...

05 Bab 4 - Mirror UNEJ

by user

on
Category: Documents
9

views

Report

Comments

Transcript

05 Bab 4 - Mirror UNEJ
4
UKIR PRESTASI
A.
Memindai Informasi dalam Buku Telepon
Aspek: Membaca
Standar Kompetensi:
3.
Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai,
membaca cepat
Kompetensi Dasar:
3.1. Menemukan informasi secara cepat dan tepat dari ensiklopedi/buku
telepon dengan membaca memindai
Untuk sebuah keperluan memperoleh informasi
yang akurat dari bahan tulisan secara cepat dan tepat
harus kalian lakukan dengan membaca dengan cara
memindai. Pada kegiatan memindai, pembaca
memandangi lambang tulisan secara melompat-lompat
dari satu kata ke kata yang lain. Mengapa harus
melompat-lompat? Benar, karena tidak semua informasi
yang tersaji pada teks tersebut kalian butuhkan. Kalian
hanya memilih informasi yang kalian butuhkan.
1. Memindai informasi yang sistematis
Informasi yang akan kalian cari dengan membaca memindai
dari sebuah teks sebaiknya merupakan informasi yang tertata
secara sistematis, misalnya kamus, buku telepon, daftar harga,
dan sebagainya. Kamus tertata secara alfabetis. Semua kata yang
diawali dengan huruf A, berada pada lema A begitu juga dengan
kata-kata yang lain, secara berurutan akan berada secara
berturut-turut pada lema-lema berikutnya. Hal itu akan
memudahkan kalian ketika harus menemukan arti sebuah kata
secara cepat. Begitu juga untuk buku telepon. Nama pelanggan
Pelajaran 4 Ukir Prestasi
31
telepon akan diurutkan secara abjad berdasarkan huruf awal
nama mereka sehingga jika kita akan mencari nomor telepon
dari seseorang, kalian akan memindai dari satu nama ke nama
lain berdasarkan huruf awal orang yang dimaksud.
2. Temukan dan catat
Untuk mendukung keberhasilan kalian memindai informasi
dari suatu teks, maka ketika kalian melakukan pemindaian teks,
kalian harus siap untuk mencatat informasi yang sudah kalian
peroleh. Oleh karena itu, sebaiknya kalian terapkan strategi
temukan dan catat. Setiap kata yang berhasil kalian temukan
kemudian kalian catat. Perhatikan contoh berikut ini!
Berikut ini adalah contoh dari buku kuning (yellow page) yang
merupakan bagian dari buku telepon.
Bank Mandiri
Jl. Dr. Cipto 21
356-1335
Bank Muamalat Indonesia
Jl. P. Diponegoro 36
692-5794
Bank Negara Indonesia
Jl. Pandanaran
7078-7005
Bank Pembangunan Daerah
Jl. Veteran 1
711-426
Bank Rakyat Indonesia
Jl. Teuku Umar 24
831-1110
Bank Syariah Mandiri
Jl. Jendral Sudirman 234
761-6822
Bank Tabungan Negara
Jl. Majapahit 400
672-4942
Setelah kalian membaca dengan cermat kutipan buku
telepon tersebut, jawablah pertanyaan berikut ini!
1. Informasi tentang apakah yang termuat dalam buku telepon
tersebut?
2. Dimanakah letak Bank Syariah Mandiri?
3. Bank apakah yang terletak di Jl. P. Diponegoro 36?
4. Berapakah nomor telepon Bank Pembangunan Daerah?
5. Bank apakah yang memiliki nomor telepon 831-1110?
32
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VIII
Selain membaca memindai dari buku telepon, kalian juga
dapat membaca memindai dari ensiklopedi. Tahukah kalian yang
dimaksud ensiklopedi? Ensiklopedi adalah buku atau
serangkaian buku yang menghimpun keterangan tentang bidang
seni dan ilmu yang disusun menurut abjad atau menurut
lingkungan ilmu.
Berikut ini contoh informasi tentang kuda yang diambil dari
Ensiklopedi Populer Anak.
Kuda
Selama 3.000 tahun sebelum kereta api dan mobil
ditemukan, kuda merupakan sarana transportasi cepat dan
efisien. Makhluk tangkas dan mempesona ini adalah salah satu
hewan tercerdas dan mudah dilatih. Kini ada lebih dari 75 juta
kuda piaraan, yang terbagi atas lebih dari 100 ras yang berbeda.
Kuda, zebra, dan keledai termasuk dalam suku kuda
(Equidae), yang meliputi keledai jinak dan bagal. Kuda adalah
mamalia berkaki panjang dengan telapak berkuku, ekor
