...

BAB VI MEDIA PENYIMPAN DATA

by user

on
Category: Documents
3

views

Report

Comments

Transcript

BAB VI MEDIA PENYIMPAN DATA
Pengenalan perangkat keras
Iwan Syarif
- 87 -
BAB VI
MEDIA PENYIMPAN DATA
Pada bab ini akan dibahas bermacam- macam peralatan penyimpanan,
karakteristik serta istilah dari peralatan penyimpanan. Dengan mengetahui setiap
karakteristik tersebut, maka peralatan penyimpanan dapat dibandingkan dengan
menggunakan sejumlah kriteria, serta dapat diketahui macam- macam operasi dari
peralatan penyimpanan
6.1. BAGAIMANA DATA DISIMPAN
RAM komputer bersifat mahal dan terbatas, untuk alasan ini diperlukan tempat
penyimpanan cadangan yang disebut secondary storage. Secondary storage dibuat
dalam bentuk disk atau tape yang memiliki sejumlah fungsi.
•
Memungkinkan penyimpanan program dan dokumen yang tidak sedang
digunakan
•
Memungkinkan pembuatan kopi dari file yang dapat disimpan di tempat
yang aman atau diberikan ke orang lain yang membutuhkan.
Berikut ini akan dibahas beberapa teknologi untuk penyimpanan data.
6.1.1. Menyimpan dan Membuka Dokumen
Pada saat memulai program aplikasi, akan dilakukan pengkopian
(pembacaan dari hard drive ke dalam RAM komputer), kemudian ditampilkan pada
layar. Pada saat suatu dokumen disimpan, maka dilakukan pengkopian dari RAM
ke dalam hard disk. Dan jika dokumen tersebut ditutup, maka datanya akan dihapus
dari memori komputer.
Anda dapat membuka suatu dokumen, membacanya dari secondary storage
dan menyimpannya kembali ke dalam RAM.
Dokumen dan program yang
- 88 -
disimpan dalam secondary storage bersifat lebih permanen daripada yang disimpan
dalam RAM. Karena data yang ada di RAM, akan hilang jika komputer dimatikan.
Dokumen yang tersimpan juga dapat disimpan kembali dengan nama baru pada
secondary storage.
6.1.2. Media dan Peralatan Penyimpanan
Pada pembahasan tentang secondary storage, dikenal istilah peralatan
penyimpanan dan media penyimpanan (media adalah bentuk tunggal sedangkan
medium adalah bentuk jamaknya).
Untuk kedua istilah tersebut, peralatan
penyimpanan yang sudah anda kenal seperti kaset tape recorder dan CD player,
sedangkan media untuk peralatan tersebut adalah tape dan CD.
Gambar 6.1. : Macam-macam Media Penyimpanan
Pada bidang komputer terdapat dua klas peralatan dan media yaitu disk dan tape.
Dan masing- masing klas memiliki banyak variasi, yang membedakan diantara
peralatan tersebut adala h prinsip bagaimana cara peralatan tersebut menyimpan
data.
- 89 -
6.1.3. Tipe Penyimpanan
Semua peralatan secondary storage menyimpan data dalam bentuk digital
(0 dan 1), tapi masing- masing peralatan memiliki teknologi yang berbeda untuk
melakukannya. Teknologi tersebut meliputi laser, magnetik, atau solid-state chips
seperti halnya yang digunakan dalam RAM.
Gambar 6.2. : Tipe Secondary Storage
Penyimpanan magnetik umumnya digunakan pada floppy disk, hard disk, dan tape.
Penyimpanan optik digunakan untuk CD-ROM disc. Sedangkan penyimpanan
Magneto-Optical digunakan untuk kebutuhan kapasitas tinggi dari suatu file yang
besar. Penyimpanan solid-state digunakan untuk peralatan kecil.
6.2. SIFAT DARI MEDIA PENYIMPANAN
Sejumlah faktor menentukan apakah sebuah media penyimpanan sesuai untuk
kebutuhan yang diinginkan.
Beberapa faktor tersebut meliputi :
•
Cara data disimpan, apakah secara random atau sekuensial
•
Seberapa cepat data dapat ditulis pada disk atau dibaca dari disk
- 90 -
•
Seberapa banyak data dapat disimpan pada media
•
Seberapa besar ukuran peralatan dan media
•
Apakah media bersifat removable atau tidak
6.2.1. Akses Sekuensial dan Random
Tape kaset dan CD player adalah contoh dari media penyimpanan random dan
sekuensial. Untuk menjalankan track pada CD, tinggal ditekan sebuah tombol dan
dapat secara langsung menuju ke lokasi penyimpanan yang dimaksud – cara ini
disebut akses random. Sedangkan untuk memainkan lagu pada tape kaset, maka
tape kaset tersebut hanya dapat memperdengarkan lagu secara berurutan – cara ini
disebut akses sekuensial.
Penyimpanan random dan sekuensial digunakan pula pada peralatan secondary
storage. Pada komputer, disk menyimpan data secara acak, dan tape menyimpan
data secara sekuensial.
6.2.2. Track dan Sector
Pada saat data disimpan pada disk atau tape, maka suatu saat data tersebut
ingin anda cari dan tampilkan lagi.
pengalamatan.
Untuk itu maka diperlukan skema
Media magnetik ditandai dengan dengan pengalamatan digital,
sehingga suatu record dapat disimpan pada suatu tempat. Pada disk dan tape,
pengalaman digital ini diletakkan pada saat media tersebut diformat. Beberapa
media penyimpanan diformat oleh pabrik pembuat untuk menghemat waktu.
Gambar 6.3 : Media Penyimpanan Disk
- 91 -
Pada disk magnetik, pemformatan membagi permukaan ke dalam track
melingkar dan sector. Setiap secondary storage harus mempunyai alat baca/tulis
yan disebut head. Pada harddisk dan floppy disk, data dapat ditulis pada kedua sisi
piringan (platter), sehingga dikenal juga istilah side. Istilah head lebih lazim untuk
HD, sedangkan side untuk floppy. Misalkan jika sua tu harddisk dengan 3 pringan
dapat memiliki 6 head, yang diberi nomor head 0, head 1, sampai head 5. Pada
floppy disk yang hanya memiliki satu piringan, hanya memiliki dua sisi yaitu side 0
dan side 1. Setiap hide/side dibagi-bagi menjadi lingkaran- lingkaran konsentris
yang disebut track. Suatu hard disk dapat memiliki sampai dengan 2000 track per
inchi; Sedangkan floppy disk antara 48 sampai 135 track per inchi. Penomoran
track dimulai dengan track 0, track 1, dst.
