...

kitab deuterokanonika

by user

on
Category: Documents
3

views

Report

Comments

Transcript

kitab deuterokanonika
KITAB DEUTEROKANONIKA
TOBIT
VERSI LEMBAGA ALKITAB INDONESIA (1974)
Tb
1
1:11
Kitab kisah Tobit bin Tobiel bin Ananiel bin Aduel bin Gabael bin Rafael bin Raguel dari keturunan Asiel
dari suku Naftali.
Di zaman Salmaneser, raja orang-orang Asyur, Tobit diangkut tertawan dari Tisbe yang terletak di sebelah
selatan Kudios-Naftali di Galilea atas di atas Hazor, yakni di sebelah barat, dan di sebelah utara Fogor.
Aku, Tobit menempuh jalan kebenaran dan kesalehan seumur hidupku dan banyak melakukan kebajikan
kepada para saudara dan segenap bangsaku yang bersama dengan daku telah berangkat ke pembuangan,
ke negeri Asyur ke kota Niniwe.
Waktu aku masih tinggal di tanah airku, yaitu di tanah Israel, dan ketika aku masih muda, maka seluruh
suku Naftali moyangku memberontak terhadap keluarga Daud bapaku dan terhadap Yerusalem, kota yang
telah dipilih dari antara semua suku Israel, supaya di sana semua suku mempersembahkan korban.
Memang di sanalah Bait Tuhan, yaitu kediaman Allah, telah dibangun dan ditahbiskan untuk segala
keturunan sepanjang sekalian abad.
Tetapi semua saudaraku dan juga rumah bapaku Naftali mempersembahkan korban kepada anak lembu
yang telah dibuat Yerobeam, raja Israel, di kota Dan yang terletak di pegunungan Galilea.
Pada hari-hari raya sering kali hanya aku seorang diri sajalah yang pergi ke Yerusalem, sebagaimana yang
tersurat bagi segenap Israel sebagai hukum abadi. Pergilah aku ke Yerusalem dengan membawa buah
bungaran dan anak sulung dari ternak serta bagian sepersepuluh dari hewan dan lagi guntingan pertama
bulu domba.
Semuanya kuberikan kepada para imam, keturunan Harun, untuk mezbah. Bagian sepersepuluh dari
gandum, anggur, minyak, buah zaitun, buah delima dan hasil bumi lainnya kuberikan kepada kaum Lewi
yang menyelenggarakan kebaktian di Yerusalem. Selama enam tahun akupun memungut bagian
sepersepuluh yang kedua dan setiap tahun aku pergi membiayakannya di Yerusalem.
Adapun bagian sepersepuluh yang ketiga kuberikan kepada para yatim piatu, para janda dan kaum
perantau yang tinggal di tengah-tengah orang Israel. Tiga tahun sekali bagian sepersepuluh itu kubawa
untuk diberikan kepada mereka. Itupun kami makan pula menurut aturan yang ditetapkan perihal mereka
dalam hukum Taurat Musa dan sesuai dengan perintah yang telah diberikan Debora, yaitu ibu Ananiel
ayahku. Sebab waktu berpulang ayahku meninggalkan aku sebagai yatim piatu.
Setelah menjadi dewasa aku mengambil isteri dari keluarga kami sendiri, Hana namanya. Dari padanya
kuperanakkan seorang anak laki-laki yang kunamai Tobia.
Ketika diangkut tertawan dan diasingkan ke negeri Asyur aku pergi ke kota Niniwe. Semua saudaraku dan
kaum sekeluarga makan makanan bangsa asing,
tetapi aku mencegah diriku jangan makan makanan itu.
1:12
Sebab dengan segenap hatiku aku ingat kepada Allah.
1:1
1:2
1:3
1:4
1:5
1:6
1:7
1:8
1:9
1:10
Oleh Yang Mahatinggi dianugerahkan kepadaku kerelaan dan penghormatan dari pihak raja Salmaneser.
Maka aku menjadi pembelanja segala sesuatunya yang diperlukan raja.
1:14 Dari sebab itu aku biasa pergi ke negeri Media untuk berbelanja baginya di sana sampai raja mangkat.
Sekali kutitipkan sebuah pundi-pundi pada Gabael, saudara Gabria di negeri Media, yang sepuluh talenta
perak isinya.
Semangkatnya
Salmaneser maka puteranya Sanherib menjadi raja akan gantinya. Kemudian jalan-jalan di
1:15
negeri Media tidak terpakai lagi, sehingga aku tidak dapat pergi ke Media lagi.
1:13
Hal. 1/15
Tobit
1:16
Di zaman Salmaneser aku telah banyak melakukan kebajikan kepada para saudara sebangsaku.
1:17
Makananku kuberikan kepada orang yang kelaparan dan pakaianku kepada orang telanjang. Apabila
kulihat seseorang sebangsa yang telah meninggal dan terbuang di belakang tembok kota Niniwe, maka
kukuburkan.
Manakala seseorang dibunuh oleh raja Sanherib, setelah raja pulang kalah dari daerah Yehuda di masa ia
dihukum oleh Raja Sorgawi karena hujatnya, maka kukuburkan juga. Sebab banyak dari orang Israel
dibunuh oleh raja Sanherib karena kemurkaannya. Tetapi dengan diam-diam kukuburkan semua. Memang
mayat-mayat mereka dicari raja, tapi tidak ditemukan.
Maka salah seorang penduduk kota Niniwe pergi melaporkan kepada raja perihal diriku, bahwa akulah
yang menguburkan mayat-mayat itu. Kemudian terpaksa aku bersembunyi. Ketika aku dapat tahu, bahwa
hal itu ketahuan oleh raja dan aku dicari-carinya untuk dibunuh, maka aku ketakutan dan melarikan diri.
Dari sebab itu segala harta bendaku disita dan tidak ada lagi sisa padaku yang tidak diangkut ke istana raja,
kecuali Hana, isteriku, dan Tobia, anakku.
Tetapi belum juga empat puluh hari berlalu maka raja Sanherib dibunuh oleh putera-puteranya yang
segera melarikan diri ke gunung Ararat. Sesudahnya putera Sanherib, yaitu Esarhadon, menjadi raja.
Ahikar bin Anael, saudaraku, diangkat olehnya menjadi ketua dewan keuangan kerajaannya dan kepala
urusan istana.
Maka Ahikar menjadi pembicara baik bagiku, sehingga aku dapat pulang ke Niniwe. Di masa pemerintahan
Sanherib, raja Asyur, Ahikar telah menjadi juru minuman, penjaga cincin meterai dan pengurus istana dan
ia dipertahankan oleh raja Esarhadon. Dia itu saudara sepupuku.
1:18
1:19
1:20
1:21
1:22
Tb
2:1
2:2
2:3
2:4
2:5
2:6
2:7
2:8
2:9
2:10
2:11
2
Jadi, di masa pemerintahan Esarhadon aku kembali ke rumahku. Juga isteriku Hana dan anakku Tobia
diserahkan kembali kepadaku. Sekali peristiwa pada hari raya Pentakosta, yaitu hari raya Tujuh Minggu,
disajikanlah kepadaku suatu jamuan makan yang baik. Akupun telah duduk untuk makan.
Sebuah meja ditempatkan di hadapanku dan kepadaku disajikan banyak hidangan. Tetapi berkatalah aku
kepada anakku Tobia: "Nak, pergilah dan jika kaujumpai seorang miskin dari saudara-saudara kita yang
diangkut tertawan ke Niniwe dan yang dengan segenap hati ingat kepada Tuhan, bawalah ke mari, supaya
ikut makan. Aku hendak menunggu, anakku, hingga engkau kembali."
Maka keluarlah Tobia untuk mencari seorang saudara kita yang miskin. Sepulangnya berkatalah ia: "Pak!"
Sahutku: "Ada apa, nak?" Jawabnya: "Salah seorang dari bangsa kita sudah dibunuh. Ia dicekik dan dibuang
di pasar. Masih ada di situ juga!"
Aku melonjak berdiri dan jamuan itu kutinggalkan sebelum kukecap. Mayat itu kuangkat dari lapangan dan
kutaruh di dalam salah satu rumah hingga matahari terbenam, untuk kukuburkan nanti.
Kemudian aku pulang, membasuh diriku, lalu makan dengan sedih hati.
Maka teringatlah aku kepada firman yang diucapkan nabi Amos mengenai kota Betel ini: "Hari-hari
rayamu akan berubah menjadi hari sedih dan segala nyanyianmu akan menjadi ratap!" Lalu menangislah
Setelah matahari terbenam aku pergi menggali liang lalu mayat itu kukuburkan.
Para tetangga menertawakan aku, katanya: "Ia belum juga takut! Sudah pernah ia dicari untuk dibunuh
karena perkara yang sama. Dahulu ia melarikan diri dan sekarang ia menguburkan mayat lagi!"
Pada malam itu juga aku membasuh diriku, lalu pergi ke pelataran rumah dan tidur di dekat pagar
temboknya. Mukaku tidak tertudung karena panas.
