klakson yang bersahut-sahutan
keempat anak itu menutup palang jalan.
Tindakan anak-anak itu menyebabkan
kemarahan pengemudi kendaraan yang merasa
dipermainkan. Beberapa pengemudi truk
bahkan menyumpahi anak-anak itu. Ada juga
penumpang yang turun karena ingin tahu lebih
banyak. Sebelum keributan itu reda, terdengar
suara gemuruh dan kereta api ekspres lewat
dengan cepatnya. Barulah orang-orang sadar
bahwa mereka nyaris mati tergilas. Berapa
banyak korban yang mungkin jatuh andaikata
anak-anak itu tidak cepat-cepat menutup palang
kereta api itu.
Setelah jalan dibuka kembali, anak-anak itu
bergegas lari ke gardu Pak Sarpan karena ingin
tahu apa yang terjadi dengan penjaga palang
yang sudah berumur itu. Alangkah kagetnya
mereka ketika mendapati Pak Sarpan terkapar
lemas di lantai. Ia kedengaran merintih kesakitan.
“Cepat panggil dokter,” kata Iwan kepada
Alangkah kagetnya mereka ketika mendapati
Pak Sarpan terkapar lemas di lantai
temannya.
“Jangan, jangan. Tidak usah memanggil
dokter,” bantah Pak Sarpan. “Aku hanya masuk
angin. Panggil saja Pak Bayan supaya ia menggantikan aku di sini.”
“Masakan hanya masuk angin. Badan Pak
Sarpan kelihatan begitu lemas. Tadi hampir saja
terjadi kecelakaan karena palang jalan yang
tidak tertutup. Untung, kami tidak terlambat.”
“Jadi, kalian yang menutup palang itu?”
“Ya, dan Pak Sarpan sekarang harus cepat
mendapat pertolongan dokter,” kata Totok.
“Memang aku tahu bahwa kereta api akan
lewat, tetapi ketika lonceng berbunyi dan aku
hendak menutup jalan, aku tidak kuat bangun,”
katanya dengan tersendat-sendat. “Aku, ... aku
... tak mampu membayar ongkos dokter.
Makanya biar, tak usah aja.”
“Coba, saya panggil paman saya saja. Dia
mantri juru rawat di rumah sakit,” kata Herman.
Ia lalu keluar mencari sepeda pada tetangganya
untuk menjemput pamannya itu.
Tidak berapa lama, Herman pun datang
membonceng sepeda beserta Pak Darman,
pamannya, sambil mengempit tas alat kesehatannya. Pak Darman langsung memeriksa Pak
Sarpan dengan saksama. Dahinya berkerutkerut melihat si sakit itu. Anak-anak dengan hati
cemas menantikan hasil pemeriksaannya.
Dalam batin mereka berdoa agar Pak Sarpan
dapat tertolong.
“Untung saja kalian cepat-cepat memanggil
aku. Kalau tidak, bagaimana jadinya. Pak
Sarpan sakit parah. Rupa-rupanya sudah lama
ditahannya saja sampai pada puncak penderitaannya,” kata Pak Darman setelah memeriksa
Pak Sarpan.
Kemudian anak-anak itu pun menerima
pesan dari Pak Darman tentang apa yang harus
7
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
dilakukan oleh mereka sementara ia mencari
pertolongan.
“Kalian tinggal di sini dulu. Aku akan mengambil mobil ambulans ke rumah sakit. Pak
Sarpan harus dirawat di rumah sakit,” katanya.
“Herman turut dengan mobil kami nanti untuk
melaporkan kejadian ini kepada kepala stasiun.”
2. Ceritakan kembali cerita anak tersebut di
depan teman-teman kalian dengan
urutan yang tepat!
3. Apakah kalian tertarik terhadap cerita
tersebut? Berikan alasannya!
1.3.3
Setelah Pak Sarpan dibawa ke rumah sakit,
Totok dan Iwan tinggal di gardu, sedangkan Nuri
pergi menjemput Pak Bayan untuk menggantikan tugas Pak Sarpan sebagai penjaga palang jalan. Hari itu tak akan mudah dilupakan,
keempat pemuda itu yang tidak sadar bahwa
mereka patut disebut pahlawan.
Perhatikan kutipan berikut ini!
(1) Jika hujan turun, air menetes membasahi buku siswa.
(2) Sambil menunggu balasan surat, Udan
dan Ketua Komite Sekolah terkait, Faisal
(47), mendatangi kantor-kantor pemerintah di Kabupaten Bogor.
T. Sutidja, Buku Bacaan Bahasa Indonesia
1.3.2
Menyebutkan Hal-hal yang
Menarik dan Tidak Menarik
dengan Alasan yang Logis
Banyak hal menarik dalam cerita “Pahlawan
Kecil”, terutama perilaku yang dilakukan oleh
tokoh-tokohnya. Hal yang dilakukan tokoh Iwan
dan teman-temannya patut kalian contoh.
Hal-hal yang menarik dalam cerita bisa kalian
tiru di dalam kehidupan kalian, sedangkan halhal yang tidak menarik tidak patut kalian contoh
dalam kehidupan kalian.
Pada kutipan teks di atas terdapat kata berimbuhan meng- yang melekat pada bentuk dasar tetes menjadi menetes. Imbuhan meng- yang
melekat pada bentuk dasar tunggu menjadi
menunggu.
A. Bentuk imbuhan mengBerikut ini 6 kaidah dalam pembentukan
imbuhan meng-.
1.
Cermati kutipan berikut ini!
Tindakan anak-anak itu menyebabkan kemarahan pengemudi kendaraan yang merasa
dipermainkan. Beberapa pengemudi truk
bahkan menyumpahi anak-anak itu. Ada juga
penumpang yang turun karena ingin tahu lebih
banyak. Sebelum keributan itu reda
terdengarlah suara gemuruh dan kereta api
ekspres lewat dengan cepatnya. Barulah orang-orang sadar bahwa mereka nyaris mati
tergilas. Berapa banyak korban yang mungkin
jatuh andaikata anak-anak itu tidak cepatcepat menutup palang kereta api itu.
2.
berasal dari
berasal dari
berasal dari
berasal dari
berasal dari
berasal dari
berasal dari
meng - arah
meng - injak
meng - ubah
meng - elak
meng - olah
meng - ganggu
meng - harap
Kaidah 2
membangun
memaku
memoto
memveto
berasal dari
berasal dari
berasal dari
berasal dari
meng - bangun
meng - paku
meng - foto
meng - veto
Imbuhan meng- berubah menjadi mem- jika
dilekatkan pada kata dasar yang diawali fonem
b, p, f, v.
3.
8
Kaidah 1
mengarah
menginjak
mengubah
mengelak
mengolah
mengganggu
mengharap
Kesimpulannya imbuhan meng- dapat dilekatkan pada kata dasar yang didahului fonem
vokal (a, i, u, e, o), dan fonem (g, h, k). Khusus
fonem /k/, fonem tersebut luluh.
Dalam kutipan di atas ada peristiwa menarik.
Pengemudi yang marah menjadi sadar bahwa
kemarahan mereka keliru. Anak-anak itu sebenarnya ingin menyelamatkan nyawa mereka.
1. Tulislah hal-hal yang menarik dan yang
tidak menarik dari cerita anak tersebut
beserta alasannya!
Penggunaan dan Makna
Imbuhan meng-
Kaidah 3
mencuci
mendengar
menjala
menerkam
berasal dari
berasal dari
berasal dari
berasal dari
meng - cuci
meng - dengar
meng - jala
meng - terkam
Bab 1 Bercerita
Imbuhan meng- berubah menjadi men- jika
dilekatkan pada kata dasar yang didahului
fonem c, d, j, t.
4.
berasal dari
berasal dari
berasal dari
berasal dari
berasal dari
meng - rokok
meng - latih
meng - makan
meng - wabah
meng - yakin
Imbuhan meng- berubah menjadi me- jika
dilekatkan pada kata dasar yang didahului
fonem l, m, r, w, y.
Kaidah 5
menyapu
menyusu
menyela
berasal dari
berasal dari
berasal dari
meng - sapu
meng - susu
meng - sela
Imbuhan meng- berubah menjadi meny- jika
dilekatkan pada kata dasar yang didahului
fonem s.
6.
Makna imbuhan meng- antara lain:
1.
melakukan perbuatan yang dinyatakan oleh
kata dasar, contoh:
a. Adik membeli buku di toko buku.
meng + beli menjadi membeli
b. Kakak memakai baju baru.
meng + pakai menjadi memakai
2.
menjadi, contoh:
Kaidah 4
merokok
melatih
memakan
mewabah
meyakini
5.
C. Makna imbuhan meng-
a. Es itu telah membatu.
meng + batu menjadi membatu
3.
a. Wanita itu sudah lama menjanda.
meng + janda menjadi menjanda
4.
berasal dari
berasal dari
berasal dari
berasal dari
berasal dari
berasal dari
meng - bom
meng - pel
meng - tik
meng - cor
meng - bor
meng - las
Imbuhan meng- berubah menjadi mengejika dilekatkan pada kata dasar yang hanya
terdiri atas satu suku kata.
5.
1.
2.
membentuk kata kerja transitif, contoh:
a. Adik sedang mencari pekerjaan.
meng + cari menjadi mencari
b. Ibu membeli sayur di pasar.
meng + beli menjadi membeli
membentuk kata kerja tak transitif, contoh:
a. Sejak pagi petani itu belum berhenti
mencangkul.
meng + cangkul menjadi mencangkul
b. Ayahnya sudah lama tidak melaut.
meng + laut menjadi melaut
menuju (dasar), contoh:
a. Kapal itu sudah menepi sejak pagi tadi.
meng + tepi menjadi menepi
6.
mencari/mengumpulkan (dasar), contoh:
a. Pemuda itu sedang mendamar di
dekat hutan.
meng + damar menjadi mendamar
B. Fungsi imbuhan mengBerdasarkan contoh-contoh di atas, kalian
dapat memahami fungsi imbuhan meng-.
Imbuhan meng- memiliki dua fungsi, yaitu:
makan/minum, contoh:
a. Ayah tidak pernah mengopi.
meng + kopi menjadi mengopi
Kaidah 6
mengebom
mengepel
mengetik
mengecor
mengebor
mengelas
berfungsi sebagai/menyerupai (dasar),
contoh:
7.
mengeluarkan bunyi, contoh:
a. Kucing itu mengeong terus-menerus.
meng + ngeong menjadi mengeong
1. Coba kalian tuliskan kata berimbuhan
meng- yang terdapat dalam teks dongeng!
2. Tentukanlah perubahan bentuk yang
terjadi dalam kata berimbuhan yang kalian
temukan dan maknanya!
4. Kerjakan di rumah!
a. Carilah bacaan dan daftarlah kata-kata
yang berimbuhan meng- dan tentukan
makna imbuhannya!
b. Bacakan hasil pekerjaan kalian di depan kelas!
9
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Model 2
Sukabumi, 6 Agustus 2007
MENULIS
1.4 Menulis Buku Harian
Di antara kalian adakah yang pernah menulis
buku harian? Bagi kalian yang belum pernah
menulis buku harian, ada baiknya memulai untuk
menulis buku harian dari sekarang.
Buku harian berisi catatan pribadi yang
digunakan untuk menuangkan perasaan
senang, sedih, haru, atau jengkel yang tidak
boleh diketahui oleh orang lain. Dalam buku
harian, kalian dapat menulis tentang diri sendiri,
orang tua, teman, guru, orang yang disayangi,
orang yang dibenci, dan peristiwa-peristiwa lain
di sekeliling kalian.
1.4.1
Model-Model Penulisan Buku
Harian
Cermatilah model-model penulisan buku
harian berikut ini!
Model 1
Aku pikir mama dan papaku lupa ulang tahunku,
soalnya sejak kemarin aku ga bertemu dengan mereka.
Ternyata mereka sibuk mempersiapkan pesta ulang
tahunku. Senang sekali mendapat surprise dari
mereka.Semua teman-temanku diundang. Bahkan
guru-guru pun tak ketinggalan. Meriah sekali pesta
ini. Eh, tapi di mana Kak Ari. Aku tak melihat
dia. Padahal, dia kan kakak yang paling aku sayangi.
Meskipun aku anak tunggal, aku merasa punya
kakak, karena Kak Ari, anak Bude Rini itu sangat
menyayangi aku seperti menyayangi adiknya.
Kemana Kak Ari?
...
Berdasarkan kedua model di atas, buku
harian adalah buku yang berisi catatan tentang
kegiatan yang telah dilakukan atau kejadiankejadian yang dialami setiap hari. Buku harian
biasanya memuat nomor kegiatan, hari, dan
tanggal, jam, dan peristiwa/rencana kegiatan
yang ingin dilakukan. Setiap kejadian menarik
yang kalian alami bisa dicatat dalam buku harian.
1.4.2
Senin, 16 Juli 2007
Hari ini pertama masuk kelas 1 SMP. Jantungku berdebardebar rasanya. Tak ada satu pun yang kukenal, karena aku
pindahan dari Surabaya.
Selasa, 17 Juli 2007
Hari kedua menjadi siswa SMP di kota yang baru kukenal
ternyata menyenangkan. Aku telah mengenal beberapa teman
sekelasku. Tapi ada hal yang mengesalkan, aku tidak suka
dengan kakak-kakak panitia yang suka membentak-bentak
kami.
Rabu, 18 Juli 2007
Ada teman sekelasku yang rumahnya tidak jauh dari rumahku.
Andi namanya. Aku senang sekali karena ada teman
berangkat sekolah dan pulang sekolah.
Menulis dengan Bahasa
Ekspresif
Buku harian merupakan milik pribadi
sehingga isi buku harian tidak boleh diketahui
oleh orang lain. Kalimat-kalimat yang kalian tulis
dalam buku harian merupakan ekspresi dari
perasaan kalian. Oleh karena itu, tanpa disadari
dalam buku harian tersebut penuh dengan
bahasa ekspresif.
Bahasa yang ekspresif adalah bahasa
mampu menggungkapkan perasaan kalian.
Contoh:
Hari ini aku merasa senang sekali! Aku bertemu
dengan teman-teman baru di kelasku yang baru.
www.goggle.com
dst.
Menulis buku harian dapat membantu untuk
mengungkapkan perasaan
10
1. Sediakan buku tulis baru (buku kecil,
buku diary, dsb)!. Cobalah untuk menulis
kegiatan kalian tiap hari di buku itu dan
jangan malu-malu mengekspresikan
perasaan kalian.
2. Kumpulkan buku tersebut kepada guru
kalian supaya mendapat komentar!
Bab 1 Bercerita
1.
2.
3.
4.
Dongeng memiliki beberapa unsur, antara
lain tokoh (baik utama maupun pembantu),
karakter/watak tokoh, latar (baik tempat,
waktu, maupun suasana), dan amanat
(pesan).
8.
(1) dilekatkan pada kata dasar yang
didahului dengan fonem vokal (a, i, u, e,
o) dan fonem konsonan (g, h, k),
(2) berubah menjadi mem- jika dilekatkan
pada kata dasar yang berawalan dengan
fonem /b/, /p/, /f/, dan/v/.
Relevansi dongeng dengan situasi dan kondisi saat ini terletak pada nilai-nilai yang dikandung di dalam dongeng, yang baik ditiru
yang buruk diabaikan/dihindari.
(3)berubah menjadi men- jika dilekatkan
pada kata dasar yang berawalan dengan
fonem /c/, /d/, /j/, dam /t/.
Bercerita atau mendongeng adalah mengungkapkan secara verbal atas pengalaman,
peristiwa, atau kejadian kepada audience
(pendengar). Beberapa hal yang harus
diperhatikan dalam mendongeng adalah suara, lafal, intonasi, gestur, dan mimik.
(4)berubah menjadi meny- jika dilekatkan
pada kata dasar yang didahului dengan
fonem /s/,
(5)berubah menjadi me- jika dilekatkan pada
kata dasar yang didahuli dengan fonem
/l/, /m/, /r/, /w/, dan /y/.
Langkah-langkah dalam mendongeng, yaitu:
(1) menyiapkan bahan cerita,
(6)berubah menjadi menge- jika dilekatkan
pada kata dasar yang terdiri dari satu
suku kata.
(2) membaca teks dongeng berulang-ulang,
(3)mengingat-ingat jalan cerita, tokoh,
waktu, dan tempat kejadiannya,
(4) berlatih tanpa teks sampai lancar, dan
(5)mendongeng dengan suara jelas,
ekspresif, dan menarik.
Kaidah penulisan imbuhan meng-:
9.
Perbendaharaan kata.
a. Amanat : pesan yang ingin disampaikan
pengarang kepada pembaca
atau pendengar.
Buku harian adalah buku yang berisi catatan
tentang kegiatan yang telah dilakukan atau
kejadian yang dialami setiap hari. Buku
harian biasanya memuat nomor kegiatan,
hari, tanggal, jam kejadian/peristiwa yang
(ingin) dilakukan. Bahasa yang digunakan
bersifat ekspresif karena mengungkapkan
perasaan si penulis.
b. Ekspresif : mampu memberikan perasaan.
6.
Fungsi imbuhan meng-, yaitu membentuk
kata kerja transifif dan kata kerja tak transitif.
g. Lafal : cara seseorang dalam mengucapkan bahasa.
7.
Makna imbuhan meng-, yaitu:
h. Mimik : peniruan dengan gerak-gerik
anggota badan dan raut muka.
5.
(a) melakukan perbuatan yang dinyatakan
oleh kata dasar,
(b) menjadi,
c. Fonem : satuan terkecil bunyi yang mampu membedakan makna.
d. Gestur : gerak tubuh.
e. Intonasi : lagu kalimat.
f. Kronologis : menurut urutan waktu.
i. Relevan : kaitan.
(c) menyerupai atau berfungsi sebagai,
j. Transitif : bersangkutan dengan kata
kerja yang memerlukan objek.
(d) makan/minum,
k. Verbal : secara lisan.
(e) menuju dasar,
(f) mencari/menghasilkan (dasar), dan
(g) mengeluarkan bunyi.
11
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Dr. Seto Mulyadi, Psi,Msi.,
Nama
:Seto Mulyadi (Kak Seto)
Lahir
: Klaten, Jawa Tengah, 28 Agustus 1951
Agama
:Islam
Ayah/Ibu :Mulyadi Effendy/Mariati
Istri
: Deviana
Anak
:
- Eka Putri Duta Sari
- Bimo Dwi Putra Utama
- Shelomita Kartika Putri Maharani
- Nindya Putri Catur Permatasari
Kedekatannya dengan dunia anak membuat dia
begitu dikenal sebagai sahabat dan pendidik anakanak. Seto Mulyadi yang kemudian dikenal sebagai
Kak Seto pada awalnya bercita-cita menjadi dokter.
Tetapi pada akhirnya, ia malah mendedikasikan
hidupnya demi kemajuan anak-anak. Perjalanan
hidup membawanya ke Jakarta dan bertemu
dengan Pak Kasur. Pak Kasur, yang menerimanya
lalu membawanya ke Taman Kanak-Kanak Situ Lembang, Jakarta Pusat dan akhirnya menjadi asisten
Pak Kasur.
Kegagalannya masuk ke Fakultas Kedokteran UI
membuatnya putar haluan dengan memasuki
Fakultas Psikologi UI, atas saran Pak Kasur. Pilihannya untuk masuk ke dunia anak-anak semakin
mantap saat mengasuh acara Aneka Ria Taman
Kanak-Kanak di TVRI, bersama Henny Purwonegoro. Di sana, Seto mendongeng, belajar sambil
bernyanyi, dan bermain sulap.
Tahun 1983, Seto mendapatkan kepercayaan Ibu
Tien Soeharto untuk mengetuai pelaksanaan
pembangunan Istana Anak-Anak di Taman Mini
Indonesia Indah, Jakarta. Bahkan kelompok bermain Istana Anak-anak yang dikembangkannya
memiliki peminat yang cukup banyak. Kini,
pengembangan kelompok bermain yang bernaung
di bawah Yayasan Mutiara Indonesia sudah
menyebar di berbagai daerah di sekitar Jakarta.
Pada 1987, Seto menikahi Deviana. Ia membeli
rumah di kawasan Cireundeu yang sebagian
lahannya ia manfaatkan sebagai sarana bermain
layaknya taman kanak-kanak. Tujuannya agar anakanak ak-tif bermain dan menikmati alam dengan
bebas serta lepas.Bila anak-anak terlalu dikekang,
akibatnya seperti kuda liar,” jelasnya.
www.goggle.com
Sahabat Anak-anak
Kak Seto, salah satu pemerhati anak yang
dikenal oleh anak-anak
Dia menjadikan anak-anaknya sebagai sahabat dan
guru. Hubungannya dengan buah hatinya itu sudah
dituangkan dalam buku, Anakku, Sahabatku, dan
Guruku (1997). Di buku itu dia menuliskan, anak
dapat menjadi sahabat dalam berbagi masalah dan
guru untuk belajar tentang kreativitas, spontanitas,
kebebasan berpikir, pemaaf, tidak pendendam, dan
mempunyai kasih sayang yang tulus.
Kedekatannya dengan anak-anak membuat Seto kian
merasakan kebutuhan untuk perkembangan anak.
Dia mengharapkan agar hak anak dipenuhi, seperti,
hak memperoleh suasana gembira, hak bermain, dan
hak untuk tumbuh dan berkembang tanpa merasa
tertekan. Krea-tivitas dan ide Seto makin cemerlang
dengan mendirikan sekolah TK Mutiara Indonesia
dan Yayasan Nakula-Sadewa yang menghimpun
anak-anak kembar yang berasal dari keluarga
kurang mampu.
Atas pengabdiannya pada dunia anak-anak, Seto
telah dianugerahi sejumlah penghargaan. Antara lain
Orang Muda Berkarya Indonesia, kategori Pengabdian pada Dunia Anak-anak dari Presiden RI (1987),
The Outstanding Young Person of the World, Amsterdam;
kategori Contribution to World Peace, dari Jaycess
International (1987), Peace Messenger Award, New
York, dari Sekjen PBB Javier Perez de Cuellar (1987),
dan The Golden Balloon Award, New York; kategori
Social Activity dari World Children’s Day Foundation
& Unicef (1989). Kemudian, Seto dipercaya menjadi
Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA). Dalam
kapasitasnya sebagai Ketua Komnas Perlindungan
Anak (KPA), Seto semakin giat berkarya membela
anak-anak.
Seto yang mempunyai motto: bangsa yang besar
adalah bangsa yang mencintai anak-anak. Ia
berharap supaya semua orang menganggap setiap
hari adalah hari anak.
www.tokohindonesia.com dengan sedikit perubahan
12
Bab 1 Bercerita
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling
tepat dengan memberi tanda silang (X)
pada huruf di depan jawaban yang
kalian pilih!
Bacalah dongeng berikut ini untuk menjawab soal 1 s.d. 5!
Semut yang Hemat
Di zaman Mesir kuno, hiduplah seorang raja yang
sangat terkenal keadilannya. Raja tersebut sangat
mencintai rakyatnya. Bahkan raja tersebut dalam
mencintai keluarganya tidak melebihi cintanya pada
rakyatnya. Sehingga kalau ada anggota keluarganya
yang bersalah tetaplah dihukum sebagaimana orang
lain. Yang lebih istimewa lagi, raja ini juga penyayang
binatang.
Karena cintanya pada binatang, suatu hari raja
yang adil itu pergi berjalan-jalan menemui seekor semut. Si Semut merasa senang dan bangga mendapat
kunjungan dari raja.
“Bagaimana kabarmu, Semut?” tanya sang Raja.
“Hamba baik-baik saja, Baginda,” jawab semut
gembira.
“Dari mana saja kau pergi?”
“Hamba sejak pagi pergi ke beberapa tempat,
tetapi belum juga mendapatkan makanan, Baginda.”
“Jadi, sejak pagi kau belum makan?”
“Benar, Baginda.”
Raja yang adil itu pun termenung sejenak. Kemudian berkata, “Hai, Semut. Seberapa banyak makanan yang kau perlukan dalam setahun?”
“Hanya sepotong roti saja, Baginda,” jawab semut.
“Kalau begitu maukah kau kuberi sepotong roti untuk hidupmu setahun?”
“Hamba sangat senang, Baginda.”
“Kalau begitu, ayo engkau kubawa pulang ke istana,”
ujar sang Raja, lalu membawa Semut itu ke istananya.
Semut sangat gembira karena mendapatkan anugerah
makanan dari sang Raja. Ia tidak susah-susah lagi mencari makanan dalam setahun. Dan tentu saja, roti pemberian sang Raja akan lebih manis dan enak.
“Sekarang engkau masuklah ke dalam tabung yang
telah kuisi sepotong roti ini!” perintah sang Raja.
“Terima kasih, Baginda. Hamba akan masuk.”
“Setahun yang akan datang tabung ini baru akan
kubuka,” ujar sang Raja lagi.
“Hamba sangat senang, Baginda.”
Tabung berisi roti dan semut itu pun segera ditutup
rapat oleh sang Raja. Tutup tabung itu terbuat dari
bahan khusus, sehingga udara tetap masuk ke da-
lamnya. Tabung tersebut kemudian disimpan di ruang
khusus di dalam istana.
Hari-hari berikutnya sang Raja tetap memimpin
rakyatnya. Berbagai urusan ia selesaikan secara
bijaksana. Akhirnya setelah genap setahun, teringatlah sang raja akan janjinya pada semut.
Perlahan-lahan Raja membuka tutup tabung berisi
semut itu. Ketika tutup terbuka, si Semut baru saja
menikmati roti pemberian raja setahun lalu.
“Bagaimana kabarmu, Semut?” tanya sang Raja
ketika matanya melihat semut di dalam tabung.
“Keadaan hamba baik-baik saja, Baginda.”
“Tidak pernah sakit selama setahun di dalam tabung?”
“Tidak, Baginda. Keadaan hamba tetap sehat selama setahun.”
Kemudian sang Raja termenung sejenak sambil
melihat sisa roti milik Semut di dalam tabung.
“Mengapa roti pemberianku yang hanya sepotong
masih kau sisakan separuh?” tanya Sang raja.
“Betul, Baginda.”
“Katanya dalam setahun kau hanya memerlukan
sepotong roti. Mengapa tak kau habiskan?”
“Begini, Baginda. Roti itu memang hamba sisakan
separuh. Sebab, hamba khawatir jangan-jangan
Baginda lupa membuka tutup tabung ini. Kalau
Baginda lupa membukanya, tentu saja hamba masih
dapat makan roti setahun lagi. Tapi untunglah,
Baginda tidak lupa. Hamba senang sekali.”
Sang Raja sangat terkejut mendengar penjelasaan
si Semut yang tahu hidup hemat. Sang Raja tersenyum kecil di dekat si Semut.
“Kau Semut yang hebat. Kau dapat menghemat
kebutuhanmu. Hal ini akan kusiarkan ke seluruh negeri agar rakyatku dapat mencontohmu. Kalau semut
saja dapat menghemat kebutuhannya, mengapa
manusia justru gemar hidup boros?”
“Sebaiknya Baginda jangan terlalu memuji hamba,”
jawab si Semut.
Si Semut itu akhirnya mendapat hadiah lagi dari
raja. Sebagai tanda terima kasih karena telah
mengajarinya hidup hemat.
Kertanegara, Bobo No. 28/XXVIII
1.
Berdasarkan dongeng di atas, tokoh utama
yang diceritakan oleh pengarang adalah ... .
a. Raja
b. Semut
2.
c. Rakyat
d. Roti
Watak tokoh semut dalam dongeng di atas
adalah ... .
13
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
a. adil
b. jujur
3.
Hal menarik yang terdapat dalam dongeng
tersebut adalah ...
a. Raja lebih mencintai rakyatnya daripada
keluarganya.
b. Raja bertemu dengan seekor semut yang
sedang mencari makan.
c. Semut hanya makan sepotong roti dalam
setahun.
d. Semut menghemat rotinya karena takut
raja lupa membuka tutupnya.
4.
5.
9.
a. Kita hendaknya menyayangi siapa saja
termasuk binatang.
b. Kita harus menyayangi orang lain lebih
dari keluarganya.
c. Kita harus berusaha bisa hidup hemat.
d. Kita harus bisa memberikan sesuatu yang
menyenangkan orang lain.
10. Berikut ini yang bukan merupakan dasar
penulisan buku harian adalah ... .
Latar tempat yang digunakan oleh pengarang dalam dongeng di atas adalah ... .
B. Kerjakan soal-soal berikut dengan tepat!
c. istana
d. jalan
a.
b.
c.
d.
Sebutkan 4 unsur yang membangun keindahan sebuah dongeng!
2.
Jelaskan makna imbuhan meng- yang terdapat dalam kalimat-kalimat berikut!
Imbuhan meng- yang berubah menjadi
menge- terdapat dalam kalimat ...
Hal ini akan kusiarkan ke seluruh negeri agar
rakyatku dapat mencontohmu.
3.
Imbuhan meng- pada kata mencontohmu
dalam kalimat di atas bermakna ... .
a.
b.
c.
d.
8.
berfungsi sebagai
menjadi
menuju
melakukan perbuatan yang dinyatakan
kata dasar
Kalimat berikut ini yang menggunakan kata
berimbuhan meng- dengan benar adalah...
a. Kata-kata ibunya telah merubah kelakuan Anton dan kedua adiknya.
14
imajinasi pengarang
kejadian nyata seseorang
peristiwa sehari-hari
pengalaman pribadi
1.
a. Setelah diobati oleh dokter, benjolan
pada kepalanya itu mulai mengecil.
b. Adonan kue yang ditinggalkan ibu ketika
adik jatuh sudah mengeras.
c. Aku terperanjat melihat tamu yang sedang
mengetuk pintu.
d. Tukang yang sedang mengecat gedung
itu sangat cekatan.
7.
Imbuhan meng- yang membentuk kata kerja
transitif terdapat pada kalimat ... .
a. Wanita itu sedang mencuci pakaian.
b. Pesawat naas itu terpaksa mendarat
darurat.
c. Adikku sedang belajar membaca.
d. Rupanya pencuri yang tertangkap tadi
malam belum menyesal.
Amanat yang ingin disampaikan pengarang
melalui dongeng tersebut adalah ...
a. hutan
b. halaman
6.
b. Koperasi yang didirikan itu telah mensejahterakan warga sekelurahan.
c. Wali kelas sedang menghukum siswa
yang mencat rambutnya.
d. Seluruh siswa wajib menyukseskan program wajib membaca.
c. penurut
d. hemat
a. Wajahnya memerah ketika mendengar
sindiran temannya.
b. Di tengah kemacetan lalu lintas itu, mobil
yang saya naiki hanya bisa berjalan merayap.
c. Begitu tamu datang, anjing tetangga
menggonggong keras.
d. Tangis adik mulai melemah ketika dari
jauh terlihat ibu sudah datang.
e. Pesawat mengalami gangguan sehingga
terpaksa mendarat kembali.
Berdasarkan dongeng “Semut yang Hemat”,
carilah dan ceritakan secara singkat peristiwa di sekitar kalian yang kejadiannya mirip
dengan yang dialami tokoh dalam dongeng
tersebut!
4.
Carilah hal-hal yang menurut kalian menarik
dan tidak menarik dari dongeng “Semut
yang Hemat”.
5.
Datalah kata berimbuhan meng- dalam
dongeng “Semut yang Hemat” dan tentukan
pula maknanya!
6.
Buatlah catatan harian kalian selama seminggu terakhir ini!
www.yahoo.com
www.prasetya.brawijaya.ac.id
Bab 2 Pertunjukan
Pertunjukan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan
menggunakan alat peraga yang bisa berupa wayang atau boneka
Pendahuluan :
Setelah pada bab I kalian mempelajari bahasa Indonesia lewat topik “Bercerita”, pada bab II ini
kalian akan diajak mendalami kemampuan berbahasamu melalui topik “Pertunjukan”.
Pertama, kita masih sejenak melihat tentang dongeng, terkait dengan pentingnya kita menemukan
hal-hal menarik dari dongeng dengan alasan logis. Selain itu juga penting kalian dapat menyimpulkan
pesan dongeng.
Kedua, kita juga perlu untuk dapat bercerita dengan alat peraga. Untuk itu, tentu saja kalian
harus mampu memilih cerita yang tepat dan menentukan urutan peristiwanya. Ketika kalian sudah
menguasainya, kalian dapat menulis kembali dengan bahasa sendiri dongeng yang pernah kalian
dengar ataupun baca. Dengan demikian, kalian dapat menceriterakan isi dongeng secara lisan
maupun tertulis dan mengaitkan isi dongeng dengan kehidupanmu.
Ketiga, kalian juga akan diajak untuk membacakan berbagai teks perangkat upacara dengan
intonasi yang tepat, seperti teks pembukaan UUD 1945, janji siswa, dan doa. Dengan demikian kalian
juga dapat membedakan pembacaan berbagai teks yang ada di dalam seluruh rangkaian upacara
bendera di sekolah kalian.
Akhirnya, kalian diajak untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, khususnya dalam memahami
imbuhan atau prefiks per- dan penggunaan kata untuk dan demi dalam kalimat.
Selamat belajar dan sukses selalu.
15
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
MENDENGARKAN
2.1 Menemukan Hal-hal yang
Menarik dari Dongeng yang
Diperdengarkan
Dongeng adalah cerita tentang makhluk
yang diangan-angankan dan bersifat khayalan.
Tokoh dalam dongeng dapat berwujud apa saja,
namun memiliki sifat manusia. Biasanya tokoh
yang ditampilkan memiliki kekuatan atau
kebijakan untuk mengatur dengan segala macam
cara. Umumnya dongeng merupakan kisah
seputar dewa, raja, pangeran, dan putri raja.
Dongeng termasuk cerita lisan yang tidak
diketahui siapa penciptanya.
Dongeng menjadi menarik bagi anak-anak
sebagai cerita yang diperdengarkan menjelang
tidur. Selain itu, dongeng juga menyimpan nasihat
atau ajaran-ajaran moral.
2.1.1
Mendengarkan Dongeng
Pada pelajaran ini kalian akan mendengarkan dongeng dan selanjutnya kalian diharapkan
mampu menemukan hal-hal menarik dari
dongeng tersebut. Simaklah baik-baik dongeng
yang diperdengarkan oleh guru atau teman
kalian berikut ini!
Lidah Ular
Alkisah, diceritakan di sebuah negara antahberantah, hiduplah dua wanita bersaudara. Yang
tua bernama Sang Kadru dan Sang Winata,
adiknya. Mereka berdua hidup rukun tetapi di
antara keduanya terdapat perbedaan sifat yang
mencolok. Si kakak, Sang Kadru berwatak licik,
tamak, dan tidak jujur. Sedangkan si adik
berwatak jujur, pemurah, lugu, pemaaf. Mereka
tinggal di sebuah dusun yang termasuk dalam
wilayah sebuah pertapaan milik seorang pertapa
sakti yang arif bernama Begawan Kasyafa.
Suatu hari, ketika Sang Kadru dan adiknya
mencari dedaunan dan buah di kawasan wilayah
pertapaan Begawan Kasyafa, mereka bertemu
dengan Sang Begawan. Sang Tapa yang masih
membujang itu tertarik oleh kehalusan sikap
Sang Winata. Saat itu juga, Sang Winata dipinang oleh Sang Tapa. Akan tetapi, karena Sang
Winata mempunyai kakak perempuan yang
16
masih lajang, Sang Tapa diminta meminangnya.
Singkat kata, kedua wanita mau menjadi istri
Begawan Kasyafa.
Setelah kedua wanita menjadi istri Sang
Begawan, Sang Kadru dibuatkan rumah tinggal
di sebelah kanan rumah induk, tempat tinggal
Begawan Kasyafa. Sedangkan Sang Winata dibuatkan rumah sebelah kiri rumah induk. Setiap
malam kedua istri Sang Tapa saling berkunjung.
Mereka saling bercerita tentang pengalaman
masing-masing pada siang harinya. Mereka bertugas mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan
mengawasi para cantrik (murid yang belajar pada
Sang Begawan).
Pada suatu malam ketika Sang Kadru berkunjung ke rumah Sang Winata, berkatalah
Sang Kadru, “Adik Winata, kita ini sudah belasan tahun menjadi istri Sang Begawan, tetapi
belum juga diberi anak. Kita malu. Kita pasti
dianggap wanita tidak baik. Bagaimana
pendapatmu, Adik?”
“Aku pun berpendapat demikian. Malu sekali
sudah menjadi istri belasan tahun belum diberi
anak. Lalu, apa yang harus kita lakukan?”
“Begini, Adik. Besok, pagi-pagi sekali kita
menghadap Sang Begawan untuk menyampaikan kehendak kita, meminta anak. Bagaimana,
Adik setuju?”
“Aku amat setuju,” jawab Winata.
“Kalau begitu,” kata Sang Kadru, “saya
pulang dan besok, pagi-pagi sekali, Adik saya
jemput.”
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, Sang
Kadru sudah ke rumah Sang Winata. Keduanya
segera menemui Sang Begawan. Pagi itu Sang
Begawan sudah ada di pendapa, sebab
Begawan Kasyafa sudah mengetahui akan
datangnya kedua istrinya itu. Segeralah keduanya disuruh masuk.
“Ayo, silakan duduk. Saya sudah menunggu
kalian,” kata Begawan Kasyafa.
Dengan agak gugup keduanya masuk dan
duduk di depan Begawan Kasyafa. Sungguhpun
Begawan Kasyafa sudah mengetahui maksud
kedatangan kedua istrinya itu, dengan arif Sang
Begawan bertanya.
“Istriku, agak mengejutkan, apa kiranya yang
mendorong kedua istriku menghadap pada pagipagi sekali?”
“Duh Sang Wiku. Maafkan kelancangan kami
berdua ini,” jawab Sang Kadru dan Sang Winata
bersamaan. “Pagi-pagi sudah mengusik ketenangan Sang Wiku.”
“Tidak apa,” jawab Begawan Kasyafa.
“Katakanlah apa maksud kedatangan kalian.”
Bab 2 Pertunjukan
“Benar,” jawab Sang Kadru. ”Kami berdua
sudah belasan tahun menjadi istri Sang Wiku,
tetapi belum juga dikaruniai anak.”
“Kadru, kamu ingin anak berapa?”
“Saya menginginkan 1000 anak, Sang Wiku.”
Jawab Kadru mantap.
“Baiklah, Kadru. Ini saya berikan 1000 butir
telur. Rawat dan jagalah baik-baik!” pesan Sang
Begawan.
Lalu, kepada Sang Winata, Begawan
Kasyafa bertanya. “Kamu ingin anak berapa?”
“Saya hanya menginginkan dua anak saja,”
jawab Sang Winata, “tetapi kesaktiannya melebihi anak Kak Kadru.”
“Baiklah,” jawab Sang Wiku. “Ini dua telur.
Rawat dan jaga baik-baik. Keinginanmu akan
terpenuhi.”
Setelah beberapa tahun, telur-telur Sang
Kadru menetas. Semuanya ular. Yang sulung
bernama Sang Basuki. Ia menjadi pemimpin dari
semua adiknya. Adik-adiknya amat patuh
kepadanya. Ular-ular itu tabiatnya nakal, amat
sulit diatur oleh ibunya. Sehari-hari mereka
keluyuran ke mana-mana menyebabkan ibunya selalu dalam kesulitan.
Akan halnya telur Sang Winata belum juga
menetas sungguhpun sudah selang beberapa
tahun setelah telur Sang Kadru menetas. Sang
Winata malu, khawatir jangan-jangan telurnya
tidak menetas. Dengan agak kasar satu di
antara dua telurnya ia pecah. Setelah beberapa
lama diketok-ketok, telur pun pecah. Keluarlah
dari telur, seorang taruna yang amat tampan,
tetapi sayang kedua kakinya belum lengkap. Ia
marah kepada ibunya, katanya, “Lihatlah, Ibu!
Aku cacat begini karena ketidaksabaran Ibu.
Ibu nanti akan menjadi budak Ibu Kadru karena
kalah bertaruh. Tetapi Ibu jangan sedih,
peliharalah baik-baik adikku yang satu ini. Dia
nanti yang akan menebus ibu dari perbudakan!
Ibu, saya pergi akan mengabdi kepada Batara
Surya.” Dengan cepat anak yang bernama Sang
Aruna melesat terbang pergi.
Hari itu tampak cerah. Seperti biasa Sang
Winata berkunjung ke rumah kakaknya. Mereka
menceritakan pengalaman dan apa yang
mereka kerjakan hari sebelumnya. Kadru berkata, “Adik Winata, tadi malam saya bermimpi
melihat kuda Ugaisrawa keluar dari Samudera
Susu. Kuda itu mulus putih sayang ujung
ekornya berwarna hitam.” Sang Winata menjawab, “Kakak, benarlah. Saya juga bermimpi
bertemu dengan Kuda Ugaisrawa. Tetapi yang
saya lihat adalah kuda putih mulus, tanpa setitik
noda pun. Maka tidak benar kalau ujung ekornya
hitam.” Keduanya bersikeras mempertahankan
keyakinan masing-masing. Tidak ada yang mau
mengalah, sampai akhirnya mereka bertaruh,
bahwa yang kalah harus menjadi budak yang
menang. Setelah keduanya sepakat, Sang
Winata pun segera kembali ke rumah sendiri.
Sampai malam Sang Kadru gelisah sebab
anak-anaknya belum pulang. Menjelang tengah
malam, barulah anak-anak Sang Kadru pulang.
Sang Basuki sebagai pemimpin segera maju
menghadap, katanya, “Maafkan kami, Ibu. Kami
bermain sampai larut malam karena pergi ke
Samudera Susu menyaksikan kemunculan
Kuda Ugaisrawa. Sungguh cantik dan bersih
rupa kuda itu. Tidak ada setitik pun noda di
seluruh tubuhnya”.
“Betulkah begitu, anakku?” tanya Sang Ibu.
“Betul, Ibu,” kata Sang Basuki, “untuk apa
aku membohongi Ibu?”
“Kalau begitu celakalah aku, anakku,” kata
Sang Kadru. “Ketahuilah, bahwa ibumu bertaruh
dengan bibimu Winata dan ibumu kalah. Padahal, yang kalah bertaruh harus menjadi budak
yang menang. Oleh karena itu, pergilah kamu
ke Samudera Susu. Semprotlah ujung ekor
kuda Ugaisrawa dengan bisamu agar hitam.
Dengan demikian, ibumu tidak menjadi budak
Winata”.
Karena takut kepada ibunya, Sang Basuki
dan adik-adiknya tengah malam itu pergi ke
Samudera Susu. Kebetulan masih terang bulan
dan kuda Ugaisrawa itu tampak dengan jelas.
Tanpa ragu-ragu Sang Basuki dibantu oleh
beberapa adiknya menyemprot ekor kuda itu
dengan bisanya. Jadilah separuh ekor kuda itu
hitam.
Keesokan harinya, Sang Kadru menghampiri adiknya untuk bersama-sama menyaksikan
kuda Ugaisrawa di Samudera Susu. Setelah
beberapa saat kemudian, muncullah kuda
Ugaisrawa yang dinaiki seorang bidadari.
Sang Kadru meminta anak-anaknya untuk
menyemprot ujung ekor kuda Ugaisrawa
menjadi hitam
17
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Benarlah adanya, kuda Ugaisrawa itu putih
mulus, tetapi separuh ekornya hitam. “Benar,
kan Dik Winata, bahwa kuda Ugaisrawa itu putih
dengan separuh ekornya hitam,” kata Sang
Kadru. Sang Winata tidak dapat membantah
dan mulai saat itu Sang Winata menjadi budak
kakaknya dengan tugas mengasuh ular, anakanak Sang Kadru.
Setelah beberapa saat ditinggalkan oleh
ibunya, telur Sang Winata yang satu menetas.
Keluarlah dari telur itu seekor burung garuda
raksasa. Selain amat besar, Sang Garuda juga
amat sakti. Ia tahu siapa ibunya. Sang Garuda
pun segera terbang mencari Sang Ibu. Ia amat
terkejut ketika menemukan ibunya di tengahtengah ular anak Sang Kadru yang amat sulit
diatur. Turunlah ia menemui ibunya, katanya,
“Ibu, mengapa Ibu di sini mengurusi ular-ular
nakal itu?”
“Kaukah itu anakku?” tanya Sang Winata.
“Ya Ibu. Aku anak keduamu,” jawab Sang
Garuda.
“Duh, anakku Sang Garuda. Tanyakan
kepada para ular itu, apa yang dapat dipakai
sebagai penebus Ibu dari perbudakan ini!” pinta
Sang Winata.
Segera Sang Garuda menyuruh para ular
berkumpul, katanya, ”Hai para ular. Berkumpullah kemari! Cepat! Tidak cepat aku patuk kepalamu dan aku telan!”
Para ular dengan ketakutan segera berkumpul. Setelah semua ular berkumpul, dengan
lantang Sang Garuda bertanya, “Hai, Ular! Apa
yang dapat saya pakai untuk menebus ibuku
dari perbudakan ini?”
Sang Basuki sebagai pemimpin para ular
segera menjawab, “Berikan kepada kami
Amreta. Ibumu akan bebas!”
Setelah minta restu kepada ibunya dan diberi
petunjuk oleh ibunya agar mohon petunjuk
kepada ayahnya, melesatlah Sang Garuda ke
udara dengan cepat.
Tidak sulit bagi Sang Garuda menemui
ayahnya. Setelah diberi petunjuk oleh ayahnya
bagaimana menemukan Amreta, Sang Garuda
terbang dengan cepat ke sebuah gua yang disebutkan oleh ayahnya, Begawan Kasyafa.
Setelah beberapa hari terbang, sampailah
Sang Garuda di depan gua yang disebutkan oleh
Begawan Kasyafa. Gua itu pintunya dijaga oleh
dua raksasa besar yang membawa penggada.
Di balik pintu, gua dijaga oleh seekor naga yang
dapat menyemburkan api. Bagian akhir gua
sebelum sampai tempat penyimpanan Amreta,
18
Sang Garuda bertempur dengan naga demi
mendapatkan Amreta
ada sebuah pintu yang selalu berputar seperti
baling-baling. Apa pun yang melewati akan
hancur berkeping-keping.
Sang Garuda tertegun sebentar. Dengan niat
minta izin, Sang Garuda mendekati dua raksasa
penjaga pintu. Bukannya izin masuk yang diperoleh Sang Garuda, melainkan serangan
dahsyat secara tiba-tiba. Sang Garuda pun
menjadi amat marah. Dengan sekali patuk saja,
raksasa itu mati. Begitu masuk pintu, datanglah
semburan api dari mulut naga. Segera Sang
Garuda mengepakkan kedua sayapnya dengan
kuat ke arah naga. Pasir dan batu-batu kecil
pun berhamburan memenuhi mulut naga dan
menutupi kedua mata naga. Setelah naga tidak
berdaya, Sang Garuda pun masuk. Akan tetapi,
ia segera berhenti begitu sampai di depan
Jantera. Ia berpikir keras bagaimana caranya
melewati Jantera dengan selamat. Setelah
berpikir sebentar, ia memperkecil badannya
menjadi sebesar kacang sehingga dapat masuk
dengan cara mengikuti putaran Jantera.
Setelah Amreta diperoleh, Sang Garuda
dengan mudah keluar membawa Amreta. Akan
tetapi, ketika membawa terbang Amreta, ia
dihadang oleh Dewa Wisnu. Namun, karena
Dewa Wisnu takut kepada Sang Garuda, Dewa
Wisnu dengan lembut menyapanya.
“Sang Garuda. Hendak kau bawa ke mana
Amreta itu?” tanya Dewa Wisnu.
“Akan aku pakai menebus ibuku dari perbudakan para ular anak Sang Kadru.“ jawab Sang
Garuda. “Waduh, jangan! Mereka itu jahat
semua,” tegas Hyang Wisnu.
“Itu urusanmu Wisnu! Terserah padamu Wisnu kalau Amreta ini sudah aku serahkan kepada
para ular. Pasti engkau paham apa maksudku!”
kata Sang Garuda. “Selamat tinggal Wisnu. Aku
sangat kasihan menyaksikan penderitaan ibu
Bab 2 Pertunjukan
akibat kelicikan Kadru,” jawab Sang Garuda.
Hyang Wisnu tanggap akan apa yang dimaksud oleh Sang Garuda. Maka ia lalu menggunakan ajian halimunan sehingga tidak terlihat
oleh siapa pun kecuali oleh orang sesakti Sang
Garuda. Ia terbang mengikuti terbangnya Sang
Garuda.
Tidak terceritakan perjalanan Sang Garuda,
ia sampai ke tempat para ular. Ia pun segera
memanggil para ular. “Hai, kamu ular-ular.
Cepatlah berkumpul di sini! Saya sudah
mendapatkan apa yang kalian inginkan. Tetapi
dengarkan baik-baik! Ada pesan dari Hyang
Wisnu. Kalian harus membersihkan diri dulu
sebelum meminum Amreta ini! Nah, berikan
dulu ibuku saat saya menyerahkan Amreta ini!”
Selesai berkata demikian, Sang Garuda meletakkan tempayan Amreta itu dan membawa
ibunya terbang. Para ular yang egois itu lalu
berlomba-lomba ke laut untuk mandi. Tidak ada
seekor pun yang tinggal menjaga Amreta. Hyang
Wisnu tersenyum menyaksikan kelihaian Sang
Garuda dan ketamakan para ular. Segera Hyang
Wisnu mengambil tempayan dan dibawa pergi.
Ketika para ular kembali, mereka sangat terkejut karena tempayan tempat Amreta sudah
tidak ada. Sang Basuki melihat sesuatu yang
gemerlap di ujung rumput. Oleh Sang Basuki
dan adik-adiknya, yang gemerlap di ujung
rumput itu dijilati bergantian. Mereka tidak
mengetahui bahwa ujung rumput itu sudah
menjadi amat tajam dan kuat sebab sudah kena
Amreta. Begitu menjilat lidah ular terbelah dua.
Itulah sebabnya, sampai sekarang lidah ular
bercabang dua.
Disadur dari cerita lama dengan penyesuaian.
Catatan:
Amreta berasal dari Bahasa Jawa Kuna. a
berarti tidak, mreta berarti mati. Maksudnya: Siapa yang menggunakan (minum)
tidak akan mati.
Dewa Wisnu/Hyang Wisnu: Dewa penjaga
keselamatan dan perdamaian dunia.
2.1.2
Hal-hal Menarik dalam
Dongeng
Perhatikan kutipan berikut ini!
tetapi belum juga dikaruniai anak.”
“Kadru, kamu ingin anak berapa?”
“Saya menginginkan 1000 anak, Sang
Wiku.” Jawab Kadru mantap.
“Baiklah, Kadru. Ini saya berikan 1000 butir
telur. Rawat dan jagalah baik-baik!” pesan
Sang Begawan.
Lalu kepada Sang Winata, Begawan
Kasyafa bertanya. “Kamu ingin anak berapa?”
“Saya hanya menginginkan dua anak saja,”
jawab Sang Winata, “tetapi kesaktiannya melebihi anak Kak Kadru.”
“Baiklah,” jawab Sang Wiku. “Ini dua telur.
Rawat dan jaga baik-baik. Keinginanmu akan
terpenuhi.”
Ada hal menarik dari kutipan dongeng tersebut, yaitu hanya dengan menetaskan telur
bisa memperoleh anak sampai ribuan jumlahnya,
orang dapat dengan mudahnya mempunyai
anak.
Hal-hal menarik dalam dongeng dapat
berupa keajaiban-keajaiban, tokoh-tokoh yang
sakti, cerita yang mengharukan, pesan yang
mendidik, dan sebagainya.
Kerjakan soal berikut dengan tepat berdasarkan dongeng “Lidah Ular”!
1. Tulislah tokoh-tokoh dan perwatakan
yang disebutkan dalam dongeng
tersebut!
2. Tulislah konflik-konflik yang terjadi dalam
dongeng tersebut!
3. Tuliskan hal-hal yang menarik dari
dongeng tersebut dan sertakan alasannya!
4. Menurut kalian apa tema dongeng tersebut?
5. Tunjukkanlah hubungan antara tema
dongeng tersebut dengan situasi
sekarang!
“Tidak apa,” jawab Begawan Kasyafa. “Katakanlah apa maksud kedatangan kalian kali
ini.”
6. Simpulkanlah isi dongeng tersebut
dengan bahasa kalian sendiri!
“Benar,” jawab Sang Kadru. ”Kami berdua
sudah belasan tahun menjadi istri Sang Wiku,
7. Tuliskan kesimpulan yang kalian buat
dalam sebuah ungkapan!
19
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Menurut buku Tata Bahasa Baku Bahasa
Indonesia, ada tiga kaidah morfofonemik untuk
prefiks per-.
Kerjakan soal berikut dalam kelompok!
1.
1. Carilah sebuah dongeng di majalah atau
surat kabar!
2. Gunting dan tempelkan di buku kelompok
atau tulis dongeng yang kalian pilih tersebut?
3. Tulislah hal-hal menarik dalam dongeng
tersebut dan tulis pula pesan yang terkandung dalam dongeng tersebut!
4. Bacalah dongeng dan hasil analisis kelompok di depan kelas supaya ditanggapi
oleh kelompok lain!
2.1.3
Imbuhan per-
Perhatikan kutipan berikut ini!
Djoko
Diman
: Sedang apa kamu di sini?
: Biasa, anak-anak muda sering berkumpul di sini!
Djoko
: Apa yang kamu lakukan?
Diman
: Ya, ngobrol, bercanda, dan pokoknya bersenang-senanglah!
Djoko
: Kamu, sebagai pelajar kan banyak
yang harus dikerjakan. Saya sebagai saudara tuamu tidak ingin kamu
terjerumus ke hal-hal yang negatif.
Saya kira akan lebih baik belajar,
membantu orang tua, membimbing
adik. Percuma saja kamu sekolah
kalau hanya seperti itu.
Diman
: Ya, Pak.
Djoko
: Jangan begitu! Saya hanya ingin kamu menjadi lebih baik. Yang penting
pertebal imanmu!
2.
Prefiks per- berubah menjadi pe- apabila
ditambahkan pada kata dasar yang diawali
huruf r. Contoh:
per- + rendah
perendah
per- + ringan
peringan
Prefiks per- berubah menjadi pel- apabila
ditambahkan pada bentuk dasar ajar. Contoh:
per- + ajar
3.
pelajar
Prefiks per- tidak mengalami perubahan
bentuk bila bergabung dengan bentuk dasar
lain diluar kaidah 1 dan 2 di atas. Contoh:
per- + lebar
perlebar
per- + panjang
perpanjang
per- + luas
perluas
Untuk mengetahui bentuk, fungsi, dan arti
prefiks per- perhatikan tabel berikut ini!
BENTUK
per-
KATA
DASAR
cuma
FUNGSI
ARTI
Tetap seperti
pada kata dasar
tebal
Membentuk
kata kerja
membuat
lebih ...
1. Buatlah kalimat dengan kata-kata berikut
ini!
a. persempit
b. permudah
c. pertinggi
2. Tentukan arti imbuhannya dari kata-kata
tersebut!
Dalam kutipan tersebut terdapat kata pelajar,
percuma, dan pertebal. Ketiga kata tersebut
mengalami penambahan imbuhan atau prefiks
per-.
20
3. Buatlah karangan yang memuat kata-kata
berimbuhan per-!
Bab 2 Pertunjukan
BERBICARA
2.2 Bercerita dengan Alat
Peraga
Bercerita dapat dilakukan dengan berbagai
cara, misalnya secara lisan, tulisan, atau dengan
alat peraga. Kalian tentunya sudah pernah
bercerita dengan cara menulis atau melisankan.
Bagaimana dengan bercerita menggunakan alat
peraga, apakah sudah pernah kalian lakukan?
2.2.1
Macam-macam Pertunjukan
yang Menggunakan Alat
Peraga
Pertunjukan wayang merupakan salah satu
bentuk pertunjukan yang menggunakan alat peraga. Pertunjukan wayang dibawakan oleh seorang dalang yang menggunakan alat peraga
berupa wayang.
Wayang adalah boneka tiruan yang terbuat
dari pahatan kulit atau kayu yang dapat dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dalam pertunjukan drama tradisional, seperti Bali, Jawa,
dan Sunda); (KBBI 2001:1271).
Pertunjukan wayang dilakukan oleh sang
pencerita yang disebut dalang. Alat peraga
pertunjukan wayang meliputi wayang kulit,
wayang beber, wayang klitik, atau wayang golek.
www.prasetya.brawijaya.ac.id
Wayang beber yaitu gambar wayang atau
pelaku dalam cerita itu dilukiskan dalam satu
lembar kulit (satu lembar memuat beberapa tokoh atau pelaku dalam cerita), dan sang dalang
Wayang, salah satu pertunjukan dengan
menggunakan alat peraga
membawa beberapa lembaran-lembaran kulit
bergambar pelaku cerita yang telah disiapkan
sebelumnya. Wayang kulit merupakan alat
peraga pementasan wayang yang para tokoh
atau pelaku-pelakunya terbuat dari kulit.
Perbedaannya dengan wayang beber adalah
untuk wayang kulit setiap pelaku/tokohnya dibuat
sendiri-sendiri atau terpisah. Wayang klitik
bentuknya seperti wayang kulit hanya bahannya
dari kayu. Wayang golek yaitu wayang yang
terbuat dari boneka kayu. Arti golek sama
dengan boneka. Cerita wayang biasanya
menceritakan kisah Mahabarata atau kisah
Ramayana.
Periode tahun 1981-l992, di Indonesia
muncul film boneka Si Unyil, film serial yang diproduksi oleh Pusat Produksi Film Negara
(PPFN), di layar TVRI setiap Minggu pagi, berhasil memberikan hiburan kepada seluruh pemirsa,
khususnya anak-anak. Hadirnya film boneka Si
Unyil karena film-film yang disiarkan oleh TVRI
saat itu didominasi oleh film produksi dari luar
negeri, sedangkan anak-anak Indonesia memerlukan film-film pendidikan sekaligus hiburan.
2.2.2
Menentukan Cerita
Pada pelajaran 2.1.1 kalian telah mendengarkan dongeng. Kali ini kalianlah yang harus
bercerita. Ketika kalian bercerita gunakan alat
bantu atau alat peraga yang mendukung isi
ceritanya. Kalian dapat memilih salah satu jenis
cerita yang disukai untuk bahan bercerita, misalnya, fabel. Fabel adalah dongeng yang
tokoh-tokohnya berupa binatang. Setelah kalian
memilih fabel yang cocok, siapkan gambargambar pelaku untuk alat peraga.
Dalam bercerita dengan menggunakan alat
peraga, biasanya sang pencerita harus mampu
membawakan setiap pelaku dengan warna suara
yang berbeda-beda. Jika di dalam cerita terdapat
lima pelaku maka pencerita harus menyiapkan
lima suara untuk masing-masing pelakunya.
Kerjakan soal-soal berikut ini!
1. Carilah sebuah dongeng (fabel atau legenda) dan pelajarilah dengan baik!
2. Gambar atau carilah gambar yang sesuai
21
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
dengan pelaku-pelaku dalam dongeng
yang sudah kalian pilih!
3. Tentukan warna suara dari masing-masing tokoh/pelaku dalam cerita!
Diftong adalah vokal rangkap yang pengucapannya bersamaan sehingga bunyinya menjadi tidak sempurna. Diftong dalam bahasa Indonesia terdiri atas: ai, au, dan oi.
Perhatikan contoh berikut!
4. Ceritakan di depan kelas cerita yang sudah kalian siapkan dengan menggunakan alat peraga!
5. Berikan komentar kepada temanmu yang
telah membawakan ceritanya di depan
kelas!
MEMBACA
2.3 Membacakan Berbagai Teks
Perangkat Upacara
Setiap Senin kalian selalu mengikuti upacara
bendera di sekolah. Dalam upacara itu terdapat
bagian-bagian yang harus dibacakan dengan benar, yaitu pembacaan teks UUD 1945, pembacaan janji siswa, dan pembacaan doa.
a.
Lafal
Lafal atau pengucapan bunyi dalam bahasa
Indonesia terbagi atas vokal (vokal tunggal dan
diftong) serta konsonan. Vokal yang diucapkan
dalam suku kata hidup diucapkan dengan sempurna sedangkan vokal yang diucapkan dalam
suku kata mati diucapkan dengan tak sempurna.
Perhatikan contoh berikut!
motto
o
pada to diucapkan
sempurna
motor
o
pada tor diucapkan
tidak sempurna
batu
u
pada tu diucapkan
sempurna
batuk
u
pada tuk diucapkan
tidak sempurna
22
ba – lai
(ba – lei)
ker – bau
(ker – bou)
pi – sau
(pi – sou)
am – boi
(am – boy)
se – poi
(se – poy)
Perhatikan contoh berikut!
baru, kain, hasil
Bunyi b, k, h pada kata tersebut
diucapkan sempurna
Sabtu, bapak, sawah
Bunyi b, k, h pada kata tersebut diucapkan
tidak sempurna
Lafal, Jeda, Aksentuasi, Tempo,
dan Intonasi
Beberapa hal yang perlu kalian perhatikan
ketika kalian membaca teks perangkat upacara.
(san – tei)
Konsonan ada yang diucapkan sempurna
dan ada yang tidak sempurna. Sebagian besar
konsonan dalam bahasa Indonesia diucapkan
sempurna. Beberapa konsonan seperti konsonan b, k, dan h pada awal atau tengah kata diucapkan sempurna, tetapi apabila konsonan
tersebut terdapat pada akhir suku atau akhir kata
diucapkan tidak sempurna.
Untuk membacakan bagian-bagian tersebut
dengan benar, kalian harus memahami lafal, jeda, aksentuasi, tempo, dan intonasi.
2.3.1
san – tai
b.
Jeda
Jeda merupakan pemberian jarak antara
bagian-bagian suatu kalimat yang ditandai
dengan perhentian. Perhentian ini sangat penting
dalam pengungkapan makna kalimat. Perhentian sebentar yang menunjukkan bahwa ucapan
masih akan dilanjutkan disebut perhentian antara. Dalam kalimat biasanya ditandai dengan tanda koma (,) atau penulisannya dengan garis miring (/).
Ada pula perhentian yang agak lama yang
menandakan bahwa makna yang disampaikan
sudah lengkap yang disebut dengan perhentian
akhir. Dalam kalimat biasanya ditandai dengan
tanda titik (.) atau penulisannya ditandai dengan
garis miring dua (//).
Bab 2 Pertunjukan
c.
rena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan
peri keadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan
Indonesia telah sampailah kepada saat yang
berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang
kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka,
bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa
dan dengan didorong oleh keinginan luhur,
supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas,
maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya.
Kemudian daripada itu, untuk membentuk
suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan
bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban
dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, maka
disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang Undang Dasar
Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu
susunan negara Republik Indonesia yang
berkedaulatan rakyat
dengan berdasarkan
kepada: Ketuhanan
Yang Maha Esa,
kemanusiaan yang
adil dan beradab,
persatuan Indonesia,
dan kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan, serta dengan
mewujudkan keadilan
sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.
Aksentuasi
Aksentuasi atau tekanan biasanya terletak
pada suku kata terakhir. Yang dimaksud dengan
tekanan nada adalah penonjolan salah satu bagian ujaran yang timbul oleh perbedaan pada
sekelilingnya.
d.
Tempo
Tempo adalah cepat lambatnya seseorang
mengucapkan kata. Jika kita mengucapkan kata
atau kalimat terlalu cepat, terkadang maknanya
tidak bisa dipahami. Sebaliknya, jika mengucapkan kata atau kalimat terlalu lambat, akan terasa
sangat membosankan. Tempo digunakan secara
bervariasi dalam membacakan suatu kalimat
agar kita dapat menunjukkan sesuatu yang perlu
ditekankan.
e.
Intonasi
Intonasi atau tinggi rendahnya nada sangat
penting dalam membaca. Intonasi merupakan
kerja sama antara aksentuasi, tempo, dan jeda.
Di samping memberikan keindahan dalam membaca, intonasi juga berfungsi untuk menandai
makna atau isi suatu kalimat.
2.3.2
Teks Perangkat Upacara
Pada pelajaran ini kalian akan membaca teks
perangkat upacara, yang meliputi UUD 45, janji
siswa, dan doa. Dalam membacakan teks perangkat upacara kalian harus memerhatikan lafal, jeda, aksentuasi, tempo, dan intonasi. Selain
itu, kalian juga akan mempelajari penggunaan
klausa dengan untuk dan demi dalam kalimat.
A. Teks Pembukaan UUD 45
Membaca teks Pembukaan UUD 45 dalam
upacara bendera adalah hal yang selalu dilakukan oleh salah satu petugas dan pembacaannya
harus dilakukan dengan baik dan dengan suara
lantang. Agar pembacaannya sempurna, kalian
perlu memerhatikan lafal, jeda, aksentuasi, tempo, dan intonasi sebagaimana telah diuraikan di
awal.
UNDANG-UNDANG DASAR
NEGARA REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 1945
PEMBUKAAN
Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah
hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka
penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, ka-
Sebagai contoh, perhatikan penempatan
tanda-tanda pada paragraf 1 berikut!
/
:
jeda (berhenti sesaat)
//
:
berhenti
:
intonasi datar
:
aksentuasi (penekanan)
:
intonasi naik
:
intonasi turun
23
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
UNDANG-UNDANG DASAR
NEGARA REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 1945
PEMBUKAAN
DOA
Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu /
ialah hak segala bangsa / dan oleh sebab itu,/
maka penjajahan di atas dunia harus
dihapuskan / karena tidak sesuai dengan peri
kemanusiaan / dan perikeadilan.// ... .