Karena hard disk biasanya memiliki beberapa piringan maka muncul istilah
silinder yaitu kumpulan dari track-track yang sama dari seluruh head yang ada.
Suatu track dibagi-bagi lagi menjadi daerah kecil-kecil yang disebut sektor.
Seluruh sektor ini membentuk lingkaran dengan penomoran dimulai dengan sektor
0. Jumlah sektor yang ada pada tiap track dikenal dengan istilah sector per track
(SPT).
Pada PC dan MacIntosh kapasitas dari satu sector adalah 512 byte. Dikenal
juga satuan clusters yaitu kumpulan sector dari sebuah disk drive ya ng dialamatkan
sebagai satu satuan logical unit oleh sistem operasinya. Cluster bisa berukuran
4,6,8,16 KB, dimana satu sector itu 512 bytes. Selain cluster ada juga satuan block,
yang terdiri dari satu sektor atau kumpulan dari beberapa sector.
- 92 -
Gambar 6.4 : Track dan Sector
Ada beberapa variasi cara track dijalankan pada media penyimpanan yaitu
longitudinal, serpentine dan helical. Ketiganya dijalankan sesuai gambar yang ada
di bawah ini :
Gambar 6.5. : Cara Track dijalankan
6.2.3. Kecepatan Putar (RPM)
Hampir semua jenis memory eksternal yang banyak dipakai belakangan
ini berbentuk disk (piringan), yang berarti penulisan & pembacaan data dilakukan
dengan perputaran piringan tersebut. Maka dikenallah satuan kecepatan rotasi disk,
RPM. Makin cepat perputaran, waktu akses pun makin cepat. Namun juga makain
- 93 -
besar tekanan terhadap disk dan makin besar panas yang dihasilkan. Untuk storage
berkapasitas besar, dikenal beberapa sistem yang ukuran RPM-nya sebagai berikut :
Tabel Ukuran RPM
3600 RPM
(Pre-IDE)
5200 RPM
(IDE)
5400 RPM
(IDE/SCSI)
7200 RPM
(IDE/SCSI)
10000 RPM
(SCSI)
6.2.4. Access Time dan Transfer Rate
Kecepatan dari hard disk diukur oleh berapa banyak bit dapat ditransfer
setiap detik. Jumlah ini ditentukan oleh dua faktor : seberapa cepat drive dapat
menempatkan data (disebut dengan access time atau waktu akses) dan seberapa
cepat drive dapat membacanya (disebut transfer rate).
Untuk menempatkan data pada disk, pertama kali head baca/tulis harus menentukan
track yang akan ditempati oleh data. Disk akan berputar sampai lokasi penempatan
data ada dalam head.
Sekali data ditempatkan, maka data tersebut dapat
dibaca/ditulis. Untuk meningkatkan transfer rate, disk harus dapat diputar dengan
kecepatan yang lebih tinggi atau data ditempatkan dalam densitas media yang lebih
tinggi.
6.2.5. Disk Cache
Disk cache adalah memori berjumlah kecil yang dirangkaian dengan unit
penyimpanan, untuk mempercepat proses baca/tulis. Jika ada request data, ternyata
data tersebut ada pada cahe, maka pembacaan akan jauh lebih cepat.
- 94 -
6.2.6. Format Level
Proses pengorganisasian disk dikenal dengan istilah low level format.
Dengan proses format ini maka setiap daerah pada permukaan hard disk akan
dibagi-bagi atas track, head dan sektor, sehingga hard disk akan tahu dimana letak
suatu track x, head y, dan sektor z. Ada pula high level format, yang dilakukan oleh
sistem operasi, yang membuat direktori root, FAAT, dan konfigurasi dasar lainnya,
sehingga disk itu dapat dipakai oleh OS tersebut.
Sebuah HD bisa tampak seakan-akan terdiri dari beberapa volume, misalnya C: D:,
dll.
Ini memperkenalkan istilah partisi yang berarti satu porsi HD ya ng dapat
diakses sebagai satu volume logic. Satu partisi dapat diperlakukan sebagai satu HD
mandiri, bisa dipakai untuk system operasi yang berlainan, dnegan format
berlainan, dsb.
6.2.7. Boot Sector
Kebanyakan hard disk ditempatkan pada komputer dan tidak mudah
dipindah-pindah. Selain itu terdapat media yang memiliki kapasitas sebesar hard
6.2.8. File Allocation Table (FAT)
Kebanyakan hard disk ditempatkan pada komputer dan tidak mudah
dipindah-pindah. Selain itu terdapat media yang memiliki kapasitas sebesar hard
6.2.9. Kapasitas
Drive yang paling diinginkan adalah drive yang memiliki kapasitas
penyimpanan yang besar.
Kapasitas meningkat sejalan dengan meningkatnya
densitas dimana data disimpan pada track dan sector. Semakin tinggi densitas
semakin banyak bit yang dapat disimpan sepanjang track, semakin tinggi pula
kapasitas penyimpanan.
Dalam teknologi penyimpanan dikenal dua definisi kapasitas penyimpanan :
- 95 -
Ukuran
Definisi basis 2
Definisi basis 10
1 kilobytes
1024 bytes
1000 bytes
1 megabytes
= 1024 KB = 1,048,576 bytes
1000.000 bytes
1 gigabytes
= 1024 MB = 1,073,824 bytes
1000.000.000 bytes
6.2.10. Form Factors
Ada dua form factor yang disipankan pada casing sebuah PC untuk
meletakkan komponen penyimpanan yaitu :
1. Form factor 3 ½ inch seperti floppy disk 3 ½ inch
2. Form factor 5 ¼ inch seperti floopy disk 5.25 inch dan CD-ROM drive
Gambar 6.6. : Form Factor
6.2.11. Removable Media
Kebanyakan hard disk ditempatkan pada komputer dan tidak mudah
dipindah-pindah. Selain itu terdapat media yang memiliki kapasitas sebesar hard
disk tapi mudah dipindah yang disebut dengan removable media (floppy disk adalah
contoh removable media yang memiliki kapasitas rendah).
