...

Bab II - Repository Universitas Gunadarma

by user

on
Category: Documents
2

views

Report

Comments

Transcript

Bab II - Repository Universitas Gunadarma
PENGARUH GAYA HIDUP, PSIKOGRAFIS, LINGKUNGAN SOSIAL
DAN FISIK TERHADAP KEPUTUSAN PENGGUNAAN HANDPHONE
BERTEKNOLOGI 3G
Della Natalia dan Iman Murtono Soenhadji, Ph.D
Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma
Jl. Margonda Raya 100, Pondok Cina
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor perilaku konsumen,
yaitu gaya hidup, psikografis, lingkungan fisik dan sosial terhadap keputusan penggunaan
teknologi 3G. Dalam persaingan yang kian ketat dengan semakin mudahnya fasilitas 3G
didapat, produsen harus dapat memahami pengaruh faktor-faktor tersebut agar berhasil
dalam pemasaran dan menjual sesuai kebutuhan dan keinginan konsumen.
Teknik pengumpulan data dengan penyebaran kuesioner. Kuesioner yang berhasil
dikumpulkan sebanyak 120 responden. Teknik penetapan responden menggunakan teknik
sampel acak sederhana. Pada tahap analisis dilakukan uji reliabilitas dan validitas, uji
faktor, uji diskriminan, dan regresi linier berganda. Aplikasi SPSS digunakan untuk
membantu pengujian model ini.
Hasil penelitian menunjukan keputusan penggunaan handphone berteknologi 3G
(Y) dipengaruhi secara bersama-sama oleh faktor gaya hidup, psikografis, lingkungan
sosial dan fisik (Fhitung = 17,859 lebih besar dari Ftabel = 2,6828). Gaya hidup
mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap keputusan penggunaan handphone
berteknologi 3G (Y). Hal ini dapat dilihat dari tingkat signifikansi pada uji T yang
menunjukkan variabel gaya hidup memiliki tingkat signifikan yang paling kecil (0,000).
Jenis kelamin (gender) bisa menjadi prediktor dalam pengambilan keputusan untuk
menggunakan handphone berteknologi 3G.
Kata kunci: gaya hidup, psikografis, lingkungan fisik dan sosial, keputusan penggunaan,
handphone 3G.
EFFECT OF LIFESTYLE, PSYCHOGRAPHICS, SOCIAL AND
PHYSICAL ENVIRONMENTS ON THE DECISION OF USE
HANDPHONE 3G
ABSTRACT
Objective of the study was to determine the effect of consumer behavior factors,
namely lifestyle, psychographics, social and physical environment of the decision to use
3G technology. In a competitive environment with increasingly easy to get 3G facility,
the manufacturer must be able to understand the influence of these factors for success in
marketing and selling according to your needs and desires of consumers.
Collecting data by distributing questionnaires. The questionnaire collected a total
of 120 respondents. Determination technique of respondents using simple random
sampling technique. In the analysis phase to test the reliability and validity, test factors,
1
test the discriminant, and multiple linear regression. SPSS application used to help test
this
model.
The results show the use of decision-tech 3G mobile phones (Y) is influenced
jointly by a factor of lifestyle, psychographics, social and physical environment (F value
= 17.859 greater than Ftable = 2.6828). Lifestyles have the most dominant influence on
the decision to use 3G mobile phone (Y). It can be seen from the level of significance at
which the T test has a lifestyle variables showed significant levels of the smallest (0.000).
Sex (gender) can be a predictor in the decision to use a 3G mobile phone technology.
Keywords: lifestyle, psychographics, physical and social environment, the decision to use,
3G mobile phone
yang dapat digunakan, seperti internet
dan percakapan menggunakan video,
yang tentunya didukung pula oleh
operator seperti Indosat, XL, Simpati,
dan sebagainya. Teknologi 3G banyak
digunakan diberbagai kalangan usia,
mulai dari pelajar, mahasiswa, bahkan
para eksekutif muda. Banyak faktor
yang
menyebabkan
konsumen
menggunakan fasilitas teknologi 3G.
Dalam proses pengambilan
keputusan
untuk
menggunakan
handphone berteknologi 3G, konsumen
dipengaruhi oleh beberapa faktor, di
antaranya bauran pemasaran, individu
konsumen, dan pengaruh lingkungan.
Menurut Engel, Blackwell, dan Miniard
(1994) proses keputusan dipengaruhi
oleh perbedaan individu, proses
psikologis, pengaruh lingkungan dan
strategi pemasaran. Dalam persaingan
yang kian ketat dengan semakin
mudahnya fasilitas 3G didapat, produsen
harus dapat memahami faktor-faktor
tersebut agar berhasil dalam pemasaran
dan menjual sesuai kebutuhan dan
keinginan konsumen.
Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh faktor gaya hidup,
faktor psikografis, dan faktor pengaruh
lingkungan sosial dan fisik terhadap
perilaku konsumen dalam pengambilan
keputusan
penggunaan
handphone
berteknologi 3G, dan mengetahui
pengaruh paling dominan dari faktor
gaya hidup, faktor psikografis, dan
faktor pengaruh lingkungan sosial dan
PENDAHULUAN
Memasuki
era
globalisasi,
kebutuhan akan informasi yang cepat,
tepat dan sesuai dengan perkembangan
zaman sangat dibutuhkan sehingga tidak
ketinggalan zaman. Di Indonesia yang
merupakan
negara
berkembang,
kebutuhan informasi akan sangat tinggi
(Sujoko, 2007). Banyak cara yang bisa
dilakukan untuk memperoleh informasi
tersebut,
diantaranya
dengan
menggunakan teknologi yang bernama
internet. Kemajuan dalam dunia
telekomunikasi pun juga semakin pesat.
Tentunya guna mendapat informasi yang
tepat dan akurat dibutuhkan tidak hanya
sekedar
membaca,
namun
juga
berkomunikasi. Dengan bertambah
pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi, diperkenalkanlah suatu
bentuk
teknologi
baru
yang
dipopulerkan dengan nama ‘3G’ (Third
Generation).
3G adalah salah satu teknologi
yang menggabungkan antara dunia
komunikasi dan internet. Fasilitas ini
mulai banyak dimanfaatkan dalam
berbagai bidang, misalnya dalam bidang
komunikasi. Banyaknya alat komunikasi
yang dilengkapi dengan fasilitas 3G
memberikan keuntungan tersendiri bagi
pemakainya.
Salah satu alat komunikasi yang
banyak memanfaatkan teknologi 3G
adalah telepon selular. Banyak fasilitas
yang terdapat pada telepon seluler 3G
2
ekonomi, pendapatan, teknologi, politik,
dan budaya.
Rangsangan ini
membentuk karakteristik pembeli, yaitu
kebudayaan,
sosial,
pribadi
dan
psikologi, yang dapat mendorong
konsumen untuk melakukan proses
pengambilan keputusan membeli barang
sehingga
konsumen
mendapatkan
manfaat.dari pemilihan produk yang
dibeli. Budaya merupakan unsur yang
sangat penting, yang mempengaruhi
keinginan dan perilaku seseorang.
Sukojo (2007: 9-20) menguji
pengaruh faktor perilaku konsumen
yang terdiri dari bauran pemasaran
(produk,
harga,
promosi,
tempat/distribusi, proses dan bukti fisik),
individu konsumen (motivasi, persepsi,
sikap, pembelajaran), dan pengaruh
lingkungan (budaya, kelas sosial,
kelompok acuan) terhadap keputusan
pemakaian jasa warnet di Kota Jember
baik secara simultan maupun secara
parsial. Hasil analisis menunjukkan
bahwa
terdapat
pengaruh
yang
signifikan baik secara simultan maupun
secara parsial antara variabel bauran
pemasaran
(produk,
harga,
tempat/distribusi, dan proses), individu
konsumen (motivasi, persepsi), dan
pengaruh
lingkungan
(budaya,
kelompok acuan), terhadap keputusan
pemakaian jasa warnet di Kota Jember.
Variabel dominan dalam penelitian ini
adalah harga yang mempengaruhi
keputusan pemakaian jasa warnet di
Kota Jember.
Tedjakusuma, Sri Hartini, dan
Muryani (2001: 48-58) menguji
pengaruh faktor perilaku konsumen
yang terdiri dari konsumen individu
yang
terdiri
dari
pendidikan,
penghasilan dan faktor-faktor strategi
pemasaran yang terdiri dari harga,
kualitas, distribusi, dan promosi
terhadap pembelian air minum mineral
di Kotamadya Surabaya secara bersamasama, serta mengetahui variabel perilaku
konsumen yang mempunyai pengaruh
dominan terhadap pembelian air minum.
fisik terhadap pengambilan keputusan
penggunaan handphone teknologi 3G.
TELAAH PUSTAKA
Perilaku Konsumen
Ada beberapa definisi perilaku
konsumen yang dikemukakan oleh para
pakar. Diantaranya menurut Engel
(1995), perilaku konsumen adalah
tindakan yang langsung terlibat untuk
mendapatkan,
mengkonsumsi,
dan
menghabiskan produk atau jasa,
termasuk proses keputusan yang
mendahului dan mengikuti tindakan ini.