B. Teks Janji Siswa
Membaca teks janji siswa dalam upacara
bendera harus dilakukan dengan benar, suara
lantang, dan memerhatikan lafal, jeda, tempo,
aksentuasi, dan intonasi. Hal ini dikarenakan janji
siswa yang dibacakan akan ditirukan oleh seluruh siswa yang mengikuti upacara. Jika pembacaannya baik dari segi lafal, jeda, tempo, aksentuasi, maupun intonasi dilakukan dengan sempurna, bagian-bagian yang diucapkan dan ditirukan oleh siswa lain akan menjadi lebih mudah
dan maknanya tidak berubah. Bila dibandingkan
dengan membaca Pembukaan Undang-undang
Dasar 1945, membaca janji siswa harus lebih
jelas jedanya mengingat pembacaan janji siswa
ditirukan oleh para siswa peserta upacara.
C. Teks Doa
www.yahoo.com
Membaca teks doa dalam upacara bendera
dilakukan dengan baik dan suara lantang dan
juga penuh kelembutan dan keindahan. Pembacaan teks ini ditujukan kepada Tuhan, tetapi
juga harus dapat diikuti di dalam hati seluruh
peserta upacara.
Membaca berbagai teks perangkat upacara
24
Tuhan Yang Maha Kuasa, puji dan syukur
kami panjatkan kehadirat-Mu atas anugerah
yang dapat kami terima hingga hari ini. Atas
kemurahan-Mu pula kami dapat berkumpul kembali dan dapat melaksanakan upacara bendera.
Pada pagi yang cerah ini kami akan melanjutkan aktivitas kami. Kami mohon Engkau
selalu memberi kesehatan kepada Bapak dan
Ibu Guru sehingga mereka dapat selalu dengan
sabar dan tekun membimbing kami. Kami juga
memohon agar kami dapat memperoleh kesempatan terus untuk meningkatkan pengetahuan
dan keterampilan sehingga kami dapat menjadi
manusia yang dewasa baik dalam pengetahuan,
sikap, tutur kata, serta menjadi manusia yang
berguna bagi masyarakat di sekitar kami.
Kami berdoa untuk saudara-saudara kami
yang pada hari ini sedang sakit dan tertimpa
musibah. Berkatilah dan kuatkanlah mereka
agar mereka selalu tabah, tidak putus asa, dan
segera sembuh serta terbebas dari segala penderitaan.
Amin.
1. Perhatikan guru atau salah satu teman
kalian ketika membacakan perangkat
upacara saat upacara bendera!
2. Salinlah dalam buku tugas kalian teks
pembukaan UUD 45, teks janji siswa (di
sekolah kalian), teks doa, kemudian tandailah jeda, aksentuasi, tempo maupun
intonasi yang benar dalam teks tersebut
agar memudahkan kalian dalam membaca!
3. Bacalah teks-teks tersebut dengan tanda-tanda tersebut dan hasil pengamatan
kalian ketika upaca bendera (poin nomor
1)!
4. Berilah komentar terhadap pembacaan
teks-teks tersebut dengan memerhatikan:
a. lafal
d. aksentuasi
b. jeda
e. tempo
c. intonasi
Bab 2 Pertunjukan
2.3.3
Penggunaan Konjungsi untuk
dan demi dalam Klausa
Dalam pembicaraan sehari-hari, kalian
sering menggunakan kata sambung untuk dan
demi. Sepintas penggunaan kedua kata tersebut sama. Terkadang kalian bisa menggunakan kedua kata tersebut untuk menyatakan
hal yang sama. Tetapi apakah kalimat yang
menggunakan untuk dapat diganti dengan demi
begitu saja?
Bacalah teks berikut ini dan cermatilah kata
yang dicetak tebal!
PEMILIHAN PENGURUS OSIS
Kepengurusan OSIS tahun ini akan
segera berakhir. Para siswa yang ingin
menjadi pengurus OSIS diminta untuk
mendaftarkan diri. Setelah mendaftarkan diri
para calon tersebut diseleksi secara administratif berdasarkan syarat-syarat yang
sudah ditentukan sebelumnya. Para siswa
yang sudah mencalonkan diri juga diminta
untuk menyiapkan paparan program yang
akan disampaikan dalam kampanye.
Demi terciptanya demokrasi yang baik,
pemilihan dilakukan secara langsung dan
dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama
dilaksanakan untuk menyeleksi lima kandidat teratas berdasarkan pilihan seluruh
siswa. Tahap kedua dilakukan untuk menentukan peringkat pertama sebagai ketua
dan urutan kedua sebagai wakil ketua.
Pemilihan yang dilakukan seperti ini
biasanya lebih bisa memuaskan banyak
pihak baik siswa maupun dewan guru. Pemilihan seperti ini dilakukan demi memenuhi
tuntutan berbagai pihak.
a.
Klausa dengan konjungsi untuk
Klausa yang menggunakan kata sambung
untuk biasanya menunjukkan relasi tujuan atau
peruntukan. Kata sambung untuk dalam kalimat
tertentu dapat digantikan dengan kata sambung
bagi, buat, atau guna.
Perhatikan contoh berikut!
(1) Para siswa yang ingin menjadi pengurus
OSIS diminta untuk mendaftarkan diri.
(2) Lomba lari 10 kilometer ini diadakan pemerintah daerah untuk siapa saja.
Pada kalimat pertama di atas, kata sambung
untuk tidak dapat diganti dengan kata sambung
yang lain, baik kata sambung bagi maupun buat,
tetapi dapat diganti dengan kata sambung guna.
Perhatikan contoh berikut!
(3) Para siswa yang ingin menjadi pengurus
OSIS diminta guna mendaftarkan diri.
Pada kalimat kedua, kata sambung untuk
dapat diganti dengan kata sambung bagi dan
buat, tetapi tidak dapat digantikan dengan guna.
Perhatikan contoh berikut!
(4) Lomba lari 10 kilometer ini diadakan
pemerintah daerah bagi siapa saja.
(5) Lomba lari 10 kilometer ini diadakan pemerintah daerah buat siapa saja.
Dengan demikian dapat diketahui bahwa
kata sambung untuk dapat diikuti kata benda
atau kata kerja. Kata sambung bagi dan buat
selalu diikuti kata benda sedangkan kata
sambung guna diikuti kata kerja.
b. Klausa dengan konjungsi demi
Klausa yang menggunakan kata sambung
demi mengandung pengertian lebih tegas dan
lebih keras daripada untuk, sedangkan demi
bukan hanya menyatakan relasi final, tetapi juga
relasi kausal.Contoh:
(1) Demi terciptanya demokrasi yang baik,
pemilihan dilakukan secara langsung dan
dilakukan dalam dua tahap.
(2) Pemilihan seperti ini dilakukan demi memenuhi tuntutan berbagai pihak.
Dalam kalimat di atas, kata demi juga menunjukkan hubungan sebab akibat. Klausa satu
akan menyebabkan klausa lain.
Berdasarkan contoh-contoh di atas, dapat
kalian ketahui juga bahwa kata untuk dan demi
tidak selalu dapat saling menggantikan.
Perhatikan contoh berikut!
(1) Para siswa yang ingin menjadi pengurus
OSIS diminta demi mendaftarkan diri.
(tidak bisa)
(2) Para siswa yang sudah mencalonkan diri
juga diminta demi menyiapkan paparan
program yang akan disampaikan dalam
kampanye. (tidak bisa)
25
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
2.4.1
(3) Untuk terciptanya demokrasi yang baik,
pemilihan dilakukan secara langsung dan
dilakukan dalam dua tahap. (tidak bisa)
(4) Pemilihan seperti ini dilakukan untuk
memenuhi tuntutan berbagai pihak. (bisa)
Membaca Dongeng
Pada pelajaran ini kalian akan membaca
sebuah dongeng yang diambil dari salah satu
buku dongeng. Dongeng tersebut berjudul Aria
Tangguh. Bacalah dongeng tersebut dengan
saksama!
Aria Tangguh
1. Carilah klausa yang menggunakan kata
sambung untuk dan demi dari berbagai
teks!
2. Tentukan makna yang dimunculkan oleh
kedua kata sambung itu dan cobalah
mempertukarkan kedua kata sambung itu!
3. Kesimpulan apa yang kalian temukan dari
pertukaran tersebut?
4. Buatlah karangan singkat yang di dalamnya mengandung kata sambung untuk
dan demi!
5. Tukarkan hasil pekerjaan kalian dengan
teman dan perbaiki kesalahan-kesalahannya!
MENULIS
2.4 Menulis Kembali dengan
Bahasa Sendiri Dongeng
yang Pernah Dibaca atau
Didengar
Kalian tentunya pernah membaca buku
cerita, salah satunya buku dongeng. Membaca
buku memiliki banyak manfaat. Melalui membaca buku kalian akan merasa terhibur. Di
samping itu, wawasan kalian akan semakin
bertambah luas.
Alkisah dahulu kala, di Kerajaan Japati,
lahirlah seorang anak laki-laki yang sangat
tampan. Ayah dan Ibunya memberi nama Aria
Tangguh dengan harapan agar kelak menjadi
pendekar yang berani.
Aria Tangguh kecil dididik dan dilatih ayahnya, Raden Anom, dengan keras. Diturunkannya
ilmu sakti kepada anaknya itu. Karena cerdas,
Aria menyerap ilmu itu dengan cepat. Maka
sejak kecil, Aria sudah dikenal sebagai pemuda
sakti.
Setelah ayahnya gugur dalam medan
perang, Aria diasuh ibunya, Dewi Sekar Rini,
dengan bijaksana. Aria diajari untuk selalu
berbuat kebajikan. Setelah dewasa, Aria sangat
disukai semua penduduk. Ia menjadi pemuda
gagah, tampan, dan tidak sombong.
Suatu hari di tengah terik matahari, Aria asyik
memancing. Ember yang dibawanya hampir
penuh dengan ikan. Ia sangat lihai memancing.
“Ibu pasti senang melihat ikan yang kubawa,”
tuturnya.
Dia sudah tak sabar ingin pulang sambil
membayangkan ikan mas goreng bikinan ibunya. Tiba-tiba, “Ah, ini ikan terakhirku,” ternyata
Aria mendapatkan satu ikan lagi. Hatinya
semakin berseri mendapatkan satu ikan mas
yang cukup besar.
Setelah dilepaskan dari pancingnya, ikan itu
menggelepar dan membuka mulutnya. Terlihat
sinar merah muncul dari dalam. Ia sangat heran
dan berusaha mencari tahu. Dibukanya mulut
ikan itu lebar-lebar. “Hah, sebuah cincin!” teriak-
Ciri-ciri dongeng, yaitu:
1.
tergolong prosa lama;
2.
bersifat statis dan fantastis;
3.
istana sentris;
4.
anonim; dan
5.
disampaikan secara lisan.
26
Aria Tangguh menemukan sebuah cincin dari
ikan yang dipancingnya
Bab 2 Pertunjukan
nya sambil terkejut. Ia tidak mengira mendapatkan cincin dari ikan yang dipancingnya.
Cincin itu terbuat dari emas dengan mata
kecil dari batu mirah delima. “Cincin yang
sangat indah,” gumamnya. “Bagus sekali cincin
ini, pasti pas buat ibu. Eh, tapi kalau ada yang
punya, aku bisa dikira maling,” katanya.
Ia bimbang. Ingin sekali ia memberikan cincin itu kepada ibunya, tetapi di sisi lain ia tidak
mau yang punya cincin ini kehilangan.
“Sebaiknya besok cincin ini kuserahkan
kepada kepala desa,” pikirnya. Keputusan itu
diambilnya dan membuang pikiran jauh-jauh niat
semula.
Sorenya ia menunjukkan cincin itu kepada
ibunya sambil menceritakan kejadian sebenarnya. Ibunya menyarankan agar menyerahkan
kepada kepala desa, sama seperti keputusannya.
Keesokan harinya, dengan ditemani Daru,
sahabatnya, ia menuju ke rumah kepala desa.
Dalam perjalanan, Daru menggoda Aria Tangguh. “Eh, Guh, apa tidak sebaiknya kita jual
saja cincin ini, kita bisa membeli makanan yang
enak-enak, iya to, he – he ...,” candanya sambil
memegang perutnya yang gendut.
“Makanan terus lho pikiranmu itu. Kemarin
kan sudah aku kasih ikan banyak. Emang perutmu itu terbuat dari apa sih?” timpal Aria diselingi
tawa.
Mereka memang bersahabat sejak kecil.
Daru anak yatim piatu karena ayah dan ibunya
meninggal akibat bencana gunung meletus.
Sejak itu ia ikut pamannya. Aria senang bersahabat dengan Daru. Meskipun sedikit nakal,
Daru memiliki hati yang baik.
Dalam perjalanan itu Aria dan Daru dikejutkan oleh kerumunan penduduk yang sedang
membaca kertas yang ditempel pada sebatang
pohon besar. Karena penasaran, mereka berdua
mendekatinya dan membacanya. “Perhatian,
barangsiapa menemukan cincin emas dengan
batu mirah delima akan diberi hadiah oleh
Paduka Raja Sentanu”. Ternyata kertas itu
sayembara. Daru cepat-cepat menarik tangan
Aria. “Guh, kalau begitu, kita harus cepat-cepat
menyerahkan cincin ini kepada kepala desa,
siapa tahu kamu dapat hadiah yang buaannyak,
nanti bagi-bagi aku ya ... .”
“Huh, hadiah saja yang kamu pikirkan. Nanti
perut gendutmu itu bisa meledak,” gurau Aria
sambil meneruskan perjalanan.
Sesampai di rumah kepala desa, mereka
langsung menuju pintu gerbang yang memang
terbuka. Akan tetapi, mereka dihadang lima
pengawal. Salah seorang menghardik mereka
Aria Tangguh dihadang pengawal ketika hendak
menyerahkan cincin kepada Paduka Sentanu
dengan suara keras. “Mau apa kalian ke sini?
Kalian tidak tahu bahwa Raja Sentanu dan Putri
Ningrum sedang berada di pendopo? Kalian bisa
dipenjara kalau masuk seenaknya.”
“Hamba hanya ingin bertemu kepala desa
untuk menyerahkan cincin ini,” jawab Aria
disertai anggukan Daru yang berdiri sambil
gemetar.
“Coba berikan kepadaku!” kata pengawal itu
sambil menyambar bungkusan yang dibawa
Aria. Mata pengawal itu terkagum-kagum melihatnya. Begitu juga empat pengawal yang lain.
Kemudian mereka saling berbisik, “Sebaiknya
kita usir kedua pemuda ini, setelah itu baru kita
serahkan cincin ini kepada baginda raja. Pasti
beliau akan sangat berterima kasih kepada kita,
he-he-he...,” ujar salah seorang pengawal pelan,
takut kedengaran.
“Benar itu Kang. Toh mereka tidak tahu siapa
yang menemukannya pertama kali,” timpal yang
lainnya. Sebuah rencana jahat telah dibuat.
Seorang pengawal maju mendekati Aria dan
Daru, “Sekarang kalian pergi dari sini, cepat...!
Kalau tidak, kalian akan kulaporkan sebagai
pencuri. Mau masuk penjara?”
Aria tidak ingin membuat keributan. Ia
mengajak Daru pulang. Meski enggan, Daru
menyetujuinya dan mereka berpamitan kepada
lima pengawal tadi.
“Tunggu!” Tiba-tiba terdengar suara wanita
dari dalam rumah. Kelima pengawal itu sangat
terkejut dengan muka memerah. Ketika pintu
terbuka, keluarlah seorang putri nan cantik jelita.
Dialah Putri Ningrum, putri Baginda Raja
Sentanu.
“Pengawal, jangan kau usir kedua orang itu!”
bentak Putri Ningrum yang rupanya sudah dari
tadi memerhatikan kelima pengawal itu dari
balik pintu. Maka kelima pengawal itu akhirnya
dihukum berat.
Setelah melihat cincin itu, Raja Sentanu
27
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
mengucapkan terima kasih kepada Aria. “Nak,
karena engkau telah menemukan cincin kesayangan putriku, apa pun yang kau minta akan
kuberikan. Sekarang, katakanlah!”
Aria menjadi bingung, tidak tahu harus menjawab apa. Dia terus bersimpuh menundukkan
kepala tanpa berkata-kata.
Setelah lama tidak mendengar jawaban dari
Aria, Raja Sentanu melirik ke arah putrinya
sambil tersenyum, kemudian melangkah ke
arah penduduk desa yang sedang berkerumun.
“Wahai para penduduk desa, karena Aria
Tangguh telah berbuat baik dengan menyerahkan cincin ini kepada putriku, maka hari ini kuumumkan bahwa dia kuangkat sebagai pengawal pribadiku dan sekaligus menantuku.”
Aria Tangguh kaget luar biasa. Dia menangis
haru sambil menatap Putri Ningrum. Dia memang telah jatuh cinta sejak pandangan pertama
tadi.
Selang beberapa hari kemudian, Aria
Tangguh dan Putri Ningrum pun menikah. Para
penduduk Kerajaan Japati sangat gembira. Pernikahannya berlangsung sangat meriah. Mereka
pun hidup berbahagia selamanya.
Dian Kartikasari Kompas, 30 Oktober 2005,
dengan penyesuaian
2.4.2
Menceritakan Kembali Isi
Dongeng
Langkah-langkah agar bisa menceritakan
kembali isi dongeng.
1. Membaca secara berulang-ulang cerita
yang akan diceritakan.
2. Mencatat nama-nama pelaku dalam
cerita.
3. Mencatat tempat-tempat kejadian yang
terdapat dalam cerita.
4. Mencatat hal-hal penting (gagasan pokok) cerita.
5. Menulis/melisankan kembali cerita yang
diceritakan, sedapat mungkin menggunakan kata-kata sendiri.
6. Latihan untuk menceritakan kembali.
7. Menceritakan kembali cerita.
Dongeng mempunyai dua fungsi, yaitu:
1.
sebagai cerita pelipur lara, dan
2.
sebagai alat untuk menanamkan nilai-nilai
moral/didaktis.
28
1. Bacalah kembali dongeng “Aria Tangguh”,
kemudian analisislah:
a. nama-nama pelaku,
b. tempat-tempat kejadian, dan
c. peristiwa-peristiwa dalam dongeng
secara berurutan.
2. Berdasarkan catatan kalian, ceritakan
kembali dongeng tersebut dengan
bahasa sendiri di depan kelas secara
bergiliran!
3. Berilah komentar terhadap hasil penceritaan teman kalian!
2.4.3
Mengungkapkan Hal-hal yang
Menarik atau Tidak Menarik
dari Isi Dongeng
Untuk menentukan atau menyatakan suatu
cerita menarik atau tidak menarik itu tidak sulit.
Mengapa begitu? Karena, untuk menyatakan sebuah cerita menarik atau tidak menarik bersifat
subjektif (pribadi). Sebuah cerita yang menarik
bagi kalian, belum tentu menarik bagi orang lain.
Jika kalian mengungkapkan ketertarikan
pada suatu cerita hendaknya disertai dengan
alasan yang jelas. Dengan demikian, orang yang
mendengar ketertarikan kalian beserta alasannya itu bisa menerima dan menyetujuinya.
Perhatikan contoh!
a. Daerah itu aman karena penduduknya hidup makmur, damai, dan sentosa.
Tanggapan:
Saya tertarik dengan pernyataan tersebut
karena keadaan seperti itu merupakan
idaman saya.
b. Kemudian datanglah orang dari negeri lain
dan mulai membabat hutan di situ.
Tanggapan:
Saya tidak tertarik dengan hal seperti itu
karena pembabatan hutan akan mendatangkan bencana.
Bab 2 Pertunjukan
Kutipan:
...
1. Tulislah hal-hal menarik dari dongeng
“Aria Tangguh” beserta alasannya!
2. Tulislah hal-hal yang tidak menarik dari
dongeng “Aria Tangguh” beserta alasannya!
3. Laporkan hasil pekerjaan kalian di depan
kelas untuk ditanggapi teman lain!
2.4.4
Menentukan Amanat
Pada zaman dulu, ajaran-ajaran hidup,
norma kemasyarakatan, tradisi, budaya, dan
lain-lain disampaikan melalui karya sastra.
Namun, penyampaian cerita waktu itu masih
bersifat lisan.
Amanat disebut juga pesan cerita. Dalam
dongeng, amanat adalah ajaran atau petuah
yang dapat dijadikan pedoman hidup bagi
pembaca.
Tetapi sungguhpun gadis itu baik kelakuannya serta amat berbakti kepada suami
dan mertua perempuannya, mertua itu tidak
menyukainya.
Amanat:
Hendaklah kita selalu menghormati seseorang walaupun orang itu tidak menghormati kita.
Bentuklah kelompok terdiri dari 4-5 orang,
kemudian tentukan amanat-amanat yang
terkandung dalam dongeng “Aria Tangguh”!
Ceritakan kepada teman dalam kelompok,
pengalaman-pengalaman pribadi yang mirip
dengan isi dongeng “Aria Tangguh”!
Perhatikan contoh!
1.
Dongeng adalah cerita tentang makhluk
yang diangan-angankan dan bersifat
khayalan dan berkisah seputar dewa, raja,
pangeran, dan puteri raja. Tokohnya dapat
berwujud apa saja yang memiliki sifat
manusia.
2
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam
membacakan teks perangkat upacara, yaitu:
(a) lafal, (b) jeda, (c) aksentuasi, (d) tempo,
dan (e) intonasi.
3.
Kaidah penulisan imbuhan per- :
-
4.
imbuhan per- berubah menjadi pe- bila
dilekatkan pada kata dasar yang diawali
dengan huruf /r/, dan
imbuhan per- berubah menjadi pel- bila
dilekatkan pada kata dasar ajar.
Fungsi imbuhan per-, tetap seperti kata
dasarnya atau membentuk kata kerja.
5.
Kata sambung untuk digunakan untuk menunjukkan relasi tujuan atau peruntukan.
Kata sambung ini bisa diganti dengan kata
bagi, buat, atau guna.
6.
Kata sambung bagi atau buat selaku diikuti
kata benda, kata sambung guna diikuti kata
kerja, sedangkan kata sambung demi mengandung pengertian lebih tegas atau keras
daripada untuk.
7.
Kata sambung untuk dan demi tidak selalu
dapat saling menggantikan.
8.
Perbendaharaan kata.
a. Aksentuasi : pemberian tekanan suara
pada suku kata atau kata.
b. Diftong : bunyi vokal rangkap yang tergolong dalam satu suku kata.
c. Jeda : waktu berhenti sebentar dalam
ujaran.
29
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
SI UNYIL
Film boneka Si Unyil adalah film serial yang diproduksi oleh Pusat Produksi Film Negara (PPFN) yang
hadir di layar TVRI setiap hari Minggu pagi, berhasil
memberikan hiburan kepada seluruh pemirsa di
seluruh Indonesia, khususnya anak-anak. Film Si
Unyil dihadirkan karena TVRI didominasi oleh penayangan film produksi luar negeri, sedangkan anakanak Indonesia memerlukan film-film pendidikan
yang menghibur.
Teknik memainkan boneka diilhami oleh cara
memain-kan Wayang Potehi, sebuah kesenian yang
berasal dari leluhur masyarakat Tionghoa. Latar
belakang yang menjadi pertimbangan pembuatan
film ini adalah biaya yang dikeluarkan tidak besar
dan proses pembuatan boneka yang sederhana dan
mudah di laksanakan bila dibandingkan dengan cara
pembuatan film animasi. Boneka Si Unyil termasuk
katagori hand puppet. Cara memegang dan memainkan boneka adalah dengan menggunakan tangan
dan jari-jari tangan.
Film Si Unyil, dalam penayangannya, dapat bertahan
lebih dari sepuluh tahun. Hal ini menunjukkan bahwa
film ini memiliki daya tarik tersendiri dan pengaruh
yang kuat. Salah satu daya tarik dan kekuatan dari
film ini adalah kekuatan ekspresi visual yang didukung oleh kekuatan cerita yang mengandung
unsur ketegangan, kelucuan, kesedihan, dan
30
kejenakaan. Cerita yang dimunculkan adalah
peristiwa sehari-hari dalam kehidupan anak-anak.
Penelitian ekspresi boneka memakai kajian wanda.
Istilah “wanda” digunakan untuk kupasan boneka saat
boneka tersebut dimainkan oleh dalang atau saat
tampil dilayar televisi. Wanda mengandung arti
menyeluruh, yang menunjukkan suasana hati, keadaan fisik, dan lingkungan tokoh boneka. Wanda
adalah raut tertentu dalam wayang berdasarkan
permintaan dalang untuk mempertunjukkan tokoh
tertentu dalam cerita tertentu.
Penggambaran ekspresi peran dan wanda pada
beberapa tokoh tertentu merupakan representasi dari
kondisi manusia Indonesia. Ciri-ciri manusia Indonesia yang diperankan dalam film Si Unyil sesuai dengan
Bhinneka Tunggal Ika. Dalam menganalisis tampilan
visual tokoh-tokoh dalam film itu adalah dari tokohtokoh boneka yang paling sering tampil di layar
televisi dan memiliki peran yang cukup menonjol pada
setiap episodenya. Tulisan ini berisi tentang latar
belakang kelahiran dan pembuatan film boneka Si
Unyil, dokumentasi, rangkuman, dan perjalanan film
boneka Si Unyil selama periode tahun 1981 hingga
tahunl992.
Departemen Seni Murni ITB, [email protected]
Bab 2 Pertunjukan
I.
Pilihlah salah satu jawaban yang paling
benar!
Bacalah kutipan dongeng berikut ini untuk
menjawab soal 1-4!
c. suka bermusuhan terhadap raja lainnya
d. tidak mudah percaya
4.
Dahulu kala di Prambanan tersebutlah
seorang raja raksasa yang sangat berkuasa
dan sangat ditakuti, Raka Baka namanya. Ia
mempunyai seorang putri yang cantik jelita
bernama Dewi Roro Jonggrang.
a. Hendaklah kita tidak mudah percaya begitu saja dengan pengakuan orang lain.
b. Hendaklah kita mudah percaya dengan
pengakuan orang lain.
c. Hendaklah kita selalu menitipkan anak
kita kepada orang lain.
d. Hendaklah kita memiliki kesaktian agar
orang lain menghargai kita.
Raja Baka mempunyai seorang musuh,
yaitu Raja Pengging. Pada suatu hari Raja
Pengging didatangi seorang laki-laki muda,
Bandawasa namanya. Ia mengaku masih keturunan Raja Pengging.
Raja tidak begitu saja menerima pengakuan Bandawasa. Baru setelah Bandawasa
memperlihatkan kesaktiannya, Ia mau mengakuinya, karena raja teringat akan masa yang
telah silam.
Bacalah kutipan dongeng berikut ini untuk
menjawab soal 5-7!
Yatim hidup sebatang kara. Ia seorang anak
yang baik hati. Ia telah menolong jiwa seekor
udang, babi rusa, kera, musang, dan lalat, yang
tersesat ke dalam jeratannya.
“Oh, kuharap mudah-mudahan kelak binatang-binatang ini dapat membalas jasaku!” kata
Yatim dalam hatinya.
Suatu hari Yatim pergi meninggalkan kampungnya. Kelima ekor binatang yang pernah
ditolongnya itu turut serta. Beberapa saat kemudian sampailah mereka di sebuah taman
istana, yang sedang melangsungkan adu
ayam dengan sangat meriah.
Bandawasa memang masih cucu Raja
Pengging juga. Hanya saja selagi masih bayi,
ia dibawa dan dipungut oleh dewa di
kayangan.
Yatim Jadi Raja dan Dongeng-Dongeng
Lainnya, Ulkiah S, Pustaka Jaya.
1.
Orang yang mempunyai kesaktian dalam
dongeng tersebut ialah ... .
a.
b.
c.
d.
2.
Raja Prambanan
Roro Jonggrang
Bandawasa
Raja Pengging
Alasan Raja Pengging menerima Bandawasa adalah ... .
a. karena Raja Pengging sakti sedangkan
Bandawasa tidak sakti
b. karena Raja Pengging takut dengan kesaktian Bandawasa
c. karena Bandawasa dapat membuktikan
kesaktiannya
d. karena Bandawasa sejak kecil diasuh
dewa di kayangan
3.
Dari cerita tersebut dapat diketahui sifat raja
Pengging adalah ... .
a. suka menuntut orang lain
b. suka memamerkan kesaktiannya
Pesan yang dapat kita ambil dari penggalan
dongeng tersebut ialah ...
Yatim Jadi Raja dan Dongeng-Dongeng
Lainnya, Ulkiah S, Pustaka Jaya.
5
Sifat Yatim yang menonjol adalah ... .
a.
b.
c.
d.
6.
baik
bijaksana
penjudi
pengembara
Pesan dari penggalan dongeng tersebut
ialah ...
a. Hendaklah kita selalu menolong makhluk
hidup.
b. Hendaklah kita selalu mengembara ke
kota lain.
c. Hendaklah kita mengharapkan imbalan
jika menolong.
31
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
tak menyukai dirinya. Karena itu, lalu diamdiam dia pergi dan bertapa di puncak sebuah
gunung di Pakuan Barat.
Setelah sekian lama bertapa, dia bertambah dewasa. Kemudian turunlah ia dari
pertapaannya lalu mandi di Lubuk Sipatuhunan. Terjadi keajaiban, setelah mandi ia berubah menjadi laki-laki yang amat tampan dan
gagah. Ia menamakan dirinya Prabu Anom
Munding Kawangi.
Tak lama kemudian dia menikah dengan
putri Tasik Larang Raja Kembang, yaitu Putri
Prabu Pakuan Barat yang terkenal amat cantik. Mereka sangat bahagia. Dia pun akan dicalonkan menjadi Raja Pakuan Barat.
Pada suatu hari Prabu Anom dan istrinya
berkunjung ke Parung Barat untuk menemui
temannya yang bernama Ratu Bagus Baharudin sebagai penguasa Kerajaan Parung
Barat. Setelah beberapa saat di Parung Barat,
Prabu Anom ingin bertapa lagi di Gunung Jaladi. Ketika itu ia berganti nama menjadi Dewa
Kaladri. Istrinya dititipkan kepada Ratu Bagus
Baharudin.
Setelah beberapa bulan ditinggal bertapa,
ternyata Ratu Bagus Baharudin sangat tertarik
kepada Tasik Larang. Dan selanjutnya dinikahinya istri temannya itu.
d. Hendaklah kita melakukan adu ayam sebagai sarana hiburan.
7.
Tempat di bawah ini yang bukan latar dongeng adalah ... .
a.
b.
c.
d.
8.
di kampung
di hutan
di jalan
di taman Istana
... memperoleh sesuap nasi, dia harus bekerja
hingga larut malam.
Kata yang tidak tepat untuk melengkapi bagian kalimat rumpang tersebut ialah ... .
a.
b.
c.
d.
9.
demi
untuk
agar
supaya
... nama baik keluarganya, Pak Rudi bersedia
... menjelaskan masalah yang dihadapi di kantor
polisi.
Kata yang cocok untuk melengkapi bagian
yang rumpang dalam kalimat di atas ialah ... .
a.
b.
c.
d.
agar, untuk
demi, untuk
untuk, demi
agar, supaya
.............
Yatim Jadi Raja dan
Dongeng-Dongeng Lainnya,Ulkiah S,
Pustaka Jaya
10. Pertebal imanmu agar kamu terhindar dari setiap
godaan yang kita hadapi.
Arti imbuhan per- pada kata pertebal dalam
kalimat di atas ialah ... .
a.
b.
c.
d.
II.
1.
a. Salinlah nama-nama pelaku dan sifatnya
dalam cerita tersebut!
b. Tuliskan hal-hal yang menarik dari cerita
tersebut!
c. Tuliskan beberapa pesan dari cerita tersebut!
d. Buatlah kesimpulan tentang isi cerita
tersebut dengan sebuah ungkapan dan
berikan penjelasannya!
2.
Jelaskan pendapat kalian tentang fungsi alat
peraga dalam kegiatan bercerita!
3.
Jelaskan pendapat kalian tentang fungsi
penggunaan intonasi yang benar dalam pembacaan berbagai teks perangkat upacara!
4.
Tuliskan kembali dongeng yang pernah
kalian dengar dari orang tua atau kalian baca
di majalah secara singkat!
5.
Buatlah paragraf dengan menyertakan imbuhan per-, kata sambung untuk, dan demi!
menyiapkan
melakukan
memiliki
membuat lebih
Kerjakan soal-soal berikut ini!
Bacalah kutipan dongeng berikut ini!
DEWA KALADRI
Dahulu kala, pada suatu hari Bupati Sangkan menemukan seorang anak laki-laki buncit
dan amat buruk parasnya di puncak Gunung
Kujang. Hatinya merasa iba melihat anak itu
dan selanjutnya dibawanya pulang dan
dipelihara seperti anaknya sendiri. Anak buncit
itu sebenarnya adalah seorang utusan dewa.
Melihat tindakan suaminya, istri Bupati
tidak senang dan tidak setuju. Anak itu sangat
jorok dan menjijikkan. Karenanya ia berusaha
mengusirnya. Anak itu tahu bahwa istri Bupati
32
Bab 3 Pengalaman yang Mengesankan
www.yahoo.com
Reader's Digest
Indonesia Sept. 2004
Tempo, 19 November 2006
Tempo, 22 Oktober 2006
Masa kecil, liburan, jalan-jalan, dan lain-lain merupakan salah satu sarana kita untuk mendapat
pengalaman yang mengesankan yang bisa kita bagikan kepada siapa saja
Pendahuluan :
Pada bab II kalian telah mempelajari bahasa Indonesia lewat topik “Pertunjukan”. Sekarang
pada bab ini kalian akan diajak untuk meningkatkan lagi kemampuan berbahasa dengan mengenali
“Pengalaman yang mengesankan”. Pengalaman yang mengesankan pastilah pengalaman yang
tidak pernah terlupakan, entah itu pengalaman di masa kecil atau di masa remajamu. Pengalaman
seperti itu sangat menarik untuk menjadi bahan cerita di kemudian hari.
Untuk itu, pertama-tama, kalian akan diajak lebih dahulu untuk belajar menuliskan kembali
berita yang dibacakan ke dalam beberapa kalimat. Hal ini dimaksudkan agar kalian mampu memahami
apa saja yang menjadi unsur-unsur berita, menyebutkan sifat berita, dan mendengarkan berita.
Kedua, kalian diajak untuk menceritakan pengalamanmu yang paling mengesankan dengan
meng-gunakan pilihan kata dan kalimat yang efektif. Dengan demikian diharapkan kalian mampu
mencerita-kan pengalaman yang paling mengesankan itu dengan menggunakan pilihan kata dan
kalimat yang menarik sehingga pendengar bisa membayangkan suasana yang diceritakan.
Ketiga, kalian diajak menceritakan kembali cerita anak yang dibaca sehingga kalian diharapkan
mampu menganalisis unsur-unsur cerita anak, menulis sinopsis, dan menceritakan kembali cerita
itu dengan urutan yang tepat dan bahasa yang menarik.
Keempat, kalian juga diajak untuk menulis pantun sesuai dengan aturan penulisan pantun.
Dengan demikian, kalian mampu menulis pantun dengan pilihan kata yang sesuai dan memerhatikan
syarat penulisan pantun, dan kalian juga bisa berbalas pantun dengan pantun yang ditulis.
Akhirnya, dari segi kebahasaan kalian pun mampu menggunakan kata bersinonim, berantonim,
dan berpolisemi secara tepat sesuai dengan konteksnya. Selain itu kalian juga diharapkan mampu
menggunakan kata sifat dengan tepat.
Selamat belajar dan sukses selalu.
33
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
6.
MENDENGARKAN
3.1 Menuliskan Kembali Berita
yang Dibacakan ke dalam
Beberapa Kalimat
Tertarikkah kamu mendengar berita tentang
“Anjing menggigit orang”? Lebih tertarik mana
dengan “Orang menggigit anjing”? Tentu lebih
tertarik mendengar berita tentang orang menggigit anjing daripada anjing menggigit orang.
Mengapa? Karena berita tentang orang menggigit anjing itu tidak lazim terjadi. Ketidaklaziman
itulah yang menjadikan berita menarik banyak
orang. Nah, peristiwa yang tidak lazim terjadi dan
menarik minat banyak orang untuk mengetahui
itu, disebut berita.
3.1.1
Unsur-unsur Berita
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
berita adalah cerita atau keterangan mengenai
kejadian atau peristiwa yang hangat. Berita juga
berarti laporan. Ada juga yang mengatakan, berita adalah informasi baru yang disajikan dalam
pembacaan dan penulisan yang jelas, aktual, dan
menarik. Bila pembacaan dan penulisan, serta
redaksi berfungsi baik, pembaca dan pendengar
akan memperoleh informasi yang aktual.
Berita dapat disampaikan secara lisan seperti dari teman, radio, dan televisi. Berita dalam
bentuk tulisan dapat disampaikan melalui surat
kabar, majalah, atau sarana tulisan yang lain.
Unsur-unsur pokok dalam berita dapat dirumuskan:
5W + 1H
5W adalah what, who, why, when, dan where,
1H adalah how.
1. What (apa)
: Apa yang terjadi?
2. Who (siapa)
: Siapa yang terlibat
dalam peristiwa itu?
3. Why (mengapa) : Mengapa hal itu bisa
terjadi?
4. When (kapan)
: Bilamana atau kapan
peristiwa itu terjadi?
5. Where (di mana) : Di mana peristiwa itu
terjadi?
34
How (bagaimana) : Bagaimana peristiwa
itu bisa terjadi?
3.1.2
Teks Berita
Dengarkanlah teks berita yang dibacakan
guru atau kalian berikut ini dengan saksama!
Parkour, Seni Melarikan diri
Kamis (8/11) sore, di antara kerumuman
orang yang olahraga di Stadion Gelora
Bung Karno, Jakarta, tampak aktivitas empat
orang yang berbeda. Mereka mempraktikkan gerakan loncat menggunakan sebuah
meja.
Terkadang mereka juga melompati pagar
stadion. Terkesan main-main, tetapi mereka
serius dan mengulangi gerakan-gerakan itu.
Untuk meloncati pagar kira-kira 2,5 meter,
mereka hanya menggunakan dua kali
panjatan.
Ternyata mereka tidak sekadar iseng. “Ini
gerakan parkour. Kami, para pemain parkour, disebut traceur,” kata Aditya Tirto (22)
yang bekerja di Restoran Ajisen Ramen.
Parkour?? Belum pernah dengar, kan?
Wah, jadi loncat-loncat itu adalah cabang
olahraga ya?
Katanya, lari-lari dan loncat-loncat kayak
ninja ini sempat fenomenal di Paris,
Perancis. “Parkour itu seni bergerak, seni
meloloskan diri,” kata Muhamad Fadli (26),
editor Otostereo, yang bersama Aditya Tirto
menjadi moderator forum web Parkour Indonesia di www.parkourindonesia.web.id.
Sore itu, bersama Agung Yuda Raharja
(22), mahasiswa S-2 Binus dan Prabowo Sri
Hayuningrat, mahasiswa Komunikasi Massa
UI yang juga freelance video editor, mereka
menggelar latihan rutin tiap Kamis di depan
Pintu VII Stadion Gelora Bung Karno.
Mereka ternyata baru kenal beberapa
bulan lalu di internet, tepatnya di Forum
Parkour Indonesia. “Kami semua sebelumnya belum kenal, dari internet itulah kami
saling mengenal,” kata Fadli.
Biasanya mereka melihat video gerakan
tertentu, kemudian dipraktikkan di rumah.
Bosan mempraktikkan teori di rumah,
mereka sepakat bertemu untuk latihan tiap
Bab 3 Pengalaman yang Mengesankan
dengan menarik? Jelaskan!
d. Apakah berita itu menyangkut kehidupan masyarakat umum? Jelaskan!
e. Apakah berita itu memengaruhi kehidupanmu? Jelaskan!
BERBICARA
www.sfpkour.com
Parkour, seni melarikan diri yang berasal dari
Perancis
Kamis di Pintu VII Stadion Gelora Bung Karno
serta tiap Sabtu dan Minggu di Taman Ria,
Senayan.
“Kami rata-rata tahu tentang parkour itu
setelah nonton film Yamakasi dan Banlieue
13, “ kata Aditya. Yamakasi merupakan nama
klub parkour yang didirikan mantan anggota
Yamakasi yang juga pendiri parkour, David
Belle.
Yamakasi bukan berasal dari bahasa
Jepang, melainkan bahasa lokal yang digunakan di Kongo. Yamakasi berarti spirit yang
kuat.
......................................
Kompas Muda, 16 November 2007
1. Setelah kalian mendengarkan teks
berita tersebut, kerjakan soal-soal
berikut ini!
a. Tuliskan pokok-pokok berita yang
telah kalian dengarkan!
b. Tuliskan isi berita ke dalam beberapa
kalimat!
c. Kemukakan tanggapan kalian mengenai isi berita tersebut!
2. Untuk memahami sifat-sifat berita, jawablah pertanyaan berikut berdasarkan teks “Parkour, Seni Melarikan diri”!
a. Apakah teks berita itu ditujukan untuk
masyarakat umum? Jelaskan!
b. Apakah berita tersebut bersifat aktual?
Jelaskan!
c. Apakah berita itu objektif dan disajikan
3.2 Menceritakan Pengalaman
yang paling Mengesankan
Ada beragam kejadian yang dialami
manusia. Ada yang biasa-biasa saja dan
langsung terlupakan, tetapi ada yang mengesankan dan tak mudah dilupakan seperti kejadian
menakutkan, menyedihkan, mengagumkan,
menyenangkan, dan sebagainya. Oleh karena
itu, biasakan mencatat dalam buku harian dan
ceritakan kejadian yang pernah kamu alami itu
pada temanmu. Orang yang mendengarkan
pengalamanmu akan ikut menikmati.
3.2.1
Kerangka Pengalaman yang
Mengesankan
Kalian pasti sudah tidak asing lagi menulis
karangan. Sebelum menulis karangan, ada
baiknya kalian menyusun sebuah kerangka
karangan terbebih dahulu. Kegunaan dari
sebuah kerangka karangan adalah:
a. untuk menyusun karangan secara teratur,
b. memudahkan penulis untuk menciptakan
kejadian yang berbeda-beda,
c. menghindari penulisan sebuah topik
sampai dua kali atau lebih, dan
d. memudahkan penulis untuk mencari
materi pembantu.
Langkah-langkah penulisan kerangka
karangan:
a. menentukan tema dari karangan yang
akan dibuat,
b. setelah tema sudah ditentukan, tentukan
topik atau pokok pembicaraan dalam
sebuah karangan, dan
c. kembangkan topik tersebut dengan lebih
detail dan mendalam sehingga menjadi
sebuah karangan.
35
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Berikut ini salah satu contoh kerangka pengalaman seorang bernama Sugeng. Coba
kalian buat juga kerangka pengalaman mengesankan yang kalian alami!
Terkecoh Seorang Vegetarian
1. Sugeng berjanji dengan sahabat-sahabatnya untuk berbuka puasa di sebuah
warung sate.
2. Di warung sate, Sugeng memerhatikan
seorang wanita tua yang makan hanya
dengan kupat dan bumbu sate
3. Sugeng mengumpat lalu membelikan
seporsi date untuk wanita tua itu, tetapi
sebelum siap wanita itu sudah pergi
4. Akhirnya, Sugeng menitipkan uang pada
pemilik warung sate untuk wanita tua itu.
5. Pemilik warung malah kebingungan.
6. Menurut pemilik warung sate, wanita itu
seorang vegetarian.
7. Sugeng terpana mendengar itu dan
teman-temannya tertawa terpingkalpingkal.
3.2.2
Pengembangan Kerangka
Menjadi Karangan Pengalaman
Mengesankan
Berikut ini pengembangan kerangka di atas.
123
12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121
123
12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121
12
123
12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121
12
123
12
123
12
123
12
123
12
Terkecoh Seorang Vegetarian
123
12
123
12
123
12
123
Ketika beduk ditabuh, azan berkumandang, 12
123
12
123
12
123
12
123
12
tiba
untuk
berbuka
puasa.
Orang-orang
ber123
12
123
12
123
12
123
bondong-bondong pulang ke rumah untuk ber- 12
123
12
123
12
123
12
123
12
buka,
sementara
yang
lain,
warung-warung
di
123
12
123
12
123
12
tepi
jalan
dijadikan
lokasi
berbuka.
123
12
123
12
123
12
123
123
12
Sugeng, warga Jalan Surya Gang Purnama, 12
123
12
123
12
123
12
123
12
Pontianak
Selatan,
bersama
para
sahabat
dari
123
12
123
12
123
12
Pontianak
Fotografi
telah
janjian
untuk
berbuka
123
12
123
12
123
12
123
12
puasa
bersama
di
sebuah
warung
sate
di
123
12
123
12
123
12
123
12
kawasan
Pasar
Mawar,
Pontianak,
pada
minggu
123
12
123
12
123
12
123 keempat Oktober.
12
123
12
123
12
123
12
123
12
Satu
per-satu
anggota
Pontianak
Fotografi
123
12
123
12
123
12
123
12
hadir.
Menu
favoritnya
tentu
saja
satu
porsi
sate
123
12
123
12
123
123 ayam berjumlah 10 tusuk dengan nasi putih 12
12
123
12
123
12
123
12
yang
pulen
dan
hangat
mengepulkan
uap,
dipadu
123
12
123
12
123
12
123
segelas es jeruk. Sembari bersantap, obrolan 12
123
12
123
12
123
12
123
12
demi
obrolan
mengalir.
123
12
123
12
123
12
123
12
Tiba-tiba
seorang
perempuan
tua
masuk
ke
123
12
123
12
123
123 dalam warung sate beratapkan terpal itu. 12
12
123
12
123
12
123
123 Kerutan-kerutan ada di wajahnya, rambutnya 12
12
123
12
123
12
123
123 pun telah memutih. Perempuan keturunan 12
12
123
12
123
12
123
12
Tionghoa
itu
berpakaian
kain
tipis
dengan
warna
123
12
123
12
123
12
123
12
telah
memudar.
123
12
123
12
123
12
123
12
Sugeng
memerhatikan,
perempuan
itu
hanya
123
12
123
12
123
12
123
12
memesan
ketupat
dipadu
bumbu
kacang
tanpa
123
12
36
12
123
12
123
12
123 daging sate, padahal warung itu adalah warung 12
123
12
12
123
123
12
123 sate.
12
123
12
123
12
123
12
123
12
123
12
“Kurang
ajar
pemerintah.
Mereka
menaikkan
12
123
123
12
123 harga bahan bakar minyak sedemikian drastis 12
123
12
123
12
123
12
123 sehingga masyarakat pun tak mampu lagi mem- 12
123
12
123
12
123
12
123
12
beli
lauk-pauk.
Lihat
perempuan
di
meja
sebe123
12
123
12
123
12
rang
itu
hanya
makan
ketupat,”
tandas
Sugeng
123
12
123
12
12
123
12
123
geram.
123
12
123
12
123
12
123
12
123
12
Setelah
puas
menggerutu
dan
mengecam
123
12
123
12
123
12
bantuan
langsung
tunai
(BLT)
yang
sering
salah
123
12
123
12
123
12
123
12
sasaran,
Sugeng
memesan
seporsi
sate
daging
123
12
123
12
123
12
123
12
ayam. “Untuk perempuan itu,” ujarnya.
123
12
123
12
123
12
123
12
Namun,
sayang,
sebelum
sate
itu
siap,
123
12
123
12
123
12
123
12
sang
perempuan
telah
menyelesaikan
makan
123
12
123
12
123
123
12
malamnya dan bergegas pergi. Sugeng kecewa 12
123
12
123
12
123
12
123
12
tidak
dapat
menunjukkan
simpatinya
kepada
123
12
123
12
123
12
perempuan
itu.
123
12
123
12
123
12
123
123
12
Penasaran, Sugeng lalu memanggil pemilik 12
123
12
123
12
123
12
123
12
warung.
Dia
berniat
meninggalkan
sejumlah
123
12
123
12
123
12
uang
dan
berpesan
bila
perempuan
itu
datang
123
12
123
12
123
12
123
12
lagi,
bolehlah
perempuan
pemilik
warung
123
12
123
12
123
12
123
12
memberikan
sate
ayam,
tidak
sekadar
ketupat
123
12
123
12
123
12
123
12
dengan
bumbu
kacang.
123
12
123
12
123
12
123
12
Akan
tetapi,
sang
pemilik
warung
malah
me123
12
123
12
123
12
123
12
ngernyitkan
dahi.
Dia
mengatakan
tidak
123
12
123
12
123
12
123
12
mungkin
memberikan
perempuan
itu
sate
ayam.
123
12
123
12
123
12
“Perempuan
itu
langganan
kami,
tapi
memang
123
12
123
12
123
123
12
tidak pernah beli sate. Dia pengikut Buddha dan 12
123
12
123
12
123
12
123
12
vegetarian,
Pak,”
kata
pemilik
warung.
Sugeng
123
12
123
12
123
12
pun
melongo,
sementara
yang
lain
terpingkal123
12
123
12
123
12
123
12
pingkal,
kemudian
menyantap
ludes
sate
yang
123
12
123
12
123
12
123
12
dipesan
Sugeng
untuk
perempuan
itu.
123
12
123
12
123
12
123
12
123
12
Kompas,
30
Oktober
2005
123
12
123
1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012
1231234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012
1. Pilihlah satu pengalaman mengesan yang
pernah kalian alami lalu tulis dalam bentuk
kerangka karangan dan kembangkan
menjadi sebuah cerita pengalaman!
2. Ceritakan pengalaman kalian di depan
kelas dan mintalah tanggapan dari temanteman kalian.
3.2.3
Kata Sifat
Perhatikan kutipan dari wacana “Terkecoh
Seorang Vegetarian” berikut ini!
(1) ... Menu favorit tentu saja satu porsi sate
ayam berjumlah 10 tusuk dengan nasi putih yang pulen dan hangat mengepulkan
uap, dipadu segelas es jeruk.
(2) Tiba-tiba seorang perempuan tua masuk ke
dalam warung sate beratapkan terpal itu ... .
Bab 3 Pengalaman yang Mengesankan
Kata pulen, hangat, dan tua dalam kutipan
di atas termasuk kata sifat, karena mengungkapkan sifat benda.
a. Lemparkan bola itu tinggi-tinggi! (sangat
tinggi)
b. Buah mangga yang dijualnya itu besarbesar. (semuanya besar)
c. Para kontestan Putri Indonesia itu cantikcantik. (semuanya cantik)
d. Suasana pada saat kerusuhan itu kacaubalau.
A. Bentuk-bentuk kata sifat
Variasi-variasi bentuk kata sifat.
1.
Kata sifat terdiri atas satu morfem
Kata sifat ini hanya terdiri atas satu kata
dasar tanpa mengalami penambahan imbuhan.
Contoh:
a. Irma membeli baju baru.
b. Badan orang tua itu masih sangat tegap.
c. Anton memakai sepasang sepatu mahal.
c.
Kata sifat bentuk paduan merupakan kata
sifat yang dibentuk dengan afiksasi dan pengulangan atau penambahan kata lain. Contoh:
a. Pada malam purnama itu bulan bersinar
terang-benderang.
b. Desa Sekarmaju selalu aman tenteram.
c. Semahir-mahirnya mekanik memperbaiki
mesin itu, sekali waktu juga melakukan
kesalahan.
d. Andi sangat pintar berbahasa Inggris.
Kata-kata bercetak tebal dalam kalimat di
atas adalah kata sifat yang hanya terdiri dari satu
kata dasar atau satu morfem saja.
2.
Kata sifat polimorfemis
Kata sifat polimorfemis dibentuk dengan menambahkan unsur lain pada kata dasar itu. Tiga
cara pembentukan kata sifat polimorfemis.
a.
Afiksasi atau penambahan imbuhan
Kata yang mendapatkan imbuhan dapat berupa kata benda (nomina), kata kerja (verba),
atau kata sifat (adjektiva). Imbuhan pembentuk
kata sifat antara lain pe-, ke-an, dan imbuhan
asing -i, -wi, dan -ah. Contoh:
a. Ayahku seorang pekerja.
(pe- + verba)
b. Sudah lama ia menjadi perokok.
(pe- + nomina)
c. Sifat Ari masih sangat keibuan.
(ke-an + nomina)
d. Pemandangan di Puncak sangat alami.
(nomina + -i)
e. Reaksi kimiawi terjadi pada larutan itu.
(nomina + -wi)
f. Kebutuhan batiniahnya terpuaskan pada
masa kecilnya.
(nomina + -iah)
b.
Pengulangan kata
Pengulangan kata sifat berasal dari kata
dasar jenis kata sifat. Pengulangan kata tersebut
berfungsi untuk menyangatkan atau menyatakan
keseluruhan. Contoh:
Bentuk paduan
3.
Tingkat Perbandingan
Dalam memahami dan menggunakan kata
sifat, kita perlu mengenali kata sifat dalam
fungsinya sebagai kata untuk menyatakan
tingkat perbandingan. Tiga macam tingkat perbandingan kata sifat.
a.
Ekuatif
Tingkat perbandingan ekuatif adalah perbandingan antara dua hal atau dua benda yang
menunjukkan keadaan yang sama. Tingkat perbandingan ini bisa dibentuk dengan penambahan imbuhan se- atau kata sama. Contoh:
a.
b.
c.
d.
b.
Tuti secantik ibu.
Tuti sama cantiknya dengan ibu.
Dido sepintar Raka.
Dido sama pintarnya dengan Raka.
Komparatif
Tingkat perbandingan komparatif adalah
perbandingan antara dua hal atau dua benda
yang menunjukkan keadaan benda yang satu
lebih atau kurang daripada yang lain. Tingkat
perbandingan ini bisa dibentuk dengan penambahan kata lebih atau kurang. Contoh:
a. Mangga manalagi berukuran lebih kecil
daripada mangga golek.
b. Kakaknya kurang ramah dibandingkan
adiknya.
37
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
c.
Superlatif
Tingkat perbandingan superlatif adalah
perbandingan yang menunjukkan tingkat paling
atau super daripada yang lain. Tingkat perbandingan ini bisa dibentuk dengan penambahan
kata paling atau imbuhan ter-. Contoh:
a. Dialah siswa paling pandai di kelasku.
b. Dialah siswa terpandai di kelasku.
B. Ciri-ciri kata sifat
Kata sifat dapat kita kenali dengan mudah
karena kata sifat memiliki ciri-ciri berikut ini.
a.
Dapat diberi keterangan pembanding paling,
kurang, lebih, sama, atau imbuhan ter-,
seperti paling tinggi, kurang manis, lebih besar.
b.
Dapat diberi keterangan penguat sangat,
amat, terlalu, sekali, benar, seperti sangat
pintar, amat jauh, terlalu pendek, kecil sekali, bagus benar.
Dapat diingkari dengan kata tidak, seperti
tidak bagus.
Dapat diulang dan ditambah dengan awalan
se- atau se-nya, seperti semanis, setinggitingginya.
Pada kata tertentu berakhir dengan akhiran –er, -i / -wi, -iah, -if, -ik, dan -al, seperti
temporer, alami, surgawi, jasmaniah, negatif,
heroik, nasional.
Contoh:
c.
d.
e.
Iwan anak pandai.
Untuk menguji masing-masing kata, perhatikan penambahan keterangan berikut!
„ Paling Iwan anak pandai.
(‘Iwan’ bukan kata sifat karena tidak bisa
diberi keterangan ‘paling’)
„ Iwan paling anak pandai.
(‘anak’ bukan kata sifat karena tidak bisa
diberi keterangan ‘paling’)
„ Iwan anak paling pandai.
(‘pandai’ termasuk kata sifat karena bisa
diberi keterangan ‘paling’)
Pada kata pandai juga bisa ditambahkan
keterangan lain atau dibentuk pengulangan.
Contoh: kurang pandai, lebih pandai, sama
pandai, terpandai, sangat pandai, amat pandai,
pandai sekali, pandai benar, terlalu pandai, tidak
pandai, sepandai-pandai, dan sepandaipandainya, serta pandai-pandai.
38
1. Daftarlah kata sifat yang terdapat dalam
teks “Terkecoh Seorang Vegetarian”!
2. Salinlah dan lengkapilah paragraf di
bawah ini dengan kata sifat berikut!
a. ramah
b. terbanyak
c. terbaik
d. ramai
e. semakmur
f. subur
Hamparan sawah hijau terbentang
mengelilingi Desa Sumber Sari. Sebuah desa
yang paling ... tanah pertaniannya bila
dibandingkan dengan daerah lain di kecamatan itu. Setiap musim panen, desa ini selalu ... dan ... dalam memperoleh hasil panen.
Desa ini, walaupun kurang ..., tetapi sangat
damai. Penduduknya sama ... dengan penduduk desa lain. Maka berbahagialah mereka
yang hidup di desa ... ini.
3. Buatlah kalimat dengan menggunakan
kata-kata berikut ini!
a. Duniawi
d. Keibuan
b. Kuat-kuat
e. Pemalu
c. Muda belia
4. Susunlah kalimat dengan menggunakan
kata-kata di bawah ini!
a. secantik
b. terbesar
c. lebih baik daripada
d. sama mahalnya dengan
e. kurang ramah daripada
MEMBACA
3.3 Menceritakan Kembali
Cerita Anak yang Dibaca
Membaca buku menjadi hobi yang menarik.
Membaca buku-buku cerita, seperti novel, cerpen, atau dongeng akan memberi banyak manfaat bagi kalian.
Bab 3 Pengalaman yang Mengesankan
Sekarang kalian akan membaca cerita anak.
Kalian harus dapat menceritakan kembali cerita
anak yang dibaca. Namun sebelumnya kalian
harus menganalisis unsur-unsurnya.
3.3.1
Membaca Cerita Anak
Bacalah cerita berikut ini dengan saksama!
Cermatilah pula tokoh, latar, dan alur ceritanya!
Badut Kecil
Teman-teman sering memanggilku Badut
Kecil. Ini semua dimulai saat Bu Tuti menanyakan pekerjaan ayahku. Aku pun menjawab badut,
karena memang itulah pekerjaan Bapak. Lalu
teman-temanku, terutama Rina, mulai meledekku dengan panggilan Badut Kecil.
Aku sebal. Ingin rasanya aku marah dan
gantian meledek Rina. Tetapi, apa yang mesti
kuledek darinya? Setiap pergi kerja, ayahnya
memakai jas dan dasi. Pasti pekerjaan ayahnya
enak dan gajinya juga besar. Kalau aku meledeknya sebagai Bos Kecil, itu malah menjadi
pujian baginya. Pokoknya sebal.
“Halo Badut Kecil,” sapa Rina meledekku
saat aku baru datang ke sekolah.
Aku bergegas melangkah masuk kelas saat
teman-teman lain ramai-ramai menertawakanku.
Rasanya aku ingin menangis. Aku ingin pulang
dan marah kepada Bapak karena pekerjaannya
telah membuatku malu.
“Sabar, Nis,” hibur Dewi, yang selama ini selalu baik kepadaku. “Jangan takut diledek
sebagai Badut Kecil. Yang penting, pekerjaan
ayahmu halal dan enggak merugikan orang lain,”
lanjutnya.
Aku seperti mendapat penolong saat dihibur
Dewi.
Rina pun maju ke depan sambil mengancamku.
Aku seperti mendapat kesempatan melakukan pembalasan kepada Rina. Kalau Dewi tak
mencegahku, aku pasti yang bersorak paling
ramai meledek Rina saat ia melawak di depan
kelas. Rina kelihatan sangat malu. Ia sama sekali tak bisa melucu.
Ketika pulang sekolah, Rina menghampiriku.
Ia berjanji akan membalasku karena ia menganggap akulah yang menyebabkan ia disuruh
Bu Wati melawak di depan kelas.
“Sudah, jangan diladeni, Nis. Percuma meladeni dia. Rina enggak akan berhenti meledek
kamu,” tutur Dewi.
***
Sore ini aku diundang Rina ke pesta ulang
tahunnya. Sebenarnya, Rina tidak berniat mengundangku, tetapi Bu Tuti menyuruhnya mengundang semua teman sekelas. Aku malas datang, tapi Dewi memaksaku berangkat. Aku
sebetulnya takut di pesta nanti hanya akan
menjadi bahan ledekan dia dan teman-temannya.
“Bapak tidak kerja hari ini?” tanyaku kepada
Bapak yang tampak masih santai di ruang tamu
sambil menonton televisi.
“Hari ini Bapak diminta menghibur di rumah
yang sedang mengadakan pesta,” jawab Bapak.
Aku pun segera bergegas menuju rumah
Rina. Di sana teman-teman sudah datang sambil
membawa kado. Hanya aku yang tidak membawa kado karena tidak punya uang untuk membelinya. Beberapa teman akrab Rina memandang aneh padaku.
Acara pesta pun dimulai. Rina melayani kami
semua. Lalu kami menyanyikan lagu selamat
ulang tahun. Rina tampak bahagia.
Saat pelajaran Bahasa Indonesia, ada tugas
melawak bagi kami. Rina langsung menunjukku
untuk tampil ke depan. Yah, ternyata ledekannya belum berhenti.
“Ayo, Badut Kecil, tunjukkan kebolehanmu
melucu,” kata Rina sambil tertawa.
“Rina, kamu tidak boleh bicara seperti itu.
Anis itu temanmu. Apa alasanmu memanggilnya
sebagai Badut?” tanya Bu Tuti marah.
“Anis kan anak seorang badut, Bu. Jadi,
boleh dong kalau dia dipanggil Badut Kecil,” Rina
mengatakan alasannya kepada Bu Tuti.
“Sekarang kamu yang maju melawak, Rina.
Sebagai hukuman karena kamu telah mengejek
Anis,” perintah Bu Tuti.
Lalu teman-temanku, terutama Rina, mulai
meledekku dengan panggilan Badut Kecil
karena ayahku bekerja sebagai badut
39
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Pembawa acara menyampaikan puncak
acara. Katanya, kami semua akan dihibur oleh
badut. Aku deg-degan. Apakah badut itu Bapak?
Bukankah tadi siang Bapak mengatakan akan
datang ke rumah yang sedang mengadakan
pesta?
Dan... ternyata badut ini benar Bapak. Aku
terasa ingin menangis dan pulang. Mengapa
Bapak tak bilang kalau ia akan datang ke rumah
Rina? Tetapi yang aku heran, Bapak tak malu
saat aku menontonnya. Atraksi sulap ditunjukkan Bapak dan Bapak tetap bertingkah lucu
untuk menghibur anak-anak yang datang ke
pesta ulang tahun Rina.
Semua temanku terhibur dengan hiburan
badut. Hanya aku yang merasa tidak suka. Aku
menganggap teman-teman itu tertawa untuk
meledek aku dan Bapak.
Tiba-tiba Rina menghampiriku.
“Nis, maafkan aku, ya? Selama ini aku sering
meledekmu sebagai Badut Kecil. Ternyata menjadi badut itu bukan pekerjaan jelek. Bapakmu
telah menghibur teman-teman dengan leluconnya,” kata Rina sambil mengulurkan tangan
kepadaku.
Aku menyambut uluran tangan Rina sambil
tersenyum. Ya, badut bukanlah pekerjaan memalukan. Meski bergaji kecil, aku yakin Bapak
mendapat pahala dari Tuhan karena telah membuat anak-anak terhibur. Aku pun tidak malu lagi
dipanggil sebagai Badut Kecil. Tetapi, justru
sekarang enggak ada lagi yang memanggilku
seperti itu.
Junaidi Abdul Munif dalam Kompas Anak, 26
Agustus 2007
4. Tokoh siapa yang berusaha melerai konfilk cerita “Badut Kecil”?
5. Bagaimana penyelesaikan konflik dalam
cerita “Badut Kecil”?
3.3.2
Unsur-unsur Cerita
Dengan menjawab soal-soal di atas kalian
sudah menganalisis beberapa unsur cerita, yaitu
tokoh, perwatakan, dan alur. Selain itu kalian juga
sudah dapat memahami isi cerita tersebut.
Unsur-unsur cerita meliputi hal-hal berikut
ini.
Tokoh adalah pelaku yang berperan dalam
cerita.
Tokoh dalam cerita “Badut Kecil” adalah Anis,
Dewi, Rina, Bapak, Bu Tuti.
Perwatakan adalah karakter atau sifat yang
diperankan oleh tokoh.
Contoh perwatakan dalam cerita “Badut
Kecil” :
Watak Anis adalah pemalu, mudah terpengaruh, pemaaf; watak Dewi adalah baik
hati, perhatian; dan seterusnya.
Alur adalah jalinan peristiwa yang terjadi
dalam cerita.
Cerita “Badut Kecil” menggunakan alur maju,
yaitu peristiwa-peristiwa yang dikisahkan secara runtut dimulai dari tahap awal (pengenalan), tengah (konflik), dan akhir (penyelesaian).
Latar adalah tempat, waktu, dan suasana
dalam cerita.
Latar tempat cerita “Badut Kecil” adalah
sekolah, rumah Rina, rumah Anis.
Latar waktu cerita “Badut Kecil” adalah pagi,
sore.
Amanat adalah pesan yang ingin disampai-
Diskusikan dengan teman sebangku!
kan penulis kepada pembacanya.
1. Siapakah tokoh dalam cerita “Badut
Kecil”? Sebutkan!
Amanat cerita “Badut Kecil” adalah kita tidak
boleh mengejek orang karena pekerjaan
yang lebih rendah.
