...

PEMBERIAN CORE EXERCISE MENINGKATKAN JANGKAUAN

by user

on
Category: Documents
10

views

Report

Comments

Transcript

PEMBERIAN CORE EXERCISE MENINGKATKAN JANGKAUAN
PEMBERIAN CORE EXERCISE MENINGKATKAN JANGKAUAN THROW-IN PADA
SISWA SEKOLAH SEPAK BOLA BALI SOCCER BALL USIA 11-13 TAHUN
1
Choirul Anwar, 2Ni Wayan Tianing, 3Made Niko Winaya
1. Program Studi Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar Bali
2. Bagian Bio Kimia Falkutas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar Bali
3. Program Studi Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar Bali
ABSTRAK
Pendahuluan: Throw-in adalah salah satu teknik dasar dalam sepakbola yang bertujuan
untuk memulai permainan kembali setelah bola ke luar meninggalkan lapangan melalui garis
samping. Untuk menghasilkan throw-in yang jauh dibutuhkan sumbangan kekuatan otot perut dan
punggung diikuti dengan kekutan otot tangan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode true
eksperiment, rancangan two group pre-test and post-test design. Sampel berjumlah 32 orang dibagi
menjadi 2 kelompok yang terdiri dari Kelompok 1 mendapatkan perlakuan core exercise dan
Kelompok 2 tanpa perlakuan. Hasil: Uji Paired Sample T test pada Kelompok 1 menunjukan
P=0,000 selisih rerata peningkatan sebesar 2,79 meter dan rerata persentase peningkatan 21,24%,
sedangkan Kelompok 2 menunjukan P=0,000 selisih rerata peningkatan 0,70 meter dan rerata
persentase peningkatan 5,34%. Hasil uji independent sample t test didapatkan p = 0,000 karena nilai
p<0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara pemberian core exercise (Kel.I) dengan tanpa
mendapatkan perlakuan (Kel.2) dalam meningkatkan jangkauan throw-in. Kesimpulan: Aplikasi core
exercise memberikan perbedaan yang signifikan dalam meningkatkan nilai jangkauan throw-in
daripada tanpa mendapatkan perlakuan.
Kata Kunci: throw-in, core exercise.
ABSTRACT
GIVING CORE EXERCISE TO INCREASE RANGE THROW-IN ON BALI SOCCER BALL
SCHOOL FOOTBALL STUDENT AGES 11-13 YEARS
Introduction: Throw-in is one of the basic techniques in football which aims to start the
game again after the ball out of left field through the side lines. To generate a throw-in that much
needed donations abdominal and back muscle strength followed by hand muscles strength. Methods:
This study uses a true experiment, the design of two group pre-test and post-test design. Samples are
32 people were divided into two groups consisting of Group 1 get treatment core exercise and group 2
without treatment. Results: Paired Sample T test in Group 1 showed P = 0.000 difference in the mean
increase of 2,79 meters and the percentage is 21,24%, while Group 2 showed P=0,000 difference in
mean improvement of 0,70 meters and the percentage is 5,34%. On different with Independent
Sample T test, showing the result P=0,000, because of p value <0,05, it means there is a significant
difference between the core exercise’s group (first group) and second group. In increasing the range
of throw-in. Conclusion: The aplication of core core exercise can give a significant difference for
improving the value range of throw-in rather than without getting a treatment.
Keywords: core exercise, throw-in.
penurunan kemampuan dalam melakukan
PENDAHULUAN
lemparan
Permainan
sepak
bola
banyak
bola
throw-in.
Untuk
itu,
dibutuhkan intervensi fisioterapi salah
teknik-teknik dasar yang harus dikuasai,
satunya
salah satunya adalah teknik dasar throw-in
meningkatkan performa fisik, mencegah
atau lemparan ke dalam. Pada atlet sepak
cedera,
bola yang kurang berpengalaman sering
throw-in.
