...

view journal

by user

on
Category: Documents
7

views

Report

Comments

Transcript

view journal
Performance – Vol. 21 No. 1 Maret 2015
FENG SHUI BASED MARKETING: STRATEGI MEMENANGKAN
KONSUMEN BERBASIS PEMAHAMAN NILAI-NILAI KEPERCAYAAN
TIONGHOA
Oleh:
Albert Kurniawan1)
Email: [email protected]
1)
Alumnus Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Ma Chung
ABSTRACT
Feng shui is an ancient chinese wisdom about “chi” or positive energy. In reality,
most of feng shui’s belief could be explained by modern science. In contemporary practice,
feng shui incorporates a wide range of concepts considered to affect a person’s luck.
These include traditional ideas about feng shui’s five elements, site selection, building
design, as well a belief about certain numbers. Focusing on feng shui’s belief, this paper
will intepret how to utilize feng shui in interest of marketing. Combining marketing mix
with feng shui to attract more attention from the consumers.
Keywords : feng shui, marketing, marketing mix
dianggap sebagai sebuah hal yang buruk
secara takhayul dan dipercaya membawa
sial. Namun ilmu sains modern telah
membuktikan bahwa rumah “tusuk sate”
adalah lokasi yang buruk untuk
ditinggali. Hal ini disebabkan oleh faktor
risiko kecelakaan yang lebih besar pada
rumah “tusuk sate” dan faktor angin dan
debu yang menjadi media penyakit yang
mengarah langsung pada rumah “tusuk
sate”.
Feng shui adalah sebuah ilmu
tradisional yang berasal dari negara
Tiongkok. Secara etimologi feng berarti
angin dan shui berarti air. Feng shui
memiliki tujuan untuk memperoleh
keseimbangan antara kehidupan dengan
alam. Feng shui menggunakan hukum
alam untuk menjelaskan bagaimana
energi positif atau sering disebut dengan
“Qi” bekerja dan mempengaruhi
manusia. Mempelajari feng shui tidak
akan memberikan pencerahan secara
PENDAHULUAN
Beberapa pendapat menyatakan
bahwa feng shui merupakan ilmu
takhayul. Keberadaan dan ilmu feng shui
hanya dianggap sebagai sebuah budaya
tanpa memahami arti dan esensi feng
shui. Namun, akhir-akhir ini, banyak
kalangan
akademisi
membuktikan
bahwa sebenarnya feng shui bukanlah
sebuah takhayul, melainkan sebuah ilmu
sains natural tentang desain dan tata
ruang. feng shui menitik beratkan pada
kebahagiaan dan kesehatan mental
melalui penempatan tata ruang yang
mempengaruhi psikologi bawah sadar
manusia. Sebagian besar ilmu feng shui
dapat dibuktikan dengan teori sains
modern. Hal ini membuktikan bahwa
sebenarnya ilmu Tiongkok kuno tidak
mengandalkan sihir atau takhayul.
Diambil contoh rumah “tusuk sate”.
Rumah yang sering disebut “tusuk sate”
48
http://jp.feb.unsoed.ac.id
spiritual, namun akan memberikan
pengetahuan dasar untuk meningkatkan
dan mempertahankan kesehatan emosi
dan mental (Mainini, 2007).
Feng
shui
pada
dasarnya
menekankan pada ilmu desain dan tata
ruangan. Bagaimana menciptakan aliran
“Qi” yang baik untuk penghuni rumah.
Namun tidak berarti bahwa aplikasi feng
shui terbatas hanya pada tata ruang. Feng
Shui sebenarnya berhubungan erat
dengan ilmu pemasaran. Jelas tata ruang
yang menarik dan menciptakan rasa
nyaman
dapat
berguna
untuk
menciptakan kepuasaan pelanggan.
Feng Shui juga memiliki ilmu tentang
elemen yang dapat dihubungkan dengan
warna yang dapat menciptakan perasaan
tertentu pada alam bawah sadar
konsumen. Aplikasi feng shui terhadap
pemasaran sering kali dijumpai pada
industri perumahan. Industri perumahan
memang sangat dipengaruhi oleh ilmu
feng shui karena berhubungan langsung
dengan lokasi dan tata ruang. Namun
bila ditarik lebih dalam, ilmu feng shui
dapat dihubungkan dengan berbagai
aspek pemasaran modern. Tulisan ini
akan menjabarkan tentang pengaruh dan
aplikasi feng shui terhadap bauran
pemasaran.
pemasaran, kita harus berkonsentrasi
untuk menciptakan rasa nyaman bagi
konsumen.
