...

this PDF file - Jurnal Pangan dan Agroindustri

by user

on
Category: Documents
23

views

Report

Comments

Transcript

this PDF file - Jurnal Pangan dan Agroindustri
Efek Hipokolesterolemik Teh Instan Cincau Hitam – Amelia, dkk
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol.2 No.3 p.28-33, Juli 2014
EFEK HIPOKOLESTEROLEMIK TEH INSTAN BERBASIS CINCAU HITAM
(Mesona palustris BL) YANG DIUJI SECARA IN VIVO
Hypocholesterolemic Effect of Black Grass Jelly (Mesona Palustris BL) Based
on Instant Tea Using In Vivo Tested
Rizki Amelia1*, Tri Dewanti Widyaningsih1
1) Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, FTP Universitas Brawijaya Malang
Jl. Veteran, Malang 65145
*Penulis korespondensi, Email: [email protected]
ABSTRAK
Penyakit yang disebabkan oleh tingginya tingkat kolesterol dalam darah adalah
hiperkolesterolemia. Penyakit hiperkolesterolemia akan menyebabkan munculnya penyakit
aterosklerosis (penebalan dinding pembuluh darah) dan pada akhirnya akan menyebabkan
penyakit jantung koroner.Cincau hitam teridentifikasi mengandung senyawa-senyawa yang
bersifat antioksidan dan diharapkan senyawa yang terdapat dalam kayu manis dan daun
pandan wangi juga mampu berperan sebagai antioksidan dalam produk teh instan berbasis
cincau hitam. Penelitian yang digunakan adalah Post Test Only Control Group Design
sedangkan pemilihan objek penelitian untuk pengelompokan dan pemberian perlakuan
menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 kelompok perlakuan dan 1
kelompok kontrol. Pengukuran Total kolesterol,HDL menggunakan metode CHODPAP.Analisis LDL dengan metode Friedward serta analisis trigliserida menggunakan metode
GPO-PAP. Efek hipokolesterolemik terbaik terdapat pada teh instan berbasis cincau hitam.
Pemberian teh instan berbasis cincau hitam selama 28 hari sebanyak 0.13g/200g BBT/hari
pada tikus hiperkolesterolemik dapat menurunkan kadar total kolesterol 50.01%, juga dapat
meningkatkan kadar HDL sebesar 36.47%.
Kata kunci: hiperkolesterolemia, cincau hitam, kayu manis, daun pandan, antioksidan
ABSTRACT
A disease caused by high cholesterol in blood is hypercholesterolemia. It will cause
atherosclerosis and finally leads to the coronary heart disease. Black grass jelly is identified
as containing antioxidant compounds, cinnamon and pandanus are also useful as
antioxidant in black grass jelly based of instant tea. The method used in this research is Post
Test Only Control Group Design. The selection of research object to facilitate the grouping
and the treatment is using Complete Random Planning. Which contain 4 treatment and 1
control group. The measurement of cholesterol and HDL are using CHOD-PAP method. LDL
analysis is using Friedward method and triglyceride analysis is using GPO-PAP method.The
best hypocholesterolemic effect found in black grass jelly based on instant tea. The
treatment of black grass jelly based on instant tea for 28 days counted to 0.13g/200g
BBT/day in hypercholesterolemic rat had reduced cholesterol 50.01%, and also increased
HLD to 36.47%.
Keywords: Hypercholesteromic, black grass jelly, cinnamon, pandanus, antioxidant
PENDAHULUAN
Dewasa ini muncul berbagai macam penyakit yang berhubungan dengan tingkat
kolesterol dalam darah. Penyakit yang disebabkan oleh tingginya tingkat kolesterol dalam
darah adalah hiperkolesterolemia. Penyakit hiperkolesterolemia akan menyebabkan
28
Efek Hipokolesterolemik Teh Instan Cincau Hitam – Amelia, dkk
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol.2 No.3 p.28-33, Juli 2014
munculnya penyakit aterosklerosis (penebalan dinding pembuluh darah) dan pada akhirnya
akan menyebabkan penyakit jantung koroner.