Aku tidak tahu bahwa ada burung pipit di tembok tepat di atas diriku. Maka jatuhlah tahi hangat ke dalam
mataku. Muncullah bintik-bintik putih. Akupun lalu pergi kepada tabib untuk berobat. Tetapi semakin aku
diolesnya dengan obat, semakin buta mataku karena bintik-bintik putih itu, sampai buta sama sekali.
Empat tahun lamanya aku tidak dapat melihat. Semua saudaraku merasa sedih karena aku. Dua tahun
lamanya aku dipelihara oleh Ahikar sampai ia pindah ke kota Elumais.
Di masa itu isteriku Hana mulai memborong pekerjaan perempuan.
Hal. 2/15
Tobit
Pekerjaan itu diantarkannya kepada para pemesan dan ia diberi upahnya. Pada suatu hari, yaitu tanggal
tujuh bulan Dustrus, diselesaikannya sepotong kain, lalu diantarkannya kepada pemesan. Seluruh upahnya
dibayar kepadanya dan ditambah juga seekor anak kambing jantan untuk dimakan.
2:13 Tetapi setibanya di rumahku maka anak kambing itu mengembik. Lalu isteriku kupanggil dan berkata:
"Dari mana anak kambing itu? Apa itu bukan curian? Kembalikanlah kepada pemiliknya! Sebab kita tidak
diperbolehkan makan barang curian!"
2:14 Sahut isteriku: "Kambing itu diberikan kepadaku sebagai tambahan upahku." Tetapi aku tidak percaya
kepadanya. Maka kusuruh kembalikan kepada pemiliknya -- Karena perkara itu aku merah padam karena
dia! -- Tetapi isteriku membantah, katanya: "Di mana gerangan kebajikanmu? Di mana amalmu itu? Betul,
sudah ketahuan juga gunanya bagimu!"
2:12
Tb
3
3:1
Maka aku sedih hati, mengeluh dan menangis. Dengan keluh kesah aku angkat doa begini:
3:2
"Engkaulah adil, ya Tuhan, semua perbuatanMupun adil pula; semua tindakan-Mu belas kasihan dan
kebenaran, dan dunia semesta diadili oleh-Mu.
Oleh sebab itu, ya Tuhan, ingatlah kepadaku, pandangilah aku! Jangan aku Kauhukum sekedar segala
dosaku dan setimpal dengan kekhilafanku kepadaMu, atau sekedar dosa yang diperbuat nenek moyangku!
Aku telah tidak taat kepada segala perintah-Mu, maka kami Kauserahkan untuk dirampasi, dan untuk
ditawan dan dibunuh, dan untuk menjadi sindiran, tertawaan dan orang ternista di tengah sekalian bangsa
di mana kami Kaucerai-beraikan.
Segala hukuman-Mu memang benar, apabila kini aku Kauperlakukan sekedar segala dosaku. Karena kami
tidak memenuhi perintah-perintah-Mu, dan tidak berjalan benar di hadapan-Mu.
Kini berbuatlah kepadaku menurut apa yang berkenan kepada-Mu, dan sudilah mencabut nyawaku,
sehingga lenyaplah aku dari muka bumi dan kembali menjadi debu. Sebab mati lebih berguna bagiku dari
hidup, karena aku mesti mendengar nista dan fitnah dan sangat sedih rasa hatiku. Ya Tuhan, suruhlah
supaya aku lepas dari susah ini, biarlah aku lenyap menuju tempat abadi; janganlah wajah-Mu
Kaupalingkan dari padaku, ya Tuhan. Sebab lebih bergunalah mati saja dari pada melihat banyak susah
dalam hidupku. Nista tidak dapat kudengar lagi!"
Pada hari yang sama terjadilah bahwa Sara anak perempuan Raguel di kota Ekbatana di negeri Media
mendengar nista dari pihak seorang pelayan perempuan ayahnya.
Adapun Sara itu sudah diperisterikan kepada tujuh laki-laki. Tetapi mereka semua sudah dibunuh oleh
Asmodeus, setan jahat itu, sebelum Sara bersetubuh dengan mereka, sebagaimana pantasnya bagi para
isteri. Kata pelayan itu kepada Sara: "Engkau sendirilah yang membunuh para suamimu! Engkau sudah
diperisterikan kepada tujuh orang, tetapi tidak ada seorangpun yang engkau nikmati juga!
Masakan kami kaucambuki karena mereka mati! Baiklah engkau menyusul mereka saja, supaya seorang
anak laki-laki atau perempuan dari engkau jangan pernah kami lihat!"
Maka pada hari itu juga Sara sangat sedih hati, lalu menangis tersedu-sedu. Kemudian ia naik ke bilik atas
kepunyaan ayahnya dengan maksud menggantung diri. Tetapi berpikir dan berkatalah ia dalam hati:
"Kiranya ayahku nanti dinistakan karena hal itu dan orang akan berkata kepadanya: Bapak hanya punya
satu anak perempuan yang kekasih. Celakalah, ia telah menggantung diri! Niscaya karena sedihnya, maka
uban ayahku kubawa ke dunia orang mati. Lebih baiklah aku tidak menggantung diri, melainkan berdoa
kepada Tuhan, supaya aku mati saja sehingga tidak usah mendengar lagi nista selama hidupku."
Segera tangan dikedangkannya ke arah jendela, lalu berdoa. Katanya: "Terpujilah Engkau, ya Allah
penyayang! Moga-moga terpujilah nama-Mu selama-lamanya, dan semoga segala buatan-Mu memuji
Engkau selama-lamanya.
Kini kuangkat mukaku kepada-Mu dan kuarahkan mataku.
3:3
3:4
3:5
3:6
3:7
3:8
3:9
3:10
3:11
3:12
Aku mohon: Biarlah aku dilenyapkan dari muka bumi ini, nista tidak mau kudengar lagi.
3:14 Sebab Engkau tahu, ya Tuhan, bahwa aku bersih dari segala pencemaran oleh seorang laki-laki,
3:13
Hal. 3/15
Tobit
bahwa namakupun tidak kunodai dan tidak pula nama ayahku di tanah pembuanganku. Aku ini anak
tunggal ayahku dan ia tidak mempunyai anak lain sebagai waris; tiadapun seorang saudara padanya dan
tidak pula sanak saudara lain, sehingga aku mesti memelihara diriku untuk menjadi isterinya. Aku sudah
kehilangan tujuh orang; apa lagi gunanya hidup bagiku? Apabila Engkau tidak berkenan membiarkan aku
mati, maka dengarkanlah nistaku ini, ya Tuhan!"
3:16 Pada saat itu juga kedua orang itu, yakni Tobit dan Sara, dikabulkan permohonannya di hadapan
kemuliaan Allah.
3:17 Diutuslah Rafael untuk menyembuhkan kedua-duanya, yaitu dengan menghapus bintik-bintik putih dari
mata Tobit sehingga ia dapat melihat cahaya Allah dengan matanya sendiri, dan dengan memberikan Sara
anak perempuan Raguel kepada Tobia bin Tobit sebagai isteri dan dengan melepaskannya dari Asmodeus,
setan jahat itu. Memang Tobia lebih berhak memperoleh Sara dari semua orang lain yang ingin
mengambilnya. Pada saat yang sama Tobit kembali dari pelataran itu masuk ke rumahnya dan Sara anak
Raguel turun dari bilik atas itu.
3:15
4
Tb
4:1
4:2
4:3
4:4
4:5
4:6
Pada hari itu juga Tobit ingat kepada uang yang pernah dititipkannya pada Gabael di Ragai di negeri Media
itu.
Lalu ia berpikir: "Aku sudah sampai meminta kematian bagi diriku. Mengapa gerangan tidak kupanggil
anakku Tobia untuk kuberi petunjuk mengenai uang itu sebelum aku meninggal?"
Maka dipanggilnya anaknya Tobia yang segera datang juga. Lalu kata Tobit: "Nak, apabila aku sudah mati
nanti, kuburkanlah aku sebagaimana mestinya. Hormatilah ibumu dan jangan kautinggalkan sepanjang
umur hidupnya. Lakukanlah apa yang menyenangkan hatinya dan jangan hatinya kausedihkan dengan
kelakuanmu.
Ingatlah, nak, bahwa oleh karena engkau telah ditanggungnya banyak bahaya, yaitu waktu engkau masih
dalam kandungannya. Setelah ibumu meninggal, kuburkanlah di sampingku dalam satu kubur.
Nak, ingatlah juga kepada Tuhan; sepanjang umur hidupmu jangan sampai berdosa dan melanggar
perintah-perintah-Nya. Hendaklah berbuat baik sepanjang hidupmu dan jangan menempuh jalan
kelaliman.
Sebab orang yang menjalankan kebenaran akan berhasil dalam segala usahanya,
sebagaimana halnya dengan semua orang yang berbuat baik. [Berilah sedekah dari harta milikmu.