Melalui ilmu feng shui, rumah atau
kantor dapat ditata sedemikian rupa
untuk menciptakan rasa nyaman bagi
konsumen. Dalam hal ini, penjual perlu
menata ulang ruangan dan membuang
barang yang tidak diperlukan. Feng shui
bergantung
pada
susunan
dan
kesederhanaan. Berikut sebuah teknik
meningkatkan rasa nyaman dan
ketertarikan konsumen pada sebuah
rumah (Ziegler, 2001).
1. Pintu masuk
Pintu
masuk
adalah
awal
petualangan seorang tamu menuju
rumah orang yang dikunjunginya.
Pintu masuk sangat penting karena
menentukan
kesan
pertama
seseorang. Pintu masuk yang baik
harus tampak terbuka dan dapat
dilewati dengan mudah untuk
menciptakan rasa “diundang” bagi
tamu. Hal ini dapat dicapai dengan
dengan tidak menghambat pintu
masuk dari perabotan, tanaman, atau
hiasan apapun.
2. Ruang tamu
Ruang tamu adalah tempat di mana
terjalin hubungan antar manusia.
Tata ruang tamu menentukan
perasaan seorang tamu. Bentuk tata
ruang tamu yang simetris tidaklah
buruk, namun jangan sampai
menimbulkan kesan kaku. Suasana
yang diinginkan adalah suasana
informal, namun tertata rapi. Meja
dan kursi ditata secara berkelompok,
sehingga menimbulkan suasana
hangat tetapi tidak membatasi ruang
gerak agar tidak menimbulkan
kesan melanggar privasi. Di sisi lain,
ruang gerak yang diciptakan tidak
TINJAUAN LITERATUR
Tata Ruang Feng Shui
Filosofi feng shui mengatakan
bahwa rumah adalah refleksi langsung
diri seseorang. Rumah bertindak seperti
cermin, mencerminkan langsung sifatsifat seseorang dari alam bawah sadar.
Kreatif, rapi, bersih, tenang, & sifat-sifat
ini dapat dibaca dari bagaimana rumah
seseorang.
Namun
dalam
ilmu
49
Performance – Vol. 21 No. 1 Maret 2015
berarti tamu tersebut dapat bergerak
untuk berpindah ruangan dengan
mudah.
3. Kamar mandi.
Kamar mandi adalah ruangan yang
paling sering diabaikan oleh pemilik.
Padahal, kamar mandi juga
mencerminkan pemiliknya. Syarat
utama kamar mandi yang baik
adalah memiliki ventilasi udara
serta menjaga kamar mandi tetap
bersih dan wangi. Sama seperti
ruangan lain, jangan membiarkan
kamar mandi terlihat kacau dengan
meninggalkan botol perlengkapan
mandi dengan tidak tertata. Untuk
meningkatkan perasaan nyaman
tamu atau konsumen, siapkan
handuk kecil untuk mencuci tangan.
dirinya dengan produk yang dijual.
Warna hijau dan biru menjadi
lambang
elemen
kayu.
Digambarkan dengan garis vertikal.
2. Api
Elemen api dapat ditemukan pada
berbagai barang yang dibuat dari
hewan, mulai dari bulu hingga
tulang. Selain itu elemen api juga
dapat ditemukan dari berbagai
barang yang menciptakan cahaya
seperti lilin dan chandelier. Elemen
api menciptakan semangat dan
kesehatan
emosional.
Terlalu
menonjolkan elemen api dapat
berdampak pada ketidaksabaran dan
tindakan
impulsif,
sedangkan
kurangnya elemen api dapat
menimbulkan perasaan tidak ramah.
Elemen api dilambangkan dengan
warna
oranye
dan
merah.
Digambarkan dengan segitiga atau
kerucut.
