...

PDF - Fales.co

by user

on
Category: Documents
3

views

Report

Comments

Transcript

PDF - Fales.co
TS'AI LUN ± 105
Ditulis pada Sabtu, 14 Februari 2009 11:48 WIB oleh fatima dalam katergori 100 Peoples tag
http://fales.co/blog/ts26230393bailunc2b1105.html
Penemu bahan kertas Ts'ai Lun besar kemungkinan sebuah nama yang asing
kedengaran di kuping pembaca. Menimbang betapa penting penemuannya, amatlah
mengherankan orang-orang Barat meremehkannya begitu saja. Tidak sedikit
ensiklopedia besar tak mencantumkan namanya barang sepatah pun. Ini sungguh
keterlaluan. Ditilik dari sudut arti penting kegunaan kertas amat langkanya Ts'ai Lun
disebut-sebut bisa menimbulkan sangkaan jangan-jangan Ts'ai Lun sebuah figur tak
menentu dan tidak bisa dipercaya ada atau tidaknya. Tetapi, penyelidikan seksama
membuktikan dengan mutlak jelas bahwa Ts'ai Lun itu benar-benar ada dan bukan
sejenis jin dalam dongeng.
Dia seorang pegawai negeri pada pengadilan kerajaan yang di tahun 105 M
mempersembahkan contoh kertas kepada Kaisar Ho Ti. Catatan Cina tentang
penemuan Ts'ai Lun ini (terdapat dalam penulisan sejarah resmi dinasti Han)
sepenuhnya terus terang dan dapat dipercaya, tanpa sedikit pun ada bau-bau magi
atau dongeng. Orang-orang Cina senantiasa menghubungkan nama Ts'ai Lun
dengan penemu kertas dan namanya tersohor di seluruh Cina.
Tak banyak yang dapat diketahui perihal kehidupan Ts'ai Lun, kecuali ada menyebut
dia itu orang kebirian. Tercatat pula kaisar teramat girang dengan penemuan Ts'ai
Lun, dan ia membuatnya naik pangkat, dapat gelar kebangsawanan dan dengan
sendirinya jadi cukong. Tetapi, belakangan dia terlibat dalam komplotan anti istana
yang menyeret ke kejatuhannya. Catatan-catatan Cina menyebut --sesudah dia
disepak-- Ts'ai Lun mandi bersih-bersih, mengenakan gaunnya yang terindah, lantas
meneguk racun.
Penggunaan kertas meluas di seluruh Cina pada abad ke-2, dan dalam beberapa
abad saja Cina sudah sanggup mengekspor kertas ke negara-negara Asia. Lama
sekali Cina merahasiakan cara pembikinan kertas ini. Di tahun 751, apa lacur,
beberapa tenaga ahli pembikin kertas tertawan oleh orang-orang Arab sehingga
dalam tempo singkat kertas sudah diprodusir di Bagdad dan Sarmarkand. Teknik
pembikinan kertas menyebar ke seluruh dunia Arab dan baru di abad ke-12 orangorang Eropa belajar teknik ini. Sesudah itulah pemakaian kertas mulai berkembang
luas dan sesudah Gutenberg menemukan mesin cetak modern, kertas
menggantikan kedudukan kulit kambing sebagai sarana tulis-menulis di Barat.
Kini penggunaan kertas begitu umumnya sehingga tak seorang pun sanggup
membayangkan bagaimana bentuk dunia tanpa kertas. Di Cina sebelum penemuan
Ts'ai Lun umumnya buku dibuat dari bambu. Keruan saja buku macam itu terlampau
berat dan kikuk. Memang ada juga buku yang dibuat dari sutera tetapi harganya
amat mahal buat umum. Sedangkan di Barat --sebelum ada kertas-- buku ditulis di
atas kulit kambing atau lembu. Material ini sebagai pengganti papyrus yang
digemari oleh orang-orang Yunani, Romawi dan Mesir. Baik kulit maupun papyrus