Jumlah penderita penyakit hiperkolesterolemia makin bertambah. Selain disebabkan
oleh makanan, hiperkolesterolemia juga dapat disebabkan oleh faktor genetik, minum
alkohol, ketidakaktifan, kebiasaan merokok, gangguan metabolisme pola makan, dan gaya
hidup masyarakat modern saat ini. Masyarakat cenderung banyak mengkonsumsi makanan
cepat saji yang kaya akan kolesterol dan asam lemak jenuh. Salah satu akibat pola makan
seperti ini adalah munculnya obesitas yang juga memicu meningkatnya penyakit
hiperkolesterolemia. Oleh karena itu, salah satu tindakan pencegahan munculnya penyakit
hiperkolesterolemia adalah mengubah pola makan dengan mengurangi konsumsi makanan
kaya kolesterol dan asam lemak jenuh. Selain itu perlu juga membiasakan olahraga.
Selain tindakan pencegahan, pengobatan juga perlu dilakukan untuk mengurangi
jumlah penderita penyakit hiperkolesterolemia. Serat pangan dan antioksidan merupakan
salah satu senyawa yang dapat menurunkan kolesterol.Serat pangan (dietary fiber)
merupakan senyawa bioaktif dalam bahan pangan yang banyak digunakan dalam
memperbaiki kondisi dislipidemia. Serat dilaporkan dapat meningkatkan viskositas saluran
pencernaan sehingga akan menghambat kolesterol untuk mencapai epitel usus. Selain itu,
serat larut air dalam kolon akan terfermentasi menghasilkan produk asam lemak rantai
pendek (Short Chain Fatty Acid) seperti asam propionat dan butirat. Adanya produksi SCFA,
akan mempengaruhi kontrol lemak, dimana asam propionat akan dimetabolisme di hati dan
menurunkan sintesa kolesterol.
Salah satu tanaman yang telah banyak dikenal dan digunakan secara luas oleh
masyarakat Indonesia adalah tanaman cincau hitam. Hsian tsao adalah sejenis cincau hitam
yang ada di China maupun Taiwan yang dibuat dari simplisia kering tanaman Mesona
procumbens Hemsl, sedangkan di Indonesia termasuk jenis Mesona palustris BL. Hsian
tsao teridentifikasi mengandung senyawa-senyawa yang bersifat antioksidan, bahkan
aktivitas antioksidannya lebih tinggi dari pada α-tokoferol [1].
Kayu manis banyak mengandung senyawa tannin, flavonoid, dan lainnya yang
diduga dapat berperan sebaga antioksidan [2].Kayu manis juga mengandung tannin yang
cukup tinggi (lebih dari 10%) dibandingkan rempah lainnya. Banyak penelitian yang
melaporkan bahwa kandungan tannin dalam sayuran atau tanaman dapat berperan dalam
mencegah atau menurunkan resiko penyakit jantung koroner.
Selain itu, daun pandan wangi juga biasa digunakan dalam pembuatan kue atau
masakan lain yang berfungsi sebagai aroma harum. Daun pandan wangi mengandung
alkaloid, saponin, flavonoida, tanin, polifenol yang mampu menghambat aktivitas kerja enzim
HMG-KoA reduktase dan menghambat penyerapan kolesterol didalam saluran pencernaan
[3].
Berdasarkan potensi khasiat, ketersediaan pengolahan dan potensi perkembangan
berbasis cincau hitam dari penelitian terdahulu maka perlu dilakukan pengujian lebih lanjut
mengenai efek hipokolesterolemik dari produk minuman teh instan berbasis cincau hitam
(Mesona palustris BL) yang diujikan pada tikus Wistar (Rattus norvegicus) jantan secara in
vivo.
BAHAN DAN METODE
Bahan
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi produk teh instan berbasis
cincau hitam yang merupakan hasil penelitian terdahulu. Teh instan berbasis cincau hitam
terdiri dari serbuk cincau hitam, kayu manis, dan daun pandan dengan formulasi yang
digunakan pada masing-masing 75.00%:12.50%:12.50% (6:1:1) [3]. Bahan yang digunakan
untuk pengujian teh instan berbasis cincau hitam terhadap profil serum darah tikus putih
starin Wistar (Rattus norvegicus) jantan umur 2-3 bulan dengan berat badan 150-200 gram,
lemak hewani, pakan tikus (Comfeed PARS AD II), komposisi pakan yang diberikan pada
diet normal dapat dilihat pada Tabel 3.1.Sedangkan bahan-bahan untuk analisis profil lipid
29
Efek Hipokolesterolemik Teh Instan Cincau Hitam – Amelia, dkk
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol.2 No.3 p.28-33, Juli 2014
yaitu akuades, reagen kit untuk analisis total kolesterol dengan metode CHOD-PAP, reagen
presipitasi HDL, dan reagen kit untuk analisis trigliserida dengan metode GPO-PAP.