Sementara, Loudon dan Bitta (1988)
lebih menekankan perilaku koonsumen
sebagai suatu proses pengambilan
keputusan yang mensyaratkan individu
untuk
mengevaluasi,
memperoleh,
menggunakan, atau mengatur barang
dan jasa.
Kotler dan Amstrong (2006)
mengartikan perilaku konsumen sebagai
perilaku pembelian konsumen akhir,
baik individu maupun rumah tangga
yang membeli produk untuk konsumsi
personal.
Memahami perilaku konsumen
meliputi perilaku yang dapat diamati
seperti jumlah yang dibelanjakan, kapan,
dengan siapa, oleh siapa, dan bagaimana
barang yang sudah dibeli dikonsumsi.
Juga termasuk variabel-variabel yang
tidak dapat diamati seperti nilai-nilai
yang tidak dimiliki oleh konsumen,
kebutuhan pribadi, persepsi, bagaimana
mereka mengevaluasi alternatif dan apa
yang
mereka
rasakan
tentang
kepemilikan dan penggunaan produk
yang bermacam-macam.
Proses terjadinya pengambilan
keputusan oleh pelanggan untuk
membeli diawali dari rangsangan
pemasaran, yang terdiri dari produk,
harga,
distribusi,
dan
promosi.
Rangsangan pemasaran ini dilengkapi
dengan rangsangan lain-lain, seperti
3
mengurangi
ketegangan
yang
dimilikinya), persepsi (proses seseorang
individu memilih, mengorganisasi dan
mengintepretasi
masukan
untuk
menciptakan gambaran yang bermakna),
pengetahuan
(pembelajaran
yang
meliputi perubahan dalam perilaku
seseorang
yang
timbul
dari
pengalaman).serta
keyakinan
dan
pendirian
yang
dapat
diperoleh
seseorang melalui bertindak dan belajar.
Mereka membuktikan bahwa perilaku
konsumen dalam pembelian air minum
mineral dipengaruhi secara bersamasama dan bermakna oleh faktor
pendidikan, penghasilan, harga, kualitas,
distribusi dan promosi.
Selain faktor budaya dan sub
budaya, kelas sosial juga memiliki
pengaruh
penting
pada
perilaku
konsumen, yang biasanya merupakan
strata sosial. Kelas sosial mencerminkan
penghasilannya, yang sekaligus sebagai
indikator pekerjaan, pendidikan dan
tempat tinggal. Tiap-tiap kelas sosial
memiliki ciri yang berbeda-beda,
preferensi produk dan merek.
Keputusan membeli dipengaruhi
pula oleh karakteristik pribadi, yaitu
usia, dan tahap hidup, pekerjaan,
keadaan ekonomi, gaya hidup serta
kepribadian dan konsep diri pembeli
Selera terhadap konsumsi barang-barang
jasa yang dibeli berhubungan dengan
usia seseorang.
Gaya hidup adalah pola hidup
seseorang yang diekspresikan dalam
aktivitas, minat dan opininya, yang
menggambarkan
“keseluruhan
diri
seseorang” yang berinteraksi dengan
lingkungannya. Gaya hidup seorang
pegawai negeri umumnya adalah
mencari status dirinya dalam lingkungan
birokrasi, sedangkan gaya hidup seorang
kyai adalah menggambarkan seorang
yang moralis.
Kepribadian biasanya dijelaskan
dengan menggunakan ciri-ciri seperti
kepercayaan diri, dominasi, otonomi,
ketaatan bersosialisasi, daya tahan dan
kemampuan beradaptasi. Kepribadian
yang diklasifikasikan dengan akurat dan
terdapat korelasi yang kuat antara jenis
kepribadian tertentu dengan pilihan
produk atau merek.
Faktor
psikologis
yang
mempengaruhi
seseorang
untuk
membeli terdiri dari empat faktor yaitu
motivasi (dorongan seseorang untuk
bertindak
guna
memuaskan
kebutuhannya
sehingga
dapat
Pengambilan
Konsumen
Keputusan
Untuk
sampai
ke
tahap
pembelian, konsumen melalui beberapa
proses, yaitu pengenalan masalah,
pencarian informasi, dan evaluasi
terhadap merek kompetitif.
Setelah
pembelian, pembelian konsumen akan
mengalami kepuasan atau ketidak
puasan kemudian melakukan tindakan
untuk mendapatkan perhatian dari
pemasar (Kotler, 2000).
Pembelian konsumen sangat
dipengaruhi oleh faktor kultural, sosial,
pribadi, dan psikologis. Faktor kultural
“tidak terkendali” oleh pemasar tetapi
harus diperhitungkan. Faktor kultural
mempunyai pengaruh yang paling luas
dan paling dalam terhadap perilaku
konsumen. Pemasar harus memahami
peran yang dimainkan oleh kultur,
subkultur, dan kelas sosial pembeli.