3. Tanah
Elemen tanah dapat ditemukan pada
ubin dan batu bata. Elemen tanah
menstimulus perasaan sensualitas
dan relaksasi. Elemen tanah yang
berlebihan menciptakan suasana
yang terlalu serius dan konservatif,
sedangkan elemen tanah yang
kurang menimbulkan rasa kusut dan
kurangnya sensualitas. Elemen
tanah dapat dirasakan dari warna
kuning dan cokelat. Digambarkan
dengan garis horizontal.
4. Logam
Elemen logam dijumpai pada semua
benda logam, semen dan batu, serta
kristal alami dan batu permata.
Elemen logam dapat meningkatkan
ketegasan, kekuatan, dan ketajaman
mental. Penggunaan elemen logam
yang berlebihan menimbulkan rasa
Elemen dari Feng Shui
Collins, dalam artikelnya “The
Retail Recipe for Great Feng Shui”,
menjelaskan lima elemen feng shui yang
terdiri dari kayu, api, tanah, logam, dan
air. Kelima elemen ini memiliki
hubungan satu sama lain dan
menciptakan sebuah harmoni. Lima
elemen ini memiliki arti dan dapat
menstimulus perasaan tertentu bagi yang
melihatnya.
1. Kayu
Elemen kayu paling mudah
ditemukan pada perabotan yang
dibuat dari kayu atau pun semua
tumbuhan termasuk kain sutera.
Elemen
kayu
menciptakan
kreativitas, intuisi, dan regenerasi.
Terlalu menonjolkan elemen kayu
dapat menciptakan rasa kewalahan
sedangkan terlalu sedikit dapat
mengganggu
kemampuan
konsumen untuk menghubungkan
50
http://jp.feb.unsoed.ac.id
kaku,
sedangkan
kurangnya
penggunaan
rasa
metal
menyebabkan
ketidaktegasan.
Elemen
logam
dilambangkan
dengan warna abu-abu dan putih.
Digambarkan
dengan
oval,
lingakaran, dan garis melengkung.
5. Air
Elemen air dijumpai pada air
mancur dan berbagai permukaan
yang merefleksikan cahaya seperti
cermin dan kaca. Elemen air
menimbulkan
inspirasi
dan
keinginan
untuk
melakukan
introspeksi. Penggunaan elemen air
yang
berlebihan
dapat
menyebabkan keinginan untuk
melamun
dan
mengurangi
produktivitas, sedangkan kurangnya
penggunaan elemen air dapat
menimbulkan stress serta rasa
cemas. Digambarkan dengan bentuk
yang mengalir.
delapan
dipercaya
membawa
keberuntungan yang lebih karena berarti
mendatangkan harta. Sebaliknya, angka
empat dianggap angka sial karena
terdengar sama dengan kata “shi” yang
artinya kematian (Bourassa dan Peng
1999).
Akses Jalan
Akses jalan dalam feng shui
berhubungan dengan aliran energi.
Harijanto (2008) menjelaskan bahwa
aturan umum mengenai jalan adalah
harus adanya keseimbangan antara
energi Yin dan Yang. Hal ini berarti jalan
tersebut tidak boleh terlalu lambat (area
lokasi kemacetan) ataupun terlalu sepi.
Ada beberapa posisi bangunan
yang harus dihindari. Posisi bangunan
yang baik tidak boleh berada pada
persimpangan T atau tusuk sate maupun
berada pada persimpangan Y. Lokasi
yang kurang baik lainnya adalah berada
pada belokan perempatan maupun dekat
bundaran jalan. Selain itu sebaiknya
posisi bangunan jauh dari rel kereta api,
jalan tol maupun jalan layang, dan tidak
berada di bawah jembatan.
Angka dalam Feng Shui
Angka dalam feng shui memiliki
arti penting karena angka dianggap
sebagai simbol yang memiliki arti
khusus dan kekuatan. Intepretasi angka
dalam feng shui berasal dari angka satu
hingga sembilan. Banyak kata-kata
Tionghoa yang ketika diucapkan
terdengar sama. Jika terdengar seperti
hal yang baik maka dianggap baik,
demikian juga sebaliknya. Mengikuti
aturan ini angka tiga, enam, delapan, dan
sembilan menjadi angka keberuntungan,
sedangkan angka empat menjadi angka
sial. Angka tiga memiliki arti yang sama
dengan tumbuh dan hidup. Angka enam
terdengar sama dengan harta dan angka
sembilan sama dengan umur panjang.