Matamu jangan menyesal apabila engkau memberikan sedekah. Muka jangan kaupalingkan dari seorang
miskin, niscaya wajah Allahpun tidak akan dipalingkan dari padamu.
4:8 Berikanlah sedekah sesuai dengan besarnya kekayaanmu. Jika engkau hanya mempunyai sedikit, jangan
takut memberikan sedekah seadanya.
4:9 Dengan jalan itu kautimbun simpanan bagi dirimu untuk masa darurat.
4:7
4:10
Memang sedekah melepaskan dari maut dan tidak membiarkan orang masuk ke dalam kegelapan.
Sedekah merupakan persembahan yang baik ke hadapan Yang Mahatinggi bagi semua orang yang
memberikannya.
4:12 Nak, jauhilah percabulan. Lebih-lebih, ambillah isteri dari keturunan nenek moyangmu. Jangan mengambil
isteri luar yang tidak berasal dari suku ayahmu. Sebab kita ini adalah keturunan para nabi -- Nuh, Abraham,
Ishak, Yakub, nenek moyang kita dari abad-abad yang lampau -- Ingatlah, nak, bahwa mereka sekalian
mengambil isteri dari kaum kerabat mereka sendiri. Maka mereka diberkati dalam anak-anaknya. Ingatlah
pula bahwa keturunan mereka akan mewarisi tanah yang telah dijanjikan Tuhan.
4:13 Oleh sebab itu, nak, cintailah sanak saudaramu dan jangan meninggikan hatimu terhadap sanak
saudaramu serta anak-anak lelaki dan perempuan bangsamu, sehingga engkau enggan mengambil
isterimu dari kalangan mereka. Sebab di dalam kecongkakan terletaklah kebinasaan dan banyak
kegelisahan, dan dalam kemalasan terletak kepapaan dan kekurangan besar. Memang kemalasan adalah
ibu kelaparan.
4:11
Hal. 4/15
Tobit
4:14
4:15
4:16
4:17
4:18
Janganlah upah orang manapun yang bekerja padamu sampai bermalam padamu. Sebaliknya bayarkanlah
segera kepadanya. Apabila engkau mengabdi kepada Allah, niscaya engkau mendapat ganjaran. Berjagajagalah, nak, dalam segala pekerjaanmu dan hendaklah berlaku sebagai seorang yang terdidik baik dalam
segenap tingkah lakumu.
Apa yang tidak kausukai sendiri, janganlah kauperbuat kepada siapapun. Jangan minum anggur sampai
mabuk dan kemabukan jangan menyertai dirimu di jalan.
Dari makananmu sendiri berikanlah kepada yang lapar dan dari pakaianmu sendiri kepada yang telanjang.
Apa yang berlebih-lebihan padamu berikanlah sebagai sedekah; dan matamu jangan menyesal apabila
engkau memberikan sedekah.
Sajikanlah dengan berlimpah-limpah makanan di atas kubur orang benar, tetapi jangan kauberikan kepada
orang-orang berdosa.
Mintalah nasehat dari setiap orang yang arif dan jangan kauhina nasehat yang bermanfaat.
Pujilah Tuhan Allah setiap waktu dan mintalah kepada-Nya, supaya segala jalan hidupmu menjadi lurus
dan supaya segala usaha serta rencanamu berhasil baik. Sebab tiada bangsa satupun mempunyai nasehat],
melainkan segala nasehat yang baik diberikan oleh Tuhan. Tetapi kalau Tuhan mau maka Ia merendahkan
sampai ke lubuk dunia orang mati, sebagaimana yang dikehendaki-Nya. Dan kini, nak, ingatlah kepada
segala petunjukku dan jangan sampai terhapus dari hatimu.
4:20 Oleh sebab itu, nak, aku hendak memberitahukan kepadamu tentang sepuluh talenta perak yang telah
kutitipkan pada Gabael bin Gabria di Ragai di negeri Media.
4:21 Jangan takut-takut, nak, oleh karena kita sudah jatuh miskin. Memang harta milikmu banyak, apabila
engkau takut akan Allah dan menjauhkan diri dari setiap dosa lagi melakukan apa yang berkenan pada
Tuhan Allahmu."
4:19
Tb
5:1
5:2
5:3
5:4
5:5
5:6
5:7
5:8
5
Maka menjawablah Tobia kepada Tobit, ayahnya: "Pak, semuanya yang telah bapak perintahkan kepadaku
hendak kulakukan juga.
Tetapi bagaimana aku dapat mengambil uang itu dari Gabael? Ia tidak mengenal aku dan akupun tidak
mengenal orang itu pula. Tanda apa yang mesti kuberikan kepadanya, supaya ia mengenal aku, percaya
kepadaku dan uang itu diserahkannya. Aku tidak mengenal pula jalan-jalan di negeri Media yang harus
kutempuh."
Maka jawab Tobit kepada anaknya Tobia: "Gabael telah memberikan tanda tangan kepadaku yang
dibubuh pada sebuah naskah dan demikian akupun kepadanya pula. Naskah itu telah kubagikan jadi dua
dan kami masing-masing mengambil separuhnya. Lalu kutitipkan uang itu kepadanya. Sekarang sudah dua
puluh tahun sejak uang itu kutitipkan. Lagi, anakku, carilah untukmu seseorang yang dapat dipercaya dan
yang mau pergi bersama denganmu. Kita memang akan memberikan upah kepadanya hingga engkau
kembali. Kemudian pergilah mengambil uang itu dari pada Gabael."
Maka keluarlah Tobia untuk mencari seseorang yang mau pergi bersama dengannya ke negeri Media dan
yang tahu jalannya. Didapatinya malaekat Rafael yang berdiri di hadapan Tobia. Hanya Tobia tidak tahu
bahwa dia itu seorang malaekat Tuhan.
Berkatalah Tobia kepadanya: "Dari mana engkau, hai pemuda?" Sahutnya: "Dari saudara-saudaramu,
orang Israel. Aku datang ke mari untuk mencari pekerjaan." Tobiapun lalu bertanya kepadanya: "Tahukah
engkau jalan ke negeri Media?"
Jawabnya: "Aku tahu! Sering kali aku ke sana dan akupun mengenal segala jalan juga. Sudah kerap kali aku
pergi ke negeri Media dan aku sudah pernah menginap pada Gabael, saudara kita yang bertempat tinggal
di Ragai, di negeri Media, yang terletak di pegunungan. Perjalanannya dari kota Ekbatana hingga ke kota
Ragai dua hari biasa."
Lalu kata Tobia kepadanya: "Tunggu dahulu, hai pemuda. Aku hendak mengatakannya kepada ayahku di
rumah. Perlulah kiranya engkau pergi bersama dengan daku. Upahpun akan kuberikan kepadamu juga."
Sahut Rafael kepadanya: "Aku akan menunggu, tetapi jangan lama-lama!"
Hal. 5/15
Tobit
5:9
5:10
5:11
5:12
5:13
Maka Tobia masuk dan memberitahu ayahnya Tobit. Katanya: "Sudah pak, aku sudah mendapat seseorang
dari antara saudara-saudara kita, orang Israel." Sahut Tobit kepadanya: "Panggilkanlah aku orang itu, nak,
supaya aku tahu bangsa apa ia dan dari suku mana dan apa ia boleh dipercaya untuk pergi bersama
denganmu."
Tobiapun keluarlah dan memanggil dia. Katanya: "Pemuda, ayahku memanggilmu." Rafael masuk dan oleh
Tobit diberi salam dahulu. Ia menjawab dengan banyak-banyak salam pula. Lalu Tobit menyambung:
"Apakah aku masih mendapat salam juga? Aku ini orang yang rusak matanya dan cahaya langit tidaklah
kulihat. Melainkan duduklah aku dalam kegelapan seperti orang mati yang tidak memandang cahaya.
Hidupku berada di tengah-tengah orang mati. Suara manusia kudengar, tetapi mereka tidak kulihat!"
Sahut Rafael kepadanya: "Tetapkan hati! Penyembuhan dari Allah sudah dekat. Tetapkan hati!" Lalu Tobit
berkata kepadanya: "Anakku Tobia mau pergi ke negeri Media. Adakah engkau dapat pergi bersama
dengannya dan mengantar dia? Dan lagi, saudara, engkau akan kuberi upahmu juga!" Sahut Rafael: "Aku
mau pergi bersama dengannya. Semua jalan kukenal baik-baik. Sudah sering kali aku pergi ke negeri
Media dan menjelajahi dataran-dataran dan pegunungannya. Segala jalannya kuketahui."
Tobit menyambung pula: "Saudara dari keluarga mana dan dari suku mana? Nyatakanlah kepadaku,
saudara!"
Sahut Rafael: "Apa perlunya suku itu?" Tobitpun lalu berkata kepadanya: "Aku hanya mau tahu kebenaran
saja, siapa engkau dan siapa namamu."
Sahut Rafael: "Aku ini Azarya bin Ananias yang besar, seorang saudaramu."