Alat
Alat-alat yang digunakan untuk pemeliharaan sampel tikus dan pemberian perlakuan
yaitu perangkat sonde, kandang individu, wadah air minum, timbangan dan homogenizer
merek “Ultra Turrax”. Alat yang digunakan untuk pengambilan dan penyimpanan sampel
darah yaitu jarum suntik 10 ml dan spuit disposible, tabung valcon 15 ml,tubedispossible,
sedangkan alat-alat untuk pengambilan serum darah tikus yaitu haematocrit, mikro pipet
(eppeendorf), tabung sentrifuse 2 ml, tisu, dan sarung tangan sedangkan peralatan untuk
analisis profil serum darah yaitu tisu, pipet mikro, kuvet mikro, spektrofotometer, sentrifuge,
kulkas, dan botol semprot.
Desain Penelitian [4]
Desain penelitian yang digunakan adalah True Experimental Design:Post Test Only
Control Group Design. Sedangkan pemilihan objek penelitian untuk pengelompokan dan
pemberian perlakuan menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 kelompok
perlakuan dan 1 kelompok kontrol.
Faktor: Jenis Perlakuan pada Tikus
Kelompok (P0) : Kelompok tikus normal (kontrol negatif)
Kelomook (P1) : Kelompok tikus hiperkolesterolemik (kontrol positif)
Kelompok (P2) : Tikus hiperkolesterol+ekstrak cincau sebanyak 0.13g/200g BBT
Kelompok (P3) : Tikus hiperkolesterol+Teh instan berbasis cincau hitam 0.13g/200g BBT
Kelompok (P3) : Tikus hiperkolesterol+Teh instan berbasis cincau hitam 0.25g/200g BBT
Tahapan Penelitian
Tahapan penelitian diawali dengan pengujian yang dilakukan setelah mendapatkan
teh instan berbasis cincau hitam, meliputi aklimatisasi, diet tinggi kolesteroldan pengujian
bioassay terhadap kadar total kolesterol, HDL, LDL dan trigliserida serum darah tikus
percobaan.
Estimasi besar sampel tikus percobaan yang akan digunakan ditentukan
menggunakan rumus p (n-1) > 15 dengan n merupakan jumlah sampel tiap perlakuan, dan p
sebagai jumlah perlakuan [4]. Penelitian ini menggunakan empat macam perlakuan, maka
jumlah hewan coba untuk masing-masing perlakuan dapat dicari dengan rumus menjadi :
p (n-1) > 15
5 (n-1) > 15
5n - 5 > 15
5n > 20
n>4
Berdasarkan rumus di atas diperoleh tikus percobaan untuk masing-masing perlakuan
adalah 4 ekor tikus percobaan.
Metode PenelitianIn Vivo [5]
Pada proses in vivo, tikus putih galur wistar berumur 2-3 bulan diadaptasi selama 7
hari dengan diet normal PARS AD II. Kemudian, tikus dibagi dalam 5 kelompok perlakuan,
yaitu kelompok kontrol normal, kontrol positif (tanpa diberi perlakuan), kelompok pemberian
ekstrak cincau hitam0.13g/200g BBT, dan kelompok permberian teh instan berbasis cincau
hitam 0.13g dan 0.25 g/200g BBT. Setelah minggu adaptasi dilakukan tahap pembuatan
tikus hiperkolesterolemia selama 3 minggu dengan pemberian kuning telur puyuh sebanyak
2 ml/ekor/hari pada semua kelompok perlakuan kecuali kontrol normal. Kemudian setelah
memperoleh tikus hiperkolesterol pada tahap selanjutnya adalah pemberian perlakuan yang
sudah ditentukan sebelumnya setiap hari selama 28 hari dan setiap minggu selama masa
perlakuan diambil darah melalui retro orbital plexus untuk diuji profil lipid pada tikus
hiperkolesterolemia.
30
Efek Hipokolesterolemik Teh Instan Cincau Hitam – Amelia, dkk
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol.2 No.3 p.28-33, Juli 2014
Prosedur Analisis [6]
Pengambilan darah dilakukan secara retro orbital plexus (melalui mata) dengan
menggunakan haematocrit dan dimasukkan ke dalam tabung eppendorf. Segera setelah
semua sampel terkumpul, sampel di sentrifuse pada kecepatan 4000 rpm selama 15 menit.