Kultur adalah factor penentu paling
pokok dari keinginan dan perilaku
seseorang. Makhluk yang lebih rendah
umumnya dituntun oleh naluri. Perilaku
manusia umumnya dipelajari. Anakanak yang tumbuh menjadi dewasa di
dalam suatu masyarakat mempelajari
serangkaian nilai pokok, persepsi,
preferensi, dan perilaku melalui suatu
proses sosialsasi yang melibatkan
keluarga dan lembaga inti lainnya.
Tiap
kultur
mempunyai
subkultur yang lebih kecil, atau
kelompok orang dengan system nilai
yang sama berdasarkan pengalaman dan
4
pada
perilaku
pembeli.
Dalam
kehidupan pembeli dapat dibedakan dua
keluarga. Keluarga orientasi yang terdiri
dari orang tua. Dari orang tua, seorang
memperoleh suatu orientasi kea rah
agama, politik dan ekonomi dan suatu
perasaan akan ambisi pribadi, harga diri
dan cinta kasih. Kelurga prokreasi yakni
suami-isteri dan anak-anak mempunyai
suatu
pengaruh
yang
lebih
langsungterhadap perilaku pembelian
sehari-hari.
Seseorang berperan serta dalam
banyak kelompok, seperti keluarga,
perkumpulan,
organisasi.
Posisi
seseorang dalam tiap kelompok dapat
ditentukan dari segi peran dan status.
Suatu peran adalah kegiatan yang
diharapkan untuk dilakukan seseorang
sesuai
dengan
orang-orang
di
sekelilingnya. Tiap peran membawa
status yang mencerminkan penghargaan
umum oleh masyarakat sesuai dengan
status itu.
situasi hidup yang sama. Subkultur
mencangkup asal kebangsaan, agama,
kelompok rasial, and wilayah geografik.
Banyak subkultur ini merupakan segmen
pasar yang penting, dan pemasar sering
menemukan bahwa ada manfaatnya
merancang produk dan program yang
disesuaikan
dengan
kebutuhan
kelompok subkultur ini.
Kelas sosial adalah susunan
yang relatif permanen dan teratur dalam
suatu masyarakat yang anggotanya
mempunyai nilai, minat, dan perilaku
yang sama.
Kelas sosial tidak
ditentukan oleh faktor tunggal seperti
pendapatan tetapi diukur sebagai suatu
kombinasi
pekerjaan,
pendapatan,
pendidikan, kekayaan, dan variabel
lainnya. Dalam beberapa sistem sosial,
anggota berbagai kelas “ditakdirkan”
untuk memegang peran tertentu dan
tidak mengubah posisi sosial mereka.
Perilaku seseorang dipengaruhi
oleh banyak kelompok kecil. Kelompok
yang berpengaruh langsung dan padanya
seseorang menjadi anggotanya disebut
kelompok keanggotaan. Ada yang
merupakan kelompok primer yang
dengannya seseorang berinteraksi secara
regular tetapi interaksi yang sifatnya
tidak resmi (informal) seperti keluarga,
teman, tetangga, dan rekan sepekerjaan.
Ada lagi yang dikenal sebagai kelompok
sekunder,
dengannya
seseorang
berinteraksi secara lebih resmi (formal)
tetapi kurang atau tidak regular.
Termasuk dalam kelompok ini adalah
organisasi seperti kelompok keagamaan,
ikatan profesi, dan serikat dagang.
Kelompok rujukan (kelompok referensi)
adalah kelompok yang merupakan titik
perbandingan atau rujukan langsung
(tatap muka) atau tak langsung dalam
pembentukan sikap atau perilaku
seseorang.
Kelompok aspirasional
adalah suatu kelompok yang padanya
seseorang ingin atau bercita-cita menjadi
anggotanya.
Anggota keluarga pembeli dapat
menanamkan suatu pengaruh yang kuat
METODE PENELITIAN
Penelitian
ini
merupakan
metode penelitian survey yaitu suatu
penelitian yang mengambil sampel dari
suatu populasi dengan mengandalkan
kuesioner
sebagai
instrumen
pengumpulan data. Dengan demikian
penelitian ini dikategorikan sebagai
explanatory research, yaitu penelitian
yang menjelaskan hubungan kausal
antara
variabel-variabel
penelitian
melalui
pengujian
hipotesis
(Singarimbun, 1995).
Variabel penelitian meliputi
variabel dependen (Y) yaitu keputusan
konsumen menggunakan handphone
berteknologi
3G
dan
variabel
independen (X) adalah faktor-faktor
perilaku konsumen (faktor gaya hidup,
faktor
psikografis,
dan
faktor
lingkungan social dan fisik).
Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh mahasiswa pemakai
5
lebih besar dari 0.6. Dalam pengolahan
data dengan menggunakan regresi linier
berganda, dilakukan beberapa tahapan
untuk mencapai hubungan antar variabel
dependen dengan variabel independen.
Pada signifikansi 0.05 dengan
uji 2 sisi dan jumlah data (n) = 120,
didapat r tabel sebesar 0.192. Jika r lebih
besar dari r tabel,maka butir item
(instrumen) tersebut valid (Priyatno,
2008). Pada hasil statistik dapat dilihat
bahwa semua butir item (instrumen)
nilainya lebih besar dari 0,192. Ini
berarti semua butir item (instrumen)
adalah valid. Uji signifikansi dilakukan
pada taraf signifikansi 0.05, artinya
instrumen dapat dikatakan reliabel bila
nilai alpha lebih besar dari r kritis
product moment (Priyatno, 2008), atau
dengan menggunakan batasan tertentu.
Menurut Sekaran (1992) reliabilitas
kurang dari 0.6 adalah kurang baik,
sedangkan 0.7 dapat diterima, dan di
atas 0.8 adalah baik. Nilai reliabilitas
sebesar 0.894 menjelaskan bahwa butir
item (instrumen) adalah baik atau dapat
dipercaya.
teknologi 3G bagi pengguna Indosat di
Kampus
Universitas
Gunadarma.
Penelitian ini adalah penelitian primer
dan
bersifat
kualitatif
dengan
menyebarkan kuesioner. Penelitian ini
jumlah populasinya tidak bisa diketahui
secara pasti, maka berdasarkan Malhotra
(1999), untuk menentukan jumlah
sampel dapat ditentukan yaitu minimum
4 atau 5 kali jumlah variabel yang
digunakan. Kuesioner yang telah disebar
berjumlah 200 kuesioner, dan yang
kembali berjumlah 120 kuesioner.
Jumlah responden yang diambil
sebanyak 120 orang mahasiswa.
Instrumen
penelitian
yang
digunakan untuk mengumpulkan data
adalah kuisioner. Skala yang digunakan
adalah skala interval, pengukuran skala
menggunakan
tipe
likert
yang
pendekatan ratingnya 1 sampai 5 yang
menunjukkan
derajat.
Derajat
1
menunjukkan kurang setuju hingga 5,
sangat setuju.
Sebelum digunakan
sebagai instrumen penelitian, kuesioner
divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Data
yang terkumpul dianalisis menggunakan
uji t dua sampel bebas dan analisis
faktor.
Kekuatan pengaruh diukur
menggunakan metode statistik regresi
berganda. Gender di ukur dengan
menggunakan analisis diskriminan.
Karakteristik Responden
Responden dalam penelitian ini
merupakan
pengguna
handphone
berteknologi 3G. Responden adalah
mahasiswa dari berbagai universitas
yang ada di kota Depok. Kuesioner yang
disebar berjumlah 200, namun yang
kembali berjumlah 120 kuesioner,
sehingga jumlah responden yang di
ambil sebanyak 120 orang. Pada
penyebaran kuisioner juga informasi
data responden. Hal tersebut berguna
untuk
mengetahui
karakteristik
responden yang pada penelitian ini
didasarkan pada nama, alamat, usia,
jenis kelamin, dan pendapatan/uang
saku per bulan, serta frekuensi
mengakses teknologi 3G.
Dilihat dari usia, responden
berada pada kisaran usia 19-25 tahun
(78,3%). Sebanyak 42 responden atau
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
Kuesioner
Hasil uji validitas instrumen
penelitian menunjukkan bahwa semua
item penelitian adalah valid. Hal ini
dapat diketahui dari signifikansi hasil
perhitungan korelasi lebih kecil dari
0,05. Hasil pengujian reliabilitas
instrumen penelitian, menunjukkan
bahwa semua penelitian adalah reliabel.
Hal ini dapat diketahui bahwa semua
variable penelitian ini mempunyai
koefisien keandalan/alpha sama atau
6
signifikansi sebesar 0,000. Angka 0,722
berada di atas 0,5 dan signifikansi 0,000
lebih kecil dari 0,005 , maka proses
analisis dapat dilanjutkan. Sedangkan
pada kolom loading menunjukkan
bahwa ada 4 butir pernyataan yang
terbentuk dari variabel gaya hidup, yang
menunjukkan korelasi antara suatu
variabel dengan faktor yang terbentuk.
Pendapat bahwa penggunaan teknologi
3G sesuai dengan gaya hidup yang
modern (butir 2) memiliki nilai loading
yang dominan, yaitu sebesar 0,829.
artinya, faktor gaya hidup butir 2 sudah
dapat mewakili variabel gaya hidup dari
keempat butir gaya hidup yang ada.
