...

07d pengembangan kendaraan angkutan umum murah

by user

on
Category: Documents
8

views

Report

Comments

Transcript

07d pengembangan kendaraan angkutan umum murah
PENGEMBANGAN KENDARAAN ANGKUTAN UMUM MURAH
SEBAGAI WAHANA PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA
MELALUI TUMBUHKEMBANGNYA INDUSTRI OTOMOTIF PLATFORM LOKAL
DR. IR. ERZI AGSON GANI, M.ENG
DEPUTI KA. BPPT BIDANG TIRBR
RAKER KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN, 12 FEBRUARI 2013
1
POKOK BAHASAN
1. PENDAHULUAN
2. KEBIJAKAN DAN PROGRAM KEMENPERIN
3. OVERVIEW KONDISI INDUSTRI OTOMOTIF INDONESIA
4. KAITAN INDUSTRI OTOMOTIF INDONESIA & LAPANGAN KERJA
5. PROGRAM KERJASAMA KEMENPERIN – BPPT:
KENDARAAN ANGKUTAN UMUM MURAH
6. PROGRAM TIRBR – BPPT LAINNYA
7. CATATAN PENUTUP
2
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Dua ( 2 ) Jalur Penurunan Kemiskinan :
1. Melalui “Mekanisme Ekonomi”
o Ekonomi Tumbuh Lapangan Kerja Tercipta
o Dengan Bekerja, Seseorang Dapat Penghasilan
2. Melalui Fasilitasi & Bantuan Pemerintah
o Program 3 Klaster (Sudah Berjalan)
o Peningkatan & Perluasan 3 Klaster yang Ada
Kemiskinan Berkurang
Tiga ( 3 ) Klaster Program Pro-rakyat :
1. Bantuan Langsung Masyarakat (BLM)
2. PNPM Mandiri
3. Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Rapat Kerja P3EI di Istana Bogor 22 Februari 2011:
Mulai 2012, PENINGKATAN DAN PERLUASAN PROGRAM-PROGRAM PRO-RAKYAT
(KLASTER 4)
3
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
KONSEP PROGRAM KLASTER KEEMPAT :
Rakyat Membeli ”Sesuatu” dengan Harga Sangat Murah,
dengan Sebagian Dibantu Pemerintah.
PROGRAM-PROGRAM KLASTER 4 :
1. Program Rumah Sangat Murah
2. PROGRAM KENDARAAN ANGKUTAN UMUM MURAH
3. Program Air Bersih Untuk Rakyat
4. Program Listrik Murah & Hemat
5. Program Peningkatan Kehidupan Nelayan
6. Program Peningkatan Kehidupan Masya-rakat Pinggir Perkotaan
PROGRAM KENDARAAN ANGKUTAN UMUM MURAH :
o Diutamakan Angkutan Umum Perdesaan (Kecamatan)
o Untuk Penumpang & Barang (Pertanian Rakyat)
o Harga Sekitar Rp ___ Juta
o Sumber Energi Listrik (Switch Diesel/Gas)
o Sistem Kredit
o Disain Khusus
o Joint Production dengan Pemilik Teknologi
4
KEBIJAKAN DAN PROGRAM KEMENPERIN
LATAR BELAKANG
a. Direktif Presiden RI tentang Program Pro Rakyat Klaster IV.
b. Keputusan Presiden No.10 Tahun 2011 tentang Tim Koordinasi Peningkatan
dan Perluasan Program Pro-Rakyat
c. Kendaraan yang dapat meningkatkan kegiatan ekonomi di pedesaan, sektor
pertanian, dan UKM
d. Embrio industri kendaraan bermotor nasional, dan diharapkan dapat
melakukan produksi massal mulai tahun 2013
SASARAN
Pembuatan Kendaraan Roda 4 angkutan barang (pick up) dengan kriteria:
a. daya mesin 700 cc,
b. konsumsi bahan bakar 22 km/liter,
c. bahan bakar “dual fuel” BBM dan BBG (Liquid Gas for Vehicle),
d. harga Rp 50-55 juta,
e. kandungan lokal 60%.