kali melakukan kesalahan saat melempar
dengan
dan
Core
core
exercise
meningkatkan
exercise
adalah
untuk
jangkauan
olahraga
bola throw-in yaitu: 1) ke dua atau salah
pembakaran kalori dan pembentukan otot-
satu
otot inti seperti membantu membentuk otot
kaki
diangkat
saat
melakukan
lemparan, karena kesalahan ini maka
perut
lemparan ke dalam akan diberikan pihak
sebagai penyangga tulang punggung dan
lawan, 2) kurang komunikasi antara
menguatkan tubuh. Core exercise juga
pelempar dan penerima bola. Arah dan
sangat penting untuk memperbaiki postur,
kecepatan
penerima bola menentukan
stabilitas, membentuk perut, mengurangi
bagaimana pelempar bola melemparkan
risiko cedera punggung, dan memainkan
bolanya, 3) ada gerakan rotasi saat awalan
peran yang sangat penting dalam performa
yaitu bola dari depan kepala kemudian
olahraga.
dan
punggung
yang
berfungsi
diarahkan ke samping kepala akan bisa
menyebabkan cedera pada core muscle.
Pada
aktivitas
sehari-hari
membutuhkan peran core muscle ini,
misalnya menjaga keseimbangan tubuh
saat bergerak seperti: berjalan, berlari, dan
menjaga stabilisasi tubuh. Jika otot ini
terjadi cedera akan menyebabkan spasme,
nyeri gerak, dan penurunan kekuatan otot
trunk karena nyeri, sehingga akan sangat
mengganggu
gerak tubuh. Dalam dunia
olah raga yang sering mengalami core
muscle strain yaitu : golf, baseball,
football, basket. Kalau hal ini terjadi pada
atlet sepak bola, maka akan terjadi
penurunan
performa
fisik
BAHAN DAN METODE
termasuk
Penelitian ini menggunakan metode
true eksperiment, desain two group pretest and post-test design. Tujuan penelitian
ini untuk membuktikan efektivitas core
exercise dalam meningkatkan jangkauan
throw-in pada Siswa Sekolah Sepak Bola
Bali Soccer Ball Usia 11-13 tahun.
Penelitian ini, dilakukan di Lapang Bajra
Sandhi Renon setiap hari Selasa dan
Kamis, kemudian hari Sabtu dilakukan di
Lapangan Sading Sempidi sebelum siswa
melakukan latihan tekni selama satu bulan,
yaitu dari 19 Agustus 2014 sampai dengan
14 September 2014. Latihan diberikan
pengambilan
sampel
dengan frekuensi tiga kali dalam satu
dengan
menggunakan
minggu.
random
sampling.
dilakukan
teknik
Jumlah
simple
responden
Populasi target penelitian ini adalah
adalah 32 orang yang dibagi menjadi 2
seluruh Siswa Sekolah Sepak Bola (SSB)
kelompok. Kelompok I sebanyak 16 orang
Bali Soccer Ball. Sampel penelitian dari
mendapatkan
populasi Siswa Sekolah Sepak Bola Bali
dengan ball medicine atau sun bag seberat
Soccer Ball yang memenuhi kriteria
5 kg, teknik gerakan yang dilakukan: front
inklusi dan eksklusi sebagai berikut :
wood chop, diagonal wood chop, lunge
Kriteria Inklusi :
and twist, squat and press, staggered over
a.
Usia antara 11 – 13 tahun.
head,
b.
Siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) Bali
volume latihan 3 set dengan 1 set 10 kali
Soccer Ball
repetisi, frekuensi latihan 3 kali seminggu
Paham cara melakukan teknik dasar
dengan
throw-in
Kelompok II sebanyak 16 orang tanpa
c.
d.
Bersedia
secara
sukarela
sebagai
b.
b.
c.
hari,
sedangkan
perlakuan.
dengan roll meter dilakukan di awal
persetujuan bersedia sebagai sampel.
pertemuan dan di akhir pertemuan yaitu
minggu ke empat. Setiap tes, subjek
Secara klinis terjadi core muscle
melakukan throw-in
strain grade III
dan diambil skor yang tertinggi.
Memiliki
penyakit
beresiko,
sebanyak tiga kali
jika
HASIL
Subjek dilarang keluarga
Selain memberikan hasil pengujian
dan
hipotesis
penelitian
juga
akan
Subjek tidak datang 3 kali secara
dipaparkan
berturut – turut.
karakteristik sampel penelitian dan jarak
Subjek mengundurkan diri saat proses
jangkauan
throw-in
penelitian.
kelompok.