Serum yang berupa cairan bening bagian atas dipisahkan dengan endapan merah (sel
darah) menggunakan micropipet. Pengukuran profil lipid berupa total kolesterol dan HDL
kolesterol menggunakan metode ezymatic colorimetric test “CHOD-PAP”, LDL dengan
metode Friedward dan trigliserida dengan metode enzymatic colorimetric test “GPO-PAP”.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Kadar Total Kolesterol
Kolesterol merupakan senyawa utama penyebab kondisi hiperkolesterol. Total
Kolesterol merupakan gabungan dari semua golongan lipoprotein yang teridiri dari 60-70%
LDL, 20-30% HDL, dan 10-15% VLDL [4].
Hasil uji statistik ragam (ANOVA) menunjukkan faktor pemberian perlakuan
memberikan pengaruh yang nyata (α=0.05) terhadap kadar kolesterol tikus percobaan.
Berdasarkan hasil tersebut perlu dilakukan uji lanjut DMRT dengan taraf 5% untuk melihat
kelompok perlakuan mana yang berbeda. Rerata hasil uji DMRT ditunjukkan pada Tabel 1.
Tabel 1. Rerata Akumulasi Kadar Kolesterol Darah
Kadar Kolesterol Darah (mg/dl)
Kelompok
Perlakuan
Rerata % perubahan
p0 (kontrol normal)
6.94 a
p1 (kontrol positif)
2.83 a
p2 (HK + ekstrak CH)
-22.44 b
p3 (HK + dosis 1)
-50.01 c
p4 (HK + dosis 2)
-45.25 c
Keterangan: Data dengan notasi yang sama menunjukkan
tidak berbeda nyata (α=0.05)
Hasil pengujian kadar kolesterol pada Tabel 1 menunjukkan perubahan penurunan
kadar kolesterol kelompok tikus hiperkolesterol+teh instan CH dosis 2 (P4), kelompok tikus
hiperkolesterol+teh instan CH dosis 1 (P3) dan kelompok tikus hiperkolesterol+ekstrak CH
(P2) berbeda nyata (α=0.05) terhadap tikus yang menderita hiperkolesterol tanpa perlakuan
(P1). Perubahan kadar total kolesterol pada kelompok tikus hiperkolesterol dengan
pemberian teh instan berbasis cincau hitam dan ekstrak cincau hitam lebih tinggi
dibandingkan dengan kelompok tikus hiperkolesterol tanpa perlakuan. Hal ini membuktikan
bahwa pemberian teh instan cincau hitam dan ekstrak cincau hitam memiliki efek penurunan
terhadap kadar total kolesterol. Sedangkan perubahan kadar total kolesterol antara
perlakuan dosis 1 dan dosis 2 tidak berbeda nyata. Sedangkan perubahan kadar kolesterol
pada kelompok perlakuan teh instan berbasis cincau hitam dosis 1 (P3) dan 2 (P4) berbeda
nyata dengan kelompok perlakuan ekstrak cincau hitam (P2). Akan tetapi ketiga perlakuan
tersebut dapat menurunkan kadar total kolesterol. Penurunan terbesar terjadi pada
kelompok tikus hiperkolesterol dengan pemberian teh instan berbasis cincau hitam dosis 1
(P3).
Teh instan berbasis cincau hitam dapat menurunkan kadar total kolesterol diduga
karena adanya kandungan serat larut air dalam cincau hitam sebesar 6.23g/100g yang
berperan dalam menurunkan kadar kolesterol. Beberapa penelitian menggunakan hewan
percobaan dan manusia dilaporkan terbawanya beberapa komponen serat pangan dalam
menurunkan kadar kolesterol [7]. Selain itu adanya kandungan senyawa bioaktif yang
berfungsi sebagai antioksidan antara lain tannin yang terkandung dalam kayu manis dan
daun pandan tersebut memiliki kemampuan dalam mengikat asam empedu di usus dan
31
Efek Hipokolesterolemik Teh Instan Cincau Hitam – Amelia, dkk
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol.2 No.3 p.28-33, Juli 2014
dibuang melalui feses. Hal ini dapat menurunkan total kolesterol darah [2]. Kayu manis
mengandung tannin yang cukup tinggi (lebih dari 10%) dibandingkan rempah lainnya[2].