Removable media
- 96 -
memiliki tipe yang bervariasi dan semuanya tidak ada yang kompatibel. Umumnya,
tiap tipe media hanya dapat digunakan pada satu peralatan yang spesifik. Untuk
menukar disk harus dipastikan bahwa peralatan yang ada dapat membacanya.
Gambar 6.7. : Removable Media
6.3. FLOPPY DISKS
Floppy disks adalah media penyimpanan yang bersifat flexible removable.
Floppy disket dibuat dari plastik. Disk melingkar didalam suatu bagian yang
melingkupinya.. Disk dilapisi dengan partikel magnetic. Partikel magnet tersebut
berlaku sebagai media penyimpanan data.
Disket dipasang pada floppy drive akan diputar dengan kecepatan 360RPM,
dan menggunakan read/write head yang menyentuh permukaan dari disket. Disket
dapat dibedakan dalam ukuran dan kapasitas penyimpanan.
Berikut ini adalah
gambar yang menunjukkan ukuran dan kapasitas penyimpanan disket umumnya :
- 97 -
Ukuran dan Kapasitas Floppy Disk
Ukuran
Kapasitas
Tracks
Sectors
5¼
360KB
40
9
5¼
1.2MB
80
15
3½
720KB
40
18
3½
1.44MB
80
18
Manajemen Floppy Disket
Pemeliharaan terhadap disket yang digunakan untuk menyimpan data akan dapat
mereduksi kerusakan dari data yang tersimpan di dalamnya. Jika perangkat lunak
aplikasi bersifat mudah di- load, maka data adalah sebaliknya. Data terlalu mahal
untuk direkonstruksi.
Tindakan Pencegahan
Berikut ini adalah tindakan pencegahan atau pemeliharaan untuk disket :
•
Jangan menyentuh bagian permukaan disket
•
Hindari menempatkan disket pada tempat sumber panas (missal diatas
monitor)
•
Jaga disket dari bidang magnetic (missal power supplies, kipas angin,
magnets, dan monitor)
•
Jangan menulis pada disket kecuali dengan menggunakan pena yang lembut.
•
Jangan mengeluarkan atau memasang disket pada saat lampu drive masih
menyala.
•
Disket jangan ditekuk.
menyimpan disket.
Gunakan wadah disket atau kontainer untuk
- 98 -
Memformat Disket
MSDOS disks diformat dengan menggunakan perintah format. Perintah
format akan menulis struktur directory dan FAT (file allocation tables) ke dalam
disket, yang memungkinkan penyimpanan file.
Pada system operasi Windows9x atau WindowsNT, disk dapat diformat
dalam MSDOS command prompt window dengan menggunakan perintah Format,
atau dengan mengklik kanan icon Floppy drive A dalam my computer kemudian
memilih pilihan Format dari popup menu.
Setelah itu, akan tampak kotak dialok, yang memungkinkan user untuk
membuat disket system (disket yang dapat digunakan untuk melakukan booting
system komputer dengan Windows9x], atau dengan quick format, yang hanya akan
mengahapus file- file dan data yang sudah tersimpan dalam disket (tanpa
menjadikannya menjadi disket system).
Catatan Penting
Sebelum disket digunakan, disket tersebut harus diformat terlebih dahulu dengan
menggunakan perintah Format. Yang akan menulis informasi directory ke dalam
disket dan yang memungkinkannya untuk menyimpan file- file.
6.3.1. 5 ¼ inch Drives
Setelah beberapa tahun banyak digunakan, baru dirasakan bahwa disk 5
¼ inch ini memiliki kemampuan penyimpanan ya ng kurang , bersifat lambat, dan
permukaan yang rentan terhadap kerusakan. Untuk memprotek data pada disk
supaya tidak dihapus atau ditulis ulang, maka write protect notch harus dilapisi
(ditutup).
- 99 -
Gambar 6.8. : Disk 5 ¼ inch
6.3.2. 3 ½ inch Drives
Floppy disk 3 ½ inch menggantikan disk 5 ¼ inch sebelumnya, dengan
bentuk yang lebih kecil dan kemampuan penyimpanan yang lebih besar sampai 1.44
MB; Untuk melindungi data pada disk, maka jendela proteksi pada disk harus
dibuka.
Gambar 6.9. : Disk 3 ½ inch
- 100 -
6.3.3. Zip Drives
Zip drive adalah salah satu media penyimpanan yang menggantikan
floppy disk untuk kebutuhan akan kapasitas penyimpanan yang lebih besar.
ZIP drive memiliki kapasitas penyimpanan yang tinggi, bersifat removable dan
dapat menyimpan 100 MB data.
Akan tetapi Zip drive ini tidak bisa
membaca/menulis tipe floppy disk sebelumnya (5 ¼ inch dan 3 ½ inch).
Gambar 6.10. : ZIP drive
6.3.4. LS-120 Drives
Dengan penampilan yang sama dengan disket 3 ½ inch, Disket LS-120
memiliki kapasitas penyimpanan 80 kali lebih besar. Drive LS-120 juga dapat
menerima (baca/tulis) disket 1.44 MB dengan kecepatan operasi 3 kali lebih cepat.
Disket LS-120 menggunakan teknologi magneto-optical untuk penyediaan kapasitas
yang lebih besar. Sesuai singkatan namanya Laser Servo (LS), laser dari drive
menempatkan optik untuk mereferensi track pada disket yang memungkinan head
baca/tulis. Sebagai perbandingan, disket LS-120 memiliki densitas 2.490 TPI (track
per inch) sedangkan disket 1.44 MB hanya memiliki densitas 135 TPI
- 101 -
6.4. HARD DISK DRIVES
Jika hard disk dibuka, bagian dalamnya terdiri dari satu atau lebih
alumunium disk yang disebut platter, yang dilapisi dengan bahan magnetik sama
halnya yang digunakan dalam tape audio atau video. Data digital disimpan pada
permukaan platter dalam track konsentrik yang terbagi dalam sector.
Head
read/write digunakan untuk melakukan pembacaan dan penulisan data pada platter.
Kecepatan rotasi platter ditentukan oleh sebagaimana cepat data dapat ditransfer
ke/dari disk. Seberapa dekat ruang track dan seberapa padat (density) bit pada tiap
track menentukan densitas drive atau kapasitas penyimpanan.