Sedangkan dalam prakteknya angka
PEMBAHASAN
Feng Shui dalam penerapannya
dapat diaplikasikan untuk mencapai
berbagai tujuan, salah satunya adalah
meningkatkan penjualan dan pendapatan.
Banyak perusahaan yang mulai
menerapkan
feng
shui
untuk
meningkatkan pendapatannya. Salah
satunya, Disneyland Hongkong yang
menerapkan aplikasi lima elemen feng
shui (Kweh, 2010).
Penerapan ilmu feng shui dalam
pemasaran
selain
dipercaya
51
Performance – Vol. 21 No. 1 Maret 2015
meningkatkan aliran energi tetapi yang
terpenting adalah menciptakan sebuah
kesan bagi konsumen di alam bawah
sadarnya. Sebuah perusahaan dapat
menerapkan
feng
shui
dalam
memasarkan produknya. Mulai dari
menarik perhatian konsumen melalui
desain produk, harga yang tepat, lokasi
penjualan
yang
baik,
promosi
menggunakan berbagai elemen feng shui,
bagaimana mengatur karyawan, tata
ruang kantor, hingga proses keseluruhan.
Dalam tulisan ini akan dijabarkan
bagaimana menerapkan ilmu feng shui
dalam pemasaran secara umum melalui
bauran pemasaran.
desain produk karena dalam feng shui
warna merah membawa rezeki.
Elemen
feng
shui
selain
dipengaruhi warna juga dipengaruhi
bentuk atau lambang. Bentuk-bentuk ini
dalam feng shui melambang elemen
tersebut, sehingga ikut berperan dalam
kesesuaian desain produk dengan ilmu
feng shui. Aqua dalam desain logo
produknya menggunakan elemen air.
Elemen air tersebut tergambar pada garis
bergelombang di bawah tulisan “aqua”.
Elemen
feng
shui
dapat
diaplikasikan melalui warna atau bentuk
gambar. Dapat digunakan salah satu
ataupun keduanya. Berikut contoh jenis
usaha dan asosiasinya dengan elemen
feng shui:
1. Kayu : alat pertukangan, mebel,
buku, konveksi, seni, desainer
2. Api
: bengkel las, toko
elektronik, restoran, pemasaran,
pengacara, hiburan
3. Tanah : properti, bahan bangunan,
kerajinan, keramik, hasil bumi
4. Logam : toko besi, mesin pabrik,
perhiasan,
logam,
investasi,
tabungan
5. Air
: taman, ikan hias,
pelayanan, trading, dan segala hal
yang
mempunyai
fleksibilitas
seperti menulis, telekomunikasi,
dan lain-lain
Angka
seperti
yang
telah
dijabarkan di atas memiliki arti dalam
feng shui. Kepercayaan tentang angka
atau nomor sebenarnya telah lama
diterapkan. Contoh yang paling mudah
dilihat adalah pada perumahan ataupun
perhotelan. Perumahan dan perhotelan
biasanya mengganti angka tiga belas
menjadi angka 12a atau 12b karena
angka tiga belas dianggap membawa sial.
Pemberian nama produk menurut feng
Product Packaging
Produk dalam pemasaran secara
umum harus dibuat semenarik mungkin
untuk menarik perhatian pelanggan.
Ilmu feng shui dapat diaplikasikan pada
desain produk untuk membuat produk
lebih menarik berdasarkan alam bawah
sadar maupun menambah nilai atau
value produk tersebut bagi konsumen
yang mengetahui dan menerapkan ilmu
feng shui. Aplikasi feng shui terhadap
desain produk dapat dipengaruhi oleh
elemen feng shui yang terdiri dari warna
dan bentuk, serta angka.
Warna dalam desain produk
menurut feng shui bergantung pada
produk itu sendiri, bahan dasar alami
yang digunakan atau efek yang ingin
dicapai. Sebagai contoh obat-obatan
khususnya obat herbal didominasi warna
hijau karena seperti yang telah dijelaskan
pada kajian teori, hijau merupakan
warna elemen kayu yang melambangkan
regenerasi.
Warna
juga
dapat
mencerminkan keinginan pemiliknya.