Sementara mekanisme kerja tannin yaitu bereaksi dengan protein mukosa dan sel epitel
usus sehingga menghambat penyerapan lemak. Dilaporkan juga bahwa saponin dalam kayu
manis dapat berfungsi dalam menurunkan kolesterol atau sebagai anti-hiperkolesterolemia
[8].
2. Kadar High Density Lipoprotein (HDL)
High Density Lipoprotein (HDL) mempunyai fungsi yang berkebalikan dengan LDL
serta beberapa jenis lipoprotein berdensitas rendah dalam serum. HDL berfungsi
mengangkut kolesterol dari jaringan menuju hati, sedangkan LDL berfungsi mengangkut
kolesterol dari hati menuju jaringan. Pengaturan fungsi ini ditentukan oleh apoprotein
spesifik yang ada pada permukaan lipoprotein. LDL serta beberapa lipoprotein berdensitas
rendah mempunyai apoprotein B-100 pada permukaannya, sedangkan HDL mempunyai
apoprotein A-II atau A-II [9].
Tabel 2 menginformasikan bahwa hasil analisis sidik ragam menyatakan bahwa
faktor perlakuan berpengaruh nyata terhadap kadar HDL serum (α= 0.05). Hasil uji lanjut
rerata akumulasi kadarHDL dapat dilihat pada table berikut.
Tabel 2. Rerata Akumulasi Kadar HDL Darah
Kadar HDL Darah (mg/dl)
Kelompok perlakuan
Rerata % perubahan
p0 (kontrol normal)
-8.79 a
p1 (kontrol positif)
10.50 ab
p2 (HK + ekstrak CH)
27.62 b
p3 (HK + dosis 1)
36.47 b
p4 (HK + dosis 2)
29.17 b
Keterangan: Data dengan notasi yang sama
menunjukkan tidak berbeda nyata (α=0.05)
Tabel 2 memperlihatkan bahwa semua kelompok perlakuan memiliki perubahan
kenaikan yang tidak berbeda nyata (α= 0.05) terhadap perubahan kadar HDL tikus kontrol
positif. Hal ini dikarenakan pada kontrol positif yang diberi akuades juga mengalami
peningkatan di minggu ke-4, diduga terjadinya kenaikan tersebut dikarenakan adanya
perbedaan respon tubuh masing-masing tikus terhadap kolesterol yang ada didalam tubuh
yang mengakibatkan HDL juga meningkat, selain itu pemberian pakan juga berpengaruh
karena kandungan dalam pakan yang mengandung serat dapat mengikat asam empedu
didalam usus halus yang menyebabkan meningkatnya eksresi asam empedu, penurunan
absorbsi lemak dan kolesterol yang juga berpengaruh terhadap kanaikan kadar HDL pada
kelompok kontrol positif.
Tingginya perubahan kadar HDL terjadi pada kelompok perlakuan teh instan
berbasis cincau hitam dosis 0.13g/200g BBT (P3). Hal ini disebabkan pada teh instan
berbasis cincau hitam memiliki kadar serat kasar sebesar 0.86% yang diduga akan
memberikan peran dalam penurunan kadar kolesterol darah. Selulosa yang merupakan
serat tidak larut ternyata tidak hanya berpengaruh pada metabolisme lipid, tetapi dapat
menurunkan kadar gliserol dan kadar kolestrol dalam plasma. Hasil penelitian menunjukan
bahwa serat kasar menurunkan konsentrasi kolesterol dalam serum dan hati tikus. Menurut
penelitian menyatakan bahwa kandungan serat yang tinggi dapat meningkatkan kadar
kolesterol HDL, sehingga menurunkan resiko aterosklerosis [5]. Selain itu, kandungan
antioksidan yang lebih tinggi sebesar 145.13 ppm dibandingkan dengan ekstrak cincau
hitam yaitu sebesar 156.94 ppm [3]. Selain itu penyebab kenaikan kadar HDL ini diduga
karena adanya antioksidan berupa golongan fenol (flavonoid) dalam cincau hitam, kayu
manis dan daun pandan. Flavonoid yang bersifat sebagai antioksidan dapat meningkatkan
32
Efek Hipokolesterolemik Teh Instan Cincau Hitam – Amelia, dkk
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol.2 No.3 p.28-33, Juli 2014
kolesterol HDL dengan mengurangi penimbunan kolesterol dalam darah dan mempercepat
pembuangan kolesterol melalui feses. Hal ini saling berkaitan dengan kenaikan kadar HDL
dimana jika kadar kolesterol rendah maka kadar HDL meningkat [10].