Berikut
Subjek
mengalami
penelitian berlangsung.
d.
1
akhir, dengan menandatangani surat
Kriteria Pengguguran (drop out):
a.
interval
dengan
swing
Tes jangkauan throw-in diukur
dilakukan core exercise
c.
rotational
core exercise
subjek penelitian dari awal sampai
Kriteria Eksklusi:
a.
dan
perlakuan
Subjek meninggal dunia
cidera
saat
deskripsi
deskripsi
data
yang
data
pada
ini
berupa
ke
dua
merupakan
terdiri
karakteristik data berupa umur.
atas
Tabel 1
menunjukan p=0,27 dan sesudah 1 bulan
Karakteristik Subyek Penelitian
p=0,63 dimana probabilitas nilai p>0,05
Karakteristik
Kelompok I
Kelompok II
Mean ± SD
Mean ± SD
Usia (Th)
12,43±0,72
12,81±0,54
Jangkauan
13,13±2,10
13,10±1,92
yang berarti data berdistribusi normal.
Analisis Komparasi nilai jangkauan
throw-in pada Kelompok I dan Kelompok
II menggunakan paired sample t-test,
karena data ke 2 kelompok terdistribusi
Throw-in awal
normal.
(m)
Tabel 3
Analisis Komparasi
Dari Tabel 1 di atas menunjukan
Dengan Paired Sample T-Test
bahwa sampel penelitian Kelompok I
Sebelum
T
P
dengan performance test jangkauan throw-
Kelompok
Data
Kelompok I
in awal 13,13±2,10 meter dan Kelompok II
Sebelum
13,13±2,10
-10,89
0,000
Sesudah
15,92±2,31
Selisih
2,79±1,02
%Peningkatan
21,24
-4,85
0,000
memiliki rerata umu 12,43±0,72 tahun
memiliki rerata umur 12,81±0,54 tahun
dengan performance test jangkauan throwin awal 13,10±1,92 meter.
Tabel 2
Uji Normalitas Data
Kelompok II
Dengan Shapiro Wilks Test
Jangkauan
Throw-in
Sebelum
13,01±1,92
13,80±1,65
Kelompok I
Kelompok II
Tanpa
P
0,51
Perlakuan
Sebelum
P
0,62
Selisih
0,70±0,58
Sesudah
0,27
0,63
%Peningkatan
5,34
Dari Tabel 2 di atas uji normalitas
jangkauan throw-in dengan menggunakan
Dari Tabel 3 di atas dilakukan uji
shapiro wilks test. Hasil Uji statistik pada
hipotesis untuk mengetahui peningkatan
Kelompok I sebelum menunjukan p=0,62
jangkauan throw-in menggunakan uji beda
dan
dengan
sesudah
intervensi
nilai
p=0,27
paired
sample-t
test.
Pada
nilai
Kelompok I hasil perhitungan didapatkan
data
nilai P=0,000 karena nilai p<0,05 dapat
berdistribusi normal. Demikian pula pada
disimpulkan bahwa ada perbedaan yang
analisis statistik Kelompok II kondisi awal
bermakna rata-rata nilai jangkauan throw-
menunjukan
p>0,005
nilai
yang
probabilitas
berarti
bahwa
diberikan
merupakan usia yang ideal dalam peran
sedangkan
teknik dasar sepak bola yang benar, karena
Kelompok II didapatkan nilai p=0,000,
dalam tahap ini gerakan-gerakan yang
karena nilai p<0,05 dapat disimpulkan
dilakukan sudah mengarah ke gerakan dan
bahwa ada perbedaan yang bermakna rata-
latihan sepakbola sesungguhnya, termasuk
rata nilai jangkauan throw-in dengan tanpa
di dalamnya adalah teknik-teknik dasar
perlakuan.
throw-in
in
sebelum
intervensi
dan
sesudah
core
exercise,
(FIFA).