2. Siapakah yang mengalami konflik dalam
cerita “Badut Kecil”?
3. Siapakah yang memunculkan konflik
dalam cerita “Badut Kecil”?
40
Bab 3 Pengalaman yang Mengesankan
2. Buatlah sinopsis cerita “Badut Kecil”
berdasarkan kerangka yang telah dibuat!
1. Bacalah 5 cerita anak (cerpen atau
novel) dari majalah atau surat kabar!
2. Kemudian laporkan analisis kalian
dalam bentuk tabel berikut ini!
Judul
Cerita
Tokoh
Watak
Tokoh
3. Bacakan di depan kelas supaya ditanggapi guru dan teman kalian!
B. Pilihlah salah satu cerita yang pernah
kalian analisis pada tugas sebelumnya!
1. Buatlah kerangka cerita!
Alur
Latar
Amanat
2. Buatlah sinopsis cerita berdasarkan
kerangka cerita yang telah dibuat!
3. Bacakan di depan kelas supaya ditanggapi guru dan teman kalian!
Tambahkah informasi sumber cerita (identitas buku, identitas penulis, identitas majalah atau surat
kabar) pada kolom judul cerita.
3.3.3
Sinopsis Cerita Anak
Sekarang kalian harus mampu membuat sinopsis cerita. Sebelum membuat sinopsis, kalian
sebaiknya membuat kerangka cerita terlebih
dahulu.
Berikut ini contoh kerangka cerita:
Badut Kecil
1.
Teman-teman Anis memanggilnya
Badut Kecil karena ayahnya bekerja
sebagai badut.
2.
Rina paling sering mengejek Anis
dengan sebutan Badut Kecil.
3.
Ketika Anis sedih, Dewi selalu
menghibur Anis.
4.
Rina dihukum Bu Tuti karena dia
mengejek Anis.
5.
dan seterusnya.
A. Kerjakan berdasarkan cerita “Badut
Kecil”!
3.3.4
Penggunaan Kata Bersinonim,
Berantonim, dan Berpolisemi
secara Tepat Sesuai dengan
Konteks
Pada bagian ini kalian akan mempelajari
sinonim, antonim, dan polisemi. Perhatikan kutipan berikut ini!
Kutipan (1)
Penduduk sekitar Danau Maninjau amat
bergantung pada air danau. Mereka mandi,
mencuci, dan melakukan berbagai keperluan
lain menggunakan air danau. Dahulu penduduk sekitar danau mengambil ikan hanya
dengan pancing, tetapi sekarang banyak yang
berganti menggunakan keramba. Dengan
bertambahnya penduduk yang bermukim di
sekitar danau, maka pemasangan keramba
pun bertambah. Akibatnya, kelestarian
Danau Maninjau semakin terancam.
Kutipan (2)
Warga sekitar Tasik Maninjau amat
bergantung pada air danau. Mereka mandi,
mencuci, dan melakukan berbagai keperluan
lain memakai air danau. Dahulu penduduk
sekitar danau mengambil ikan hanya dengan
pancing, tetapi kini banyak yang beralih
menggunakan keramba. Dengan bertambahnya penduduk yang tinggal di sekitar danau,
maka pemasangan keramba pun meningkat.
Akibatnya, kelestarian Danau Maninjau
semakin terancam.
1. Lanjutkan kerangka cerita “Badut Kecil” di samping!
41
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Kata-kata yang dicetak tebal pada kutipan
(1) bersinonim dengan kata yang dicetak tebal
pada kutipan (2). Sinonim adalah persamaan
arti kata. Tanda sinonim yaitu sama dengan (=).
penduduk
=
warga
danau
=
tasik
menggunakan
=
memakai
sekarang
=
kini
berganti
=
beralih
bermukim
=
tinggal
bertambah
=
meningkat
Kutipan (3)
Oleh pengaruh letak geografis, setiap
wilayah di Nusantara memiliki karakter berbeda. Hal ini menjadi salah satu faktor terjadinya peristiwa perpindahan penduduk.
Sebagian wilayah memiliki curah hujan tinggi dan subur, namun sebagian lainnya bercurah hujan rendah hingga sering mengalami
kekeringan. Wilayah subur tersebut misalnya
wilayah Pulau Jawa dan Bali. Di daerah yang
subur demikian, penduduk dengan mudah
mengusahakan kegiatan pertanian.
Sebaliknya ada wilayah yang gersang
seperti sebagian daerah Nusa Tenggara. Di
wilayah ini penduduk sulit mengusahakan kegiatan pertanian. Iklim setengah kering dengan
musim panas yang panjang membuat daerah
ini tidak ramah dan kurang produktif. Namun
tantangan yang lebih besar adalah adanya
ketidakteraturan musim. Musim hujan dapat
berawal dan berakhir lebih cepat. Bahkan
terkadang hujan tidak datang sama sekali.
Adanya daerah kurang subur adalah salah
satu penyebab terjadinya perpindahan penduduk. Penduduk di daerah berkekurangan
cenderung melirik peluang untuk mengadu
nasib di daerah yang berkelimpahan.
Kata-kata yang dicetak tebal pada kutipan
(3) adalah kata-kata yang berantonim. Antonim
adalah lawan arti kata. Tanda antonim yaitu
tanda silang (x). Pada kutipan tersebut kata-kata
antonim adalah:
tinggi
x
rendah
subur
x
gersang
mudah
x
sulit
berawal
x
berakhir
berkekurangan
x
berkelimpahan
Kutipan (4)
Narto
: Hari ini kamu kelihatan sedih ada
masalah, Di?
Nardi
: Bagaimana tidak sedih, To. Ayah dan
kakekku jatuh sakit.
Narto
: Ayahmu sakit apa?
42
Nardi
Narto
Nardi
: Ayah, jatuh dari motor ketika mengantar kakek ke rumah sakit.
: Sedang kakekmu?
: Nah, itu yang membuatku bingung.
Ia tidak mau makan dan selalu
murung setelah usaha nenek jatuh.
Padahal usaha nenek itu satusatunya yang menopang kehidupan
kami. Ayah dan ibu sudah 4 bulan
ini di-PHK.
Kata bercetak tebal pada kutipan (4) adalah kata berpolisemi. Polisemi adalah kata yang
memiliki beberapa arti. Arti jatuh dalam
percakapan di atas adalah:
- jatuh
= menderita (jatuh sakit)
- jatuh
= terpelanting (jatuh dari motor)
- jatuh
= bangkrut (usahanya jatuh)
1. Perhatikan kutipan teks berikut ini!
Bukan hanya warga yang rumahnya roboh yang ketakutan. Di antara reruntuhan di
seantero kota, beberapa rumah masih tegak.
Namun, penghuninya ketakutan sehingga tidak
berani berada di rumahnya. Mereka memilih
mendirikan tenda darurat di halaman rumah.
Bahkan, mereka juga membawa peralatan
masak.
Kekhawatiran tersebut cukup beralasan.
Gempa susulan masih terus terjadi meskipun
kekuatannya tidak besar. Warga merasakan
getaran-getaran yang menyebabkan mereka
terus tercekam.
a. Berdasarkan kutipan di atas, tuliskan
sinonim dari kata yang dicetak tebal!
b. Tulislah kembali kutipan tersebut
menggunakan sinonim kata yang telah
kalian temukan!
2. Perhatikan kutipan teks berikut ini!
Berdasarkan laporan wartawan Padang
Ekspres (Jawa Pos Group), Nanang, dari
lokasi bencana kemarin, sekitar 90 persen
bangunan di Gunung Sitoli ambruk dan rusak
berat. Warga selamat banyak yang kebingungan, karena kerabat mereka masih
belum ditemukan. Mereka khawatir orangorang yang mereka cintai itu terjebak di
bawah reruntuhan atau, bahkan sudah tewas.
Jumlah korban yang berhasil dievakuasi
320 orang hingga siang kemarin. Tetapi,
banyak yang cemas bahwa korban meninggal
Bab 3 Pengalaman yang Mengesankan
dunia diperkirakan masih banyak. Meski baru
dua hari peristiwa gempa terjadi, bau mayat
mulai mengembang di udara kota ini. Para
evakuator mulai mengenakan masker.
Contoh (2)
Dari mana hendak ke mana
Dari Padang ke Bukittinggi
Kalau abang boleh bertanya
Siapa nama adik cantik ini?
Bunga bakung bunga melati
Bunga melati pembawa rasa
Abang ini banyak memuji
Aku ini hanya anak desa
a. Berdasarkan kutipan di atas, tuliskan
antonim dari kata yang dicetak tebal!
b. Buatlah karangan singkat menggunakan antonim kata-kata yang kalian
temukan!
3. Buatlah sebuah percakapan dengan
dua tokoh, sertakan kata berpolisemi
dalam percakapan tersebut!
Contoh (3)
Awan berkisar di gunung tinggi
Nyala pelita ditaruh minyak
Duduk di mana tuan kini
Hilang di mata di hati tidak
MENULIS
3.4 Menulis Pantun yang Sesuai
dengan Syarat Pantun
Pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait biasanya terdiri atas empat baris
yang bersajak (a-b-a-b), tiap larik biasanya terdiri
atas empat kata, baris pertama dan baris kedua
biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja dan
baris ketiga dan keempat merupakan isi (KBBI,
2001).
Pantun adalah bentuk puisi lama asli Indonesia. Kata pantun berarti misal, umpama, atau
ibarat.
Contoh (1) tergolong pantun teka-teki, yaitu
pantun yang isinya berupa tanya jawab. Pantun
tersebut terdiri atas dua bait. Bait pertama merupakan pertanyaan (Binatang apa tanduk di
kaki?). Bait kedua merupakan jawabannya
(Ayam jantan itu namanya).
Berdasarkan pengertian di atas dapat dilihat
bahwa pantun memiliki syarat-syarat tertentu.
Oleh karena itu, jika kalian ingin menulis pantun
ketahui terlebih dahulu syarat-syaratnya.
Contoh (2) tergolong pantun perkenalan
karena isinya menunjukkan keinginan untuk berkenalan (Siapa nama adik cantik ini?). Bait kedua merupakan jawabannya (Aku ini hanya anak
desa).
3.4.1
Contoh pantun (1) dan (2) tersebut dapat
dijadikan bahan berbalas pantun. Materi berbalas pantun akan dibahas setelah materi ini.
Syarat-syarat Pantun
Cermatilah pantun berikut ini!
Contoh (1)
Kalau puan, puan cerana
Ambil gelas dalam peti
Kalau tuan bijak laksana
Binatang apa tanduk di kaki
Jika menyayur gunakan kunci
Sayur santan enak rasanya
Binatang yang bertanduk di kaki
Ayam jantan itu namanya
Contoh (3) merupakan pantun yang berdiri
sendiri, artinya pantun tersebut tidak digunakan
untuk berbalas pantun.
Berdasarkan contoh (1), (2), dan (3) pantun
di atas, kalian dapat menemukan ciri-ciri pantun,
yaitu:
1.
setiap bait terdiri atas empat baris,
2.
setiap baris terdiri atas 4–6 kata,
3.
setiap baris terdiri atas 8–12 suku kata,
43
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
4.
baris kesatu dan kedua merupakan sampiran,
5.
baris ketiga dan keempat merupakan isi,
6.
rimanya (persamaan bunyi/persajakannya)
a-b-a-b.
Jika kalian ingin membuat pantun, kalian
dapat mempelajari contoh pantun di atas dan
mempelajari ciri-cirinya. Untuk membuat pantun
perhatikan penjelasan berikut ini!
Baris pertama dan kedua merupakan sampiran. Sampiran berupa kalimat pendek (empat
sampai enam kata). Bunyi akhir baris pertama
berbeda dengan bunyi akhir baris kedua. Tidak
ada hubungan arti antara sampiran dengan
isinya. Isi pantun terletak pada baris ketiga dan
keempat. Bunyi akhir baris ketiga harus sama
dengan bunyi akhir baris pertama. Bunyi akhir
baris keempat harus sama dengan bunyi akhir
baris kedua.
Selain pantun yang terdiri atas empat baris
dalam satu baitnya, ada pula pantun yang hanya
terdiri atas dua baris dalam tiap baitnya. Pantun
yang hanya terdiri atas dua baris dalam satu
baitnya disebut pantun kilat atau karmina.
Contoh karmina:
Satu dua tiga empat
Siapa cepat dia dapat
(sampiran)
(isi)
Kerjakan soal berikut ini!
1. Buatlah dua bait pantun teka-teki!
2. Buatlah dua bait pantun perkenalan!
a. Pantun teka-teki
Johan : Buah kecapi terasa mengkal
Masak sebiji dimakan tupai
Hilang budi bicara akal
Buah apa tidak bertangkai
Badru : Beli bunga ke Pangkalan Jati
Bunga melati harum baunya
Jika Anda ingin mengerti
Buah hati itu namanya
Johan : Kalau puan, puan cerana
Ambil gelas dalam peti
Kalau tuan bijak laksana
Binatang apa tanduk di kaki
Badru : Jika menyayur gunakan kunci
Sayur santan enak rasanya
Binatang yang bertanduk dikaki
Ayam jantan itu namanya
b. Pantun berkenalan
Joni
: Dari mana hendak ke mana
Dari Padang ke Bukit Tinggi
Kalau abang boleh bertanya
Siapa nama adik cantik ini
Dewi : Bunga bakung bunga melati
Bunga melati pembawa rasa
Abang ini banyak memuji
Aku ini hanya anak desa
Joni
: Kembang kenanga dekat belanga
Dipetik daunnya dari pangkal
Walaupun adik dari desa
Namun abang tetap ingin kenal
Dewi : Menanam kembang tumbuh sejengkal
Bunga tanjung tunas bersemi
Jika abang tetap ingin kenal
Berkunjung saja ke rumah kami
3. Tukarkan hasil kerja kalian agar dikoreksi
teman-teman kalian!
3.4.2
Berbalas Pantun dengan
Pantun yang Ditulis
Berikut ini disajikan dua jenis pantun yang
bisa kalian pakai untuk berbalas pantun. Kalian
juga bisa menggunakan pantun lain yang kalian
ketahui untuk melakukan berbalas pantun.
berbalas pantun adalah saling menanggapi
pantun yang disampaikan oleh lawannya.Contoh berbalas pantun:
44
Kerjakan soal berikut ini!
1. Carilah pasangan dengan teman kalian
untuk berbalas pantun!
2. Praktikkan berbalas pantun di depan kelas dengan menggunakan pantun yang
dibuat pada tugas sebelumnya!
3. Berikan komentar tentang pantun yang
dibawakan teman kalian!
Bab 3 Pengalaman yang Mengesankan
1.
2.
Berita ialah peristiwa yang tidak lazim terjadi
dan menarik minat banyak orang untuk
mengetahuinya; atau disebut juga cerita
atau keterangan tentang kejadian/peristiwa
yang hangat.
a. setiap bait terdiri atas 4 baris,
b. setiap baris terdiri atas 4 – 6 kata,
c. setiap baris terdiri atas 8 – 12 suku kata,
d. baris pertama dan kedua merupakan
sampiran,
a. kata sifat yang terdiri atas satu kata dasar tanpa mengalami penambahan imbuhan,
e. baris ketiga dan keempat merupakan isi,
dan
c. kata sifat perbandingan yang terdiri dari
ekuatif (perbandingan dua hal/benda
yang menunjukkan keadaan yang sama),
komparatif (perbandingan dua hal/benda
yang satu lebih/kurang daripada yang
lain), dan superlatif (perbandingan yang
menunjuk pada kondisi/posisi paling/super/ter-).
f. rimanya (persamaan bunyi/persajakannya) a-b-a-b.
6.
Perbendaharaan kata.
a. Afiksasi : proses atau hasil penambahan
afiks (prefiks, konfiks, sufiks)
pada kata dasar.
b. Alur : rangkaian peristiwa yang dijalin
dengan saksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan penyelesaian.
c. Antonim : kata yang berlawanan makna
dengan kata lain.
Ciri-ciri kata sifat:
d. Karmina : pantun kilat.
a. dapat diberi keterangan pembanding
(paling, kurang, lebih, sama) atau
imbuhan ter,
e. Komparatif : berkenaan atau berdasarkan perbandingan.
b. dapat diberi keterangan penguat sangat,
amat, terlalu, sekali, benar,
c. dapat diingkari dengan kata tidak, dan
d. dapat diulang dan ditambah dengan
awalan se- atau se-nya; pada kata
tertentu berakhir dengan akhiran –er, -i/
-wi, -iah, -if, -ik, dan –al.
4.
Ciri-ciri pantun:
Kata sifat ialah kata yang mengungkapkan
sifat benda. Bentuk-bentuknya:
b. kata sifat polimorfemis yang dibentuk
dengan menambah unsur lain pada kata
dasarnya melalui tiga cara, yakni afiksasi
(penambahan imbuhan), pengulangan
kata, dan bentuk paduan, dan
3.
5.
Pantun ialah bentuk puisi lama asli Indonesia. Kata “pantun” berarti misal, umpama,
ibarat. Ada tiga jenis pantun, yaitu pantun
teka-teki, perkenalan, dan mandiri.
f. Morfem : bentuk bahasa yang terkecil
yang mempunyai makna.
g. Polisemi : bentuk bahasa (kata, frase)
yang mempunyai makna lebih
dari satu.
h. Sampiran : paruh pertama pada pantun,
yaitu baris kesatu dan kedua,
biasanya merupakan persediaan bunyi kata untuk disamakan pada isi pantun.
i. Sinonim : bentuk bahasa yang maknanya
sama atau mirip dengan bentuk
bahasa lain.
45
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
b. Udara Lombok yang panas mulai terasa.
Dari pelabuhan saya menuju Senggigi.
Perjalanan yang memakan waktu sekitar
1,5 jam hampir tak dapat lagi membendung rasa penasaran saya.
c. Banyak objek wisata yang ditawarkan
Pulau Lombok. Selain Pantai Senggigi
yang terkenal, ada tiga pulau yang juga
tak kalah indahnya, yakni Gili Air, Gili
Meno, dan Gili Trawangan.
d. Tekad kawasan puncak di Jawa Barat
untuk mempertahankan keberadaannya
sebagai pusat wisata, tampaknya tak
pernah kendur. Mereka terus membenahi
diri dengan mempercantik sarana-sarana
yang ada.
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling
tepat!
1.
Cermatilah kutipan berita berikut ini!
Banjir besar yang melanda Kepulauan Nias
itu diawali guyuran hujan lebat pada pukul
22.00 WIB. Tiga jam kemudian sekitar pukul
00.01. Selasa dini hari (31/7) Sungai Masio
meluap menggenangi keenam wilayah kecamatan tersebut. Luapan Sungai Masio meluluhlantakkan rumah penduduk beserta penghuninya yang sedang tidur lelap. Para korban
diperkirakan tidak dapat menyelamatkan diri
dari sergapan arus air yang semakin kencang.
Pernyataan yang tidak sesuai dengan isi
berita di atas adalah ...
a. Luapan Sungai Masio meluluhlantakkan
rumah penduduk.
b. Guyuran hujan lebat pada pukul 22.00
WIB tanggal 31 Juli 2001.
c. Semua korban dapat dievakuasi ke tempat lain.
d. Sungai Masio meluap menggenangi keenam wilayah kecamatan.
2.
4.
a. Ulangan Bahasa Indonesia memperoleh
nilai delapan.
b. Memancing di Waduk Gajah Mungkur
cukup menyenangkan. Tapi lebih baik mencari tempat memancing yang lain saja.
c. Terjebak dalam lift selama tiga jam tidak
menakutkan buat saya karena mendapatkan sahabat baru di lift.
d. Keseleo ketika berolahraga di lapangan.
Cermatilah kutipan berita berikut ini!
Sebelum dilaksanakan pengamanan lingkungan model siskamling, kompleks perumahan Kenari Mas tidak aman. Hampir setiap
malam terjadi pencurian. Kadang-kadang pencuri mendongkel pintu. Dengan diberlakukannya siskamling, keamanan lebih terjamin.
5.
Isi pokok berita di atas adalah ... .
a. sebelum ada siskamling kompleks perumahan Kenari Mas tidak aman
b. manfaat diberlakukannya siskamling
c. hampir setiap malam terjadi pencurian
d. siskamling baru dilaksanakan
3.
Paragraf berikut ini yang dikembangkan berdasarkan pengalaman yang paling mengesankan adalah ...
a. Desa ini merupakan desa penghasil buahbuahan. Aneka buah-buahan tumbuh di
desa ini. Ada mangga, jambu, rambutan,
semangka, dan lain-lain. Tanaman buah
itu tumbuh di mana-mana.
46
Di antara pengalaman berikut ini yang paling menarik adalah ...
Di antara empat kalimat berikut ini yang
menggunakan tingkat perbandingan ekuatif
adalah ...
a.
b.
c.
d.
6.
Tubuhku setinggi ayah.
Susi lebih ramah daripada Nani.
Tono siswa terpandai di kelasnya.
Wati adalah gadis yang paling cantik di
desanya.
Tanti lebih rapi dalam bekerja dibandingkan
Tince.
Kalimat di atas menggunakan tingkat perbandingan ... .
a. ekuatif
b. komparatif
7.
c. superlatif
d. kualitatif
Perhatikanlah pernyataan-pernyataan mengenai kata sifat berikut!
Bab 3 Pengalaman yang Mengesankan
i
ii
iii
iv
v
Kata sifat dapat diberi keterangan pembanding.
Kata sifat dapat diberi keterangan penguat.
Kata sifat dapat diingkari dengan kata
tidak.
Kata sifat dapat diulang dengan imbuhan
se- atau se-nya.
Kata sifat dapat diubah dalam bentuk kalimat tanya.
Dari pernyataan di atas, yang termasuk ciri
kata sifat adalah nomor ... .
a. ii, iii, iv, v
b. i, iii, iv, v
8.
c. i, ii, iv, v
d. i, ii, iii, iv
Cermatilah kutipan cerita berikut ini!
“Sabar, Nis,” hibur Dewi, yang selama ini
selalu baik kepadaku. “Jangan takut diledek
sebagai Badut Kecil. Yang penting, pekerjaan
ayahmu halal dan enggak merugikan orang
lain,” lanjutnya.
Aku seperti mendapat penolong saat dihibur
Dewi.
Berdasarkan kutipan di atas, watak Dewi
adalah ... .
a.
b.
c.
d.
9.
baik hati
sabar
pendendam
rela berkorban
Cermatilah kutipan cerita berikut ini!
“Apa yang kau pelototi. La! Kau pasti tahu
siapa yang telah ngerjain jambu bangkok saya,
siapa?” Jamila terkejut mendengar pertanyaan
yang tidak ia kira itu. Ia hampir terlonjak dari
tempat ia berdiri. Suara Nenek Sumi yang khas
dan tajam melengking seperti tajamnya duri,
tetapi bisa mengiris setajam pisau silet menusuk telinga Jamila.
Watak Nenek Sumi dalam penggalan cerita
di atas adalah ... .
a.
b.
c.
d.
pemarah
bijaksana
pendendam
penyabar
10. Cermatilah kutipan cerita berikut ini!
Sambil bernyanyi kecil, Riko merapikan
tempat tidurnya. Suasana sepi dan waktu
menunjukkan pukul 05.000. Hari ini hari
Minggu, tubuhnya yang baru saja disiram air
di kamar mandi tampak segar. Segera setelah
tempat tidurnya tampak rapi, ia menuju lemari
pakaian, kemudian diambilnya baju kaus dan
celana panjang. Ia berdiri di muka cermin. Sehari-hari ia memang selalu menggunakan celana pendek sebagai seragam SMP-nya. Oleh
karena itu, pagi itu ia agak merasa janggal
menggunakan celana panjang. Riko tersenyum.
Latar kutipan cerita di atas adalah ... .
a.
b.
c.
d.
Minggu pagi di kamar
hari Minggu di kamar mandi
pagi hari di kamar mandi
pagi hari di kamar
11. Bait-bait di bawah ini yang tergolong pantun yang baik adalah ... .
a. Kalau tuan jalan ke hulu
Carikan saya daun kamboja
Kalau tuan mati dahulu
Nantikan saya di pintu surga
b. Ada suatu burung merak
Lehernya panjang suaranya serak
Tuan umpama emas dan perak
Hati yang mana boleh bertolak
c. Setali pembeli kemenyan
Sekupang pembeli pepaya
Sekali lancung ke ujian
Seumur hidup tak percaya
d. Taman melati di rumah-rumah
Ubur-ubur sampingan tua
Kalau mati kita bersama
Satu kubur kita berdua
12. Pantun berikut yang tergolong pantun kilat
adalah ... .
a. Lain ladang lain belalang
Lain lubuk lain ikannya
b. Tong kosong nyaring bunyinya
Air beriak tanda tak dalam
c. Ada ubi ada talas
Ada budi ada balas
d. Jika ada sumur di ladang
Boleh kita menumpang mandi
13. Cermatilah pantun berikut ini!
Anak rusa di rumpun salak
Patah taruknya ditimpa genta
Riuh kerbau tergelak-gelak
Melihat beruk berkaca mata
Isi pantun di atas menyatakan ... .
a. senang
b. kenakalan
c. sedih
d. kelucuan
47
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
14. Proposal apreasiasi seni dibahas dalam rapat
OSIS.
3.
Buatlah lima kalimat menggunakan kata sifat!
Sinonim kata dibahas dalam kalimat di atas
adalah ... .
4.
Bacalah kutipan cerita anak berikut, kemudian buatlah sinopisisnya!
a. dipecahkan
b. ditanggapi
c. dibicarakan
d. dibiarkan
Saskia dan Peony adalah sahabat baik. Mereka selalu berbagi makanan kecil di sekolah.
Suatu hari Sabtu, Saskia bangun seperti
biasa. Ia minum segelas susu, makan roti,
merapikan kamar, dan membuang sampah.
15. Kata-kata yang bergaris bawah dalam pernyataan di bawah ini yang tidak bermakna
polisemi adalah ...
Di rumahnya Peony juga melakukan hal
yang sama, pada waktu yang hampir sama.
Setelah selesai bekerja, mereka mengobrol
di telepon untuk merencanakan kegiatan mereka sepanjang hari itu.
a. Ia hidup di kota metropolitan.
Lampu di kamarnya masih hidup.
b. Ia berusaha keras agar berhasil.
Minuman keras harus dijauhi.
c. Produk pabrik itu sangat laku.
Mata uang logam itu sudah tidak laku lagi.
d. Pahlawan berjuang merebut kemerdekaan.
Rakyat berjuang melawan penindasan.
Biasanya, mereka bersepeda bersama ke
taman untuk bermain ayunan. Di siang hari,
mereka membeli es krim. Mereka selalu saling
mencicipi es krim, agar bisa membandingkan
rasanya. Setelah itu, mereka pulang dan bermain bola hingga tiba saat makan siang.
Mereka selalu makan siang bersama. Jika
Sabtu ini mereka makan siang di rumah
Saskia, minggu depannya, mereka makan
siang di rumah Peony.
B. Kerjakan soal-soal berikut dengan tepat!
1.
Cermatilah dua kutipan berita berikut ini!
Kutipan (1)
Akan tetapi, pada Sabtu ini, hingga menjelang siang, Saskia masih belum menerima
telepon dari Peony. Karena penasaran, Saskia
menelepon Peony.
Banyak cara yang dilakukan seseorang untuk memanfaatkan kayu. Seperti Sri Realis
Tati Purwanto (49), hasil kreativitasnya adalah
membuat dudukan lampu hias yang diukir dengan desain hasil modifikasi perpaduaan nuansa Toraja dan Eropa.
“Halo, selamat pagi. Ini dari Saskia, bisa
bicara dengan Peony?”
Ternyata yang menerima telepon adalah
Ricky, kakak Peony. “Oh Saskia, selamat pagi. Mencari Peony ya? Waaah, Kakak tidak
yakin dia ada di rumah atau tidak. Sejak tadi
pagi dia bermain dengan seseorang dan baru
saja pergi membeli es krim. Mm, tunggu ya,
Kakak coba panggil ...”
Atik Purwanto, demikian dia dipanggil, memulai usaha lampu hias Dian Lamps & Damar
Colection pada tahun 1995 dari hobi jahitmenjahit. (Kompas, 18 November 2007)
Kutipan (2)
Komisi VII DPR dan pemerintah, yang diwakili Menteri Agama M Maftuh Basyuni dan
Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal,
memantau pelepasan jemaah haji Indonesia
kloter pertama yang berangkat dari beberapa
embarkasi di Indonesia. DPR maupun pemerintah berharap pelaksanaan haji tahun 2007
berjalan lancar dan problem keterlambatan
katering yang terjadi tahun lalu tidak terulang
pada tahun ini. (Kompas, 18 November 2007)
Saskia mendengar Ricky memanggil
Peony, kemudian ...
“Maaf Saskia, kata Peony, dia tidak bisa
menerima teleponmu hari ini. Katanya, hari
Senin saja berjumpa di sekolah.”
Saskia sedih dan terkejut mendengar hal
itu. Sambil meletakkan gagang telepon, perasaan Saskia campur aduk. Rasa sedih dan
terkejut perlahan-lahan berubah menjadi kecewa dan marah. “Yah, kalau memang Peony
tidak mau bermain denganku, aku juga tidak
peduli. Siapa yang butuh teman seperti dia?”
kata Saskia dalam hati.
Analisislah unsur-unsur berita pada dua kutipan berita tersebut!
2.
Tulislah satu paragraf pengalaman mengesankan yang pernah kalian alami bersama
sahabat!
48
5.
Daftarlah kata bersinonim, berantonim, dan
berpolisemi dalam kutipan cerita di atas!
Bab 4 Kegiatan
www.mberproject.net
Matabaca, Juli 2006
www.mberproject.net
Bekerja dalam kelompok di kelas, membaca, dan berdiskusi dalam kelas
merupakan kegiatan yang bermanfaat
Pendahuluan :
Setelah kalian meningkatkan kemampuan berbahasa dengan mengenali “Pengalaman yang Mengesankan” pada bab III, kini kalian akan diajak meningkatkan kemampuanmu dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar lewat topik “Kegiatan” pada bab IV. Sebagai remaja tentu kalian memiliki
sekian banyak kegiatan. Tapi manakah kegiatan kalian yang bermanfaat? Itulah yang akan kita dalami
bersama agar di kelak kemudian hari kalian tidak menyesal karena telah mengabaikan masa mudamu.
Melalui topik “Kegiatan”, pertama-tama kalian akan diajak untuk belajar menyimpulkan isi berita
dalam beberapa kalimat. Dengan kegiatan itu diharapkan kalian mampu menuliskan pokok berita
yang kalian dengar, dan mampu memberikan tanggapan atas isi berita yang kalian dengar. Pengalaman
menarik yang kalian alami di masa kecil atau di masa remaja kalian, pasti tidak bisa dilupakan.
Pengalaman seperti itu sangat menarik untuk menjadi bahan cerita di kemudian hari.
Kedua, kalian diajak untuk bisa menyampaikan pengumuman dengan intonasi yang tepat dan
mampu menggunakan kalimat-kalimat yang lugas dan sederhana. Singkatnya yang mudah dipahami
oleh mitra bicara kalian.
Ketiga, kalian juga diajak untuk bisa menemukan makna kata tertentu dalam kamus secara cepat
dan tepat sesuai dengan konteks yang diinginkan melalui kegiatan membaca memindai. Dengan
demikian, kalian diharapkan mampu menggunakan kata yang kalian temukan itu dalam karangan.
Keempat, kalian diajak untuk belajar menulis teks pengumuman dengan bahasa yang efektif,
baik, dan benar. Dengan demikian, kalian akan mampu menulis pengumuman dengan bahasa yang
efektif tapi juga komunikatif.
Akhirnya, melalui topik ini, kalian diajak untuk meningkatkan kemampuan bahasamu terkait dengan
pemahamanmu tentang kalimat majemuk bertingkat.
49
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
MENDENGARKAN
4.1 Menyimpulkan Isi Berita
yang Dibacakan dalam
Beberapa Kalimat
Dalam kehidupan sehari-hari ada berbagai
peristiwa yang dapat kita lihat, bahkan kita alami
sendiri. Ada korban kecelakaan atau bencana
alam. Peristiwa-peristiwa itu disampaikan secara
tertulis maupun lisan yang disebut berita.
Sebuah berita memuat enam unsur yang
dikenal dengan 5W + 1 H, yaitu who (siapa), what
(apa), where (di mana), when (kapan), why
(mengapa), dan how (bagaimana).
4.1.1
Mendengarkan Berita
Cermatilah berita yang dibacakan oleh gurumu berikut ini!
Millenium Enterprise
Melahirkan Banyak Juara
Berawal dari keinginan menyalurkan anakanak yang punya hobi menyanyi, Hence,
Comeles Takapaha dan Ibu Irma Andries
membentuk sanggar Millinium enterprise.
“Waktu itu, sekitar tahun 1998, kami
kasihan melihat banyak anak yang punya
bakat menyanyi, tetapi tidak tahu cara
mengolahnya. Kebetulan kami tahu. Jadi,
kami bagi-bagi ilmu. Selain itu, kami ingin
sanggar ini menjadi wadah untuk mengisi
waktu luang sehingga anak-anak tidak terjerumus melakukan perbuatan tidak baik,”
jelas Hence, salah seorang pelatih.
Seperti halnya lembaga kursus menyanyi
lain, waktu pertama kali berdiri, muridnya
baru 10 orang. Itu pun terbatas pada
kalangan sendiri. Maksudnya, keluarga dan
kenalan. Seiring perkembangan dan
prestasi hasil yang dicapai, lama-kelamaan
peminatnya bertambah. Hingga kini mencapai 40-an orang. Bukan hanya dari
Jakarta, tetapi ada juga dari Bekasi dan
Depok.
“Lokasi tidak menjadi halangan bagi
50
kami, yang penting bisa belajar cara
menyanyi yang baik dan benar. Di samping
itu, yang membuat kami betah latihan di sini
adalah suasana kekeluargaan yang belum
tentu didapatkan di tempat lain,” ujar Desi,
salah seorang murid di Millenium Enterprise.
Pilihan Desi dan teman-teman berlatih di
sanggar yang berlokasi di Jln. Kelapa No. 2
Rawamangun, Jakarta Timur ini tepat.
Banyak murid setelah berguru dengan
sungguh-sungguh berhasil menjadi juara
berbagai lomba menyanyi. Bukan hanya seputar mall, tetapi juga di televisi. Tidak jarang
dalam satu lomba, murid-murid sanggar tersebut saling bersaing.
“Kursus di sini tidak sia-sia. Sebelumnya,
aku tidak bisa menyanyi. Setelah berguru
di Millenium, ternyata aku bisa. Bahkan aku
sering juara. Senangnya, pengalamanku
jadi bertambah pula,” jelas Indah.
Ada juga yang sudah rekaman. Rata-rata
di antara mereka sudah mengumpulkan
puluhan, bahkan ratusan piala. Sanggar ini
memang telah melahirkan juara, terutama
menyanyi. Banyak juga artis cilik ibu kota
berguru pada pelatih di sanggar ini.
Fantasi, November 2002
Setelah mendengar pembacaan berita di
atas, tulislah pokok-pokok berita di atas
dengan menjawab pertanyaan sesuai
dengan unsur-unsur berita!
Pertanyaan
Jawaban
Apa
Sanggar Millenium Enterprise melahirkan banyak
juara
Siapa
..................................
Di mana
..................................
Kapan
..................................
Mengapa
..................................
Bagaimana
..................................
Bab 4 Kegiatan
4.1.2
Menyimpulkan Isi Berita
Dari pokok-pokok berita yang telah ditemukan, kalian dapat menyimpulkan isi berita ke
dalam beberapa kalimat. Dalam hal ini kalimatkalimatnya tidak harus sama dengan kalimat aslinya. Susunannya pun tidak harus sama.
Contoh:
„ Semula sanggar itu didirikan untuk meng-
isi waktu luang. Lama-kelamaan berkembang pesat. Murid-muridnya yang tadinya
10 orang berkembang menjadi 40 orang.
„ Kursus menyanyi ini membuktikan diri
telah menghasilkan penyanyi-penyanyi
yang berprestasi. Banyak juga artis cilik
ibu kota yang berguru di sanggar itu.
4.1.3
Memberikan Tanggapan
Mengenai Isi Berita
Setelah membaca berita kalian dapat memberi tanggapan berdasarkan pendapat kalian
sendiri. Kalian dapat menanggapi bahasa atau
isinya. Tanggapanmu bisa berupa pernyataan
positif, bisa pula negatif.
Contoh tanggapan positif terhadap teks
“Sanggar Millenium Enterprise”.
Menurut saya isi berita itu baik. Berita itu
memberikan informasi kepada kita tentang
sebuah sangggar menyanyi yang bagus.
Sudah banyak siswanya yang meraih prestasi
sehingga dikenal banyak orang.
Contoh tanggapan negatif terhadap teks
“Sanggar Millenium Enterprise”.
Isi berita itu hanya menceritakan keberhasilan sebuah sangggar vokal. Tidak ada manfaat yang bisa kita ambil dan kita renungkan.
Tulislah kesimpulan cerita berikut ini
dalam beberapa kalimat!
Gudeg Bisa Jalan-jalan
Siapa bilang gudeg tak bisa jalan-jalan?
Gudeg jalan-jalan memang sungguh terjadi.
Hal itu terjadi ketika Gubernur Gorontalo, Ir.
Fadel Muhammad memesan gudeg Yogyakarta kepada Nasruddin, Direktur LSM Peduli
Parangtritis yang sudah lama dikenalnya.
Fadel yang pernah tinggal di Yogya rindu terhadap makanan khas dalam kendil itu.
Pagi itu, dalam pesawat yang membawa
rombongan Sultan Hamengkubuwono X ke
Gorontalo, Nasruddin memang membawa tas
berisi gudeg kendil. Ketika Sultan bertanya,
Nasruddin meyakinkan bahwa gudeg itu dipesan Pak Fadel. “Mestinya dipakai untuk sarapan di pesawat,” kelakar Sultan saat setelah take off.
Dari Yogyakarta, gudeg itu jalan-jalan dulu
di Surabaya karena pesawat harus transit di
kota itu. Dari Surabaya, gudeg jalan-jalan lagi
ke Makassar. Akhirnya, gudeg mendarat di
Bandara Jalaludin, Gorontalo. “Baru kali ini gudeg jalan-jalan sampai melewati tiga kota,”
komentar Nasruddin geli.
Kedaulatan Rakyat, 16 Januari 2004.
Berikanlah tanggapan positif dan yang
negatif dari berita “Gudeg Bisa Jalanjalan”!
4.1.4
Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri
dari dua buah kalimat tunggal atau lebih. Kalimat
majemuk dapat dibentuk dari paduan beberapa
buah kalimat tunggal. Dalam pembentukannya,
ada yang memerlukan kata penghubung, ada
pula yang tidak membutuhkan kata penghubung.
Kalimat majemuk dapat dikelompokkan
dalam empat jenis, yakni sebagai berikut.
1.
Kalimat majemuk setara, yaitu kalimat majemuk yang hubungan antara klausanya setara atau sederajat.
2.
Kalimat majemuk rapatan adalah kalimat
majemuk setara yang klausanya dirapatkan.
3.
Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat
majemuk yang hubungan antara unsur-unsurnya tidak sederajat.
4.
Kalimat majemuk campuran adalah gabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat.
51
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Kalimat majemuk bertingkat terdiri atas:
a.
Kalimat majemuk bertingkat hubungan
pengandaian yang ditandai oleh kata penghubung (konjungsi) andaikata, seandainya,
andaikan. Contoh:
Seandainya aku punya mobil, aku akan
keliling Pulau Jawa.
b.
Kalimat majemuk bertingkat hubungan perbandingan yang ditandai dengan kata penghubung ibarat, seperti, bagaikan, laksana,
daripada. Contoh:
Pak Bahrun menyayangi semua kemenakannya seperti menyayangi anak kandungnya.
c.
Kalimat majemuk bertingkat hubungan waktu
yang ditandai dengan kata penghubung
ketika, sewaktu, semasa, di saat. Contoh:
Pekerjaan itu telah selesai ketika kakak
datang.
d.
Kalimat majemuk bertingkat hubungan sebab yang ditandai dengan kata penghubung
sebab, karena, oleh karena. Contoh:
Dia tidak pergi ke sekolah karena sakit.
e.
Kalimat majemuk bertingkat hubungan akibat yang ditandai dengan kata penghubung
sehingga, sampai-sampai, maka. Contoh:
Ia bekerja sangat keras sehingga jatuh
sakit.
1. Buatlah kalimat majemuk bertingkat
dengan kata penghubung andaikan, daripada, semasa, sebab, sampai-sampai,
ibarat, sewaktu, oleh karena, dan maka!
2. Sebutkan nama kalimat majemuk bertingkat itu berdasarkan hubungan antara
induk kalimat dan anak kalimat!
3. Tulislah paragraf dengan menyertakan
kalimat majemuk bertingkat di dalam
paragraf tersebut!
52
BERBICARA
4.2 Menyampaikan
Pengumuman
Kalian pasti sudah sering membaca dan
mendengarkan pengumuman bukan? Pernahkah kalian merasa bingung dan tidak mengerti
maksud suatu pengumuman? Nah, pengumuman yang membingungkan pendengar atau pembaca pasti tidak ada gunanya. Oleh karena itu,
pengumuman haruslah memberikan informasi
yang lengkap.
4.2.1
Menyampaikan Isi
Pengumuman dengan Intonasi
yang Tepat
Pengumuman adalah pemberitahuan atau
informasi yang disampaikan kepada orang banyak. Menyampaikan pengumuman berarti memberitahukan kepada orang banyak atau menyebarluaskan kepada khalayak. Pengumuman dapat disampaikan secara tertulis seperti terdapat
dalam surat kabar, majalah, atau di papan pengumuman. Pengumuman dapat pula disampaikan
secara lisan dan langsung di depan orang banyak seperti dilakukan petugas setelah upacara
bendera.
Pengumuman harus disampaikan dengan
bahasa yang singkat, tetapi jelas. Artinya pengumuman harus menggunakan kata yang komunikatif. Jika pengumuman disampaikan secara
lisan, pengucapannya harus lantang, pelafalannya harus benar, intonasi harus benar, dan letak
jeda (perhentian) harus tepat.
4.2.2
Unsur-unsur Teks
Pengumuman
Unsur-unsur yang harus ada dalam pengumuman adalah: informasi apa, ditujukan kepada
siapa, kapan waktunya, di mana tempatnya,
yang harus dibawa apa, dan siapa pembuat
pengumuman tersebut.
Berikut ini cara menyampaikan pengumuman.
1.
Bacakan teks sebuah pengumuman didepan umum atau di depan teman kalian.
Bab 4 Kegiatan
2.
Tanyakanlah apakah ada teman kalian yang
belum mengerti isi pengumuman yang kalian
bacakan!
3.
Ulangi lagi jika masih ada teman kalian yang
belum mengerti isinya!
1. Bacakanlah pengumuman berikut ini di depan kelas secara bergilir dengan
suara lantang dengan lafal dan intonasi yang tepat!
LOMBA BACA PUISI
Dalam rangka memperingati HUT RI, OSIS SMP 3 Pematang Siantar menyelenggarakan lomba baca puisi dengan ketentuan sebagai berikut.
a. Peserta adalah siswa-siswi SMP 3 Pematang Siantar.
b. Setiap peserta membacakan satu judul puisi wajib dan satu judul puisi pilihan
yang disediakan panitia.
c. Pendaftaran tanggal 6-8 Agustus 2007 di kantor OSIS pukul 10.00-11.00.
d. Pelaksanaan lomba tanggal 10 Agustus 2007 pukul 08.00-13.00 di ruang baca
perpustakaan.
e. Panitia menyediakan beasiswa selama satu tahun kepada juara I, II, dan III.
Ketua OSIS
Fajar Widodo
2. Berikan komentar atas penampilan temanmu tentang intonasi, lafal, jeda, dan
sikapnya! Jika memungkinkan kalian dapat menggunakan tabel berikut ini!
Aspek yang dikomentari
No
Nama
Intonasi
Lafal
Jeda
Sikap
3. Tanyakan kepada temanmu apakah ada yang belum jelas tentang isi pengumuman
yang dibacakan!
4. Buatlah sebuah pengumuman mengenai perlombaan dalam rangka memperingati HUT RI ke63 di sekolah kalian! Buatlah pengumuman itu semenarik mungkin dan pasang pengumuman
itu di majalah dinding sekolah kalian!
53
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
MEMBACA
4.3 Menemukan Makna Kata
Tertentu dalam Kamus
Melalui Kegiatan Membaca
Memindai
Membaca memindai adalah teknik membaca untuk memperoleh informasi secara cepat
dan langsung pada sasarannya. Dalam kehidupan sehari-hari membaca memindai digunakan, antara lain untuk:
mencari nomor telepon,
mencari kata dalam kamus,
mencari entri pada indeks,
mencari angka-angka statistik,
melihat jadwal perjalanan kereta atau
pesawat,
melihat jadwal pertandingan sepak bola, dan
melihat daftar acara televisi.
Untuk memudahkannya, kalian harus memahami istilah dan petunjuk penggunaan dalam
kamus, seperti entri, tajuk, bentuk kata dasar,
ucapan atau ejaan, jenis kata, dan sinonim.
6.
Jika sudah menemukan kata yang dicari,
carilah keterangan tentang makna dan
contoh penggunaannya!
Contoh:
Misalkan kalian mencari makna kata menuju.
Kata Menuju berasal dari kata dasar tuju
kata kepala dari kata menuju adalah tuju
Berikut kutipan entri dari kamus.
tu.ju v, me.nu.ju v 1 pergi ke arah; mengarah
(ke); pergi (ke) jurusan: keesokan harinya
mereka ~ ke Bandung: kereta bergerak ~
Jakarta; 2 mengarah; mengabah: ditarik garis
~ titik A; 3 melemparkan, melontarkan dsb
arah ke: gelang-gelang rotan itu dipakai untuk
~ barang-barang yang di meja itu; 4 menjadikan maksud (sasaran, arah); memaksudkan; 5 mendatangi: bus itu ~ pelabuhan;
1
Langkah-langkah yang perlu diperhatikan
untuk memudahkan menemukan makna kata
yang kamu cari dalam kamus adalah sebagai
berikut.
1.
Tentukan entri kata yang dicari!
2.
Ingatlah fonem awal dari kata entri yang
kalian cari!
3.
Bila entri kata yang kalian cari adalah kata
berimbuhan, carilah terlebih dahulu kata
dasarnya!
4.
Bukalah halaman kamus yang memuat katakata yang fonem awalnya sama dengan awal
kata entri yang dicari!
5.
Perhatikan kata yang ditulis di halaman kiri
atau kanan atas untuk mengetahui apakah
entri kata yang kalian cari berada pada
halaman tersebut!
54
A. Bacalah paragraf di bawah ini dan carilah dalam kamus makna kata-kata yang
bergaris bawah!
Pencinta hewan air dapat memilih apa yang
dikehendaki di stan ikan hias. Di stan-stan
yang berlokasi di tengah-tengah area dapat
ditemukan bermacam-macam ikan hias di
akuarium. Ada ikan hias yang murah dan ada
pula ikan hias yang mahal. Ada ikan hias yang
lazim dikoleksi, langka, sampai ikan hias yang
istimewa dan eksotik. Sarana pemeliharaannya pun tersedia komplet.
Bab 4 Kegiatan
B. Carilah makna kata-kata berikut ini dalam kamus!
1.
pabrik
2.
limbah
3.
jorok
4.
penyakit
5.
rindang
6.
nyaman
7.
higienis
8.
polusi
9.
infeksi
Pengumuman (2)
22222222
Pengumuman
Dalam rangka merayakan HUT RI, Pengurus
OSIS akan mengadakan rapat pada:
2
Hari/tanggal
Waktu
Tempat
Acara
:
:
:
:
Senin/16 Juli 2007
Pukul 14.00 WIB
Ruang OSIS
Persiapan HUT RI tahun 2007
2
Diharapkan seluruh pengurus inti OSIS hadir
tepat waktu. Terima kasih.
2
10. imunisasi
C. Gunakan kata-kata di atas untuk membuat kalimat-kalimat yang baik dan
benar!
MENULIS
Jakarta, 12 Juli 2007
Ketua OSIS
Hartono
Pengumuman (1) adalah pengumuman tidak
berguna karena tidak lengkap. Pengumuman (2)
adalah pengumuman yang lengkap sehingga
berguna bagi pembacanya. Pengumuman (2)
juga komunikatif dan informatif.
Jadi, pengumuman yang baik harus memenuhi unsur-unsur berikut, yaitu:
4.4 Menulis Teks Pengumuman
dengan Bahasa yang Efektif,
Baik dan Benar
Dalam pelajaran ini kalian akan belajar menulis teks pengumuman. Pengumuman tertulis
harus lengkap dan jelas.
Pengumuman harus ditulis dengan bahasa
yang efektif meliputi: pilihan kata yang tepat,
mudah dipahami, dan informatif. Selain itu,
bahasa pengumuman juga harus komunikatif,
artinya ba-hasanya mudah dipahami, singkat,
dan jelas ba-gi pembaca atau pendengar.
Pengumuman (1)
Pengumuman
Akan diadakan rapat OSIS untuk perayaan HUT
RI. Harap teman-teman hadir tepat pada
waktunya.
Terima kasih.
1.
2.
3.
4.
5.
latar belakang munculnya pengumuman,
isi pengumuman (hari/tanggal, waktu, tempat, acara),
ditujukan kepada siapa,
tempat/tanggal membuat pengumuman, dan
yang membuat pengumuman.
1. Buatlah sebuah pengumuman tentang
kegiatan berikut!
Dalam rangka bulan bahasa pada bulan
Oktober, OSIS akan mengadakan beberapa
acara lomba seperti: baca puisi,baca
dongeng, mading, dan pidato. Pesertanya
adalah siswa-siswi sekolahmu.
Jangan lupa pengumuman yang kalian
buat harus memenuhi unsur-unsur yang
sudah dipelajari!
2. Tukarkan hasil pekerjaan kalian dengan
teman sebangku dan perbaiki berdasarkan koreksi dari temanmu!
55
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
1.
Membaca memindai adalah teknik membaca
untuk memperoleh informasi secara cepat
dan langsung pada sasarannya.
2.
Pengumuman adalah pemberitahuan atau
informasi yang disampaikan kepada orang
banyak, baik secara lisan maupun tertulis.
Pengumuman harus disampaikan dengan
bahasa yang singkat dan jelas, serta katakatanya harus komunikatif.
4.
5.
Unsur-unsur pokok dalam pengumuman
adalah informasi yang diumumkan, tujuan
yang disasar pengumuman, kapan waktunya, dan dimana tempatnya, serta siapa
yang membuatnya.
Pengumuman harus ditulis dengan bahasa
yang efektif. Artinya, pilihan katanya tepat,
mudah dipahami, dan informatif (mudah
dipahami, singkat, dan jelas).
Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri
atas dua buah kalimat atau lebih. Dalam
pembentukannya ada yang memerlukan kata
KAMUS
6.
Ada empat jenis kalimat majemuk, yakni
kalimat majemuk setara, rapatan, bertingkat,
dan campuran kalimat majemuk setara dan
bertingkat.
7.
Ada lima jenis kalimat majemuk bertingkat,
yaitu: kalimat majemuk bertingkat hubungan
pengandaian, perbandingan, waktu, kausal,
dan akibat.
8.
Perbendaharaan kata.
a. Entri : kata atau frasa dalam kamus beserta penjelasan maknanya.
b. Indeks : daftar kata atau istilah penting
yang terdapat dalam buku cetakan.
c. Kausal : bersifat menyebabkan suatu kejadian.
d. Memindai : melihat dengan cermat dan
lama.
Berdasarkan penggunaan bahasa, kamus dibedakan
menjadi 3, yaitu: ekabahasa (menggunakan satu bahasa), dwibahasa (menggunakan dua bahasa), dan
aneka bahasa (menggunakan sekurang-kurangnya
tiga bahasa).
KAMUS ISTIMEWA
www.yahoo.com
3.
penghubung, ada pula yang tidak memerlukan kata penghubung.
Kamus ialah sejenis buku rujukan yang menerangkan
makna kata-kata serta berfungsi untuk membantu
para penggunanya mengenal perkataan baru. Kamus
juga mempunyai panduan sebutan, asal (etimologi)
sesuatu perkataan dan contoh penggunaan kata serta
ilustrasi untuk lebih memahami.
56
Kamus istimewa merujuk kepada kamus yang mempunyai fungsi yang khusus. Contohnya, kamus etimologi menerangkan asal usul sesuatu perkataan dan
maksud asalnya. Kamus tesaurus (perkataan searti)
menerangkan maksud sesuatu perkataan dengan
memberikan kata-kata seart dan digunakan untuk
membantu pemilihan diksi.
Kamus terjemahan menyediakan kata dalam bahasa
asing untuk satu bahasa sasaran. Kegunaannya adalah untuk membantu para penerjemah. Kamus kata
nama khas hanya menyimpan kata nama khas, seperti
nama tempat, nama tokoh, dan juga nama institusi.
Tujuannya menyediakan rujukan bagi nama-nama
tersebut.
http://id.wikipedia.org
Bab 4 Kegiatan
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling
tepat!
1.
Bentuk short body sampai bulat tipe flower
leopard memang sedang digemari di Malaysia.
Demikian kata Iskandar, pemiliki Metro Lou han.
Namun, untuk mencari yang sempurna seperti
flower leopard karya Lim sangat sulit. Iskandar
sendiri hanya mendatangkan beberapa ekor
ukuran di atas lima inci.
Udan Supriatna (49), Kepala Sekolah Dasar
(SD) Negeri 2 Ciburuy, Kecamatan
Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,
boleh jadi adalah salah satu contoh kepala
sekolah yang harus berjuang keras mencari
dana untuk merehabilitasi bangunan
sekolah yang terancam ambruk. Tak ubahnya seorang lulusan Sekolah Lanjutan
Tingkat Atas (SLTA) dan perguruan tinggi
mencari pekerjaan, ia melayangkan surat ke
berbagai instansi pemerintah maupun
swasta. Namun, hasilnya nihil.
Unsur berita yang tidak terdapat dalam
kutipan di atas adalah ... .
2.
bulat jadi pilihan.
a. siapa
c. bagaimana
b. apa
d. kapan
Harimau itu tidak akan mengganggu manusia atau ternak yang digembalakan, asalkan manusia atau ternak itu tidak mengganggunya. Harimau itu hanya akan menyerang
kalau diganggu atau merasa diganggu. Harimau itu hanya mau menerkam dan memangsa binatang kecil, misalnya ayam hutan atau
kelinci yang berkeliaran di sana.
Karena banyak dicari, peternak dari Malaysia kini memproduksi secara khusus turunan
lou han berbentuk bulat lalu diberi embel-embel
flower leopard. Walaupun sudah diproduksi massal, tak semua hasilnya bagus. Seleksi awal
sangat menentukan keberhasilan mendapatkan
flower leopard bermutu (Trubus, 390).
3.
Gagasan utama paragraf pertama bacaan
di atas adalah ...
a. K. K. Lim penggemar dan peternak lou han
b. K. K. Lim membidangi penanaman lou han.
c. Lou han flower leopard dijadikan maskot.
d. Lou han berbentuk bulat jadi pilihan.
4.
Rincian gagasan paragraf ketiga adalah ... .
a. kalimat pertama berisi gagasan utama,
kalimat kedua dan ketiga penjelas
b. kalimat kedua gagasan utama, kalimat
pertama dan ketiga penjelas
Pernyataan yang sesuai dengan ide pokok
paragraf di atas adalah ... .
c. kalimat ketiga gagasan utama, kalimat
pertama dan kedua penjelas
a. Harimau itu memang sudah jinak.
d. semua kalimat mengandung gagasan
utama
b. Harimau itu tidak mau memakan manusia.
c. Harimau itu bersahabat dengan manusia.
d. Ada semacam saling mengerti antara
manusia dan harimau
Cermatilah kutipan berikut ini untuk menjawab soal 3-5!
Yang Diincar Kini Flower Leopard
Karena bentuknya istimewa, K.K. Lim, Penggemar dan peternak yang membidangi pena-
naman lou han atau flower horn menjadikan
flower leopard sebagai maskot. Hingga kini,
lou han dengan bentuk badan cenderung
5.
Tanggapan yang logis terhadap penggalan
bacaan di atas adalah ...
a. Ikan lou han harganya paling mahal sehingga orang berlomba menangkarnya.
b. Ikan lou han bisa membawa keberuntungan bagi si pemiliknya.
c. Hobi bila digeluti dengan tekun bisa menjadi ladang usaha yang menguntungkan.
d. Bisnis ikan hias hanya bagi kalangan
atas saja.
57
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
6.
7.
Pemberitahuan kepada masyarakat umum
agar mereka mengetahui informasi tentang
sesuatu disebut ... .
a. surat
c. memo
b. pengumuman
d. buku harian
d. Jika engkau datang, permainannya pasti
seru.
10. Di antara kalimat berikut yang termasuk kalimat majemuk bertingkat hubungan pengandaian adalah ...
a. Ia menyayangi semua kemenakannya
seperti menyanyangi anak kandungnya.
Cermatilah kutipan pengumuman berikut ini!
Pengumuman
b. Ayah berangkat setelah sarapan pagi.
c. Seandainya saya punya uang, saya akan
menjadi orang tua asuh bagi anak-anak
jalanan.
Dalam rangka meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap warga yang tertimpa musibah
demam berdarah, TV5 menggelar konser musik
artis papan atas Padi dan Chrisye pada:
Hari
Waktu
Tempat
: Minggu, 18 Maret 2007
: Pukul 20.00-21.00 WIB
: Lapangan Gasibu Bandung
Teks pengumuman tersebut merupakan ... .
a. penutupan sebuah pengumuman untuk
demam berdarah
b. konser musik Padi dan Chrisye yang semarak
c. lapangan Gasibu Bandung layak sebagai
tempat konser
d. bentuk kegiatan kepedulian terhadap
warga yang tertimpa musibah
8.
Dalam menyampaikan pengumuman kalimat
yang kita gunakan adalah kalimat efektif.
Berikut ini yang digolongkan dalam kalimat
efektif adalah ...
a. Penembakan perampok itu mengenai
seorang satpam.
d. Dia tidak pergi sebab sakit.
B. Kerjakan soal berikut ini dengan tepat!
1.
Dengarkanlah sebuah berita dari televisi
kemudian catatlah pokok-pokok penting dari
berita tersebut dengan berpedoman pada
5W + 1H!
2.
Tulislah sebuah pengumuman tentang kegiatan lomba mendongeng dengan syaratsyarat yang perlu!
3.
Buatlah masing-masing contoh dua buah:
a. kalimat komunikatif
b. kalimat efektif
c. kalimat informatif
4.
a. Carilah arti kata-kata berikut: dispenser,
diversifikasi, dwitunggal, duta dan konfigurasi!
b. Bantuan yang disediakan penduduk kampung itu dirampok.
c. Warga kampung yang ditimpa malapetaka
bertubi-tubi belumlah ada yang memberikan perhatian.
9.
Siapkan sebuah kamus!
b. Gunakan kata-kata tersebut dalam kalimat!
5.
Kalimat majemuk bertingkat
d. Banjir bandang yang menyengsarakan
warga hilir sungai itu akibat penggundulan hutan di daerah hulu.
a. Apakah yang dimaksud kalimat majemuk
bertingkat?
Di antara kalimat majemuk bertingkat berikut
yang mempunyai hubungan perlawanan
adalah ...
1. kalimat majemuk bertingkat hubungan
waktu
a. Sarmin tidak masuk sekolah karena masih
sakit.
b. Hujan begitu deras sehingga banyak
wilayah yang tergenang air.
c. Sekalipun uangnya habis, hatinya tetap
riang gembira.
58
b. Buatlah contoh masing-masing:
2. kalimat majemuk bertingkat hubungan
sebab
3. kalimat majemuk bertingkat hubungan
perlawanan
4. kalimat majemuk bertingkat hubungan
dengan anak kalimat perluasan subjek,
predikat, dan objek
Tempo, 7 Februari 2005
Tempo, 31 Desember 2006
Bab 5 Perilaku
Reader's Digest Indonesia, September 2005
Perilaku yang baik mencerminkan budaya masyarakat yang baik
Pendahuluan :
Setelah kalian melewati proses belajar dengan topik “Kegiatan” di bab IV, marilah sekarang kita
melanjutkan proses belajar kita dengan topik “Perilaku”. Ada sekian banyak perilaku, namun tidak
semua perilaku itu baik dan patut dicontoh. Ada pula perilaku yang tidak baik dan tercela. Sebagai
siswa sepatutnya kalian berperilaku yang baik agar patut dicontoh oleh yang lain.
Di bab ini, pertama-tama kalian diharapkan dapat menunjukkan relevansi isi dongeng dengan
situasi sekarang. Hal itu sekaligus mengandaikan kalian mampu menentukan tema dongeng yang
diperdengarkan.
Kedua, kalian juga diharapkan mampu bercerita dengan urutan yang baik. Demikian pun suara,
lafal, intonasi, gestur, dan mimik kalian harus tepat dalam bercerita. Dan, alangkah baik pula jika
kalian mampu menulis cerita pengalaman dan menceritakannya di depan kelas.
Ketiga, kalian semakin mampu menyimpulkan isi bacaan setelah membaca cepat 200 kata permenit. Hal itu berarti kalian harus mampu meningkatkan kecepatan membaca dengan metode gerak
mata (memperluas jangkauan matamu dan mengurangi regresi/mengulang kembali), menghilangkan
kebiasaan membaca dengan bersuara, dan meningkatkan konsentrasi. Kalian juga diharapkan mampu
menentukan gagasan pokok. Dengan demikian kalian akan mampu meringkas bacaaan.
Keempat, kalian diajak untuk mampu menulis surat pribadi dengan memerhatikan komposisi, isi,
dan bahasa surat. Dengan kata lain, kalian diharapkan mampu menulis surat pribadi dengan
memerhatikan sistematika surat dan bahasa yang komunikatif.
Akhirnya, dari sisi kebahasaan kalian pun diharapkan mampu memahami kalimat negatif atau
kalimat ingkar, serta memahami ungkapan dan peribahasa.
Selamat belajar dan sukses selalu.
59
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
MENDENGARKAN
5.1 Menunjukkan Relevansi Isi
Dongeng dengan Situasi
Sekarang
Di bab 2 telah ada pembahasan tentang
dongeng, yaitu menemukan hal-hal menarik dari
dongeng yang diperdengarkan. Pada bab ini
kalian akan kembali membahas dongeng untuk
menunjukkan relevansi isi dongeng dengan
situasi sekarang.
5.1.1
Menentukan Tema Dongeng
yang Diperdengarkan
Sebelum kalian menunjukkan relevansi isi
dongeng dengan situasi sekarang, kalian harus
mampu menentukan tema dongeng.
Tema adalah gagasan yang mendasari
cerita. Tema dongeng biasanya mengandung
tema yang mendidik moral dan perilaku, seperti
nilai keagamaan, nilai kemanusiaan, nilai sosial,
dan nilai persahabatan. Dengan membaca
dongeng, pembaca diharapkan dapat memperoleh manfaat yang bisa diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari.
Tema dongeng dapat kalian temukan melalui
judul dongeng. Namun, akan lebih baik jika
kalian membaca terlebih dulu dongeng sampai
selesai. Kemudian tentukan tema dongeng.
5.1.2
Teks Dongeng
akhirnya ia tahu di mana letak bukit yang dibicarakan kedua orang itu.
Tanpa membuang waktu, An Li segera pergi
ke bukit sakti itu. Ia pergi ke hutan yang terletak
di tepi kota itu. Belum lama ia masuk ke hutan
itu, tiba-tiba muncullah seorang pertapa tua di
hadapan An Li.
“Pertapa tua, betulkah ada bukit sakti di
dalam hutan ini?” tanya An Li. Pertapa itu
langsung menjelaskan.
“Bukit itu akan segera kau temukan begitu
aku pergi. Dakilah bukit itu. Di sana terdapat
empat tangkai mawar biru. Kau hanya boleh memetik satu tangkai. Jangan berbalik ke mawar
yang sudah kau lewati! Ingatlah pesanku. Keserakahan akan menghancurkanmu. Menyesal
tak ada gunanya,” lanjutnya lalu menghilang.
Pada saat itu juga, muncul sebuah bukit hijau
di hadapan An Li. Saudagar itu agak takut, namun ia lalu mengikuti petunjuk pertapa tua tadi.
Setelah An Li mendaki, ia menemukan setangkai mawar biru yang tumbuh di tanah. An
Li segera mendekat. Saat jemari An Li menyentuh helai mawar biru tersebut, muncullah peri
kecil. Sambil tersenyum sang peri berkata lembut, “An Li, bila kau memetik mawar ini, hartamu akan berlipat lima kali. Kau akan menjadi
orang terkaya di kotamu.”
“Ah, tanpa memetik kau pun, aku sudah
menjadi orang terkaya di kota, An Li pun meninggalkan mawar pertama.
Beberapa saat kemudian, An Li menemukan
mawar kedua. “Mawar kedua ini akan membuatmu menjadi orang terkaya di seluruh negeri, An
Li,” ucap peri penjaga mawar itu.
“Huh, tanpa mawar ini pun sebentar lagi aku
pasti bisa melebihi kekayaan Kaisar Chen,”
Berikut ini teks dongeng yang dikutip dari
sebuah majalah. Guru atau salah satu teman
kalian akan membacakan dongeng tersebut.
Simaklah dengan saksama!