Gambar 6.11. : Hard Disk
Hard disks bekerja sesuai prinsip magnetic. Terdapat dua jenis drive
standart, yaitu IDE (integrated drive electronics) dan SCSI (small computer systems
interface). Keduanya digunakan untuk menghubungkan hard disk drives dan
peripheral lain seperti CD-ROM. SCSI lebih fleksibel daripada IDE karena bisa
mensupport bermacam tipe device yang lebih luas, termasuk tape dan CD devices.
IDE pada umumnya hanya mendukung disk drives, akan tetapi tipe lanjutan dari
IDE dapat mensupport CD-ROM juga.
Dalam komputer, data direpresentasikan dalam format biner. Data biner
memiliki dua status, 1 atau 0. Sifat magnetis sama halnya karena hanya punya dua
- 102 -
status, pole utara dan selatan, dengan demikian sifat magnetis adalah cara yang baik
untuk menyimpan data.
6.4.1. Komponen Hard Disk
Berikut ini akan dibahas komponen-komponen dari Hard Disk.
Piringan Logam (platter)
Platter berfungsi sebagai tempat penyimpan data. Jumlah piringan ini beragam ,
mulai 1,2,3 atau lebih. Piringan ini diberi lapisan bahan magnetis yang sangat tipis
(ketebalan dalam orde per sejuta inchi). Pada saat ini digunakan teknologi thin film
(seperti pada processor) untuk membuat lapisan tersebut..
Head
Head berupa kumparan. Head pada hard disk berbeda dengan head pada tape. Pada
tape proses baca dan tulis (rekam) menggunakan dua head yang berbeda, sedangkan
pada hard disk proses bac dan tulis (rekam) menggunakan dua head yang berbeda,
sedangkan pada hard disk proses baca dan tulis menggunakan head yang sama. HD
biasanya memiliki head untuk tiap-tiap sisi platter, untuk hard disk dengan 2 platter
dapat memiliki sampai 4 head, hard disk dengan 3 platter dapat memilki sampai 6
platter.
Tetapi tidak berarti hardisk dengan 16 head harus memiliki 8 platter.
Disinilah kita kenal teknik translasi.
Rangkaian Penguat
Bagian dari rangkaian elektronik untuk pembacaan (read preamplifier) yang
diperlukan karena signal yang diperoleh head dari piringan sangat lemah.
DSP (Digital Signal Processor)
Bagian dari rangkaian elektronik untuk proses yang berhubungan dengan sinyalsinyal digital seperti konversi sinyal listrik yang datang menjadi sinyal digital yang
akan dituliskan ke piringan.
Chip Memory
Chip memori digunakan sebagai cache buffer.
- 103 -
Konektor
Konektor digunakan untuk melakukan komunikasi dengan CPU. Untuk HD IDE,
jumlahnya 40 pin.
Spindle dan Actuator arm motor controller
Untuk mengontrol putaran piringan dan peletakkan head baca/tulis.
Motor
Motor dari harddisk berfungsi untuk memutar platter. Ketika komputer distart,
motor ini mulai bekerja dan memperdengarkan suara yang khas. Jika suara ini tidak
benar maka dapat diduga bahwa motor HD tidak bekerja dengan baik.
Kecepatan putar motor ini mulai dari 3600 rpm sampai 10000 rpm dengan arah
berlawanan dengan arah perputaran jarum jam (counter- clockwise). Putaran yang
sangat cepat ini mengakibatkan adanya gaya pada permukaan piringan yang
disebabkan oleh udara. Gaya ini memungkinkan head untuk mengambang pada
ketinggian beberapa mikro inchi di atas permukaan platter/piringan, di atas
piringan. Drive semacam ini disebut bernoulli drive. “Ketinggian” ini jauh lebih
kecil dibanding ukuran rambut manusia, apalagi debut dari rokok.
Jarak yang dekat ini dimaksudkan agar head dapat membaca atau menulis dengan
kerapatan yang tinggi. Dengan jarak sedekat itu, anda tidak perlu terlalu takut, hard
disk sudah dirancang agar dalam keadaan normal, head tidak menyentuh permukaan
platter. Jika hard disk dimatikan, maka piringan akan berhenti berputar akibatnya
gaya yang mengangkat head akan hilang dan head akan mendarat di piringan.
Lokasi pendaratan head sudah ditentukan pada daerah tertentu yang disebut landing
zone (LZone) sehingga tidak akan merusak data yang ada pada daerah lain.
Jika dalam keadaan bekerja head sedikit saja tergoncang, maka akan menyebabkan
head akan menyentuh permukaan priringan dan kemungkinan besar akan
menyebabkan kehilangan data, kerusakan sebagian kecil dari piringan akan merusak
head atau seluruh piringan . Bayangkan jika pada saat tertempel pada piringan
akibat ada goncangan ada perintah bergerak ke tempat lain, maka head akan
meninggalkan “jejak-jejak” bad sector pada piringan hard disk. Tapi pembuat hard
disk sudah merancang agar head tetap stabil dalam kondisi goncangan tertentu, saat
- 104 -
ini goncangan yang dapat ditoleransi mencapai 70 sampai 100 kali gravitasi (70-100
G).
Head
Head adalah komponen yang paling mahal dari harddisk dan karakteristik head
sangat menentukan kinerja hard disk. Head terbuat dari bahan magnetis dengan
bentuk seperti “C”. Kumparan (koil) yang terbuat dari kawat mengelilingi head.
Pada saat menulis, arus yang melewati koil akan menimbulkan medan magnet yang
digunakan untuk magnetisasi permukaan platter. Sedangkan pada saat membaca,
medan magnet pada permukaan platter akan menimbulkan arus pada koil ini.
Data “0” dan “1” disimpan dalam piringan dalam bentuk pola-pola magnet. Head
baca/tulis membentuk pol a ini ke piringan ketika proses penulisan terjadi, ketika
membaca head akan mengkonversi bentuk pola ini ke dalam bentuk “0” dan “1”.
Lapisan magnetik terdiri dari daerah-daerah mikroskopik yang disebut domain.
Setiap domain seperti magnet mungil dengan kutub-kutub yang berlawanan
(utara/selatan atau positif/negatif).
Data “1” direpresentasikan sebagai daerah
dengan kutub positif di sisi kiri sedangkan data “0” direpresentasikan sebagai
daerah dengan kutub positif di sisi kanan. Ada cara efektif untuk merekam data “0”
dan “1” yaitu dengan teknik flux reversal. Ketika head akan menuliskan “1” maka
head akan membalik polaritas magnet, sedangkan untuk “0” head tidak akan
membalik polaritasnya.