Uji Beda Dengan
Independent Sample T-Test
Mean±SD
Federation
Internationale de Football Association
Tabel 4
Perlakuan
Kelompok I
berdasarkan
T
P
Pada analisis statistik Kelompok I
dengan menggunakan uji komparabilitas
nilai jangkauan throw-in dengan paired
N=16
2,79±1,02
Core Exercise
6,882 0,000
sample t-test didapatkan p = 0,000, jika
nilai p < 0,05 berarti ada perbedaan yang
Kelompok II
signifikan dalam hal rerata nilai jangkauan
N=16
throw-in sebelum dan sesudah diberikan
Tanpa Perlakuan 0,70±0,58
intervensi core exercise selama 4 minggu
Dari Tabel 4 di atas adalah analisis
statistik
uji
beda dengan
atau 12 kali pertemuan.
independet
Nilai rerata jangkauan throw-in
sample t-test pada masing-masing 16
pada 16 subjek penelitian di ukur dengan
subjek menunjukan nilai p=0,000, karena
roll meter didapatkan awal penelitian
nilai p<0,05 maka terdapat perbedaan yang
adalah 13,13 meter (pre exercise), setelah
signifikan antara pemberian core exercise
mendapatkan core exercise selama 4
(Kelompok I), dengan tanpa perlakuan
minggu atau 12 kali pertemuan didapatkan
(Kelompok
peningkatan nilai rerata menjadi 15,92
II)
dalam
meningkatkan
jangkauan throw-in.
meter. Rerata selisih peningkatan nilai
jangkauan throw-in selama 4 minggu
DISKUSI
adalah 2,79 meter dan rerata persentase
Deskripsi sampel pada penelitian
peningkatan sebesar 21,24%.
ini terdiri atas Kelompok I memiliki rerata
Peneliti lainya menyatakan bahwa
usia 12 tahun (12,43 ± 0,72) dan
core exercise dengan ball medicine dapat
Kelompok II memiliki rerata usia 13 tahun
meningkatkan stabilitas postur seseorang,
(12,81
sehingga
±
0,54).
Deskripsi
tersebut
berdampak
pada
efisiensi
gerakan lengan dan kaki yang berarti akan
terjadi peningkatan aktivitas anggota gerak
dilakukan dengan luas gerak sendi secara
tubuh. Hal ini, akan berdampak pada
penuh, melibatkan isotonik otot, dengan
kecepatan lemparan yang berpengaruh
beban konstan dan ada perubahan panjang
pada jangkauan lemparan bola.
otot.
Core exercise dapat meningkatkan
Intervensi
fisioterapi
dalam
exercise
dapat
stabilitas postur yang baik, sehingga
pemberian
mendukung efisiensi gerakan pada lengan
meningkatkan jangkauan throw-in. Core
dan tungkai (ekstremitas). Ini berarti,
exercise meningkatkan
seiring peningkatan kekuatan otot-otot inti
muscle
juga menghasilkan peningkatan aktivasi
melakukan teknik dasar throw-in pada
pada anggota gerak.
permainan sepak bola. Gerakan mendasar
core
yang
sangat
kekuatan
penting
core
ketika
Core exercise dengan ball medicine
dari otot-otot inti (core) digunakan dalam
atau sun bag 5 kg melibatkan sistem otot,
jangkauan jauh throw-in dalam sepak bola,
sistem sendi, sistem syaraf, dan terjadi
meliputi ekstensi trunk (multifidus dan
dalam tiga bidang gerak. Saat melakukan
erector spinae), fleksi trunk (abdominal
gerakan kesalah satu bidang gerak tubuh,
muscles).
maka otot yang bekerja tidak murni
meningkatkan stabilitas postur yang baik,
sebagai pencetus gerakan tersebut, tetapi
sehingga
dibantu oleh otot lain
yang berada
pada lengan dan tungkai (ekstremitas). Ini
disekitar bidang gerak tersebut. Contoh
berarti, seiring peningkatan kekuatan otot-
pada gerakan flexi trunk dibentuk oleh m.
otot inti juga menghasilkan peningkatan
rektus abdominis, m. obliques internus
aktivasi
abdominis,m. obligus externus abdominis,
melempar bola dibutuhkan kekutan otot
m. psoas mayor, m. psoas minor, tapi
tangan. Gerakan lengan atas melibatkan
dibantu juga m. gluteus maximus.
otot-otot yang menggerakkan humerus dari
Core
dapat
exercise
mendukung efisiensi gerakan
pada
anggota
gerak.