f. Menggunakan Merek Indonesia
5
KEBIJAKAN DAN PROGRAM KEMENPERIN
RENCANA AKSI
Prototipe:
Telah dilakukan pembinaan terhadap industri dan dihasilkan 3 buah prototipe
Kendaraan Angkutan Umum Murah sebagai berikut:
Pick up merek GEA buatan ( PT. INKA )
Pick up merek TAWON (PT. Super Gasindo Jaya)
Pick up merek MAHATOR (PT. MAHA ERA MOTOR)
6
OVERVIEW KONDISI INDUSTRI OTOMOTIF INDONESIA
DATA PASAR OTOMOTIF INDONESIA
1.116
7
OVERVIEW KONDISI INDUSTRI OTOMOTIF INDONESIA
PASAR OTOMOTIF ASEAN
8
OVERVIEW KONDISI INDUSTRI OTOMOTIF INDONESIA
EKSISTING PELAKU OTOMOTIF INDONESIA ANGGOTA GAIKINDO
1 PT. ASTRA DAIHATSU MOTOR
2 PT. ASTRA INT'L Tbk – SALES PEUGEOT
3 PT. ASTRA NISSAN DIESEL UD Truck
4 PT. AUTO EURO INDONESIA RENAULT
5 PT. BMW INDONESIA
6 PT. CENTRAL SOLE AGENCY VOLVO
7 PT. FORD MOTORS INDONESIA
8 PT. FOTON MOBILINDO
9 PT. GARUDA MATARAM MOTOR AUDI/VW
10 PT. GAYA MOTOR (ASSEMBLER) DAIHATSU,
PEUGEOT, BMW, ISUZU, NISSAN DIESEL, FOTON
11 PT. GM INDONESIA CHEVROLET
12 PT. GRANDAUTO DINAMIKA JAGUAR
13 PT. HINO MOTORS MFG INDONESIA
14 PT. HINO MOTORS SALES
15 PT. HONDA PROSPECT MOTOR
16 PT. HYUNDAI INDONESIA MOTOR
17 PT. ISUZU ASTRA MOTOR INDONESIA
18 PT. KIA MOBIL INDONESIA
19 PT. KRAMA YUDHA RATU MITSUBISHI
20 PT. KRAMA YUDHA TIGA BERLIAN MHI
21 PT. MAZDA MOTOR INDONESIA
22 PT. MERCEDES-BENZ DISTRIBUTION
INDONESIA MERCEDES, SMART
23 PT. MERCEDES-BENZ INDONESIA
24 PT. MESIN ISUZU INDONESIA
25 PT. MHI KRAMA YUDHA MOTOR & MFG
26 PT. NISSAN MOTOR DISTRIBUTOR
27 PT. NISSAN MOTOR INDONESIA
28 PT. PROTON EDAR INDONESIA
29 PT. SUZUKI INDOMOBIL MOTOR SUZUKI
30 PT. TC. SUBARU
31 PT. TJAHJA SAKTI MOTOR BMW
32 PT. TOYOTA ASTRA MOTOR
33 PT. TOYOTA MOTOR MFG INDONESIA
34 PT. TRIJAYA UNION MITSUBISHI
35 PT. CHERY MOBIL INDONESIA
38 PT. GARASINDO, DODGE, CHRYSLER, JEEP
39 PT. GEELY MOBIL INDONESIA
40 PT. DUTA PUTERA SUMATERA MAN TRUCK
41 PT. GAYA MAKMUR MOBIL FAW
9
OVERVIEW KONDISI INDUSTRI OTOMOTIF INDONESIA
o Pasar otomotif Indonesia berkembang pesat, di tahun 2015, diperkirakan pasar
Dalam Negeri roda-2 mencapai 11 juta unit/ thn dan roda-4 : 1.5 juta unit/ thn,
tetapi tidak mandiri dalam industrinya.