Warna merah sering digunakan dalam
52
http://jp.feb.unsoed.ac.id
shui sebaiknya menghindari angka
empat. Sebaliknya penggunaan angka
tiga, enam, delapan, dan sembilan sangat
baik.
Bourassa dan Peng pada artikelnya
menjelaskan bahwa bangunan di
Hongkong dan Taipei, khususnya rumah
sakit tidak memiliki lantai empat karena
tidak seorangpun mau dirawat di lantai
empat yang artinya kematian. Selain itu
juga meneliti dijelaskan tentang
hedonisme pada angka feng shui yang
menunjukkan bahwa nomor kendaraan
satu digit yang berisi nomor 8 (delapan)
laku dengan harga yang sangat tinggi.
Walaupun aplikasi angka feng shui tidak
akan terjadi ekstrim seperti yang terjadi
di Hongkong, namun sebaiknya masih
menghindari angka empat.
empat dan memiliki banyak angka
delapan dapat terjual jauh lebih mahal,
berlaku juga sebaliknya. Begitu juga
dengan faktor lokasi. Rumah atau
bangunan
yang
berada
pada
persimpangan T (tusuk sate) dan
persimpangan Y tidak dapat terjual
mahal bila dibandingkan rumah yang
lain.
Place
Lokasi dalam tulisan ini akan
membahas tentang letak bangunan usaha
yang baik dilihat dari ilmu feng shui.
Penempatan lokasi berdasar feng shui ini
juga akan dijelaskan berdasarkan ilmu
sains modern sehingga akan lebih mudah
dipahami.
Aturan umum tentang lokasi usaha
adalah bangunan tersebut berada pada
cukup ramai dalam arti tidak terlalu
ramai atau pun tidak terlalu sepi. Jalan
yang sepi tentu saja buruk sebagai
tempat usaha karena semakin sedikit
konsumen yang melewati tempat usaha
tersebut sehingga tidak tahu tentang
usaha kita. Namun tidak berarti jalan
yang sangat ramai itu baik. Jika jalan
terlalu ramai, konsumen akan kesulitan
untuk masuk ke dalam tempat usaha kita.
Belum lagi masalah kesulitan parkir
hingga risiko kecelakaan.
Selain akses jalan, masih ada
beberapa lokasi yang tidak baik untuk
ditempati maupun digunakan sebagai
tempat usaha. Persimpangan T dan
persimpangan Y adalah dua contoh
lokasi yang tidak baik. Keduanya,
persimpangan T dan persimpangan Y
sama-sama memiliki risiko kecelakaan
yang tinggi. Keduanya sama-sama rawan
karena bila terjadi kesalahan teknis
seperti rem yang tidak berfungsi maupun
Price
Prinsip dasar feng shui adalah
keseimbangan. Prinsip inilah yang akan
digunakan dalam penetapan harga
produk. Harga produk yang dijual
haruslah sepadan dengan nilai yang
diterima oleh konsumen. Nilai yang
diterima konsumen didasarkan dari
konsumen tersebut, bukan bergantung
pada penilaian perusahaan.
Beberapa faktor feng shui dapat
menciptakan sebuah nilai tambah bagi
sebuah produk sehingga konsumen mau
membeli produk tersebut dengan harga
lebih tinggi. Dijelaskan sebelumnya
bahwa angka baik dalam feng shui
adalah 3, 6, 8 ,dan 9. Khususnya angka 8
memiliki nilai tambah yang lebih
dibanding angka lainnya. Pada angkaangka beruntung tersebut tidak salah bila
diberi harga lebih. Contoh sederhana ada
pada nomor handphone. Nomor
handphone yang tidak memiliki angka
53
Performance – Vol. 21 No. 1 Maret 2015
kecelakaan
dalam
berkendaraan,
bangunan pada persimpangan T dan
persimpangan Y memiliki kemungkinan
terkena dampaknya karena berhadapan
langsung dengan jalan. Selain itu faktor
debu dan penyakit yang terbawa oleh
angin akan langsung berhembus pada
bangunan tersebut. Lokasi kurang baik
selanjutnya adalah berada pada belokan
perempatan maupun dekat bundaran
jalan. Kedua lokasi ini sama-sama
memiliki akses yang sulit dalam arti
konsumen kesulitan masuk dikarenakan
kemacetan pada lampu merah dan sulit
keluar karena juga dikarenakan lampu
merah. Terakhir, sebaiknya menjauhi
lokasi dari rel kereta api karena suara
yang dihasilkan dari kereta api dapat
mengganggu kenyamanan konsumen.
mengakibatkan sebuah impulse atau
keinginan sesaat. Menggabungkan
warna elemen api dengan elemen logam
(biasanya putih) dapat menekankan
ketegasan untuk membeli sebuah produk.