Ketamakan An Li
Di sebuah kota, hiduplah seorang saudagar
kaya namun tamak yang bernama An Li. Suatu
hari An Li sedang berjalan-jalan, ia mendengar
percakapan dua penduduk desa.
“Menurut cerita, di dalam hutan itu, ada
sebuah bukit sakti. Bukit itu bisa melipatgandakan kekayaan...”
An Li penasaran. Ia terus menguping sampai
60
An Li mendapati bunga-bunga mawar yang
dapat membuatnya sangat kaya
Bab 5 Perilaku
jawab An Li sombong lalu melanjutkan
perjalanan.
mendengar percakapan tentang harta yang bisa
dilipatgandakan... andai saja ia tak tamak.
Lalu sampailah An Li pada mawar ketiga.
Muncul peri yang berkata, “Petiklah mawar ketiga ini, An Li. Kau akan menjadi orang terkaya
di Pulau.”
Memang benar apa yang dikatakan sang
pertapa tua. Tak ada gunanya menyesal. Semua
ini terjadi karena ia tak pernah puas dan bersyukur atas apa yang ia miliki.
“Mawar pertama membuatku menjadi orang
terkaya di kota. Mawar kedua membuatku menjadi orang terkaya di negeri. Mawar ketiga ini
membuatku menjadi orang terkaya di Pulau.
Hahaha, berarti mawar keempat akan membuatku menjadi orang terkaya di dunia!” ucap An Li
penuh ketamakan.
Rikianarsyi A., majalah Bobo, Tahun XXXIV,
22 Februari 2007
Setelah kalian mendengarkan dongeng di
atas, dapatkah kalian tentukan tema dongeng
tersebut?
Ia lalu bertekad untuk menemukan mawar
keempat. An Li berlari penuh semangat mencari
mawar keempat.
Setelah mendaki cukup lama, barulah mawar keempat itu terlihat. An Li segera mendekat.
Dengan penuh ketamakan, tangan An Li mencabut mawar itu hingga ke akar-akarnya.
Anehnya, pada saat tangannya menggenggam mawar tersebut, warna biru mawar itu langsung berubah menjadi hitam. Bersamaan
dengan itu, muncul peri penjaga mawar keempat. Wajahnya sangat mengerikan.
“Ingatlah An Li, ketamakan dan rasa tidak
puas hanya akan menghancurkanmu! Dengan
memetik mawar ini, terlihatlah betapa tamaknya
engkau! Tahukah kau apa yang akan diberikan
mawar ini untukmu jika kau memetiknya?”
tanya sang peri penuh kemarahan.
“Aku akan menjadi orang terkaya di dunia,
kan?” tanya An Li gugup.
“Tidak akan! Mawar keempat yang terlanjur
kau petik itu akan membuatmu menjadi orang
paling miskin di dunia. Hartamu akan habis!
Terimalah akibat dari ketamakanmu, An Li!” seru
sang peri.
Ucapan tersebut seketika membuat An Li
berada di kotanya sendiri.
“Malangnya nasib Tuan An Li. Baru tadi pagi
kudengar empat kapal dagangnya tenggelam.
Kini rumah dan hartanya terbakar habis. Bahkan
kereta kudanya juga dirampok tadi siang!” sayupsayup An Li mendengar percakapan sekelompok penduduk kota.
“Hei, lihat! Pengemis itu mirip sekali dengan
Tuan An Li!” seru seorang anak kecil kepada
temannya, saat ia melihat An Li.
An Li langsung melihat dirinya sendiri. Benar
saja. Baju yang kini ini pakai sudah compangcamping. An Li terjatuh lemas. Tak ada lagi yang
bisa dilakukannya saat itu. Andai saja ia tidak
Untuk menguji pemahaman kalian terhadap dongeng di atas, jawablah pertanyaan berikut ini secara lisan!
1. Siapakah tokoh utama dongeng tersebut?
Sebutkan juga tokoh-tokoh yang lain.
2. Jelaskan watak tokoh utama dan tokohtokoh lain dalam dongeng tersebut!
3. Hal apakah yang diperjuangkan tokoh
utama dalam dongeng tersebut?
4. Menurut kalian di manakah latar tempat
dongeng tersebut?
5. Menurut kalian apakah tema dongeng tersebut?
5.1.3
Menunjukkan Relevansi Tema
dengan Situasi Sekarang
Setelah kalian menemukan tema dongeng,
kalian dapat menunjukkan relevansi tema dongeng dengan situasi sekarang. Contoh:
Tema dongeng adalah akibat suka membohongi teman, seorang anak dijauhi teman
dan tidak dipercaya orang lain.
Relevansi dongeng dengan situasi sekarang adalah (1) “situasi sekarang anak yang
suka berbohong juga tidak disukai temantemannya sehingga pasti akan dijauhi”, (2)
“Sekarang anak yang suka berbohong juga
biasanya tidak mudah dipercaya oleh orang
lain”.
Berdasarkan dua hal tersebut dapat disimpulkan bahwa dongeng tersebut memiliki relevansi dengan situasi sekarang.
61
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
1. Tulislah tema dongeng “Ketamakan An Li”!
2. Tulislah relevansi tema dongeng dengan situasi sekarang!
3. Bacalah beberapa dongeng, kemudian buatlah laporan dalam bentuk tabel
seperti di bawah ini!
No.
Judul Dongeng
Judul Dongeng
Tokoh-tokoh
Tema Dongeng
Relevansi dengan
Situasi Sekarang
1.
2.
3.
Relevansi dengan
Situasi Sekarang
4.
5
5.1.4
Ungkapan
Cermatilah kalimat berikut ini!
Orang itu menjadi kaki tangan Pak Lurah.
Ketika kalian mencari arti kata yang tercetak
tebal di atas dalam kamus, kalian akan menemukan arti:
kaki artinya anggota badan yang menopang tubuh dan dipakai untuk berjalan.
tangan artinya anggota badan dari siku
sampai ke ujung jari atau dari pergelangan
sampai ujung jari.
Namun, arti kata tersebut tidak sesuai
dengan kalimat di atas, karena arti kata kaki dan
tangan pada kalimat tersebut menyatu. Kedua
kata tersebut tergabung dalam kelompok kata
dan membentuk arti baru.
Kelompok kata semacam itu disebut ungkapan. Ungkapan adalah gabungan kata yang
artinya sudah menyatu dan tidak dapat ditafsir
dengan arti unsur yang membentuknya.
Kelompok kata kaki tangan artinya tidak sesuai dengan arti unsur pembentuknya. Kaki
tangan artinya pembantu, orang kepercayaan.
Perhatikan contoh lainnya berikut ini!
(1) Jangan memandang rendah setiap
persoalan yang kamu hadapi!
(2) Setelah ditinggal mati ayahnya, ia menjadi tulang punggung keluarganya.
Kata-kata yang tercetak tebal dalam kalimat
di atas tergolong ungkapan, yaitu:
(1) memandang rendah artinya meremehkan
(2) tulang punggung artinya kekuatan utama
Untuk mengenali ungkapan, perhatikan
kutipan percakapan berikut ini!
Bu Bariah : Pir, antarkan saya ke pasar
untuk membeli sesuatu!
Sopir
: O, iya Bu. Ibu ingin membeli
apa?
Bu Bariah : Saya ingin membeli buah
tangan untuk sahabat saya.
Sopir
: Maaf, Bu saya bukan lancang
mulut kalau boleh saya tahu,
kira-kira Ibu ingin membeli
apa?
Bu Bariah : Saya ingin membeli apel.
62
Bab 5 Perilaku
Sopir
Kata-kata yang dicetak tebal dalam percakapan di atas tergolong ungkapan. Arti dari ungkapan tersebut adalah:
(1) buah tangan artinya oleh-oleh
(2) lancang mulut artinya kata-katanya dianggap tidak sopan
(3) kaki lima artinya pinggiran jalan raya
5.1.5
teman-teman kita, jangan sampai
perseteruan mereka berlanjut menjadi perkelahian. Karena kalau
sampai itu terjadi, fatal akibatnya.
Dalam perkelahian kalah jadi abu
menang jadi arang.
: Kalau Ibu setuju, saya antar
saja ke pasar kaki lima. Di
sana lebih murah.
Yuda : Ya sih, Bim. Oleh sebab itu, saya
akan mencoba mencari jalan keluarnya, saya akan menemui Bapak
Pembina OSIS. Dan saya berjanji
dalam minggu ini mereka sudah
berdamai.
Peribahasa
Setelah kalian mengenal ungkapan, berikutnya kalian akan mempelajari peribahasa.
Sebenarnya kedua hal tersebut sudah kalian
kenal ketika kalian masih di SD. Namun demikian,
agar kalian mengenal lebih dalam tentang
peribahasa, perhatikan contoh dan penjelasan
berikut ini!
Bagian yang dicetak tebal dalam contoh 1
dan 2 di atas tergolong peribahasa. Peribahasa
ialah kelompok kata atau kalimat yang isinya
mempunyai maksud-maksud tertentu berupa
nasihat, prinsip hidup, atau aturan tingkah laku.
1.
Tak ada rotan akar pun jadi artinya jika
sudah tidak ada pilihan lain, dapat memanfaatkan benda yang ada (prinsip hidup
dan nasihat).
2.
Seperti menegakkan benang basah
artinya melakukan pekerjaan yang sangat
sulit/mustahil (aturan tingkah laku).
3.
Kalah jadi abu menang jadi arang artinya sama-sama merugi (nasihat).
Contoh (1)
Pak Made adalah seorang pematung yang
terkenal di Bali. Pada suatu hari Pak Made
ingin mencari kayu untuk dijadikan bahan pahatannya. Namun, sudah ke sana ke mari belum juga menemukan kayu yang diinginkannya. Ketika memutuskan untuk pulang, beliau
melihat bonggol bambu yang tergeletak di
pinggir jalan. Pak Made membawa bonggol
bambu itu pulang untuk dipahat. Di tangan
Pak Made, bonggol bambu yang jelek itu
akhirnya menjadi patung bebek yang sangat
bagus dan mempunyai nilai jual yang tinggi.
Ternyata Pak Made berprinsip tak ada rotan
akar pun jadi.
1. Apakah arti peribahasa atau ungkapan
di bawah ini?
a. ular kepala dua
b. mendua hati
Contoh (2)
Bima
: Da, kamu sebagai ketua OSIS, apa
usahamu untuk meredam perseteruan antara Harun dengan Roni?
Yuda : Saya sudah berusaha sekuat tenaga, tetapi mereka tetap sulit menerima nasihatku. Untuk usaha ke
arah perdamaian seperti menegakkan benang basah.
Bima
c. lidah bercabang
d. banteng ketaton (banteng terluka)
e. kelas kambing
f. panas-panas tahi ayam
g. pucuk dicinta ulam tiba
h. seekor kerbau berkubang, semua
kena buluknya (lumpurnya)
i. seperti menggantang asap
: Da, kamu kan tahu, mereka itu
63
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
2. Jodohkanlah antara peribahasa atau
ungkapan yang ada di sebelah kanan dan
artinya di sebelah kiri dengan tepat!
a.
setengah mati
b.
naik daun
c.
membabi buta
d.
kuda hitam
e.
panjang akal
f.
tarik muka dua
belas
1.
Ada sirih
hendak makan
sepah
1.
2.
sangat
kecewa
kemenangan
yang tak
terduga-duga
f.
ada yang baik,
tetapi ada yang
buruk juga
BERBICARA
5.2 Bercerita dengan Urutan
yang Baik, Suara, Lafal,
Intonasi, Gestur, dan Mimik
yang Tepat
mendapat nasib
baik
4.
tidak dengan
sungguhsungguh
5.
melakukan
dengan nekat
6.
pintar
a.
masih muda
dan bodoh
5.2.1
Bercerita dengan baik haruslah menampilkan suara, lafal, intonasi, dan mimik yang tepat.
Ketika kalian bercerita, lafal menjadi hal yang
sangat penting. Pelafalan yang jelas akan membuat pendengar nyaman mendengarkan cerita
kalian.
Bagai aur
dengan tebing
b.
persahabatan
yang saling
teguh setia
3.
Cupak
sepanjang
betung, adat
sepanjang
jalan
c.
bertindak
menurut adat
dan kebiasaan
4.
Darah
setampuk
pinang, umur
setahun jagung
d.
berbohong
sehingga
memperbesar
kesalahan
Gajah mati
meninggalkan
gading
e.
64
Membasuh
muka dengan
air liur
3.
2.
5.
6.
orang baik jika
mati akan
dikenang
Di bab 1 kalian telah mempelajari materi bercerita dengan bahan yang diceritakan adalah
dongeng. Sekarang kalian akan kembali mempelajari materi bercerita, tetapi dengan bahan
yang diceritakan bukan dongeng. Kalian dapat
bercerita tentang pengalaman pribadi, peristiwa
yang terjadi di lingkungan sekitarmu, tentang
cita-citamu, tentang keluargamu, tentang
liburan, dan sebagainya.
Suara, Lafal, Intonasi, Gestur,
dan Mimik
Intonasi juga harus diperhatikan dengan
benar. Intonasi berkaitan dengan tekanan
(keras-lembut), nada (tinggi-rendah), durasi
(panjang-pendek), dan jeda (perhentian). Jika
keempat hal tersebut dilaksanakan dengan baik,
kalian akan menampilkan intonasi yang baik
dalam bercerita.
Ketika bercerita kalian juga bisa menggunakan gerak tubuh atau biasa disebut gestur.
Gestur juga menjadi penting dalam bercerita,
supaya kalian dapat melakukan penekananpenekanan pada bagian cerita tertentu.
Bab 5 Perilaku
Raut muka atau mimik juga perlu diperhatikan. Mimik yang kalian tampilkan dapat mewakili
suasana yang dalam bercerita. Ketika sampai
pada bagian cerita yang senang, tampilkan mimik
yang senang. Ketika sampai pada bagian cerita
yang sedih, tampilkan mimik yang sedih.
5.2.2 Teks Cerita
Berikut ini contoh teks cerita. Berlatihlah bercerita dengan baik menggunakan teks tersebut!
1
Telepon TV
Suatu hari keluargaku sedang menonton
TV. Terdengar deringan telepon yang cukup
lama, tetapi tidak ada yang mengangkat. Aku
yang sedang tidur merasa terusik oleh dering
telepon tersebut. Dengan setengah berlari,
aku marah pada kakak-kakakku. “Kenapa
sih, tidak ada yang mengangkat. Malas
benar!”. Lalu aku mengangkat telepon. “Halo
... halo ...”. Berulang kali aku ucapkan “halo”,
tetapi tidak ada yang menjawab. Aku kesal
dan kututup teleponnya. Keluargaku tertawa
melihat tingkahku. Kakakku menjelaskan
bahwa suara telepon tadi berasal dari TV,
bukan telepon di rumah. Kakak-kakakku pun
menertawakanku. (Fitri Mutiah)
2
Nyontek
Namaku Widyan. Dulu waktu SMA, ya namanya anak muda, aku juga nyontek waktu
ulangan. Alasanku nyontek karena bahan
ulangan banyak dan ada bab-bab dalam
pelajaran yang aku enggak ngerti. Mau tanya
pada guru, takut dimarahi. Ya sudah pasrah
saja. Nyontek jadi salah satu cara. Sumpah!!!
Dulu aku jago banget menyontek dengan
berbagai cara.
Tetapi, lama-lama aku ngerasa nyesel
juga. Nilai yang kudapat bukan hasil usaha
sendiri. Waktu kuliah, tobat deh!!! Ujian sesulit
apa pun, aku coba enggak menyontek. Aku
mau tahu kelemahan dan kekuranganku.
Pernah sih, aku harus mengulang ujian
sampai empat kali.
At least, nyontek sebenarnya enggak
salah. Tetapi lebih baik kalau kamu belajar
jujur dengan diri sendiri. Mana pelajaran
yang kamu enggak bisa, pelajari pelan-pelan.
Kalau tetap enggak bisa, jangan malu tanya
pada guru atau teman-teman yang pintar. Jangan lupa perbanyak latihan dan yakin kalau
“AKU PASTI BISA”. Where there is a will, there
is a way.
Kompas Muda, 20 Oktober 2007 dengan
sedikit perubahan
Dua cerita di atas merupakan contoh cerita
pengalaman yang pernah dialami seseorang.
Dalam cerita pertama terdapat unsur kelucuan.
Ketika hendak menceritakan sebuah cerita lucu,
perhatikan lafal, intonasi, gestur, dan mimik.
Keempat hal tersebut sangat berpengaruh pada
diterima dan dipahaminya cerita kalian.
Cerita kedua merupakan cerita pengalaman
masa lalu yang saat ini tidak dilakukan lagi, yaitu
menyontek. Dalam cerita itu terdapat bagianbagian yang memerlukan penekanan-penekanan. Misalnya pada kalimat berikut: “Jangan
lupa perbanyak latihan dan yakin kalau “AKU
PASTI BISA”.” Pada kalimat ini pencerita harus
memberikan penekanan karena berisi ajakan
yang positf pada pendengar.
1. Persiapkan sebuah cerita pengalaman
untuk diceritakan di depan kelas! Jika
kalian kesulitan membuat cerita, ikutilah
langkah-langkah berikut ini!
☺ Mengingat-ingat pengalaman
yang paling mengesankan.
☺ Menentukan pengalaman
mengesankan yang akan ditulis.
☺ Menentukan urutan peristiwa
sesuai dengan urutan waktu dan
peristiwanya.
☺ Menulis atau mengarang
pengalaman berdasarkan urutan
peristiwa.
2. Salinlah tabel yang terdapat di halaman
66 untuk menilai penampilan temanteman kalian dalam bercerita. Lalu secara
bergilran, kalian bercerita di depan kelas.
Yang belum mendapat giliran memberikan penilaian dengan mengisi tabel.
65
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Tabel Penilaian
No.
Nama
Lafal
Komentar
Intonasi
Gestur
Mimik
1.
2.
3.
4.
dst.
MEMBACA
5.3 Menyimpulkan Isi Bacaan
Setelah Membaca Cepat 200
Kata per Menit
Membaca cepat adalah membaca dengan
kecepatan yang tinggi, waktu yang singkat, tetapi
juga memahami isi bacaan tersebut. Ada beberapa hal yang perlu kalian perhatikan bila ingin
membaca cepat.
1.
2.
Dalam membaca hendaknya tidak bersuara,
karena dengan bersuara kita terpaksa
menggerakkan bibir. Dengan menggerakkan bibir, mengganggu kecepatan membaca.
Tidak perlu menunjuk teks dengan jari/
pensil.
3.
Kepala tidak perlu mengikuti baris-baris
dalam teks, cukup bola matanya saja.
4.
Tidak mengulang kembali teks yang sudah
dibaca.
Oleh karena itu, dalam membaca cepat diharapkan kalian membaca dengan:
1.
konsentrasi secara penuh;
2.
membaca dalam hati;
3.
luaskan pandangan mata untuk menjangkau
baris-baris pada teks bacaan tersebut; dan
66
4.
tidak mengulang kata yang terlewatkan.
5.3.1
Rumus Kemampuan Membaca
Rumus yang bisa digunakan untuk menghitung kemampuan membaca cepat adalah:
Jumlah kata-kata yang dibaca
Jumlah waktu : 60
x Persentase jawaban
Keterangan:
Angka 60 yang ada pada rumus tersebut
dipergunakan sebagai indeks untuk mengubah
waktu-baca dalam sekon menjadi menit, karena
kemampuan membaca umumnya dinyatakan
dengan jumlah kata per menit.
Untuk menghitung jumlah kata dalam bacaan
dapat dipergunakan cara berikut:
1.
hitunglah jumlah kata yang terdapat dalam
satu garis penuh,
2.
hitunglah jumlah baris pada tiap kolom/
halaman yang bersangkutan, dan
Bab 5 Perilaku
3.
hasil perkalian antara jumlah kata dan jumlah
baris adalah jumlah kata yang ter-dapat
dalam kolom atau halaman yang bersangkutan. Jika bacaan itu terdiri atas beberapa halaman, jumlah kata ialah hasil kali
dari jumlah kata tiap baris, jumlah baris, dan
jumlah halaman.
Persentase jawaban adalah persentase jawaban yang benar atas pertanyaan-pertanyaan
yang disediakan. Misalnya, jika ada lima
pertanyaan dan jawaban yang benar adalah tiga,
persentase jawaban adalah:
3
x 100% = 60%
5
34
38
7
1
12
59
28
21
16
30
3
39
8
15
24
31
6
35
33
20
22
29
17
37
40
10
13
2
4
25
18
32
27
14
19
23
36
59
5
9
11
26
Contoh:
Seorang siswa membaca selama 1 menit,
200 kata. Dari bacaan (200 kata) tersebut dibuat 10 pertanyaan. Siswa menjawab 6 soal
dengan benar. Kecepatan membaca siswa tersebut:
6
x 100% = 60%
Persentase jawaban=
10
Kecepatan membaca siswa:
200
2 00 60
× 60% =
×
= 120 kpm
60 : 60
1
100
Jadi, kecepatan membaca siswa tersebut
adalah 120 kpm.
Keterangan:
kpm = kata per-menit
5.3.2
Latihan Gerak Mata
Sebelum kalian membaca cepat, sebaiknya
melatih keterampilan gerak mata dan latihan konsentrasi. Latihan berikut ini dapat dilakukan
untuk melatih gerak mata dan konsentrasi kalian.
Waktu: ... menit ... detik
Latihan 2
Bacalah kata-kata berikut ini mulai dari kiri
ke kanan! Ketika membaca jangan mengeluarkan suara dan pusatkan perhatian kalian hanya
pada bacaan saja! Setelah selesai, tutuplah dan
tuliskan kembali berapa jumlah kata yang kalian
ingat!
kunang, sunan, semangat, foto, bandar,
bengawan, angkasa, jasa, jeruji, bola,
kepiting, mawar, sumbat, zakat, heran, surau,
perangko, cermat, tikar, rumbai, bawang,
talang, pukat, kerdil, kuncir, jelaga, serabut,
majalah, malang, pantai, zamrud, sunting,
kolak, cermin, sendawa, delman, abang,
ilham, obat, ombak, sutera, elang, kembar,
jentik, ekor, lelap, janur, culas, kopiah, rudal,
antena, gulali, gitar, bintang, dewan, tembikar,
kopi, rahim, tunas.
Latihan 1
Hubungkan angka-angka dari nomor terendah sampai yang tertinggi berikut ini dengan
menggunakan pensil! Catatlah waktu yang kalian
gunakan untuk menyelesaikan tugas tersebut!
Waktu dihitung sampai hitungan detik. Kerjakanlah!
67
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
5.3.3
Praktik Membaca Cepat
Untuk praktik membaca cepat, bacalah teks
berikut ini! Jangan lupa mencatat lama waktu
membaca kalian!
Namun, sekali bertindak tidak jujur,
berikutnya akan tidak jujur. Ya, harus ada
kemauan dan keberanian untuk berkata
“tidak” terhadap ketidakjujuran.
Info Aktual, Juni 1999 dengan perubahan
Berpura-pura Jujur untuk
Mencari Muka
Kejujuran adalah sikap yang diambil berdasarkan hati nurani, yang lahir dari nurani
seseorang. Sayang, kejujuran di masyarakat lebih banyak ditutupi. Apalagi kalau
pemimpin tidak jujur.
Katanya sekarang zaman transparan,
tetapi kenyataannya pemerintah sendiri
tidak pernah transparan, yang diucapkan
tidak sesuai dengan kenyataan. Oleh
karena itu, bila masyarakat bawah juga tidak
jujur, tidak dapat disalahkan begitu saja.
Mereka hanya meniru. Contohnya, di
kantor, banyak bawahan yang kelihatan
hormat pada atasan, hanya karena dia
atasan, saya bawahan. Jadi, kejujuran
hanya simbol saja, untuk cari muka.
Bagaimanapun, kejujuran harus menjadi
syarat mutlak seseorang menjadi pemimpin
atau tokoh masyarakat.Bila pemimpin tidak
jujur, dia tidak akan mendapat kepercayaan
dari yang dipimpin. Nah, bila pemimpin tidak
jujur, hubungan dengan bawahan tidak
akan berjalan baik, apalagi kalau ketidakjujurannya diketahui bawahan. Pemimpin
seperti ini, jangan harap bisa menegakkan
wibawa dan kehormatan.
Ketidakjujuran sebenarnya sudah ada
sejak lama. Ketidakjujuran lebih disebabkan
karena uang. Banyak hal, mengapa kejujuran ini sulit dilakukan. Mungkin terlalu
lama dijajah oleh Belanda ratusan tahun
dan Orde Baru sehingga mental kita selalu
tertekan dan menjadi feodal. Kalau
demikian, tidak mungkin hukum ditegakkan.
Keluarga juga ikut berpengaruh. Kalau
keluarga tidak jujur, tentu akan turun ke
anak-anaknya. Dari keluarga lalu tertular
ke masyarakat, begitu pun sebaliknya.
Usaha memberantas ketidakjujuran
harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga.
Seorang pemimpin harus dapat dijadikan
contoh sejak awal. Dalam hal bersaing
dalam bekerja, bersainglah secara sehat.
68
A. Setelah kalian membaca teks di atas,
hitunglah persentase jawaban dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut tanpa melihat teks!
1. Apakah yang dimaksud dengan kejujuran?
2. Mengapa kejujuran kini menjadi sebuah keprihatinan?
3. Siapakah yang harus mempunyai sikap
jujur lebih dulu? Atasan atau bawahan? Orang tua atau anak-anak? Mengapa?
4. Apa saja akibat ketidakjujuran?
5. Bagaimanakah mengupayakan kebiasaan jujur pada diri seseorang?
6. Mengapa kejujuran sulit dilakukan?
7. Memberantas ketidakjujuran harus dimulai dari mana?
B. Hitunglah kemampuan membaca kalian!
1. Berapa lama kalian membaca?
2. Berapa jumlah kata dalam teks bacaan
tersebut?
3. Berapa skor jawaban yang benar?
4. Berapa persentase jawaban yang benar?
5. Hitung skor kalian dengan menggunakan rumus!
C. Tulislah gagasan pokok tiap paragraf
teks yang kalian baca!
D. Buatlah ringkasan atau kesimpulan
bacaan dalam beberapa kalimat!
Bab 5 Perilaku
1. Bentuklah kelompok dengan beranggotakan 2 siswa!
Amir
: Saya harus ke dokter lalu membeli
obat sampai malam.
Udin
: Kamu sakit apa?
Amir
: Bukan aku yang sakit, melainkan
ibu. Saya sampai rumah sudah
malam dan harus merawat ibu.
Udin
: Kalau begitu, agar kamu tidak dihukum oleh guru, kamu salin saja
pekerjaanku.
Amir
: Oh, jangan menyuruh saya berbuat tidak jujur. Maafkan aku dengan penolakanku ini.
Udin
: Maafkan juga aku yang sedang
khilaf ini!
2. Setiap anggota kelompok mencari dan
membaca sebuah bacaan yang disukai.
3. Anggota kelompok saling menukar bacaan. Kemudian secara bergantian membacakan bacaan milik teman kelompok.
Jangan lupa catat waktu mulai dan selesai
membaca! Setelah membaca kembalikan
bacaan kepada teman kelompokmu.
4. Ajukan pertanyaan kepada teman yang
telah membacakan bacaan milikmu untuk
mengetahui pemahaman bacaan! Lakukan hal yang sama pada setiap anggota
kelompok.
5. Hitunglah kecepatan membaca kalian
dengan menggunakan rumus!
5.3.4
Kalimat Negatif/Ingkar
Perhatian kutipan berikut ini!
Meskipun demikian, Ahmad mengaku pihaknya tidak akan melakukan pemeriksaan
khusus kepada penumpang kereta api walaupun penumpang itu berasal dari luar negeri.
Kata-kata yang tercetak miring adalah kata ingkar atau disebut juga kata negatif. Suatu
kalimat yang dibubuhi kata ingkar disebut kalimat
ingkar. Kalimat ingkar adalah kalimat yang
mengungkapkan pertentangan isi atau pengingkaran terhadap isi suatu kalimat. Dalam bahasa Indonesia terdapat dua kata ingkar: tidak
(tak), bukan.
Kata ingkar bukan digunakan untuk mengingkari kata benda dan kata sifat, sedangkan
kata ingkar tidak digunakan untuk kata kerja.
Perhatikan contoh berikut ini!
Kata tidak pada kutipan wacana di atas menandakan bahwa kalimat tersebut adalah kalimat
negatif atau kalimat ingkar. Kata tidak disebut
kata ingkar.
Jenis kata ingkar ada dua. Untuk memahami kedua kata ingkar tersebut perhatikan dialog
berikut:
Udin
: Mir, bagaimana pekerjaan rumahmu? Selesai?
Amir
: Selesai? Saya tidak sempat mengerjakan tugas itu.
Udin
: Bagaimana mungkin dapat begitu.
Selama ini kamu selalu mengerjakan tugas sekolah dengan baik.
Surti
:
Min, kamu mengambil penggarisku, ya!
Minah
:
Enak saja, saya tidak mengambilnya!
Surti
:
Itu, penggaris siapa?
Minah
:
Ini, bukan milikmu, melainkan
milik Tini!
Surti
:
Maaf, Min! Saya tidak menuduhmu!
69
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
MENULIS
5.4 Menulis Surat Pribadi
dengan Memerhatikan
Komposisi, Isi, dan Bahasa
Dalam pelajaran ini kalian akan mempelajari
surat pribadi. Berikut ini contoh surat pribadi.
Jakarta, 20 November 2007
Dari kedua contoh tersebut terdapat kata
ingkar tidak dan bukan. Kalian dapat
membedakan penggunaan kata ingkar tidak dan
bukan.
Kata ingkar tidak diikuti kata kerja. Contoh:
tidak mengambil, tidak menuduh, tidak mandi,
tidak bermain.
Kata ingkar bukan diikuti kata benda. Contoh: bukan milikmu, bukan saya, bukan hantu.
1. a. Buatlah dua kalimat menggunakan
kata ingkar tidak!
b. Buatlah dua kalimat menggunakan
kata ingkar bukan!
2. Buatlah teks percakapan singkat bertemakan “Lingkungan” dengan menggunakan 2 kata ingkar!
3. Carilah sebuah teks, baik itu artikel maupun cerpen! Daftarlah kata-kata ingkar
yang terdapat dalam teks tersebut!
Untuk sobatku Indri
di Malang
Halo, Indri, apa kabar? Kuharap kamu
di sini sehat-sehat selalu dan baik-baik
saja seperti aku. Dri, aku minta maaf
kalau baru saat ini dapat mengirim
surat untukmu. Ternyata alamat yang
kamu berikan tempo hari ketika kamu
belum pindah telah hilang. Aku
kesulitan untuk mencari alamatmu.
Aku senang ternyata kamu lebih
dahulu mengirim surat untukku. Dari
suratmu itu aku mengetahui
alamatmu. Dri, aku sangat kehilangan
dengan ke-pindahanmu, kamu tahu
kita adalah sobat karib, sangat sulit
untuk melupakan keakraban kita. Aku
pun dapat memahami kepindahanmu
karena orang tuamu ditugaskan di
Malang. O, ya Dri, bagaimana
ulanganmu? Apa masih selalu nomor
satu? Itulah, Dri yang selalu kuingat
dan akan kutiru. Kamu adalah pelajar
yang pantang menyerah, rajin, dan
pintar.
Aku kira hanya sampai di sini suratku,
doakan aku agar dapat seperti dirimu!
Trims.
Sahabatmu,
Susana
70
Bab 5 Perilaku
Surat pribadi di atas digunakan untuk berkomunikasi antarpribadi dan sifatnya tidak resmi.
Masalah yang dikomunikasikan juga masalahmasalah pribadi. Bahasa yang digunakan sangat
dipengaruhi oleh sifat hubungan antarpribadi
orang yang membuat surat tersebut. Misalnya,
dengan orang yang lebih tua, lebih hormat, maka
bahasa yang digunakan juga bahasa yang menunjukkan rasa hormat, dengan teman sebaya
yang sudah akrab, maka dapat memakai bahasa
pergaulan yang santai, hangat, dan sejenisnya.
1.
Tema dongeng adalah gagasan yang
mendasari cerita dan biasanya mendidik
moral atau perilaku, ataupun memberi
manfaat bagi kehidupan sehari-hari.
2.
Ungkapan adalah gabungan kata yang
artinya sudah menyatu dan tidak dapat
ditafsirkan dengan arti unsur yang
membentuknya.
3.
Peribahasa adalah kelompok kata atau
kalimat yang isinya mempunyai maksud
tertentu berupa nasihat, prinsip hidup,
ataupun aturan tingkah laku.
4.
Membaca cepat adalah membaca dengan
kecepatan tinggi. Artinya, dalam waktu
sungkat si pembaca telah mampu
menangkap atau memahami isi bacaan.
5
surat dan terletak di sudut kanan bawah
setelah isi surat.
Ada beberapa aturan dalam membaca
cepat, yaitu: (a) tidak bersuara, (b) tidak
menunjuk teks dengan jari atau pensil, (c)
kepala tidak mengikuti baris-baris dalam
teks, tetapi cukup bola matanya yang
bergerak, dan (d) tidak mengulang kembali
teksnya.
6.
Bahasa yang digunakan dalam surat pribadi
bersifat subjektif. Akan tetapi, sebaiknya bahasa
dalam surat pribadi harus komunikatif agar informasi yang disampaikan dapat dimengerti oleh
penerima.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam membaca cepat, yaitu (a) konsentrasi
penuh, (b) membaca dalam hati, (c) luaskan
pandangan mata, dan (d) tidak mengulang
kata yang terlewat.
7.
Surat pribadi adalah surat yang digunakan
untuk berkomunikasi secara pribadi, bersifat
tidak resmi, dan berisi tentang masalah
pribadi. Oleh karena itu, bahasanya bersifat
pribadi (relasional pribadi/subjektif), santai,
mudah dipahami, dan komuikatif.
8.
Kalimat negatif/ingkar adalah kalimat yang
mengungkap adanya pertentangan isi atau
pengingkaran terhadap isi kalimat. Hal itu
ditandai dengan digunakannya kata ingkar
bukan atau tidak.
9.
Kata ingkar bukan digunakan untuk kata
benda atau sifat, sedangkan kata ingkar
tidak digunakan untuk kata kerja.
Surat pribadi ditulis dengan bahasa santai,
lugas, dan mudah dipahami. Hampir sama dengan jenis surat lainnya, susunan surat pribadi
terdiri atas:
• tempat dan tanggal penulisan, biasanya
terletak di sudut kanan atas, dari situ kita
bisa mengetahui kapan dan dimana surat
itu ditulis,
• tujuan surat, berisi kepada siapa surat
itu ditujukan dan bisanya terletak di sudut
kanan, di bawah penulisan tempat dan
tanggal penulisan,
• isi surat, dan
• identitas penulis, berisi identitas si penulis
Buatlah surat pribadi untuk teman kalian
di sebuah kota (tentukan sendiri alamatnya) dengan memerhatikan sistematika
dan bahasa yang digunakan!
10. Perbendaharaan kata:
a. Dongeng : cerita yang benar-benar tidak
terjadi.
b. Durasi : lamanya sesuatu berlangsung;
rentang waktu.
71
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
d. Intonasi : lagu kalimat.
e. Jeda : waktu berhenti sebentar; hentian
sebentar dalam ujaran.
HC Andersen, Meski Miskin Tetapi Tak Patah
Semangat
www.yahoo.com
Mungkin seluruh anak di dunia pernah membaca dongengdongeng yang ditulisnya. Tidak heran jika nama-nya
dikenal ke seluruh dunia. Tetapi, siapa menyangka kalau
ia pernah hidup miskin.
Nama lengkapnya Hans
Christian Andersen. Ia
salah satu penulis dongeng
anak yang sangat terkenal.
Karya-karyanya tidak hanya
dikenal oleh anak-anak di
Denmark, tetapi juga anakanak di benua lainnya.
Andersen lahir di Denmark
pada tahun 1805 sebagai
orang yang miskin. Ayahnya
bekerja sebagai tukang
sepatu dan ibunya bekerja sebagai tukang cuci. Ibunyalah
yang mengenalkan Andersen pada cerita-cerita rakyat. Sejak
itulah Andersen mulai tertarik pada dunia menulis dan
sastra.
Setelah ayah dan ibunya meninggal Andersen bekerja keras
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untung saja kemudian ada orang yang bermurah hati dan memberikan biaya
sekolah untuknya hingga ke perguruan tinggi. Pada masa
inilah ia mulai menuliskan sejumlah karyanya.
Dari tahun ke tahun, semakin banyak karya yang ditulis
oleh Andersen, seperti cerita anak-anak dan dongeng
yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku. Isinya tidak
hanya dongeng karyanya, tetapi juga dongeng yang berasal
dari Eropa.
Di antara tahun 1836-1837, novel kedua, O.T dan Only A
Fiddler terbit untuk menggenapkan karyanya. Ia juga
berpolemik dengan filsuf Denmark terkemuka, Soren
Aabye Kierkegaard. Lewat buku berjudul Af En Endnu
Levendes papirer yang terbit pada tahun 1838, filsuf
Denmark tersebut mengkritik novel-novel Andersen.
“Pergulatan hidup tak menyenangkan yang dialami
Andersen kini terulang lewat karya-karyanya,” tulis
Kierkegaard. Kritik itu segera dijawab Andersen lewat
karyanya yang En Comedie I det Gronne (1840). Ia
menyerang Kierkegaard dengan cerita yang
menggambarkan betapa tidak praktisnya pemikiran sang
filsuf tadi.
Nama Hans Christian Andersen di dunia justru menjulang
sebagai penulis dongeng anak-anak. Pada 1835, ia
meluncurkan cerita anak-anak Tales for Children dalam
bentuk buku saku. Lalu kumpulan cerita bertajuk Fairy
Tales and Story digarapnya dalam kurun 1836-1872.
72
f. Lafal : cara seseorang dalam mengucapkan bahasa.
g. Mimik : tindakan menirukan.
h. Nada : makna yang tersembunyi dalam
ucapan.
Serial anak-anaknya yang terbit pada hari Natal itu tidak
hanya kisah-kisah yang dibuat olehnya. Ia juga mengungkap kembali dongeng anak-anak yang kerap didengarnya semasa kecil. Sepanjang hayatnya ia menulis
156 cerita, 12 diantaranya ditulisnya berdasarkan cerita
rakyat Denmark. Selebihnya merupakan cerita khayal
yang lahir dari buah pikirannya sendiri.
Dua dari cerita dongengnya yang amat kesohor, The Little
Mermaid dan The Emperor’s New Clothes, diterbitkan
dalam kumpulan cerita pada 1837. Tujuh dongengnya
yang lain: Little Ugly Duckling, The Tinderbox, Little Claus
and Big Claus, Princess and the Pea, The Snow Queen,
The Nightingale dan The Steadfast Tim Soldier, juga
dikenal di berbagai belahan dunia sebagai cerita yang
kerap dido-ngengkan pada anak-anak.
Lewat berbagai karyanya, Andersen dinilai menerobos
pagar-pagar baku yang dianut pengarang Denmark pada
masa itu, baik gaya penceritaan maupun isi ceritanya,
berhasil memasukkan idiom-idiom dan bahasa lisan yang
merupakan hal baru dalam dunia ‘kepengarangan’ negeri
itu. Ia memasukkan pesan dan nilai moral dalam ceritanya
tanpa menggurui sama sekali.
Bisa dilihat dari kisah dongeng The Emperor’s new
Clothes. Pesan bahwa keserakahan itu tidak baik
disampaikan Andersen lewat parodi raja lalim yang cukup
menggelikan itu. Salah satu ciri lain yang menonjol dalam
cerita dongeng Andersen adalah hadirnya kaum papa dan
mereka yang tidak beruntung dalam hidup.
Dalam sebagian besar karyanya pun tampak optimismenya
bahwa yang baik akan selalu menang dan meraih akhir
yang bahagia. Kecuali kisah The little Mermaid dan The
Little Match Girl yang berakhir dengan kesedihan. Dalam
The Little Mermaid misalnya, Andersen berusaha
mengungkapkan bahwa
betapa keinginan meraih
hal yang diimpikan ternyata berbuah nestapa.
H.C. Andersen
pada tahun 1869
www.yahoo.com
c. Gestur : gerak tubuh.
Andersen meninggal
pada tahun 1875. Meskipun begitu karya-karyanya terus menghibur
anak-anak di seluruh
dunia. Kota kelahirannya,
Odense, mengangkatnya
sebagai warga kehormatan. Di Kopenhagen
dibuat sebuah patung
putri duyung yang berada di sebuah batu untuk
menghormatinya. Patung ini diambil dari tokoh dongeng
HC Andersen, Putri Duyung.
Majalah Bobo, Tahun XXXIV, 18 Januari 2007 dan
http://id.wikipedia.org
Bab 5 Perilaku
I.
Pilihlah salah satu jawaban yang paling
benar!
3.
a.
b.
c.
d.
Bacalah kutipan dongeng berikut ini untuk
menjawab soal 1-4!
Air Mata Raksasa
Desa Yuan sudah lama dilanda kekeringan.
Tanaman-tanaman tidak dapat tumbuh. Akibatnya penduduk Desa Yuan menderita kelaparan.
Mereka tidak tahu harus berbuat apa.
Di desa itu tinggallah seorang pemuda kuat
bernama Tan Mien. Ia memikirkan berbagai cara
agar kekeringan ini segera berakhir. Pada suatu
hari, “Ah, aku ingat! Dulu aku pernah mengurung
raksasa di Gunung Pen!” gumam Tan Mien gembira.
Tan Mien mengurung raksasa itu karena raksasa itu senang mencuri gula di rumah-rumah penduduk. Raksasa itu suka sekali makanan manis.
Tan Mien lalu mengumpulkan penduduk dan
menceritakan rencananya.
“Itu tidak mungkin. Kami tidak mau berurusan
dengan raksasa itu lagi! Raksasa itu berbahaya!”
kata para penduduk.
“Tapi itu satu-satunya cara. Aku butuh banyak
bawang untuk dibawa ke Gunung Pen. Karena
itu aku butuh bantuan kalian,” kata Tan Mien.
Penduduk tidak mau membantu Tan Mien.
Akhirnya Tan Mien melakukan sendiri rencananya. Tan Mien meminta raksasa untuk menumbuk
bawang dan air mata raksasa yang keluar dialirkan dalam lubang yang ditujukan ke Desa Yuan.
Sebagai balasannya, raksasa akan mendapatkan
makanan yang manis-manis.
4.
5.
2.
a. Tan Mien
b. Penduduk
c. bawang
d. raksasa
Burik adalah siswa yang sering berbicara dalam kelas. Bahkan ketika pelajaran sedang berlangsung, ia masih saja asyik ngobrol dengan
teman sebangkunya. Teman-teman yang lain tidak senang terhadap kebiasaan Burik ini. Setiap
kali ulangan Burik selalu mendapat nilai merah
alias nilai yang jelek sekali.
a. Tong kosong nyaring bunyinya.
b. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan
juga.
c. Air tenang menghanyutkan.
d. Air susu dibalas dengan air tuba.
6.
Budi ingin sekali menyampuli bukunya, namun ia tidak mempunyai uang untuk membeli
sampul yang bagus. Dilihatnya di dinding rumahnya yang terbuat dari bilik bambu itu tergantung
kalender tahun yang lalu. Ibunya menyuruh Budi
menyampuli bukunya dengan kertas kalender bekas itu, ternyata hasilnya sangat rapi dan bagus.
Peribahasa di bawah ini yang sesuai dengan
isi paragraf di atas adalah ...
Tema dongeng di atas adalah ... .
Yang tidak termasuk tokoh dalam dongeng
di atas adalah ... .
suka mencuri
mudah diajak kompromi
rela berkorban
menyukai makanan manis
Peribahasa yang sesuai dengan isi paragraf
di atas adalah ...
Prasti Sulanjari, majalah Bobo, Tahun XXXIV,
18 Januari 2007
a. berani melakukan hal berbahaya demi
kepentingan banyak orang
b. bersatu untuk melawan kelaliman
c. mencintai tanah kelahiran
d. anak yang baik harus berbakti pada orang
tua
pemberani
mudah putus asa
tidak mudah putus asa
rela berkorban demi orang banyak
Yang bukan watak raksasa adalah ... .
a.
b.
c.
d.
...................
1.
Yang bukan watak Tan Mien adalah ... .
a.
b.
c.
d.
7.
Tak ada akar rotan pun jadi.
Tak ada rotan akar pun jadi.
Akar dan rotan pun dapat dijadikan.
Rotan pun dapat dijadikan akar.
Dasar kau ini anak yang sulit dinasihati, selalu
saja membuat keonaran!
Ungkapan yang sesuai dengan isi kalimat di
atas adalah ... .
a. kepala dua
b. kepala batu
73
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
perbuatan kalian terhadap Pak Kusno. 3) Tetapi
kalian tidak boleh bertindak sendiri. Diam saja.
4) Aku yang akan maju ke Bapak Kepala Sekolah.
c. kepala dingin
d. di luar kepala
8.
Harun adalah dokter anak yang sangat terkenal,
setiap kali mengobati anak langsung sembuh.
Yang tergolong kalimat ingkar adalah kalimat
... .
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
Ungkapan yang sesuai dengan isi kalimat
tersebut ialah ... .
a.
b.
c.
d.
9.
tangan kanan
ringan tangan
tangan terbuka
tangan dingin
Hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan kegiatan membaca cepat adalah
... .
a. mengeluarkan suara saat membaca supaya lancar
b. tidak mengulang kembali teks yang sudah
dibaca
c. kepala tidak perlu mengikuti baris-baris
dalam teks, cukup bola matanya saja
d. tidak perlu menunjuk teks dengan jari/
pensil
14. Yang menyebabkan surat pribadi masih
menjadi alat komunikasi yang dibutuhkan di
masyarakat adalah ... .
a. surat pribadi lebih leluasa menulisnya di
kertas daripada telepon
b. surat pribadi hanya dapat dibaca oleh diri
sendiri sehingga sifatnya rahasia
c. surat pribadi memuat hal-hal yang bersifat pribadi
d. surat pribadi lebih baik dari surat resmi
15. Pernyataan berikut tidak tepat untuk tujuan
surat pribadi adalah ... .
10. Teks yang sebaiknya dibaca dengan teknik
membaca cepat adalah ... .
a.
b.
c.
d.
teks
teks
teks
teks
daftar penumpang kereta api
jadwal pertandingan sepak bola
berita dalam surat kabar
jadwal acara
a.
b.
c.
d.
surat
surat
surat
surat
kepala sekolah untuk wali murid
ditujukan untuk sahabat pena
ditujukan untuk teman lama
ditujukan untuk keluarga
II.
Kerjakan soal-soal berikut ini!
11. Kalimat di bawah ini yang tergolong kalimat
ingkar adalah ...
1.
Tulislah relevansi kutipan dongeng “Air Mata
Raksasa” dengan situasi sekarang!
a. B. J. Habibie bukan presiden yang dipilih
rakyat.
b. Wartawan pun diizinkan masuk ke ruang
rapat.
c. Agar dapat mengarang harus rajin berlatih.
d. Hujan pertama di Jakarta pada akhir bulan November sangat deras.
2.
Carilah peribahasa yang tepat untuk pernyataan berikut!
12. Kalimat di bawah ini yang tidak tergolong
kalimat ingkar adalah ...
a. Sebaiknya tidak membaca sambil tiduran.
b. Wartawan tidak boleh mengambil gambarnya.
c. Siswa bukan saingan belajar, melainkan
mitra belajar.
d. Taruhlah sampah pada tempatnya!
13. Bacalah kutipan singkat berikut ini!
1) Jelas, malah dia bilang begini. Aku wali kelas
kalian. 2) Aku ikut bertanggung jawab atas
74
a. sifat yang menganggap remeh orang lain.
b. orang yang banyak tingkahnya tetapi
bodoh.
c. mengerjakan pekerjaan yang sia-sia.
3.
Tuliskan 3 kalimat dengan menggunakan
ungkapan memakai kata kepala!
4.
Jelaskan bagaimana cara menghitung kecepatan membaca dengan menggunakan
rumus!
5.
Buatlah jawaban surat pribadi kepada teman
kalian, Tina, di Surabaya bahwa kalian mau
datang ke Surabaya pada liburan semester
kedua yang akan datang. Sebab masa sekarang kalian tidak libur dan kebetulan sedang ulangan umum semester. Kalian juga
berjanji bahwa pesanannya akan dibawakan
ke Surabaya pada liburan semester nanti!
Bab 6 Cita-cita
www.ivaa-online
Suara Merdeka,
15 Mei 2005
www.bpkpenabur.or
www.kapanlagi.com
Raihlah cita-citamu setinggi langit
Selagi masih muda, raihlah cita-cita dan impian kalian
Pendahuluan :
Pada bab V kalian telah mempelajari bahasa dengan topik “Perilaku”. Kini pada bab VI kalian
akan diajak menyimak topik yang lebih menarik lagi, yakni tentang “Cita-cita”. Apapun cita-cita kalian,
tetaplah harus dibina sejak sekarang agar keberhasilan dapat segera diwujudkan. Kalian ingin menjadi
penyiar radio, atlet olahraga, reporter, artis, ataupun penyanyi kondang tidaklah menjadi masalah,
yang penting kalian harus melaksanakan dengan serius segala upaya untuk mencapainya sedari
sekarang.
Melalui topik “Cita-cita” ini, pertama-tama kalian akan diajak berlatih untuk menyimpulkan pikiran,
pendapat, dan gagasan seorang tokoh ataupun narasumber yang disampaikan dalam wawancara.
Dengan demikian, kalian diharapkan mampu untuk mendata pikiran, pendapat, dan gagasan yang
dikemukakan narasumber. Dengan demikian kalian juga akan mampu menuliskan informasi yang
diperoleh dari wawancara yang didengarkan itu ke dalam beberapa kalimat singkat.
Kedua, kalian juga diajak untuk menanggapi cara pembacaan cerpen, supaya kalian mampu
menentukan unsur-unsur cerpen dan membaca cerpen dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang
tepat.
Ketiga, kalian akan diajak menemukan gagasan utama dalam teks yang dibacakan. Dengan demikian, diharapkan kalian mampu untuk mengungkapkan gagasan utama dalam setiap paragrafnya,
mampu mengungkapkan rincian dari tiap gagasan utama, dan mampu pula memberikan kritik terhadap
isi teks bacaan.
Keempat, kalian juga diajak untuk latihan mengubah teks wawancara menjadi narasi dengan
memerhatikan cara penulisan kalimat langsung dan tak langsung. Dengan kata lain, kalian pun menjadi
mampu menarasikan wawancara dengan memerhatikan cara penulisan kalimat langsung dan tak
langsung.
Akhirnya kalian diajak untuk meningkatkan kemampuan bahasamu dalam memahami kalimat
langsung dan tak langsung; serta memahami dan mengenali kata panggilan.
75
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Tabloid NOVA, 21 Agustus 2005
MENDENGARKAN
6.1 Menyimpulkan Pikiran,
Pendapat, dan Gagasan
Seorang Tokoh/Narasumber
yang Disampaikan dalam
Wawancara
Wawancara adalah tanya jawab dengan
seseorang yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya tentang suatu hal,
untuk dimuat dalam surat kabar, disiarkan melalui
radio, atau ditayangkan pada layar televisi.
Berikut ini kutipan wawancara yang dilakukan wartawan tabloid Nova pada salah seorang
narasumber. Narasumber tersebut bernama
Retno L.P. Marsudi yang bekerja di Departemen
Luar Negeri sebagai diplomat.
6.1.1
Kutipan Wawancara
Simaklah kutipan wawancara berikut ini!
Sejak kapan Anda bercita-cita menjadi diplomat?
Cita-cita menjadi diplomat mulai muncul
sejak SMA kelas 3. Saat itu, di televisi saya
melihat pertemuan diplomat dan orangorang yang pergi ke luar negeri. Saya tertarik dan ingin tahu lebih banyak tentang
profesi itu. Setamat SMA saya mendaftar ke
jurusan Hubungan Internasional (HI),
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol)
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Apakah Keluarga Anda mendukung?
Keluarga saya adalah keluarga yang
sangat demokratis. Saat saya mulai besar,
ibu saya bertanya, “Kamu mau jadi apa?”
Apa pun pilihan saya, Ibu selalu bilang oke,
asal bisa dipertanggungjawabkan. Jadinya
semua keluarga saya mendukung pilihan
saya untuk kuliah di jurusan itu.
Dengan dukungan itu, Anda pasti
menjadi bersemangat dalam kuliah?
Benar sekali. Selama belajar di bangku
kuliah saya selalu merencanakan semuanya
dengan matang. Berkat perencanaan yang
76
Retno L. P. Marsudi, Diplomat
matang, setiap semester saya selalu mendapat nilai yang memuaskan. Saya juga
mempunyai program harian. Saya bangun
pukul 3 pagi, salat tahajut, belajar, salat
subuh, lalu tidur sebentar. Lalu, saya
bangun pukul 7, kuliah, main secukupnya
dengan teman, dan pulang saat magrib.
Setelah itu belajar sampai pukul 9, nonton
berita, dan tidur. Begitu seterusnya kecuali
hari Sabtu. Karena hari Sabtu siang saya
biasanya naik gunung.
Lantas, bagaimana perjalanan Anda
bisa masuk Departemen Luar Negeri?
Saya lulus November 1985 sebagai
lulusan Fisipol termuda. Saya selesai kuliah
dalam waktu 3 tahun 10 bulan. Saya lalu ke
Jakarta untuk mengikuti pendidikan diplomat yang dimulai April 1986 selama satu
tahun. Sebelum mulai bekerja, memang ada
pendidikan khusus selama satu tahun.
Pendidikan itu berjenjang tiga tahap.
Lalu bagaimana?
Setelah pelatihan satu tahun, unit pertama saya adalah ASEAN. Pada tahun 1990
saya ditempatkan di Canberra, Australia.
Tabloid NOVA, 21 Agustus 2005 dengan
penyesuaian
6.1.2
Menyimpulkan Gagasan yang
Disampaikan Narasumber
Untuk dapat menyimpulkan gagasan yang
disampaikan Narasumber, kalian harus menyimak teks wawancara dengan saksama.
Kemudian temukan gagasan tiap paragraf dalam
teks wawancara tersebut. Berdasarkan gagasangagasan pokok yang diperoleh tersebut, kalian
Bab 6 Cita-cita
dapat membuat kesimpulan.
Berikut bagan untuk membuat kesimpulan.
Paragraf 1 Paragraf 2 Paragraf 3 Paragraf 4
Gagasan pokok paragraf 1
Gagasan pokok paragraf 2
Gagasan pokok paragraf 3
Gagasan pokok paragraf 4
KESIMPULAN
Contoh:
Retno L. P Marsudi berhasil mewujudkan
cita-citanya menjadi seorang diplomat
dengan perjuangan yang panjang. Dengan
dukungan keluarga dan semangatnya yang
tinggi untuk mengapai cita-citanya, ia berhasil
menyelesaikan kuliahnya pada tahun 1985
sebagai lulusan fisipol termuda. Pada tahun
1990, akhirnya, ia ditempatkan di Canberra,
Australia.
1. Bentuklah kelompok beranggotakan 4
orang!
2. Simaklah salah satu acara wawancara atau
dialog di radio atau televisi!
3. Tulislah nama pewawancara/pembawa
acara dan narasumbernya!
4. Jika kalian memiliki alat perekam, rekamlah wawancara tersebut, atau kalian juga
bisa mencatat isi wawancara secara langsung!
5. Tulislah laporan yang berisi:
a. pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
pewawancara, dan
b. gagasan yang diungkapkan narasumber.
6. Laporkan pada gurumu!
BERBICARA
6.2 Menanggapi Cara
Pembacaan Cerpen
A. Untuk memahami isi wawancara, jawablah pertanyaan berikut ini!
1. Siapakah yang menjadi narasumber
wawancara tersebut?
2. Siapakah yang mewawancarai narasumber?
3. Jelaskan kegiatan-kegiatan yang dilakukan narasumber sewaktu kuliah!
4. Jelaskan pekerjaan narasumber tersebut?
5. Bagaimana proses narasumber dapat
memperoleh pekerjaan yang ditekuninya saat ini? Jelaskan!
B. Tuliskan gagasan pokok tiap paragraf
teks wawancara tersebut!
C. Berdasarkan gagasan-gagasan pokok tersebut, buatlah kesimpulan
pendapat narasumber dalam wawancara!
D. Bacakan kesimpulan tersebut di
depan kelas!
Cerpen, sesuai dengan namanya adalah
cerita yang pendek. Akan tetapi, tidak ada aturan
tentang panjang pendeknya cerita. Tidak ada
satu kesepakatan pun di antara para pengarang
dan para ahli tentang ukuran panjang pendeknya
cerita.
6.2.1
Membaca Cerpen dengan Lafal,
Intonasi, dan ekspresi yang
tepat
Kalian tentu sudah sering membaca cerpen,
bukan? Berikut ini disajikan sebuah cerpen berjudul “Pertolongan yang Tepat”. Setiap siswa
akan diberi kesempatan untuk membaca cerpen
tersebut. Bacalah cerpen dengan lafal, intonasi,
dan ekspresi yang tepat!
Bagi kalian yang belum mendapat kesempatan membaca cerpen, berikan tanggapan
terhadap cara pembacaan cerpen teman kalian.
77
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Tanggapan dibuat dalam bentuk tabel penilaian.
Tabel penilaian dapat kalian lihat di bawah
cerpen.
Pertolongan yang Tepat
Sudah hampir pukul tujuh pagi dan Samsu
belum juga berangkat ke sekolah. Ia sudah
berpakaian rapi dan menyiapkan tasnya.
Rupanya masih ada yang dipikirkannya. Ia
duduk di serambi menunggu temannya, Sapri.
Sebentar kemudian muncullah Sapri di depan
rumahnya seperti biasanya.
“Selamat pagi, Sam! Ayo, sudah hampir
pukul tujuh!” serunya.
“Sapri, hari ini saya tidak akan masuk
sekolah.”
“Ah, mengapa? Sudah berpakaian rapi. Ayolah, jangan sampai terlambat,” jawab Sapri keheranan.
“Pri, benar-benar saya tidak berani masuk
sekolah. Sekarang tanggal dua belas. Uang
SPP harus sudah dibayarkan tanggal sepuluh.
Saya kebingungan pagi ini. Ayah sedang ke
pasar menjual buah-buahan. Mungkin juga mencari uang untuk membayar SPP itu. Ibu sudah
dua hari sakit panas. Dua orang adik saya juga
belum membayar uang SPP.”
Sapri tidak tahan lagi mendengar kata
sahabatnya. Samsu tampak akan menangis.
Matanya mulai berlinang.
“Baiklah, Sam. Kalau begitu saya pergi
sendiri. Kamu tidak usah masuk sekolah. Nanti
saya mintakan izin kepada guru kita. Bantu saja
ibumu di rumah. Pulang sekolah nanti saya singgah kemari. Saya berangkat, ya.”
Samsu tidak menjawab, suaranya tidak
keluar. Ia hanya mengangguk sambil memandangi Sapri yang tampak tergesa-gesa.
Sampai di sekolah Sapri berdebar-debar
melihat pekarangan sekolah sudah sepi, tandanya sekolah sudah dimulai. Tahulah dia bahwa
dia sudah terlambat. Apa yang harus dilakukannya? Segera ia menuju kantor Pak Hidayat, kepala sekolahnya dan menjelaskan mengapa dia
terlambat. Pak Hidayat lalu mengambil secarik
kertas, dibuatnya catatan kemudian diberikannya kepada Sapri. Sapri memberi hormat kepada
Pak Hidayat kemudian menuju kelasnya.
Pada waktu istirahat, Pak Hidayat memanggil Sapri ke kantornya.
“Sapri, Bapak minta bantuanmu. Sampaikan
kepada ayah Samsu, besok pagi Samsu boleh
masuk sekolah.”
Sapri keluar dari kantor Pak Hidayat dengan
perasaan lega.
Masih teringat saja olehnya peristiwa keterlambatannya tadi pagi. Dikiranya kepala sekolah akan marah kepadanya; ternyata tidak.
Ketika Sapri pulang sekolah, dia singgah di
rumah temannya untuk menyampaikan pesan
Pak Hidayat.
“Sam, besok kamu boleh masuk sekolah.
Pak Hidayat tidak marah meskipun kamu belum
membayar SPP. Hanya pesannya sebelum kamu masuk kelasmu, pergilah ke kantor Pak
Hidayat dulu!”
“Pri, saya takut. Besok saya belum dapat
membayar uang SPP. Sampai sekarang ayah
belum pulang. Entahlah, berapa untung yang
diperolehnya dari penjualan,” kata Samsu.
“Sam, Pak Hidayat menyuruh kamu datang
bukan untuk membayar uang SPP, melainkan
untuk bertemu saja dan mungkin Pak Hidayat
akan memberimu nasihat.”
Ibu Samsu yang ada di kamar mendengar
percakapan dua anak itu dan karena tertarik,
lalu bangkit dari tempat tidurnya ingin menyambung pembicaraan.
“Turutilah kata temanmu. Masuklah besok,
katakan dengan terus terang bahwa kita benarbenar belum ada uang. Ayahmu sedang berusaha, mudah-mudahan saja berhasil.”
Samsu mengangguk dan berjanji kepada
ibunya akan masuk sekolah keesokan harinya.
Sapri lalu minta diri.
Setelah sampai di rumah, Sapri menyimpan
bukunya, melepas sepatunya lalu mencuci tangan dan kakinya sebelum berganti pakaian.
Samsu merasa sedih karena tidak bisa
membayar SPP
78
“Makanlah segera! Ayah, ibu, dan adik sudah
makan lebih dulu. Mengapa engkau terlambat
pulang?” tanya ibunya.
Bab 6 Cita-cita
Sapri tidak langsung makan. Didekatinya
ibunya dan diceritakannya kesusahan temannya, Samsu.
saya enam ratus, ‘kan?”
Sambil berjalan, Sapri menarik tangan temannya lalu bertanya, “Uang itu kamu bawa sekarang?”
“Kasihan, Bu, Samsu. Sudah dua hari dia
tidak masuk sekolah. Mana ibunya sakit. Ayahnya menjual buah-buahan di pasar. Hasil penjualan yang diharapkannya dapat dipakai untuk
melunasi uang SPP anak-anaknya ternyata
tidak mencukupi.” Mendengar cerita anaknya
itu, Ibu Sapri sangat terharu. Ia pun bersyukur
kepada Tuhan bahwa keluarganya tidak perlu
menderita seperti itu.
“Ya. Ayah takut uang itu terpakai. Nanti kalau
ada untung lagi, tinggal menambah lagi.”
“Baik, Sam. Kita lekas-lekas menghadap
kepala sekolah sebelum kita mulai belajar. Sebaiknya kamu lunasi uang SPP-mu hari ini. Kebetulan aku membawa uang seratus rupiah untuk membeli buku tulis, tapi buku itu tidak kuperlukan sekarang. Boleh kamu pinjam dulu untuk
mencukupi uang SPP-mu.”
Keesokan harinya, Sapri berangkat sekolah
lebih pagi. Dia singgah di rumah Samsu. Sesampainya di sana dilihatnya ayah Samsu ada
di rumah. Sapri merasa gembira. Tentu temannya sudah mempunyai uang untuk membayar
SPP. Samsu kelihatan menunggu Sapri di serambi rumah. Air mukanya masih tampak kurang gembira.
“Ah, jangan Pri! Nanti ayah dan ibumu marah!”
“Tidak, Sam. Sungguh. Ini bukan uang pemberian ayah atau ibu tetapi pemberian paman.
Memang ayah dan ibu tahu bahwa saya diberi
uang.” “Baiklah kalau begitu. Jadi, hari ini saya
dapat melunasi uang SPP? Wah, bukan main.
Sungguh kau baik hati. Engkau memang seorang sahabat bukan sekadar teman. Pertolongan yang sangat tepat waktunya. Nanti akan saya beritahukan kepada orang tuaku.”
“Selamat pagi, Sam! Ayo, kita berangkat! Kita akan menghadap Bapak Hidayat.”
Kedua anak itu lalu minta izin kepada ayah
dan ibu Samsu sebelum keluar pintu pekarangan. Samsu berhenti dan membisikkan sesuatu kepada Sapri.
Sepulang dari sekolah kedua anak itu menceritakan pengalamannya kepada orang tuanya
masing-masing. Ibu Samsu mukanya mulai
berseri karena gembira. Waktu Sapri bercerita
tentang pertolongannya, ibunya menganggukangguk lalu berkata, “Aku bangga akan sikapmu, Sapri. Pertolonganmu sangat tepat dan pasti mendapat pahala.”
“Sapri, ayah sudah kembali dan buah-buahan dagangannya habis terjual, ... .”
“Nah, syukur. Jadi, kamu sudah membawa
uang untuk membayar SPP?”
“Tunggu dulu! Rezeki tentu ada. Kami bergembira. Hanya sayang sekali tidak cukup untuk
membayar uang SPP itu. Ibu ‘kan sakit. Sebagian uang laba digunakan untuk membeli obat
dan untuk belanja kemarin dan hari ini. Sisanya
tinggal lima ratus rupiah. Padahal uang SPP
Dikutip dengan penyesuaian dari Buku
Pelajaran Bahasa Indonesia 1, hal. 9-12.,
Galaxy Puspa Mega
TABEL PENILAIAN
Aspek yang dinilai
No.