Analisis faktor pada faktor
psikografis menunjukkan KMO MSA
(Kaiser Meyer Oikin Measure of
Sampling Adequacy) adalah sebesar
0,791 dengan signifikansi sebesar 0,000.
Angka 0,791 berada di atas 0,5 dan
signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,005
, maka proses analisis dapat dilanjutkan.
Sedangkan
pada
kolom loading
menunjukkan bahwa ada 5 butir
pernyataan yang terbentuk dari variabel
psikografis, yang menunjukkan korelasi
antara suatu variabel dengan faktor yang
terbentuk. Pendapat bahwa relasi dan
kerabat adalah pendukung kesuksesan
(butir 10) memiliki nilai loading yang
dominan, yaitu sebesar 0,825. artinya,
faktor psikografis butir 10 sudah dapat
mewakili variabel psikografis dari
kelima butir psikografis yang ada.
Angka KMO MSA (Kaiser
Meyer Oikin Measure of Sampling
Adequacy) pada faktor lingkungan sosial
dan fisik adalah sebesar 0,719 dengan
signifikansi sebesar 0,000. Angka 0,719
berada di atas 0,5 dan signifikansi 0,000
lebih kecil dari 0,005 , maka proses
analisis dapat dilanjutkan. Sedangkan
pada kolom loading menunjukkan
bahwa ada 4 butir pernyataan yang
terbentuk dari variabel lingkungan sosial
& fisik, yang menunjukkan korelasi
antara suatu variabel dengan faktor yang
terbentuk. Pendapat bahwa penggunaan
(35,0%) adalah perempuan dan sisanya
adalah responden laki-laki, yaitu
sebanyak 78 responden (65,0%). Dilihat
dari besarnya uang saku, 38,3% dari
responden memiliki uang saku Rp.
500,000,sampai
dengan
Rp.
1,000,000,- per bulan. Peringkat kedua
adalah responden dengan uang saku
sebesar Rp. 150,000,- sampai dengan
Rp. 500,000,- per bulan, yaitu sebanyak
28,3%. Ada 14,2% yang mendapatkan
uang saku sebesar Rp. 1,000,000,sampai dengan Rp. 2,000,000,- per
bulan dan 9,2% dengan uang saku
kurang dari Rp. 150,000,-.
Dilihat dari frekuensi akses
yang dilakukan, 40,8% responden
menjawab jarang melakukan akses
teknologi 3G.
Sedangkan untuk
jawaban sangat sering, sering, dan
cukup sering secara berturut-turut adalah
13,3%, 19,2%,d an 26,7%.
Dapat
dinyatakan, bahwa persentase terbanyak
adalah responden yang melakukan akses
ke teknologi indosat 3G cukup sering.
Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Perilaku
Konsumen dalam Penggunaan
Teknologi 3G
Pengukuran terhadap pengaruh
produk terhadap perilaku konsumen
pengguna handphone teknologi 3G
menghasilkan nilai t hitung,variabel
gaya hidup dan psikografis memiliki
probabilitas lebih kecil dari 0,05, maka
kedua variabel tersebut berpengaruh
secara signifikan terhadap keputuan
penggunaan.
Sedangkan
variabel
lingkungan sosial dan fisik memiliki
probabilitas lebih besar dari 0,05, maka
variabel tersebut tidak berpengaruh
signifikan
terhadap
keputusan
penggunaan.
Pada analisis faktor yang
dilakukan,
faktor
gaya
hidup
menunjukkan KMO MSA (Kaiser
Meyer Oikin Measure of Sampling
Adequacy) adalah sebesar 0,722 dengan
7
sebesar 0,893. artinya, faktor keputusan
penggunaan butir 16 dan 17 sudah dapat
mewakili
variabel
keputusan
penggunaan.
Untuk analisis diskriminan,
hasil klasifikasi menunjukkan bahwa
dari 42 orang yang berjenis kelamin
perempuan, 14 di antaranya masuk
dalam klasifikasi laki karena memiliki
nilai rata-rata rasio pada variabel
diskriminan lebih mendekati kelompok
laki. Dari 78 orang yang berjenis
kelamin laki-laki 31 di antaranya masuk
ke dalam klasifikasi perempuan karena
memiliki nilai rata-rata rasio pada
variabel diskriminan lebih mendekati
kelompok perempuan. Jadi dari 120
sampel mampu menjelaskan ketepatan
klasifikasi sebesar 62,5%. Ketepatan
model tersebut di anggap tinggi apabila
angka di atas 50,0%, sehingga fungsi
diskriminan ini dapat memprediksikan
kategori gender (perempuan dan lakilaki) terhadap keputusan penggunaan.
teknologi 3G karena pengaruh teman
(butir 11) memiliki nilai loading yang
dominan, yaitu sebesar 0,844. artinya,
faktor lingkungan sosial & fisik butir 11
sudah
dapat
mewakili
variabel
lingkungan sosial & fisik dari keempat
butir lingkungan sosial & fisik yang ada.