o Nilai penjualan produk otomotif di thn 2011 diperkirakan melampaui Rp. 200 T,
termasuk di dalamnya pembayaran royalti desain dan merk.
o Konsumen Indonesia yang membayar royalti desain dan merk ke prinsipal yang
dibayarkan melalui ATPM.
o Pertambahan nilai produk otomotif ada pada proses rekayasa dan rancang bangun
(pengembangan teknologi, desain bentuk dan design engineering). Keterlibatan
desainer dan engineer lokal untuk proses ini sangat minim / hampir tidak ada,
proses rancang bangun sepenuhnya dilakukan oleh prinsipal di negara asalnya.
o Belum ada usaha dan niat untuk memindahkan aktifitas rekayasa dan rancang
bangun ke Indonesia, sehingga sebagian dari royalti bisa kembali ke Indonesia dan
menjadi lapangan kerja dan kreatifitas intelektual anak-anak bangsa.
o Desainer dan engineer lokal memiliki potensi dan kemampuan dalam melakukan
proses rekayasa dan rancang bangun produk otomotif
o Perusahaan lokal di fokuskan pada produksi komponen, perakitan unit, penjualan
dan perawatan unit serta penjualan suku cadang.
10
OVERVIEW KONDISI INDUSTRI OTOMOTIF INDONESIA
ROADMAP PENGEMBANGAN INDUSTRI KENDARAAN BERMOTOR
VISI
o Indonesia Menjadi Pusat Produksi di Dunia untuk Produk Komponen dan
Otomotif Tertentu
o Penguatan Struktur Industri Otomotif Melalui Perbaikan Kemampuan dan
Infrastruktur Teknologi
MISI
o Perbaikan Kemampuan dan Infrastruktur Teknologi Industri Komponen.
o Penguatan Daya Saing Industri Komponen Melalui Perbaikan SDM Industri
dan R&D
Reorientasi Program
o
o
o
o
o
o
Menguasai Teknologi , Tidak Hanya menjadi Pasar
Mengembangkan & Memilki Platform lokal Mobil Sendiri
Penguatan Industri Komponen Otomotif
Kebijakan Industri Otomotif Yg Kondusif Dan Konsisten
Pengendalian Impor (CBU)
Kemauan Dan Tekad Yang Kuat
11
KAITAN INDUSTRI OTOMOTIF INDONESIA & LAPANGAN KERJA
5 (LIMA) PILAR RENCANA AKSI PENCIPTAAAN LAPANGAN KERJA
1
2
3
4
5
• Informasi
dan
Layanan
Ketenaga
kerjaan
• Peningkatan
Keterampilan dan
Kapasitas
Angkatan
Kerja
• Pengembangan
UMKM
• Program
Padatkarya
dan
Infrastruktur
• Program
Darurat
Penciptaan
Lapangan
Kerja
12
KAITAN INDUSTRI OTOMOTIF INDONESIA & LAPANGAN KERJA
INISIATIF STRATEGIS TERKAIT PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA
Visi & Misi
Pembangunan
Tema Inisiatif
Strategis
Kerangka
Kebijakan Inovasi
SI
Klaster Jaringan
Teknoprener Pilar-pilar
Industri Inovasi
Tematik
Kerangka Umum
Kelembagaan, Daya Dukung, Kap.
Absorpsi
Interaksi/Keterkaitan, Pelayanan
Budaya Inovasi
Fokus, Keterpaduan Rantai Nilai
Perkembangan Global
13
KAITAN INDUSTRI OTOMOTIF INDONESIA & LAPANGAN KERJA
IPR
Licensee
Agreement
IPR
L/A
•Independent
•Industri Dalam Negeri
•Aktifitas Penelitian dan
pengembangan produk
• Lapangan kerja
• Penghematan devisa
•Industri Dalam Negeri.
•Proses transfer teknologi.
•Copy teknologi dan model.
• Lapangan pekerjaan.
•Pengalihan devisa ke LN.
Technical Assistant
Agreement
T/A
•Industri Dalam Negeri
•Model dan komponen lokal sesuai
perjanjian.