bukan saja termasuk barang langka tetapi juga harga sulit terjangkau.
Sekarang, entah buku entah barang tulisan lain dapat diprodusir secara murah dan
sekaligus dalam jumlah besar-besaran. Ini semua berkat adanya kertas. Memang,
arti penting kertas tidaklah begitu menonjol tanpa adanya mesin cetak, tetapi
sebaliknya mesin cetak pun tak banyak makna tanpa adanya bahan kertas yang
begitu banyak dan begitu murah.
Pertanyaan yang agak musykil sekarang: Siapa yang mesti urutan tingkatnya lebih
atas antara Ts'ai Lun dan Gutenberg? Meskipun ruwet juga saya menentukan siapa
diantara kedua orang ini berhubung sama-sama pentingnya, tetapi akhirnya saya
ambil putusan tingkat Ts'ai Lun sedikit lebih tinggi dalam urutan ketimbang
Gutenberg. Alasan-alasan saya begini: (1) Kertas digunakan banyak sekali sematamata untuk bahan tulisan. (2) Ts'ai Lun mendahului Gutenberg dan Gutenberg
mungkin tak terpikirkan bikin mesin cetak kalau saja kertas tidak diketemukan. (3)
Andaikata hanya salah satu dari mereka melakukan ciptaan, saya duga tanpa mesin
ciptaan Gutenberg pun buku-buku masih bisa diprodusir lewat sistem cetak blok
(yang sudah lama dikenal orang jauh sebelum Gutenberg) lewat kombinasi kertas
daripada lewat kombinasi dengan kulit domba.
Apakah pada tempatnya memasukkan baik Ts'ai Lun maupun Gutenberg dalam
urutan orang-orang yang paling berpengaruh di dunia? Untuk menyelami arti
penting yang sempurna tentang penemuan kertas dan mesin cetak, sangatlah perlu
memahami perkembangan kebudayaan Barat dan Cina. Sebelum masuk abad ke-2
M kebudayaan Cina masih dalam tarap lebih rendah ketimbang kebudayaan Barat.
Tetapi pada tahun-tahun seribuan Masehi, kemajuan-kemajuan Cina sudah melebihi
Barat bahkan di abad ke-7 dan ke-8 kebudayaan Cina dalam banyak segi
merupakan kebudayaan termaju di dunia. Sesudah abad ke-15 M, Barat ngebut
meninggalkan Cina di belakang. Pelbagai penyelesaian kultural mengenai
perubahan-perubahan ini telah banyak dikembangkan, tetapi pelajaran teori
tampaknya mengabarkan satu segi penting yang justru menurut saya sekedar suatu
penjelasan yang tersederhana sifatnya.
Potongan bambu dicuci dan dicelup ke dalam hak air sebagai langkah permulaan
persiapan pembikinan kertas.
Tentu saja benar, pertanian dan tulis-menulis berkembang lebih duIu Timur Tengah
ketimbang Cina. Tetapi hal ini bukanlah suatu jawaban apa sebab kebudayaan Cina
begitu lambat dan berada di belakang Barat. Satu masalah muskil, menurut hemat
saya, adalah sebelum adanya Ts'ai Lun tak ada satu tulisan bermutu pun di Cina. Di
dunia Barat papyrus sudah ada, dan meskipun bahan itu mengalami kemunduran,
tulisan dalam bentuk gulungan tak terbatas jumlahnya dan buku-buku lebih baik
kualitasnya daripada ditulis di atas kayu atau bambu. Kekurangan bahan untuk
menulis merupakan faktor penghambat utama kemajuan kebudayaan Cina. Seorang
sarjana Cina memerlukan satu gerobak untuk membawa sejumlah buku yang
dianggapnya bermanfaat. Bayangkan saja betapa berabenya berusaha mengatur
administrasi pemerintahan dengan keadaan seperti itu.
Penemuan kertas oleh Ts'ai Lun merombak total keadaan itu. Dengan sejumlah