Pada
variabel
keputusan
penggunaan, KMO MSA (Kaiser Meyer
Oikin Measure of Sampling Adequacy)
adalah sebesar 0,500 dengan signifikansi
sebesar 0,000. Angka 0,500 = 0,5 dan
signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,005
, maka proses analisis dapat dilanjutkan.
Sedangkan
pada
kolom loading
menunjukkan bahwa ada 2 butir
pernyataan yang terbentuk dari variabel
keputusan
penggunaan,
yang
menunjukkan korelasi antara suatu
variabel dengan faktor yang terbentuk.
Pendapat bahwa penggunaan handphone
3G beeguna (butir 16) dan akan terus
menggunakan handphone 3G memiliki
nilai loading yang sama besar, yaitu
MODEL
HASIL
Psikografi
s
ANALISIS
lingkungan sosial dan fisik terhadap
keputusan gaya hidup adalah signifikan,
sedangkan pengaruh lingkungan sosial
dan fisik tidak signifikan terhadap
keputusan penggunaan. Gaya hidup
berpengaruh
signifikan
terhadap
keputusan penggunaan.
Psikografis
mempengaruhi
langsung
keputusan
penggunaan
handphone berteknologi 3G, namun
psikografis tidak mempengaruhi gaya
hidup seseorang untuk menggunakan
handphone
berteknologi
3G.
Berkebalikan dengan lingkungan sosial
dan fisik yang mempengaruhi gaya
hidup
seseorang
yang
akhirnya
memutuskan
untuk
menggunakan
handphone 3G. Namun lingkungan
sosial dan fisik tidak bisa mempengaruhi
secara langsung keputusan seseorang
untuk
menggunakan
handphone
berteknologi 3G. Dan gaya hidup
berpengaruh secara langsung dalam
keputusan
seseorang
untuk
0,176
0.057
Gaya
Hidup
0,555
Keputusan
Penggunaan
0,421
Lingkung
an
- 0,117
Sumber: Asseal dimodifikasi
Ket: Signifikan
Tidak Signifikan
Gambar 1. Model Penelitian
Keputusan Penggunaan Handphone
Berteknologi 3G
Model di atas menunjukkan bahwa
pengaruh psikografis signifikan terhadap
keputusan penggunaan. Sedangkan
pengaruh psikografis tidak signifikan
terhadap
gaya
hidup.
Pengaruh
8
ditunjukkan oleh Fhitung = 17,859 lebih
besar dari Ftabel = 2,6828. Ternyata
jenis kelamin (gender) bisa menjadi
prediktor dalam pengambilan keputusan
untuk
menggunakan
handphone
berteknologi 3G.
Sehubungan dengan penelitian
ini hanya memperhatikan tiga faktor
yang
mempengaruhi
keputusan
penggunaan handphone berteknologi
3G, maka sangat perlu dilaksanakan
penelitian lebih lanjut untuk melibatkan
lebih banyak faktor-faktor yang
mempengaruhi
konsumen
dalam
menggunakan handphone berteknologi
3G, sehingga dapat diketahui efektivitas
faktor-faktor
tersebut
terhadap
keputusan penggunaan.
menggunakan handphone berteknologi
3G.
Faktor
psikografis
yang
dipengaruhi
oleh
empat
faktor
psikologis yang utama, yaitu motivasi,
persepsi, belajar, kepercayaan dan sikap,
berpengaruh secara langsung terhadap
keputusan penggunaan, namun ini tidak
mempengaruhi gaya hidup. Lingkungan
Sosial
dan
fisik
tidak
bisa
mempengaruhi
secara
langsung
keputusan penggunaan, ini harus sesuai
dulu dengan gaya hidup seseorang, baru
kemudian konsumen bisa memutuskan
pilihannya. Sedangakan gaya hidup
yang modern dan serba cepat sekarang
ini, bisa jadi menjadi kebutuhan yang
paling
dominan
dalam
mencari
informasi, dalam penelitian ini berarti
mendorong
keputusan
untuk
menggunakan handphone berteknologi
3G yang dapat dengan mudah mencari
informasi dengan cepat.