•Pengembangan produk oleh pemegang
merk.
• Lapangan pekerjaan
operator.
•Pengalihan devisa ke LN.
Distributor Agreement
D/A
•Model Built Up
•Industri di negara peng eksport.
• Tidak ada lapangan kerja.
•Pemborosan devisa
KAITAN INDUSTRI OTOMOTIF INDONESIA & LAPANGAN KERJA
PEMANFAATAN PROGRAM PRIORITAS NASIONAL
o Industri Otomotif: KENDARAAN ANGKUTAN UMUM MURAH
Ruang Lingkup Kegiatan :
1. Intermediasi para pihak/stakeholder: Kemenperin,
KemenBUMN, Kemendagri, Industri Otomotif lokal
(ASIANUSA), Industri Komponen dll.
2. Mengembangkan Standar Desain Platform &
komponen & menjadi Performance Garantor
3. Mengembangkan/membina industri terkait
o Industri Ketenagalistrikan: PEMBANGUNAN PLTU SKALA KECIL
Ruang Lingkup Kegiatan :
1. Intermediasi para pihak/stakeholder: Kemenperin,
KemenESDM, PLN, EPC, Industri Boiler, Turbin,
Generator & BoP dll
2. Mengembangkan Desain Standar, Detil Desain &
Menjadi Performance Garantor al. PLTU 2x7 MW Bengkayang, PT. Indo Fuji Ind, PT. Advance Tek.
Indonesia & PLTU 2x27,5 MW – Ketapang, PT. WIKA
3. Mengembangkan/membina industri terkait al. JVC
PT. NTP & Siemens AG
15
PROGRAM KERJASAMA KEMENPERIN – BPPT:
KENDARAAN ANGKUTAN UMUM MURAH
LATAR BELAKANG & SASARAN
o Februari 2011: Prog. Enam Penanggulangan Kemiskinan (MDG)
a.l Kendaraan Angkutan Umum Murah
o Maret 2011: Presentasi Dirjen IUBTT di Kantor Menko Perekonomian ttg LCGC dan
LCC April 2012, MOU, Dirjen. IUBTT - Ka.BPPT
o TUJUAN:
Mendukung tumbuhkembangnya Industri Otomotif Nasional melalui Penguasaan
Teknologi untuk Meningkatkan Daya Saingnya dengan wahana Kendaraan dan
Komponen Angkutan Umum Bermesin.
Kendaraan Murah dirancang, dibuat berdasarkan design requirement &
objectives (DR&O) disusun dari analisa market survey yg akan digunakan untuk
kendaraan murah dgn berbagai tipe dan model.
o OUTCOMES:
TUMBUH DAN BERKEMBANGNYA INDUSTRI OTOMOTIF NASIONAL BERBASIS PLATFORM LOKAL
16
PROGRAM KERJASAMA KEMENPERIN – BPPT:
KENDARAAN ANGKUTAN UMUM MURAH
METODOLOGI DAN RUANG LINGKUP
Review dan rancang bangun ulang serta optimasi kendaraan dan komponen yg ada
sebagai dasar pembuatan desain platform kendaraan umum murah.