SIMPULAN
Pemberian teh instan berbasis cincau hitam memberikan pengaruh yang nyata
(α=0.05) terhadap rerata perubahan penurunan kadar kolesterol, trigliserida, LDL dan
kenaikan HDL pada tikus yang mengalami hiperkolesterolemik dengan pemberian dosis
0.13g/200g BBT atau setara dengan pemberian dosis 7 gram pada manusia setiap harinya.
Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan pemberian produk teh instan
berbasis cincau hitam dan ekstrak cincau hitam dapat menurunkan kadar profil lipid tikus
hiperkolesterolemik selama 28 hari dan berpengaruh nyata (α=0.05) terhadap perubahan
penurunan kadar kolesterol dalam darah. Namun teh instan berbasis cincau hitam dapat
lebih menurunkan kadar kolesterol, trigliserida, dan LDL berturut-turut sebesar 50.01%,
40.44%, 73.06%. Selain itu menaikkan kadar HDL sebesar 36.47% dalam tikus
hiperkolesterolemik dibandingkan dengan pemberian ekstrak cincau hitam saja yang hanya
dapat memberikan perubahan penurunan kadar kolesterol, trigliserida, LDL dan kenaikan
HDL masing-masing sebesar 22.44%, 26.95%, 42.39%, dan 27.62%. Hal ini dikarenakan
pada teh instan berbasis cincau hitam terdapat kandungan kayu manis dan daun pandan
wangi yang masing-masing memiliki komponen aktif yang berperan dalam penurunan kadar
kolesterol dalam darah.
DAFTAR PUSTAKA
1)
Hung, C.Y.,Yen, G.C. 2001. Extraction and Identification of Antioxidative Components of
Hsian tsao (Mesona Procumbens Hemsl). Academic Press.
2) Fauzan, Azima, Muchtadi,D., Zakaria,F.R., Priosoeryanto, B.P. 2004. Potensi AntiHiperkolesterolemia Ekstrak Cassia vera (Cinamomum burmanni Nees ex Blume).
Jurnal Teknol. Dan Industri Pangan, Vol. XV, No.2: 145-152
3) Rahmani. 2013. Formulasi Flavour Agent Alami (Daun Pandan dan Kayu Manis) Pada
Teh Instan Berbasis Cincau Hitam Untuk Meningkatkan Aktivitas Sistem Imun Mencit.
Tesis. Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan. Sekolah Pascasarjana. Universitas
Brawijaya. Malang
4) Mahan, L.K. and Stump S.E. 2004. Krause’s Food, Nutrition & Diet Therapy 9 th edition.
Elsevier. United States
5) Rasyid, Y.B. 2011. Efek Hipokolesterolemik Jeli Teh Hijau berbasis Tepung Porang dan
Karagenan pada Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Hiperkolesterolemia. Skripsi. Jurusan
Teknologi Hasil Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang
6) Azkiyah, L. 2013. Aktivitas Hipokolesterolemik Tepung Buah Pedada (Sonneratia
caseolaris) Pada Tikus Hiperkolesteolemia. Tesis. Fakultas Teknologi Pertanian.
Universitas Brawijaya. Malang
7) Story dan Kritchevsky. 2001. Dalam D. Mucthadi. Sayuran sebagai Sumber Serat
Pangan untuk Mencegah Timbulnya Penyakit Degeneratif. J. Tekn. Dan Industri
Pangan. Vol. XII No.1: 61-71
8) Lukman, M. 2011. Efek Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Terhadap Kadar
Trigliserida dan LDL Kolesterol Tikus Model Diabetes Mellitus Tipe I yang Diinduksi
Aloksan.Universitas Islam Malang. Malang
9) Guyton, A.C. and Hall,J.E. 1996. Textbook of Medical Physicology. Philadelphia: W.B.
Saunders Company
10) Martati, E. dan Lestari, L.A. 2008. Pengaruh Pemberian Khitosan terhadap Profil Lipid
Serum Darah Tikus Putih Sprague Dawley. Jurnal Teknologi Pertanian Vol 9 No.3:157164
33
Fly UP