Saat
mekanikal
sendi bahu (deltoid anterior, pectoralis
menggunakan ball medicine, plate, atau
mayor). Pola melempar overhand (teres
sun bags dengan beban permanen sebesar
major , subscapularis , deltoid , pectoralis
10 lbs atau 4,55 kg harus melibatkan upper
mayor , dan latissimus dorsi). Pada sendi
and lower extremity, or trunk. Tujuan
siku
latihan ini adalah meningkatkan kekuatan
(triceps dan anconeus).
Core
exercise
kekuatan
Meningkatkan core stability sangat
ekstremitas dan menjaga Range Of Motion
penting dimasukan dalam program latihan
(ROM),
olah raga. Pada permainan sepak bola
muscle,
karena
latihan
sendi
kontribusi
pada
core
stabilitas
memberikan
kekuatan
ini
terdapat ketrampilan dasar throw-in. Core
Nilai rerata jangkauan throw-in
exercise untuk meningkatakan ketrampilan
pada 16 subjek penelitian diukur dengan
dasar throw-in pada permainan sepak bola
roll meter didapatkan awal penelitian
harus
adalah 13,10 meter, setelah rentang waktu
dimodifikasi
yang
melibatkan
lengan, perut, punggung, pinggul, dan
selama
kaki. Pada dasarnya harus memperhatikan
didapatkan
status kesehatan atlet, resep latihan, dan
menjadi
yang
peningkatan
menjadi
fokus
utama
adalah
melibatkan otot-otot inti. Selain itu, core
dilakukan
exercise
harus
melibatkan
4
minggu
tanpa
peningkatan
13,80
meter.
nilai
perlakuan
nilai
rerata
Rerata
selisih
jangkauan
throw-in
selama 4 minggu adalah 0,70 meter dan
rerata
persentase
peningkatan
sebesar
isotonik otot, dengan beban konstan dan
5,34%.
ada perubahan panjang otot. Dengan
dikarenakan
demikian
mengontrol subjek dari aktivitas sehari-
akan
meningkatkan
sehingga
stability,
core
mengurangi
hari
Terjadi
atau
peningkatan
peneliti
kegiatan
tidak
diluar
kemungkinan cedera pada ekstremitas,
meskipun
karena terjadi peningkatan sensitivitas
tersebut bisa dikatakan kecil.
muscle spindles dan kontrol postural yang
besar.
Pada
yang
penelitian,
peningkatan
tidak
diberi
perlakuan difungsikan sebagai kelompok
diberikan beban yang merupakan metode
pembanding bagi kelompok yang diberi
paling berguna untuk latihan penguatan
perlakuan. Kelompok yang tidak diberi
otot. Karena core exercise ini merupakan
perlakuan
latihan
kemudian perbedaan hasil pada ke dua
dinamik,
isotonik
Kelompok
nilai
dapat
dapat
yang
latihan
demikian
ini
maka
dapat
hasilnya
cenderung
kecil,
meningkatkan tekanan intramuskuler dan
kelompok
menyebabkan peningkatan aliran darah,
eksperimen. Perbedaan hasil merupakan
sehingga
efek
latihan
ini
tidak
cepat
menimbulkan kelelahan.
Analisis
statistik
dari
dibandingkan
pemberian
pada
perlakuan
akhir
pada
kelompok eksperimen.
Kelompok
II
Pada Analisis statistik uji beda
dengan menggunakan uji komparabilitas
dengan uji independent sample t-test
nilai jangkauan throw-in dengan paired
masing-masing 16 subjek menunjukan
sample t-test didapatkan p = 0,000, jika
nilai p = 0,000, karena nilai p<0,05 maka
nilai p < 0,05 yang berarti ada perbedaan
terdapat perbedaan yang signifikan antara
yang bermakna dalam hal rerata nilai
pemberian core exercise (Kelompok I)
jangkauan throw-in dalam rentang selama
dengan
4 minggu tanpa perlakuan.
(Kelompok
tanpa mendapatkan
II)
dalam
perlakuan
meningkatkan
jangkauan throw-in pada siswa bali soccer
ball usia 11-13 tahun.