Maka Tobit berkata: "Selamat datang saudara, dan banyak salam! Jangan kecil hati, saudara, karena aku
ingin tahu kebenaran tentang keluargamu. Kebetulan engkau kerabat kami juga. Engkau sungguh dari
keluarga mulia dan baik. Ananias dan Natan, kedua anak Semeya yang besar kukenal. Bersama dengan aku
mereka dahulu pergi ke Yerusalem dan bersembah sujud di sana. Mereka tidak menyimpang dari jalan
yang baik. Saudara-saudaramu sungguh-sungguh orang yang baik. Engkau berasal dari akar yang baik.
Selamat datang!"
5:15 Tobit menyambung lagi: "Aku hendak memberikan upah kepadamu sedirham sehari dan penghidupan
seperti penghidupan anakku sendiri.
5:16 Hendaklah pergi bersama dengan anakku, maka aku akan menambah lagi upahmu itu."
5:14
Sahut Rafael: "Aku mau pergi bersama dengan anakmu. Jangan kuatir! Kami berangkat dengan sehat
walafiat dan dengan sehat walafiat kami nanti kembali pula! Sebab jalannya aman." Sahut Tobit: "Tuhan
memberkati engkau, saudara." Kemudian dipanggilnya anaknya dan berkatalah ia kepadanya: "Bersiapsiaplah, nak, untuk perjalanan itu dan pergilah bersama dengan saudaramu ini. Semoga Allah yang ada di
sorga melindungi kamu berdua di sana dan mengantar kamu kembali kepadaku dengan sehat walafiat.
Semoga malaikat Tuhan menyertai kamu di jalan dengan perlindungannya." Maka keluarlah Tobia untuk
berangkat. Ia memeluk ayah serta ibunya. Berkatalah Tobit kepadanya: "Selamat jalan!"
5:18 Tetapi ibunya menangis dan berkata kepada Tobit: "Mengapa anakku kausuruh pergi? Bukankah ia
penopang kita yang sudah lanjut usia, oleh karena tetap dapat melayani kita?
5:19 Uang sebenarnya tidak lebih dari uang saja. Masakan uang itu menjadi pengganti anak kita!
5:20 Cukuplah bagi kita hidup sebagaimana dianugerahkan Tuhan kepada kita."
5:17
Sahut Tobit: "Jangan berkhayal, adinda! Anak kita berangkat dengan sehat walafiat dan dengan sehat
walafiat ia nanti kembali pula. Dengan mata kepala sendiri adinda akan melihat dia pada hari ia kembali
kepada adinda dengan sehat walafiat!
5:22 Jangan berkhayal, jangan takut-takut, adinda, oleh karena mereka. Sebab malaikat baik menyertai anak
kita dan perjalanannya akan berlangsung dengan baik. Nanti ia kembali dengan sehat walafiat."
5:23 Maka isterinya berhenti menangis.
5:21
Tb
6
Hal. 6/15
Tobit
6:1
6:2
6:3
6:4
6:5
6:6
Adapun anak muda itu berangkat dengan disertai malaikat itu. Anjingpun ikut serta dengan mereka.
Mereka berdua berjalan terus. Ketika menjadi malam pada hari pertama bermalamlah mereka di dekat
sungai Tigris.
Pemuda itu turun untuk membasuh kakinya di sungai Tigris. Tetapi dari dalam airnya melonjaklah seekor
ikan besar mau menelan kaki pemuda itu. Maka menjeritlah ia.
Tetapi kata malaikat itu kepadanya: "Tangkaplah dan peganglah ikan itu!" Ikan itupun lalu digagahi oleh
pemuda itu dan dihelanya ke darat.
Kemudian malaikat itu menyuruh: "Siatlah ikan itu, ambillah kantung empedu, jantung dan hatinya dan
simpanlah. Isi perutnya hendaklah kaubuang. Sebab empedu, jantung dan hatinya adalah obat mujarab."
Maka disiatlah ikan itu oleh pemuda itu dan dipungutnya kantung empedu, jantung dan hati. Ikan itu
dipanggangnya, lalu dimakannya dan sebagian diasinkannya.
Lalu berjalanlah mereka terus bersama sampai di dekat negeri Media.
Maka bertanyalah pemuda itu kepada malaikat itu: "Saudara Azarya, obat apa ada di dalam jantung dan
hati ikan itu dan di dalam empedunya?"
6:8 Sahut malaikat itu: "Jantung dan hati itu boleh diasapkan di depan laki-laki atau perempuan yang
kerasukan setan atau roh jahat. Lalu segenap gangguan lenyap dari padanya dan tidak tinggal lagi padanya
untuk selama-lamanya.
6:9 Empedu itu hendaknya diurapkan pada orang yang matanya kena bintik-bintik putih, niscaya bintik-bintik
itupun hanya tinggal ditiupi saja lalu sembuh pulalah orang itu."
6:10 Mereka memasuki negeri Media dan sudah sampai di dekat kota Ekbatana.
6:7
6:11
6:12
6:13
6:14
6:15
6:16
6:17
Lalu berkatalah Rafael kepada pemuda Tobia: "Hai saudara Tobia!" Sahutnya: "Ada apa?" Rafael
menyambung pula: "Malam ini kita harus bermalam pada Raguel. Dia itu seorang kerabatmu dan
mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Sara.
Kecuali Sara ia tidak mempunyai anak laki-laki atau perempuan. Maka dari itu saudaralah kerabatnya yang
paling dekat. Lebih dari siapapun saudara berhak untuk memperoleh anaknya sebagai isteri dan juga
berhak untuk mewarisi apa saja yang ada pada ayahnya. Gadis itu berbudi, berani dan sangat cantik.
Ayahnyapun baik hati pula."
Katanya lagi: "Engkau sungguh berhak mengambil dia. Saudara, dengarkanlah aku. Pada malam ini juga
aku hendak berbicara dengan ayahnya tentang gadis itu, supaya kauperoleh bagimu sebagai mempelai.
Setelah kembali dari Ragai kita akan merayakan nikahnya. Aku yakin bahwa Raguel tidak dapat menolak
atau menunangkannya kepada orang lain. Sebab kalau demikian maka ia patut dihukum mati menurut
ketetapan Kitab Musa setelah diketahuinya bahwa engkaulah yang lebih berhak dari orang manapun
untuk memperoleh anaknya sebagai isteri. Jadi, saudara, dengarkanlah aku. Malam ini juga kita akan
berbicara tentang gadis itu dan kita pinang bagimu. Setelah nanti kembali dari Ragai akan kita ambil dan
kita antarkan dia ke rumahmu."
Tobiapun lalu menjawab kepada Rafael: "Saudara Azarya, telah kudengar bahwa gadis itu sudah diberikan
kepada tujuh laki-laki. Tetapi mereka mati semua di kamar tidur. Pada malam mereka datang padanya
mereka mati seketika juga. Kudengar orang berkata bahwa mereka dibunuh oleh seorang setan.
Dari sebab itu aku sekarang takut-takut, sebab setan itu tidak berbuat jahat kepada gadis itu sendiri, tetapi
apabila seseorang mau menghampiri dia maka dibunuh seketika oleh setan itu. Aku ini anak tunggal
ayahku dan aku tidak mau mati dan begitu membawa hidup ayah dan ibuku ke liang kubur karena
kesedihan atas diriku. Anak lain tidak ada pada mereka untuk menguburkannya."
Maka berkatalah malaikat itu kepadanya: "Tidakkah engkau ingat akan perintah-perintah ayahmu; bahwa
ia memerintahkan kepadamu untuk mengambil isteri dari keluarga ayahmu? Maka dari itu, saudara,
dengarkanlah aku! Jangan ambil pusing tentang setan itu; ambil saja gadis itu! Memang aku tahu bahwa
malam ini juga gadis itu diberikan kepada saudara sebagai isteri.
Kalau nanti masuk ke dalam kamar tidur ambillah sedikit dari hati dan jantung ikan itu dan taruhlah di atas
bara pedupaan. Harumnya akan semerbak dan segera setelah dihirup oleh setan itu maka ia akan lari dan
tak pernah muncul lagi pada gadis itu.
Hal. 7/15
Tobit
Waktu engkau mau bersatu dengannya hendaklah kamu berdua berdiri dahulu untuk berdoa. Mohonlah
kepada Tuhan semesta langit, moga-moga Ia berbelas kasihan kepada kamu dan melindungi kamu. Jangan
takut, gadis itu diuntukkan bagimu sejak sediakala dan engkaulah yang akan menyelamatkannya. Ia pasti
akan berangkat bersama denganmu dan kukira engkau mendapat anak dari padanya, yang seolah-olah
akan menjadi saudara-saudaramu. Jangan ambil pusing!"
6:19 Ketika Tobia mendengar perkataan Rafael itu dan bahwa Sara adalah saudarinya dari keluarga dan
keturunan ayahnya, maka gadis itu sangat dicintainya dan hatinya segera berpaut padanya.