IMPLIKASI
Dengan model yang terbentuk
pada penelitian ini mengenai variabelvariabel yang mempengaruhi keputusan
penggunaan handphone berteknologi
3G, ternyata variabel gaya hidup
merupakan variabel yang memiliki
pengaruh
paling
dominan
dan
berpengaruh secara langsung terhadap
keputusan penggunaan. Gaya hidup
seseorang sangat beragam, bahkan jika
memiliki pekerjaan yang sama, gaya
hidup seseorang bisa berbeda-beda.
Gaya hidup seseorang menunjukkan
pola kehidupan yang tercermin dalam
kegiatan, minat, dan pendapatnya.
Karena itu, gaya hidup berpengaruh
secara langsung terhadap keputusan
pembelian seseorang atau dalam
penelitian
ini
adalah
keputusan
penggunaan terhadap handphone 3G.
Gaya hidup merupakan faktor pribadi
dalam perilaku konsumen. Pengaruh
gaya hidup yang paling dominan dalam
penelitian ini mungkin disebabkan
karena
responden
(konsumen)
mempunyai gaya hidup yang mengikuti
perkembangan jaman yang serba cepat
dan modern, sehingga mendorong
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil analisis dan
pembahasan
yang
dilakukan
berdasarkan data yang dikumpulkan,
maka
dapat
diambil
beberapa
kesimpulan yaitu, faktor Psikografis
mempengaruhi langsung keputusan
penggunaan handphone berteknologi
3G. Faktor Lingkungan sosial dan fisik
tidak mempengaruhi secara langsung
keputusan
penggunaan
handphone
berteknologi 3G. Bahwa gaya hidup
mempunyai pengaruh yang paling
dominan
terhadap
keputusan
penggunaan handphone berteknologi
3G (Y). Hal ini dapat dilihat dari
tingkat signifikansi pada uji T yang
menunjukkan variabel gaya hidup
memiliki tingkat signifikan yang paling
kecil (0,000). Ternyata keputusan
penggunaan handphone berteknologi 3G
(Y) dipengaruhi secara bersama-sama
oleh faktor gaya hidup, psikografis,
lingkungan sosial dan fisik. Hal ini
9
Priyatno, Duwi. 2009. SPSS Untuk
Analisis Korelasi, Regresi, dan
multivariate. Yogyakarta: Gava
Media.
Schiffman, L.G., dan Kanuk, L.L. 2000.
Consumer Behaviour. USA :
Prentice Hall.
Sudjana. 1992. Metode Statistika.
Bandung: Tarsito.
Sujoko. 2007. Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi
Keputusan
Pemakaian Jasa Warnet Di
Kota Jember, Jurnal Manajemen
Pemasaran, Vol. 2 No.1, April :
9-20.
Tedjakusuma, Ritawati, Sri Hartini,
Muryani. 2001. Analisis FaktorFaktor Yang Mempengaruhi
Perilaku Konsumen Dalam
Pembelian Air Minum Mineral
Di Kotamadya Surabaya, Jurnal
Penelitian Dinamika Sosial,
Vol. 2, No. 3, Desember : 4858.
konsumen
(responden)
memilih
handphone berteknologi 3G yang dapat
mengakses informasi dengan cepat.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur
Penelitian suatu Pendekatan
Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Assael,
Henry.
1995.
Customer
Behaviour
And
Marketing
Action,
Keat
Publishing
Company, Boston.
Engel, James F, Roger D Blackwell dan
Paul W. Miniard. 1994. Perilaku
Konsumen, Jilid 1, Jakarta: Bina
Rupa Aksara.
Engel, James and Robert. 1995. Perilaku
Konsumen
,Alih
Bahasa
Budijanto,
Edisi
Keenam,
Binarupa Aksara, Jakarta.
Jowma W., Visza. 2008. Model
Pembelian Ulang Dan Prediksi
Perilaku
Konsumen
Pada
Produk Air Mineral Aqua.
Skripsi. Universitas Gunadarma,
Depok.
Kotler, Philip. 2002. Manajemen
Pemasaran, Edisi Milenium Jilid
1 & 2, Jakarta: Prentice Hall.
Kotler, Philip, and Armstrong, Gary.
2004. Principles of Marketing
10th Edition. New Jersey :
Prentince Hall
Louden, David L and Albert. J. Della
Betta.
1988.
Consumer
Behavior
Concepts
and
Application, McGraw Hill, Inc,
New York.
Mowen, C. John and Michael Minor.
2002.
Perilaku
konsumen,
Jakarta: Erlangga.
Nugroho, Bhuono Agung. 2005. Strategi
Jitu memilih Metode Statistik
Penelitian
dengan
SPSS,
Yogyakarta: Andi.
Priyatno, Dwi. 2008. Mandiri Belajar
SPSS, Yogyakarta: MediaKom.
10
Fly UP