...

PENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYEBUTKAN ORGANISASI

by user

on
Category: Documents
1

views

Report

Comments

Transcript

PENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYEBUTKAN ORGANISASI
Dinamika
Vol. 3, No. 2, Oktober 2012
ISSN 0854-2172
PENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYEBUTKAN ORGANISASI
PEMERINTAHAN TINGKAT PUSAT PADA MAPEL PK
MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD
Dyah Wiandari
SD Negeri Kalisoka 03 Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal
Abstrak
Rumusan masalah dalam penelitian adalah apakah dengan menerapkan model pembelajaran
kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan persentase batas pencapaian target kriteria ketuntasan
minimal (KKM), meningkatkan keaktifan siswa, dan meningkatkan keterampilan kerja sama siswa
serta meningkatkan kreativitas guru dalam memilih dan menggunakan model pembelajaran pada
materi menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat mapel PKn di kelas IV. Penelitian
dilaksanakan pada semester genap yaitu tanggal 6 Februari - 6 Maret 2012. Subjek penelitian ini
adalah siswa kelas IV SD Negeri Kalisoka 03 berjumlah 19 siswa. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dapat
meningkatkan kemampuan menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat, meningkatkan
keaktifan belajar siswa, keterampilan kerja sama siswa, dan kreativitas guru dalam menggunakan
model pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pada siklus I ke siklus II
dengan nilai rata-rata siklus I yaitu 68,95 dan siswa yang tuntas KKM yaitu 11 siswa (57,90%)
sedangkan siklus II nilai rata-ratanya 77,37 dan siswa yang tuntas KKM yaitu 16 siswa (84,20%).
© 2012 Dinamika
Kata Kunci: PKn; Kooperatif Tipe STAD
PENDAHULUAN
Pembelajaran yang baik haruslah disesuaikan dengan karakteristik peserta didik sehingga
materi yang disampaikan akan lebih mudah ditangkap. Dari hasil pengamatan, pembelajaran
yang hanya menggunakan metode ceramah menjadikan suasana kelas terlihat sangat kaku dan
menjemukan. Hal ini menyebabkan anak kurang mampu menyerap apa yang sedang dipelajari
sehingga dibutuhkan suatu model pembelajaran yang cukup menarik minat siswa.
Dari beberapa model pembelajaran, ada model pembelajaran yang menarik sehingga dapat memicu peningkatan pemahaman siswa yaitu model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran
Kooperatif merupakan sebuah model pembelajaran dimana siswa dituntut bekerja sama dengan
siswa lain dalam kelompok guna mempelajari suatu materi dan setiap siswa memastikan teman
lain dalam kelompok menguasai materi tersebut. Dengan menerapkan model pembelajaran ini,
pembelajaran di kelas semakin menarik karena siswa sering diajak berdiskusi dan bersaing dengan kelompok lain secara sehat. Tipe pembelajaran Kooperatif yang dipilih yaitu tipe Student
Teams-Achievement Divisions (STAD). Pembelajaran Kooperatif tipe STAD belum banyak diterapkan di kelas karena guru menganggap pengajaran dengan model pembelajaran ini memakan
waktu relatif lama serta membutuhkan persiapan dan pengalaman yang matang untuk menerapkannya. Namun, bila guru sudah mengatur konsep model ini dengan baik maka pembelajaran
akan berhasil diterapkan dan hasilnya pun akan memuaskan.
Kemampuan belajar siswa materi menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat
mapel PKn masih sangat rendah. Siswa tidak mampu menjawab ketika disuruh menyebutkan
organisasi pemerintahan tingkat pusat di Indonesia ini. Mereka hanya diam dan beralasan lupa
pada guru. Ketika siswa diberi kesempatan bertanya, mereka pun hanya diam.
Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini pertama
apakah dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan
persentase batas pencapaian target Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) siswa pada materi menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat mapel PKn di kelas IV SD Negeri Kalisoka 03?.
Kedua apakah dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keaktifan siswa pada materi menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat mapel
PKn di kelas IV SD Negeri Kalisoka 03?. Ketiga apakah dengan menerapkan model pembelajaran
Kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keterampilan kerja sama siswa pada menyebutkan
organisasi pemerintahan tingkat pusat mapel PKn di kelas IV SD Negeri Kalisoka 03?. Keempat apakah dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan
kreativitas guru dalam memilih dan menggunakan model pembelajaran pada materi menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat mapel PKn di kelas IV SD Negeri Kalisoka 03?