OUTPUT 2013
Desain mesin <1.000 cc
Proses manufakturing komponen mesin
Desain transmisi utk mesin <1.000 cc
Proses manufakturing komponen transmisi
Desain chassis & body
Prototip platform
Kajian standar konstruksi chassis & body, serta pengujiannya
Konsep pengembangan industri otomotif
17
PROGRAM KERJASAMA KEMENPERIN – BPPT:
KENDARAAN ANGKUTAN UMUM MURAH
ALUR PROSES PENGEMBANGAN PRODUK
VENDOR
CONCEPTUAL
PRELIMINARY
DESIGN
DESIGN
DETAILED
DESIGN
VERIFICATION
MANAGEMENT
&
TOOLING &
SERTIFICATION
PRODUCTION
PREPARATION
PRINCIPAL
MASS
PRODUCTION
ATPM
ROYALTI
SALES &
AFTER SALES
OPERATION
PROGRAM KERJASAMA KEMENPERIN – BPPT:
KENDARAAN ANGKUTAN UMUM MURAH
PENGEMBANGAN SPESIFIKASI / DR&O PLATFORM PRODUK
Analisa
produk
kompetitor
Menetapkan
konsep
produk
Menetapkan
spesifikasi
akhir
Menentukan
target
spesifikasi
Identifikasi
keinginan
konsumen
Analisa
Pasar dan
ekonomis
19
PROGRAM TIRBR – BPPT LAINNYA
IKU PROGRAM TERPILIH
Bidang TEKNOLOG TRANSPORTASI:
1. PPT TRANSPORTASI U/ KONEKTIVITAS: KSISS–KONEKTIVITAS KORIDOR SUMATERA & JAWA
Dilaksanakannya rekomendasi pembangunan
KSISS (MISI 2);
2. PPT TRANSPORTASI PERKOTAAN U/ MENGURANGI KEMACETAN: JABODETABEK
Meningkatnya kecepatan kendaraan rata-rata
25% dan penggunaan angkutan umum
(mode share) menjadi lebih dari 50% (MISI 2);
3. PPT TRANSPORTASI SISTEM LOGISTIK: BATUBARA UNTUK KETAHANAN ENERGI
Diterapkannya dan Meningkatnya Logistik
Performance Index (LPI) 50% (MISI 2);
4. PPT SISTEM KESELAMATAN TRANSPORTASI : Menurunnya tingkat kecelakaan transportasi
berbasis rel sebesar 50% (MISI 2);
5. PPT INDUSTRI PERALATAN TRANSPORTASI OTOMOTIF:
Tumbuh dan berkembangnya industri
otomotif nasional berbasis platform lokal
(MISI 3).
20
PROGRAM TIRBR LAINNYA
IKU PROGRAM TERPILIH (LANJUTAN)
Bidang TEKNOLOGI HANKAM:
1. PPT PESAWAT UDARA NIR-AWAK
2. PPT KAPAL SELAM NASIONAL
3. PPT PESAWAT TEMPUR NASIONAL
4. PPT ALAT MATERIAL KHUSUS
5. PPT INDUSTRI ALUTSISTA MUNISI
: Dimanfaatkan dan beroperasi menjadi basis 1
squadron PUNA TNI AU (MISI 3);
: Penguasaan teknologi kapal selam dalam negeri
sebesar 75% (MISI 3);
: Penguasaan teknologi pesawat tempur dalam
negeri sebesar 50% (MISI 3);
: Meningkatnya TKDN Almatsus 25% (MISI 3);
: Diproduksinya ALUTSISTA MKB kal 90 (MISI 3).
Bidang TEKNOLOGI PERMESINAN :
1. PPT INDUTRI MESIN BARANG MODAL
: Meningkatnya Kontribusi Industri Permesinan
DN 10% (MISI 3);
2. PPT INDUSTRI BAHAN BAKU: BESI – BAJA : Meningkatnya Kontribusi Industri Bahan Baku
Besi-Baja DN 10% (MISI 3);
3. PPT INDUSTRI PETROKIMIA
: Tersedia dan dimanfaatkannnya 1 lisensi
teknologi pupuk tunggal / jamak atau
turunannya (MISI 1);
4. PPT INDUSTRI MIGAS
: tersedia dan Meningkatnya TKDN pada industri
barang dan jasa migas 10% (MISI 3);
5. PPT INDUSTRI PERKAPALAN
: Tersedia dan Diterapkannya kebijakan
revitalisasi industri perkapalan DN (MISI 2).
21
PROGRAM TIRBR LAINNYA
FORMAT PROGRAM UNTUK PENCAPAIAN IKU
WP
WP
WP WP
WP
WP
WP
WP
Apakah Program yang kecil, banyak, terpisah, “stand alone” dan
sektoral, bisa menghasilkan IKU yang telah ditetapkan ???