6:18
Tb
7:1
7:2
7:3
7:4
7:5
7:6
7:7
7:8
7:9
7:10
7:11
7:12
7:13
7
Ketika mereka tiba di kota Ekbatana berkatalah Tobia kepada temannya: "Saudara Azarya, antarkanlah aku
langsung ke rumah Raguel saudara kami." Iapun lalu mengantarkannya ke rumah Raguel. Raguel didapati
mereka duduk pada pintu pelataran rumahnya. Mereka memberikan salam dahulu kepadanya dan dibalas
oleh Raguel. Katanya: "Banyak-banyak salam, saudara-saudara. Selamat datang!" Mereka dipersilakannya
masuk ke rumah.
Kemudian kata Raguel kepada Edna, isterinya: "Alangkah miripnya pemuda itu dengan saudaraku Tobit!"
Ednapun lalu bertanya kepada mereka: "Dari mana kalian, hai saudara-saudara?" Sahut mereka: "Dari bani
Naftali, dari kaum buangan di kota Niniwe."
Maka berkatalah Edna kepada mereka: "Kenalkah kamu Tobit, saudara kami?" Jawab mereka: "Kami
kenal."
Edna bertanya pula kepada mereka: "Sehat walafiatkah ia?" Sahut mereka: "Ia masih hidup dan sehat
walafiat." Lalu berkatalah Tobia: "Ia adalah ayahku."
Maka melonjaklah Raguel. Ia memeluk Tobia sambil menangis lalu berkata: "Tuhan memberkati engkau,
nak! Engkau adalah anak orang yang mulia dan baik! Alangkah celakanya orang yang benar dan penderma
itu menjadi buta!" Iapun mendekap Tobia, saudaranya, sambil menangis.
Pun pula isterinya Edna dan anak mereka Sara menangis.
Kemudian Raguel menyembelih seekor domba betina dari kawanannya dan disambutnyalah mereka
dengan ramah.
Setelah mereka mencuci dan membasuh diri dan sudah duduk makan maka berkatalah Tobia kepada
Rafael: "Saudara Azarya, katakanlah kepada Raguel, supaya saudariku Sara diberikannya kepadaku."
Mendengar perkataan itu berkatalah Raguel kepada pemuda itu: "Makan dan minumlah dan bersenangsenanglah malam ini. Memang, saudara, tiada seorangpun lebih berhak mengambil Sara, anakku, sebagai
isterinya dari padamu. Karena itupun aku tidak berwenang lagi memberikannya kepada seseorang kecuali
kepadamu. Sebab engkaulah yang paling karib. Tetapi, anakku, aku mesti memberitahukan kebenaran!
Sudah kuberikan Sara kepada tujuh laki-laki dari antara saudara kita, tetapi pada malam ia mereka hampiri
matilah mereka semua. Maka, anakku, baiklah sekarang makan dan minum saja. Tuhan akan mengambil
tindakan bagimu."
Tetapi sahut Tobia: "Aku tidak akan makan atau minum apa-apa, sampai engkau mengambil keputusan
tentang diriku." Menjawablah Raguel: "Baiklah! Ia diberikan kepadamu sesuai dengan ketetapan Kitab
Musa. Dari Sorga sudah diputuskan, bahwa ia harus diberikan kepadamu. Maka hendaklah menerima
saudarimu ini. Mulai sekarang ini engkau menjadi saudaranya dan iapun menjadi saudarimu pula.
Semenjak hari ini ia diberikan kepadamu untuk selama-lamanya. Dan, anakku, semoga kamu pada malam
ini juga dianugerahi oleh Tuhan semesta langit. Semoga Ia menurunkan kasih setia dan damai sejahtera
atas diri kamu."
Lalu Raguel memanggil Sara anaknya dan iapun datang kepadanya pula. Tangan Sara dipegang oleh Raguel
dan demikian Sara diserahkannya kepada Tobia. Dalam pada itu berkatalah Raguel: "Sungguh, sesuai
dengan hukum Taurat ia kupercayakan kepadamu dan seturut ketetapan yang tersurat dalam Kitab Musa
kuberikan kepadamu menjadi isterimu. Ambillah dia dan antarkanlah kepada ayahmu dengan sehat
walafiat. Moga-moga Yang Berkuasa di Sorga menganugerahkan damai sejahtera kepada kamu berdua."
Hal. 8/15
Tobit
Lalu dipanggilnya ibu Sara untuk mengambil sepucuk gulungan. Ditulisnya perjanjian perkawinan dan
dengan demikian Sara diserahkannya menjadi isteri Tobia, sesuai dengan ketetapan Taurat Musa. Sesudah
itu mulailah mereka makan minum.
7:15 Raguel memanggil Edna, isterinya, lalu berkata kepadanya: "Dinda, siapkanlah sebuah kamar yang lain lalu
antarkanlah Sara masuk."
7:16 Maka pergilah Edna menyediakan sebuah kamar sebagaimana dikatakan kepadanya, lalu mengantar Sara
masuk ke dalam. Ia menangis oleh karena anaknya, lalu diusapnyalah air matanya dan berkatalah ia
kepada Sara:
7:17 "Tetapkan hatimu, nak! Tuhan semesta langit akan menganugerahkan kepadamu sukacita ganti
dukacitamu. Tetapkan hati, nak!" Lalu keluarlah ia.
7:14
Tb
8:1
8:2
8:3
8:4
8:5
8:6
8:7
8:8
8
Selesai makan minum mereka mau pergi tidur semua. Pemuda itu diantar ke luar untuk masuk ke kamar
tersebut.
Maka ingatlah Tobia kepada perkataan Rafael. Diambilnya hati serta jantung ikan itu dari dalam buntilnya
yang dibawanya, lalu ditaruhnya di atas bara pedupaan.
Harum ikan itu mengganggu setan itu, yang segera lari ke dataran tinggi negeri Mesir. Adapun Rafael pergi
mengikat kakinya dan segera dikebatnya juga.
Maka keluarlah semua orang dari kamar itu dan pintunya dikunci. Kemudian Tobia bangkit dari tempat
tidur dan berkata kepada Sara: "Bangunlah, adinda, mari kita berdoa dan mohon kepada Tuhan kita,
semoga dianugerahkan-Nya belas kasihan serta perlindungan."
Maka bangunlah Sara dan mereka berdua mulai berdoa dan mohon, supaya mereka mendapat
perlindungan. Mereka angkat doa sebagai berikut: "Terpujilah Engkau, ya Allah nenek moyang kami, dan
terpujilah nama-Mu sepanjang sekalian abad. Hendaknya sekalian langit memuji Engkau dan juga segenap
ciptaan-Mu untuk selama-lamanya.
Engkaulah yang telah menjadikan Adam dan baginya telah Kaubuat Hawa isterinya sebagai pembantu
serta penopang; dari mereka berdua lahirlah umat manusia seluruhnya. Engkaupun bersabda pula: Tidak
baik, kalau manusia itu seorang diri saja, mari Kita menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan
dia.
Bukan karena nafsu berahi sekarang kuambil saudariku ini, melainkan dengan hati benar. Sudilah kiranya
mengasihani aku ini dan dia dan membuat kami menjadi tua bersama."
Serentak berkatalah mereka: "Amin! Amin!"
Kemudian mereka tidur semalam-malaman.
8:10 Tetapi Raguel bangun dan dipanggilnya beberapa bujangnya yang pergi menggali kubur. Sebab Raguel
berpikir: "Tidak boleh tidak Tobia mati. Nanti kami menjadi tertawaan dan orang ternista!"
8:11 Selesai menggali kubur itu Raguel masuk rumah dan dipanggilnya isterinya.
8:9
8:12
8:13
8:14
8:15
8:16
Katanya: "Suruhlah seorang sahaya masuk untuk melihat apa ia masih hidup. Kalau sudah mati kita
kuburkan tanpa diketahui seorangpun."
Sahaya itupun lalu disuruh, lampu dipasang dan pintu dibuka. Masuklah sahaya itu dan didapatinya
mereka tertidur dengan nyenyaknya.
Maka sahaya itu keluar dan diberitahukannya kepada Raguel serta isterinya bahwa Tobia masih hidup dan
tidak terjadi apa-apa.
Maka mereka memuji Yang Berkuasa di Sorga, katanya: "Terpujilah Engkau, ya Allah, dengan segala pujian
yang murni, hendaklah Engkau dipuji untuk selama-lamanya.
Terpujilah Engkau, karena aku telah Kaugembirakan; apa yang kusangka tidaklah terjadi. Sebaliknya kami
telah Kauperlakukan menurut belas kasihan-Mu yang besar.
Hal. 9/15
Tobit
Terpujilah Engkau, karena kedua anak tunggal itu telah Kaukasihani. Berilah mereka, ya Tuhan, belas
kasihan dan perlindungan, dan biarlah mereka meneruskan hidup mereka dengan senang dan belas
kasihan!"