Belajar ialah proses dimana seseorang mengalami perubahan tingkah laku karena telah
berinteraksi dengan lingkungan belajar atau pengalamannya sendiri melalui kegiatan mengamati, membaca, meniru, dan lain-lain.
Pendidikan kewarganegaraan adalah sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan, watak dan karakter warganegara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Pembelajaran kooperatif ialah model pembelajaran dimana siswa dituntut bekerja sama
dengan siswa lain dalam kelompok guna mempelajari suatu materi dan setiap siswa memastikan
teman lain dalam kelompok telah menguasai materi tersebut.
STAD merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi guru yang baru menggunakan pendekatan
kooperatif. Slavin menjelaskan bahwa pembelajaran kooperatif dengan model STAD, siswa di
tempatkan dalam kelompok belajar yang beranggotakan empat sampai lima orang siswa yang
merupakan campuran kemampuan akademik yang berbeda sehingga dalam setiap kelompok terdapat siswa yang berprestasi tinggi, sedang, dan rendah atau variasi jenis kelamin, kelompok ras
dan etnis, atau kelompok sosial lainnya.
METODE PENELITIAN
Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan pada semester genap yaitu tanggal 6 Februari - 6
Maret 2012. Materi penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD
mata pelajaran PKn pokok bahasan organisasi pemerintahan tingkat pusat (lembaga eksekutif).
Siklus penelitian ini terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan re eksi yang dilakukan secara berulang-ulang sampai indikator keberhasilan PTK ini tercapai. Subjek penelitian ini adalah
siswa kelas IV SD Negeri Kalisoka 03, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Jumlah siswa kelas IV ada 19 siswa dengan siswa laki-laki 14 anak dan siswa perempuan 5 anak.
Prosedur penelitian adalah sebagai berikut tahap pertama perencanaan pada langkah ini
peneliti bersama guru kelas merancang kegiatan tindakan diantaranya merancang skenario
pembelajaran dalam bentuk format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), menyiapkan bahan ajar yang berupa media pembelajaran dan sumber belajar (buku PKn kelas IV, guru dan
lingkungan), peralatan yang diperlukan dalam pengajaran, peralatan untuk meneliti (lembar observasi dan dokumentasi). Tahap kedua tindakan guru pengajar memberikan tindakan berupa
penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD bagi siswa kelas IV materi lembaga eksekutif
negara. Di sini peneliti bertindak sebagai guru yang mengajar. Tahap ketiga observasi dilakukan oleh tim peneliti diantaranya observasi yang fokus terhadap kegiatan pembelajaran setelah
menerapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tahap keempat re eksi ini dilakukan bersama-sama antara guru dan tim peneliti untuk diskusi tentang pelaksanaan pengajaran yang telah
dilakukan apakah sesuai dengan rencana atau belum. Hal tersebut dilakukan untuk perbaikan
160
Dinamika
Vol. 3. No. 2. (2012)
dalam pengajaran yang selanjutnya.
Pada penelitian ini menggunakan instrumen yaitu pertama tes data hasil belajar kognitif
pada penelitian ini diperoleh melalui tes. Tes yang digunakan adalah bentuk pilihan ganda dan
essai. Tes dilakukan setiap akhir siklus (post test) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar
yang dilakukan. Kedua lembar observasi digunakan untuk mengamati hasil belajar proses dalam
pembelajaran kooperatif tipe STAD. Pengamatan tersebut yaitu pengamatan kegiatan belajar terhadap aktivitas guru dan siswa. Pengamat berasal dari teman sejawat dan guru kelas.
Jenis data yang digunakan pada penelitian adalah observasi, tes prestasi, angket. Masingmasing jenis data dianalisis sesuai dengan karakteristiknya.
Teknik analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis hasil tes prestasi belajar PKn
berupa nilai rerata. Nilai rerata pembelajaran matematika pecahan dianalisis dengan cara statistik deskriptif.
Selain menggunakan analisis deskriptif, berdasarkan skor rata-rata dari tes pada siklus I
dan tes siklus II dapat diketahui persentase peningkatan kemampuan menyebutkan organisasi
pemerintahan tingkat pusat. Untuk mengetahui persentase peningkatan hasil belajar siswa tersebut.
Lembar observasi dianalisis secara kualitatif, yaitu dihitung persentase kemunculan aspekaspek aktivitas guru dan siwa saat pembelajaran kooperatif tipe STAD.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Siklus I
Siklus I dilaksanakan pada tanggal 6 Februari 2012 yang diikuti oleh 19 siswa dengan