Terdapat perbedaan peningkatan
yang bermakna jangkauan throw-in antara
memperlihatkan
selisih
dan
kelompok perlakuan core exercise dengan
rerata
nilai
kelompok tanpa perlakuan pada siswa
jangkauan throw-in dengan roll meter pada
sekolah sepak bola bali soccer ball renon
Kelompok
usia 11-13 tahun.
persentase
peningkatan
I
dengan
perlakuan
core
exercise adalah 2,79 meter atau meningkat
sebesar 21,24% dan Kelompok II tanpa
perlakuan
adalah
meningkat
0,70
sebesar
meter
5,34%.
atau
Dalam
perbedaan selisih rerata nilai jangkauan
throw-in menunjukan bahwa Kelompok I
dengan core exercise lebih baik dari pada
Kelompok II tanpa perlakuan dalam hal
meningkatkan jangkauan throw-in pada
siswa ball soccer ball usia 11-13 tahun.
SIMPULAN
Terdapat
signifikan
peningkatan
dengan
selisih
yang
rerata
peningkatan sebesar 2,79 meter dan rerata
persentase
pemberian
peningkatan
core
21,24%
exercise
pada
dalam
meningkatkan jangkauan throw-in pada
DAFTAR PUSTAKA
Amen, K. and Dobinson T. 2007. Crunch.
Katalog Dalam Terbitan, Penerbit Edisi
Indonesia pada PT Raja Grafindo Persada,
Jakarta.
Charles, T. and Rook, S. 2011. 101 Youth
Football
Coaching
Sessions.
Edition I, Bloomsbury Publishing Plc,
London
FIFA, 2004. Low of The Game. Federation
Internationale de Football Association,
Zurich.
Hemphill, N. 2012. Core Exercise for
Athletic Performance. Dikutif 17/10/2013
dari
http://www.oneresult.com/training/coreexercises-athletic-performance.
Kisner, C. and Colby, L. A. 2002.
Therapeutic Exercise Foundations and
Techniques. Fifth Edition, F. A. Davis
Company, Philadelphia.
siswa sekolah sepak bola bali soccer ball
usia 11-13 tahun.
Terdapat
signifikan
peningkatan
yang
jangkauan throw-in dengan
selisih rerata peningkatan 0,70 meter dan
rerata persentase peningkatan 5,34% pada
siswa sekolah sepak bola bali soccer ball
usia
11-13
perlakuan.
tahun
walaupun
tanpa
Kurniawan, F. 2011. Buku Pintar Olah
Raga. Cetakan I, Penerbit Laskar Aksara,
Jakarta.
Larry W. McDaniel, Allen J.,Gaudet L.,
Tonkin S. 2009. Methods of Upper Body
Training to Increase Overhand Throwing
Power.
Dikutif
21/12/13
dalam
International Education Studies dari
www.ccsenet.org/journal.html.
Quinn, E,. 2013. Exercises for Injury-Free
Throwing.
Dikutif
14/11/13
dari
http://sportmedicine.com/od/sampleworko
uts/a/Exercise-For-Injury-FreeThrowing.htm.
Saeterbakken, A. H., Van Den Tillar, R.,
and Seiler, S. 2010. “Effect of Core
Stability Training on Throwing Velocity in
Female Handball Players”. Journal of
Strength and Condition Research, National
Strength and Conditioning Association,
Norway.
Schilling, J. F. 2013. “The Role of The
Anatomical Core in Athletic Movements”.
International Journal of Athletic Therapy
and Training, University of Shouthren
Maine.
Sugiyono,
2010.
Statistika
Untuk
Penelitian. Cetakan ke duabelas, Penerbit:
CV. Alfabeta, Bandung.
Willardson, J. M. 2007. “Core Stability
Training:
Applications
to
Sport
Conditioning Programs”. Journal of
Strength and Conditioning research Vol.
21 (3): 979-985, Physical Education
Department, Eastern Illinois University,
Charleston, Illinois.
Willson N., Herrick J., Krystle C. 2013.
How to Do a Throw-in Soccer. Dikutif
20/01/2014
dari
http://www.wikihow.com/Do-a-Throw-inSoccer.
Fly UP