Nama
Intonasi
10
1
Halimah
Pelafalan
20 30 10
Ekspresi
20 30 10
Jumlah
20 30
50
79
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
6.2.2
Menentukan Unsur-unsur
Cerpen
Cerpen adalah cerita singkat yang mengisahkan satu sisi kehidupan pelaku. Di dalam
cerpen terdapat unsur-unsur yang membangun
cerita, yaitu tokoh, penokohan, alur, tema, latar,
dan amanat.
Berikut ini contoh analisis tokoh dan penokohan.
1.
Tokoh-tokoh cerpen
a.
b.
c.
d.
e.
2.
Samsu
Sapri
Ayah dan Ibu Samsu
Pak Hidayat
Ibu Sapri
Perwatakan tokoh
a. Watak Samsu: taat dan hormat
b. Watak Sapri: baik hati, perhatian pada
teman
c. Ayah dan Ibu Samsu: pekerja keras
d. Pak Hidayat: bijaksana
e. Ibu Sapri: bijaksana
Kalian telah mendengarkan pembacaan
cerpen tersebut, kerjakan soal-soal berikut!
A. Salin tabel penilaian yang telah disediakan!
B. Setiap siswa mendapat giliran untuk
membacakan cerpen dan siswa yang
belum mendapat giliran, mengisi
tabel penilaian.
C. Untuk menguji pemahaman kalian
akan isi cerita “Pertolongan yang
Tepat”, kerjakan soal-soal di bawah
ini!
1. Masalah apa yang dihadapi oleh
Samsu? Jelaskan!
2. Dapatkah Sapri disebut sahabat dan
bukan sekadar teman? Berikan alasan
dari jawaban kalian!
3. Setujukah kalian dengan alasan
Samsu untuk tidak masuk sekolah?
Berikan penjelasan secukupnya!
4. Menurut kalian, apa saja yang
mungkin menjadi pertimbangan Sapri
80
meminjamkan uangnya kepada
Samsu?
5. Sebutkan hal-hal positif yang ada
dalam cerita Pertolongan yang Tepat!
D. Analisislah unsur-unsur cerpen dengan menjawab pertanyaan berikut!
1. Jelaskan alur yang digunakan dalam
cerpen tersebut!
2. Sebutkan latar yang ada dalam cerpen
tersebut!
3. Sebutkan tema cerpen tersebut!
4. Amanat apa yang dapat kalian ambil
dari cerpen tersebut!
E. Setelah kalian mengerjakan soal 1
dan 2, coba kalian tuliskan kembali cerpen tersebut dengan mengandaikan
kalian sebagai tokoh cerita!
6.2.3
Penggunaan Kata Panggilan
Coba kalian perhatikan kutipan berikut ini!
(1) “Selamat pagi, Sam! Ayo, sudah hampir
pukul tujuh!” serunya.
(2) “Sapri, hari ini saya tidak akan masuk
sekolah.”
Kedua kalimat di atas menggunakan kata
panggilan, yaitu kata Sam dan Sapri. Kata
panggilan pada kalimat-kalimat tersebut merupakan kata panggilan yang menggunakan
nama-nama orang.
Perhatikan pula kalimat berikut ini!
(1) “Peng, tolong bawakan tasku ini!” perintah Benjol.
(2) “Memangnya kamu ada urusan apa, Jol?”
jawab Gepeng.
Kedua kalimat tersebut menggunakan kata
panggilan (Gepeng/Peng, Benjol/Jol). Kata
panggilan tersebut digunakan nama panggilan
seseorang berdasarkan ciri-ciri yang ada pada
diri orang tersebut.
Jadi, kata panggilan adalah kata yang
digunakan sebagai sebutan/panggilan untuk
seseorang/orang. Kata panggilan ada yang
langsung berdasarkan nama orang dan ada juga
berdasarkan ciri pada orang tersebut.
Bab 6 Cita-cita
Di Tangan Filatelis, Prangko
Bisa “Berbicara”
1. Daftarlah kata panggilan yang terdapat
dalam teks cerpen di atas!
2. Buatlah kalimat, menggunakan kata panggilan yang kalian temukan dalam teks
cerpen tersebut!
3. Carilah sebuah cerpen, baik dari majalah
maupun internet! Tentukan unsur-unsur
yang membangun cerita tersebut!
MEMBACA
6.3 Menemukan Gagasan
Utama dalam Teks yang
Dibaca
Pada pelajaran ini kalian diharapkan mampu
menentukan/menemukan gagasan pokok dalam
sebuah paragraf. Untuk memudahkan kalian
menemukan gagasan pokok dalam paragraf,
sebaiknya kalian mengenal terlebih dahulu ciricirinya. Perhatikan ciri-ciri gagasan pokok berikut
ini!
1.
Setiap paragraf hanya memiliki satu gagasan
pokok.
2.
Gagasan pokok dijadikan kalimat tumpuan
bagi kalimat lainnya.
3.
Setiap gagasan pokok didukung beberapa
gagasan penjelas.
4.
Gagasan pokok umumnya terletak pada
awal paragraf (paragraf deduktif), namun
ada juga yang terletak di akhir paragraf (paragraf induktif).
Langkah-langkah menemukan gagasan
pokok antara lain:
1.
membaca berulang-ulang paragraf,
2.
menemukan ciri gagasan pokok,
3.
merumuskannya dalam bentuk kalimat
pendek.
Agar kalian menjadi lebih mudah dalam menemukan gagasan pokok, di bawah teks akan
diberikan contohnya. Bacalah teks berikut ini!
Susunan prangko memang bisa “bercerita” banyak hal. Kehidupan bawah laut,
jenis-jenis anggrek, binatang langka, berbagai jenis kupu-kupu, merupakan sebagian saja dari cerita yang bisa diperoleh dari
prangko di seluruh dunia. Belum lagi
peristiwa-peristiwa politik, ekonomi, dan
lainnya yang lupa bisa direkam lewat
prangko.
Di balik sebuah prangko tersimpan
banyak informasi menarik, terutama jenis
prangko yang nondefinitif, yakni prangko
yang dicetak terbatas. Prangko jenis ini biasanya dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa
khusus. “Di Indonesia prangko bertema
khusus dikeluarkan sebanyak 2 juta lembar.
Jika sudah habis terjual, tidak akan dicetak
ulang,” kata Riyanto, seorang filatelis yang
juga ketua II Pengurus Pusat PFI (Perkumpulan Filateli Indonesia).
Dengan penambahan penjelasan koleksi
prangko juga bisa dijadikan semacam ensiklopedia. Untuk itu, seorang dituntut teliti,
cermat, ulet, serta mempunyai pengetahuan
yang cukup.
Ada banyak cara untuk mendapatkan
prangko. Selain mengumpulkan miliknya
sendiri dan membeli, filatelis bisa mendapatkannya dengan cara tukar-menukar dengan
filatelis lainnya. Jumlah filatelis di dunia ini
banyak sekali sehingga kemungkinan untuk
saling bertukar prangko sangat besar peluangnya.
Jenis perangko di dunia ini sangat
banyak sehingga kita harus menentukan
terlebih dahulu spesialisasinya sebelum
menjalin kontrak dengan filatelis lainnya.
Spesialisasi bisa berdasarkan asal negara
yang menerbitkan atau berdasarkan tematema tertentu.
Sebagai benda koleksi, prangko harus
ditangani dengan hati-hati. Mencabut
prangko dari sampul surat, misalnya, tidak
boleh dilakukan sembarangan. Begitu juga
cara penyimpanannya kemudian. Keutuhannya harus tetap dijaga, sekalipun itu
hanya prangko bekas. Jangan sampai per-
81
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
www.flickr.com
Contoh cara menemukan gagasan pokok
pada paragraf 1:
Lewat perangko, kita dapat memperoleh
pengetahuan baru
mukaan prangko terganggu penampilannya
karena pengambilannya yang asal-asalan.
Dibanding perangko bekas, perangko
baru umumnya mempunyai nilai lebih. Tetapi
hal ini tidak mutlak karena masih ada faktor
lain yang memengaruhi nilai sebuah
perangko, antara lain, kelangkaan,
keunikan, dan usia perangko.
Banyak keuntungan dari kegiatan mengoleksi prangko. Salah satunya adalah
lewat perburuan prangko bisa diperoleh
banyak teman. Korespondensi dengan
filatelis membuka peluang untuk berkenalan
dengan banyak orang. Selain itu sebuah
prangko juga bisa digunakan untuk merangsang minat keingintahuan, misalnya, kapan
prangko itu diterbitkan, berapa lama masa
berlakunya, kenapa diterbitkan, siapa
desainernya, dan seterusnya. Untuk
mencari tahu ini semua, diperlukan upaya,
entah dengan bertanya atau mencari sendiri
keterangan di buku.
Hobi mengumpulkan prangko merupakan
hobi universal. Tidak ada batasan usia,
batasan politik apalagi agama. Juga tidak
ada kata terlambat untuk memulai hobi ini.
www.gem-afia.web.
Sumber: Buku Pegangan Belajar Bahasa
Indonesia 3 SLTP, Galaxy Puspa Mega.
Salah satu jenis perangko yang ada di Inonesia
82
Susunan prangko memang bisa “bercerita” banyak hal. Kehidupan bawah laut,
jenis-jenis anggrek, binatang langka, jenis
kupu-kupu merupakan sebagian saja dari
cerita yang bisa diperoleh dari prangko di
seluruh dunia. Belum lagi tema-tema olahraga, tari-tarian, teknologi, transportasi, komunikasi, serta peristiwa-peristiwa politik,
ekonomi, dan lainnya yang lupa bisa direkam lewat prangko.
Gagasan pokok dalam paragraf di atas terletak di awal paragraf, yaitu: “Susunan prangko
memang bisa “bercerita” banyak hal”. Kalimat itu
dapat dirumuskan menjadi gagasan pokok: Susunan prangko “bercerita” banyak hal.
Kalimat kedua bertumpu dan mendukung
gagasan pokok.
Kehidupan bawah laut, jenis-jenis anggrek,
binatang langka, jenis kupu-kupu merupakan
sebagian saja dari cerita yang bisa diperoleh
di seluruh dunia. (bagian yang dicetak miring
merupakan cerita banyak hal).
Kalimat ketiga juga bertumpu dan mendukung gagasan pokok.
Belum lagi tema-tema olahraga, tari-tarian, teknologi, transportasi, komunikasi, serta peristiwa-peristiwa politik, ekonomi, dan lainnya
yang lupa bisa direkam lewat prangko. (bagian
yang dicetak miring merupakan cerita banyak
hal).
Dari contoh tersebut kiranya kalian dapat
menemukan gagasan pokok paragraf. Berlatihlah menemukan gagasan pokok!
Bab 6 Cita-cita
Setelah kalian membaca teks “Di tangan Filatelis, Prangko Bisa
Berbicara”, kerjakan soal berikut ini!
1. Temukan gagasan pokok paragraf 1-7!
No.
Paragraf
Gagasan Pokok
1.
Paragraf 1
Susunan prangko memang bisa “bercerita” banyak hal.
2.
Paragraf 2
.........................................................
3.
Paragraf 3
.........................................................
4.
Paragraf 4
.........................................................
5.
Paragraf 5
.........................................................
6.
Paragraf 6
.........................................................
7.
Paragraf 7
.........................................................
2. Bacakan hasil pekerjaan kalian di depan kelas supaya ditanggapi oleh teman-teman
kalian!
MENULIS
Pewawancara : “Selamat pagi Kak Seno.
Saya dari redaksi mading
ingin bertanya sedikit.”
Narasumber
6.4 Mengubah Teks
Wawancara Menjadi Narasi
Kalian tentu sering melihat, memerhatikan,
dan mengikuti wawancara di televisi. Berarti kalian
telah mempunyai gambaran tentang wawancara.
Pada pelajaran ini kalian akan mencermati teks
berita hasil wawancara.
6.4.1
Teks Wawancara
Berikut ini teks yang berisi tanya jawab
pewawancara dengan narasumbernya. Pewawancara berasal dari redaksi mading SMP 2.
Narasumbernya adalah siswa SMP 2 yang
memenangkan lomba karya ilmiah remaja.
: “Oh ya, apa yang ingin
kamu tanyakan?”
Pewawancara : “Saya mendapat informasi
kalau Kak Seno memenangkan lomba karya
ilmiah remaja yang memperebutkan piala Bapak
Wali Kota. Benarkah informasi yang saya dengar
itu?”
Narasumber
: “Informasi itu benar sekali.
Untuk tahun 2005 ini saya
yang memenangkan lomba
itu dan mendapatkan piala
dari Bapak Wali Kota.”
Pewawancara : “Sebelum bertanya tentang
karya ilmiah yang Kak
Seno buat, bolehkah saya
mengetahui nama lengkap
83
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
remaja SMP 2. Hasilnya
menyatakan bahwa hanya
25% remaja yang memahami pentingnya pendidikan.”
dan tempat serta tanggal
lahir Kak Seno?”
Narasumber
: “Oh tentu boleh. Nama
lengkap saya, Seno Satriawan. Saya lahir di Solo, 29
Agustus 1993.”
Pewawancara : “Wah, pantas saja Kak
Seno memenangkan lomba
itu. Kalau boleh saya tahu,
apa cita-cita Kak Seno?”
Pewawancara : “Tentang apa karya ilmiah
yang Kak Seno buat?”
Narasumber
: “Karya ilmiah yang saya
buat itu tentang pentingnya pendidikan bagi remaja
SMP.”
Narasumber
Pewawancara : “Dengan ketertarikan Kak
Seno pada pendidikan,
cita-cita Kak Seno pasti
akan tercapai.”
Pewawancara : “Sepertinya tema yang Kak
Seno ambil itu menarik.
Mengapa mengambil tema
itu?”
Narasumber
Narasumber
Narasumber
www.bpkpenabur.or
84
: “Sama-sama.”
Wawancara tersebut bisa dituangkan
dengan bahasa sendiri ke dalam bentuk yang
lebih ringkas. Di bawah ini ringkasan teks
wawancara di atas.
: “Dalam karya ilmiah yang
saya buat itu saya mencantumkan hasil survei
yang dilakukan pada 250
Seorang pewawancara dan narasumbernya
sedang melakukan wawancara
: “Amin.”
Pewawancara : “Saya ucapkan terima kasih
untuk kesempatan yang diberikan Kak Seno untuk berbincang-bincang dengan
saya.”
: “Karena menurut saya,
bagi remaja seusia kita ini,
masih banyak yang tidak
peduli pada pentingnya
pendidikan. Mereka mengikuti pendidikan karena
aturan dari orang tua yang
mengharuskan mereka
untuk sekolah. Tetapi ada
juga yang sudah memahami tentang pentingnya
pendidikan.”
Pewawancara : “Apakah Kak Seno sungguh-sungguh membuktikan
pendapat itu?”
Narasumber
: “Saya bercita-cita menjadi
guru.”
Lomba karya ilmiah remaja tahun 2005
dimenangkan oleh Seno Satriawan. Lomba
tersebut memperebutkan piala Bapak Wali
Kota. Karya ilmiah yang ditulis oleh Seno tersebut bertemakan pendidikan yang mengangkat masalah pentingnya pendidikan bagi
remaja SMP. Ketika ditanyakan tentang alasan
ketertarikan pada tema tersebut, Seno menjelaskan bahwa remaja SMP saat ini masih
banyak yang tidak peduli pada pentingnya
pendidikan. Menurutnya, kebanyakan remaja
mengikuti pendidikan hanya sebatas karena
aturan dari orang tua yang mengharuskan
mereka untuk sekolah. Remaja yang lahir 14
tahun yang lalu ini juga mengemukakan bahwa
pendapatnya didukung oleh survei yang
dilakukan pada 250 remaja SMP. Hasil survei
itu menyatakan bahwa hanya 25% remaja
yang memahami pentingnya pendidikan.
Bab 6 Cita-cita
Pada contoh (3) tidak ada perubahan kata ganti.
Hal seperti itu harus kalian perhatikan jika kalian
mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tak
langsung atau sebaliknya.
Bentuklah kelompok terdiri atas 3-4
siswa kemudian kerjakan soal berikut ini!
Perubahan kata ganti dalam mengubah
kalimat langsung menjadi kalimat tak langsung:
1. Lakukanlah wawancara pada seorang
tokoh di sekolah kalian!
2. Catatlah hasil wawancara kalian dalam
bentuk teks tanya jawab!
3. Ringkaslah ke dalam bentuk narasi
dengan bahasa sendiri!
4. Sampaikanlah di depan kelompok lain
hasil wawancara tersebut!
1.
6.4.2
Kalimat Langsung dan Tak
Langsung
Ketika kalian akan mengubah teks wawancara dengan bahasa sendiri dalam bentuk
ringkasan, kalian harus memahami cara mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tak
langsung. Berikut akan dijelaskan tentang
kalimat langsung dan tak langsung.
2.
3.
Selain perubahan kata ganti, hal lain yang
perlu kalian perhatikan adalah penambahan
bahwa. Kata bahwa ditempatkan antara pengiring dengan kutipan.
Susunan pola kalimat langsung meliputi
beberapa susunan berikut:
1.
Kalimat langsung
(1) Ana berkata, “Saya pusing.”
(2) Ibu bertanya, “Engkau sudah belajar?”
(3) Ayah bertanya, “Mereka sudah makan?”
Perubahan kalimat langsung di atas ke dalam kalimat tak langsung menjadi:
Kalimat tak langsung
(1) Ana mengatakan bahwa ia pusing.
(2) Ibu menanyakan apakah saya sudah
belajar.
(3) Ayah menanyakan apakah mereka sudah
makan.
Jika kalian perhatikan ketiga pasang kalimat
contoh di atas, kalian dapat mengetahui bahwa
pada contoh 1 dan 2 ada perubahan kata ganti,
yaitu saya menjadi ia dan engkau menjadi saya.
pengiring-kutipan (di dalam tanda kutip),
contoh:
(1) Yeni bertanya, “Bolehkah saya bergabung
dalam kelompokmu?”
(2) Pak Darman bertanya, “Apakah engkau
sakit?”
Kalimat langsung dan kalimat tak langsung
termasuk ragam kalimat berita. Kalimat langsung
adalah suatu kalimat yang berisi kutipan langsung
atau ucapan langsung dari narasumber. Kalimat
langsung ditandai dengan pemakaian tanda kutip
(“...”), sedangkan kalimat tak langsung tidak
ditandai dengan pemakaian tanda kutip.
Bandingkan contoh kalimat di bawah ini!
kata ganti orang pertama pada kutipan
kalimat langsung menjadi kata ganti orang
ketiga pada kalimat tak langsung.
kata ganti orang kedua pada kutipan
langsung menjadi kata ganti orang pertama
pada kalimat tak langsung.
kata ganti orang ketiga tetap.
Keterangan:
Awal kutipan harus ditulis dengan huruf awal
huruf kapital. Antara pengiring dengan kutipan harus diberi tanda koma (,).
2.
kutipan-pengiring, contoh:
(1) “Boleh saya bergabung dalam kelompokmu?” tanya Yani.
(2) “Apakah engkau sakit?” tanya Pak Darman.
“Engkau boleh beristirahat!” kata Pak
Darman.
(3) “Tolong, pinjamkan Ibu Kamus Besar
Bahasa Indonesia!” kata Ibu Kristin.
(4) “Kenapa kamu datang terlambat, Ardan,”
tanya Pak Guru.
(5) “Ren, kenapa kamu tidak datang di pesta
ulang tahunku,” tanya Arni pada Reni.
Pada susunan ini, jika pada akhir kutipan
sudah ada tanda tanya (?) atau tanda seru
(!), tanda baca koma (,) tidak boleh dipakai.
85
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
3.
Kutipan-pengiring-kutipan, contoh:
1. Antara pengiring dan kutipan yang kedua
harus diberi tanda koma (,)
(1) “Saya masih capai,” kata Adi, “pergilah
engkau sendirian!”
(2) “Mengapa kali ini ulanganmu jelek?” tanya
Bu Lydia, “tidak belajar?”
2. Kutipan yang kedua ditulis dengan huruf
awal huruf kecil (tidak boleh dengan huruf
awal huruf kapital)
Perhatikanlah kutipan teks di bawah ini!
Setelah lulus, bungsu dari dua saudara ini
sudah dipancang oleh kedua orang tuanya untuk
melanjutkan studi ke fakultas kedokteran seperti
kakaknya yang sebentar lagi lulus dari FK
Udayana. Apakah itu berarti menulis hanya kerja
sampingan bagi peraih peringkat 11 Olimpiade
Biologi tingkat Provinsi Bali ini? Jangan pernah
menanyakan itu kepadanya. GERBANG sudah
kena getahnya, langsung disemprot, bertubi-tubi
dan praktis tanpa balas. Katanya, ”menulis
adalah hidup saya, bukan untuk lomba-lombaan
atau ketenaran, tapi panggilan jiwa. Dan saya
mau menulis sampai mati!”
Lalu dia berkisah tentang panggilan jiwanya
itu. Ternyata, ada pergulatan batin yang sangat
bergejolak yang tidak diketahui orang. Ibunya,
trauma dengan api. Sebab, waktu ibunya kecil,
rumah persis di sebelah rumah ibunya dibakar.
“Ibuku sampai sekarang masih ingat benar dengan jilat api yang membakar rumah itu,” ungkapnya. Alasannya, sang suami tetangganya
itu dituduh anggota PKI, lalu digelandang entah
ke mana dan tak pernah kembali, sang istri dan
anak-anaknya mengungsi ke rumah kakek
Laksmi.
Ibunya sering menceritakan kisah itu pada
pemilik tanggal lahir 28 Februari 1987 ini, dan
hal tersebut meninggalkan bekas yang dalam
padanya. “Sebutkan satu alasan kenapa manusia boleh dibunuh?“ Ini adalah pertanyaan yang
sering menghantui Laksmi, yang selalu ditanyakan pada dirinya sendiri maupun kepada orang
lain. Dan tak ada jawaban yang memuaskannya.
Laksmi sekarang sedang sibuk melakukan
riset seputar kejadian yang menimpa tetangga
ibunya itu. “Saya mau menulis novel mengenai
itu. Saya berbicara atas nama keluarga yang
86
ditinggalkan,” terang gadis cantik yang mendapatkan honor pertama 22.000 rupiah dari
mengirim puisi ke Bali Post ini tentang salah
satu obsesinya.
Menulis sudah dilakoni Laksmi sejak
sekolah dasar, berawal dari ikut-ikutan
kakaknya yang suka menulis diary. Laksmi pun
kemudian menulis diary, “Sampai sekarang
masih kusimpan, lucu aja kalau membacanya
lagi,” katanya sambil menyayangkan kakaknya
yang tak meneruskan hobi menulisnya. Kedua
orang tuanya yang berprofesi sebagai guru
(ayahnya, Made Swambe mengajar di SMK
Baluk Negara, sedang ibunya, di SMA 1 Negara)
membuatnya dekat dengan buku-buku. Kegandrungannya membaca semakin mendapat
ruang ketika dia bertemu dengan komunitas
Kertas Budaya di kotanya dan bergabung di
dalamnya.
“Sebelumnya, saya hanya membaca
cerpen-cerpen Mas Raudal dan Puisi Bli Nano
di Bali Post, setelah gabung di Kertas Budaya,
saya bisa berdiskusi langsung setiap saat,”
terangnya panjang lebar mengenang pertemuannya dengan para pujaannya dulu. Raudal
adalah Raudal Tanjung Benua, penyair dan
cerpenis yang sangat produktif saat ini. Sedang
Nano yang ia sebutkan adalah Nanoq DKansas
yang dikenal sebagai sutradara dan penyair,
yang sekaligus Koordinator Komunitas Kertas
Budaya.
Dikutip dari majalah Gerbang Edisi II Th. IV
2005 halaman 68
Salinlah kalimat langsung yang kalian
temukan dalam teks bacaan di atas, kemudian ubahlah ke dalam bentuk kalimat
tak langsung!
Bab 6 Cita-cita
1.
Wawancara adalah tanya jawab dengan
seseorang yang diperlukan untuk dimintai
keterangan atau pendapatnya tentang
suatu hal untuk dipublikasikan di media
massa baik cetak maupun elektronik.
2.
Cerpen adalah cerita pendek yang mengisahkan satu sisi kehidupan pelaku. Unsurunsur di dalam cerpen adalah tokoh, penokohan, alur, tema, latar, dan amanat.
3.
4.
Kalimat langsung adalah kalimat yang berisi
kutipan langsung atau ucapan langsung dari narasumber, ditandai dengan tanda kutip
(“....”). Kalimat tak langsung adalah kalimat
yang tidak ditandai dengan pemakaian
tanda kutip.
Kaidah perubahan dari kalimat langsung
menjadi kalimat tidak langsung, yaitu (a)
kata ganti orang pertama pada kutipan
kalimat langsung menjadi kata ganti orang
ketiga pada kalimat tak langsung, (b) kata
Kiat-kiat Menulis Cerpen
ganti orang kedua pada kutipan langsung
menjadi kata ganti orang pertama pada
kalimat tak langsung, (c) kata ganti orang
ketiga tetap, dan (d) harus menyertakan
kata bahwa di antara pengiring dengan
kutipan.
5.
Susunan pola kalimat langsung:
a. pengiring-kutipan (di dalam tanda kutip),
awal kutipan harus ditulis dengan huruf
awal huruf kapital dan antara pengiring
dengan kutipan harus diberi tanda koma
(,),
b. kutipan-pengiring, jika pada akhir kutipan
sudah ada tanda tanya (?) atau tanda
seru (!), tanda baca koma tidak dipakai,
c. kutipan-pengiring-kutipan, antara pengiring dan kutipan yang kedua harus
diberi tanda koma, kutipan kedua ditulis
dengan huruf awalnya huruf kecil.
Penggunaan kata
Menulis cerita pendek (cerpen)
memiliki keunikan tersendiri.
Gunakan pilihan kata yang efisien dan hindari
pemakaian kalimat deskriptif yang panjang karena
cerpen memiliki keterbatasan dalam jumlah kata.
Tema
Impresi
Tema cerpen harus jelas, tentang
cerita seperti apa yang ingin
ditulis, pesan apa yang ingin disampaikan kepada
pembaca sehingga nantinya akan meninggalkan
kesan tersendiri pada pembaca.
Anda bisa membuat impresi pada pem-baca dengan
awal cerita yang langsung menghadirkan konflik.
Hal ini akan membuat pembaca semakin penasaran.
Pengenalan karakter, setting, dll dapat dilakukan
secara perlahan-lahan di bagian cerita berikutnya.
Alur cerita
Kejutan
Fokuslah pada satu alur cerita sesuai dengan tema
yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Beri kejutan pada pembaca di akhir cerita. Hindari
membuat akhir cerita yang mudah ditebak.
Karakter
Konklusi
Jangan menggunakan jumlah karakter yang terlalu
banyak karena cerita Anda menjadi terlalu panjang
dan tidak fokus pada tema.
Pastikan konklusi di akhir cerita Anda memuaskan,
tetapi juga tidak mudah ditebak agar pembaca
terkesan dan puas
Sepenggal kisah hidup
Didik Wijaya, www.escaeva.com
Ceritakan sekelumit kisah hidup karakter yang Anda
buat. Jika karakter Anda memiliki kisah hidup yang
sangat panjang, tulis hanya sebagai background.
Tekankan hanya pada satu bagian dari hidupnya
untuk ditulis.
87
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling
tepat!
Irene
1.
Berani
Irene
Jam meja yang biasanya berdering pukul 05.00
untuk membangunkan saya, sekali ini membisu
karena lupa diputar. Akibatnya, saya terlambat
bangun. Cepat-cepat saya pergi ke kamar mandi.
Ternyata sabun mandi pun sudah habis, lupa
membelinya kemarin sore. Mau sarapan, nasi
hangus. Mau berpakaian, semua baju kotor sehingga terpaksa memakai baju bekas kemarin.
Tambah lagi, sewaktu menunggu kendaraan
umum untuk pergi ke sekolah kendaraan selalu
penuh. Akhirnya dapat kendaraan yang kosong.
Malangnya mogok pula di tengah jalan. Turun
dari kendaraan baru melangkah dua-tiga langkah
disambut hujan lebat bagai dicurahkan dari langit. Amboi, tidak hanya terlambat dan badan
basah kuyup tetapi di sekolah dapat teguran dari
guru. Sungguh sial nasibku hari ini.
Pilihan jawaban yang tepat untuk mengisi
bagian wawancara yang rumpang (kosong)
adalah ... .
a. Mengapa kamu menyukai catur?
b. Apakah kamu senang mendapat penghargaan ini?
c. Apakah kamu senang menjadi seorang
atlet catur?
d. Mengapa kamu suka melatih otak?
4.
3.
Kakak
Adik
Kakak
Musik tradisional umumnya menggunakan alatalat musik yang cukup sederhana. Tidak sulit
untuk mempelajarinya. Sayangnya remaja sekarang umumnya kurang menyukai musik
tradisional. Lain halnya dengan musik modern.
Peralatannya sangat sulit dan beragam sehingga
harganya pun cukup mahal. Cara memainkannya
pun cukup sulit. Namun, irama musik ini seolaholah sudah menyatu dengan remaja sekarang.
Hal yang tidak terdapat dalam paragraf di
atas adalah ...
a. Remaja sekarang kurang menyukai musik tradisional.
b. Kelompok musik modern menjadi idola
remaja sekarang.
c. Musik tradisional menggunakan alat-alat
sederhana.
d. Remaja sekarang lebih menyukai musik
modern.
Perhatikan penggalan wawancara berikut ini!
Berani
88
: Bagaimana perasaanmu mendapat
Piala Sporta?
Perhatikan kutipan perbincangan berikut!
Adik
Ide pokok paragraf tersebut adalah ... .
a. terlambat bangun pagi
b. kesibukan setiap hari
c. kebiasaan setiap hari
d. nasib yang sial
2.
: Terkejut, atau nggak menyangka
sama sekali.
: …………………………….
: Ya, suka saja. Langkah pada permainan catur melatih otak untuk
terus berpikir.
: (Sambil garuk garuk kepala) Aduh
... rasanya gerah sekali hari ini.
: Mungkin akan turun hujan, Dik.
Memang sekarang hujan ataupun
tidak, tetap gerah di Bandung.
: Mengapa demikian, ya Kak?
: Salah satunya diakibatkan karena
bertambahnya penduduk. Coba
bayangkan Dik, di Bandung penghuninya sekitar 2,1 juta penduduk.
Laju pertumbuhan penduduknya
sekitar 3,48%.
Inti perbincangan dalam percakapan di atas
adalah ...
a. Gerah akibat akan turun hujan.
b. Hujan ataupun tidak tetap gerah di
Bandung.
c. Gerah salah satu akibat dari bertambahnya penduduk.
d. Di Bandung penghuninya sekitar 2,1 juta
penduduk.
5.
Perhatikan dengan cermat kalimat berikut
ini!
Rio menanyakan apakah saya dapat membantunya dalam mengerjakan PR.
Kalimat langsung yang tepat untuk kalimat
tersebut adalah …
Bab 6 Cita-cita
a. Rio bertanya, “Apakah saya dapat membantu dalam mengerjakan PR?”
b. Rio bertanya, “Apakah saya dapat membantunya dalam mengerjakan PR?”
c. Rio bertanya, “Apakah kamu dapat membantu saya dalam mengerjakan PR?”
d. Rio bertanya, “Apakah kamu dapat membantunya dalam mengerjakan PR?”
6.
“Belajarlah dengan benar agar kamu lulus ujian
dengan nilai yang memuaskan!” pesan ibu kepadaku.
Kalimat tersebut bila diubah menjadi kalimat
tak langsung yang benar adalah …
a. Ibu berpesan agar aku belajar dengan
benar dan lulus ujian dengan nilai memuaskan.
b. Ibu berpesan agar kamu belajar dengan
benar dan lulus ujian dengan nilai
memuaskan.
c. Ibu berpesan agar dia belajar dengan benar dan lulus ujian dengan nilai memuaskan.
d. Ibu berpesan agar kita belajar dengan
benar dan lulus ujian dengan nilai memuaskan.
7.
8.
Penulisan kalimat langsung yang tepat adalah ...
a. Kata Tini, ”datanglah ke rumahku.”
b. Tini berkata, ”Datanglah ke rumahku.”
c. Tini mengatakan: ”Datanglah ke rumahku.”
d. Tini berkata: ”Datanglah ke rumahku.”
Di suatu puri, hiduplah seorang bangsawan dengan putri tunggalnya yang jelita, bernama
Manuella. Orang-orang biasa memanggilnya
Putri Manu. Sejak kecil Manuella tidak memiliki
ibu lagi. Ayahnya sangat menyayanginya. Segala keinginan Manuella selalu dipenuhi. Ini
membuat Manuella menjadi sangat manja. Semua yang ia inginkan harus ia dapatkan. Dan ayahnya belum pernah menolak keinginan Manuella.
Malah selalu segera mengabulkannya.
Perwatakan tokoh Manuella dalam dongeng
di atas adalah … .
a. mandiri dan manja
b. manja dan egois
c. mandiri dan egois
d. cantik dan teledor
9.
Tempat itu membuatku tertegun. Seluruh dinding
dan lantai gua dilapisi emas. Monster-monster
kecil berkejar-kejaran. Monster-monster yang
lebih besar bercanda dengan riangnya. “Zaman
dulu, nenek moyang monster dan manusia bersahabat. Tapi, sejak teknologi manusia semakin
maju, mereka jadi ingin tahu segala hal. Bangsa
monster pun mulai diburu. Mereka mengorbankan persahabatan sejati demi kepentingan pribadi. Sejak itulah kami tinggal di gua itu turuntemurun. Menunggu saat yang tepat untuk kembali ke dunia luar. Tapi kudengar manusia semakin ganas. Padahal kami tak pernah memusuhi
mereka.” “Kami terpaksa, menakuti manusia, kalau tidak ditakut-takuti, manusia akan menemukan tempat persembunyian kami. Dan kami bisa
dibunuh.”
Pesan yang dapat disimpulkan dari dongeng
di atas adalah ... .
a. hendaknya monster tidak menakuti manusia
b. nenek moyang monster dan manusia
bersahabat
c. monster takut dibunuh oleh manusia
d. hiduplah berdampingan dan jangan serakah
10. Kalimat di bawah ini yang menggunakan kata panggilan berdasarkan ciri-ciri fisik adalah
...
a. Si Ahmad memanggil-manggil adiknya.
b. Si Botak sedang belajar naik sepeda.
c. Rambut Lukie dipotong hingga botak.
d. Kekuatan fisik manusia sangat terbatas.
B. Kerjakan soal berikut ini dengan tepat!
Bacalah dengan saksama teks wawancara
berikut ini!
Pada kesempatan menghadiri acara “Lampion Sastra” di TIM pekan lalu, Dinar Rahayu
dengan ramah menerima ajakan wawancara
Parle. Berikut ini kutipan wawancaranya:
Novel Anda Ode untuk Leopold Von SocherMasoch itu sering disebut sebagai sebuah karya
prosa yang erotis. Menurut Anda sendiri, karya
Anda itu termasuk erotis tidak? Apakah ada
pergulatan batin sebelum memutuskan menulis
dan kemudian menerbitkannya? Apa komentar
keluarga Anda tentang novel itu?
Saya, sebagai penulisnya, melihat novel tersebut sebagai kesatuan, mungkin ada bagian
yang erotis, sadis, sensual, membingungkan,
absurd..tapi keseluruhan adalah seperti gambar
puzzle yang bila dicopot di beberapa tempat
maka gambar tersebut tak terlihat lagi. Ketika
hendak memulai menulis novel tersebut saya
terobsesi pada tokoh, mimpi, ide dari novel itu
dan asyik mencari ‘suara’ yang seperti apa yang
bisa mewakili mereka. Ide untuk menerbit-
89
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
kannya timbul setelah novel itu beres saya tulis.
Saya membeli buku yang berisi nama-nama penerbit lalu saya kirim dan saya lupakan. Komentar keluarga: terkejut karena saya bisa punya
buku yang diterbitkan tapi ya setelah itu biasa
kembali
Jika dilihat tahun terbitnya, novel Anda itu
terbit tahun 2002. Empat tahun setelah ‘heboh’
Saman-nya Ayu Utami yang juga menurut beberapa pengamat sastra adalah erotis. Apakah
keberadaan Saman turut berpengaruh pada Ode?
Di beberapa media memang sering ditulis
bersamaan, entah untuk dibandingkan atau dikatakan mengikuti jejak yang sudah dirintis
Saman. Saya pikir untuk sebuah amatan literatur, seluruh karya akan saling berkait, hal itu
wajar saja.
Konon gara-gara Ode Anda dikeluarkan dari
pekerjaan Anda yang terdahulu. Betulkah?
Tidak
Apa pendapat Anda melihat penulisan sastra
erotis, khususnya prosa, yang marak beberapa
waktu belakangan ini? Ada hubungannya tidak
dengan gerakan feminisme?
Nah ini dia, saya tak kompeten menjawab
ini karena saya tidak mengikuti kemarakan dan
gerakan itu. Tapi karena bagi saya penulisan
dan pembacaan literatur ini lebih kepada rasa
bukan berpikir analitis, ya itu suatu penjelajahan
tanpa penjajahan.
Selain novel Anda juga menulis cerpen ya.
Mana lebih puas, menulis novel atau cerpen?
Untuk yang ini saya mau mengambil dari buku
Robert Olen Butler From Where You Dream,
bahwa pada cerita pendek, si penulis seperti
mengatakan: ‘ayo saya mau cerita suatu saat
tentang karakter ini ketika dalam hidupnya ada
sesuatu yang luar biasa’, tapi jika novel seperti
mengatakan: ‘ayo saya mau ceritakan banyak
kejadian dan pikiran si karakter-karakter ini yang
mungkin saling berhubungan’. Dan bagi saya
sendiri sulit menentukan yang mana cerita saya
yang akan menjadi novel atau cerpen, tak bisa
diperkirakan di awal. Tetapi, ketika selesai,
tentu saja kepuasannya sama saja.
Apa komentar Anda melihat perkembangan
sastra mutakhir? Khususnya sastra lokal?
Nah, ini juga, saya tidak mengikuti secara
intens. Saya sekarang sedang lebih tertarik
membaca karya Shusako Endo, Junichiro Tanizaki dan sepotong-sepotong karya penulis Turki:
Asli Erdogan (karena saya belum berhasil mendapatkan terjemahan dari B. Turki ke B.Inggris
dari karyanya ini)
Ada rencana menulis novel berikutnya? Kalau
boleh tahu tentang apa nanti ceritanya?
Saya berusaha untuk menulis tiap hari.
90
Kadang-kadang ada yang langsung saya hapus
atau saya diamkan. Tapi untuk menulis apakah
bentuknya nanti novel atau cerita pendek saya
tidak tahu.
Sekarang aktivitas Anda apa lagi selain menulis?
Untuk menunjang kebutuhan hidup saya jadi
tenaga pengajar di akademi kesehatan. Saya
membimbing praktikum dan mengurus laboratorium kimia. Mereka kadang menyita waktu
dan pikiran. Jadi waktu liburan benar-benar saya
tunggu. Begitulah hidup...
Pertanyaan terakhir : Kapan menikah nih?
Untuk yang terakhir ini jawaban saya jelas
tidak tahu.
perca.blogspot.com
1.
Tulislah gagasan pokok tiap paragraf teks
wawancara di atas!
2.
Simpulkanlah pikiran, pendapat, dan gagasan narasumber yang disampaikan dalam
wawancara di atas!
3.
Tulislah kata sapaan yang terdapat dalam
teks wawancara di atas!
4.
Narasikanlah teks wawancara di atas dengan memerhatikan cara penulisan kalimat
langsung dan tak langsung!
5.
Jadikanlah kalimat-kalimat langsung berikut
ini menjadi penggalan cerpen yang enak dibaca dengan memberikan penambahan kata
atau perbaikan kata seperlunya!
“Jadi, kamu lagi-lagi tidak bisa menikmati
datangnya fajar?”
“Yap!”
“Sungguh sial nasibmu!”
“Tapi, aku selalu bisa menikmati senja!”
“Mencari siapa?” tanya seorang satpam yang
mungkin curiga melihat aku mondar-mandir di
depan kantornya.
“Mencari seorang teman. Apakah Anda mengetahuinya?”
“Siapa namanya dan bagaimana ciri-cirinya?”
“Saya sendiri tak pernah tahu. Tapi dia seorang perempuan, yach seorang perempuan, aku
jelas sekali mengenal suaranya.”
“Perempuan di sini banyak. Anda jangan mainmain!”
“Aku tidak main-main!”
www.yahoo.com
Kompas, 27 Oktober 2005
www.yahoo.com
Bab 7 Kerja Keras
Sebuah kerja keras akan menghasilkan sesuatu yang baik di kemudian hari
Pendahuluan :
Setelah kalian diajak belajar dengan topik tentang “Cita-cita” pada bab VI, kini pada bab VII
kalian akan diajak mendalami topik yang mensyaratkan tercapainya cita-cita, yakni kerja keras. Nyaris
semua motivator menegaskan bahwa tak ada sukses yang bisa diraih hanya dalam semalam atau
dengan membalikkan telapak tangan. Kita harus kerja keras mulai hari ini dan setiap hari bila mau
sukses, termasuk sukses dalam meraih cita-cita kita.
Melalui topik kerja keras dalam bab VII, kalian diajak untuk memompa semangat kerja keras itu.
Pertama-tama kalian akan diajak untuk menceriterakan tokoh idola kalian dengan mengungkapkan
identitas dan keunggulan sang tokoh idola tersebut, serta alasan kalian mengidolakannya dengan
pilihan kata yang sesuai. Hal ini membuat kalian mampu mengungkapkan identitas tokoh idolamu,
mampu menentukan keunggulan tokoh idolamu dengan argumen yang tepat, dan mampu
menceriterakan tokoh idolamu dengan pedoman kelengkapan identitas tokoh.
Kedua, kalian diajak untuk menuliskan dengan singkat hal-hal yang penting yang dikemukakan
narasumber dalam wawancara. Dengan demikian kalian akan mampu mendata hal-hal penting dari
narasumber yang diwawancarai dan menuliskannya dengan bahasa yang komunikatif.
Ketiga, terkait dengan hal-hal penting itu, kalian juga diajak untuk dapat menemukan informasi
secara cepat dari tabel/diagram sehingga kalian mampu menyampaikan pertanyaan tentang isi tabel/
diagram dan mampu mengubahnya menjadi narasi.
Keempat, kalian diajak untuk menulis kreatif puisi berkenaan dengan keindahan alam. Dengan
demikian, kalian juga diharapkan bisa menampilkan pilihan kata yang tepat dan rima yang menarik
untuk menyampaikan maksud/ide kalian.
Akhirnya, kalian diajak untuk meningkatkan kemampuan bahasa dalam hal penggunaan partikel
–lah dan –kah dalam kalimat yang tepat.
91
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
MENDENGARKAN
Õ
Lukisan karya
Akiane
7.1 Menuliskan dengan Singkat
Hal-hal Penting yang
Dikemukakan Narasumber
dalam Wawancara
www.yahoo.com
7.1.1
Akiane
Kramarik
Õ
Pada bab sebelumnya kalian telah menyimpulkan pikiran, pendapat, dan gagasan yang
disampaikan narasumber dalam wawancara.
Pada bab ini, kalian harus menuliskan hal-hal
penting yang dikemukakan narasumber dalam
wawancara.
Mendengarkan Teks
Wawancara
Berikut ini kutipan teks wawancara dengan
seorang narasumber cilik, Akiane Kramarik.
Dengarkan dengan saksama teks wawancara
tersebut!
Akiane Kramarik
Menolong Sesama Melalui
Lukisan
Akiane (13 tahun) adalah anak cerdas,
yang memiliki bakat besar di bidang seni. Ia
bisa membuat lukisan sangat indah. Orangorang bahkan rela membeli lukisannya yang
dijual mulai 50.000 dollar AS (sekitar Rp 471
juta) hinggga 1.000.000 dollar AS (sekitar Rp
9,4 miliar).
Akiane sangat terkenal di Amerika Serikat.
Ia sering tampil di berbagai acara televisi.
Hebatnya, Akiane tetap rendah hati. Ia bahkan mendermakan sebagian besar penghasilannya kepada lembaga-lembaga sosial.
Berikut ini petikan wawancaranya:
Sejak kapan kamu mulai menggambar?
Sejak umur 4 tahun. Umur 9 tahun, aku
sudah bisa mengadakan pameran lukisan
tunggal.
www.yahoo.com
lahan yang pernah kubuat. Hmmm... biasanya aku sudah bangun setengah lima pagi.
Nyaman sekali, melukis saat rumah masih
sunyi.
Apa yang biasanya kamu gambar?
Apa saja... manusia, hewan, pemandangan. Tapi aku paling suka melukis wajah
manusia. Menurutku, kita bisa hidup tanpa
melihat pemandangan alam atau hewan.
Tapi, kita tidak bisa hidup dengan gembira
tanpa melihat atau menyentuh wajah manusia
lain. Selain itu, ekspresi pada wajah manusia
membuat kita berpikir dan berimajinasi.
Bagaimana dengan sekolah?
Aku belajar di rumah (homeschooling).
Aku ingin punya lebih banyak waktu untuk
melukis dan keluarga.
Apa tujuan hidupmu?
Menolong orang, terutama anak-anak
yang miskin di Lithuania (negara asal ibunyared). Mereka hidup di dekat gunungan
sampah, dan sangat memerlukan makanan
dan obat-obatan. Aku ingin bisa membangun
rumah sakit untuk mereka.
Siapa yang mengajari kamu?
Aku belajar sendiri. Caranya rajin latihan,
membaca, dan mengamati keadaan sekitar
kita. Aku juga belajar dari kesalahan-kesa-
92
Koran Berani, Selasa, 11 September 2007
Bab 7 Kerja Keras
Contoh imbuhan (afiks):
Setelah kalian mendengarkan kutipan
wawancara tersebut, kerjakan soal berikut ini!
1. Tulislah identitas narasumber yang diwawancarai (nama, usia, asal negara, keahlian)!
2. Tulislah hal-hal penting yang dikemukakan oleh narasumber!
7.1.2
Partikel -lah dan -kah
Cermatilah kutipan berikut ini!
Kutipan 1
Setelah itu, olahan dimasukkan ke dalam
alat pirolisis atau pembakaran selama beberapa saat. Jadilah briket sebagai bahan
bakar yang bentuk dan teksturnya menyerupai
arang.
Kutipan 2
Firman masih penasaran dengan kejadian
yang membuatnya babak belur tempo hari.
Dia berusaha mencari informasi mengapa dia
menjadi korban pengeroyokan itu. Kalau salah
sasaran, mengapa orang-orang yang tak
dikenalnya itu mengucapkan “Pungguk jangan
bermimpi terbang ke bulan?” Apakah ada
hubungannya dengan Alia? Apakah orang tua
Alia tahu dengan hubungan mereka?
Bagian kata yang dicetak tebal pada dua kutipan di atas disebut partikel. Partikel menyerupai imbuhan yang memiliki bentuk khusus yang
mengemban fungsi-fungsi tertentu.
Perbedaan partikel dengan imbuhan (afiks),
adalah partikel tidak mengubah kelas kata yang
diikutinya, sementara afiks dapat mengubah
kelas kata tertentu yang dilekatinya.
Contoh partikel:
•
Minum (kata kerja)
Minum + -lah menjadi minumlah (kata
kerja)
• Minum (kata kerja)
Minum + -an menjadi minuman (kata
benda)
Pada pelajaran ini akan dipelajari dua macam
partikel, yaitu partikel -lah dan -kah. Berikut
uraiannya.
a.
Partikel -lah
Partikel -lah berfungsi sebagai penegas
predikat inti atau keseluruhannya. Dalam kalimat
perintah, partikel -lah berfungsi sebagai penghalus. Berikut contohnya.
(1) Pergilah sekarang sebelum hujan turun!
(2) Bawalah mobil ini ke bengkel besok pagi!
(3) Kalau Anda mau, Anda sendirilah yang
pergi!
Dalam kalimat deklaratif (pernyataan), partikel -lah dipakai untuk memberikan ketegasan
yang sedikit keras. Berikut contohnya.
(1) Dari ceritamu, jelaslah kamu yang salah.
(2) Dialah yang menggugat soal itu.
b. Partikel -kah
Partikel -kah dapat mengubah kalimat
deklaratif menjadi kalimat interogatif (pertanyaan). Berikut contohnya.
(1) Diakah yang akan datang?
(Dia yang akan datang.)
(2) Hari inikah pekerjaan itu harus selesai?
(Hari ini pekerjaan itu harus selesai.)
Pemakaian partikel -kah bila dilekatkan pada
kata tanya dapat menjadikan kalimat tanya lebih
formal dan sedikit lebih halus. Berikut contohnya.
(1) Apakah ayahmu sudah datang?
(Apa ayahmu sudah datang?)
(2) Ke manakah anak-anak pergi?
(Ke mana anak-anak pergi?)
Jika dalam kalimat tidak ada kata tanya tetapi
intonasinya adalah intonasi interogatif, partikel
-kah akan memperjelas kalimat itu sebagai
kalimat interogatif. Berikut contohnya.
93
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
(1) Akan datangkah dia nanti malam?
(Akan datang dia nanti malam?)
(2) Haruskah aku yang mulai dahulu?
(Harus aku yang mulai dahulu?)
Pada pelajaran ini akan disajikan salah satu
tokoh dalam bidang olahraga. Selain itu, kalian
juga akan mempelajari partikel -lah dan -kah.
7.2.1
Mencermati Tokoh Idola
Berikut ini disajikan contoh wacana seorang
tokoh olahraga bola voli yang bisa menjadi tokoh
idola kalian. Cermatilah mengapa ia diidolakan!
1. Cermatilah kutipan berikut ini!
Andika hanya terdiam menerima
bungkusan itu. “Ambilah, aku tahu kau memerlukannya,” kata Hamdan. Andika tidak tahu
harus mengatakan apa. “Mungkinkah Hamdan
mempunyai maksud tertentu?” pikir Andika
dalam hati.
Analisislah penggunaan partikel -lah dan
-kah pada kutipan di atas! Apa fungsi partikel tersebut?
2. Untuk lebih memahami partikel -lah
dan -kah, tambahkan partikel -lah, atau
-kah, yang sesuai dengan isi serta
fungsi kalimat berikut ini!
a. Benar ia akan datang hari ini?
b. Ikut kalau engkau mau!
c. Hari ini pekerjaan itu harus selesai.
d. Di mana pekerjaan siswa itu dapat disimpan?
e. Segera kamu pulang, ibumu sudah
menanti!
3. Carilah beberapa artikel dari surat
kabar, kemudian daftarlah kata-kata
yang menggunakan partikel -lah dan
-kah dan gunakan dalam kalimat baru!
BERBICARA
7.2 Menceritakan Tokoh Idola
Kalian tentu mempunyai seorang tokoh yang
kalian idolakan. Tokoh idola tersebut menjadi
figur bagi hidup kalian dalam mencita-citakan
sesuatu. Tokoh idola tersebut bisa berasal dari
keluarga, teman, atau orang terkenal. Misalnya,
aktor atau aktris film, teman kalian yang menjuarai
olimpiade fisika se-Indonesia, ayah kalian yang
berprofesi sebagai pelukis, dan lain-lain.
94
Puspita Dewirani Tak Ingin
Tinggalkan Kuliah
Dalam usia 19 tahun, Puspita Dewirani
sudah dipercaya oleh Pelatih An Zhenghua
untuk menjalankan peran sentral sebagai seorang setter. Setter atau pengumpan memegang peranan penting dalam sebuah tim
bola voli karena akan menentukan pola
serangan timnya untuk memberi bola umpan
untuk dimanfaatkan rekan-rekan seniornya.
Meski demikian, atlet cantik yang biasa disapa
dengan nama Pita ini tidak mempunyai target pribadi di SEA Games Filipina 2005 nanti.
Walaupun awalnya enggan diajak berbicara
banyak mengenai dirinya, gadis manis ini
akhirnya mau juga bercerita mengenai voli
dan cita-citanya seusai latihan pagi di
Padepokan Bola Voli Sentul, Bogor, Jawa
Barat, Rabu (26/10).
“Target saya adalah target tim, bisa meraih
medali,” kata Pita, yang bulan Mei lalu turut
mengantarkan klubnya, Jakarta 46 BNI menjuarai Proliga 2005.
Turunnya Pita di Filipina nanti menjadi keikutsertaan kedua atlet kelahiran Semarang
6 April 1986, ini di ajang SEA Games. Sebelumnya, pada SEA Games Vietnam 2003,
Pita juga menjadi salah satu dari sembilan atlet
yunior yang dipilih Pelatih Machfud Irsyada.
Sayang, dua tahun lalu, medali gagal
diraih tim putri. Untuk SEA Games 2005 itu,
peluang Indonesia untuk meraih medali emas
dikatakan Pita sebenarnya juga berat. “Ada
Thailand dan Vietnam yang lebih bagus dibandingkan kita. Mereka, terutama Thailand
adalah pemain-pemain berpengalaman
karena banyak mengikuti kejuaraan di negaranya,” tutur Pita dengan logat Jawa yang
kental.
Bab 7 Kerja Keras
ruskan kuliah dulu. Kalau mulai Proliga, baru
saya main lagi,” ujar Pita. (IYA/WAS)
www.google.com
Kompas, 27 Oktober 2005
Puspita Dewirani menyeimbangkan antara
pendidikan dan hobinya
Meski emas sulit didapat, Pita meyakini,
dia dan rekan-rekannya masih bisa meraih
medali perunggu asalkan mampu bersaing
dengan tuan rumah Filipina. Apalagi, pola
latihan yang diberikan pelatih asal China, An
Zhenghua, cukup keras.
Pada latihan kemarin, contohnya, pemain
yang melakukan kesalahan akan diberikan
sanksi, salah satunya dengan melakukan
backroll (berguling ke arah belakang). Bukan
hanya lelah, hal ini tak jarang membuat pemain jenuh. Namun, hal ini disadari Pita telah
menjadi risiko profesinya sebagai atlet demi
meraih medali di Filipina. Meski telah tiga
tahun belakangan ini membela klub Jakarta
46 BNI dan dalam dua SEA Games terakhir
terpilih menjadi anggota tim, Pita tidak ingin
sepenuhnya menggantungkan hidup dari
olahraga yang digelutinya sejak kelas V SD
ini. Saat tak ada kejuaraan, Pita memilih pulang ke Semarang untuk menjalani kuliahnya.
Kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
STIKubank Semarang, Pita tercatat sebagai
mahasiswa semester III. Meski untuk pertama
kalinya harus mengambil cuti karena harus
mengikuti pelatnas SEA Games, Pita sadar
betul bahwa pendidikan menjadi hal yang
juga penting selain dunia voli yang kini
digelutinya.
Apalagi, di Tanah Air ini, masa depan seorang atlet tidaklah begitu jelas. “Iya, saya
tidak mau terlalu lama meninggalkan kuliah.
Setelah SEA Games nanti, saya akan mene-
Wacana tersebut menceritakan seorang
tokoh olahraga bola voli. Setelah membaca, apakah kalian juga mengidolakannya? Sekarang
cermatilah!
a.
Identitas tokoh tersebut,
b.
Prestasi-prestasinya, dan
c.
Alasan kalian turut mengidolakan tokoh
tersebut.
PROFIL TOKOH IDOLA
Nama Lengkap
: ...............
Nama Panggilan
: ...............
Tempat, tanggal lahir
: ...............
Pekerjaan
: ...............
Alamat
: ...............
Pendidikan
: ...............
Prestasi
: ...............
Alasan mengidolakannya
: ...............
1. Carilah tokoh lain yang kalian idolakan!
2. Identifikasikan dengan lengkap riwayat
hidup tokoh idola kalian itu dengan
menggunakan contoh format seperti di
atas
3. Ceritakan di depan kelas!
7.2.2
Mengidentifikasi dan
Menceritakan Profil Tokoh
Idola
Ketika kalian memiliki tokoh idola, tentunya
berbagai informasi tentang tokoh idola itu diketahui dengan lengkap. Berbagai identitas tokoh
idola, seperti nama lengkap, tempat dan tanggal
kelahiran, hobi, tempat tinggal, nama panggilan
prestasi yang diraih, dan identitas lainnya kalian
ketahui.
Kalian dapat menuliskan informasi tentang
tokoh idola dalam kartu berikut ini.
95
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
PROFIL TOKOH IDOLA
Nama Lengkap
: ...............
Nama Keluarga
: ...............
Nama Kesayangan : ...............
Tempat Lahir
: ...............
Tanggal Lahir
: ...............
Pekerjaan
: ...............
Alamat
: ...............
Pendidikan
: ...............
Prestasi
: ...............
Keterangan Lain
: ...............
1. Bentuklah kelompok beranggotakan 5
orang!
2. Buatlah satu kliping yang berisi 5 tokoh
idola! Ketentuan kliping sebagai berikut.
a. Tulislah kartu-kartu Profil Tokoh Idola
kelima tokoh idola tersebut!
b. Cari dan tempelkan informasi-informasi
lain tentang tokoh idola tersebut di
kabar, majalah, atau internet!
c. Tulislah tanggapan kelompok terhadap
tokoh-tokoh idola tersebut (prestasi,
keunggulan, keteladanan, kekurangan, dll)!
3. Setiap anggota kelompok wajib menceritakan salah satu tokoh di depan kelas!
MEMBACA
7.3 Menemukan Informasi
Secara Cepat dari Tabel/
Diagram yang Dibaca
Pada pelajaran ini kalian akan memelajari
cara membaca tabel, grafik, dan diagram. Membaca tabel, grafik, dan diagram berbeda dengan
membaca teks biasa. Berikut uraiannya.
96
7.3.1 Membaca Tabel
Tabel adalah daftar yang berisi ikhtisar sejumlah (besar) data informasi, biasanya berupa
kata-kata dan bilangan yang tersusun secara
bersistem, urut ke bawah dalam lajur dan deret
tertentu dengan garis pembatas sehingga dapat
dengan mudah dibaca. Membaca tabel tergolong
membaca cepat, sebab dengan tabel kita
dengan cepat mengetahui jumlah sesuatu.
Dalam membaca tabel mata kita bergerak secara
vertikal (dari atas ke bawah atau sebaliknya).
Bacalah tabel GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI
INDONESIA halaman 97!
Dari tabel itu kalian akan mendapat banyak
informasi dan dapat menjawab beberapa
pertanyaan dengan cepat. Contoh:
Pertanyaan : Kapan dan di mana terjadi
gempa berkekuatan 9,0 pada
skala richter?
Jawaban
: 26 Desember 2004, di NAD
dan Sumatra Utara.
Tabel GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI INDONESIA dapat diubah menjadi bentuk cerita berikut
ini.
Di Indonesia sering terjadi gempa. Menurut
informasi yang diperoleh dari Kompas, pada
tahun 1969, di Pantai barat Sulawesi pernah
terjadi gempa yang menewaskan 64 orang dan
mengakibatkan 97 orang luka-luka. Selang 8
tahun kemudian, 19 Agustus 1977, terjadi lagi
gempa di Sumba yang menewaskan 150
orang. Tahun 1992 pada bulan Desember, gempa berkekuatan 7,5 pada skala Richter terjadi
di Flores dan menewaskan 1.000 orang.
Beberapa gempa lain terjadi di Banyuwangi
pada tahun1994, Pulau Biak tahun 1988 dan
Kabupaten Simeulue pada bulan November
2002. Gempa berkekuatan terbesar terjadi
tahun lalu, tepatnya 26 Desember 2004. Gempa tersebut meluluhlantakkan Nanggroe Aceh
Darussalam dan sebagian Sumatra Utara.
Kekuatan gempa mencapai 9,0 pada skala
Richter. Menurut informasi hingga 1 Januari
2005, diperkirakan korban tewas mencapai 150
ribu orang.
Bab 7 Kerja Keras
GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI INDONESIA
Tanggal
Lokasi
Korban Jiwa
Kekuatan Gempa
23 Februari 1969
Pantai barat Sulawesi
-
64 tewas, 97 luka-luka
19 Agustus 1977
Sumba
-
150 tewas
12 Desember 1992
Pulau Flores
7,5 (skala Richter)
1.000 tewas
2 Juni 1994
Banyuwangi, Jatim
7,2 (skala Richter)
238 tewas, 400 luka-luka
17 Februari 1988
Pulau Biak, Irian Jaya
8,2 (skala Richter)
100 luka parah
3 November 2002
Kab. Simeulue, NAD
5,3 (skala Richter)
7.743 jiwa mengungsi
26 Desember 2004
NAD dan Sumut
9,0 (skala Richter)
hingga 1 Januari 2005 korban tewas
diperkirakan 150 ribu orang
Kompas, 30 Desember 2004 dan 3 Januari 2005
7.3.2 Membaca Grafik
Grafik adalah lukisan pasang surut suatu keadaan dengan garis atau gambar (tentang turun
naiknya hasil, statistik, dan sebagainya). Berikut
ini disajikan grafik garis. Grafik garis merupakan
tipe grafik yang biasa dan sederhana. Membaca
grafik juga termasuk membaca cepat, kalau
membaca tabel gerak mata kita vertikal, pada
membaca grafik mata kita bergerak secara
horisontal (dari kiri ke kanan) mengikuti arah
garis. Amatilah sejenak grafik garis di bawah ini,
kemudian cobalah membacakannya!
Pada bulan Juli, sepeda terjual sebanyak
25 unit. Pada bulan Agustus penjualan naik
menjadi 50 unit. Penjualan kembali naik pada
bulan September yaitu, 100 unit. Pada bulan
Oktober penjualan bertahan pada 100 unit.
Pada bulan November ada kenaikan penjualan
menjadi 125 unit. Dan, pada bulan Desember
penjualan naik sampai 175 unit sepeda. Kemungkinan kenaikan penjualan bulan Desember berkaitan dengan banyaknya orang yang
ingin memberi hadiah berupa sepeda.
Grafik: Jumlah sepeda yang terjual
200
7.3.3 Membaca Diagram
175
Diagram adalah gambaran (sketsa) untuk
memperlihatkan atau menerangkan sesuatu. Jika
membaca tabel mata bergerak vertikal, membaca grafik mata bergerak horisontal, untuk membaca diagram seperti contoh diagram siklus air,
mata kalian bergerak seperti spiral. Artinya, mata
kalian mencari keterangan yang paling kecil
sampai yang paling besar dan mengikuti petunjuk
arah panah.
150
125
100
75
50
25
0
Juli
Agt
Sept
Okt
Nov
Des
Grafik tersebut adalah grafik penjualan
sepeda di sebuah toko sepeda yang baru dibuka
pada bulan Juli. Grafik garis itu menunjukkan
catatan penjualan dari enam bulan pertama
usaha tersebut. Berikut ini adalah cara pembacaan informasi grafik yang dituangkan dalam
bentuk cerita.
Berikut ini adalah contoh diagram sederhana tentang siklus air. Amatilah sejenak dan cobalah membacakannya!
97
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Data Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah
4
3
Kabupaten
(Ibu kota)
Luas
(km 2 )
Barito Selatan
(Buntok)
12.664
157.118
12
Barito Utara
(Muarateweh)
32.000
141.246
4
Kapuas
(Kuala Kapuas)
34.800
442.141
13
Kotawaringin
Barat
(Pangkalanbun)
21.000
159.251
8
Kota waringin
Timur
(Sampit)
50.700
366.385
7
Berikut ini bentuk cerita dari diagram di atas.
Kota madya
Palangkaraya
2.400
110.969
46
1.
Air dari lautan, sungai, darat menguap menjadi uap air karena sinar matahari.
Prov. Kalimantan
Tengah
(Palangkaraya)
153.564
1.377.110
9
2.
Uap air terkumpul di atas dan menjadi awan.
3.
Uap air dalam awan semakin beku di atas
kemudian menjadi air hujan.
Air hujan diserap ke dalam tanah dan menjadi air tanah.
2
5
1
6
Diagram: Siklus air
4.
5.
Air tanah keluar sebagai mata air masuk ke
sungai, laut.
6.
Kembali ke proses pertama.
Penduduk Kepadatan
1989
pdk/km 2
Depdikbud. 1994/1995. Ensiklopedi
Indonesia seri Geografi
MENULIS
7.4 Menulis Kreatif Puisi
Berkenaan dengan
Keindahan Alam
1. Buatlah lima pertanyaan beserta jawabannya berdasarkan grafik halaman 97!
2. Buatlah lima pertanyaan beserta jawabannya berdasarkan diagram halaman 98!
3. Informasi apa yang kalian dapat berdasarkan grafik dan diagram tersebut!
4. Cermatilah tabel berikut ini dan jawablah
pertanyaannya!
a. Buatlah lima pertanyaan berdasarkan
tabel Data Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah!
b. Jelaskan dalam bentuk cerita isi tabel
Data Wilayah Provinsi Kalimantan
Tengah!
98
Banyak hal yang dapat kalian tulis menjadi
sebuah puisi. Misalnya, melihat matahari terbenam. Keindahan matahari terbenam yang kalian lihat itu dapat dituangkan dalam bentuk puisi.
Untuk menulis sebuah puisi, kalian dituntut
untuk peka terhadap setiap peristiwa atau fenomena yang bisa dituangkan ke dalam bentuk
puisi. Kepekaan seperti itulah yang membedakan
antara seorang penyair dengan orang kebanyakan atau orang awam.
Sebelum kalian menulis puisi, cermatilah
puisi berikut ini!