8:18 Kemudian disuruhnya bujang-bujang itu menimbus kubur itu sebelum fajar menyingsing.
8:19 Raguel menyuruh isterinya membuat banyak roti. Ia sendiri pergi ke kawanan dan diambilnya dua lembu
jantan dan empat domba jantan yang disuruhnya disediakan. Maka mulailah orang dengan persiapan.
8:20 Kemudian Raguel memanggil Tobia dan berkata kepadanya: "Selama empat belas hari ini sekali-kali tidak
boleh engkau berangkat dari sini, melainkan engkau harus tinggal di sini untuk makan minum. Engkau
mesti menggembirakan hati anakku yang telah sedih pedih.
8:21 Kemudian barulah dapat engkau mengambil separuh dari milikku di sini dan pulang dengan selamat
kepada ayahmu. Separuh lainnya dari milikku menjadi kepunyaanmu juga setelah aku serta isteriku
meninggal. Tetapkanlah hatimu, nak! Akulah bapamu dan Edna ibumu. Kami menjadi kerabat dengan
engkau seperti kami kerabat dengan saudarimu, mulai sekarang sampai selama-lamanya. Tetapkanlah
hati, nak!"
8:17
Tb
9:1
9:2
9:3-4
9:5
9:6
9
Kemudian Tobia memanggil Rafael dan berkata kepadanya:
"Saudara Azarya, hendaklah engkau mengambil sertamu empat orang bujang dan dua ekor unta. Baiklah
engkau berangkat ke kota Ragai dan pergi ke Gabael. Hendaklah engkau menyerahkan kepadanya surat
bukti ini lalu memungut uang itu. Dan lagi hendaklah engkau membawa dia sertamu ke pernikahan nanti.
Engkau tahu bahwa ayahku membilang-bilang hari. Apabila aku berayal-ayalan, niscaya ayahku sangat
sedih hati. Dan engkaupun tahu baik-baik apa yang telah dijanjikan oleh Raguel dengan sumpah dan
sumpah itu tidak dapat kulanggar."
Maka berangkatlah Rafael dengan disertai empat bujang dan dua ekor unta itu ke kota Ragai di negeri
Media. Ia bermalam pada Gabael. Kepadanya diserahkannya surat bukti tadi dan diberitahukannya
tentang Tobia bin Tobit, yakni bahwasanya ia telah mengambil isteri, dan ia mengundang Gabael juga ke
pernikahan itu. Maka Gabael bangkit dan dibilangnya kantung-kantung yang masih bermeterai itu. Lalu
dimuatkannya semua.
Pagi-pagi benar berangkatlah mereka berdua dan kemudian tiba pada pesta pernikahan itu. Mereka
masuk ke rumah Raguel dan mendapati Tobia sedang makan. Maka Tobia melonjak berdiri, lalu diberi
salam oleh Gabael. Gabael memberkati Tobia sambil menangis, katanya: "Anak mulia dan baik dari bapak
yang mulia dan baik, benar dan penderma! Moga-moga Tuhan semesta langit memberkati engkau serta
isterimu, ayah dan ibu isterimu. Terpujilah Allah, karena aku telah dapat melihat gambaran Tobit, saudara
sepupuku!"
Tb
10
Dalam pada itu Tobit hari demi hari menghitung waktu yang diperlukan untuk pergi pulang. Setelah waktu
itu genap dan anaknya belum tiba juga
10:2 maka pikirnya: "Boleh jadi ia tertahan di sana? Atau barangkali Gabael sudah meninggal, sehingga tidak
ada seorangpun menyerahkan uang itu kepadanya?"
Dan
ia mulai merasa sedih.
10:3
10:1
Hana, isterinya, berkata kepada Tobit: "Memang anakku sudah jatuh binasa dan tidak ada lagi di tengahtengah orang-orang yang hidup!"
10:5 Ia mulai menangisi serta meratapi anaknya, katanya: "Celakalah aku ini, hai anakku, oleh karena kubiarkan
engkau pergi, engkau yang menjadi cahaya mataku!"
10:4
Hal. 10/15
Tobit
10:6
10:7
10:8
10:9
10:10
10:11
10:12
10:13
10:14
Maka berkatalah Tobit kepadanya: "Diamlah, jangan berkhayal, adinda. Ia sehat walafiat! Memang mereka
terhalang di sana. Orang yang berangkat serta Tobia dapat dipercaya. Ia adalah seorang dari antara
saudara-saudara kita. Jangan sedih hati oleh karena anak kita, adinda. Nanti ia muncul!"
Tetapi Hana menyahut kepadanya: "Diam! Jangan memperdayakan aku! Anakku binasa sudah!" Setiap hari
berulang-ulang Hana ke luar untuk menengok jalan yang telah ditempuh anaknya waktu pergi. Ia tidak
percaya lagi pada siapapun. Setelah matahari terbenam barulah ia pulang, tetapi semalam-malaman ia
meratap dan menangis dan tidak dapat tidur.
Setelah genaplah empat belas hari pesta pernikahan itu yang dengan sumpah dijanjikan Raguel untuk
dirayakan bagi anaknya, maka datanglah Tobia kepadanya, katanya: "Izinkanlah aku pulang, sebab aku
tahu bahwa ayah ibuku sudah tidak berharap lagi akan melihat aku. Dan sekarang aku mohon bapak,
supaya bapak membiarkan aku pulang kepada ayahku. Sudah kuberitahukan kepadamu, bagaimana
ayahku kutinggalkan."
Tetapi sahut Raguel kepada Tobia: "Tinggal saja, nak, tinggal padaku di sini. Aku akan mengutus pesuruh
kepada Tobit, ayahmu, untuk memberitahukan tentang keadaanmu." Tetapi Tobia menyahut: "Jangan,
pak, aku mohon, supaya engkau membiarkan aku pulang dari sini kepada ayahku."
Maka bangkitlah Raguel dan diserahkannya kepada Tobia Sara, isterinya, dan separuh dari miliknya, yaitu
budak sahaya, lembu jantan dan domba, keledai dan unta, pakaian, uang dan perabot.
Demikianlah mereka diizinkannya pergi dengan sehat walafiat. Ia memberikan salam kepada mereka,
katanya: "Salam, nak, selamat jalan! Moga-moga Tuhan semesta langit menganugerahi engkau serta Sara,
isterimu. Dan moga-moga aku masih melihat anak-anak kamu, sebelum aku meninggal."
Kepada anaknya Sarapun ia berkata juga: "Pergilah kepada mertuamu. Sebab mulai sekarang ini
merekalah orang tuamu, seolah-olah melahirkan engkau. Pergi dengan selamat, nak; biarlah aku
mendengar kabar baik tentang dirimu selama aku hidup!" Lalu ia dipeluknya dan dibiarkannya mereka
pergi.
Adapun Edna berkata kepada Tobia: "Anak dan saudaraku yang tercinta, moga-moga Tuhan mengantar
engkau pulang dan mudah-mudahan aku masih melihat selama hidupku anak-anakmu dan anak-anak Sara,
anakku, sebelum aku meninggal. Di hadapan Tuhan anakku kupercayakan kepadamu sebagai petaruh.
Jangan menyedihkan hatinya sepanjang umur hidupmu. Pergilah dengan selamat, anakku! Mulai sekarang
ini akulah ibumu dan Sara menjadi saudarimu. Moga-moga kita sekalian hidup bahagia sepanjang umur
hidup kita, seperti halnya sekarang ini." Lalu diberinya salam kepada mereka dan dibiarkannya mereka
pergi.
Tobiapun lalu berangkat dari Raguel dengan sehat walafiat. Dengan sukacita dipujinya Tuhan semesta
langit dan bumi, Raja segala-galanya, oleh karena Tuhan telah membuat perjalanannya berhasil. Iapun
memberkati Raguel dan Edna isterinya, dan berkata kepada mereka: "Moga-moga aku dianugerahi untuk
menghormati kamu berdua sepanjang seluruh umur hidupku."
Tb
11
11:1
Ketika mereka mendekati daerah Kaserin yang letaknya berhadapan dengan Niniwe berkatalah Rafael:
11:2
"Engkau tahu dalam keadaan manakah kita meninggalkan ayahmu.
Karena itu baiklah kita berdua mendahului isterimu untuk menyiapkan rumah itu, sedangkan yang lain-lain
meneruskan perjalanannya."
11:4 Maka bertolaklah mereka berdua. Rafaelpun sudah berkata pula kepada Tobia: "Bawalah empedu itu
juga." Adapun anjing itu juga mengikuti Rafael dan Tobia.
11:5 Dalam pada itu duduklah Hana mengamati jalan yang harus ditempuh anaknya.
11:3
Iapun telah mendapat firasat bahwa anaknya tengah datang. Berkatalah Hana kepada ayah Tobia:
"Sungguh anakmu tengah datang dan juga orang yang menyertainya."
11:7 Sebelum Tobia mendekati ayahnya berkatalah Rafael kepadanya: "Aku yakin bahwa mata ayahmu akan
dibuka.