Selain warna, penataan tata letak
desain media pemasaran (poster, pamflet,
dll) juga dapat berpengaruh. Menurut
ilmu feng shui, tidak boleh pesan yang
ingin disampaikan terlalu penuh. Pesan
yang terlalu banyak hingga memenuhi
media pemasaran menciptakan kesan
kacau dan tidak enak dilihat. Prinsip
utama feng shui adalah keseimbangan
sehingga tata desain harus memiliki
jarak untuk menciptakan harmoni. Harus
ada ruang kosong dan jarak yang tepat
untuk menarik konsumen.
People
People mengacu pada kinerja
karyawan pada suatu perusahaan.
Kinerja karyawan sangat vital karena
karyawanlah yang berhadapan langsung
dengan konsumen. Karyawan adalah
poin yang relatif sulit dikontrol karena
tidak mudah mengatur manusia lain.
Mainini, dalam artikelnya yang berjudul
Zen Workplace memberikan beberapa
garis besar panduan menciptakan
suasana kerja yang kondusif sehingga
meningkatkan kinerja karyawan:
1. Tanaman dan air dapat mengurangi
stres. Contoh sederhanya adalah
menempatkan
akuarium
dan
tanaman dalam vas maupun bambu.
2. Warna hijau dan biru sangat
berpengaruh dalam mengurangi
tingkat kejenuhan. Lagi, elemen
kayu menciptakan kreativitas dan
elemen air menciptakan ketenangan.
3. Menggunakan warna ringan pada
tembok. Jauhi warna putih karena
akan meningkatkan rasa tertekan
Promotion
Promosi memiliki arti untuk
mengkomunikasikan informasi tentang
sebuah produk kepada konsumen.
Aplikasi ilmu feng shui dalam promosi
hampir sama dengan produk, hanya saja
aplikasi warna lebih mudah diterapkan
dalam promosi. Mudahnya, melihat
warna hijau yang berbentuk daun akan
terlintas di pikiran seseorang tentang
sesuatu yang alami atau warna biru dapat
menciptakan rasa tenang. Inilah
kekuatan warna membentuk pikiran
bawah sadar.
Aplikasi warna feng shui dapat
diterapkan dengan berbagai macam cara,
dominasi
satu
warna
ataupun
mencampur berbagai warna sehingga
menciptakan
suatu
harmoni.
Penggunaan warna ini bergantung pada
isi yang ingin dikomunikasikan kepada
konsumen. Warna merah yang dominan
akan berarti dominan elemen api yang
54
http://jp.feb.unsoed.ac.id
karyawan.
Telah
dijelaskan
sebelumnya warna putih mewakili
elemen logam dan elemen logam
yang berlebihan menyebabkan
kekakuan dan rasa stres.
4. Memiliki cukup cahaya matahari.
Cukup berarti dapat memperoleh
cahaya matahari tetapi tidak terlalu
berlebihan.
Cahaya
matahari
mewakili energi yang sehingga
meningkatkan
semangat
dan
kekuatan. Secara sains terbukti
cahaya matahari baik untuk
kesehatan.
5. Pengaturan jendela, khususnya bagi
karyawan
yang
berhadapan
langsung
dengan
komputer
sebaiknya jauh dari jendela karena
cahaya matahari langsung yang
bercampur dengan cahaya dari
monitor dapat mengakibatkan iritasi.
Dalam ilmu feng shui cahaya
matahari dan cahaya monitor
mewakili yang sehingga terjadi
kelebihan energi yang.
6. Tata ruang kantor tiap karyawan
diusahakan tidak berada di depan
pintu. Sebaiknya membelakangi
tembok
sehingga
mengurangi
gangguan
konsentrasi
dari
karyawan yang keluar masuk
ruangan.