Catatan Akhir T
ahun
Tahun
Mungkin musim memang
akan selalu berganti
Hari-hari terus bertukar seiring
dengan waktu
Dan telah akan berganti
dengan lelah yang lain
Bab 7 Kerja Keras
Tapi matahari akan tetap sama seperti dulu
Daun-daun tetap hadir dan gugur
Dan angin tetap berhembus dengan
sejuta bisik gaibnya
Yang sampai detik ini belum
juga siapa pun dapat mengartikannya
4.
Selanjutnya kalian dapat menghilangkan
kata-kata atau baris yang dianggap tidak
perlu.
5.
Sebagai langkah terakhir, kalian dapat mengganti kata-kata yang ada dengan kata-kata
yang lebih tepat.
Perhatikan contoh berikut mengenai langkah-langkah membuat sebuah puisi tentang
kangkung!
Kita hanyut dalam penyesalan
atau kepuasan
Atau kita hanyut dalam keduanya
1.
Kuharap cinta rasanya
sama seperti dulu
Agar rasa hati tetap hangat setiap waktu
Debu-debu dan lumut kering telah selesai
dibersihkan
Dan kata-kata yang ditulis
di buku harian kita sudah resmi menjadi kenangan
Dodi Gunawan
Puisi tersebut berbeda dengan puisi lama
(pantun) yang telah kalian pelajari pada bab 2.
Berikut ini tabel yang berisi perbedaan antara
pantun dengan puisi modern. Salinlah tabel tersebut di Buku Kerjamu, kemudian coba kalian
teruskan nomor 3, 4, 5. Jika kalian menemui kesulitan diskusikan pada teman atau guru kalian!
No.
PANTUN/PUISI
LAMA
PUISI MODERN
1 Terikat jumlah baitnya
Jumlah bait bebas
2 Terikat jumlah barisnya Jumlah baris bebas
3
................................. ...................................
dst. .................................
Langkah pertama
Kangkung
Kangkung bukan nama asing, tak banyak
orang yang serius membudidayakan tanaman
ini. Padahal, kandungan gizinya pun tak
sedikit.
Tanaman kangkung merupakan salah
satu jenis tanaman sayuran yang luput dari
perhatian kita. Di antara kita, mungkin tidak
mengenal seperti apa wujud tanaman kangkung itu. Padahal, kangkung tumbuh liar, adanya di kolam-kolam, rawa, sawah, di atas timbunan-timbunan sampah, atau di lereng-lereng
yang sulit ditanami oleh tanaman lain, juga di
tegalan. Kalaupun diusahakan tampaknya tidak ditangani secara serius.
Kangkung tumbuh menjalar dan percabangannya banyak. Akarnya tunggang dan
cabang-cabang menyebar ke pelbagai penjuru.
Tangkai daun melekat pada buku-buku batang.
Bentuk daunnya seperti jantung hati dengan
bunga mirip terompet. Bentuk buahnya bulat
telur yang di dalamnya berisi tiga butir biji.
Bentuk biji bersegi-segi agak bulat dan berwarna cokelat atau kehitam-hitaman.
...................................
.
Kalian mungkin kesulitan membuat puisi.
Membuat puisi tidak begitu sulit, caranya antara
lain sebagai berikut.
1.
Mula-mula kalian dapat membuat karangan
biasa tentang apa saja. Terlebih dahulu tentukan topik dan tujuan.
2.
Setiap kalimat yang panjang dalam karangan
dipenggal menjadi 2 atau 3 bagian tergantung panjang pendeknya kalimat. Kalimat
pendek tidak perlu dipenggal.
3.
Penggalan-penggalan kalimat lalu diurutkan ke bawah menyerupai bentuk puisi.
www.kompas.com
99
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
2.
Langkah kedua dan ketiga
Kangkung
Kangkung bukan nama asing, tak banyak
orang yang serius membudidayakan tanaman
ini.
Padahal, kandungan gizinya pun tak sedikit.
Tanaman kangkung merupakan salah satu
jenis
Buahnya bulat telur, berisi tiga butir biji.
Biji bersegi-segi agak bulat, cokelat kehitaman.
Dengan mencermati contoh di atas, kalian
dapat dengan mudah membuat puisi. Ada hal
lain yang perlu kalian perhatikan dalam menulis
puisi, yaitu menampilkan pilihan kata yang tepat
dan menarik.
tanaman sayuran yang luput dari perhatian
kita.
Di antara kita, mungkin tidak mengenal seperti
apa wujud tanaman kangkung itu.
Padahal, kangkung tumbuh liar seadanya di
kolam-kolam, rawa, sawah,
di atas timbunan-timbunan, bekas sampah,
atau di lereng-lereng yang sulit ditanami oleh
tanaman lain.
1. Buatlah karangan singkat tentang apa
saja (tema bebas)!
Juga di tegalan.
2. Dari karangan kalian itu buatlah puisi!
Tampilkan pula pilihan kata yang menarik
dalam puisi yang kalian buat itu!
Kalaupun diusahakan, tampaknya tidak ditangani secara serius.
Kangkung tumbuh menjalar dan percabangannya banyak.
Akarnya tunggang dan cabang-cabang menyebar ke pelbagai penjuru.
Tangkai daun melekat pada buku-buku batang.
Bentuk daunnya seperti jantung hati dengan
bunga mirip terompet.
Bentuk buahnya bulat telur yang di dalamnya
berisi tiga butir biji.
Bentuk biji bersegi-segi agak bulat dan berwarna cokelat atau kehitam-hitaman.
3.
3. Tukarkan pekerjaan kalian dengan pekerjaan teman sebangku untuk diperiksa
dan dikomentari!
4. Perbaiki puisi kalian berdasarkan komentar teman kalian!
5. Tempelkan puisi yang kalian buat pada
karton manila atau kertas lebar lainnya
dan pajanglah di dinding kelas agar teman-teman dari kelas lain dapat membaca puisi karya kalian. Jangan lupa tuliskan nama di kanan bawah puisi kalian!
Langkah keempat dan kelima
Kangkung
Bukan nama asing,
orang tidak membudidayakan
gizinya pun tak sedikit.
Tanaman yang luput dari perhatian kita.
Kita, mungkin tidak mengenal wujudnya
tumbuh liar,
adanya di kolam-kolam, rawa, sawah,
di atas timbunan-timbunan sampah,
atau di lereng-lereng.
Juga tegalan.
Tampaknya tidak ditangani secara serius.
Tumbuh menjalar dan cabangan banyak.
Akarnya tunggang dan cabang-cabang
menyebar ke pelbagai penjuru.
Daunnya seperti jantung hati
Bunga mirip terompet.
100
1. Bentuklah kelompok beranggotakan
4 orang!
2. Buatlah puisi bertemakan pemandangan alam.
3. Bawakan puisi kalian di depan kelas
dan mintalah pendapat dari temanteman kalian.
Bab 7 Kerja Keras
1.
2.
Tokoh idola adalah figur yang dijadikan acuan hidup seseorang dalam mencita-citakan
sesuatu. Tokoh idola bisa berasal dari keluarga, teman, atau orang terkenal di dunia film,
seniman, olahragawan, dan sebagainya.
(b) kalimat yang panjang dipenggal menjadi
2 atau 3, kecuali kalimat pendek,
Tabel adalah daftar yang berisi ikhtisar
sejumlah (besar) data/informasi, biasanya
merupakan kata-kata dan bilangan yang tersusun secara sistematis, urut ke bawah
dalam lajur dan deret tertentu dengan garis
pembatas sehingga dapat dengan mudah
dibaca.
(d) kata-kata ataupun baris yang tidak perlu
dibuang, dan
3.
Grafik adalah lukisan pasang surut suatu keadaan dengan garis atau gambar tentang
turun naiknya hasil, statistik, dan sebagainya.
4.
Diagram adalah gambaran (sketsa) untuk
memperlihatkan/menerangkan sesuatu.
Untuk membaca diagram seperti diagram
siklus air. Mata bergerak seperti spiral
(mencari keterangan yang paling kecil
sampai paling besar dan mengikuti petunjuk
arah panah).
5.
Langkah-langkah pembuatan puisi:
(a) buatlah karangan biasa dengan
menentukan topik dan tujuannya,
(c) penggalan-penggalan kalimat diurutkan
ke bawah sehingga menyerupai bentuk
puisi,
(e) mengganti kata-kata dengan kata-kata
yang lebih sehat dan tepat.
6.
Partikel adalah sejenis imbuhan yang
memiliki bentuk khusus yang mengembangkan fungsi-fungsi tertentu. Bedanya, partikel
tidak dapat mengubah kelas kata yang diikutinya, sementara afiks dapat mengubah
kelas kata tertentu yang dilekatinya.
7.
Partikel –lah berfungsi sebagai penegas
predikat inti / keseluruhannya. Partikel -lah
dalam kalimat perintah sebagai penghalus,
sedangkan dalam kalimat deklaratif berfungsi sebagai penegasan yang lebih keras.
8.
Partikel –kah dapat mengubah kalimat
deklaratif menjadi kalimat interogatif, bila
dilekatkan pada kalimat tanya dapat menjadi
kalimat tanya yang lebih formal dan sedikit
lebih halus.
Pentas Seni (Pensi)
3. Siapkan jalur evakuasi dan kendaraannya,
terutama untuk artis, panitia, dan penonton.
Pentas seni (Pensi) tidak dapat dipisahkan dari
agenda kegiatan siswa SMP dan SMA karena acara
ini menjadi ajang adu kreatif yang positif. Namun,
acara pensi juga bukan tidak berisiko. Berikut ini
tips untuk yang mau mengadakan pensi.
5. Prioritaskan pengamanan internal di backstage
dan pintu masuk, misalnya pakai baju panitia
yang jelas.
1. Perkirakan ancaman, kalian harus memperkirakan bentuk gangguan yang akan terjadi. Dari
sini, kalian bisa tentukan pengamanannya, baik
itu sebelum maupun sesudah acara.
2. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan:
pilihan artis, tempat (di sekolah atau di luar
sekolah), jenis penonton (ada guru atau tidak),
penyebaran pamflet.
6. Sering-sering diumumin ke penonton untuk
hati-hati saat membawa handphone dan
dompet.
7. Minta bantuan Polri.
8. Kalau udah semua, stay cool saja and enjoy your
pensi !!!
Kompas Cyber Media, 16 Maret 2007 dengan
perubahan
101
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling
tepat!
1.
a. Christine Hakim merasa bangga karena
telah terpilih menjadi duta Nasional
UNICEF.
Bacalah kutipan wawancara berikut ini untuk
menjawab soal 1 dan 2!
b. Tugas utama Christine Hakim sebagai
Duta Nasional UNICEF adalah memperjuangkan kepentingan anak-anak Indonesia.
RD: Bagaimana rasanya terpilih sebagai Duta
Nasional UNICEF?
Christine: Wah, seperti mendapat sebuah
tepukan di pundak dari seorang sahabat untuk
meyakinkan saya bahwa selama ini saya melakukan sesuatu yang benar.
c. Christine Hakim baru beberapa tahun belakangan ini tertarik dunia pendidikan.
d. Christine Hakim sudah main film tahun
1970-an dalam Si Doel Anak Modern.
RD: Meskipun tidak ada hubungannya dengan
dunia film?
Christine: Ya. Dan itu terasa lebih membanggakan. Sebagai orang film, saya mendapat
kepercayaan karena concern saya kepada hal
lain, dunia pendidikan. Lima bulan yang lalu
Steve Allen (perwakilan Unicef untuk Indonesia) menelepon dan meminta saya menjadi
Duta UNICEF untuk Indonesia. Bulan Agustus,
surat pengangkatan saya ditandatangani
UNICEF pusat, dan saya resmi menjadi Duta
Nasional UNICEF untuk Indonesia dengan
tugas utama memperjuangkan kepentingan
anak-anak Indonesia.
2.
b. Sejak kapan Christine Hakim tertarik
pada dunia pendidikan?
c. Siapakah nama wakil UNICEF untuk Indonesia?
d. Mengapa Christine Hakim tidak langsung
menerima tugas sebagai Duta Nasional
UNICEF?
3.
RD: Sejak kapan seorang Christine Hakim
tertarik dengan dunia pendidikan?
Christine: Awalnya bukan dunia pendidikan
secara khusus. Waktu main di film Si Doel
Anak Modern, pertengahan 1970-an, saya
mulai menangkap beragam permasalahan
yang ada di masyarakat yang diwakilkan tokoh
Si Doel. Bayangkan, dia anak Betawi yang
harus beradaptasi dengan kehidupan modern
termasuk gaya bicara dan pergaulan seharihari. Itu kan sulit. Makin lama lokasi syuting
film-film yang saya bintangi makin bervariasi,
dan saya makin tahu wajah Indonesia yang
sebenarnya. Termasuk dunia pendidikan yang
berantakan.
102
Kalimat tanya berikut ini jawaban yang tidak
terdapat dalam wawancara adalah ...
a. Bagaimanakah perasaan Christine Hakim
mendapat tugas sebagai Duta Nasional
UNICEF?
RD: Kalau dipikir-pikir, loncatan Anda cukup
jauh, ya?
Christine: Hmmm... saya rasa bukan saja
yang meloncat dari satu interest ke interest
lainnya. Kalau memang bisa dijalani dengan
serius, kenapa tidak?
Penyataan berikut ini yang tidak diungkapkan narasumber adalah ...
Marie dan Pierre memesan bertonton pitchblende dari tambang di Austria untuk dikirim ke
Paris. Mereka bekerja nonstop dalam kamar
lembab, tak berpemanas, mencoba memisahkan
jumlah kecil materi radioaktif yang tak dikenal.
Setelah beberapa tahun bekerja, mereka
berhenti dengan setitik elemen radioaktif tinggi,
yang mereka na-makan radium. Mereka
menerima hadiah Nobel untuk karya ini.
Kalimat yang menyatakan keunggulan prestasi adalah ... .
a. kalimat 1
b. kalimat 2
c. kalimat 3
d. kalimat 4
4.
Kalimat di bawah ini menyatakan keunggulan Marie Curie sebagai idola ...
Bab 7 Kerja Keras
a. Marie Curie lahir di Warsawa, Polandia.
8.
b. Marie Curie menghabiskan seluruh hidupnya untuk mempelajari substansi
radioaktif.
5.
Data siswa SLTP Nusantara yang mengalami penambahan jumlah paling banyak
terdapat pada kelas … .
a. II, bulan Agustus
c. Marie Curie berusia 11 tahun ketika ibunya meninggal.
b. I, bulan Januari
d. Marie Curie menderita selama hidupnya
karena radiasi yang membakar kulitnya.
d. I, bulan Februari
Kalimat di bawah ini yang menggunakan
partikel dengan benar adalah ...
c. II, bulan Oktober
9.
Cermatilah kutipan puisi berikut ini!
Hamparan hijau nan indah
Membawa nuansa kesejukan
Mendingin hati sang pemandang
Menyegarkan insan kehausan
a. Pantaslah dia yang berbicara mewakili
kita semua?
b. Pantaskah dia yang berbicara mewakili
kita semua?
Kutipan puisi tersebut menggambarkan ... .
c. Pantastah dia yang berbicara mewakili
kita semua?
a. kecintaan pada tanah air
d. Pantas pun dia yang berbicara mewakili
kita semua?
c. kerinduan pada seseorang
(Baca dan cermatilah tabel berikut ini
untuk menjawab soal nomor 8-10!)
b. keindahan alam
d. kecintaan pada kekasih
10. Cermatilah kutipan puisi berikut ini!
Hidup seperti mimpi
Laku lakon di layar berkelar
Aku pemimpi lagi penari
Sadar siuman bertukar-tukar
Data Siswa SMP Nusantara Tahun 2004-2005
Kls Juli Ags Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun
I1
48 46 46 46 45 44 47 47 47 47 47 47
I2
48 48 47 47 47 47 47 48 48 48 48 48
Puisi tersebut menggambarkan suasana ... .
a. optimisme dan ketidakpastian
II1 47 46 46 46 44 44 44 44 44 44 44 44
b. kegembiraan dan keceriaan
II2 48 48 47 47 46 45 45 45 45 45 45 45
c. gundah gulana dan gelisah
d. serba ketidakpastian
III1 41 41 41 41 41 41 41 41 41 41 41 41
III2 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
6.
Data siswa kelas I, yang mengalami penurunan jumlah, terdapat pada bulan … .
a. Juli, Agustus, September
b. Januari, Februari, Maret
c. Desember, Januari, Februari
d. Agustus, November, Desember
7.
Data siswa di atas yang tidak pernah mengalami penurunan dan penambahan jumlah terdapat pada kelas ... .
a. I
b. II 1
c. II 2
d. III
B. Kerjakan soal-soal berikut dengan tepat!
1.
Tulislah hal-hal penting yang terdapat dalam
wawancara berikut ini!
Wawancara dengan Dagobert
‘DAGO’ Böhm
Dagobert Böhm adalah pimpinan perusahaan rekaman Ozella Music yang juga
menjadi leader kelompok Acoustic Unit dan
String Unit. Berikut ini petikan wawancara
yang kami lakukan:
WartaJazz: Bisa diceritakan sedikit tentang latar belakang Anda?
Dago : Saya lahir di Mannheim, Jerman tahun 1959. Dibesarkan di Freiburg dan sekarang
saya tinggal di suatu tempat di Countryside.
Saya belajar sedikit tune pertama kali menggu-
103
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
nakan gitar klasik lewat ibu saya pada usia 9
tahun. Setelah beberapa waktu bermain menggunakan elektrik, saya menemukan bahwa
Acoustic Steelstring Guitar adalah instrumen
(yang cocok) buat saya.
WJ : Dari tiga album yang Anda kirimkan, Dago, String dan Acoustic Unit. Apa
sih perbedaannya?
Dago : Acoustic Unit merupakan proyek
utama saya selama beberapa tahun. Sebuah
kelompok kolaborasi musisi dua negara
Hungaria/Jerman bersama Tony Lakatos (soprano sax), Kornél Horvath(percussion) dan
Béla Lattmann(Bass). Merupakan sebuah kenikmatan tersendiri bermain dengan musisimusisi top ini. Bersama kelompok ini kami
memiliki semacam Acoustic-World-Jazz
sound, dengan soprano sax dan exotic percussion.
WJ: Kapan pertama kalinya Anda memutuskan untuk memainkan jazz?
Dago : Pada awalnya saya banyak terpengaruh oleh penyanyi dan penulis lagu seperti
Dylan, James Taylor, Crosby Stills Nash &
Young, dan seterusnya. Dan saya teringat saat
mendengar suara frettless bass Jaco Pastorius’
pertama kali pada nomor Joni
Mitchell “Don Juan’s reckless daughter” album dan buat saya ini benar-benar seperti
magis. Dari sinilah saya menemukan jalan ke
musik jazz. Saya tak menyebut diri saya
sebagai Jazz Player. Saya banyak bermain
dengan berbagai musisi jazz dan musik saya
memiliki banyak elemen jazz, improvisasi merupakan hal yang penting, tetapi komposisikomposisi saya tidak tipikal jazz. Harmoni dan
style-nya berbeda. Jika Anda melihat Jazz
sebagai seni yang terbuka, hal ini tak jadi masalah. Musik saya kadang-kadang disebut
Ambient Jazz, atau World Jazz.
Dalam jangka waktu yang singkat kami bermain sebagai quintet dengan tambahan Zoltán
Lantos yang memainkan 5-string Violin.
Namun kemudian belakangan kami menciptakan Trio baru dengan violin, guitar dan Markus Reuter, memainkan guitar dengan teknik
touch/tapping (dengan range bunyi dari grand
piano, sehingga Anda memiliki suara guitar
dan bass dalam satu instrumen).
Bersama “String Unit”, tanpa drum atau percussion, kami bermain lebih banyak “spacy”,
the music breethes, kami menyukai memainkan nomor-nomor slow dengan penambahan
tune “ambient guitar loops”.
WJ : Apakah Anda juga terpengaruh
oleh musisi lain? Jika ya siapa?
Album baru saya bertitel “sounds for a blue
planet”, dirilis dibawah nama kecil saya “Dago”,
merupakan proyek khusus. Saya mengundang
seluruh musisi yang pernah bekerja sama
dengan saya dan kami merekam ulang beberapa nomor favorit seperti
Dago : Saya mendengar berbagai jenis musik dan saya menemukan di setiap lagu yang
saya putar sesuatu (gaya) yang saya sukai.
Nick Drake, Joni Mitchell, Jeff Buckley, Bert
Jansch, Alex De Grassi, Michael Hedges adalah yang penting untuk saya dan beberapa
pemain jazz seperti Charlie Haden, Jaco
Pastorius, Carla Bley, Steve Swallow, Pat
Metheny, Jim Hall, Chet Baker, Abdullah Ibrahim di antaranya. Secara umum saya menyukai musisi yang bermain agak ‘pelan’. Ada banyak musik di sekitar kita yang mencoba
‘mem-bunuhmu’ dengan ‘lick after lick’, salah
satu-nya lebih cepat dari yang lain. Namun
satu good note dengan penjiwaan mungkin
akan bisa bercerita lebih banyak.
WJ: Apa album jazz dan komposisi
yang Anda sukai termasuk musisinya.
Dago : Ada banyak! Haruskah saya menyebutkan satu saja? Rasanya tidak mungkin:
Carla Bley/Steve Swallow Duets, Charlie Haden
Ballad of the Fallen dengan banyak pemain
yang berbeda seperti Carla Bley, Don Cherry,
Jim Pepper dan Angel City bersama Ernie
Watts, Alan Broadbent, Larance Marable.
Setiap proyek yang berbeda dari Pat Metheny
merupakan hal yang fantastis, Saya tak bisa
menunjukan satu atau dua saja. Mungkin lain
kali saya akan sebutkan semuanya, sebab hal
ini sering berubah-ubah.
104
“Morning Flight”, dengan beberapa vokal dan
banyak menggunakan teknik-studio seperti
rum loops dan kami juga mengambil sample
beberapa sound dari acoustic guitar sebagai
percussion effects. Jadi album ini memang
benar-benar spesial, menghabiskan banyak
waktu di studio, merupakan hal yang menyenangkan untuk dikerjakan meskipun berakibat pada biaya yang cukup besar.
www.wartajazz.com
2.
Tulislah profil salah satu tokoh dalam keluargamu yang diteladani!
3.
Carilah sebuah tabel! Ubahlah tabel tersebut menjadi bentuk cerita (narasi)!
4.
Tulislah 5 kalimat informasi berdasarkan tabel Data Siswa SMP Nusantara 2004-2005!
5.
Tulislah dua bait puisi yang menggambarkan
keindahan alam!
Bab 8 Mengungkapkan Pendapat dan Imajinasi
Kompas, 27 Maret 2007
Tempo, 19 November 2006
www.flickr.com
Dalam hidup, kita tidak cukup dengan bekerja keras dalam meraih cita-cita.
Kita juga perlu menjadi kritis di dalam hidup dan karya ini.
Pendahuluan :
Baru saja kalian belajar dengan topik “Kerja Keras” pada bab VII. Sekarang kalian diajak untuk
mengembangkan kemampuan berbahasa melalui topik “Mengungkapkan Pendapat dan Imajinasi”.
Sebuah topik yang menarik karena kita tidak cukup hanya dengan bekerja keras dalam meraih citacita. Kita juga perlu menjadi kritis dan kreatif di dalam hidup dan karya ini. Untuk itu, kalian dituntut
untuk mampu mengungkapkan pendapat dan imajinasi sehingga kalian tidak menjadi genarasi “Yesman.”
Melalui topik yang menarik ini, kalian akan dibawa pada sejumlah kemampuan yang perlu kalian
upayakan pengembangannya. Pertama, kalian diajak untuk menanggapi pembacaan puisi agar kalian
mampu mengemukakan pendapat seputar cara pelafalan, intonasi, dan ekspresi dalam membaca
puisi. Di dalamnya, kalian juga harus mampu memberikan tanggapan dengan alasan yang logis agar
kalian tidak dinilai sebagai sekadar asbun (asal bunyi) dalam menanggapi pembacaan puisi yang
kalian dengar.
Kedua, kalian juga akan dilatih untuk bertelepon dengan kalimat yang efektif dan bahasa yang
santun. Itu berarti kalian harus semakin mampu bertelepon dengan kalimat yang efektif dan
menggunakan bahasa yang santun pula.
Ketiga, kalian akan dilatih untuk dapat mengungkapkan hal-hal yang dapat diteladani dari buku
biografi yang dibacakan secara intensif. Dari situ akan terlihat sejauh mana kemampuan kalian dalam
menyarikan riwayat hidup sesorang tokoh, menyimpulkan keistimewaan tokoh yang bersangkutan,
dan mencatat hal-hal yang bermanfaat.
Keempat, untuk lebih memperhalus cita rasa, kalian diajak untuk menulis kreatif berupa puisi
terkait dengan peristiwa yang pernah kalian alami. Dari situ juga akan kelihatan kemampuan kalian
dalam memilih kata yang tepat dan rima yang menarik untuk menyampaikan ide/maksud kalian.
Akhirnya, dari sisi kebahasaan kalian diharapkan makin mampu menggunakan kata sapaan
dengan tepat, serta mampu menggunakan imbuhan se-, -i, dan ke-.
Selamat belajar dan sukses selalu.
105
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Puisi 2
Tanah Kelahiran
MENDENGARKAN
8.1 Menanggapi Cara
Pembacaan Puisi
Puisi adalah ungkapan perasaan, pikiran,
dan hati seseorang dalam bentuk terikat.
Keindahan puisi dilihat dari bentuk, kebebasan
penulisan, pilihan kata, dan irama.
Kalian tentu pernah mendengarkan orang
membaca puisi di tempat-tempat tertentu.
Kegiatan membaca puisi sering dilakukan di
sekolah atau tempat lainnya dalam rangka
perlombaan membaca puisi. Kalian sebaiknya
datang pada kesempatan seperti itu untuk mendengarkan dan mengenali cara orang membaca
puisi. Dengan demikian, kalian dapat menambah
pengalaman tentang pembacaan puisi.
8.1.1 Mendengarkan Puisi
Pada pelajaran ini kalian akan mendengarkan pembacaan pusi. Dengarkan dua puisi yang
akan dibacakan guru/teman kalian berikut ini!
Seruling di pasir Ipis,
merdu antara gundukan pohon pina
tembang menggema di dua kaki
Burangrang-Tangkuban Perahu
Jamrut di pucuk-pucuk
Jamrut di air tipis menurun
Membelit tangga di tanah merah
dikenal gadis-gadis dari bukit
Mereka nyanyikan kentang sudah digali
kenakan kebaya merah
ke pewayangan
Jamrut di pucuk-pucuk
jamrut di hati gadis menurun
Dari Priangan Si Jelita Oleh Ramadhan K.H.
8.1.2
Memahami Puisi
Apakah kalian mendengar keindahan dari
kata-kata puisi yang kalian dengar tadi? Kalau
kalian mendengarkan keindahannya di mana
letak keindahannya?
Coba dengar sekali lagi baris ini!
(1) Pagiku hilang sudah melayang
(2) Sekarang petang datang membayang
Puisi 1
Menyesal
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta
Ah, apa guna kusesalkan
Menyesal tua tiada berguna
Hanya menambah luka sukma
Kepada yang muda kuharapkan
Atur barisan di hari pagi
Menuju ke arah padang bakti
Ali Hasjmi
Bunyi pada kata hilang melayang, petang,
datang, membayang dalam baris tersebut
terdengar indah karena bunyi akhir pada kata
tersebut sama (ang). Apakah kalian dapat
menangkap makna baris itu (1,3)? Pengarang
sebenarnya sudah memberikan penjelasan
tentang baris tersebut, penjelasannya terdapat
pada baris berikutnya. Perhatikan penjelasan
berikut ini!
(1) Pagiku hilang sudah melayang (hilang =
melayang = pergi, musnah)
(2) Hari mudaku sudah pergi (yang dimaksud
pagiku = hari mudaku)
(3) Sekarang petang datang membayang
(4) Batang usiaku sudah tinggi (yang dimaksud petang datang = usia yang sudah
tinggi/tua).
Isi puisi dapat kalian pahami dengan cara
parafrasa. Parafrasa adalah proses penambahan kata atau imbuhan pada baris-baris puisi
yang terasa kurang jelas.
106
Bab 8 Mengungkapkan Pendapat dan Imajinasi
Cermatilah puisi yang sudah diparafrasa
berikut ini!
Tanah Kelahiran
(Ada suara) seruling di Bukit Ipis, (terdengar) merdu (di) antara gundukan
pohon Pina. Tembang (nyanyian) pun
menggema (di antara) dua kaki (gunung)
Burangrang (dan gunung) Tangkuban
Perahu.
(Tampak) jamrut (butiran-butiran embun
yang memantulkan sinar matahari pagi) di
pucuk-pucuk pohon (dan) jamrut (itu
tampak sama dengan tetesan-tetesan) air
yang menurun (perlahan).
(Juga tampak) membelit tangga (jalan
setapak berliku turun naik yang melingkar
di bukit) di tanah merah (tanah gunung yang
amat subur) yang sudah dikenal oleh para
gadis dusun (gunung).
Mereka (para gadis), (me)nyanyikan
lagu (bahwa) kentang sudah digali (memanen hasil sawah ladang sampai panen
terakhir). (Mereka penduduk, mengadakan
pesta ucapan terima kasih dan para remaja, orang muda), (me)ngenakan (pakaian
baru yang umumnya berwarna mencolok
untuk pergi) ke pewayangan (pesta/keramaian).
Setelah dilakukan parafrasa kalian akan
dengan mudah memahami isi puisi tersebut.
8.1.3
Menanggapi Pembacaan Puisi
Membaca puisi berbeda dengan membaca
drama, cerpen, atau teks-teks lain. Dalam
pembacaan puisi ada hal-hal yang harus kalian
perhatikan, yaitu pelafalan (artikulasi), intonasi,
penghayatan, dan ekspresi.
Telah dibahas di awal, bahwa puisi adalah
ungkapan perasaan, pikiran, hati seseorang.
Oleh karena itu, pada saat membaca puisi kalian
harus bisa menjiwai isi puisi. Menjiwai puisi berarti
kalian dapat memahami isi puisi. Memahami puisi
sudah kalian pelajari, yaitu dengan cara memparafrasa puisi.
Sekarang, kalian akan mempraktikkan pembacaan puisi dan teman kalian akan menanggapi dan menilai cara pembacaan puisi teman
kalian. Hal-hal yang dinilai adalah pelafalan (artikulasi), intonasi, penghayatan, dan ekspresi.
A. Ungkapkan isi puisi “Tanah Kelahiran” yang telah diparafrasa tersebut dengan bahasa
kalian sendiri!
B. Buatlah parafrasa untuk puisi “Menyesal” kemudian tuliskan isi puisi tersebut!
C. Setiap siswa akan mendapatkan giliran membacakan puisi di depan kelas dan
ditanggapi serta dinilai oleh teman-temannya. Ikutilah langkah-langkah berikut ini!
1. Pilih salah satu puisi (“Tanah kelahiran” atau “Menyesal”)! Kalian juga dapat menggunakan
puisi lain yang kalian sukai!
2. Pahamilah isi puisi yang kalian pilih supaya dapat menjiwai puisi tersebut!
3. Berlatihlah membaca puisi pilihan kalian tersebut dengan pelafalan (artikulasi), intonasi,
penghayatan, dan ekspresi yang tepat! Mintalah penjelasan dari gurumu jika ada yang
107
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
tidak dipahami!
4. Siapkan tabel penilaian seperti berikut ini untuk penilaian pembacaan puisi!
5. Setiap siswa mendapat giliran membaca puisi di depan kelas. Bagi siswa yang
belum mendapat kesempatan, bertugas menanggapi dan menilai penampilan
pembacaan puisi temannya yang tampil.
No.
1.
Nama
Nuraeni
Keterangan:
Pelafalan
Intonasi Penghayatan
10
20
20
Ekspresi
Total
20
70
10-14 = kurang 15-20 = cukup
21-24 = baik
25 = baik sekali
BERBICARA
Andi
: Oh, sebentar Pak Doni, adik saya
masih tidur!
Doni
: Jam segini masih tidur, panggilkan
dia!
8.2 Bertelepon dengan Kalimat
yang Efektif dan Bahasa
yang Santun
Wawan : Halo!
Berkomunikasi melalui telepon merupakan
cara termudah untuk menjalin komunikasi. Jarak
yang jauh tidak menjadi halangan bagi kalian
untuk menghubungi teman atau kerabat yang
berada di kota lain. Pada pelajaran ini kalian
akan berlatih bertelepon dengan mitra bicara.
Selain itu, kalian juga akan mempelajari kata
sapaan.
Wawan : Maaf Pak. Saya hari ini sedang
sakit perut!
8.2.1
Susi
: Halo, selamat siang, ini rumah Murni?
Inem
: Ya, betul! Adik siapa?
Susi
: Saya Susi, temannya. Bisa berbicara dengan Murni?
Inem
: O, bisa! Sebentar ya, saya panggilkan!
Murni
: Halo, Susi!
Susi
: Mm, siapa yang menerima telepon
tadi?
Teks Bertelepon
Cermatilah teks berikut ini sebagai bahan
bantuan untuk bertelepon.
Teks 1
Doni
: Halo, ini Wawan?
Andi
: Bukan, saya kakaknya. Anda siapa?
Doni
: Saya Doni, pimpinannya. Wawan
ada?
108
Doni
Doni
: Hei, Wawan! Kamu ini gimana, sih?
Di kantor pekerjaan menumpuk,
kenapa kamu tidak masuk?
: Lho, kamu sakit, kenapa tidak telepon ke kantor?
Teks 2
Bab 8 Mengungkapkan Pendapat dan Imajinasi
Murni
: Itu Bibi di rumahku, memangnya
ada apa?
Susi
: Tidak apa-apa, orangnya ramah
dan sopan.
Murni
: Mama dan Papa selalu berpesan,
kalau menerima telepon harus
sopan.
Susi
: Murni, saya minta tolong ya, sama
kamu.
Murni
: Minta tolong soal apa?
Susi
: Kamu kan jago menggambar, saya
sedang mendapat tugas untuk
menggambar proses pencernaan
pada binatang memamah biak.
Tolong, ajari aku!
Murni
: Akan saya usahakan. Kamu datang saja ke rumahku hari Minggu.
Susi
: Baik Mur, hari Minggu saya ke rumahmu! Sudah dulu, ya. Selamat
Siang.
Dalam teks bertelepon di atas terlihat urutan
bertelepon. Biasanya urutan bertelepon antara
lain:
1.
memberi salam pembuka dan salam waktu
(Halo, selamat siang);
2.
menanyakan nama orang yang diajak bicara;
3.
meminta/memohon untuk berbicara dengan
orang yang diinginkan; dan
4.
menyampaikan pesan dengan bahasa yang
santun.
5.
1. Lakukan praktik bertelepon dengan
teman kalian di depan kelas!
2. Berikan komentar terhadap praktik bertelepon teman kalian!
3. Lakukan perbaikan jika dalam praktik
bertelepon kalian ada kekurangan!
8.2.3
Kata Sapaan dan Kata Gelar
Apabila pelajaran yang lalu kalian telah
belajar bertelepon, kali ini kalian akan mempelajari kata sapaan. Sebagai contoh perhatikan
kutipan berikut ini!
Teks 1
Cucu
: Maaf, Kek tolong diulang lagi
ceritanya, saya belum mengerti!
Kakek : Cu, kamu bagaimana sih? Suara
Kakek sudah habis, Kakek sudah
capek! Mintalah Nenekmu untuk
melanjutkan!
Cucu
: Nek, tolong lanjutkan ceritanya!
Nenek : Kamu ini bagaimana, dari tadi Nenek memasak di dapur, Nenek tidak tahu apa ceritanya!
Cucu
: Yah, Nenek!
Kata Kek, Cu, Nek dalam teks 1 tersebut
tergolong kata sapaan. Ciri-ciri kata sapaan
adalah sebagai berikut.
1.
Kata sapaan berupa kata benda atau kata
ganti atau panggilan kekeluargaan (Anda,
Adik, Kek, Cu, Nek).
2.
Penulisan kata sapaan selalu diawali dengan
huruf kapital.
3.
Nama orang bukan kata sapaan.
menyampaikan salam penutup.
Berdasarkan contoh di atas, kata sapaan
adalah kata benda yang digunakan untuk
mengucapkan panggilan berkerabat. Kata
sapaan biasanya digunakan dalam kalimat
langsung.
109
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Teks 2
Dokter : Silakan duduk, Bu!
Pasien : Dok, perut saya sakit sekali!
MEMBACA
Dokter : Ibu tadi makan apa?
Pasien : Saya baru saja makan nasi rendang pemberian Datuk Maringgih.
Dokter : Ibu, silakan berbaring akan saya
periksa.
Teks 3
Pemberontakan kasunanan di Surakarta
masih belum berakhir. Raden Mas Said dan
pangeran lainnya yang merasa tidak puas
memisahkan diri dari keraton dan, atas restu
Sunan, mendirikan kerajaan yang merdeka
di Surakarta. Dengan gelar Mangkunegoro
I, Raden Mas Said menjadi pemimpin kerajaan kedua di Surakarta.
Dalam teks 2 terdapat kata Dok (dokter) dan
Datuk. Dalam teks 3 terdapat kata Raden Mas,
Sunan. Kata-kata tersebut tergolong gelar. Gelar
yaitu sebuah kehormatan, kebangsawanan, atau
kesarjanaan yang biasanya ditambahkan pada
nama orang.
Contoh lain:
a. Ridwan bangga mendapat gelar Sarjana
Sastra dengan nilai IPK 3, 90.
b. Profesor Lukman sedang meneliti penyebab wabah virus yang melanda warga Desa Bojongloa.
Bentuklah kelompok terdiri atas 3-4 siswa, kemudian kerjakan soal berikut ini!
1. Buatlah teks bertelepon dengan memerhatikan keefektifan kalimat dan santun
berbahasa! Jangan lupa sertakan kata
sapaan dan kata gelar!
2. Praktikkan di depan kelas teks bertelepon
tersebut!
3. Daftarlah kata sapaan yang digunakan
dalam praktik bertelepon!
4. Jika ada kalimat yang kurang efektif dan
santun, betulkanlah!
110
8.3 Mengungkapkan Hal-hal
yang Dapat Diteladani dari
Buku Biografi yang Dibaca
Secara Intensif
Kalian tentu mengenal nama Chairil Anwar.
Chairil Anwar adalah penyair pelopor Angkatan
‘45. Tiga kumpulan puisi Chairil, yaitu Deru
Campur Debu (1949), Kerikil Tajam, dan Yang
Terampas dan Yang Pupus (1949), atau Tiga
Menguak Takdir (1950).
8.3.1
Membaca Teks Biografi
Pada pelajaran ini kalian akan membaca
riwayat singkat Chairil Anwar. Bacalah teks berikut
dengan saksama!
Chairil Anwar, Sebuah Riwayat
Singkat
Chairil Anwar lahir di Medan (Sumatra
Utara) 26 Juli 1922, merupakan putra satusatunya dari pasangan Toeloes dan Saleha.
Ayahnya, Toeloes, berasal dari Kenegerian
Taeh, Limapuluh Kota (Sumatra Barat) yang
bekerja sebagai pamong praja di Sumatra
Utara, dan pada zaman revolusi kemerdekaan menjadi Bupati Indragiri, Karesidenan
Riau. Sedangkan ibunya, Saleha, berasal
dari Kota Gadang (Sumatra Barat) yang
masih memiliki pertalian keluarga dengan
ayah Sutan Sjahrir.
Masa kanak-kanak hingga remajanya
dihabiskan di kota kelahirannya, Medan,
dengan bersekolah Belanda HIS (Hollands
Inlandshe School, setingkat SD). Di sana
Chairil kecil sudah menampakkan diri
sebagai siswa yang cerdas dan berbakat
menulis. Kemudian dia melanjutkan sekolahnya ke MULO (Meer Uitgebreid Logerwijs,
setingkat Sekolah Menengah Pertama).
Ketika di kelas dua, dalam usia 19 tahun,
Chairil hijrah ke Jakarta mengikuti ibunya,
sebagai protes terhadap ayahnya yang
menikah lagi dan bercerai dengan ibunya.
Indonesian Herrtage
Bab 8 Mengungkapkan Pendapat dan Imajinasi
Chairil Anwar dan istri
Karena kesulitan ekonomi pada masa
kolonial Jepang tahun 1942, Chairil putus
sekolah.
Di Jakarta, Chairil mengisi waktunya
dengan membaca sebanyak-banyaknya
karya sastra yang lewat di depannya: Indonesia, Belanda, Jerman, Inggris, Amerika,
dan berbagai terjemahan sastra dunia.
Sebagai pelajar MULO, Chairil otomatis
menguasai tiga bahasa asing, yaitu Belanda,
Inggris, dan Jerman secara aktif. Bahasa
daerah yang dia kuasai adalah bahasa
Minang. Dan kelak, penguasaannya
terhadap ketiga bahasa asing itulah yang
mengantarkan Chairil pada karya-karya
sastrawan dunia sebagai referensi yang
berhasil disadur dan diterjemahkan. Keberhasilannya menyadur dan menterjemahkan
karya puisi atau cerpen Andre Gide, John
Steinbeck, Raine Maria Rilke, Ernest
Hemingway, WH Auden, Conrad Aiken, John
Cornford, Hsu Chih Mo, Archibald Macleish,
Willem Elsschat, H. Marsman, Edgar du Perron, J. Slaverhoff, dan lain-lain telah menyudutkan Chairil pada klaim kritikus sastra
sebagai plagiator, penyadur, atau penerima
pengaruh Barat dari karya-karya itu.
Chairil semakin memerlihatkan kematangannya sebagai penyair yang
menyerahkan hampir seluruh perjalanan
kehidupannya dengan penuh kesetiaan
untuk sastra. Di antara kredo penciptaan
puisinya yang sangat menarik adalah puisiku
tiap kata akan kugali-korek sedalamnya
hingga ke kernwoord, ke kernbeld. Dalam
pidato radio tahun 1946, penyair ini
menegaskan kembali pendapatnya, bahwa
sebuah sajak (puisi) menjadi suatu dunia.
Dunia yang dijadikan, diciptakan oleh si
penyair.
Tiga kumpulan puisi Chairil, yaitu Deru
Campur Debu (1949), Kerikil Tajam dan
Yang Terampas dan Yang Pupus (1949),
dan Tiga Menguak Takdir (1950). Kumpulan
puisi yang ditulis bertiga dengan Asrul Sani
dan Rivai Apin merupakan sejumlah puisi
yang selama bertahun-tahun hidup dan memompakan antusiasme dalam sejarah sastra
Indonesia, sekaligus referensi, yang telah
memasuki lubuk teks dunia pendidikan dan
bidang kajian penelitian sastra. Selain itu,
Chairil juga menjadi bagian tersendiri dalam
kejadian atau penelitian mengenai sastra
yang ditulis sastrawan Indonesia. Terjemahan puisinya ke dalam Bahasa Inggris adalah
Selected Poems of Chairil Anwar (1970) oleh
Burton Raffel, The Complete Poems of
Chairil Anwar (1974) oleh Liauw Yock Fang,
dan dalam bahasa Jerman Fever und Asche
oleh Walter Karwath.
Nama Chairil mulai dikenal di lingkungan
seniman dan budayawan Jakarta ketika ia
berusia 21 tahun (1943). Pada masa itu, ia
sering datang ke kantor redaksi majalah
Panji Poestaka mengantarkan puisi-puisinya. Pergaulannya dengan para sastrawan
dan budayawan senior semakin luas ketika
ia kerap muncul di Keimin Bunka Shidoso,
pusat kebudayaan yang dibuat oleh tentara
pendudukan Jepang.
Chairil sempat bekerja menjadi redaksi
majalah Gema Suasana (1948). Ia hanya
bertahan selama tiga bulan di sana (JanuariMaret), kemudian keluar dan bekerja pada
mingguan berita Siasat. Di sana ia menjadi
anggota redaksi ruang kebudayaan Gelanggang bersama Ida Nasoetion, Asrul
Sani, dan Rivai Apin. Dia salah seorang pemikir yang memberikan kontribusi pada
lahirnya Surat Kepercayaan Gelanggang.
Untuk menghormati kepenyairan Chairil
Anwar, Dewan Kesenian Jakarta memberikan Anugerah Sastra Chairil Anwar, pertama
kepada Mochtar Lubis di tahun 1992 dan
kedua, Sutardji Calzoum Bachri di tahun
1998.
Chairil menikah dengan Hapsah
Wiradiredja, 6 September 1946. Putri
mereka satu-satunya adalah Evani Allisa,
lahir 17 Juni 1947. Eva tamat Fakultas Hukum
Universitas Indonesia. Eva kini telah bekerja
111
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
sebagai notaris di Jakarta dan telah
berumah tangga, serta dikaruniai tiga anak.
Chairil Anwar cukup lama mengidap penyakit paru-paru dan pada akhirnya di usia
26 tahun 9 bulan meninggal dunia. Warisan
karyanya tidak terbilang besar, yaitu 70 puisi
asli, 4 puisi saduran, 10 puisi terjemahan, 6
prosa asli, dan 4 prosa terjemahan, namun
dia telah mampu mengilhami kita untuk
mengekspresikan pikiran, perasaan, dan estetika dalam bahasa Indonesia yang penuh
tenaga.
Seperti memenuhi makna yang profetik
dalam bait puisinya: Di karet, Di karet (daerahku y.a.d) sampai juga Deru Angin, penyair utama ini meninggal pada 28 April 1949
dan dikebumikan di pemakaman Karet pada
hari berikutnya.
Oleh: Ahmad Syubbanuddin, Alwy Sumber:
Derai Derai Cemara
Bentuklah kelompok, 3—4 orang siswa,
kemudian bacalah buku biografi seorang
tokoh idola, lalu kerjakan soal-soal berikut!
1. Tuliskan data buku terlebih dahulu.
2. Buatlah ringkasan dari tokoh yang kalian
baca!
3. Catatlah keistimewaan dari tokoh yang
kalian baca!
4. Teladan apa yang kalian peroleh dari
kisah tokoh tersebut!
8.3.2
Imbuhan se-
Setelah kalian mengerjakan tugas individu
dan kelompok, perhatikanlah 2 kutipan yang diambil dari teks “Chairil Anwar, sebuah Riwayat
Singkat” berikut ini!
Kutipan (1)
Setelah kalian membaca riwayat hidup
Chairil Anwar, kerjakan soal-soal berikut!
1. Ringkaslah riwayat hidup Chairil Anwar
dengan menggunakan bahasa sendiri!
2. Berdasarkan bacaan di atas cobalah menuliskan keistimewaan kehidupan tokoh
Chairil Anwar!
3. Hal-hal apakah yang dapat kalian teladani dari kisah atau riwayat hidup Chairil
Anwar?
4. Bagaimana peranan Chairil Anwar dalam
kemajuan sastra Indonesia?
5. Tuliskan salah satu puisi karya Chairil
Anwar yang telah kalian ketahui!
6. Manfaat apa yang kalian peroleh dari
membaca riwayat hidup Chairil Anwar?
112
Tiga kumpulan puisi Chairil, yaitu Deru
Campur Debu (1949), Kerikil Tajam dan Yang
Terampas dan Yang Pupus (1949), dan Tiga
Menguak Takdir (1950). Kumpulan puisi yang
ditulis bertiga dengan Asrul Sani dan Rivai Apin
merupakan sejumlah puisi yang selama bertahun-tahun hidup dan memompakan
antusiasme dalam sejarah sastra Indonesia,
sekaligus referensi, yang telah memasuki
lubuk teks dunia pendidikan dan bidang kajian
penelitian sastra. Selain itu, Chairil juga menjadi bagian tersendiri dalam kejadian atau
penelitian mengenai sastra yang ditulis
sastrawan Indonesia. Terjemahan puisinya ke
dalam Ba-hasa Inggris adalah Selected Poems of Chairil Anwar (1970) oleh Burton Raffel,
The Complete Poems of Chairil Anwar (1974)
oleh Liauw Yock Fang, dan dalam bahasa
Jerman Fever und Asche oleh Walter Karwath.
Bab 8 Mengungkapkan Pendapat dan Imajinasi
Kutipan (2)
8.3.3
Setiap pagi, setelah bangun tidur, Rini
minum segelas air putih. Itu dilakukan atas
anjuran dokter. Kebiasaan itu ternyata
membuat badannya semakin sehat.
A. Imbuhan -i
Perhatikan contoh berikut ini!
Dalam kutipan (1) terdapat kata yang berimbuhan se-, yaitu:
sejumlah berasal dari
se- + jumlah
selama
berasal dari
se- + lama
Imbuhan se- dalam kutipan (2) yaitu:
setiap
berasal dari
se- + tiap
setelah
berasal dari
se- + telah
segelas
berasal dari
se- + gelas
semakin berasal dari
se- + makin
Arti imbuhan se- yang melekat pada kata
tersebut yaitu:
1.
2.
3.
Imbuhan -i dan ke-
menyatakan banyak, contoh: sejumlah
(banyak jumlahnya).
menyatakan jumlah satu, contoh: segelas
(satu gelas).
menyatakan waktu, contoh: selama (waktunya lama), setelah (waktunya telah).
4.
menyatakan pengulangan, contoh: setiap
(tiap-tiap).
5.
menguatkan arti, contoh: semakin.
Ibu
: Tin, Ibu akan ke warung sebentar, nanti
garami sayur yang baru saja ibu masak itu!
Tina
: Ya, Bu! Tadi sudah digulai belum?
Ibu
: Sudah, tinggal memberi garam sedikit
saja! Setelah beberapa menit matikan
kompornya! Jangan lupa tunggui jangan sampai airnya kering!
Dalam percakapan di atas terdapat kata
yang berimbuhan -i, yaitu:
garami
berasal dari
garam + - i
gulai
berasal dari
gula + -i
tunggui
berasal dari
tunggu + -i
Fungsi dan makna imbuhan -i
Untuk mengetahui fungsi dan makna
imbuhan -i, perhatikan penjelasan dalam tabel
pada halaman berikut!
1. Buatlah kalimat dengan menggunakan
kata berikut ini!
a. sampuli
c. tanami
b. jauhi
d. temani
1. Buatlah karangan satu atau dua paragraf
yang di dalamnya menggunakan kata
berimbuhan se-!
2. Buatlah percakapan yang di dalamnya
menggunakan kata berimbuhan -i!
2. Tentukanlah arti imbuhan se- yang terdapat dalam karangan kalian!
3. Tuliskan di papan tulis hasil kerja kalian
agar dikomentari teman kalian!
Tabel Fungsi dan Makna Imbuhan -i
Kata berimbuhan -i
Jenis Kata
Kata Dasar
garami
benda
garam
membentuk kata kerja
memberi
gulai
benda
gula
membentuk kata kerja
memberi
tunggui
kerja
tunggu
membentuk kata kerja
melakukan pekerjaan
sirami
kerja
siram
membentuk kata kerja
melakukan pekerjaan
atasi
keadaan
atas
membentuk kata kerja
melakukan pekerjaan
panasi
keadaan
panas
membentuk kata kerja
melakukan pekerjaan
Fungsi Imbuhan -i
Arti Imbuhan
113
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
B. Imbuhan kePerhatikanlah kutipan berikut ini!
Amran dan Halim adalah anak kekasih
kedua orang tuanya. Di samping pandai,
kedua anak itu juga rajin membantu kedua
orang tuanya. Sepertinya ia mengerti apa yang
menjadi kehendak orang tuanya. Amran anak
kesatu dan Halim anak kedua dari tiga bersaudara.
4. Tukarkan pekerjaan kalian dengan pekerjaan teman sebangku dan berikan
komentar kalian!
MENULIS
Dalam kutipan di atas ada beberapa kata
yang berimbuhan ke- yaitu:
a. kesayangan
b. kedua
c. kesatu
Fungsi imbuhan ke 1.
Membentuk kata benda (kekasih, ketua).
2.
Membentuk kata bilangan tingkatan atau
kumpulan (kedua, kesatu).
Makna imbuhan ke-
1.
Amran dan Halim adalah anak kekasih orang
tuanya.
8.4 Menulis Kreatif Puisi
Berkenaan dengan
Peristiwa yang Pernah
Dialami
Kalau kalian diminta menulis puisi tentang
peristiwa yang pernah dialami, kalian tentunya
tidak mengalami kesulitan. Begitu banyak peristiwa yang pernah kalian alami. Mungkin peristiwa
pada gambar berikut ini pernah kalian alami!
Makna imbuhan ke- pada kata kekasih
adalah yang paling di ...
Amran dan Halim adalah anak yang paling dikasihi orang tuanya.
2.
Kedua anak itu juga rajin membantu kedua
orang tuanya.
Arti imbuhan ke- pada kata bilangan dalam
kalimat tersebut menyatakan jumlah.
Jumlah dua anak itu juga rajin membantu
jumlah dua orang tuanya.
3.
Amran anak kesatu dan Halim anak kedua
dari tiga bersaudara.
Arti imbuhan ke- pada kata bilangan dalam
kalimat tersebut yaitu menyatakan urutan
atau tingkat.
1. Daftarlah kata berimbuhan ke- pada teks
“Chairil Anwar, Sebuah Riwayat Singkat”!
2. Tentukanlah makna imbuhan ke- yang
telah kalian daftar!
3. Buatlah teks percakapan yang di dalamnya menggunakan kata berimbuhan kedan tentukan makna imbuhannya!
114
www.google.co.id
Gambar tersebut adalah peristiwa banjir
yang terjadi di Jakarta pada tanggal 8-18
Februari 2007. Ketika itu lebih dari 80% wilayah
Kelapa Gading, Jakarta Utara, terendam banjir.
Kalau kalian tinggal di daerah yang dilanda banjir
tersebut, bagaimana perasaan kalian?
Bagi orang yang terkena bencana banjir,
tentunya tak bisa melupakan peristiwa itu.
Peristiwa itu menimbulkan kesulitan-kesulitan,
seperti listrik PLN dimatikan, harus mengungsi,
barang-barang terendam air, dan tak jarang
barang yang terbawa arus air yang deras.
Ungkapan kesedihan dan kekecewaan terhadap peristiwa banjir yang pernah kalian alami
itu dapat dicurahkan dalam bentuk puisi. Namun,
kalian harus ingat puisi merupakan karangan
yang menggunakan bahasa yang pekat dan isi
Bab 8 Mengungkapkan Pendapat dan Imajinasi
yang padat. Bahasa puisi memiliki pilihan kata
yang unik.
• termangu bisa ditafsirkan, sama seperti
Ketika kalian hendak menulis puisi, ada baiknya kalian merumuskan topik dan tujuan puisi.
Setelah topik dan tujuan diperoleh, kalian dapat
mulai dengan pemilihan kata yang tepat.
• menyebut namaMu bisa ditafsirkan
A. Tema dan tujuan
Sebelum kalian memulai membuat puisi
kalian harus menentukan topik terlebih dahulu.
setelah itu kalian tentukan pula tujuannya.
Contoh:
Topik
: Sulitnya hidup tanpa listrik dan
komunikasi (telepon)
Tujuan
: Mengajak pembaca untuk ikut
merasakan bagaimana sulitnya
hidup tanpa adanya listrik untuk
penerangan dan tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain
karena jaringan telepon terputus.
merenung atau berdiam diri,
menyebut nama Tuhan atau berdoa,
• susah sungguh dapat ditafsirkan bila
sedang kesusahan, dan sebagainya.
Dalam pemilihan kata puisi, kalian juga harus
mempertimbangkan persamaan bunyi atau rima
dari satu baris ke baris lain. Perhatikan penggalan puisi “Menyesal” karya Ali Hasjmy berikut
ini!
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Kini petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
............................
B. Pemilihan Kata
Perhatikan penggalan puisi Chairil Anwar
berikut ini!
Doa
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu
Biar susah sungguh
mengingat kau penuh seluruh
CayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Puisi Chairil Anwar tersebut menggunakan
kata-kata puisi, bukan kata-kata untuk prosa
atau bahasa sehari-hari. Tentu saja tidak semua
kata-kata puisi yang digunakan, pasti ada katakata yang jelas seperti dalam prosa atau bahasa
sehari-hari. Kalau semua bait puisi dipenuhi katakata puisi, puisinya menjadi sulit dipahami.
1. Tentukan satu peristiwa menarik yang
pernah kalian alami untuk membuat puisi!
2. Berdasarkan peristiwa itu, tentukan topik
dan tujuan puisi yang akan kalian tulis!
3. Daftarlah kata-kata yang akan ditulis
menjadi puisi!
4. Tulislah sebuah puisi berdasarkan daftar
kata-kata yang telah kalian buat! Kalian
bisa menambah kata-kata lain jika diperlukan.
5. Periksa kembali puisi yang kalian buat itu,
untuk mengetahui apakah masih ada
pilihan kata yang kurang tepat! Jika
menemukan segera perbaiki!
6. Bacalah puisi tersebut di depan kelas
supaya ditanggapi oleh teman-teman
kalian!
Dalam penggalan puisi “Doa” tersebut ada
kata-kata yang sulit ditafsirkan secara langsung,
seperti termangu, menyebut namaMu, susah
sungguh, cayaMu panas suci, kerdip lilin, dan
kelam sunyi.
Penafsiran bisa dilakukan bila kalian
membaca lagi puisi tersebut secara saksama.
Contoh:
115
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
1.
Puisi adalah ungkapan perasaan, pikiran,
dan hati seseorang dalam berntuk terikat.
Keindahan puisi terlihat dari bentuk,
kebebasan penulisan, pilihan kata, dan irama.
6.
Kata gelar adalah kata yang menunjukkan
gelar kehormatan, kebangsawanan, atau
kesarjanaan yang biasanya ditambahkan
pada nama orang.
7.
Imbuhan se- yang melekat pada kata dasar
menyatakan (a) banyak, (b) satu, (c) waktu
atau pengulangan, (d) dan menguatkan arti.
2.
Membaca puisi harus memerhatikan pelafalan (artikulasi), intonasi, penghayatan,
dan ekspresi.
8.
3.
Parafrase adalah proses penambahan kata
atau imbuhan pada baris-baris puisi yang
terasa kurang jelas.
Imbuhan -i yang melekat pada akhir kata dasar membentuk kata kerja dan berarti memberi atau melakukan pekerjaan.
9.
4.
Kata sapaan adalah kata benda atau kata
ganti yang digunakan untuk mengungkapkan panggilan kekeluargaan atau keakraban.
Imbuhan ke- berfungsi membentuk kata
benda dan kata bilangan tingkatan atau
kumpulan, sedangkan maknanya adalah (a)
yang paling di ..., (b) menyatakan jumlah,
dan (c) menyatakan urutan atau tingkatan.
5.
Kata sapaan selalu diawali dengan huruf
kapital dan digunakan dalam kalimat langsung.
Kiat-kiat Menjadi Public Speaker
PENYAMPAIAN
Public Speaker adalah orang yang melakukan Public
Speaking (PS), yakni berbicara di depan umum, misalnya ceramah, pidato, membawakan acara (MC),
presentasi, diskusi, briefing, atau mengajar di kelas.
1. Teknik pemaparan: deduktif (langsung pada
pokok pembicaraan), induktif (basa-basi lalu ke
pokok pembicaraan) atau kronologis.
PERSIAPAN
3. Ucapkan setiap kata dengan jelas (Clarity).
1. Atasi gugup dengan menarik nafas panjang/
dalam.
4. Gunakan kata berona (colorfull word) yang
melu-kiskan sikap, perasaan, keadaan.
2. Jadikan seakan-akan ada dalam kamar Anda.
5. Kalimat aktif (action words) lebih dinamis
daripa-da kalimat pasif.
3. Kenali karakteristik audience dan pandang
mereka sebagai teman akrab.
2. Bicaralah agak keras agar cukup terdengar
(Audible).
4. Anggaplah Anda yang paling tahu.
PENUTUP
5. Pastikan kondisi badan dan suara fit, segar, dan
normal
1. Langsung tutup, seperti ucapkan salam.
6. Kenakan pakaian yang serasi dengan susana
acara.
7. Jangan makan keju, mentega, atau minum susu,
soda, teh, kopi, sekurang-kurangnya sejam sebelum tampil.
8. Baca literatur dan cari sumber data sebanyak
mungkin.
9. Susun pointer atau outline.
116
2. Menyimpulkan kembali gagasan utama dengan
kalimat berbeda.
semaibroadcast.wordpress.com
Bab 8 Mengungkapkan Pendapat dan Imajinasi
I.
Pilihlah salah satu jawaban yang benar!
1.
Cermati bait puisi berikut ini!
Mercak-mercik ombak kecil memecah
Gerlap-gerlip sri syamsu mengerling
Biru kemerahan pegunungan keliling
5.
a. Kapan Andi dan kakaknya akan datang
ke Jakarta?
b. Kakakmu sedang membuat apa?
c. Ayah akan membelikanku sepatu baru.
d. Kak, mau pergi ke mana?
Isi bait puisi di atas adalah ...
a. Suatu sore yang tenang di suatu pantai
yang dikelilingi pegunungan dengan
deburan-deburan ombak kecil.
b. Suatu sore situasinya tenang dengan
deburan-deburan ombak kecil di sekeliling pegunungan.
c. Suatu sore saat matahari akan tenggelam deburan-deburan ombak di pantai
yang dikelilingi pegunungan.
d. Suatu sore di sebuah pegunungan yang
mengelilingi pantai yang berombak kecil.
2.
3.
a.
b.
c.
d.
7.
Namun banjir menjadi berbahaya, bahkan malapetaka jika hujan turun jauh melebihi normal.
a. Jangan engkau menggulai teh ayahmu!
b. Kami melempari buah mangga itu dengan batu.
c. Hendaknya kita menjauhi sifat malas.
d. Hamzah meratapi rumahnya yang hancur.
8.
Pesanan yang membeludak menjelang hari-hari
raya juga sulit ia penuhi.
Makna imbuhan -i pada kata penuhi dalam
kutipan wacana di atas adalah ... .
a.
b.
c.
d.
Kalimat di bawah ini yang tepat digunakan
dalam bertelepon adalah ... .
a. Apakah saya dapat bertemu dengan
Tuti?
b. Apakah saya dapat berbicara dengan
Tuti?
c. Apakah saya dapat bertelepon dengan
Tuti?
d. Apakah saya dapat memanggil dengan
Tuti?
ibu
ayah
adik
Nak
Makna imbuhan -i pada kata melebihi sama
dengan makna imbuhan -i dalam kalimat ...
Hei, apa kabar?
Halo, selamat pagi!
Halo, siapa ini?
Hei, selamat pagi!
Mama saya sedang pergi ke kantor.
Mama saya sedang pergi ke kantor?
Mama, saya pergi ke kantor.
Apakah mama saya pergi ke kantor?
Ibu dan ayah akan mengantar adikmu ke dokter,
kamu jaga rumah saja, Nak.
Kata sapaan yang terdapat dalam kalimat
di atas adalah ... .
Kalimat di bawah ini yang tergolong kalimat
sapaan adalah ...
a.
b.
c.
d.
4.
6.
Kalimat di bawah ini yang tepat digunakan
untuk sapaan dalam teks bertelepon adalah
... .
a.
b.
c.
d.
Kalimat berikut ini yang menggunakan kata
sapaan adalah ... .
9.
memberi
melakukan perbuatan berulang-ulang
membuat jadi
paling
Karena kelelahan, setiba di rumah, adik langsung tidur.
Makna imbuhan se- pada kata setiba adalah ... .
a. seluruh
b. waktu
117
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
c. ulangan
d. sama
10. Meskipun kami serombongan, kami tidak saling
mengenal.
Makna imbuhan se- pada kata serombongan adalah ... .
a.
b.
c.
d.
seluruh
waktu
ulangan
sama
ke Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gajah Mada selepas menamatkan
sekolahnya di SMA St.Josef, Solo. Setelah
mendapat gelar Sarjana Muda, ia kemudian
melanjutkan pendidikannya di American Academy of Dramatical Art, New York, USA.
B. Kerjakan soal berikut ini dengan tepat!
1.
Jelaskanlah bagaimana cara pembacaan
puisi yang tepat!
2.
Buatlah percakapan tentang bertelepon
dengan menggunakan bahasa yang baik
dan benar! Gunakan kata sapaan!
3.
Buatkan kalimat menggunakan kata-kata
berikut: setapak, sedingin, setiba, dan sekampung! Tentukan pula makna imbuhannya!
4.
Bacalah kutipan teks biografi berikut ini!
Sejak kuliah di Universitas Gajah Mada tersebut, ia telah giat menulis cerpen dan essai
di berbagai majalah seperti Mimbar Indonesia, Siasat, Kisah, Basis, dan Budaya Jaya.
Di kemudian hari ia juga menulis puisi dan
naskah drama. Sebelum berangkat ke Amerika, ia telah banyak menulis sajak maupun
drama, di antaranya kumpulan sajak Balada
Orang-orang Tercinta serta Empat Kumpulan
Sajak yang sangat digemari pembaca pada
zaman tersebut. Bahkan salah satu drama
hasil karyanya yang berjudul Orang-orang di
Tikungan Jalan (1954) berhasil mendapat
penghargaan/hadiah dari Departemen P & K
Yogyakarta.
W. S. Rendra
Meski usianya hampir 70 tahun, kepak
sayap si penyair berjuluk “Si Burung Merak”
ini masih kuat dan tangkas. Suaranya masih
lantang dan sangatlah mahir memainkan
irama serta tempo. Kepiawaian pendiri
Bengkel Teater, Yogyakarta ini dalam membacakan sajak serta melakonkan seseorang
tokoh dalam drama, membuatnya menjadi
seorang bintang panggung yang dikenal oleh
seluruh anak negeri hingga ke mancanegara.