Pra-raker & Raker BPPT:
IKU (Outputs Outcomes Impact)
Sosialisasi:
“open bidding” based on
core competence & TUPOKSI
WP
WP
WP
WP
WP
WP
WP
WP
WP
Sub-kegiatan
BPPT –
Dana Industri
: Kegiatan
Mitra (K/L,
Industri atau
Litbang)
Sub-kegiatan
BPPT –
Dana Insentif WBS
Sub-kegiatan
BPPT –
Dana K/L lain
WBSWP
Sub-kegiatan
BPPT
–WP
WBS
WP WP
DIPA
tdk mengikat
PROGRAM merupakan kumpulan kegiatan-kegiatan terintegrasi untuk
memecahkan permasalahan nasional secara holistik yang dilaksanakan secara
sinergi komplementari oleh seluruh potensi bangsa dalam suatu Sist. Inovasi
tidak hanya oleh 1 Kelompok / Unit Kerja / Kedeputian ataupun BPPT
22
CATATAN PENUTUP
o Pasar otomotif Dalam Negeri yang berkembang pesat sepatutnya didominasi
produk rekayasa dan rancang bangun lokal untuk menghemat pengeluaran devisa
dalam bentuk pembayaran royalti dan menciptakan lapangan kerja.
Perlu dikembangkan kompetensi anak bangsa menuju ke kemandirian dalam
rekayasa dan rancang-bangun unit kendaraan, engine dan komponen.
o Pusat desain dan engineering yang menghimpun potensi intelektual bangsa akan
bertindak sebagai penggerak aktifitas rekayasa dan rancang bangun untuk
meningkatkan daya saing produk lokal dalam mengatasi hambatan intelectual
property rights ( patent, desain industri )
o Standar desain, proses produksi dan kualitas produk otomotif lokal perlu dibakukan
secara bertahap hingga setara dengan standar produk negara maju untuk melindungi
konsumen, meningkatkan kepuasan dan kepercayaan terhadap produk lokal.
o Perlu komitmen dan langkah nyata pemerintah pada penggunaan produk hasil
rekayasa dan rancang-bangun anak bangsa dan diperhitungkan sebagai porsi
terbesar dalam TKDN (Tingkat kandungan dalam negeri).
o Tumbuhnya industri otomotif platform lokal tidak lepas dari keberpihakan
pemerintah.
Perlu ada “leader” untuk integrasi dan harmonisasi Program
Sesuai dengan TUPOKSinya, Kemenperin yang berperan sebagai “Leader”.
23
Sekian dan terimakasih
atas perhatiannya
24
Lampiran1:
Fasilitas Pendukung Yang telah Ada
25
BALAI TEKNOLOGI POLIMER
(Energy Efficiency & Fuel Aspects)
(Plastic & Rubber Aspects)
Mechanical Aspects)
BALAI
TERMODINAMIKA
MOTOR DAN PROPULSI
(Strength/ Material &
BALAI BESAR TEKNOLOGI
ENERGI
(Engines, Emission and
Cooling Systems Aspects)
BALAI BESAR KEKUATAN
STRUKTUR
FASILITAS REKAYASA DAN PENGUJIAN BPPT UNTUK
MENDUKUNG INDUSTRI OTOMOTIF
LABORATORIUM AERO GAS
DINAMIKA & GETARAN
BALAI MESIN PERKAKAS DAN
OTOMASI
(Aerodynamics & Vibration Aspects)
(Control & Automation Aspects)
13/02/2013
PWT-PTIST-BPPT
26
Fasilitas Yang Tersedia di Design Institute
Fasilitas SDM dengan kemampuan Design dan Analysis dengan
memanfaatkan engineering software
Fasilitas Desain dan komputasi Hardware:
High Performance Blade Server 2 unit, Work station 24
unit & Uninterruptible Power System.