7. Bentuk ruang kerja individu
sebaiknya persegi atau bentuk
teratur. Bentuk yang tidak teratur
seperti L dapat menyebabkan
ketidakseimbangan psikologi.
Sisi lain aplikasi feng shui pada
karyawan dapat diterapkan dengan
memberi pembekalan dan pemahaman
tentang nilai-nilai feng shui. Tidak perlu
memberikan pengetahuan berlebihan,
hanya perlu menanamkan prinsip feng
shui.
Contoh
sederhana
adalah
penempatan jarak dalam feng shui.
Karyawan dapat mengaplikasikannya
melalui menjaga jarak dengan konsumen.
Dekat dan ramah terhadap konsumen,
namun cukup jauh untuk tidak
melanggar privasi konsumen sehingga
menimbulkan kesan profesional.
Physical Evidence
Physical evidence di sini akan
membahas tentang bagaimana tata ruang
kantor atau tempat usaha yang baik di
mata konsumen melalui ilmu feng shui.
Tata ruang yang dibahas adalah mulai
dari ruang masuk, ruang tamu atau ruang
pertemuan, dan kamar mandi. Ketiga
ruangan ini adalah ruangan paling paling
mudah dirasakan konsumen sehingga
akan dijabarkan lebih detil.
Pintu
masuk
adalah
awal
segalanya. Tidak dapat dipungkiri
bahwa
kesan
pertama
sangat
berpengaruh. Pintu masuk harus mudah
dibuka dan dapat terbuka selebar
mungkin. Pastikan pintu masuk tidak
terhalangi oleh berbagai benda seperti
tumbuhan dan perabotan. Berdasarkan
teori feng shui, bilamana pintu terhalangi,
energi positif akan kesulitan masuk dan
mengakibatkan kesempatan baru tidak
dapat masuk dengan baik. Pintu masuk
yang terbuka lebar akan membentuk
persepsi bahwa konsumen tersebut
diterima dengan baik oleh perusahaan.
Poin kedua adalah ketika konsumen
tersebut masuk, usahakan hal pertama
yang konsumen lihat adalah tanaman
yang berbunga indah. Faktor ini akan
menciptakan kesan bahwa kantor
tersebut nyaman dan indah. Lebih baik
lagi bila ada air mancur atau kolam air
yang bergerak. Suara air akan
55
Performance – Vol. 21 No. 1 Maret 2015
menyambut konsumen dan membentuk
rasa tenang dan damai.
Ruang berikutnya adalah ruang
tamu atau ruang pertemuan. Hal pertama
yang harus diperhatikan adalah jalan
yang menguhubungkan antara pintu
masuk dengan ruang tamu. Jalan
penghubung tersebut harus cukup lebar
dan mudah dilewati tanpa hambatan.
Faktor berikutnya adalah menata furnitur
dalam kelompok yang berdekatan untuk
memancing percakapan. Feng shui dapat
mendorong
manusia
untuk
mempertemukan dan mendekatkan
hubungan manusia, namun tidak
melanggar privasi individu. Untuk
minuman dan makanan ringan dapat
menggunakan meja kecil yang tidak
membatasi ruang gerak, namun tidak
berarti konsumen dapat bergerak untuk
berpindah ruangan dengan mudah.
Prinsip ini didasari tata ruangan untuk
mencegah energi yang masuk dapat
keluar dengan mudah.
Kamar mandi adalah ruangan yang
sering kali luput dari perhatian. Kamar
mandi dapat dikatakan sebagai cermin
perusahaan. Tidak peduli bagaimana
baiknya sambutan yang diberikan,
keadaan kamar mandi tidak dapat
menipu. Kamar mandi yang buruk akan
menciptakan suatu pikiran di benak
konsumen bahwa perusahaan atau usaha
tersebut hanya baik di depan, namun dari
dalam tidak terawat. Pastikan kamar
mandi tetap bersih dan harum. Memiliki
ventilasi udara akan menciptakan nilai
plus. Tips lainnya adalah dengan
menyiapkan handuk dan sabun cair
untuk konsumen. Konsumen akan
merasa dihargai karena perusahaan
tampak
mempersiapkan
segala
kebutuhan konsumen.