berkibas, dan tengkuk bersuara. Ia bisa lari atau berderap dengan
kecepatan tinggi. Indra pencium, penglihat, dan pendengarnya
tajam. Itu berarti kuda selalu waspada dan siap kabur dari bahaya.
Kuda, keledai, dan zebra adalah perumput. Gigi depannya yang
tajam memakan hampir semua bagian rumput.
Kuda Purba
Eohippus, salah satu kuda purba, hidup di daerah hutan lebih
dari 50 juta tahun lalu. Tingginya hanya 60 cm. Melalui evolusi,
sosok kuda berangsur-angsur semakin besar dan mulai hidup
di daerah terbuka di padang rumput.
Sumber: Ensiklopedia Populer Anak
Dari teks tersebut, dapat diperoleh informasi seperti berikut ini.
a. Equidae
e. Eohippus
b. keledai jinak dan bagal
f. evolusi
c. ekor berkibas
g. kuda purba
d. tengkuk bersurai
h. padang rumput
Nah, jika kalian kurang memahami makna kata tersebut,
bukalah kamus dan carilah maknanya.
Pelajaran 4 Ukir Prestasi
33
Temukan dan catatlah nomor telepon dari nama-nama yang
disebutkan oleh guru kalian dari daftar nomor telepon yang
diambil dari buku telepon!
B.
Berwawancara dengan Narasumber
Aspek: Berbicara
Standar Kompetensi:
2.
Mengungkap berbagai informasi melalui wawancara dan presentasi
laporan
Kompetensi Dasar:
2.1. Berwawancara dengan narasumber dari berbagai kalangan dengan
memperhatikan etika berwawancara
Pemerolehan informasi dari
narasumber bisa dilakukan
melalui beragam cara. Kalian bisa
mendatangi sumber informasi
kemudian
melakukan
pengamatan. Selain itu, kalian
bisa juga melakukan wawancara
dengan narasumber yang
memiliki banyak data yang kalian perlukan. Keberhasilan
wawancara salah satunya ditandai dengan seberapa banyak
informasi dapat kita peroleh melalui kegiatan wawancara.
1. Menetapkan tujuan wawancara
Sebelum wawancara dilakukan, perlu ditetapkan tujuan
wawancara. Penetapan tujuan ini dilakukan agar pertanyaan
yang kalian ajukan kepada narasumber bisa terarah pada
informasi yang kita butuhkan sehingga wawancara akan
berhasil.
2. Menyiapkan daftar pertanyaan
Wawancara adalah proses dialog antara orang yang mencari
informasi dengan orang yang memberikan informasi. Dalam
34
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VIII
dialog terjadi karena adanya pertanyaan dari pewawancara dan
jawaban dari narasumber. Berikut adalah petunjuk penyusunan
daftar pertanyaan dalam wawancara.
a. Pertanyaan disusun berdasarkan tujuan wawancara.
b. Upayakan satu pertanyaan untuk menggali satu informasi.
c. Kalimat tanya disusun dengan singkat dan jelas.
d. Daftar pertanyaan dibicarakan dulu dengan orang yang
lebih mengerti.
3. Melakukan wawancara
Proses melakukan wawancara dilakukan dengan beberapa
tahapan. Meskipun tahapan itu bukan merupakan tahapan
baku, paling tidak tahapan-tahapan itu bisa menjadi pemandu
kalian dalam berwawancara agar bisa berhasil.
a. Pendahuluan
Pewawancara membuat janji dulu dengan narasumber,
kapan dan dimana narasumber bersedia diwawancarai.
Jangan lupa sampaikan tujuan wawancara kepada
narasumber.
b. Pembukaan
Awalilah dengan pembicaraan ringan, seperti menanyakan
kabar dan kondisi narasumber serta tunjukkan sikap yang
ramah dan bersahabat.
c. Tahap inti
Ajukan pertanyaan secara urut, singkat, dan jelas. Lakukan
perekaman selain pencatatan. Hindarilah pertanyaan yang
memojokkan atau menginterogasi.
d. Penutup
Akhiri wawancara dengan kesan yang baik dan
menyenangkan. Jangan lupa ucapkan terima kasih atas
waktu dan kesediaan narasumber diwawancarai.
4. Melaporkan hasil wawancara
Hasil wawancara dituliskan sebagai bentuk laporan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun laporan
hasil wawancara.
1. Perhatikan kaidah penulisan laporan.
2. Jangan mencampuri hasil wawancara dengan pendapat
sendiri.
3. Pilihlah data yang relevan dengan permasalahan.
4. Jaga nama baik narasumber dan bila perlu jaga kerahasiaan