Sekembalinya dari Amerika pada tahun
1967, pria tinggi besar berambut gondrong dengan suara khas ini mendirikan Bengkel Teater
di Yogyakarta. Memimpin Bengkel Teater,
menulis naskah, menyutradarai, dan memerankannya, dilakukannya dengan sangat baik.
..................
WS Rendra mencurahkan sebagian besar
hidupnya dalam dunia sastra dan teater. Menggubah sajak maupun membacakannya,
menulis naskah drama sekaligus melakoninya
sendiri, dikuasainya dengan sangat matang.
Sajak, puisi, maupun drama hasil karyanya
sudah melegenda di kalangan pecinta seni
sastra dan teater di dalam negeri, bahkan di
luar negeri.
Menekuni dunia sastra baginya memang bukanlah sesuatu yang kebetulan namun sudah
menjadi cita-cita dan niatnya sejak dini. Hal
tersebut dibuktikan ketika ia bertekad masuk
118
www.tokohindonesia.com
a. Tulislah identitas tokoh di atas!
b. Bidang pekerjaan apa yang ditekuni oleh
tokoh tersebut?
c. Mengapa ia dijuluki “Si Burung Merak”?
d. Tulislah keistimewaan tokoh di atas!
e. Teladan apa yang kalian peroleh dari
kisah tokoh di atas!
5.
Tulislah puisi berdasarkan peristiwa menarik
yang pernah kalian alami di sekolah!
Bab 9 Tokoh Idola
www.flickr.com
www.yahoo.com
www.yahoo.com
www.tokohindonesia.com
Setiap remaja pasti mempunyai tokoh idola yang bisa menjadi sumber motivasinya dalam meraih
kesuksesan
Pendahuluan :
Setelah kalian belajar dengan topik tentang “Mengungkapkan Pendapat dan Imajinasi” pada bab
VIII, kini kalian diajak untuk belajar bahasa dengan topik yang amat menarik, yakni tentang “Tokoh
Idola”. Setiap remaja paling suka memenuhi dinding kamar atau mejanya dengan tokoh-tokoh idolanya,
entah dari dunia musik, olahraga, politik, agama, atau perfilman. Tokoh idola itu dapat menjadi sumber
motivasi bagi kalian dalam meraih kesuksesan.
Pertama-tama, kalian diharapkan, dapat merefleksikan isi puisi yang dibacakan. Itu berarti kalian
diharapkan mampu mengungkapkan isi puisi tersebut dengan mempertimbangkan nada, suasana,
irama, dan pilihan kata. Kalian tentu juga diharapkan mampu menangkap isi puisi tersebut se-perti
gambaran penginderaan, perasaan, dan pendapat.
Kedua, kalian juga diajak untuk dapat menceriterakan tokoh idolamu itu dengan mengemukakan
identitas dan keunggulan tokoh idolamu itu serta alasan kalian mengidolakannya dengan pilihan kata yang sesuai. Dengan demikian, kalian harus mampu mengemukakan identitasnya, menentukan
keunggulan tokoh idolamu itu dengan argumen yang tepat, menceriterakan tokoh idolamu itu dengan
pedoman kelengkapan identitas tokoh, dan mampu mengemukakan alasannya mengapa kalian mengidolakannya dengan pilihan kata yang sesuai.
Ketiga, kalian akan diajak untuk menemukan realitas kehidupan anak yang terefleksi di dalam
buku cerita anak, baik asli maupun terjemahan. Dengan itu, kalian juga diharapkan mampu menemukan
tema, latar, perwatakan, dan nilai dalam cerita anak terjemahan itu disertai bukti yang mendukung.
Kalian juga diharapkan mampu mengungkapkan pikiran dan imajinasimu berkenaan dengan pelaku
peristiwa atau latar cerita yang kalian baca, dan kalian pun diharapkan mampu mengaitkan isi buku
cerita dengan kehidupanmu.
Keempat, kalian juga diajak untuk belajar menulis pesan singkat sesuai dengan isi dengan
menggunakan kalimat yang efektif dan bahasa yang santun.
Akhirnya, dari sisi kebahasaan kalian diharapkan mampu mengidentifikasi kalimat yang
menggunakan kata denotasi dan konotasi, serta kalimat berita, baik yang positif maupun negatif.
119
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
penggunaan gaya bahasa.
MENDENGARKAN
9.1 Merefleksi Isi Puisi yang
Dibacakan
Pada bab sebelumnya kalian telah menanggapi cara pembacaan puisi. Sekarang kalian
akan merefleksikan isi puisi yang dibacakan. Sebelum kalian membacakan puisi, tentunya kalian
harus memahami isinya terlebih dahulu. Hal ini
akan membantu kalian dalam menghayati dan
mengekspresikan puisi.
9.1.1
Nada, Suasana, dan Irama
Dalam pembacaan puisi kalian harus memerhatikan nada, suasana, dan irama. Tinggi
rendahnya bunyi sewaktu membacakan puisi
disebut nada. Cara pengucapan bait-bait puisi
tidaklah sama tinggi atau rendahnya. Misalnya
ketika sampai pada bait yang penuh makna
dibacakan dengan nada yang tinggi.
Suasana atau keadaan, ketika membacakan
puisi harus sesuai dengan isi puisi sehingga diharapkan pembaca dapat mengetahui perasaan
penyair yang menjiwai puisi. Perasaan yang
menjiwai puisi dapat berupa perasaan gembira,
sedih, terharu, terasing, tersinggung, patah hati,
sombong, tercekam, cemburu, kesepian, takut,
dan menyesal. Misalnya, perasaan sedih yang
mendalam diungkapkan oleh Chairil Anwar dalam
puisinya “Senja di Pelabuhan Kecil” atau perasaan terharu terhadap suatu hal atau peristiwa
dalam puisi “Gadis Peminta-minta” karya Toto
Sudarto Bachtiar.
Irama atau ritme berhubungan dengan
pengulangan bunyi, kata, frasa, dan kalimat.
Dalam puisi (khususnya puisi lama), irama berupa pengulangan yang teratur suatu baris puisi
menimbulkan gelombang yang menciptakan
keindahan. Irama dapat juga berarti pergantian
keras-lembut, tinggi-rendah, atau panjangpendek kata secara berulang-ulang dengan
tujuan menciptakan gelombang yang memperindah puisi.
Pilihan kata juga harus diperhatikan. Apalagi
pilihan kata puisi berbeda dengan pilihan kata
yang digunakan dalam prosa atau bahasa
sehari-hari. Pilihan kata dalam puisi biasanya
mengandung makna yang dalam dan disertai
120
Setelah kalian bisa merasakan nada,
suasana, irama, dan pilihan kata dalam puisi,
kalian diharapkan dapat dengan mudah
menangkap maksud dan gambaran pengindraan
penyair yang dituangkan dalam puisi.
Tahap terakhir dalam pemahaman dan
pembacaan puisi adalah menemukan amanat
puisi. Amanat adalah pesan atau nasihat yang
ditangkap pembaca setelah membaca puisi.
9.1.2
Merefleksikan Isi Puisi
Merefleksikan artinya mencerminkan. Merefleksikan puisi artinya menjadikan puisi sebagai cerminan hidup. Nasihat, teguran, rasa
syukur, kekaguman penyair yang dituangkan
dalam puisinya merupakan bahan untuk bercermin. Merefleksikan puisi adalah membandingkan isi puisi dengan kehidupan sekarang atau
kehidupan yang dialami pembaca.
Cermatilah puisi berikut ini!
Dari Seorang Guru kepada Murid-muridnya
Adakah yang kupunya anak-anakku
selain buku-buku dan sedikit ilmu
œ
sumber pengabdianku kepadamu
Kalau hari Minggu engkau datang ke
rumahku
aku takut anak-anakku
kursi-kursi tua yang di sana
dan meja tulis sederhana
dan jendela-jendela yang tak pernah
diganti kainnya
semua kepadamu akan bercerita
tentang hidupku di rumah tangga
..................
œ
œ
œ
œ
œ
œ
œ
œ
Hartoyo Andangjaya
Puisi di atas dapat melahirkan amanat berikut ini bagi pembacanya:
1.
perbaikilah nasib guru,
2.
hormatilah guru yang hidupnya menderita
namun tetap berbakti dengan penuh
semangat,
3.
muliakanlah guru sebagai pahlawan tanpa
tanda jasa, dan
4.
jangan menilai harkat guru dari harta kekayaannya tetapi dari keseluruhan martabatnya.
Bab 9 Tokoh Idola
Apa yang diungkapkan oleh penyair mungkin
sekali terjadi pada kehidupan sekarang.
Oleh karena itu, sebagai seorang pelajar
yang baik harus menghormati guru yang
mengajarkan banyak hal pada kalian.
1. Bacalah kembali puisi tersebut dengan
pelafalan (artikulasi), intonasi, penghayatan, ekspresi, nada, suasana dan
irama yang tepat!
2. Berikan tanggapan dan penilaian kalian
tentang cara membaca puisi teman kalian!
Bacalah puisi berjudul “Menuju ke Laut”
berikut ini!
Menuju ke Laut
Kami telah meninggalkan engkau
tasik yang tenang tiada beriak
diteduhi gunung yang rimbun
dari angin dan topan
sebab sekali kami terbangun
dari mimpi yang nikmat
Ombak ria berkejar-kejaran
di gelanggang biru di tepi langit
pasir berulang dikecap
tebing curang ditantang diserang
dalam bergurau bersama angin
dalam berlomba bersama mega
Sejak itu jiwa gelisah
selalu berjuang tiada reda
ketenangan lama serasa beku
gunung pelindung rasa pengalang
berontak hati hendak bebas
menyerang segala apa menghadang
Gemuruh berderai kami jatuh
terhempas berderai mutiara bercahaya
gegap-gempita suara mengerang
dahsyat bahasa suara meraung
keluh dan gelak silih berganti
pekik dan tempik samput menyambut
Tetapi betapa sukarnya jalan
badan terhempas kepala tertumbuk
hati hancur pikiran kusut
namun kembali tiada ingin
ketenangan lama tiada diratapi
Kami telah meninggalkan engkau
tasik yang tenang, tiada beriak
diteduhi gunung yang rimbun
dari angin dan topan
sebab sekali kami terbangun
dari mimpi yang nikmat
Bentuklah kelompok terdiri atas 4—6
siswa, kemudian diskusikan dan kerjakan perintah-perintah berikut ini!
1. Tandailah bagian-bagian puisi “Menuju ke
Laut” yang harus dibacakan dengan nada
tinggi dan nada rendah!
2. Tulislah bagaimana suasana atau perasaan penyair pada saat menulis puisi
“Menuju ke Laut”!
3. “Tenang tiada beriak” artinya tidak berombak sama sekali.
“Diteduhi gunung yang rimbun” artinya
dilatarbelakangi oleh gunung yang teduh.
Lanjutkan mengartikan setiap baris puisi
“Menuju ke Laut”!
4. Tulislah amanat yang ingin disampaikan
penyair pada pembacanya!
5. Refleksikanlah isi puisi tersebut dengan
kehidupan masa kini dan manfaat yang
dapat dipetik oleh pembacanya!
Sampaikanlah hasil diskusi kalian di
depan kelas untuk ditanggapi oleh
kelompok lain.
Sutan Takdir Alisjahbana
121
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
BERBICARA
9.2 Menceritakan Tokoh Idola
Kalian tentu mempunyai tokoh idola yang
dijadikan teladan. Siapa pun tokoh idola kalian,
tentunya dia mempunyai keunggulan yang patut
kalian teladani.
Pada bab ini kalian diharapkan dapat menceritakan tokoh idola kalian dengan mengemukakan identitas tokoh, keunggulan tokoh dengan
argumen yang tepat, dan teladan-teladan yang
bisa kalian contoh.
9.2.1
acara Miss Asean. Addie juga sempat meraih
3 Golden Trophy BASF Award sebagai Penata Musik Terbaik, dua Golden Records
untuk album Panduwinata, dan 2 Silver
Records album Chrisye.
Addie pernah membuat 3 orkestrasi dalam
album Dream Suite karya Suzanne Ciani,
yang dinominasikan dalam Grammy Awards
ke-38 sebagai The Best New Age Album. Saat
namanya sedang dipuncak prestasi, Addie
memilih jalur yang saat itu “sunyi”: musik
simfonik. Nama Addie identik dengan Twilite
Orchestra, pop orkestra yang dibentuknya
bersama Indra Bakri dan Oddie Agam.
Cek & Ricek 461, Tahun IX,
Rabu, 27 Juni-03 Juli 2007
Tokoh Idola
Berikut ini ada satu tokoh musik Indonesia
yang sudah terkenal di Indonesia. Bacalah informasi singkat tentang tokoh tersebut!
Mungkin salah satu dari kalian mengidolakan
tokoh di atas. Dalam informasi di atas kalian dapat
menemukan identitas tokoh, keunggulan tokoh,
dan prestasi-prestasi tokoh.
Addie M.S.
Karier musik Addie M. S. dimulai pada tahun 1979. Kala itu ia bertindak sebagai arranger maupun produser untuk album-album
rekaman penyanyi-penyanyi pop. Di usia 24
tahun, Addie sudah tampil sebagai penata
musik di “Festival International de la Cancion”,
Chile, tahun 1983 Addie juga menjadi konduktor pemain orkestra dari berbagai negara di
ajang tersebut.
Bapak dua putra ini adalah music director
terbaik untuk BASF Awards selama 7 tahun
berturut-turut. Pada tahun 2005, Addie dipercaya memimpin Manila Philharmonic dalam
1. Sebutkan tiga identitas Addie M. S. yang
terdapat dalam teks di atas!
2. Sebutkan keunggulan Addie M. S. yang
terdapat dalam teks di atas!
3. Kemukakan alasan-alasan mengapa
Addie M.S. dapat dijadikan sebagai tokoh
idola masyarakat Indonesia!
4. Carilah arti istilah-istilah berikut ini!
a. arranger
d. orkestra
b. producer
e. orkestrasi
c. konduktor
f. simfonik
www.flickr.com
9.2.2
Addie M.S., pendiri Twilite Orchestra,
122
Identitas Tokoh
Identitas adalah ciri-ciri atau keadaan
khusus seseorang. Identitas dapat berupa nama,
jenis kelamin, tempat /tanggal lahir, pendidikan,
pekerjaan, keluarga, prestasi dan lain-lain.
Berikut ini contoh menulis identitas tokoh.
Bab 9 Tokoh Idola
Nama
Sebutan/julukan
Tempat/tanggal lahir
Keterangan
:
:
:
:
W.S. Rendra
Si Burung Merak
Solo, 7 November 1935
W.S. Rendra mencurahkan sebagian besar
hidupnya dalam dunia
sastra dan teater. Berikut
ini beberapa karyanya:
Jangan Takut Ibu, Baada Orang-Orang Tercinta
(Kumpulan sajak), Empat
Kumpulan Sajak, Rick
dari Corona, Potret Pembangunan Dalam Puisi,
Bersatulah PelacurPelacur Kota Jakarta,
dan lain-lain
1. Pilih salah satu tokoh idola kalian,
tokoh dalam negeri atau luar negeri!
2. Carilah identitas dan keunggulan
tokoh idola kalian sebanyakbanyaknya dari berbagai sumber
seperti majalah, surat kabar, tabloid,
dan internet!
3. Ceritakan tokoh idola tersebut di
depan kelas!
4. Berikan pertanyaan kepada teman
kalian yang telah selesai menceritakan
tokoh idola!
MEMBACA
A. Cermatilah gambar-gambar tokoh berikut ini!
9.3 Menemukan Realitas
Kehidupan Anak yang
Terefleksi dalam Buku
Cerita Anak baik Asli
maupun Terjemahan
Kalian pasti pernah membaca cerita yang
ditulis oleh pengarang Indonesia. Tema, latar,
dan nama-nama pelaku dalam cerita tersebut
sudah tidak asing lagi. Selain cerita yang ditulis
oleh pengarang Indonesia dengan tema dan
bahasa sendiri, kalian bisa juga menikmati cerita
yang ditulis oleh pengarang asing.
1. Tulislah identitas tokoh-tokoh di atas!
Kalian dapat mencari informasi identitas tokoh di majalah, surat kabar, atau
internet!
2. Tulislah keunggulan tokoh dengan
argumen yang tepat!
Pada pelajaran ini kalian akan membaca
salah satu cerita terjemahan dan menemukan
unsur-unsur intrinsik yang ada dalam cerita terjemahan tersebut. Selain itu, kalian juga akan
mempelajari kata bermakna denotasi, bermakna
konotasi, kalimat perintah (positif-negatif), dan
kalimat berita (positif-negatif).
9.3.1
Cerita Terjemahan
Bacalah kutipan cerita terjemahan berikut
ini!
B. Ceritakan satu tokoh idola kalian
dengan ketentuan berikut ini!
123
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Dia tiba pada tanggal delapan Januari.
Antara waktu saya setuju untuk menerimanya
dan pagi hari kedatangannya, saya tidak mendengar apa pun, tidak menerima satu berkas
pun, dan tidak mengetahui latar belakangnya
sedikit pun. Yang saya tahu hanyalah yang
telah saya baca dalam artikel dua paragraf
di bawah cerita komik halaman enam satu setengah bulan yang lalu. Namun, saya kira itu
tidak jadi soal. Tidak ada yang dapat mempersiapkan saya untuk menerimanya.
Ed Somers membawa gadis kecil itu, memegang erat-erat pergelangan tangannya
dan menyeretnya. Tuan Collins juga datang
ke paviliun bersama Ed. “Dia akan menjadi
gurumu yang baru,” jelas Ed. “Dan ini akan
menjadi kelasmu yang baru.”
Kami saling memandang. Namanya Sheila.
Usianya hampir enam setengah tahun. Dia
seperti seekor serangga kecil dengan rambut
kusut, mata penuh kebencian, dan bau menyengat. Saya terkejut melihat dia begitu
kecil. Saya mengira akan bertemu anak yang
lebih besar. Bocah tiga tahun itu pasti hampir
setinggi dia. Terbungkus celana terusan
denim usang dan kaos oblong garis-garis
yang sudah pudar warnanya, dia tampak seperti salah satu anak dalam iklan layanan
masyarakat: Selamatkan Anak-Anak.
penuh permintaan maaf. “Kutinggalkan map
kumulatifnya untukmu di kantor.”
Anton menyelot pintu setelah menutupnya
saat Ed dan Tuan Collins sudah pergi. Saya
menyeret Sheila melintasi ruangan ke kursi
saya tempat kami selalu menyelenggarakan
diskusi pagi, dan mendudukkannya di atas
lantai persis di depan saya. Anak-anak lain
berkerumun dengan sikap waspada di sekeliling kami. Kini kami berdua belas.
............
Novel Sheila, Luka Hati Seorang Gadis Kecil
(judul asli One Child) karya Torey Hayden
pasca.doc
“Hai, namaku Torey,” saya berkata dengan
suara seorang guru yang paling ramah sambil
meraih tangannya. Namun, dia tidak menanggapi. Akhirnya saya mengambil alih pergelangan tangan mungil itu dari Ed. “Ini Sarah. Dia yang bertugas menyambut. Dia akan
menunjukkan seluruh tempat ini padamu.”
Cerita terjemahan adalah cerita yang ditulis
oleh pengarang asing dengan menggunakan
bahasa asing yang kemudian diterjemahkan ke
dalam bahasa Indonesia. Cerita tersebut tetap
menggunakan nama tokoh, waktu, latar tempat,
dan budaya dari negara aslinya. Oleh karena
itu, terkadang kita menjumpai istilah tertentu
yang tidak bisa kita mengerti karena memang
tidak ada kosa kata dalam bahasa Indonesia.
Sarah mengulurkan tangan, tetapi tatapan
mata Sheila bergerak cepat dari satu wajah
ke wajah lainnya. “Ayo, Nak.” Sarah menangkap tangannya.
Cerita terjemahan berfungsi antara lain
untuk mengenal budaya dan tradisi suatu negara
serta menambah kekayaan karya sastra Indonesia.
“Namanya Sheila,” kata saya. Namun,
Sheila meradang atas sikap bersahabat ini
dan menyentakkan tangannya hingga lepas,
lalu menarik tubuhnya ke belakang. Dia berbalik untuk lari, tapi untungnya Tuan Collins
berdiri di pintu dan Sheila berlari ke arahnya.
Saya menangkap sebelah lengannya dan
menyeretnya kembali ke dalam kelas.
Tokoh, watak tokoh, latar, dan amanat merupakan unsur intrinsik. Unsur intrinsik adalah
unsur pembangun cerita yang antara lain terdiri
atas tokoh, watak tokoh, latar (tempat dan
waktu), dan amanat. Mencari unsur intrinsik
sebuah cerita bukanlah hal yang sulit. Unsurunsur ini bisa kita temukan di dalam sebuah
cerita dengan cara membaca dan mencermati
setiap peristiwa dengan teliti.
“Kami pergi dulu,” kata Ed dengan tatapan
124
Bab 9 Tokoh Idola
Mari kalian perhatikan unsur-unsur cerita
dalam kutipan novel Sheila, Luka Hati Seorang
Gadis Kecil berikut!
a. Tokoh-tokoh dalam kutipan novel:
1. Ed Somers
2. Tuan Collins
3. Sheila
4. Torey (saya)
5. Sarah
6. Anton
b. Watak tokoh:
1. Ed Somers mempunyai watak disiplin
2. Tuan Collins mempunyai watak disiplin
dan bertanggung jawab.
Misteri Lebah Madu
Bagian 1
Mainan Kecil yang Berdengung
“Tunggu sampai kalian melihatnya!” kata
Sarah-Jane Cooper kepada kedua sepupunya
yang sedang berkunjung, Timothy Dawson dan
Titus McKay. “Mereka sangat menawan hati!
Seperti mainan kecil berbulu halus yang berdengung dan terbang berputar-putar. Hanya saja, mereka hidup! Dan, mereka bisa menghasilkan madu. Tak seorang pun tahu bagaimana
mereka membuatnya. Madu ini lezaaat sekali!”
Dengan ceria Sarah-Jane menggigit
sepotong kue berlapis madu yang lezat.
3. Sheila mempunyai watak keras dan tidak
peduli.
Timothy dan Titus hanya memandanginya
dari seberang meja makan.
4. Torey mempunyai watak ramah, penyayang, dan disiplin.
Sarah-Jane tahu arti pandangan mereka.
Mereka menganggapnya aneh.
5. Sarah mempunyai watak ramah.
“Kenapa?” tanyanya sambil balas memandang.
6. Anton mempunyai watak disiplin.
c. Latar (tempat dan waktu):
1. tempat : paviliun atau ruang kelas
2. waktu
: pagi hari
d. Amanat:
Terimalah siapa pun dengan lapang hati
tanpa melihat latar belakang, penampilan,
dan sikapnya.
e. Imajinasi berkenaan dengan pelaku dalam cerita di atas adalah sebagai berikut.
1.
Sheila adalah seorang anak yang keras. Terlihat dari sikapnya yang memberontak dan
selalu ingin melarikan diri. Dia juga tidak
acuh pada sekelilingnya. Ketika diperkenalkan sikapnya tidak peduli, meskipun dia
diterima dengan baik.
2.
Orang-orang di lingkungan baru tempat
Sheila hadir berusaha bersikap disiplin dan
tegas untuk mengatasi sikap pemberontak
Sheila.
“S-J,” kata Timothy. “Yang kita omongin itu
lebah kan?”
“Betul,” jawab Sarah-Jane. “Memangnya
kenapa?”
“Nah,” kata Titus, “semua lebah kan menyengat, dan itu tidak bisa dibilang menawan hati.”
“Jangan bodoh,” kata Sarah-Jane. “Lebahlebah madu ini sangat manis. Mereka jarang
sekali menyengat, kecuali untuk melindungi
sarangnya. Mereka tidak bisa disalahkan,
bukan? Aku sudah berkali-kali ke sarang lebah
dan belum pernah sekali pun disengat. Kita
harus mengenakan pakaian kerja peternak
lebah. Dan, supaya tetap aman, jangan sekalikali membuat gerakan yang mengejutkan.”
Sebagai latihan, bacalah kutipan cerita anak
terjemahan berikut ini!
125
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Timothy dan Titus saling berpandangan
dengan bimbang.
Sarah-Jane tampak kesal. “Kalian suka
madu ini?” tanyanya.
“Madu ini enaaak sekali,” kata Titus.
“Lezat,” Timothy menyetujuinya.
“Nah, menurut kalian, dari mana asal madu
ini?” tanya Sarah-Jane lagi. “Dari lebah-lebah
milik tetanggaku. Jangan menghina lebah-lebah
manis itu kalau kalian sudah makan madunya.”
“Oke, tapi kita harus buat perjanjian,” kata
Timothy. “Kami mau melihat sarang lebah itu
bersamamu asal kau berhenti bilang kalau
lebah-lebah itu manis.
Sarah-Jane berpikir sejenak. “Baiklah,” sahutnya. “Tunggu saja sampai kalian melihatnya!”
Bagian 2
Lebah-Lebah Ganas
“Ngomong-ngomong,” kata Sarah-Jane, “aku
sudah nggak sabar lagi ingin bertemu Pak dan
Bu B!”
“Kapan kita ke sana?” tanya Titus.
Sarah-Jane melihat ke langit dan mengerutkan dahi. “Kalau cuacanya cerah. Lebah tidak
suka cuaca lembab dan berawan. Mereka akan
berubah ganas karena tidak bisa terbang dengan
bebas.”
“Lebah-lebah ganas,” kata Titus. “Sepertinya
menarik.”
“Jangan khawatir,” kata Sarah-Jane. “Pak B
tak akan mengajak kita ke sana kalau berbahaya. Ia juga tidak pernah ke sana jika cuacanya
buruk, kecuali terpaksa.”
“S-J!” Timothy tercekat. “Katamu lebah-lebah
itu sangat menyenangkan.”
“Memang!” jawab Sarah-Jane. “Tapi orang
pun kadang-kadang bisa berubah jadi ganas,
kan? Ia memandangi kedua sepupunya. “Apalagi jika mereka dikurung bersama dengan enam
puluh ribu orang lain.”
“Enam puluh ribu?” tanya Titus tak percaya.
“Maksudmu enam puluh ribu lebah?”
“Nggak kok!” protes Sarah-Jane kesal.
Sarah-Jane mengangkat bahunya. “Kurang
lebih itu jumlah mereka dalam satu sarang. Aku
ingin kalian cepat-cepat melihatnya! Cuaca
diramalkan akan cerah sore nanti. Kuharap
ramalan itu benar.”
“Ngaku saja,” kata Timothy, “kau menyebut
mereka Pak dan Bu. Panggilan yang manis,
kan?”
Kemudian Sarah-Jane memikirkan cara lain
untuk melihat sarang lebih itu. Bukan dari dekat,
tapi dari loteng rumahnya.
“Bukan, bukan, bukan, bukan!” jerit SarahJane. “Maksudku bukan B-E-E yang artinya lebah, tapi huruf B. Nama tetanggaku itu panjang,
sulit diingat atau dieja. Maka semua orang memanggilnya sengan huruf pertamanya saja. Pak
dan Bu B.”
Bagian 3
“S-J!” seru Titus. Kau kan sudah setuju untuk
tidak menyebut lebah dengan manis.”
“Ooo,” kata Titus, “jadi Pak dan Bu B itu
nama pemiliknya. Tetap aja lucu kedengarannya.”
“Tapi mereka kan tak sengaja,” sahut S-J.
“Itu karena B adalah huruf awal nama mereka.
Mereka tak bisa menolaknya.”
Sarah-Jane memutuskan untuk tidak cerita
tentang kotak surat Pak dan Bu B yang terletak
di halaman depan rumah mereka, karena kotak
itu dicat menyerupai lebah madu raksasa.
“Kalaupun nama Pak dan Bu B kedengaran
lucu, itu bukan salahku. Dan, itu artinya tidak
melanggar perjanjian kita. Kalian harus ikut aku
melihat melihat sarang lebah itu.”
Timothy dan Titus sadar kalau mereka kalah.
Begitu juga Sarah-Jane. Ia juga yakin kalau kedua sepupunya sebenarnya juga tertarik untuk
melihat lebah dari dekat.
126
Dari Jendela Loteng
Sarah-Jane mengajak kedua sepupunya naik
ke atas loteng di lantai dua rumahnya.
Ayahnya baru saja merombak loteng itu
menjadi ruang kerja ibunya. Ibu Sarah-Jane
adalah seorang penjahit dan perancang dekorasi. Ia memerlukan ruangan yang lebih besar
Bab 9 Tokoh Idola
karena pelanggannya semakin bertambah.
Masalahnya, loteng itu malah menjadi tempat kesayangan Sarah-Jane, sekaligus tempat
persembunyiannya.
Akhirnya ibunya menyediakan sedikit ruang
di sudut dekat jendela bagi Sarah-Jane.
Di sudut itu terdapat lampu, karpet, dan kursi
yang nyaman. Selain itu juga terdapat rak buku,
meja, dan kursi khusus untuk menulis dan menggambar.
Ada beberapa peraturan yang harus ditaati
Sarah-Jane. Pertama, ia tidak boleh mengacaukan barang-barang ibunya. Kedua, ia tidak boleh
menaruh barang-barangnya di sembarang
tempat. Ketiga, ia tidak boleh berisik dan mengganggu ibunya saat bekerja.
Sarah-Jane mematuhinya. Ia biasanya meringkuk di kursi sambil membaca buku, terutama cerita detektif. Sarah-Jane menyukai misteri.
Timothy dan Titus juga menyukai misteri.
Bahkan mereka bertiga punya klub detektif
sendiri. Mereka sudah berulang kali memecahkan beberapa misteri sungguhan.
“Sangat yakin. Ada banyak sekali lebah
yang beterbangan di luar sarangnya saat cuaca
cerah. Meskipun bunga yang ada tidak sebanyak di awal musim panas, lebah-lebah itu tetap
sibuk. Ada juga beberapa lebah yang tinggal di
dalam sarang untuk merawat bayi-bayi lebah.”
Timothy dan Titus masih sedikit ragu.
Sarah-Jane melanjutkan, “Seperti kataku
tadi, tubuh kita akan tertutup seluruhnya. Pak
dan Bu B memberi kami beberapa botol madu
dan lilin lebah yang cantik. Sebagai balasannya,
ibuku membuatkan pakaian kerja ternak lebah
seukuran anak-anak untuk dipakai cucu-cucu
mereka saat berkunjung. Kita juga akan memakainya nanti.”
“Jangan khawatir. Pak B tahu segala hal tentang lebah. Sebenarnya memelihara lebah hanyalah hobi yang dikerjakannya setelah pensiun.
Tapi ia sangat mahir. Ia orangnya tenang dan
hati-hati. Jadi para lebah menyukainya.
Tiba-tiba Sarah-Jane berdiri dan melihat ke
luar jendela.
“Ada yang aneh,” ujarnya.
Selain menulis dan menggambar, SarahJane juga senang melihat pemandangan melalui
jendela loteng.
Dikutip dari Misteri Lebah Madu, Elspeth
Campbell Murphy
Ia bisa melihat hamparan bunga-bunga liar
dan hutan di luar sana. Dan, yang paling
mengasyikkan, ia bisa melihat lebah-lebah itu.
Identitas buku
Judul asli : The Mystery of
the Honeybees’ Secret
Judul terjemahan : Misteri
Lebah Madu
Penulis : Elspeth Campbell
Murphy
Penerjemah : Rachel Yuni K.
Tahun Terbit : Cetakan
pertama, 2002
Penerbit : Gloria Graffa
Untuk menjaga agar lebah-lebah itu tidak
mengganggu siapa pun, di sepanjang sisi
pekarangan rumah Pak B dipasangi pagar tinggi. Tapi Sarah-Jane tetap bisa melihat lebah itu
dari tempat favoritnya. Ada tiga sarang yang
letaknya di pojok kebun di halaman belakang
rumah Pak B.
Ia memperlihatkan sarang-sarang itu kepada
Timothy dan Titus.
“Yaah, ternyata hanya seperti tumpukan
peti,” kata Titus sedikit kecewa.
“Hampir mirip seperti lemari arsip besar dari
kayu. Yah,” kata Timothy.
Sejenak Sarah-Jane merenung. “Di dalamnya juga kelihatan seperti itu,” sahutnya. “Tapi
isinya bukan arsip, melainkan bingkai kayu.
Bingkai-bingkai itu tertutup oleh lubang-lubang
kecil untuk menyimpan madu. Selain itu, di
dalamnya ada lebah banyaaaak sekali.”
Timothy dan Titus saling berpandangan sekilas dan melihat ke arah sarang-sarang itu lagi.
“Apa kau yakin, S-J?”
Kerjakan soal-soal berikut berdasarkan
cerita anak terjemahan yang telah kalian
baca!
1. Tuliskan nama-nama pelaku dan watak
setiap pelaku cerita tersebut!
2. Tuliskan tempat-tempat kejadian peristiwa
yang terdapat dalam cerita tersebut dan
salinlah kalimat-kalimat yang memuat tempat kejadian tersebut!
127
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
3. Tuliskan waktu-waktu terjadinya peristiwa
dalam cerita tersebut dan tunjukkan
kalimat yang memuat waktu dalam cerita
tersebut!
4. Catatlah kalimat/paragraf yang isinya
mengenai suasana dan tentukan jenis
suasananya!
5. Tuliskan amanat dan nilai moral yang
terkandung dalam cerita tersebut!
7. Cobalah kaitkan isi cerita tersebut
dengan kehidupan kalian! Misalnya, kejadian yang terjadi dalam cerita pernah
kalian alami.
Kata pagi pada 1a dan dingin pada 2a termasuk kata yang memiliki satu tafsiran makna,
yaitu pagi yang artinya waktu dimulainya hari,
dingin yang artinya suhu udara rendah. Kata
yang hanya memiliki satu tafsiran arti saja
dinamakan makna denotasi.
Kata pagi pada contoh 1b bermakna masa
muda, dan dingin pada contoh 2b bermakna tidak
ramah. Makna kata tersebut dinamakan makna
konotasi, yaitu kata yang memiliki tafsiran arti
lebih dari satu.
A. Tentukan kalimat berikut ini yang
menggunakan kata bermakna denotasi atau konotasi!
1. Bentuklah kelompok beranggotakan 4
orang!
1. a. Di rumahnya hanya ada
sepasang kursi rotan.
2. Bacalah sebuah buku cerita anak terjemahan!
3. Tulislah identitas buku, meliputi (a) judul
buku, (b) pengarang, (c) penerbit, (d) cetakan ke-, (e) tebal buku, dan (f) tahun
terbit,
4. Analisislah buku cerita anak tersebut,
meliputi:
a. pelaku dan watak pelaku,
b. Ada dua calon yang
memperebutkan kursi presiden.
2. a. Becak adalah kendaraan yang
praktis untuk ibu-ibu.
b. Partai Golkar kendaraan para
kader menuju jabatan terhormat.
3. a. Karena sakit Tono tidak masuk
sekolah.
b. Bank yang sakit akan dibekukan
oleh pemerintah.
b. latar (tempat, waktu, dan suasana),
c. amanat dan nilai,
d. Gambaran imajinasi tentang pelaku
dan latar cerita, dan
e. kaitkan isi cerita tersebut dengan kehidupan kalian.
9.3.2
Makna Denotasi dan Makna
Konotasi
Perhatikan kutipan berikut ini!
1. a. Pagi itu Awan sengaja bangun lebih
awal.
b. Pagiku hilang telah melayang
Hari mudaku telah hilang
2. a. Udara pagi berdesir dingin.
b. Kedatangannya disambut lelap dingin.
128
B. Carilah kata-kata bermakna konotasi
dan denotasi dalam kutipan novel
Sheila, Luka Hati Seorang Gadis Kecil.
9.3.3
Kata Berkonotasi Positif dan
Negatif
Selain mempelajari kata bermakna, kalian
juga akan diperkenalkan dengan kata yang memiliki konotasi positif (baik) dan konotasi negatif
(buruk). Cermatilah kalimat-kalimat berikut ini!
1. a. Zuleha adalah gadis termanis di
kampungku.
b. Zuleha adalah dara termanis di
kampungku.
c. Zuleha adalah perawan termanis di
kampungku.
Bab 9 Tokoh Idola
2. a. Rini, gadis bertubuh langsing.
b. Rini, gadis bertubuh kurus.
c. Rini, gadis bertubuh kerempeng.
Kata bercetak tebal pada kalimat 1, gadis,
dara, dan perawan memiliki makna yang sama
yaitu wanita muda. Akan tetapi, kata-kata tersebut memiliki makna yang bernilai rasa berbeda.
Kata gadis memiliki konotasi makna yang bernilai
rasa hormat, menyenangkan, dan halus. Kata
dara dan perawan memiliki konotasi negatif.
Begitu juga pada kalimat 2, kata langsing memiliki
konotasi makna positif, kata kurus dan kerempeng memiliki konotasi makna negatif.
(1) Minggu depan ada ulangan bahasa.
(2) Pemerintah DKI akan berusaha menanggulangi banjir di Jakarta.
(3) Kecelakaan lalu lintas itu menelan banyak korban jiwa.
Tiga kalimat di atas adalah contoh kalimat
berita positif, maksudnya isi berita tersebut tidak
mengandung pengertian negatif yang ditandai
dengan adanya kata tidak atau bukan. Perhatikan contoh berikut!
(4) Hari ini tidak ada ulangan.
(5) Pemerintah DKI tidak akan membiarkan
banjir merajalela di Jakarta.
(6) Kecelakaan lalu lintas itu tidak menelan
korban jiwa.
1. Kalimat-kalimat berikut ini berkonotasi positif atau berkonotasi negatif?
Contoh kalimat (4), (5), dan (6) adalah
kalimat berita negatif.
a. Organisasi kepemudaan di daerah ini
berkembang dengan pesat.
b. Komplotan pengedar narkoba di Surabaya berhasil dibekuk petugas.
c. Minuman penambah stamina ini diperuntukkan kaum Adam.
d. Perkumpulan PKK Perum Indah akan
mengadakan piknik ke Bali.
2. Buatlah kalimat dengan menggunakan kata-kata berikut sehingga tampak kata konotasi yang memiliki nilai
rasa positif (baik) dan negatif (buruk)!
a. istri
d. mampus
b. bini
e. anak
c. wafat
f. putra
3. Buatkan karangan/puisi/cerita yang di
dalamnya banyak menggunakan kata-kata bermakna konotasi!
9.3.4
Kalimat Berita Positif dan
Negatif
Dalam pemakaian bahasa, bentuk kalimat
berita umumnya digunakan oleh pembicara atau
penulis untuk membuat pernyataan sehingga
isinya merupakan berita bagi pendengar atau
pembacanya. Perhatikan contoh berikut ini!
1. Temukan kalimat berita positif dan negatif
dalam kutipan cerita anak Misteri Lebah
Madu!
2. Buatlah lima kalimat berita positif!
3. Buatlah lima kalimat berita negatif!
MENULIS
9.4 Menulis Pesan Singkat
Memo adalah kependekan dari memorandum yang berarti bentuk komunikasi yang berisi
saran, arahan, atau penerangan. Isi memo bisa
berupa perintah, pernyataan, pemberian
informasi dan lain-lain. Memo mirip dengan surat
dinas, tetapi dibuat secara singkat.
Memo sering digunakan untuk pesan-pesan,
keperluan pribadi sehari-hari, atau keperluan
dinas. Memo biasanya ditulis dalam bentuk yang
singkat. Perhatikan memo berikut ini!
129
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Contoh 1:
SMP BUDHAYA I
Jl. Matraman Raya No. 20 Jakarta
MEMO
Kepada : Wakil Kepala Sekolah
Dari : Kepala Sekolah
Saya besok rapat di Sanggar MKS, siapkan di meja saya laporan bulanan untuk
bulan ini. Terima kasih.
Jakarta, 31 Oktober 2007
Rudiyanto
Contoh 1 merupakan contoh memo yang
blangkonya resmi (kertas yang berisi keterangan dan dicetak) dibuat sendiri, sedangkan contoh 2 merupakan blangko memo yang tidak resmi.
Pada contoh 1 asal memo dan nama tujuan
(orang atau jabatan) sangat jelas. Pada contoh
2, tujuan memo (Pro.) di bagian atas dan asal
memo di bagian bawah seperti layaknya surat.
1. Tulislah memo Ketua OSIS yang ditujukan kepada sekretaris OSIS! Gunakan
kalimat yang efektif dan bahasa yang
santun.
Isi: Menyatakan persetujuan Ketua OSIS
mengenai pelaksanaan porseni.
Contoh 2:
MEMO
Semarang, 5 November 2007
2. Susunlah memo dari wali kelas I dan ditujukan kepada siswa kelas I! Gunakan
kalimat yang efektif dan bahasa yang
santun.
Isi: Perintah untuk menghadiri pameran
buku di sekolah dalam rangka peningkatan ilmu pengetahuan dan minat baca
para siswa.
Pro : Pengurus OSIS
Segera buat program OSIS sesuai dengan
masing-masing seksi! Paling lambat 10 November 2007!
3. Tuliskan di papan tulis hasil kerja kalian
agar dikomentari teman-teman kalian!
Pembina OSIS
Seno Aji
1.
Untuk memahami isi puisi, kita harus memerhatikan nada, suasana, dan iramanya.
2.
Cerita terjemahan adalah cerita yang ditulis
oleh pengarang asing dengan menggunakan bahasa asing yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Nama
tokoh, waktu, latar tempat, dan budaya tetap
dari negara aslinya. Kekurangannya ialah
kerap ada istilah yang tidak bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indoensia karena memang tidak ada terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
130
3.
Makna denotasi ialah kata yang hanya memiliki satu tafsiran arti, sedangkan makna konotasi ialah kata yang memiliki tafsiran arti
lebih dari satu.
4.
Kalimat berita positif ialah kalimat yang isi
beritanya tidak mengandung pengertian
negatif yang ditandai dengan tidak adanya
kata tidak atau bukan. Kalimat berita
negatif ialah kalimat yang isi beritanya
mengandung pengertian negatif yang
ditandai dengan adanya kata tidak atau
bukan.
Bab 9 Tokoh Idola
5.
Memo adalah kependekan dari memorandum yang berarti bentuk komunikasi yang
berisi saran, arahan, atau penerangan.
6.
Perbendaharaan kata.
-
Isi memo bisa berupa perintah, pernyataan,
pemberian informasi, dan lain-lain. Memo mirip surat dinas, tetapi ditulis secara singkat.
Amanat : pesan yang ingin disampaikan
pengarang kepada pembaca/
pendengar.
-
Intrinsik : terkandung di dalamnya.
Memo digunakan untuk pesan ataupun keperluan pribadi sehari-hari ataupun dinas,
dan ditulis secara singkat.
-
Kosakata : perbendaharaan kata.
-
Puisi : ragam sastra yang bahasanya
terikat oleh irama, matra, dan
tidak terikat oleh sejumlah larik
dalam setiap bait.
GROUP BAND SAMSONS
Group band Samsons, digawangi Bams Reguna Bukit
(vokal), Erik Partogi Siagian (gitar), Irfan Aulia (gitar),
Chandra Christanto (drum), dan Aldri Dataviadi (bass)
terbentuk pada 14 Juli 2003.
Secara bermusik, anak-anak Samsons datang dengan
jenis musik yang berbeda. Dari aliran musik pop, rock,
jazz, alternatif, dan musik minimalis. heran jika aliran
lagu Samsons campur-campur. Tetapi, mereka lebih
condong ke musik pop.
BIOGRAFI
BAMS
Nama : Bambang Reguna Bukit (Bams)
Tempat/Tgl Lahir: Ottawa, 16 Juni 1983
Agama: Kristen
Pekerjaan: Mahasiswa
Influence: Goo-goo dolls, Jamiroquai, Radiohead, Led
Zepppelin, Queen dan Foo Fighter.
IRFAN
Nama: Irfan Aulia Irsal (Irfan)
Tempat/Tgl Lahir: Jakarta,26 April 1983
Agama: Islam
Pekerjaan: Mahasiswa
Influence: Silverchair, John Mayer, U2, Muse,
Radiohead.
ERIK
Nama: Erik Partogi Siagian (Erik)
Tempat/Tgl Lahir: Jakarta, 11 November 1982
Agama: Kristen Protestan
Pekerjaan: Mahasiswa
Influence: John Mayer, Jamiroquai, Radiohead.
ALDRI
Nama: Aldri Dataviadi (Aldri)
Nama Panggilan : Aldri
Tempat/Tgl Lahir: Jakarta, 8 Fevruari 1984
Agama: Islam
Pekerjaan: Mahasiswa
Influence: Weezer, John Mayer, Supergrove,
Marcus Miller, No Doubt.
CHANDRA
Nama: Chandra Cristanto (Konde)
Tempat/Tgl Lahir: Jakarta, 25 Mei 1982
Agama: Islam
Pekerjaan: Mahasiswa
Influence : Carter Beauford (Dave Matthews),
Stuart Copeland (The Police) dan Mike Portnoy
(Dream theater).
samsoniaku.com
131
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling
tepat!
1.
a. Sejak tahun berapa Addie M.S. berkarier?
b. Pada usia berapa Addie tampil sebagai
penata musik di Chile?
Dua pengertian suasana dalam puisi adalah
... .
c. Profesi apa yang ditekuni Addie M.S.
pada awal kariernya?
a. pemahaman akan isi puisi
d. Di manakah Addie menamatkan kuliahnya?
b. nada yang diterapkan ketika membaca
puisi itu
c. irama dan ritme yang dirasakan dalam
puisi itu
2.
5.
d. keadaan yang digambarkan dalam puisi
dan perasaan yang menjiwai puisi tersebut
Berdasarkan kutipan cerita di atas, watak
tokoh Sarah-Jane Cooper adalah ... .
Hal-hal berikut ini yang tidak termasuk identitas adalah ... .
b. penyabar
a. pemberani
c. penakut
a. nama
b. tempat dan tanggal lahir
c. keinginan
d. pendiam
6.
d. julukan
3.
Pada tahun 2005, Addie M.S. dipercaya memimpin Manila Philharmonic dalam acara Miss
Asean. Addie juga sempat meraih 3 Golden Trophy BASF Award sebagai Penata Musik Terbaik.
Dua Golden Records untuk album Panduwinata
dan 2 Silver Records album Chrisye.
Dalam kutipan di atas berisi ... .
b. pendidikan tokoh
a. pemalu
c. prestasi tokoh
b. periang
d. julukan tokoh
Karier musik Addie M.S. dimulai pada tahun
1979. Kala itu ia bertindak sebagai arranger
maupun produser untuk album-album rekaman
penyanyi-penyanyi pop. Di usia 24 tahun, Addie
sudah tampil sebagai penata musik di “Festival
Internationl de la Cancion”, Chile, pada tahun
1983 Addie juga menjadi konduktor pemain
orkestra dari berbagai negara di ajang tersebut.
Pertanyaan berikut ini yang jawabannya
tidak terdapat pada kutipan di atas adalah
... .
132
Hari berikutnya, mereka harus berangkat pagipagi. Pagi-pagi sekali, karena mereka akan
mengambil jalan memutar supaya dapat melihatlihat mercusuar dengan saksama.
Seperti biasanya, pagi itu Timothy sudah
terbangun. Ia selalu riang dan bersemangat di
pagi hari.
Dan seperti biasa pula, Titus hampir tidak
dapat membuka matanya. Bibi dan pamannya
terpaksa menggendongnya masuk ke mobil.
Berdasarkan kutipan cerita di atas, watak
Timothy adalah ... .
a. keluarga tokoh
4.
Kalau saja Sarah-Jane Cooper tahu mercusuar
itu berhantu, ia pasti tidak mau berlibur ke sana.
c. penakut
d. sabar
7.
Berdasarkan kutipan cerita di atas, watak
Titus adalah ... .
a. pemalas
b. periang
c. penakut
d. sabar
8.
Kalimat berita negatif yang terdapat pada
Bab 9 Tokoh Idola
paragraf pertama adalah kalimat ...
2.
a. Tulus jalannya tertatih-tatih.
Tulislah identitas tokoh gambar di bawah
ini!
b. Rasanya kakinya lebih pendek sebelah.
1
c. Aku mengenalnya karena ia tinggal di
sebelah rumahku dan teman sekelasku.
2
d. Walaupun cacat, ia tidak pernah merasa
rendah diri.
9.
Walaupun cacat, ia tidak pernah merasa rendah
diri.
Kata konotatif yang memiliki nilai rasa negatif
pada kalimat di atas adalah ... .
a. cacat
3
b. ia
4
c. tidak
d. merasa
10. Kalimat berikut yang menggunakan kata
bunga dalam makna denotasi adalah ...
a. Rentenir itu mengenakan bunga yang
sangat tinggi kepada peminjam.
b. Mendapatkan hadiah sebagus itu hatinya
berbunga-bunga.
Keterangan:
1. Penulis buku trilogi yang salah satunya
berjudul Atap.
2. Penulis dalam buku kumpulan cerpen
berjudul Dilarang Menyanyi di Kamar
Mandi.
3. Penulis dalam buku kumpulan puisi
berjudul O, Amuk, Kapak.
4. Penulis dalam buku kumpulan cerpen
berjudul Godlob.
c. Putri kampus itu mendapat kiriman bunga
dari seorang pemuda.
d. Banyak orang membeli motor secara
kredit karena bunganya rendah.
B. Kerjakan soal berikut ini dengan tepat!
1.
Bacalah kutipan puisi berikut dan refleksikanlah!
Surat dari Ibu
Pergi ke dunia luas, anakku sayang
pergi ke hidup bebas!
Salama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinar daun-daunan
dalam rimba dan padang hijau
Pergi ke laut lepas, anakku sayang
pergi ke alam bebas!
Selama hari belum petang
dan warna senja belum kemerah-merahan
menutup pintu waktu lampau
Asrul Sani
3.
Bacalah kutipan cerita anak dari buku Misteri Anjing Aneh karya Elspeth Campbell
Murphy!
Perasaan Aneh
Titus Mckay tak dapat menghilangkan perasaan bahwa dirinya sedang diawasi.
Hal itu terjadi akhir-akhir ini, setiap kali ia
mengajak anjing tetangganya – anjing kecil jenis
Yorkshire yang galak bernama Kingley – untuk
jalan-jalan.
Bahkan hari ini Kingsley pun terlihat merasakan ada sesuatu yang aneh. Anjing kecil itu
berhenti beberapa saat untuk menyalaki anakanak kecil yang lewat. Ia mengangkat kepalanya cukup lama, lalu mendengus.
133
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
“Guk?!” gonggongnya pada Titus, seolah
minta penjelasan atas situasi yang terasa aneh
ini.
kucing milik tetangganya di apartemen, jika mereka sedang bepergian. Ia juga suka membawa
anjing berjalan-jalan. Itu sebabnya ia ingin mengurus Kingsley.
“Aku tak tahu,” jawab Titus. “Aneh, ya?”
Kingsley memang hanya seekor anjing. Tapi
terkadang Titus memanggilnya “anjing yang
baik.” Yah, sedikit berlebihan memang. Kenyataannya, Kingsley tidak pernah bersikap “baik”.
Tapi terhadap Titus, ia dapat bersikap “sedikit
lebih baik”. Selain Sam dan George, hanya Titus
yang dapat menanganinya. Menurut ayah Titus,
itu karena Kingsley mengganggap Titus sebagai
“majikannya”.
Herannya, meski merasa diawasi Titus tidak
merasa takut. Memang sedikit tidak tenang, sih.
Dan tentu saja bingung. Tapi tidak takut.
Titus anak kota, dan ia bangga karena dapat
berjalan-jalan ditemani seekor anjing. Ia tahu
bagaimana melakukannya dengan aman, dan
bagaimana harus bersikap waspada. Saat ini
perasaannya mengatakan bahwa ia sedang diawasi. Tapi pada saat yang sama, ia tidak merasakan adanya bahaya.
Jika sukses menangani Kingsley, berarti
Titus telah menunjukkan bahwa kelak ia mampu
menangani anjingnya sendiri.
Titus menggeleng. “Entahlah, Kingsley. ini
sungguh perasaan yang aneh. Tapi kita harus
pulang sekarang. Sepupu-sepupuku akan datang. Yang wanita bernama Sarah-Jane Cooper. Dan yang laki-laki, Timothy Dawson. Kamu
pasti akan menyukai mereka.”
Namun orang tuanya masih saja belum
mempercayainya.
a. Apakah konflik yang terjadi dalam cerita
anak di atas? Sertakan bukti kutipan
kalimatnya!
Sebenarnya Titus ragu kalau Kingsley akan
menyukai sepupu-sepupunya. Sebab, Kingsley
tidak menyukai siapa pun.
b. Tulislah tokoh-tokoh yang terdapat dalam
cerita anak tersebut!
Kingsley adalah anjing tetangga Titus, Sam
dan George – keduanya lebih tua dari Titus. Mereka bersaudara dan hidup bersama dalam satu
apartemen di bawah ruangan yang ditempati
keluarga Titus.
Sam dan George sering bertengkar mengenai banyak hal. Kini George telah pindah dan
tinggal bersama kakaknya, Marie, yang tinggal
beberapa blok dari apartemennya. Sedangkan
Sam tengah dirawat di rumah sakit.
c. Jelaskan perwatakan tokoh-tokoh dalam
cerita anak tersebut!
d. Jelaskan tema dan nilai dalam cerita anak
di atas disertai dengan bukti kutipan yang
mendukung!
e. Kaitkan isi cerita dengan kehidupan sekarang ini!
4.
Jadi, untuk sementara Kingsley dititipkan
pada Titus.
a. Putra raja itu telah dinobatkan menjadi
putra mahkota.
Bagi Titus, merawat Kingsley merupakan
semacam tes untuk membuktikan betapa ia
dapat mengurus anjing dengan baik jika punya
sendiri.
Keinginan Titus untuk memiliki anjing melebihi segala yang ada di dunia ini. Tetapi orang
tuanya belum dapat memercayainya. Bagi Titus,
cara orang tuanya menjawab bahwa mere-ka
akan mempertimbangkannya, hanyalah un-tuk
mengulur waktu dari kata ya.
Titus dapat mengurus binatang dengan baik.
Ia bertugas memberi makan ikan, burung, dan
134
Tentukan kata-kata tercetak tebal dalam kalimat berikut ini termasuk konotasi positif atau
negatif!
b. Markas gerombolan pengacau keamanan itu telah digempur tentara.
c. Kasim memang hanya seorang buruh
pabrik.
d. Bandit kota dan antek-anteknya telah
ditangkap polisi.
e. Orang yang bijak itu telah wafat.
5.
Buatkan sebuah memo dari kepala sekolah
kepada tata usaha yang isinya Kepala
Sekolah minta dibuatkan daftar siswa!
Bab 10
Kompas Cyber Media
Tempo, 6 November 2006
Tempo
Sosial dan Budaya
Tempo
Masalah kesenjangan sosial tetap menjadi permasalahan bangsa ini.
Pendahuluan :
Setelah kalian mempelajari bab IX dengan topik tentang “Tokoh Idola”, kini sampailah kita pada
bab terakhir yang mengangkat topik tentang “Sosial dan Budaya”. Dengan topik ini diharapkan kalian
sebagai generasi muda makin mengenal kehidupan sosial dan budaya. Kiranya hal itu akan sangat
berguna untuk kehidupan kalian kelak di kemudian hari.
Pertama, kalian diharapkan dapat menuliskan dengan singkat hal-hal penting yang dikemukakan
narasumber dalam wawancara. Hal itu berarti kalian juga harus mampu bertanya jawab dengan
narasumber yang kalian wawancarai agar kalian bisa menyam-paikan hasil wawancara kalian.
Kedua, kalian dapat menjelaskan hubungan latar suatu cerpen dengan realitas sosial. Hal itu
berarti kalian harus mampu mengemukakan identitas tokoh, menentukan keunggulan tokoh dengan
argumen yang tepat, menceriterakan tokoh dengan pedoman kelengkapan identitas tokoh, dan mengemukakan alasan kalian mengidolakannya dengan pilihan kata yang sesuai.
Ketiga, kalian dapat membaca puisi dengan menggunakan irama, volume suara, mimik, kinesik
yang sesuai dengan isi puisi, sehingga kalian dapat membacanya dengan indah. Hal itu berarti kalian
harus mampu pula menginterpretasikan puisi melalui gaya bahasa dan pilihan kata dengan data
yang mendukung.
Keempat, kalian dapat menulis kreatif puisi berkenaan dengan peristiwa yang pernah kalian
alami. Hal itu berarti kalian harus mampu mengenali berbagai kreasi penulisan puisi, gaya bahasa,
dan menulis puisi berdasarkan pengalaman sendiri maupun teman.
Akhirnya, kalian diharapkan semakin meningkat kemampuan bahasamu dan kalian mampu
menggunakan kata berimbuhan (ke-an dan peng-an) sesuai kaidah dalam berbagai teks lisan maupun
tulisan.
Selamat bekerja dan sukses selalu.
135
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
MENDENGARKAN
10.1 Menuliskan dengan Singkat
Hal-hal Penting yang
Dikemukakan Narasumber
dalam Wawancara
Pada pelajaran ini kalian diajak untuk mendengarkan wawancara. Berikut ini ada petikan
hasil wawancara oleh seorang pembawa acara
di radio yang mewawancarai seorang psikologi.
Topik
: Pencarian jati diri Anak Indonesia (Peringatan HAN)
Narasumber
: Ibu Exi (Psikolog anak)
Pembawa acara : Ilham
Sumber dialog : Women Radio 83,4 FM
Hari dan tgl
: Senin, 23 Juli 2007
Waktu
: Pukul 19.00 WIB
Tutuplah bukumu. Dua orang temanmu akan
membacakan dialog di bawah ini. Seorang temanmu akan memperagakan sebagai narasumber dan seorang lagi akan memperagakan sebagai pewawancara.
Dengarkan baik-baik! Sambil mendengarkan, catatlah jalannya tanya jawab antara narasumber dan pewawancara, juga hal-hal penting
yang dikemukakan oleh narasumber!
Ilham
Ibu Exi
Ilham
Ibu Exi
Ilham
Ibu Exi
Ilham
Ibu Exi
Ilham
Ibu Exi
136
: Selamat malam Ibu Exi, malam
ini kita semua pendengar setia
Women Radio ingin mendengarkan tanggapan Ibu sekitar Pencarian Jati Diri Anak Indonesia.
Apakah Ibu sudah siap menjawab
pertanyaan-pertanyaan ini?
: Ya, saya sudah siap, silakan.
: Ibu Exi, apa tanggapan Anda
melihat peringatan Hari Anak
Nasional (HAN) pada tahun ini?
: Saat ini saya melihat peringatan
HAN telah diikuti anak Indonesia
dengan lebih baik dari tahun sebelumnya. Terlihat juga Presiden
RI, Bapak SBY ikut berkumpul
bersama anak Indonesia untuk
merayakan HAN.
: Saat ini banyak anak Indonesia
yang belum tahu jati dirinya sendiri, dan hal ini sering membuat
mereka bingung menghadapi
masa depan. Apa tanggapan Ibu
mengenai hal ini?
: Ya, saat ini memang itulah yang
menjadi kendala kita dewasa ini.
: Dan, menurut Ibu apa yang harus
kita lakukan agar anak Indonesia
mengetahui jati dirinya?
: Ya, kita pisahkan dulu antara anak
biasa (dalam arti sehat) anak cacat atau keterbelakangan mental
dan anak korban bencana alam.
: Mengapa harus dipisah-pisahkan
dahulu?
: - Agar kita tahu kemampuan mereka dengan jelas, seperti anak
biasa, kita lihat ia terampil di bidang apa?
- Anak yang memiliki keterbelakangan mental tentu harus kita
bimbing pada bidang tertentu
sesuai keinginannya.
- Dan anak korban bencana alam
biasanya akan mengalami trauma dalam jangka waktu yang
berbeda-beda, akibatnya kebanyakan dari mereka akan drop
hingga belum terpikirkan masa
depan mereka nanti.
- Dan jika ingin dikembangkan pun
akan sulit, maka dari itu kita harus melepaskan mereka dari
traumanya terlebih dahulu.
Bab 10
Ilham
Ibu Exi
Ilham
Ibu Exi
: Tapi, apa menurut Ibu anak Indonesia mampu menghadapi masa
mendatang dengan lebih baik?
: Tentu, potensi anak Indonesia
sangat besar sehingga peluang
untuk menjadi penerus bangsa
yang mengharumkan negara sangat besar, yang dibutuhkan hanya kerja keras.
: Baiklah Bu, terima kasih atas
waktu untuk menjawab pertanyaan ini. Semoga para pendengar
dapat mengambil manfaat.
: Terima kasih Bung Ilham. Samasama. Selamat Malam.
Sosial dan Budaya
BERBICARA
10.2 Menjelaskan Hubungan
Latar Suatu Cerpen (Cerita
Pendek) dengan Realitas
Sosial
Cerpen adalah sebuah karangan naratif
yang mengisahkan kejadian yang terkait dengan
persoalan kehidupan manusia (pelaku). Setiap
cerpen memiliki unsur karya fiksi. Salah satunya
adalah latar cerpen, yang dimaksud dengan latar
adalah keterangan mengenai waktu, ruang/tempat, dan suasana terjadinya lakuan dalam karya
sastra.
10.2.1 Latar Cerpen
1. Kamu telah mendengarkan pembicaraan
pewawancara dan narasumber. Bagaimana menurutmu jalannya dialog tersebut? Banyakkah informasi yang kamu
peroleh? Penjelasan-penjelasan penting
apa saja yang kamu dapatkan dari narasumber? Sebutkan hal-hal penting itu!
Tidak semua cerpen menyajikan latar yang
kuat. Namun, ada juga pengarang yang mengangkat latar dengan baik dan itu justru membuat cerpen menjadi hidup.
Latar waktu dapat ditunjukkan dengan pernyataan hari ini, malam ini, teringat aku akan,
suatu hari, lepas maghrib, sedangkan latar
tempat dapat ditunjuk dengan pernyataan di
teras, mereka duduk di kursi, rumah kecil itu.
Dan latar suasana dapat dinyatakan dengan hari
hujan, sepi dan sunyi.
2. Dalam wawancara di atas kamu telah mendapat informasi dari narasumber yang
benar-benar menguasai bidangnya
(narasumber seorang psikolog). Tulislah
secara singkat penjelasan dari narasumber tersebut! Bacakan di depan kelas
secara bergantian!
www.ivaa-online
Pada pelajaran ini kalian akan menjelaskan
secara lisan hubungan latar cerpen dengan
realitas sosial. Supaya kalian dapat menjelaskan
hubungan latar tersebut, kalian dapat menentukan:
1.
tokoh-tokoh cerpen beserta data teks yang
mendukung,
2.
karakter para tokoh,
3.
mencari latar yang terdapat dalam cerpen
itu,
4.
menentukan hubungan latar dengan realitas
sosial.
Selain lewat televisi, wawancara juga bisa
dilakukan di radio
137
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
10.2.2 Teks Cerpen
Bacalah cerpen berjudul “Wangon Jatilawang” berikut ini. Cerpen ini diambil dari kumpulan cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad
Tohari!
WANGON JATILAWANG
Wajah dua tamuku berubah ketika Sulam
masuk. Mereka makin bingung melihat Sulam
terus melangkah dan berdiri tepat di sisiku.
Kedua tamuku yang masing-masing memakai
baju lengan panjang serta sepatu bagus itu,
tentu tak mengenal Sulam. Namun, siapa saja
yang tinggal di antara Wangon dan Jatilawang
pasti mengenal dia. Sepanjang ruas jalan raya
kelas dua itu nama Sulam sangat terkenal.
“Pak,” kata Sulam tanpa ekspresi apa pun.
“Ya,” jawabku. “Nasi atau uang?”
Sulam diam. Diperlihatkannya padaku ujung
celananya yang kuyup. Celana yang kedodoran
itu nyangkut di perutnya dengan ikatan tali plastik. Kaosnya ada gambar yang sangat cabul di
bagian punggung. Ah, pasti anak-anak nakal
telah mempermainkan Sulam.
“Nasi atau uang?” ulangku.
“Aku sudah punya uang,” jawab Sulam sambil membuka tangannya. Ada kepingan logam
putih di sana. Tetapi tangan itu pucat dan gemetar. Maka aku bangkit meninggalkan kedua
tamuku yang duduk membisu. Sepiring nasi dan
segelas teh kuberikaan pada Sulam. Dia duduk
di lantai, tepat di samping kursiku. Kedua tamuku yang masing-masing memakai baju lengan
panjang dan sepatu bagus itu tetap diam.
Selesai makan, Sulam mengangkat sendiri
piring dan gelasnya, lalu masuk ke dalam. Anakanakku tak ada yang merasa takut kepadanya.
Mereka sudah kenal siapa dia. Dan, tanpa sepatah kata pun, Sulam keluar. Pastilah dia akan
meneruskan perjalanannya ke Pasar Jatilawang.
Kedua tamuku menghembuskan napas
panjang. Kukira salah seorang di antara mereka
ingin bertanya tentang siapa dan mengapa lelaki
kerdil berkepala seperti buah salak itu. Tetapi
aku hanya tersenyum. Kukira itulah jawaban
yang paling aman. Toh kedua tamuku yang
masing-masing berbaju lengan panjang dan
sepatu bagus itu sudah bisa menduga sendiri
siapa dia, siapa Sulam. Bahkan aku lagi-lagi
hanya tersenyum ketika salah seorang tamuku
bertanya apakah Sulam sering mampir ke
rumahku seperti tadi.