Gerakan head dikendalikan oleh actuator arm (lengan
penggerak). Kombinasi dari head dan platter sering disebut head disk assembly
(HAD).
Actuator arm digerakkan oleh positioning motor,
yaitu motor yang
berfungsi untuk mengatur posisi dari lengan (dan tentu saja posisi dari head).
Motor ini dikontrol oleh hard disk controller pada rangkaian elektronik di hard disk.
Motor ini memiliki sistem kontrol yang amat hebat, dengan sistem feedback motor
ini dapat meletakkan head baca/tulis pada opsisi yang sangat akurat. Mengapa hal
ini dapat dilakukan ? Vendor hard disk menggunakan suatu teknik yang disebut
servo positioning, teknik inilah yang memungkinkan adanya feedback dalam sistem
kontrol penempatan head hard disk. Servo sendiri berisi informasi mengenai track
dsb yang sangat penting dalam proses penempatan head. Teknik ini memiliki dua
tipe, yaitu dedicated servo, dan embedded servo. Dedicated servo menggunakan
- 105 -
satu permukaan dari hard disk hanya untuk servo saja.
Tentu saja cara ini
merugikan karena menghabiskan tempat pada hard disk.
Teknik kedua
menempatkan informasi servo secara tersebar pada setiap track sehingga kapasitas
hard disk tetap dapat dipertahankan. Pada kenyataannya, saat ini teknik kedua yang
digunakan sedangkan teknik pertama digunakan pada hard disk yang dibuat pada
masa lalu.
6.4.2. Kinerja Hard Disk
Kecepatan Putar (RPM)
Telah dibahas pada sub bab sebelumnya.
Seek time
Adalah jumlah waktu yang diperlukan oleh actuator arm (lengan penggerak) untuk
menggerakkan head baca/tulis dari satu track ke track lain. Nilai yang diambil
adalah nilai rata-ratanya yang dikenal dengan average seek time, karena pergerakan
head dapat hanya berupa pergerakan dari satu track ke track sebelahnya atau
mungkin juga gerakan dari track terluar menuju ke track terdalam. Seek time
dinyatakan dalam satuan milisekon (ms).
Nilai seek time dari track yang
bersebelahan sekitar 2 ms, sedangkan seek time dari ujung ke ujung bisa mencapai
20 ms. Average seek time umumnya berkisar antara 8 sampai 14 ms.
Head switch time
Sudah disebutkan, seluruh head bergerak secara bersamaan, tapi hanya ada satu
head saja yang dapat membaca pada saat yang sama. Head switch time, yang
dinyatakan dalam satuan ms, mempresentasikan berapa lama rata-rata waktu yang
diperlukan untuk mengaktifkan suatu head setelah menggunakan head yang lain.
Cylinder switch time
Mirip dengan head switch time, cylinder siwtch time berlaku untuk pergerakan
silinder.
Rotational Latency
Setelah head digerakkan ke suatu track yang diminta, head akan menunggu piringan
berputar sampai sektor yang akan dibaca berada tepat di bawah head. Waktu tuggu
- 106 -
inilah yang dikenal dengan rotational latency. Hard disk dengan putaran piringan
yang makin cepat akan memperkecil rotational latency, tapi makin cepat piringan
berputar yang menyebabkan hard disk akan lebih cepat panas.
Hubungan Kecepatan Putar dengan Rotational Latency
Kecepatan putar (RPM)
Rotational Latency (ms)
3,600
8.3
4,500
6.7
5,400
5.7
6,300
4.8
7,200
4.2
Data Access Time
Didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan untuk menggerakkan head dan
menemukan sektor yang dimaksud. Ini merupakan gabungan dari seek time, head
switch time dan rotational latency. Data access time dinyatakan dalam satuan ms.
Transfer Rate
Didefinisikan sebagai kecepatan transfer data antara hard disk dengan CPU. Makin
tinggi kecepatan transfer maka proses pembacaan atau penulisan akan berlangsung
lebih cepat. Transfer rate dinyatakan dalam Megabyte per detik (MB/s).
Transfer rate ditentukan juga dengan sistem pemetaan yang digunakan di hard disk.
Ada tiga macam tipe pemetaan, yang pertama adalah vertikal, kedua adalah
horisontal sedangkan yang ketiga adalah campuran. Pada sistem pemetaan vertikal,
penempatan data akan dilakukan dengan menghabiskan kapasitas satu silinder
terlebih dahulu baru kemudian bergerak ke silinder berikutnya.
Pada sistem
pemetaan horisontal penempatan data dilakukan berdasarkan head, sedangkan pada
sistem pemetaan campuran digunakan kombinasi silinder dan head.
- 107 -
Transfer Rate Berbagai Interface Harddisk
Interface
Transfer Rate (MBps)
Standard IDE / PIO 0
3,3
Standard IDE / PIO 1
5,4
Standard IDE / PIO 2
8,6
Fast ATA / PIO 3
13,3
Fast ATA-2/PIO 4/EIDE
16,6
Ultra ATA/UDMA 33
33
Ultra ATA-2/UDMA 66
66
SCSI
5
Fast SCSI
10
Ultra SCSI
20
Fast Wide SCSI
20
Ultra Wide SCSI 1
40
Ultra Wide SCSI 2
80
Ultra Wide SCSI 3
160
Data Throughput Rate
Parameter ini merupakan kombinasi dari data access time dan transfer rate.
Didefinisikan sebagai banyaknya data yang dapat diakses oleh CPU dalam satuan
waktu tertentu. Data throughput rate tidak hanya dipengaruhi oleh hard disk, tapi
juga oleh CPU dan komponen-komponen lain.
6.4.3. Teknologi Interface Hard Disk
Berikut ini akan dibahas beberapa teknologi interface Hard Disk.
IDE (Integrated Drive Electronics)
Merupakan standart konsumen untuk interface. Kalah jauh dengan SCSI, tapi jauh
lebih murah. Interface IDE sekarang ini memiliki dua channel yang memungkinkan
dua device tiap channel apakah itu HD, CDROM, atau storage lain. Pada sebuah
- 108 -
channel, kecepatan transfer secara otomatis jatuh disesuaikan dengan kecepatan dan
kemampuan device yang paling lambat agar kompatibilitas tetap terjaga. IDE yang
asli dahulu hanya mendukung satu hard disk dalam channel, dan transfer rate ratarata 2-3 MB/s.