identitas narasumber.
Pelajaran 4 Ukir Prestasi
35
Perhatikan contoh wawancara berikut ini!
Wawancara dilakukan antara Yunita Dwi Setyorini, pelajar
yang meraih medali emas dalam Olimpiade Sains Nasional
(OSN) 2007 di Surabaya dengan wartawan cilik.
Wartawan cilik : Selamat ya, Kak, telaah berhasil meraih
medali emas dan penghargaan khusus
sebagai the best experiment dalam OSN
2007.
Yunita
: Terima kasih.
Wartawan cilik : Oh, ya, Kakak jadi juara OSN dalam bidang
apa?
Yunita
: Biologi.
Wartawan cilik : Mengapa Kakak suka Biologi?
Yunita
: Biologi itu kan tentang mahkluk hidup.
Jadi, asyik banget mengetahui apa saja yang
ada dalam mahkluk hidup.
Wartawan cilik : Boleh tahu resep kakak menjadi siswa
berprestasi?
Yunita
: Rajin belajar, khususnya membaca,
membaca, dan membaca. Kalau nggak
tahu ya tanya sama Guru. Jadi, banyak
membaca itu sangat penting.
Sumber: Suara Merdeka Yunior, 28 Oktober 2007
1. Untuk melatih keterampilan kalian dalam menggali
informasi melalui wawancara, rancanglah sebuah wawancara
dengan seorang narasumber di sekolah kalian!
2. Narasumber bisa dari siswa yang memiliki prestasi dalam
bidang apapun di sekolah kalian!
3. Setelah semua persiapan selesai, lakukanlah wawancara
dengan narasumber yang telah ditetapkan!
4. Tuliskanlah laporan hasil wawancara tersebut!
36
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VIII
C.
Menulis Drama Satu Babak
Aspek: Menulis
Standar Kompetensi:
8.
Mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui kegiatan menulis
kreatif naskah drama
Kompetensi Dasar:
8.1. Menulis kreatif naskah drama satu babak dengan memperhatikan
keaslian ide
Ciri yang menonjol pada karya sastra drama adalah bentuk
dari drama yang berupa dialog-dialog para pemerannya. Dari
dialog-dialog itulah cerita drama berlangsung. Dialog-dialog itu
nantinya akan diperagakan oleh para pelaku ketika drama sudah
dimainkan. Oleh karena itu, kunci keberhasilan kalian menulis
naskah drama adalah kemampuan kalian menerjemahkan cerita
atau jalan cerita ke dalam dialog atau percakapan para pelakunya.
Sebelum kalian menulis drama satu babak, berikut ini hal-hal
yang harus kalian perhatikan.
1. Temukan ide cerita
Carilah ide cerita yang dapat kalian tuangkan dalam menulis
naskah drama satu babak. Ingat, bahwa dalam satu babak itu,
inti cerita harus sudah terselesaikan. Jadi, bukan satu babak yang
akan memiliki kelanjutan cerita. Pilihlah ide-ide cerita ringan
yang bisa terselesaikan dengan satu babak dialog.
2. Tentukan pelaku cerita
Setelah ide cerita kalian temukan, tentukanlah cerita tersebut
akan diperankan oleh berapa pelaku. Selain pelaku utama, harus
dipertimbangkan pula pelaku sampingan atau pelaku
pembantu.
3. Tuliskan naskah drama
Mulailah menuliskan naskah drama dengan terlebih dulu
melukiskan latar panggung yang menggambarkan cerita itu
berlangsung kapan dan di mana, tentukan juga benda-benda
yang harus berada di panggung. Setelah itu mulailah dengan
menuliskan dialog-dialog pelaku. Ingat, jangan menuliskan dialog dengan kalimat-kalimat yang panjang karena menyulitkan
pemeran dalam memahami dan menghapal dialog.
Pelajaran 4 Ukir Prestasi
37
Agar lebih memahami, perhatikan contoh berikut!
Drama ini dimulai dengan Daniar yang sedang membereskan
buku-bukunya, sementara Ibunya sedang menjahit baju.
Malam sudah lewat jam sepuluh.
Daniar : Mama tahu kapan kira-kira perang dunia ketiga
akan meletus?
Mama : Bagaimana Mama tahu?
Daniar : Dan kira-kira apa penyebab langsungnya menurut
Mama?
(Mama tidak menjawab)
Daniar : Apa mungkin ya Ma? Pertempuan dimulai dari
desa kecil di ujung dunia sana?
Mama : Wah, Mama mana tahu, Daniar? Yang Mama tahu
ya ukuran baju, model baju, dan alat menjahit.
Daniar : Ya, nanti kalau Daniar jadi ahli sejarah, pasti tahu!
(Mama mendekati Daniar membantu merapikan meja