kompetensi dasar: Menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat, seperti presiden, wakil
presiden, dan para menteri dengan materi pokok: Lembaga Eksekutif (Presiden). Model pembelajaran yang dipakai yaitu pembelajaran kooperatif tipe STAD. Siswa dikelompokkan menjadi 4
kelompok dengan anggota setiap kelompok 4-5 anak. Berikut ini deskripsi pelaksanaan tindakan
siklus I pertemuan I.
Tabel 1. Hasil Tes Formatif PKn Setelah Siklus I
No.
K l as i f i k as i
keberhasilan
1
Sangat baik
2
Baik
3
Cukup
4
Kurang baik
Jumlah
Interfal nilai
Jumlah
Siswa
80-100
5
66-79
6
56-65
8
45-55
0
19
.
Tabel 2. Hasil Rata-Rata Nilai Pengamatan pada Siklus I
Komponen yang dinilai
Aktivitas guru
Participation chart
Descriptive graphic rating scale
Jumlah
Rata-rata
Prosentase Rata-rata
(%)
kelas
26,32
31,58
42,10
68,95
0
100
Hasil rata-rata nilai dari pengamat
Siklus I
1,93
0,66
1,5
4,08
1,36
PENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYEBUTKAN ORGANISASI PEMERINTAHAN TINGKAT PUSAT PADA MAPEL PKn
MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD
Dyah Wiandari
161
Hasil pengamatan yang tertera pada tabel di atas dapat diketahui secara kuantitatif. Tindakan pembelajaran di kelas pada siklus I dalam pembelajaran PKn di kelas IV dengan penerapan
pembelajaran kooperatif tipe STAD menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru dan siswa.
Hal tersebut dapat dilihat dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh teman sejawat sebagai observer pada siklus I dengan nilai rata-rata 1,36 yang masuk dalam kategori baik. Hal tersebut
dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD meningkatkan kualitas
pembelajaran guru dan keaktifan siswa. Di sini siswa sudah mulai belajar berdiskusi kelompok
guna mencapai tujuan bersama. Setiap siswa sudah mulai belajar mengemukakan pendapat dan
mengatasi masalah dalam kelompoknya. Meskipun demikian, ada beberapa anak yang masih
malu bertanya dan mengemukakan pendapatnya di hadapan umum.
Siklus II
Siklus II ini dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2012 dilakukan kegiatan belajar mengajar dan kegiatan post test siklus II. Materi pokok yang dipelajari adalah Tugas-Wewenang Wakil
Presiden dan Para Menteri, Kompetensi Dasar: Menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat
pusat, seperti presiden, wakil presiden, dan para menteri.
Pelaksanaan pembelajaran masih menggunakan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tetapi mengalami perubahan perbaikan strategi dan penyempurnaan
dari hasil re eksi pada siklus I. Diantaranya tugas kelompok jelas, bimbingan pada kelompok
ditingkatkan, rencana dan persiapan pembelajaran lebih dimatangkan agar efektif, guru lebih
memberikan motivasi pada siswa.
Untuk mengetahui sejauh mana siswa dapat menguasai dan memahami materi yang telah
diajarkan dalam pembelajarandan peningkatan hasil dari siklus I diadakan evalusi pada siklus II.
Hasil evaluasi tersebut bahwa tidak ada siswa yang termasuk mendapatkan nilai dengan kategori
kurang baik . Sedangkan, untuk kategori cukup berjumlah 3 siswa (15,80%), kategori baik sebanyak 4 siswa (21,05%), dan kategori sangat baik berjumlah 12 siswa (63,15%). Hal tersebut menandakan bahwa penelitian dengan menggunakan hanya dilaksanakan dalam dua siklus karena
telah mencapai kriteria keberhasilan yaitu 75% siswa telah mencapai nilai di atas 65 (KKM) yaitu
16 siswa (84,2%). Nilai rata-rata kelas adalah 77,37 (di atas 65). dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3. Hasil Tes Formatif PKn Setelah Siklus II
No.
K las if ikasi
keberhasilan
1
Sangat baik
2
Baik
3
Cukup
4
Kurang baik
Jumlah
Interfal
nilai
80-100
66-79
56-65
45-55
Jumlah
Siswa
12
4
3
0
19
Prosentase Rata-rata
(%)
kelas
63,15
21,05
15,80
77,37
0
100
Kegiatan pengamatan pada setiap pertemuan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan
pada siklus II juga diamati oleh observer (teman sejawat). Untuk lembar panduan pengamatan
pada siklus II masih sama dengan siklus I. Nilai pengamatan yang diperoleh kemudian dihitung
dari jumlah skor perolehan dibagi jumlah item pengamatan untuk didapatkan skor rata-rata setiap komponen. Berikut ini adalah rekapitulasi hasil rata-rata pengamatan teman sejawat.
162
Dinamika
Vol. 3. No. 2. (2012)
Tabel 4.Hasil Rata-Rata Nilai Pengamatan Pada Siklus Ii
No.
Hasil rata-rata nilai dari
pengamat
Siklus II
3,13
1,03
2,5
6,66
2,22
Komponen yang dinilai
1
Aktivitas guru
2
Participation chart
3
Descriptive graphic rating scale
Jumlah
Rata-rata
Hasil pengamatan yang tertera pada tabel di atas dapat diketahui secara kuantitatif. Tindakan pembelajaran di kelas pada siklus I dalam pembelajaran PKn di kelas IV dengan penerapan