11:6
Hal. 11/15
Tobit
Sapukanlah empedu ikan itu kepada matanya. Obat itu akan memakan dahulu, lalu mengelupaskan bintikbintik putih itu dari matanya. Maka ayahmu akan melihat lagi dan memandang cahaya."
11:9 Adapun Hana bergegas-gegas mendekap anaknya, lalu berkatalah ia kepadanya: "Setelah engkau kulihat,
anakku, maka mulai sekarang aku dapat mati." Maka ia menangis.
11:10 Tobitpun berdiri dan meskipun kakinya tersandung namun ia keluar dari pintu pelataran rumah.
11:8
Tobia menghampirinya dengan empedu ikan itu di tangan lalu ditiupinya mata Tobit, ditopangnya ayahnya
dan kemudian berkatalah ia kepadanya: "Tetapkan hati, pak!" Selanjutnya obat itu dikenakannya padanya
dan dibiarkannya sebentar.
11:12 Lalu dengan kedua tangannya dikelupaskannya sesuatu dari ujung-ujung matanya.
11:13 Maka Tobit mendekap Tobia sambil menangis. Katanya: "Aku melihat engkau, anakku, cahaya mataku!"
11:11
11:14
11:15
11:16
11:17
11:18
11:19
Ia menyambung pula: "Terpujilah Allah, terpujilah nama-Nya yang besar, terpujilah para malaikat-Nya
yang kudus. Hendaklah nama Tuhan yang besar ada di atas kita dan terpujilah hendaknya segala malaikat
untuk selama-lamanya. Sungguh aku telah disiksa oleh Tuhan, tetapi kulihat anakku Tobia!"
Kemudian masuklah Tobia ke rumah dengan sukacita sambil memuji Allah dengan segenap hatinya.
Diceritakannya kepada ayahnya bahwa perjalanannya berhasil baik; bahwa ia telah membawa uang itu
dan sudah mengambil Sara anak perempuan Raguel menjadi isterinya dan bahwa isterinya masih dalam
perjalanan dan sudah dekat pada pintu gerbang kota Niniwe.
Maka keluarlah Tobit menjemput anak menantunya pada pintu gerbang kota Niniwe dengan sukacita
seraya memuji Allah. Melihat Tobit berjalan dan maju dengan kekuatannya seperti dahulu tanpa diantar
oleh siapapun maka tercengang-cenganglah penduduk kota Niniwe. Tobitpun lalu memaklumkan di
hadapan mereka bahwa ia telah dikasihani oleh Allah yang telah mencelikkan matanya.
Akhirnya Tobit mendekati Sara, isteri anaknya Tobia, lalu diberkatinya dengan berkata: "Selamat datang,
anakku. Terpujilah Allahmu yang mengantar engkau kepada kami, hai anakku! Tuhan memberkati ayahmu,
memberkati anakku Tobia dan memberkati engkau sendiri, hai anakku. Masuklah ke rumahmu dengan
selamat, dengan berkat dan gembira! Masuklah, hai anakku!"
Pada hari itu juga terjadilah kegembiraan untuk semua orang Yahudi yang diam di kota Niniwe.
Kemenakan Tobit, yaitu Ahikar dan Nadab, ikut bergembira pula dengan Tobit.
Tb
12:1
12:2
12:3
12:4
12:5
12:6
12:7
12:8
12
Setelah perayaan nikah itu selesai maka Tobit memanggil anaknya Tobia. Berkatalah ia kepadanya: "Nak,
ingatlah memberikan upahnya kepada orang yang telah menyertai engkau. Dan ingatlah menambah
upahnya juga."
Sahut Tobia: "Berapa banyaknya upah yang harus kuberi, pak? Aku tidak menderita rugi sedikitpun, kalau
kuberikan kepadanya separuh dari harta benda yang telah kubawa.
Dengan sehat walafiat aku telah diantar kembali olehnya, isteriku telah disembuhkan olehnya; iapun telah
membawa uang itu bersama dengan aku dan ayah telah disembuhkannya pula. Berapa banyaknya upah
yang mesti kuberikan karena itu?"
Berkatalah Tobit kepadanya: "Memang nak, sudah seadilnya ia diambilkan separuh dari segala sesuatunya
yang telah dibawanya waktu datang."
Maka ia dipanggil dan Tobit berkata kepadanya: "Ambillah sebagai upahmu separuh dari segala
sesuatunya yang kaubawa waktu datang, lalu engkau boleh pergi dengan selamat."
Tetapi Rafael memanggil kedua orang itu sendiri-sendiri lalu berkata kepada mereka: "Pujilah Allah dan
muliakanlah Dia di depan mata semua orang yang hidup karena segala anugerah yang telah diberikan-Nya
kepada kamu. Pujilah nama-Nya dan bernyanyi-nyanyilah kepada-Nya. Wartakanlah kepada segala
manusia perbuatan-perbuatan Allah sebagaimana layaknya. Jangan berayal memuliakan Dia.
Memang baiklah rahasia raja disembunyikan, tetapi pantaslah perbuatan Allah disingkapkan dan
dimuliakan. Lakukanlah yang baik, niscaya malapetaka tidak akan menimpa kamu.
Lebih baiklah doa benar dan sedekah jujur daripada kekayaan yang lalim.
Hal. 12/15
Tobit
Memang sedekah melepaskan dari maut dan menghapus setiap dosa. Orang yang melakukan sedekah
akan menjadi puas dengan umurnya.
12:10 Sebaliknya, orang yang berbuat dosa dan lalim menjadi seteru hidupnya sendiri.
12:11 Segenap kebenaran hendak kuwartakan kepada kamu dan tidak kusembunyikan apa-apa terhadap kamu.
Sudah kutandaskan kepadamu: Baiklah rahasia raja disembunyikan, tetapi pantaslah perbuatan Allah
disingkapkan.
12:12 Makanya, ketika engkau dan Sara berdoa maka ingatan akan doamu itu kusampaikan ke hadapan
kemuliaan Tuhan. Dan demikianpun waktu engkau menguburkan orang-orang mati.
12:13 Ketika engkau tidak ayal-ayalan dan bangkit serta meninggalkan makananmu untuk pergi mengapani
mayat itu, maka aku diutus untuk mencobai engkau.
12:14 Lagipula aku diutus oleh Allah untuk menyembuhkan baik engkau sendiri maupun Sara, menantumu.
12:9
12:15
Aku ini Rafael, satu dari ketujuh malaikat yang melayani di hadapan Tuhan yang mulia."
12:16
Maka terperanjatlah kedua orang itu lalu sujud menyembah dan ketakutan.
12:17
Tetapi berkatalah malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut; damai sejahtera dengan kamu. Pujilah Allah
selama-lamanya!
Waktu aku ada dengan kamu, maka bukan karena kerelaanku sendirilah terjadi demikian, melainkan
karena kehendak Allah. Maka pujilah Dia seumur hidup, bernyanyi-nyanyilah kepada-Nya!
Telah kamu perhatikan bahwa aku tidak makan apa-apa. Hanya suatu penglihatan yang kamu lihat.
Oleh sebab itu, pujilah Tuhan di atas bumi dan muliakanlah Allah! Camkanlah! Aku naik kepada Dia yang
telah mengutus aku. Tuliskanlah semuanya yang telah terjadi pada kamu." Maka iapun naik juga.
Ketika bangkit mereka tidak dapat melihatnya lagi.
Kemudian mereka memuji Allah dan bernyanyi-nyanyi kepada-Nya serta memuliakan-Nya karena segala
perbuatan-Nya yang besar itu. Sebab malaikat Allah telah menampakkan diri kepada mereka.
12:18
12:19
12:20
12:21
12:22
Tb
13
13:1
Tobit mengarang doa ini untuk menyatakan sukacitanya:
13:2
"Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya, dan kerajaan-Nyapun tetap untuk sekalian abad. Memang Ia
menyiksa tapi juga mengasihani, Ia menurunkan ke dunia orang mati, tetapi menaikkan daripadanya juga;
tiada seorangpun luput dari tangan-Nya.
Muliakanlah Dia, hai orang Israel, di hadapan sekalian bangsa, sebab kita telah dicerai-beraikan-Nya di
antara mereka.
Wartakanlah kebesaran-Nya di sana, agungkanlah Dia di hadapan segala yang hidup. Sebab Dialah Tuhan
kita dan Allah, Ia adalah Bapa kita untuk selama-lamanya.
Oleh karena kejahatan kita maka kita disiksa-Nya, tetapi kita dikasihani-Nya lagi dan dikumpulkan-Nya dari
antara sekalian bangsa, di mana kamu terserak-serak.
Jika dengan segenap hati kamu berbalik kepada-Nya, dan dengan segenap jiwa berlaku benar di hadapanNya, niscaya Iapun berbalik kepada kamu, dan tidak disembunyikan-Nya wajah-Nya terhadap kamu.