belajarnya)
Mama : Sekarang tidurlah. Kamu belajar terlalu keras.
Kamu sehat, bukan?
Daniar : Tentu Ma! Daniar harus belajar keras! Daniar ingin
berhasil Ma! Daniar ingin jadi ilmuwan!
Mama : Iya, Mama tahu! Tapi menjaga kesehatan juga
penting, bukan? Nah, sekarang tidurlah!
Daniar : Oke, Ma!
Mama : Oh, iya ... tadi Daniar ingin jadi ahli sejarah?
Daniar : Iya, Ma! Apakah Mama tidak setuju?
Mama : Sudahlah, besok dibicarakan lagi. Sekarang
tidurlah!
(Melangkah ke pintu)
Buatlah sebuah cerita berupa naskah drama dalam satu babak
yang berkaitan dengan prestasi sekolah!
38
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VIII
D. Bermain Peran
Aspek: Berbicara
Standar Kompetensi:
6.
Mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam bermain peran
Kompetensi Dasar:
6.1. Bermain peran sesuai dengan naskah yang ditulis siswa
Sebagai kelanjutan dari pembelajaran
sebelumnya, pada kegiatan pembelajaran
ini, kalian akan dilatih untuk memainkan
naskah yang telah ditulis pada kegiatan
sebelum ini. Memainkan peran sama
dengan berakting untuk tidak menjadi
diri sendiri. Dibutuhkan kemampuan
memahami isi naskah dan menafsirkan
peran yang akan dilakonkan.
Beberapa latihan yang dapat kalian
lakukan sebelum memerankan sebuah
peran, antara lain sebagai berikut.
1. Latihan vokal, tekanan, emosi, gestur, dan konsentrasi
a. Drama dimainkan dengan mengandalkan kekuatan
vokal para pemerannya. Oleh karena itu, latihan untuk
menguatkan vokal ini harus ditekuni. Latihan ini bisa
berupa pengucapan vokal a, i, u, o, e. Vokal harus jelas
dan keras karena pentas drama tidak menggunakan
pengeras suara.
b. Latihan tekanan dilakukan dengan mengucapkan
kalimat-kalimat yang mendapatkan tekanan pada katakata tertentu.
Misalnya : ucapkan kalimat berikut dengan tekanan pada
kata yang digarisbawahi!
Kamu harus memenuhi permintaan itu!
Kamu harus memenuhi permintaan itu!
Kamu harus memenuhi permintaan itu!
c. Latihan emosi dilakukan dengan melatih kepekaan hati
atau perasaan kalian hingga menjadi mudah untuk
diajak berekspresi baik untuk marah, menangis, tertawa,
membentak, dan sebagainya.
Pelajaran 4 Ukir Prestasi
39
Laitihan dapat dilakukan dengan melakukan
perenungan, pejamkan mata pikirkan sesuatu yang
menyedihkan terus lakukan hingga tanpa terasa air mata
kalian meleleh keluar sebagai ekspresi kesedihan. Setelah
beberapa lama kalian bersedih cobalah untuk tiba-tiba
tertawa terbahak-bahak dan seterusnya.
d. Latihan gestur adalah melatih gerak tubuh untuk
mendukung ekspresi dialog, misalnya tangan
menunjuk, mengangkat kedua telapak tangan sebagai
ekspresi kepasrahan, berjalan mondar-mandir sebagai
ekspresi kepanikan dan sebagainya.
e. Latihan konsentrasi dilakukan dengan pemusatan
pikiran untuk menjernihkan pikiran dan perasaan.
Latihan ini biasanya mengawali seluruh latihan dapat
juga mengakhiri seluruh rangkaian latihan.
2. Latihan pembacaan naskah
Setelah semua rangkaian latihan penunjang di atas dilakukan
maka latihan pembacaan naskah dilakukan yang dipimpin oleh
sutradara. Semua pemeran membaca naskah dengan ekspresi
dan sutradara membetulkan pembacaan yang kurang sesuai.
3. Persiapan akhir
Sehari sebelum pentas, dilakukan latihan terakhir yang
merupakan tiruan pentas. Cerita yang dipilih diperankan seperti
tuntutan naskah, seolah-olah pentas sebenarnya, hanya belum
menggunakan kostum dan belum ditonton oleh penonton.
Guru kalian telah memilih naskah drama satu babak yang
kalian tulis pada kegiatan pembelajaran sebelum ini. Naskahnaskah yang terpilih akan dimainkan dalam kegiatan
pembelajaran ini. Setiap kelompok akan memperoleh sebuah
naskah, pelajarilah naskah tersebut kemudian tetapkan para
pemerannya dan perankanlah naskah tersebut di depan teman
sekelas!
40
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VIII
Fly UP