Kebanyakan IDE boards hanya punya satu channel, hanya
mendukung dua drive, CD-ROM drive, ketika itu menggunakan interface yang
mirip floppy drive, dihubungkan pada sound card.
IDE drive memiliki sejumlah jumper yang dikonfigurasi untuk mode operasi yang
berbeda. IDE controller men-support dua IDE drives, master drive dan slave drive.
Pada saat menambahkan IDE drive kedua ada drive yang sudah ada, maka drive
pertama harus di-jumper kembali sebagai primary drive dan drive kedua sebagai
slave drive. Hanya dua drive tersebut yang bisa dikonfigurasi untuk tiap IDE
controller.
ATA (AT Attachment)
ATA dikembangkan oleh Western Digital and Compaq Corporation di tahun 1989.
Fitur utama yang dimilikinya adalah :
•
Dikembangkan dari ST-506 disk interface
•
Menggunakan rutin-rutin BIOS INT 13h untuk berinteraksi dengan drive
•
Mendukung two drives (master dan slave)
•
Drives harus bersifat magnetis (tidak mendukung peralatan optik semisal
CD-ROM)
•
Tidak diperlukan driver khsuus (di-support oleh BIOS)
•
Ada batasan 528MB untuk IDE disk drives yang didukung melalui BIOS
dan IDE configuration data
•
Kontroller elektronik pada drive
•
Hemat biaya dan tidak mahal untuk diimplementasikan
- 109 -
•
Rate transfer data sampai 4.1MBytes per detik
Menggunakan kabel 40-pin untuk menghubungkan drive dengan motherboard atau
controller card. Untuk menghubungkan dua drive, drive pertama dikonfigurasi
sebagai master, dan drive kedua sebagai slave. Hal ini diperlukan untuk merubah
special jumpers yang ditempatkan pada drive (tidak semua drive yang ada
sebelumnya men-support mode operasi seperti ini).
Untuk mendalami ATA kita perlu memahami tentang dasar-dasar teknologi hard
disk.
Pada prinsipnya ketika suatu sistem operasi akan melakukan operasi
baca/tulis ke hard disk perintah ini diberikan pada BIOS lalu BIOS yang
meneruskannya ke hard disk. Sistem operasi lain yang memiliki I/O subsystem
sendiri seperti Windows 95, Windows NT dan UNIX, kode-kode pada BIOS dibuat
sendiri dalam I/O subsystem tanpa melalui BIOS. Pengaksesan hard disk dilakukan
dengan menggunakan register-register yang dilanjutkan dengan menggunakan
sinyal-sinyal.
Pembentukan sinyal-sinyal ini dikontrol oleh BIOS, tapi timing
(pengaturan waktu) ditentukan oleh interface hardware.
Spesifikasi ATA
menentukan seberapa cepat sinyal-sinyal ini dikirim dan diterima.
Saat ini ada beberapa mode PIO (Programmed Input/Output) dan beberapa mode
DMA (Direct Memory Access).
Mode- mode ini menentukan seberapa cepat
transfer rate yang dihasilkan. Spesifikasinya menentukan seberapa cepat I/O dapat
membaca atau menulis.
Mode PIO
Mode PIO menentukan seberapa cepat data ditransfer dari dan ke hard disk. Dalam
mode PIO yang paling rendah yaitu PIO 0, cycle time yang digunakan untuk
transfer rate sekitar 600 nanosecond (ns). Dalam tiap cycle, data sebanyak 16 bit (2
byte) ditransfe r dari atau ke hard disk.
Kecepatan transfer maksimum yang
dihasikan dapat dihitung sebagai berikut :
2 byte/cycle x 1 cycle/600 ns = 3,3 MB/s.
- 110 -
Jadi, dalam PIO mode 0 kecepatan transfer maksimum adalah 3,3 MB per detik.
Namun harus diingat bahwa nilai ini adalah nilai maksimum, sedangkan pada
kenyataannya kecepatan rata-rata jauh di bawahnya.
Transfer Mode PIO
PIO mode
Cycle time (ns)
Transfer rate
Spesifikasi
(MB/s)
0
600
3.3
ATA
1
383
5.2
ATA
2
240
8.3
ATA
3
180
11.1
ATA-2 + IORDY
4
120
16.6
ATA-2 + IORDY
5
90
22.2
Belum ada
PIO mode 1 dan 2 digunakan oleh hard disk model lama yang menggunakan ATA
standart, sedangkan PIO mode 3 dan 4 hanya digunakan oleh ATA-2 dan
menggunakan IORDY yang berarti hard disk dapat menggunakan IORDY untuk
memperlambat interface ketika diperlukan. Mengapa perlu diperlambat ? Karena
interface tanpa IORDY dapat menimbulkan hilangnya data dalam mode- mode PIO
yang cepat.
Sekarang ini BIOS mendukung penggunaan PIO 0 sampai PIO 4, biasanya BIOS
secara otomatis mendeteksi mode PIO mana yang masih aman untuk digunakan
oleh hard disk.
Jika anda memaksakan suatu mode PIO yang terlalu tinggi
kemungkinan besar akan ada masalah dalam mengakses hard disk anda. ATAPI
CD-ROM biasanya menggunakan PIO 3 atau PIO 4. PIO 3 digunakan pada CDROM berkecepatan rendah sedangkan PIO 4 digunakan pada CD-ROM
berkecepatan tinggi.
- 111 -
Mode DMA
DMA adalah singkatan dari Direct Memory Access, berarti data ditransfer langsung
antara hard disk dengan memori tanpa menggunakan CPU. Cara ini berlawanan
dengan PIO yang menggunakan CPU. Keuntungan menggunakan mode DMA amat
terasa pada sistem operasi multitasking seperti UNIX, karena transfer data dengan
mode DMA akan menghemat resource CPU sehingga CPU dapat mengerjakan
pekerjaan yang lain. Pada sistem operasi singletasking seperti DOS, CPU harus
menunggu hard disk menyelesaikan transfer data terlebih dahulu sebelum
melanjutkan pekerjaannya. Ada dua tipe DMA yaitu third-party DMA dan firstparty DMA (busmastering DMA).
Third-party DMA menggunakan DMA
controller yang ada pada motherboard untuk melakukan operasi transfer data,
sedangkan pada third-party DMA semua pekerjaan ini dikerjakan oleh bagian logic
di interface card.