bahan-bahan tulisan yang ada, kebudayaan Cina melonjak naik begitu cepat
sehingga hanya dalam beberapa abad sudah mampu mengimbangi Barat. Tentu,
perpecahan politik di Barat menjadi sebab penting, tetapi ini sama sekali bukan
sebab utama. Di abad ke-4 M Cina pun secara politis terpecah-pecah, tetapi biar
begitu kebudayaan tetap maju dengan cepatnya. Dalam abad-abad berikutnya,
tatkala kemajuan di Barat tersendat-sendat, Cina justru berhasil meraih penemuanpenemuan penting seperti kompas, bahan peledak,dan cara mencetak dengan blok.
Sejak kertas jatuh lebih murah ketimbang kulit kambing serta dapat diperoleh
dalam jumlah besar, keadaan sekarang terbalik.
Sesudah orang-orang Barat mulai menggunakan kertas, mereka mampu duduk
berhadapan dengan Cina, bahkan berhasil menyempitkan jurang pemisah kultural.
Tulisan-tulisan Marco Polo menekankan keyakinannya bahwa bahkan di abad ke-13
M Cina berada jauh di atas Eropa dalam hal kemakmuran.
Mengapa selanjutnya Cina berada di belakang Eropa? Berbagai penjajagan kultural
yang njlimet telah dicoba, tetapi mungkin pengamatan teknologi yang sederhana
dapat menemukan jawabannya. Di abad ke-15 di Eropa, seorang genius bernama
Johann Gutenberg menemukan cara memproduksi buku sebanyak-banyaknya.
Akibat penemuan itu, kultur Eropa maju dengan pesat. Karena Cina tidak punya
orang seperti Gutenberg, Cina tetap bertahan pada sistem pencetakan blok
sehingga perkembangan kulturnya merangkak lebih lambat.
Melumatkan batang bambu
Membikin lembaran kertas
Mengepres lembaran kertas
Mengeringkan lembaran kertas
Apabila orang menerima analisa di atas, dia tidak bisa tidak harus menerima
kesimpulan bahwa Ts'ai Lun dan Gutenberg adalah dua manusia yang merupakan
tokoh sentral dalam sejarah dunia.
Memang, Ts'ai Lun berada di barisan paling depan dari penemu-penemu lain karena
beberapa alasan. Umumnya penemuan-penemuan merupakan produk dari
jamannya dan bisa juga terjadi biarpun orang yang betul-betul menemukannya tak
pernah hidup samasekali. Tetapi, keadaan ini samasekali tidak berlaku pada
masalah kertas. Orang-orang Eropa tidak mulai memproduksi kertas beribu-ribu
tahun sesudah Ts'ai Lun. Mereka baru terbuka pikiran dan membikinnya sesudah
belajar proses pembikinannya dari orang Arab. Dalam hubungan ini, biarpun orang
sudah menyaksikan bagaimana orang Cina memproduksi kertas, bangsa-bangsa
Asia lainnya tak pernah punya kemampuan memproduksinya. Jadi jelaslah,
penemuan cara memproduksi kertas bukanlah pekerjaan gampang, tak bisa begitu
saja bisa dilaksanakan oleh kebudayaan maju yang serba tanggung, melainkan erat
kaitannya dengan sumbangan pikiran dari perseorangan yang punya kelebihan luar
biasa. Ts'ai Lun adalah model orang macam itu, dan cara membikin kertas yang
dilakukannya (disamping modernisasi yang diperkenalkan sekitar tahun 1800 M)
pada dasarnya sama serupa apa yang dilakukan orang hingga kini.
Inilah alasan mengapa saya menempatkan baik Ts'ai Lun maupun Gutenberg keduaduanya dalam urutan kesepuluh pertama orang berpengaruh dalam buku ini,
dengan menempatkan Ts'ai Lun lebih atas ketimbang Gutenberg.
Fly UP