Maka pandanglah apa yang akan dikerjakan-Nya bagi kamu, muliakanlah Dia dengan segenap mulut.
Pujilah Tuhan yang adil dan agungkanlah Raja kekal.
Aku memuliakan Dia di tanah pembuanganku, dan kunyatakan kekuasaan serta kebesaran-Nya kepada
kaum berdosa. Bertobatlah, hai orang-orang yang berdosa, dan lakukanlah apa yang benar di hadapanNya. Siapa tahu kalau-kalau Ia berkenan kepadamu dan menjalankan belas kasihan kepada kamu.
Aku hendak mengagungkan Allahku dan Raja sorgawi dan hatiku hendak bersorak karena kebesaran-Nya.
Dan hendaklah sekalian orang di Yerusalem menyebut serta memuliakan-Nya. Ya Yerusalem, kota yang
suci, karena perbuatan anak-anakmu maka Allah menyiksa, tetapi kembali Ia mengasihani anak-anak
orang benar.
13:3
13:4
13:5
13:6
13:7
13:8
13:9
13:10
Hal. 13/15
Tobit
13:11
13:12
13:13
13:14
13:15
13:16
13:17
13:18
Muliakanlah Tuhan selayaknya dan pujilah Raja kekal, supaya bagimu Kemah-Nya dibangun kembali
dengan gembira.
Maka Allah menggembirakan kaum buangan di dalam dirimu, dan yang payah di dalam dirimu akan
dikasihi-Nya turun-temurun sepanjang sekalian abad.
Dari jauh banyak bangsa akan datang ke hadapan nama Tuhan Allah dengan membawa persembahan di
tangan, yaitu upeti untuk Raja sorgawi; turun-temurun sorak-sorainya dilambungkan kepadamu.
Para pembencimu terkutuklah hendaknya, tetapi mereka yang mengasihi engkau akan diberkati selamalamanya.
Bersukacitalah dan bersorak-sorailah karena anak-anak orang yang benar, sebab mereka akan
dikumpulkan dan akan memuji Tuhan orang benar. Berbahagialah orang-orang yang mengasihi engkau,
mereka yang bersukacita karena damai sejahteramu.
Berbahagialah orang yang berdukacita karena siksaanmu, sebab mereka nanti bergembira karena engkau
apabila mereka mengagumi segenap kemuliaanmu; maka bersukacitalah mereka selama-lamanya. Hai
jiwaku, pujilah Allah, Raja agung.
Sebab Yerusalem akan dibangun dengan nilakandi dan zamrud, tembok-temboknya dengan permata,
menara-menaranya serta benteng-bentengnya dari mas murni; lapangan-lapangan Yerusalem akan
diturap dengan arzak, manikam kumala dan permata dari Ofir.
Maka semua jalannya akan berseru: Haleluya. Bernyanyilah mereka semua dengan berkata: Terpujilah
Allah yang meninggikan engkau untuk selama-lamanya."
Tb
14
14:1
Demikian Tobit mengakhiri lagu pujiannya.
14:2
Adapun Tobit meninggal dengan tenteram waktu berumur seratus dua belas tahun. Ia dikuburkan di
Niniwe sebagaimana mestinya. Waktu matanya menjadi rusak ia berumur enam puluh dua tahun dan
setelah dapat melihat kembali ia hidup dengan sejahtera dan melakukan kebajikan. Iapun terus memuji
Allah dan memuliakan kebesaran-Nya.
Ketika tiba ajalnya dipanggilnya anaknya Tobia dan disuruhnya: "Nak, ambillah semua anakmu
dan pergilah ke negeri Media. Sebab aku yakin akan firman Allah mengenai kota Niniwe, sebagaimana
yang telah diucapkan nabi Nahum. Semua akan terjadi, semua akan mendatangi bangsa Asyur dan kota
Niniwe. Segala sesuatunya yang telah diucapkan oleh para nabi Israel yang diutus oleh Allah akan terjadi
semua. Tiada sedikitpun dari ucapan itu yang tidak akan sampai; semua akan terjadi pada waktunya.
Tetapi di negeri Media orang akan lebih aman daripada di negeri Asyur dan Babel. Aku tahu dan yakin
benar bahwa semua yang telah difirmankan Allah akan terlaksana dan terjadi juga. Tiada satupun dari
firman-Nya yang akan gagal. Adapun saudara-saudara kita yang masih tinggal di tanah Israel akan diceraiberaikan dan diangkut tertawan dari tanah yang baik itu. Seluruh tanah Israel serta Samaria dan Yerusalem
akan menjadi gurun belaka dan Bait Allah akan tinggal roboh dan hangus hingga waktu tertentu.
Kemudian mereka akan dikasihani oleh Allah dan dikembalikan ke tanah Israel. Maka Bait Allah akan
mereka bangun, meskipun tidak seperti yang dahulu, hingga tiba saatnya zaman dunia mencapai
kegenapannya. Lalu mereka semua akan pulang dari pembuangannya dan Yerusalem akan
dibangunkannya dengan mulianya. Bait Allahpun akan dibangun di dalamnya, sebagaimana yang telah
dikatakan para nabi tentangnya.
Semua bangsa di seluruh bumi akan bertobat dan benar-benar menakuti Tuhan Allah. Semua akan
meninggalkan berhala mereka yang membuat mereka kembara dalam kesesatan. Dengan tulus hati
mereka akan memuji Allah yang kekal.
Semua orang Israel yang selamat pada masa itu dan yang ingat kepada Allah dengan tulus ikhlas akan
berkumpul dan datang ke Yerusalem. Merekapun lalu akan mendiami tanah Abraham untuk selamalamanya dan dengan aman sentosa. Negeri itu akan dianugerahkan kepada mereka. Allah akan mereka
kasihi dengan tulus ikhlas dan mereka bergembira. Tetapi mereka yang berbuat dosa dan lalim akan
lenyap dari muka bumi.
14:3
14:4
14:5
14:6
14:7
Hal. 14/15
Tobit
14:8-9
14:10
14:11
14:12
14:13
14:14
14:15
Oleh sebab itu, hai anak-anakku, aku memerintahkan kepadamu: hendaklah mengabdi kepada Allah
dengan tulus ikhlas serta melakukan apa yang berkenan kepada-Nya. Wajibkanlah segala anakmu, supaya
berbuat adil lagi melakukan kebajikan; supaya ingat kepada Allah dan selalu memuji nama-Nya dengan
tulus ikhlas dan sekuat tenaga. Oleh sebab itu, nak, pergilah dari kota Niniwe dan jangan tinggal di sini.
Pada hari ibumu kaukuburkan di sampingku jangan bermalam lagi di wilayah kota ini. Sebab kulihat bahwa
ada banyak kelaliman di negeri ini dan banyak tipu daya dilakukan di sini. Dan mereka tidak malu-malu
sama sekali.
Nak, ingatlah kepada apa yang telah diperbuat Nadab kepada bapa pengasuhnya, yaitu Ahikar. Bukankah
Ahikar hidup-hidup diturunkan ke bagian bawah bumi? Tetapi Allah telah membalas kelaliman Nadab ke
atas kepalanya sendiri. Ahikar keluar menuju cahaya, sedangkan Nadab turun ke kegelapan kekal, oleh
karena ia telah berusaha membunuh Ahikar. Karena melakukan kebajikan maka Ahikar luput dari jerat
maut yang dipasang baginya oleh Nadab. Sedangkan Nadab jatuh ke dalam jerat maut yang juga
membinasakannya.
Makanya, anak-anakku, camkanlah apa yang dihasilkan oleh sedekah dan apa yang dihasilkan oleh
kelaliman. Memang kelaliman membunuh. Tetapi aku kehabisan tenaga!" Maka Tobit berbaring di tempat
tidurnya lalu meninggal. Ia dikuburkan dengan layak.
Setelah ibu Tobia meninggal maka dikuburkannya di samping ayahnya. Kemudian Tobia serta isterinya
pergi ke negeri Media dan menetap di kota Ekbatana pada Raguel, mertuanya.
Masa tua Raguel serta isterinya dipelihara oleh Tobia sebagaimana mestinya lalu dikuburkannya mereka di
kota Ekbatana di negeri Media. Tobiapun mewarisi baik harta milik Raguel maupun harta milik ayahnya
sendiri.
Tobia sendiri meninggal sebagai orang terhormat dalam umur seratus tujuh belas tahun di kota Ekbatana
di negeri Media.
Tetapi sebelum meninggal masih didengarnya tentang kebinasaan kota Niniwe dan melihat penduduknya
ditawan dan dibuang ke negeri Media, yakni orang-orang yang diangkut tertawan oleh Siaksares, raja
Media. Maka Tobia memuji Allah karena segala sesuatunya yang telah dilakukan-Nya kepada orang Niniwe
dan Asyur. Sebelum meninggal Tobia masih bergembira oleh karena nasib kota Niniwe dan memuji Tuhan
Allah untuk selama-lamanya.
Sandy Kusuma
[email protected]
Hal. 15/15
Fly UP