DMA controller yang ada pada sistem ISA memiliki kecepatan yang sangat rendah
sehingga sangat riskan untuk digunakan bersama hard disk keluaran baru,
sedangkan DMA controller pada VLBUS hanya mendukung busmastering DMA .
Pada EISA dikenal DMA transfer tipe ‘B’ yang memiliki kecepatan transfer 4 MB/s
sedangkan pada PCI dikenal DMA transfer tipe ‘F’ yang memiliki kecepatan antara
6 sampai 8 MB/s.
Saat ini, chipset chipset motherboard yang terbaru sudah
mendukung bus mastering DMA.
Mode DMA
Mode DMA
Cycle time (ns)
Transfer rate (MB/s)
Spesifikasi
0
960
2.1
ATA
1
480
4.2
ATA
2
240
8.3
ATA
0
480
4.2
ATA
1
150
13.3
ATA-2
Singleword
Multiword
- 112 -
2
120
16.6
ATA-2
DMA/16
120
16.6
Ultra-ATA
DMA/33
60
33.3
Ultra-ATA
Multiword DMA mirip dengan block mode, dalam multiword DMA pengiriman
data dilakukan dalam bentuk beberapa word data sekaligus untuk satu perintah saja
dibandingkan dengan singleword DMA yang mengirimkan satu word data untuk
satu peirntah yang diberikan.
Di Windows 95/98 mengaktifkan mode DMA akan memberikan beberapa
keuntungan yaitu resource CPU untuk mengakses hard disk menjadi lebih sedikit.
Anda berminat mencobanya ?
Begini caranya, buka Control Panel, System
properties, buka tabulasi Device Manager, buka Disk Drive, pilih disk yang anda
inginkan (kemungkinan Windows akan menampilkan tipe “GENERIC IDE TYPE
46’ atau ‘TYPE 80’ dsb). Pilih properties, buka tabulasi Settings. Nah sekarang
aktifkan DMA. Windows akan menampilkan Windows yang menyatakan bahwa
hal ini berbahaya. Tapi selama Anda yakin hard disk anda sudah hard disk baru
(ATA2, dst) maka tidak perlu ragu. Setelah itu restart Windows. Untuk mengujinya
anda tidak dapat menggunakan System Information dari Norton Utilities karena
hasilnya malah akan turun drastis karena tampaknya System Information tidak
mendukung pengujian untuk DMA. Cara pengujian yang paling ampuh adalah
dengan utility untuk menampilkan resource CPU yang digunakan (seperti CPU
meter, resource meter).
Jika anda melakukan akses hard disk sekrang, maka
kemungkinan besar akan didapatkan CPU resource yang digunakan jauh lebih kecil.
Sebagai hasil perbandingan pada mode PIO hard disk membutuhkan resource CPU
diatas 70% untuk membaca hard disk, tapi pada mode DMA resource yang
digunakan hanya 6% saja.
- 113 -
Block Mode
Anda tentunya pernah mendengar tentang block mode. Block mode biasanya dapat
diaktifkan melalui setup BIOS. Sebenarnya block mode itu adalah salah satu cara
untuk mempercepat transfer data.
Cara yang diguakan adalah memungk inkan
pemberian beberapa perintah baca atau tulis secara bersamaan.
Setiap ada perintah membaca atau menulis, maka IRQ akan dibangkitkan sehingga
CPU akan melakukan proses switching, memeriksa device dan melakukan setup
untuk transfer data.
Jika setiap ada perintah CPU melakukan ini tentu akan
menghabiskan waktu.
Dengan block mode CPU dapat memberikan beberapa
perintah sekaligus ke hard disk sehingga proses-proses tadi hanya sekali
dilaksanakan.
Dengan block mode, dalam setiap aksesnya hard disk akan
memproses beberapa sektor sekaligus tanpa membangkitkan interupt melalui IRQ.
Itulah sebabnya cara ini disebut block mode.
IRQ dibangkitkan ketika :
•
Sebuah perintah membaca telah dikeluarkan, data sudah ada pada buffer
hard disk dan siap ditransfer ke CPU.
•
Sebuah perintah membaca telah dikeluarkan, data sudah ditransfer ke buffer
hard disk.
Dengan block mode hard disk dapat membaca mulai dari 2 sektor sampai 128
sektor cukup dnegan sekali proses, sehingga dapat mempercepat waktu akses
sampai 30% dibandingkan tanpa block mode.
Beberapa drive lama belum
mendukung block mode atau memiliki bug pada implementasi block mode sehingga
dapat mengakibatkan rusaknya data.
EIDE (Enhanced IDE)
Beberapa persoalan yang muncul berkaitan dengan IDE diatasi dengan
pengembangan baru yang disebut enhanced IDE.
Sebagai perkembangan yang
cukup substansial terhadap IDE, EIDE menyediakan peningkatan terhadap drive
throughput, capacity, dan juga mengintegrasikan dua channel, mendukung
maksimal 4 device. Pendukung untuk device non-HD juga ditambahkan dengan AT
- 114 -
Attachment Packet Interface Mode (ATAPI) yang memberikan dukungan terhadap
device seperti CD-ROM dan tape drive.
Problem performa throughput telah diselesaikan dengan memindahkan interface
IDE dari ISA ke PCI/VLB bus. EIDE juga menambahkan dukungan terhadap
Direct Memory Access (DMA) mode, dimana hard disk adapat mentransfer data ke
RAM secara langsung dengan tidak melibatkan CPU. Menggunakan PCI bus EIDE
memungkinkan throughput sebesar 6.66 MB/s, 8.33 MB/s, 13 MB/s, dan 16 MB/s.
Ultra DMA (AKA DMA-33, Ultra ATA-33, Fast ATA-2)
Teknologi yang belakangan ini diperkenalkan yang merupakan bagian dari evolusi
teknologi IDE. Ultra DMA melipatkan rata-rata burst transfer menjadi 33.3 MB/s,
selain juga menambahkan dukungan Cyclical Redundancy Check (CRC). Namun
agar mode ini bisa beroperasi,
drive, BIOS, dan chiopset MB dan driver
softwarenya harus mendukung.
Jika digunakan dengan aplikasi DOS, secara
otomatis akan menjalankan mode EIDE.
Selain itu ada batasan panjang kabel
maksimal 18 inch.
Ultra DMA-66 (Ultra ATA-66)
Adalah tahap selanjutnya dari evolusi IDE, ditemukan oleh Quantum Corp.