Process
Proses melihat keseluruhan alur
penjualan. Mulai dari mempersiapkan
produk, negosiasi, hingga akhirnya
terjadi proses transaksi. Lebih baik lagi
bila masih mempertahankan hubungan
dengan konsumen setelah transaksi
terjadi. Asalkan enam poin di atas
dilakukan dengan baik, tidak akan terjadi
masalah. Pada poin proses dapat dilihat
di mana terjadi kesalahan dan dilakukan
perbaikan.
Poin
yang
perlu
digarisbawahi adalah tetap menjaga
prinsip feng shui yaitu keseimbangan.
Keseimbangan antara keuntungan yang
diperoleh dengan nilai dan kepuasan
konsumen.
KESIMPULAN
Sebelum mengaplikasikan feng
shui ke dalam ilmu pemasaran, perlu
dipahami terlebih dahulu prinsip dasar
feng shui yaitu keseimbangan. Prinsip
keseimbangan ini dalam ilmu pemasaran
dapat dikatakan adalah keseimbangan
antara keuntungan dengan apa yang
diperoleh konsumen. Keseimbangan ini
akan menciptakan energi positif yang
baik, dalam arti lain mencapai kepuasan
konsumen
sehingga
memperoleh
kepercayaan konsumen.
Feng shui dapat mempengaruhi
berbagai aspek alam bawah sadar
manusia. Penggunaan warna terbukti
secara sains dapat mempengaruhi
persepsi manusia. Begitu pula dengan
penerapan ilmu feng shui. Desain, tata
letak, lokasi, dan berbagai aplikasi
elemen feng shui juga mampu
mempengaruhi persepsi seseorang.
Pengaruh persepsi ini kemudian
dimanfaatkan untuk mengkomunikasi-
56
http://jp.feb.unsoed.ac.id
kan pesan yang ingin disampaikan
kepada konsumen.
Feng shui dapat diaplikasikan ke
dalam bauran pemasaran. Berikut
aplikasi feng shui ke dalam bauran
pemasaran secara garis besar:
1. Product : pemanfaatan elemen
feng shui berdasar warna dan
lambang serta pemberian angka
yang baik menurut feng shui.
2. Price
: harga yang tepat
berdasar prinsip keseimbangan
3. Place
: lokasi bangunan yang
tepat berdasar ilmu feng shui
4. Promosi :
aplikasi
berbagai
elemen feng shui untuk mengkomunikasikan dan menciptakan
persepsi di benak konsumen
5. People : mendesain tata ruang
karyawan sesuai teori feng shui
untuk meningkatkan kinerja dan
produktivitas
karyawan
dan
pembekalan nilai feng shui kepada
karyawan
6. Physical evidence: penataan ruang
tamu bagi konsumen untuk
menciptakan berbagai situasi yang
kondusif dalam proses transaksi
7. Process : proses transaksi secara
keseluruhan berdasarkan prinsip
keseimbangan feng shui
Harjanto, Aries. 2008.12 Pedoman Feng
Shui
dalam
Membeli
dan
Membangun Rumah : -Apa yang
Harus Anda Ketahui?-. Indonesia
Feng Shui Online Center.
Kweh, John. 2010. Hong Kong
Disneyland: When Big Business
Meets Feng Shui, Superstition and
Numerology.
Environmental
Analysis of International Market:
124-128.
Lian, K.L. 2004. Feng Shui Decision
Support System: a Solution to
Improve Your Fortune.
Mainini, S.F. 2007. Zen Workplace:
How to Use Feng Shui to Reduce
Office Stress. Nelson Bostock
August 2007.
Ziegler, Holly. 2001. Sell Your Home
Faster with Feng Shui: Ancient
Wisdom to Expedite the Sale of
Real
Estate.
Dragon
Chi
Pubication.
DAFTAR PUSTAKA
Bourassa, S.C dan Peng, VS. 1999.
Hedonic Proce and House
Numbers: The Influence of Feng
Shui. International Real Estate
Review Vol. 2 No 1: 79-93.
Brown, Simon. Congleton Town Feng
Shui Project. Barefoot Feng Shui.
Collins T.K. The Retail Recipe for Great
Feng Shui.
57
Fly UP