“Yang penting sampean berdua tidak ter-
138
Kedua tamuku merasa heran ketika Sulam
datang menghampiriku
singgung karena aku menerima tamu yang kotor
dan kurang sopan tadi, bukan?”
Kedua tamuku saling berpandangan dan
tersenyum janggal. Kukira mereka agak terkejut
dengan pertanyaanku.
“Maaf, Mas. Aku merasa perlu bertanya
demikian karena aku mempunyai banyak pengalaman dengan tamu yang kotor tadi.”
Lalu aku mendongeng. Suatu hari, lepas
Magrib, Sulam datang. Kebetulan, aku sedang
menyelenggarakan kenduri. Gerimis yang sejak
lama turun, membuat Sulam basah kuyup. Aku
merasa tak bisa berbuat lain kecuali menyilakan
Sulam masuk, meski aku melihat tamuku jadi
agak masam wajahnya. Setelah kutukar pakaiannya, Sulam kuajak menikmati kenduri. Dia
kubawa ke tempat persis di sampingku. Orangorang yang semula duduk di dekatku menjauh,
menjauh. Dan kenduriku malam itu berakhir
tanpa keakraban. Para tamu pulang hanya
dengan ucapan basa-basi. Wajah mereka jelas
berbicara bahwa mereka merasa tersinggung
karena Sulam kuajak duduk di antara mereka.
Semuanya menjadi lebih jelas ketika aku
beberapa minggu kemudian menyelenggarakan
kenduri lagi. Ternyata hanya beberapa orang
yang datang memenuhi undanganku.
Kedua tamuku yang berbaju lengan panjang
dan bersepatu bagus itu mengangguk-angguk.
Kukira keduanya merasa heran. Tetapi aku tak
tahu, apakah mereka heran terhadapku atau
terhadap orang-orang kenduri yang tersinggung
oleh kedatangan Sulam itu. Atau terhadap
kedua-duanya, aku dan orang-orang kenduri itu.
Dan kepalang dua orang muda itu sudah terheran-heran, maka lebih baik kuteruskan
dongengku. Bahwa emakku sendiri suatu ketika
marah karena mendapati Sulam menginap di
rumahku.
Bab 10
Sosial dan Budaya
“Yaah, bagaimana lagi, Mak. Hari hujan dan
Sulam mampir berteduh. Karena sampai malam
hujan tak reda, maka Sulam kusuruh menginap
di sini.”
“Ya, kamu boleh tidak berpuasa. Anakku
yang masih kecil juga tidak berpuasa.”
“Lhah! Kamu seperti tak tahu. Rumah siapa
saja yang sering disinggahi orang semacam
Sulam, bisa apes. Tak ada wibawa dan rezeki
jadi tidak mau datang. Lihat tetanggamu itu;
tamunya gagah-gagah, bagus-bagus. Tamumu
malah si Sulam.”
“Ah, siapa yang mengatakan kamu demikian?”
“Bila hari tak hujan, Sulam pun tak mau
menginap di sini Mak.”
Sulam tidak menjawab. Kemampuan nalarnya kukira, sangat terbatas. Dan inilah rupanya
yang menyebabkan semua orang yang tinggal
di antara Wangon dan Jatilawang mengatakan
Sulam wong gemblung. Kukira mereka memang
tidak mempunyai istilah lain. Dan sebutan itu
menempel pada Sulam sejak dia masih anakanak. Dulu Sulam tinggal secara tetap dengan
emaknya dalam sebuah rumah kecil di Jatilawang. Emak Sulam yang sama-sama menderita keterbelakangan mental, meninggal dan
rumah kecil itu punah tak lama kemudian.
Sulam yang sebatangkara lalu menjadi anak
Pasar Jatilawang dan Pasar Wangon.
“Memang rumahnya kan Pasar Wangon dan
Pasar Jatilawang, bukan rumahmu ini. Kamu
saja yang bodoh.
Mendengar dongeng itu kedua tamuku yang
berbaju lengan panjang dan bersepatu bagus
tersenyum. Kali ini senyumnya lepas. Kukira
mereka membenarkan sikap emakku terhadap
Sulam, entahlah. Sementara itu, aku teringat
Sulam yang saat ini pasti dalam perjalanan menuju Pasar Jatilawang. Kubayangkan, langkahnya yang pendek-pendek sambil menyeret ujung
celana yang basah dan kedodoran. Bila
perutnya tidak kelaparan, Sulam selalu berjalan
sambil rengeng-rengeng. Tak pernah jelas
tentang apa yang didendangkannya. Dalam
perjalanan antara Wangon dan Jatilawang.
Sulam pintar meniru gaya penyiar TV, meski
suara yang keluar dari mulutnya hampir tak
punya makna apa pun. Dan, ketika kedua
tamuku yang bagus-bagus itu minta diri, kukira
mereka akan mencapai Sulam sebelum Pasar
Jatilawang. Namun aku merasa ragu, apakah
mereka mempunyai cukup perhatian untuk
mengenali Sulam kembali.
Wangon dan Jatilawang adalah dua kota
kecamatan. Jarak keduanya tujuh kilometer
atau lebih. Setiap hari Sulam berjalan menempuh
tujuh kilometer itu pulang pergi, pagi ke Wangon,
sore ke Jatilawang atau sebaliknya. Tak peduli
panas atau dingin. Kata banyak orang, Sulam
hanya singgah dan berteduh di rumahku. Tetapi
aku tak percaya akan cerita demikian, karena
rasanya terlalu berlebih-lebihan. Kukira tidak
semua orang yang tinggal antara Wangon dan
Jatilawang tidak suka bersahabat dengan
Sulam.
Memasuki bulan puasa, Sulam tetap singgah
ke rumahku setiap pagi. Tetapi sikapnya berubah. Dia kelihatan malu ketika menyantap
nasi yang kuberikan. Setiap kali dalam
kesempatan berbeda Sulam selalu berkata :
“Pak, wong gemblung boleh tidak puasa
kan?”
“Tapi aku bukan anak kecil, Pak. Aku wong
gemblung,” kata Sulam serius.
“Wong gemblung boleh tidak puasa, kan?”
“Nanti dulu; siapa yang mengatakan kamu
wong gemblung?”
Dekat hari Lebaran, pagi-pagi sekali, Sulam
sudah berada di rumahku. Aku tak melihat kedatangannya, dan tiba-tiba saja dia sudah duduk
di ruang makan. Wajahnya kelihatan bimbang.
Nasi dan sekeping uang yang kuletakkan di atas
meja di depannya, tidak segera menarik perhatiannya. Ketika kutanya mengapa demikian,
Sulam malah balik bertanya:
“Sudah hampir Lebaran, ya Pak?”
“Ya, empat atau lima hari lagi. Kenapa?”
Sulam menunduk. Terbengong-bengong sehingga muncul semua tanda keterbelakangannya.
Sulam hanya diam seribu bahasa ketika
datang ke rumahku menjelang Lebaran
139
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
“Mestinya Lebaran ditunda sampai emak
pulang.”
“Hus! Lebaran tidak boleh ditunda. Nanti semua orang marah.”
“Tetapi emak belum pulang. Dia sedang pergi
ke kota membeli baju.”
“Oh, aku tahu sekarang. Kamu tak usah menunggu emakmu. Nanti aku yang memberimu
baju.”
Sulam mengangkat muka lalu tersenyum
aneh. Nasi di depannya dimakan dengan lahap,
sementara aku pergi ke belakang mengurus
ayam. Kukira aku cukup lama di kandang ayam;
tapi ketika aku masuk kembali ke rumah, Sulam
masih duduk di ruang makan.
“Sudah hampir Lebaran, ya Pak?”
“Oh iya. Kamu nanti akan memakai baju
yang baik. Tetapi aku tidak akan menyerahkan
baju itu kepadamu sekarang. Nanti saja, tepat
pada hari Lebaran kamu pagi-pagi kemari.”
“Di Pasar Wangon dan Jatilawang orangorang sudah membeli baju baru.”
“Ya, tetapi untukmu, nanti saja. Aku tidak
bohong. Bila baju itu kuberikan sekarang, wah
repot. Kamu pasti akan mengotorinya dengan
lumpur sebelum Lebaran tiba.”
“Aku kan wong gemblung, Pak.”
“Nanti dulu, aku tidak berkata demikian.”
Aku ingin berkata lebih banyak. Namun
Sulam melangkah pergi. Wajahnya murung. Aku
mengikutinya sampai ke pintu halaman. Dari
belakang kuperhatikan langkahnya yang pendek-pendek, menyeret-nyeret ujung celananya
yang kombor dan kelewat panjang, celana pemberian orang. Mobil-mobil masih menyalakan
lampu kecil, karena pagi sangat berkabut
mendahului Sulam. Makin jauh tubuh Sulam
makin samar. Dan sebelum seratus meter
jauhnya, Sulam telah raib dalam keremangan
pagi berkabut.
Dan aku mulai menyesal, mengapa tidak
memenuhi permintaan Sulam akan baju dan celana yang layak. Mengapa aku khawatir tentang
kebiasaan Sulam yang suka mengotori baju
yang kuberikan, atau menukarnya begitu saja
dengan sebungkus nasi rames di pasar
Wangon. Maka sebenarnya aku tidak cukup
mengerti tentang lelaki kerdil yang setiap hari
menyusuri jalan raya antara Wangon dan Jatilawang itu. Dengan demikian, aku sungguh
tidak layak mengaku sebagai sahabat Sulam.
Jam tujuh pagi hari itu juga penyesalanku
menghujam ke dasar hati. Seorang tukang becak sengaja datang ke rumahku.
“Pak, Sulam mati tergilas truk di batas kota
Jatilawang.”
Bisa jadi tukang becak itu masih berkata
banyak. Namun kalimat pertamanya yang kudengar sudah cukup. Aku malu, perih. Demikian
malu sehingga aku tak berani menjenguk mayat
Sulam di Jatilawang meski istriku berkali-kali
menyuruhku ke sana. Sulam telah menyindirku
dengan cara yang paling sarkastik sehingga aku
mengerti bahwa diriku sama sekali tidak lebih
baik daripadanya. Atau memang demikianlah
keadaan yang sesungguhnya. Karena dalam
hati sejak lama aku percaya, setiap hari Tuhan
tak pernah jauh dari diri Sulam. Dan aku yang
konon telah mencoba bersuci jiwa hampir sebulan lamanya, malah menampik permintaan
Sulam yang terakhir. Padahal, sungguh aku
mampu memberikannya.
Menjelang pagi hari Lebaran, Sulam datang
lagi dalam angan-anganku. Dia sama sekali tidak meminta baju yang telah kujanjikan. Dia
hanya menatapku dengan wajah yang jernih,
dengan senyum yang sangat mengesankan. Kemudian Sulam raib sambil meninggalkan suara
tawa ceria yang panjang. Namun aku perih mendengarnya. Malu.
Berdasarkan cerpen di atas, kalian dapat menjelaskan tokoh, karakter dan hubungan latarnya.
Agar mendapat data yang jelas, kalian dapat menggunakan cara seperti berikut!
a.
Tokoh dan karakter
No.
140
Tokoh
Karakter
Teks yang mendukung
1.
Sulam
kurang waras
“Tapi aku bukan anak kecil, Pak. Aku wong
gemblung,” kata Sulam serius.
2.
Orang kampung
angkuh
Orang-orang yang semula duduk denganku
menjauh, menjauh.
Bab 10
b.
Latar
No.
c.
Sosial dan Budaya
Latar
Keterangan
Teks yang mendukung
1.
Tempat
Wangon dan Jatilawang
Wangon dan Jatilawang adalah dua kota
kecamatan. Jarak keduanya tujuh kilometer atau lebih.
2.
Waktu
pagi, sore
Setiap hari Sulam berjalan menempuh tujuh
kilometer itu pulang pergi, pagi ke Wangon,
sore ke Jatilawang atau sebaliknya.
Hubungan latar dengan realitas sosial
No.
Latar
Hubungan latar dengan realitas sosial
1.
Wangon dan Jatilawang adalah dua
kota kecamatan.
Bahwa Wangon dan Jatilawang daerah di tingkat kecamatan, tepatnya di daerah Jawa tengah.
2.
Suatu hari lepas Magrib, Sulam
datang, aku menyelenggarakan
kenduri.
Biasanya di pedesaan masih ada kenduri dan
dilakukan selesai Magrib antara pukul 19.00 s.d.
20.00 WIB.
10.2.3 Imbuhan ke-an dan peng-an
Sebelum membahas imbuhan ke-an dan
peng-an perhatikan teks di bawah ini!
1. Lanjutkan analisis tokoh, karakter, dan
latar di atas dalam bentuk tabel! Jangan
lupa sertakan kutipan pendukung!
2. Jelaskan juga dalam bentuk tabel
hubungan latar dengan realitas sosial
pada cerpen “Wangon Jatilawang”!
3. Tukarkan hasil pekerjaan kalian dengan
teman sebangku!
Cari dan diskusikan dalam kelompok!
1. Carilah sebuah cerpen di perpustakaan!
2. Diskusikan dan tulislah analisis tokoh,
karakter, latar dalam cerpen dengan disertai kutipan teks yang mendukungnya!
2. Diskusikan dan tulislah hubungan latar
dengan realitas sosial cerpen tersebut!
4. Setiap kelompok akan diberi kesempatan
untuk membacakan hasil diskusi di depan
kelas.
Usaha Ukir Khas Madura
Kebangkitan mebel ukir khas Madura tak
lepas dari peran Edhi Setiawan (59).
Budayawan peraih Upakarti, penghargaan
Presiden Republik Indonesia untuk Jasa
Pengabdian dalam Usaha Pengembangan
Industri Kecil dan Kerajinan, tahun 1993 ini
yang tetap meyakini bahwa selain sebagai
bentuk pelestarian budaya, kerajinan seni
ukir khas Madura juga dapat dijadikan
sebagai pilihan bidang usaha.
Selain membuka rumah makan, Edhi juga
melayani pesanan mebel khas Madura. Selain pasar lokal, pembeli mebel juga datang
dari luar daerah, semisal Jakarta dan
Bandung. Dalam satu bulan, rata-rata dia melayani pesanan satu hingga tiga set mebel.
Dia merancang sendiri desain mebelnya.
Lalu untuk pengerjaan, mulai dari bahan baku
hingga produk setengah jadi, diserahkan
kepada para pengukir. Proses di tahap akhir
produk, Edhi mempekerjakan lima pengecat
di kediamannya di jalan Jenderal Sudirman
34, Sumenep, Madura.
Kompas, 28 Maret 2005
141
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Dalam teks tersebut terdapat kata kebangkitan dan kerajinan. Kata-kata tersebut tergolong
kata berimbuhan ke-an. Imbuhan ke-an termasuk konfiks. Konfiks yaitu imbuhan tunggal
yang terdiri atas dua bagian. Imbuhan ke-an
dikata-kan tunggal karena imbuhan itu dihitung
satu dan proses pembentukan katanya terjadi
sekaligus.
Proses pembentukan konfiks digambarkan
sebagai berikut:
ke
+
bangkit
+
an
Perhatikan penjelasan dalam tabel berikut ini!
Kata Dasar
Jenis Kata
Fungsi
Makna ke-an
bangkit
kerja
membentuk kata benda
hal yang berhubungan dengan ...
rajin
sifat
membentuk kata benda
perihal ...
diam
keadaan
membentuk kata benda
tempat untuk
Seperti imbuhan ke-an, imbuhan peng-an juga termasuk konfiks. Dalam teks “Usaha
Ukir Khas Madura” di atas, terdapat pula kata yang berimbuhan peng-an, yaitu penghargaan,
pengabdian, dan pelestarian. Perhatikan penjelasannya dalam tabel berikut ini!
Kata Dasar
Jenis Kata
Kelas Kata
harga
benda
abdi
lestari
Fungsi
Makna peng-an
nomina
membentuk kata benda
usaha untuk memberi -
benda
ajektif
membentuk kata benda
usaha untuk me -
keadaan
ajektif
membentuk kata benda
usaha agar tetap -
Pada Bab 1, kalian telah mempelajari imbuhan meng-. Imbuhan peng-an memiliki kesejajaran dengan imbuhan meng-. Oleh sebab
itu, anggota imbuhan peng-an sejajar dengan
anggota imbuhan meng-:
meng- → peng-an
mengadu
pengaduan
mem-
pem-an
membuat
pembuatan
men-
pen-an
mendaki
pendakian
meny-
peny-an
menyiram
penyiraman
me-
pe-an
melelang
pelelangan
menge-
penge-an
mengebor
pengeboran
Perhatikan contoh berikut ini!
Ibu membeli hadiah ini untuk adik. Pembelian hadiah itu ternyata membuat hati adik
sangat senang.
- membeli (kata kerja) sebagai predikat.
- pembelian (kata benda) sebagai subjek.
142
1. Carilah kata berimbuhan ke-an dan pengan pada teks cerpen “Wangon Jatilawang”!
2. Buatlah kalimat menggunakan kata-kata
berimbuhan ke-an dan peng-an berikut
dan tentukan maknanya!
a. Kecintaan
b. Kepribadian
c. Pengujian
d. Penyegaran
3. Buatlah karangan singkat yang di dalamnya menggunakan kata berimbuhan kean dan peng-an!
4. Bacakan di depan teman-teman kalian
agar mereka memberikan komentar!
Bab 10
MEMBACA
10.3 Membaca Indah Puisi
Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya
terikat oleh irama, mantra, rima, serta penyusunan larik dan baitnya (KBBI, 2001). Puisi bisa
juga dikatakan sebagai karya seni yang bernilai
estetis, yaitu membangkitkan perasaan, menarik
perhatian, menimbulkan tanggapan yang jelas, dan
secara umum menimbulkan rasa haru.
Dalam pelajaran ini kalian diharapkan
mampu membaca puisi. Membaca puisi artinya
membaca puisi di depan orang banyak disertai
gaya atau gerak tubuh yang sesuai. Untuk dapat
membaca puisi dengan baik tentunya ada halhal yang perlu diperhatikan, yaitu:
1.
2.
3.
4.
membaca berulang-ulang, jika perlu setengah menghafal puisi yang akan dibaca. Hal
ini dimaksudkan agar ketika membaca, mata
kita tidak selalu tertuju pada teks puisi, tetapi
lebih sering mengarahkan pandangan kepada hadirin.
latihan vokalisasi, artinya pengucapan setiap kata secara jelas. Misalnya mengucapkan kata yang diakhiri fonem a, o, u posisi
mulut harus terbuka lebar dan dengan suara
yang keras.
menentukan intonasi yang tepat pada pengucapan kata, frasa, atau baris puisi. Misalnya kata “Merdeka” dapat diucapkan intonasi
dinamik (keras), untuk kata “Tuhanku”
diucapkan dengan dinamik (lembut).
menentukan kata yang dianggap sulit. Jika
ada kata yang artinya tidak dipahami, harus
dicari artinya dalam kamus.
Langkah-langkah membacakan puisi.
1.
Sebelum membaca puisi, kalian harus berkonsentrasi, pusatkan pikiran hanya pada
puisi yang akan dibaca!
2.
Ketika kalian sudah di depan pendengar,
jangan langsung membaca, lihatlah pendengar dengan penuh perhatian.
Sosial dan Budaya
3.
Setelah membaca judul puisi, berhentilah sejenak dan kemudian lanjutkan dengan menyebutkan nama pengarangnya.
4.
Peganglah teks puisi dengan satu tangan,
sedangkan tangan yang satunya memberi
gerakan yang mendukung.
5.
Berikan ekspresi penuh, misalnya kalau sedih dapat sampai menangis, kalau marah
mata melotot dan tangan dikepalkan ke atas,
dan sebagainya.
Praktikkanlah langkah-langkah membaca
puisi dengan berlatih membaca puisi-puisi di
bawah ini!
Puisi 1

Aku

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih perih
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi









Chairil Anwar

Puisi 2
Pelarian
Tiada tahan
Ke laut kembali mengembara
cukup asal ada bintang di langit
Aku ingin taufan gila, awan putih abu berkejaran
ombak tinggi memegah perkasa
Kayu kapal berderak-derak, layar berkobar-kobar
angin, teman dan lawan sekali, bersiul-siul
apa di sini
batu semua!
Rivai Apin
143
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Kalimat kalau sampai waktuku dalam puisi
“Aku” di atas adalah puisi dengan gaya bahasa
personifikasi karena menerapkan sifat orang kepada benda. Pemilihan kata kalau sampai waktuku yang berarti “bila nanti saya meninggal dunia”
sangat tepat. Tak seorang kan merayu pilihan
kata yang tepat untuk menyatakan “membujuk
untuk melarangku supaya berhenti berjuang”.
Larik tiada tahan dalam puisi “Pelarian” tepat
untuk menyatakan “tidak betah” atau “tidak
kerasan”, “bosan” atau “jemu”. Ke laut pilihan
kata yang tepat serta singkat untuk menyatakan
“berlayar dengan kapal”.
Gaya bahasa adalah cara berbahasa seseorang, dalam hal ini pengarang puisi (penyair).
Setiap penyair memiliki cara yang khas dalam
menuliskan idenya (puisi). Gaya bahasa seseorang didukung oleh pilihan kata (diksi) yang
digunakan. Untuk mengetahui gaya bahasa
penyair tidak cukup hanya mempelajari satu atau
dua karyanya, kita harus membaca karya penyair
lainnya, ini diperlukan untuk dijadikan perbandingan. Oleh sebab itu, untuk mengenal gaya bahasa penyair, kalian harus lebih banyak membaca puisi karangannya. Namun, sebagai bahan
untuk mengenal gaya bahasa penyair perhatikan
penjelasan berikut ini!
Secara umum gaya Chairil Anwar, melalui
puisi “Aku” adalah tegas lugas polos, perhatikan
pilihan katanya:
1.
kumau tak seorang kan merayu (tegas),
2.
aku ini binatang jalang (liar dan sulit diatur,
di sini ia menyatakan jiwanya secara jujur),
3.
biar peluru menembus kulitku (apa pun hambatan yang ada),
4.
aku tetap meradang menerjang (dua baris
ini menunjukkan sifatnya yang tegas, berani
menanggung risiko atas perbuatannya),
Bentuklah kelompok masing-masing terdiri atas 3 – 4 siswa, kemudian kerjakan
soal berikut!
1. Bacalah puisi “Aku” dan puisi “Pelarian”
secara berulang-ulang!
2. Carilah gaya bahasa dan pilihan kata lainnya dalam dua puisi tersebut serta tentukan artinya!
3. Tuliskan secara singkat makna puisi “Aku”
dan puisi “Pelarian” dengan bahasa sendiri!
4. Bacakan di muka kelas hasil kerja kelompok kalian!
Kerjakan soal berikut ini!
1. Bacakanlah puisi berikut sesuai langkah-langkah yang telah kalian pelajari!
Karangan Bunga
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu
Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka cita
Bagi kakak yang di tembak mati
Siang tadi
Taufik Ismail, Tirani
Chairil Anwar
Pelopor Angkatan
45.
Lahir di Medan,
26 Juli 1922.
Meninggal di
Jakarta, 28 April
1949.
144
2. Setelah kalian membaca berulangulang dan mendeklamasikan puisi di
atas, coba kalian tafsirkan makna puisi
itu dengan menemukan gaya bahasa
dan pilihan kata yang digunakan!
3. Bacakan penafsiran kalian tentang
puisi di atas!
Bab 10
Sosial dan Budaya
5.
Mempunyai perasaan dan daya imajinasi.
6.
Pengetahuan bentuk puisi (tipografi).
MENULIS
Langkah-langkah menulis puisi.
10.4 Menulis Kreatif Puisi
Berkenaan dengan
Peristiwa yang Pernah
Dialami
Pernahkah kalian membayangkan dapat
menulis puisi? Kalian akan mulai dari mana?
Proses kalian untuk dapat menulis puisi bisa dari
berbagai sumber, misalnya ketika kalian melihat
teman-temanmu bermain bola, melihat pengemis, melihat kemacetan lalu lintas, pemukiman
kumuh, bahkan suasana hati pun dapat kalian
jadikan sebagai sumber atau inspirasi menulis
puisi.
Lalu, perangkat apa saja yang harus kalian
penuhi supaya dapat menulis puisi?
1.
Penguasaan pilihan kata yang baik.
Artinya mempunyai kosakata/perbendaharaan kata yang baik supaya apa yang ingin
kamu tulis dapat terwakili dengan tepat.
2.
Pengetahuan gaya bahasa
Gaya bahasa (personifikasi) untuk menghidupkan benda mati. Gaya bahasa untuk
melebih-lebihkan.
1.
Lihatlah objek atau bayangkan sebuah kejadian yang menarik perhatianmu.
2.
Ungkapkan apa yang kalian lihat itu, atau
yang kalian rasakan dengan kata-kata atau
kalimat yang kalian suka.
3.
Susunlah menjadi kalimat-kalimat yang baik.
Perhatikan kutipan puisi berikut ini!
NANTI, NANTIK ANL AH
Rumput kering kemuning
Terhampar luas
Gemetar tampak hawa panas
Atas padang sunyi
Ah, rumput, akarmu jangan turut
mengering
Jangan mati kaku di tanah terbaring
Nanti, nantikanlah
Dengan sabar dan tabah
Sampai hujan turun membasahi bumi
Waluyati
Berdasarkan puisi di atas, bagaimana
proses kreatif pengarang dimulai. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1.
Apa yang dilihat oleh pengarang pertama
kali?
3.
Menciptakan efek keindahan dan emosi.
2.
Dimana pengarang saat itu?
4.
Penguasaan rima/irama yang menarik supaya dapat menggugah kepekaan perasaan.
3.
Apa yang dirasakan oleh pengarang?
4.
Apa yang diharapkan oleh pengarang?
5.
Siapa yang dimaksudkan oleh pengarang
dalam puisi itu?
6.
Bagaimana penggunaan bahasa, kosakata,
dan irama puisi itu?
Buatlah sebuah puisi yang mengungkapkan pengalaman pribadi kalian! Ingat
karyamu itu harus menunjukkan keaslian
ide, pilihan kata, gaya bahasa dan unsur
rima/irama yang menarik!
145
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
1.
Cerpen adalah karangan naratif yang mengisahkan kejadian yang terkait dengan persoalan kehidupan manusia (pelakunya).
Cerpen merupakan karya fiksi.
2.
Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya
terikat oleh irama, mantra, rima, serta penyusunan larik dan baitnya.
3.
Syarat dapat membaca puisi dengan baik:
a. membaca berulang-ulang agar mendekati hafal dan mata tidak terikat pada teks
tapi dapat berkomunikasi dengan audience.
c. menentukan intonasi yang tepat pada
pengucapan kata, frasa, atau baris puisi.
d. menentukan kata yang dianggap sulit
dan mencari artinya di kamus.
4.
Konfiks ialah imbuhan tunggal yang terdiri
atas dua bagian. Imbuhan ke-an dikatakan
tunggal karena imbuhan itu dihitung satu
dan proses pembentukannya terjadi
sekaligus.
b. latihan vokal dimaksudkan agar mulut
dengan suara keras dapat mengucapkan
kata per kata dengan jelas.
Ahmad Tohari
Ahmad Tohari, (Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas,
Jawa Tengah, 13 Juni 1948) adalah sastrawan Indonesia. Ia menamatkan SMA di Purwokerto. Namun
demikian, ia pernah mengenyam bangku kuliah di
Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun, Jakarta
(1967-1970), Fakultas Ekonomi Universitas Sudirman, Purwokerto (1974-1975), dan Fakultas Sosial
Politik Universitas Sudirman (1975-1976).
Cerpennya “Jasa-jasa buat Sanwirya”, mendapatkan
Hadiah Hiburan Sayembara Kincir Emas 1975 yang
diselenggarakan Radio Nederland Wereldomroep.
Novelnya, Di Kaki Bukit Cibalak (1986) mendapat
salah satu hadiah Sayembara Penulisan Roman DKJ
1979, dan novelnya yang lain, Kubah (1980) dan
Jantera Bianglala (1986) meraih hadiah Yayasan
Buku Utama Departeman P & K tahun 1980 dan
1986.
Karya-karya Ahmad Tohari.
1. Kubah (novel, 1980)
2. Ronggeng Dukuh Paruk (novel, 1982)
3. Lintang Kemukus Dini Hari (novel, 1985)
6. Senyum Karyamin (kumpulan cerpen, 1989)
7. Bekisar Merah (novel, 1993)
8. Lingkar Tanah Lingkar Air (novel, 1995)
9. Nyanyian Malam (kumpulan cerpen, 2000)
10. Belantik (novel, 2001)
11. Orang Orang Proyek (novel, 2002)
12. Rusmi Ingin Pulang (kumpulan cerpen, 2004)
Karya-karya Ahmad Tohari telah diterbitkan dalam
bahasa Jepang, Tionghoa, Belanda dan Jerman. Edisi bahasa Inggrisnya sedang disiapkan penerbitannya.
4. Jantera Bianglala (novel, 1986)
5. Di Kaki Bukit Cibalak (novel, 1986)
146
http://id.wikipedia.org dan Buku Pintar Sastra
Indonesia, Pamusuk Eneste (Ed.)
Bab 10
aku masuk kembali ke rumah, Sulam masih
duduk di ruang makan.
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling
tepat!
1.
Senyum Karyamin, hal 60
Perhatikan dialog wawancara berikut ini!
(PW=Pewawancara dan PA= Pengusaha
Anggrek)
Hubungan latar dengan realitas sosial
tampak pada pernyataan ...
PW
PA
PW
a. Sulam duduk di ruang makan.
PA
PW
PA
PW
PA
PW
PA
: Selamat pagi, Pak.
: Ya, selamat pagi.
: Bisa saya mengganggu, Pak? Saya
ingin mewawancarai Bapak.
: Silakan, Dik. Apa yang bisa saya
bantu?
: Begini Pak, sejak kapan Bapak menggeluti tanaman anggrek?
: Sudah sekitar 7 sampai 8 tahun.
: Mengapa Bapak tertarik menjadi
pengusaha anggrek?
: Ya, karena ini peninggalan orang tua.
: ..........................
: Ya, jenis anggrek bulan yang paling
laku.
b. Aku pergi ke belakang mengurus ayam.
c. Sulam mengangkat muka lalu senyum.
d. Nasi di depannya dimakan juga.
4.
b. orang kampung
c. aku
d. Sulam
5.
“Bila hari tak hujan, Sulam pun tak mau menginap di sini Mak.”
Pertanyaan yang tepat diajukan oleh pewawancara adalah ...
“Memang rumahnya kan Pasar Wangun dan
Pasar Jatilawang, bukan rumahmu ini. Kamu
saja yang bodoh.”
a. Ada berapa jenis anggrek yang Bapak
miliki?
Karakter yang ditunjukkan oleh emak adalah
... .
b. Mengapa tanaman anggrek paling digemari?
a. kasar
c. Jenis anggrek apa yang paling laku dijual?
c. lembut
Berdasarkan wawancara di atas, hal penting
yang ingin disampaikan pewawancara
adalah ... .
a. informasi tentang hobi menanam anggrek
b. informasi tentang cara memelihara anggrek
3.
Tokoh utama dalam kutipan cerpen soal 4
adalah ... .
a. aku dan Sulam
b. baik
d. penuh kasih sayang
d. Pelanggan Bapak dari mana saja?
2.
Sosial dan Budaya
6.
Cermatilah kutipan puisi berikut ini!
Kuingin jadi orang berguna
Bagi segenap manusia
Dan kuingin tercatat dalam sejarah
Sebagai orang yang tak kenal menyerah
Obsesi, Widiastuti, Peer Kecil, 10-9-00
c. informasi menjual anggrek
Secara imajinatif, makna bait puisi tersebut
menyiratkan ... .
d. informasi jenis anggrek
a. keakuan
Sulam mengangkat muka lalu tersenyum aneh.
Nasi di depannya dimakan dengan lahap, sementara aku pergi ke belakang mengurus ayam.
Kukira aku cukup lama di kandang ayam, tapi
b. keuletan
c. kreativitas
d. kecerdasan
147
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
7.
c. hal yang berhubungan dengan
d. melakukan pekerjaan untuk
Cermatilah kutipan puisi berikut ini!
K erawang Bekasi
...............................
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kau lagi yang tentukan nilai-nilai tulang berserakan
...............................
B. Kerjakan soal berikut ini dengan tepat!
1.
Tulislah sebuah puisi bertema bebas yang
berisi gagasan sendiri! Gunakan kata-kata
yang mengandung majas!
2.
Simaklah wawancara/dialog di TV atau radio! Tulislah kembali dengan jelas dan lengkap isi wawancara atau dialog tersebut! Kemudian berikan komentar/tanggapanmu terhadap topik yang dibicarakan!
3.
Cermatilah kutipan puisi berikut ini!
Chairil Anwar
Pesan dari penggalan puisi di atas adalah
... .
a. janganlah melupakan kerangka para pahlawan
Tanah K
elahiran
Kelahiran
b. berilah nilai tulang-tulang pahlawan
c. kitalah yang menilai tulang-tulang para
pahlawan
d. hormatilah jasa para pahlawan yang telah
gugur
8.
Cermatilah kutipan puisi berikut ini!
Seruling di pasir ipis merdu
Antara gundukan pohon kina
Tembang menggema di dua kaki
Burangrang – Tangkuban Perahu
........
Ramadhan K.H.
Nyanyian K
embang Ilalang
Kembang
Putih padang ilalang
Putih kembang-kembang ilalang
Putih rindu yang memanggil-manggil
dalam dendang .....
Hartoyo Andangjaya
a. Berdasarkan kutipan puisi di atas, gambaran apa yang muncul dalam benakmu?
b. Gaya bahasa apa yang digunakan oleh
penyair?
4.
Gaya bahasa personifikasi dalam kutipan
puisi di atas adalah ... .
a.
b.
c.
d.
9.
putih di padang
kembang ilalang
putih rindu
Rindu yang memanggil-manggil
Soneta Mozasa
b. Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
Mengingat-Mu penuh seluruh
Edi mempekerjakan lima pengecat di kediamannya yang baru.
Makna imbuhan ke-an pada kata kediaman
adalah menyatakan ... .
a. hal
b. tempat masuk
c. usaha untuk
d. proses
10. Pengabdian Ibu Siti di PT Yonda sudah lebih dari
25 tahun. Ia mendapat penghargaan cincin seberat 15 gram.
Makna imbuhan peng-an pada kata penghargaan adalah menyatakan ... .
a. usaha untuk memberi
b. usaha agar tetap
148
Baca dengan saksama penggalan puisi
berikut ini!
a. Hawa meresap ke urat syaraf
membaca wangi bunga-bungaan
diiringi kabut tipis merayap
enggan ke gunung merayu hutan
Chairil Anwar
Sebutkan minimal 3 ciri umum dua kutipan
puisi di atas!
5.
Susunlah kalimat dengan imbuhan ke-an
dan peng-an berikut ini!
a.
b.
c.
d.
e.
kepekaan
kemerdekaan
kebimbangan
penghiburan
pengadaan
Evaluasi Akhir
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling
tepat!
a. Rini adalah pelajar sebuah SMA swasta
di Jakarta.
1.
Imbuhan meng-, bila dilekatkan pada kata
dasar akan menyatakan ... .
b. Ricky Subagja merupakan pebulu tangkis
andalan Indonesia.
a. menjadi
c. Elsa Mayori merupakan perenang nasional.
b. keterangan
d. Ruang hijau yang ada di Jakarta akan di
perluas.
c. nomina
d. verba
2.
3.
a. membentuk kata benda
Kata sambung yang mengandung pengertian lebih tegas dan lebih keras adalah
... .
b. membentuk kata kerja
a. bagi
c. membentuk kata kerja transitif
b. untuk
d. membentuk kata keterangan
c. demi
Imbuhan meng- yang membentuk kata kerja
taktransitif terdapat pada kalimat ... .
d. buat
Fungsi imbuhan meng- adalah ... .
a. Kakak sedang mencari pekerjaan
7.
8.
b. Ayahnya sudah lama tidak melaut
c. Ayah membeli sayur di pasar
Kata yang cocok untuk melengkapi bagian
yang rumpang dalam kalimat di atas ialah ... .
d. Nenek menjual emas pemberian kakek
4.
Imbuhan meng- yang berubah menjadi
meny- terdapat dalam kalimat ...
a. demi, untuk
a. Penjual itu meyakini pembeli untuk membeli produknya.
c. agar, supaya
b. Sejak pagi petani itu belum berhenti
menyangkul.
c. Ia tidak sengaja mendengar pembicaraan Bu Lia di kantor.
d. Sebelum dibilas, Ibu menyabun piringpiring kotor terlebih dahulu.
5.
b. untuk, demi
d. agar, untuk
9.
Perhatikan pernyataan-pernyataan mengenai kata sifat berikut!
i
Kata sifat dapat diberi keterangan pembanding.
ii Kata sifat dapat diberi keterangan penguat.
Taufik Hidayat akhirnya memenangkan pertandingan itu melalui perpanjangan waktu.
iii Kata sifat dapat diingkari dengan kata
tidak.
Arti imbuhan per- pada kata perpanjangan
dalam kalimat di atas ialah ... .
iv Kata sifat dapat diulang dengan imbuhan
se- atau se-nya.
a. tetap seperti kata dasar
v Kata sifat dapat diubah dalam bentuk kalimat tanya.
b. membuat lebih
c. membentuk kata kerja taktransitif
d. membuat jadi
6.
... nama baik keluarganya, Pak Rudi bersedia
... menjelaskan masalah yang dihadapi di kantor
polisi.
Kalimat di bawah ini mengikuti kaidah penulisan per-, kecuali ...
Dari pernyataan di atas, yang termasuk ciri
kata sifat adalah nomor ... .
a. i, ii, iii, iv
c. i, iii, iv, v
b. i, ii, iv, v
d. ii, iii, iv, v
149
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
10. Para kontestan Putri Indonesia itu cantik-cantik.
Kata cantik-cantik merupakan bentuk kata
sifat ... .
a. terdiri atas satu morfem
b. polimorfemis dengan afiksasi
c. polimorfemis dengan pengulangan kata
d. polimorfemis dengan bentuk paduan
11. Di antara empat kalimat berikut ini yang
menggunakan tingkat perbandingan superlatif adalah ...
a. Adiknya lebih ramah dibandingkan
kakaknya.
b. Mona sama baiknya dengan Lisa.
c. Yuri kurang bisa memperbaiki sifatnya
yang boros.
d. Ruri adalah gadis yang paling cantik di
desanya.
12. Pemberitahuan kepada masyarakat umum
agar mereka mengetahui informasi tentang
sesuatu disebut ... .
a. surat
b. pengumuman
c. memo
b. Dia tidak jadi datang karena hujan.
c. Pak Bahrun menyayangi semua kemenakannya seperti menyayangi anak kandungnya.
d. Reuni kemarin mengingatkanku semasa
kuliah bersama teman-teman.
16. Perhatikanlah pernyataan-pernyataan mengenai kegunaan membaca memidai!
i
Membaca memindai digunakan untuk
mencari nomor telepom.
ii Membaca novel.
iii Mencari entri pada indeks.
iv Melihat jadwal pertandingan sepak bola.
v Melihat daftar acara televisi.
Dari pernyataan di atas, yang termasuk kegunaan dari membaca memidai adalah
nomor ... .
a. i, ii, iii, iv
c. i, iii, iv, v
b. ii, iii, iv, v
d. i, ii, iv, v
17. Ungkapan adalah ...
a. karangan naratif yang mengisahkan kejadian yang terkait dengan persoalan
kehidupan manusia (pelakunya).
d. buku harian
13. Di antara kalimat berikut yang termasuk kalimat majemuk bertingkat hubungan pengandaian adalah ...
b. kelompok kata atau kalimat yang isinya
mempunyai maksud tertentu berupa
nasihat, prinsip hidup, ataupun aturan
tingkah laku.
a. Yuri sangat cantik bagaikan bidadari.
c. gabungan kata yang artinya sudah menyatu dan tidak dapat ditafsir dengan arti
yang membentuknya.
b. Andaikan dia datang lebih cepat, pasti
kejadian itu tidak akan terjadi.
c. Perumahan itu terletak di dataran rendah
sehingga bila musim hujan datang selalu
banjir.
d. Dia tidak datang ke sekolah karena sakit.
14. Di antara kalimat berikut yang termasuk kalimat majemuk bertingkat sebab adalah ...
a. Ia tidak jadi datang karena hujan.
b. Alisnya tebal laksana semut yang berbaris.
c. Seandainya aku punya uang, aku akan
membantu dia.
d. kalimat yang mengungkap adanya pertentangan isi atau pengingkaran
terhadap isi kalimat.
18. Ketika ia sangat membutuhkan uang, sahabatnya datang menawarkan bantuan.
Peribahasa di bawah ini yang sesuai dengan
isi kalimat di atas adalah ...
a. Bagaikan pungguk merindukan bulan.
b. Pucuk dicinta ulam tiba.
c. Besar pasak daripada tiang.
d. Panas-panas tahi ayam.
d. Ayah bekerja sangat keras sehingga
jatuh sakit.
19. Gita Gutawa adalah artis pendatang baru yang
sedang naik daun.
15. Di antara kalimat berikut yang termasuk kalimat majemuk bertingkat waktu adalah ...
Arti dari ungkapan naik daun pada kalimat
di atas adalah ... .
a. Andaikata waktu bisa diputar kembali, aku
akan kembali ke masa 10 tahun lalu.
150
a. mendapat nasib baik
b. terkenal
Evaluasi
Evaluasi Akhir
Akhir
c. sangat beruntung
a. penegas predikat inti/keseluruhan
d. panjang akal
b. penghalus
20. Kalimat di bawah ini yang tergolong kalimat
ingkar adalah ...
a. B. J. Habibie bukan presiden yang dipilh
rakyat.
b. Agar dapat mengarang harus rajin berlatih.
c. Hujan pertama di Jakarta pada akhir bulan November sangat deras.
d. Wartawan pun diizinkan masuk ke ruang
rapat.
21. Kata panggilan adalah ...
c. pengubah dari kalimat deklaratif menjadi
kalimat interogatif
d. kalimat tanya yang lebih formal
25. Kalimat di bawah ini yang menggunakan
partikel dengan benar adalah ...
a. Pantaskah dia yang berbicara mewakili
kita semua?
b. Pantas pun dia yang berbicara mewakilil
kita semua?
c. Pantaslah dia yang berbicara mewakili
kita semua?
a. kata/ungkapan yang mewakili konsep/
gagasan.
d. Pantaslah dia yang berbicara mewakili
kita semua?
b. kata yang menjadi dasar bentukan yang
lebih besar lagi.
26. Bila membaca sebuah tabel, gerak mata kita
... .
c. kata yang digunakan sebagai sebutan/
panggilan untuk seseorang /orang.
a. naik-turun
d. konjungsi.
c. horisontal (mengikuti arah garis)
22. Penulisan kalimat langsung yang tepat adalah ...
a. Ayah mengatakan; “Pulangnya jangan
malam-malam.’
b. Kata ayah, “pulangnya jangan malammalam.”
c. Ayah berkata bahwa aku tidak boleh pulang malam-malam.
d. Ayah berkata, “Pulangnya jangan malammalam.”
23. Perhatikan dengan cermat kalimat berikut
ini!
Roland menanyakan apakah dia boleh main ke
rumah saya.
Kalimat langsung yang tepat untuk kalimat
tersebut adalah ...
a. Roland bertanya; “Apakah saya boleh
main ke rumahmu?”
b. spiral
d. vertikal
27. Perhatikanlah ciri-ciri kata sapaan berikut ini!
i
Kata sapaan berupa kata benda atau kata
ganti atau panggilan kekeluargaan.
ii Kata/ungkapan untuk seseorang.
iii Penulisan kata sapaan selalu diawali
dengan huruf kapital.
v Nama orang bukan nama sapaan.
Dari pernyataan di atas, yang termasuk ciriciri kata sapaan adalah ... .
a. i, ii, iii
c. i, iii, iv
b. i, ii, iv
d. ii, iii, iv
28. Selama hidupnya, Chairil Anwar telah menghasilkan puluhan karya.
Arti imbuhan se- pada kata selama adalah
... .
a. menyatakan banyak
b. Roland bertanya, “Apakah saya boleh
main ke rumahmu?”
b. menyatakan waktu
c. Roland bertanya, “Apakah dia boleh main
ke rumah saya?”
d. menguatkan arti
d. Roland bertanya, ‘Apakah dia boleh main
ke rumahmu?”
24. Dalam kalimat perintah, partikel -lah berfungsi sebagai ... .
c. menyatakan jumlah satu
29. Fungsi imbuhan -i adalah ... .
a. membentuk kata kerja
b. membentuk kata benda
c. membentuk kata bilangan tingkatan atau
kumpulan.
d. membentuk kalimat tanya.
151
151
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
30. Nyoman menjadi murid kesayangan Pak Gede
karena dia sangat rajin.
Makna imbuhan ke- pada kata kesayangan
adalah ... .
a. memberi
b. melakukan pekerjaan
c. menyatakan jumlah
d. yang paling di ...
31. Pada tahun 2005, Addie M.S dipercaya
memimpin Manila Philharmonic dalam acara
Miss Asean. Addie juga sempat meraih 3 Golden
Trophy BASF Award sebagai Penata Musik
Terbaik. Dua Golden Records untuk album
Panduwinata dan 2 Silver Awards album Chrisye.
Dalam kutipan di atas berisi ... .
c. Rasanya kakinya lebih pendek sebelah.
d. Tulus jalannya tertatih-tatih.
35. Memo adalah ...
a. bentuk komunikasi yang berisi saran,
arahan, atau penerangan.
b. kelompok kata atau kalimat yang isinya
mempunyai maksud tertentu berupa
nasihat, prinsip hidup, ataupun aturan
tingkah laku.
c. karangan naratif yang mengisahkan kejadian yang terkait dengan persoalan
kehidupan manusia (pelakunya).
d. pengumuman.
36. Imbuhan peng-an memiliki kesejajaran
dengan imbuhan ... .
a. keluarga tokoh
a. se-nya
b. pendidikan tokoh
b. per-
c. prestasi tokoh
c. ke-an
d. julukan tokoh
d. meng-
32. Kalimat berikut yang menggunakan kata
bunga dakam makna denotasi adalah ...
37. Fungsi imbuhan ke-an adalah ... .
a. membentuk kata kerja transitif
a. Rentenir itu mengenakan bunga yang sangat tinggi kepada peminjam.
b. membentuk kata kerja
b. Mendapatkan hadiah sebagus itu, hatinya
berbunga-bunga.
d. membentuk kata kerja taktransitif
c. membentuk kata benda
c. Putri kampus itu mendapat kiriman bunga
dari seorang pemuda.
38. Edi mempekerjakan lima pengecat di kediamannya yang baru.
d. Banyak orang membeli motor secara
kredit karena bunganya rendah.
Makna imbuhan ke-an pada kata kediaman
adalah menyatakan ... .
33. Yani merupakan bini keduanya.
Kata bini dalam kalimat tersebut adalah ... .
a. kata konotasi
b. kata denotasi
c. kata konotasi yang bernilai positif
d. kata konotasi yang bernilai negatif
34. Perhatikan kutipan berikut ini!
Hari berikutnya, mereka harus berangkat pagipagi. Pagi-pagi sekali, karena mereka akan
mengambil jalan memutar supaya dapat melihatlihat mercusuar dengan saksama.
Kalimat berita negatis yang terdapat pada
paragraf tersebut adalah kalimat ...
a. Aku mengenalnya karena ia tinggal di
sebelah rumahku dan teman sekelasku.
b. Walaupun cacat, ia tidak pernah merasa
rendah diri.
152
a. hal
b. tempat masuk
c. usaha untuk
d. proses
39. Pantun berikut yang tergolong pantun kilat
adalah ... .
a. Lain ladang lain belalang
Kain lubuk lain ikannya
b. Tong kosong nyaring bunyinya
Air beriak tanda tak dalam
c. Ada ubi ada talas
Ada budi ada balas
d. Jika ada sumur di ladang
Boleh kita menumpang mandi
40. “Belajarlah dengan benar agar lulus ujian dengan
nilai yang memuaskan!” pesan ibu kepadaku.
Evaluasi Akhir
Pada suatu hari Prabu Anom dan istrinya
berkunjung ke Parung Barat untuk menemui
temannya yang bernama Ratu Bagus Baharudin sebagai penguasa Kerajaan Parung
Barat. Setelah beberapa saat di Parung Barat,
Prabu Anom ingin bertapa lagi di Gunung Jaladi. Ketika itu ia berganti nama menjadi Dewa
Kaladri. Istrinya dititipkan kepada Ratu Bagus
Baharudin.
Setelah beberapa bulan ditinggal bertapa,
ternyata Ratu Bagus Baharudin sangat tertarik
kepada Tasik Larang. Dan selanjutnya dinikahinya istri temannya itu.
Kalimat tersebut bila diubah menjadi kalimat
tak langsung yang benar adalah ...
a. Ibu berpesan agar aku belajar dengan
benar dan lulus ujian dengan nilai memuaskan.
b. Ibu berpesan agar kamu belajar dengan
benar dan lulus ujian dengan nilai memuaskan.
c. Ibu berpesan agar dia belajar dengan
benar dan lulus ujian dengan nilai memuaskan.
d. Ibu berpesan agar kita belajar dengan
benar dan lulus ujian dengan nilai memuaskan.
.............
Yatim Jadi Raja dan
Dongeng-Dongeng Lainnya,Ulkiah S,
Pustaka Jaya
Setelah kalian membaca kutipan dongeng
tersebut, tentukan tokoh-tokoh yang ada
dalam dongeng tersebut beserta perwatakannya, tema, dan amanat yang hendak disampaikan oleh pengarang.
B. Kerjakan soal-soal berikut dengan tepat!
1.
Sebutkan kaidah-kaidah dalam penulisan imbuhan meng- dan sertakan masing-masing
5 contoh dalam kalimat!
2.
Bacalah kutipan dongeng berikut ini !
3.
DEWA KALADRI
Dahulu kala, pada suatu hari Bupati Sangkan menemukan seorang anak laki-laki buncit
dan amat buruk parasnya di puncak Gunung
Kujang. Hatinya merasa iba melihat anak itu
dan selanjutnya dibawanya pulang dan
dipelihara seperti anaknya sendiri. Anak buncit
itu sebenarnya adalah seorang utusan dewa.
Melihat tindakan suaminya, istri Bupati
tidak senang dan tidak setuju. Anak itu sangat
jorok dan menjijikkan. Karenanya ia berusaha
mengusirnya. Anak itu tahu bahwa istri Bupati
tak menyukai dirinya. Karena itu, lalu diamdiam dia pergi dan bertapa di puncak sebuah
gunung di Pakuan Barat.
Setelah sekian lama bertapa, dia bertambah dewasa. Kemudian turunlah ia dari
pertapaannya lalu mandi di Lubuk Sipatuhunan. Terjadi keajaiban, setelah mandi ia berubah menjadi laki-laki yang amat tampan dan
gagah. Ia menamakan dirinya Prabu Anom
Munding Kawangi.
Tak lama kemudian dia menikah dengan
putri Tasik Larang Raja Kembang, yaitu Putri
Prabu Pakuan Barat yang terkenal amat cantik. Mereka sangat bahagia. Dia pun akan dicalonkan menjadi Raja Pakuan Barat.
Tentukan kata-kata bercetak tebal dalam
kalimat berikut ini termasuk konotasi positif
atau negatif!
a. Dadang memiliki tiga bini.
b. Akhirnya, perampok itu mati di tembak
polisi.
c. Putra raja itu telah dinobatkan menjadi
putra mahkota.
d. Markas gerombolan pengacau keamanan itu telah digempur tentara.
e. Mantan Presiden Soeharto akhirnya wafat setelah tiga minggu dirawat di rumah
sakit.
4.
Jelaskan bagaimana cara menghitung kecepatan membaca dengan menggunakan
rumus!
5.
Tulislah sebuah pengumuman tentang
kegiatan lomba menulis cerpen dengan
syarat-syarat yang perlu!
153
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Glosarium:
•
Afiksasi
: proses atau hasil penambahan afiks (prefiks, konfiks, sufiks) pada kata dasar.
•
Aksentuasi
: pemberian tekanan suara pada suku kata atau kata.
• Alur
: rangkaian peristiwa yang dijalin dengan saksama dan menggerakkan jalan
cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan penyelesaian.
• Amanat
: gagasan yang mendasari karya sastra; pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengar.
• Antonim
: kata yang berlawanan makna dengan kata lain.
• Cerpen
: cerita pendek.
• Deduktif
: bersifat deduksi (deduksi: penarikan kesimpulan dari keadaan yang umum;
penyimpulan dari yang umum ke yang khusus).
• Deklaratif
: bersifat pernyataan ringkas dan jelas.
• Diftong
: bunyi vokal rangkap yang tergolong dalam satu suku kata.
• Dongeng
: cerita yang benar-benar tidak terjadi (terutama tentang kejadian zaman dulu
yang aneh-aneh).
• Durasi
: lamanya sesuatu berlangsung; rentang waktu; lamanya suatu bunyi diartikulasikan.
• Ekspresif
: tepat (mampu) memberikan (mengungkapkan) gambaran, maksud, gagasan,
atau perasaan.
• Ekuatif
: tipe ketransitifan klausa yang menyangkut partisipan dan cirinya.
• Entri
: kata atau frasa dalam kamus beserta penjelasan maknanya dengan tambahan berupa kelas kata, lafal, etimologi, contoh pemakaian, dan sebagainya.
• Fiksi
: cerita rekaan; rekaan; tidak berdasarkan kenyataan.
• Fonem
: satuan bunyi terkecil yang mampu menunjukkan kontras makna.
• Gestur
: gerak tubuh.
• Indeks
: daftar kata atau istilah penting yang terdapat dalam buku cetakan.
• Induktif
: kalimat yang pokok pikirannya berada di akhir kalimat.
• Interogatif
: menunjukkan atau mengandung pertanyaan; bentuk verba atau tipe kalimat
yang digunakan untuk mengungkapkan pertanyaan.
• Intonasi
: lagu kalimat.
• Intrinsik
: terkandung di dalamnya (tentang kadar logam mulia dalam mata uang,
harkat seseorang, atau suatu peristiwa).
• Jeda
: hentian sebentar dalam ujaran (sering terjadi di depan unsur kalimat yang
mempunyai informasi yang tinggi atau kemungkinan yang rendah).
• Karakter
: sifat.
• Karmina
: pantun dua seuntai (pantun kilat), baris pertama sebagai sampiran dan baris
kedua sebagai ini berupa sindiran dengan rumus rima a-a.
• Kausal
: bersifat menyebabkan suatu kejadian; bersifat saling menyebabkan.
• Komparatif
: berkenaan atau berdasarkan perbandingan.
• Konsonan
: bunyi bahasa yang dihasilkan dengan menghambat aliran udara pada salah
satu tempat di saluran udara.
• Kosakata
: perbendaharaan kata.
154
Glosarium
• Kronologis
: berkenaan dengan kronologi; menurut urutan waktu (dalam penyusunan sejumlah kejadian atau peristiwa).
• Lafal
: cara seseorang atau sekelompok orang dalam suatu masyarakat bahasa
mengucapkan bunyi bahasa.
• Mimik
: peniruan dengan gerak-gerik anggota badan dan raut muka.
• Morfem
: satuan bentuk bahasa yang terkecil yang mempunyai makna secara relatif
stabil dan tidak dapat dibagi atas bagian bermakna yang lebih kecil.
• Nada
: makna yang tersembunyi dalam ucapan.
• Narasumber
: orang yang memberi (mengetahui secara jelas atau menjadi sumber) informasi; informan.
• Nirkabel
: tanpa menggunakan kabel.
• Pantun
: bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait biasanya terdiri dari empat baris
yang bersajak (a-b-a-b), tiap larik biasanya atas empat kata kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja dan baris
ketiga dan keempat merupakan isi; peribahasa sindiran.
• Parafrase
: penguraian kembali suatu teks dalam bentuk yang lain dengan maksud untuk
dapat menjelaskan makna yang tersembunyi.
• Partikel
: kata yang tidak bisa diturunkan dan mengandung makna gramatikal.
• Pindai; memindai: melihat dengan cermat dan lama; memandangi.
• Polisemi
: bentuk bahasa (kata, frase) yang mempunyai makna lebih dari satu.
• Puisi
: ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.
• Relevan
: kait-mengait; bersangkut-paut; berguna secara langsung.
• Rima
: pengulangan bunyi yang berselang, baik di dalam larik sajak maupun pada
akhir sajak yang berdekatan.
• Sampiran
: paruh pertama pada pantun, yaitu baris kesatu dan kedua berupa kalimat
yang biasanya hanya merupakan persediaan bunyi kata untuk disamakan
dengan bunyi pada isi pantun.
• Sinonim
: bentuk bahasa yang maknanya sama atau mirip dengan bentuk bahasa lain.
• Sketsa
: gambar rancangan
• Taktransitif
: bersangkutan dengan kata kerja yang memerlukan objek.
• Transitif
: bersangkutan dengan kata kerja yang tidak memerlukan objek.
• Verbal
: secara lisan.
• Vokal
: bunyi bahasa yang dilafalkan tanpa pergeseran.
155
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas VII
Alisyahbana, S. Takdir. 1961. Puisi Lama. Jakarta: Pustaka Rakyat.
Ambary, Abdullah. 1988. Penuntun Pelajaran Bahasa Indonesia. Bandung: Djatnika.
Anwar, Chairil. 1959. Deru Campur Debu. Jakarta: Pembangunan.
Badudu, J.S.. 1979. Sari Kesusastraan Indonesia 1 dan 2. Bandung: Pustaka Prima.
_______ . 1982. Pelik-Pelik Bahasa Indonesia. Bandung: Pustaka Prima.
_______ . 1982. Kamus Ungkapan. Bandung: Pustaka Prima.
_______ . 1983. Inilah Bahasa Indonesia yang Benar. Jakarta: Gramedia.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
_______ . 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Effendi, S.. 1973. Bimbingan Apresiasi Puisi. Ende: Nusa Indah.
Eneste, Pamusuk. 2001. Buku Pintar Sastra Indonesia. Jakarta: Kompas.
Finosa, Lamuddin. 2006. Aneka Surata Statuta, Laporan, dan Proposal. Jakarta. Diksi Insan Mulia.
Jassin, H. B.. 1959. Analisa Cerita Pendek. Jakarta: Gunung Agung.
_______ . 1968. Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45. Jakarta: Gunung Agung.
_______ . 1980. Angkatan 66 (I). Jakarta: Gunung Agung.
Keraf, Gorys. 1981. Eksposisi dan Deskripsi. Ende: Nusa Indah.
_______ . 1981. Tata Bahasa Indonesia. Ende: Nusa Indah.
_______ . 1984. Diksi dan Gaya Bahasa. Ende: Nusa Indah.
_______ . 1989. Komposisi. Ende: Nusa Indah.
_______ . 1991. Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia untuk Tingkat Pendidikan Menengah. Jakarta:
Gramedia Widiasarana Indonesia.
Kridalaksana, Harimurti. 1980. Kamus Sinonim Bahasa Indonesia. Ende: Nusa Indah.
_______ . 1992. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Lukman, Cecilia, dkk.. 1995. Oxford Ensiklopedi Pelajar. Jakarta: PT Widyadara.
Mudjihardjo, F.X.. 1995. Sari-sari Kesusastraan Indonesia. Jakarta: Galaxy Puspa Mega.
Murphy, Elspeth Campbell. 2001. Misteri Anjing Aneh (The Mystery of the Wrong Dog). Yogyakarta:
Gloria Graha.
_______ . 2002. Misteri Lebah Madu (The Mystery of the Honeybees’ Secret). Yogyakarta: Gloria Graha.
Nurgiyantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Pradopo, Rahmat Djoko. 1990. Pengajaran Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
_______ . 1995. Beberapa Teori Sastra, Metode dan Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
Purwo, Bambang Kaswanti. 1991. Bulir-Bulir Sastra dan Bahasa. Yogyakarta: Kanisius.
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan. Jakarta: Balai Pustaka.
Rahmanto, B.. 1988. Metode Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Kanisius.
Rampan, Korrie Layun. 1995. Aliran Jenis Cerita Pendek. Ende: Nusa Indah.
Rumadi, A.. 1986. Kumpulan Drama Remaja. Jakarta: Gramedia.
156
Daftar Pustaka
Semi, Atar M.. 1993. Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya Padang.
Soepono B.W., dkk.. 1985. Inti Tata Bahasa Indonesia jilid 1. Solo: Tiga Serangkai.
Sudjiman, Panuti. 1988. Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya.
Sumardjo, Jacob. 1983. Pengantar Novel Indonesia. Jakarta: Karya Unipress.
_______ . 1986. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: Gramedia.
_______ . 1986. Fiksi Indonesia Dewasa ini. Jakarta: Gramedia.
Tampubolon, D. P.. 1987. Kemampuan Membaca. Bandung: Angkasa.
_______ . 1987. Teknik Membaca Efektif dan Efisien. Bandung: Angkasa.
Tarigan, H.G.. 1985. Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
_______ . 1987. Pengajaran Morfologi. Bandung: Angkasa.
_______ . 1989. Pengajaran Kosa Kata. Bandung: Angkasa.
_______ . 1995. Pengajaran Semantik. Bandung: Angkasa.
Tim Bahasa Indonesia SLTP. 1995. Panduan Belajar Bahasa Indonesia. Jakarta: Galaxy Puspa Mega.
Tohari, Ahmad. 2005. Senyum Karyamin. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Verhaar, J.W.M.. 1996. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Waluyo, Herman J.. 2005. Apresiasi Puisi. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.
Wiyanto, Asul. 2001. Terampil Pidato. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Sumber Internet
www.tokohindonesia.com, www.prasetya.brawijaya.ac.id, www.yahoo.com, www.flickr.com,
www.inhil.com, http://id.wikipedia.org, Departemen Seni Murni ITB ([email protected],
www.sfparkour.com, www.mberproject.net, www.ivaa-online, www.bpkpenabur.or, www1.bpkpenabur.or,
perca.blogspot.com, www.escaeva.com, www.wartajazz.com, www.google.co.id,
semaibroadcast.wordpress.com, samsonia.com, dan Kompas Cyber Media.
Sumber Majalah dan Surat kabar
Majalah Bobo, Tabloid Cek & Ricek, Kompas, Majalah Tempo, Reader’Digest Indonesia, Majalah
Matabaca, Majalah Fantasi, Kedaulatan Rakyat, Majalah Trubus, Majalah Info Aktual, Suara
Merdeka, Tabloid Nova, Majalah Gerbang, dan Koran Berani.
157
Indeks
Kata sapaan 105, 108, 109, 110, 116,
117, 118
Kata sifat 33, 36, 37, 38, 45, 46, 47
Konjungsi 25
A
Amanat 29
B
Berita 49, 50, 51, 57, 58
Biografi 105, 110, 112, 118
Buku cerita 1, 6
Buku harian 10, 11, 14
L
Lafal 22, 23, 24, 29, 59, 64, 65, 66, 72
M
Makna denotasi 128, 130, 133
Makna konotasi 128
Membaca cepat 59, 66, 67, 68, 71, 74
Membaca diagram 97, 101
Membaca grafik 97
Membaca memindai 49, 54, 56
Membaca tabel 96, 97
Mimik 4, 6, 11, 59, 64, 65, 66, 72
C
Cerpen 75, 77, 78, 80, 81, 86, 87, 90
D
Dongeng 1, 2, 3, 4, 6, 8, 11, 12, 13,
14, 15, 16, 19, 20, 21, 22, 26,
28, 29, 31, 32, 59, 60, 61, 62,
64, 71, 72, 74
N
E
Nada 119, 120, 121, 130, 133
Narasi 91, 104
Narasumber 135, 136, 137
Ekspresi 75, 77, 79
G
Gagasan 75, 76, 77, 81, 82, 83, 90
Gestur 1, 4, 11
P
Pantun 33, 43, 44, 45, 47
Partikel 91, 93, 94, 101, 103
Pengumuman 49, 52, 53, 55, 56, 58
Peribahasa 59, 63, 64, 71, 72, 74
Puisi 105, 106, 107, 108, 110, 111,
112, 114, 115, 116, 117, 118, 119, 120, 121,
123, 129, 130, 131, 133
I
Imbuhan 1, 8, 9, 11, 14, 105, 106, 112,
113, 114, 116, 117, 118, 141,
142, 146, 148
Intonasi 15, 22, 23, 24, 29, 32, 49, 52,
53, 56
J
S
Jeda 64, 72
Sinopsis 33, 41
Suara 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 11, 59,
64, 65, 67, 74
Surat 59, 70, 71, 74
K
Kalimat berita negatif 129, 131, 133
kalimat berita negatif 129
Kalimat berita positif 130
Kalimat langsung 75, 85, 86, 87, 88,
89, 90
Kalimat majemuk bertingkat 49, 51, 52,
56, 58
Kalimat negatif/ingkar 69, 71
Kalimat tidak langsung 87
Kata berpolisemi 42, 43
Kata bersinonim 33, 41, 48
Kata gelar 109, 110, 116
158
T
Tokoh idola 91, 94, 95, 96, 101, 119,
122, 123
U
Ungkapan 59, 62, 63, 64, 71, 72, 74
W
Wawancara 75, 76, 77, 83, 84, 85, 87,
88, 89, 90
Diunduh dari BSE.Mahoni.com
Fly UP