pembelajaran kooperatif tipe STAD menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru dan siswa
dari pertemuan ke pertemuan berikutnya. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil pengamatan yang
dilakukan oleh teman sejawat sebagai observer pada siklus I dengan nilai rata-rata nilai 1,36 lalu
rata-rata naik menjadi 2,22 di siklus II. Berdasarkan hasil observasi dapat diketahui bahwa respon siswa selama proses pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD
sangat baik. Saat pembelajaran, siswa memperhatikan setiap hal yang disampaikan oleh guru,
merespon materi yang diberikan guru dengan baik, aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, mau bertanya atau berpendapat, berdiskusi dengan teman satu kelompok, mengerjakan
setiap tugas yang diberikan oleh guru, dan siswa melakukan tanya jawab dengan guru.
Tabel 5. Data Hasil Belajar (Tes)
Nilai KKM
Nilai tertinggi
Nilai terendah
Siklus I
65
90
60
Siklus II
65
90
60
Jumlah
Rata-rata
1310
68,95
1470
77,37
Selain itu, dapat dilihat dengan jelas pula gra k kentutasan belajar siswa selama menggunakan Kooperatif Tipe STAD materi Organisasi Pemerintahan Tingkat Pusat siklus I dan II.
Tabel 6. Rangkuman Data Aktivitas Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
Komponen yang dinilai
Aktivitas guru
Participation chart
Descriptive graphic rating scale
Jumlah
Rata-rata
Hasil rata-rata nilai dari
pengamat
Siklus I
Siklus II
1,93
0,66
1,5
4,08
1,36
3,13
1,03
2,5
6,66
2,22
PENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYEBUTKAN ORGANISASI PEMERINTAHAN TINGKAT PUSAT PADA MAPEL PKn
MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD
Dyah Wiandari
163
Hasil penelitian untuk presentase rata-rata aktivitas guru dan siswa antara siklus I dan
siklus II setiap aspek kegiatan pembelajaran mengalami peningkatan yaitu terlihat dari hasil
rata-rata setiap siklus. Hal ini terjadi karena guru telah melakukan perbaikan-perbaikan setelah re eksi pada siklus I seperti: guru selalu mengingatkan siswa kalau ada yang belum paham
akan materi atau tugas dipersilahkan untuk bertanya; guru memberikan penghargaan langsung
berupa bintang untuk anak yang mau berpendapat atau maju mengemukakan hasil diskusi; siswa
dibagi menjadi 6 kelompok, dimana 5 kelompok beranggotakan 3 siswa dan 1 kelompok beranggotakan 4 siswa; dan saat pembentukan kelompok, guru mengkoordinir langsung posisi duduk
setiap kelompok sehingga suasana kelas tidak gaduh.
Di dalam penelitian dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD ini terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian, seperti kemampuan guru yang terbatas sehingga
belum dapat menerapkan kooperatif tipe STAD sepenuhnya dengan benar, penelitian ini hanya
dilaksanakan di satu SD saja jadi tidak bisa digeneralisasikan.
PENUTUP
Simpulan penelitian ini adalah pembelajaran PKn dengan menerapkan pembelajaran
kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan kualitas produk pembelajaran yang ditandai dengan
meningkatnya kemampuan menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat di kelas IV SD
Negeri Kalisoka 03. Pembelajaran PKn dengan menerapkan pembelajaran kooperatif Tipe STAD
dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang ditandai dengan meningkatnya aktivitas
guru dan partisipasi siswa. Pembelajaran PKn dengan menerapkan pembelajaran kooperatif Tipe
STAD dapat meningkatkan keterampilan kerja sama siswa. Siswa sudah berani mengemukakan
pendapat, bekerja sama mencapai tujuan, suka mendorong teman untuk berpartisipasi dalam
diskusi, dan mampu menahan diri untuk tidak gaduh saat diskusi. Pembelajaran PKn dengan
menerapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan kualitas guru.
DAFTAR PUSTAKA
Dimyati dan Mudjiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Kasihani Kasbolah. (1998). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Robert E. Slavin. (2010). Cooperative Learning Teori, Riset, dan Praktik. Bandung: Nusa Media.
Sardiman A.M.. (2007). Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Gra ndo Persada.
Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Suharsimi Arikunto, Suhardjono, dan Supardi. (2009). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Wiandari, Dyah. 2012. Upaya Meningkatkan Kemampuan Menyebutkan Organisasi Pemerintahan Tingkat
Pusat Pada Mapel PKn Melalui Pembelajaran Kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions
(STAD) Kelas IV. (Laporan Penelitian) SD N Kalisoka 03 Tegal.
164
Dinamika
Vol. 3. No. 2. (2012)
Fly UP