Fasilitas Desain dan komputasi Software:
CATIA, Solid mechanics design, Plant Design,
CFD Analysis & optimation, FEM, Casting
Simulation, Power Plant System Engineering
Design, Piping Design, Boiler Engineering
Design, Tank Code, HTFS/HTRI, INTOOLS
Instrumentation, HYSIS serta P&ID,
AutoCad/Microstation, Solid Works
27
Rancang Bangun dan Rekayasa Komponen Motor Bakar
13/02/2013
Component Manufacturing & Asembling:
•Geometric
•Spesification
Component Operation:
12000
14
10500
12
9000
10
7500
8
6000
6
4500
4
3000
Functional & Durability Test:
Putaran Mesin (rpm)
16
Determine component performance, and
Component durability
14
12
10
te st1
Power (PS)
Daya (PS)
•Geometric
•Operating Conditions
te st2
2
te st3
e n g _ sp e e d
0
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
8
6
Engine Testing
1500
Jupiter/ R A C-M X
S mash/ R A C-X B1
K harisma/ R AC -KP
K harisma/ R AC -XB 2
P oly. (Jupiter/ R AC -MX )
P oly. (S mash/ R AC -XB 1)
P oly. (K harisma/ R AC -KP)
P oly. (K harisma/ R AC -XB2 )
4
2
0
1 00
0
4000
Wa k tu (d e tik )
5000
6000
7000
8000
9000
10000
11 000
1 2000
1 3000
E ngine Speed (rpm )
Component Durability
Stress (N/mm2)
RATING ANALYSIS
TESTING PROCESS
MANUFACTURING
PROCESS
START
250
240
230
220
210
200
190
180
170
160
150
140
130
120
110
100
1.E+04
Engine Performance
Engine Rating &
Material Testing
180N/mm2
s10%
s50%
s90%
160N/mm2
170N/mm2
Sample Gagal
Material & Dimension
ANALYSIS
Sample selamat
Log. (s10%)
Log. (s50%)
1.E+05
1.E+06
1.E+07
1.E+08
Input for
Design Improvement
Design Manual
Log. (s90%)
No. of cycles
FINISH
PWT-PTIST-BPPT
28
Lampiran2:
Fasilitas Yang Diadakan Melalui Kerjasama
Kemenperin-BPPT
29
PENGADAAN HARDWARE DELPHI
PONTOS DYNAMIC 3D ANALYSIS:
Peralatan ini digunakan untuk pengambilan berbagai data pada benda yang dinamis. Data
yang dapat diambil diantaranya adalah:
1. 3D Coordinates
2. 3D Displacements
3. Deformation
4. Speed
5. Acceleration
PENGADAAN SOFTWARE DESIGN INSTITUTE
CASTING SIMULATION SOFTWARE:
Perangkat lunak ini digunakan untuk mengetahui fenomena proses pengecoran melalui
casting simulation dengan tujuan mengurangi biaya dan waktu akibat kesalahan pada proses
pengecoran. Modul-modul Software MAGMA yang diadakan padaTA 2012 adalah:
1. Lower Pressure Die Casting
2. High Pressure Die Casting
3. Heat Treatment
4. Non-Ferrous
30
(lanjutan...) PENGADAAN SOFTWARE DESIGN INSTITUTE
PAM STAMP SOFTWARE:
Perangkat lunak proses stamping yang terintegrasi menggunakan
metode simulasi dengan bentuk yang efisien dan sudah
mencakup seluruh perkakas pada proses stamping. Perangkat
lunak ini dapat mengakomodir keperluan industri Otomotif.
LOGOPRESS SOFTWARE:
Logopress merupakan Software simulasi untuk dies
design yang meliputi unbending dan strip layout.
Software ini juga mampu mensimulasi dies design
yang bersifat progressive.
ANSYS SOFTWARE:
Ansys juga merupakan perangkat lunak metode simulasi
komputasi untuk kebutuhan engineering analysis yang
menawarkan solusi dengan cakupan yang luas, meliputi: Fluid
Dynamics & Mechanical Structure.
31
Fasilitas Baru Lainnya
Software
No
Nama Software
1 CASTING Simulation & Analysis
Software
Pemanfaatan
Untuk simulasi pengecoran pada produk akhir yang sangat
tipis khususnya dengan pressurezed casting, dengan simulasi
ini, dapat dirancang gating system yang sesuai.