Transfer rate maksimum secara teoritis dapat mencapai 66.6 MB/s. Sekali lagi,
agar mode ini bisa beroperasi, deive, BIOS, Chipset MB dan driver softwarenya
harud mendukung. Namun prospeknya masih perlu dibuktikan saat ini, dimana
performanya tidak sedahsyat teorinya.
Small Computer System Interface (SCSI)
SCSI (dibaca “Skazzi”) adalah interface berkecepatan bus sangat tinggi yang dapat
melakukan apa saja.
Dia menyediakan dukungan untuk lusinan device secara
simultan beserta transfer rate kecepatan tinggi, multithreading, parity checking, dan
bus mastering. Dengan cost yang cukup besar untuk expansion slot dan hard disk
SCSI, penggunaan CPU dapat dikurangi secara dramatis, khususnya dalam
Windows NT.
- 115 -
Namun kesulitan menangani sistem ini, dan harganya embmuat SCSI terbatas
sebagai solusi workstation/server. Untuk konsumen kebanyakan IDE menyediakan
solusi yang jauh lebih mudah dan murah.
SCAM Technology
Singkatan dari SCSI Configured automatically. Jika device SCAM dipasang, maka
software dapat mengalokasikan ID untuk tiap device secara otomatis.
Redundant Array of Independent Disks (RAID)
Sebuah subset dari teknologi SCSI/IDE yang memungkinkan kombinasi dua atau
lebih hard disk dalam model yang bervariasi, menyediakan kelimpahan resource
dan kecepatan tambahan.
Gambar 6.12. : RAID 1
HD-HD biasa harus baca/tulis data secara berurutan satu-satu ke disk yang sama.
RAID menulis ke disk-disk yang berlainann dan array 4 disk yang memungkinkan 4
block ditulis/dibaca sekaligus.
- 116 -
Gambar 6.13. : RAID 5
IEEE 1394 - FireWire
Bus level konsumen yang dibangun untuk integrasi MB dan sebagai pengganti IDE,
IEEE 1394 adalah sebuah serial bus yang menjanjikan transfer rates sampai 50
MB/s dengan guaranteed atau asynchronous transfers. Juga mendukung sampai 16
devices tiap channel, hot-swapping dan automatic termination/ID assignment.
IEEE
1394
dierancang
untuk
mensupport
semua
media
drives,
digital
cameras/video cameras, dan laser printers. Sekarang ini IEEE 1394 tersedia sebagai
PCI card untuk pemakai digital cameras/video cameras, dan laser printers.
Sekarang ini IEEE 1394 tersedia sebagai PCI card untuk pemakai digital video
camera, tapi tidak akan dilepas dulu agar teknologinya dpat menjadi sempurna.
6.5. OPTICAL DISK
Mulai tahun 1983 sistem penyimpanan data di optical disc mulai
diperkenalkan dengan diluncurkannya Digital Audio Compact Disc. Setelah itu
mulai berkembanglah teknologi penyimpanan pada optical disc ini.
- 117 -
Gambar 6.14. : Optical Disk
6.5.1. Proses Tulis dan Baca
Baik CD-Audio maupun CD-ROM memakai teknologi yang sama, yaitu
sama-sama terbuat dari resin (polycarbonate), dan dilapisi oleh permukaan yang
sangat reflektif seperti aluminium.
Informasi direkam secara digital sebagai
lubang-lubang mikroskopik pada permukaan yang reflektif. Proses ini dilakukan
dengan menggunakan laser yang berintensitas tinggi. Permukaan yang berlubang
mikroskopik ini kemudian dilapisi oleh lapisan bening.
- 118 -
Gambar 6.15. : CD dan DVD
Informasi dibaca dengan menggunakan laser berintensitas rendah yang menyinari
lapisan bening tersebut sementara motor memutar disk. Intensitas laser tersebut
berubah setelah mengenai lubang- lubang tersebut kemudian terefleksikan dan
dideteksi oleh fotosensor yang kemudian dikonversikan menjadi data digital.
6.5.2. Erasable Optical Disk
Kemajuan terbaru dari optical disc ini adalah disk yang dapat ditulis
ulang. Pada sistem ini, energi laser digunakan secara bersama-sama dengan prinsip
medan magnet untuk menulis dan membaca informasi. Pada proses tulis, laser
memanasi titik pada disk yang hendak diproses.
Kemudian setelah itu medan
magnet dapat mengubah arah medan titik tersebut sementara temperaturnya
ditingkatkan. Karena proses tersebut tidak mengubah disk secara fisik maka proses
penulisan dapat dilakukan berulang-ulang. Pada proses baca, arah medan magnet
yang telah dipolarisasi tersebut akan membelokkan sinar laser dnegan arah tertentu,
sehingga terefleksikan dan dideteksi oleh fotosensor yang kemudian dikonversikan
menjadi data digital.
- 119 -
6.5.3. Kecepatan Baca CD-ROM drive
Satuan X pada CDROM drive (pada umumnya) sebenarnya mengacu
pada kecepatan baca dari CD tersebut di track terluar (jika track terluar terpakai
alias CD-nya penuh). Sedangkan kecepatan baca di track terdalamnya jauh lebih
lambat. Misalkan ada CD-ROM drive 48X ‘max’, itu berarti kecepatan baca track
terluarnya 40x namun untuk track terdalamnya hanya 19x.
Gambar 6.16. : CD ROM
Yang utama sebenarnya bukan hanya kecepatan putar yang ditingkatkan, namun
sistem pembacaan, route data, mode transfer, interface, dll, seperti yang dilakukan
Kenwood 52X dengan teknologi TrueX-nya dimana dengan kecepatan putar hanya
‘1/2’ dari CD biasa misal 48x, bisa memberikan kecepatan transfer merata (dalamluar) antara 45-52x di seluruh permukaan CD.
6.6. MENAIKKAN KAPASITAS PENYIMPANAN DATA
Sebagaimana peralatan multimedia yang semakin meningkat kebutuhannya,
peralatan penyimpanan juga semakin penting artinya. Untuk menyimpan data yang
cukup besar agar muat dalam media penyimpanan, data tersebut perlu dikompres
terlebih dahulu. Program seperti WinZip akan melakukan kompresi terhadap file.
Dan setelah itu, jika diperlukan file hasil kompresi tersebut dapat diekstrak untuk
dikembalikan lagi ke keadaan sebelum dilakukan kompresi.
- 120 -
Fly UP