2 STAMPING Process Simulation & Untuk simulasi stamping pada saat proses produksi, sehingga
Analysis Software
dapat dihindari cacat pada proses produksi.
3 Stamping Tool Design Software Software untuk pembuatan dies/ cetakan.
4 Progressive 3D Die Design
Software yang digunakan untuk pembuatan bracket yang lebih
Software for Solidwork
rumit pada mobil.
5 Progressive Die Design Software Software yang digunakan untuk pembuatan desain dasar
for Pro Engineering
bracket pada mobil.
6 Structural Mechanics Analysis
Software yang digunakan untuk simulasi analisa kekuatan
Software - Standard
struktur body.
7 Manufacturing Process
Software yang digunakan untuk merubah dari design drawing
Management Software
ke production drawing serta simulasi proses produksi.
8 Simulation-Driven Automotive
Untuk mensimulasikan unjuk kerja kendaraan dengan berbagai
Design (with Optimization)
konfigurasi sistem penggerak
Software
9 Product Design with
Untuk disain produk komponen otomotif dan simulasi
Structural/Fatigue/Kinematics
kelelahan struktur karena gaya-gaya yg bekerja pada komponen
Analysis Software
tersebut
10 Heat Treatment Simulation &
Software untuk simulasi perlakuan panas terhadap material.
Analysis Software
13/02/2013
PWT-PTIST-BPPT
32
Fasilitas Baru Lainnya
Hardware
No
1
2
3
4
5
Nama Alat
Spectrometer
Aluminium Tilting
Crucible
Degasser Unit
Bandsaw machine
Heat Treatment
6
NOX Analyzer
7
Hydrocarbon analyzer
8
Exhaust Gas Analyzer
9
Vibration Analyzer
10 Digital Three Points
Internal Micrometer w/
setting ring 50-63 mm
Pemanfaatan
Untuk mengetahui komposisi material saat dilakukan pengecoran
Untuk melakukan peleburan bahan aluminium
Untuk mengurangi atau menghilangkan gas pada logam cair
Untuk memotong material dalam proses pembuatan model
Untuk memperbaiki kualitas material hasil forging/ pengecoran
logam, setelah proses pembentukan.
Digunakan untuk mengukur dan menganalisa kadar emisi NOX
kendaraan di chassis dinamometer
Digunakan untuk mengukur dan menganalisa kadar emisi
hydrocarbon (HC) kendaraan di chassis dinamometer.
Digunakan untuk mengukur dan menganalisa carbon emisi gas buang
kendaraan atau engine hasil manufaktur.
Digunakan untuk mengukur besarnya getaran serta sumber getaran
dari engine hasil manufaktur.
Digunakan untuk mengukur dimensi komponen engine.
33
13/02/2013
Fasilitas Baru Lainnya
Hardware
No
(lanjutan)
Nama Alat
Pemanfaatan
11 Digital Three Points Internal Micrometer
Set, with setting rings 12-20 mm
Digunakan untuk mengukur dimensi komponen
engine.
12 Digital Three Points Internal Micrometer
Set, with setting rings 20 - 50 mm
Digunakan untuk mengukur dimensi komponen
engine.
13 Digital Three Points Internal Micrometer
Set, with setting rings 50 -100 mm
Digunakan untuk mengukur dimensi komponen
engine.
14 Ultrasonic Thickness Gauge
Digunakan untuk mengukur dimensi gap (celah)
komponen engine.
Digunakan untuk pengukuran presisi bentuk benda 3
dimensi.
Digunakan untuk mengetahui fenomena dinamika
struktur
(speed,
acceleration,
deformation,
displacemen) secara realtime, pada uji performa
pergerakan benda.
Digunakan untuk mengetahui komposisi material.
15 Portable CMM
16 Dynamic 3D Analysis
17 Portable XRF-Positive Material
Identification
18 Video Digital Microscope
13/02/2013
Digunakan untuk mengetahui struktur logam dan
keretakan.
34
Fly UP